Jenis Gas Medis Untuk Rumah Sakit:
Tabung Gas OKSIGEN (O2) bertekanan
tinggi kapasitas 1m3 (kubik)
Tabung Oksigen
Jenis Gas
Medis Untuk
Rumah Sakit
Oksigen (O2)
Jenis Gas
Medis Untuk
Rumah Sakit
Manometer
Manometer
Jenis Gas
Medis Untuk
Rumah Sakit
Jenis Gas
Medis Untuk
Rumah Sakit
Tabung Humidifier
Remember…
Safety First!
Thank you.
SOSIALISASI
PENGELOLAAN
LIMBAH & BAHAN
BERBAHAYA DAN BERACUN
DIAGRAM PENGELOLAAN LIMBAH RS
TATA CARA PENANGANAN & PENGIKATAN LIMBAH
MEDIS DENGAN BENAR
TATA CARA PENANGANAN & PENGIKATAN LIMBAH
MEDIS DENGAN BENAR
TATA CARA PENANGANAN & PENGIKATAN LIMBAH
MEDIS DENGAN SALAH
LOGO LIMBAH B3
Keselamatan dan Kesehatan
Kerja
dr. Wening Tri Mawanti, Sp.Ok & TIM K3
Dasar Hukum
Peraturan Menteri Kesehatan RI No.66 Tahun 2016
Surat Tugas Direksi RS Islam Jakarta Pondok Kopi
Nomor:122/IX/ST/RSIJPK/07/2022 STRUKTUR KOMITE K3
DAN FASILITAS RS ISLAM JAKARTA PONDOK KOPI
Keselamatan kerja
Melakukan pengelolaan staf dari bahaya potensial keselamatan
Terjatuh KTD CIDERA/KECELAKAAN
KNC KERJA
Tertimpa Near miss
benda/property
bangunan
Tersengat aliran
listrik (kesetrum)
Tertusuk jarum
dll
Kesehatan kerja
Melakukan pengelolaan staf dari bahaya potensial kesehatan
• Skrining kesehatan awal PENYAKIT
• MCU AKIBAT KERJA
• Vaksinasi/imunisasi
terhadap penyakit infeksi
• Senam
• Pemberian gizi tambahan
• Pelatihan dan
pemantauan ergonomic
dalam bekerja
• dll
Keamanan
Berkoordinasi dengan unit keamanan RS
untuk melakukan tindakan
pencegahandan pengelolaan ganggaun
keamanan
Ancaman kekerasan pada
staf/pegawai
Ancaman bom
Penculikan
dll
https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/17/150200923/kekerasan-perawat-di-
palembang-ini-sikap-persatuan-perawat-nasional?page=all
Pencegahan kebakaran
Berkoordinasi dengan unit sarana prasarana , tim penanggulangan bencana RS
dan unit keamanan
a. identifikasi area berisiko bahaya kebakaran dan ledakan;
b. pemetaan area berisiko bahaya kebakaran dan ledakan;
c. pengurangan risiko bahaya kebakaran dan ledakan;
d. pengendalian kebakaran; dan
e. simulasi kebakaran
Pengendalian kebakaran
a. alat pemadam api ringan;
b. deteksi asap dan api;
c. sistem alarm kebakaran;
d. penyemprot air otomatis (sprinkler);
e. pintu darurat;
f. jalur evakuasi;
g. tangga darurat;
h. pengendali asap;
i. tempat titik kumpul aman;
j. penyemprot air manual (hydrant);
k. pembentukan tim penanggulangan kebakaran; dan
l. pelatihan dan sosialisasi.
Infeksi “Blood-borne” Pathogen dan
Cairan Tubuh Pasien
Hepatitis B
Hepatitis C
HIV
Malaria
Langkah awal yang dilakukan
Pegawai/Staf yang tertusuk jarum
1. Tidak panik
2. Cuci dengan air mengalir/saline pada luka/mukosa yang terpajan
3. Tutup dengan plester tahan air
4. Melaporkan ke Atasan Langsung
5. Datang ke IGD untuk dilakukan tatalaksana lebih lanjut oleh
Dokter IGD
6. Atasan langsung mengisi formular 3A dan diserahkan ke Unit K3
paling lambat 1x24 jam
Kesiapsiagaan menghadapi kondisi
darurat/Bencana
Tujuan: meminimalkan dampak terjadinya kejadian akibat kondisi darurat dan bencana yang
dapat menimbulkan kerugian fisik, material, dan jiwa, mengganggu operasional, serta
menyebabkan kerusakan lingkungan, atau mengancam finansial dan citra Rumah Sakit.
Berkoordinasi dengan Tim Penanggulangan Bencana RS/DMC
Kegiatan:
a. identifikasi risiko kondisi darurat atau bencana;
b. penilaian analisa risiko kerentanan bencana;
c. pemetaan risiko kondisi darurat atau bencana;
d. pengendalian kondisi darurat atau bencana; dan
e. simulasi kondisi darurat atau bencana.
Pengelolaan B3, Sarana & Peralatan
Medis, Sistem Utilitas
Tim Sarpras
Pengelolaan Kerja secara Ergonomi
MEMINDAHKAN PASIEN DARI MOBIL KE KURSI RODA
1. Siapkan kursi roda berhadapan dengan arah keluar pasien. Pastikan roda sudah terfiksasi.
2. Petugas membantu pasien keluar mobil dengan terlebih dahulu mengeluarkan kaki
3. Setelah pasien memijakkan ke dua kakinya di luar mobil, posisi pasien tetap dalam posisi duduk, Petugas
memasang alat bantu sabuk pengangkat pada tubuh pasien.
4. Kedua tangan pasien merangkul di belakang leher petugas, tangan petugas memegang sabuk
pengangkat.
5. Untuk membantu pasien berdiri petugas memberi aba-aba, pada hitungan ketiga petugas membantu
pasien untuk berdiri.
6. Ingatkan pasien untuk menundukan kepala agar tidak terantuk kap mobil.
7. Pastikan pasien berdiri dengan stabil.
8. Perhatikan agar selama mobilisasi pasien postur tubuh pasien dan petugas tidak twisting
9. Secara bersama-sama dengan aba-aba Petugas bergerak maju ke arah kursi, sedangkan pasien mundur
dan duduk. Pada saat mobilisasi petugas tetap memegang sabuk pengangkat.
10. 10. Petugas membantu pasien duduk di kursi roda, pada posisi ini jaga agar tulang belakang tetap lurus
dan lutut sedikit di tekuk sehingga berat badan pasien di transfer ke otot paha dan kaki petugas
Pengelolaan Kerja secara Ergonomi
MEMINDAHKAN PASIEN DARI TEMPAT TIDUR KE BRANGKAR ATAU MENGGUNAKAN
BRANGKAR
I. Memindahkan pasien dari tempat tidur ke brangkar
Sebelum pemindahan pasien pastikan roda brankar dan tempat tidur terkunci
Atur ketinggian brankar sejajar dengan tempat tidur
Pasang alat bantu easy move atau seprai untuk memudahkan pemindahan pasien.
Pasien diposisikan sedekat mungkin dengan tepi sisi tempat tidur yang akan dilakukan
pemindahan
Lakukan koordinasi dengan rekan kerja pada saat pemindahan pasien dan pastikan easy
move ditarik dengan tidak terlalu menjangkau.
Lakukan aba-aba pada saat memindahkan pasien secara bersama -sama
II. Memindahkan pasien menggunakan brangkar
Prinsip mendorong brankar lebih aman bagi petugas dibandingkan dengan menarik brankar.
1. Apabila brankar dapat diatur ketinggiannya, atur ketinggian brankar (pegangan brankar)
minimal setinggi pinggang petugas yang mendorong brankar sehingga dapat didorong tanpa
membungkuk.
2. Apabila brankar tidak bisa diatur ketinggiannya maka minimalkan frekuensi dan durasi
kegiatan.
3. Posisi menarik lebih baik dilakukan dari samping brankar, lengan yang lebih kuat sedekat
mungkin dengan brankar sehingga dapat mengurangi risiko cedera pada lengan.
4. Arah kepala saat menanjak terlebih dahulu dibandingkan kaki.
KOMUNIKASI EFEKTIF
HAK PASIEN DAN KETERLIBATAN KELUARGA
(HPKK)
PRINSIP KOMUNIKASI EFEKTIF
Prinsip komunikasi efektif berdasarkan REACH terdiri atas :
R : Respect ( menghormati )
E : Empathy ( empati )
A : Audible ( dapat di dengar )
C : Clarity ( jelas )
H : Humble ( rendah hati )
PRINSIP KOMUNIKASI EFEKTIF
Komunikasi efektif terjadi ketika komunikator dan komunikan mencapai kesamaan makna.
Bentuk sikap saling menghargai antar individu , karena pada dasarnya manusia ingin di
hargai, di hormati, serta dianggap penting oleh orang lain.
Membuat pesan yang mudah di pahami : gunakan bahasa mudah dimengerti , sampaikan hal
penting langsung pada inti permasalahan ,gunakan bentuk komunikasi non verbal yang
mudah dibaca lawan bicara, serta gunakan contoh untuk mempermudah pemahaman
pasien.
Dalam berkomunikasi dengan pasien dan keluarga prinsipnya “bagaimana kita ingin
diperlakukan maka perlakukan pula pasien dan keluarganya seperti apa kita ingin
diperlakukan”
FORMULIR PERSETUJUAN TINDAKAN
(INFORM CONSENT)
FORMULIR PENOLAKAN TINDAKAN MEDIS
FORMULIR PASIEN PULANG ATAS
PERMINTAAN SENDIRI
RS ISLAM JAKARTA PONDOK KOPI
Jl Raya Pondok Kopi – Jakarta Timur 13460
T : (021) 29809000 (021) 8630654 F : (021) 8611101
E : [email protected] W : www.rumahsakitislam.com
FORMULIR PASIEN PULANG PAKSA
Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah pasien/wali,
Nama :………………….
Hubungan dengan pasien :……………..
NIK :…………………
No. Telp/HP :……………………
Berkeinginan keras untuk pulang sebelum waktu yang ditentukan/selesainya rawat inap di RS
Islam Jakarta Pondok Kopi, hal ini dikarenakan ……………………………………………………
….………………………………………………………………………………………………………….
Kepulangan ini akan mengakibatkan saya/wali untuk menanggung segala resiko yang terjadi
kemudian, serta tidak akan mengadakan penggugatan terhadap RS Islam Jakarta Pondok Kopi
sesudahnya.
Tanda Tangan Petugas RSIJPK Jakarta……..…………………….20……
Tanda Tangan
(………………………) (……………………)
Nama Jelas Nama Jelas Pasien/Wali
FORMULIR SECOOND OPINION
KONSULTASI DOKTER
RS ISLAM JAKARTA PONDOK KOPI
Jl Raya Pondok Kopi – Jakarta Timur 13460
T : (021) 29809000 (021) 8630654 F : (021) 8611101
PERMOHONAN KONSULTASI DOKTER LAIN
( SECOND OPINION )
ON
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : .............................. Umur : .............. Tahun ( L / P )
No. KTP/SIM/PASPOR : .......................................................................
: .............................9.....(........................................................
Alamat
................................................. Telpon : .........................
Hubungan dengan pasien : Diri Sendiri Suami Istri Anak Orang Tua
Keluarga : ..................................................................
Dengan ini menyatakan sesungguhnya, bahwa saya telah menerima informasi yang
diberikan oleh Dokter dan telah memahaminya. Untuk itu sebelum saya memberikan
persetujuan atau penolakan untuk dilakukan Tindakan lebih lanjut terhadap :
Nama : ....................................... tanggal lahir : ............................... ( L / P )
No. RM : ...............................................................................................
Alamat : .................................................................. Telpon : .............
Maka saya ingin mengajukan permohonan untuk dapat dilakukan konsultasi tentang
penyakit ini kepada dokter lain yang memiliki kompetensi di bidangnya sebagai pendapat
kedua / second opinion.
Jakarta, ........................ pkl : ...........
Dokter Saksi RS Saksi Pasien Yang Memohon
Nama Jelas
Tanda Tangan
) Coret yang tidak perlu
FORM-PK ….......... /rev.00
REKAPITULASI
CAPAIAN INDIKATOR MUTU RSIJPK
Semester 1 Tahun 2022
I. INDIKATOR NASIONAL MUTU ( INM )
INDIKATOR No JUDUL INDIKATOR target pencapaian UNIT TERKAIT
MUTU
1 Identifikasipasien 100% 100% RAJAL,RANAP
WAJIB 2 Waktu tanggapseksiosesaria emergency 100% OK
NASIONAL 3 Waktu tunggu RAJAL < 60 menit 75% RAJAL
100% OK
87% RANAP
LAB& RANAP
4 PenundaanOperasiElektif <5% 0% FARMASI
PPIRS
5 Kepatuhan jam visitedrspesialis( DPJP) 80% 68% RANAP& RAJAL
6 Waktu laporhasilkritis<15’ 100% 100% KOMED
MARKETING
7 Kepatuhanpenggunaan FORNAS >80% 67.4% MARKETING
PPIRS
8 KepatuhanCucitangan >85% 89 %
9 KepatuhanassesmenulangrisikoJatuhPasien RANAP 100% 95%%
10 Kepatuhanpenerapan PPK/CP 100% 83,6%/0%
11 KepuasanPasien dan keluarga 85% 82%
12 KecepatanResponterhadap complain <15’ 85% 85%
13 KepatuhanPenggunaan APD 85% 88%
II. INDIKATOR MUTU PRIORITAS RUMAH SAKIT
( IMP-RS )
IMP-RS No JUDUL INDIKATOR Target Pen UNIT
Indikator capaian TERKAIT
SKP
(1-6) 1 Identifikasipasien pada pemberianobat oleh 100% 100% IGD
petugas (DPJP, Perawat, Farmasi) 100% 70% IGD
INDIKATOR SESUAI
STRATEGI RS ( KPI) 2 Komunikasiefektif ; Hand over petugasantar shift
INDIKATOR (IGD, Ranap,ICU, NICU)
MANAJEMEN RISIKO
INDIKATOR 3 KepatuhanpenyimpananObatLASA di (Farmasi, 100% 100% FARMASI
PELAYANAN KLINIS ICU)
4 Penerapan surgical safety checklist: kepatuhan 100% 100% OK
sign out
5 KepatuhanCucitangansebelummelakukantindakan >85% 90% PPIRS
81% IGD
6 Pencegahanrisikojatuhpasienpascaoperasi dan 100%
melahirkan;Kepatuhanassemenrisikojatuh
1 Tindakan operasilife saving trauma <dari 2 100% 100% IGD
jamsejakpasiendatang di IGD
1 Angka kejadianHAIS ; Angka IDO < 2% 0.2 % PPI RS
1 Penanganankasus trauma muskuloskeletal; >80% - KOMED
Kepatuhanpenerapan CP kasus trauma MPP
PERBAIKAN SISTEM 1 KecepatanklaimpembiayaanpasienBPJSsetiaptanggal 80% 66,7% Casemix
5 bulanberikutnya Rajal
PENELITIAN KLINIS 1 Terlaksananyalaporanpagimahasiswakedokteranstaseb 100% 78% KOMKOR
DAN PPK edah 8x/bln DIK
Total indikator IMP-RS = 26 indikator
KET : ( - ) Belum ada data pencapaian
III. INDIKATOR MUTU PRIORITAS UNIT KERJA ( IMP-UNIT )
No JUDUL INDIKATOR Target Pencapaian UNIT TERKAIT
1 Kepatuhanidentifikasipasien 100% 100% RANAP
2 Kepatuhanverifikasi TBAK RANAP
3 Kepatuhanpenyimpananobat high allert unit farmasi 100% 80 % FARMASI
4 Kepatuhanpenandaanlokasioperasi 100% 97.2% ( OK )
5 KetepatanPemberianObat 5 BENAR RANAP RANAP
100% 100% RANAP
6 KepatuhanUpayapencegahanrisikojatuhRanap; Re assesmen
7 KelengkapanAssemenawalMedis 100% 99.5% RANAP
8 KelengkapanDokumentasiAsuhankeperawatan RANAP RANAP
9 Angka kejadianreaksiTransfusi 100% 94% RANAP
10 Angka Dekubitus RANAP
11 KepatuhanAssessmennyeri 100% 85.6% RANAP
12 kejadianHAIS ; Angka IDO PPI RS
13 KejadianHAIS ; Angka phlebitis 100% 94.5%
14 kejadianHAIs ; Angka VAP PPI RS
15 Kepatuhankebersihantangan 0% 0% PPI RS
16 KepatuhanPenggunaan APD penunjang PPI RS
17 Kepatuhanassesmenrisikojatuhrawat Jalan 0% 0%
PPIRS
100% 89 RAJAL (klinik)
≤2% 0.2 %
≤ 5‰ 2.7 ‰
≤ 5,8‰ 2.88‰
86% 89.4%
85% 88%
100% 84.3%
18 100% 100% RAJAL
Penanganan TB sesuai Strategi DOTS (Binkesmas)
100% 98% RAJAL
19 (HD )
Ketepataninsersi vena dan arteri 85% 95% RADIOLOGI
< 20 % 5.83% GIZI
20 Waktu penyelesaianhasilfotorawatjalan< 3 jam 0%
21 Sisamakansiangpasien non diit 100% 0% GIZI
22 Kesalahandiitpasien 100% 98.1% REKAM MEDIK
23 kelengkapan resume medis 0% 68% REKAM MEDIK
24 Kelengkapanpengisiancatatanmedis REKAM MEDIK
25 Rekammedikganda 100% 0.5%
96,13 % REKAM MEDIK
26 KelengkapanInformed Consent PENUNJANG
27 keterlambatanrespon time Genset < 5 detik 0% 0% (Sanpras )
PENUNJANG
28 Respon time pelaporankerusakan< 1 jam 90% 80% (Sanpras )
0% 0% PENUNJANG
29 Linen Hilang (Kesling)
80% 75% KMKP
30 Ketepatanwaktulapor IKP < 48 jam 80% 60%
31 ketepatanpelaporan PMKP setiaptanggal 10 bulanberikutnya KMKP
32 02 FARMASI
RANAP
KejadianKesalahanpenyerahanObat( medication error ) 0% 0,23% KMKP
90% 94% SDI
33 Turn over pegawai 80% - SDI ( yanum )
34 suratmasuk external 0% 0% SDI (diklat )
35 Pelatihanpegawai unit kritikal 20 jam / tahun 100% 96.6% CSSD
36 Kegagalan Uji Bowie Dick 100% 100% FARMASI
37 Kepatuhanpenyimpananobat high allertRanap MARKETING
38 Publikasiartikelpelayanan RSIJPK 8x perbulan 100% 100% MARKETING
39 Kerjasama pelayanankesehatan 1 (mou) tiapbulan
100% 80% RANAP (SCN )
40 Kepatuhan PMK BBLR
41 Angka kejadianhiperbilirubin pada BBLR <2% 1.5% RANAP (SCN )
42 100% 100% RANAP
( KEBIDANAN)
Kepatuhan IMD 0% 0% RANAP
43 Angka kematianibuakibatperdarahan ( KEBIDANAN)
44 Angka kematianibuakibat pre eklamsi&eklamsi 0% 0% RANAP
45 Angka kematianibuakibatinfeksi ( KEBIDANAN)
0% 0% RANAP
( sepsis ) 80% 73% ( KEBIDANAN)
46 Pemeriksaan Analisa Gas Darah (AGD) Ranap 15 menit 0% 0% LABORATORIUM
47 Kejadiankerusakanalat KSO kimiaKlinik C501 selamakontrak
0% 0.6% LABORATORIUM
48 Angka Kejadianpegawaitertusuk 95% 95%
100% 100% K3RS
49 Perputaranpersediaanperbekum
50 Terselesaikankasus audit Internal 1kasus dalam 3 bulan 0% 0.5 % PERBEKUM
SPI
51 Kesalahan penyerahan perbekalan Farmasi 0% 25%
80% 85% PERBEKES
52 Angkakegagalantransaksi system informasi( sirs ) 90% -
53 Respon time keluhan User terhadapkerusakan< 1Jam 80% 70% SIRS
54 BOPO 100% - SIRS
55 LaporanPertanggungjawabanpanjerkerjamaks 7hari kerja KEUANGAN
56 angkakunjunganBINROH dirawatinap 80% 66,7% AKUTANSI
BINROH
57 KecepatanklaimpembiayaanpasienBPJSsetiaptanggal 5 100% 78%
bulanberikutnya Casemix
Rajal
58 Terlaksananyalaporanpagimahasiswakedokteranstasebedah 8x/bln KOMKORDIK
TOTAL INDIKATOR MUTU UNIT KERJA = 58 INDIKATOR