Kapan Kita CTPS?
Dalam Situasi Wabah
CTPS
Berkelompok
Dan Berjarak
Bagaimana CTPS Yang Benar?
Red: Nuril Farikha Fitri
EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020 | MAJALAH SEKOLAH DASAR 51
MMAATKEIMNAATISKAYIK
Matematika adalah salah satu pelajaran yang sering KONSEP BILANGAN
membuat peserta didik mogok sekolah karena Kenalkan anak-anak bilangan 1 s.d. 5,
takut bertemu guru Matematika, untuk itu adalah
salah satu orang tua di lembaga sekolah di mana kita ajarkan kepada anak-anak dengan
anak saya pernah belajar memberikan tips dan metode tepuk tangan. Contoh: tepuk
strategi dalam pembelajaran matematika yang satu, tepuk dua, tepuk tiga, tepuk empat,
asyik dan menyenangkan, karena buat saya sekolah dan tepuk lima atau kita buat sebaliknya,
adalah rumah kedua bagi peserta didik sehingga kita bisa menciptakan karena jika masih kelas satu maka angka
pembelajaran yang menggembirakan bagi peserta didik. yang kita kenalkan adalah angka 1 s.d. 5.
Matematika yang mudah dipahami oleh anak adalah hal-hal yang
tampak dalam pengamatan anak. Saya sering mengenalkan metode Metodenya, guru mengawalinya
pembelajaran ini, yaitu dengan mengoptimalkan semua pancaindera dengan menyanyikan lagu “kalau kau
dan menuangkannya dalam sebuah karya. suka hati tepuk tangan,” kemudian di
Ada beberapa strategi pembelajaran yang mengoptimalkan tahap selanjutnya kita menyelipkan lagu
keseluruhan pancaindera kita dan mengoptimalkan otak kiri dan kanan “tepuk bilangan” dan kenalkan dengan
peserta didik serta menyajikan pembelajaran secara menyenangkan. lambangnya.
Sebagai pengajar kitapun bisa
mengenalkan lirik lagu yang berjudul:
52 MAJALAH SEKOLAH DASAR | EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020
KALAU KAU SUKA HATI TEPUK TANGAN KONSEP PENJUMLAHAN
Kalau kau suka hati tepuk tangan Ada hal yang sering kita amati saat anak-anak
Kalau kau suka hati tepuk tangan
diajak membilang hingga angka ratusan, yaitu: 1
Kalau kau suka hati mari kita bersama s.d. 100. Sedangkan untuk anak-anak yang masih di
Kalau kau suka hati tepuk tangan kelas rendah untuk kemampuan baca dan tulis masih
Kalau kau suka hati tepuk satu belum optimal. Bagaimana strategi orang tua dan
Kalau kau suka hati tepuk satu guru dalam mengenalkan konsep membilang pada
anak? Hal yang bisa dilakukan adalah mengenalkan
Kalau kau suka hati mari kita bersama konsep bilangan 1 s.d. 10 menggunakan media
Kalau kau suka hati tepuk satu. Kartu Remi di mana kartu As, Joker dan Raja kita
Kalau kau suka hati sorak satu keluarkan dan yang dipakai adalah angka satuan.
Kalau kau suka hati sorak satu
Untuk penjumlahan 10 bisa dilakukan dengan
Kalau kau suka hati mari kita bersama beberapa variasi dengan angka sahabat besar
Kalau kau suka hati sorak satu dan sahabat kecil. Misalnya: sahabat besar 9
berpasangan dengan sahabat kecil 1 sambil kita
Dan seterusnya, sesuaikan dengan bilangan mengambil barang nyata, bisa lidi, daun atau
yang akan kita gunakan. kerikil. Ini dilakukan agar anak-anak langsung bisa
memahami konsep sepuluh itu dengan benda nyata.
EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020 | MAJALAH SEKOLAH DASAR 53
KONSEP PENGUKURAN
a. Alat atau media yang digunakan adalah
ukuran baju siswa, ukuran sepatu, atau berat
siswa.
b. Metodenya, guru mengenalkan manfaat
pengukuran. Untuk baju bisa menggunakan
ukuran S, M dan L. Untuk sepatu bisa
ditanyakan ukuran sepatu siswa (27 s.d.
33) dengan menggunakan alat ukur cm.
Sedangkan untuk berat badan siswa,
menggunakan timbangan dan satuannya
adalah Kg.
KONSEP HIMPUNAN
a. Alat atau media yang digunakan adalah
anak-anak yang ada di kelas, baju kesukaan,
makanan kesukaan, dan usia. Anak-anak
dianjurkan untuk menulis kartu, contoh:
untuk himpunan jenis kelamin kartunya
berwarna merah dan putih dengan diberikan
kode gambar jenis kelamin, dll.
b. Metodenya, guru menjelaskan tentang
himpunan pada anak di dalam kelas, contoh:
himpunan anak laki-laki, himpunan anak
perempuan, makanan kesukaan adalah mie,
nasi, kentang, ikan, atau daging. Himpunan
anak usia kelas 3 dan variasinya.
54 MAJALAH SEKOLAH DASAR | EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020
KONSEP MENGENAL POSISI BILANGAN
a. Alat atau media yang digunakan adalah 9 ranting
kayu ditempelkan kertas 1 s.d 9 dan buatkan
lingkaran 1 sebagai wakil angka 10, lingkaran 2
sebagai wakil angka 20, lingkaran 3 sebagai wakil
angka 30.
b. Metodenya, guru mengajak anak-anak bermain di
luar ruangan, ranting kayu disusun dengan posisi
silang, dan di sisi lain kita buat lingkaran 1, 2 dan
3 kemudian kita buat aturan permainan. Contoh:
seorang anak mengangkat kayu yang tersusun
dan lentingkan ke arah lingkaran, jika ranting yang
tertempel angka 1 jatuh di lingkaran 1 maka anak
akan menuliskan angka 1 ditambah angka 10 jadi
jumlahnya 11.
MENGENAL KONSEP WAKTU
a. Alat atau media yang digunakan adalah jam kertas
yang bisa digerakkan jarum jamnya, atau gambar
jam yang bisa dibuat tanpa jarum, sehingga siswa
bisa menggambar sesuai waktu yang ditetapkan.
b. Metodenya, guru mengajak anak-anak untuk
memahami jadual sekolah selama satu hari.
Matematika adalah mata pelajaran yang tidak bisa akan membuatnya paham, sedangkan untuk anak-anak
dipisahkan dari bidang kehidupan kita. Ajaklah anak- yang memiliki gaya belajar visual maka kita perlukan alat
anak berkenalan dengan angka secara gembira. peraga yang berbentuk visual atau gambar sedangkan
untuk anak-anak yang memiliki gaya belajar kinestetik
Optimalkan pancainderanya dan ajarkan mereka maka diperlukan role play atau seperti permainan yang
dengan permainan yang menyenangkan dan siapkan menyenangkan dan akan menjadi ingatan sepanjang
mental anak-anak pada saat kita akan memberi materi masa dan menyenangkan.
pengajaran dan disesuaikan dengan jenjang usianya.
Semoga dengan metode pembelajaran matematika
Setiap anak punya potensi dan gaya belajar yang yang menyenangkan akan membuat anak-anak gembira
berbeda, untuk anak-anak yang memiliki tipe auditori dan jadi menyukai matematika. [Diah Asih Sukesi]
maka penjelasan dari guru yang sering kita lakukan
EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020 | MAJALAH SEKOLAH DASAR 55
ATGAANR GANKAKAS kanal digital tersebut. Sebaliknya
ketika suara kita nyaring namun
BERINTERNET miskin data dan argumentasi yang
lemah, maka temali emosi melahirkan
Melek literasi digital tak hanya jadi tanggung jawab anak, sentimen publik yang kuat.
melainkan juga guru dan orang tua. Sebagai pendamping,
mereka punya peranan dalam mengarahkan dan Di sinilah pentingnya mengelola
membentuk kebiasaan berinternet sehat. atau bahkan memberikan ‘narasi
alternatif’ di ruang-ruang digital. Bagi
Bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi realitas baru di era anak-anak, penting untuk memberi
digital. Di mana relasi sosial dalam bingkai kebangsaan kita telah jaminan pengawasan agar mereka
banyak dipengaruhi oleh hiruk pikuk dan dinamika sosial di ruang aman dan tangkas dalam berinternet.
digital.
Baik suara nyaring atapun senyap di ruang digital kerap berubah Dalam rangka Hari Internet
menjadi suara miring bila tidak direspon dan dikelola dengan bijak Aman Sedunia yang jatuh setiap
dan tepat. Saat narasi negatif berkembang dan menunjuk hidung 11 Februari, Google menggandeng
kita, sikap diam seringkali malah menjadi kontraproduktif. Yayasan Sejiwa dan Indonesia
Karena temali emosi kemudian membentuk jejaring pembenaran di kanal- Child Protection (ID-COP), serta
didukung Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan (Kemendikbud)
RI menginisiasi kampanye bertajuk
“Tangkas Berinternet”.
Program literasi digital dalam
skala global ini bermaksud
meningkatkan ketahanan anak-
anak berinternet. “Setelah saya kaji,
materi ini relevan untuk anak usia
6--12 tahun. Tapi, dalam aplikasinya,
anak 14 tahun pun masih bisa,” kata
Ketua Yayasan Sejiwa Diena Haryana
di bilangan Jakarta Pusat, Senin, 10
Februari 2020.
Kepala Kebijakan Publik dan
Hubungan Pemerintah Google
Indonesia Putri Alam menjelaskan,
kampanye ini salah satunya berupa
materi ajar melek literasi digital, baik
untuk anak, orangtua, maupun guru.
“Ada pula situs terkait literasi
digital dan permainan berbasis
web yang bantu mengajarkan
konsep literasi digital pada anak-
anak dengan bantuan pengawasan
guru dan orang tua,” paparnya di
kesempatan yang sama.
Putri merangkumkan lima kiat
agar anak-anak bisa memaksimalkan
manfaat internet sembari mem-
perkecil risikonya. “Pertama, cerdas.
Jadi, anak-anak diajari untuk hati-
hati dalam berbagi, memahami
konsekuensi unggahan di internet,
dan informasi apa yang sebaiknya tak
dipublikasi,” ucap Putri.
Plt. Direktur Jenderal Pendidikan
Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
56 MAJALAH SEKOLAH DASAR | EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020
dan Pendidikan Menengah Harris dari karakter. Jadi, karakter itulah demokrasi, demikian ungkapan
Iskandar menuturkan, ada satu yang mesti kita bentuk supaya ia yang biasa kita lontarkan untuk
hal yang sering kali tak disadari nantinya punya benteng sendiri,” menggambarkan betapa kanal-kanal
pengguna internet aktif, yakni jejak kata Dian. digital saat ini telah menjadi saluran
digital hampir tak bisa dihapus. alternatif paling unik dan efektif untuk
Apalagi, sambungnya, kurikulum menampung aspirasi publik.
Kedua, cermat. Maksudnya, pembelajaran sekarang menuntut
anak-anak jangan sampai mudah siswa untuk kreatif, pandai Harus ada keadaban digital dan
tertipu, yakni bisa membedakan berkolaborasi, dan punya pemikiran edukasi yang mesti kita pahami dan
mana yang asli dan palsu, mengenali kritis. jalankan untuk menjaga relasi sosial
tanda-tanda kemungkinan scam dalam bingkai kebangsaan kita.
(penipuan), serta memahami cara Betul bahwa ruang digital atau Tak hanya kepada anak, tapi juga
phising (pengelabuan), juga tahap internet adalah ruang dimana setiap masyarakat kebanyakan. [Nuril Farikha
melaporkannya. orang dapat menikmati kebebasannya.
Ruang digital juga adalah oksigen Fitri, Diah Asih Sukesi]
“Ketiga, tangguh. Anak-anak
diajarkan untuk menjaga rahasia
dan diberitahu bahwa jangan
sembarangan mengunggah infor-
masi pribadi. Diajari juga membuat
kata sandi yang aman,” kata Putri.
Keempat, bijak. Anak diarahkan
merespons fenomena negatif di
media sosial, seperti cyberbullying.
Kelima, berani. Anak harus berani
mengomunikasikan sesuatu yang
dinilai mencurigakan di internet.
“Di poin ini, komunikasi yang
terbuka dan kondusif antara anak
dengan orang tua maupun guru
punya peran penting,” ujarnya.
Edukasi tak hanya bagi anak
Diana menilai, melek literasi digital
tak hanya jadi tanggung jawab anak,
melainkan juga guru dan orangtua.
Sebagai pendamping, mereka punya
peranan dalam mengarahkan dan
membentuk kebiasaan berinternet
sehat.
Hal senada juga disampaikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak RI Bintang
Puspayoga. “Karena orang tua dan
guru punya peran sebagai pengawas,
mereka harus mengedukasi diri,”
tuturnya.
Guru dari SMPN 1 Cihampelas
Bandung Barat Dian Diana pun
sepakat. Dalam pengajaran, ia
selalu berusaha menyampaikan
literasi digital pada anak-anak
dan mengarahkan mereka untuk
memanfaatkan internet secara positif.
“Bagaimana anak tangkas
berinternet itu sebenarnya terbangun
EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020 | MAJALAH SEKOLAH DASAR 57
JELAJAH
58 MAJALAH SEKOLAH DASAR | EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020
Susur Sebatik
NAN UNIK
Sebatik memang unik, masyarakatnya beragam
namun hidup berdampingan secara rukun dan
saling menghormati.
Pulau Sebatik memang menantang. Letaknya yang
berada di kawasan terluar kian membuatnya jadi
pusat perhatian. Hamparan hijau nan sejuk serta
liukan jalan, membuat Pulau Sebatik, Kalimantan
Utara begitu menggoda, cukup menyenangkan
untuk dijelajahi. Kicau burung yang bersahutan,
serta hembusan angin yang berhenti berdesir.
Sebatik adalah pulau kecil yang terbagi dalam dua
wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Sebagian
wilayah milik Indonesia dan sebagiannya lagi milik Malaysia.
Bagian utara Pulau Sebatik memiliki luas sekitar 187,23 km²,
dan merupakan wilayah Negara Bagian Sabah, Malaysia.
Nah, bagian selatan Pulau Sebatik milik kabupaten Nunukan,
Indonesia, dengan luas kurang lebih sekitar 246,61 km².
Sementara sisanya 375, 52 hektar merupakan kawasan
konservasi yang dipenuhi tanaman Bakau. Inilah yang
menjadikan Pulau Sebatik sangat unik dan menarik hingga
menjadi pulau yang ingin dikunjungi para petualang.
Ada banyak cara menuju Pulau Sebatik, namun
semuanya wajib melalui jalur laut. Hal ini dikarenakan belum
adanya penerbangan komersial menuju Pulau Sebatik.
Sehingga setelah sampai di Tarakan atau Nunukan, kita harus
menggunakan speedboat.
Jika memilih jalur Tarakan, maka bersiap merogoh kocek
sebesar Rp230.000 untuk tiket speedboat. Anda akan diajak
membelah lautan sekitar 2,5 jam perjalanan. Sementara jika
memilih jalur Nunukan, maka ongkosnya lebih murah dan
lebih dekat.
EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020 | MAJALAH SEKOLAH DASAR 59
JELAJAH
Kehidupan masyarakat Pulau Keunikan Sebatik yaitu beranda atau ruang tamu di
Sebatik sangat beragam dan meng- Keunikan lain yang terdapat di Indonesia dan dapur di Malaysia.
gambarkan betapa budaya yang Rumah Mangapara tetap berada di dua
dimiliki Indonesia tiada habisnya. Meski Sebatik adalah keberadaan bangunan wilayah, meskipun kini sang tetangga
Sebatik bagian Kalimantan, namun rumah dengan dua wilayah berbeda. baik hati itu telah tiada.
penduduk lokal Pulau Sebatik amat Rumah ini merupakan milik warga
beragam. Mereka datang dari banyak Indonesia bernama Mangapara, Tak jauh dari rumah panjang milik
penjuru Indonesia. penduduk Desa Aji Kuning, Kecamatan Mangapara, terdapat dua penanda
Sebatik, kabupaten Nunukan. Lebih batas yakni Tiang Bendera merah Putih
Jika berkunjung ke Sebatik, jangan tepatnya, tempat tinggal Mangapara ini dan tapal batas bertuliskan Kokohkan
heran jika ditemukan banyak orang di Tugu Patok 3 perbatasan Indonesia Merah Putih di tapal batas. Sementara
dengan latar belakang suku yang dan Malaysia. itu tak jauh dari rumah panjang ada Pos
berbeda. Hebatnya, mereka hidup Pamtas Aji Kuning TNI sebagai penjaga
berdampingan secara rukun dan saling Sejarah rumah panjang milik perbatasan.
menghormati. Paling tidak ini terlihat Mangapara yang bersinggungan
dari ketidakpercayaan orang Sebatik langsung dengan Negara Malaysia Warga Sebatik hidup rukun dan
tentang konsep mencuri. Karena itu, berawal ketika warga negara harmonis meski berbeda suku, etnik
jika suatu saat anda lupa meninggalkan Malaysia tetangganya, berbaik dan bahkan kewarganegaraan. Mereka
kendaraan dengan kunci yang masih hati memperbolehkan Mangapara bisa menjaga toleransi dan berbagi
tergantung, maka bisa dipastikan membangun dapur di tanahnya. dalam kehidupan sehari-hari. Mereka
kendaraan anda tetap aman. juga menggunakan dua mata uang
Sejak itu, jadilah rumah berbeda, yaitu rupiah dan ringgit.
mangapara berada di dua tapal batas,
60 MAJALAH SEKOLAH DASAR | EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020
Jika berkunjung ke pulau
ini, kita bisa mencoba melihat
keindahan wisata alam, baik
daratan maupu pantai nan
eksotik dan rupawan. Salah satu
pantai indah tersebut adalah
Pantai Batu Lamampu. Menurut
beberapa orang, di tempat
inilah terdapat pohon yang
dipercaya dapat mendatangkan
jodoh.
Dengan keanekaragaman
etnik, dan keindahan alamnya
Pulau Sebatik menjadi
perhatian banyak orang. Para
wisatawan yang datang berasal
dari banyak tempat dan negara
tetangga. [Aditya baskoro]
EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020 | MAJALAH SEKOLAH DASAR 61
JELAJAH
USIR JENUH
LEWAT VIRTUAL
TOUR KE MUSEUM
SRI BADUGA
62 MAJALAH SEKOLAH DASAR | EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020
Tanpa kreasi dan strategi, karantina mandiri di maka diperlukan strategi dan kreasi agar
tengah pandemi bisa sangat menjenuhkan. Dengan karantina mandiri tidak membuahkan
bantuan virtual tour kita bisa berkunjung ke resah hati.
museum tanpa harus datang ke lokasi.
Contoh kegiatan yang bisa
Untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona, dilakukan untuk menghindari rasa
masyarakat saat ini diminta untuk lebih banyak melakukan jenuh di masa pandemi mungkin adalah
aktivitas di rumah seperti bekerja, belajar dan beribadah. mengunjungi museum secara virtual.
Untuk Belajar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dengan bantuan teknologi virtual tour,
(Kemendikbud) telah memperpanjang kebijakan belajar di kita bisa melihat isi museum tanpa harus
rumah hingga akhir tahun. datang secara langsung ke lokasi.
Melakukan aktivitas dari rumah jika satu dua hari,
mungkin tak begitu menjenuhkan. Bayangkan jika itu sampai harus Salah satu museum yang
berbulan-bulan, tentu sangat menjenuhkan. Dalam situasi seperti itu, menyediakan layanan kunjungan
virtual adalah Museum Sri Baduga yang
berlokasi di Kota Bandung. Museum
ini menyajikan sejarah Tatar Pasundan
mulai dari masa sejarah, hingga
berbagai kesenian yang dimilikinya.
Mulanya, museum ini dinamakan
Museum Negeri Provinsi Jawa Barat.
Namun kemudian berganti nama
menjadi Museum Sri Baduga. Penamaan
museum ini diambil dari gelar
salah seorang raja Padjajaran yang
mengemban tugas tahun 1482-1521
Masehi seperti tertulis pada Prasasti Batu
Tulis. Dan kemudian ditetapkan melalui
Kepmendikbud nomor 02223/0/1990
tanggal 4 April 1990.
Secara keseluruhan, tercatat ada
enam ribu koleksi yang dimiliki Museum
SriBaduga. Mulaidarimanuskrip,lukisan,
replika prasasti, hingga peralatan pra
sejarah yang menggambarkan sejarah
awal kebudayaan tatar sunda.
Menjelajahi Museum
Penjelajahan museum Sri Baduga
dapat dilakukan dengan mengunjungi
laman websitenya di museumsribaduga.
indonesiaheritage.org. Selanjutnya,
pengunjung akan diarahkan menuju
halaman utama museum (home page).
Di halaman muka tersebut, Tampak Foto
Museum Sri Baduga berbentuk rumah
panggung dengan susunan panjang
yang menggambarkan rumah atau
bangunan khas Jawa Barat.
Ada beberapa disain rumah
panggung khas Jawa Barat, namun
dari sisi depannya terlihat sekali jika
museum sri baduga menggunakan
rumah panggung julang ngapak, atau
burung yang sedang mengepakkan
sayapnya.
Atapnya tampak melebar di
setiap sisi, menggambarkan kepakan
sayap seekor burung. Pada bagian
EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020 | MAJALAH SEKOLAH DASAR 63
JELAJAH
bubungannya terdapat atap pelengkap Pertama, pengunjung akan diarahkan ke
berbentuk cagak gunting (capit hurang) ruang loby utama Museum Sri baduga.
yang melengkapi bentuk burung yang Selain ada loket untuk pembelian tiket,
sedang mengepakan sayapnya. pengunjung juga mendapat layanan
informasi yang super lengkap.
Jika dalam bentuk aslinya,
bangunan Museum Sri Baduga terletak Selain loket dan layanan informasi,
di ruas jalan B.K.R. 185 atau Jalan Lingkar kita juga sudah disuguhi objek museum.
Selatan. Lokasinya berdekatan dengan Tepat di depan pintu masuk misalnya,
objek sejarah di Kota Bandung yaitu ada sebuah lukisan besar Sribaduga
Lapangan Tegallega dan Monumen Maharaja beserta para petinggi kerajaan
Bandung Lautan Api. padjajaran yang sedang membangun
kerajaan di masa pemerintahannya,
Serupa google street view, museum
virtual Sri Baduga menampilkan Lalu di sisi kanan lukisan terdapat
fitur museum yang menyediakan replika prasasti Batu Tulis yang mirip
pemandangan objek 360 derajat dan dengan aslinya. Prasasti ini dibuat oleh
membolehkan pengguna melihat Prabu Surawisesa untuk mengenang
bagian museum pilihan mereka. kejayaan ayahnya Sri Baduga Maharaja.
Prabu Surawisesa adalah Raja Padjajaran
Ketika dioperasikan, museum yang berkuasa selama 14 tahun (1521-
virtual ini menampilkan foto yang 1535 M).
sebelumnya diambil oleh kamera dan
dapat dijelajahi menggunakan tombol Dari ruang loby utama, kita bisa
panah berwarna biru yang tampak di bergeser ke lantai 1 dengan mengetuk
layar. tanda panah berwarna biru. Lantai satu
berisi tentang peninggalan bersejarah
Bisa pula menggunakan mouse Indonesia khususnya perkembangan
dengan mengklick tanda panah di layar. sejarah dan budaya Jawa Barat yang
Dengan cara seperti itu, foto dapat
dilihat dalam berbagai ukuran, dari arah
dan sudut manapun.
Jika dari penelusuran museum
dilakukan dari hanphone, maka bisa
menggunakan jari tangan. Untuk
melihat-lihat museum, seret jari Anda
pada layar atau ketuk fitur navigasi di
sebelah kiri bawah.
Untuk berkeliling, gesek layar ke
kiri atau ke kanan. Anda juga dapat
meggeser ke atas atau ke bawah. Jika
ingin melihat tampilan yang lebih
luas dan mengubah ke mode lanskap,
putar perangkat ke samping. Untuk
memperbesar, jauhkan dua jari di layar.
Sementara untuk memperkecil, lakukan
gerakan mencubit di layar.
Jika melalui PC, penelusuran
museum bisa mengandalkan mouse
atau keyboard. Misalnya untuk melihat-
lihat museum Anda bisa mengklik
tanda panah dengan mouse. Sementara
untuk berkeliling, Anda bisa mengetuk
fitur navigasi di sebelah kiri bawah
atau menggunakan tombol panah di
keyboard. Anda juga dapat melihat foto
dari arah manapun, dan berbagai sudut.
Rasanya, seperti betul-betul berada di
dalam museum.
Ruang Museum
Dengan menggunakan teknik di
atas, maka petualangan bisa kita mulai.
64 MAJALAH SEKOLAH DASAR | EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020
EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020 | MAJALAH SEKOLAH DASAR 65
JELAJAH
dideskripsikan dan dibuktikan dengan kakinya terdapat taji seperti ayam. perdagangan dan transportasi.
koleksi benda bersejarah dari era Terdapat juga diorama gua, yang Koleksi di lantai dua juga terdapat
kerajaan bercorak Hindu-Budha.
diisi oleh manusia purba di dalamnya barang-barang yang dipengaruhi
Ada kereta kuda yang tempat lengkap dengan contoh tulang belulang oleh budaya Islam dan budaya Eropa.
duduknya cukup unik. Berbentuk dari zaman purba. Inilah koleksi Sebagai tambahan, disajikan pula
hewan mitologi bernama Lembuswana. prasejarah di Museum Sri baduga yang labang-lambang dari setiap kota dan
Hewan mitologi ini merupakan dimaksud. kabupaten di Jawa Barat.
tunggangan Bathara Guru yang secara
fisik bermahkota, berkepala singa, Beralih ke lantai kedua, Museum Setelah puas berpetualang melihat
mempunyai belalai dan gading seperti Sri Baduga memuat materi pameran materi budaya tradisional dan benda-
gajah, bersisik ikan dan di keempat budaya tradisional, berupa pola benda khas Jawa Barat, pengunjung bisa
hidup masyarakat, mata pencaharian, merangsek naik ke lantai tiga. Disana
66 MAJALAH SEKOLAH DASAR | EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020
dipamerkan koleksi etnografi meliputi pada model kehidupan tempo dulu di untuk acara diskusi, sarasehan dan
kain, tenunan, barang-barang bernilai Kota Bandung. sebagainya.
seni dan keramik.
Jika dikunjungi secara langsung, Begitulah museum virtual Sri
Ada juga model kesenian dan Museum Sri Baduga sebetulnya Baduga, yang selain bisa mengenalkan
budaya khas seperti baju pengantin memiliki seabreg fasilitas lain sejarah dan budaya Jawa Barat, juga
pasangan sunda, perabotan, beberapa yang membuat pengunjung makin bisa menjadi teman di kala rasa bosan
alat rumah tangga dan keramik khas betah, seperti: tempat parkir yang menghampiri di tengah pandemi.
sunda. luas, perpustakaan dengan ribuan Semoga petualangan selanjutnya bisa
koleksi buku, ruang auditorium untuk dilakukan tak sekadar secara virtual
Yang menarik ada pojok Bandung memamerkan kesenian khas sunda namun juga nyata. [Aditya Baskoro,
Tempo Dulu. Memperlihatkan koleksi secara langsung, ruang seminar Ma’ruf M]
foto dan benda-benda yang merujuk
EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020 | MAJALAH SEKOLAH DASAR 67
PERUBAHAN NYATA
KARENA KORONA
Oleh: Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd
Koordinator Fungsi Tata Kelola
Salah satu tantangan nyata di masa pandemi adalah
mengawal dan memastikan pendidikan dapat melakukan
transformasi secara cepat sesuai dengan dinamika
perubahan teknologi dan protokol kesehatan.
68 MAJALAH SEKOLAH DASAR | EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020
Dunia ini memang Dari Tempat kerja, akan muncul
sangat dinamis, dimana
perubahan terus terjadi perubahan pada aturan penggunaan area
setiap waktu secara
progresif, jauh ke depan. seperti lift, kamar mandi, ruang istirahat,
Serupa sel kulit dalam
tubuh, setiap menit kantin dan sebagainya. Untuk jenis
ada ribuan yang mati lalu melakukan
regenerasi. pekerjaan tertentu, bisa jadi malah semua
Menariknya, perubahan tersebut
bersifat progresif. Karena tubuh selalu itu tak lagi dibutuhkan. Karena semua
berusaha agar regenerasi tersebut
terjadi sesempurna mungkin (complete pekerjaan bisa diremote dari rumah.
regeneration).
Begitulah sejatinya hidup kita, Perubahan nyata juga terjadi bagi para
terutama dunia kerja dan pendidikan.
Seiring perubahan yang kian nyata, aparatur sipil negara (ASN), widyaiswara,
termasuk gegara pandemi Covid-19, dunia
kerja dan pendidikan juga semestinya guru, kepala sekolah, dan praktisi
mengalami transformasi. Tentu saja juga
berubah secara progresif. pendidikan yang mengandalkan tatap
Sebelum pandemi, banyak orang
masih ragu jika tranformasi bisa dilakukan muka dan kehadiran secara fisik.
secara cepat dan disesuaikan di segala
aspek kehidupan. Tapi kini, perubahan itu Kementerian Pendayagunaan
nyata. Jika tak ikut polanya, maka siap-
siap saja binasa. Efisiensi mungkin biasa, Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
tapi jika harus gulung tikar tentu itu jadi
musibah luar biasa. menyampaikan bahwa pandemi COVID-19
Kini banyak orang mulai menerima
dan menyesuaikan diri dalam perubahan secara tidak langsung berdampak terhadap
yang disebut new normal atau normal
baru. Karena meskipun pandemi Covid-19 terciptanya transformasi sistem kerja
berakhir, akan tetap ada beberapa hal
yang berubah. pemerintahan, utamanya bagi aparatur
Misalnya saja soal ruang kerja atau
kelas fisik yang selama ini kita gunakan sipil negara (ASN).
baik di dunia kerja maupun pendidikan.
Rob Wilson adalah pakar HR dan Presiden “Pandemi memaksa ASN untuk
Employco USA, dia mengatakan bahwa
lingkungan kerja fisik akan terlihat jauh melakukan perubahan perilaku dan
berbeda saat pandemi ini usai.
Meja kerja mungkin akan diletakan budaya,” ungkap Deputi bidang Pelayanan
dengan jarak yang lebih jauh dan
ada penerapan standar keselamatan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa
baru. Setidaknya ini dilakukan sampai
ditemukannya vaksin dan obat yang dapat di Jakarta, Selasa (16/6/2020).
mengatasi pandemi Covid-19.
Meski pandemi COVID-19 berdampak
serius bagi kesehatan masyarakat dan
penyelenggaraan pemerintahan, kata dia,
ada perubahan pelayanan publik yang
lebih baik akibat wabah ini.
Secara bertahap, lanjut dia, COVID-19
menuntut ASN untuk memberi layanan
masyarakat secara digital, menciptakan
inovasi, dan lain sebagainya.
Menurut dia, pelayanan tatap
muka bertransformasi menjadi layanan
“online” atau daring, sebab pandemi
memaksa penyelenggara pelayanan
untuk mengubah “mindset” bahwa
digitalisasi layanan merupakan solusi
dalam akselerasi dan penyederhanaan
pelayanan.
Namun, Diah mengingatkan
pemerintah perlu waspada terhadap
keamanan siber agar jangan sampai
penyelenggaraan layanan “online”
disalahgunakan oleh pihak yang tidak
bertanggung jawab.
EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020 | MAJALAH SEKOLAH DASAR 69
Selain itu, wabah yang menyerang Indonesia sebelumnya artinya satu hal kita ke depan harus
sejak empat bulan lalu ini membuat anggaran jadi lebih baik dari yang sebelumnya, seperti
belanja pemerintah juga terjadi penghematan, magnet idul fitri bahwa kita kembali ke fitrah
sebab pandemi memaksa pemerintah untuk kita kembali terlahir kembali untuk sama-sama
kreatif dan melakukan efisiensi anggaran dari introspeksi diri melakukan apa yang seharusnya
berbagai sumber tanpa harus mengurangi kita dapatkan dan tentunya melakukan sesuatu
produktivitas. yang lebih bermakna untuk kita sebagai Abdi
Negara.
Selama COVID-19 mewabah, kata dia,
banyak juga tercipta inovasi, kreativitas, Beberapa aplikasi bisa digunakan oleh
dan terobosan yang dilakukan banyak pihak, seluruh pengambil kebijakan, dari tingkat pusat
mulai penerapan teknologi hingga inovasi dan tingkat kabupaten dalam merencanakan
atau terobosan yang muncul dari pendekatan pendidikan.
humanis kepada masyarakat.
Lebih jauh ke depan kita harus siap dengan
Kini kita harus tanggap terhadap perubahan segala perubahan dan segala kebijakan.
karena sesuatu yang pasti itu adalah sebuah Termasuk soal penganggaran yang harus
perubahan. Mendikbud Nadiem Makarim menyesuaikan dengan kondisi sekarang.
sebetulnya sudah mengawali kebijakan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pemanfaatan teknologi juga disarankan
dengan beragam perubahan. dalam melakukan pendekatan-pendekatan
berupa sosialisasi kebijakan, penyebarluaskan
Sebuah perubahan mulai dari style informasi, meeting-meeting untuk penyamaan
kepemimpinan sebagai orang muda yang persepsi dan seterusnya.
memang punya strategi strategi pemikiran yang
kekinian, kemudian juga sebagai pimpinan kita Kenapa perubahan harus kita fokuskan
bersama yang memegang amanah. Bagaimana untuk meningkatkan SDM yang berkualitas?
membawa pesan amanat presiden untuk Tak lain karena menurut hasil studi Programme
mewujudkan SDM yang berkualitas. for International Student Assessment (PISA)
yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-
Mas Menteri menyampaikan bahwa untuk operation and Development (OECD) dari tahun
menuju SDM yang berkualitas itu bebannya ke tahun menunjukkan Indonesia sebagai
sangat berat ada di Kementerian Pendidikan salah satu negara dengan peringkat hasil PISA
dan Kebudayaan. Sehingga lembaga ini menjadi rendah di dunia. Melihat kondisi tersebut,
lembaga pertaruhan bagaimana kita mampu kita harus berusaha fokus meningkatkan hasil
mengawal Kementerian Pendidikan dan belajar murid, dan tidak terlepas dari upaya
Kebudayaan ini bekerja cepat, bekerja sesuai peningkatan kompetensi guru.
dengan dinamika perubahan teknologi. Ini
harus kita gunakan karena teknologi itu yang Karena transformasi pendidikan yang kita
memang bisa mempercepat, bisa memberikan cita-citakan bersama, hanya bisa terwujud di
efisiensi, baik waktu, biaya. kemudian juga saat semua pemangku kepentingan berorientasi
memberikan ketepatan, real time. pada peserta didik.
Tidak kalah penting lagi adalah melalui Terakhir, perlu kita sadari bahwa
teknologi ini kita bisa mengukur kejujuran perubahan sejatinya datang dari kita dan harus
seseorang. Karena dengan pengembangan kita lakukan dengan mulut dan tangan sendiri.
aplikasi berbasis teknologi informasi itu Karena itu saya yakin perubahan ini adalah
kejujuran seseorang bisa terlihat, termasuk perubahan menuju kebaikan. Betul bahwa ke
rekam jejak seseorang itu bisa kelihatan depan ada beberapa kegiatan yang pelan-pelan
dengan jejak teknologi. Tetapi kalau kembali ke akan hilang dan digantikan oleh mesin. Tapi isi
integritas secara pribadi hubungan sosial satu kepala, perilaku dan integritas jelas tidak bisa
sama lain ini yang tidak kalah pentingnya harus digantikan oleh mesin sekalipun.
ditingkatkan melalui peningkatan karakter itu
juga tidak kalah penting sebagai satu esensi Jadi yakinlah saja, bahwa perubahan
bagaimana membangun SDM yang berkualitas. ini akan baik untuk diri kita sendiri, untuk
organisasi dan untuk Indonesia. Karena
Apa yang memang harus kita perbaiki di memang kita diharapkan untuk bergerak lebih
baik dari waktu ke waktu.[]
70 MAJALAH SEKOLAH DASAR | EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020
EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020 | MAJALAH SEKOLAH DASAR 71
72 MAJALAH SEKOLAH DASAR | EDISI XVII TAHUN KE-6 APRIL 2020