1
STIE PGRI
Dewantara Jombang
PANDUAN TEKNIS
KULIAH KERJA NYATA (KKN)
“Peningkatan Keberdayatahanan
Masyarakat Desa Pasca Pandemi Covid-19
Melalui KKN STIE PGRI Dewantara Jombang”
TAHUN AKADEMIK 2021/2022
Jl. Prof. M. Yamin No. 77 Jombang www.stiedewantara .ac.id Telp : (0321) 865180. Fax : (0321) 853807
2
KATA PENGANTAR
Pertama dan utama kita selalu mengungkapkan rasa syukur ke hadirat Allah
SWT Tuhan semesta alam dan selalu berdoa mengharapkan perlindungan agar kita
senantiasa diberi kesehatan sehingga dapat melaksanakan kegiatan terutamadalam
upaya mencerdaskan bangsa.
Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
STIE PGRI Dewantara Jombang tahun 2022 ini dilaksanakan di 26 desa yang
terletak di kecamatan Ngoro dan Bareng di Kabupaten Jombang. Pemusatan
kegiatan pada penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pasca
pandemi Covid-19. Tema yang diangkat pada kegiatan KKN ini adalah:
Peningkatan Keberdayatahanan Masyarakat Desa Pasca Pandemi Covid-19
Melalui KKN STIE PGRI Dewantara Jombang. Panduan Teknis ini disusun
agar dapat menjadi pedoman bersama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
mahasiswa STIE PGRI Dewantara dan memberikan hasil dan manfaat terutama
bagi masyarakat
Diharapkan, panduan ini dapat menjadi pegangan kita bersama dalam
melaksanakan kegiatan KKN dan dapat memberikan sumbangan bagi desa tempat
pelaksanaan KKN ini. Semoga kita selalu dilimpahkan nikmat sehat dalam
melaksanakan tugas dan kegiatan sehari-hari.
Ketua
Dr. Abd. Rohim, SE, M.Si, CRA
3
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL .............................................................................. i
KATA PENGANTAR ............................................................................... ii
DAFTAR ISI .............................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1
A. Latar Belakang ..................................................................................... 1
B. Dasar Pelaksanaan................................................................................ 2
C. Tujuan .................................................................................................. 3
D. PRINSIP PELAKSANAAN PROGRAM KKN 4
E. Manfaat KKN 5
BAB II KETENTUAN UMUM.................................................................. 11
BAB III ALUR KEGIATAN DAN JADWAL PELAKSANAAN ............ 11
A. Alur Kegiatan....................................................................................... 11
B. Jadwal Pelaksanaan..............................................................................
BAB IV SISTEMATIKA PENULISAN..................................................... 13
A. Pengetikan............................................................................................ 13
B. Cara Penulisan...................................................................................... 13
C. Kerangka Laporan Pelaksanaan Kegiatan KKN .................................. 20
D. Pengumpulan Laporan KKN................................................................ 21
BAB V PENUTUP...................................................................................... 22
LAMPIRAN
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sebagai bentuk pemerintahan terkecil di masyarakat, Desa memiliki
peran yang strategis untuk ikut serta meningkatkan perekonomian nasional.
Karena itu, wajar apabila pembangunan di desa perlu mendapat perhatian dari
berbagai pihak termasuk perguruan tinggi untuk ikut serta memberikan
sumbangsih baik pemkiran maupun tenaga untuk perkembangan desa.
Sebagai salah satu perguruan tinggi ternama di kabupaten Jombang serta
bagian dari masyarakat Jombang, STIE PGRI Dewantara Jombang merasa
terpanggil untuk ikut memberikan sumbangsih berupa pikiran dan tenaga guna
peningkatan potensi desa. Salah satunya adalah melalui kegiatan Kuliah Kerja
Nyata (KKN) yang rutin dilaksanakan mahasiswa dibawah bimbingan Dosen
Pendamping Lapangan (DPL). Berbeda dengan pelaksanaan KKN dua tahun
sebelumnya yang dilaksanakan dengan system hybrid yaitu kombinasi online
(daring) dan onsite (luring) karena pandemi Covid-19, pada pelaksanaan KKN ini
dilaksanakan penuh secara onsite.
Metode yang digunakan dalam KKN ini adalah Participatory Actions
dengan menekankan upaya untuk membangun kolaborasi antara mahasiswa,
dosen dan masyarakat desa sebagai upaya mengatasi permasalahan terutama
UMKM yang ada di desa agar mampu bangkit pasca pandemi Covid-19 yang
melanda. Kegiatan pembinaan UMKM akan difokuskan dalam hal manajerial,
keuangan, pemasaran, kerjasama serta keberlanjutan usaha yang dilakukan dengan
desain untuk menciptakan UMKM yang sehat dan produktif.
Selain fokus pada kegiatan pendampingan UMKM, kegiatan KKN ini
juga tidak menutup kemungkinan pelibatan mahasiswa pada kegiatan masyarakat
non ekonomi - bisnis seperti kegiatan sosial, agama dan pendidikan guna
menjalin keakraban dan persaudaraan antara masyarakat desa dengan mahasiswa
peserta KKN.
Dengan metode participatory actions ini diharapkan mahasiswa mampu
melakukan pemetaan masalah, perencanaan, dan kegiatan pendampingan guna
1
2
mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat desa khususnya para pelaku
UMKM. Dampak yang diinginkan dari pelaksanaan kegiatan KKN ini adalah
peningkatan kapasitas desa khususnya pemilik dan pelaku UMKM serta
terciptanya Collaborative Governance pihak desa, pemerintah daerah, dan STIE
PGRI Dewantara Jombang.
B. DASAR PELAKSANAAN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan wajib yang harus
ditempuh oleh mahasiswa dengan dasar pelaksanaan antara lain:
1. KKN merupakan bagian integral dari pendidikan berdasarkan Pancasila dan
Undang-undang Dasar 1945, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan
Tinggi Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
2. KKN merupakan salah satu mata kuliah lapangan, bersifat wajib, dan
tercantum dalam kurikulum Program Studi Manajemen dan Program Studi
Akuntansi.
C. TUJUAN
1. Kepentingan Mahasiswa
Mengacu pada tujuan kurikulum STIE PGRI Dewantara Jombang, tujuan
KKN adalah memberikan kompetensi-kompetensi tertentu kepada mahasiswa di
luar kegiatan perkuliahan kelas. Secara konkret kompetensi minimal yang perlu
diberikan dan diperoleh mahasiswa adalah :
a. Memberikan pengalaman belajar dan mengembangkan kompetensi
berkomunikasi dan berhubungan langsung dengan masyarakat.
b. Memberikan dan mengembangkan kompetensi mahasiswa untuk mengamati,
menganalisis dan menemukan potensi dan tantangan yang ada di masyarakat
sebagai dasar penyusunan program yang sesuai dengan sumber daya yang
dimiliki.
c. Memberikan dan mengembangkan kompetensi pemberdayaan masyarakat
melalui pemilihan program-program yang dilaksanakan demi peningkatan
kualitas hidup berdasarkan temuan kebutuhan di masyarakat.
3
d. Memberikan dan mengembangkan kompetensi merencanakan, melaksanakan
dan mengevaluasi tingkat keberhasilan program yang dilaksanakan.
e. Memberikan dan mengembangkan kompetensi dalam menyusun laporan
program kegiatan KKN yang dilakukan secara komprehensif sebagai bentuk
pertanggungjawaban secara ilmiah.
2. Kepentingan Masyarakat Sasaran
a. Memberdayakan masyarakat untuk mengelola potensi yang ada.
b. Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi untuk
memanfaatkan secara optimal sumber daya yang dimiliki sehingga mampu
melaksanakan pembangunan secara mandiri dan berkelanjutan.
c. Memperoleh alternatif wawasan, cara berpikir, ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam rangka pengembangan masyarakat.
3. Kepentingan Perguruan Tinggi
a. Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah,
instansi terkait, dan masyarakat sehingga perguruan tinggi dapat lebih
berperan dan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdiannya merupakan
layanan bagi kebutuhan nyata masyarakat.
b. Memperoleh masukan secara riil fenomena yang terjadi di masyarakat sebagai
bahan pertimbangan atau dasar dalam mengembangkan STIE PGRI
Dewantara Jombang di masa yang akan datang, serta sebagai evaluasi
keberhasilan dan kesesuaian program yang selama ini telah dilakukan oleh
STIE PGRI Dewantara Jombang.
D. PRINSIP PELAKSANAAN PROGRAM KKN
Pada prinsipnya pelaksanaan KKN STIE PGRI DEWANTARA
merupakan perwujudan pengabdian kepada masyarakat dalam kurun waktu
tertentu. KKN yang dilaksanakan harus memenuhi empat prinsip, diantaranya
dapat dilaksanakan (feasible), dapat diterima (acceptable), berkesinambungan
(sustainable), dan partisipatif (partisipative).
4
1. Dapat dilaksanakan (Feasible)
Program yang feasible adalah program yang dilakukan dalam KKN harus
disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa dan atau masyarakat sasaran. Feasible
juga diartikan sebagai program yang dapat dilakukan, dengan mahasiswa sebagai
perantara. Program yang tidak feasible akan memberatkan mahasiswa atau
masyarakat.
2. Dapat diterima (Acceptable)
Kegiatan yang dikembangkan dalam KKN harus dapat diterima oleh
masyarakat sasaran. Masyarakat harus dapat menerima dengan senang hati setiap
kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa peserta KKN. Penerimaan masyarakat
bukan saja karena kebutuhanmya, tetapi juga pertimbangan kecocokan sosial
(social acceptability) dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Mahasiswa
harus menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat dan penentuan
program yang akan dilaksanakan harus dikomunikasikan atau mendapat
persetujuan dari masyarakat. Masyarakat bisa saja meminta pelaksanaan program-
program tertentu yang memang diperlukan selama mahasiswa memiliki
kemampuan untuk melaksanakannya.
3. Berkelanjutan (Sustainable)
Program KKN yang dilaksanakan oleh mahasiswa harus memenuhi
prinsip berkelanjutan. Artinya, suatu program bukan bersifat terminal atau ad hoc
yang berjalan sewaktu ada mahasiswa KKN, tetapi program yang bersifat
developmental yang akan berlanjut meskipun masa kegiatan mahasiswa
melaksanakan KKN telah selesai. Program yang disusun juga harus menyesuaikan
dengan program yang telah ada ataupun yang akan datang. Program jangka
panjang juga dapat dikembangkan dengan cara program tersebut dilakukan oleh
beberapa angkatan mahasiswa KKN dalam satu wilayah yang sama.
Keberlanjutan dapat juga dilakukan dengan membentuk kader setempat yang
kelak dapat menggantikan peran mahasiswa KKN, bila KKN telah selesai.
4. Partisipatif (Partisipative)
Kegiatan KKN pada prinsipnya bukan kegiatan mahasiswa semata, tetapi
merupakan kegiatan yang sinergis dengan menggabungkan potensi sumberdaya
lokal dengan mahasiswa. Kegiatan KKN harus dilaksanakan dengan prinsip dan
5
atau pendekatan resiprokal. Artinya, masyarakat aktif melakukan kegiatan di
lingkungan sosialnya dan perguruan tinggi aktif membantu masyarakat dalam
melaksanakan kegiatan mereka.
E. MANFAAT KKN
KKN melibatkan tiga kelompok partisipan, yaitu mahasiswa, masyarakat
bersama pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Dengan adanya KKN masing-
masing pihak diharapkan memperoleh manfaat sebagai berikut :
1. Mahasiswa
a. Memperdalam pengertian tentang tata cara berpikir dan bekerja secara
interdisipliner sehingga dapat menghayati adanya keterkaitan ilmu untuk
mengatasi masalah-masalah di masyarakat serta memahami akan perlunya
kerjasama antar sektor.
b. Memperdalam pengertian dan penghayatan tentang kemanfaatan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni yang dipelajarinya bagi manusia atau
masyarakat.
c. Memperdalam penghayatan dan pengertian terhadap kesulitan yang dihadapi
oleh masyarakat dan berbagai alternatif pemecahannya dalam melaksanakan
pembangunan.
d. Memperdalam pengertian dan penghayatan terhadap seluk-beluk keseluruhan
dari masalah pembangunan dan perkembangan masyarakat.
e. Mendewasakan cara berpikir serta meningkatkan daya penalaran mahasiswa
dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan pemecahan masalah secara
ilmiah-pragmatis.
f. Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan pembangunan
dan pengembangan masyarakat berdasarkan ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni secara interdisipliner serta lintas sektoral.
g. Melatih mahasiswa sebagai motivator, dinamisator, dan problem solver.
2. Masyarakat Sasaran dan Pemerintah Daerah
a. Memperoleh penyadaran dan pemberdayaan potensi yang dimiliki untuk
peningkatan kualitas kehidupan.
6
b. Memperoleh pengalaman dalam menggali dan menumbuhkan potensi
swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam
pembangunan.
c. Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga, ilmu, teknologi, dan seni dalam
merencanakan serta melaksanakan pembangunan.
d. Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan sehingga keberlanjutan
pembangunan lebih terjamin.
e. Memperoleh manfaat dari bantuan tenaga dan pikiran mahasiswa dalam
melaksanakan program dan proyek pembangunan yang berada di lokasi
KKN.
3. Perguruan Tinggi
a. Memperoleh umpan balik sebagai pengintegrasian mahasiswa dengan proses
pembangunan di tengah-tengah masyarakat sehingga kurikulum, materi
perkuliahan, dan pengembangan ilmu yang dikembangkan di perguruan
tinggi dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
b. Memperoleh berbagai sumber belajar dan menemukan berbagai masalah untuk
pengembangan penelitian.
c. Memperoleh masukan untuk menelaah kondisi nyata dan mendiagnosis
secara tepat kebutuhan masyarakat sehingga ilmu, teknologi, dan seni yang
akan diabdikan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.
d. Meningkatkan, memperluas, dan mempererat kerjasama dengan instansi
dan departemen lain melalui rintisan kerja sama mahasiswa yang
melaksanakan KKN.
F. KARAKTERISTIK KKN STIE PGRI DEWANTARA
Karakteristik KKN STIE PGRI DEWANTARA memiliki ciri yakni
berperan serta dalam program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan
potensi mahasiswa. Pemberdayaan masyarakat secara substansial berarti proses
memajukan, mengembangkan, dan meningkatkan kemampuan masyarakat.
Artinya, masyarakat yang ada bukan saja diarahkan pada kemajuan fisik (materi)
tetapi juga pada kemajuan pada nilai-nilai non-material. Titik tekannya pada
7
pendampingan bersama stakeholder secara bersama-sama melaksanakan program
dengan didukung sistem dan teknologi informasi untuk menunjang kegiatan KKN
yang efektif dan efisien. Substansi pengembangan dimaksud adalah bagaimana
meningkatkan keberdayaan masyarakat utamanya pengembangan usaha mikro
kecil.
8
BAB II
KETENTUAN UMUM
1. Persyaratan untuk mahasiswa peserta KKN sebagai berikut:
a. Mahasiswa telah menempuh 6 semester efektif atau telah menyelesaikan
minimal 100 sks.
b. Mahasiswa terdaftar pada semester Kuliah Kerja Nyata (KKN)
diselenggarakan dan tidak kehilangan hak sebagai mahasiswa STIE PGRI
Dewantara.
2. Pendaftaran mahasiswa peserta KKN dilakukan di masing- masing program
studi melalui sistem on-line (daring).
3. Pembekalan mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dilakukan
oleh Panitia KKN secara offline (luring).
4. KKN ini dilaksanakan dalam waktu 1 bulan setara dengan 155 jam kerja yang
diilaksanakan pada 29 Juni – 28 Juli 2022 dengan ketentuan sebagai berikut:
Beban KKN = 2 sks
5. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat = 170 menit, maka pelaksanaan
kegiatan lapangan dengan bobot 2 SKS adalah: 2 X 170 X 16 = 5440 menit (
90,6 jan ~ 91 jam) dengan rincian sebagai berikut:
a. 1 X 2 X 170 = 340 atau 5,6 ~ 6 jam (pra pelaksanaan)
b. 14 X 2 X 170 = 4760 atau 79,3 ~ 79 jam (operasional lapangan)
c. 1 X 2 X 170 = 340 menit atau 5,6 ~ 6 jam (pasca pelaksanaan)
Total = 91 jam
6. Kegiatan harus diimbangi dengan:
a. Kegiatan tidak terjadwal berstruktur = 16 X 60 menit (untuk 1 SKS), maka
2 SKS = 1920 menit atau 32 jam
b. Kegiatan tidak terjadwal mandiri = 16 X 60 menit (untuk 1 SKS), maka 2
SKS = 1920 menit atau 32 jam
Total waktu keseluruhan adalah 155 jam, sehingga jam efektif mahasiswa
KKN adalah 5 – 6 jam per hari
7. Kegiatan pra pelaksanaan meliputi : survey, konsultasi, koordinasi,
penyusunan rencana kegiatan dan diskusi dengan pihak-pihak terkait (DPL,
8
9
Pamong desa, dan tokoh masyarakat)
8. Kegiatan operasional pelaksanaan KKN berupa inti kegiatan KKN yaitu tatap
muka dengan masyarakat dan evaluasi atas pelaksanaan kegiatan inti atau
tatap muka dengan masyarakat.
9. Kegiatan pasca pelaksanaan KKN, yakni kegiatan penyusunan laporan.
Selengkapnya tampak pada tabel berikut:
Tabel 2.1 Jumlah Waktu KKN
Kegiatan SKS Terjadwal Tidak Terjadwal Mandiri Jumlah Waktu
KKN 2 SKS Terstruktur 2 X 16 X 60 menit
2 X 16 X 170 Menit 2 X 16 X 60 menit = 1920 menit 9280 menit
= 5440 menit = 1920 menit (32 jam) = (155 jam)
(91 jam) (32 jam)
10. Selama Kegiatan KKN panitia tidak menyediakan tempat tinggal (basecamp)
sehingga mahasiswa wajib untuk mencari sendiri.
11. Pada setiap aktivitas, mahasiswa harus memakai jaket KKN atau jaket
almamater.
12. Mahasiswa dan DPL tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dan aturan
yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
13. Seorang DPL dapat mengkoordinir 12 - 15 mahasiswa (atau menyesuaikan)
yang berada dalam 1 (satu) desa.
14. Penugasan DPL dilakukan oleh penanggungjawab KKN.
15. Surat Keputusan (SK) sebagai DPL ditetapkan oleh Ketua STIE PGRI
Dewantara Jombang.
16. KKN dilaksanakan bersama antara mahasiswa program studi Akuntansi dan
program studi Manajemen, dan mahasiswa masing-masing program studi
harus tetap melaksanakan KKN dengan tema utama sesuai program studinya.
17. Mahasiswa harus menyusun program kerja yang dibahas bersama dengan
DPL.
18. Program kerja utama meliputi aspek pengelolaan manajerial, pengelolaan
keuangan, dan keberlanjutan (pemasaran, inovasi dan kerjasama). Masing-
masing aspek/bidang harus ada penanggungjawab program.
19. Mahasiswa dan DPL aktif saling berkomunikasi dengan pemerintah desa
10
stempat untuk menunjang kegiatan KKN.
20. Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh DPL sesuai dengan waktu yang telah
disepakati bersama.
21. Semua kegiatan selama kegiatan KKN di desa harus dilengkapi dengan daftar
hadir dan setiap kegiatan didokumentasikan dengan tertib dan rapi.
22. Laporan akhir KKN mahasiswa harus dilampiri Laporan Kegiatan dalam
bentuk Log book yang disertai dengan dokumen foto dan/atau rekaman video.
File laporan dikumpulkan dalam format PDF.
23. Panitia KKN menyediakan surat-surat untuk kelancaran administrasi yang
dibutuhkan oleh mahasiswa dan DPL.
11
BAB III
ALUR KEGIATAN DAN JADWAL PELAKSANAAN
A. ALUR KEGIATAN
SOSIALISASI PELAKSANAAN KKN
KEPADA MAHASISWA DAN CALON
DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN (DPL)
PENDAFTARAN MAHASISWA PESERTA
KKN
PEMBEKALAN MAHASISWA DAN DOSEN
PEMBIMBING LAPANGAN (DPL)
PELAKSANAAN KEGIATAN SELAMA 1
BULAN (DPL MEMONITORING
KEGIATAN MAHASISWA)
PELAPORAN KEGIATAN OLEH
MAHASISWA DAN DPL
B. JADWAL PELAKSANAAN
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan KKN Peningkatan Keberdayatahanan
Masyarakat Desa Pasca Pandemi Covid-19 Melalui KKN STIE PGRI
Dewantara Jombang dilaksanakan dalam rentang waktu satu bulan yang
ditetapkan pada 29 Juni – 28 Juli 2022. Tahapan kegiatan KKN tampak sebagai
sebagai berikut:
11
12
Tabel 3.1 : Jadwal Pelaksanaan KKN
STIE PGRI Dewantara Jombang
No Kegiatan Mei Juni Juli Agt
1 Persiapan 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 12
Sosialisasi
Pendaftaran Peserta
Pengumuman tempat KKN
Koordinasi dengan DPL
Pembekalan untuk mahasiswa
2 Pelaksanaan
Pelaksanaan Kegiatan
Pengisian log book
3 Monitoring
Monitoring oleh DPL
Monitoring oleh panitia
4 Evaluasi
Penyerahan Laporan Akhir & log
book
Penyerahan Nilai
13
BAB IV
SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN
KULIAH KERJA NYATA(KKN)
Di akhir kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa wajib meyusun
laporan kelompok. Adapun ketentuan penulisan laporan serta format isi laporan
dijelaskansebagai berikut:
A. Pemakaian Bahasa Indonesia
Bahasa yang digunakan dalam laporan KKN adalah Bahasa Indonesia
yang baku. Setiap kalimat harus utuh, mengunakan tanda baca secukupnya,
dan menaati tataa bahasa resmi. Kata ganti orang, terutama kata ganti orang
pertama “saya” dan “kami”, tidak diperkenankan untuk digunakan, kecuali
kata ganti tersebut berada dalam kalimat kutipan. Ini artinya setiap kalimat
yang memiliki kata ganti orang pertama harus dirubah, tanpa merubah makna
atau tujuan dari kalimat tersebut.
Mahasiswa dapat merujuk pada berbagai literatur seperti Pedoman
Umum Pada Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, Pedoman Umum
Pembentukan Istilah, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai referensi
dalam menyusun berbagai kalimat yang memenuhi kaidah Bahasa Indonesia
yang baik dan benar.
B. Pengetikan
1. Jenis huruf. Naskah laporan harus diketik dengan huruf Times New
Roman (12Pts). Huruf cetak miring digunakan untuk penyuntingan istilah
asing.
2. Bilangan dan satuan. Bilangan diketik dengan angka, kecuali terdapat
pada permulaan kalimat, yang harus dieja penulisnnya.
Misal: - Seratus orang sebagai responden.
- Pembelian 10 buah alat pengukuran.
Bilangan desimal harus ditandai dengan koma (bukan titik), misalnya:
Satuan dinyatakan dengan singkatan resminya tanpa titik di belakangnya.
Misal: berat telur 50,5 kg bukan 50,5 kg.
3. Jarak baris. Jarak antar baris dibuat 1,5 spasi
13
14
4. Batas tepi. Batas-batas pengetikan diatur sebagai berikut:
a. Tepi atas : 4 cm
b. Tepi bawah : 3 cm
c. Tepi kiri : 4 cm
d. Tepi kanan : 3 cm
5. Pengaturan ruang antar baris. Ruangan yang terdapat pada halaman
naskah harus diisi penuh, artinya pengetikan harus mulai dari batas tepi
kiri sampai batas tepi kanan, dan jangan sampai ada ruangan yang
terbuang, kecuali jika akan memulai paragraf baru, persamaan, tabel,
gambar, judul sub bab, atau hal khusus lainnya.
6. Paragraf baru. Kalimat pertama pada awal paragraf menjorok ke dalam
dan dimulai pada pengetikan karakterk yang ke-6 (enam) dari batas tepi
kiri. Awal kalimat pada suatu paragraph memiliki jarak 0 pt, baik before
maupun after dengan kalimat terakhir pada paragraph di atasnya.
7. Judul bab, judul sub bab, anak sub bab, dan lain-lain. Judul bab
harus diketik dengan huruf kapital dan cetak tebal pada tengah atas
dengan jarak before dan after masing-masing 0 pt. Judul sub-bab harus
diketik cetak tebal di tepi kiri dengan menggunakan huruf kapital untuk
setiap huruf di awal kata. Anak sub bab harus diketik tidak tebal di tepi
kiri dengan huruf kapital untuk setiap huruf di awal kata. Bagian dari
anak sub-bab harus diketik dari tepi kiri dan cetak tidak tebal dengan
huruf kapital pada awal kalimat. Seluruh teks atau naskah dalam paragraf
selalu dimulai dari tepi kiri.
8. Perincian materi. Jika dalam penulisan naskah terdapat materi yang
harus dirinci, maka perincian dapat dilakukan dengan penomoran dengan
angka atau huruf dengan membuat perincian tersebut sedikit menjorok ke
dalam pengetikannya.
9. Istilah asing. Jika dalam penulisan naskah laporan digunakan istilah
dalam bahasa asing / istilah asing, maka harus menggunakan huruf italic
(huruf miring).
10. Letak gambar dan tabel. Gambar dan tabel ditempatkan secara simetris
(centered).
15
C. Penomoraan dan Pemberian Judul
1. Halaman. (1) Bagian awal laporan, mulai dari halaman depan hingga
abstrak, diberikan nomor halaman dengan angka romawi kecil dan
ditempatkan simetris (centered) di bawah halaman. (2) Bagian utama
dan akhir laporan mulai dari Bab I sampai halaman terakhir,
menggunakan angka arab sebagai nomor halaman dan ditempatkan pada
sebelah kanan atas, kecuali pada halaman yang ada tulisan BAB, pada
tengah bawah.
2. Tabel. Penomoran tabel terdiri dari dua angka yang dipisahkan oleh
sebuah titik. Angka pertama menunjukkan bab dimana tabel tersebut
berada dan angka tersebut diketik dengan angka arab. Angka kedua
memperlihatkan nomor urut tabel tersebut pada bab terkait dan diketik
dengan angka arab. Judul atau nama tabel ditulis dengan huruf kecil,
kecuali huruf pada setiap awal kata. Judul tabel ditempatkan simetris
(centered) di atas tabel dan baris-baris judul dipisahkan oleh jarak satu
spasi. Judul tabel menggunakan huruf ukuran 11 Times New Roman,
sedangkan data dalam tabel ditulis dengan spasi 1 (satu) dan ukuran
huruf 10 Times New Roman. Sumber tabel dituliskan di bawah tabel
(rata kiri) dengan spasi 1 (satu) dan ukuran huruf 10 Times New Roman.
3. Gambar. Penomoran gambar terdiri dari dua angka yang dipisahkan
oleh sebuah titik. Angka pertama menunjukkan bab dimana gambar
tersebut berada dan angka tersebut diketik dengan angka arab. Angka
kedua memperlihatkan nomor urut gambar tersebut pada bab terkait dan
diketik dengan angka arab. Judul atau nama gambar ditulis dengan huruf
kecil, kecuali huruf pada setiap awal kata. Judul gambar ditempatkan
simetris (centered) di bawah gambar dan baris-baris judul dipisahkan
oleh jarak satu spasi. Judul gambar menggunakan huruf ukuran 11,
sedangkan sumber gambar dituliskan di bawah gambar (rata kiri)
dengan spasi satu dan ukuran huruf 10.
4. Persamaan. Nomor urut persamaan yang berbentuk rumus matemaikan
dan lain- lain ditulis dengan angka arab di dalam kurung dan
ditempatkan di dekat batas tepi kanan.
16
D. Penulisan Referensi
1. Referensi dalam uraian. Penulisan nama adalah dengan mencantumkan
nama akhir/nama keluarganya saja yang diikuti oleh tahun penelitian
referensi tersebut.
a. Kutipan langsung harus sama dengan aslinya, baik mengenai susunan
kata-katanya, ejaannya, maupun mengenai tanda bacanya. Kalau huruf
asli kutipan yang bersangkutan bukan huruf Latin (misalnya huruf
Arab, Jawa, Kanji, dan lain-lain) harus diganti dengan huruf Latin.
b. Kutipan yang menggunakan Bahasa selain Bahasa Inggris, harus
diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Terjemahan ini
ditempatkan di bawah kutipan dengan 2 (dua) spasi, dengan cara
penulisan yang sama dengan cara penulisan kutipan.
c. Kutipan yang panjangnya kurang dari 5 (lima) baris dimasukkan ke
dalam teks biasa berspasi 2 (dua) dengan menggunakan tanda petik
pada awal dan akhir kalimat kutipan.
Contoh:
Simon (2014) mengemukakan “internet dan IT mengubah pemasaran
secara radikal. Marketing 4.0 adalah pembuka mata bagi pemasaran di
era baru” Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “internet dan IT
mengubah pemasaran secara radikal dan marketing 4.0 adalah
pembuka mata bagi pemasaran di era baru” (Simon, 2014).
d. Kutipan yang panjangnya 5 (lima) baris atau lebih, diketik berspasi 1
(satu) dengan mengkosongkan 4 (empat) karakter dari kiri dengan
jarak 1 (satu) spasi.
Contoh:
Tullman (2014) menarik kesimpulan sebagai berikut:
Dewasa ini dunia teknologi bergerak begitu cepat, sehingga setiap
perubahan mempercepat perubahan berikutnya. Menjadi penting di
lingkungan seperti itu untuk memiliki garis dasar dan titik referensi
guna membantu pemasar menemukan jalan ke depan. Marketing 4.0
menawarkan pengetahuan baru yang akan menjadi titik awal dan
sumber daya yang berharga untuk semua orang yang mencoba
menciptakan serta memahami masa depan digital dan mobile.
17
e. Jika ada tanda kutip dalam kutipan, digunakan tanda kutip tunggal.
Contoh:
Kesimpulan dari penelitian ini adalah “dewasa ini dunia teknologi
‘bergerak’ begitu cepat, sehingga setiap perubahan mempercepat
perubahan berikutnya” (Tullman, 2014).
f. Apabila dalam kutipan perlu dihilangkan beberapa bagian dari
kalimat, maka pada bagian itu diberi titik sebanyak tiga buah.
Contoh:
“Marketing 4.0 menawarkan pengetahuan baru yang akan menjadi
titik awal dan sumber daya yang berharga … mencoba menciptakan
serta memahami masa depan digital dan mobile” (Tullman, 2014).
g. Apabila dari suatu kutipan yang dihilangkan itu langsung sampai pada
akhir kalimat, maka titik tersebut berjumlah 4 (empat).
Contoh:
“… Marketing 4.0 menawarkan pengetahuan baru yang akan menjadi
titik awal dan sumber daya yang berharga ….” (Tullman, 2014).
h. Kutipan dalam teks menyebutkan nama belakang (akhir) penulis,
tahun, dan nomor halaman.
Contoh:
1) Satu sumber kutipan dengan satu penulis, ditulis “.............”
(Tullman, 2014:25)
2) Satu sumber kutipan dengan dua penulis, ditulis “……….”
(Tullman dan Simon, 2014:110)
3) Satu sumber kutipan dengan lebih dari dua penulis, ditulis
“………..” (Tullman, Simon, Keller, 2014:98) → jika ditulis di
awal sitasi; (Tullman et al., 2014:98) → untuk penulisan
selanjutnya. (dkk. untuk penulis jurnal atau buku nasional, et al.
untuk penulis buku atau jurnal internasional)
4) Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama, ditulis “…….”
(Tullman, 2014:25, 2018:10)
5) Jika tahun publikasi sama, maka ditulis sebagai berikut:
(Tullman, 2014a:25, 2014b:15)
18
6) Sumber kutipan dari suatu institusi sebaiknya menyebutkan
singkatan atau akronim yang bersangkutan, seperti: …. (BPS,
2020:10)
2. Referensi dalam daftar pustaka. sistem penulisan referensi atau
kepustakaan dalam daftar pustaka merujuk pada Amercan Psychology
Association (APA). Untuk penulisan daftar pustaka dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Daftar Pustaka diketik dengan spasi 1 (satu) dan baris kedua indent
(masuk) sebanyak 6 (enam) karakter dari kiri.
b. Nama pengarang dalam daftar Pustaka ditulis urut abjad.
c. Jarak antara masing-masing kepustakaan adalah 1 (satu) spasi.
d. Semua referensi, baik itu dalam bentuk narasi, tabel, maupun gambar
harus masuk dalam Daftar Pustaka.
Berikut adalah contoh penulisan buku printed maupun online:
Buku printed: Athuor, A. A. (tahun). Judul buku. Kota: Nama Penerbit
Buku online: Athuor, A. A. (tahun). Judul buku. Diunduh dari
http://www.xxx, (tanggal, bulan dan tahun diakses)
Judul harus dicetak miring dan informasi letak edisi, seri, volume, rentang
halaman yang ingin disampaikan, harus diketik dalam kurung setelah
judul sebelum titik dan tidak cetak mirirng.
Berikut ini adalah contoh referensi dalam bentuk jurnal ilmiah:
Jurnal printed: Author, A. A., Athuor, B. B, & Author, C. C., (tahun).
Judul artikel. Nama jurnal, Volume number (issue
number), halaman
Jurnal online: Athuor, A. A., Athuor, B. B, & Author, C. C., (tahun).
Judul artikel. Namal jurnal. Volume number (issue
number), Diunduh dari http://www.xxxx
19
Berikut adalah contoh penulisan referensi online
Penulisan dan : Author. A., (tahun). Judul. Diunduh tanggal
tanggal diketahui bulan dan tahun dan dari sumber diketahui.
Penulis tidak Judul. (tahun). Diunduh tanggal bulan dan tahun
diketahui dari sumber diketahui
Nama pengarang yang lebih dari satu pustaka tidak perlu ditulis lengkap
cukup dengan tanda dash (----).
Contoh:
Cornet, L and Weeks. (1985). Career Ladder Plans: Trend and
Emerging Issues 1985. Atlanta: Career Ladder Cearinghouse
............ (1985). Career Ladder Plans: Trend and Emerging Issues 1985.
Atlanta: Career Ladder Cearinghouse
Pengarang yang berlaku sebagai editor harus ditulis secara jelas bahwa
yang bersangkutan adalah editor dalam tanda kurung (Ed). Jika ada editor
dan (Eds). Jika editor lebih dari satu, di antara nama pengarang dan tahun
penerbitan.
Contoh:
Aminuddin (Ed) 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam
Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: HISKI Komisariat Malang
dan YA3.
Letheridge & Cannon (Eds). 1980. Bilingual Education Theaching
English as a Second Language. New York: Preager.
Rujukan dokumen resmi pemerinta yang diterbitkan oleh suatu penerbit
tanpa pengarang dan tanpa lembaga. Judul atau nama dokumen ditulis
dibagian awal dengan cetak miring, diikuti ditahun penerbitan dokumen,
kota dan nama penerbit.
Contoh:
Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentag Sistem
Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta: Diperbanyak oleh PT. Armas Duta
Jaya.
20
E. KERANGKA LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN KKN
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
BAB I. PENDAHULUAN (berisi):
1. Analisis situasi di desa tempat KKN (informasi hal umum seperti unit usaha
yang ada);
2. Permasalahan pada aspek pengelolaan manajerial, pengelolaan keuangan, dan
keberlanjutan (pemasaran, inovasidan kerjasama);
3. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai alternatif solusi yang ditawarkan;
4. Tujuan Kegiatan.
BAB II. PEMBAHASAN (berisi):
1. Deskripsi kegiatan (informasi dan pembahasan tentang kegiatan yang
dilaksanakan sesuai dengan rencana awal program kerjayang disusun);
2. Solusi yang diberikan dan diaplikasikan dalam menjawab persoalan pada aspek
pengelolaan manajerial, pengelolaan keuangan, dan keberlanjutan (pemasaran,
inovasi dan kerjasama). Jelaskan aspek kreatif, inovatif, atau unik yang
ditawarkan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan;
3. Pihak – pihak yang terlibat dalam kegiatan dan peran mahasiswa dalam
kegiatan yang dilaksanakan;
4. Hasil/Capaian kegiatan (deskripsikan dengan lengkap dandidukung oleh data
ataupun foto dokumentasi);
BAB III. PENUTUP
1. Kesimpulan
2. Saran
DAFTAR REFERENSI
LAMPIRAN (dokumen pendukung, foto-foto kegiatan, poster outputkegiatan,
dan lainnya)
21
D. PENGUMPULAN LAPORAN KKN
1. Laporan KKN dikumpulkan paling lambat 1 (satu) minggu setelah
pelaksanaan KKN lengkap dengan aetikel ilmiah untuk dimuat di jurnal
2. File laporan dikumpulkan dalam format PDF dikirimkan ke email LP4M
[email protected] CC: [email protected]
3. Berbagai kegiatan selama KKN yang memberikan manfaat nyata bagi desa
lokasi KKN wajib di unggah pada link youtobe
3. Laporan harus disusun sesuai sistematika dan ketentuan yang telah
ditetapkan.
22
BAB V
PENUTUP
Berbagai hal dalam Panduan ini merupakan ide atau konsep yang perlu terus
menerus harus diperbaiki. Oleh karena itu, masukan-masukan yang berharga dan
konstruktif dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sangat diperlukan bagi
penyempurnaan Panduan ini. Demikianlah Panduan ini dibuat untuk dapat
dijadikan pedoman dalam pelaksanaan Kegiatan KKN. Dengan kerja sama
berbagai pihak, diharapkan pelaksanaan KKN Tematik ini dapat berkontribusi
positif bersama masyarakat dalam memajukan UMKM di masing masing Desa,
khususnya di Kabupaten Jombang.
22
23
Lampiran 1. Halaman Depan Laporan Akhir KKN
LAPORAN PELAKSANAAN
KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA (KKN)
Penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Menuju
JombangBerkarakter dan Berdaya Saing
Disusun oleh:
Kelompok .. .......................................
Desa ........... .......................................
Kecamatan….........................................................................
Nama DPL: .......................................
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI(STIE)
PGRI DEWANTARA JOMBANG
TAHUN 2022
24
Lampiran 2: Template Jurnal Pelaksanaan KKN
Judul Artikel Ditulis Singkat dan Jelas, Jarak Satu Spasi Maksimal Lima
Belas Kata Font Times New Roman 12
Penulis Pertama : Adalah Dosen Pendamping Lapangan (Non Gelar)*,
Penulis Kedua: Ketua Kelompok KKN Font Times New Roman 10
STIE PGRI Dewantara Jombang
Korespondensi*: email dosen pendamping lapangan
Abstract
Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia tidak lebih dari 200 kata dengan jarak 1
spasi font Times New Roman dengan ukuran huruf 10 pt. Ukuran kertas A4 dengan
margin kiri dan margin atas 3 cm, sedangkan margin kanan dan margin bawah 3 cm.
Pada bagian ini penulis perlu menggambarkan secara singkat: 1) latar belakang
pelaksanaan program KKN, 2) kondisi awal mitra binaan serta permasalahan yang
dihadapi, 3) metode/solusi pemecahan masalah yang dihadapi mitra, 4) pelaksanaan
kegiatan pemecahan solusi mitra. Binaan. Dibagian akhir, ditulis hasil pembinaan
yang telah dilakukan baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dan diakhiri dengan
rencana tindak lanjut untuk mitra binaan
Kata kunci: 3-6 kata kunci
Abstract
Abstract should be written in English with no more than 200 words with 1 space
spacing, Times New Roman font with a font size of 10 pt. The paper size is A4 with
the left and top margins of 3 cm, while the right and bottom margins are 3 cm. In
this section, the author needs to briefly describe: 1) the background of the
implementation of the KKN program, 2) the initial conditions of the fostered
partners and the problems they face, 3) the methods/solutions of problem-solving
faced by the partners, 4) the implementation of partner solution-solving activities.
built. In the end, the results of the coaching that have been carried out both
quantitatively and qualitatively are written, and end with a follow-up plan for the
fostered partners
Keywords: 3-6 keywords
A. PENDAHULUAN
Pendahuluan ditulis dalam bahasa Indonesia dengan jarak 1 spasi font
Times New Roman dengan ukuran huruf 12 pt. Pada bagian ini, penulis perlu
menjelaskan latarbelakang pelaksanaan program sehingga tertarik untuk
melakukan kegiatan pembinaan/pendampingan terhadap mitra binaan. Pada
bagian ini juga perlu ditulis: 1) latar belakang pelaksanaan program KKN, 2)
kondisi awal mitra binaan serta permasalahan yang dihadapi, 3) metode/solusi
pemecahan masalah yang dihadapi mitra
B. TINJAUAN PUSTAKA
Kajian ditulis dalam bahasa Indonesia dengan jarak 1 spasi font Times New
Roman dengan ukuran huruf 12 pt. Pada bagian ini, penulis perlu menjelaskan
aspek teoritis yang mendukung pelaksanaan program. Hal ini untuk memperkuat
pemilihan metode solusi permasalahan mitra. Karena itu, penulis perlu
menyajikan dasar-dasar teoritis yang dijadikan acuan dari solusi tersebut dalam
pelaksanaan program abdimas. Penulis bisa juga menyajikan kasus-kasus
25
pembanding dengan solusi yang mirip dengan solusi yang diterapkan
terhadap mitra, untuk meyakinkan bahwa pemilihan solusi terhadap permasalahan
mitra sangat sesuai.
C. METODE PELAKSANAAN
Yang dimaksud dengan metode disini adalah sebuah proses dan tahapan
intervensi terhadap mitra sebagai obyek kegiatan pembinaan/pendampingan yang
dapat memberikan dampak terhadap perubahan kondisi mitra seperti yang telah
diharapkan sejak perancangan program dari kondisi awal mitra. Pada bagian ini,
disajikan tahapan perancangan program pendampingan dengan jelas dan
terstruktur serta menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dari setiap solusi yang
diangkat sebagai program.
Metode pelaksanaan harus menggambarkan beberapa hal yaitu :
1. Tahapan awal, menjelaskan bagaimana persiapan yang dilakukan terhadap
mitra/obyek program sebelum program utama dilaksanakan. Hal ini
menggambarkan pengkondisian atau penataan dan proses pemahaman program
oleh mitra. Perlu dijelaskan persiapan peralatan, sarana-prasarana pendukung
untuk pelaksanaan program. Menggambarkan strategi pelaksanaan program
secara tahap demi tahap berdasarkan prioritas program.
2. Tahapan pelaksanaan, menjelaskan bagaimana strategi proses pelaksanaan
program untuk menerapkan sains dan iptek terapan terhadap mitra sehingga
diharapakan memberikan dampak dan perubahan terhadap mitra sasaran
program seperti yang diharapkan pada awal perancangan program.
3. Tahapan monitoring dan evaluasi, perlu dijelaskan bagaimana proses
monitoring dan evaluasi yang nanti akan dilakukan terhadap efektivitas
pelaksanaan program pendampingan. Perlu dijelaskan secara singkat perubahan
yang diharapkan dari pelaksanaan program terhadap mitra binaan dan luaran
yang mungkin dihasilkan dalam program pembinaan ini.
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan gambaran pelaksanaan kegiatan pendampingan/
pembinaan pada mitra. Pada bagian ini dijelaskan juga apakah pelaksanaan
kegiatan sesuai dengan desain kegiatan program diawal (rencana pelaksanaan
kegiatan). Penulis juga perlu menjelaskan efektivitas strategi dan tahapan
pelaksanaan program terhadap pencapaian tujuan program. Penulis juga perlu
menjelaskan efektivitas penggunaan alat, teknologi dan metode dalam pencapaian
tujuan program. Sebagai bukti suksesnya pelaksanaan, berikan data-data baik
kuantitatif dan kualitatif sebagai indikator pencapaian pelaksanaan program.
Selain itu, penulis juga perlu menjelaskan kendala dilapangan dan solusi yang
diambil dan disesuaikan dengan kondisi pelaksanaan program dan bagaimana
hasil dari solusi yang dilaksanakan untuk mengatasi kendala tersebut.
Dibagian akhir, penulis perlu menjelaskan efektivitas metode
pendampingan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan program untuk mengawal
pencapaian tujuan program, sehingga tampak perubahan yang dialami oleh
mitra binaan selama dan setelah pelaksanaan program dilakukan. Nyatakan
dengan data-data kualitatif dan atau kuantitatif
Cara Penulisan Gambar dan Tabel
Apabila dalam artikel terdapat Gambar dan Tabel, letakkan posisinya dengan
format rata tengah (centered). Keterangan Gambar diletakkan di bawah gambar.
Ditulis dengan huruf Times New Roman dengan ukuran 10 pt denganjarak 1
26
spasi. Sementara itu, keterangan Tabel diletakkan di atas tabel. Ditulis dengan
huruf Times New Roman dengan ukuran 10 pt dengan jarak 1 spasi.
Gambar 1. Judul Gambar, huruf Times New Roman 10 pt, spasi 1
Tabel 1. Judul Tabel, huruf Times New Roman 10 pt, 1 spasi.
Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4
XXX XXX XXX XXX
YYY YYY YYY YYY
ZZZ ZZZ ZZZ ZZZ
E. PENUTUP
Pada bagian ini, penulis perlu menjelaskan kesesuaian capaian program
dengan rancangan program diawal. Penulis juga perlu menulis perubahan yang
dialami oleh mitra binaan setelah program serta ditutup dengan saran berupa
tindak lanjut (keberlanjutan) dari kegiatan yang telah dilakukan. Penutup harus
dinyatakan dengan bahasa dan kalimat yang singkat dan jelas.
DAFTAR PUSTAKA
(diurutkan berdasarkan abjad)
Addy, S. K., Neural Net Generated Seismic Map and Its Application in Various
Geologic Environment, CGG-ASI-Houston, 1998, www.flagshipgeo.com,
diakses pada 25 Mei 2006. (pustaka berupa artikel dari situs internet)
Bartle, R. G. dan Sherbert, D. R., Introduction to Real Analysis, Edisi Ketiga,
John Wiley & Sons, Inc., 2000. (pustaka berupa buku)
Bougoffa, L. dan Moulay, M. S., A class of composite type equations, J. Indones.
Math. Soc. (MIHMI), 11(1) (2005), 1-8. (pustaka berupa artikel dalam
majalah/jurnal ilmiah)
Lindstrom, T., A Set of Hyperreals, dalam Cutland, N. (ed.), Nonstandard
Analysis and Its Applications, Cambridge University Press, Cambridge,
1980, 4-21. (pustaka berupa artikel dalam buku)
Prasad, P., Propagation of Curved Non Linear Wavefronts and Shocks Fronts,
dalam Andonowati et al. (eds.), Proceedings of Conference on Applied
Mathematics 2005, ITB, Bandung, 2005, 22-34. (pustaka berupa artikel
dalam prosiding pertemuan ilmiah)
27
Lampiran 3: Contoh Jurnal
Penyusunan Kelengkapan Administrasi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)
Kembang Sore Guna Kelancaran Kegiatan Organisasi
Rita Mutiarni*, Mas Hudha Dela
STIE PGRI Dewantara Jombang
Korespondensi*: [email protected]
Abstrak
Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diprakarsai oleh pemerintah
pusat langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah Jombang, dengan pemberian
dana stimulus sebesar Rp. 100.000.000,00 untuk setiap desa, termasuk desa
Dukuhklopo yang terletak di kecamatan Mojoagung, Jombang dengan membentuk
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kembang Sore dengan jenis usaha simpan
pinjam. Dalam perkembangannya, pengelolaan keuangan di Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) Kembang Sore sudah cukup baik namun ada beberapa kelengkapan
administartif yang kurang. Untuk itu, penulis bersama team mahasiswa yang sedang
melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Dukuhklopo melakukan kegiatan
pembenahan kelengkapan adminstratif di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Kembang Sore, antara lain: 1. Penyusunan Standart Operasional Prosedur (SOP), 2)
Penyusunan AD/ART, 3) Penyusunan Tata tertib diagra alir kegiatan, 4)
Pemenuhan kelengkapan surat-surat administrasi lainnya, 5) Pembuatan logo
Bumdes. Kegiatan tersebut telah diselesaikan dengan baik oleh penulis bersama
team mahasiswa KKN. Kegiatan ini akan dilanjutkan pada semester genap tahun
akademik 2020/ 2021dengan sasaran kegiatan adalah perbaikan pada system
pencatatan keuangan unit simpan pinjam.
Kata kunci: BUMDes Dukuhklopo, Kembang Sore, Administratif.
Abstract
The establishment of Village Enterprises (BUMDes) initiated by the central
government was immediately followed up by the Jombang regional government, by
providing a stimulus fund of Rp. 100,000,000.00 for each village, including
Dukuhklopo village which is located in Mojoagung sub-district, Jombang by
forming a Village Enterprise (BUMDes) Kembang Sore with the type of business is
a savings and loan business. During its development, the financial management at
Village Enterprises (BUMDes) Kembang Sore is quite good, but there is some
administrative completeness that is lacking. For this reason, the authors and a team
of students who are carrying out a Real Work Lecture (KKN) in the village of
Dukuhklopo carry out improvements in administrative completeness at Kembang
Sore Village Enterprises (BUMDes), including 1. Preparation of Standard
Operational Procedures (SOP), 2) Preparation of AD / ART, 3) Arrangement of
rules and regulations in the flow of activities, 4) Fulfillment of other administrative
documents, 5) Making the Bumdes logo. This activity has been completed properly
by the author and the KKN student team. This activity will be continued in the even
semester of the 2020/2021 academic year with the target of the activity is to improve
the financial recording system of the savings and loan unit.
Keywords: BUMDes Dukuhklopo, Kembang sore, Administrative.
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pemerintahan presiden Joko Widodo terus berupaya mengembangkan
pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbagai upaya terus dilaksankan, mulai dari
pelibatan berbagai pihak baik swasta maupun pemerintah. Semua dituntut untuk
ikut menyukseskan program pemerintah.
28
Sebagai salah satu kewajiban yang termuat dalam Tri Dharma Perguruan
Tinggi, STIE PGRI Dewantara Jombang sebagai salah atu kampus terkemuka di
Jombang terpanggil untuk ikut menyukseskan program pemerintah tersebut.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), tidosen di STIE
PGRI Dewantara Jombang memberikanpendampingan pada salah satu
lembaga yang dibentuk pemerintah pada tahun 2015, yaitu Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) Kembang Sore yang ada di desa Dukuhklopo, Kecamatan
Peterongan – Jombang.
Kegiatan ini juga turut dibantu mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah
Kerja Nyata (KKN) di desa tersebut. Sasaran kegiatan pada pelaksanaan KKM ini
adalah pendampingan penyusunan kelengkapan administrasi Badan Usaha Milik
Desa (Bumdes) Kembang Sore Desa Dukuhklopo – Peterongan – Jombang. Tim
penulis bersama mahasiswa mengangkat permasalaha tersebut sebagai tema utama
kegiatan kkm karena mulai berdiri yaitu tahun 2015 hingga saat ini Bumdes
Kembang Sore belum memiliki alat kelengkatan administrasi standar untuk
beropreasinya suatu organisasi.
Kegiatan PKM ini dalakukan secara insentif selama kurang lebih 1 (satu)
bulan yaitu selama bulan Pebruari 2021. Hasil akhir yang diharapkan dari
kegiatan ini adalah tersusunnya alat kelengkapan administrasi standard seperti
Standar Operasional Prosedur (SOP), Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah
Tangga (ART) dan berbagai berkas kelengkapan kegiatan simpan pinjam.
2. Profil Mitra Binaan
BUMDes Kembang Sore merupakan sebuah Badan Usaha Milik Desa yang
terletak di Desa Dukuh Klopo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang.
Tepatnya berada di Jalan Kenangan No.1 Desa Dukuh Klopo. BUMDes Kembang
Sore berdiri sejak tahun 2010, kemudian pada tahun 2015 memberikan dana
kepada BUMDes untuk kegiatan operasional, Dana operasional dari pemerintah
yang mengawali BUMDes Kembang Sore untuk membuka unit usaha simpan
pinjam. Sejauh ini BUMDes Kembang Sore hanya melakukan unit kegiatan usaha
simpan pinjam, dimana ada 3 (tiga) unit yang tergabung dengan BUMDes
Kembang Sore yakni:
1. Simpan pinjam milik BUMDes Kembang Sore;
2. Simpan pinjam milik Unit Pengelola Keuangan dan Usaha (UPKU); dan
3. Simpan pinjam milik Badan Kredit Desa (BKD)
Unit usaha BUMDes Kembang Sore memiliki usaha simpan pinjam. Karena
itu, permasalahan yang selama ini dihadapi adalah terkait pada hal-hal yang
melekat pada usaha tersebut. Secara umum, masalah yang dihadapi adalah terkait
dengan:
1. Masalah kelengkapan Administrasi
2. Pencatatan dan pelaporan transaksi yang masih dilakukan secara manual.
Meskipun BUMDes Kembang Sore sendiri telah menjalankan sistem
keuangan yang telah diberikan oleh DPMD Kabupaten Jombang namun hal
tersebut masih belum dikuasai dan dianggap terlalu sulit bagi para pengurus
bumdes. Melihat dari permasalah terbut, maka penulis membagi kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini menjadi 2 (dua) bagian, yang akan
diselesaikan pada semester genap 2020/2021 dan semester ganjil 2021/2022.
Untuk pelaksanaan pada semester genap 2020/2021, penulis bersama tim
29
enitikberatkan pelaksanaan kegiatan pada penyusunan Kelengkapan Administrasi
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kembang Sore, Desa Dukuhklopo –
Peterongan – Jombang, yang meliputi: 1) Penyusunan Standart Operasional
Prosedur, 2) Penyusunan AD/ART, 3) Penyusunan Tata tertib diagram alir
kegiatan, 4) Pemenuhan kelengkapan surat-surat administrasi lainnya, 5)
Pembuatan logo Bumdes.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang
dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat
perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.
BUMDes menurut Undang-undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah didirikan antara lain dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Desa
(PADesa). Lebih lanjut, sebagai salah satu lembaga ekonomi yang beroperasi
dipedesaan, BUMDes harus memiliki perbedaan dengan lembaga ekonomi pada
umumnya. Ini dimaksudkan agar keberadaan dan kinerja BUMDes mampu
memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga
desa. Disamping itu, supaya tidak berkembang sistem usaha kapitalistis di
pedesaan yang dapat mengakibatkan terganggunya nilai-nilai kehidupan
bermasyarakat.
Terdapat 10 (sepuluh) ciri utama yang membedakan BUMDes dengan
lembaga ekonomi komersial pada umumnya yaitu:
1. Badan usaha ini dimiliki oleh desa dan dikelola secara bersama;
2. Modal usaha bersumber dari desa (51%) dan dari masyarakat (49%)
melalui penyertaan modal (saham atau andil),
3. Dijalankan dengan berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan
serta berakar dari tata nilai yang berkembang dan hidup dimasyarakat (local
wisdom),
4. Bidang usaha yang dijalankan didasarkan pada pengembangan potensi desa
secara umum dan hasil informasi pasar yang menopang kehidupan ekonomi
masyarakat,
5. Tenaga kerja yang diberdayakan dalam BUMDes merupakan tenaga kerja
potensial yang ada didesa.
6. Keuntungan yang diperoleh ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat desa dan atau penyerta modal.
7. Pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah dilakukan melalui
musyawarah desa
8. Peraturan-peraturan BUMDes dijalankan sebagai kebijakan desa (village
policy)
9. Difasilitasi oleh Pemerintah, Pemprov, Pemkab, dan Pemdes;
10. Pelaksanaan kegiatan BUMDes diawasi secara bersama (Pemdes, BPD,
anggota).
BUMDes sebagai suatu lembaga ekonomi modal usahanya dibangun atas
inisiatif masyarakat dan menganut asas mandiri. Ini berarti pemenuhan modal
usaha BUMDes harus bersumber dari masyarakat. Meskipun demikian, tidak
menutup kemungkinan BUMDes dapat mengajukan pinjaman modal kepada
pihak luar, seperti dari Pemerintah Desa atau pihak lain, bahkan melalui pihak
ketiga. Ini sesuai dengan peraturan per undang-undangan (UU 32 tahun 2004
30
tentang Pemerintahan Daerah Pasal 213 ayat 3). Penjelasan ini sangat penting
untuk mempersiapkan pendirian BUMDes, karena implikasinya akan bersentuhan
dengan pengaturannya dalam Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Desa
(Perdes).
Asset ekonomi yang ada didesa harus dikelola sepenuhnya oleh masyarakat
desa. Bentuk kelembagaan sebagaimana disebutkan di atas dinamakan Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes). Badan usaha ini sesungguhnya telah diamanatkan
di dalam UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (bahkan oleh
undang-undang sebelumnya, UU 22/1999) dan Peraturan Pemerintah (PP) no. 71
Tahun 2005 Tentang Desa. Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah pada Pasal 213 ayat (1) disebutkan bahwa “Desa dapat
mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa”.
Disebutkan pula bahwa tujuan pendirian BUMDes antara lain dalam rangka
peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa).
Saragi (2004) dalam bukunya menyebutkan ada 5 tujuan pembentukan
BUMDes yaitu: 1) Peningkatan kemampuan keuangan desa, 2) Pengembangan
usaha masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan, 3) Mendorong
tumbuhnya usaha masyarakat, 4) Penyedia jaminan social, 5) Penyedia pelayanan
bagi masyarakat desa.
C. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Unit usaha BUMDes Kembang Sore memiliki usaha simpan pinjam. Karena
itu, permasalahan yang selama ini dihadapi adalah terkait pada hal-hal yang
melekat pada usaha tersebut. Secara umum, masalah yang dihadapi adalah terkait
dengan:
1. Masalah kelengkapan Administrasi
2. Pencatatan dan pelaporan transaksi yang masih dilakukan secara manual.
Meskipun BUMDes Kembang Sore sendiri telah menjalankan sistem
keuangan yang telah diberikan oleh DPMD Kabupaten Jombang namun hal
tersebut masih belum dikuasai dan dianggap terlalu sulit bagi para pengurus
bumdes. Melihat dari permasalah terbut, maka penulis membagi kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini menjadi 2 (dua) bagian, yang akandiselesaikan
pada semester genap 2020/2021 dan semester ganjil 2021/2022.
Untuk pelaksanaan pada semester genap 2020/2021, penulis bersama tim
enitikberatkan pelaksanaan kegiatan pada penyusunan Kelengkapan Administrasi
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)
Kembang Sore, Desa Dukuhklopo – Peterongan – Jombang, yang meliputi:
1. Penyusunan Standart Operasional Prosedur
2. Penyusunan AD/ART
3. Penyusunan Tata tertib diagra alir kegiatan
4. Pemenuhan kelengkapan surat-surat administrasi lainnya
5. Pembuatan logo Bumdes.
Kegiatan PKM yang dilakukan penulis melibatkan mahsasiswa yang
sedang melakukan Kuliah kerja nyata (KKN) yang ada di Desa Dukuhklopo.
Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi mitra, maka kegitan PKM ini
menitik beratkan pada kegiatan penyusunan Kelengkapan Administrasi Badan
Usaha Milik Desa (Bumdes) Kembang Sore yaitu mereview ulang SOP dan
AD/ART, membantu membenahi pembukuan BUMDes agar sesuai dengan
31
standar yang ada pada umumnya, serta mendampingi cara penggunaan aplikasi
terbaru terkait pembukuan keuangan agar lebih efektif dan efisien. Dengan adanya
program aplikasi yang telah diberikan oleh kampus, diharapkan kepada pengurus
BUMDes mampu mengelola pencatatan keuangan BUMDes secara baik dan benar
serta mampu menciptakan usaha-usaha lain yang kreatif dan inovatif.
Gambaran dari kegiatan tersebut adalaha sebagai berikut :
1. Review dan mengkaji ulang SOP berdasarkan AD/ART BUMDes Mereview
dan mengkaji ulang SOP dan AD/ART dilakukan dengan mengumpulkan
pengurus BUMDes di balai desa setempat. Mahasiswa membantu dengan
mendampingi serta memberikan pemahaman kepada pengurus BUMDes
mengenai maksud, pengertian dan tujuan adanya SOP serta AD/ART sebagai
pedoman untuk memudahkan pelaksanaan kerja, karena SOP dan AD/ART
sebagai landasan dasar kegiatan operasional BUMDes serta tahapan atauurutan
pekerjaan yang akan menuntun para pengurus BUMDes dalam menyelesaikan
tugasnya sehingga seluruh kegiatan operasional dapat lebih terarah dan
sistematis.
2. Pembuatan logo BUMDes dan Stempel Logo BUMDes. Pembuatan logoadalah
hal yang sudah lama dipikirkan oleh pengurus BUMDes Kembang Sore, tetapi
belum terlaksana sampai sekarang. Oleh karena itu penulis dan tim KKN
dengan kreatifitas dan kemampuannya merancang dan membuat logo BUMDes
Kembang Sore sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengurus BUMDes.
3. Pembuatan surat pernyataan pengembalian jaminan, klausul penyitaanjaminan,
serta berita acara penyitaan jaminan. Seiring berjalannya kegiatan simpan
pinjam di BUMDes Kembang Sore, direktur BUMDes memikirkan bagaimana
caranya agar kedua belah pihak tidak merasa dirugikan apabila ada
penunggakan pembayaran maupun kehilangan barang jaminan yang telah
diserahkan kepada pemiliknya. Oleh karena itu pihak BUMDes mmeminta
bantuan dari tim pelaksana untuk membuatkan sebuah surat pernyataan dan
sebuah klausul yang menyatakan bahwa jaminan akan disita apabila tidak dapat
melunasi pinjaman. Tetapi dalam penyusunan surat-surat tersebut tetap
didiskusikan dengan pengurus BUMDes sampai terbentuknya berkas-berkas
tersebut.
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim penulis dengan dibantu
mahasiswa dilakukan secara intensif selama kurang lebih 1 (satu) bulan, yaitu
selama bulan Pebruari 2021. Pelaksanaan dilakukan secara langsung terjun ke
lapangan yaitu pendampingan langsung ke BUMDes Kembang Sore Dukuhklopo
serta pendampingan secara daring mengingat, saat pelaksanaan PKM masih dalam
suasana pandemic Covid-19. Tim penulis bersama mahasiswa mendampingi
penyusunan berbagai berkas kelengkapan administrative agar pelaksanaan
kegiatan BUMDes lebih baik.
Tahapan dari kegiatan ini dimulai dengan koordinasi antara tim
penulis dengan mahasiswa yang akan membantu di lapangan. Kegiatan ini
diperlukan guna menyamakan visi dan langkah pada saat terjun di desa.
Selanjutnya, dilanjutkan dengan kegiatan musyawarah dari para perangkat desa
Dukuhklo, pengurus BUMDes Kembang Sore, Tim penulis hingga perwakilan
mahasiswa.
32
Gambar 1: Rapat koordinasi awal dengan mahasiswa serta dengan perangkat desa
Dukuh klopo
Dari hasil kegiatan yang sudah dilakukan diperoleh hasil yang memuaskan. Tim
penulis beserta mahasiswa mampu mendampingi para pengurus BUMDes
Kembang Sore menyusun buku Pedoman SOP & AD/ART BUMDes Kembang
Soreyang berisi tentang struktur organisasi, SOP, AD/ART, dan kelengkapan
berkas administrasi BUMDes Kembang Sore dalam menjalankan kegiatan simpan
pinjam (surat perjanjian, surat penrnyataan, kwitansi, berita acara, dan lain-
lain). Selain itu, tim penulis dengan dibantumahasiswa juga merumuskan logo
BUMDes yang baru yang telah lama diharapkan oleh pengurus BUMDes sebagai
salah satu identitas dari BUMDes Kembang Sore tersebut.
Gambar 2: Koordinasi antara tim penulis, mahasiswa serta pengurus BUMDes untuk penyusunan
SOP dan Logo
E. PENUTUP
Kegiatan PKM dengan melibatkan mahasiswa yang sedang KKN telah
memberi banyak manfaat khususnya bagi BUMDes Kembang Sore. Beberapa hal
yang telah dilakukan penulis bersama tim adalah: 1) Terciptanya buku Pedoman
SOP & AD/ART BUMDes, 2) Terciptanya kelengkapan berkas administrasi
BUMDes Kembang Sore dalam menjalankan kegiatan simpan pinjam (surat
perjanjian, surat penrnyataan, kwitansi, berita acara, dan lain-lain). Namun
demikian, kegiatan PKM ini hanyalah awal. Masih ada kegiatan lanjutan yang
telah disepakti antara penulis dengan pihak Bumdes Kembang Sore yaitu
pelatihan dan pendampingan pemanfaatan aplikasi keuangan khusus bumdes
yang disebut SIMASBUJANG (Sistem Informasi Simpan Pinjam Bumdes
33
Jombang). Kegiatan ini rencananya akan dilakukan pada semester gasal
tahun akademik 2021/2022.
DAFTAR PUSTAKA
Herawati, E. (2016, Oktober). Binus business-law. Retrieved April 2018, from
Binus Business Law Web site: http://business-
law.binus.ac.id/2016/10/16/badan-usaha-milik-desa-status-dan-
pembentukannya/
Mutiarni, R. (2017). Implementasi Electronic Data Processing Pada Koperasi
Wanita. Eksis: Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 12(2 Okt), 135-148.
Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan
Transaksi Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa
(Bumdes) Putra Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal of
community service, 2(1), 21-28.
Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran
Negara RI Tahun, (8)
Undang-Undang, R. I. No. 32 tahun 2004 tentang. Pemerintahan Daerah.
Indonesia, R. (1999).
34
Lampiran 4. Halaman Pengesahan Laporan Kegiatan KKN Tematik
Lembar Pengesahan Laporan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Peningkatan Keberdayatahanan Masyarakat Desa Pasca Pandemi Covid-19
Melalui KKN STIE PGRI Dewantara Jombang
Kelompok .................................................
Desa .................................................
Kecamatan .................................................
Mengetahui/ Menyetujui Tanggal, bulan, 2022
Dosen Pembimbing Lapangan Koordinator Desa,
(……………………………………..) (……………………………………….)
Mengetahui
Kepala Desa
(…………………………………………….)
35
Lampiran 5. Catatan Kegiatan
CATATAN KEGIATAN (LOG BOOK)*
Hari/tanggal : ..................................................................
Nama Kegiatan : ..................................................................
Penanggungjawab Kegiatan : ..................................................................
Bentuk Kegiatan : ..................................................................
Tujuan/sasaran kegiatan : ..................................................................
Masalah yang dihadapi Desa : ..................................................................
Alternatif solusi yang diberikan : ..................................................................
..................................................................
Hasil Kegiatan : ..................................................................
..................................................................
Jumlah/Penggunaan/Sumber dana ..................................................................
..................................................................
..................................................................
:.................................................................
..................................................................
Foto dokumentasi :
Ttd Penanggunjawab Kegiatan
Nama Mahasiswa:
NIM:
Prodi:
*Catatan: Log Book diisi untuk setiap kegiatan KKN
Lampiran 6. Format Daftar Hadir Peserta KKN
STIE PGRI DEWANTARA JOM
DESA: ……
No Kegiatan Hr, tgl Tanda tangan
12
1
2
3
4
5
6
7
36
MBANG KULIAH KERJA NYATA (KKN)
…………………….
n & nama mhsw 10 11 12
345678 9
Jombang, ………Juli 2022
Koordinator Desa,
(………………………………..)