The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Aksi Nyata Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai - nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by azroatulkhusna18, 2022-11-14 17:01:18

Aksi Nyata Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai - nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Aksi Nyata Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai - nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Aksi Nyata Modul 3.1

Pengambilan Keputusan

Berbasis Nilai - nilai


Kebajikan Sebagai Pemimpin

AZROATUL KHUSNA, S. Pd
CGP Angkatan 5 Kab.

Lamongan

Kasus

Suci adalah murid kelas 6 SDN 2 Pasi, ia termasuk anak yang

rajin dan mendapatkan nilai di atas KKM pada waktu penilaian

harian. Namun dalam satu minggu ini, Suci sudah terlambat

datang ke sekolah sebanyak 4x. Dari percakapan yang

dilakukan guru dan Suci, diketahui bahwa Suci sering terlambat

hadir karena harus mengurus adiknya dengan segala

keperluannya sebelum berangkat sekolah. Ayahnya sudah

meninggal, sedangkan ibunya bekerja di luar kota dan pulang

setiap hari Minggu. Suci tinggal hanya berdua dengan adiknya

saja di rumah.

Kasus

Dalam peraturan sekolah jika ada murid yang terlambat hadir

lebih dari 2x seminggu, akan diberi peringatan secara tertulis.

Sedangkan kami sebagai guru kurang merasa nyaman

memberikan surat teguran tersebut mengingat alasan yang

mendasari murid tersebut datang terlambat.

Langkah - langkah

Pengambilan dan

Pengujian Keputusan

1. Mengenali nilai -
Dalam kasus tersebut, nilai-nilai yang

nilai yang saling
bertentangan adalah nilai tanggung jawab dan

bertentangan
nilai kasih sayang. Menjunjung tanggung

jawab terhadap peraturan sekolah adalah

tindakan yang baik. Namun, kasih sayang

kepada murid yang mengalami kesulitan juga


baik.

2. Menentukan
Yang terlibat dalam situasi ini

siapa yang terlibat adalah kepala sekolah, guru, siswa


dan orang tua.

3. Fakta - fakta
Fakta-fakta dari situasi tersebut

yang relevan adalah:

Suci adalah murid yang rajin dan

nilainya di atas KKM
Suci terlambat hadir di sekolah

karena mengurus adiknya terlebih

dahulu
Peraturan sekolah mengharuskan

memberikan peringatan tertulis

untuk murid yang terlambat lebih

dari 2x dalam satu minggu

3. Fakta - fakta
Fakta-fakta dari situasi tersebut

yang relevan adalah:

Suci adalah murid yang rajin dan

nilainya di atas KKM
Suci terlambat hadir di sekolah

karena mengurus adiknya terlebih

dahulu
Peraturan sekolah mengharuskan

memberikan peringatan tertulis

untuk murid yang terlambat lebih

dari 2x dalam satu minggu

4. Pengujian Benar Atau Salah

Uji Legal Uji Regulasi Uji Intuisi

Tidak ada
Ada
Secara intuisi,

pelanggaran
pelanggaran
kasus ini memiliki

hukum dalam
nilai-nilai kebajikan

peraturan

situasi ini sekolah yang berlawana

dan tidak sesuai

dengan keyakinan

yang diyakini yakni

menaati peraturan

yang ada di sekolah

4. Pengujian Benar Atau Salah

Uji Publikasi Uji IPanutan / Idola

Guru merasa
Panutan guru adalah kepala

tidak nyaman
sekolah. Apabila kepala

jika situasi ini
sekolah menghadapi situasi

dipublikasikan ini, maka kepala sekolah tentu

akan menganggap bahwa

keputusan yang diambil oleh

guru adalah benar.

5. Pengujian
Paradigma yang sesuai dengan situasi ini

Paradigma
adalah Rasa keadilan lawan rasa kasihan

Benar dan
(justice vs mercy). Hal ini nampak dari dua nilai

kebajikan yang saling bertentangan yaitu

Benar tanggung jawab dan kasihan. Guru merasa

kasihan dengan murid yang sering datang

terlambat karena harus mengurus adiknya

terlebih dahulu dengan tanggung jawabnya


untuk mematuhi peraturan sekolah.

6. Melakukan
Prinsip penyelesaian dilema

Prinsip Resolusi yang dipakai dalam situasi ini

adalah Berpikir Berbasis Rasa

Peduli (Care-Based Thinking).

7. Investigasi Opsi Trilema

Dalam pengambilan keputusan memperhatikan latar

belakang kasus terlebih dahulu sehingga muncul 3 opsi,


diantaranya :
a. Memberikan teguran secara tertulis pada murid supaya

dapat menjadi pembelajaran bagi murid lain.
b. Berdiskusi dengan orang tua murid mengenai

permasalahan murid untuk menemukan solusi.
c. Memberikan kesempatan murid untuk memperbaiki

kesalahannya dengan melihat jam kehadirannya selama

seminggu kedepan.

8. Buat Keputusan

Keputusan yang diambil guru adalah tidak

memberikan teguran secara tertulis, namun

memberikan kesempatan bagi murid untuk tidak

kesalahannya dan juga menghubungi orang tua

murid untuk mendiskusikan permasalahan untuk

menemukan solusi bersama demi kebaikan murid


dan kelancaran proses pembelajaran

9. Lihat Keputusan dan

Refleksikan

Setelah dicermati kembali, keputusan yang diambil

guru telah tepat. Meskipun ada dilema berbenturan

dengan aturan akan tetapi kita tetap memberikan


kesempatan murid tersebut untuk bertanggung

jawab atas dirinya , karena sebelum mengambil

keputusan harus memperhatikan latar belakang


kasus terlebih dulu sehingga murid tersebut

mendapatkan rasa keadilan.

Rencana Tindak Lanjut

Berdasarkan rangkaian kegiatan tersebut, saya melakukan

refleksi dan evaluasi. saya merencanakan tindak lanjut untuk

pelaksanaan kegiatan di masa mendatang, diantaranya:
a.Melalui praktik ini dapat melatih diri dalam bertimbang

menentukan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.
b.Praktik pengambilan keputusan di sekolah berdasarkan 4

paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan keputusan

adalah tahapan dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
c.Langkah selanjutnya adalah menularkan pemahaman dan

pengetahuan tentang 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah

pengambilan keputusan kepada rekan sejawat.

TERIMA KASIH

SALAM DAN BAHAGIA


Click to View FlipBook Version