HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN KONSENTRASI
BERFIKIR PADA REMAJA
MAKALAH
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Aplikasi Komputer
Yang dibina oleh Bapak I Nengah Tanu Komalyna,DCN., SE.,M.Kes.,RD
Oleh
Tatia Nur Afina
P17110214013
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN GIZI
DIII GIZI
Oktober 2021
UCAPAN TERIMAKASIH
Assalamualaikum Wr. Wb Alhamdulillah, saya ucapkan segala puji kehadirat
Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas
makalah ini. Hingga dapat menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas Bahasa
Indonesia dengan judul “Hubungan Kebisaan Sarapan dan Status Hidrasi Dengan
Konsentrasi Berfikir Pada Remaja” . Mengingat di era sekarang gizi pada remaja sering
kali di remehkan.
Makalah ini telah terselesaikan dengan baaik dan tepat waktu. Dalam proses
penyelesaian makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dan bimbingan dari dosen
pengajar. Oleh karena itu saya selaku penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar
besarnya kepada :
1. Orang tua saya yang selalu medukung dan mendampingi saya hingga saat ini
2. Kepada bapak dan ibu guru yang sudah mengejarkan saya
3. Kepada bapak dan ibu dosen yang telah mendampingin saya terkhusus bapak
Dr. Didin Widyartono, S.S., S.Pd, M.Pd. selaku dosen matakuliah Bahasa
Indonesia yang telah mengajarkan saya
4. Dan kepada tema-teman saya yang selalu memberikan semangat dan
mengabari apabila ada tugas-tugas.
Saya selaku penulis panjatkan doa semoga Allah SWT yang telah memberikan
imbalan yang setimpal dan berlipat atas segala bantuan semua pihak yang telah membantu
saya selaku penulis dalam menyusun dan menyelesaikan makalah ini.
Malang, 8 oktober 2021
Penulis
DAFTAR ISI
JUDUL ........................................................................................................................ 1
UCAPAN TERIMAKASIH ........................................................................................ 2
DAFTAR ISI ............................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 4
1.1 Latar Belakang ............................................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................ 5
1.3 Tujuan ........................................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................. 6
2.1 Pengertian Sarapan ........................................................................................ 6
2.2 Makanan Yang Baik Untuk Sarapan ............................................................ 7
2.3 Dampak Jika Tidak Sarapan ......................................................................... 8
BAB III ........................................................................................................................ 9
PENUTUP ................................................................................................................... 9
DAFTAR RUJUKAN................................................................................................ 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut (Mawarni & Banyuwangi, n.d.) sarapan adalah pasokan energi yang
sangat baik bagi otak agar dapat konsentrasi saat disekolah. Terutama untuk para
remaja yang masih sekolah sarapan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan
konsentrasi belajar anak sekolah dan meningkatkan kualitas belajar anak. Menurut
(Mujahidah, 2021) pemenuhan gizi di pagi hari saat makan pagi atau sarapan sangat
berperan penting untuk peserta didik yang memiliki aktivitas akademi yang padat.
Namun saat ini remaja seringkali menyepelehkan sarapan misalnya hanya dengan
minum air putih saja. Remaja juga sering memilih tidak sarapan dengan alasan diet
dan tidak terbiasa. Sarapan akan lebih baik jika mengonsumsi makanan pokok dan
lauk pauk yang mengandung protein, serat, karbohidrat, dan rendah lemak. Tidak
sarapan juga menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh sehingga menyebebkan
turunnya kualitas belajar, prestasi dan konsentrasi belajar remaja.
Hal lain yang menyebabkan remaja memilih tidak sarapan adalah tidak terbiasa.
Bahkan tidak jarang pula remaja menyebut sarapan membuat sakit perut. Dan remaja
memilih membeli jajanan daripada mengonsumsi makanan yang seimbang seperti
nasi, sayur, lauk pauk, dan buah buahan. Bahkan tak jarang pula remaja atau anak
sekolah yang menyukai menu sarapan fast food. Padahal pada makanan jenis fast food
tidak banyak mengandung zat gizi yang cukup untuk kebutuhan tubuh.
Jika remaja kurang menkonsumsi makanan yang bergizi saat sarapan akan
menyebabkan masalah gizi, hal ini dalam menimbulkan menurunnya daya tahan
tubuh dan menurunnya konsentrasi saat belajar.
Untuk itu sebagai orang tua sebaiknya membiasakan anak untuk selalu sarapan.
Jika sang anak masih tidak mau atau seringkali menolak, bisa membuat menu sarapan
yang menarik sehingga anak tertarik dan meningkatkan nafsu makan anak. Karena
sarapan sangat berpengaruh penting untuk anak usia sekolah.
1.2 Rumusan Masalah
1. Pengertian sarapan dan pentingnya sarapan
2. Makanan yang mengandung apa yang baik untuk sarapan ?
3. Apa akibat jika tidak sarapan ?
1.3 Tujuan
1. Menjelaskan pentingnya sarapan dan pengertian sarapan
2. Menyebutkan makanan yang baik untuk sarapan
3. Menjelaskan akibat jika tidak sarapan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sarapan
Pada masa remaja merupakan masa yang mudah atau rentan terhadap masalah gizi.
Periode pertumbuhan dan pematangan reproduksi juga terjadi pada masa ini. Perubahan
fisik yang disebabkan oleh pertumbuhan berpengaruh pada kebutuhan dan kecukupan
asupan zat gizi. Sarapan adalah kegiatan makan yang dilakukan dari pagi menjelang siang
sebelum beraktivitas yang terdiri dari makanan lauk pauk dan makanan pokok. Menurut
(Lentini & Margawati, 2014) kontribusi yang paling penting terhadap total asupan gizi
dalam sehari adalah sarapan karena dapat memberikan sekitar 25% total asupan gizi
dalam sehari.
Makanan yang baik untuk dikonsusmsi saat sarapan lebih baik makanan yang
mengandung karbohirdat, serat tinggi, protein dan rendah lemak. Menurut (Masrikhiyah
& Octora, 2020) mengkonsumsi minum saja saat sarapan (26,1%) seperti susu, air putih
dan teh 44,6% pada anak sekolah menimbulkan kualitas rendah pada anak sekolah.
Sarapan bagi belajar berguna untuk meningkatkan daya ingat dan konsentrasi saat belajar
disekolah. Menurut (Sari et al., 2016) pada anak usia sekolah termasuk remaja usia 16-
18 tahun sarapan berfungsi sebagai sumber zat gizi agar dapat berfikir secara baik seperti
belajar dan sumber energi dalam melakukan aktivitas lainnya.
Tak hanya sebagai sumber zat gizi dan sumber energi bagi remaja, sarapan juga
menunda lapar waktu pagi menjelang siang. Hal itu membuat remaja tidak banyak makan
dan mencegah obesitas pada remaja. Sarapan sangat berpengaruh pada tingkat
konsentrasi belajar, kualitas belajar dan prestasi pelajar. Semakin baik kualitas makanan
yang dikonsumsi untuk sarapan semakin baik pula prestasi dan kualitas belajar yang
dihasilkan.
2.2 Makanan Yang Baik Untuk Sarapan
Menurut (EXPOSURE OF STUDENT PARENTS IN...... Intje Picauly et all.,
n.d.) sarapan sehat adalah salah satu tahapan makan dalam 3 kali sehari maka dari itu
agar sarapan dapat memenuhi sebanyak 25 sampai 30% dari angka totak kecukupan
gizi (AKG) seharusnya setiap harinya diperlukan makanan yang mengandung serat,
air, karbohidrat, lemak dan protein. Makanan yang dikonsumsi saat sarapan akan
lebih baik jika seimbang dan banyak mengandung zat gizi seperti vitamin, serat,
karbohidrat, protein dan rendah lemak. Menurut (Hardinsyah & Aries, 2016) ada
beberap makanan yang paling populer dikonsumsi saat sarapan oleh anak usia 6-12
tahun yaitu ikan goreng, telur ceplok/dadar, nasi putih, tempe goreng, mie instan,
nasi goreng, sayur berkuah, tahu goreng, sayur tumis, serta roti dan sejenisnya.
Menu makanan yang baik bagi usia remaja bisa dengan makanan yang
mengandung karbohidrat seperti nasi dan banyak protein seperti telu, ayam, tempe,
atau tahu. Makanan yang mengandung serat juga baik untuk dikonsumsi saat sarapan
pagi karena hasil metabolit serat akan meningkatkan imunitas tubuh, sehingga saat
proses pembelajaran tidak mudah mengantuk dan mudah menerima pelajaran.
Sisa zat gizi yang ada pada makan malam telah diedarkan keseluruh tubuh
dan berubah menjadi energi. Hal inilah menjadi penyebab pentingnya sarapan
dengan makan makanan yang seimbang dan zat gizi yang tercukupi. Menurut
(Angraini & Damayanti, n.d., p. 2017) ada beberapa jenis minuman juga yang sering
dikonsumsi saat sarapan meliputi sirup, kopi, teh, air putih, dan susu.
2.3 Dampak Jika Tidak Sarapan
Kebiasaan tidak sarapan akan menyebabkan turunnya daya tahan tubuh yang
menimbulkan turunnya konsentrasi belajar dan menurunnya prestasi pelajar. Menurut
(Mawarni & Banyuwangi, n.d.) tidak sarapan pagi pada anak sekolah akan menimbulkan
lambung kosong dan menyebabkan kadar gula dalam darah turun. Menurut (Astuty &
Setyowati, n.d.) persepsi remaja pada umumnya berbanding terbalik dengan remaja yang
melakukan berbagai cara untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan status gizi
yaitu dengan cara melewatkan sarapan padahal penelitian menunjukkan bahwa sarapan
memiliki dampak bagi overweight dan obesitas yang tinggi.
Menurut (Angraini & Damayanti, n.d.) kebiasaan tidak sarapan atau makan pagi
akan menyebabkan ketidakseimbangan sistem syaraf yang disertai beberapa gejala seperti
mudah lelah, badan gemetar, dan pusing. Hal ini menimbulkan menurunnya konsentrasi
belajar dan anak sulit menerima pelajaran. Tidak sarapan juga membuat remaja muda
lelah dan meras pusing yang berakibat mudah pingsan akibat tidak memiliki energi yang
cukup dalam beraktivitas dari pagi hingga menjelang siang.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan Rumusan Masalah 1
Sarapan merupkan kegiatan makan yang dilakukan sebelum beraktivitas dari pagi
hingga menjelang siang.
3.2 Kesimpulan Rumusan Masalah 2
Makanan yang dikonsumsi saat sarapan akan lebih baik jika mengandung banyak
zat gizi seperti protein, karbohidrat, serat, dan rendah lemak untuk menghasilkan
energi sebelum beraktivitas.
3.3 Kesimpulan Rumusan Masalah 3
Jika seorang anak melewatkan sarapan akan menimbulkan banyak sekali masalah
gizi. Terutama menurunnya konsentrasi belajar dan prestasi anak.
3.4 Kesimpulan Umum
Sarapan merupakan kegiatan yang haru dilakukan sebelum memulai aktivitas
dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, agar tidak menimbulkan masalah
gizi lainnya. Dan membantu anak dalam proses belajar juga berprestasi.
DAFTAR RUJUKAN
Angraini, D. I., & Damayanti, A. S. (n.d.). Sarapan Meningkatkan Prestasi Belajar
pada Anak Usia Sekolah. 5.
Astuty, P., & Setyowati, S. (n.d.). HUBUNGAN KEBIASAN SARAPAN PAGI DENGAN
KONSENTRASI PADA REMAJA. 10.
EXPOSURE OF STUDENT PARENTS IN...... Intje Picauly et all. (n.d.). 9.
Hardinsyah, H., & Aries, M. (2016). JENIS PANGAN SARAPAN DAN PERANNYA
DALAM ASUPAN GIZI HARIAN ANAK USIA 6—12 TAHUN DI
INDONESIA. Jurnal Gizi dan Pangan, 7(2), 89.
https://doi.org/10.25182/jgp.2012.7.2.89-96
Lentini, B., & Margawati, A. (2014). HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DAN
STATUS HIDRASI DENGAN KONSENTRASI BERFIKIR PADA REMAJA.
Journal of Nutrition College, 3(4), 631–637.
https://doi.org/10.14710/jnc.v3i4.6862
Masrikhiyah, R., & Octora, M. iqbal. (2020). Pengaruh Kebiasaan Sarapan Dan Status
Gizi Remaja Terhadap Prestasi Belajar. Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan
(JIGK), 2(01), 23–27. https://doi.org/10.46772/jigk.v2i01.256
Mawarni, E. E., & Banyuwangi, S. (n.d.). Edukasi Gizi ”Pentingnya Sarapan Sehat
Bagi Anak Sekolah”. 11.
Mujahidah, F. F. (2021). Penyuluhan terhadap Pentingnya Sarapan Pagi bagi Anak-
Anak. Jurnal Abmas Negeri, 2(1), 36–40.
https://doi.org/10.36590/jagri.v2i1.149
Sari, A. F. I., Briawan, D., & Dwiriani, C. M. (2016). KEBIASAAN DAN KUALITAS
SARAPAN PADA SISWI REMAJA DI KABUPATEN BOGOR. Jurnal Gizi
dan Pangan, 7(2), 97. https://doi.org/10.25182/jgp.2012.7.2.97-102
BUKTI PLAGIASI