RANGKUMAN MATERI BAHASA INDONESIA
KELAS VI
Tahun Pelajaran 2020-2021
SD ISLAM DARUL FALAH
PIDATO
KD 3.3 Menggali isi pidato yang di dengar dan di baca
KD 4.2 Menyampaikan pidato hasil karya pribadi dengan menggunakan kosakata baku dan
kalimat efektif sebagai bentuk ungkapan diri
A. Pengertian Pidato
Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi dengan susunan
yang baik untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal.
Pidato biasanya dibawakan oleh seseorang yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan
tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan layak untuk diperbincangkan
B. Tujuan Pidato
Tujuan pidato antara lain:
1. Memberikan sapaan dalam suatu acara.
2. Memberi suatu pemahaman atau informasi kepada orang lain.
3. Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti keinginan kita dengan suka rela.
4. Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan
puas dengan ucapan yang kita sampaikan.
C. Jenis-Jenis Pidato
Jenis-jenis pidato antara lain:
1. Pidato Pembukaan
Pidato Pembukaan merupakan pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara atau
MC (master of ceremony).
2. Pidato Pengarahan
Pidato pengarahan merupakan pidato untuk mengarahkan jalannya acara pada suatu
pertemuan.
3. Pidato Sambutan
Pidato Sambutan merupakan pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau
peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang
terbatas secara bergantian.
4. Pidato Peresmian
Pidato Peresmian merupakan pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk
meresmikan sesuatu.
5. Pidato Laporan
Pidato Laporan merupakan pidato yang isinya melaporkan suatu tugas atau kegiatan.
6. Pidato Pertanggungjawaban
Pidato Pertanggungjawaban merupakan pidato yang berisi suatu laporan
pertanggungjawaban.
D. Metode Pidato
Metode-metode pidato antara lain:
1. Metode menghafal
Metode menghafal yaitu membuat suatu rencana pidato lalu menghafalkannya kata per
kata.
2. Metode naskah
Metode naskah yaitu berpidato dengan menggunakan naskah yang telah dibuat
sebelumnya, umumnya dipakai pada pidato-pidato resmi.
3. Metode serta merta
Metode serta merta yaitu membawakan pidato tanpa persiapan dan hanya
mengandalkan pengalaman dan wawasan, umumnya dipakai pada pidato-pidato dadakan/
darurat.
4. Metode ekstemporan
Metode ekstemporan yaitu berpidato yang terlebih dahulu menyiapkan secara garis
besar konsep pidato yang akan disampaikan pada saat berpidato.
E. Struktur Pidato
Susunan/ struktur pidato antara lain:
1. Pembukaan/ Pendahuluan
a. salam pembuka
b. sapaan kepada para pendengar yang disampaikan secara runtut
c. ucapan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
d. pengantar ke topik
2. Isi pidato (disusun secara sistematis)
a. maksud
b. tujuan
c. sasaran
d. rencana
e. langkah
3. Penutup
a. kesimpulan
b. harapan
c. pesan
d. ucapan terima kasih
e. salam penutup
F. Ciri-ciri Pidato
Ciri-ciri pidato yang baik antara lain:
1. Memiliki tujuan yang jelas.
2. Isinya mengandung kebenaran.
3. Penyampaiannya jelas dan juga menarik.
4. Menciptakan suasana efektif dengan pendengarnya.
5. Cara penyampaiannya sesuai dengan latar belakang pendengarnya.
6. Menggunakan intonasi, artikulasi, dan volume yang jelas.
Intonasi : Naik turunnya lagu kalimat.
Artikulasi : Bagaimana cara melafalkan bunyi bahasa.
Volume : Kuat lemahnya dalam mengucapkan suatu kata-kata atau kalimat.
G. Persiapan Pidato
Persiapan-persiapan sebelum pidato antara lain:
1. Mengetahui jenis pidato dan tema acara.
2. Wawasan pendengar pidato secara umum.
3. Menyiapkan bahan-bahan dan perlengkapan pidato.
4. Menyusun kata-kata yang mudah dipahami dan dimengerti.
5. Mengetahui lama waktu atau durasi pidato yang akan dibawakan.
H. Teknik-teknik Berpidato
Teknik berpidato yang baik antara lain:
1. Pengambilan nafas yang tepat.
2. Mengambil posisi berdiri yang nyaman.
3. Penggunaan intonasi, volume, dan artikulasi yang jelas.
4. Menyiapkan dengan baik materi pidato yang akan disampaikan.
5. Menyiapkan catatan kecil sebagai pengingat materi yang akan disampaikan.
I. Cara-cara Berpidato
Cara berpidato yang baik antara lain:
1. Berdiri dengan posisi yang tegap dan melihat ke arah audien atau pendengarnya.
2. Menyampaikan pidato dengan bahasa yang santun, jelas, dan mudah dipahami.
3. Memberikan sapaan/ penghormatan kepada orang-orang penting yang hadir.
4. Menyampaikan pidato dengan tempo yang tepat (tidak terlalu cepat/ lambat).
5. Ketika menyampaikan pidato tidak boleh menyinggung perasaan orang lain.
CERITA FIKSI
KD 3.6 Mengaitkan peristiwa yang di alami tokoh dalam cerita fiksi dengan pengalaman pribadi
Teks cerita fiksi adalah karya sastra yang berisi cerita rekaan atau didasari dengan angan-angan
(fantasi) dan bukan berdasarkan kejadian nyata, hanya berdasarkan imajinasi pengarang.
Imajinasi pengarang diolah berdasarkan pengalaman, wawasan, pandangan, tafsiran,
kecendikiaan, penilaian nya terhadap berbagai peristiwa, baik peristiwa nyata maupun peristiwa
hasil rekaan semata.
Jenis cerita fiksi ada 3, yaitu:
1. Novel, yaitu sebuah karya fiksi prosa yang yang tertulis dan naratif .
2. Cerpen, yaitu suatu bentuk prosa naratif fiktf yang cenderung padat dan langsung pada
tujuannya.
3. Roman
1. Unsur-Unsur Cerita Fiksi
Berikut ini unsur intrinsik yang membangun cerita fiksi dimana unsur ini ada di dalam cerita fiksi.
Tema, yaitu gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung
di dalam teks.
Tokoh, yaitu pelaku dalam karya sastra. Karya sastra dari segi peranan dibagi menjadi 2,
yakni tokoh utama dan tokoh tambahan.
Alur/Plot, yaitu cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya
dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan
peristiwa yang lain.
Konflik, yaitu kejadian yang tergolong penting, merupakan sebuah unsur yang
sangat.diperlukan dalam mengembangkan plot.
Klimaks, yaitu saat sebuah konflik telah mencapai tingkat intensitas tertinggi, dan saat itu
merupakan sebuah yang tidak dapat dihindari.
Latar, yaitu tempat, waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa
yang diceritakan.
Amanat, yaitu pemecahan yang diberikan pengarang terhadap persoalan di dalam sebuah
karya sastra.
Sudut pandang, yaitu cara pandang pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh,
tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi
kepada pembaca.
Penokohan, yaitu teknik atau cara-cara menampilkan tokoh.
Sedangkan unsur ekstrinsik yang membentuk karya sastra dari luar sastra itu sendiri, berikut
ini.
Keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap.
Keyakinan.
Pandangan hidup yang keseluruhan itu akan mempengaruhi karya yang ditulisnya.
Psikologi, baik yang berupa psikologi pengarang seperti ekonomi, politik, dan sosial juga
akan mempengaruhi karya sastra.
Pandangan hidup suatu bangsa.
Berbagai karya seni yang lain, dan sebagainya.
2. Struktur Teks Cerita Fiksi
Jika kamu mengetahui struktur cerpen, maka itu tidak jauh berbeda dengan struktur penyusun
teks cerita fiksi. Dimana struktur cerita fiksi terdiri 6 unsur berikut:
Abstrak, bagian ini adalah opsional atau boleh ada maupun tidak ada. Bagian ini menjadi
inti dari sebuah teks cerita fiksi.
Orientasi, berisi tentang pengenalan tema, latar belakang tema serta tokoh-tokoh didalam
novel. Terletak pada bagian awal dan menjadi penjelasan dari teks cerita fiksi dalam novel.
Komplikasi, merupakan klimaks dari teks cerita fiksi karena pada bagian ini mulai muncul
berbagai permasalahan, biasanya komplikasi disebuah novel menjadi daya tarik tersendiri
bagi pembaca.
Evaluasi, bagian dalam teks naskah novel yang berisi munculnya pembahasan pemecahan
atau pun penyelesaian masalah.
Resolusi, merupakan bagian yang berisi inti pemecahan masalah dari masalah-masalah yang
dialami tokoh utama.
Koda (reorientasi), berisi amanat dan juga pesan moral positif yang bisa dipetik dari
sebuah naskah teks cerita fiksi.
Puisi dan prosa
KD 3.4 Membandingkan karakteristik teks puisi dan teks prosa
Prosa adalah jenis tulisan yang berbeda dengan puisi karena variasi ritme yang dimilikinya lebih
besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Prosa memiliki sifat bebas
karena tidak terikat oleh aturan-aturan seperti rima, diksi, irama dll.
Macam-macam prosa
a. Prosa Lama adalah bentuk karya sastra yang belum dipengaruhi oleh kebudayaan barat. Prosa
lama berbentuk lisan karena pada zamannya belum ditemukan alat tulis. Bentuk prosa lama yaitu
-Hikayat
Hikayat adalah tulisan fiktif dan tidka masuk akal yang menceritakan tentang kehidupan para
dewi, dewa, pangeran, raja, dan lain-lain. Contohnya adalah Hikayat Hang Jebat, Hikayat Nabi
Sulaiman, Hikayat Raja Bijak, dan lain-lain.
-Sejarah (Tambo)
Sejarah adalah tulisan yang menceritakan tentang peristiwa-peristiwa tertentu. Ada dua jenis
sejarah, yaitu sejarah sastra lama dan baru. Contoh tulisan berbentuk sejarah adalah Sejarah
Melayu yang ditulis oleh Tun Sri Lanang pada tahun 1612.
-Kisah
Kisah adalah tulisan-tulisan pendek. Kisah menceritakan tentang cerita perjalanan, pengalaman
atau petualangan orang-orang jaman dulu. Salah satu contoh kisah adalah Kisah Raja Abdullah
menuju Kota Mekkah.
-Dongeng
Dongeng bercerita tentang khayalan-khayalan masyrakat pada zaman dahulu. Dongeng sendiri
terdapat beberapa bentuknya, seperti:
*Myth (Mitos) bercerita tentang hal-hal gaib, contohnya seperti Ratu Pantai Selatan, Dongeng
tentang Batu Menangis, Dongeng asal-usul kuntilanak, dan lain-lain.
*Legenda bercerita tentang sejarah atau asal-muasal terjadinya sesuatu, contohnya seperti
Legenda Tangkuban Perahu, Legenda Pulau Jawa, dan lain-lain.
*Fabel bercerita kisah yang tokohnya adalah binatang, contohnya seperti Si Kancil dan Buaya, Si
Kancil yang Cerdik, dan lain-lain.
*Sage bercerita tentang kisah pahlawan, keberanian, atau kisah kesaktian , contohnya seperti
Ciung Winara, Patih Gadjah Mada, Calon Arang, dan lain-lain.
b. Prosa Baru adalah bentuk karya sastra yang telah dipengaruhi oleh kebudayaan barat. Bentuk
prosa ini muncul karena prosa lama dianggap tidak moderen dan ketinggalan jaman. Bentuk prosa
baru yaitu
-Roman
Roman adalah tulisan yang mengisahkan hidup seseorang dari lahir hingga meninggal secara
menyeluruh, contohnya seperti Layar Terkembang karya Sultan Takdir Ali Syahbana.
-Novel
Novel adalah cerita yang panjang tentang kehidupan, sifatnya bias fiktif atau no-fiktif,
contohnya seperti Novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Ave Maria, dan lain-lain.
-Cerpen
Cerpen adalah adalah cerita pendek yang menceritakan sebagian kecil dari kisah pelaku
utamanya. Konflik yang mengubaj sikap pemeran utama, inilah yang embedakan cerpen dan novel.
Contoh cerpen yaitu Robohnya Surau Kami karya A.A Navis, Keluarga Gerilya karya Pramoedya
Ananta, dan lain-lain.
-Riwayat
Riwayat bercerita tentang kisah hidup orang atau biasanya tokoh terkenal atau yang
menginspirasi. Ada dua jenis riwayat, yaitu biografi (ditulis oleh orang lain) dan otobiografi
(ditulis sendiri oleh tokoh tersebut).
-Kritik
Kritik adalah bentuk tulisan yang sifatnya memberi alas an atau menilai/menghakimi karya atau
hasil kerja seseorang.
-Resensi
Resensi adalah tulisan yang merangkum atau mengulas suatu karya, baik buku, seni, musik, film,
atau karya lainnya. Resensi memberikan sudut pandang tentang baik dan buruknya karya
tersebut. Dengan kata lain, resensi memberikan gambaran untuk mempertimbangkan apakah kita
harus menikmati karya tersebut atau tidak.
-Esai
Esai adalah tulisan yang berisi sudut pandang atau opini pribadi tentang suatu hal yang menjadi
topic atau isu dalam tulisan tersebut.
Puisi adalah bentuk karya sastra yang dihasilkan dari ungkapan/prasaan dengan bahasa yang
terikat oleh irama, matra, rima, lirik, dan bait.
Jenis-jenis Puisi
Menurut zamannya puisi terbagi menjadi 2 yaitu puisi lama dan puisi baru. Marik saya akan bahas
lebih mendalam lagi.
*Puisi Lama adalah karya sastra puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan-aturan tersebut
antara lain:
-Jumlah kata dalam 1 baris
-Jumlah baris dalam 1 bait
-Persajakan (rima)
-Banyak suku kata tiap baris
-Irama
Ciri-ciri puisi lama :
-Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
-Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
-Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun
rima
Macam-macam Puisi Lama
-Pantun adalah merupakan puisi yang memiliki ketentuan-ketentuan. Ketentuan tersebut
sebagai berikut : terdiri atas empat baris, setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata, dua
baris pertama merupakan sampiran dua baris berikutnya merupakan isi, dan memiliki rima dengan
pola abab. Pantun memiliki jenis diantaranya :
*Pantun adat (biasanya berisi tentang norma budaya dan istiadat daerah)
Contoh :
Pantun Adat Karya Rizki Subbeh
Laut dalam banyak ikan
Sungai semeru besar bebatuannya
Desa tengger memiliki lahan
Bersih Desa kebiasaanya
- Pantun Agama (berisi tentang norma agama)
Contoh :
Pantun Adat Karya Rizki Subbeh
Tiang jati sangat hebat
Rumput gajah kegemaran sapi
Tebalkan iman agar kuat
Melewati hidup yang semakin sunyi
- Pantun Budi (biasanya berisi anjuran kesopanan/prilaku)
Contoh :
Pantun Budi karya Rizki Subbeh
Bunga mawar harum sedunia
Buah durian manis berduri
Buat apa kepandaiannya
Bila tidak memiliki budipekerti
- Pantun Jenaka (biasanya berisi candaan atau gurauan untuk pembaca)
Contoh :
Pantun Jenaka Karya Rizki Subbeh
Jalan jalan pergi ke surabaya
Jangan lupa beli lidi
Disebrang sana ada wanita
Dilihat ternyata banci
- Pantun Nasihat (biasanya berisi anjuran menasehati/mengarahkan kearah posiitif)
Contoh :
Pantun Nasehat Karya Serli Dwi Jayanti
Buah sirsat
Buah alpukad
Kalau ingin selamat
Ikuti ajaran Nabi Muhammad
- Pantun Cinta (berisi kisah cinta yang menyangkut perasaan sayang/cinta seseorang)
Contoh :
Pantun Cinta Karya M. Misbahul Munir
Suara doa berkumandang
Tanda tiba musim haji
Ayat suci berkumandang
Telah datang cinta suci
- Pantun Pribahasa (berisi ungkapan kelakuan/perbuatan diri seseorang)
Contoh :
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
2. Karmina adalah pantun kilat atau pantun pendek. Memiliki ciri-ciri yaitu baris pertama
merupakan sampiran dan baris kedua merupakan isi.
Contoh :
Karimina
Karya Rizki Subbeh
Kemarin kamis hujan lebat
Kamu manis tapi bejat
3. Seloka adalah bentuk puisi melayu klasik, berisikan pepatah maupun perumpamaan yang
mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan. Ciri-ciri ditulis empat baris memakai bentuk
pantun atau syair, terkadang dapat juga ditemui seloka yang ditulis lebih dari empat baris.
Contoh :
Seloka
Batang kayu lurus keatas
Daun rimbun bergoyang lirih
Perubahan tahun tersimpan sepih
Zaman terus mengubah buah hati
Orang tua menangis sedih
Melihat anak merintih rintih
4. Syair adalah Bentuk puisi lama yang dipengaruhi kebudayaan Arab. Memiliki ciri-ciri : Terdiri
atas empat baris, tiap baris terdiri atas 8 sampai 10 suku kata, semuanya merupakan isi, berima
akhir a-a-a-a.
Contoh :
Syair
Karya Rizki Subbeh
Aku berjalan sakit pilu
Menahan hati yang tersakitimu
Buat apa menunggu rindu
Bila kau tak merasa sendu
5. Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi
lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, dst.
b. Puisi Baru merupakan puisi yang tidak terikat oleh suku kata, rima, jumlah baris. Artinya puisi
baru ini sangat bebas kawan jadi untuk pembaca yang suka nulis lebih mudah niihhhh. Selain itu
puisi baru tetap ada ciri-cirinya lohh, yuk kita simak apa saja ciri-cirinya.
Ciri-ciri puisi baru :
· Bentuknya rapi, simetris
· Mempunyai persajakan akhir (yang teratur)
· Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain
· Sebagian besar puisi empat seuntai
· Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
· Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.
setelah ciri-ciri masih ada jenis-jenisnya loh, yuk simak lagi.
Jenis-jenis puisi baru masih dibagai menjadi dua yaitu menurut isinya dan bentuknya.
· Menurut isinya dibagi menjadi 7
a. Balada, adalah jenis puisi baru berisi mengenai sebuah al kisah atau cerita tentang sesuatu
atau seseorang.
b. Romance, adalah jenis puisi baru yang berisi tentang sebuah luapan perasaan cinta, kasih dan
sayang.
c. Himne, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai sebuah pujaan untuk tuhan, tanah air
atau pahlawan.
Contohnya :
“Karya Saini S.K”
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
d. Epigram, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai tuntutan atau ajaran hidup.
Contohnya :
“karya Iqbal”
Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
e. Ode, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai sanjungan untuk orang yang telah berjasa.
Contohnya :
“karya (Asmara Hadi)”
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantun keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
f. Elegi, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai ratapan tangis atau kesedihan.
Contohnya :
“karya Chairil Anwar”
Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
g. Satire, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai sebuah sindiran atau sebuah kritikan.
Contohnya :
“Karya W.S. Rendra”
Sajak Sebatang Lisong
........................
Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.