Elaborasi Pemahaman
Daftar Pertanyaan Modul 1.4
BUDAYA POSITIF
CGP ANGKATAN 6
Bu Riktha Rikar
Afandi
Ibu Riktha sedang menjelaskan pelajaran Matematika di Mungkin Rasyad tidak menjadi yang hebat dalam
papan tulis, namun beliau memperhatikan bahwa Rasyad matematika. Namun ia tidak pernah bolos dan mengikuti
malah tidur-tiduran dan tampak acuh tak acuh pada pembelajaran semampu yang ia bisa tanpa takut
pelajarannya. “Rasyad coba jawab pertanyaan nomor 3. diledek teman-temannya. Bahkan ia senang jika diminta
Maju ke depan dan kerjakan di papan tulis”. Rasyad pun kedepan menjawab pertanyaan meskipun saat itu ia
tampak malas-malasan maju ke depan, dan sesampainya di belum tahu solusinya.
depan papan tulis pun, Rasyad hanya diam terpaku.
Pertanyaan
Bu Riktha meminta Rasyad memperhatikan kembali contoh-
contoh soal yang sudah dibahas bersama. Namun Rasyad Posisi Kontrol apa yang dilakukan Bu RIktha pada
belum juga mengerti. Lalu Bu Riktha menjelaskannya kembali cerita tersebut?
pada Rasyad dan memintanya mengaplikasikan pada soal no
3. ...
Rasyad ragu-ragu, namun tetap mencoba. Teman-teman
yang lain memperhatikan. Ketika Rasyad melakukan Jika merujuk pada karakteristik bagaimana
kekeliruan, Bu Riktha meminta temannya yang lain untuk perkataan-perkataan yang sering muncul pada
membantu memberikan klu. Meskipun awalnya ragu dan tidak setiap katagori posisi kontrol, mungkin tidak
percaya diri, akhirnya Rasyad selesai mengerjakan soal no 3. tergambar secara jelas.
Bu Riktha memberikan pertanyaan Refleksi: Namun jika melihat konten cerita secara
keseluruhan, seharusnya posisi Bu Riktha dalam
1. Jadi apa langkah pertama yang harus dilakukan, jika mau kasus tersebut dapat dipetakan.
membagi bilangan Al jabar?
2. Setelah itu apa ?
3. Akan bagaimanakah sikap kamu terhadap materi Al
Jabar ini selanjutnya?
Terkadang dalam menganalisis suatu cerita kasus tertentu kita kesulitan
membedakan peran posisi kontrol suatu guru. Atau bahkan ada cerita seperti
kasus Bu Riktha yang dari kriterianya tidak tertulis dengan jelas pada tabel.
Pertanyaan 1
Bolehkah menggolongkan posisi
kontrol guru hanya berdasarkan
hasil akhir dari cerita?
Dalam praktiknya, tahap menstabilkan diri tidak selalu
sesingkat pada contoh kasus dan video contoh-contoh
praktik restitusi yang sudah disosialisasikan kepada CGP.
Pertanyaan 2
Bolehkah guru, menunda tahap 2 sampai lebih dari seminggu, bila
tahap 1 belum terwujud? Bolehkah tahapannya tidak berurutan?
Tahap 1
Pertanyaan 3
Jika pertengkaran terjadi di luar kelas dan kondisinya ketika guru datang ke
sana, sudah menjadi bahan tontonan. Sedangkan kedua murid yang bertengkar
tidak mau diajak ke ruangan tertutup untuk proses restitusi. Bolehkah secara
terbuka melakukan restitusi di hadapan teman-teman lainnya?
Bagaimana kadar keefektifannya ketika dibandingkan dengan situasi murid mau
diajak menyelesaikan masalah di ruangan tertutup ?
Pertanyaan 4
Bagaimana dengan murid yang sudah
mendapatkan restitusi dari temannya
yang berbuat salah, tapi dia secara diam-
diam tidak memafkan dengan tulus dan
masih menyimpan traumatik?
Thank YouGet in touch
Bu Riktha
Guru Bergerak Indonesia Maju
Salam dan Bahagia