JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 49
50 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 Bisnis Maritim Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, industri pelayaran (atau transportasi laut) tumbuh signifikan. Pertumbuhan itu semakin diperkuat oleh program Tol Laut era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Setiap tahun selalu terjadi pertumbuhan yang signifikan. Sayang sekali, masa-masa bulan madu itu goyah karena pandemi Covid-19, selama hampir tiga tahun periode 2020 – 2022. Bagaimana kondisi industri pelayaran saat ini? Melongok Industri Pelayaran Indonesia Geliat industri transportasi laut Indonesia (Sumber: www.blt.co.id)
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 51 Bisnis Maritim Industri pelayaran sudah tumbuh sangat baik sejak 2008. Penyebabnya, berlakunya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Dalam UU tersebut terdapat asas cabotage yaitu kegiatan angkutan laut dalam negeri dilakukan oleh perusahaan angkutan laut nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia serta diawaki oleh awak kapal berkewarganegaraan Indonesia. Asas tersebut menjadikan pelaku usaha domestik sebagai tuan di negerinya sendiri. Hal itu menunjukkan sebagai kedaulatan bangsa di lautnya sendiri. Dampaknya sangat signifikan. industri transportasi laut meroket. Data pada 2005, jumlah armada kapal nasional hanya sebanyak 6.000 unit, namun pada 2016 melonjak menjadi 24.000 unit. Program Tol Laut dan visi Poros Maritim Dunia mengakselerasi pertumbuhan tersebut. Pada 2019, jumlah armada kapal laut nasional naik lagi menjadi 32.000 unit. Lalu melonjak lagi menjadi 37.000 pada 2021. Terdiri atas armada angkutan laut pelayaran dan angkutan laut khusus. Industri pelayaran memegang peranan sangat vital dalam pembangunan sekaligus pertumbuhan ekonomi Indonesia. Wilayah Indonesia yang berupa pulau-pulau sangat membutuhkan transportasi melalui laut. Perdagangan dan transaksi ekonomi antar pulau lebih efisien menggunakan transportasi laut. Di dunia internasional pun, 90% perdagangan menggunakan jasa angkutan laut. Dihajar Pandemi Seperti sebagian besar sektor lain, industri pelayaran juga mengalami hantaman hebat akibat Pandemi Covid-19. Data dari asosiasi industri pelayaran INSA (Indonesia National Ship-owner Association) menyebutkan, pada tahun 2020, kinerja industri pelayaran anjlok sebanyak 21 persen. Dengan rincian, arus kapal turun 3 persen, arus barang turun 14 persen, arus petikemas anjlok 11 persen, dan arus penumpang terjun bebas sampai 57 persen. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan, kenapa Pemerintahan Joko Widodo mencanagkan program Tol Laut, sebagai salah satu bagian dari visi Poros Maritim Dunia. “ “
52 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 Bisnis Maritim Pada 2021, meski masih turun tapi angkanya lebih baik dibanding 2020. Didukung oleh kebijakan stimulus fiskal dan moneter dari pemerintah, industri pelayaran bisa bertahan. Bahkan, pada 2021, mereka sudah kembali mendapatkan keuntungan. Peti kemas misalnya sudah tumbuh 10%. Meski belum normal seperti sebelum Pandemi, namun industri pelayaran sudah pulih dan semakin baik apda 2022. INSA memprediksi, industri pelayaran tumbuh lebih baik pada 2023 ini. Beberapa indikatornya antara lain naiknya jumlah penumpang, tumbuhnya industri batu bara, meningkatnya perdagangan minyak dunia, dan naiknya kegiatan ekspor Indonesia. Indikator-indikator tersebut merupakan hal yang berpengaruh besar terhadap industri pelayaran. INSA optimistis industri pelayaran akan mampu menghadapi ancaman resesi ekonomi yang diprediksi terjadi pada 2023. 177 Trayek Baru Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka 177 trayek selama 2023. Sebanyak 39 trayek Kapal Barang Tol Laut, 116 trayek Kapal Perintis, 6 trayek Kapal Khusus Angkutan Ternak, dan 16 trayek Kapal Rede. Hal itu merupakan kegiatan strategis di bidang transportasi laut memiliki fokus untuk melayani konektivitas transportasi hingga ke pelosok. Semua perusahaan punya peluang yang sama dalam memanfaatkan trayek baru tersebut, baik perusahaan BUMN maupun swasta nasional. Kementerian Perhubungan mencatat, kinerja sektor transportasi laut sangat baik, meskipun sempat dihajar pandemi Covid-19. Sektor ini tetap konsisten tumbuh, bahkan dalam dua tahun terakhir, pertumbuhannya di atas 10 persen. Kemenhub menilai, keterlibatan sektor swasta berperan penting dalam mengembangkan industri transportasi laut. Bukan hanya pelayaran, melainkan juga pengelolaan pelabuhan. Pemerintah sangat terbuka terhadap swasta untuk mengelola pelabuhan, di luar apa yang sudah dilakukan oleh Pelindo. Geliat kapal penumpang setelah pandemi Covid-19 (Sumber: www.pelni.co.id)
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 53 Bisnis Maritim Sejarah Industri Pelayaran di Indonesia Perusahaan pelayaran di Indonesia sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Perusahaan-perusahaan Belanda seperti Koninklijke Paketvaart-Maatschappij (KPM), Koninklijke Nederlandsche Stoomboot Maatschappij (KNSM), dan Rotterdamsche Lloyd, menjadi pemain utama transportasi laut. Mereka mengoperasikan kapal-kapal uap yang berlayar di seluruh wilayah Nusantara. Pada 1950, Pemerintah Indonesia mendirikan Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (PPNI). PPNI bertanggung jawab atas pengelolaan armada kapal Indonesia dan perdagangan domestik serta internasional. Pada 1952, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berdiri sebagai perusahaan pelayaran yang lebih besar. Setelah PPNI dan Pelni, perusahaan swasta pun lahir dengan fokus pada kapal kargo dan kontainer yang beroperasi bukan hanya di Indonesia melainkan juga ke seluruh dunia. Deretan Perusahaan Besar Transportasi Laut Indonesia 1. Pelni PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), perusahaan pelayaran terbesar dan tertua di Indonesia. Pelni melayani jasa angkutan penumpang dan barang. PT Pelni memiliki 26 kapal penumpang, 6 kapal barang tol laut, 1 kapal ternak, dan 46 kapal perintis. Pelni melayani rute ke 95 pelabuhan kapal penumpang dan 300 pelabuhan kapal perintis. Pelni juga mendukung pengembangan pariwisata bahari Indonesia dengan memberikan layanan paket wisata bahari ke pulau-pulau yang memiliki keindahan bawah laut dan pemandangan alam yang mengagumkan. Antara lain Kepulauan Raja Ampat, Wakatobi, Banda Neira, Pulau Komodo, Takabonerate, Karimun Jawa, Bunaken, Anambas, Derawan, dan Tomini. Salah satu kapal milik PT Pelni (Sumber: www.pelni.co.id) Kapal milik ASDP Indonesia Ferry (Sumber: www.asdp.id) 2. PT ASDP Indonesia Ferry PT ASDP Indonesia Ferry, BUMN yang bergerak pada pelayanan kapal penyeberangan dan pengelola pelabuhan penyeberangan. ASDP melayani kapal penyeberangan penumpang dan barang. ASDP menjalankan armada ferry sebanyak 169 unit melayani lebih dari 300 rute di 36 pelabuhan di seluruh Indonesia. ASDP juga mengembangkan bisnis di kawasan pelabuhan, seperti Bakauheni Harbour City Lampung dan Kawasan Marina Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur. 3. Samudera Indonesia Samudera Indonesia merupakan perusahaan yang melayani trans
54 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 Bisnis Maritim portasi kargo dan logistik. Mereka memiliki lebih dari 6.000 karyawan, 150 anak perusahaan, dengan cabang dan kantor-kantor di pelabuhan-pelabuhan utama di Indonesia dan Asia. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1964, dengan cikal bakal bisnis transportasi laut sejak 1952. 4. Berlian Laju Tanker Berlian Laju Tanker telah beroperasi sejak tahun 1981. Perusahaan pelayaran terkemuka yang mengkhususkan diri dalam pengangkutan kargo muatan cair curah seperti bahan kimia, minyak, minyak sayur, dan gas cair. Perusahaan ini memiliki tiga jenis kapal yaitu Oil & Chemical Tanker, LPG Carrier, dan LNG Carrier. 5. PT Temas Perusahaan ini berdiri pada 1987 dengan nama MV. Teluk Mas. Namanya kemudian berubah PT Pelayaran Tempuran Emas yang berubah lagi menjadi PT Temas. Perusahaan ini bergerak dalam bidang transportasi domestik dan internasional, terutama untuk mengangkut penumpang, kargo dan hewan melalui kapal. Mereka juga menjadi agen dalam bisnis pelayaran dan terlibat dalam pembelian serta penjualan kapal. Perusahaan ini mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1988. Dalam perkembangannya, PT Temas bukan hanya penyedia layanan kapal melainkan juga sebagai pengelola pelabuhan barang. 6. Meratus Line PT Meratus Line adalah perusahaan yang berdiri pada tahun 1957 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Perusahaan ini menyediakan berbagai jenis layanan pengiriman barang, termasuk angkutan kargo laut dan darat, serta jasa logistik. Meratus Line memiliki lebih dari 60 kapal melayani berbagai jenis kargo, seperti kontainer, bahan kimia, minyak dan gas, serta kargo proyek. Perusahaan ini juga memiliki jaringan kantor cabang dan agen di berbagai kota di Indonesia, serta di beberapa negara lainnya, seperti Salah satu kapal kargo milik Samudera Indonesia (Sumber: www. samudera.id) Salah satu kapal cargo milik Berlian Laju Tanker (Sumber: www.blt.co.id) Kapal kargo milik PT Temas (Sumber: www.temas.id)
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 55 Bisnis Maritim Malaysia, Singapura, Filipina, dan Vietnam. Industri Pelabuhan Indonesia Industri transportasi laut atau pelayaran tidak bisa beroperasi tanpa dukungan pengelola pelabuhan. Oleh karenanya, industri pelabuhan menjadi bagian sangat vital dalam bisnis pelayaran. Industri Pelabuhan merupakan salah satu entitas negara yang sangat penting dalam mendukung peningkatan ekonomi. PT Pelindo merupakan BUMN yang mengelola sebagian besar Kapal kargo milik Meratus (Sumber: www.meratus.com) Area peti kemas di pelabuhan yang dikelola Pelindo (Sumber: pelindo.co.id)
56 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 Bisnis Maritim Pelabuhanpelabuhan kecil di Indonesia menjadi tempat persinggahan dan pusat perdagangan yang mempertemukan para pedagang dari berbagai bangsa, sehingga menjadi bandar niaga yang besar. pelabuhan di seluruh Indonesia. Cikal bakal perusahaan ini berdiri pada tahun 1960. Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai sebuah negara maritim. Pada masa lalu, kerajaankerajaan maritim nusantara seperti Sriwijaya, Majapahit, serta kerajaan di Maluku pernah memegang kunci jalur perdagangan dunia. Pedagang dari Gujarat dan China mengambil rempah-rempah dari Kepulauan Maluku lalu mengirimkannya menuju Cina, Semenanjung Arab, Eropa, hingga ke Madagaskar. Sebelumnya, PT Pelindo terbagi atas empat entitas yaitu PT Pelabuhan Indonesia I, PT Pelabuhan Indonesia II, PT Pelabuhan Indonesia III, dan PT Pelabuhan Indonesia IV. Sahamnya 100% dimiliki oleh Kementerian BUMN. Pelindo I mengelola pelabihan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau. Pelindo II mengelola pelabuhan di Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat. Pelindo III mengelola pelabuhan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, NTB, dan NTT. Sedang Pelindo IV mengelola pelabuhan di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tengggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Pada 1 Oktober 2021, PT Pelabuhan Indonesia I, PT Pelabuhan Indonesia III, dan PT Pelabuhan Indonesia IV digabungkan ke dalam PT Pelabuhan Indonesia II. PT Pelabuhan Indonesia II bertindak sebagai surviving entity (perusahaan yang bertahan). Kemudian PT Pelabuhan Indonesia II berganti nama menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Pelindo merupakan pemain utama yang mengelola lebih dari 40 pelabuhan. Pada 2023 ini, Pelindo jgua menjadi tulang punggung pengembangan 24 pelabuhan berskala internasional yang dicanangkan oleh pemerintah. (Redaksi Jalasena) Salah satu pelabuhan barang yang dikelola Pelindo (Sumber: www.pelindo.co.id) “ “
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 57 Jejak Kapal Perang Karam Di Indonesia HISTORIA Pemerintah Indonesia mencatat setidaknya 24 kapal perang asing ditemukan karam saat Perang Dunia II di perairan laut Indonesia. Dari jumlah itu, baru 10 kapal perang yang diidentifikasi, termasuk kapal perang Amerika Serikat USS Houston dan kapal perang Australia HMAS Perth I. Kru kapal HMAS Perth I ketika berlabuh di Sydney sebelum tenggelam di Laut Jawa (Sumber: www.sea.museum/2018/02/28/the-sad-fate-of-hmas-perth-i)
58 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 HISTORIA Baru kedua kapal inilah yang resmi dijadikan kawasan konservasi maritim oleh pemerintah Indonesia. Ada beberapa negara lain yang meminta kapal-kapal karam miliknya dijadikan konservasi maritim, namun pemerintah Indonesia masih mempelajarinya. Pemerintah Belanda termasuk yang gencar mendesak Indonesia menangani tiga bangkai kapal perang mereka, yang tenggelam di tengah Pertempuran Laut Jawa 1942. Dua dari tiga bangkai kapal itu lenyap. Tinggal satu kapal yang masih tersisa. Sebagian besar sudah dipreteli dan diperlakukan sebagai barang rongsokan. Indonesia, sebagai negara maritim dengan lebih dari 17.000 pulau, telah menyaksikan banyak momen penting dalam sejarah kelautannya. Salah satu hal yang menarik dan misterius adalah kapal-kapal perang yang tenggelam di perairan Indonesia. Beberapa kapal perang bersejarah telah karam di bawah permukaan laut, meninggalkan warisan berharga bagi para penyelam, sejarawan, dan pecinta arkeologi bawah laut. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi bePenyelam memeriksa bangkai kapal HMAS Perth I milik Australia (Sumber: www.sea.museum/2018/02/28/the-sad-fate-of-hmas-perth-i) berapa kapal perang terkenal yang karam di Indonesia dan sejarah menarik di baliknya. Kapal Perang Jepang di Laut Flores Pada saat Perang Dunia II, Laut Flores menjadi saksi dari pertempuran sengit antara pasukan Sekutu dan Jepang. Kapal perang Jepang, termasuk kapal selam dan kapal perusak, berusaha menguasai wilayah strategis ini. Beberapa kapal perang Jepang tenggelam di Laut Flores karena serangan dari kapal-kapal Sekutu. Hingga saat ini, beberapa dari kapal-kapal ini terletak di dasar laut, menjadi situs penyelaman yang menarik bagi para penyelam sejarah dan peminat militer. Selama Perang Dunia II, beberapa kapal perang Jepang mengalami nasib tragis di perairan Indonesia. Perang di wilayah Pasifik melibatkan banyak pertempuran laut yang sengit antara Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dan Sekutu, yang menyebabkan banyak kapal-kapal perang karam di laut Indonesia. Salah satu contoh terkenal adalah kapal perang Jepang yaitu Kapal Perang Yamato, yang dianggap sebagai salah satu kapal perang terbesar dan paling kuat yang pernah dibangun. Pada akhir perang, Yamato dijadwalkan untuk melakukan operasi bunuh diri, yang dikenal sebagai “Operasi Ten-Go,” sebagai bagian dari upaya terakhir Jepang untuk melawan Sekutu yang semakin mendekat. Pada tanggal 7 April 1945, Yamato dan armadanya berangkat dari pangkalan di Kure, Jepang, dengan tujuan untuk menyerang pasukan Sekutu yang menginvasi Okinawa. Namun, intelijen Sekutu mengetahui rencana Jepang dan menyiapkan serangan besar-besaran. Pada 7 April 1945, Sekutu melancarkan serangan gabungan udara dan laut yang melibatkan pesawat-pesawat dari kapal induk Amerika Serikat. Ketiga kapal itu: HNLMS Kortenaer, HNLMS De Ruyter, dan HNLMS Java mengangkut barang dan pasukan sebanyak 2.200 orang. Dalam istilah kemiliteran, tiga kapal perang karam itu adalah makam bawah laut. Laut Indonesia, Singapura dan Malaysia adalah kuburan bagi lebih dari 100 kapal dan kapal selam yang tenggelam selama Perang Dunia II. “ “
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 59 HISTORIA Dalam pertempuran tersebut, Yamato diserang oleh lebih dari 300 pesawat Sekutu. Meskipun kapal tersebut berhasil menembak jatuh beberapa pesawat penyerang, namun jumlah dan kekuatan serangan udara Sekutu menjadi terlalu besar untuk diatasi. Pada akhirnya, Yamato karam di lepas pantai pulau Kyushu, Jepang, tenggelam dalam perairan dangkal. Selain Yamato, ada juga kapal perang Jepang lainnya yang mengalami nasib serupa di perairan Indonesia selama Perang Dunia II. Pertempuran laut di wilayah ini merupakan bagian integral dari kampanye militer Sekutu untuk merebut kembali wilayah Pasifik yang diduduki Jepang. Kapal Perang Belanda di Selat Sunda Selat Sunda, yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera, merupakan jalur perairan penting selama masa kolonialisme. Saat berusaha mempertahankan kekuasaan mereka, kapal-kapal perang Belanda seringkali terlibat dalam pertempuran sengit dengan pihak-pihak lokal. Beberapa kapal perang Belanda tenggelam di perairan Selat Sunda, dan hingga kini, puing-puing kapal-kapal tersebut menjadi saksi bisu dari masa lalu yang penuh peristiwa bersejarah. Selama Perang Dunia II, beberapa kapal perang Belanda mengalami nasib tragis di perairan Indonesia. Perang di Asia Tenggara melibatkan konflik yang kompleks, termasuk invasi Jepang ke Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Pada awal perang, Jepang berhasil menduduki wilayah Hindia Belanda dan menguasai banyak pelabuhan dan fasilitas militer. Salah satu contoh kapal perang Belanda yang karam di Indonesia adalah kapal perang yang terkenal dengan sebutan “HNLMS De Ruyter.” Kapal ini merupakan kapal penjelajah ringan milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda. Pada tanggal 27 Februari 1942, dalam Pertempuran Laut Jawa yang sengit, armada Sekutu termasuk kapal-kapal Belanda, Inggris, dan Australia berusaha menghadang seKapal perang Yamato milik Jepang (Sumber: laststandonzombieisland. com/2011/12/09/the-japanese-yamato-megabattleship/) Kapal-kapal perang yang karam di Indonesia menjadi saksi bisu dari kekejaman perang dan mengingatkan kita akan biaya yang mahal dari konflik bersenjata. Peristiwaperistiwa ini mengajarkan kita pentingnya perdamaian, diplomasi, dan kerjasama internasional untuk mencegah terulangnya kehancuran dan penderitaan yang disebabkan oleh perang. “ “
60 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 HISTORIA rangan Jepang yang mengancam Singapura. Dalam pertempuran ini, HNLMS De Ruyter berada di barisan depan dan turut bertempur dengan gagah berani. Namun, serangan udara dan laut Jepang yang hebat mengakibatkan kerusakan yang parah pada kapal tersebut. Pada akhirnya, HNLMS De Ruyter tenggelam di lepas pantai Jawa, dekat Pulau Bawean. Tragedi ini mengakibatkan banyak korban jiwa dan menjadi pukulan berat bagi armada Sekutu di wilayah Asia Tenggara. Selain HNLMS De Ruyter, beberapa kapal perang Belanda lainnya juga mengalami nasib serupa selama Perang Dunia II di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pertempuran laut yang berkecamuk di perairan ini merupakan bagian dari perjuangan sengit antara Sekutu dan Jepang dalam upaya merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai Jepang. Kapal Perang Inggris di Selat Karimata Selain kapal-kapal perang dari Jepang dan Belanda, Indonesia juga menyimpan cerita tentang kapal perang Inggris yang tenggelam di perairan Karimata, yang terletak di antara Kapal HNLMS De Ruyter milik Belanda (Sumber: wall. alphacoders.com/big. php?i=381711) HMS Prince of Wales, kapal perang milik Inggris (Sumber: https://www. kbismarck.com/princeof-wales.html)
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 61 HISTORIA Sumatera dan Kalimantan. Salah satu peristiwa bersejarah yang menonjol adalah tenggelamnya HMS Prince of Wales dan HMS Repulse pada tahun 1941 selama Perang Dunia II. Kejadian ini menunjukkan peran penting angkatan laut dalam konflik global dan menandai awal perubahan kekuatan maritim di kawasan Asia. Kapal Perang Amerika Serikat di Laut Bali Di awal tahun 1942, selama Perang Dunia II, perairan Laut Bali menyaksikan pertempuran sengit antara kapal perang Amerika Serikat dan Jepang. Kapal perang USS Houston tenggelam setelah mengalami serangan dari angkatan laut Jepang. Situs penyelaman ini sekarang telah menjadi taman memorial bawah laut untuk mengenang para pahlawan yang gugur dalam pertempuran itu. Menjelajahi reruntuhan kapal perang yang karam di Indonesia tidak hanya memberikan wawasan tentang sejarah perang, tetapi juga mengungkapkan harta karun budaya dan lingkungan yang tak ternilai. Penemuan-penemuan arkeologi bawah laut ini memberikan wawasan tentang peristiwa yang terjadi pada masa lalu, serta membantu melestarikan warisan sejarah untuk generasi mendatang. Upaya Pemerintah terkait Kapal Perang Karam Pengaruh Perang Dunia II masih terasa dalam ingatan kolektif sejarah Indonesia melalui sisa-sisa kapal perang yang karam di perairan Indonesia. Kapal-kapal karam ini bukan hanya menjadi saksi bisu peristiwa bersejarah, tetapi juga memiliki nilai penting sebagai warisan budaya dan arkeologi. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya dalam rangka keamanan dan pelestarian kapal perang karam demi memahami masa lalu dan melestarikan warisan budaya maritim negara ini. Identifikasi dan Penelitian Salah satu upaya utama pemerintah adalah melakukan identifikasi dan penelitian terhadap kapal perang yang karam. Melalui kerja sama dengan lembaga penelitian arkeologi dan sejarah, para ahli bekerja untuk mengidentifikasi kapal-kapal tersebut dan menyusun catatan sejarahnya. Penelitian ini membantu mengungkap informasi penting tentang sejarah kapal, konteks perang, dan peran mereka dalam konflik dunia. Hasil dari penelitian ini dijadikan dasar untuk langkah-langkah selanjutnya dalam pelestarian. Penting untuk diingat bahwa situs-situs penyelaman ini harus dihormati dan dilestarikan. Kegiatan penyelaman harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab untuk melindungi sisa-sisa kapal dan lingkungan bawah laut dari kerusakan lebih lanjut. Dengan demikian, cerita dan misteri kapal perang karam di Indonesia dapat terus diungkap dan dihargai oleh generasi yang akan datang. USS Houston, kapal perang milik Amerika Serikat (Sumber: www. history.navy.mil/) “ “
62 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 HISTORIA Perlindungan Hukum dan Pengaturan Zona Kapal Karam Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi kapal-kapal karam secara hukum. Menetapkan zona kapal karam adalah salah satu langkah yang penting dalam melindungi situs-situs ini dari perusakan atau pencurian benda-benda bersejarah. Perlindungan hukum juga memberikan keamanan bagi para penyelam dan arkeolog yang ingin mempelajari kapal-kapal ini tanpa merusak situs sejarah yang rapuh. Kolaborasi dengan Negara Lain Kapal perang yang karam di perairan Indonesia tidak hanya berasal dari negara Indonesia, tetapi juga dari negara-negara lain yang terlibat dalam Perang Dunia II. Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk berkolaborasi dengan negara-negara yang terkait untuk saling berbagi informasi, penelitian, dan pengalaman dalam pelestarian kapal-kapal tersebut. Kolaborasi internasional ini memperkuat pemahaman tentang peristiwa sejarah dan membantu dalam melestarikan warisan bersama. Pendidikan dan Kesadaran Publik Pemerintah Indonesia juga memberikan perhatian pada pendidikan dan kesadaran publik tentang pentingnya pelestarian kapal perang karam. Program-program pendidikan dan kampanye kesadaran publik dilakukan untuk menyampaikan nilai-nilai sejarah, keunikan, dan pentingnya kapal-kapal tersebut bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Dengan meningkatkan kesadaran, masyarakat diharapkan akan lebih peduli dan mendukung upaya pelestarian. Wisata Sejarah dan Ekonomi Lokal Sebagai bagian dari upaya pelestarian, beberapa kapal perang karam telah dijadikan sebagai objek wisata sejarah. Membuka akses terbatas bagi wisatawan dan penyelam yang tertarik untuk mengunjungi kapal-kapal karam ini dapat membantu mendukung ekonomi lokal dan meningkatkan pemahaman tentang sejarah maritim Indonesia. (Red. Jalasena) Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Belanda Stephanus Abraham Blok, bahas kapal perang karam 2018 lalu (Sumber: Kementerian Luar Negeri RI)
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 63 “Kita harus mempu menunjukkan kepada dunia bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa Maritim, Bangsa yang menjaga dan memberdayakan lautnya dengan penuh kesungguhan.” Presiden Joko Widodo pada 14 Agustus 2014 Ajang Pemilihan Putera Puteri Maritim Tahun 2022 Upaya Tanamkan Cinta Kemaritiman ke Generasi Muda Laksamana TNI Yudho Margono menyerahkan tropi pemenang Putera Puteri Maritim Indonesia 2022 (Sumber: PPMI) Peduli Bahari
64 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 Peduli Bahari Begitu luar biasa potensi sumber daya laut Indonesia yang merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Saat ini kekayaan laut Indonesia yang melimpah ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat kenyataan tersebut, Yayasan Putera Puteri Maritim Indonesia yang dibina oleh Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno, terpanggil melakukan langkah Setelah absen sejak 2020 karena pandemi, Ajang PPMI kembali digelar pada 2022 (Sumber: PPMI) “Kita harus menumbuhkan kecintaan generasi muda untuk mengelola maritim. Kalau mau Indonesia menjadi negara besar, kita harus menguasai lautan. Semua negara besar menguasai lautan,” Laksamana TNI (purn) Tedjo Edhy Purdijatno. “ “ Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 65 Peduli Bahari tihan dan pembekalan. Bukan hanya fisik terkait disiplin dan dasar kemiliteran, melainkan juga ilmu pengetahuan di berbagai bidang terutama kebangsaan dan kemaritiman. Para pembicaranya berasal dari beragam kalangan mulai dari menteri, pejabat TNI/Polri, sampai pengusaha dan tokoh lainnya. Ajang pemilihan Putera Puteri Maritim Indonesia ini bertujuan: 1. Menanamkan cinta, kebanggaan dan penghargaan Putera dan Puteri Maritim terhadap potensi kemaritiman Indonesia 2. Menjadikan Putera dan Puteri Maritim sebagai DUTA MARITIM yang akan menjadi ujung tombak menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli dan tertarik mengembangkan potensi kegiatan di bidang kemaritiman 3. Menjadikan Putera dan Puteri Maritim pro-aktif mempromosikan keindahan dan keanekaragaman maritim Indonesia 4. Berperan aktif dalam mempromosikan bidang kemaritiman Indonesia di dunia Internasional nyata mengembalikan kejayaan maritim Indonesia. Salah satu caranya dengan memperkenalkan dan menanamkan rasa cinta kemaritiman kepada generasi muda melalui suatu ajang atau kontes Putera Puteri Maritim. Ajang ini dimulai sejak 2016, sempat berhenti pada 2020 dan 2021 karena pandemi Covid-19, berlanjut kembali pada 2022 lalu. Dalam wawancara dengan Majalah Jalasena, Tedjo Edhy mengatakan ajang itu sebagai bentuk kepedulian anak bangsa terhadap kemaritiman. Setelah purna tugas sebagai prajurit, ia dan beberapa kawan yang sama-sama peduli maritim tetap ingin berkontribusi bagi negara. Apalagi, ketika menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), ia sempat melakukan beberapa kegiatan besar seperti mencetak rekor dunia menyelam terbanyak (3000 penyelam) di acara Sail Bunaken 2009. Ia juga berhasil mengundang Kepala Staf Angkatan Laut Amerika hadir dalam acara tersebut, sekaligus melakukan pawai armada laut. Ketika memulai ajang ini pada 2016, yayasan bekerja amat keras karena keterbatasan dana. Dukungan dari berbagai pihak pun masih minim. Namun, seiring berjalannya waktu, niat baik demi bangsa dan negara itu mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, termasuk dari TNI Angkatan Laut. Seleksi calon peserta yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dibantu secara penuh oleh TNI Angkatan Laut, melalui lanal dan lantamal di seluruh nusantara. Pada tahap berikutnya, para finalis dari seluruh Indonesia digojlok di Bhumi Marinir Cilandak - Jakarta. Para finalis Putera Puteri Maritim Indonesia yang mengikuti kegiatan ini secara otomatis sudah ditetapkan sebagai Duta Maritim Indonesia. Selama di Cilandak, para peserta mendapatkan berbagai macam pela- Para finalis digojlok di Bhumi Marinir Cilandak (Sumber: PPMI)
66 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 Peduli Bahari Para Pemenang dan Duta Maritim Indonesia wajib melaksanakan fungsi dan tugas di bidang kemaritiman di provinsi asal masing masing selama minimal 1 (satu) tahun. Pemenang Putra Putri Maritim 2018 (Sumber: PPMI) Pemenang Putri Maritim Lingkungan 2017 (Sumber: PPMI) Panitia dan peserta Putera Puteri Maritim di Bhumi Marinir Cilandak (Sumber: PPMI) “ “
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 67 Peduli Bahari Menanam mangrove sebagai salah satu kegiatan PPMI (Sumber: IG PPMI) Parade Roll Joy Sailing KRI Bima Suci 945 tahun 2019 (Dok pribadi Anintas Husna)
68 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 Peduli Bahari Salah seorang peserta PPMI 2016, Aninta Husna berbincang dengan Majalah Jalasena tentang keikutsertaannya dalam ajang tersebut. Tita, demikian nama sapaannya, terpilih sebagai Duta Maritim 2016. 1. Kenapa dulu tertarik ikut ajang PPMI? Yang membuat saya tertarik untuk ikut ajang PPMI dahulu karena saya pada dasarnya memiliki ketertarikan kepada sosial, lingkungan, dan kemaritiman sehingga ketika melihat pengumuman pendaftaran PPMI yang mengumpulkan pemuda seluruh Indonesia yang tertarik dengan isu yang sama menjadi semakin menbuat saya tertarik untuk berpartisipasi dengan PPMI. Ditambah mengikuti ajang pemilihan juga merupakan hal yang baru untuk saya sehingga saya ingin menantang diri saya untuk mencoba pengalaman baru yang sekaligus membuka ruang diskusi, menambah relasi, dan ilmu baru dalam sebuah organisasi yang memiliki ketertarikan yang sama yaitu sosial, lingkungan, dan kemaritiman. 2. Manfaat terbesar apa yang diperoleh dari ajang tersebut? Manfaat terbesar yang saya peroleh adalah pengalaman dan relasi. Dengan ajang PPMI tentunya memberikan pengalaman baru untuk saya terutama dengan kegiatan yang mungkin tidak akan saya dapatkan jika tidak bergabung dengan PPMI. Seperti ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersama TNI AL ataupun instansi pemerintah lainnya. Juga menaiki dan mengikuti pelayaran dengan KRI, mendatangi daerah-daerah dan berinteraksi dengan masyarakat serta berdiskusi mengenai isu sosial, lingkungan, dan kemaritiman. Saya juga mendapatkan teman-teman baru dari seluruh Indonesia 3. Bagaimana kiprah sekarang terkait dengan PPMI dan kemaritiman? Selama saya bergabung bersama PPMI saya sering berpartisipasi dalam kegiatan sosial, lingkungan, dan kemaritiman. Di antaranya ikut serta dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan & pemilahan sampah, coastal hingga underwater clean up, dan menjadi Duta Maritim Indonesia atau representatif PPMI pada kegiatan TNI AL atau instansi pemerintah lainnya. Kami juga melakukan diskusi dan sosialisasi mengenai isu sosial, lingkungan, dan kemaritiman lainnya di beberapa daerah di In68 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 69 donesia seperti di Jakarta, Depok, Bandung, Garut, Semarang, Rembang, Surabaya, Makassar, dan Raja Ampat. Untuk saat ini, saya sudah tidak terlalu aktif secara langsung dalam kegiatan PPMI karena saya sudah bekerja. Namun, di sela-sela kegiatan kantor, saya masih sering melakukan diskusi dengan beberapa anggota PPMI mengenai isu-isu sosial lingkungan dan kemaritiman serta turut berpartisipasi langsung dalam mengkoordinir kegiatan PPMI kepada anggota PPMI di seluruh Indonesia. Muhammad Anugrah Apridio, Duta Maritim 2017, juga menjelaskan tentang kiprah para alumni PPMI. “Saat ini terkait dengan PPMI saya sendiri masih cukup aktif dalam melakukan kegiatan - kegiatan baik di dalam PPMI-nya sendiri maupun kegiatan dari TNI Angkatan Laut atau instansi-instansi yang berkaitan dengan kemaritiman. Terkhususnya untuk daerah asal saya, Kota Padang Sumatra Barat, bersama teman-teman paguyuban PPMI Sumbar kami masih terus melakukan inovasi dalam menggaungkan kemaritiman, mulai dari kegiatan yang bersifat kolaborasi maupun kegiatan mandiri yang kami adakan. Seperti pembinaan Kampung Bahari yang ada di Pariaman, Sumatra Barat. Bersih bersih pantai, edukasi ke sekolah mulai dari tingkat SD, berdiskusi dengan kelompok sadar wisata dan memberi masukan ide yang sedang hangat saat ini dan sebagainya.” Ternyata, ajang pemilihan Putera Puteri Maritim Indonesia mampu menelurkan generasi muda yang cinta bahari dan kemaritiman. Suatu hal positif yang layak dicontoh oleh pihak lainnya. Gelorakan kemaritiman di kalangan anak muda agar terwujud Indonesia sebagai negara maritim yang sesungguhnya. (Redaksi Jalasena) Kegiatan kemaritiman di Raja Ampat bersama Kemenko Marves (Dok pribadi: Aninta Husna) Peduli Bahari JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 69
70 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 Mengenal Teknologi Siluman KRI Golok KRI Golok 688 milik TNI AL (Sumber: Puspenal) KRI Golok-688 memiliki teknologi khusus yaitu berbahan komposit serat karbon yang tidak mudah dideteksi oleh musuh atau sering disebut sebagai teknologi siluman. MARITIMe TECH
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 71 MARITIMe TECH Pada awal 2022, TNI AL meresmikan penggunaan KRI Golok 688. KRI Golok-688 ditempatkan di Tanjung Uban untuk memperkuat Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I. Kapal yang termasuk dalam jenis kapal cepat rudal (KCR) trimaran itu merupakan wujud penting dari pemenuhan kebutuhan alutsista TNI-AL. KRI ini produk kapal pertama yang terbuat dari bahan komposit yang memiliki keunggulan spesifik: lebih kuat, lebih ringan, dan memiliki daya tahan yang lama. KRI Golok-688 memiliki teknologi khusus yaitu berbahan komposit serat karbon yang tidak mudah dideteksi oleh musuh atau sering disebut sebagai teknologi siluman. KRI Golok merupakan kapal trimaran yang berdesain khusus berbentuk lancip yang dirancang untuk melaju cepat. Yang lebih membanggakan, KRI ini dibangun sendiri oleh anak bangsa. Asli buatan Indonesia. Hal tersebut sebagai upaya mengurangi ketergantungan pengadaan alutsista dari pihak asing. Indonesia merupakan negara kedua yang mampu memproduksi kapal siluman trimaran, yang berbahan komposit. Rudal anti kapal di KRI Golok 688 (Sumber: Puspenal) Spesifikasi KRI Golok 688 - panjang seluruhnya (Loa) 62,53 meter, - lebar 16 meter, - tinggi kapal dari draft 18,7 meter - bobot 53,1 ton. - Kecepatan maksimum kapal tersebut adalah 28 knots, - kecepatan jelajah 16 knots, - senjata meriam 30 mm dan senapan 12,7 mm. - daya angkut 25 anak buah kapal (ABK). - produsen: PT Lundin Industry Invest (PT LII)
72 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 MARITIMe TECH Dengan kelebihannya, KRI Golok ditempatkan di wilayah yang rawan dan strategis untuk menjaga wilayah Indonesia. Nama KRI Golok diambil dari nama sebuah senjata tradisional nusantara yang dikenal sebagai senjata serba guna. Harapannya, KRI Peluncuran KRI Golok 688 (Sumber: Puspenal) Tampak Belakang KRI Golok (Sumber: Puspenal) Golok bisa digunakan untuk melaksanakan setiap tugas operasi militer baik perang maupun non-perang dengan kecepatan tinggi, serta mampu melakukan taktik hit and run.
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 73 MARITIMe TECH Pesawat tempur siluman (F-117), cikal bakal teknologi ‘stealth’ (Sumber: http://www. defenselink.mil/) Sejarah dan Perkembangan Teknologi Siluman Pengembangan teknologi militer selalu menjadi fokus utama negaranegara maju dalam upaya mereka untuk mempertahankan keunggulan strategis dan taktis. Salah satu terobosan terpenting dalam bidang militer adalah pengembangan teknologi siluman (stealth technology). Teknologi siluman disebut juga sebagai teknologi rendah pengamatan (low observable technology). Teknologi siluman merujuk pada serangkaian teknik dan material yang dirancang untuk mengurangi atau mengaburkan deteksi sinyal radar, infra merah, atau elektromagnetik lainnya. Konsep dasar di balik teknologi siluman adalah mengurangi jejak radar kapal, sehingga membuatnya sulit terdeteksi oleh radar musuh, dan sebaliknya, meningkatkan peluang kapal tersebut untuk melihat musuh lebih awal. Konsep teknologi siluman pertama kali dikembangkan dan diimplementasikan pada pesawat tempur. Dengan kesuksesan yang luar biasa dalam menyamarkan pesawat dari deteksi radar, inovasi ini mulai diterapkan pada kapal perang. Kapal perang siluman pertama kali diperkenalkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1980-an dengan kapal kelas Arleigh Burke yang mengintegrasikan beberapa fitur siluman. Sebenarnya, cikal bakal pengembangan teknologi ini sudah dimulai pada tahun 1958 di Amerika Serikat. Percobaan awal untuk membuat pesawat mata-mata Lockheed U-2 yang tidak mampu dilacak radar Uni Soviet, namun mengalami kegagalan. Para desainernya mulai beralih untuk mengembangkan sebuah bentuk yang mampu mengurangi deteksi radar, dengan mengarahkan gelombang elektromagnetik dari radar. Bahan penyerap radar juga telah diuji dan dibuat untuk mengurangi atau menghalangi sinyal radar yang dipantulkan dari permukaan pesawat. Seiring berjalannya waktu, teknologi siluman kapal perang telah berkembang secara signifikan. Desain kapal menjadi lebih rumit, menggabungkan bentuk yang lebih tajam dan bahan-bahan komposit khusus untuk mengurangi pantulan gelom
74 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 MARITIMe TECH bang radar dan inframerah. Selain itu, fitur-fitur seperti radome (penutup radar) yang transparan terhadap sinyal radar dan sistem pencahayaan inframerah juga berperan dalam meningkatkan efek siluman. Kelebihan Teknologi Siluman Deteksi Terbatas: Kemampuan untuk mengurangi deteksi radar musuh memberikan keuntungan taktis yang besar. Kapal perang siluman memiliki kemampuan untuk mendekati wilayah musuh atau sasaran tanpa terdeteksi, memungkinkan serangan mendadak dan tak terduga. Pengurangan Ancaman Rudal: Sistem pertahanan rudal pada kapal perang siluman menjadi lebih efektif karena musuh kesulitan mengunci sasaran dengan radar mereka. Ini meningkatkan peluang kapal untuk menghindari rudal yang diluncurkan musuh. Peningkatan Daya Tembak: Dengan kemampuan untuk mendekati musuh tanpa terdeteksi, kapal perang siluman dapat memanfaatkan senjata jarak jauh mereka untuk melancarkan serangan sebelum musuh dapat merespons. Operasi Rahasia dan Intelijen: Kapal perang siluman dapat beroperasi secara rahasia dan mengumpulkan data intelijen tanpa terdeteksi oleh pasukan musuh atau kapal pengintai. Teknologi siluman kapal perang telah membuka era baru dalam peperangan laut dengan meningkatkan kemampuan kapal perang dalam menyembunyikan diri dan mendekati musuh dengan lebih efektif. Keuntungan taktis yang diberikan oleh teknologi ini telah mengubah lanskap peperangan laut dan memberikan keunggulan strategis bagi negaranegara yang mengadopsinya. (Red) Ilustrasi kapal siluman milik Amerika Serikat (Sumber: https://www. popularmechanics. com/military/navyships/a35845501/littoralcombat-ship/)
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 75 WISATA BAHARI Adakah Wisata Kapal Pesiar di Indonesia? Konon, banyak orang Indonesia yang menikmati wisata kapal pesiar. Setiap tahun, kecuali pada saat pandemi Covid-19, jumlah wisatawan kapal pesiar asal Indonesia terus meningkat. Bahkan, jumlahnya menduduki peringkat 8 terbanyak di Asia. Benarkah ada wisata kapal pesiar di Indonesia? Kapal Pesiar Celebrity Cruises (Sumber: www.cruisemabi.com)
76 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 Ternyata, semua wisatawan asal Indonesia itu menggunakan kapalkapal pesiar milik perusahaan asing. Antara lain kapal pesiar Celebrity Cruises, Royal Caribbean, dan Silversea. Ketiga perusahaan penyedia kapal pesiar tersebut bekerja sama dengan agen lokal untuk menarik minat wisatawan asal Indonesia. Semua wisatawan asal Indonesia itu menaiki kapal pesiar melalui pelabuhan di luar negeri, terutama pelabuhan Marina Singapura. Sampai saat ini, belum ada perusahaan Indonesia yang memiliki kapal pesiar besar seperti itu. Apa keuntungannya buat Indonesia? Pemerintah Indonesia mendorong tumbuhnya industri kapal pesiar, khususnya untuk para pengusaha lokal. Namun demikian, masih banyak kendala untuk mewujudkannya. Antara lain infrastruktur yang masih amat terbatas dan teknologi komunikasi – informasi. Sampai detik ini, baru satu pelabuhan di Indonesia yang bisa disinggahi kapal pesiar yaitu Pelabuhan Benoa Bali. Masalah lainnya adalah ketersediaan sumber daya manusia. Kementerian Pariwisata mengakui, wisata kapal pesiar punya potensi sangat besar. Bukan hanya untuk wisata domestik namun juga untuk mendatangkan turis asing ke Indonesia. Setiap kapal pesiar rata-rata membawa serta wisatawan sebanyak 3.000 – 6.000 orang. Artinya, setiap kapal pesiar yang singgah di suatu pelabuhan, berpotensi memberikan devisa yang sangat besar dari pengeluaran 3.000 – 6.000 turis tersebut. Salah satu upaya pemerintah itu adalah melakukan kerja sama dengan Singapura. Negeri pulau kecil itu punya pengalaman panjang dalam industri kapal pesiar. Setiap tahun, puluhan hingga ratusan kapal pesiar singgah di Pelabuhan Marina sehingga memberikan kontribuasi devisa yang amat besar. Kementerian Pariwisata sejak 2022 lalu, mengajak Singapura untuk berkolaborasi mengembangkan potensi wisata kapal pesiar di Indonesia. Potensi industri kapal pesiar sangat besar. Rata-rata setiap tahun uang yang beredar di industri ini WISATA BAHARI Ruang dalam Kapal Pesiar Celebrity Cruises (Sumber: www.cruisemabi.com) Kapal pesiar Ovation of Seas milik Royal Caribbean (Sumber: www.cruisemabi.com)
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 77 WISATA BAHARI mencapai US$10 miliar. Atau dengan kurs Rp15.000/dollar, sama dengan Rp150 triliun. Orang Asia yang berwisata menggunakan kapal pesiar rata-rata mencapai 5 juta wisatawan per tahun. Angka yang cukup menggiurkan. Yang menarik, rata-rata pelancong kapal pesiar Indonesia berusia di bawah 40 tahun. Berbeda dengan negara Asia lainnya, yang di atas 45 tahun. Wisata kapal pesiar merupakan bisnis lintas negara. Kapal-kapal pesiar itu berlayar berhari-hari di lautan dan singgah di tempat-tempat menarik. Selama ini, Indonesia yang memiliki begitu banyak destinasi menarik, tidak pernah dilirik kapal pesiar, karena infrastruktur yang tidak memadai. Selain itu, regulasi dan pendukungnya pun tidak memungkinkan kapal pesiar singgah di pelabuhan Indonesia. Pernah ada kapal pesiar hendak berlabuh di Pelabuhan Benoa, batal karena belum ada peta navigasi yang sesuai dengan regulasi internasional. Pelindo Percantik Benoa PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) berhasil memperbaiki dan mempercantik Pelabuhan Benoa, sehingga kapal pesiar berukuran besar bisa bersandar. Sekretaris Perusahaan Pelindo Ali Mulyono menjelaskan di area pelabuhan eksisting, yang merupakan kawasan pengembangan Bali Menikmati pemandangan di atas kapal pesiar Royal Caribbean (Sumber: www.cruisemabi.com) Menurut Singapore Tourism Board (STB), Indonesia adalah sumber wisatawan terbesar kedua yang masuk ke Singapura. Juga salah satu pasar utama untuk pelayaran kapal pesiar keluar dari Singapura. “ “
78 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 WISATA BAHARI Maritime Tourism Hub (BMTH). Terminal penumpang bagi wisatawan asing yang datang dengan menggunakan kapal pesiar sudah diperluas. Daya tampung yang awalnya hanya 1.000 penumpang ditambah menjadi 3.000 – 6.000 penumpang. Kedalaman kolam labuh pun ditambah dari 9 meter menjadi 12 meter. Upaya Pelindo ini merespons target pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata untuk mendatangkan kapal pesiar besar ke Indonesia. Dengan perbaikan itu, kapal pesiar berukuran di atas 250 meter bisa bersandar di Benoa. (Redaksi Jalasena) Kapal pesiar MSC Magnifica bisa bersandar di Benoa pada 4 April 2023 (Sumber: mimbarmaritim.com) Spesifikasi Kapal Pesiar: Wonder Sea milik Royal Caribbean (Sumber: www.cruisemabi.com) Spesifikasi Kapal Pesiar Raksasa
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 79 PPAL: Komitmen untuk Terus Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Purnawirawan Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) berkomitmen untuk terus membantu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Beragam langkah baik taktis maupun strategis dilakukan oleh PPAL untuk mewujudkan komitmen tersebut. SEKILAS PPAL
80 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 SEKILAS PPAL Ketua Umum PPAL Pusat Laksamana TNI (purn) Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan pentingnya kesejahteraan anggota. Perwujudan dari komitmen tersebut dilakukan melalui beberapa program PPAL yang bukan hanya ke dalam melainkan juga kolaborasi dengan pihak terkait. Antara lain menyangkut kesejahteraan dalam bidang sosial, kesehatan, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Di luar itu, PPAL juga tetap menjalankan marwah organisasi sebagai wadah silaturahmi antar-anggota. Ketum PPAL menekankan pentingnya silaturahmi dan kebersamaan, sehingga keberadaan PPAL dirasakan manfaatnya oleh para purnawirawan. Dalam usia yang hampir empat dekade, PPAL sudah memberikan kontribusi positif bagi anggota, TNI Al, dan masyarakat. Semangat perjuangan dan prinsip pengabdian tidak akan pernah berubah. PPAL selalu bergerak sesuai dengan sesanti Adhi Dharma Purnawira. Para anggota PPAL tidak akan pernah berhenti berbakti serta tidak dibatasi oleh usia dan masa dinas. PPAL mampu berperan sebagai “perekat persatuan” bagi para anggotanya. PPAL juga turut menjaga nilai-nilai keperwiraan dan “esprit de corps” yang selama ini melekat pada jati diri seorang prajurit Angkatan Laut. Ketum PPAL berharap, organisasi ini akan lebih bermakna dan selalu memerjuangkan kepentingan utama anggota yaitu kesejahteraan. Seluruh pengurus PPAL mesti memiliki keinginan kuat dan keikhlasan dalam memperjuangkan misi mulia tersebut. PPAL punya modal untuk mendukung upaya tersebut, karena sebagian besar pengurus memiliki banyak pengalaman berorganisasi selama berdinas aktif, termasuk kemampuan memimpin dan mengarahkan organisasi mencapai tujuan atau sasaran. PPAL Dorong Peningkatan Kesejahteraan Purnawirawan Bersama pimpinan purnawirawan lain, Ketum PPAL bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Mei 2023 (Sumber: setkab.go.id)
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 81 SEKILAS PPAL JALASENA | EDISI NO. 2, TAHUN XIII/2023 PPAL tidak sendirian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan purnawirawan. PPAL berkolaborasi dengan semua pihak, agar upaya tersebut lebih cepat membuahkan hasil. Salah satunya dengan para purnawirawan dari angkatan lain. Pada Mei lalu, bersama Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri), Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), dan Persatuan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU), serta PP POLRI, bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk mengajukan proposal berupa masukan tentang peningkatan kesejahteraan purnawirawan. Upaya serupa juga dilakukan melalui DPR RI. Selain itu, PPAL juga mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi purnawirawan yang khas dan berbeda dibanding masyarakat umum, sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah dengan BPJS Kesehatan dalam melayani anggota TNI. Sebagai bagian dari keluarga besar TNI, purnawirawan pun harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Optimalisasi Kartu PPAL Untuk apa punya kartu anggota PPAL? Ternyata, kartu anggota PPAL memiliki manfaat yang cukup banyak. Yang utama adalah sebagai tanda pengenal pengganti kartu tanda anggota (KTA). Dengan memiliki kartu anggota PPAL, setiap purnawirawan akan memiliki kepastian setiap kali beraktivitas di luar. Anggota bisa menunjukkan kartu tersebut dan diakui oleh semua instansi, apalagi instansi TNI Angkatan Laut. Selain itu, ke depan PPAL akan meningkatkan fungsi kartu anggota tersebut menjadi lebih terintegrasi dengan nomor induk kependudukan sehingga memudahkan segala urusan, termasuk untuk keperluan BPJS baik kesehatan maupun ketenagakerjaan. Pemutakhiran Data Anggota Setiap waktu, PPAL melakukan pemutakhiran data anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Baik PPAL pusat, wilayah, maupun rayon secara berkesinambungan melakukan pemutakhiran data tersebut. Up-dating data merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi. Apalagi PPAL, yang memiliki tanggung jawab untuk memantau kondisi setiap purnawirawan Angkatan Laut. Dengan data yang akurat dan mutakhir, PPAL akan dengan mudah mengetahui situasi dan kondisi anggota, memastikan kesehatannya, kesejahteraan, serta beragam kepentingan lainnya. Dengan pemutakhiran data, visi dam misi PPAL menjadi lebih tepat sasaran untuk diwujudkan. Pada era informasi yang serba cepat ini, data Ketua Umum PPAL menegaskan, semua upaya dilakukan untuk mewujudkan visi dan misi PPAL demi kepentingan anggota. “ “
82 JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 SEKILAS PPAL menjadi hal krusial yang harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Wujudkan Ikatan Talisilaturahmi Sebagai wadah purnawirawan, PPAL selalu meluangkan waktu untuk menjalin silaturami antar-anggota. Dalam jangka waktu tertentu, setiap pengurus PPAL selalu bertatap muka dan berdiskusi membahas berbagai kepentingan organisasi dan anggota. Sebagai upaya mewujudkan ikatan talisilaturahmi, pengurus PPAL baik di pusat, wilayah, maupun rayon, secara berkala dan berkesinambungan melakukan kunjungan ke anggotaanggota. Pengurus pusat pun rajin mendatangi wilayah dan rayon. Selama 2022 – 2023 ini, tidak kurang dari 20 kegiatan silaturahmi dalam berbagai bentuk, seperti kunjungan, bakti sosial, seminar/diskusi, dan olahraga bersama. Kunjungan ke Ambon, Medan, Batam, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Malang, Bangkalan, dan kota lainnya. Bakti sosial seperti bagi sembako, khitanan massal, donor darah, santunan anak yatim, dan sebagainya. Selain silaturahmi antar-anggota, PPAL juga menjalin hubungan baik dengan para purnawirawan dari angkatan lain, sebagai bentuk kolaborasi sebagai sesama purnawirawan. PPAL juga berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai instansi baik di lingkungan TNI AL maupun instansi lain pemerintah. Misal dengan Pepabri, PPAD, PPAU, PP Polri, Mabes TNI, Kolinlamil, Kejaksaan Agung, PT Asabri, Universitas Hang Tuah (UHT), dan sebagainya.
JALASENA | EDISI NO. 3, TAHUN XIII/2023 83 SEKILAS PPAL Sejarah PPAL Cikal bakal PPAL lahir pada 1981. Saat itu, para purnawirawan/sesepuh Angkatan Laut bertemu untuk merintis pembentukan suatu wadah sebagai sarana silaturahmi dan diskusi. Mereka juga masih memiliki keinginan besar untuk tetap berkontribusi bagi bangsa dan negara. Sejak itulah, setiap tanggal 17, mereka mengadakan pertemuan secara rutin. Sampai akhirnya pada 17 Agustus 1986, terbentuklah organisasi dengan nama Badan Kontak Purnawirawan dan Warakawuri Angkatan Laut. Pada 1999, berubah menjadi Badan Kontak Purnawirawan Angkatan Laut (BKPAL). Pada 2010, berubah lagi menjadi Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL). Nama-nama Ketua Umum PPAL: 1. Laksda TNI (Purn) H Kandiawan Affandi, 2. Laksamana TNI (Purn) Achmad Soetjipto, 3. Laksdya TNI (Purn) Djoko Sumaryono, 4. Laksamana TNI (Purn) Dr. Ade Supandi, S.E., M.A.P., 5. Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji, S.E., M.M. VISI: Terwujudnya keluarga besar purnawirawan Angkatan Laut yang rukun, bersatu, mandiri, dinamis, dan sejahtera yang mampu memberikan sumbangan konstruktif terhadap keberhasilan misi TNI Angkatan Laut dan pembangunan maritim Indonesia. MISI: Memperjuangan kesejahteraan Anggota PPAL, kepentingan TNI Angkatan Laut, dan kemajuan maritim Indonesia. MISI tersebut dijalankan melalui: 1. Membangun silaturahmi yang harmonis antara anggota PPAL, anggota TNI Angkatan Laut, Purnawirawan TNI, komunitas maritim, dan masyarakat pada umumnya. 2. Menyelenggarakan berbagai usaha ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan, serta membantu mengatasi permasalahan anggota PPAL. 3. Menjadikan PPAL sebagai “Rumah Gagasan” yang mampu mencetuskan pemikiran yang berguna bagi pelaksanaan misi TNI Angkatan Laut dan kemajuan maritim Indonesia. Motto PPAL: Adhi Dharma Purnawira (Persembahan Berharga dari Purnawirawan Angkatan Laut) Jumlah purnawirawan TNI Angkatan Laut 2023 sebanyak 58.000 orang. PPAL memiliki 14 Wilayah dan 157 Rayon. Kegiatan Utama PPAL 2022-2023 Yayasan Dharma Purnawira Lembaga Amil, Donasi, Zakat, Infaq, dan Sodaqoh (LADZIS) PPAL Sejak didirikan tahun 2016, LADZIS telah menyalurkan bantuan sosial, kesehatan, perbaikan rumah tempat tinggal, pemberian santunan untuk anak-anak yatim piatu, dan penyaluran zakat kepada para purnawirawan Angkatan Laut di seluruh tanah air. Bidang lain di bawah yayasan adalah pendidikan yang berfungsi
menjembatani para purnawirawan untuk mendapatkan sertifikat sesuai keahlian dan profesi masing-masing. Tahun lalu, LADZIS PPAL menyalurkan zakat lebih dari 500 orang, bantuan sosial untuk lebih dari 1.000 orang, bantuan kesehatan untuk sekitar 400 orang, dan santunan untuk anak-anak yatim piatu sebanyak lebih dari 150 orang. Kegiatan sosial PPAL dalam HUT tahun 2022 lalu: 1. Perbaikan 16 rumah tinggal purnawirawan, 2. Menyumbang 100 buah kursi roda, 3. Memberikan 40 tongkat bantu berjalan, 4. Bantuan sosial kepada 224 purnawirawan. Bantu Vaksinasi Covid-19 PPAL menggelar vaksinasi dosis lanjutan (booster) untuk sekitar 1.000 Purnawirawan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Warakawuri pada awal 2022 lalu yang dipusatkan di Jakarta dan Surabaya. PPAL membantu mensukseskan program pemerintah. PPAL merasa berkewajiban dan terpanggil untuk berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya para Purnawirawan TNI AL dan Warakawuri. Majalah Jalasena Majalah triwulanan ini fokus membahas tentang Angkatan Laut dan dunia maritim Indonesia. Majalah ini berdiri pada 2011 dan sampai sekarang sudah terbit lebih dari 40 edisi. Terbit secara cetak dan online. n (Redaksi Jalasena) Kegiatan vaksin booster di Jakarta Santunan rutin PPAL melalui Ladzis (Sumber: Diddy/ppal.or.id) SEKILAS PPAL