The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ziv.reagan.84, 2021-12-07 05:26:14

Cerpen Bahasa Indonesia

Cerpen

DUA SAHABAT

OLEH : ZIV REAGAN WICKLEY










"SAHABAT AKAN SELALU BAHU-
MEMBAHU."

Kesan dan Pesan dari Pembaca

Saya suka buku ini, karena buku ini menceritakan tentang
betapa pentingnya ikatan sahabat bagi hidup kita. Tidak
hanya itu, buku ini juga mengajarkan saya betapa pentingnya
mempertahankan suatu hubungan agar tidak putus.

Nicholas Alvero

Pramenulis



Topik : Gelombang Bunyi
Tujuan : Saya ingin orang tidak merendahkan temannya
Pembaca : Semua orang
Ide : Ada seorang anak yang sangat cerdas bernama Bobi.
Ia memiliki sahabat bernama Udin. Suatu hari guru IPA
mereka menyuruh Bobi dan teman sekelasnya membuat
sebuah mesin yang berhubungan dengan gelombang bunyi
dan tanggal pengumpulan waktu yang diberikan adalah
selama satu minggu. Setelah mereka mulai membuat
mesin tersebut, kebanyakan hanya Bobi yang bekerja,
karena Bobi tidak ingin memberikan Udin bagian tugas
pengerjaan mesin tersebut. Alasannya adalah, karena ia
menganggap dirinya sendiri lebih pintar dari Udin. Enam
hari telah berlalu dan mesin tersebut masih jauh dari
tahap penyelesaian. Bobi mulai stress dan memberikan
Udin kesempatan untuk membuat mesin tersebut. Pada
akhirnya, karya mereka akhirnya selesai sebelum tanggal
pengumpulan.

Suatu hari, di sebuah sekolah ada seorang anak yang
sangat pintar bernama Bobi. Bobi memang terkenal sangat
pintar, tetapi banyak sekali murid di kelas yang sangat
membencinya. Namun ia memiliki seorang sahabat
bernama Udin.

Suatu hari, Guru IPA mereka memberikan tugas
berdampingan untuk membuat sebuah mesin yang
berhubungan dengan gelombang bunyi.

Gurunya berkata, “Masing-masing orang boleh memilih
satu teman untuk mengerjakan tugas ini. Bagi yang dapat
meraih hasil yang paling bagus akan diberikan nilai
tertinggi dan medali kehormatan yang terbuat dari emas
asli.”

Bobi dan Udin sangat semangat mengerjakan tugas ini.
Setelah pulang sekolah mereka langsung mengunjungi
rumah Bobi untuk membuat sebuah prototipe mesin
gelombang bunyi. Setelah mereka telah selesai membuat
prototipenya mereka menyiapkan semua barang yang
mereka butuhkan. Sesudah itu Udin pamit pulang ke
rumah dan lanjut membuat tugas yang diberikan esok hari.

Hari kedua pun telah tiba, Bobi dan Udin lanjut membuat
mesin komunikasi tersebut di sekolah. Setelah mereka
masuk sekolah, Bobi dan Udin bertanya kepada guru IPA
mereka tentang mesin tersebut lebih dalam agar mereka
tahu apa harus dilakukan agar berhasil. Setelah pulang
sekolah, mereka lanjut mengerjakan mesin tersebut,
tetapi Bobi tidak memberikan Udin peran yang banyak
dalam pengerjaan mesin tersebut, karena dia menganggap
kdeirminuydaianlebbiehrtapninytaakrepdaadriapBado
abi,sahabatnya sendiri. Udin
” Kenapa tugasku yang kamu berikan hanya sedikit?”
tanya Udin.
Bobi namun berkata, “Kamu tidak bisa mengerjakan hal
seperti ini.”
Udin Pun menjawab, “Tapi setidaknya aku bisa diberikan
peran yang lebih banyak dalam pengerjaan mesin ini.”
Udin mulai merasa sedih karena tidak diberikan tugas
apapun. Setelah beberapa jam telah berlalu, Udin
memutuskan untuk pulang ke rumahnya.

Di hari kedua, Bobi dan Udin sudah bangun mereka
bertemu di sekolah. Saat sesi kelas IPA sudah hampir
diakhiri, guru mereka menyuruh mereka untuk
melanjutkan tugas berdampingan mereka yang belum
selesai. Saat gurunya datang dan melihat mesin mereka,
gurunya berkata, “Mesin apa yang kalian berdua buat?”
Bobi berkata “Kami membuat mesin yang bisa membantu
kita berkomunikasi dengan kelelawar.”
Gurunya berkata, “Wow, tapi kenapa Udin tidak bekerja?”
Udin berkata, “Saya tidak bekerja karena Bobi mengatakan
bahwa saya tidak bisa melakukan apapun, padahal saya
tahu saya bisa bekerja dengan baik.”

Gurunya berkata “Bobi kamu harus melakukan tugas ini
bersama atau kamu tidak akan bisa menyelesaikannya
tepat waktu.” Bobi hanya mengangguk kepala. Setelah
pulang sekolah mereka berdua ke rumah Bobi. Bobi masih
berperilaku sama, dia masih tidak memberikan Udin tugas
apa-apa.
Udin bertanya kepada Bobi, “Kenapa kamu masih gak kasih
aku peran sama sekali?”
“Karena aku gak mau, emang kenapa? jawab Bobi.

Udin ingin sekali memarahi temannya, namun tidak ia
lakukan dengan alasan Bobi merupakan teman baiknya.
Udin mencoba membantu Bobi, tetapi tetap saja tidak
diperbolehkan Bobi. Hari keempat pun telah tiba dan
masih banyak yang harus diselesaikan dalam pengerjaan
mesin tersebut.

Udin lalu berkata kepada Bobi “Biarkan aku membantumu
Bobi, masih banyak yang harus diselesaikan.” Bobi masih
tidak ingin memberikan kesempatan kepada temannya
sendiri karena keegoisannya. Melihat masih banyak yang
harus dikerjakan, Bobi mulai stress dan akhirnya dia
memberikan Udin kesempatan membantunya.

Bobi berkata kepada Udin “Udin, aku minta maaf karena
aku berpikir aku bisa menyelesaikan ini semua sendiri.”
Udin memaafkan Bobi dan pada akhirnya, mereka berdua
bergegas melakukan mesin tersebut bersama. Mereka
menyelesaikannya hingga tengah malam.

Keesokan harinya, mereka tidak sabar untuk
memperlihatkan mesin yang mereka telah ciptakan kepada
guru mereka. Setelah mereka telah sampai sekolah, mereka
memperlihatkan mesin yang telah mereka ciptakan bersama.
Banyak sekali teman mereka yang terkejut dengan hasil kerja
mereka yang luar biasa. Setelah presentasinya telah
berakhir, Bobi dan Udin berhasil mendapatkan medali emas.
Di saat itulah Bobi menyadari bahwa ia memiliki teman yang
sangat baik.

Bobi dan Udin adalah sepasang
sahabat yang ditugaskan untuk
mengerjakan sebuah mesin dengan
gelombang bunyi, apakah mereka

akan berhasil?


Click to View FlipBook Version