PEMERIKSAAN
RETIKULOSIT
E-MODUL
MUH. ARHAM SAPUTRA
PO714203211052
D-IV TLM B TK.2
01
DEFINISI DAN TUJUAN
PEMERIKSAAN RETIKULOSIT
“Sel eritrosit muda yang
baru dilepaskan ke
peredaran darah tepi
dari sumsum tulang. Sel
ini mempunyai
karakteristik masih
memiliki sisa RNA
ribosom.”
Deskripsi
Retikulosit
Semakin immature retikulosit,
benang retikulum akan semakin
banyak. Sebaliknya semakin
matang usia retikulosit, sisa
RNA akan berubah menjadi
beberapa titik.
Dalam proses pematangan
eritrosit, sisa RNA ini akan
hilang. Sisa RNA pada sel
retikulosit dapat terwarnai
dengan zat warna supravital,
yaitu brilliant cresyl blue (BCB)
atau new methylene blue
(NMB).
Pada proses pewarnaan, RNA
akan mengendap dan terwarnai
pada sediaan yang tidak
terfiksasi, dan tampak sebagai
benang retikulum.
Hitung jumlah retikulosit adalah
pemeriksaan yang digunakan
untuk menentukan jumlah
retikulosit dalam darah melalui
apusan darah, satuan yang
digunakan adalah persen (%)
Tujuan pemeriksaan retikulosit
adalah untuk membantu
mendiagnosis anemia dan
sebagai indikator aktivitas
sumsum tulang (eritropoiesis)
02
PRINSIP PEMERIKSAAN
RETIKULOSIT
Sel darah yang masih hidup dimulai dengan
pewarnaan supravital, sisa RNA dalam
retikulosit akan terwarnai dengan adanya
zat warna BCB atau NMB , sehingga RNA
tampak seperti filamen berwarna dalam sel.
Sel retikulosit hitung dalam 1000 eritrosit
pada sediaan basah atau kering dan
dinyatakan dalam persen(%)
03
PROSEDUR
PEMERIKSAAN
SEDIAAN BASAH
Alat dan tabung reaksi
Bahan: Pipet tetes
Mikroskop
objek glass
Deck glass
BCB/NMB
darah EDTA
Cara Kerja 01
Sediaan
Campurkan
2 atau
Basah 3 tetes
larutan BCB/NMB dengan
darah sama banyaknya dan
dihomogenisasi
02
Inkubasi selama 15 menit
.
Setelah inkubasi, campuran
di homogenisasi kembali dan
dibuat sediaan basah
03
Ambil
1 tetes campuran
diatas dan diletakkan diatas
kaca objek, lalu tutup dengan
deck glass
04
Amati sediaan di mikroskop
menggunakan perbesaran
1000
x dengan oil imersion
04
PROSEDUR PEMERIKSAAN
SEDIAAN KERING
Alat dan Tabung reaksi
Bahan: pipet tetes
mikroskop
Objek glass spreader
BCB 1%/NMB 1%
Darah EDTA
Cara Kerja 01
Sediaan
Campurkan
2 atau
Kering 3 tetes
larutan BCB/NMB dengan
darah sama banyaknya dan
dihomogenisasi
02
Inkubasi selama 15 menit
.
Setelah inkubasi, campuran
di homogenisasi kembali dan
dibuat sediaan basah
03
Buat apusan dengan
campuran di atas pada kaca
objek seperti pada
pembuatan apus darah tepi,
lalu keringkan
04
Amati sediaan di mikroskop
menggunakan perbesaran
1000
x dengan oil imersion
05
PENGHITUNGAN
PEMERIKSAAN
RETIKULOSIT
Penghitungan retikulosit
harus dilakukan pada area
sediaan dengan pewarnaan
dan kondisi sel yang baik.
Pada lapang pandang
mikroskop dengan
pembesaran lensa 1000x,
dapat dilihat area eritrosit
yang cukup banyak sehingga
kemungkinan terjadi
kesalahan atau variasi yang
besar dalam penghitungan
retikulosit dan eritrosit dapat
dihindari.
Penghitungan
Retikulosit
Retikulosit dan eritrosit dihitung
tiap lapang pandang hingga
jumlah eritrosit mencapai 1000
sel.
% =
%
Contoh :
% =
Pada lapang pandang
ditemukan 7 retikulosit dan
1002 eritrosit maka persentase %
% =
retikulosit adalah :
%
% = , %
Nilai Normal :
Retikulosit : 0,5 – 1,5%
06
Retikulosit
Production Index
& Retikulosit
Absolut
Index Produksi
Index Produksi
Retikulosit
Retikulosit RPI adalah angka yang
Semakin rendah nilai PCV,
mencerminkan indeks
seperti pada kondisi anemia,
sebenarnya dari produksi
eritrosit di sumsum tulang.
retikulosit akan banyak di
Pada pasien anemia dengan
produksi sehingga bersirkulasi
jumlah eritrosit menurun,
lebih lama di darah tepi. Hitung
diperlukan nilai hematokrit
retikulosit pada kondisi ini tidak untuk mengoreksi. Perhitungan
akurat yang menggambarkan
menggunakan rumus sbb :
produksi retikulosit
=
sesungguhnya . Oleh sebab itu,
pada kasus ini perlu dilakukan
koreksi hitung retikulosit yang
dihitung dalam indeks produksi
retikulosit (RPI)
Waktu pematangan retikulosit
dapat diketahui dari nilai
hematokrit (PCV). Pada nilai
hematokrit dikisaran normal
(45%), retikulosit bersirkulasi di
darah tepi selama 1 hari
Contoh :
Pada pasien anemia dengan nilai
hematokrit 24% (normal 45%) dan
jumlah retikulosit 8% serta jumlah
eritrosit 2.500.000 sel/µl, berapa
nilai retikulosit terkoreksi,
retikulosit absolut dan RPI ?
Retikulosit Absolute
Jawab :
Untuk akurasi metode, nilai
Retikulosit terkoreksi=
retikulosit pada pasien anemia
dinyatakan dalam nilai retikulosit
absolute dengan rumus sebagai
berikut: =24/45×8
=4%
=
=
= % µ
% µ
Nilai Normal Retikulosit Absolute
= % . . /µ
25.000 – 75.000 /µl darah = . /µ
=
4/2
=2%
07
FAKTOR YANG
MEMENGARUHI
PEMERIKSAAN
JENIS KELAMIN
Kondisi hipoksia
Usia
Penanganan sampel
TEKNIK PEMBUATAN SEDIAAN
pH zat warna
Kondisi eritrosit
Skill petugas
THANK YOU
THANK YOU
THANK YOU