Kegunaan
a) Sebagai bahan pembuatan pupuk dan plastik
b) Digunakan sebagai refrigeran di lemari es
c) Digunakan dalam industri baterai sebagai
bahan baku pembentukan NH4Cl dan HNO3
sesuai dengan proses Ostwald.
NITROGEN 2) Nitrogen Halida
b. NF3 (Nitrogen Triflourida)
1) Nitrogen Hidrida
a. (Amonia) CIiri – Ciri
NF3 adalah nitrogen trihalida yang paling
Ciri – Ciri stabil. Gas ini tahan terhadap serangan asam
Amonia merupakan senyawa yang secara alami dan basa, tetapi terurai oleh percikan dengan
berada di dalam dan juga didalam tubuh kita. H2. Struktur fase gas NF3 adalah piramida
Senyawa amonia sendiri terdiri atas 1 atom trigonal, dan momen dipol molekul sangat
nitrogen dan 3 atom hidrogen. senyawa ini bisa kecil.
dijumpai dalam bentuk gas ataupun cair.
Ammonia merupakan senyawa yang cukup stabil, Sifat – Sifat
tetapi dapat terurai jika dipanaskan dengan katalis. Nitrogen triflorida adalah gas yang tidak
berwarna. Memiliki massa molar 71 g / mol,
Sifat – Sifat titik didih 144 K, titik lebur 66 K, gas yang tidak
Amonia adalah gas tidak berwarna dengan mudah terbakar, NF3 sedikit larut dalam air
berbau menyengat. Yang memiliki struktur yaitu 0,021 g/100 ml tanpa mengalami reaksi
molekul piramidal trigonal, kelarutannya dalam kimia
air lebih besar daripada gas lainnya, hal itu tidak
diragukan lagi karena pembentukan ikatan Sintesis
hydrogen di antara NH3 dan H2OH2O, massa
jenis 0,6942 g/cm3, titik lebur 195,42 K, dan titik NF3 dibuat baik melalui reaksi NH3 dan F2 yang
didih 239,81 K.
harus dilakukan secara terkendali, atau
dengan elektrolisis campuran NH4F/HF
Sintesis anhidrat.
Pembuatan Industri NH3 melalui proses Haber 4NH3 + 3F2 NF3 + 3NH4F
dengan dengan menggunakan katalis Fe3O4.
Katalis berfungsi untuk memperluas kisi dan Kegunaan
Digunakan dalam etsa plasma dari wafer
memperbesar permukaan aktif. silicon
N2 + H2 NH3
3) Nitrogen Oksida juga korosif. Asam nitrat berupa zat cair jernih
c. N2O (Dinitrogen Oksida) pada suhu normal dan dapat bercampur sempurna
dengan air dalam segala perbandingan.
Ciri – Ciri
Dinitrogen oksida mempunyai struktur linier, Sifat – Sifat
pada temperature kamar N2O tidak reaktif, Asam nitrat ini adalah senyawa yang memiliki Fasa
menjadi inert dengan halogen, logam alkali dan cair, Massa jenis 1,51 g/cm3, Titik lebur 231 K, Titik
ozon, namun jika dipanaskan N2O terdekomposisi didih 356 K, Massa atom relative 63 g/mol, dapat
menjadi N2 dan O2, bereaksi dengan logam alkali bereaksi dengan logam dan non logam, dan pada
dan senyawa organik serta mendukung suhu kamar akan terurai oleh cahaya.
pembakaran.
Sintesis
Sifat – Sifat Industri, diperoleh dalam proses Ostwald,
Dinitrogen oksida adalah gas tak berwarna
dengan bau dan rasa manis, massa jenis gas 1,977 yang terkait erat dengan produksi NH3 dalam
g/L, gas tidak mudah terbakar, larut dalam air, proses Haber–Bosch. Langkah pertama adalah
dinitrogen oksida tidak reaktif terhadap sebagian oksidasi NH3 menjadi NO. Setelah
besar zat kimia pada suhu kamar dan Senyawa ini pendinginan, NO dioksidasi menjadi NO2,
tidak mudah teroksidasi atau direduksi. Kemudian NO2 dilarutkan dalam air sehingga
menghasilkan HNO3 dalam konsentrasi 60%
Sintesis berat dan dapat dipekatkan hingga 68%
Dinitrogen oksida diperoleh dengan dekomposisi dengan distilasi.
Asam nitrat murni dapat dibuat di
termal lelehan amonium nitrat: laboratorium dengan menambahkan atau
NH4NO3 N2O + H2O memanaskan H2SO4 ke KNO3 dan menyuling
Dinitrogen oksida murni dapat dibuat dengan produk
cara mereaksikan larutan natrium nitrit (NaNO2)
dengan hidroksil amina hidroklorida Kegunaan
(NH2OH•HCl) Dapat digunakan sebagai bahan peledak
NH3OH+ + NO2¯ → N2O↑ + 2H2O Digunakan dalam proses pemurnian logam
Digunakan untuk produksi zat warna, obat-
Kegunaan
Dinitrogen oksida digunakan sebagai pembius, untuk obatan, pestisida dan detergen
mengobati nyeri, biasa digunakan oleh dokter gigi Digunakan dalam proses pemurnian karbon
sebelum melakukan tindakan.
nanotubes (CNT)
4) Asam Okso Nitrogen
d. HNO3
Ciri- ciri
Asam nitrat merupakan asam kuat yang dapat
melarutkan semua logam kecuali emas dan
platina. Asam nitrat bersifat oksidator kuat dan
Tidak berwarna, Densitas 1,685 g/cm3, Titik leleh
315 K, Titik didih 486 K. Asam fosfat lebih kuat
daripada asam asetat, asam oksalat, tetapi lebih
lemah dibandingkan asam nitrat, asam sulfat, dan
asam klorida
FOSFOR Sintesis
Asam fosfat dibuat dari batuan fosfat atau
1) Fosfor Halida dengan hidrasi P4O10
a) PCl5 (Fosfor Pentaklorida) pembuatan asam fosfat adalah dengan cara
sintesis sebagai berikut
Ciri – Ciri P4 + 5O2 → P4O10
Fosfor pentaklorida adalah senyawa imia yang P4O10 + 6H2O → 4H3PO4
mempunyai rumus kimia PCl5, membentuk ikatan Kegunaan
kovalen, berwujud gas pada suhu kamar, mempunyai
struktur molekul yang sederhana (trigonal bipiramida) Digunakan sebagai rust remover
dan larut jika direaksikan dengan air. Digunakan sebagai larutan elektrolit dalam
phosphoric acid fuel cell
Sifat – Sifat Dalam dunia kecantikan, dimanfaatkan
Fosfor pentaklorida tidak berwarna, densitas 2,1 sebagai pengatur tingkat keasaman atau pH
g/cm3, fase Solid dan Bau Menyengat. Senyawa yang Digunakan untuk pengatur pH larutan
sangat reaktif berbentuk asap pada udara lembab hidroponik
akibat hidrolisis serta dapat bereaksi dengan air,
alcohol, karbon sulfide dan karbon tetraklorida.
3) Fosfor Hidrida
Sintesis c) PH3 (Fosfina)
Fosfor pentaklorida dibuat melalui reaksi PCl3 dan Cl2 Ciri – Ciri
Kegunaan PH3 adalah senyawa yang termasuk kedalam
hidrida fosfor. Senyawa ini tidak dapat bergabung
Sebagai katalis dana gen klorin untuk klorinasi dalam keadaan cair, tetapi hanya dapat larut
senyawa organic sebagian dalam air dan merupakan basa yang
sangat lemah.
2) Asam Okso Fosfor
b) H3PO4 (Asam Fosfat) Sifat – sifat
Bilamana dalam bentuk murni, senyawa ini tidak
Ciri – Ciri dapat menyala secara spontan, namun seringkali
Asam fosfat adalah asam okso fosfor yang memiliki dapat menyala dengan adanya runutan uap P2H4
rumus kimia H3PO4. Ini terdiri dari asam mineral di atau P4. Senyawa ini tidak berwarna, berbau sangat
mana tiga proton asam dihubungkan dengan anion busuk dan beracun. PH3 dapat larut dalam asam
fosfat (PO43-) dan tidak dianggap sebagai asam kuat. yang sangat kuat misalnya BF3H2O dan dapat
bereaksi dengan HI.
Sifat – sifat
Asam fosfat sangat stabil dan tidak memiliki sifat
pengoksidasi kecuali pada suhu yang sangat tinggi.
Sintesis
PH3 dapat dibuat dengan pemberian asam pada
seng fosfida
Kegunaan ANTIMON
Digunakan dalam industry untuk membuata
1) Antimon Halida
senyawaan organofosfor a) SbCl5 (Antimon Pentaklorida)
Digunakan sebagai bahan baku pembuatan
Ciri – ciri
pestisida. Antimon pentaklorida adalah senyawa kimia
dengan rumus SbCl5. Ini adalah minyak tak
4) Fosfor Oksohalida berwarna, tetapi sampel khas kekuningan karena
d) POCl3 (Fosforil Triklorida) kotoran. Karena kecenderungan untuk
menghidrolisis asam klorida, SbCl5 adalah zat
Ciri – ciri yang sangat korosif.
Fosforus triklorida adalah senyawa yang termasuk
senyawa nonlogam. Rumus molekul fosforus Sifat – sifat
triklorida adalah POCl3. Pada suhu kamar, Antimon pentaklorida adalah cairan berminyak
POCl3 berupa gas/asap cair. Senyawa ini termasuk tidak berwarna atau kuning, berasap jika di udara,
senyawa polar karena momen dipolnya tidak sama titik beku atau membeku pada suhu 2,8 °C, titik
dengan nol. didih atau mendidih pada suhu 140°C (juga
mengalami dekomposisi), density 2,336 g/mL
Sifat – sifat pada suhu 20 °C, mampu terurai dalam air, larut
POCl3 memiliki warna mulai dari tidak berwarna dalam asam klorida, kloroform, dan karbon
hingga kuning cerah dan berasap. Titik didihnya tetraklorida dan SbCl5 terdisosiasi pada
76.1 °C dan titik leburnya -93.6 °C. Masa molar pemanasan menjadi triklorida dan klorin.
PCl3 adalah 137.33 gram/mol dan kerapatannya
1.575 gram/cm3 pada suhu 20 °C. Senyawa ini
dapat larut pada dietil eter, kloroform, benzena,
karbon disulfida dan karbon tetraklorida. Mudah
dihidrolisis oleh air.
Sintesis Sintesis
POCl3 dibuat melalui reaksi PCl3 dengan O2,
Melewatkan gas klor ke dalam cairan antimon
Kegunaan triklorida. Persamaan reaksinya:
Digunakan sebagai agen fosforilasi dan klorinasi SbCl3 + Cl2 → SbCl5
dan sebagai agen dalam pembuatan ester fosfat.
Mereaksikan unsur Sb dengan gas klorin
berlebih. Persamaan reaksinya:
2Sb + 5Cl2 → 2SbCl5
Kegunaan
Antimon pentaklorida (SbCl5) digunakan
dalam pewarnaan baja, aluminium, timah dan
seng sebagai katalis dalam sintesis organik,
khususnya di farmasi dan karet.
Antimony pentaklorida digunakan sebagai
katalis polimerisasi dan untuk klorinasi
senyawa organic.
2) Antimon Oksida
a) Sb2O3 (Antimon(III) Oksida)
Ciri – ciri BISMUTH
Senyawa ini merupakan senyawa antimon yang
paling dibutuhkan secara komersial. Senyawa ini 1) Bismuth Halida
juga dapat ditemui di alam sebagai mineral a) BiF5 (Bismuth (V) Fluorida)
valentinit dan senarmontit. Seperti oksida
polimerik lainnya, Sb2O3 larut dalam larutan
berair lewat proses hidrolisis.
Sifat – sifat Ciri – Ciri
Antimon(III) oksida merupakan senyawa yang Bismuth (V) Fluorida merupakan senyawa
bersifat amfoter. Senyawa ini dapat larut dalam anorganik dengan rumus BiF5 merupakan
larutan natrium hidroksida, asam mineral. Jika senyawa padatan berwarna putih yang sangat
direaksikan dengan asam nitrat, trioksida reaktif. BiF5 adalah polimer dan terdiri dari rantai
mengalami oksidasi menjadi antimon(V) oksida. linear sudut trans-dijembatani berbagi BiF6
oktahedra.
Sintesis
Antimon(III) sulfida mentah dioksidasi dengan Sifat – Sifat
BiF5 mempunyai masa molar sebesar
suhu dan tekanan tinggi. Reaksinya adalah 303.97 g mol−1, berbentuk putih panjang dengan
sebagai berikut keadaan seperti kristal, titik leleh sebesar
2Sb2S3 + 9 O2 → 2 Sb2O3 + 6 SO2 151.4 °C dan titik didih sebesar 230 °C. Bismut (V)
Kemudian antimon(III) oksida mentah Fluorida bereaksi dengan air membentuk ozon
dimurnikan lewat proses sublimasi. dan oksigen difluoride, dan dengan yodium atau
Logam antimon dioksidasi menjadi sulfur pada suhu kamar.
antimon(III) oksida di dalam tungku.
4Sb + 3 O2 → 2 Sb2O3 Sintesis
BiF5 dapat dibuat Baru dari mereaksikan BiF3
Kegunaan
Zat pemadam api untuk tekstil, kulit, polimer dengan F2 pada suhu 500°C.
BiF3 + F2 → BiF5
dan pelapis Atau dengan sebuah sintesis alternatif
Antimon dapat digunakan dalam dunia medis menggunakan ClF3 sebagai agen fluorinating
pada suhu 350 ° C.
sebagai pengobatan infeksi parasit. BiF3 + ClF3 → BiF5 + Cl
Kegunaan
Digunakan dalam aplikasi oksigen - sensitif,
seperti produksi logam.
Digunakan untuk paduan logam dan deposisi
optik.
2) Bismuth Oksida potensial unuk menimbulkan terjadinya
b) Bi2O3 (Bismuth (III) Oksida) keracunan akut.
Ciri – ciri Sifat - sifat
Bismuth (III) Oksida merupakan senyawa bismuth Arsen Triklorida adalah cairan berminyak tak
yang paling diperlukan dalam bidang perindustrian. berwarna, densitas 2,163 g/mL, mengeluarkan
Senyawa ini juga merupakan titik awal dalam proses asap di udara, titik leleh 0,16 °C, titik didih 130,2
atau percobaan kimia yang berkaitan dengan unsur °C, terurai dalam air, larut dalam alkohol, eter,
bismuth. HCl, dan HBr dan Arsenik klorida merupakan
senyawa kimia yang sangat beracun pada semua
Sifat – sifat jalur paparan. Selain beracun, senyawa ini juga
Bi2O3 merupakan senyawa padat dengan massa jenis bersifat karsinogen bagi manusia
8,90 g/cm3, Titik lebur 1098 K, Massa atom relatif
465,96 g/mol. Bismuth (III) Oksida bereaksi dengan Sintesis
asam mineral menghasilkan garam bismut (III). Melewatkan gas klorin (Cl2) di atas arsenik
Sintesis trioksida.
Bi2O3 dibuat dengan cara memanaskan Bi dengan O2 Destilasi arsenik trioksida dengan asam klorida
Bismuth trioksida dapat dibuat dari subnitrate.
Bismuth subnutrat dihasilkan dengan melarutkan pekat atau dengan campuran asam sulfat dan
bismuth ke dalam asam nitrat yang panas. klorida logam.
Penambahan natrium hidroksida berlebih disertai AsCl3 dibuat bisa dengan mereaksikan As
dengan pemanasan akan mengakibatkan dengan senyawa Cl.
pengendapan bismuth (III) oksida sebagai bentuk
kuning yang berat. Kegunaan
Digunakan dalam industry pembuatan kaca dan
keramik
Kegunaan 2) Arsenik Oksida
• Sebagai bahan kosmetik b) As2O3 (Arsen trioksida)
• Digunakan dalam idang medis
Ciri – ciri
Arsen trioksida adalah senyawa anorganik dengan
rumus kimia As2O3. Setiap tahunnya terdapat
sekitar 50.000 ton arsen trioksida yang diproduksi
di dunia. Kemudharatan bahan ini masih
diperdebatkan karena senyawa arsen sangat
beracun.
ARSENIK Sifat – sifat
1) Arsenik Halida Padatan berbentuk kristal berwarna atau
a) AsCl3 (Arsen triklorida)
transparan, seperti gelas, tidak berbau, tidak
Ciri – ciri berasa, titik lebur 313°C, titik didih 460°C, bahan
Arsen triklorida merupakan arsen dengan bentuk ini dapat larut di dalam larutan alkalin untuk
anorganik yang bervalensi tiga yang mana cukup menghasilkan arsenit. Bahan ini kurang dapat larut
di dalam asam, walaupun asam trioksida dapat
larut di dalam asam klorida.
Sintesis Sifat – sifat
Di laboratorium, bahan ini disiapkan dengan Asam arsenat memiliki Mr 141,94 g/mol,
berbentuk Kristal putih, Massa jenis 2,5 g/100 mL
melakukan hidrolisis arsen triklorida Tekanan uap 55 hPa (55⸰C), Titik lebur 35,5 ⸰C, Titik
2AsCl3 + 3H2O → As2O3 + 6HCl didih 120 ⸰C, Larut dalam alcohol dan Sulit
Arsen trioksida dapat dihasilkan melalui terbakar.
pemrosesan rutin senyawa termasuk oksidasi
(pembakaran) mineral arsenic di udara. contohnya Sintesis
adalah pembakaran orpiment Pembuatan asam arsenat dilakukan dengan
2As2S3 + 9O2 → 2As2O3 + 6SO2 mereaksikannya dengan asam nitrat
terkonsentrasi, sehingga menghasilkan produk
Kegunaan samping yaitu dinitrogen trioksida.
Sebagai bahan baku terutama untuk pembuatan As2O3 + 2HNO3 + 2H2O → 2H3AsO4 + N2O3
senyawa arsen, dalam pembuatan gelas, pembasmi Larutan yang dihasilkan didinginkan untuk
rumput, pembuatan paris green, enamel, logam menghasilkan kristal hemihidrat H3AsO4.1/2H2O
arsen, sebagai pengawet kayu, sebagai rodentisida, yang tidak bewarna, walaupun dihidrat
insektisida, pembuatan zat warna, sebagai mordant H3AsO4.2H2O dapat dihasilkan ketika kristalisasi
pada tekstil. terjadi pada suhu rendah.
3) Asam Okso Arsenik Kegunaan
c) H3AsO4 Asam arsenat berguna untuk berbagai jenis
pestisida, pelapis pada kaca dan logam, reagen
Ciri - Ciri pada senyawa arsenic organic. Namun,
Asam arsenat juga bisa dikenal dengan rumus molekul penggunaan senyawa ini dibatasi karena sifat
AsO(OH)3. Asam yang tidak berwarna ini merupakan racunnya yang cukup berbahaya
analog asam fosfat, garam arsenat dan fosfat sendiri
memiliki reaksi yang serupa. Asam arsenat masih
belum diisolasi dan hanya dapat ditemukan di dalam
larutan dan disanalah asam ini sangat terionisasi.