MIKRO BIOLOGI
PENCEMARAN SUNGAI
AKIBAT LIMBAH
PABRIK SUSU
OLEH: SITI ZUBAIDAH (1120210002)
LIMBAH PABRIK SUSU CEMARI SUNGAI DAN SUMURWARGA
BLITAR, KOMPAS.TV - Sejumlah sungai di kabupaten blitar diduga tercemar limbah kotoran sapi, yang berasal
dari salah satu pabrik pengolahan susu, yang terletak di Kecamatan Wlingi. Sungai-sungai tersebut berubah
menjadi keruh dan mengeluarkan bau tak sedap.
Menurut warga, kondisi sungai tercemar pasca berdirinya pabrik susu Greenfields. Limbah yang mencemari
sungai itu, berasal dari kotoran sapi yang mengalir ke sungai. Selain mencemari sungai, limbah kotoran sapi itu
juga membuat para peternak ikan rugi hingga puluhan juta rupiah.
Hal itu, terjadi setelah air sungai yang digunakan warga untuk mengisi kolam ikan, tercemar limbah. Bahkan,
pada satu tahun lalu, kotoran sapi tersebut, juga pernah membanjiri pemukiman warga, dan membuat
sejumlah ternak hilang.
Sementara itu, sejumlah sumur warga serta sumber mata air di sekitar lokasi, juga terdampak limbah kotoran
sapi itu. Akibatnya, warga tidak bisa menggunakan air bersih mereka, untuk keperluan sehari-hari.
Menanggapi adanya limbah yang merusak lingkungan itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar telah
memberikan teguran secara tertulis kepada pihak pabrik. DLH Kabupaten Blitar meminta pihak pabrik untuk
segera memperbaiki saluran limbah mereka, yang diduga bocor itu. Pihak pabrik diberikan tenggang waktu
satu bulan, untuk memperbaiki saluran limbah tersebut.
Pencemaran air merupakan masuknya polutan ke dalam lingkungan perairan. Polutan dapat berasal dari
limbah rumah tangga, limbah industri, dan limbah pertanian. Pencemaran air akan mengakibatkan
penurunan kualitas air. Salah satu perairan yang banyak tercemar adalah sungai. Ciri-ciri air sungai yang
sudah tercemar yaitu :
1. Adanya endapan dan bahan pelarut. Hal ini menyebabkan air berubah warna dan berbau
2. Air berbau, berwarna, dan berasa. Secara alami, air tidak berbau, berwarna, dan berasa. Jika
air sudah tercemar maka akan air mengalami perubahan warna dan menimbulkan bau
menyengat.
3. Mengalami perubahan pH. Normalnya, pH air adalah 7. Jika pH air di atas atau di bawah 7
maka hal itu menunjukkan bahwa air telah tercemar.
4. Kadar mikroorganisme berlebih. Mikroorganisme berperan dalam menguraikan sampah atau
limbah organik. Ketika menguraikan limbah organik, mikroorganisme membutuhkan oksigen.
Hal ini menyebabkan pasokan oksigen terlarut berkurang sehingga berdampak pada kematian
hewan dan tumbuhan air.
5. Suhu air berubah. Suhu air normal yaitu lebih rendah dibandingkan suhu lingkungan. Suhu air
yang meningkat merupakan salah satu indikasi telah terjadi reaksi zat kimia dari polutan di
dalam air.
Hasil PengamatanVideo
Pengelolaan air harus ditinjau dari berbagai aspek, mulai dari aspek
fisika, biologis, kimia. Pengelolaan dari segi aspek biologis dapat
ditinjau dari syarat bakteriologis yaitu air harus bebas dari kontaminasi
mikroba ataupun bakteri yang bersifat patogen (bakteri penyebab
penyakit) sehingga air aman untuk digunakan baik untuk minum,
memasak ataupun sanitasi. Selain dari segi biologis, pengelolaan air
juga harus ditinjau dari parameter fisika (bau, warna, rasa, kekeruhan)
dan kimia (pH normal, kadar oksigen terlarut). Jadi, syarat
bakteriologis pada pengelolaan air yaitu air harus terbebas dari
mikroba maupun bakteri patogen.
SOLUSI PENGATASI
PENCEMARAN SUNGAI
Pengelolaan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik
Menurut Nastiti (2008)
pupuk organik dapat
memperbaiki kualitas dan
kesuburan tanah serta
diperlukan tanaman
ALAT DAN BAHAN
Alat dan Bahan Peralatan yang diperlukan antara
lain bak (kotak kayu ukuran 1x1x1 m) 3 buah,sekop,
ember, ayakan, termometer, karung/kampil,
timbangan, kantong plastik, dan lain-lain.
Bahan yang diperlukan: kotoran ternak 1 ton (+ 30
karung),urea 2 kg, SP 36 3 kg, kapur 5 kg, starter
trichoderma 3 kg atau EM4, plastik hitam 5 m.
CARA KERJA
➢ Siapkan kotoran ternak sapi yang akan dijadikan kompos
dengan syarat kering (tidak basah oleh urine sapi atau air
hujan). Kotoran ternak yang terlalu basah akan
mempengaruhi berkembangnya cendawan Trichoderma
harzianum sehingga proses perombakan lebih lambat.
➢ Bahan aktivator (Urea, SP-36, kapur, pupuk kandang, starter
Trichoderma harzianum) diaduk merata dan dibagi atas 4
bagian.
➢ Kotoran ternak ditumpuk setinggi 1x1x1 m lalu dibagi atas 4
bagian, masing-masing setinggi + 25 cm.
➢ Di atas tumpukan kotoran ternak, ditabur bahan
aktivator secara merta sebanyak ¼ bagian.
CARA KERJA
➢ Gabung tumpukan kotoran ternak menjadi 1 tumpukan
sehingga volume tumpukan 1x1x1 m.
➢ Tutup tumpukan dengan plastik hitam anti air agar
terlindung dari hujan dan panas matahari.
➢ Lakukan pembalikan tumpukan kotoran ternak setiap 1
minggu dengan menggunakan cangkul. Perlu dijaga,
kelembaban tumpukan harus stabil (kelembaban
60-80%) selama proses pengomposan.
➢ Panen kompos pupuk kandang dapat dilakukan setelah
21 hari dengan cara membongkar lalu diayak sehingga
dihasilkan kompos yang sempurna.
Pengelolaan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Biogas
Menurut Nastiti (2008) kotoran ternak yang diubah menjadi biogas
dapat membantu mengatasi kesulitan dan kemahalan bahan bakar
minyak yang banyak digunakan oleh masyarakat terutama di
pedesaan. Biogas adalah gas yang mudah terbakar (flammable) yang
dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh
bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap
udara). Pada umumnya semua jenis bahan organik bisa diproses
untuk menghasilkan biogas, namun demikian hanya bahan organik
(padat, cair) homogen seperti kotoran dan urine (air kencing)
hewan ternak yang cocok untuk sistem biogas sederhana.
ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan :
Drum kapasitas 200 liter, pipa paralon, Lem pipa,
Isolasi, Selang, Kran, Kompor, Ember.
Bahan yang digunakan :
- Kotoran ternak
Pembuatan Reaktor
1. Reaktor terbuat dari drum bekas yang
dilengkapi tempat pemasukkan kotoran
dan tempat pengeluaran slury.
2. Reaktor dilengkapi pipa 1/4 inchi yang
dihubungkan dengan sebuah kran.
3. Dari karan dihubungkan ke sebuah ban
melalui selang.
4. Dari ban dihubungkan lagi ke kompor
satu mata dengan sebuah selang
Proses Pembuatan Biogas
Kotoran ternak segar dari 4 ekor Sapi, dicampur dengan air
yang perbandingannya 1 kotoran dan 2 air, kemudian
dimasukkan/dialirkan ke tangki pencerna (biodigester tank)
dalam kondisi tanpa udara (anaerob); pengisian dilakukan
setiap hari, melalui lubang pemasukan (inlet chamber) sampai
batas, sesuai dengan kapasitas tampungnya; dalam waktu
lebih kurang 21 hari, biogas akan keluar dengan sendirinya dan
akan ditampung ditangki penampungan biogas (gas holder)
dibagian atas tangki pencerna; apabila tangki pencerna diisi
terus, maka limbah biogasnya akan keluar keatas melalui pipa
menuju ke tangki penampungan limbah biogas (outlet
chamber); biogas siap dialirkan kerumah tangga untuk
memasak dan/atau penerangan melalui pipa penyalur (gas
outlet pipe) dengan membuka krannya, dapat juga dipakai
sebagai bahan bakar generator listirk; apabila terjadi kebocoran
gas atau produksi biogasnya sudah hilang, dilakukan
pembersihan tangki pencerna dan tangki penampung gas
melalui lubang pembersih (man hole) dengan membuka
tutupnya (cover).
UJI NYALA
1. Setelan ban hampir penuh berisi gas
2. Kompor diputar dan dibantu dengan percikan korek
api
3. Kompor tersebut menyala dengan baik
memperlihatkan warna biru.
TERIMA KASIH