1
KIMIA UNSUR
_____________________
SEPTEMBER 21
SMAN 23 BATAM
Authored by:
Muhammad Rizqi Ramadhan
XII MIPA 1
Daftar Isi
Daftar Isi .......................................................................................................................... ii
PENDAHULUAN........................................................................................................... iii
A. Unsur – Unsur Golongan Utama ............................................................................1
1. Kelimpahan Unsur – Unsur Golongan Utama di Alam ..................................1
2. Sifat – Sifat, Kegunaan, dan Dampak Unsur Golongan Utama .....................2
B. Unsur – unsur periode ketiga................................................................................13
1. Kelimpahan Unsur – unsur periode ketiga....................................................13
2. Sifat – sifat unsur periode ketiga .....................................................................13
C. Unsur – unsur golongan transisi periode empat .................................................15
1. Kelimpahan unsur – unsur transisi periode empat .......................................15
2. Sifat – sifat, kegunaan, dampak unsur transisi periode empat ...................16
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN ii
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pada tahun 1914, Henry Moseley mempelajari Sinar-X yang mempunyai panjang gelombang
tertentu, dan mengemukakan bahwa sifat fisis dan Kimia suatu unsur merupakan fungsi periodik
atomnya. Selanjutnya Moseley mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan sifat fisis dan Kimia
yang diurutkan berdasarkan kenaikan nomor atom.
Pengelompokan ini dikenal dengan sistem periodik Modern yang dikenal sebagai sistem
periodik bentuk panjang. Sistem periodik ini terdiri dari dua hal yaitu golongan (lajur vertikal) dan
periode (lajur horizontal).Hal ini satu periode unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya
dan dalam satu golongan unsur disusun berdasarkan kemiripan sifat.
Alam semesta ini kaya akan kadungan unsur-unsur kimia. Hingga saat ini, unsur-unsur kimia
berjumlah sekitar 114 unsur. Unsur-unsur tersebut dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya
ke dalam beberapa golongan, yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan
transisi). Selain itu, unsur-unsur kimia dapat dikelompokkan menjadi unsur logam, nonlogam,
semilogam, dan gas mulia
2. Tujuan
▪ Mengidentifikasi kelimpahan unsur – unsur golongan utama, periode ketiga, dan transisi periode
empat di alam.
▪ Mendeskripsikan kecendrungan sifat – sifat fisis dan kimia unsur golongan utama, periode ketiga,
dan transisi periode empat
▪ Mengetahui kegunaan, dan dampak penggunaan unsur – unsur golongan utama, periode ketiga,
dan transisi periode empat.
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN iii
A. Unsur – Unsur Golongan Utama
1. Kelimpahan Unsur – Unsur Golongan Utama di Alam
Sumber utama logam alkali (IA) berupa air laut. Air laut mengandung garam-garam alkali dan
alkali tanah dengan zat terlarut utama berupa NaCl. Kristal-kristal garam zat terlarut dapat diperoleh
dari air laut melalui proses penguapan.
Unsur-unsur alkali tanah (IIA) ditemukan di alam dalam bentuk senyawa. Magnesium dan
kalsium terdapat dalam batuan silikat dan aluminosilikat sebagai kationnya. Kation-kation tersebut
larut dalam air dan terbawa oleh air hujan ke laut. Dengan demikian, ion-ion kalsium dan magnesium
banyak ditemukan di laut, terutama dalam cangkang kerang berupa kalsium karbonat.
Kelimpahan unsur-unsur golongan IIIA di alam beraneka ragam. Boron tidak ditemukan dalam
keadaan bebas di alam, tetapi dalam bentuk senyawa seperti silika, silikat, dan borat.
Golongan IVA meliputi karbon (C), silikon (Si), timah (Sn), germanium (Ge), dan timbal (Pb).
Karbon termasuk unsur paling melimpah ke-15 di kerak bumi dan ke-4 di aiam semesta. Karbon
terkandung dalam semua jenis makhluk hidup. Sumber karbon terdapat pada batu kapur, dolomit,
karbon dioksida, batu bara, tanah gambut, dan minyak bumi. Silikon tidak ditemukan bebas di alam.
Unsur-unsur golongan VA meliputi nitrogen, fosfor, arsen, antimon (stibium), dan bismut.
Nitrogen berada dalam keadaan bebas di alam sebagai unsur N2. Dalam bentuk senyawa, nitrogen
terdapat dalam protein telur, amonia, senyawa organik, dan bintil akar tumbuhan leguminosa yang
mengambil nitrogen dari udara.
Unsur golongan VIA meliputi oksigen, belerang, selenium, telurium, dan polonium. Oksigen
merupakan unsur yang sangat melimpah di alam, tenitama pada lapisan atmosfer, kerak bumi, dan
permukaan bumi. Oksigen terdapat dalam keadaan bebas dengan alotropi berupa molekul unsur
oksigen (O,) dan gas ozon (03). Selain sebagai molekul unsur. Belerang juga terkandung dalam batu
bara dan minyak bumi sebagai senyawa organik, serta dalam gas alam sebagai gas H2S.
Unsur gas mulia (VIIIA) meliputi helium, neon, argon, kripton, xenon, dan radon. Semua Unsur
gas mulia terdapat di udara. Unsur gas mulia terbanyak di udara berupa argon, sedangkan unsur paling
sedikit adalah radon yang bersifat radioaktif. Helium merupakan unsur terbanyak di alam semesta
yang diproses dari gas alam. Kelimpahan helium paling banyak di antara gas mulia yang lain karena
merupakan bahan bakar dari matahari.
Kelimpahan unsur – unsur di alam sangat beragam, terutama di indonesia yang melimpah akan
kekayaan mineral yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Maka, kita wajib bersyukur atas karunia
Tuhan Yang Maha Esa dengan cara memanfaatkannya secara bijaksana
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 1
2. Sifat – Sifat, Kegunaan, dan Dampak Unsur Golongan Utama
Dalam tabel periodik, unsur – unsur golongan utama terletak di sebelah kiri dan kanan. Golongan
utama dinamakan golongan A dan setiap unsur nya mempunyai sifat fisika dan kimia tertentu.
I. Golongan IA (Logam Alkali)
1) Sifat Fisika
Unsur – unsur logal alkali tanah agak lebih keras. Kekerasannya berkisar dari barium yang
kira-kira sama keras dengan timbal. Sampai barilium yang cukup keras untuk menggores
kebanyakna logam lainnya.
Golongan ini mempunyai struktur elektron yang sederhana. Unsur – unsur logam alkali tanah
mempunyai 2 elektron yang relatif mudah dilepaskan. Selain energi, ionisasi yang relatif rendah,
keelektronegatifan rata-rata golongan ini juga rendah dikarenakan ukuran atomnya dan jarak
yang relatif besar ntara elektron terluar dengan inti.
2) Sifat Kimia
Logam alkali bersifat sangat reaktif, sebagaimana terlihat dari energi ionisasinya yang relatif
rendah. Kereaktifan logam alkali meningkat dari Li ke Fr, begitu juga dengan sifat reduktor
yang semakin kuat. Hampir senyawa logam alkali bersifat ionik dan mudah larut dalam air.
Pada pembakaran unsur atau senyawa logam alkali pada nyala api, elektron pada atom setiap
unsur logam alkali akan tereksitasi dan menghasilkan warna nyala yang khas.
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 2
3) Kegunaan dan Dampak
a. Kegunaan Litium (Li)
▪ Dalam bentuk logam digunakan untuk membuat komponen
pesawat terbang dan sebagai bahan baku baterai karna mempunyai
potensial elektroda sangat besar.
▪ Litium karbonat digunakan dalam pengobatan depresi
▪ Digunakan dalam pembuatan bom hidrogen.
b. Kegunaan Natrium (Na)
▪ Digunakan dalam pembuatan tetraethyl lead (TEL) dan sebagai
pendingin reaktor nuklir.
▪ Dalam bentuk natrium klorida (garam dapur) banyak digunakan
sebagai bumbu.
c. Kegunaan Kalium (K)
▪ Dalam bentuk kalium bromida (KBr) digunakan dalam fotografi,
ukiran, litografi, dan dalam bidang kedokteran sebagai obat
penenang.
▪ Dalam bentuk kalium klorida digunakan sebagai pupuk kalium dan
juga digunakan dalam pembuatan senyawa-senyawa kalium
lainnya.
d. Kegunaan Rubidium (Rb) dan Cesium (Cs)
▪ Rubidium digunakan dalam pembuatan umur geologi
▪ Isotop radio aktif sesium -137 digunakan dalam pembangkit energi
atom dan dalam penelitian bidang kedokteran dan industri.
▪ Rubidium dan Cesium digunakan sebagai katoda lampu – lampu
Elektronik
e. Dampak
▪ Dampak negatif logam alkali salah satunya saat terjadi reaksi eksotermis. Misal Natrium,
Kalium, Rubidium, dan Cesium yang bereaksi dengan cepat terhadap air serta menimbulkan
ledakan
▪ Litium jika digunakan sebagai obat syaraf secara berlebihan dapat menimbulkan autis.
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 3
II. Golongan IIA (Logam Alkali Tanah)
1) Sifat Fisika
Unsur – unsur logal alkali tanah agak lebih keras. Kekerasannya berkisar dari barium yang
kira-kira sama keras dengan timbal. Sampai barilium yang cukup keras untuk menggores
kebanyakna logam lainnya.
Golongan ini mempunyai struktur elektron yang sederhana. Unsur – unsur logam alkali
tanah mempunyai 2 elektron yang relatif mudah dilepaskan. Selain energi, ionisasi yang relatif
rendah, keelektronegatifan rata-rata golongan ini juga rendah dikarenakan ukuran atomnya
dan jarak yang relatif besar ntara elektron terluar dengan inti.
2) Sifat Kimia
Sifat unsur-unsur logam alkali tanah dari atas ke bawah makin reaktif, tetapi kurang
reaktifjika dibandingkan logam alkali yang seperiode. Faktor penyebabnya yaitu jari-jari
atomnya lebih kecil daripadajari-jari atom logam alkali sehingga energi ionisasi logam alkali
tanah lebih besar.
Senyawa alkali tanah sukar larut dalam air. Kelarutan logam alkali tanah bergantung nomor
atom ion logam dan jenis ionnya. Senyawa sulfat, kromat, dan oksalat logam-logam alkali tanah
makin sukar larut dengan bertambahnya nomor atom logam tersebut. Sebaliknya, untuk
senyawa hidroksida logam alkali tanah makin mudah larut.
Reaksi unsur alkali tanah dengan air atau oksigen membentuk senyåwa basa. Sifat basa unsur
alkali tanah dapat diketahui dengan melakukan percobaan sederhana berikut. Amati demonstrasi
yang dilakukan guru sesuai langkah percobaaan
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 4
3) Kegunaan dan Dampak
a) Kegunaan Berilium
▪ Paduan logam berilium dengan tembaga digunakan untuk
membuat pegas, klip, dan sambungan listrik. Berilium juga
digunakan untuk komponen reaktor atom dan jendela sinar X.
b) Kegunaan Magnesium (Mg)
▪ Paduan logam magnesium dan aluminium digunakan sebagai bahan konstruksi pesawat
terbang, mobil,rudal, dan bak truk.
c) Kegunaan kalsium (Ca)
▪ CaO digunakan dalam industri besi, baja, air minum, dan gula.
d) Kegunaan Stronsium (Sr)
▪ Stronsium digunakan untuk membuat nyala merah pada
kembang api, nyala api mercusuar, dan bahan cat.
e) Kegunaan Barium
▪ Barium digunakan untuk memberikan nyala hijau pada
kembang api, bahan cat, penyamakan kulit, dan racun tikus.
f) Dampak
▪ Ion Ca2+ dan ion Mg2+ merupakan penyebab air sadah yang merugikan. Pemaparan jangka
paoiang
▪ berilium dapat meningkatkan risiko mengidap penyakit kanker paru-paru.
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 5
III. Golongan IIIA
1) Sifat Fisika
2) Sifat Kimia
a) Boron merupakan unsur yang kurang elektron dan mempunyai p-orbital yang kosong.
b) Aluminium sebagai agem pereduksi yang baik. Aluminium bersifat nontoksik
c) Galium mudah mengorosi logam lain dan bersifat toksik ringan
d) Indium bersifat toksik ringan
e) Senyawa talium (III mudah direduksi menjadi talium (I) dan bersifat sangat toksik
3) Kegunaan dan Dampak
a) Kegunaan
▪ Boron dalam bentuk senyawa digunakan dalam produk bahan perekat, semen, pupuk,
desinfektan, pemadam api, industri kaca, dan pemutih tekstil
▪ Serbuk aluminium digunakan untuk menjalankan roket. Tawas digunakan untuk
menjernihkan air.
▪ Galium digunakan sebagai termometer suhu tinggi dan dalam industri elektronik.
▪ Indium digunakan untuk rnembuat paduan logam, fotokonduktor, dan transistor.
▪ Talium digunakan sebagai superkonduktor pada suhu tinggi
b) Dampak
▪ Aluminium dalam bentuk bubuk akan mudah terbakar dengan mengeluarkan sinar sangat
terang, meledak jika dipanasakan, serta merusak kulit jika terkena panasnya
▪ Talium bersifat toksik sehingga jarang digunakan dalam industri
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 6
IV. Golongan IVA
1) Sifat Fisika
2) Sifat Kimia
a) Karbon tidak bersifat toksik dan merupakan unsur yang sangat tidak reaktif. Meskipun
demikian, karbon dapat bereaksi dengan unsur halogen dan oksigen.
b) Silikon kurang reaktifdibandingkan karbon dan bersifat nontoksik. Silikon akan terbakar dalam
oksigen jika dipanaskan cukup kuat.
c) Germanium bersifat toksik ringan. Germanium bersifat lebih reaktif daripada silikon dalam
larutan H2S04 dan HN03 pekat.
d) Timah(ll) merupakan agen pereduksi yang baik. Timah bersifat nontoksik.
e) Timbal bersifat toksik.
3) Kegunaan dan Dampak
a) Kegunaan
▪ Karbon dalam alotrop grafik digunakan untuk isi pensil, elektrode batrai, fiber grafit, dan
raket tenis.
▪ Silikon digunakan untuk solar sel.
▪ Germanium digunakan sebagai bahan semikonduktor.
▪ Timbal digunakan untuk baterai, aloi, amunisi, pelindung radiasi, dan digunakan dalam
industri cat.
b) Dampak
▪ Karbon mempunyai dampak negatif mudah terbakar serta beracun.
▪ Timbal bersifat toksik, bahkan dapat mengakibatkna kerusakan otak dan ginjal.
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 7
V. Golongan VA
1) Sifat Fisika
2) Sifat Kimia
a) Nitrogen merupakan unsur yang stabil dan sulit bereaksi dengan unsur / senyawa lainnya.
b) Fosfor tidak bereaksi dengan air. Namun, fosfor bereaksi dengan oksigen dan klor.
c) Arsenik bersifat racun. Ketika dipanaskan akan cepat teroksidasi menjadi oksida arsenik.
Arsenik bereaksi dengan halogen, asam pengoksida pekat, dan alkali panas.
d) Antimon yang berupa logam biru putih bersifat stabil, sedangkan antimon kuning dan hitam
merupakan logam yang tidak stabil.
e) Bismut akan membentuk nyala biru ketika dibakar dengan oksigen.
3) Kegunaan dan Dampak
▪ Nitrogen digunakan untuk membuat pupuk urea, bahan pembeku dalam industri pengolahan
makanan, dan pengisi ruang kosong pada termometer.
▪ Asam fosfat digunakan untuk pelapisan logam dan memberi rasa masam pada minuman.
▪ Senyawa arsenik digunakan dalam insektida dan sebabagai meterial semikonduktor.
▪ Antimo digunakan sebagai bahan paduan logam untuk pelat aki, solder, dll.
▪ Bismut digunakan untuk membuat aloi pengecor dengan timah dan
kadmium. Senyawa bismut bebas timbal sering digunakan sebagai
bahan kosmetik dan dalam bidang medis.
▪ Dampak negatif : Asam nitrat mudah meledak, nitrogen dapat
mengakitbatkan hujan asam, fosfor putih dan arsenik bersifat
beracun.
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 8
VI. Golongan VIA
1) Sifat Fisika
2) Sifat Kimia
a) Oksigen memiliki biloks -2, kecuali pada senyawa perioksida -1 dan pada superoksida -1/2.
Oksidator yang dapat mengoksidasi logam dan nonlogam serta bersifat nontoksik
b) Belerang sukar bereaksi pada suhu biasa namun dapat bereaksi pada suhu tinggi dengan
berbagai logam. Belerang tidak bereaksi dengan air dan bersifat nontoksik
c) Selenium dan telurium mempunyai sigat kimia sama dengan belerang, tetapi lebih bersifat
logam. Sifat kimia polonium mirip dengan telurium dan bismut.
3) Kegunaan dan Dampak
a) Kegunaan
▪ Oksigen digunakan untuk pernapasan makhluk hidup, pembakaran, oksidator untuk
membuat senyawa – senyawa kimia, bahan bakar roket, dan bahan bakar pesawat ulang
aling (Pesawat ruamg angkasa) bersama hidrogen.
▪ Belerang digunakan untuk membuat asam sulfat, vulkanisasi karet, dan membasmi penyakit
tanaman
▪ Selenium dan telurium untuk membuat aloi dan sebagaia fotokonduktor.
b) Dampak
▪ Oksigen dapat mengakibatkan kebakaran, mempercepat pembusukan buah – buahan dan
sayur – sayuran, serta menyebabkan perkaratan
▪ Uap belerang dapat meracuni jamur, mudah terbakar
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 9
VII. Golongan VIIA (Halogen)
1) Sifat Fisika
2) Sifat Kimia
a) Halogen bersifat reaktif serta bereaksi dengan logam, nonlogam, metaloid tertentu, hidrogen,
dan air
b) Halogen merupakan oksidator kuat dan kelarutan unsurnya berbeda – beda
c) Unsur halogen dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk asam halida dan unsur halogen
(kecuali fluorin) dapat membentuk asam – asam beroksigen (oksihalogen)
3) Kegunaan dan Dampak
a) Kegunaan
▪ Fluorin digunakan untuk membuat freon (zat pendingin pada kulkas dan ac) dan teflon.
▪ Klorin digunakan membuat garam dapur, dan pestisida. Klorofrom (CHCl3) digunakan
sebagai pelarut dan obat bius.
▪ Bromin terdapat dalam senyawa etilen dibromida yaitu zat aditif pada bensin.
▪ Iodin terdapat dalam senyawa iodoform untuk desinfektan
dan untuk mengobati penyakit borok.
b) Dampak
▪ Senyawa CFC dapat mengakibatkan rusaknya lapisan ozon
▪ Insektisida juga berbahaya bagi manusia jika tidak berhati – hati dalam penggunannya.
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 10
VIII. Golongan VIIIA (Gas Mulia)
1) Sifat Fisika
2) Sifat Kimia
a) Gas mulia sukar bereaksi karena konfigurasi elektronnya stabi sehingga jarang ditemukan
dalam bentuk senyawa
b) Gas mulia sedikit larut dalam air, kecuali helium dan neon karna ukuran atomnya terlalu kecil.
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 11
3) Kegunaan dan Dampak
a) Kegunaan
▪ Helium (He)
digunakan sebagai pengisi balon udara.
▪ Neon (Ne)
dapat digunakan sebagai pengisi lampu berwarna, untuk tabung televisi, dan indikator
tegangan tinggi. Neon cair digunakan sebagai pendingan pada reaktor nuklir.
▪ Argon (Ar)
digunakan sebagai pengganti nitrogen untuk megisi bola lampu pijar serta membentuk
atmosfer inert guna mencegah oksidasi pada penyepuhan logam atau pembuatan kristal
silikon dan germanium.
▪ Kripton (Kr)
terdapat dalam garam kripton digluorida dan garam kompleks (KrFSbF6). Kripton
digunakan untuk lampu antikabut dan fotografi kecepatan tinggi.
▪ Xenon (Xe)
terdapat dalam senyawa garam serta digunakan untuk pembiusan pada pembedahan.
▪ Radon (Rn)
yang bersifat radioaktif digunakan dalam terapi radiasi bagi penderita kanker.
b) Dampak
▪ Radon menghasilkan hasil peluruhan berbentuk padatan yang sangat halus, dan akibatnya,
jika terhirup oleh manusia akan mudah memasuki jalur udara dan melekat permanen dalam
jaringan paru-paru, sehingga dapat menyebabkan kanker paru-paru
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 12
B. Unsur – unsur periode ketiga
1. Kelimpahan Unsur – unsur periode ketiga
Unsur periode ketiga meliputi Natrium (Na), Magnesium (Mg), Alumunium (Al), Silikon (Si),
Fosfor (P), Belerang (S), Klor (Cl), Argon (Ar). Di alam unsur periode ketiga ditemukan dalam bentuk
mineral, kecuali belerang (dalam bentuk unsur bebas dan senyawa) serta argon (dalam unsur bebas).
Unsur – unsur tersebut banyak digunakan dalam kehidupan sehari – hari, baik sebagai unsur bebas
maupun dalam bentuk senyawanya (selain Argon, karna berbentuk gas,dihasilkan dari gunung api,
dan terdapat 0,93% di udara).
2. Sifat – sifat unsur periode ketiga
I. Sifat Logam dan Nonlogam
Dalam Satu periode dari kiri ke kanan sifat logam makin berkurang. Berkurangnya sifat logam
tersebut karna semakin ke kanan maka harga keelektronegatifannya semakin besar sehingga makin
sukar membentuk ion positif (unsur logam cenderung membentuk ion positif).
1) Kelompok unsur Logam :
Natrium (Na), Magnesium (Mg), dan Aluminium (Al).
2) Kelompok unsur Semilogam :
Silikon (Si).
3) Kelompok unsur Nonlogam :
Fosfor (P), Sulfur (S), Klor (Cl), dan Argon (Ar)
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 13
II. Sifat Kepriodikan
No Sifat Kepriodikan Na Mg Al Si P S Cl Ar
1 Jari – Jari atom (pm) 99 –
2 Energi ionisasi (kJ mol-1) 157 136 125 117 110 104 1.260
2,85 1.520
3 Keelektronegatifan 495 738 577 787 1.060 1.000 -101 –
4 Titik leleh (oC) -35
5 Titik didih (oC) 1,00 1,25 1,45 1,75 2,05 2,45 I -189
AK
6 Sifat Konduktor listrik 98 651 660 1.410 44 119 -186
7 Sifat Asam / Basa 892 1.107 2467 2.355 280 445 I
–
KK K SK I I
BK BL amfoter AL AL AK
Keterangan :
K = Konduktor SK = Semikonduktor I = Isolator
BK = Basa Kuat BL = Basa Lemah AL = Asam Lemah AK = Asam Kuat
1) Jari – Jari Atom
Jari – jari atom unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin kecil, mesikipun kulit
elektronnya sama – sama tiga.
2) Energi Ionisasi
Pada umumnya makin kecil jari – jari atom suatu unsur energi ionisasi nya semakin besar.
Namu, itu juga dipengaruhi oleh struktur elektron dalam orbital terluatnya. Sehingga ada
sedikit penyimpangan energi ionisasi unsur – unsur pada periode ketiga. Energi ionisasi Mg
lebih besar dari Al, dan energi ionisasi P lebih besar daripada S.
3) Keelegtronegatifan
Makin ke kanan keelegtronegatifan nya semakin besar. Maka, unsur yang
keelektronegatifannya terbesar yaitu klor, sedangkan argon tidak memiliki keelektronegatifan
karna merupakan gas mulia.
4) Titik Didih dan Titik Leleh
Unsur silikon memiliki titik didih dan titik leleh paling tinggi di antara unsur periode tiga
yang lain. Karna, untuk melelehkannya diperlukan banyak energi guna memutuskan 4 buah
ikatan kovalen yang membentuk struktur kovalen raksasa
5) Sifat Asam – Basa
Unsur unsur pada periode ketiga makin ke kanan memiliki harga energi ionisasi yang
cenderung bertambah. Hal ini berarti unsur – unsur tersebut makin kuat menarik elektron.
Sehingga, makin kuat suatu unsur menarik elektron, sifat basanya semakin berkurang dan sifat
asamnya semakin bertambah.
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 14
C. Unsur – unsur golongan transisi periode empat
1. Kelimpahan unsur – unsur transisi periode empat
Unsur transisi adalah unsur yang terletak pada daerah peralihan antara bagian kiri dan kanan pada
sistem periodik. Unsur-unsur tersebut mempunyai elektron terakhir pada sub kulit B. Unsur transisi
terdiri dari semua unsur yang terdapat pada golongan IB, IIB, IIIB, IVB, VB, VIB, VIIB, VIIIB.
Semua unsur transisi merupakan unsur logam kecuali Cu.
Unsur transisi di alam sebagian besar ditemukan dalam bentuk senyawa oksida dan sulfida. Hal
itu terjadi kerena unsur – unsur transisi sangat mudah teroksidasi dan mempunyai afinitas yang cukup
besar terhadap oksigen dan belerang. Selain itu, oksigen dan belerang termasuk unsur yang sangat
reaktif terhadap logam dan tersebar di kerak bumi.
Unsur transis dalam bentuk mineral banyak ditemukan dialam seperti tabel berikut :
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 15
2. Sifat – sifat, kegunaan, dampak unsur transisi periode empat
I. Sifat Logam
Semua unsur transisi mempunyai sifat logam. Adanya ikatan logam ini mengakibatkan titik
leleh, titik didih, dan densitas unsur transisi cukup besar sehingga bersifat keras dan kuat.
II. Bilangan Oksidasi
Unsur transisi mempunyai beberapa bilangan oksidasi yang bersifat elektropositif (mudah
melepaskan elektron) sehingga bilangan oksidasinya bertanda positif. Bilangan oksidasi
maksimum yang dicapai suatu unsur transisi menyatakan jumlah elektron pada subkulit 3d dan 4s.
Keterangan : O = Bilangan oksidasi yang stabil
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 16
III. Senyawa Berwarna
Senyawa yang dibentuk dari ion – ion logam transisi sebagian besar berwarna. Warna ini
disebabkan oleh tingkat energi elektron pada unsur – unsur transisi hampir sama. Oleh karna itu,
elektron – elektron dapat bergerak ke tingkat yang lebih tinggi dengan mengabsorpsi sinar tampak.
Hubungan antara ion – ion logam transisi dengan warna yang terbentuk :
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 17
IV. Kegunaan dan Dampak
1) Skandium (Sc)
▪ Digunakan sebagai bahan pembentukan gelatin hidroksida (Sc(OH)3) yang bersifat amtofer.
▪ Skandium dapat mengakibatkan emboli paru – paru serta dapat memicu penyakit organ hati.
2) Titanium (Ti)
▪ Titanium banyak digunakan dalam industri pesawat terbang, mesin turbin, dan peralatan
kelautan.
▪ Paparan Titanium secara berlebihan dapat mengakibatkan perubahan di paru – paru
sehingga memicu keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, dan batuk
3) Vanadium (V)
▪ Banyak digunakan dalam pembuatan peralatan teknik yang tahan getaran,misal pegas,
per mobil, pesawat terbang, dan kereta api.
▪ Vanadium dapat memicu iritasi paru – paru, tenggorakan, mata, dan hidung.
4) Krom (Cr)
▪ Logam krom banyak digunakan untuk melapisi logam lain agar tahan karat secara
elektoplating, misal mikrom pada alat pemanas yang mengandung 18% krom.
▪ Kromium (VI) mengakibatkan efek kesehatan, seperti alergi, iritasi hidung, serta gangguan
paru – paru dan perut.
5) Mangan (Mn)
▪ Banyak digunakan pada industri baja sebagai campuran(aloi) dengan besi yang disebut
feromangan.
▪ Mangan dapat mengakibatkan parkinson, emboli paru – paru, dan bronkitis.
6) Besi (Fe)
▪ Besi selalu dipadukan dengan logam lain membentuk aloi, misal baja atau stainless steel
agar lebih keras.
▪ Konsentrasi oksidasi besi yang terhirup berlebihan meningkatkan resiko kanker paru – paru.
7) Kobalt (Co)
▪ Digunakan untuk membuat paduan logam.Campuran besi – kobalt yang bersifat tahan karat.
▪ Radiasi isotop radioaktif kobalt dapat memicu kemandulan, pendarahan, bahkan kematian.
8) Nikel (Ni)
▪ Digunakan untuk melapisi logam agar tahan karat dan sebagai campuran logam (alnico).
▪ Dapat memicu kanker paru – paru, emboli paru, bronkitis, dan gangguan jantung.
9) Tembaga (Cu)
▪ Tembaga banyak digunakan sebagai kabel listrik.
▪ Tembaga dapat mengakibatkan iritasi hidung, mulut, mata, dan kerusakan ginjal.
10) Seng (Zn)
▪ Seng digunakan sebagai bahan pembuat cat putih, dan paduan logam (misal kuningan).
▪ Seng dapat menyebabkan kerusakan pankreas, mengganggu metabolisme protein dan
anemia.
KIMIA UNSUR XII MIPA || M.RIZQI RAMADHAN 18