- Bagi wanita harus ada muhrim
c. Rukun, Wajib, dan Sunnah Haji
1) Rukun Haji adalah: Segala sesuatu yang wajib dikerjakan dalam ibadah Haji jika
tidak dilaksanakan maka ibadah Hajinya tidak syah. Olehkarena itu harus mengulang
lagi pada waktu Yang lain. Adapun yang termasuk rukun Haji adalah:
Ihram, yaitu yaitu mengerjakan ibadah haji dengan memakai pakaian Ihram
Yaitu dengan niat:
لبيك اللهم حجا وعمرة
Wukuf, Yaitu berhenti di Arafah dimulai dari tergelincirnya mata hari pada tanggal
9 Zulhijjah sampai terbenam matahari
Tawaf, Yaitu mengelilingi Ka’bah tuju kali putaran dimulai dari hajar Aswat dengan
posisi Ka’bah selalu berada di sebelah Kiri yang bertawaf.
Sa’i, Yaitu berlari-lari kecil mulai dari Bukit Safa diakhiri di bukit Marwah
sebanyak tuju kali.
Tahallul (memotong rambut) Yaitu melepaskan diri dari Ihram haji sesudah
selesai mengerjakan seluruh rangkaian ibadah Haji dengan cara mencukur
rambut sekurang-kurangnya tiga helai rambut.
Tertib, artinya rukun haji secara berurutan dari awal sampai akhir.
2) Wajib haji adalah: segala sesuatu yang harus dikerjakan dalam ibadah Haji, apabila
tidak dilakukan atau tinggal salah satu diantaranya boleh diganti dengan Dam
(denda) dan ibadah Hajinya sah. Adapun termasuk wajib haji adalah:
Ihram dari Miqat. Miqat adalah batas waktu dan tempat yang sudah ditentukan
untuk berihram dengan niat ihram Haji
Mabit di Musdalifah,
Melempar tiga Jumrah yaitui jumrah Ula, Wustha dan Aqabah.
Mabit ( bermalam) di Minah.
Meninggalkan larangan-larangan Haji
Tawaf wada’ (tawaf perpisahan)
3) Sunnah Haji. Selain Rukun dan Wajib haji, ada juga hal-hal yang disunatkan dalam
pelaksanann ibadah haji yaitu:
Membaca talbiyah
Berdoa setelah membaca talbiyah
Berdzikir setelah thawaf
Masuk ke Ka’bah
Melaksanakan haji ifrad
d. Larangan pada waktu Haji :
1) Larangan jama’ah haji laki-laki:
Memakai pakaian yang berjahit
Memakai tutup kepala.
2) Larangan Jama’ah Haji perempuan:
Memakai tutup wajah
Memakai sarung tangan, jika larangan dilanggar ia wajib membayar dam (denda)
3) Larangan jama’ah laki-laki maupun perempuan
Memakai wangi-wangian
Mencukur rambut atau bulu dada
Memotong kuku
Menikah atau menikahkan atau menjadi wali nikah
Bersetubuh
Berburu atau membunuh Binatang liar dan halal dimakan
e. Dam dan Jenis-Jenisnya
Dam adalah denda atau fidyah yang wajib dibayarkan karena beberapa sebab di
dalam menunaikan haji dan umrah. Adapun beberapa jenis dam (denda) tersebut
adalah sbb:
1) Dam tamatu dan qiran, yaitu dengan cara menyembelih seekor kambing yang syah
untuk Qurban atau berpuasa sepuluh hari (tiga hari dilakukan sewaktu ihram dan
tujuh hari dilakukan setelah sampai di tanah air.
2) Dam karena mengerjakan salahsatu dari beberapa larangan haji, yaitu dengan cara
melakukan salah satu dari tiga pilihan (menyembelih seekor kambing yang syah
untuk Qurban, puasa tiga hari, atau bersedekah dengan 9,3 liter makanan)
3) Dam karena bersetubuh, yaitu dengan cara menyembelih seekor unta, atau sapi, atau
tujuh ekor kambing, atau memberi makanan seharga unta kepada fakir miskin di
tanah haram, kalu tidak sanggup juga maka diwajibkan berpuasa untuk setiap 1 mud
makanan dari harga unta itu berpuasa 1 hari.
4) Dam karena membunuh hewan buruan di tanah haram, yaitu dengan cara
menyembelih hewan jinak yang setara dengan hewan yang dibunuh, jika tidak
mungkin boleh bersedekah dengan makanan seharga hewan yang dibunuh, jika tidak
mungkin juga boleh dengan berpuasa dengan perhitungan tiap mud satu hari puasa.
5) Dam karena tidak bisa melanjutkan perjalanan ibadah haji (terhambat), maka bagi
calon jemaah haji seperti ini hendaklah ia tahalul dengan menyembelih seekor
kambing di tempat ia terhambat, dan mencukur atau memotong rambut kepalanya
dengan niat tahalul.
2. Umrah
a. Pengertian Umrah dan Dalil Naqli
Umrah secara bahasa berarti berkunjung. Menurut istilah umrah adalah berkunjung
ke Ka’bah dengan melaksanakan tawaf dan sa’i dalam waktu yang tidak ditentukan.
Umrah disebut juga haji kecil, hukumnya adalah fardlu ain atas setiap muslim sekali
dalam seumur hidup sama halnya denga haji.
Firman Allah SWT:
....َِوأَتِ ُّموا ا ْل َح َّج َوا ْلعُ ْم َرةَ َِلَِّل
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. ..” (QS. Al-Baqoroh [2]:
196]
Rasulullah SAW:
ُاَ ْلعُ ْمرةُ إِلَى اْلعُ ْم َرةُ َك َفا َرةٌ ِل َما َب ْي َن ُه َما َواْل َح ُّج اْل َم ْب ُر ْو ُر َل ْي َس َلهُ َج َزا ٌء ِإلاَّ اْل َج ّنَة
“Dari ‘umrah ke ‘umrah adalah penghapus dosa di antara keduanya. Dan tidak ada
balasan yang layak
bagi haji mabrur kecuali surga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
b. Syarat wajib melaksanakan ibadah Umroh
Syarat Umrah sama dengan haji
c. Rukun dan Wajib Umroh
1) Rukun Umroh:
Ihram serta niat
Thawaf
Sa’i
Bercukur atau bergunting (tahalul)
Tertib
2) Wajib Umroh:
Ihram dari Miqat
Menjauhi muharromat umrah (sama dengan muharromat haji)
3. Miqot dan Macam-macamnya
Dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah ada yang disebut miqat artinya batas atau
ketentuan, miqat ada dua yaitu:
a. Miqot Zamani (ketentuan waktu), untuk ibadah haji miqat zamaninya adalah awal bulan
syawal sampai dengan tanggal 10 Dzulhijjah. Sedangkan untuk umrah miqat zamaninya
sepanjang tahun
b. Miqot Makani (ketentuan tempat), yaitu tempat dimana para jemaah melakukan ihram.
Miqat makani untuk haji sama dengan maiqat makani untuk umrah.
4. Tata Cara Ibadah Haji dan Umrah
Ada 3 macam cara pelaksanaan ibadah Haji, yaitu sbb:
a. IFROD: Yaitu mengerjakan Haji terlebih dahulu, baru mengerjakan Umroh. Cara ini tidak
wajib membayar Dam.
b. TAMATTU: Yaitu mengerjakan Umroh terlebih dahulu, baru mengerjakan Haji. Cara ini
wajib membayar Dam.
c. QIRON: Yaitu mengerjakan Haji dan Umroh dalam satu niat dan satu pekerjaan
sekaligus. Cara ini wajib membayar Dam.
5. Ringkasan Sifat Umrah
a. Ihrom:
Setelah melepaskan pakaian (sehari-hari) dan mengerjakan hal-hal yang disunnahkan
ketika ihram, maka seorang yang akan ‘umrah mengenakan pakaian ihram dan niat
untuk ‘umrah – yaitu ketika berada di miqat – seraya mengucapkan:
ًَلبَّ ْي َك ال َّل ُه َّم ُع ْم َرة
“Kupenuhi panggilan-Mu untuk ‘umrah, ya Allah”.
Kemudian meneruskan talbiyahnya dengan suara keras seraya mengucapkan:
إِ َّن اْل َح ْمدَ َوالنِّ ْع َمةَ َل َك َواْل ُم ْل ُك لاَ َش ِر ْي َك َل َك، لَبَّ ْي َك لاَ َش ِر ْي َك َل َك لَ َبّ ْي َك،َل َبّ ْي َك ال ّلَ ُه َّم َل َبّ ْي َك
“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, dan aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-
Mu, Yang tiada sekutu bagi-Nya, dan aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala
pujian dan nikmat serta kerajaan adalah milik-Mu, Yang tiada sekutu bagi-Mu“
b. Thowaf:
Apabila sampai di Mekkah, maka segera pergi ke Al-Haram dan thawaf di sekitar
Baitullah sebanyak tujuh putaran, dimulai dan berakhir di Al-Hajar Al-Aswad. Selesai
thawaf, shalat dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim as.
c. Sa’i:
Keluar menuju tempat sa'i kemudian naik ke Ash-Shafa’ dengan menghadap kiblat
seraya mengucapkan:
، له الملك و له الحمد و هو على كل شيء قدير،لا إله إلا الله وحده لا شريك له
ُلا إله إله إلا الله وحده أَ ْن َج َز َو ْعدَهُ َونَ َص َر َع ْبدَهُ َو َه َز َم اْلأَ ْح َزا َب َو ْحدَه
“Tiada ilah yang haq melainkan Allah Yang tiada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya
kerajaan dan segala pujian. Dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Tiada ilah yang haq
melainkan Allah Yang tiada sekutu bagi-Nya. Dia selalu menepati janji-Nya, menolong
hamba-Nya dan menghancurkan golongan
(orang-orang kafir) dengan sendirian saja”
Hal ini diulang-ulang sebanyak tiga kali dan berdoa di antaranya.
Hal seperti inipun dikerjakan ketika berada di Al-Marwah. Di antara Ash-Shafa’ dan Al-
Marwah, sa'i dikerjakan dengan berjalan biasa, sedangkan di antara dua tanda hijau
dikerjakan dengan berlari-lari kecil. Tujuh kali putaran dalam sa'i adalah dengan
menghitung berangkat satu putaran dan kembali satu putaran, jadi pulang-pergi
dihitung dua putaran.
d. Tahallul (Mencukur atau Memendekkan Rambut):
Yaitu dengan mencukur (gundul) rambut secara keseluruhan atau dengan
memendekkannya. Apabila hal ini telah dikerjakan, maka berarti rangkaian ‘umrah
telah selesai dan boleh bertahallul dari ‘umrahnya.
6. Ringkasan Sifat Haji
a. Seorang yang berhaji memakai pakaian ihram pada tanggal 8 DzulHijjah ketika berada
di Mekkah dan berniat haji seraya mengucapkan:
َل َّب ْي َك ال َلّ ُه َّم َح ًّجا
“Kupenuhi panggilan-Mu untuk Haji, ya Allah”
b. Kemudian berangkat dan mabit di Mina’ untuk mengerjakan shalat Zhuhur, ‘Ashar,
Maghrib, ‘Isya’ dan Shubuh tepat pada waktunya, tanpa jama’ namun boleh mengqashar
shalat yang empat raka’at menjadi dua raka’at.
c. Berangkat ke ‘Arafah pada tanggal 9 DzulHijjah sebelum tengah hari untuk mengerjakan
shalat Zhuhur dan ‘Ashar dengan jama’ qashar dengan satu adzan dan dua iqamah
dengan tidak melewati batas ‘Arafah.
d. Meninggalkan ‘Arafah menuju Muzdalifah dengan tenang setelah matahari terbenam
untuk mengerjakan shalat Maghrib dan ‘Isya’ dengan dijama’ dengan satu adzan dan
dua iqamah dan dengan mengqashar shalat ‘Isya’. Kemudian mabit di Muzdalifah untuk
melaksanakan shalat Shubuh. Dan ketika berada di Al-Masy'aril Haram, hendaklah
banyak berdzikir kepada Allah SWT. Diperbolehkan bagi orang yang mem-punyai ‘udzur
untuk meninggalkan Muzdalifah setelah akhir malam.
e. Meninggakan Muzdalifah menuju Mina’ sebelum tengah hari pada hari ‘id untuk
melempar jumrah kubra’ sebanyak tujuh lemparan seraya bertakbir untuk setiap
lemparan.
f. Menyembelih hewan kurban di Mina’ atau di Mekkah pada hari ‘id (10 Dzulhijjah)
hingga akhir hari-hari tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) untuk dimakan sendiri dan
dishadaqahkan. Dan apabila tidak mampu menyembelih, maka puasa tiga hari ketika
haji dan tujuh hari setelah sampai di rumah.
g. Mencukur atau memendekkan rambut, sebagai tanda tahallul awwal yang
membolehkannya untuk menger-jakan hal-hal yang sebelumnya dilarang ketika ihram,
kecuali yang berhubungan dengan istrinya.
h. Menuju Mekkah untuk thawaf ifadhah dan sa'i sesudahnya, bagi haji tamattu’ dan
lainnya yang belum mengerjakan sa'i dan tahwaf qudum. Hal ini merupakan tanda
tahallul kedua yang membolehkannya un-tuk mengerjakan semua hal.
i. Kemudian kembali ke Mina’ untuk mabit selama hari-hari tasyriq untuk melempar tiga
jumrah, yaitu jumrah shugra’, wustha’ dan kubra’.
j. Apabila hendak keluar dari Mekkah, hendaklah mengerjakan thawaf wada’ tanpa sa'i
dan setelah itu langsung berangkat.
7. Hikmah Haji dan Umrah
a. Memenuhi panggilan Allah
b. Diampuni dosa dan kelak dimasukkan ke dalam Surga
c. Memperkuat iman dan taqwa kepada Allah SWT
d. Mengambil teladan dari pengalaman Adam, Hawa, Ibrahim, Hajar, Ismail, dan
perjuangan Nabi SAW
e. Menumbuhkan semangat berkorban, baik tenaga, waktu, maupun biaya
f. Membina dan mempererat ukhuwah islamiyah antar sesama muslim
g. Menyempurnakan rukun Islam kelima
a. Syiar Islam
b. Rangkuman
1. Haji berarti mengunjungi Baitullah di Mekkah dengan niat melakukan
Ibadah semata-mata karena Allah SWT dengan syarat-syarat dan
waktu yang sudah ditentukan.
2. Umrah adalah berkunjung ke Ka’bah dengan melaksanakan tawaf dan
sa’i dalam waktu yang tidak ditentukan
3. Dalil naqli haji QS. Al-Imran [3]: 97
4. Dalil naqli umrah QS. Al-Baqarah [2]: 196
5. Syarat wajib haji: Islam, baligh, berakal, merdeka dan mampu
6. Rukun Haji: ihram, wukuf, tawaf, sa’i, tahallul dan tertib
7. Sunnah haji: Ihram dari miqat, berhenti di mudzalifah, melontar
jumrah aqabah, bermalam di Mina, tawaf wada, dan tidak melakukan
perbuatan yang terlarang.
8. Syarat wajib umrah adalah Islam, baligh, berakal dan merdeka
9. Rukun Umrah adalah Ihram, tawaf, sa’i, tahallul dan tertib
10. Hikmah haji dan umrah adalah Memenuhi panggilan Allah, diampuni
dosa dan kelak dimasukkan ke dalam Surga, memperkuat iman dan
taqwa kepada Allah SWT, mengambil teladan dari pengalaman Adam,
Hawa, Ibrahim, Hajar, Ismail, dan perjuangan Nabi SAW,
menumbuhkan semangat berkorban, baik tenaga, waktu, maupun
biaya, membina dan mempererat ukhuwah islamiyah antar sesama
muslim, menyempurnakan rukun Islam kelima dan syiar Islam.
c. Tugas/Tagihan
Jawablah soal-soal di bawah ini dengan benar
1. Jelaskan pengertian haji dan umrah!
2. Sebutkan dalil naqli haji dan umrah!
3. Jelaskan ketentuan haji!
4. Jelaskan ketentuan umrah!
5. Sebutkan hikmah ibadah haji dan umrah!
d. Lembar Kerja Siswa
Petunjuk:
a) Diskusikan hal-hal yang belum kamu fahami Bersama teman, saudara
atau gurumu baik secara secara daring atau luring!
b) Kerjakan tugas di bawah ini dengan mencari sumber dari buku, televisi,
internet atau yang lainnya!
Soal:
1. Buatlah sebuah diagram pelaksanaan haji dan umrah beserta waktu
pelaksanaannya, mulai dari ihram, sampai terakhir tahallul!
2. Kegiatan Belajar 2
a. Uraian Materi
1. Lanjutan dari materi pada kegiatan belajar 1
c. Tugas/Tagihan
Kelanjutan dari tugas/tagihan kegiatan belajar 1
d. Lembar Kerja
Kerjakan tugas di bawah ini dengan mencari sumber dari modul, buku, televisi
atau internet!
1. Praktekkan dalam sebuah video bagaiman cara ihram dengan bacaannya,
cara tawaf beserta bacaannya, bagaimana bacaan talbiyyah!
BAB III
EVALUASI
Petunjuk:
A. Mulailah dengan membaca basmallah!
B. Tulis identitas di lembar jawabmu!
C. Jawablah soal di bawah ini dengan memilih a, b, c, atau duntuk jawaban yang benar!
SOAL:
1. Mengunjungi Baitullah di Mekkah dengan niat melakukan Ibadah semata-mata
karena Allah SWT dengan syarat-syarat dan waktu yang sudah ditentukan adalah
pengertian dari….
a. Haji c. Tawaf
b. umrah d. Ihram
2. Menurut QS. Al-Al-Imran [3]: 97 bahwa melaksanakan ibadah haji itu hukumnya
….
a. Frdhu kifayah c. wajib bagi yang mampu
b. Fardhu ain d. sunat muakkad
3. Perhatikan pernyataan berikut ini!
1. Ihram
2. Wukuf di padang Arafah
3. Melontar jumrah aqabah
4. Tawaf ifadah
5. Sa’i
6. Bermalam di Mina
7. Tahallul
8. tertib
Yang termasuk rukun haji ditunjukkan dengan nomor ....
a. 1,2,3,4,5,6 c. 1,2, 3,5,7,8
b. 3,4,5,6,7,8 d. 1,2, 4, 5, 7,8
4. Di bawah ini adalah yang termasuk syarat wajib haji ....
a. Islam, baligh, suci, berakal, merdeka, mampu
b. Islam, baligh, berakal, merdeka, mampu
c. Islam, berakal, muallaf, merdeka, mampu
d. Islam, baligh, berakal, muallaf, merdeka, mampu
5. Bekunjung ke Ka’bah dengan mel;aksanakan tawaf dan sa’i dalam waktu yang tidak
ditentukan disebut ....
a. Haji c. Ihram
b. Umrah d. Tawaf
6. Perbedaan antara rukun haji dan umrah adalah terletak pada pelaksanaan haji
melakukan ….
a. Ihram c. Sa’i
b. Tawaf d. wukuf
7. Di bawah ini yang bukan termasuk wajib haji adalah ….
a. ihram c. berhenti di Mudzalifah
b. ihram dari miqat d. bermalam di Mina
8. Di bawah ini adalah larangan haji bagi laki-laki ....
a. Memakai wangi-wangian c. menggunting rambut
b. Menikah d. memakai pakaian berjahit
9. Diampuni dosa dan kelak dimasukkan ke dalam Surga, memperkuat iman dan
taqwa kepada Allah SWT, mengambil teladan dari pengalaman Adam, Hawa,
Ibrahim, Hajar, Ismail, dan perjuangan Nabi SAW, menumbuhkan semangat
berkorban, baik tenaga, waktu, maupun biaya, membina dan mempererat
ukhuwah islamiyah antar sesama muslim merupakan ….
a. Rukun haji dan umrah c. Wajib haji dan umrah
b. Hikmah haji dan umrah d. Sunat haji dan umrah
10. َوأَ ِت ُّموا ا ْل َح َّج َوا ْلعُ ْم َرةَ َِلَِّ ِل... QS. Al-Baqarah [2]: 196 merupakan dalil naqli….
a. Haji
b. Umrah
c. Puasa
d. Zakat
BAB IV
PENUTUP
A. Tindakan lanjutan
Bagi kalian yang sudah dapat menjawab benar sebanyak 70% atau lebih dari
seluruh soal evaluasi, dapat mengembangkan pemahaman kalian tentang
gambaran surge dan neraka lebih luas lagi. Adapun bagi kalian yang belum
mencapai belajar tuntas 70% dapat mengulangi belajar dengan memilih materi-
materi yang masih dianggap sulit secara lebih teliti atau dengan berdiskusi
Bersama temang-teman di grup WA atau Bapak/Ibu Guru kalian.
B. Harapan
Modul ini adalah salah satu bahan ajar mata pelajaran Pendidik Agama dan Budi
Pekerti.Namun harus dimengerti pula bahwa modul ini bukanlah satu-satunya
rujukan bagi kalian.Untuk melengkapi pengetahuan kalian tentang Iman kepada
hari akhir, maka sangat disarankan untuk membaca Al-Qur’an dan terjemahnya
tentang dalil-dalil tentang kiamat dan kehidupan sesudahnya.
Semoga modul ini dapat menyajikan materi pembelajaran secara menarik dan
menyenangkan, sehingga proses pembelajaran bisa berlangsung efektif dan
efisien.