The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Tetaplah bersyukur karna masih banyak orang yang jauh ada di bawahmu, dan tetaplah rendah hati karena masih banyak orang yang ada di atasmu. Dan yakinlah kau pasti bisa melakukan semua!. Dan ingat jangan sia sia kan orang yang menyayangimu, karna jika mereka pergi kamu akan menyesal!.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Imam Wahyudi, 2022-04-27 19:07:15

Tentangku

Tetaplah bersyukur karna masih banyak orang yang jauh ada di bawahmu, dan tetaplah rendah hati karena masih banyak orang yang ada di atasmu. Dan yakinlah kau pasti bisa melakukan semua!. Dan ingat jangan sia sia kan orang yang menyayangimu, karna jika mereka pergi kamu akan menyesal!.

Keywords: tengtangku,aku,penyesalan,ayah,ibu,teman,bullying,jangan sia sia kan

TENTANGKU

Namaku Virgin Alyza Hadya,
panggil saja Virgin. Aku adalah
anak yang tumbuh di keluarga
yang menurutku cukup
membingungkan. Tak lepas dari
semua itu, cerita hidupku pun
sama rumitnya.

Dulu hidupku begitu indah,
ayah dan ibu sayang padaku,
mereka selalu di sampingku
menemani setiap langkahku.
Semangatku tumbuh karna
dukungan mereka. Terutama ayah
yang selalu menyayangiku. Dia
selalu menemaniku bahkan saat
aku ikut lomba meskipun sibuk,
dia menyempatkan kehadiranya.

1

Sampai suatu ketika ayahku
mengalami serangan jantung,
saat itu aku masih umur 6 tahun.
Aku tak tahu apapun, di kala
rumahku penuh karangan bunga,
di saat ibuku menangis
mengenakan pakaian serba hitam,
aku masih tersenyum kupikir
ayah hanya tertidur.

Kisah ini berlanjut ketika
aku kelas 1 SD. Saat itu aku
mulai sadar kepergian seseorang
yang begitu dekat denganku, tapi
ketika aku bertanya pada ibu
kemana ayah pergi?, ibu selalu
menjawab "ayah masih jauh di
malaysia, belum datang, masih
kerja". Entah begitu polosnya aku
selalu mempercayai itu.

2

Waktu itu aku sudah kelas 3
SD, aku baru sadar ayah sudah
pergi untuk selamanya, saat itu

lah tangisku tak
terbendung,
rasanya tali
kedekatan ini
telah putus. Mulai hari itu, aku
rasanya malas untuk tersenyum,
nilai - nilaiku mulai turun,
prestasi ku surut, rasanya
pikiranku telah campur aduk tak
karuan.

Keluarga kami bangkrut, aku
yang dulunya berkecukupan, Aku
yang dulunya selalu dimanja, aku
yang dulu minta apapun pasti
langsung ada, sekarang berubah,
sangat sulit untukku beradaptasi,
rasanya hidupku berubah drastis.

3

Selain keluargaku begitu
kekurangan, Di tambah lagi
pembullyan yang menimpaku dulu.
Di titik itu aku mulai putus asa,
ejekan demi ejekan selalu
kudengar setiap hari, remehan
remehan mereka membuatku
semakin prustasi, body shaming
yang mereka lakukan membuat
ragaku lelah

Tahun 2017, Pernah di suatu
titik, aku benar benar putus asa.
Bagaimana tidak?!, teman teman
sekelas memandangku sebelah
mata, mereka terang terangan
membandingkanku dengan yang
lain, bahkan waktu pramuka di
suruh milih, nggak ada yang milih
aku. Sepele sih tapi nyesek.

4

Temen sekelasku cewek pada
ngejauhin aku, yang cowok pada
jijik sama aku, kakak kelas
cowok semua merundung aku,
Aku bener" bingung waktu itu,
aku rasanya pingin teriak, pingin
nangis sekenceng kencengnya.
Tapi kalo aku curhat nggak ada
yang mau denger, ibu sibuk
jualan,embak juga nggak peduli.

Waktu itu aku menemukan 2
anak yang mau bersahabat sama
aku, mereka berdua baik banget
sama aku, pokoknya perlakuan
mereka sama aku beda sama
yang lainya. Mulai saat itu, aku
mulai mengumpulkan tekad
untuk bangkit, aku mulai sadar
bahwa tak ada gunanya menangis,

5

itu hanya akan menanmmbah
beban hidupku.

Di kelas 4 aku mulai berubah,
ibu pun menikah lagi dan
memberiku ayah tiri, dan di sisi
lain aku mencoba ingin kembali
mengukir prestasi dan
menemukan bakatku. Pandangan
teman teman ku pun mulai
berubah mereka mulai mau
bergaul denganku. Dan aku
menyadari semua itu.

Di kelas 5 dan 6 aku mulai
punya ambisi, waktu itu aku
pingin banget banggain ayah lagi,
dan di masa itu, aku mulai
berjanji aku akan menggapai
masa depanku dan banggain
orang tuaku.

6

Hari demi hari berganti, Aku
pun naik kelas 7, waktu itu aku
masuk di kelas 7C, aku sekelas
sama salah satu sahabatku.
Pertama masuk sih aku udah
punya misi buat jadi lebih pinter
lagi.

Mula mula semua terasa baik
baik saja. dan waktu itu semester
2, sahabatku mulai memiliki
teman baru, dia mulai agak
regang denganku, kami tak punya
masalah. Namun dia mulai jauh
dan sangat dekat dengan sahabat
sahabat barunya aku mulai
merasa terkucilkan, serasa tak
punya kawan. mungkin
kelihatanya biasa, namun begitu
menyakitkan.

7

Lalu suatu malam ibu pernah
berkata bahwa aku harus menjadi
kebanggaan mereka, bahwa aku
satu satunya harapan baginya.
Aku harus jadi anak yang lebih
baik. Ibu juga sempat berkata,
bahwa aku harus sukses dan lebih
mandiri, ibu bilang aku harus jadi
lebih dewasa, meski belum
waktunya jadilah orang yag
paling bisa menempatkan diri,
karna kata ibu nasib nggak ada
yang tau, jadi aku harus siapin
semuanya. Aku juga inget ibu
pernah omong kalau dewasa itu
bukan soal umur, karna umur
hanyalah angka.

Sampai suatu ketika ada
kejadian yang sungguh tak
pernah ku sangka. Kejadian itu

8

bermula saat ibu tiba tiba jatuh
pingsan, lalu seminggu dia koma.
Saat itu aku benar benar bingung,
aku bertanya pada Tuhan, cobaan
apa lagi yang akan datang, setiap
hari aku mencoba menahan
tanggis dengan mencoba
tersenyum dan santai, tapi ketika
di ICU melihat banyak sekali
orang yang meninggal begitu saja,
membuatku semakin takut
kehilangan sesuatu.

Isak tangis duka memenuhi
rumah sakit itu, di pinggir pinggir
ku semua meninggal secara
bergilir, membuatku tubuhku
semakin bergetar. Akhirnya aku
tak kuat menahan tangis ini, aku
selalu berharap bahwa keajaiban
tuhan akan datang dan menolong

9

ibukku, aku hanya berharap ibu
kembali seperti dulu.

Ibu di pindah di RSU. Malam
itu aku tidur dilantai yang
beralaskan tikar, Aku mencoba
tidur.. namun mataku tak bisa.
Saat itu sekktar pukul 11 malam,
tubuhku rasanya begitu dingin
padahal AC nya mati, tapi tak tau
kenapa tubuhku rasanya
menggigil, wajahku mulai pucat
dan aku benar benar tak bisa
memejamkan mata.

Lalu tiba tiba, tubuh ibu
bergetar dan kejang kejang, aku
dan ayah mulai panik. Dokter pun
datang setelah semua alat medis
di kerahkan. Aku dan ayah hanya
saling berharap bahwa ibu akan

10

baik baik saja. Namun
kenyataanya....

Dokter bilang ibu sudah tiada,
ketika itu aku benar benar
kehilangan kata kata. Rasanya
hatiku hancur, malam itu
tangisku benar benar memnuhi
seluruh rumah sakit itu. Semua
harapanku hancur lebur. Aku
benar benar putus asa, ragaku
benar benar lelah, aku benar
benar kacau waktu itu. Rasanya
nggak bisa mempercayai apa yang
telah terjadi.

Berhari hari aku menangis,
aku selalu berharap ibu ada di
samping ku lagi, menemaniku
belajar, dan melakukan semuanya
bersama, nyatanya itu hanya

11

mimpi. Aku mulai kembali sedih,
rasnya ragaku hancur aku
bingung mau cerita ke siapa
semuanya udah nggak ada,
semuanya ngga ada yang ngerti
perasaanku, hanya itu yang selalu
pikirkan. Jiwaku benar benar
sudah nggak labil waktu itu.

Dan di titik itu saking putus
asanya aku pernah ingin bunuh
diri, tapi aku kasihan sama ibu
dan ayah, yang aku pikirakan
pesan pesan mereka, aku sadar
mereka menaruh harapan besar
padaku...

Seandainya ada yang tau
sesedih apa, semuram apa, dan
sesunyi apa Hidupku?!. Aku tau
kok hidup itu memang berat, dan

12

aku tau terkadang emang kita
harus di paksa dewasa oleh
keadaan. Sebenarnya aku tuh
nggak kuat
nanggung
beban pikiran
sebanyak ini, aku sebenarnya tuh
depresi. Tapi aku tau nggak
semua orang peduli, So… agapain
aku harus perlihatkan
kesedihanku?. Cukup Aku dan
Tuhan yang tau..

Aku menutupi semua
tangisanku dengan senyuman,
aku mencoba kuat... dan sampai
sekarang yang membuat ku
masih mempertahankan tekad
dan harapanku adalah harapan
harapan mereka yang
mempercayaiku, aku ngerti kok

13

kalau banyak orang yang
meremehkanku, aku tau banyak
orang yang membenciku, namun
aku juga senang karena masih
banyak orang yang
memepercayaiku.

Dan akan kubuktikan bahwa
aku bisa melakukan hal yang
orang orang pernah memandang
sebelah mata diriku. Aku yakin
bila aku bertekad aku akan bisa
kok...

Aku yakin esok akan semakin
banyak dan sulit tantanganku,
tapi aku yakin kalau aku bisa
melewatinya. Meski aku sendiri
dan itu sulit tak apa aku ikhlas
kok. Aku percaya Tuhan

14

memberiku takdir yang seperti ini,
semua ini pasti ada hikmahnya.

PESAN DARI SAYA : TETAPLAH
BERSYUKUR KARNA MASIH
BANYAK ORANG YANG JAUH ADA
DI BAWAHMU, DAN TETAPLAH
RENDAH HATI KARENA MASIH
BANYAK ORANG YANG ADA DI
ATASMU. DAN YAKINLAH KAU
PASTI BISA MELAKUKAN SEMUA!.
DAN INGAT JANGAN SIA SIA KAN
ORANG YANG MENYAYANGIMU,
KARNA JIKA MEREKA PERGI KAMU
AKAN MENYESAL!.

15

Virgin Alya Hadya
Kelas 8A

16


Click to View FlipBook Version