Prolog
Kalian percaya dengan adanya peri? Kalo
aku sih tidak...
Tidak salah lagi maksudnya. Oh ya
perkenalkan namaku Airin, seorang gadis
berusia 13 tahun yang suka dengan hal
hal menyangkut tentang peri / Fairy.
Katakanlah aku kekanakan karena
percaya dengan adanya peri, tapi aku
punya bukti kalau mereka benar ada. 5
tahun lalu ketika usia ku 8 tahun,
keluargaku pergi camping dihutan dan
waktu malam harinya aku terbangun
karena haus aku keluar dari tenda dan
melihat seorang perempuan berambut
pirang dengan wajah cantik dan telinga
yang sedikit runcing tapi dia benar benar
cantik.
1
Aku melambaikan tangan berniat
menyapanya. Dia membalas lambaian
tangan ku dengan senyum hangat nya
dan langsung bergegas pergi memasuki
hutan yang gelap. Aku ingin sekali
mengejarnya tapi entah kenapa kaki ku
terasa sangat berat untuk melangkah.
Dan semenjak kejadian itu aku percaya
dengan keberadaan peri.
Dan suatu hari nanti aku pasti akan
menunjukan ke semua orang kalau peri
itu nyata.
Waktu berjalan dengan cepat sekarang
aku berusia 13 tahun tak terasa semua
terasa begitu cepat.
"Airin mau pulang bersama?"
"Ah ya tentu Shena"
Dia shena teman ku usianya lebih tua
dari ku dia berusia 15 tahun.
"Hei Rin Airin"
2
"Ah ya"
"Kenapa kau terlihat seperti orang ling
lung? Apa kau sakit?"
"Tidak she aku hanya memikirkan tentang
-"
"Peri"
Ya shena menebak jawabanku dengan
akurat. Shena satu satunya teman dekat
ku yang selalu ku ajak berbicara tentang
peri ya walau terkadang dia muak
dengan cerita ku.
"Iya"
"Astaga Rin kau sudah besar jangan
percaya dengan fiksi bodoh itu berapa
kali aku ucapkan"
"Shena aku melihatnya dengan mata
kepalaku sendiri"
"Mungkin itu hanya mimpi mu Sudahlah
ayo kita pulang"
3
"She"
"hm?"
"Apa kau mau ikut dengan ku kehutan?"
"Hei apa kau gila? Bagaimana jika nanti
kita di terkam mahluk buas?"
"Kita bisa melarikan diri aku hanya ingin
kembali ke hutan waktu itu"
"Hhhhh baiklah aku ikut lagi pula besok
kita cuti sekolah selama seminggu"
"Aaa shena kau teman terbaik ku muah"
"Berhentilah bersikap kekanakan ayo
pulang langit mulai gelap"
"Ay ay kapten"
Malam harinya aku menyiapkan
semua yang ku butuhkan untuk pergi
kehutan seperti kompas, senter, bahan
makanan, tenda, dan banyak lagi.
Setelah selesai berkemas aku segera pergi
tidur.
4
'Ku harap bisa bertemu dengan nya lagi' '
batin ku sebelum sepenuhnya tertidur.
Pagi harinya aku terbangun dan
bergegas mandi waktu aku turun
kebawah ku lihat shena sudah sampai
dirumah ku dan membantu mama ku
memasak sarapan.
"Pagi ma pagi she"
"Pagi Rin" jawab keduanya.
"Woah aku tidak tau kau jago memasak
shena"
"Aish biasa saja"
"Baiklah sarapannya sudah jadi ayo
makan"
Selesai acara sarapan aku dan shena
langsung pamit pergi. Kami berdua
menaiki bus untuk sampai ke hutan.
"Rin apa masih jauh?"
5
"Tidak itu hutannya" kata ku sambil
menunjuk gerbang menuju hutan.
"Woah aura nya sangat suram apa disini
tidak ada orang yang tinggal?"
/Pletak
Aku menjitak kepala shena.
"Akh sakit pabo"
"Kau pikir lah ini hutan mana ada orang
yang tinggal dihutan"
"Tarzan?"
Aku hanya menggelengkan kepala
mendengar jawaban absurd Shena dan
bergegas keluar dari bus.
"Rin kata bunda dihutan ada hantunya
apa benar?"
"Ya dan hantu itu suka menculik gadis
penakut seperti mu"
"Kyaaa"
6
"Hei kecilkan suara mu nanti hantunya
mendengar dan semakin cepat kau
diculik"
Shena dengan cepat menutup mulutnya.
'Hahaha mau saja dia di bodohi' batin ku
Hari mulai senja aku dan shena
memutuskan untuk membangun tenda
dan mencari kayu untuk menyalakan api
unggun.
Dan ayah kami sudah dihutan selama 3
hari masih belum ada kejanggalan.
Jam ditangan ku menunjukan waktu 8
malam. Aku dan shena terus berjalan
tanpa Arah tapi satu hal yang ku tau
kita berdua semakin jauh masuk
kedalam hutan.
"Rin persediaan kayu bakar kita habis"
"Kita cari kayu bakar"
Berbekalan sebuah senter kita berdua
menyusuri hutan untuk mencari kayu
7
bakar.
"Grrrr "
"Syut rin" Shena berbisik kepada ku.
"Apa?"
"Kau mendengar suara geraman?"
"Ya aku mendengarnya ku pikir hanya
halusinasi ku"
"Kira kira dari mana asalnya?"
Aku dan Shena berjalan mencari asal
suara geraman itu semakin kita
mendekat semakin besar juga suara
geraman itu.
Shena mengarahkan senter keasal suara
dan terlihat seekor beruang sedang
mencabik cabik mangsanya
Segera aku dan shena berlari tanpa tau
arah kami bergenggaman tangan agar
tidak terpisah.
8
Sampai kita berhenti disebuah pohon
besar dan bersembunyi di balik pohon itu.
Setelah beberapa menit aku memastikan
beruang masih ada apa tidak. Dan
syukurlah beruang itu sudah tidak
mengejar kita.
"R-Rin i-itu" Shena memanggil ku dan
refleks aku menengok ke arah yang
ditunjuk shena.
Awalnya hanya sekelibat cahaya tetapi
saat aku memfokuskan penglihatan ku
aku bisa melihat seorang perempuan
bertelinga runcing yang pernah ku lihat
antara senang dan sedih bercampur
menjadi satu.
Dengan cepat aku mengikuti perempuan
itu dan sampailah kita di sebuah goa.
"Rin mau masuk?"
"Hm Y-Ya"
9
Awalnya aku ragu tapi rasa penasaran ku
lebih tinggi dan aku langsung melangkah
masuk kedalam goa mengikuti
perempuan itu.
Ketika kita dalam goa kita tidak melihat
apapun dan juga tidak melihat
perempuan itu.
Tiba tiba sebuah cahaya bersinar dari
ujung goa aku dan shena mendekat
kearah cahaya dan terlihat sebuah
portal.
"Apa ini?"
"Apa ini yang disebut portal?"
"Portal apa?"
"Mungkin portal kedunia peri"
"Kalo begitu ayo masuk"
"Kau gila bagaimana jika itu hanya
jebakan binatang buas?"
"Kau benar she tapi aku sangat
10
penasaran bagaimana jika kau saja yang
masuk terlebih dahulu"
"Hhhh baiklah biarkan aku masuk duluan
kalau aman aku akan menyuruh mu
masuk" shena segera masuk kedalam
portal itu dan tak lama dia
menyembulkan kepalanya.
"Disini aman ayo masuk tempatnya
sangat indah"
Aku yang mendapat jawaban begitu dari
shena langsung masuk kedalam portal
itu dan.
Aku benar-benar terpaku dengan
tempat itu, tempat itu seperti tidak
nyata benar' sangat menakjubkan.
"Woah apakah ini benar' nyata she?"
"Aku juga tidak tau Rin tapi ini memang
nyata, cubit saja lenganmu jika kau
tidak percaya"
Aku pun mencubit lenganku dan benar
aku bisa merasakan sakit dan itu artinya
11
ini nyata bukan mimpi.
"Tempat ini sama persis dengan apa yang
tertera di buku' peri yang selama ini aku
pelajari she"
"Kurasa kau memang sangat penasaran
dengan peri ya? sampai' kau mempelajari
tentang mereka"
"Kau benar, aku memang sangat
penasaran dengan dunia mereka"
"Dan lihatlah sekarang aku benar-benar
mewujudkan impian ku she. Aku bisa
menempatkan kakiku di dunia mereka
woahhhhh" Airin berkata sambil
berteriak bahagia dan menggoncang'
tubuh shena
"Iya' rin, dan berhentilah bergerak seperti
orang kerasukan"
"Tidak bisa she aku terlalu bahagia saat
ini jadi kau jangan menggangguku" Rin
berkata seperti itu dan masih meloncat'
seperti orang yang baru saja
12
memenangkan lotre
"iya aku tau tapi bisakah kau diam
bagaimana jika nanti salah satu dari
mereka mendengar kita dan menangkap
kita untuk dijadikan santapan ihh aku
tidak mau mati muda" shena bergidik
ngeri saat membayangkan nya
"Ahh kau tidak perlu takut she mereka
itu baik"
"Tapi tidak menutup kemungkinan jika
mereka menangkap kita"
"Kau sudah melihat ini kan ayo sekarang
kita kembali"
"Kemana?" Pertanyaan rin sedikit
membuat shena kesal
"Ya kerumah lah, kau sudah melihat
dunia mereka kan jadi ayo kita kembali
kerumah"
"Iya aku tau tapi kemana? portal itu
sudah menghilang" sontak pernyataan
13
Airin membuat shena terkejut dan
membalikan tubuhny untuk melihat
portal itu lagi. dan benar portal itu
menghilang hanya tersisa batu besar
ditutupi dedaunan yang tergantung.
"Tidak mungkin bagaimana bisa portal
itu menghilang?"
Airin hanya menaikan bahunya tanda ia
juga tidak tahu bagaimana portal itu
bisa hilang.
"Lalu bagaimana kita bisa keluar dari
tempat ini Rin" shena berteriak frustasi
"ahh kau tenang saja she kita akan
mencari nya bersama" Airin berkata
seperti itu dengan wajah girangnya
seolah tidak takut akan kemungkinan
apa yang akan menimpa mereka jika
tidak segera keluar dari dunia ini.
"Apa kau gila Rin?"
"oh ayolah Rin tempat ini asing untuk
kita dan kita harus segera keluar dari
sini Rin"
14
"Bagaimana ini" lanjut shena
"Diamlah she kau tak perlu khawatir kita
akan mencari jalan keluar bersama.
lagipula aku juga belum menemukan peri
disini"
"setidaknya kita berkeliling dulu
disekitar sini siapa tau kita bisa melihat
peri' yang sedang mandi"
"Hentikan fantasi mu Rin" shena
memukul kepala Airin
"Akkhh"
"Sakit she kenapa kau memukul
kepalaku" ujar Airin sambil memegangi
kepala ny yang habis di pukul oleh
sahabat nya itu.
"Pikiranmu sangat buruk kau tau"
"Tapi tidak lebih buruk dari pikiranmu"
ujar Airin tidak mau kalah dengan shena
15
"Lebih baik kita berkeliling sekarang"
airin langsung menarik tangan shena
membawanya ke taman kecil di tepi
danau
"Rin"
"Apa?"
"Ini sangat indah Rin"
"Sudah kubilang kan. disini tidak terlalu
buruk juga"
"Rin"
"Rin"
'Ah sudahlah dia tak mendengar ku'.
batin shena
Aku tersadar dari lamunan ku dan
melihat kesekitar, ku lihat Shena berlari
mengejar seekor kelinci putih gemuk.
"Yak jangan jauh jauh"
16
"Siap"
Setelah aku memperingati Shena agar
tidak terlalu jauh akhirnya aku kembali
ketujuan awalku ya menemukan peri itu,
netra ku mencoba mencari peri itu dan
ketemu.
Aku berjalan mendekati peri itu dan
kulihat di sekeliling ku banyak sekali hal
aneh seperti rumah berbentuk jamur?
Dan banyak orang orang yang terbang
dan bahkan disini siang.
" MANUSIAAAA ADA MANUSIAA DISINI"
tiba tiba seorang gadis berteriak dan
semua peri langsung menatap kearah ku.
Mereka menodongkan tombak kearah
ku dan aku hanya bisa diam pasrah
berharap tidak dibunuh oleh mereka.
Tiba tiba peri yang ku lihat tadi berjalan
mendekati ku melewati kerumunan peri'
menyeramkan itu dan menatap wajahku
lalu tersenyum dan menyuruh semua peri
17
untuk menurunkan senjata mereka.
Peri itu menatap ku dengan lembut dan
berkata.
"Apa kau tersesat gadis kecil?"
Sontak aku menggelengkan kepala dan
berkata. "Tidak aku tidak tersesat"
"Lantas kenapa kamu bisa memasuki
dunia Fairy?" tanya peri itu. Dan mau
tidak mau aku menjelaskan tujuan awal
airin datang kehutan itu sampai dikejar
kejar beruang dan mengikuti perempuan
bersayap sampai kedunia ini.
"Ternyata kau gadis kecil itu? Kau sudah
tumbuh dengan cepat" Ucap peri itu
sembari mengusap kepalaku.
"Airin kelincinya lolos eh-
"Ah ya Shena ini peri yang aku bilang
sudah ku bilang aku tidak berkhayal"
ucapku ke shena.
18
"Ah kau sangat cantik apa kau
perawatan?"
"Hahahaha" peri itu hanya tertawa kecil
mendengar ucapan polos yang shena
lontarkan.
'Astaga shena ingin rasanya ku buang
anak ini tapi sadar dia teman ku satu
satunya' batin ku.
"Baiklah apa kalian mau ku antar
berkeliling?"
Aku dan shena menggangguk.
Peri itu mengeluarkan sihirnya yang
membuat aku dan shena memiliki sayap
yang berkilau dan itu sangat cantik.
"Peri, boleh kutau siapa namamu?"
tanyaku kepada peri itu
"Titania"
"Titania Da Fey" lanjutnya lagi.
19
** Titania atau Mab adalah salah satu
tokoh penting mitologi Inggris. Di
Irlandia disebut Una atau Oona,
sementara di Skotlandia ia menerima
nama Ratu Elphame. Beberapa penulis
datang untuk mengasosiasikan karakter
Morgana le Fey, yang digambarkan oleh
cerita-cerita tertentu sebagai varian dari
peri tetapi dengan karakteristik yang
lebih dekat dengan karakter manusia.
Pengaruh karakter ini luar biasa dalam
karya-karya yang berbeda dan juga
dalam persepsi para peri seperti yang
dikenal saat ini. Bahkan, Shakespeare
membuat versi itu dalam drama Mimpi
malam musim panas.**
Singkat cerita setelah berkeliling aku dan
shena menginap didunia peri dan aku
baru tau bahwa peri itu merupakan ratu
didunia fairy.
"She kau sudah tidur?"
"Eung, belum why?"
20
"Aku hanya ingin bertanya bagaimana
menurutmu kehidupan disini?"
"Hm, menurutku disini menyenangkan
tapi didunia kita juga tidak kalah
menyenangkan, astaga aku merindukan
ponselku 〒_〒"
"Hahaha bersabarlah"
"Kau jahat rin kenapa aku tidak
dibolehkan membawa ponsel?"
"Agar kau tidak sibuk dengan dunia
ponsel mu itu, lagi pula dihutan mana
ada sinyal"
"Ahh benar juga"
"Sudahlah ayo tidur besok kita akan
pulang"
"Huh' Secepat itu?"
"Ya"
"Aku masih ingin disini"
21
"Sama" dan akhirnya kami memutuskan
untuk tidur.
Pagi harinya aku dan shena diantar oleh
peri itu ke portal untuk kembali kedunia
kami.
"Wah portalnya sudah kembali rin"
"Iya" aku hanya menjawab singkat dan
tersenyum kecut.
'Aku masih ingin disini' batin ku.
Portal terbuka dan aku menatap peri itu
dengan mata berkaca kaca. Tapi peri itu
hanya tersenyum dan menyuruh aku dan
shena mengulurkan tangan.
"Aku hanya memberikan sedikit kenang
kenangan untuk kalian berdua"
Dan setelah itu kami masuk keportal dan
kembali ke goa tempat kami masuk tadi.
Bedanya sekarang sudah tidak ada lagi
portalnya.
22
"Ayo Rin" Shena menarik tanganku dan
berjalan menuju tenda.
Sore harinya aku dan shena selesai
membereskan tenda dan siap untuk
pulang.
Selama di bus aku hanya mengelus tanda
yang diberikan oleh peri itu tandanya
sangat cantik jika milik ku berbentuk
kupu kupu maka milik shena mirip
seperti gelang.
"RIN"
"Apa she gak usah teriak"
"Hei kita dalam masalah besar"
"Apa?"
"Tato ini ibu ku akan marah besar"
"Oh astaga bunda juga pasti akan marah
besar dengan ku bagaimana ini she"
"Mana aku tau aku juga takut"
23
"Aih ya sudahlah terima omelan saja"
"Ck menyebalkan"
Dan ya sesampainya kami dirumah
kami diomeli habis habisan dan
kebetulan itu shena ada dirumahku jadi
kami duduk diujung ruangan dan
mendengarkan ocehan para ibu itu.
Dan setelah kejadian itu aku mencoba
menceritakan pengalamanku disebuah
novel yang berjudul 'Fairy' dan sekarang
novel itu laku keras dipasaran bahkan
banyak penerbit yang menyuruhku
melanjutkan Novelnya.
Dan yah begitulah kisah ku dan Shena
teman seperjuanganku hahaha sampai
jumpa lagi.
24
Terima kasih
Telah
Membaca karya
Kami
sulistia ramandhani
kelas 8A
25