The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Materi Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi dan Contohnya

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by abdukagusnari98, 2021-12-08 21:11:49

Materi Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi dan Contohnya

Materi Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi dan Contohnya

Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi dan

Contohnya

Pengertian persamaan dasar akuntansi adalah hubungan dari harta, hutang, dan modal yang
sudah di miliki oleh perusahaan. Persamaan dari dasar akuntansi akan di gunakan sebagai dasar
dari pencatatan sistem akuntansi, jadi setiap transaksi akuntansi yang terjadi pada perusahaan
harus di catat pada dua aspek. Transaksi yang akan merubah aktiva akan di imbangi oleh
perusahaan pada kewajibannya.
Pengertian persamaan dasar akuntansi adalah keseimbangan dari dua sisi yaitu antara sisi kiri
(aktiva) dan sisi kanan (pasiva), sehingga perubahan yang timbul karena adanya transaksi
keuangan dan keseimbangannya akan selalu di pertahankan

Persamaan Akuntansi
Hutang + Modal = Aktiva
Persamaan Dasar Akuntansi dan Elemen Dasar Posisi Keuangan
Setiap perusahaan pasti memiliki posisi dan kondisi keuangan yang berbeda-beda, di dalam
akuntansi sudah sangat umum dengan sebutan “Neraca”, dalam neraca bisa sering di tunjukkan
dengan sebuah formula atau rumus yang sering di sebut dengan Persamaan Dasar Akuntansi.
Rumus dasar ini salah satu rumus yang memiliki hubungan yang saling berkaitan antara : Aset
(Aktiva) dengan Kewajiban atau Hutang (Liability) dan Modal (Capital).

ads

 Aset (Aktiva) : adalah kekayaan yang di miliki oleh perusahaan yang ditunjukan dengan
nilai uang tertentu. Contoh dari aset atau aktiva yaitu
: Cash (Kas), Inventory (Persediaan), Building (Gedung), dan Equipment (Peralatan).

 Kewajiban (Liability) : adalah jumlah hutang yang di miliki oleh perusahaan kepada
pihak luar. Contoh nya : Surat hutang, hutang, hutang obligasi

 Modal : adalah kepentingan investor atau pemilik dalam sebuah perusahaan yang
memiliki tujuan dengan memberikan atau menyetorkan uang atau dari bentuk kekayaan
yang lainnya. Modal ini biasanya disebut dengan Ekuitas pemilik (Owner Equity).

Dari ketiga elemen yang sudah di jelaskan diatas maka ada kaitannya satu dengan yang lain di
dalam sebuah hubungan akuntansi yang di sebut dengan Persamaan Akuntansi. Persamaan
akuntansi juga menyatakan bahwa kesamaan aset di satu sisi dengan klaim para kreditor dan
pemilik perusahaan (Owner) pada sisi yang lainnya. Sehingga bisa di rumus kan menjadi :

Liabilities + Owner Equity = Aktiva
atau

Kewajiban (Hutang) + Ekuitas Pemilik (Modal) = Aktiva
Point yang harus diketauhi dalam persamaan akuntansi : Aktiva = Kewajiban + Ekuitas
Pemilik harus seimbang dengan jumlahnya pada setiap transaksi yang terjadi.

Unsur – Unsur Persamaan Dasar Akuntansi

Dibawah ini akan dijelaskan unsur unsur persamaan dasar akuntansi yang perlu kita ketahui :
1. Aset (Aktiva) : adalah sumber daya yang sudah dikuasai oleh pihak perusahaan sebagai
akobat dari sebuah peristiwa yang terjadi di masalalu dan di masa depan akan
memanfaatkan ekonomi dari sumber haraoan yang akan di peroleh perusahaan.
2. Hutang (Kewajiban) : adalah tanggung jawab perusahaan yang akan terjadi pada saat ini
dan yang timbul dari sebuah peristiwa di masa lalu, dan proses penyelesaiannya akan
membutuhkan sumber daya perusahaan.

3. Ekuitas (Modal) : adalah sisa dari kepentingan yang ada di dalam aktiva yang sudah
sesuai dengan perusahaat setelah di kurangi dengan kewajiban.

4. Pendapatan (Revenue) : adalahaliran yang masuk atau peningkatan lain atas aktiva atau
penurunan dari kewajiban perusahaan sebagai akibat yang terjadi dari aktivitas
penyerahan, penjualan dan pembuatan barag, jasa atau aktivitas yang lainnya dan yang
juga merupakan kegiatan utama yang secara terus menerus di lakukan oleh perusahaan.

5. Beban (Expenses) : adalah arus keluar atau penggunaan lain dari aktiva atau
penungkatan kewajiban karena ada penyerahan atau pembuatan barang, jasa atu juga
melakukan aktivitas lain yang juga merupakan kegiatan utama yang di lakukan secara
terus menerus oleh perusahaan..

6. Prive (Drawing) : adalah pengambilan aset dari perusahaan yang di lakukan oleh
pemilik nya yang akan di gunakan untuk kepentingan pribadinya

Bentuk Persamaan Dasar Akuntansi

1. Keseimbangan Harta dan Modal
Harta adalah kekayaan yang dimiliki oleh sebuah oerusahaan dan merupakan salah satu sumber
untuk pembelanjaan dan untuk melakukan kegiatan kelancaran usahanya. Oleh sebab itu, harta
juga harus seimbang sengan modal atau sumber pembelanjaan. Sumber pembelanjaan yang
didapatkan dari pemilik nya yang disebut dengan ekuitas atau modal.
HARTA = MODAL
2. Hutang ditambah Modal sama dengan Hutang
Harta yang di miliki oleh perusahaan adalah harta yang akan di gunakan sebagai sumber
pembelanjaan dalam kegiatan yang di peroleh dengan melalui dua sumber yaitu, Pemilik dan
Kreditur. Sumber yang di gunakan untuk pembelanjaan dari pemilik sering di sebut dengan
ekuitas. Dan sedangkkan sumber pembelanjaan yang sudah di peroleh dari pihak kreditur kepada
pemilk akan menjadi suatu kewajiban yang akan di kembalikan, hal ini sering di sebut sebagai
kewajiban atau hutang. Sehingga pada unsur ini didapat rumus atau persamaannya yaitu :
HARTA = HUTANG + MODAL
Dalam operasi sebuah usaha sudah jelas ada kemungkinan pendapatan dan beban. Pendapat
adalah kenaikan harta yang akan di peroleh dari hasil penjualan sebuah barang atau jasa.
Sedangkan beban adalah penurunan harta, karena merupakan salah satu pengorbanan yang akan
memperoleh pendapatan. Pendapatan juga memiliki sifat untuk menambah modal, sedangkan
beban akan memiliki sifat mengurangi modal. Sehingga dengan demikian pendapatan dan beban
yang ada akan mempengaruhi keadaan modal dalam persamaan dasar akuntansi, dicatat dalam
komponen modal. Akan tetapi, untuk mengembangkan akuntansi maka pencatatan pendapatan
dan beban bisa di pisahkan dari midal. Sehingga bentuk persamaannya bisa di rumuskan sebagai
berikut :
Harta = Utang + Modal + Pendapatan – Beban
Fungsi Persamaan Dasar Akuntansi
Persamaan dasar akuntansi sangat berguna untuk mengetahui tentang perubahan dari kekayaan
dalam perusahaan di setiap transaksi yang terjadi. Selain itu fungsi dari persamaan dasar
akuntansi adalah untuk mengetahui beberapa aktiva yang sudah di gunakan dan di belanjakan
dalam satu periode akuntansi.
Analisis dari pengaruh transaksi ke persamaan dasar akuntansi di setiap transaksi yang terjadi
maka akan mempengaruhi posisi dari keuangan perusahaan. Pengaruh yang terjadi pada transaksi
tersebut dapat menambah dan juga dapat mengurangi komponen keuangan pada perusahaan

yaitu : Harta, hutang, dan modal. Perubahan pada komponen posisi keuangan ini pada persamaan
dasar akuntansi juga dapat di kelompokkan sebagai berikut :

 Pada setiap transaksi yang dapat mempengaruhi harta, yang terjadi akibat dari perubahan
harta yang sudah diikuti dengan suatu perubahan harta dari yang lain tetapi dengan
jumlah yang sama.
o Semua transaksi bisa mempengaruhi harta dan hutang dengan jumlah yang sama.
o Semua transaksi bisa mempengaruhi harta dan modal dengan jumlah yang sama.
o Semua transaksi bisa mempengaruhi harta dengan perubahan hutang dan modal
dengan jumlah yang sama.

Pencatatan Transaksi ke dalam Persamaan Dasar Akuntansi
Dari setiap transaksi keuangan yang terjadi maka pada dasarnya akibat dari perubahan pada
posisi keuangan perusahaan juga, akan tetapi tidak mempengaruhi keseimbangan persamaan dari
dasar akuntansi. Sudah di jelaskan juga bahwa di dalam akuntansi terjadi suatu transaksi akan di
catat dengan sistem pencatatan ganda yang bisa di artikan bahwa transaksi yang di catat pada dua
aspek akan mempengaruhinya. Catatan perubahan pada aspek yang satu akan di imbangi dengan
catatan perubahan pada aspek yang lain nya juga. Oleh sebab itu catatan perubahan pada unsur
aktiva, kewajiban dan ekuitas tidak akan mempengaruhi keseimbangan dari persamaan dasar
akuntansi.
Untuk lebih jelas nya maka perhatikan contoh dari transaksi – transaksi yang terjadi di
perusahaan bengkel Maju Makmur selama bulan januari 2017 sebagai berikut ini :

 Transaksi 1 (T1)
Perusahaan bengkel Maju Makmur telah menerima uang tunai dari Putra (sebagai pemilik)
sebesar Rp. 100.000.000,00 untuk di gunakan sebagai modal.
Analisa Transaksi :
Bagi perusahaan bengkel Maju Makmur maka aktiva perusahaan akan bertambah sebesar Rp.
100.000.000,00 dan akan menimbulkan hak Putra (pemilik perusahaan) atas aktiva perusahaan
yang sudah berbentuk investasi sebesar Rp. 100.000.000,00. Perubahan ini akan terlihat pada
persamaan dasar akuntansi.

 Transaksi 2 (T2)
Bengkel Maju Makmur membeli peralatan bengkel nya dengan cara kredit di bank dengan
jumlah Rp. 50.000.000,00.
Analisa Transaksi :
Di satu sisi bisa mengakibatkan penambahan pada aktiva dalam bentuk peralatan bengkel dan di
sisi lain bisa mengakibatkan terjadinya hutang dengan nominal Rp. 50.000.000,00. Perubahan
ini akan terlihat pada persamaan dasar akuntansi.

 Transaksi 3 (T3)
Bengkel Maju Makmur membeli perlengkapan kecil untuk bengkel nya seperti mur, baut, oli,
dan lain sebagainya dengan nominal uang yang harus di bayar yaitu Rp. 5.000.000,00 dan di
bayar dengan tunai.
Analisa Transaksi :
Pada satu sisi aktiva akan bertambah dengan keterangan perlengkapan dan seharga Rp.
5.000.000,00 dan di sisi lain aktiva kas akan berkurang sebesar dana yang kita gunakan yaitu Rp.
5.000.000. Perubahan ini akan terlihat pada persamaan dasar akuntansi.

 Transaksi 4 (t4)
Untuk hasil pekerjaan yang telah di kerjakan oleh karyawan nya dan akan menerimal
pembayaran sebesar Rp. 10.000.000,00.

Analisa Transaksi :
Transaksi ini akan membuat aktiva kas bertambah sebesar Rp. 10.000.000,00 dan dengan adanya
pertambahan penghasilan maka modal bengkel ini akan bertambah sebesar Rp. 10.000.000,00.
Perubahan ini akan terlihat pada persamaan dasar akuntansi.

 Transaksi 5 (T5)
Bengkel memberikan pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan dengan harga Rp. 1.000.000,00
dan baru menerima pembayaran sebesar Rp. 500.000,00 dan kekurangannya ada di bayar di
kemudan hari.
Analisa transaksi :
Transaksi ke 5 ini akan menimbulkan kas bertambah sebesar Rp. 500.000 dan juga akan
menimbulkan tagihan sebesar Rp. 500.000,00. Sehingga pada sisi lain akan menambahkan
penghasilan sehingga mengakibatkan ekuitas bertambah. Perubahan ini akan terlihat pada
persamaan dasar akuntansi.

 Transaksi 6 (T6)
Bengkel akan membayar kewajibannya yaitu beban gaji karyawan sebanyak Rp. 3.000.000,00
dan juga beban sewa sebesar Rp. 1.000.000,00.
Analisa Transaksi :
Transaksi ke 6 ini akan mengurangi kas sebanyak Rp. 4.000.000,00 dan beban akan berkurang
sehingga modal juga akan berkurang. Perubahan ini akan terlihat pada persamaan dasar
akuntansi.

 Transaksi 7 (T7)
Bengkel memberikan cek sebesar Rp. 25.000.000,00 untuk membayar sebagian utang atas
pembelian peralatan dan baru akan di bayar sebagian.
Analisa Transaksi :
Pengaruh transaksi di atas bisa menimbulkan kas berkurang dan hutang juga akan berkurang
sebesar 25.000.000. Perubahan ini akan terlihat pada persamaan dasar akuntansi.

 Transaksi 8 (T8)
Pada akhir bulan januari 2017 akan diadakan pemeriksaan dan juga perhitungan terhadap sisa
dari perlengkapan yang ada di bengkel. Terdapat sisa perlengkapan bengkel dengan jumlah Rp.
2.000.000,00.
Analisa Transaksi :
Saldo perlengkapan dari persamaan dasar akuntansi data di atas sebesar Rp. 5.000.000,00 – Rp.
2.000.000,00 = Rp. 3.000.000,00. Perubahan ini akan terlihat pada persamaan dasar akuntansi.

 Transaksi 9 (T9)
Pemilik bengkel mengambil dana dari kas yang sudah masuk di bnegkel untuk keperluan pribadi
nya sebesar Rp. 5.000.000,00.
Analisa Transaksi :
Pengambilan aktiva perusahaan yang di gunakan untuk keperluan pribadi pemilik bisa di sebut
dengan prive pemilik (drawing). Pengaruh ini akan mengurangi kas pada aktiva dan modal
sebesar Rp. 5.000.000,00. Perubahan ini akan terlihat pada persamaan dasar akuntansi.
Berikut ini adalah penjelasan tentang pengertian persamaan dasar akuntansi, dan sudah
dilengkapi dengan penjelasan tentang unsur – unsur persamaan dasar akuntansi, bentuk-bentuk
persamaan dasar akuntansi, fungsi persamaan dasar akuntansi dan juga sudah di lengkapi dengan
contoh dan cara penyelesaiannya secara terperinci. Sehingga akan memudahkan anda semua
untuk memahami tentang persamaan dasar akuntansi dan mengetahui bagaimana cara
mengerjakan nya.

Materi Persamaan Dasar Akuntansi

A. Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi
Persamaan dasar akuntansi merupakan hubungan antara harta, utang dan modal yang dimiliki

oleh perusahaan. Persamaan dasar akuntansi digunakan sebagai dasar pencatatan sistem
akuntansi, artinya setiap transaksi yang terjadi harus dicatat dalam dua aspek. Transaksi yang
merubah aktiva diimbangi perusahaan pada kewajiban. Jadi persamaan dasar akuntansi adalah
keseimbangan antara sisi kiri (aktiva) dan sisi kanan (pasiva), perubahan yang timbul akibat
adanya transaksi keuangan keseimbangan akan selalu dipertahankan.

B. Unsur-Unsur Persamaan Dasar Akuntansi
1. Aset/Aktiva (Assets)

Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu,
dan di masa depan manfaat ekonomi dari sumber diharapkan akan diperoleh perusahaan.
2. Liabilitas / Kewajiban / Hutang (Liabilities)
Liabilitas merupakan tanggung jawab perusahaan pada saat ini yang timbul dari peristiwa masa
lalu, yang penyelesaiannya diperkirakan akan membutuhkan sumber daya perusahaan.
3. Ekuitas / Modal (Equity)
Adalah sisa kepentingan dalam aktiva suatu perusahaan setelah dikurangi kewajiban.
4. Pendapatan (Revenue)
Adalah aliran masuk atau peningkatan lain atas aktiva atau penurunan kewajiban perusahaan
sebagai akibat dari aktivitas penyerahan/penjualan atau pembuatan barang, jasa atau aktivitas
lain yang merupakan kegiatan utama perusahaan yang dilakukan secara terus-menerus.
5. Beban (Expenses)
Adalah arus keluar atau penggunaan lain atas aktiva atau peningkatan kewajiban karena adanya
penyerahan atau pembuatan barang, jasa atau melakukan aktivitas lain yang merupakan kegiatan
utama perusahaan yang dilakukan secara terus-menerus.
6. Prive (Drawing)
Adalah pengambilan aset (kas) perusahaan oleh pemilik untuk kepentingan pribadinya

C. Bentuk Persamaan Dasar Akuntansi
 Keseimbangan Antara Harta dan Modal

Harta merupakan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan sumber
pembelanjaan untuk melakukan kegiatan usaha tersebut. Oleh karena itu, harta harus sama atau
seimbang dengan sumber pembelanjaan. Sumber pembelanjaan yang diperoleh dari pemilik
disebut ekuitas/modal. Keseimbangan atau kesamaan biasanya dinyatakan dalam suatu
persamaan yaitu persamaan akuntansi.

HARTA = MODAL
 Harta Sama Dengan Utang Ditambah Modal

Harta perusahaan yang digunakan sebagai sumber pembelanjaan dalam kegiatan diperoleh
melalui dua sumber, yaitu dari pemilik dan kreditur. Sumber pembelanjaan dari pemilik disebut
ekuitas. Sedangkan sumber pembelanjaan yang diperoleh dari kreditur bagi pemilik akan
menjadi suatu kewajiban untuk mengembalikan , hal ini disebut sebagai kewajiban/utang.
Sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:

HARTA = UTANG +MODAL

Dalam operasi usaha dimungkinkan adanya pendapatan dan beban. Pendapatan adalah
kenaikan harta yang diperoleh dari hasil penjualan barang atau jasa. Sedangkan beban adalah
penurunan harta, karena merupakan pengorbanan untuk memperoleh pendapatan.

Pendapatan mempunyai sifat menambah modal, sedangkan beban mempunyai sifat
mengurangi modal. Dengan demikian pendapatan dan beban akan mempengaruhi keadaan modal
dalam perasamaan dasar akuntansi, dicatat dalam komponen modal. Namun, untuk
pengembangan akuntansi pencatatan pendapatan dan beban dapat dipisahkan dari modal.
Sehingga bentuk persamaan dapat dinyatakan sebagai berikut:

HARTA = UTANG +MODAL+ PENDAPATAN - BEBAN

D. Fungsi Persamaan Dasar Akuntansi
Persamaan dasar akuntansi berguna untuk mengetahui perubahan kekayaan dalam

perusahaan setiap terjadi transaksi. Dan mengetahui berapa yang telah digunakan dan
dibelanjakan dalam satu periode akuntansi.

E. Analisis Pengaruh Transaksi Ke Persamaan Dasar Akuntansi
Setiap transaksi yang terjadi akan mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Pengaruh

transaksi tersebut dapat menambah atau mengurangi komponen keuangan perusahaan yaitu,
harta,utang, dan modal. Perubahan komponen posisi keuangan pada persamaan dasar akuntansi
dapat dikelompokan sebagai berikut:
1. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta, yang terjadi akibat perubahan harta yang diikuti
dengan perubahan harta yang lain dalam jumlah yang sama.
2. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dan utang dalam jumlah yang sama.
3. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dan modal dalam jumlah yang sama.
4. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dengan perubahan utang dan modal dalam jumlah
yang sama.

Untuk lebih detail, lihatlah tabel di bawah ini: Pengaruh Persamaan Dasar Akuntansi
No. Jenis Transaksi Aset bertambah, ekuitas bertambah
1. Penanaman uang pemilik perusahaan Aset bertambah, mengurangi aset yang lain
2. Pembelian tunai Aset bertambah, liabilitas bertambah
3. Pembelian kredit Aset bertambah, ekuitas bertambah
4. Penerimaan penghasilan Aset berkurang, liabilitas berkurang
5. Pembayaran hutang Aset bertambah, aset lain berkurang
6. Penerimaan tagihan Harta berkurang, ekuitas berkurang
7. Pembayaran beban Harta berkurang, ekuitas berkurang
8. Pengambilan uang untuk keperluan

pribadi

PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

Pengantar Akuntansi
Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat
 Mendeskripsikan pengertian transaksi
 Mengidentifikasi jenis – jenis transaksi
 Mengidentifikasi jenis - jenis perkiraan.

 Memahami rumus persamaan dasar akuntansi
 Mencatat transaksi ke dalam persamaan dasar akuntansi
 Menyusun laporan keuangan dari persamaan dasar akuntansi

A. Pengertian Transaksi Keuangan

Transaksi adalah suatu kejadian atau peristiwa yang dapat mengakibatkan perubahan
terhadap harta, utang atau modal yang dimiliki perusahaan yanng dinyatakan dalam satuan
mata uang. Atau bisa pula diartikan bahwa transaksi itu adalah kejadian atau peristiwa
yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Jadi kejadian atau peristiwa bisa
dikategorikan transaksi keuangan jika kejadian atau peristiwa tersebut mempengaruhi
posisi keuangan perusahaan dan dinyatakan dalam satuan mata uang. Jika kejadian atau
peristiwa itu tidak memenuhi kategori tersebut diatas maka kejadian atau peristiwa itu
bukan transaksi dan tidak perlu dijadikan dasar pencatatan seperti penerimaan pegawai
baru, kenaikan suku bunga.

B. Jenis Jenis Transaksi Keuangan

Transaksi berdasarkan pihak yang melakukan dibedakan menjadi 2:
1. Transaksi Internal, yaitu transaksi yang terjadi di dalam tanpa melibatkan pihak luar

seperti, pemakaian perlengkapan, penyusutan aktiva tetap, pencadangan piutang tak
tertagih.
2. Transaksi Ekternal, yaitu transaksi yang terjadi dengan pihak luar perusahaan, seperti
pembelian, penjualan, pembayaran utang piutang, pembayaran beban usaha dengan pihak
lain (bayar sewa, bayar listrik, bayar telpon).
Transaksi berdasarkan sumber dibedakan menjadi 2:
1. Transaksi Modal, yaitu transaksi yang mempengaruhi modal pemilik perusahaan seperti
investasi pemilik, pengambilan modal untuk keperluan pribadi pemilik (prive)
2. Transaksi Usaha, yaitu transaksi yang mempengaruhi operasi perusahaan seperti
pembelian barang, pembelian peralatan.

C. Jenis – Jenis Perkiraan

Perkiraan/Akun merupakan tempat untuk mencatat setiap jenis transaksi. Secara umum
Perkiraan/Akun dikelompokkan menjadi; Harta, Utang, Modal, Pendapatan, dan Beban (H U
M P B ). Sedangkan berdasarkan sifat kekekalannya Perkiraan/Akun dikelompokkan
menjadi 2 yaitu :
1. Akun Riil / Akun Permanen (Real Account / Permanent Account )
Akun riil atau akun permanen disebut juga akun neraca, karena akun ini akan muncul di
neraca seperti kelompok Harta, Utang dan Modal. Akun ini bersifat permanent atau nyata
dan secara terus menerus saldonya akan selalu dibawa antar periode akuntansi.
2. Akun Nominal / Akun Sementara (Nominal Account / Temporary Account )
Akun nominal atau akun sementara disebut juga akun laba- rugi, karena akun ini akan
muncul di laba rugi seperti kelompok pendapatan dan beban. Akun ini bersifat sementara
karena pada akhir periode akun ini akan ditutup ke perkiraan modal. Sehingga saldonya
pada akhir periode selalu nihil (nol).

Dari uraian di atas maka Jenis Akun bisa digambarkan sebagai berikut :

Akun Riil/Neraca HARTA (Assets)
UTANG (Liabilities)
Nominal MODAL (Equity)
Laba-Rugi
PENDAPATAN (Revenue)
BEBAN (Expense)

Akun Riil (Real Account) terdiri dari :

1. Harta (Assets)
Semua hak yang dapat digunakan dalam operasi perusahaan. Semua sumber daya

ekonomi yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Semua harta kekayaan
yang dimiliki perusahaan yang secara bebas bisa digunakan untuk kegiatan usaha.

Harta dibedakan menjadi :
a. Harta Lancar (Current Assets)
b. Investasi Jangka Panjang
c. Harta Tetap (Fixed Assets
d. Harta Tetap Tak Berwujud (Intangible Fixed Asset)
e. Harta Lain - lain

a. Aktiva lancar (current assets)
adalah semua aktiva yang diharapkan dapat dicairkan (diuangkan) tidak lebih dari satu
tahun/ satu siklus akuntansi. Yang termasuk aktiva lancar antara lain:

• Kas (cash)
adalah semua aktiva yang tersedia dalam kas perusahaan maupun yang disimpan di bank
yang dapat diambil setiap saat.

• Surat berharga (marketable securities)
adalah pemilikan saham atau obligasi perusahaan lain yang bersifat sementara,
yang sewaktu-waktu dapat dijual kembali.

• Piutang dagang (account receivable)
adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain (debitur) karena penjualan barang/jasa
secara kredit.

• Piutang wesel (notes receivable)
adalah surat perintah penagihan kepada seseorang atau badan untuk membayar sejumlah
uang pada tanggal yang telah ditentukan pada orang yang namanya disebut dalam surat.

• Piutang pendapatan/ pendapatan yang masih harus diterima (accrued revenue)
adalah pendapatan yang telah menjadi hak, tetapi belum diterima pembayarannya.

• Persekot beban atau beban yang dibayar dimuka (prepaid expense)

adalah pembayaran beban yang dibayar di muka, tetapi belum menjadi kewajiban pada
periode yang bersangkutan.
• Perlengkapan (supplies)
adalah seluruh perlengkapan yang dipakai demi kelancaran usaha, yang bersifat habis
pakai.
• Persediaan barang dagangan (merchandise inventory)
adalah barang yang dibeli dengan tujuan dijual kembali dengan harapan mandapat laba.

b. Investasi jangka panjang (long term investment)
adalah penanaman modal dalam perusahaan lain dalam jangka waktu yang panjang. Selain
untuk memperoleh laba juga untuk mengontrol perusahaan tersebut.

c. Aktiva tetap (fixed assets)
adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang pemakaiannya (umur ekonomisnya) lebih
dari satu tahun, digunakan untuk operasi dan tidak untuk dijual. Yang termasuk dalam
aktiva tetap berwujud antara lain:
 Tanah (land);
 Gedung/bangunan (building);
 Mesin (machinery);
 Peralatan (equipment)

d. Aktiva tetap tak berwujud (intangible fixed assets) tidak
adalah hak istimewa yang dimiliki perusahaan dan mempunyai nilai namun
mempunyai bentuk fisik. Yang termasuk dalam aktiva tidak berwujud antara lain:

 Goodwill
 Hak paten
 Hak cipta
 Merek
 Hak sewa
 Franchise

e. Aktiva / Harta Lain – Lain (Other Assests)
Aktiva yang tidak dapat digolongkan ke dalam 4 jenis aktiva tersebut, seperti Biaya
Pendirian dan Biaya Emisi Saham, Aktiva tetap tidak dipakai

2. Kewajiban (Liabilties)
Kewajiban (liabilities) adalah utang-utang perusahaan yang timbul karena peristiwa
(transaksi) masa lalu dan harus diselesaikan di masa mendatang dengan menyerahkan
aktiva atau sumber daya perusahaan (berupa pelunasan). Berdasarkan jangka waktu
pelunasan, utang dikelompokkan menjadi 3, yaitu:
• Kewajiban Lancar (Current Liability)
• Kewajiban Jangka Panjang (Long Term Liability)
• Kewajiban Lain-Lain

a. Hutang Lancar ( Current Liability)
adalah hutang yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun, misalnya :

• Hutang Usaha (Account Payable)
• Hutang Wesel/Wesel Bayar (Notes Payable)

• Hutang Beban (Expense Payable)
• Pendapatan Diterimadimuka (Prepaid Income)

b. Hutang Jangka Panjang (Long term liability)
adalah hutang yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun, misalnya :
• Hutang Hipotek (Mortgage payable)
• Hutang Obligasi (Bonds payable)
• Hutang Bank (Bank loan)

c. Kewajiban Lain Lain
Merupakan kewajiban yang tidak sesuai diklasifikasikan ke kewajiban lancar maupun
jangka panjang, misal; uang jaminan yang diterima dari pelanggan

3. Modal (equity)
adalah harta perusahaan yang berasal dari pemilik / hak pemilik atas aktiva perusahaan
yang merupakan kekayaan bersih perusahaan (Harta – Hutang)

Contoh Modal
• Modal Tn. Tono (Tono Capital) -> Perseorangan
• Modal Sekutu Andi (Andi Capital) -> Persekutuan
• Saham (Capital Stock) -> Perseroan
• Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, Cadangan -> Koperasi

4. Pendapatan (Income/Revenue)
adalah peningkatan harta perusahaan yang berasal dari aktivitas operasional perusahaan
(penerimaan dari kegiatan usaha).
Contoh Pendapatan
• Pendapatan Jasa (Service revenue) Pendapatan salon, Pendapatan servis, Pendapatan
Komisi, Pendapatan Bunga -> Perusahaan Jasa
• Penjualan (Sales) -> Perusahaan Dagang

5. Beban/Biaya (Expense)
adalah Pengorbanan sumber daya ekonomi untuk memperoleh pendapatan
Contoh :

• Beban Gaji (Wages & salaries expense)
• Beban Perlengkapan ( Suppliess expense)
• Beban sewa ( Rent expense)
• Beban iklan (Advertising expense)
• Beban asuransi (Insurance expense)
• Beban Listrik (Electric expense)
• Beban telepon (Telephone expense)
• Pembelian (Purchase)
• Harga Pokok Penjualan ( Cost of good sold)
• Beban Penyusutan Aktiva Tetap ( Depreciation expense)

D. Persamaan Dasar Akuntansi

Rumus dasar dari Persamaan Dasar Akuntansi adalah sebagai berikut :

Harta = Utang + Modal
Rumusan diatas dapat diartikan bahwa Jumlah Harta harus sama dengan Jumlah Utang
ditambah dengan jumlah Modal.

Bila rumus dasar di atas diuraikan lebih detail lagi sesuai dengan kelompok akun, maka
rumus Persamaan Dasar Akuntansi bisa di tuliskan sebagai berikut :

Harta = Utang + Modal + Pendapatan – Beban

Arti dari rumusan yang lebih detail ini bisa disimpulkan bahwa Pendapatan akan
menambah jumlah modal sedangan Beban akan mengurangi jumlah Modal.

Format Persamaan Dasar Akuntansi dapat dibuatkan tabel sebagai berikut :

....................................... ( a )
............................................ ( b )
.............................................. ( c )

TGL Kas HARTA KEWAJIBAN + MODAL Ket.
Perlengkapan
Piutang Peralatan (Akum. Hutang Modal Tn
Peny) Abu

Keterangan Format :
( a ) untuk mencatat nama perusahaan
( b ) untuk mencatat jenis pencatatan akuntansi yaitu Persamaan Dasar Akuntansi
( c ) untuk mencatat periode pencatatan akuntansi

Cara mengisi Kolom Persamaan Dasar Akuntansi
Tanggal untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi
Harta untuk mencatat perubahan yang timbul dari transaksi untuk kelompok Harta
Kewajiban untuk mencatat perubahan yang timbul dari transaksi untuk kelompok Hutang
Modal untuk mencatat perubahan yang timbul dari transaksi untuk kelompok Modal
Keterangan untuk mencatat keterangan yang menjadi penyebab perubahan pada Modal saja seperti
Investasi, Pendapatan, Pembayaran Beban, dan Pengambilan Pribadi (Prive)

Berikut ini akan diberikan contoh pencatatan transaksi kedalam Persamaan Dasar
Akuntansi

Pada tanggal 2 Januari 2013, Tuan Jaya mendirikan perusahaan service alat komunikasi
Handphone dan Gadget dengan Nama JAYA SERVICE. Sebagai modal awal usaha Tuan
Jaya menginvestasikan uang tunai Rp 2.000.000,- Perlengkapan Service senilai Rp
500.000,- dan Peralatan Service senilai Rp 15.000.000,-. Berikut ini transaksi yang terjadi
selama bulan Januari 2013 sebagai berikut :
2013 2 Dibayar sewa ruangan untuk tempat usaha pada Abah Liong Rp 200.000,-
Jan untuk biaya bulan Januari 2013.
4 Dibeli tambahan peralatan pada Toko Ahong seharga Rp 2.000.000,- dari jumlah tersebut
dibayar tunai Rp 500.000,- sisanya akan dibayar kemudian.
6 Dibayar biaya pemasangan iklan pada koran Warta Kota sebesar Rp 150.000,-
7 Diterima dari pelanggan atas jasa servis HP Blackberry sebesar Rp 700.000,-

8 Dibayar sebagian utang pada Toko Ahong atas pembelian peralatan sebesar Rp 500.000,-

11 Diterima tunai atas jasa servis HP Android dan HP Blackberry sebesar Rp 1.500.000,-

15 Dibeli tambahan perlengkapan servis pada Toko Ahong seharga Rp 200.000,-

18 Telah diselesaikan jasa servis HP Blackberry senilai Rp 1.200.000,- dari jumlah tersebut

telah diterima tunai Rp 500.000,- sedangkan sisanya akan ditagih kemudian.

22 Tuan Jaya mengambil uang tunai perusahaan sebesar Rp 300.000,- untuk keperluan

berobat anaknya.

26 Dibayar iuran kebersihan dan keamanan lingkungan wilayah (Beban lain -lain) sebesar Rp

200.000,-

29 Diterima pelunasan sebagian tagihan dari pelanggan sebesar Rp 200.000,-

30 Dibayar gaji pegawai untuk bulan Januari 2013 sebesar Rp 500.000,-

31 Dari perhitungan perlengkapan pada akhir periode perlengkapan yang masih ada senilai Rp

300.000,-

31 Penyusutan peralatan berdasarkan kebijakan ditetapkan sebesar 2 % perbulan dari harga

perolehan.

Pembahasan

Tgl Dampak dari transaksi

2 Sisi Harta berupa KAS + Rp 2.000.000 PERLENGKAPAN + Rp 500.000 dan PERALATAN + Rp 15.000.000
sedangkan sisi Kewajiban+Modal berupa MODAL Tn. JAYA + Rp 17.500.000

2 Sisi Harta berupa KAS – Rp 200.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal berupa MODAL Tn. JAYA – Karena
Beban Sewa senilai Rp 200.000

4 Sisi Harta berupa PERALATAN + Rp 2.000.000 KAS – Rp 500.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal berupa
HUTANG USAHA + Rp 1.500.000

6 Sisi Harta berupa KAS – Rp 150.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal berupa MODAL Tn. JAYA – Karena
Beban Iklan senilai Rp 150.000

7 Sisi Harta berupa KAS + Rp 700.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal berupa MODAL Tn. JAYA + Karena
Pendapatan Jasa senilai Rp 700.000

8 Sisi Harta berupa KAS – Rp 500.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal berupa HUTANG USAHA – senilai Rp
500.000

11 Sisi Harta berupa KAS + Rp 1.500.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal berupa MODAL Tn. JAYA + Karena
Pendapatan Jasa senilai Rp 1.500.000

15 Sisi Harta berupa KAS + Rp 200.000 dan PERLENGKAPAN + Rp 200.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal
tidak ada pengaruh

18 Sisi Harta berupa KAS + Rp 500.000 dan PIUTANG USAHA + Rp 700.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal
berupa MODAL Tn. JAYA + Karena Pendapatan Jasa senilai Rp 1.200.000

22 Sisi Harta berupa KAS – Rp 300.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal berupa MODAL Tn. JAYA – Rp
300.000 Karena Prive pemilik

26 Sisi Harta berupa KAS – Rp 200.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal berupa MODAL Tn. JAYA – Rp
200.000 Karena Beban Lain Lain

29 Sisi Harta berupa KAS + Rp 200.000 dan PIUTANG USAHA - Rp 200.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal
tidak ada pengaruh

30 Sisi Harta berupa KAS – Rp 500.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal berupa MODAL Tn. JAYA – Rp
500.000 Karena Beban gaji

31 Sisi Harta berupa PERLENGKAPAN - Rp 300.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal berupa MODAL Tn. JAYA
– Rp 300.000 Karena Beban perlengkapan

31 Sisi Harta berupa AKUM. PENYSTAN PERALATAN + Rp 340.000 sedangkan sisi Kewajiban+Modal berupa
MODAL Tn. JAYA – Rp 340.000 Karena Beban Penyusutan Peralatan (2 % x Rp 17.000.000)

Untuk pencatatan kedala format Persamaan Dasar Akuntansi sebagai berikut :

JAYA
PERSAMAAN D

UNTUK BULA

TGL PIUTANG HARTA PERALATAN
KAS USAHA PERLENGKAPAN

2 2,000,000 500,000 15,000,000
2 (200,000)

1,800,000 - 500,000 15,000,000
4 (500,000) 500,000 2,000,000
17,000,000
1,300,000 -
6 (150,000)

1,150,000 - 500,000 17,000,000
7 700,000

1,850,000 - 500,000 17,000,000
8 (500,000)

1,350,000 - 500,000 17,000,000
11 1,500,000

A SERVICE
DASAR AKUNTANSI
AN JANUARI 2013

KEWAJIBAN + MODAL

( AKUM. HUTANG MODAL Tn. JAYA NOTE
PENYSTAN ) USAHA Investasi awal
B. Sewa
17,500,000
B. Iklan
(200,000) P Jasa

- 17,300,000 P. Jasa

1,500,000

1,500,000 17,300,000

(150,000)

1,500,000 17,150,000

700,000

1,500,000 17,850,000

(500,000)

1,000,000 17,850,000

1,500,000

2,850,000 - 700,000 500,000 17,000,000
15 (200,000) 700,000 200,000 17,000,000
700,000 17,000,000
2,650,000 - 17,000,000
18 500,000 700,000 17,000,000
17,000,000
3,150,000 700,000 700,000 17,000,000
22 (300,000) 17,000,000
700,000 700,000 17,000,000
2,850,000 (200,000) 700,000
26 (200,000)
500,000
2,650,000
29 200,000 500,000 700,000
500,000 (400,000)
2,850,000 300,000
30 (500,000)
500,000 300,000
2,350,000
31

2,350,000
31

2,350,000

19,810,000

1,000,000 19,350,000

1,000,000 19,350,000 P. Jasa
1,000,000 1,200,000 Prive
1,000,000 B.Lain Lain
1,000,000 20,550,000
(300,000)

20,250,000
(200,000)

20,050,000

(340,000) 1,000,000 20,050,000 B. Gaji
(340,000) 1,000,000 (500,000) B. Perlengkapan
1,000,000 B. Penystan
1,000,000 19,550,000
(400,000)

19,150,000
(340,000)

18,810,000
19,810,000

E. Menyusun Laporan Keungan dari Persamaan Dasar Akuntansi
Laporan Keuangan merupakan laporan mengenai posisi kemampuan dan kinerja

keuangan perusahaan serta informasi lainnya yang diperlukan oleh pemakai informasi
akuntansi.
Jenis Laporan yang harus disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan terdiri dari :
1. Laporan Laba-Rugi
2. Laporan Perubahan Ekuitas Pemilik
3. Laporan Perubahan Posisi Keuangan / Neraca
4. Laporan Arus Kas
5. Catatan atas laporan keuangan

1. Laporan Laba-Rugi (Income Statement)
Laporan laba rugi (income statement) merupakan laporan keuangan yang

menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dalam laporan laba rugi
ini tergambar jumlah pendapatan dan sumber-sumber pendapatan yang diperoleh. Kemudian,
juga tergambar jumlah biaya dan jenis-jenis buaya yang dikeluarkan selam periode tertentu.
Dari jumlah pendapatan dan jumlah biaya ini terdapat selisih yang disebut laba atau rugi. Jika
jumah pendapatan lebih besar dari jumlah biaya, perusahaan dikatakan laba. Sebaliknya bila
jumlah pendapatan lebih kecil dari jumlah biaya, perusahaan dikatakan rugi. Laporan Laba-Rugi
bisa disajikan dengan cara :
- Single Step yaitu hanya menjumlah semua total pendapatan dikurang semua total beban tanpa
merinci lebih detail sumber pendapatan dan pengeluaran beban.
- Multi Step yaitu dengan merinci pendapatan dan beban. Pendapatan dipisahkan menjadi
pendapatan usaha dan pendapatan diluar usaha. Beban juga dirinci menjadi Beban Usaha dan
Beban diluar usaha.

Untuk menyusun laporan laba rugi dari Persamaan Dasar Akuntansi langkah-langkah
yang perlu dilakukan sebagai berikut :
- Jumlahkan total Pendapatan yang diperoleh perusahaan dengan cara menjumlah seluruh
Pendapatan yang tertera pada kolom keterangan.
- Identifikasi setiap Beban yang telah dikeluarkan oleh perusahaan, dikolom keterangan setiap
jenis Beban dicatat bila jenis beban yang terjadi muncul berulang-ulang tinggal menjumlahkan
ke dalam satu jenis beban.
- Jumlahkan semua Total Beban dan bandingkan dengan Total Pendapatan atau Total
Pendapatan dikurang Total Beban.

2. Laporan Perubahan Ekuitas Pemilik (Statement of Owner’s Equity)
Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Owner’s Equity) merupakan laporan yang

berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki pada saat ini. Kemudian, laporan ini juga
menjelaskan perubahan modal dan sebab-sebab terjadinya perubahan modal di perusahaan.
Laporan perubahan modal jarang dibuat bila tidak terjadi perubahan modal. Artinya laporan ini
baru dibuat bila memang ada perubahan modal.

Untuk menyusun Laporan Perubahan Ekuitas Pemilik dapat dilakukan dengan langkah-
langkah sebagai berikut :
- Tuliskan jumlah modal awal pemilik, diambil kolom keterangan yang berisi investasi pemilik.

- Tuliskan jumlah Laba atau Rugi yang diperoleh perusahaan, diambil dari Laporan Laba-Rugi.
- Tuliskan jumlah pengambilan pribadi (prive) bila ada, diambil dari kolom keterangan yang berisi

pengambilan pribadi (prive).
- Selisihkan Laba atau Rugi yang diperoleh dari Laporan Laba-Rugi dengan Pengambilan Pribadi,

bila Laba lebih besar dari prive, maka selisihnya sebagai penambahan modal. Bila Laba lebih
kecil dari prive, maka selisihnya sebagai pengurangan modal. Tetapi bila perusahaan menderita
Rugi maka Rugi dan Prive dijumlahkan dan totalnya sebagai pengurangan modal.

3. Laporan Neraca (Balance Sheet)
Neraca (balance sheet) merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan

perusahaan pada tanggal tertentu. Yaitu jumlah posisi kelompok Harta, Kewajiban dan Modal
yang dimiliki perusahaan. Neraca disusun berdasarkan tingkat likuiditasnya yaitu komponen
yang mudah untuk dicairkan (HARTA) dan jatuh temponya yaitu untuk pembayaran utang yang
lebih dulu harus dilunasi (KEWAJIBAN).
Cara menyusun Neraca dari Persamaan Dasar Akuntansi dilakukan dengan cara :
- Mengambil jumlah semua kolom terakhir dari format Persamaan Dasar Akuntansi. Jadi dari
semua komponen Perkiraan yang ada tinggal mengambil nilai terakhir dari masing-masing
komponen perkiraan.
Bentuk laporan Neraca dapat disajikan dengan bentuk :
- Skontro yaitu bentuk sebelah-menyebelah sisi kiri untuk Kelompok HARTA dan sisi kanan
untuk Kelompok KEWAJIBAN dan MODAL.
- Stafel yaitu bentuk laporan atau atas bawah, posisi atas untuk Kelompok HARTA dan posisi
bawah untuk Kelompok KEWAJIBAN dan MODAL.

4. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow)
Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan sumber-sumber penerimaan

kas dan penggunaannya. Laporan arus kas yang menunjukkan aliran kas masuk dan aliran kas
keluar dikelompokkan kedalam 3 kegiatan perusahaan, yaitu :
- Kegiatan Operasi, berkaitan dengan kas masuk dan keluar dari kegiatan operasional perusahaan
dalam rangka memperoleh pendapatan.
- Kegiatan Investasi, berkaitan dengan kas masuk dan kas keluar untuk transaksi aktiva tetap
atau investasi jangka panjang.
- Kegiatan Pendanaan, berkaitan dengan kas masuk dan keluar yang berhubungan dengan modal
atau pendanaan.

Sedangkan penyajian Laporan Arus Kas, dapat disajikan dengan Metode Langsung dan
Metode Tidak Langsung. Metode Langsung dilakukan dengan cara mengidentifikasi setiap
penerimaan dan pengeluaran Kas ke dalam 3 kelompok kegiatan. Metode Tidak Langsung
dilakukan dengan bantuan neraca perbandingan dan menyesuaikan Laba atau Rugi perusahaan
dengan yang mempengaruhinya pada kelompok kegiatan Operasi, untuk kegiatan investasi dan
pendanaan baik metode langsung atau tidak langsung sama pengerjaannya.

5. Catatan atas laporan keuangan

Catatan atas laporan keuangan (merupakan laporan yang memberikan informasi apabila ada
laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu. Artinya terkadang ada komponen
atau nilai dalam laporan keuangan yang perlu diberi penjelasan terlebih dahulu sehingga jelas.
Hal ini perlu dilakukan agar pihak-pihk yang berkepentingan tidak salah dalam menfsirkannya.
Untuk memahami penyusunan Laporan Keuangan dari Persamaan Dasar Akuntansi, berikut ini
disajikan laporan keuangan dari Persamaan Dasar Akuntansi perusahaan Jaya Service yang
telah dikerjakan di atas.

1. Laporan Laba-Rugi JAYA SERVICE
LAPORAN LABA RUGI
Untuk Periode Yang berakhir 31 Januari 2013

PENDAPATAN Rp 3,400,000
PENDAPATAN JASA (Rp 1,790,000 )
Rp 1,610,000
BEBAN USAHA Rp 200,000
BEBAN SEWA Rp 150,000
BEBAN IKLAN Rp 200,000
BEBAN RUPA-RUPA Rp 500,000
BEBAN GAJI
BEBAN PERLENGKAPAN Rp 400,000
BEBAN PENY. PERALTAN Rp 340,000
Total Beban
Laba Bersih

2. Laporan Perubahan Ekuitas
JAYA SERVICE

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode Yang berakhir 31 Januari 2013

Modal Tn. Jaya Per 2 Januari 2013 Rp 17,500,000
Laba bersih usaha Rp 1,610,000
Pengambilan pribadi ( Rp 300,000 ) -
Penambahan Modal Rp 1,310,000 +
Modal Tn. Jaya per 31 Januari 2013 Rp 18,810,000

3. Laporan Neraca JAYA SERVICE
HARTA LAPORAN PERUBAHAN POSISI KEUANGAN/NERACA

Periode 31 Januari 2013
KEWAJIBAN + MODAL

HARTA LANCAR HUTANG LANCAR
Kas Rp 2,350,000 Hutang Usaha Rp 1,000,000
Piutang Usaha Rp 500,000
Perlengkapan Rp 300,000 + ___________ +
Jumlah Harta Lancar Rp 3,150,000 Jumlah Hutang Lancar Rp 1,000,000

HARTA TETAP Rp 17,000,000 HUTANG JANGKA PANJANG
Peralatan -
Akum. Penyusutan ( Rp 340,000 ) - MODAL PEMILIK
Jumlah Harta Tetap Rp 16,660,000 Modal Tn. Jaya Rp 18,810,000 +

TOTAL HARTA Rp 19,810,000 TOTAL KEWAJIBAN Rp 19,810,000
MODAL

4. Laporan Arus Kas JAYA SERVICE
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Yang berakhir 31 Januari 2013

1. Arus Kas dari Kegiatan Operasi

Kas Masuk

- Pendapatan jasa Rp 2,700,000

- Pelunasan piutang Rp 200,000 +

Jumlah kas masuk kegiatan operasi Rp 2,900,000

Kas Keluar

- Biaya sewa Rp 200,000

- Biaya iklan Rp 150,000

- Biaya lain lain Rp 200,000

- Biaya gaji Rp 500,000

- Pembelian perlengkapan Rp 200,000

- Pelunasan utang usaha Rp 500,000 +

Jumlah kas keluar kegiatan operasi Rp 1,750,000 –

Jumlah Kenaikan kas dari kegiatan operasi Rp 1,150,000

2. Arus Kas dari Kegiatan Investasi

Kas Keluar ( Rp 500,000)
- Pembelian Peralatan
3. Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan ( Rp 300.000)
Rp 350,000
Kas Keluar Rp 2,000,000
- Pengambilan Prive
Rp 2,350,000
Total Kenaikan Kas bersih
Saldo Kas awal periode

Saldo kas akhir periode


Click to View FlipBook Version