MODUL PRAKTIKUM
ASAM DAN BASA
DISUSUN OLEH:
HANA FRANSISCA (XI MIPA 2)
GURU PEMBIMBING:
BU SILVIA WULANDARI
ASAM DAN BASA
A. TUJUAN
1. Untuk mengetahui sifat suatu larutan dengan indikator alami
2.Untuk mengetahui sifat suatu larutan dengan indikator buatan
3.Untuk mengetahui pH suatu larutan dengan indikator buatan
B. DASAR TEORI
Secara kimia, asam dan basa saling beradu atau berlawanan. Sifat pada basa
umumnya dilihatkan pada rasa pahit atau licin.Sedangkan kata “asam” berasal dari
bahasa Latin yaitu “acidus” artinya masam. Asam adalah suatu zat senyawa yang
membuat rasa masam. Asam dan basa sangat erat sekali pada kehidupan kita, pada
tubuh manusia didalamnya terdapat keseimbangan asam basa dalam beradaptasi
dan menjaga fungsi dalam tubuh dengan baik. Contohnya seperti asam lambung
yang bisa membunuh mikroorganisme yang berasal dari makanan yang
dikonsumsi. Jika pada kehidupan sehari-hari contoh asam basa yaitu, asam cuka,
minuman bersoda, jeruk, aki bersifat asam. Tetapi untuk sabun dan bahan pupuk
lainnya disebut sebagai basa.
1) ASAM
Asam banyak ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran. Contohnya
seperti lemon,tomat,jeruk. Salah satu bahan penambah rasa makanan,yaitu
cuka dapur yg mengandung asam asetat. Aki pada kendaraan bermotor
mengandung asam sulfat. Selain itu, Asam merupakan suatu zat yang jika di
larutkan dalam air akan mengasilkan ion H+ (Arrhenius: 1884).Berikut sifat-
sifat dari larutan asam :
a. Rasanya masam
b. Bereaksi dengan kebanyakan logam (korosi)
c. Mengubah kertas lakmus biru menjadi merah.
Asam merupakan salah satu senyawa yang mempunyai peranan penting dalam
kehidupan. Dalam bidang industry, asam banyak digunakan, antara lain dalam
proses pembuatan pupuk, obat – obatan, plastik, dan pembersihan permukaan
logam – logam tertentu dan juga dapat mengawetkan makanan. Meskipun asam
adalah senyawa yang sangat berguna, tetapi asam juga dapat menyebabkan
berbagai kerusakan karena sifatnya yang korosif. Salah satunya adalah peristiwa
hujan asam yang akhir -akhir ini menimbulkan masalah lingkungan yang serius.
2. BASA
Basa adalah zat-zat yang dapat menetralkan asam dengan melalui reaksi
penetralan dengan membentuk garam. Secara kimia, asam dan basa saling
berlawanan. Basa yang larut dalam air disebut alkali.Contoh benda yang
mengandung basa adalah sabun mandi,shampoo,dan pupuk. Berikut sifat-sifat dari
larutan basa:
a. Terasa licin seperti sabun
b. Menetralkan sifat asam
c. Mengubah kertas lakmus merah menjadi biru.
Salah satu sifat basa adalah meniadakan atau menghilangkan sifat suatu asam yang
direaksikan dengan basa tersebut. Asam yang kita miliki akan berkurang sifat
keasamannya, bahkan dapat berubah menjadi tidak asam. Apabila basa direaksikan
dengan asam, maka akan membentuk garam dan air. Reaksi itu disebut dengan
reaksi penetralan (netralisasi). Sebagai contohnya adalah kalsium hidroksida
direaksikan dengan asam sulfat akan membentuk kalsium sulfat dan air.
3. INDIKATOR
Salah satu cara untuk membedakan asam atau basa dapat menggunakan indikator.
Suatu indikator asam-basa adalah suatu senyawa yang dapat menunjukan
perubahan warna apabila bereaksi dengan asam atau basa. Ada beberapa indikator
yang berbahan alami, namun perlu juga indikator yang di buat secara sintesis pada
laboratorium. Dibawah ini beberapa jenis indikator asam basa beserta contohnya,
antara lain:
A) INDIKATOR BUATAN
Indikator buatan adalah indikator siap pakai yang sudah dibuat di laboratorium
atau pabrik alat-alat kimia. Contoh indikator buatan adalah kertas lakmus yang
terdiri dari lakmus erah dan lakmus biru, kertas lakmus kertas yang diberi senyawa
kimia sehingga akan menunjukkan warna yang berbeda setelah dimasukkan pada
larutan asan maupun basa. Warna kertas lakmus akan berubah sesuai dengan
larutannya. Warna kertas lakmus biru akan menjadi merah dalam larutan asam.
Warna kertas lakmus merah akan menjadi biru dalam larutan basa. Perhatikan
perubahan warna kertas lakmus pada gambar di bawah ini.
B) INDIKATOR ALAMI
Indikator alam merupakan bahan-bahan alam yang dapat berubah warnanya dalam
larutan asam, basa, dan netral. Indikator alam yang biasanya dilakukan dalam
pengujian asam basa adalah tumbuhan yang berwarna mencolok, berupa bunga-
bungaan, umbi-umbian, kulit buah, dan dedaunan.Perubahan warna indikator
bergantung pada warna jenis tanamannya, misalnya kembang sepatu merah di
dalam larutan asam akan berwarna merah dan di dalam larutan basa akan berwarna
hijau, kol ungu di dalam larutan asam akan berwarna merah keunguan dan di
dalam larutan basa akan berwarna hijau.
C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Kertas lakmus biru dan merah
Gelas plastic
Pengaduk
Pipet tetes
2. Bahan
Gula, garam, kapur, soda kue, kopi, minuman bersoda, air jeruk nipis,
cuka, pemutih pakaian, detergen dan tomat
D. LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat dan bahan.
2.Larutkanlah gula, garam, kapur, soda kue, detergen, dan kopi dengan
menggunakan air ke dalam gelas plastik.
3.Peraslah jeruk nipis hingga air jeruknya keluar.
4.Ambillah larutan gula, garam, kapur, soda kue, kopi, minuman bersoda, air
jeruk nipis, cuka, pemutih pakaian, detergen, dan tomat dengan
menggunakan pipet tetes ke dalam gelas plastik yang bersih.
5.Taruhlah kertas lakmus ke setiap larutan di gelas plastik tersebut.
6.Kemudian, amatilah perubahan warna pada kertas lakmus yang terjadi.