PENYAJIAN DATA DALAM BENTUK TABEL
Tabel merupakan kumpulan angka yang disusun menurut kategori atau
aturan tertentu sehingga memudahkan untuk pembuatan analisis. data. Ada
beberapa bentuk tabel, antara lain :
1. Tabel satu arah (one way table)
2. Tabel dua arah (two way table)
3. Tabel tiga arah (three way table)
Berikut ini diberikan contoh ketiga jenis tabel, tersebut:
1. Tabel satu arah ialah tabel yang hanya memuat keterangan mengenai
satu hal atau satu karakteristik saja. Contohnya :
Hobi Siswa Kelas XII SMKN 16
Hobi Banyak siswa
Olah raga 10
Komputer 9
Seni suara 5
Seni rupa 7
Seni tari 4
Pendakian gunung 5
Jumlah 40
Tabel tersebut hanya memuat keterangan mengenai suatu karakteristik
saja ialah kegemaran siswa.
2. Tabel dua arah ialah tabel yang menunjukkan dua hal atau dua
karakteristik. Contohnya :
BANYAK MURID DI DAERAH X
MENURUT JENJANG SEKOLAH DAN JENIS KELAMIN
Banyak Murid
Jenjang Sekolah Laki-laki Perempuan Jumlah
SD 1.562
SMP 875 687 1.451
SMA 818
SMK 859 592 743
Jumlah 476 342 4.574
316 427
2.526 2.048
Tabel banyak murid tersebut menunjukkan dua karakteristik yakni menurut
jenjang sekolah dan jenis kelamin.
3. Tabel tiga arah ialah tabel yang menunjukkan tiga hal atau tiga
karakteristik. Contohnya :
PEMBELIAN BARANG OLEH DINAS X
MENURUT BANYAK DAN HARGANYA
TAHUN 2001-2003
Banyak Barang Harga Barang
Barang (Ribuan Unit) (Jutaan Rupiah
2001 2002 2003 Jumlah 2001 2002 2003 Jumlah
A 8,3 12,7 11,0 32,0 234,4 307,8 290,4 832,6
B 10,8 9,4 13,0 33,2 81,4 80,5 92,0 253,9
Jumlah 19,1 22,1 24,0 65,2 315,8 388,3 382,4 1.086,5
Tabel di atas mengungkap tiga karakteristik yaitu : jenis barang, tahun dan
banyak serta harga .
Berdasar pada contoh-contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa banyak
karakteristik dari suatu data merupakan dasar pemikiran dalam penysunan
banyaknya kolom dalam tabel yang dibuat.
4. Tabel Distribusi Frekuensi
Data kuantitatif dari suatu observasi kemungkinan cukup banyak sehingga
untuk pengamatan lebih lanjut, data itu perlu disusun dalam suatu daftar atau
tabel yang disebut daftar distribusi frekuensi.
Contoh
Skor hasil ujian blok yang terdiri dari dua kompetensi dasar sebagai berikut :
81 85 62 71 70 81 86 67 96 51
63 71 75 69 48 34 87 86 73 75
42 91 58 93 52 82 90 95 82 72
53 38 77 93 85 47 70 68 57 71
96 40 70 92 68 88 58 51 90 74
52 63 96 77 83 76 48 92 81 83
92 73 84 78 78 72 60 84 78 60
43 70 83 64 96 93 55 73 58 40
88 96 72 53 87 92 73 77 63 58
71 80 38 63 56 76 82 61 76 63
Untuk penysunan tabel distribusi frekuensi biasanya ditempuh langkah-
langkah sebagai berikut :
Langkah 1 : Menentukan jangkauan datanya, yaitu selisih data terbesar
(statistik maksimum) dengan data terkecil (statistik minimum)
J X maks X min
Untuk contoh di atas : J = 96 34 = 62
Langkah 2 : Menentukan banyak kelas ( pada umumnya 5 sampai 20 ).
Banyak kelas dapat ditentukan dengan menggunakan kaidah
empiris Sturges :
k = 1 + 3,3 log n
dengan k = banyak kelas dan n = banyak data
Untuk contoh di atas : k = 1 + 3,3 log 100 = 7,6 (diambil 7 atau 8)
Langkah 3 : Menentukan lebar kelas, dengan aturan :
i= j
k
Lebar kelas jika mungkin diambil ganjil, agar titik tengah
kelasnya merupakan bilangan yang baik.
Untuk contoh di atas :
I = 62 7,75 (dibulatkan menjadi 8)
8
Langkah 4 : Dibuat distribusi frekuensinya dengan tally (turus)
Skor Pengujian Turus Frekuensi
33 40 IIII 5
41 48 IIII 5
49 56 IIII III 8
57 64 IIII IIII IIII 14
65 72 IIIIIIII IIII I 16
73 80 IIII IIII IIII II 17
81 88 IIII IIII IIIIIIII 19
89 96 IIII IIIIIIII I 16
Jumlah 100
5. Tabel Distribusi Frekuensi Relatif
Daftar distribusi frekuensi di atas dapat juga dinyatakan dengan
distribusi frekuensi relatif, yaitu perbandingan frekuensi dengan jumlah
frekuensi, atau :
fi f
f
Contoh :
Di bawah ini contoh tabel distribusi frekuensi skor hasil ujian blok mata
pelajaran, dari suatu kelas :
Skor Ujian Blok Frekuensi Frekuensi Relatif
21 30 2 0,04
31 40 3 0,06
41 50 6 0,12
51 60 10 0,20
61 70 12 0,24
71 80 10 0,20
81 90 4 0,08
91 100 3 0,06
Jumlah
50 1
Frekuensi relatif kelas pertama di dapat dari : 2 0,04 atau 4%
50
Demikian juga frekuensi relatif kelas ke 5 diperoleh : 12 0,24 atau 24%
50
6. Tabel Distribusi Kumulatif
Frekuensi kumulatif dari suatu distribusi frekuensi dapat menunjukkan
berapa frekuensi yang terletak di atas atau di bawah nilai tertentu dalam
suatu interval kelas.
Ada dua macam frekuensi kumulatif, yaitu :
a. Frekuensi kumulatif “kurang dari”
b. Frekuensi kumulatif “lebih dari”
Di bawah ini contoh dari distribusi frekuensi kumulatif :
Skor Ujian Frekuensi Frekuensi kumulatif Frekuensi kumulatif
Matematika (f) “kurang dari” “lebih dari”
30 39 4 4 50
40 49 6 10 46
50 59 8 18 40
60 69 12 30 32
70 79 9 39 20
80 89 7 46 11
90 99 4 50 4
Dari tabel di atas, dapat kita baca bahwa :
Jumlah siswa yang memperoleh skor kurang dari 70 adalah 30 orang
Jumlah siswa yang memperoleh skor lebih dari 59 adalah 32 orang