MODUL
BIOLOGI
Disusun Oleh :
Cahya Marhaniza Sabi S.Pd
KELAS XI
SEMESTER GENAP
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat, taufiq dan hidayah-Nya
sehingga modul pembelajaran Biologi ini dapat terselesaikan.
Modul pembelajaran ini disusun untuk mempermudah peserta didik memahami materi
Biologi pada kelas XI semester 2. Dalam modul ini penyusun menyajikan beberapa referensi
dan solusi untuk mengatasi defisit kompetensi dan miskonsepsi dalam pembelajaran.
Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam menyelesaikan modul ini. Terimakasih atas kerja keras dan masukan berharganya dan
semoga modul ini bermanfaat khusunya bagi peserta didik kelas XI.
Poso, 1 Juli 2020
Penulis
DAFTAR ISI
MODUL I. Zat Makanan.................................................................................................1
MODUL 2. Sistem Pencernaan Manusia ........................................................................ 3
MODUL 3. Gangguan Sintem Pemcernaan .................................................................... 8
LATIHN SOAL SISTEM PENCERNAAN....................................................................10
MODUL 4. Sistem Pernapasan Manusia ........................................................................ 11
MODUL 5. Sistem Pernapasan Pada Burung dan Gangguan sistem Pernapasan Pada
Manusia..................................................................................................... 15
LATIHN SOAL SISTEM PERNAPASAN ................................................................... 16
MODUL 6. Sel Saraf ....................................................................................................17
LATIHAN SOAL SISTEM SARAF .............................................................................22
MODUL 7 Sistem Hormon .......................................................................................... 23
LATIAN SOAL SISTEM HOR MON ..........................................................................26
MODUL 8 Indera......................................................................................................... 27
LATIHAN SOAL INDERA..........................................................................................32
MODUL 9. Sistem Reproduksi .................................................................................... 33
LATIHAN SOAL SISTEM REPRODUKSI................................................................. 36
MODUL 10. Gangguana Sistem Reproduksi................................................................37
LATIHAN SOAL GANGGUANM SISTEM REPRODUKSI .......................................39
MODUL 11. Sistem Imun ............................................................................................ 40
LATIHAN SOAL SISTEM IMUN ............................................................................... 43
Sekolah MODUL 1
Kelas / semester : SMAN 2 POSO
Alokasi waktu : XI / Genap
: 2 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan /penyakit
yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas.
B. KOMPETENDI DASAR
3.3. Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit
yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan manusia dan hewan
(Ruminansia).
C. INDIKATOR
Mengidentifikasi zat-zat yang terdapat dalam bahan makanan dan fungsinya bagi tubuh.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat mengidentifikasi zat-zat yang terdapat dalam bahan makanan dan fungsinya
bagi tubuh.
E. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Pokok : Sistem Pencernaan Makanan
Sub Materi : Zat-zat makanan
F. PENILAIAN
Hasil pengerjaan Lembar Tugas Siswa
Afektif
G. Petunjuk : Baca ringkasan materi berikut, kemudian kerjakan LTS 1
ZAT-ZAT MAKANAN
1. Karbohidrat
Terdapat pada bahan makanan, seperti : padi, jagung, kentang, sagu dan gandum.
Merupakan molekul yang tersusun dari unsur C, H dan O.
Dibagi menjadi 3 bagian, yaitu : Monosakarida, Disakarida dan Polisakarida.
Karbohidrat mengalami proses hidrolisis di dalam mulut, lambung dan usus. Hasil
akhir metabolisme karbohidrat, berupa monosakarida, yang nantinya diserap oleh
dinding usus halus untuk dibawa ke hati oleh darah
Fungsinya : Sebagai sumber energi utama, bahan pembentuk senyawa protein dan
lemak, menjaga keseimbangan asam dan basa, membantu berlangsungnya buang
air besar dan penyerapan kalsium.
2. Protein
Terdapat pada protein hewani (daging, susu, ikan, telur) dan protein nabati (biji
dan kacang)
1
Merupakan molekul yang tersusun dari unsur C, H, O, N, S dan P.
Pada proses pencernaan, protein akan dipecah menjadi asam amino agar dapat
diangkut ke seluruh tubuh. Ada 20 macam asam amino, 8 diantaranya adalah
asam amino esensial dan 12 lainnya adalah asam amino non esensial.
Protein dicerna mulai di lambung oleh enzim pepsin dalam bentuk pepton,
proteosa dan polipeptida. Setelah masuk usus halus, protein akan dicerna oleh
enzim tripsin, kimotripsin dan peptidase. Enzim tripsin dan kimotripsin memecah
molekul protein menjadi polipeptida kecil, sedangkan enzim peptidase
melepaskan asam amino untuk diserap usus halus menuju pembuluh darah.
Protein tidak dapat disimpan dalam tubuh, bila ada kelebihan protein maka akan
dirombak dalam hati menjadi senyawa N dan senyawa bukan N. Senyawa N akan
disintesis menjadi urea oleh hati (enzim arginase), bila urea tidak diperlukan lagi
maka akan dibuang bersama urine. Sementara senyawa bukan N akan disintesis
ulang menjadi bahan baku karbohidrat dan lemak.
Fungsinya : sebagai zat pembangun, menyeimbangkan cairan dalam tubuh dan
kekentalan darah, mensintesis (hormon, enzim, lemak, antibodi), biokatalisator
dan penyangga pH yang efektif.
3. Lemak
Terdapat pada bahan makanan, seperti : susu, minyak, mentega, telur dan kacang
tanah.
Merupakan molekul yang tersusun dari unsur C, H dan O.
Berdasarkan jenis, lemak ada 3, yaitu : Lemak sederhana, Lemak campuran dan
Lemak jenuh.
Berdasarkan tingkat kejenuhan, lemak ada 2, yaitu : Lemak jenuh (disintesis
tubuh) dan lemak tak jenuh (diperoleh dari luar tubuh).
Lemak dicerna oleh usus halus dengan bantuan enzim lipase, adanya lemak
nantinya merangsang hormon koleistokinin keluar, sehingga kantong empedu
mengeluarkan cairan empedu ke usus 12 jari.
Empedu berfungsi untuk memecah lemak menjadi butiran lemak yang berukuran
kecil. Selanjutnya, enzim lipase memecah lemak menjadi campuran asam lemak
dan monogliserida, yang nantinya diserap oleh sel mukosa pada usus halus untuk
dirubah menjadi lemak trigliserida (jaringan adiposa), timbunan lemak akan
diangkut ke hati jika diperlukan
Fungsinya : penghasil energi tertinggi, pelindung tubuh, pelarut vitamin ADEK,
pelindung alat tubuh yang lunak, salah satu penyusun hormon dan vitamin.
4. Vitamin
Merupakan zat organik untuk memperlancar metabolisme dan bekerjasama
dengan enzim-enzim dalam beberapa reaksi kimia.
Tidak dapat disintesis oleh tubuh, kecuali vitamin K.
Diperlukan dalam jumlah sedikit, namun harus tetap dipenuhi.
Kekurangan vitamin dapat menyebabkan penyakit avitaminosis.
5. Air
Tubuh membutuhkan air 2,5 liter/ hari
Keseimbangan air diatur oleh kelenjar hipofisis, tiroid dan paratiroid.
Fungsinya : sebagai pelarut berbagai jenis makanan dan vitamin, mengangkut sisa
metabolisme keluar tubuh, menjaga keseimbangan suhu tubuh, mengangkut
makanan ke jaringan tubuh
6. Mineral
Dibagi menjadi 2 macam yaitu : Unsur makro (Ca, Na, K, P, Mg dan S) dan
Unsur Mikro (Mn, Zn, Fe, Co dan I)
2
Sekolah MODUL 2
Kelas / semester : SMAN 2 POSO
Alokasi waktu : XI / Genap
: 4 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan /penyakit
yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas.
B. KOMPETENDI DASAR
3.3. Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit
yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan manusia dan hewan
(Ruminansia).
C. INDIKATOR
Menjelaskan struktur dan fungsi organ-organ dalam sistem pencernaan makanan
manusia.
Menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi pada organ-organ sistem
pencernaan makanan manusia.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat menjelaskan struktur dan fungsi organ-organ dalam sistem pencernaan
makanan manusia.
Siswa dapat menjelaskan proses pencernaan makanan yang terjadi pada organ-organ
sistem pencernaan makanan manusia.
E. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Pokok : Sistem Pencernaan Makanan
Sub Materi : Sistem Pencernaan Manusia
F. PENILAIAN
Hasil pengerjaan Lembar Tugas Siswa
Afektif
G. Petunjuk : Baca ringkasan materi berikut, kemudian kerjakan LTS 2
Sistem Pencernaan Manusia
Yang dimaksud mencerna makanan yaitu melumat makanan agar mudah diserap
dan diedarkan oleh darah keseluruh tubuh manusia. Jadi manusia hidup harus
mendapatkan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Pencernaan manusia
terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan
3
Gambar 2.1. Sistem Pencernaan Manusia
A. SALURAN PENCERNAAN
Yang termasuk alat – alat pencernaan makanan, yaitu:
1) MULUT
Di mulut terjadi pencernaan makanan secara mekanik dan kimiawi.
Di dalam mulut terdapat :
a. Gigi
Gigi terdiri dari 3 bagian, yaitu : mahkota, leher dan akar gigi.
Gigi pada anak-anak = 20 (8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan).
Gigi pada orang dewasa = 32 (8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan,
12 gigi geraham belakang)
Gambar 2.2. Gigi Orang Dewasa Gambar 2.3. Gigi pada anak-anak
b. Lidah
Fungsinya membantu proses menelan, mencampur makanan di dalam mulut,
merasakan makanan dan mengatur letak makanan
c. Kelenjar Ludah
Terdapat 3 kelenjar, yaitu : Kelenjar parotis, submandibularis dan sublingualis.
Fungsinya memproduksi air liur/ lidah yang mengandung enzim ptialin yang
dapat mengubah amilum menjadi maltosa (disakarida).
Air liur berfungsi untuk membasahi makanan, mencegah mulut dari kekeringan,
membunuh mikroorganisme dan sebagai buffer (penyangga pH)
Gambar 2.4. Kelenjar Ludah 4
2) KERONGKONGAN
Merupakan saluran panjang dan tipis yang menghubungkan mulut dengan lambung,
disini makanan tidak mengalami proses pencernaan.
Terdapat kelenjar mukosa yang berfungsi untuk membasahi makanan sehingga
menjadi licin.
Pada dinding kerongkongan terdapat otot yang mengatur gerak Peristaltik.
3) LAMBUNG
Merupakan kantung yang letaknya di sebelah kiri rongga perut. Lambung terdiri 3
bagian, yaitu : Kardia, fundus dan pilorus. Makanan dicerna secara mekanik
(kontraksi otot) dan kimiawi (enzim).
Kontraksi otot lambung mengaduk makanan (mekanik) dan mencampurnya dengan
getah lambung (enzim).
Gambar 2.5. Lambung manusia
Getah lambung dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat di bagian dalam
dinding lambung. Getah lambung menghasilkan zat-zat seperti : 1) HCl/ asam
lambung yang berfungsi : mematikan bakteri dan mengaktifkan enzim pepsinogen
menjadi pepsin, 2) enzim pepsin berfungsi mengubah protein menjadi pepton, 3)
enzim renin yang berfungsi mengubah kaseinogen menjadi kasein, 4) hormon
gastrin berfungsi mengaktifkan enzim tripsinogen (pada pankreas) menjadi tripsin
4) USUS HALUS
Proses pencernaan lemak dan protein dituntaskan di dalam usus halus. Usus halus
terdiri dari 3 bagian, yaitu :
a) Usus 12 jari (Duodenum)
Di dalam usus 12 jari bermuara 2 saluran, yaitu : pankreas dan kantung empedu.
Kantung empedu berisi empedu yang dihasilkan oleh hati dan berguna untuk
mengemulsi lemak. pankreas menghasilkan getah pankreas (mengandung enzim
amilase, tripsinogen dan lipase). Dinding usus halus mengandung kelenjar
mukosa halus yang mengandung enzim enterokinase (erepsinogen menjadi
erepsin).
b) Usus kosong (Jejenum)
Makanan mengalami pencernaan kimiawi oleh enzim-enzim yang dihasilkan
dinding usus halus. Enzim-enzim yang dihasilkan antara lain :
1) Enterokinase mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan oleh pankreas
2) Laktase mengubah laktosa menjadi glukosa
3) Maltase mengubah maltosa menjadi glukosa
4) Sukrase mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
5) Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol
6) Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino
5
c) Usus penyerapan (Ileum)
Dinding usus halus bentuknya berlipat – lipat dan berjonjot (bentuk perluasan
dinding usus halus). Sari makanan di serap melewati jonjot – jonjot usus tersebut
secara difusi (penyerapan) dan osmosis (perembesan). Peristiwa penyerapan sari
makanan oleh usus halus disebut absorbsi. Yang berupa sari dari suatu hasil
pencernaan makanan diserap oleh dinding usus halus kemudian disampaikan ke
seluruh bagian tubuh melalui pembuluh darah berupa larutan gula, asam amino,
vitamin, dan mineral yang diedarkan ke seluruh bagian tubuh.Sementara itu, zat
makanan yang berupa asam lemak dan gliserol akan diangkut ke kelenjar limfe /
getah bening.
5) USUS BESAR (USUS TEBAL)
Merupakan kelanjutan usus halus dan usus tersebut memiliki tambahan usus
yang disebut umbai cacing atau appendiks. Di usus besar terdapat bakteri E. coli
yang dapat mensintesis vitamin K dan biotin. Usus besar terdiri dari 3 bagian, yaitu :
kolon naik (asenden), kolon datar (transversum) dan kolon turun (desenden).
Fungsi usus besar (usus tebal):
1. Mengatur kadar air dari sisa – sisa sari makanan
2. Membentuk lendir untuk melumasi permukaan mukosa.
3. Memproses sisa – sisa makanan dijadikan fases atau tinja
6) RECTUM
Merupakan bagian terakhir usus besar yang panjangnya kurang lebih 15 cm dan anus
merupakan bagian terakhir rectum. Anus memiliki suatu lubang yang dapat
dipergunakan sebagai pelepasan sisa sari makanan yang berupa tinja (kotoran).
B. KELENJAR PENCERNAAN
1) PANKREAS
Merupakan kelenjar eksokrin dan endokrin
Pankreas disebut kelenjar eksokrin, karena menghasilkan getah pankreas (enzim) yang
akan disekresikan ke usus halus, serta memiliki saluran tertentu yang nantinya dituju
oleh enzim.
Enzim yang dihasilkan adalah enzim amilase, tripsinogen dan lipase.
Pankreas disebut kelenjar endokrin, karena menghasilkan hormon insulin dan
glukagon, serta tidak memiliki saluran tertentu, tapi melalui darah.
6
Gambar 2.7. Pankreas
2) HATI
Fungsinya : mengatur keseimbangan zat makanan dalam darah dan pensekresi
empedu.
Sari-sari makanan yang diserap usus halus, nantinya akan melewati hati terlebih
dahulu
Hati menghasilkan empedu (garam empedu dan zat warna empedu)
Garam empedu berfungsi untuk membantu pencernaan lemak / emulsi lemak
(sekresi)
Zat warna empedu dibuang bersama feses dan urine (ekskresi)
Hati bekerjasama dengan insulin dan glukagon (dihasilkan pankreas) untuk
mengatur keseimbangan zat makanan dalam darah.
Jika kadar glukosa dalam darah berlebih, maka insulin akan mengubah glukosa
menjadi glikogen. Sebaliknya, jika kadar glukosa dalam darah sedikit, maka
glukagon akan merangsang hati untuk mengubah glikogen menjadi glukosa.
7
Sekolah MODUL 3
Kelas / semester : SMAN 2 POSO
Alokasi waktu : XI / Genap
: 2 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan /penyakit
yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas.
B. KOMPETENDI DASAR
3.3. Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit
yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan manusia dan hewan
(Ruminansia).
C. INDIKATOR
Menjelaskan proses pencernaan makanan pada hewan ruminansia dengan menggunakan
gambar
Menyebutkan kelainan/ penyakit pada sistem pencernaan makanan
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat menjelaskan proses pencernaan makanan pada hewan ruminansia dengan
menggunakan gambar
Siswa dapat menyebutkan kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem
pencernaan makanan
E. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Pokok : Sistem Pencernaan Makanan
Sub Materi :
Sistem Pencernaan Makanan Pada Hewan Ruminansia
Gangguan / Penyakit Pada Sistem Pencernaan
F. PENILAIAN
Hasil pengerjaan Lembar Tugas Siswa
Afektif
G. Petunjuk : Baca ringkasan materi berikut, kemudian kerjakan LTS 3
Sistem Pencernaan Makanan Hewan Ruminansia
Hewan memamah biak seperti sapi memiliki gigi seri berbentuk kapak, yang
berfungsi untuk menjepit dan memotong makanan. Gigi geraham berbentuk lebar dan
datar, diantara gigi seri dan geraham terdapat ruang yang disebut diastema.
1. Mulut
2. Esofagus
3. Lambung (Rumen, Retikulum Omasum dan Abomasum)
* Di rumen terjadi pencernaan protein dan polisakarida serta fermentasi selulosa
oleh enzim selulase yang dibantu oleh bakteri dan hewan Ciliata (Chytophaga
dan Citromonas) 8
* Di retikulum makanan dibentuk menjadi bolus dan saat istirahat, bolus yang
disimpan sedikit demi sedikit dikeluarkan untuk dikunyah lagi, kemudian ditelan
lagi dan masuk ke omasum dan abomasum.
4. Usus Halus
5. Usus Besar
6. Rektum
7. Anus
Gambar. Lambung pada sapi
Gangguan / Kelainan Pada Sistem Pencernaan Makanan
1. Kolik : Rasa nyeri perut akibat makan cabe dan lada secara
berlebihan
2. Konstipasi / Sembelit : Sulit buang air besar akibat kurang serat
3. Apendisitis / usus buntu : Radang pada apendiks/ umbai cacing
4. Parotitis / Gondok : Radang pada kelenjar parotis akibat virus
5. Ulkus Peptikum/ Maag : Keadaan lambung yang HCLnya berlebihan
9
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN
1. Jelaskan perbedaan antara pencernaan mekanis dengan pencernaan kimiawi?
.............................................................................................................................................
.................................................................................................................. ...........................
2. Apakah manfaat dari makanan berserat dan apa yang terjadi jika kekurangan serat?
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
3. Apakah fungsi dari Enzim Ptialin sebutkan contohnya?
.............................................................................................................................................
.................................................................................................................. ...........................
4. Sebutkan beberapa gangguan dan kelainan pada system pencernaan makanan?
.............................................................................................................................................
.......................................................................................................................................... ...
5. Sebutkan enzim yang terdapat pada lambung dan jelaskan fungsinya?
.............................................................................................................................................
.................................................................................................................. ...........................
6. Sebutkan macam macam zat pewarna makanan dan jelaskan?
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
7. Jelaskan cara kerja system pencernaan pada manusia?
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
8. Sebutkan beberapa fungsi dari karbohidrat?
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
9. Lemak terbagi 2, Sebutkan dan jelaskan?
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
10. Apakah fungsi empedu pada manusia?
................................................................................................................ .............................
.............................................................................................................................................
10
Sekolah MODUL 4
Kelas / semester : SMAN 2 POSO
Alokasi waktu : XI / Genap
: 4 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan /penyakit
yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas.
B. KOMPETENDI DASAR
3.3. Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit
yang dapat terjadi pada sistem pernafasan pada manusia dan hewan (Burung).
C. INDIKATOR
Mengidentifikasi sistem pernafasan manusia
Menjelaskan mekanisme pernafasan dada dan pernafasan perut
Menjelaskan volume udara pernafasan
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat mengidentifikasi sistem pernafasan manusia
Siswa dapat menjelaskan mekanisme pernafasan dada dan pernafasan perut
Siswa dapat menjelaskan volume udara pernafasan
E. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Pokok : Sistem Pernafasan
Sub Materi : Sistem Pernafasan Manusia
F. PENILAIAN
Hasil pengerjaan Lembar Tugas Siswa
Afektif
G. Petunjuk : Baca ringkasan materi berikut, kemudian kerjakan LTS 4
Sistem Pernafasan Manusia
Setiap makhluk hidup pasti membutuhkan bernafas untuk kelangsungan
kehidupannya. Sedangkan bernafas mempunyai arti: menghirup oksigen (O2),
mengedarkan oksigen untuk proses pembakaran atau disebut oksidasi Biologi. Kemudian
mengeluarakan zat sisa yang berupa karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Hasil lain
dari oksidasi Biologi adalah energi yang digunakan untuk kegiatan – kegiatan hidup.
11
Organ-organ pernafasan manusia, yaitu :
1) Hidung
Hidung merupakan pintu udara. Udara yang dihirup melalui lubang hidung mengalami
tiga perlakuan, yaitu : disaring oleh bulu hidung dan selaput lendir, disesuaikan
dengan suhu badan dan diatur kelembabannya
2) Faring
Merupakan persimpangan antara rongga hidung ke tenggorokan (saluran pernafasan)
dengan rongga mulut ke kerongkongan ( saluran pencernaan)
3) Laring
Letaknya di belakang faring. Terdapat pita suara dan epiglotis. Pada waktu menelan
makanan, epiglotis akan menutup laring, sehingga makanan tidak masuk ke dalam
tenggorokan. Dan ketika bernafas, epiglotis akan membuka, sehingga udara masuk ke
dalam laring kemudian menuju tenggorokan
4) Trakea / Tenggorokan
Berupa pipa panjang (10 cm), dinding tenggorokan terdiri dari 3 lapisan, yaitu :
lapisan paling luar (jaringan ikat), lapisan tengah (otot polos dan cincin tulang rawan)
dan lapisan dalam (jaringan epitel bersilia)
5) Bronkus
Merupakan cabang batang tenggorokan, jumlahnya sepasang
Bronkus sebelah kiri lebih panjang dan datar daripada bronkus sebelah kanan
Bronkus kanan bercabang menjadi 3 bronkiolus dan bronkus kanan bercabang
menjadi 2 bronkiolus
6) Bronkiolus
Merupakan cabang dari bronkus dan setiap bronkiolus bermuara ke alveolus
7) Alveolus
Tempat tejadinya pertukaran oksigen dan karbondioksida dari sel-sel darah ke udara
8) Paru-paru
Paru-paru berjumlah sepasang, paru-paru kanan mempunyai 3 lobus dan paru-paru kiri
mempunyai 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang disebut pleura.
Mekanisme pernafasan manusia
Pernafasan pada manusia merupakan kegiatan mengambil (inspirasi) dan
mengeluarkan (ekspirasi) udara pernafasan. Pertukaran gas pada manusia berlangsung
melalui 2 tahap, yaitu :
1) Pernafasan luar (eksternal)
Merupakan pertukaran gas O2 dan CO2 yang terjadi antara udara dan darah secara
difusi,dimana O2 yang masuk ke dalam tubuh diikat oleh hemoglobin (Hb) menjadi
oksihemoglobin (HbO2).
2) Pernafasan dalam (internal)
12
Merupakan pertukaran gas di dalam jaringan tubuh, O2 yang masuk ke dalam tubuh
digunakan untuk respirasi sel, yaitu mengoksidasi zat makanan (glukosa) sehingga
dihasilkan energi + CO2 + uap air.
C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + 38 ATP
Pernafasan pada manusia ada 2, yaitu :
A. Pernafasan Dada
Inspirasi = Jika otot antar tulang rusuk kontraksi, maka tulang rusuk terangkat.
Sehingga volume rongga dada membesar, hal ini menyebabkan tekanan di
dalam rongga dada lebih kecil daripada tekanan udara di luar tubuh,
sehingga udara masuk ke paru-paru.
Ekspirasi = Jika otot antar tulang rusuk relaksasi, maka tulang rusuk kembali ke posisi
semula. Sehingga volume rongga dada megecil, hal ini menyebabkan
tekanan di dalam rongga dada lebih besar daripada tekanan udara di luar
tubuh, sehingga udara keluar dari paru-paru.
B. Pernafasan Perut
Inspirasi = Jika otot diafragma kontraksi, maka posisi diafragma mendatar. Hal ini
menyebabkan volume rongga dada membesar, hal ini menyebabkan
tekanan di dalam rongga dada lebih kecil daripada tekanan udara di luar
tubuh, sehingga udara masuk ke paru-paru.
Ekspirasi = Jika otot diafragma relaksasi dan otot dinding perut kontraksi, maka posisi
diafragma akan cekung ke dalam rongga dada. Akibatnya rongga dada
mengecil dan tekanan di dalam rongga dada lebih besar daripada tekanan
udara di luar tubuh, sehingga udara keluar dari paru-paru.
C. Volume Udara Pernafasan
1) Volume Tidal (500 cc)
Merupakan volume udara pernafasan biasa
2) Volume Cadangan Inspirasi / Komplementer (1500 cc)
Merupakan udara yang masih bisa dimasukkan secara maksimal setelah inspirasi
biasa
3) Volume Cadangan Ekspirasi / Suplementer (1500 cc)
Merupakan udara yang masih bisa dikeluarkan secara maksimal setelah ekspirasi
biasa
4) Volume Sisa / Residu (1000 cc)
Merupakan volume udara yang masih tersisa di paru-paru setelah ekspirasi maksimal
5) Kapasitas Vital (3500 cc)
Merupakan volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah
melakukan inspirasi maksimal. Kapasitas vital merupakan jumlah dari volume tidal,
volume komplementer dan volume suplementer
6) Volume Total (4500 cc)
Volume udara yang yang dapat ditampung paru-paru semaksimal mungkin. Volume
total merupakan jumlah dari volume vital dan volume residu.
13
MODUL 5
Sekolah : SMAN 2 POSO
Kelas / semester : XI / Genap
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan /penyakit
yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas.
B. KOMPETENSI DASAR
3.3. Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit
yang dapat terjadi pada sistem pernafasan pada manusia dan hewan (Burung).
C. INDIKATOR
Menjelaskan sistem pernafasan pada hewan (Burung)
Menyebutkan kelainan/ penyakit yang terjadi pada sistem pernafasan manusia
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat menjelaskan sistem pernafasan pada hewan (Burung)
Siswa dapat menyebutkan kelainan/ penyakit yang terjadi pada sistem pernafasan
manusia
E. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Pokok : Sistem Pernafasan
Sub Materi :
Sistem Pernafasan Hewan (Burung)
Gangguan / Kelainan Pada Sistem Pernafasan
F. PENILAIAN
Hasil pengerjaan Lembar Tugas Siswa
Afektif
G. Petunjuk : Baca ringkasan materi berikut, kemudian kerjakan LTS 4
Sistem Pernafasan Hewan (Burung)
Burung bernafas dengan paru-paru dan dibantu dengan 4 pasang pundi-pundi hawa
Saat Tidak Terbang
Inspirasi = jika otot antar tulang rusuk kontraksi, maka rongga dada mengembang.
Begitupun paru-paru juga ikut mengembang, sehingga udara masuk ke
paru-paru
Ekspirasi = jika otot antar tulang rusuk relaksasi, maka rongga dada mengecil dan
tekanan di paru-paru lebih besar daripada tekanan di luar, sehingga
udara keluar dari paru-paru
Saat Terbang
Inspirasi = ketika sayap diangkat, kantong udara di ketiak mengembang dan kantong
udara di tulang korakoid terjepit, sehingga udara masuk ke paru-paru
14
Ekspirasi = ketika sayap turun, kantong udara di ketiak terjepit dan kantong udara di
tulang korakoid mengembang, sehingga udara keluar dari paru-paru
Gangguan / Penyakit Pada Sistem Pernafasan Manusia
3) Asma : penyakit pada bronkus dan bronkiolus ditandai dengan sesak nafas dan
batuk
4) Bronkitis : infeksi/peradangan paru-paru akibat bakteri dan virus
5) Emfisema : gangguan ditandai dengan rusaknya alveolus shg pertukaran udara
berkurang
6) TBC : infeksi paru akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis
7) Sinusitis : infeksi di bagian sinus
8) Pneumonia : infeksi oleh bakteri Diplococcus pneumonia sehingga bronkus dan
alveolus berisi cairan
9) Asfiksi : gangguan pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh
10) Influenza : radang pada selaput mukosa di saluran pernafasan akibat virus
11) Difteri : menyerang saluran pernafasan atas yang disebabkan oleh
Corynebacterium diptheriae
12) Polip : pembengkakan kelenjar limfa di hidung
15
LATIHAN SOAL SISTEM PERNAPASAN
1. Sebutkan organ-organ yang menyusun system respirasi!
...............................................................................................................................................
................................................................................................................ ...............................
2. Mengapa hidung menyesuaikan suhu udara sebelum masuk ke paru-paru? Jelaskan!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
3. Anjas tersedak saat makan sambil bercanda bersama temannya. Anjas minum banyak air
putih agar segera sembuh dari tersedaknya. Apakah menurutmu dengan minum air putih
akan sembuh dari tersedak? Jelaskan!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
4. Mengapa dalam keadaan normal makanan tidak pernah salah masuk ke system respirasi?
Jelaskan!
...............................................................................................................................................
................................................................................................................ ...............................
.
5. Apakah penyebab timbulnya penyakit TBC? Jelaskan!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
6. Apakah yang menyebabkan O2 di alveolus dapat berpindah ke eritrosit? Jelaskan!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
7. Apakah perbedaan yang terjadi pada proses respirasi aerob dan anaerob?
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
8. Adakah hubungan antara polusi udara dengan gangguan pada system pernapasan?
Jelaskan!
...............................................................................................................................................
................................................................................................................ ...............................
9. Jika kamu melihat orang yang tenggelam dalam air, hal apakah yang akan kamu lakukan
untuk membantunya agar tidak mengalami kesulitan bernapas?
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
10. Jelaskan mekanisme pernapasan pada insekta!
.................................................................................................................................. .............
...............................................................................................................................................
16
Sekolah MODUL 6
Kelas / semester : SMAN 2 POSO
Alokasi waktu : XI / Genap
: 4 x 45 menit
H. STANDAR KOMPETENSI
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan /penyakit
yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas.
I. KOMPETENDI DASAR
3.6 Menjelaskan keterkaiatan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit
yang dapat terjadi pada sistem koordinasi manusia (syaraf, endokrin, dan
penginderaan).
J. INDIKATOR
1. Menjelaskan bagian-bagian sel syaraf (neuron)
2. Menyebutkan macam-macam sel syaraf (neuron)
3. Menjelaskan proses jalannya impuls
4. Menjelaskan susunan sistem syaraf manusia
5. Mengetahui macam-macam gangguan / penyakit pada sistem syaraf
K. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa dapat menjelaskan bagian-bagian sel syaraf (neuron)
2. Siswa dapat menyebutkan macam-macam sel syaraf (neuron)
3. Siswa dapat menjelaskan proses jalannya impuls
4. Siswa dapat menjelaskan susunan sistem syaraf manusia
5. Siswa dapat mengetahui macam-macam gangguan / penyakit pada sistem syaraf
L. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Pokok : Sel Syaraf
Sub Materi :
- Bagian-bagian sel syaraf
- Macam-macam sel syaraf
- Mekanisme / proses jalannya impuls
- Susunan sistem syaraf manusia
- Macam-macam gangguan / penyakit pada sistem syaraf
M. PENILAIAN
Hasil pengerjaan Lembar Tugas Siswa
Afektif
N. Petunjuk : Baca ringkasan materi berikut, kemudian kerjakan LTS 1
SISTEM SYARAF MANUSIA
Sistem syaraf berfungsi untuk mengkoordinasi fungsi organ tubuh melalui
aliran rangsang dan menimbulkan respon yang cepat. Sistem syaraf terdiri atas sel-sel syaraf
yang memindahkan impuls listrik dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya.
17
Sel syaraf (Neuron)
Sel syaraf (neuron) terdiri dari 3 bagian, yaitu : dendrit, badan sel dan akson.
Dendrit merupakan juluran pendek sitoplasma dari badan sel syaraf. Dendrit berfungsi
menerima impuls dari ujung syaraf lain dan menghantarkannya ke badan sel syaraf. Dalam
badan sel terdapat badan Nissl yang berfungsi menerima dan meneruskan impuls dari
dendrit ke akson. Sedangkan akson berfungsi untuk meneruskan impuls dari badan sel
syaraf ke sel syaraf yang lain. Akson terbungkus oleh selubung myelin yang disusun oleh
sel-sel Schwann. Selubung myelin berfungsi untuk melindungi dan menutrisi neuron.
Sedangkan bagian akson yang tidak terbungkus selubung myelin disebut nodus Ranvier.
Ketika di , impuls menjalar di nodus Ranvier dan meloncati selubung myelin. Hal ini
terjadi karena selubung myelin bersifat sebagai isolator impuls. Loncatan impuls dapat
mempercepat gerakan impuls. Sel-sel syaraf yang berhubungan membentuk suatu simpul
saraf yang disebut ganglion. Antara neuron satu dengan yang lain dihubungkan oleh
sinapsis.
Berdasarkan fungsinya, neuron ada 3 yaitu :
1. Neuron sensorik : berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke system syaraf
pusat.
Reseptor adalah penerima rangsang dan organ yang mengandung reseptor disebut
indera.
2. Neuron motorik : berfungsi menghantarkan impuls dari system syaraf pusat ke efektor.
Efektor berupa kelenjar dan otot.
3. Neuron asosiasi : berfungsi untuk menghubungkan neuron sensorik dengan neuron
motorik.
Prinsip Penghantaran impuls
Ada 2 prinsip penghantaran impuls, yaitu :
1. Penghantaran Impuls Melalui Neuron
Penghantaran ini terjadi karena adanya perbedaan muatan listrik antara bagian luar
dan bagian dalam serabut syaraf
2. Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis
Apabila impuls telah sampai di ujung akson, maka ujung akson akan melepaskan zat
neurotransmitter. Zat ini berfungsi untuk menghantarkan impuls ke ujung dendrit
neuron berikutnya.
18
Susunan sistem syaraf manusia
Sistem syaraf manusia terdiri atas sistem syaraf pusat dan sistem syaraf tepi.
1. Sistem syaraf pusat
Sistem syaraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang
a. Otak
Merupakan pusat syaraf utama, yang berperan dalam pengaturan seluruh
aktivitas tubuh.
Bagian otak luar berwarna abu-abu (mengandung banyak badan sel syaraf)
Bagian dalam otak berwarna putih (mengandung banyak neurit dan dendrit)
Otak terbagi menjadi 6 macam, yaitu : Otak Besar, Otak Tengah, Otak Depan,
Otak Kecil, Jembatan Varol dan Sumsum Lanjutan.
1). Otak besar terdiri dari 4 bagian (lobus), yaitu :
a) Frontalis (Depan)
Berfungsi sebagai pusat pengendalian gerak otot motorik dan sensorik, pusat
berpikir
b) Temporalis (Pelipis)
Berfungsi sebagai pusat pendengaran dan penciuman
c) Parietalis (Ubun-ubun)
Berfungsi sebagai pusat peraba (peka thd panas, dingin, tekanan dan
sentuhan)
d) Oksipitalis (Belakang)
Berfungsi sebagai pusat penglihatan
2) Otak Tengah (Mesensefalon)
Berfungsi sebagai pusat otot mata
3) Otak Depan (Diensefalon)
Terdiri dari 2 bagian :
a) Talamus
Sebagai tempat menerima semua rangsang dari reseptor (kecuali hidung) dan
menerima rasa sensasi menyenangkan maupun menyedihkan
b) Hipotalamus
mengatur suhu tubuh, pusat koordinasi sistem syaraf otonom, tekanan darah,
mengatur rasa lapar, tingkah laku, reproduksi dan tidur 19
4) Otak Kecil (Serebrum)
Berfungsi mengkoordinasi kerja otot, pusat keseimbangan tubuh dan posisi
tubuh
5) Jembatan Varol (Pons varolli)
Berfungsi menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan
6) Sumsum Lanjutan (Medula Oblongata)
Berfungsi mengatur denyut jantung, gerakan menelan, batuk, bersin, muntah
b. Sumsum Tulang Belakang
Bagian luar berwarna putih dan bagian dalam berwarna abu-abu
Berfungsi untuk menghantarkan impuls dari dan ke otak, mengendalikan gerak
refleks dan membentuk sel darah putih.
Terletak di dalam rongga tulang belakang.
2. Sistem syaraf tepi
Sistem syaraf tepi terdiri dari sistem syaraf somatik dan sistem syaraf otonom.
a. Syaraf Somatik / Sadar
1. Syaraf Kranial (dari otak = 12 pasang)
* Neuron sensorik (1,2,8)
* Neuron motorik (3,4,6,11,12)
* Neuron asosiasi (5,7,9,10)
Urutan Nama saraf Memberikan saraf untuk dan fungsi
saraf
I Nervus olfaktorius Hidung, sebagai alat pencuman
II Nervus optikus Bola mata untuk penglihatan
III Nervus okulomotoris Penggerak bola mata dan mengangkat bola
mata
IV Nervus troklearis Mata. Memutar mata dan penggerak bola
mata
V Nervus mandibularis Rahang bawah dan lidah
VI Nervus abdusen Mata. Penggoyang sisi mata
VII. Nervus fasialis Otot lidah menggerakkan lidah dan selaput
lendir rongga mulut
VIII Nervus auditorius Telinga, rangsangan pendengaran
IX Nervus glossofaringeus Faring, tonsil dan lidah, rangsangan cita rasa
X Nervus vagus Faring, laring, paru – paru, esofagus
XI Nervus asesorius Leher, otot leher
XII Nervus hipoglosus Lidah, cita rasa dan otot lidah
20
2. Syaraf Spinal (dari sumsum tulang belakang = 31 pasang)
Terdiri dari 8 pasang syaraf leher, 12 pasang syaraf punggung, 5 pasang syaraf
pinggang, 5 pasang syaraf pinggul dan 1 pasang syaraf ekor
b. Syaraf Otonom / Tak Sadar
1. Syaraf Simpatik (umumnya merangsang kerja organ)
2. Syaraf Parasimpatik (umumnya menghambat kerja organ)
Gangguan / Kelainan Pada Sistem Syaraf
1. Penyakit Alzheimer
Penyakit ini umumnya menyerang orang lansia, penyakit ini ditandai dengan
hilangnya kemampuan berpikir (mengingat) dan ketidakmampuan tubuh untuk
melakukan kegiatan sehari-hari
2. Penyakit Parkinson
Penyakit ini disebabkan kekurangan dopamin, sehingga menyebabkan asetilkolin
tidak dapat bekerja secara normal. Penyakit ini ditandai dengan meta melebar,
pandangan kosong, jemari bergetar tidak terkendali (tremor), otot kaku dan kaki
terasa berat untuk dilangkahkan.
3. Penyakit Meningitis
Penyakit ini disebut juga radang selaput otak dan sumsum tulang belakang yang
disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitis. Gejala penyakit ini ditandai dengan
sakit kepala, demam dan sakit pada leher (imunisasi MMR)
4. Penyakit Poliomielitis
Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem syaraf / substansi kelabu
pada sumsum tulang belakang, penyakit ini menyebabkan kelumpuhan pada kanak-
kanak.
5. Penyakit Epilepsi
Penyakit ini disebabkan gangguan syaraf di otak, penderita mengalami kehilangan
kesadaran yang disertai kejang dan mulut berbusa
6. Penyakit Hidrosefalus
Penyakit ini disebabkan peradangan selaput otak (serebrospinal), sehingga cairan
otak terkumpul di otak, akibatnya kepala menjadi membesar
7. Penyakit Ataksia
Penyakit ini disebabkan mengecilnya otak kecil, gejalanya sulitnya mengontrol
gerak tubuh, tersedak saat minum dan sulit melafalkan kata-kata. 21
LATIHAN SOAL SISTEM SYARAF
1. Sebutkan fungsi dari sistem syaraf ?
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2. Berdasarkan fungsinya, neuron dibagi berapa dan jelaskan !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
3. Jelaskan 2 prinsip penghantaran impuls syaraf !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
4. Sebutkan fungsi dari :
a) dendrit b) akson c) badan sel
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
5. Sebutkan dan jelaskan bagian (lobus) dari otak besar !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
6. Sebutkan fungsi dari :
a) otak tengah b) otak kecil c) jembatan varol d) sumsum
lanjutan
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
7. Sebutkan dan jelaskan bagian dari otak depan !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
8. Buat 3 perbedaan otak dan sumsum tulang belakang !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
9. Apa perbedaan dari syaraf simpatik dan syaraf parasimpatik ?
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
10. Apa perbedaan dari syaraf kranial dan syaraf spinal !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
11. Apa yang kamu ketahui tentang :
a. Penyakit parkinson b. Penyakit epilepsi c. Penyakit meningitis
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
22
MODUL 7
Sekolah : SMAN 2 POSO
Kelas / semester : XI / Genap
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan /penyakit
yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas.
B. KOMPETENDI DASAR
3.6 Menjelaskan keterkaiatan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit
yang dapat terjadi pada sistem koordinasi manusia (syaraf, endokrin, dan
penginderaan).
C. INDIKATOR
Menyebutkan macam-macam hormon pada manusia
Menjelaskan fungsi hormon pada manusia
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat menyebutkan macam-macam hormon pada manusia
Siswa dapat menjelaskan fungsi hormon pada manusia
E. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Pokok : Sistem Hormon Manusia
Sub Materi :
Macam-macam Hormon Pada Manusia
Fungsi-Fungsi Hormon Pada Manusia
F. PENILAIAN
Hasil pengerjaan Lembar Tugas Siswa
Afektif
G. Petunjuk : Baca ringkasan materi berikut, kemudian kerjakan LTS 2
SISTEM HORMON MANUSIA
Hormon berfungsi untuk mengatur homeostatis, pertumbuhan, reproduksi,
metabolisme dan tingkah laku. Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar
endokrin. Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu, karena hormon yang
dihasilkan tidak dialirkan melalui saluran tertentu, tetapi langsung menuju pembuluh
darah. Hipofisis merupakan salah satu kelenjar endokrin. Hipofisis disebut “Master of
Glands” karena mempengaruhi aktifitas kelenjar lainnya.
Sekresi hormon oleh kelenjar kadangkala mengalami gangguan. Pada suatu saat,
sekresi hormon kelebihan (hipersekresi), tetapi dapat juga terjadi kekurangan sekresi
(hiposekresi). Hipersekresi dan hiposekresi dapat juga mengalami kelainan.
23
Macam-macam kelenjar endokrin, antara lain :
1. Kelenjar Hipofisis
a. Kelenjar Hipofisis Anterior
Menghasilkan :
Hormon Somatotrof = berfungsi sebagai pertumbuhan sel tubuh dan
anabolisme protein
Hormon TSH = berfungsi untuk mengontrol sekresi hormon oleh kelenjar
tiroid
Hormon ACTH = berfungsi untuk mengontrol sekresi beberapa hormon oleh
korteks adrenal
Hormon FSH = bersama hormon estrogen dapat merangsang perkembangan
folikel ovarium dan pada laki-laki dapat menstimulasi testis yang
menghasilkan sperma
Hormon LH = bersama hormon estrogen dapat merangsang ovulasi dan
membentuk progesteron oleh korpus luteum pada ovarium
Hormon Prolaktin = membantu kelahiran dan mensekresi susu oleh kelenjar air
susu
b. Kelenjar Hipofisis Posterior
Hormon Oksitosin = berfungsi merangsang konstraksi sel otot polos pada
rahim
Hormon ADH = berfungsi menurunkan volume urin dan meningkatkan
tekanan darah
c. Kelenjar Hipofisis Tengah
Hormon MSH = mempengaruhi warna kulit
2. Kelanjar Epifisis
Hingga sat ini belum dapat diketahui hormon yang dihasilkan
3. Kelenjar Tiroid / gondok
Hormon Tiroksin = untuk mengatur metabolisme, pertumbuhan dan
perkembangan.
4. Kelenjar Paratiroid / anak gondok
Hormon PTH = untuk metabolisme kalsium dan fosfat
5. Kelenjar Timus
Kelenjar ini merupakan kelenjar penimbunan hormon somatotrof dan setelah
dewasa tidak berfungsi lagi
6. Kelenjar Anak Ginjal
Bagian Korteks (Luar)
a. Hormon Glukokortiroid = menaikkan kadar gula darah dan memelihara
ketahanan tubuh saat stress
b. Hormon Mineralokortiroid = mengatur metabolisme Na dan Ca
24
Bagian Medula (Dalam)
a. Hormon Adrenalin = memperkuat kerja syaraf simpatik dan merangsang
pemecahan glikogen hati dengan glikogen otot
b. Hormon Noradrenalin = menyempitkan pembuluh darah dan menaikkan
tekanan darah.
7. Kelenjar Pankreas
Hormone Insulin = mengubah gula darah (glukosa) menjadi gula otot (glikogen).
Hormone Glukagon = mengubah gula otot (glikogen) menjadi glukosa.
8. Kelenjar Kelamin
a) Pada wanita
1) Hormon Estrogen = merangsang pertumbuhan ciri kelamin sekunder dan
tingkah laku seksual
2) Hormon Progesteron = memelihara kehamilan dan perkembangan kelenjar
air susu
3) Hormon Relaksin / Oksitosin = mencegah kontraksi rahim dan
mempermudah kelahiran
b) Pada Pria
Hormon Testosteron = merangsang pertumbuhan ciri kelamin sekunder dan
tingkah laku seksual
9. Kelenjar Pencernaan
Hormon Gastrin = merangsang sekresi getah lambung
Hormon Sekretin = merangsang sekresi getah pankreas
Hormon Kolesistokinin = merangsang sekresi getah empedu
Kelainan / Penyakit Pada Sistem Hormon
1. Penyakit Gondok
Penyakit ini disebabkan adanya pembengkakan pada kelenjar tiroid karena kekurangan
iodium. Iodium dibutuhkan saat pembentukan hormon tiroksin.
2. Gigantisme
Penyakit ini disebabkan karena tubuh mengalami kelebihan hormon somatotrof
3. Krenitisme
Penyakit ini disebabkan karena tubuh kekurangan hormon somatotrof
25
LATIHAN SOAL SISTEM HORMON
1. Sebutkan fungsi dari hormon ?
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2. Mengapa kelenjar endokrin disebut kelenjar buntu ?
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
3. Mengapa kelenjar hipofisis disebut “Master of glands?”
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
4. Sebutkan macam-macam kelenjar hipofisis!
................................................................................................................................................
.................................................................................................................................... ............
5. Sebutkan dan jelaskan hormon apa saja yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
6. Sebutkan dan jelaskan hormon apa saja yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis posterior !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
7. Sebutkan dan jelaskan hormon apa saja yang dihasilkan olek kelenjar pankreas !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
8. Kelenjar anak ginjal dibagi 2 macam, yaitu bagian luar dan dalam. Coba sebutkan
hormon apa saja yang dihasilkan dari kelenjar anak ginjal tersebut ?
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
9. Coba sebutkan hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar kelamin ?
.................................................................................................................. ..............................
................................................................................................................................................
10. Sebutkan fungsi dari :
c) Hormon tiroksin b) hormon sekretin c) hormon PTH
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
26
MODUL 8
Sekolah : SMAN 2 POSO
Kelas / semester : XI / Genap
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan /penyakit
yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas.
B. KOMPETENDI DASAR
3.6. Menjelaskan keterkaiatan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit
yang dapat terjadi pada sistem koordinasi manusia (syaraf, endokrin, dan
penginderaan).
C. INDIKATOR
Mengidentifikasi struktur dan fungsi bagian-bagian mata pada manusia
Menjelaskan mekanisme / proses melihat pada manusia
Menyebutkan macam-macam gangguan / kelainan yang terjadi pada mata
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa dapat mengidentifikasi struktur dan fungsi bagian-bagian mata pada manusia
2. Siswa dapat menjelaskan mekanisme / proses melihat pada manusia
3. Siswa dapat menyebutkan macam-macam gangguan / kelainan yang terjadi pada mata
E. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Pokok : Alat Indera
F. PENILAIAN
Hasil pengerjaan Lembar Tugas Siswa
Afektif
O. Petunjuk : Baca ringkasan materi berikut, kemudian kerjakan LTS 3
MATA (FOTORESEPTOR)
Mata merupakan indra penglihat yang menerima rangsang berupa cahaya
(fotoreseptor). Mata tersusun atas pelindung mata (alis, kelopak mata, bulu mata dan
kelenjar air mata), otot bola mata (3 pasang otot lurik), syaraf optik dan bola mata
27
Bola mata dilapisi 3 lapisan, yaitu :
a. Lapisan Luar (Sklera dan Kornea)
1) Sklera = berwarna putih, tidak tembus cahaya dan terdiri dari jaringan ikat
kuat
2) Kornea = berwarna bening, banyak serabut syaraf, tembus cahaya. Fungsinya :
memfokuskan bayangan benda pada retina, kornea dilindungi oleh
selaput konjungtiva.
b. Lapisan Tengah (Koroid, Iris dan Pupil)
1) Koroid = banyak pembuluh darah, berfungsi menutrisi retina
2) Iris = mengandung pigmen warna
3) Pupil = pupil merupakan lubang bulat di tengah iris dan merupakan jalan
masuknya cahaya, jika cahaya terang pupil mengecil dan jika cahaya
redup pupil membesar.
c. Lapisan Dalam (Retina)
Retina = terdapat 2 fotoreseptor, yaitu :
1) Sel Batang (Rodopsin) : melihat cahaya remang/ gelap (jika cahaya terang,
rodopsin akan terurai menjadi vit.A dan protein).
2) Sel Kerucut (Iodopsin) : melihat cahaya terang (jika cahaya gelap, iodopsin
akan terurai menjadi retinin dan opsin)
Pada mata terdapat 2 cairan bola mata, yaitu : Aqueous humor letaknya di belakang
lensa ( berfungsi memberi makan lensa dan kornea) dan Ventrous humor letaknya di
belakang pupil sebelah lensa (berfungsi mempertahankan bentuk bola mata agar tetap
bundar).
Cahaya yang masuk ke mata melalui pupil akan menembus 4 media fraksi, yaitu :
kornea, aqueous humor, lensa dan vintrous humor. Selanjutnya bayangan akan jatuh di
retina dan digambarkan sebagai penglihatan di otak.
Mekanisme kerja :
Cahaya – Aqueous humor – pupil – lensa – Ventrous humor – Retina – Syaraf optik –
Otak (Lobus Oksipitalis)
28
Gangguan / Kelainan Pada Mata
1. Miopi / Rabun jauh : bayangan jatuh di depan retina, ditolong dengan lensa ( - )
2. Hipermetropi : bayangan jatuh di belakang retina, ditolong dengan lensa ( + )
3. Presbiopi : hilangnya daya elastisitas lensa pada lansia, ditolong dengan
lensa rangkap
4. Astigmatisme : tidak ratanya permukaan lensa, ditolong dengan lensa silindris
5. Buta warna : tidak dapat membedakan warna dan diturunkan secara genetis
6. Rabun senja : tidak dapat melihat pada sore menjelang malam hari
(kekurangan vit.A)
7. Katarak : keruhnya lensa mata
8. Juling : tidak serasinya antara otot mata kanan dan otot mata kiri
9. Glukoma : adanya penambahan tekanan pada bola mata di bagian aqueos
humor
TELINGA ( FONORESEPTOR )
Telinga merupakan indra pendengaran yang menerima rangsang berupa suara
(fonoreseptor) dan juga sebagai alat keseimbangan.
Telinga tersusun atas :
a. Bagian Luar
1) Daun telinga berfungsi menangkap getaran bunyi
2) Saluran telinga berfungsi menangkap getaran bunyi
3) Gendang telinga berfungsi meneruskan getaran bunyi
b. Bagian Tengah
1) Tulang Landasan / Inkus berfungsi meneruskan getaran bunyi
2) Tulang Martil / Maleus berfungsi meneruskan getaran bunyi
3) Tulang Sanggurdi / Stapes berfungsi meneruskan getaran bunyi
4) Saluran Eustachius berfungsi menyamakan tekanan telinga luar, tengah dan rongga
faring
c. Bagian Dalam
1) Saluran ½ Lingkaran berfungsi sebagai alat keseimbangan. Saluran ini terdiri dari
kanalis semisirkularis, sarkulus dan utrikulus. Ketiga bagian ini berhubungan
dengan syaraf otak ke-8.
2) Jendela Oval
3) Koklea / Rumah Siput terdapat cairan limfe dan terdapat ujung syaraf pendengaran
yang menghubungkan ke otak. Koklea terdiri dari 3 bagian, yaitu : Skala vestibuli
(dorsal), media (terdapat orgen korti yang terdiri atas sel-sel rambut yang peka
terhadap getaran) dan timpani (ventral)
4) Syaraf Pendengaran / Auditori
29
Mekanisme Pendengaran
Getaran suara – Daun telinga – Saluran telinga – Gendang telinga – Tulang
pendengaran – Koklea – Sel rambut organ korti – Syaraf Auditori – Otak (Lobus
Temporalis)
Gangguan / Kelainan Pada Telinga :
1. Tuli Syaraf = Kerusakan pada syaraf auditori
2. Tuli Konduksi = Gangguan pada penghantaran getaran bunyi, seperti :
penyumbatan saluran telinga oleh minyak rumen, pecahnya gendang telinga dan
kekakuan hubungan atau pengapuran pada tulang-tulang pendengaran
KULIT, LIDAH DAN HIDUNG
A. KULIT (MEKANORESEPTOR)
Pada kulit terdapat reseptor yang peka terhadap rangsang fisik (mekanoreseptor).
Merupakan indera peraba yang menerima rangsang berupa tekanan (Paccini), dingin
(Krause), panas (Ruffini), sentuhan (Meissner) dan nyeri
Reseptor ini berupa ujung syaraf bebas dan ujung syaraf yang diselubungi kapsul
jaringan ikat
Setiap jenis reseptor hanya dapat menerima 1 jenis rangsang
Terdiri atas 3 bagian, yaitu : Epidermis, Dermis dan Hipodermis
Mekanisme Kerja :
Rangsang – Ujung syaraf reseptor – Syaraf sensorik – Otak (Lobus Parietalis)
30
B. LIDAH (KEMORESEPTOR)
Lidah termasuk reseptor yang peka terhadap zat kimia berbentuk cair (kemoreseptor).
Permukaan lidah dilapisi oleh selaput lendir / membran mukosa agar selalu tetap
lembab
Permukaan lidah ditutupi 3 macam papila, yaitu :
1. Papila Sirkumvalata = papila yang ada di pangkal lidah (huruf v)
2. Papila Filiformes = papila yang menyebar di seluruh permukaan lidah
3. Papila Fungiformes = papila yang bentuknya mirip jamur dan menyebar di
ujung dan sisi lidah
Mekanisme Kerja :
Larutan – Papila lidah – Syaraf sensorik – Otak (Lobus Parietalis)
C. HIDUNG (KEMORESEPTOR)
Hidung terdiri dari :
1) Rongga hidung
1) Rambut : menyaring debu dan udara
2) Lendir / selaput mukosa : melembabkan udara yang masuk
3) pembuluh darah : menghangatkan udara
4) Bulbus olfaktori : menghantarkan impuls ke otak
2) Syaraf auditori
Mekanisme Kerja :
Gas – rongga hidung – bulbus olfaktori – syaraf auditori – otak (lobus frontalis)
Gangguan / Kelainan :
1) Lidah : Sariawan dan kanker lidah
2) Hidung : Flu dan Polip
3) Kulit : Panu, Kadas, Kurap, Jerawat, Dermatitis, Scabies dan Kanker kulit
31
LATIHAN SOAL SISTEM INDERA
1. Sebutkan lapisan-lapisan mata ?
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2. Sebutkan fungsi dari :
a) Koroid b) Pupil c) Kornea d) Iris
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
3. Jelaskan fotoreseptor pada retina !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
5. Jelaskan mekanisme proses melihat !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
6. Apakah yang dimaksud dengan penyakit di bawah ini :
a) Miopi b) Astigmatisme c) Glukoma d) Rabun senja
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
7. Sebutkan penyusun telinga !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
8. Sebutkan fungsi dari :
a. Tulang sanggurdi b) Saluran eustachius c) Saluran ½ lingkaran
................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
9. Mengapa telinga termasuk sebagai alat keseimbangan ?
................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
10. Jelaskan mekanisme proses mendengar !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
11. Sebutkan gangguan yang dapat terjadi pada telinga!
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
32
MODUL 9
Sekolah : SMAN 2 POSO
Kelas / semester : XI / Genap
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan /penyakit
yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas.
B. KOMPETENDI DASAR
3.7.Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses yang meliputi
pembentukan sel kelamin, ovulasi, menstruasi, fertilisasi, kehamilan, pemberian ASI,
serta kelainan / penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.
C. INDIKATOR
Mengidentifikasi struktur dan fungsi dari alat reproduksi pria
Mengidentifikasi struktur dan fungsi dari alat reproduksi wanita
Menjelaskan proses spermatogenesis dan oogenesis
D. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Pokok : Sistem Reproduksi Manusia
Sub Materi :
Struktur dan fungsi alat reproduksi pria
Struktur dan fungsi alat reproduksi wanita.
Proses spermatogenesis dan oogenesis.
E. PENILAIAN
Hasil pengerjaan Lembar Tugas Siswa
Afektif
F. Petunjuk : Baca ringkasan materi berikut, kemudian kerjakan LTS 6
SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
A. ALAT REPRODUKSI PRIA
1) Alat Reproduksi Luar
a) Penis = merupakan organ kopulasi, terdapat 3 jaringan, yaitu 2 jaringan spons
korpus kavernosa dan 1 jaringan spons korpus spongiosa yang
membungkus uretra. Uretra dikelilingi oleh pembuluh darah dan ujung-
ujung syaraf peraba, jika mendapat rangsang maka penis akan tegang /
ereksi.
b) Skrotum = merupakan kantong pembungkus testis, antara skrotum kanan dan kiri
terdapat jaringan ikat dan otot polos. Otot polos menyebabkan skrotum
mengerut dan mengendur. Dalam skrotum terdapat otot lurik yang
berfungsi mengatur suhu agar tetap stabil. di bagian ini juga terdapat
rambut yang berfungsi untuk menjaga kelembaban agar suhunya relatif
tetap.
33
c) Testis = terletak di dalam skrotum dan berfungsi untuk memproduksi sperma dan
hormon testosteron. Di dalam testis terdapat saluran halus yang disebut
tubulus seminiferus. Tubulus seminiferus merupakan tempat pembentukan
sperma (spermatogenesis), juga terdapat sel induk sperma
(spermatogonium), sel sertoli (pemberi nutrisi spermatozoa) dan sel leydig
(penghasil hormon testosteron).
2) Alat Reproduksi Dalam
Terdiri dari saluran kelamin dan kelenjar kelamin
b) Saluran Kelamin
1) Epididimis = merupakan saluran yang berkelok-kelok dalam skrotum yang
keluar dari testis, jumlahnya sepasang dan berfungsi sebagai tempat
penyimpanan sperma sementara dan pematangan sperma. Sperma yang telah
matang akan disalurkan menuju vas deferens
2) Vas deferens = merupakan saluran dari epididimis menuju ke vesikula
seminalis (kantong sperma).
3) Saluran ejakulasi = merupakan saluran penghubung uretra dengan vesikula
seminalis (kantung sperma)
4) Uretra = berfungsi sebagai saluran kelamin dari vesika seminalis dan saluran
urine
c) Kelenjar Kelamin
Selama perjalanan sperma di dalam saluran kelamin, terjadi penambahan cairan-
cairan kelamin yang berguna untuk mempertahankan hidup dan gerak sperma
1) Vesikula seminalis = menghasilkan cairan yang berfungsi sebagai sumber
energi dan memudahkan gerakan sperma. Cairan ini menormalkan keasaman
saluran reproduksi wanita saat berhubungan
2) Kelenjar Prostat = memberikan suasana basa pada cairan sperma dan
mengandung kolesterol, garam dan fosfolipid.
3) Kelenjar Cowper = menghasilkan cairan basa dan berhubungan langsung
dengan uretra.
B. ALAT REPRODUKSI WANITA
1) Alat Reproduksi Luar
a.Vulva = merupakan celah paling luar, terdapat saluran urine dan reproduksi.
b. Labium = ada 2 labium, yaitu labia mayora dan labia minora. Antara labia
terdapat klitoris.Pada klitoris terdapat spons korpus kavernosa(terdapat pembuluh
darah dan ujung syaraf perasa)
34
2) Alat reproduksi Dalam
a. Vagina = mengandung banyak lendir yang dihasilkan kelenjar bartolin, di vagina
terdapat himen/ selaput dara
b. Uterus/ Rahim = berfungsi sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan zigot,
bagian bawah menyempit (serviks). Uterus dibatasi oleh dinding endometrium
yang kaya akan pembuluh darah. Dinding endometrium menebal jika terjadi
kehamilan.
c. Tuba Fallopi = berfungsi sebagai tempat terjadinya fertilisasi dan di bagian
ujungnya berbentuk corong (infundibulum)
d. Ovarium = merupakan tempat penghasil ovum
C. SPERMATOGENESIS DAN OOGENESIS
1) Spermatogenesis
Spermatogonium (2n)
mitosis
Spermatosit primer (2n)
meiosis I Spermatosit sekunder (n)
Spermatosit sekunder (n)
meiosis II
4 Spermatid (n) 4 Spermatid (n)
4 Spermatozoa (n) 4 Spermatozoa (n)
2) Oogenesis
Oogonium (2n)
mitosis istirahat s/d anak puber
Oosit Primer (2n)
meiosis I Badan Polar I
Oosit Sekunder (n)
meiosis II
Ootid (n) Badan Polar II
Ovum (n)
35
LATIHAN SOAL SISTEM REPRODUKSI
1. Sebutkan alat reproduksi pria !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2. Sebutkan fungsi dari :
a) Testis b) Epididimis c) Vesikula seminalis d) Kelenjar prostat
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
3. Sebutkan alat reproduksi wanita !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
4. Sebutkan fungsi dari :
b) Ovarium b) Tuba fallopi c) Uterus
.............................................................................................................................................. ..
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
5. Apa perbedaan proses spermatogenesis dan oogenesis ?
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
36
MODUL 10
Sekolah : SMAN 2 POSO
Kelas / semester : XI / Genap
Alokasi waktu : 4 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan /penyakit
yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas.
B. KOMPETENSI DASAR
3.7.Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses yang meliputi
pembentukan sel kelamin, ovulasi, menstruasi, fertilisasi, kehamilan, pemberian ASI,
serta kelainan / penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.
C. INDIKATOR
Menjelaskan proses menstruasi
Menjelaskan proses fertilisasi, kehamilan, perkembangan embrio dan kelahiran
Menjelaskan metode kontrasepsi
Menyebutkan kelainan / penyakit pada sistem reproduksi manusia
D. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Pokok : Sistem Reproduksi Manusia
Sub Materi :
Proses Menstruasi
Hormon-hormon yang berperan dalam masa kehamilan dan kelahiran.
Metode kontrasepsi
Kelainan / penyakit pada sistem reproduksi manusia
E. PENILAIAN
Hasil pengerjaan Lembar Tugas Siswa
Afektif
F. Petunjuk : Baca ringkasan materi berikut,
Proses Menstruasi
Proses Menstruasi Ada 4 Tahap, yaitu :
1. Fase Pra Ovulasi
Hipotalamus menghasilkan hormon gonadotropin yang merangsang pembentukan
FSH. FSH merangsang pembentukan folikel yang mengelilingi oosit primer hingga
matang. Ovum yang matang disebut folikel de graff, folikel de graff menghasilkan
hormon estrogen yang nantinya merangsang pembentukan endometrium dan
mengeluarkan lendir basa untuk menetralkan sifat asam serviks, sehingga sperma
mampu hidup
2. Fase Ovulasi
Peningkatan kadar estrogen menghambat pembentukan FSH dan memerintahkan
hipofisis untuk melepaskan LH, LH merangsang terjadinya ovulasi. Ovulasi terjadi
pada hari ke-14 dihitung dari hari pertama menstruasi. Pada saat ovulasi, oosit
sekunder lepas dari folikel.
37
3. Fase Pasca Ovulasi
LH selanjutnya merangsang folikel yang kosong menjadi korpus luteum (badan
kuning), korpus luteum tetap menghasilkan estrogen dan progesteron (memacu
perkembangan endometrium). Progesteron juga merangsang sekresi lendir pada vagina
dan pertumbuhan kelenjar susu. Hal ini berguna untuk penanaman zigot.
4. Fase Menstruasi
Fase ini terjadi bila ovum tidak dibuahi sperma, dimana korpus luteum berubah
menjadi korpus albican (badan putih) dan berhenti menghasilkan progesteron dan
estrogen, akibatnya ovum meluruh bersama-sama lapisan endometrium.
Hormon-hormon yang berperan dalam masa kehamilan
1. Progesteron dan Estrogen
Berfungsi menghambat kontraksi uterus dan mempertahankan penebalan dinding
endometrium pada uterus (sebelum 4 bulan dihasilkan oleh korpus luteum dan
setelahnya oleh plasenta)
2. Prostaglandin dan Oksitosin / Relaksin
Berfungsi untuk fleksibilitas sinfisis pubis/ hubungan antar tulang dan kontraksi uterus
(mempermudah persalinan)
3. HcG
Menghasilkan hormon seperti progesteron untuk menggantikan korpus luteum
4. Lactogen / Prolaktin
Mempengaruhi kelenjar susu untuk memproduksi ASI
Hormon-hormon yang berperan dalam masa kelahiran
Oksitosin meningkat dan Progesteron menurun
Proses Kelahiran : kontraksi uterus dipengaruhi oleh hormon Estrogen, Oksitosin,
Prostaglandin dan Relaksin
Keunggulan ASI
- mengandung antibodi dan nutrisi lengkap
- bebas kontaminasi bakteri
- siap digunakan dan ekonomis
- mengandung enzim lipase
METODE KONTRASEPSI
Metode kontrasepsi adalah upaya mencegah terjadinya konsepsi / implantasi dan
fertilisasi. Ada 2 cara, yaitu :
1. Tanpa Alat Bantu
Metode ini dilakukan dengan cara tidak berhubungan seks pada masa subur “Sistem
Kalender”
2. Menggunakan Alat Bantu
- Hormon : Pil, suntik, susuk
- Alat/ Mekanik : Kondom, IUD/ diafragma
- Steril : Vasektomi & tubektomi
* Jika seorang wanita menelan pil KB setiap hari maka dia telah memasukkan hormon
estrogen dan progesteron sintetik ke dalam tubuhnya. Akibatnya, kelenjar hipofisis tidak
akan menghasilkan FSH dan LH. Tidak adanya FSH dan LH menyebabkan wanita
tersebut tidak akan hamil, karena FSH dan LH berfungsi merangsang terjadinya ovulasi
yang jika dibuahi akan terjadi kehamilan. Selain itu, progesteron juga berperan
merangsang penebalan dinding rahim, sehingga menolak terjadinya implantasi
(penempelan embrio pada dinding rahim).
PMS (Penyakit Menular Seksual)
Gejalanya : luka, cairan tidak normal, sakit buang air kecil, perubahan warna kulit,
kemerahan, sakit pada bagian bawah perut, ada tonjolan seperti jengger ayam
38
⚫ Contoh PMS : jamur Candida albicans dan Clamydia trachomatis
1. Keputihan : virus pada serviks, uterus, oviduck.
2. Kanker genitalia : bakteri Neisseria gonorhoae (keluar nanah)
3. Gonorhoe : bakteri Treponema pallidum
4. Sifilis : virus Herpes simplex
5. Herpes genitalis : Human papiloma virus
6. Kutil Kelamin : HIV
7. AIDS : virus parotitis (infeksi pada testis kemandulan)
8. Orkitis
LATIHAN SOAL GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI
1. Jelaskan tahap-tahap menstruasi !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2. Sebutkan fungsi dari hormon :
a) Progesteron b) Prostaglandin c) HcG d) Prolaktin
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
3. Sebutkan hormon-hormon yang berperan dalam kelahiran!
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
4. Sebutkan 4 keunggulan ASI !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
5. Apakah yang dimaksud dengan metode kontrasepsi ?
................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
6. Bagaimana cara mencegah terjadinya implantasi dan kehamilan ?
................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
7. Mengapa seorang wanita tidak akan hamil jika meminum pil KB ?
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
8. Bagaimana gejala seseorang jika terkena penyakit menular seksual ?
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
9. Sebutkan 5 contoh Penyakit Menular Seksual !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
10. Apakah yang kamu ketahui tentang penyakit-penyakit di bawah ini :
a) Sifilis b) Gonorhoe c) AIDS
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
39
MODUL 11
Sekolah : SMAN 2 POSO
Kelas / semester : XI / Genap
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan /penyakit
yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas.
B. KOMPETENSI DASAR
3.7.Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses yang meliputi
pembentukan sel kelamin, ovulasi, menstruasi, fertilisasi, kehamilan, pemberian ASI,
serta kelainan / penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.
C. INDIKATOR
Menjelaskan pengertian antigen dan antibodi
Membedakan pertahanan tubuh secara spesifik dan non spesifik
Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh
Membedakan jenis-jenis kekebalan tubuh
D. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Pokok : Sistem Imun
Sub Materi :
Pengertian antigen dan antibodi
Pertahanan tubuh secara spesifik dan non spesifik
Mekanisme pertahanan tubuh
Jenis-jenis kekebalan tubuh
E. PENILAIAN
Hasil pengerjaan Lembar Tugas Siswa
Afektif
F. Petunjuk : Baca ringkasan materi berikut, kemudian kerjakan LTS
Sistem Pertahanan Tubuh
Sistem pertahanan tubuh pada manusia ada 2 cara, yaitu :
1) Pertahanan Tubuh Non Spesifik
Adalah pertahanan tubuh yang tidak membedakan patogen satu dengan yang lainnya.
Sistem pertahanan tubuh ini diperoleh dengan 3 cara, yaitu :
A). Terdapat di permukaan tubuh.
1. Pertahanan tubuh : kulit dan membran mukosa
2. Pertahanan mekanik : rambut hidung dan silia
3. Pertahanan kimia : minyak, keringat, air liur (lisosim)
4. Pertahanan biologi : bakteri tidak berbahaya di kulit
B). Respon peradangan / inflamasi
Mekanismenya :
a. Jaringan luka, tubuh mengeluarkan histamin dan prostaglandin
40
b. Terjadi pelebaran pembuluh darah yang meng akibatkan bertambahnya aliran
darah dan meningkatkan permeabilitas pembuluh darah. Hal ini
mengakibatkan berpindahnya sel-sel fagosit (neutrofil, monosit dan eusinofil).
c. Sel-sel fagosit memakan patogen.
* setelah infeksi tertanggulangi, sel fagosit (sel darah putih) akan mati
bersama patogen, timbullah nanah
C). Protein Antimikroba
* Jenis protein yang berperan adalah protein komplemen, protein ini membunuh
bakteri patogen dengan cara melubangi dinding sel dan membran sel.
Hal ini menyebabkan ion Ca+ keluar dari sel bakteri dan cairan beserta garam
masuk ke dalam sel bakteri, sehingga bakteri patogen hancur.
* Jenis protein lain yang berperan adalah interferon. Interferon dihasilkan oleh sel-
sel tubuh yang terinfeksi virus, jika ada sel-sel tubuh berikatan dengan
interferon,maka akan membentuk zat yang mampu mencegah replikasi virus.
2) Pertahanan Tubuh Spesifik
Adalah pertahanan tubuh terhadap patogen tertentu (leukosit). Pada leukosit yang
berperan penting sebagai pertahanan tubuh adalah jenis limfosit (membentuk
antibodi), sedangkan limfosit ada 2 macam, yaitu : limfosit B dan limfosit T. Limfosit
B (proses pembentukan dan pematangannya di sumsum tulang), sedangkan limfosit T
(proses pembentukannya di sumsum tulang dan pematangannya di kelenjar timus)
• Sel B ada 3 jenis, yaitu :
1) Sel B Plasma = membentuk antibodi
2) Sel B Pengingat = mengingat antigen yang pernah masuk dan menstimulasi sel
B Plasma jika terjadi infeksi kedua
3) Sel B Pembelah = membentuk sel B Plasma dan sel B Pengingat
• Sel T ada 3 jenis, yaitu :
1) Sel T Pembunuh = menyerang patogen yang masuk ke dalam tubuh, baik sel
tubuh yang terinfeksi maupun sel kanker
2) Sel T pembantu = menstimulasi pembentukan sel T jenis lainnya dan sel B
plasma, serta mengaktivasi makrofag untuk melakukan
fagositosis
3) Sel T Supresor = menurunkan dan menghentikan respon imun. Sel ini akan
bekerja setelah infeksi tertangani.
Mekanisme Pertahanan Tubuh Terhadapi Penyakit
Bertujuan melindungi tubuh dari serangan benda asing/ bibit penyakit (antigen), seperti :
virus, bakteri dan jamur.
Anti bodi merupakan senyawa protein yang berfungsi melawan antigen dengan cara
mengikatnya. Antigen yang masuk ke dalam tubuh akan merangsang tubuh membentuk
antibodi dan suatu antibodi bekerja spesifik untuk antigen tertentu. Contoh : antibodi
cacar hanya cocok untuk antigen cacar.
Jenis-Jenis Kekebalan Tubuh Ada 2 Cara, Yaitu :
1) Kekebalan Aktif
Adalah kekebalan yang dihasilkan oleh tubuh itu sendiri
• Kekebalan aktif ada 2, yaitu:
a. Kekebalan alami
Ex : setelah memperoleh sakit
b. Kekebalan buatan 41
Ex : vaksinisasi
2) Kekebalan Pasif
Adalah kekebalan tubuh yang diperoleh setelah menerima antibodi dari luar
• Kekebalan pasif ada 2, yaitu:
a. Kekebalan alami
Ex : bayi menerima dari ibu
b. Kekebalan buatan
Ex : serum
Gangguan Pada Sistem Kekebalan Tubuh
1) Alergi
Alergi adalah suatu respon imun yang berlebihan terhadap suatu senyawa yang
masuk ke dalam tubuh. Senyawa itu disebut alergen (debu, serbuk sari, gigitan
serangga, bulu binatang, udang, dll.)
Pemberian antihistamin dapat menghentikan gejala alergi
2) Autoimunitas
merupakan keadaan dimana antibodi menyerang sel-sel tubuh sendiri, karena tidak
mampu membedakan sel-sel tubuh dengan sel asing. Hal ini disebabkan karena
gagalnya proses pematangan sel T di kelenjar timus
Autoimunitas dapat menyebabkan kelainan, seperti :
a) Diabetes mellitus = antibodi menyerang sel beta pankreas yang berfungsi
menghasilkan insulin
b) Mysthenia gravis = antibodi menyerang otot lurik
c) Addison diseas = antibodi yang menyerang kelenjar adrenalin
3) AIDS
* Penyakit ini disebabkan oleh HIV, virus ini menyerang sel T pembantu yang
berfungsi menstimulasi pemben- tukan sel T lainnya dan sel B Plasma.
* Jumlah sel T pada orang normal sekitar 1000 sel/mm3, sedangkan pada penderita
AIDS sekitar 200 sel/mm3 .
42
LATIHAN SOAL SISTEM IMUN
1. Sebutkan sistem pertahanan tubuh manusia !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2. Apakah perbedaan pertahanan tubuh secara spesifik dan non spesifik ?
................................................................................................................................................
.................................................................................................................................... ............
3. Sebutkan 3 cara pertahanan tubuh secara non fisik !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
4. Apakah perbedaan limfosit B dengan limfosit T ?
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
5. Apakah yang dimaksud dengan antibodi ?
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
6. Sebutkan jenis-jenis kekebalan tubuh !
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
43
DAFTAR PUSTAKA
Omegawati, Wigati Hadi. 2010. PR Biologi SMA Kelas XI Semester 1. Klaten : PT. Intan
Pariwara.
Omegawati, Wigati Hadi dan Rohana Kusumawati. 2010. Buku Panduan Pendidik Biologi
Untuk SMA / MA. Klaten : PT. Intan Pariwara.
Pratiwi, dkk. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.
Priadi, Arif. 2009. Biologi SMA Kelas XI. Surabaya : Yudhistira.
Riandari, Henny. 2007. Sains Biologi 2A Untuk Kelas XI SMA dan Ma Semester 1 Program
Ilmu Pengetahuan Alam. Solo : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Sudjadi, Bagot, dkk. 2007. Biologi Sains Dalam Kehidupan Kelas 2 Semester 1. Surabaya :
Yudhistira.