LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
Indikator Asam Basa dari Bahan Alami
Disusun oleh :
MEISSHA LINTANG
XI MIPA 3
SMA NEGERI 23 BATAM
TAHUN PELJARAN 2021/2022
a. JUDUL
Menguji dan mengetahui zat Asam Basa yang terkandung di dalamnya
menggunakan indicator alami
B. TUJUAN
1. Memperkirakan pH larutan dengan indicator :
• Fenolftalein ( PP )
• Metil merah ( MR)
• Metil jingga ( MO)
• Bromtimol Biru ( BTB)
2. Menentukan pH larutan dengan indicator universal
C. dasar teori
Indicator asam-basa adalah zat-zat warana yang dapat memperlihatkan warna
berbeda dalam larutan yang bersifat asam dan dalam larutan yang bersifat basa
Asam adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion H+.
sifat sifat asam diantaranya :
1. Terasa masam
2. Terionisasi menghasilkan ion H+
3. Memiliki rentan pH 0- 6,9
4. Lakmus biru
Basa adalah senyawa yang bila dilarutkan dalam air menghasilkan ion OH-.
Sifat- sifat basa di anataranya :
1. Terasa pahit dan licin
2. Terionisasi menghasilkan ion OH-
3. Memiliki rentan pH 7,1-14
4. Membirukan lakmus merah
D. alat dan bahan
Adapun alat- alat yang dingunakan dalam praktikum :
➢ Lumpang dan Alu
➢ Cup 15 buah
➢ Penyaring
➢ Buku
➢ Bolpoint
Adapun bahan-bahan yang dingunakan dalam praktikum :
➢ Bunga sepatu
➢ Bungenville
➢ Bunga mawar
➢ Kunyit
➢ Bawang merah
➢ Deterjen
➢ Larutan cuka ( Asam asetat )
E. Procedure percobaan
Berikut ini lamgkah kerja praktikum
1. Giling beberapa helai mahkota Bunga merah sampai halus dengan
menggunakan lumpang dan alu kemudian tambahkan air kira-kira 5 mL.
2. Tempatkan kira-kira 1 mL sari bunga kedalam masing-masing cup yang
berbeda
3. Tambahkan larutan cuka ke dalam cup yang pertama
4. Tambahkan larutan basa ( deterjen )
5. Goyang cup dan amati perubahan warna yang terjadi kemudian catat
hasilnya
6. Lakukan cara sama dengan menggunakan bahan-bahan yang lain
F. Hasil pengamatan
1. Bunga mawar
Memiliki warna ungu tetapi ketika di tambahkan dengan asam asetat ( larutan
cuka ) warnanya berubah menjadi merah muda dan jika ditambahkan deterjen
( larutan basa ) warnanya berubah menjdi hijau
2. Bunga sepatu
Memiliki warna merah muda ketika di tambah dengan asam asetat ( larutan
cuka ) warnanya berubah menjadi warna merah dan jika di tambah dengan
deterjen ( larutan basah ) warnanya berubah menjadi hijau
3. Bunga kertas
Memiliki warna merah tetapi ketika di tambah dengan asam asetat ( larutan
cuka ) akan tetap berwarna merah dan jika di tambah dengan ( deterjen ) akan
berubah menjadi warna ungu
4. Kunyit
Memiliki warna dasar kuning ketika di tambah dengan asam asetat ( larutan
cuka ) warnanya akan tetap kuning dan jika ditambah dengan deterjen ( larutaan
basa ) warna nya akan berubah menjadi merah
5. Bawang merah
Memiliki warna merah muda ketika di ttambah dengan asam asetat ( larutan
cuka ) warna akan tetap sama dan jika di tambah dengan deterjen ( larutan basa )
warna akan berubah menjadi kuning
G. Kesimpulan
Pada percobaan yang telah di lakukan dapat di tarik kesimpulan :
Bahwa berbagai bahan tumbuhan yang bewarna seperti daun mahkota bunga
( kembang sepatu, bugevill, mawar, dll ) kunyit dan bawang merah dapat
dingunakan sebangai indictor asam basa. Ekstra bahan-bahan ini dapat
memberikan warna yang berbeda dalam larutan asam basa