BAB VIII
PERUBAHAN PADA BENDA
Pada bab VIII ini akan dijelaskan tentang perubahan pada benda. Dengan
mempelajari diktat ini siswa akan lebih memahami konsep-konsep yang ada di
dalamnya ke dalam pembelajaran di sekolah.
Setelah mempelajari diktat ini siswa diharapkan memiliki kompetensi
menjelaskan perubahan pada benda. Secara lebih khusus lagi, siswa diharapkan dapat:
1. Menjelaskan faktor-faktor penyebab perubahan benda (pelapukan, perkaratan,
pembusukan) melalui pengamatan.
2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan pemilihan benda/bahan untuk
tujuan tertentu (karet, logam, kayu, plastik) dalam kehidupan sehari-hari
A. Faktor Penyebab Perubahan Benda
1. Pelapukan
Pelapukan merupakan proses perubahan benda yang ditandai dengan penghancuran
benda tersebut. Ada tiga jenis pelapukan, yaitu pelapukan biologi, pelapukan fisika, dan
pelapukan kimia.
a. Pelapukan biologi
Adalah pelapukan yang terjadi karena kegiatan makhluk hidup yang disebabkan oleh
makhluk hidup seperti akar pohon, jamur, lumut dan serangga rayap. Pelapukan biologi
dapat terjadi pada batuan dan kayu. Pelapukan pada kayu dapat dicegah dengan cara
melapisi kayu dengan cat atau pelitur dan memberi obat anti rayap.
b. Pelapukan fisika
Adalah pelapukan yang terjadi karena faktor lingkungan, seperti angin, air, suhu atau
cahaya matahari. Pelapukan fisika dapat terjadi pada batuan dan karang. Pasir pantai
merupakan contoh pelapukan fisika karena berasal dari pelapukan sisa-sisa karang dan
cangkang kerang yang hancur akibat tekanan arus air laut secara terus menerus.
c. Pelapukan kimia
Adalah pelapukan yang terjadi ketika benda-benda bereaksi dengan zat-zat kimia
tertentu. Contoh penyebab pelapukan kimia adalah hujan asam yang dapat mematikan
tumbuhan dan melapukkan batuan.
2. Perkaratan
Perkaratan adalah proses pembentukan lapisan merah (kekuning-kuningan) yang
melekat pada lapisan logam atau besi sebagai akibat proses kimia. Perkaratan terjadi
ketika logam besi bereaksi dengan udara dan air. Perkaratan dipengaruhi oleh oksigen
dan air atau kelembapan. Proses perkaratan tidak dapat dihilangkan, tetapi dapat
diperlambat. Cara memperlambat terjadinya karat pada besi adalah dengan pengecatan
dan pelapisan besi dengan krom.
3. Pembusukan
Pembusukan merupakan proses perubahan benda akibat aktivitas mikroorganisme,
seperti jamur atau bakteri sehingga benda menjadi rusak dan menimbulkan bau tak
sedap. Pembusukan terjadi pada bahan makanan, antara lain buah-buahan, sayur-
sayuran, nasi dan ikan. Bahan-bahan tersebut mudah membusuk jika dibiarkan di
tempat terbuka. Untuk mencegah makanan agar tidak mudah membusuk dilakukan
dengan cara pengawetan misalnya disimpan di dalam lemari pendingin, dipanaskan,
dikeringkan, atau diberi bahan pengawet.
B. Pemilihan Bahan untuk Benda
1. Karet
Karet memiliki sifat lentur atau elastis dan tidak mudah mengalami pelapukan. Sifat ini
menyebabkan karet tidak mudah patah, meskipun dilipat dan dibengkokan. Karet
merupakan isolator panas yang baik. Contoh pemanfaatan karet adalah untuk
pembuatan ban kendaraan dan bola sepak.
2. Kayu
Kayu memiliki sifat mudah dibentuk, keras,, memberikan tampilan warna yang alami
dan tidak menghantarkan panas. Pemanfaatan kayu untuk pembuatan meja, kursi lemari
dan berbagai barang kerajinan. Kelemahan kayu adalah mudah mengalami pelapukan
oleh air maupun hama pengerat kayu.
3. Logam
Sifat logam kuat, padat, mengkilap, dapat ditempa, memiliki titik leleh tinggi, dapat
digunakan sebagai penghantar listrik serta panas dan dapat membentuk paduan logam.
Contoh aluminium, tembaga, emas dan perak.
4. Plastik
Plastik merupakan bahan yang berasal dari bahan bakar fosil, yaitu minyak bumi.
Plastik dibuat dari campuran bahan bakar fosil dan bahan kimia. Plastik banyak
dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai macam benda seperti pring plastik, gelas,
plastik, kantong plastik dan sisir. Plastik bersifat kuat, lentur, kedap air dan tidak mudah
lapuk. Plastik juga tidak mudah diurai oleh alam sehingga sampah plastik dapat
mencemari lingkungan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi sampah plastik
yaitu dengan mendaur ulang benda-benda plastik.
A. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda silang (x) pada
jawaban yang tepat!
1. Pelapukan biologi disebabkan oleh…
a. Suhu c. air
b. Angin d. Lumut
2. Serangga rayap yang dapat menghancurkan kayu menyebabkan…
a. Pelapukan c. Perubahan fisika
b. Pembusukan d. Perkaratan
3. Perubahan warna pada besi akibat berhubungan dengan udara disebut…
a. Perkaratan c. Pembusukan
b. Pelapukan d. Perubahan fisika
4. Buah yang sudah dikupas dan dibiarkan di udara terbuka akan…
a. Menjadi kering c. Membusuk
b. Tetap segar d. Menjadi matang
5. Getah karet (lateks) digunakan manusia sebagai bahan dasar pembuatan…
a. Wajan c. Piring
b. Sendok d. Ban sepeda
6. Jenis logam yang mempunyai sifat lebih ringan, cukup keras, dan tidak mudah
berkarat…
a. Aluminium c. Besi
b. Baja d. Tembaga
7. Bahan makanan jika diletakkan di ruang pendingin akan…
a. Cepat busuk c. Tidak berubah
b. Tidak busuk d. Tidak cepat busuk
8. Perkaratan logam dapat dihindari dengan…
a. Pengecatan c. Perendaman
b. Pengeringan d. Pembungkusan
9. Berkaratnya besi disebabkan oleh banyak faktor, kecuali…
a. Udara c. Angin
b. Air d. jawaban a dan b benar
10. Penyebab pembusukan bahan makanan secara umum disebabkan oleh banyak hal,
kecuali…
a. Panas c. mikrobia
b. Air d. Diawetkan
DAFTAR PUSTAKA
Daryadi, Hesty. 2015. Diktat Kelas VI (Enam) SD. Sukabumi: Khusus Kalangan
Sendiri
Irene dkk. 2015. Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI Kelas 6. Jakarta: Erlangga
Resource, New Teaching. 2018. Seri Pendalaman Materi Plus USBN Untuk SD/MI.
Jakarta: Esis
Sutanto, Purwo & Sarjan. 2007. IPA 6 Untuk Kelas 6 SD dan MI. Klaten: Saha