SOSIOLOGI
LIDIYA MODUL PEMBELAJARAN SMA KELAS
PUTRI X
HANDAYANI
18058089
SOSIOLOGI SMA | LIDIYA PUTRI HANDAYANI
BAHAN AJAR
Teori-Teori Penyimpangan Sosial
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Lubuk Basung
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas / Semester : X IPS/ 2 (Dua)
Materi Pokok : Teori-Teori Penyimpangan Sosial
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit
Kompetensi dasar
Kompetensi Pengetahuan (KD 3) Kompetensi Keterampilan (KD 4)
3.3 Menerapkan konsep-konsep dasar 4.3. Mengaitkan realitas sosial dengan
Sosiologi untuk memahami ragam gejala menggunakan konsep-konsep dasar Sosiologi
sosial di masyarakat. untuk mengenali berbagai gejala sosial di
masyarakat.
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Menentukan teori teori penyimpangan sosial di Menjelaskan teori-teori penyimpangan sosial di
masyarakat masyarakat
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model Blanded Learning dengan
metode diskusi, tanya jawab, ceramah dan penugasan peserta didik dapat menentukan
teori penyimpangan sosial dengan disiplin, penuh tanggung jawab, kerja keras, jujur,
sebagai karakter positif serta dapat mengembangkan budaya literasi, kemampuan
berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi dan berkreasi (4C).
PETA KONSEP TEORI PENYIMPANGAN SOSIAL
TEORI PENYIMPANGAN
SOSIAL
Teori Differential Teori Teori Anomie
Association Labeling
penyimpangan sosial seseorang menjadi Perilaku menyimpang
bersumber pada menyimpang karena proses terjadi sebab adanya
pergaulan yang berbeda labeling, pemberian julukan, ketidakharmonisan antara
yang terjadi melalui cap, etiket dan merek yang tujuan budaya dengan
proses alih budaya. diberikan masyarakat sehingga cara-cara yang dipakai
menyebabkan seseorang untuk mencapai tujuan
melakukan penyimpangan tersebut.
sosial
ANALISIS MATERI AJAR
Komponen Fakta Konsep Prinsip
1. Teori Seseorang yang Salah pergaulan Ketika seseorang
Differential salah pergaulan salah memilih
Association sehingga teman dalam
terjerumus untuk pergaulannya maka
memakai dan ia akan terjerumus
kecanduan narkoba ke dalam pergaulan
karena berteman yang salah.
dengan orang yang
pecandu narkoba
2. Teori Seseorang yang Tindakan negative Segala ucapan dan
Labeling
baru pertama kali tindakan yang
mencuri dan berulang kali
ketahuan. Setelah dilakukan kepada
itu tidak lagi seseorang sehingga
mencuri, namun orang tersebut akan
oleh masyarakat melakukan apa
langsung dijuluki si yang orang katakan
pencuri. Maka, terhadap dirinya.
pelaku tersebut
termotivasi untuk
melakukan
pencurian lagi.
Seorang Pandangan Ketika seseorang
melakukan
perempuan yang masyarakat kegiatan yang tidak
seharusnya
setiap hari keluar dilakkan secara
berulang-ulang
malam pulang pagi sehingga dalam
bersama laki-laki,
sehingga
masyarakat
mengatakan bahwa pandangan
ia wanita malam masyarakat bahwa
yang dilakukannya
itu salah.
3. Teori banyak siswa di Kurangnya rasa Tindakan perilaku
Anomie
lingkungan nasionalisme yang tidak sesuai
pendidikan yang dengan apa yang
tertib mengikuti telah ditentukan
upacara bendera akan berdampak
hanya sekadar terhadap
untuk ikut kurangnya rasa
peraturan sekolah nasionalime
saja bukan untuk terhadap diri.
semangat
nasionalisme.
B. Materi Pembelajaran
Teori Penyimpangan Sosial
1. Teori Differential Association (Edwin H. Sutherland)
Teori ini dicetuskan oleh Edwin H. Sutherland. Dalam teori differential
association, penyimpangan sosial dianggap terjadi karena pergaulan berbeda.
Perilaku menyimpang dipahami terjadi karena proses alih budaya (cultural
transmission). Melalui proses tersebut, seseorang mempelajari suatu deviant
subculture (suatu sub kebudayaan menyimpang). Contoh yang diajukan
Sutherland ialah perilaku mengisap ganja (mariyuana), tetapi proses yang sama
berlaku pula dalam mempelajari beraneka jenis perilaku menyimpang lainnya.
Menurut Sutherland, semua perilaku dipelajari. Karena itu, perilaku
menyimpang juga merupakan hasil dari proses belajar dari individu. Proses belajar
tersebut bisa terjadi karena intensitas kontak dengan orang yang menyimpang,
atau hubungan dengan orang yang menyimpang. Adapun sumber penyimpangan
dalam teori Sutherland adalah keluarga, teman sebaya, lingkungan hunian,
subkultur, bahkan penjara.
Gambar 1. Akibat dari pergaulan bebas
2. Teori Labeling (Edwin M. Lemert)
Teori Labeling digagas oleh Edwin M. Lemert. Dalam pandangan Lemert,
penyimpangan bisa terjadi karena masyarakat memberikan cap/label negatif
kepada seseorang yang telah melakukan penyimpangan primer (primary
deviation). Seorang yang telah dicap sebagai pencuri, penipu, pendusta,
perampok, dan lain sebagainya, akan cenderung mengulangi lagi perbuatannya
(penyimpangan sekunder/secondary deviation), karena masyarakat tidak
mempercayainya lagi sebagai orang baik-baik. Lewat teori Labeling, Lemert
memperkenalkan konsep penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder.
Penyimpangan primer ialah pengalaman yang terhubung dengan perilaku yang
terbuka. Adapun penyimpangan sekunder: peran yang diciptakan untuk
menangani kecaman masyarakat terhadap perilaku.
Teori labeling memiliki dua proposisi. Pertama, perilaku menyimpang bukan
merupakan perlawanan terhadap norma, tetapi berbagai perilaku yang berhasil
didefinisikan atau dijuluki menyimpang. Deviant atau penyimpangan tidak selalu
dalam tindakan itu sendiri tetapi merupakan respon terhadap orang lain dalam
bertindak. Proposisi kedua, labeling itu sendiri menghasilkan atau memperkuat
penyimpangan. Respon orang-orang yang menyimpang terhadap reaksi sosial
menghasilkan penyimpangan sekunder yang mana mereka mendapatkan citra diri
atau definisi diri sebagai seseorang yang secara permanen terkunci dengan peran
orang yang menyimpang. Penyimpangan merupakan outcome atau akibat dari
kesalahan sosial dan penggunaan kontrol sosial yang salah.
Gambar 2. Pemberian label kepada orang lain
3. Teori Anomie
Robert K.Merton merumuskan teori Anomie untuk menjelaskan penyebab
perilaku menyimpang. Menurut dia, perilaku menyimpang merupakan
pencerminan tidak adanya kaitan antara aspirasi yang ditetapkan kebudayaan dan
cara yang dibenarkan struktur sosial untuk mencapai tujuan itu. Merton
berpendapat, struktur sosial dapat menghasilkan tekanan sehingga mendorong
seseorang melakukan penyimpangan. Teori Anomie menjelaskan bahwa
penyimpangan merupakan akibat dari berbagai ketegangan dalam struktur sosial.
Perilaku menyimpang terjadi sebab adanya ketidakharmonisan antara tujuan
budaya dengan cara-cara yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut.
Munculnya keadaan anomi, oleh Merton diilustrasikan sebagai berikut:
a. Masyarakat industri modern lebih mementingkan pencapaian kesuksesan
materi yang diwujudkan dalam bentuk kemakmuran atau kekayaan dan
pendidikan yang tinggi.
b. Apabila hal tersebut tercapai, maka mereka dinggap sebagai orang yang telah
mencapai tujuan-tujuan status atau cultural (cultural golds) yang dicita-citakan
oleh masyarakatnya. Untuk mencapai tujuan-tujuan status tersebut, ternyata
harus melalui akses atau cara kelembagaan yang sah.
c. Namun ternyata, akses kelembagaan yang sah jumlahnya tidak dapat dinikmati
oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama lapisan masyarakat bawah.
d. Akibat dari keterbatasan akses tersebut, maka muncul situasi anomi, yaitu:
situasi di mana tidak ada titik temu antara tujuan-tujuan status/kultural dan
cara-cara yang sah yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
e. Dengan demikian, anomi adalah keadaan atau nama dari situasi dimana
kondisi sosial/situasi masyarakat lebih menekankan pentingnya tujuan-tujuan
status, tetapi cara-cara yang sah untuk mencapai tujuan-tujuan status tersebut
jumlahnya sedikit.
TUGAS INDIVIDU
Peserta didik menentukan contoh teori penyimpangan sosial berdasarkan
temuannya dalam kehidupan sehari-hari dari hasil diskusi pertemuan
sebelumya.
a. Mencari contoh teori Teori Differential Association dalam kehidupan
sehari-hari
b. Mencari contoh teori labeling dalam kehidupan sehari-hari
c. Mencari contoh teori anomie dalam kehidupan sehari-hari.
Daftar Pustaka
Erianjoni. 2015. PELABELAN ORANG MINANGKABAU PADA PELAKU PENYIMPANGAN SOSIAL: STUDI
KASUS PADA DUA NAGARI DI SUMATERA BARAT.
https://media.neliti.com/media/publications/61911-ID-pelabelan-orang-minangkabau-
pada-pelaku.pdf.diakses pada 20 maret 2021. Jam 19.07
https://eprints.uny.ac.id/24791/3/3.%20BAB%20II.PDF
Balqis Fallahnda.2021. Mengenal 4 Teori Penyimpangan Sosial & Penyebab Perilaku
Menyimpang. https://tirto.id/mengenal-4-teori-penyimpangan-sosial-penyebab-
perilaku-menyimpang-gaBX. diakses pada 20.maret 2021. Jam 19.00