The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dini.bernard, 2021-09-08 22:14:07

Persebaran Fauna Dunia

Persebaran Fauna Dunia

PERSEBARAN FAUNA DUNIA

PERSEBARAN FAUNA DUNIA

Keadaan iklim sangat berpengaruh terhadap keadaan tumbuhan, sedangkan
keadaan tumbuhan memengaruhi jenis-jenis hewan disuatu wilayah. Secara langsung
atau tidak langsung, iklim sangat berpengaruh terhadap persebaran hewan. Akibat
pengaruh iklim, hewan dapat dikelompokkan berdasarkan habitatnya yaitu sebagai
berikut:
A. Hewan di daerah hutan hujan tropis

Bila kita masuk ke dalam hutan tropis pada siang hari, kita tidak
menjumpai hewan. Hal ini disebabkan dasar hutan yang gelap dan banyak hewan
yang hidup di daerah kanopi pada siang hari. Selain itu, banyak hewan hutan yang
beraktivitas di malam hari (noktural). Hewan-hewan di daerah hutan hujan tropis
adalah babi hutan, kera, burung, kucing hutan, dan bajing.
B. Hewan di daerah hutan gugur

Beberapa hewan yang hidup di daerah hutan gugur adalah beruang, rusa,
rakun, tupai, rubah, dan burung pelatuk.
C. Hewan di daerah tundra

Jumlah spesies mahluk hidup di daerah tundra sangat sedikit, makin
mendekati ke arah kutub dari darah tundra, makin banyak terdapat tutupan es.
Hewan yang dapat hidup di tundra adalah beruang kutub, kelinci kutub, singa laut,
anjing laut, dan penguin. Jenis serangga yang hidup di daerah tundra sangat
banyak, khususnya lalat yang telurnya tahan dingin dan menetas pada musim
panas. Hewan yang hidup menetap di daerah ini, baik burung maupun mamalia,
mempunyai bulu atau rambut yang tebal. Bulu tebal ini berfungsi untuk melindungi
tubuh dari suhu rendah. Beberapa jenis hewan dapat berganti warna bulu menjadi
putih pada musim dingin untuk perlindungan terhadap suhu rendah. Warna putih
merupakan warna pelindung di atas salju dan untuk mengurangi kehilangan panas
tubuh.
D. Hewan di daerah taiga

Hewan khas yang terdapat di daerah taiga adalah rusa. Ada juga hewan
lain walaupun jumlahnya tidak banyak, seperti beruang hutan dan ajak.
Kebanyakan burung yang hidup di daerah taiga adalah burung yang bermigrasi ke
selatan pada musim gugur.

31

E. Hewan di daerah padang rumput
Jumlah spesies hewan di daerah padang rumput lebih banyak bila

dibandingkan dengan bioma darat lainnya. Hewan pemakan rumput yang
berukuran besar, misalnya zebra di Afrika, kanguru di Australia, dan bison di
Amerika, merupakan konsumen primer di padang rumput. Predator yang terdapat
di padang rumput seperti singa dan anjing liar memangsa herbivora besar,
sedangkan ular memangsa herbivora kecil. Di padang rumput juga banyak terdapat
serangga, misalnya belalang, kumbang, dan capung.
F. Hewan di daerah gurun

Hewan-hewan di daerah gurun hidup dalam lubang di bawah tanah.
Hewan-hewan itu akan keluar untuk mencari makanan pada pagi atau malam hari.
Hewan-hewan gurun beradaptasi terhadap lingkungan yang panas dan gersang.
Hewan besar jarang hidup di daerah gurun karena sukar menyesuaikan diri
terhadap suhu tinggi dan keterbatasan air. Salah satu jenis hewan besar yang
mampu bertahan hidup dengan baik di daerah gurun adalah unta. Jenis hewan
yang banyak terdapat di gurun adalah ular, hewan pengerat (rodensia), dan kadal.

Kajian tentang wilayah persebaran hewan diperkenalkan pertama kali oleh
Philip Lutley Sclater (1858), selanjutnya dikembangkan oleh Thomas Henry Huxley
(1868) dan Alfred Russel Wallace (1876). Menurut Wallace, persebaran fauna dunia
dapat dikelompokkan menjadi enam wilayah fauna, yaitu:

PERSEBARAN FAUNA DUNIA:

1. NEARTIK 4. ETHIOPIAN

2. NEOTROPIK 5. ORIENTAL/

ASIATIS

3. PALEARTIK 6. AUSTRALIS

32

Gambar 31. Peta Sebaran komunitas fauna menurut Alfred Russel Wallace
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Wallace03.jpg

A. Wilayah Neartik
Wilayah fauna Neartik meliputi Amerika Utara dan Greenland, Amerika

Utara bagian timur pada hutan gugur, Amerika Utara bagian tengah pada padang
rumput, dan Amerika Utara pada hutan konifer. Lingkungan fisik Greenland
tertutup salju dengan ketebalan 2-15m. Hewan yang terdapat di wilayah Neartik,
antara lain beruang cokelat, berang-berang, sejenis tupai dari Amerika Utara (prairie
dog), elang bondol, salamander, bison, karibu, dan kalkun.

Gambar 32. Fauna Neartik
Sumber: https://image.slidesharecdn.com

33

B. Wilayah Neotropik
Wilayah fauna Neotropik meliputi Meksiko bagian selatan, Amerika

Tengah, dan Amerika Selatan. Wilayah Neotropik sebagian besar beriklim tropis
dan beriklim sedang di zona selatan. Hewan-hewan di wilayah Neotropik misalnya
kukang, armadilo, alpaca, kelelawar pengisap darah, orang utan, siamang,
trenggiling, menjangan, ilama, tapir, ikan arapaima, dan ular anaconda.

Gambar 33. Fauna Neotropik
Sumber: https://image.slidesharecdn.com
C. Wilayah Paleartik
Wilayah fauna Paleartik meliputi hampir seluruh daratan Eurasia,
sebagian daerah Himalaya, Afganistan, Afrika, Inggris, dan Jepang. Lingkungan fisik
wilayah fauna Paleartik cukup bervariasi, antara lain memiliki perbedaan suhu yang
tinggi dan curah hujan yang berbeda-beda. Hewan-hewan di wilayah Paleartik
cukup bervariasi, antara lain landak, macan tutul salju, rusa kutub, panda,
serigala, dan bison.

34

Gambar 34. Fauna Paleartik
Sumber: https://belajar.kemdikbud.go.id
D. Wilayah Ethiopian
Wilayah fauna Ethiopian meliputi seluruh daratan Benua Afrika,
Madagaskar, dan daratan Arab bagian selatan. Lingkungan alam pada wilayah
fauna ini relatif seragam. Di bagian utara wilayah Etiopian terdapat Gurun Sahara
yang merupakan gurun pasir terluas di dunia. Contoh hewan di wilayah fauna
Etiopian adalah gorila, simpanse, burung unta, kuda nil, zebra, jerapah, keledai,
babon, dan gazelle.

Gambar 35. Fauna Ethiopian
Sumber: https://belajar.kemdikbud.go.id

35

E. Wilayah Oriental
Wilayah fauna Oriental meliputi Benua Asia beserta pulau-pulau

disekitarnya, seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sri Lanka, dan Filipina.
Kondisi iklim wilayah fauna Oriental sebagian besar beriklim tropis dan banyak
terdapat hutan hujan tropis sehingga kaya flora dan fauna. Contoh hewan di
wilayah fauna Oriental adalah harimau, orang utan, badak bercula satu, banteng,
gibbon, antilop, komodo, macan tutul, beruang madu, babi hutan, dan gajah.

Gambar 36. Fauna Oriental
Sumber: https://image.slidesharecdn.com
F. Wilayah Australis
Wilayah fauna Australis meliputi Australis, Selandia Baru, Papua, dan
Maluku. Sebagian besar lingkungannya beriklim tropis dan sebagian beriklim
sedang. Kondisi lingkungan Australia yang mencolok disebabkan letaknya yang
terpisah jauh dari benua lain. Contoh hewan di wilayah fauna Australis adalah
kanguru, platipus, koala, cendrawasih, burung kiwi, wallaby, buaya, dingo, burung
pengisap madu, burung emu, dan kasuari.

36

Gambar 37. Fauna Australis
Sumber: http://www.faunadanflora.com

KONSERVASI FLORA FAUNA

A. Pengertian Konservasi Sumberdaya Alam Hayati (Flora dan Fauna)
“Konservasi” berasal dari kata “Conservation” yang terdiri atas kata con

(together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian “upaya memelihara apa
yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana (wise use)”.
Konsep ini pertama kali dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang
merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep
konservasi. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana
konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam
untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi
sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Apabila merujuk pada pengertiannya, konservasi didefinisikan dalam
beberapa batasan, sebagai berikut :

37


Click to View FlipBook Version