KEARIFAN
LOKAL
TARI TOPENG BETAWI
TIM PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
SMP NEGERI 120 JAKARTA TP. 2022/2023
Bhinneka Tunggal Ika 1. Guru perlu memiliki keterbukaan pola pikir terhadap konsep baru
khususnya terkait toleransi, pluralisme, dan keragaman indonesia, serta
Hal-hal Yang Perlu memiliki pengetahuan tentang perkembangan budaya di Indonesia.
Diperhatikan
Sebelum Memulai Projek 2. Guru memiliki keinginan untuk memahami istilah dan konsep baru dalam
bidang budaya lokal jakarta.
3. Apakah sekolah memiliki budget dan akses internet untuk melakukan
literasi digital mengenai budaya lokal betawi (tari topeng betawi) dan
memiliki jaringan atau relasi dengan komunitas atau individu yang memiliki
latar belakang budaya betawi, maupun mengundang pembicara ahlisebagai
narasumber.
4. Dukungan sarana dan prasarana dari sekolah terkait transportasi untuk
kegiatan observasi baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan
sekolah.
5. Komitmen dan dukungan dari sekolah untuk membantu Peserta didik
menjalankan solusi aksi dan mengajukan rancangan kepada pemangku
kebijakan (baik dalam lingkup sekolah maupun diluar sekolah) agar nilai
pembelajaran terwujud dalam aksi nyata dan bermanfaat.
KEARIFAN LOKAL Banyaknya masalah sosial terkait yang terjadi saat ini karena kebanyakan masyarakat tidak
mengenal budaya lokal khususnya budaya betawi (Jakarta). Seiring dengan kemajuan
Tujuan, teknologi sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses beragam budaya mlalui
Alur,dan media sosial, kadang dengan mudahnya kita mengakses beragam budaya dari berbagai
Target bangsa yang mana budaya kita sendiri kadang terlupakan. Hanya menghadirkan keragaman
budaya sekitar kita tanpa memilah dan memilih budaya mana yang sesuai dengan identitas
Pencapaian Projek kita sebagai warga negara indonesia secara umum dan sebagai warga jakarta secara khusus,
maka budaya kita akan secara perlahan hilang digantikan dengan budaya lain yang belum
tentu sesuai dengan budaya bangsa indonesia. Untuk memperbaiki kondisi ini, perlu adanya
pengetahuan dan pemahaman tentang betapa pentingnya ikut serta mengembangkan dan
melestarikan budaya bangsa kita sendiri, menyadari bahwa semua orang tanpa terkecuali
dapat berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat secara aktif berpartisipasi untuk
mengembangkan dan melestarikan budaya betawi (tari topeng betawi) sebagai salah satu
keragaman budaya Indonesia,
Proyek ini dimulai dengan tahap pengenalan, peserta didik diajak mengenali dan menggali
lebih dalam tentang berbagai keragaman budaya jakarta. Serta menjadi pelaku untuk
mengembangkan dan melestarikan keberagaman budaya betawi (Jakarta) di sekolah maupun di
masyarakat. Setelah tahap pengenalan, peserta didik masuk dalam tahap kontekstualisasi
dengan melakukan kreasi menampilkan salah satu kesenian dari betawi yaitu tari topeng
betawi Selama proses projek ini berjalan, murid tidak hanya membentuk pengetahuan, namun
juga membangun kesadaran dan melakukan aksi kreatif dan mandiri sebagai pelaku seni sebagai
bagian dari individu yang turut serta menmpilkan tarian topeng betawi sebagai wujud ikut
mengembangkan dan melestarikan kerarifan lokal budaya betawi (Jakarta),
Melalui projek ini, Peserta didik diharapkan telah mengembangkan secara spesifik tiga dimensi
Profil Pelajar Pancasila, yakni Berkebhinekaan Global, Kreatif, dan Mandiri beserta sub-elemen
terkait yang dijabarkan secara detail pada dokumen ini.
Bhinneka Tunggal Ika 1. Kegiatan pengenalan ragam budaya: 2. MenontonVideo 3. Berdiskusi mengenai
budaya betawi
A Tahapan Pengenalan Perkenalan dengan keragaman Teori, Pengenalan, dan identifikasi
budaya disekitar kita dan keragaman budaya betawi Setelah mengenal ragam budaya
Perkenalan dengan keragaman betawi, akan dipilih budaya betawi
budaya di sekitar kita lebih fokus ke bagaimana menyikapi dengan mana yang menjadi fokus proyek
budaya betawi salah satunya adalah bijaksana
tari topeng betawi
6. Pendampingan pendidik 5. Memutuskan isu Tari Topeng 4. Eksplorasi Isu Tentang Tari
Betawi sebagai fokus proyek Topeng Betawi
Mengkontekstualisasi fokus budaya betawi yang akan dilaksanakan
melalui diskusi dengan guru pendamping Peengumpulan data lteratur
untuk mengetahui lebih dalam tentang Dengan kekikutsertan semua mengenai tari topeng betawi
konsep dan pengetahuan tentang tofik proyek peserta didik dan pendaming melaui berbagai cara
dan Peserta didik menuliskanapa yang ingin
memutuskan isu tari topeng
mereka ketahui lebih dalam tentang topik
proyek terkait. betawi sebagai fokus proyek
7. Dokumentasi selama 8. Perencanaan proyek
pembelajaran dalam Penjabaran dan penjelasan konsep design thinking yang dilengkapi
memutuskan proyek yang akan dengan pendalaman melalui diskusi, tanya jawab, wawancara dan
dilaksanakan mulai menyusun rancangan proyek
Tahapan
Dalam Projek
KEARIFAN LOKAL 9. Observasi 10. Penetapangerak tari 11. Ideate (ideasi)
B 8. Tahapan Riset mandiri tentang Tari topeng betawi BerdiskusiMembuat
Topeng Betawi (secara
Kontekstual peserta didik secara kratif Ide
berkelompok dan membagi membuat Topeng dan
Mengkontekstualisasi proyek pada peran dari masing masing Peserta didik mencurahkan
kegiatan projek mengembangkan gerakan ide sebanyak-banyaknya
anggota kelompok) tari topeng betawi
dalam membuat
prototipe Topeng dan
gerakan tari topeng
betawi
14. Revisi dan 13. Test (Uji coba) 12.Prototype
Finalisasi
Prototipe MengujiPrototipe (Prototipe) -
Pembaharuan terakhir dari Pengujian dilakukan untuk Pembuatan Prototipe
prototipeberdasarkan hasil mengumpulkan berbagai
umpan balik saat ujicoba Dalam pembuatan prototipe, diperlukan
feedbackdari berbagai pengumpulan data-data yang akurat,
rancanganakhir yang telah sehingga prototipe yang dibuat dapat
dirumuskan dalamproses menjadi jawaban dari masalah yang
dihadapi. Dalam proses ini diharapkan
prototipe sebelumnya. peserta didik dapat mendeteksi
kesalahansejak dini dan memperoleh
berbagai kemungkinan alternatif solusi
baru
Tahapan
Dalam Projek
KEARIFAN LOKAL 15. Peluncuran Produk Final 16. Persiapan Selebrasi 17. Selebrasi
C 14. Tahapan Karya akhir dari Peserta didik bersama Selebrasi dilaksanakan
peserta didik dengan pihak sekolah sekaligus menjadi Summative
Aksi
Bersama-sama ditampilkan ke merancang proses Assessmentdi mana hasil
menampilkan tarian publik Selebrasi karya dinilai
topeng betawi oleh guru
19. Refleksi Peserta 18. Evaluasi selebrasi
Didik Pengumpulan dan analisa
hasilumpan balik dari
Peserta didik pengunjung selebrasi
mengisi lembar
refleksi
Tahapan
Dalam Projek
KEARIFAN LOKAL Dimensi Profil Elemen Profil Sub elemen Target Pencapaian Di Akhir Aktivitas
Pelajar Pancasila Pelajar Pancasila Profil Pelajar Fase D 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
Dimensi, Pancasila
Elemen, & Kebhinekaan Mengenal dan memahami perubahan 3, 4, 5, 6, 7
Sub elemen Global menghargai Menumbuhkan budaya seiring waktu dan 8, 9, 10, 11, 12
rasa menghormati sesuai konteks, baik dalam
Profil Pelajar Pancasila budaya skala lokal, regional, dan 13, 14, 15
terhadap
keanekaragaman nasional.
budaya Membagi peran dan
menyelaraskan tindakan dalam
Bergotong Kolaborasi, Komunikasi
Royong kepedulian, dan untuk kelompok serta menjaga
tindakan agar selaras untuk
berbagi mencapai mencapai tujuan bersama
tujuan bersama
Mandiri Pemahaman diri Mengenali Membuat penilaian yang
kualitas dan realistis terhadap
dan situasi yang minat diri serta
dihadapi tantangan yang kemampuan dan minat
dihadapi
Kreatif Menghasilkan Memiliki keluwesan Mengeksplorasi dan
gagasan dan berpikir dalam mengekspresikan pikiran
karya orisinal mencarialternatif dan/atau perasaannya dalam
solusi bentuk karya dan/ atau tindakan
permasalahan
Bhinneka Tunggal Ika Dengan tumbuhnya teknologi Informatika pada masa sekarang yang berimbas kepada
semakin mudahnya setiap individu mengakses berbagai ragam budaya dari media sosial,
Relevansi dengan berbagai perbedaaan budaya yang dapat dilihat dengan bebas
Projek
Banyaknya ragam budaya yang mudah diakses melalui media sosial dimana
Bagi Sekolah dan Semua Guru diantara ragam budaya tersebut belum tentu sesuai dengan kepribadian dan jati diri
Mata Pelajaran bangsa indonesia, Untuk memperbaiki kondisi ini, perlu adanya Artikulturisasi
dengan memperhatikan kebhinekaan global, mandiri dan kreatif dari para
pendidik maupun peserta didik, untuk membentuk masyarakat yang siap
menerima perbedaan hingga pada level pola pikir, memiliki kemampuan
berdialog, dan memiliki kemampuan memngembangakan budaya bangsa
dan melestarikannya secara mandiri dan kreatif.
Menyadari bahwa semua orang tanpa terkecuali dapat berperan serta dalam
kehidupan bermasyarakat, secara aktif berpartisipasi untuk menjgembangakan dan
melestarikan budaya bangsa.
Hal ini merupakan topik yang relevan di masa sekarang dimana banyaknya ragam
budaya yang sangat mudah diakses oleh siapapun, menyadarkan kita untuk
mengembangakan dan melestarikan budaya bangsa kita sendiri dengan cara
meartukulturisasi ragam budaya agar sesuai dengan kepribadian bangsa indonesia
KEARIFAN LOKAL Sebaiknya ada waktu refleksi dan umpan balik diantara
tahapan dalam proses projek ini, agar murid memiliki
Cara Pelaksanaan waktu yang cukup untuk mengaitkan konsep,
Perangkat Ajar Proyek Ini berefleksi, dan berpikir kritis di setiap tahapannya
Perangkat ajar ini dirancang untuk guru fase D Perlu dipahami dengan baik bahwa guru akan mayoritas
(SMP) untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler berperan sebagai fasilitator dimana pembelajaran akan
dengan mengusung tema “Akulturasi yang berpusat pada anak, sehingga perlu adanya ruang yang aman
untuk anak mengemukakan gagasan, dan juga pola pikir yang
bercerita tentang proses akulturasi dan dampaknya di terbuka untuk menerima hal baru dalam setiap proses
masyarakat saat ini. pembelajarannya.
Terdapat 12 aktivitas yang saling berkaitan dalam sekolah dan guru dapat menyesuaikan jumlah
perangkat ajar ini, yang disarankan dilakukan pada aktivitas, konten (misalnya narasumber, sumber
semester pertama. Waktu untuk melaksanakan literasi ) dengan kebutuhan murid dan kondisi
perangkat ajar ini disarankan dilakukan selama satu sekolah.
semester dengan total kurang lebih 24 jam
pertemuan.
kearifan lokal Tahapan Pengenalan
1 Perkenalan Dengan Keragaman Budaya di Sekitar Kita dan Kegiatan Pengamatan :
Bagaimana Menyikapi Dengan Bijaksana pemutaran video
Waktu: Peralatan: Peran Guru: berberberagambudaya
2 Jam Pelajaran Presentasi modul atau video Narasumber dan Fasilitator.
tentang keragaman budaya Kegiatan perkenalan pada sesi ini menggunakan kegiatan
pemutaran videoi beragam budaya yang ada di sekitar kita.
Kegiatan ini dilakukan sebagai pemantik untuk
menjembatani siswa kepada kegiatan setelahnya yaitu
penjelasan tentang Tema proyek KEARIFAN LOKAL untuk
mengembangkan karakter profil pelajar pancasila yaitu
berkebhinekaan global, bergotong royong, Mandiri, dan
Kreatif. Sehingga kegiatan pada sesi ini bukan berfokus
pada keterampilan atau hasil karya siswa, melainkan
bagaimana siswa dapat menghubungkan situasi saat ini di
masyarakat dengan konteks sosial budaya
Pada aktivitas ini siswa dapat dengan bijaksana
mengenali dan memamahi budaya yang sesuai dengan
iidentitas indonesia pada umumnya dan budaya betawi
seacara khusus
KEARIFAN LOKAL Tahapan Pengenalan
1 Perkenalan Dengan Keragaman budaya di Sekitar Kegiatan: Diskusi
Kita dan Bagaimana Menyikapi Dengan Bijaksana
Persiapan Pelaksanaan
1) Guru mempersiapkan V i de o d e nga n 1) Pada semua kelompok, fasilitator/guru menggunakan 2-5video sebagai objek yang
konten berbagai budaya dari akan diamati.
berbagai negara dan daerah di
i nd o ne s ia untukdijadikan objek diskusi 2) Link Video
dalam rangka memahami budaya yang https://www.youtube.com/watch?v=qq5ggBr0bTM
sesuai dengan budaya dan jati diri https://youtu.be/QvL2LNwWIYw
Indonesia https://www.youtube.com/watch?v=N2CN-FJbgTY
https://www.youtube.com/watch?v=7cDlfQnFNyg
2) Guru mengatur posisi duduk siswa https://www.youtube.com/watch?v=392IhYKkifo
sesuai kelompok Guru berdiskusi dengan siswa, budaya budaya yang mana
saja yang menimbulkan dampak positif, dan bagaimna
3) Siswa menyimak dan menulis hal dengan perpaduan berbagai ragam budaya seperti berikut
hal yang akan ditanyakan keapada https://www.youtube.com/watch?v=gAiqcOlB9F0
pendamping (guru)
4) Guru menyusun pertanyaan penting untuk
diskusi.
Kearifan lokal Tahapan Pengenalan
1 Perkenalan Dengan Keragaman budaya di Sekitar Kita dan Kegiatan: menyimpulkan dari
Bagaimana Menyikapi Dengan Bijaksana tayangan video
Pelaksanaan
3 Tahap pertama yang dilakukan setelah siswa menonton video adalahmengajukan pertanyaan berikut:
● Budaya apa yang kamu lihat dari tayangan video?
● Berasal dari mana saja video yang menampilkan berbagai budaya yang sudah kamu lihat?
● Apakah kamu dapat mengidentifikasi jenis atau beragam budaya yang kamu lihat?
● Budaya mana saja yang menimbulkan dampak dalam masyarakat sekitar kita?
● Dampak apa saja yang ditimbulkan dari beragam budaya dari tayangan video tersebut?
● Budaya Mana saja yang dapat di alkulturasikan dengan budaya Indonesia,
4 Pada tahap ini, siswa diharapkan dapat mengambil kesimpulanbahwa dari beragam budaya dapat menimbulkan
dampak positif maupun negatif dalam kekhidupan masyarakat, bangsa, dan negara.
KEARIFAN LOKAL Tahapan Pengenalan
Perkenalan Dengan Keragaman di Sekitar Kita Kegiatan Seni:
K“Setgiilal LtaifneDDirsakwusini g” dan Diskusi
1 PdearnkeBnaaglaanimDeanngaanMKeneryaigkaampai nDBeundgaayna BdiijSakeksiatanra
Kita dan Bagaimana Menyikapi Dengan Bijaksana
Refleksi
Lembar Refleksi
a. Mengapa perbedaan itu ada?
b. Bagaimana pandangan kamu tentang perbedaan ragam buday yang ada ?
c. Bagaimana sikapmu jika kedepannya, kamu berada dalam lingkungan dengan orang-orang yang memiliki budaya
yang berbeda?
d. Dalam sebuah tatanan masyarakat, ada pihak yang seringkali dianggap sebagai masyarakat lokal dan pendatang
(asing) dan bagaimana pendapatmu tentang hal tersebut?
e. Bagaimana perkembangan terkini tentang kehidupan bermasyarakat yang memiliki agam budaya yang berbeda?
f. bagaimana seharusnya pandangan kamu dalam menyikapi perbedaan budaya yang ada di masyarakat?
g. Bagaimana peran kamu dalam masyarakat dalam mengebangkan dan melestarikan budaya yang ada dalam masyarakat?
KEARIFAN LOKAL Tahapan Pengenalan
2 Berkenalan Dengan Konsep Bergotong royong Mencari
sumber
Waktu: Peralatan: Peran Guru: Pada pertemuan ini, Peserta didik diperkenalkan dengan
4 Jam Pelajaran Internet untuk mencari berita, Narasumber dan Fasilitator konsep bergotong royong. Kemampuanuntuk bergotong
sumber untuk diskusi royong diiperlukan oleh Peserta didik dalam mencari
informasi dan sumber dalam menyelesaikan proyek yang
sudah ditetapkan pada tahap awal, mengingat bahwa dewasa
ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat
pesat dan memungkinkan siapa saja bisa memperoleh
informasi secara cepat dan mudah dengan melimpah dari
berbagai sumber dan tempat manapun di dunia.
Ruang kelas adalah lahan persiapan untuk dunia kerja, dan
dalam dunia kerja, seringkali tidak dapat memilih rekan-
rekan kerja. Para Peserta didik harus terampil dalam
menemukan dasar kesamaan untuk bekerja sama dengan
mereka yang tidak mempunyai pengalaman yang sama atau
pandangan yang sama. Kita harus belajar bersama dengan
orang-orang tersebutdan bekerja dengan mereka ke arah
tujuan bersama.
Peserta didik diharapkan dapat berbagi peran dan tugas
dalam kelompok, sehingga beban tugas dalam
pekerjaan dapat diseesaikan dengan ringan dan cepat
sesuai dengan rencana.
KEARIFAN LOKAL Tahapan Pengenalan
2 Berkenalan Dengan Konsep Bergotong Royong Kegiatan:
Mencari informasi
Persiapan Pelaksanaan
Guru menyiapkan quota Internet dan 1. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok sesuai kebutuhan
alat lain yang dapat mencari 2. Guru mendampingi semua kelompok dalam memilih peran dan tugas anggota dalam
informasi dari internet, menyiapkan
di ruang TIK maupun di Kelas kelompoknya masing masing
3. Guru mendampingi semua kelompok dalam mencari sumber yang tepat sesuai dengan rencana
Proyek
4. Guru mendampingi siswa dalam menentukan informasi yang tepat untuk proyek yang akan
dilaksanakan
5. Peserta didik secara bergotong royong sesuai peran dan tugasnya masing masing mencari informasi
yang tepat
6. Peserta didik didamping guru menentukan informasi dan sumber yang tepat dari hasil pencarian
infomasi untuk digunakan dalam melaksanakan proyek.
7. Berikutnya guru menjelaskan bahwa kemampuan bergotong royong diperlukan dalam
mempermudah penyelesaikan suatu pekerjaan
8. Guru menutup sesi dengan mengajak siswa menarik kesimpulan dari pertemuan yaitu tentang
kemampuan bergotong royong diperlukan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan