Gambar 1. 62. Pembersihan Terminal Sel Baterai, Klem, Baut dan
Pengecatan Rak
Charging (Pengisian)
Discharge (Test Kapasitas)
Gambar 1.63 Pengisian (Charging) dan Test Kapasitas setelah Rekondis
87
7. Standar Rekondisi Baterai kerusakan pada sel tersebut dapat
mempengaruhi keamanan dan
Pelaksanaan rekondisi baterai keandalan operasional baterai.
didasarkan pada beberapa kriteria Umumnya kerusakan pada sel
pemeriksaan, sehingga dapat baterai antara lain :
dijadikan standar atau acuan
sebelum dilakukan rekondisi pada a) Retak pada bagian atas sel
baterai antara lain sebagai berikut :
b) Cairan elektrolit Bocor
a. Hasil Test Kapasitas dinyatakan
baik ( Standard > 80% ) c) Korosif pada terminal atau
sambungan kabel Drat pada
b. Charger Discharge minimal 2 terminal baterai rusak
kali, hal ini bertujuan untuk
meyakinkan apakah baterai Cara Pelaksanaan
kondisi tidak baik atau under
charge. Pelaksanaan pemeriksaan fisik
pada beterai dilakukan secara visual
c. Pengukuran berat jenis elektrolit pada kontainer atau pada komponen
sel baterai yaitu :
d. Pemeriksaan fisik.
a. Kontainer
e. Pemeriksaan kondisi elektrolit
b. Mur baut terminal baterai
dengan cara pengujian kadar (terminasi)
potasium karbonat. c. Kabel sambungan antar rak
baterai.
(Rekomendasi dari baterai merk
Friwo : Bila tiap 1 liter cairan
elektrolit sudah mengandung
karbon seberat 75 gram, maka
elektrotit harus diganti.
f. Kondisi Plat-plat aktif sel baterai.
g. Hasil pengukuran temperatur
elektrolit pada saat charging.
h. Usia baterai dll.
Pemeriksaan fisik baterai
Tujuan melakukan pemeriksaan
fisik pada baterai adalah untuk
mengetahui keadaan sel baterai
berikut sambungan antar sel dimana
88
Contoh baut terminal yang korosif
Terminal sel baterai menonjol akibat Kontainer Sel Baterai Retak
desakan dari dalam sel
Gambar 1.64. Beberapa Contoh Temuan pada Sel Baterai yang Abnormal
Kontainer Sel Baterai Pecah
89
1.18. Trouble Shooting
Untuk melacak kerusakan baterai dapat dilakukan dengan urutan seperti
tabel 1 .15. berikut.
Tabel 1.15 Trouble Shooting
Masalah Kemungkinan Cara Penanggulangan
Penyebab
Penurunan Kandungan Karbon Lakukan pengosongan baterai dan
Kapasitas dalam elektrolit ganti elektrolit rendah & lakukan
rekondisi
Float charging dalam
waktu lama Lakukan pelatihan, bila kapasitas < 80
% lakukan rekondisi
Permukaan elektrolit
terlalu rendah Tambahkan aquades hingga level
antara Min – Max, lakukan pelatihan
atau rekondisi
Penurunan Satu atau beberaoa sel Ganti dengan sel yang baru
kapasitas atau open sirkuit
gagal total Bersihkan permukaan kontak
Konektor antar sel,
konektor antar rak atau Kencangkan konektor antar sel
terminal sel berkarat dengan 16Nm. Kencangkan konektor
atau putus antar rak dengan 20 Nm atau ganti
konektor dengan yang baru.
Kerusakan pengaman
lebur / pemisah Perbaiki dan ganti dengan yang baru.
Penguapan Vent-plug bocor, sel Kencangkan Vent-plug, ganti dengan
terlalu bocor sel yang baru
berlebihan
Tegangan Charging Turunkan tegangan floating hingga 1,4
Penguapan sel terlalu tinggi. -1,45 Volt per Sel
terlalu
berlebihan Tegangan sel tidak Batasi boost charging tidak lebih dari 7
atau mendidih merata jam. Lakukan rekondisi
Tegangan sel Float charging dalam Lakukan boost charging, bila
tidak merata waktu lama diperlukan lakukan pelatihan atau
Level elektrolit terlalu rekondisi.
Elektolit tinggi pada saat
berhamburan charging awal. Batasi level Min - Max tetelah charging
keluar awal selesai.
90
Berbusa Densitas elektrolit Lakukan pengosongan baterai
selama sesuaikan BJ elektrolit, kemudian
charging rendah akibat lakukan rekondisi, bila tetap berbusa,
ganti dengan sel yang baru
Tampak benda penambahan aquades
asing didalam Lakukan pengosongan pada baterai
elektrolit atau yang berlebihan. dan ganti elektrolit atau lakukan
perubahan rekondisi.
warna Aquades tidak bersih
elektrolit atau bahkan tercemar
asam.
Tampak Densitas elektrolit Lakukan pengosongan pada
rontokan baterai dan ganti elektrolit clan
material aktif terlaiu pekat karena lakukakn rekondisi.
didalam sel
penam bahan
elektrolit dengan
KOH
Meledak atau Suhu elektrolit terlalu Sesuaikan kapasitas charger
terjadi tinggi pada saat
deformasi pengisian( charging ) dengan kapasitas baterai.
Perhatikan batasan arus charging
& suhu maksimum yang diijinkan
oleh pembuat baterai
Elektrolit kosong, Periksa dan perbaiki charger dan
ganti dengan sel yang baru.
charger gagal
sehingga terjadi
tegangan lebih.
Vent-plug tersumbat
terminal kendor dan
terjadi arching
Terjadi Terdapat sel yang Keringkan Rak baterai dan ganti
sel yang bocor.
hubung tanah bocor.
DC
1.18.1. Kinerja Baterai kerusakan pada auxelery dan alat-
alat bantu elektrik serta kerusakan
Kerusakan Peralatan pada pada sisi TT/TM.
instalasi Gardu Induk dan
Transmisi setiap saat bisa terjadi Kerusakan peralatan instalasi
baik yang disebabkan oleh sumber
qangguan dari luar (uncontrollable) yang sifatnya controllable tersebut
atau sumber gangguan pada
peralatan itu sendiri (controllable), dipicu oleh suatu kondisi
atau bila dilihat dari jenis
penyebabnya dapat terjadi karena pengoperasian yang kurang
sempurna atau manajemen
pemeliharaan yang tidak
terlaksana dengan terpadu antara
perencanaan dan pelaksana (lihat
91
diagram manajement pemelihara- Permukaan terminal korosif/
an). terlepas.
Bila ditinjau dari akibat Bagian atas sel retak/
berlubang
kerusakan pada peralatan instalasi
Sel baterai bocor
Gardu Induk clan Transmisi maka
Ring isolasi antara elektroda
kerusakan yang terjadi dapat dengan body
dikelompokan menjadi kerusakan Mur baud pada terminal
berkarat atau drat rusak
besar/parah (major) clan
Permukaan pada terminal
kerusakan kecil/ringan (minor). tidak rata/rusak akibat
loncatan bunga api.
1. Kerusakan Major
Dengan data-data tersebut,
Adalah kerusakan internal maka untuk periode pemantauan
yang ditentukan dapat dihitung :
baterai yang mengakibatkan
Jumlah peralatan yang
penurunan kapasitas baterai terpasang per merk [ Satuan ]
sampai 50% dari kapasitas awal Jumlah total kerusakan yang
pernah terjadi untuk setiap
berdasarkan hasil pengujian, merk sampai dengan periode
pemantauan [Kali]
dengan kondisi tersebut
3. Historical Alat / Sejarah
menyebabkan baterai tidak dapat Alat
optimal melayani beban. Sejarah alat adalah fiie yang
sangat diperlukan untuk mengetahui
Misalnya : Kerusakan pada sel unjuk kerja atau tingkat keberhasilan
baterai, kandungan potasium produksi alat dan pemeliharaan pada
dalam elektrolit tidak sesuai, alat tersebut (dalam hal ini baterai)
elektroda rontok. atau secara umum adalah sistem DC
Power.
2. Kerusakan Minor
Manajemen aset dan manajemen
Adalah kerusakan Kecil yang gangguan yang terpadu dan selalu
menyebabkan kapasitas baterai online sang diperlukan untuk
turun sampai dengan 80% atau mengumpulkan data yang diperlukan
terjadi kerusakan fisik pada sel karena sejarah alat adalah
baterai tetapi tidak mengganggu kumpulan data marcatat baterai
operasi. Misalnya :
92
Keretakan casing
Kerusakan terminal
Terjadi benjolan pada dinding
sel
Elektroda menonjol
Sel baterai pecah / meledak
mulai dari mulai factory test di Tindakan pencegahan
pabrik sampai dengan saat kerusakan baterai
dioperasikan terakhir kalinya,
sehingga dari data tersebut dapat Tindakan kebijakan pola
dilakukan evaluasi analisa dan pemeliharaan
pengkajian dan tindakan unt uk
menghindari atau mencegah Merekomendasikan
terjadinya kerusakan mayor atau pengadaan baterai baru
minor pada baterai tersebut.
Strategi effisiensi biaya
Sejarah alat atau baterai 4. Komisioning Baterai Baru
mencatat hal-hal sebagai berikut :
Untuk menjaga mutu terhadap
1. Data faktory test baterai di
pabrik I vendor baterai yang diterima oleh PLN,
maka harus dilakukan pengujian
2. Data pengiriman clan kapasitas, hal tersebut dimaksudkan
pembongkaran di side untuk mengantisipasi apabila terjadi
3. Data proses comisioning kelainan pada baterai sebelum
diterima, selain itu juga untuk
4. Data TBM atau pemeliharaan mengetahui kebenaran
rutin
karakteristiknya.
5. Data pemeriksaan rutin 5. Lingkup Pekerjaan
6. Data Pelaksanaan komisioning pada
troubleshooting/kerusakan baterai baru meliputi kegiatan
minor/ mayor termasuk sebagai berikut :
recondisioning.
Pemeriksaan fisik sel baterai
7. Data biaya pemeliharaan
Merangkai baterai
Bila data sejarah tersebut
dapat dilihat secara on line maka Pengisian muatan (Charging )
manajement pemeliharaan dapat
melakukan evaluasi dan kajian Pengosongan muatan
thd kinerja baterai tersebut clan (Discharge / Test Kapasitas )
menyimpulkan halal sebagai
berikut : Pengisian Muatan kembali.
Pembongkaran
Pengepakan.
Tingkat kerusakan 6. Karakteristik Test
baterai setiap merk Parameter Test yang
dilaksanakan dalam pengujian
Jenis kerusakan baterai baterai baru berbeda dengan
setiap merk pengujian seperti pada baterai yang
sudah beroperasi yaitu harus
Penurunan kenerja mengacu pada : persyaratan teknis
baterai setiap merk
93
yang ditentukan sesuai yang tertuang
dalam surat perjanjian / kontrak
antara lain :
- Besarnya arus pengosongan
(discharge )
- Waktu / lama pengujian
- Tegangan Akhir penyujian
per-sel.
7.Pelaksanaan Pekerjaan
Pelaksanaan komisioning pada
baterai baru meliputi kegiatan
sebagai berikut :
a. Pengangkutan baterai dari
gudang kelokasi test
b. Pembongkaran dari peti kemas
c. Merangkai baterai
d. Charging (Pengisian)
e. Discharge (Test Kapasitas)
f. Pengepakan (Kemas)
Standar
Standar Quality Control pada
baterai baru adalah sebagai
berikut :
a. Hasil Test kapasitas : 80%
b. Karakteristik pembebanan
sesuai type / jenis baterai.
c. Fisik sel baterai baik / tidak
ada tanda-tanda kerusakan.
d. Temperatur sel baterai pada
saat charge discharge normal
( sesuai brosur ). Apabila hasil
pemeriksaan tidak memenuhi
standar, maka sebelum
diterima oleh PLN sel tersebut
harus diganti.
94
1.19 KESELAMATAN KERJA oleh bahaya yang berkaitan dengan
pekerjaan.
Untuk itu keselamatan dan
Peralatan pengaman (safety )
kesehatan kerja pada bab ini yang harus disiapkan untuk
keselamatan kerja ini antara lain:
secara khusus membahas hal-hal
Sepatu Pengaman ( Safety
yang berkaitan dengan Shoes)
keselamatan dan kesehatan kerja Topi Pengaman ( Helmet )
pada Pemeliharaan DC Power, Kacamata Pengaman
yang meliputi peralatan-peralatan Masker
pengaman yang diperlukan pada Sarung Tangan Karet
Sedangkan aturan keselamatan
pekerjaan-pekerjaan untuk instalasi kerja yang harus dipatuhi dan
ditaati oleh setiap personil didalam
listrik dan panel listrik DC, charger pelaksanaan pekerjaan yang
sifatnya rutin maupun non rutin
dan baterai. Disamping itu adalah :
disampaikan juga aturan-aturan
yang berlaku secara umum. Namun
untuk mengingatkan kembali akan
kami berikan beberapa tentang
keselamatan dan kesehatan kerja.
1.Dasar-dasar Keselamatan Kerja a. Siapkan peralatan sesuai
dengan kebutuhan dan
Dasar-dasar Keselamatan dan penggunaannya.
Kesehatan Kerja (K3) di PT PLN
(Persero) adalah berdasarkan : b. Siapkan Dokumen yang
Undang-Undang K3 No.1 diperlukan guna kepentingan
Tahun 1970 keselamatan kerja.
Pengumuman Direksi PLN No.
c. Pastikan langkah-langkah yang
023/PST/75 akan dilakukan sudah siap dan
Surat Edaran (SE) Direksi PLN sesuai dengan prosedur yang
ditetapkan.
No. 005/PST/82
Instruksi Direksi No. 002/84. d. Gunakan perlengkapan
keselamatan kerja seperti
2. Definisi Keselamatan Kerja disebutkan diatas, baik sepatu,
Keselamatan kerja adalah helm, kacamata, masker dan
suatu kegiatan untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja di sarung tangan karet.
lingkungan kerja dan dalam
keadaan bekerja. e. Gunakan peralatan kerja yang
ada isolasinya dan dijamin
keselamatanya.
3. Definisi Kecelakaan kerja f. Jangan pernah bekerja seorang
diri, setidaknya berdua
Kecelakaan kerja adalah suatu
kecelakaan yang terjadi pada g. Pastikan rangkaian listrik tidak
seseorang karena hubungan kerja bertegangan (power off) jika
dan memungkinkan disebabkan bekerja pada area yang harus
aman dari arus listrik.
95
h. Sebagai tindakan pencegahan, peralatan harus dicuci dengan
lakukan grounding peralatan air biasa / air hangat
ataupun discharge circuit
sebelum memulai pekerjaan. c. Pastikan ruangan pengujian
mempunyai ventilasi yang
i. Lakukan pengamatan, baik
pemeriksaan dan analisa d. Gunakan selalu peralatan
sebelum melakukan suatu keselamatan kerja karena
pekerjaan atau tindakan. bahan - dahan kimia yang
j. Harus mengetahui efek dari digunakan sangat
pekerjaan yang akan kita
lakukan. berbahaya dan beracun
bagi makhluk hidup
k. Mengetahui tempat e. Jangan membuang limbah
penyimpanan kelengkapan fire hasil pengukuran
fighting dan bisa disembarang tempat karena
menggunakannya saat limbah tersebut tetap
diperlukan. beracun bagi makhluk hidup
l. Sudah familiar dengan f. Sesudah pengujian simpan
peralatan kerja yang akan bahan - bahan kimia
digunakan, baik secara tersebut ditempat yang
prosedur maupun cara kering, terlindung dari sinar
pemakaiannya. matahari langsung, dan
tertutup rapat.
m. Bersihkan alat kerja dan tempat
kerja setelah selesai melakukan
pemeliharaan atau pemeriksaan
n. Letakkan peralatan kerja sesuai
dengan tempatnya masing-
masing setelah selesai
melakukan pekerjaan.
o. Patuhi dan taati aturan dan
prosedur yang berlaku demi
keselematan dan kesehatan
kerja kita.
4. Prosedur Keselamatan Kerja
a. Seluruh peralatan, bahan kimia
dan prosedur pengukuran ini
hanya untuk Batere NiCd saja,
tidak untuk Batere asam
b. Sebelum dan sesudah
pengujian dilakukan semua
96
BAB II
PENGUKURAN LISTRIK
2.1. Pengertian Pengukuran dengan baik pula. Setiap alat harus
diketahui dan diyakini cara
Pengukuran adalah suatu kerjanya. Dan harus diketahui pula
apakah alat-alat yang akan
pembandingan antara suatu digunakan dalam keadaan baik dan
mempunyai klas ketelitian sesuai
besaran dengan besaran lain yang dengan keperluannya.
sejenis secara eksperimen dan
salah satu besaran dianggap
sebagai standart. Dalam
pengukuran listrik terjadi juga Jadi jelas pada pengukuran
listrik ada tiga unsur penting yang
pembandingan, dalam pembanding- perlu diperhatikan yaitu :
an ini digunakan suatu alat Bantu - cara pengukuran
- orang yang melakukan
(alat ukur). Alat ukur ini sudah
pengukuran
dikalibrasi, sehingga dalam - alat yang digunakan
pengukuran listrikpun telah terjadi
pembandingan. Sebagai contoh
pengukuran tegangan pada
jaringan tenaga listrik dalam hal ini Sehubungan dengan ketiga hal
tegangan yang akan diukur yang penting ini sering juga harus
diperbandingkan dengan diperhatikan kondisi dimana
penunjukkan dari Volt meter. dilakukan pengukuran, seperti
Pada pengukuran listrik dapat suhu, kelembaban, medan magnet,
dibedakan dua hal :
a. Pengukuran besaran listrik, dll. Mengenai alat ukur itu sendiri
seperti arus (ampere), tegangan penting diperhatikan mulai dari
(Volt), daya listrik (Watt), dll
b. Pengukuran besaran non listrik, pembuatannya sampai
seperti suhu, luat cahaya,
tekanan , dll. penyimpanannya. Karena sejak
pembuatannya, alat itu ditentukan
ketelitiannya sesuai dengan yang
dikehendaki. Setelah itu dalam
pemakaian, pemeliharaan dan
Dalam melakukan pengukuran , penyimpanan memerlukan
pertama harus ditentukan cara perhatian kita agar ketelitiannya
pengukurannya. Cara dan tetap terpelihara.
pelaksanaan pengukuran itu dipilih Hal-hal yang penting
diperhatikan pada pengukuran
sedemikian rupa sehingga alat ukur listrik
yang ada dapat digunakan dan
diperoleh hasil dengan ketelitian
seperti yang dikehendaki. Juga cara Cara pengukuran o harus
benar
itu harus semudah mungkin, Pada pengukuran listrik
sehingga diperoleh efisiensi terdapat beberapa cara Pilih
cara yang ekonomis
setinggi-tingginya. Jika cara
pengukuran dan alatnya sudah
ditentukan, penggunaannya harus
97
- Alat ukur, harus dalam keadaan - Besaran turunan: besaran yang
baik : diturun- kan dari besaran-besaran
- Secara periodik harus dicek dasar. Jadi merupakan kombinasi
(kalibrasi) dari besaran dasar.
- Penyimpanan, transportasi alat - Besaran pelengkap : besaran
harus diperhatikan yang diperlukan untuk
- Operator (Orang) Æ Harus teliti membentuk besaran turunan.
- Keadaan dimana dilakukan
pengukuran harus diperhatikan Satuan
- Jika diperlukan laporan , Satuan adalah ukuran dari
pada suatu besaran. Sistem satuan
maka pencatatan hasil dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu :
pengukuran perlu
mendapat perhatian
- Untuk catatan digunakan buku Sistem satuan metrik (universal),
yaitu :
tersendiri
- Gunakan FORMULIR tertentu
2.2. Besaran ,satuan dan Satuan Panjang dalam meter
dimensi
(m). Satu meter (1 m) didefinisikan
sepersepuluh juta bagian dari jarak
Alat ukur adalah alat yang dapat antara kutub dan katulistiwa
digunakan untuk mendapatkan /
mengetahui hasil perbandingan sepanjang meredian yang melewati
antara suatu besaran / ukuran
yang ingin diketahui dengan Paris.
standar yang dipakai. Fungsi
penting dari alat ukur baik alat ukur Pada tahun 1960 satuan
listrik maupun mekanik adalah
untuk mengetahui nilai yang telah panjang meter didefinisikan
ditentukan sebagai batasan laik
atau tidaknya peralatan / jaringan kembali lebih teliti dan dinyatakan
akan dioperasikan.
dalam standard optik yang disebut
radiasi merah jingga dari sebuah
atom Krypton. Sehingga Satu (1)
meter sama dengan 1.650.763,73
panjang gelombang radiasi merah
jingga dari atom Krypton-86 dalam
ruang hampa.
Dalam pengukuran kita x Satuan Massa dalam gram (g).
membandingkan suatu besaran Satu gram (1 gram) didefinisikan
dengan besaran standard. massa 1 cm kubik air yang telah
Sehingga dalam pengukuran perlu disuling dengan suhu 4 derajat
mengetahui besaran, satuan dan Celcius (C) dan pada tekanan
dimensi. udara normal (760 mm air raksa
Besaran atau Hg).
Besaran adalah sesuatu yang x Satuan Waktu dalam sekon (s).
dapat diukur. Besaran terdiri dari : Satu sekon (1sekon) didefinisikan
- Besaran dasar : besaran yang sebagai 1/ 86400 hari matahari
tidak tergantung pada besaran rata-rata.
lain
98
Satuan lainnya dijabarkan dari tersebut sebesar 2/
ketiga satuan dasar diatas yaitu
panjang, massa dan waktu. Semua 10.000.000 Newton per satuan
pengalian dari satuan dasar diatas
adalah dalam sistem desimal (lihat panjang.
Tabel 2.1.) Sistem absolut CGS
atau sistem centi gram sekon ini Satuan Temperatur
dikembangkan dari sisem metrik
MKS atau meter kilogram sekon. Derajat Kelvin (K) telah
ditetapkan dengan mendefinisikan
Sistem Internasional temperatur termodinamik dari titik
tripel air pada temperatur tetap
Dalam sistem internasional (SI) sebesar 273,160 0 K.
digunakan enam sistem satuan
dasar. Keenam besaran dasar SI Ttitik tripel air ialah suhu
dan satuan-satuan pengukuran keseimbangan antara es dan uap
beserta simbolnya diberikan pada air. Skala praktis internasional
Tabel 2.2. untuk temperatur adalah derajat
Celcius (0 C) dengan simbol ”t”.
Satuan Arus Skala Celcius mempunyai dua
skala dasar yang tetap yaitu :
Nilai ampere Internasional
didasarkan pada endapan elektrolit - Titik triple air yang sebenarnya
perak dari larutan perak nitrat. 1 0,01 derajat C
Ampere Internasional didefinisikan
sebagai arus yang mengendapkan - Titik didih air yang besarnya
perak dengan laju kecepatan 100 derajat C, keduanya pada
sebesar 1,118 miligram per sekon tekanan 1 atmosfer .
darei statu larutan perak nitrat T (0 C) = T (0 K) - To
Standard. Dimana To = 273,16 derajat
Nilai Ampere absolut dilakukan Intensitas Penerangan
dengan menggunakan keseimbang-
an arus yakni dengan mengukur Intensitas penerangan disebut
gaya-gaya antara dua konduktor lilin (candela). 1 lilin didefinisikan
yang sejajar. 1 Amper didefinisi- sebagai 1/60 intensitas penerangan
kan sebagai arus searah konstan, setiap centimeter kuadrat radiator
yang jika dipertahankan dalam sempurna.
konduktor lurus yang sejajar dan
konduktor tersebut ditempatkan Radiator sempurna adalah
pada jarak satu meter di dalam benda radiator benda hitam atau
ruang hampa akan menghasilkan Planck Standard Primer untuk
gaya antara kedua konduktor intensitas penerangan adalah
sebuah radiator sempurna pada
temperatur pembekuan platina
(kira-kira 2024 0C)
99
Tabel 2.1. Perkalian faktor 10 (Satuan SI)
Faktor Perkalian Sebutan
dari Satuan Nama Simbol
1012
tera T
109 giga G
106
mega M
103 kilo k
102
hecto h
10 deca d
10-1 deci d
10-2 centi c
10-3 milli mm
10-6 micro ȝ
10-9 nano n
10-12 pico p
10-15 fento f
10-18 atto a
Dimensi
Dimensi adalah cara penulisan Contoh :
dari besaran-besaran dengan Dimensi Gaya (F) Æ
menggunakan simbol-simbol F m.a M .L.T 2
(lambang-lambang) besaran dasar. Dimensi Kecepatan (v) Æ
Kegunaan dimensi adalah : v panjang meter .L.T 1
- Untuk menurunkan satuan waktu det ik
dari suatu besaran.
- Untuk meneliti kebenaran
suatu rumus atau
persamaan.
Tabel 2.2. Besaran Dasar dan Satua SI
No. Besaran Simbol Satuan Simbol
Dimensi m
kg
1. Panjang L meter s (det)
A
2. Massa M kilogram K
3. Waktu T sekon Cd
Rad
4. Kuat Arus I Ampere
Sr
5. Temperatur Ԧ derajat
6. Intensitas Cahaya J Kelvin
Besaran Pelengkap lilin
a. Sudut dasar (plane - (Kandela)
b. angle) -
Sudut ruang (solid Radian
angle) Steradian
100
Kita mengenal berbagai besaran-besaran listrik antara lain :
Tabel 2.3. Besaran Dasar dan Satua SI
BESARAN LISTRIK SATUAN ALAT UKUR
Tegangan volt Voltmeter
Tahanan ohm Ohmmeter
Arus ampere Amperemeter
Daya watt Wattmeter
Energi wattjam (kWh) kWhmeter
Frekuensi hertz Frekuensimeter
Induktansi henry Induktasimeter
Kapasitansi dll farad Kapasitasmeter
2.3. Karakteristik dan klasifikasi E=I–T atau dalam
alat ukur. Karakteristik.
%E I T x100%
Karakteristik dari suatu alat ukur T
adalah :
x Ketelitian Dimana :
x Kepekaan
x Resolusi (deskriminasi) E = Kesalahan
x Repeatibility
x Efisiensi I = Nilai pembacaan
Ketelitian T = Nilai sebenarnya
Ketelitian ini didefinisikan Kesalahan (Error)
sebagai persesuaian antara
pembacaan alat ukur dengan nilai Koreksi ialah selisih antara nilai
sebenarnya dari besaran yang sebenarnya dari besaran yang
diukur. Ketelitian alat ukur diukur diukur dan nilai pembacaan pada
dalam derajat kesalahannya. alat ukur.
Kesalahan (Error) C=T-I
atau dalam %
Kesalahan ialah selisih antara
nilai pembacaan pada alat ukur dan C T I x100%
nilai sebenarnya . T
Dalam rumusan dapat ditulis : Dimana :
C = Koreksi
Dari kedua rumus diatas yaitu
kesalahan dan koreksi dapat dilihat
bahwa :
C= - E
101
Kesalahan pada alat ukur kerja yang mempunyai kesalahan
umumnya dinyatakan dalam klas ukur ± 1 – ± 2 % juga dibuat dalam
ketelitian yang dinyatakan dengan bentuk transportable dan dipakai
klas 0.1; 0.5 ; 1,0 dst. Julat ukur dibengkel-bengkel, pabrik-pabrik
dinyatakan mempunyai ketelitian dan lain-lain. Untuk alat kerja
klas 0,1 bila kesalahan maksimum dengan kesalahan ukur ± 2 -3 %
ialah ± 1 % dari skala penuh efektif. dipakai untuk pengukuran pada
Tergantung dari besar kecilnya papan penghubung baik dipusat-
ketelitian tersebut alat-alat ukur pusat tenaga listrik, pabrik-pabrik
dibagi menjadi : dan lain-lain.
• Alat cermat atau alat presisi,
Alat Ukur Kasar :
alat ukur dengan ketelitian tinggi Alat ukur yang mempunyai
(< 0,5%).
• Alat kerja, alat ukur dengan kesalahan ukur > 3% termasuk
ketelitian menengah (± 1 ÷ 2 golongan alat kasar dan hanya
%). digunakan sebgai petunjuk
• Alat ukur kasar, alat ukur umpama arah aliran untuk melihat
dengan ketelitian rendah ( 3 apakah accumulator dari sebuah
%). mobil yang sedang diisi atau
dikosongkan.
Alat cermat / alat persisi :
Pada beberapa alat ukur yang
Alat ukur yang mempunyai akan ditempatkan pada panel-panel
salah ukur dibawah 0,5% termasuk maka untuk mengurangi kesalahan
golongan alat cermat / alat persisi. membaca karena paralaks, jarum
Alat ukur ini sangat mahal harganya petunjuk dan skala pembacaan
dan hanya dipakai untuk pekerjaan ditempatkan pada bidang-bidang
yang memerlukan kecermatan yang yang sama seperti yang
tinggi, umpamanya dilaboraturium. diperlihatkan dalam gambar 2.1.
Alat ukur cermat / alat persisi dibuat
dalam bentuk transfortable dan 102
untuk menjaga terhadap perlakuan-
perlakuan yang kasar, maka alat
tesebut dimasukan dalam peti/kotak
dan dibuat dalam bentuk dan rupa
yang bagus sekali, yang tujuannya
untuk memperingatkan sipemakai
bahwa alat yang tersimpan dalam
kotak yang bagus tersebut adalah
alat berharga dan harus
diperlakukan secara hati-hati.
Alat kerja :
Alat ukur dengan kesalahan
ukur diatas 0,5% termasuk
golongan alat kerja. Untuk alat ukur
- Ketelitian alat ukur dapat
berkurang disebabkan antara lain,
umur alat ukur yang memang
sudah melebihi yang
direncanakan sehingga
mengalami kerusakan atau
sumber listrik yang harusnya
terpasang dengan kondisi
tertentu, sudah tidak memenuhi
seperti yang dipersyaratkan.
- Operator atau pengguna alat ukur
tidak memahami cara yang benar,
sehingga terjadi kesalahan
pemakaian atau cara membaca
skala salah padahal alat ukur
pada kondisi yang baik.
- Alat ukur yang dimaksud disini
selain merupakan alat yang
menghasilkan nilai dengan satuan
listrik maupun mekanik, ada alat
Gambar 2.1 Skala dan Plat skala yang hanya menunjukkan indikasi
pada alat ukur
benar atau tidaknya suatu
Ketelitian hasil ukur ditentukan
oleh 2 (dua ) hal, yaitu : rangkaian / sirkit. Alat seperti ini
- Kondisi alat ukur, yaitu ketelitian-
disebut dengan indikator.
nya harus sesuai dengan yang
dipersyaratkan untuk pengukuran
pada pemeliharaan kubikel.
Tabel 2.4. Klas ketelitian alat ukur dan penggunaannya.
Klas Kesalahan yang Penggunaan Keterangan
diijinkan (%)
0,1 Laboratorium Presisi
0,2 ± 0,1 Laboratorium Presisi
0,5 ± 0,2 Laboratorium Menengah
1,0 ± 0,5 Menengah
1,5 ± 1,0 Industri Menengah
2,0 ± 1,5 Industri Menengah
2,5 ± 2,0 Industri Menengah
3,0 ± 2,5 Industri Rendah
5,0 ± 3,0 Hanya untuk cek Rendah
± 5,0 Hanya untuk cek
103
Kepekaan Sehingga dalam pengukuran
Kepekaan ialah perbandingan sebaiknya perlu diperhatikan
kondisi alat ukur dengan
antara besaran akibat (respone) memperhatikan syarat-syarat dari
dan besaran yang diukur. alat ukur, yaitu :
Kepekaan ini mempunyai satuan,
misalnya mm / ȝA. Sering - Alat ukur tidak boleh membebani /
kepekaan ini dinyatakan sebgai
sebaliknya. Jadi besarannya / mempengaruhi yang diukur atau
satuannya menjadi ȝA / mm atau
disebut faktor penyimpangan disebut mempunyai impedansi
(kebalikan dari kepekaan).
masuk yang besar
Resolusi ( Deskriminasi)
Resolusi dari suatu alat ukur - Mempunyai keseksamaan yang
adalah pertambahan yang terkecil tinggi, yaitu alat harus
dari besaran yang diukur yang
dapat dideteksi alat ukur dengan mempunyai ketepatan dan
pasti. Misalnya suatu Volt meter
mempunyai skala seragam yang ketelitian yang tinggi (mempunyai
terbagi atas 100 bagian dan
berskala penuh sama dengan 200 accuracy error dan precision
V. Satu perseratus jelas, maka
deskriminasi alat ukur sama dengan error yang tinggi)
1/100 atau 2 V.
- Mempunyai kepekaan
Repeatibility
(sensitifitas) yang tinggi, yaitu
Banyak alat ukur mempunyai
sifat bahwa nilai penunjukkannya batas input signal yang sekecil-
bertendensi bergeser, yaitu dengan
satu nilai masukan yang sama, nilai kecilnya sehingga mampu
pembacaan berubah dengan waktu.
Hal tersebut disebabkan antara lain membedakan gejala-gejala yang
oleh :
a. Fluktuasi medan listrik kecil
disekitarnya. Untuk mencegah - Mempunyai stabilitas yang
hal ini harus dipasang
pelindung. tinggi sehingga menolong dalam
b. Getaran makanis. Untuk
menghindari hal ini dipasang pembacaan dan tidak terganggu
peredam getaran.
c. Perubahan suhu. Dalam hal ini karena keadaan yang tidak
ruangan diusahakan suhunya
tetap dengan cara pemasangan dikehendaki
alat pendingin (AC).
- Kemampuan baca (readibilitas)
yang baik, hal ini banyak
tergantung dari skala dan alat
penunjuknya serta piranti untuk
menghindari kesalahan paralak.
- Kemantapan (realibilitas) alat
yang tinggi, yaitu alat yang dapat
dipercaya kebenarannya untuk
jangka waktu yang lama.
Efisiensi Alat Ukur
Efisiensi dari alat ukur
didefinisikan sebagai perbandingan
antara nilai pembacaan dari alat
ukur dan daya yang digunakan alat
ukur pada saat bekerja untuk
pengukuran tersebut. Biasanya
104
diambil dalam keadaan pengukuran - Arus bolak balik
pada skala penuh. Adapun - Arus searah dan arus bolak
satuannya adalah besaran yang
diukur per Watt. Efisiensi suatu alat balik
ukur harus sebesar mungkin. Pada
Voltmeter efisiensi dinyatakan Menurut tipe / jenis
dalam Ohm per Volt. - Tipe Jarum Petunjuk
Evm V fs I fs .Rm Rm Harga / nilai hasil ukur yang
Pfs I fs .V fs V fs dibaca adalah yang ditunjuk oleh
jarum petunjuk, harga tersebut
adalah harga sesaat pada waktu
meter tersebut dialiri arus listrik
Dimana : Evm = Efisiensi Volt - Tipe Recorder
meter Harga / nilai hasil ukur yang
dibaca adalah harga yang ditulis /
V fs = Penunjukkan Volt dicatat pada kertas, pencatat ini
dilakukan secara otomatis dan
meter pada skala penuh terus menerus selama meter
tersebut dialiri arus listrik.
Pfs = Daya yang
diperlukan pada penunjukkan Volt
meter pada skala penuh.
I fs = Arus yang - Tipe Integrator
Harga / nilai hasil ukur yang
mengalir pada penunjukkan volt dibaca adalah harga dari hasil
meter pada skala penuh. penjumlahan yang dicatat pada
selang waktu tertentu selama alat
Rm = Tahanan dalam tersebut digunakan
dari volt meter.
Efisiensi biasanya tidak - Digital
dinyatakan pada spesifikasi suatu
alat ukur, tetapi dapat dihitung, jika Harga / nilai hasil ukur yang
impedansi dari alat ukur dan arus dibaca adalah harga sesaat
yang mengalir pada skala penuh
diketahui atau tegangan yang Menurut prinsip kerja :
dipasang diketahui.
Besi putar, tanda ( S )
Volt meter dengan efisiensi
yang tinggi misalnya disyaratkan Prinsip kerja : gaya
pada pengukuran rangkaian
elektronik, dimana arus dan daya elektromagnetik pada
biasanya terbatas.
suatu inti besi dalam suatu
medan magnet.
(kumparan tetap, besi
Macam-macam alat Ulat ukur dan yang berputar)
pengukurannya.
penggunaan pada
rangkaian AC/DC.
Menurut macam arus :
- Arus searah
105
Kumparan putar, tanda (M) menggunakan
Prinsip kerja : sistem ini A/V/.
gaya
elektromagnetik Menurut sumber tegangan :
antar medan
magnet suatu tetap Pengukuran DC
dan arus untuk AC
(kumparan = kebesaran- DC/AC
berputar magnit kebesaran arus AC 3
tetap), pengunaan searah
pada rangkaian
DC,alat ukur yang | Pengukur untuk
menggunakan kebesaran arus
sistem ini VA/. bolak-balik
Elektrodinamik, tanda (D) = Pengukur untuk
Prinsip kerja: gaya elektromagnetik | kebesaran arus
antar arus-arus. searah dan
(kumparan tetap & bolak-balik
kumparan berputar),
pemakaian pada 3 Pengukur
rangkaian AC/DC, | phasa tiga
alat yang
menggunakan Menurut tegangan pengujiannya
sistem ini V/A / W /F. :
Induksi, tanda (I) Tegangan uji 2 kv
2
Prinsip kerja : gaya
elektromagnetik yang
ditimbulkan oleh
medan magnit bolak- 3 Tegangan uji 3 kV
balik dan arus yang 2 kv
terimbas oleh medan
magnet, (arus induksi
dalam hantaran).
Kawat panas 4 Tegangan uji 4 kv
Prinsip kerja :
gerakan jarum
diakibatkan oleh
pemuaian panas dan
tarikan pegas,
(pemakaian pada
rangkaian AC/DC,
alat yang
106
Menurut Posisi Pengoperasian Menurut sifat penggunaannya
Dipasang untuk posisi mendatar . Portable
Di pasang dengan posisi tegak. Alat ini mudah dipergunakan dan
dibawa pergi kemana-mana
Di pasang dengan posisi miring 60o sesuai kehendak hati kita dalam
pengukuran.
60o
Papan hubung/panel
Alat ini dipasang pada panel
secara permanent atau tempat-
tempat tertentu, sehingga tidak
dapat dibawa pergi untuk
mengukur ditempat lain.
Menurut besaran yang diukur
Nama Alat Besaran Tanda Rangkaian Keterangan
Ukur yang diukur Satuan Penggunaan
Amper Meter Arus A AC & DC V/R
Volt Meter Tegangan V AC & DC I.R
Watt Meter W AC & DC V.I
Ohm Meter Daya Ohm V/I
kWh Meter Tahanan kWh DC V.I.t cosij
kVArh Meter kVArh AC & DC V.I.t sinij
Frekwensi Energi Hz AC & DC -
Cos Phi Meter Energi Cos phi -
Getaran/detik AC
Faktor Kerja AC
Menurut pengawatannya - Arus listrik yang diproduksi
Ampere-meter . mesin pembangkit
Alat ukur ini digunakan untuk - Arus listrik yang didistribusikan
mengetahui besarnya arus/aliran ke jaringan distribusi
listrik baik berupa : Cara penyambungan dari
ampere meter adalah dengan
107
menghubungkan seri dengan Tegangan antara P dan Q tetap
sumber daya lisitrik (power source).
1000 volt
Req = 100 : + 10 : = 110 :
I 1000 9.09Amper
110
3. Amperemeter 3 ( A3 )
RA = 0,1 :
Tegangan antara P dan Q
Gambar 2.2 Pemasanan tetap 1000 volt
Amperemeter Req = 100 : + 0,1 : = 100,1 :
Amperemeter harus I 1000 9,99Amper
100,1
dihubungkan seri dengan rangkaian
yang akan diukur karena
mempunyai tahanan dalam ( RA ) Tahanan amperemeter harus
yang kecil sehingga apabila kecil, agar pengaruh terhadap
rangkaian kecil . Juga harus kecil
amperemeter dihubungkan paralel agar daya yang hilang menjadi kecil
akan terjadi dua aliran ( I1 dan I2 ) , Plosses = I2 RA
karenanya pengukuran tidak benar
(salah) akan tetapi merusak
amperemeter karena dihubung
singkat dengan baterai/tegangan
sumber alat ukur tersebut.
A
P
~ sumber beban
daya
Gambar 2.3 Amperemeter dan
tahanan
1. Amperemeter 1 ( A1 ) Gambar 2.4 Amperemeter dan
RA = 100 : Beban
Tegangan antara P dan Q tetap
Volt-meter Meter .
1000 volt
Req = 100 : + 100 : = 200 : Alat ukur ini digunakan untuk
mengetahui besarnya tegangan
1000 Cara penyambungan dari Volt-
200
I 5Amper meter adalah dengan
menghubungkan parallel dengan
sumber daya lisitrik (power source )
2. Amperemeter 2 ( A2 ) Voltmeter harus dihubungkan
RA = 10 :
paralel dengan rangkaian yang
108
akan diukur karena mempunyai
tahanan dalam ( RA ) yang besar.
Gambar 2.5 Volt-meter
Tahanan voltmeter harus besar , Gambar 2.7 Cosphi meter
agar tidak mempengaruhi sistem
pada saat digunakan, juga agar
daya yang hilang pada voltmeter itu
kecil.
E2 Cos phi meter banyak digunakan
RV
PLosses dan terpasang pada :
x Panel pengukuran mesin
Cosphi meter (Cos ij). pembangkit
x Panel gardu hubung gardu
Alat ini digunakan untuk induk
mengetahui, besarnya factor kerja
(power factor) yang merupakan x Alat pengujian, alat
beda fase antara tegangan dan
arus. Cara penyambungan adalah penerangan, dan lain-lain.
tidak berbeda dengan watt meter
sebagaiman gambar dibawah ini : 2.4. Frekwensi Meter
Frekwensi meter digunakan
untuk mengetahui frekwensi
(berulang) gelombang sinusoidal
arus bolak-balik yang merupakan
jumlah siklus sinusoidal tersebut
perdetiknya (cycle / second).
Cara penyambungannya adalah
sebagai berikut :
109
Gambar 2.8 Pemasangan Gambar 2.9 Pemasangan Watt
Frekwensi meter meter
Frekwensi meter mempunyai Jenis lain dari watt meter
berdasarkan besarannya adalah :
peranan cukup penting khususnya
x kW – meter (kilo watt meter)
dalam mensinkronisasikan x MW – meter (mega watt
(memparalelkan) 2 unit mesin meter)
pembangkit dan stabilnya frekwensi Alat untuk mengukur daya pada
beban atau pada rangkaian daya itu
merupakan petunjuk kestabilan adalah nilai-nilai rata-rata dari
perkalian e. i , yaitu nilai sesaat
mesin pembangkit. dari tegangan dan arus pada beban
atau rangkaian tersebut
Watt Meter
Alat ukur ini untuk mengetahui
besarnya daya nyata (daya aktif).
Pada watt meter terdapat
spoel/belitan arus dan spoel/ belitan
tegangan, sehingga cara
penyambungan watt pada
umumnya merupakan kombinasi
cara penyambungan volt meter dan
ampere meter sebagaimana pada
gambar dibawah ini :
Gambar 2.10 Rangkaian wattmeter
110
Rangkaian potensial wattmeter Nilai rata-rata dalam 1 (satu )
dibuat bersifat resistip, sehingga Siklus ( Cycle ) :
arus dan
W d rata rata 1 T K. dM . e.i .dt
tegangan pada rangkaian T dT Rv
tersebut satu fasa iV satu fasa ³
dengan e karena
0
Zv = Rv
Wattmeter yang didasarkan 2.5. KWH – Meter
atas instruments elektrodinamik .
Kwh meter digunakan untuk
mengukur energi arus bolak balik,
Torsi pada alat ini adalah merupakan alat ukur yang sangat
dM penting, untuk Kwh yang
dT
Wd K. .i1.i2 diproduksi, disalurkan ataupun kWh
yang dipakai konsumen-konsumen
Maka listrik. Alat ukur ini sangat popular
dikalangan masyarakat umum,
Wd K. dM .iv .i karena banyak terpasang pada
dT
rumah-rumah penduduk (konsumen
listrik) dan menentukan besar
dimana iv e e kecilnya rekening listrik si pemakai.
Zv Rv
Mengingat sangat pentingnya
K. dM . e arti kWh meter ini baik bagi PLN
dT Rv
iWd ataupun sipemakai, maka agar
diperhatikan benar cara
penyambungan alat ukur ini.
Gambar penyambungan adalah sebagai berikut
P beban : Spoel Arus
Gambar 2.12 KWH – Meter : Spoel Tegangan
~ sumber
daya
2.6 Megger umumnya adalah tegangan tinggi
arus searah, yang diputar oleh
Megger dipergunakan untuk tangan.
mengukur tahanan isolasi dari alat-
alat listrik maupun instalasi- Besar tegangan tersebut pada
instalasi, output dari alat ukur ini umumnya adalah : 500, 1000, 2000
111
atau 5000 volt dan batas Gambar 2.13 Rangkaian dasar
pengukuran dapat bervariasi antara megger
0,02 sampai 20 meter ohm dan 5
sampai 5000 meter ohm dan lain-
lain sesuai dengan sumber
tegangan dari megger tersebut.
Dengan demikian, maka
sumber tegangan megger yang
dipilih tidak hanya tergantung dari
batas pengukur, akan tetapi juga
terhadap tegangan kerja (sistem
tegangan) dari peralatan ataupun
instansi yang akan diuji isolasinya.
Dewasa ini telah banyak pula
megger yang mengeluarkan 2.7. Phasa Squence
tegangan tinggi, yang
didapatkannya dari baterai sebesar Alat ukur ini digunakan untuk
8 – 12 volt (megger dengan sistem mengetahui benar/tidaknya urutan
elektronis). Megger dengan bateri phasa sistem tegangan listrik tiga -
umumnya membangkitkan phasa. Alat ini sangat penting arti
tegangan tinggi yang jauh lebih khususnya dalam melaksanakan
stabil dibanding megger dengan penyambungan gardu-gardu
generator yang diputar dengan ataupun konsumen listrik, karena
tangan. Gambar rangkaian dasar kesalahan urutan phasa dapat
megger adalah seperti gambar 2.13 menimbulkan :
Megger ini banyak digunakan x Kerusakan pada peralatan/
petugas dalam mengukur tahanan mesin antara lain putaran motor
isolasi anata lain untuk listrik terbalik
x Kabel instalasi pada rumah- x Putaran piringan kWh meter
rumah / bangunan menjadi lambat ataupun terhenti
x Kabel tegangan rendah sama sekali, dll
x Kabel tegangan tinggi
x Transformator, OCB dan Cara penyambungannya phasa
squence
peralatan listrik lainnya. Adalah sebagaimana terlihat pada
gambar 2.14 .berikut ini
112
Phasa R
Sq ence
S Sumber Daya/
RST T tegangan
Gambar 2.14. Cara penyambungan phasa squence
Sesuai dengan keterangan dan pengertian simbol-simbol
maupun kode non teknis yang
diatas alat ukur ini sangat terdapat pada alat ukur.
diperlukan petugas dalam Posisi pembacaan
melaksanakan penyambungan Pembacaan harga pada alat
ukur secara cermat harus dilakukan
listrik pada : dengan melihat tepat diatas jarum
penunjuk. Dengan demikian dibaca
x Pusat-pusat pembangkit, gardu harga pada garis skala yang tertulis
tepat dibawah runcing jarum. Bila
hubung, Gardu induk, gardu tidak melihat tepat diatas penunjuk
akan terbaca harga sebelah kiri
distribusi, konsumen listrik atau disebelah kanan dari garis
sebenarnya, kesalahan ini disebut
lainnya. paralaks.
Cara pengukuran
Untuk mengetahui dan
bagaimana memilih alat ukur yang
akan dipergunakan sesuai dengan
kebutuhan dilapangan, berikut
dijelaskan tentang cara pembacaan
Gambar 2.15 Posisi pembacan meter
Untuk menghindari paralaks runcing jarum skala. Dalam posisi
tersebut runcing jarum dari alat baca yang benar, maka jarum
cermat dibuat berupa sayap tipis runcing dan bayangannya pada
dan dipasang cermin kecil dibawah cermin harus tepat satu garis tipis.
113
Contoh cara membaca skala pada Perubahan batas ukur arus
alat ukur : dilakukan dengan cara memasang
secara paralel Resistor, sehingga
Gambar 2.15 pembacan meter arus yang terukur dibagi dengan
perbandingan tertentu antara yang
2.8. pengukuran besaran melewati resistor dan yang
listrik melewati komponen utama alat
ukur. Semakin kecil nilai resistor,
Setiap alat ukur mempunyai maka batas ukur menjadi lebih
batas ukur tertentu, yang artinya besar.
alat ukur tersebut hanya mampu
mengukur sampai harga maksimal Sedangkan untuk merubah batas
tertentu dimana jarum petunjuk ukur tegangan dilakukan dengan
akan menyimpang penuh sampai cara memasang secara seri
pada batas maksimal dari skala. resistor, sehingga nilai tegangan
sebelum masuk ke dalam alat ukur
Alat-alat ukur yang terpasang dapat lebih besar . Semakin besar
tetap pada panel pada umumnya nilai resistor, maka batas ukur
mempunyai satu macam batas ukur menjadi semakin besar
saja dikarenakan besaran yang
akan diukur nilainya tidak akan Gambar.2. 16 batas ukur meter
berubah dari nilai yang ada pada
batas ukur meter tersebut, Petunjuk jarum petunjuk pada
sedangkan alat ukur kerja angka 7. skala maksimum 10.
menyediakan beberapa pilihan seandainya kita tentukan batas ukur
batas ukur, karena besaran yang pada angka 5 maka harga
akan diukur belum diketahui sebenarnya yang ditunjuk oleh
sebelumnya. angka 7 adalah sebagai berikut
Cara merubah batas ukur Hs P xBU
dilakukan dengan menambah atau SM
mengurangi tahanan dari resistor
sebelum besaran listrik masuk ke Jadi Hs 7 x5V 3,5V
komponen utama alat ukur dengan 10
perbandingan nilai tertentu
terhadap nilai tahanan alat ukur, Dimana : Hs = harga sebenarnya
sehingga besaran sebenarnya yang
masuk pada komponen utama alat . BU = batas ukur.
ukur tetap pada batas semula.
P = penunjuk jarum.
SM = skala maksimum
114
Prinsip kerja alat ukur tetap dan besi yang berputar. Bila
sebuah kumparan dan didalamnya
Prinsip kerja yang paling terdapat besi, maka besi tersebut
akan menjadi magnet. Jika di dalam
banyak dari alat – alat ukur tersebut kumparan tersebut diletakkan dua
batang besi maka kedua-duanya
adalah : akan menjadi magnet sehingga
kedua batang besi tersebut akan
• kWh dan kVArh meter : saling tolak menolak, karena ujung-
ujung kedua batang besi tersebut
sistem induksi mempunyai kutup yang senama.
Prinsip kerja tersebut diterapkan
• kW /kVA maksimum meter pada sistem elektro magnit dengan
mengganti besi tersebut dengan 2
: sistem elektro dinamis buah plat besi yang satu dipasang
tetap (diam) sedang yang lain
• Volt meter : sistem elektro bergerak dan dihubungkan dengan
jarum petunjuk.
magnit, kumparan putar, besi
putar
• Amper meter : sistem
elektro magnit, kumparan putar
Prinsip kerja besi putar
Alat ukur dengan prinsip kerja
besi putar atau disebut juga sistem
elektro magnet adalah sesuatu alat
ukur yang mempunyai kumparan
+ –– +
Arah arus Arah arus
Dua batang
besi yang
berdampinga
kumparan Į Į
Į
Gambar 2-18 Prinsip kerja besi putar
Arus yang diukur melalui sangat besar, sebagai alat
kumparan yang tetap dan pengukur untuk arus dan tegangan
menyebabkan terjadinya medan pada frekwensi-frekwensi yang
magnet. Potongan besi ditempatkan dipakai pada jaring-jaring distribusi
dimedan magnet, magnet tersebut yang didapat dikota-kota.
dan menerima gaya
elektromagnetis. Alat ukur dengan Suatu keuntungan lain bahwa
tipe besi putar ini adalah sederhana alat pengukur ini dapat pula dibuat
dan kuat dalam konstruksi, murah sebagai alat pengukur yang
dan dengan demikian mendapatkan mempunyai sudut yang sangat
penggunaan-penggunaan yang besar.
115
2.9. Prinsip kerja kumparan kutub-kutubnya dilengkapi dengan
putar lapis-lapis kutub, dan di dalam
lapang magnetis antara lapisan
Alat ukur sistem kumparan putar ini kutub tersebut dipasangkan sebuah
adalah alat ukur yang mempunyai kumparan yang dapat berkeliling
kutub magnet permanent dan poros Arus yang dialirkan melalui
kumparan yang berputar. Besi kumparan akan menyebabkan
magnet adalah permanent kumparan tersebut berputar
berbentuk kaki kuda yang pada
–
Gulungan
U U
:+
S
S
S
S U Magnit
U Tetap
–+
ab
Gambar 2-19 Prinsip kerja kumparan putar
Alat ukur kumparan putar dicelah udara antara kutub-kutub
adalah alat ukur penting yang magnet dan silinder inti besi akan
dipakai untuk kumparan bermacam berbentuk medan magnet yang
arus, tidak hanya untuk arus rata, yang masuk melalui kutub-
searah, akan tetapi dengan alat kutub tersebut. Kedalam silinder,
pertolongan lainnya, dapat pula secara radial sesuai dengan arah-
dipakai untuk arus bolak-balik. arah panah. Dalam selah udara ini
Pemakaian dari alat ukur ditempatkan kumparan putar (4),
kumparan putar adalah sangat luas, yang dapat berputar melalui sumbu
mulai dari alat-alat ukur yang ada (8).
dilaboraturium sampai pada alat
ukur didalam pusat-pusat Bila arus searah yang tidak
pembangkit listrik. diketahui besarnya mengalir melalui
Pada gambar 2.20 berikut ini kumparan tersebut, suatu gaya
diperlihatkan adanya magnet yang elektromagnetis f yang mempunyai
permanen (1), yang mempunyai arah tertentu akan dikenakan pada
kutub-kutub (2), dan diantara kutub- kumparan putar sebgai hasil
kutub tersebut ditempatkan suatu interaksi antar arus dan medan
silinder inti besi (3). magnit. Arah dari gaya f dapat
Penempatan silinder inti besi ditentukan menurut ketentuan
(3), tersebut diatas ini, diantara tangan dari fleming (lihat gambar
kedua kutub magnet, utara dan berikutnya)
selatan, akan menyebabkan bahwa,
116
Gambar 2. 20 Bahagian meter
Gambar 23 Bentuk Lain Konstruksi
Kumparan Putar
Gambar 2.21. Prinsip kerja alat
ukur jenis kumparan putar
1. Magnet tetap 5. Pegas spiral Gambar 2.24. Konstruksi
Kumparan Putar
2. Kutub sepatu 6. Jarum
3. Inti besi lunak penunjuk
4. Kumparan putar 2. 10. Sistem induksi
7. Rangka kumparan putar
8. Tiang poros Alat ukur dengan sistem
induksi atau dikenal dengan system
Ferraris ini mempunyai prinsip kerja
sebagai berikut :
Bila pada piringan yang terbuat
dari bahan penghantar tetapi non
feromagnetik misalnya alumunium
atau tembaga ditempatkan dalam
medan magnet arus bolak balik,
maka akan dibangkitkan arus pusar
Gambar 2.22. Prinsip kerja meter pada piringan tersebut.
Arus pusar dan medan magnet
dari arus bolak balik yang
menyebabkannya akan
menimbulkan interaksi yang
menghasilkan torsi gerak pada
117
piringan, dan prinsip ini akan Menurut hukum LENZ aliran
mendasari kerja dari pada alat ukur induksi dengan arah sedemikian
induksi. Atau dengan kata lain bila rupa sehingga selalu melawan
didalam medan magnet dengan penyebabnya, karena induksi itu
garis gaya magnet dengan arah dibangkitkan oleh pemotong garis-
yang berputar, dipasang sebuah garis gaya yang berputar, maka
tromol yang berbentuk silinder, tromol aluminium akan berputar
tromol tersebut akan turut berputar dengan arah yang sama dengan
menurut arah putaran garis-garis arah putaran garis-garis gaya
gaya magnet tadi, medan magnet tersebut.
ini dinamakan alat ukur medan
putar atau alat ukur induksi, bisa Pada alat ukur jarum putaran
juga disebut alat ukur Ferraris tromol ditahan oleh pegas spiral,
sehingga putarannya pada jarak
Alat ukur ini dapat tertentu sesuai dengan garis
diklasifikasikan pada medan yang skalanya. Oleh karena sistem
bergerak. Prinsip ini digunakan induksi ini bekerja dengan medan
pada alat ukur energi (kWh meter) putar yang dibangkitkan oleh arus
arus bolak balik. Gambar tengah bolak-balik, maka jika tanpa alat
menunjukan arah Ɏ1dan Ɏ2 dalam Bantu atau alat tambahan lainnya
ruangan A, B, C, D, kedua medan maka alat ukur ini hanya
itu dilukiskan sebagai vektoris dipergunakan pada sumber arus
Ɏ1dan Ɏ2 pada suatu periode bolak-balik saja.
penuh. Dari gambar tersebut
tampak jelas bahwa medan magnet 2.11 Sistem elektro dinamis
total mempunyai arah yang
berputar pada poros (a) dengan Alat ukur elektro dinamis adalah
kecepatan sama dengan arus bolak alat ukur yang mempunyai
balik dinding tromol aluminium kumparan tetap dan kumparan
terpotong. Oleh garis gaya dari putar.
medan putar sehingga dalam tromol Sistem kerjanya sama dengan
terbangkit tegangan dan arus sistem kumparan berputar tetapi
induksi atau arus pusar. magnet tetap diganti dengan
magnet listrik.
Gambar 2.25 Azas Alat Ferraris
atau Alat Induksi Berdasarkan kaidah tangan
kanan pada gambar 2.26 a jarum
akan menyimpang kekanan, bila
arus dibalik arahnya pada gambar
2.26 b maka jarum akan tetap
menyimpang kekanan. Baik arah
arus berganti-ganti arah jarum tetap
menyimpang ke satu arah
118
Gambar 2.26.a Gambar 2.26.b
Alat ukur tipe elektrodinamis ini, Gambar 2.28 kumparan meter
dapat dipergunakan untuk arus
bolak-balik, atau arus searah, dan F = Arah dari gaya
dapat dibuat dengan persisi yang I = Arah dari arus
baik, dan telah pula banyak H = Arah dari Fluksi magnet
dipergunakan dimasa–masa yang
lalu. Akan tetapi pemakaian daya Gambar Prinsip suatu alat ukur
sendirinya tinggi, sedangkan alat elektrodinamis
ukur prinsip yang lain telah dapat
pula dibuat dengan persisi tinggi, Seperti diperlihatkan dalam
maka pada saat ini alat ukur
elektrodinamis kurang sekali gambar diatas suatu kumparan
dipergunakan sebagai alat ukut
ampere maupun volt, akan tetapi putar M ditempatkan diantara
penggunaannya masih sangat luas
sebgai alat pengukur daya atau kumparan-kumparan putar F1 dan
lazim disebut pengukur watt. F2. bila arus I1 melalui kumparan
yang tetap dan arus I2 melalui
Gambar 2.27 Jarum Penunjuk kumparan yang berputar, maka
kepada kumparan yang berputar
akan dikenakan gaya
elektromagnetis, yang berbanding
lurus dengan hasil kali dari i1 dan i2.
Misalkan sekarang, bahwa
kumparan yang berputar terdapat
119
dalam medan magnet hampir-
hampir rata yang dihasilkan oleh
kumparan-kumparan tetap.
2.12. Prinsip kawat panas
Jika sepotong kawat logam
dialiri arus listrik yang cukup besar,
kawat tersebut akan menjadi panas,
oleh sebab itu akan memuai
(menjadi lebih panjang). Pemuaian
tersebut digunakan untuk
mengerakkan jarum petunjuk. Pada Gambar -2.29 kawat panas
gambar berikut terlihat sepotong Keterangan :A & B = baut terminal
m = kawat penarik
kawat logam campuran dari logam C = tempat pengikat
n = tali penarik
platina dan iridium yang x = kawat panas
D = ikatan tali
direntangkan pada A-B, pada waktu P = pegas
A = poros penggulung
tiada arus ( I = 0 ) jarum petunjuk
tepat ditengah-tengah (angka 0).
Jika kita alirkan arus searah dari A
ke B sehingga kawat A – B menjadi
memuai dan lebih panjang, ternyata
jarum tidak menunjuk 0, tetapi
menyimpang kearah kanan. Hal ini 2.13. Alat ukur sistem elektronik
disebabkan karena kawat A – B Sesuai dengan perkembangan
menjadi lebih panjang dan ditarik dan kemajuan teknologi khususnya
oleh pegas sehingga memutar dalam bidang elektronik tak
poros jarum. tertinggal pula kesertaan dari pada
Baik arus searah tersebut alat-alat ukur elektronik, pada
mengalir dari A – B maupun dari B laboraturium dan industri-industri
ke A jarum tetap menyimpang banyak menggunakan alat ukur tipe
kearah kanan ( lihat gambar ini, karena memerlukan kecermatan
bawah). dalam petunjukan, untuk harga
Kesimpulan : relative mahal dibandingkan
Prinsip ini dapat dipakai untuk
searah dan bolak-balik. dengan alat ukur yang bukan
elektronik, pada umumnya alat ukur
elektronik adalah digital, karena
penunjukannya berupa nilai angka,
maka penggunaan dalam
pembacaan sangat sederhana,
mudah dicerna.
Keuntungan alat ukur elektronik :
- Portable
- Kecermatan tinggi mencapai
factor kesalahan 0,1 – 0,5 %
120
- Kedudukan atau posisi alat ukur pembacaannya menjadi tidak
tidak mempengaruhi
penunjukan. langsung, karena harus dikalikan
Kelemahannya. dengan perbandingan penurunan
- Dapat dipengaruhi oleh
besaran listrik yang diakibatkan
temperature ruangan yang tinggi
- Tidak boleh ditempatkan pada oleh trafo-ukur tersebut.
ruangan yang lembab / basah Ada 2 ( dua ) macam trafo ukur
- Harga relative mahal
yang digunakan untuk pengukuran,
Gambar 2.30 Alat Ukur tang
Ampere Digital yaitu trafo arus dan trafo tegangan .
2.14. Alat ukur dengan
- Trafo arus digunakan untuk
menggunakan trafo ukur .
Untuk mengukur satuan listrik menurunkan arus dengan
dengan besaran yang lebih besar,
maka alat ukur mempunyai perbandingan transformasi
keterbatasan. Karena semakin
tinggi besaran yang diukur secara tertentu dan sekaligus
langsung diperlukan peralatan
dengan ukuran fisik yang lebih mengisolasi peralatan ukur dari
besar. Hal ini tentu tidak
dimungkinkan, maka penggunaan tegangan sistem yang diukur
alat bantu berupa trafo-ukur sangat
diperlukan. Dengan demikian cara - Trafo tegangan digunakan untuk
menurunkan tegangan sistem
dengan perbandingan
transformasi tertentu.
C
K L IS = Max
S2
A
S1
BEBAN
Gambar.2.31.Sisitim Pengukuran
arus Pakai trafo arus.
Ns Ip
a. Np Is
b. Ns.Is Np.Ip
c. Ns adalah perbandingan teoritis,
Np
dimana :
121
Ip adalah perbandingan C
d. Is
K L IS = Max
praktis, S2
dimana : a = 80 (lihat gambar) A
karena NP = I Jadi a = 80 S1
maka IP = NS . IS
sama juga
Ns Ns Ns IP Ns 80
Np IS
I
IP = 80 . 5 = 400 A (terbukti) Beban
a= NS = IP
IS
NP Gambar 2.32 Sisitim Pengukuran
arus Pakai trafo arus
a = 1 : 20
atau NP . IP = NS . IS Pelaksanaan pengukuran
karena NP = 1
maka = IP = NS . IS tegangan pada jaringan tegangan
a = Ratio perbandingan
tinggi tidak cukup hanya
mempergunakan tahanan-tahanan
depan yang nilainya besar , tetapi
dilaksanakan dengan transformator
tegangan ( PT ) dengan tujuan
bahwa memakai pesawat ukur
dengan batas normal dapat diukur
batas normal dan ukuran yang lebih
tinggi, sehingga diperoleh
rangkaian pengukuran yang lebih
aman
122
Primer : = :E pimer E sekunder
N primer N sekunder
PT
Gunanya dihubungkan ketanah
Sekunder yaitu untuk menghilangkan arus
bocor dari kumparan primer
V
Gambar 2.33 Pelaksanaan pengukuran arus bola-balik untuk tegangan tinggi
Beban
Primer I pimer : I sekunder = I primer : I sekunder
PT Karena arus I sekunder cukup besar , maka hubungan
belitan sekunder dengan beban (amperemeter)
Sekunder tidak boleh diputus / dilepas , kalau putus maka
transformator akan rusak maka kita gunakan
transformator arus (CT)
A
Gambar 2.3 Pelaksanaan pengukuran arus bola-balik untuk arus yang besar
2.15. Macam- macam alat ukur 2.15.1. Meter Tahanan Isolasi
untuk keperluan
pemeliharaan Biasa disebut Meger, untuk
mengukur tahanan isolasi instalasi
Berdasarkan fungsinya pada tegangan menengah maupun
kegiatan pemeliharaan alat ukur tegangan rendah.Untuk instalasi
yang digunakan antara lain : tegangan menengah digunakan
123
Meger dengan batas ukur Mega tegangan alat ukur antara 500
sampai Giga Ohm dan tegangan sampai 1.000 Volt arus searah.
alat ukur antara 5.000 Volt sampai
dengan 10.000 Volt arus searah. Ketelitian hasil ukur dari meger
juga ditentukan oleh cukup
Untuk instalasi tegangan rendah tegangan baterai yang dipasang
digunakan Meger dengan batas pada alat ukur tersebut.
ukur sampai Mega Ohm dan
Gambar 2.34 Meter Tahanan Isolasi
2.15.2. Meter Tahanan 1 (satu ) dihubungkan dengan
Pentanahan elektroda yang akan diukur nilai
tahanan pentanahannya dan 2
Biasa disebut dengan Meger (dua) dihubungkan dengan
Tanah atau Earth Tester, digunakan elektroda bantu yang merupakan
untuk mengukur tahanan bagian dari alat ukurnya. Ketelitian
pentanahan kerangka kubikel dan hasil tergantung dari cukupnya
pentanahan kabel. Terminal alat energi yang ada pada baterai.
ukur terdiri dari 3 ( tiga ) buah,
Gambar.2.35 Meter Tahanan Pentanahan
124
Meter Tahanan Kontak masuk dan keluar akan
mengalirkan arus searah
Biasa disebut dengan Micro dengan nilai minimal 200
Ohm meter dan digunakan untuk Amper. Sebenarnya yang
mengukur tahanan antara terminal terukur pada alat ukurnya
masuk dan terminal keluar pada adalah jatuh tegangan antara
alat hubung utama kubikel. Nilai 2 ( dua ) terminal yang
yang dihasilkan adalah dalam terhubung dengan alat ukur,
besaran micro atau sepersatu juta tetapi kemudian nilainya
ohm. dikalibrasikan menjadi satuan
micro ohm.
Dua terminal alat ukur yang
dihubungkan ke terminal
Gambar 2.36 Micro Ohm meter.
2.15,3. Tester Tegangan Tinggi Arus Searah ( HVDC Test )
Test terhadap bagian yang bertegangan terhadap kerangka / body kubikel
dengan tegangan listrik arus searah 40 kV selama 1 menit. Kubikel dinyatakan
laik operasi bila arus yang mengalir tidak lebih dari 1 mili amper.
125
Gambar 2. 37 Tester Tegangan Tinggi Arus SearahTester 20 kV
Untuk memeriksa adanya tegangan pada kabel masuk / keluar kubikel
Gambar 2. 38 Tester Tegangan Tingi
Test Keserempakan Kontak Alat Hubung
Alatnya disebut Breaker Analizer , yaitu untuk mengukur waktu
pembukaan atau penutupan Kontak ketiga fasa Alat Hubung.
Gambar 2. 39 Breaker Analizer
126
2.15.4. Test Tegangan Tembus ( Dielectricum Test )
Untuk menguji tegangan tembus minyak isolasi bagi PMT atau LBS yang
menggunakan media peredam berupa minyak. Kemampuan Alat Test minimal
sampai 60 kV arus searah dengan arus minimal 1 mA
Gambar 2. 40 Test Tegangan Tembus
Alat ukur mekanik .
1. Manometer
Untuk mengukur tekanan Gas SF 6 yang berada didalam tabung Alat
Hubung LBS atau PMT. Dapat dilakukan bila disediakan Klep / pentil dan
indikator penunjuk tekanan tidak ada.
Gambar 2. 41 Manometer
127
BAB III.
TRANSFORMATOR TENAGA
Transformator adalah alat yang
digenakan untuk memindahkan
energi listrik arus bolak balik dari
satu rangkaian ke rangkaian yang
lain dengan prinsip kopel magnetik.
Tegangan yang dihasilkan dapat
lebih besar atau lebih kecil dengan
frekuensi yang sama .
3.1. Prinsip Induksi.
Hukum utama dalam
transformator adalah hukum induksi Gambar 3.2. Arus magnitisasi
secara grafis dengan
faraday. Menurut hukum ini suatu memperhitungkan rugi-rugi besi.
gaya listrik melalui garis lengkung Selain hukum Faraday,
transformator menggunakan hukum
yang tertutup, adalah berbanding Lorenz seperti terlihat pada gambar
3.3. berikut ini :
lurus dengan perubahan persatuan
waktu dari pada arus induksi atau
flux yang dilingkari oleh garis
lengkung itu (Lihat gambar 3.1. dan
3.2).
Gambar 3.1. Arus magnitisasi Gambar 3.3. Hukum Lorenz
secara grafis tanpa
memperhitungkan rugi-rugi besi. Dasar dari teori transformator
adalah sebagai berikut :
Apabila ada arus listrik bolak-
balik yang mengalir mengelilingi
suatu inti besi maka inti besi itu
akan berubah menjadi magnit
(seperti gambar 3.4.) dan apabila
magnit tersebut dikelilingi oleh
suatu belitan maka pada kedua
ujung belitan tersebut akan terjadi
beda tegangan mengelilingi magnit,
128
maka akan timbul gaya gerak listrik karena f 1 = f2
(GGL). Dari prinsip tersebut di atas maka
dibuat suatu transformator seperti
gambar 3.6. di bawah ini E1 : E2 = N1: N2
Gambar 3.4. Suatu arus listrik E1 N2 = E2 N1
mengelilingi inti besi
maka besi itu menjadi E2 = (N2 / N1) x E1
magnit Dimana ;
E1 = tegangan primer
Gambar 3.5. Suatu lilitan E2 = tegangan sekunder
N1 = belitan primer
Gambar 3.6. Prinsip Dasar dari N2 = belitan sekunder
Transformator.
Rumus tegangan adalah: VA primer = VA sekunder
E1 =4,44 N1 f 1.Ø max10 – 8
Maka untuk transformator rumus I1 x E1 = I2 x E2
tersebut sebagai berikut:
E1 =4,44 N1 f 1.Ø max10 – 8 E1 I2 maka I1 = I2 E2
E2 = 4,44 N2 f2 Ø max 10 - 8 E2 I1 E1
Dimana ;
I1 = Arus primer
I2 = Arus sekunder
E1 = tegangan primer
E2 = tegangan sekunder
Rumus umum menjadi :
a E1 N1 I2
E2 N2 I1
Bagian-bagian Transformator
Transformator terdiri dari :
Bagian Utama.
Inti besi berfungsi untuk
mempermudah jalan fluksi, yang
ditimbulkan oleh arus listrik yang
melalui kumparan. Dibuat dari
lempengan-lempengan besi tipis
yang berisolasi, untuk mengurangi
panas (sebagai rugi-rugi besi) yang
ditimbulkan oleh Eddy Current
(gambar 3.7).
129
Gambar 3.7. Inti Besi dan Laminasi yang diikat Fiber Glass
3.2. Kumparan Transformator terhadap inti besi maupun terhadap
antar kumparan dengan isolasi
Kumparan transformator adalah padat seperti karton, pertinak dan
beberapa lilitan kawat berisolasi lain-lain. Kumparan tersebut
yang membentuk suatu kumparan. sebagai alat transformasi tegangan
Kumparan tersebut terdiri dari dan arus.
kumparan primer dan kumparan
sekunder yang diisolasi baik
Gambar 3.8. Kumparan Phasa RST
130
3.3. Minyak Transformator mengetahui apakah suatu minyak
transformator memiliki ketahanan
Minyak transformator merupa- listrik yang memahami persyaratan
kan salah satu bahan isolasi cair yang berlaku .
yang dipergunakan sebagai isolasi Secara analisa kimia
dan pendingin pada transformator. ketahanan listrik suatu minyak
Sebahagian bahan isolasi minyak transformator dapat menurun akibat
harus memiliki kemampuan untuk adanya pengaruh asam dan
menahan tegangan tembus, pengaruh tercampurnya minyak
sedangkan sebagai pendingin dengan air. Untuk menetralisir
minyak transformator harus mampu keasaman suatu minyak
meredam panas yang ditimbulkan, transformator dapat mengunakan
sehingga dengan kedua potas hidroksida(KOH). Sedangkan
kemampuan ini maka minyak untuk menghilangkan kandungan
diharapkan akan mampu air yang terdapat dalam minyak
melindungi transformator dari tersebut yaitu dengan cara
gangguan. memberikan suatu bahan
Minyak transformator mempu- higroskopis yaitu selikagel.
nyai unsur atau senyawa Dalam menyalurkan perannya
hidrokarbon yang terkandung sebagai pendingin, kekentalan
dalam minyak transformator ini minyak transformator ini tidak
adalah senyawa hidrokarbon boleh terlalu tinggi agar mudah
parafinik, senyawa hidrokarbon bersikulasi, dengan demikian
naftenik dan senyawa hidrokarbon proses pendinginan dapat
aromatik. Selain ketiga senyawa berlangsung dengan baik.
diatas minyak transformator masih Kekentalan relatif minyak
mengandung senyawa yang disebut transformator tidak boleh lebih dari
4,2 pada suhu 200 C dan 1,8 dan
zat aditif meskpun kandungan nya
sangat kecil . 1,85 dan maksimum 2 pada suhu
50 0 C . Hal ini sesuai dengan sifat
Minyak transformator adalah minyak transformator yakni
cairan yang dihasilkan dari proses semakin lama dan berat operasi
pemurnian minyak mentah. Selain suatu minyak transformator, maka
itu minyak ini juga berasal dari minyak akan akan semakin kental .
bahan bahan organik, misalnya Bila kekentalan minyak tinggi
minyak piranol dan silikon, berapa maka sulit untuk bersikulasi
jenis minyak transformator yang sehingga akan menyulitkan proses
sering dijumpai dilapangan adalah pendinginan transformator.
minyak transformator jenis Diala A, Sebagai bahan isolasi minyak
diala B dan Mectrans. transformator memiliki beberapa
Kenaikan suhu pada kekentalan, hal ini sebagai mana
transformator akan menyebabkan dijelaskna dalam SPLN(49-1:1980)
terjadinya proses hidrokarbon pada Adapun persyaratan yang harus
minyak, nilai tegangan tembus dan dipenuhi oleh minyak transformator
kerapatan arus konduksi adalah sebagai berikut:
merupakan beberapa indikator
atau variable yang digunakan untuk
131
1. Kejernihan 9. Kandungan air .
Kejernihan minyak isolasi tidak Adanya air dalam dalam isolasi
boleh mengandung suspensi menyebabkan menurunnya
atau endapan (sedimen) tegangan tembus dan tahanan
2. Massa jenis. jenis minyak isolasi akan
Massa jenis dibatasi agar air mempercepat kerusakan kertas
dapat terpisah dari minyak pengisolasi.
isolasi dan tidak melayang
3. Viskositas Kinematika 3.4. Bushing.
Viskositas memegang peranan
penting dalam pendinginan, Hubungan antara kumparan
yakni untuk menentukan kelas transformator dan ke jaringan luar
minyak. melalui sebuah bussing yaitu
4. Titik Nyala . sebuah konduktor yang diselubungi
Titik nyala yang rendah oleh isolator yang kontrutruksinya
menunjukkan adanya dapat dilihat pada gambar 3.9.
konstaminasi zat gabar yang Bushing sekaligus berfungsi
mudah terbakar sebagai penyekat antara konduktor
5. Titik Tuang. tersebut dengan tangki
Titik tuang dipakai untuk transformator.
mengidentifikasi dan menentu-
kan jenis peralatan yang akan
menggunakan minyak isolasi .
6. Angka kenetralan .
Angka kenetralan merupakan
angka yang menunjukkan
penyusutan asam minyak dan
dapat mendeteksi kontaminasi
minyak, menunjukkan
kecendrungan perobahan kimia
atau indikasi perobahan kimia
dalam bahan tambahan .
7. Korosi belerang Gambar 3. 9 Bushing
Korosi belerang kemungkinan
dihasilkan dari adanya belerang Pada bushing dilengkapi fasilitas
bebas atau senyawa belerang untuk pengujian kondisi bushing
yang tidak stabil dalam minyak yang sering disebut center tap.
isolasi .
3.5. Tangki Konservator
8. Tegangan tembus
Tegangan tembus yang terlalu Tangki Konservator berfungsi
rendah menunjukkan adanya untuk menampung minyak
kontaminasi seperti air, kotoran
atau partikel konduktif dalm 132
minyak
cadangan dan uap/udara akibat saluran pelepasan dan masukanya
pemanasan trafo karena arus udara kedalam konservator perlu
beban. Diantara tangki dan trafo dilengkapi media penyerap uap air
dipasangkan relai bucholz yang pada udara sering disebut denga
akan meyerap gas produksi akibat silicagel dan dia tidak keluar
kerusakan minyak . mencemari udara disekitarnya.
Seperti gambar 3.10.
Untuk menjaga agar minyak
tidak terkontaminasi dengan air,
ujang masuk saluran udara melalui
Gambar 3. 10. konservator minyak trafo
3.6. Peralatan Bantu Pendinginan Pada cara alamiah, pengaliran
Transformator
media sebagai akibat adanya
perbedaan suhu media dan untuk
Pada inti besi dan kumparan – mempercepat pendinginan dari
kumpaan akan timbul panas akibat media-media (minyak-udara/gas)
rugi-rugi tembaga. Maka panas dengan cara melengkapi
tersebut mengakibatkan kenaikan transformator dengan sirip-sirip
suhu yang berlebihan, ini akan (radiator). Bila diinginkan
merusak isolasi, maka untuk penyaluran panas yang lebih cepat
mengurangi kenaikan suhu yang lagi, cara manual dapat dilengkapi
berlebihan tersebut transformator dengan peralatan untuk
perlu dilengkapi dengan alat atau mempercepat sirkulasi media
sistem pendingin untuk pendingin dengan pompa pompa
menyalurkan panas keluar sirkulasi minyak, udara dan air,
transformator media yang dipakai cara ini disebut pendingin paksa
pada sistem pendingin dapat (Forsed). Macam macam sistim
berupa: Udara/gas, Minyak dan pendingin transformator dapat
Air. dilihat pada tabel 3.1.
133
Tabel 3.1. Macam-macam sistem pendingin
No Macam MEDIA
sistem
pendingin Didalam transformator Diluar transformator
1 AN Sirkulasi Sirkulasi Sirkulasi Sirkulasi
alami Paksa alami Paksa
- - Udara -
2 AF - - - Udara
3 ONAN Minyak - Udara -
4 ONAF Minyak - - Udara
5 OFAN - Minyak Udara -
6 OFAF - Minyak - Udara
7 OFWF - Minyak - air
8 ONAN/ONAF Kombinasi 3 dan 4
9 ONAN/OFAN Kombinasi 3 dan 5
10 ONAN/OFAF Kombinasi 3 dan 6
11 ONAN/OFWF Kombinasi 3 dan 7
Contoh sistim pendinginan transformator dapat dilihat pada gambar 3. 11
dibawah ini ;
Gambar 3. 11 pendingin trafo type ONAF
134
3.7. Tap Changer (On Load Tap perubahan tegangan pada salah
Changer)
satu sisi input berubah tetapi sisi
outputnya tetap. Alat ini disebut
Kualitas operasi tenaga listrik sebagai sadapan pengatur
jika tegangannya nominal sesuai tegangan tanpa terjadi pemutusan
ketentuan, tapi pada saat operasi beban maka disebut On Load Tap
terjadi penurunan tegangan Cahnger (OLTC). Pada umumnya
sehingga kualitasnya menurun OLTC tersambung pada sisi primer
untuk itu perlu alat pengatur dan jumlahnya tergantung pada
tegangan agar tegangan selau perancang dan perubahan sistem
pada kondisi terbaik, konstan dan tegangan pada jaringan, yang
kontinyu. Untuk itu trafo dirancang kontruksinya dapat dilihat pada
sedemikian rupa sehingga gambar 3.12 .
Saklar pengubah
(driverter switch)
Tap pemilih
(selector switch)
Gambar 3.12 : On Load Tap Changer (OLTC)
3.8. Alat pernapasan ditampung pada tangki yang sering
(Dehydrating Breather)
disebut sebagai konservator. Pada
Sebagai tempat penampungan
pemuaian minyak isolasi akibat konservator ini permukaan minyak
panas yang timbul maka minyak
diusahakan tidak boleh
bersinggungan dengan udara
karena kelembaban udara yang
135
mengandung uap air akan baik panasnya kumparan primer
mengkontaminasi minyak walaupun
prosesnya berlangsung cukup dan sekunder juga minyak.
lama.
Thermometer ini bekerja atas dasar
Untuk mengatasi hal tersebut
udara yang masuk kedalam tangki air raksa (mercuri/Hg) yang
konservator pada saat minyak
menjadi dingin diperlukan suatu tersambung dengan tabung
media penghisap kelembaban yang
digunakan biasanya adalah pemuaian dan tersambung dengan
silicagel. Kebalikan jika trafo panas
maka pada saat menyusut maka jarum indikator derajat panas.
akan menghisap udara dari luar
masuk kedalam tangki dan untuk Beberapa thermometer
menghindari terkontaminasi oleh
kelembaban udara maka diperlukan dikombinasikan dengan panas dari
suatu media penghisap kelemba-
ban yang digunakan biasanya resistor khusus yang tersambung
adalah silicagel yang secara khusus
direncang untuk maksud tersebut dengan tansformator arus, yang
diatas. Kontruksi alat pernapasan
transformator dapat dilihat pada terpasang pada salah satu fasa
gambar 3.13
(fasa tengah) dengan demikian
penunjukan yang diperoleh adalah
relatif terhadap kebenaran dari
panas yang terjadi. Gambar
kontruksi Thermometer dapat dilihat
pada gambar 3.14.
Gambar 3. 14 Thermometer
2. Permukaan minyak
Alat ini berfungsi untuk
penunjukan tinggi permukaan
minyak yang ada pada konservator.
Gambar 3.13 Kontruksi alat Ada beberapa jenis penunjukan
pernapasan transformator
seperti penunjukan lansung yaitu
3. 9. Indikator-indikator :
dengan cara memasang gelas
1. Thermometer,
penduga pada salah satu sisi
Alat ini berfungsi untuk
mengukur tingkat panas dari trafo konservator sehingga akan mudah
mengetahui level minyak.
Sedangkan jenis lain jika
konservator dirancang sedemikian
rupa dengan melengkapi semacam
136