The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Lia Eka, 2020-11-16 12:49:02

laporan PTK

lia unimed

Keywords: ebook

LAPORAN PENELITIAN
TINDAKAN KELAS

UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN PESERTA
DIDIK PADA MATERI TABLE SET UP DAN CLEAR
UP DI SMKN 3 JEMBER MENGGUNAKAN MODEL

PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING
DALAM JARINGAN TAHUN PELAJARAN 2020/2021

OLEH:
LIA EKA WULANDARI

PPG UNIMED 2020

BAB 1

“UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK PADA MATERI TABLE SET UP
DAN CLEAR UP DI SMKN 3 JEMBER MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN
PROBLEM BASED LEARNING DALAM JARINGAN TAHUN PELAJARAN 2020/2021”.

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Salah satu tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab." Untuk mencapai tujuan tersebut, peserta didik berinteraksi dengan lingkungan belajar yang
telah dibimbing oleh guru melalui suatu proses yaitu kegiatan pembelajaran.
Agar tercapai tujuan dalam pembelajaran dan memperoleh hasil belajar yang optimal, maka
seorang guru harus memperhatikan model pembelajaran yang hendak digunakan dalam proses
belajar mengajar, karena pada dasarnya model pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru akan
mempengaruhi keaktifan dan hasil belajar peserta didik.
Mata pelajaran food and beverage merupakan salah satu mata pelajaran kompetensi keahlian
(C3) yang wajib ditempuh oleh peserta didik kelas XII Perhotelan. Dari hasil pengamatan di SMKN
3 Jember yang dilakukan selama masa pembelajaran menggunakan daring, banyak peserta didik sulit
memahami pembelajaran dan kurang aktif selama proses pembelajaran. Untuk mencapai tujuan
pemahaman dan keaktifan peserta didik, pembelajaran food and beverage khususnya materi table set
up dan clear up diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan berfikir yang logis, menerapkan ke
dalam pembelajaran serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting dalam kehidupan sehari-
hari. Namun, dalam masa pandemi yang menggunakan pembelajaran secara daring, peserta didik
harus ditunjuk terlebih dahulu untuk menjawab soal yang diberikan. Peserta didik yang aktif dan
kreatif serta mandiri hanya sedikit.

Pembelajaran secara daring membuat peserta didik menjadi malas dan cepat bosan. Melihat hal
tersebut ada beberapa faktor penyebab, diantaranya peserta didik merasa bosan dalam proses
pembelajaran. Peserta didik kurang aktif dalam memperhatikan penjelasan dari guru dikarenakan
hanya melalui web meet, sehingga materi pembelajaran tidak bisa dipahami dengan baik oleh peserta
didik. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, perlunya strategi pembelajaran di SMK Negeri 3 Jember
yang mampu mengikat peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran, membuat
pembelajaran lebih relevan, menyenangkan, serta menyajikan pengalaman belajar yang
membangkitkan motivasi untuk belajar. Ngalimun (2014:4), “strategi pembelajaran adalah sebagian
perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapi tujuan pendidikan
tertentu”. Pendidikan yang terjadi saat ini kebanyakan peserta didik mendapatkan materi melalui
ceramah dari guru, tanpa adanya pemikiran atau penemuan ide-ide baru dari peserta didik. Ataupun
hanya penugasan tanpa adanya penjelasan pada proses pembelajarannya. Hal ini disebabkan peserta
didik hanya pasif mengikuti pembelajaran, mereka tidak terlatih untuk mengembangkan ide-ide atau
pemikiran mereka untuk menjadi peserta didik yang aktif. Di samping itu bila peserta didik
dihadapkan dengan permasalahan dalam pembelajaran, peserta didik tidak mampu memecahkan
masalah tersebut dengan pemikiran yang kritis.

Setiap konsep akan lebih mudah dipahami dan diingat, apabila disajikan dengan strategi
yang tepat, sehingga tidak membuat peserta didik merasa jenuh, bosan, serta peserta didik dapat
aktif dan bersemangat dalam belajar. Dari strategi pembelajaran yang ada, salah satu strategi yang
menarik dan menyenangkan yaitu pembelajaran dengan model pembelajaran problem based
learning. Problem based learning merupakan salah satu strategi pembelajaran yang
memberikan peluang bagi peserta didik untuk mengembangkan dan meningkatkan keaktifan belajar
peserta didik yang berpijak pada masalah yang dihadapi siswa pada saat proses mendapatkan ilmu
pengetahuan

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul
“UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK PADA MATERI TABLE SET
UP DAN CLEAR UP DI SMK NEGERI 3 JEMBER MENGGUNAKAN MODEL
PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM JARINGAN TAHUN
PELAJARAN 2020/2021”.

2. Identifikasi Masalah
Apakah penggunaan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan keaktifan
peserta didik dalam kegiatan pembelajaran pada materi table set up dan clear up kelas XII
Perhotelan SMK Negeri 3 Jember Tahun Pelajaran 2020/2021

3. Pembatasan Masalah
a. Model pembelajaran problem based learning
b. Mata pelajaran Food and Beverage pada materi Menerapkan Table Set Up dan Clear Up
c. Siswa kelas XII Perhotelan di SMK Negeri 3 Jember

4. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana keaktifan peserta didik setelah
menerapkan model pembelajaran problem based learning pada materi table set up dan clear up
kelas XII Perhotelan SMK Negeri 3 Jember Tahun Pelajaran 2020/2021?

5. Tujuan Penelitian
Sesuai latar belakang masalah dan perumusan masalah maka dapat dirumuskan

tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keaktifan peserta didik setelah setelah
menerapkan model pembelajaran problem based learning pada materi table set up dan clear up
kelas XII Perhotelan SMK Negeri 3 Jember Tahun Pelajaran 2020/2021

6. Manfaat Penelitian
Manfaat yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah :
1. Bagi Guru dapat dijadikan referensi acuan dalam upaya peningkatan pembelajaran
khususnya mata pelajaran Food and Beverage.
2. Bagi Peserta Didik, dapat mengevaluasi kelemahan peserta didik atas keaktifan selama
pembelajaran sebagai bahan pertimbangan untuk pembelajaran selanjutnya.
3. Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan
kinerja sekolah dalam kegiatan pembelajaran daring khususnya pada mata pelajaran
Food and Beverage, Diharapkan disekolah menyediakan wifi agar proses kegiatan
belajar mengajar daring dapat terlaksana dengan baik.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. KAJIAN PUSTAKA
1. Penelitian Tindakan Kelas
a. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
1) Belajar

Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dituliskan bahwa negara ini
memiliki kewajiban dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Upaaya tersebut dapat tercapai
melalui kegiatan belajar, maka dari dasar negara ini setiap anak bangsa memiliki
kewajibannya dalam belajar yang dapat dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar.
Belajar adalah mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang
tersaji dalam bentuk informasi atau materi untuk pelajaran (Syah, 2011).
Belajar adalah kegiatan psiko-fisik menuju perkembangan pribadi
seutuhnya. (Sadirman, 2011). Belajar mengajar merupakan termasuk proses yang penting
dalam pendidikan. Biasanya tolak ukur dari hasil akhir ditentukan dari proses belajar
seseorang.

Salah satu pengetahuan yang perlu dimiliki untuk mendukung kemampuan pendidik
dalam melaksanakan proses belajar mengajar adalah teori-teori tentang belajar. Mempelajari
teori-teori belajar ini akan membantu seorang pendidik untuk memahami hakekat belajar
menurut berbagai aliran. Dengan demikian, teori-teori itu dapat digunakan sebagai kerangka
dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

2) Keaktifan

Sriyono (1992) dalam Muah (2016) mengatakan bahwa keaktifan belajar peserta
didik adalah usaha yang dilakukan oleh guru pada waktu mengajar, sehingga peserta didik
dapat terlibat aktif baik jasmani maupun rohani dalam mengikuti pelajaran.

Keaktifan belajar peserta didik dianggap begitu penting dalam kegiatan
pembelajaran, dan keaktifan belajar peserta didik tersebut muncul karena dipengaruhi
beberapa faktor yaitu stimulus belajar, perhatian dan motivasi, respon yang dipelajari,
penguatan, pemakaian dan pemindahan, dan pikiran manusia mempunyai kesanggupan
menyimpan informasi yang tidak terbatas jumlahnya (Sudjana, 2009 dalam Muah (2016)).

Ratmi (2004) dalam Muah (2016) menyebutkan bahwa keaktifan belajar peserta
didik mempunyai ciri yaitu: 1) keinginan dan keberanian menampilkan perasaan. 2)
keinginan dan keberanian serta kesempatan berprestasi dalam kegiatan baik persiapan,
proses dan kelanjutan belajar. 3) penampilan berbagai usaha dan kreativitas belajar mengajar

dalam menjalani dan menyelesaikan kegiatan belajar mengajar sampai mencapai
keberhasilannya. 4) kebebasan dan kekeluasaan melakukan hal tersebut di atas tanpa tekanan
guru atau pihak lain. Sedangkan Deirich dalam Hamalik Oemar (2007) dalam Muah (2016)
menyatakan bahwa indikator keaktifan belajar peserta didik berdasarkan jenis aktivitasnya
dalam proses pembelajaran yaitu;

1. kegiatan visual (visual activities), yaitu membaca, memperhatikan gambar, mengamati
demonstrasi atau mengamati pekerjaan orang lain.

2. kegiatan lisan (oral activities), yaitu kemampuan menyatakan, merumuskan, diskusi,
bertanya atau interupsi.

3. kegiatan mendengarkan (listening activities), yaitu mendengarkan penyajian bahan,
diskusi atau mendengarkan percakapan.

4. kegiatan menulis (writing activities), yaitu menulis cerita, mengerjakan soal, menyusun
laporan atau mengisi angket.

5. kegiatan menggambar (drawing activities), yaitu melukis, membuat grafik, pola, atau
gambar.

6. kegiatan emosional (emotional activities), yaitu menaruh minat, memiliki kesenangan
atau berani.

7. kegiatan motorik (motor activities), yaitu melakukan percobaan, memilih alat-alat atau
membuat model.

8. kegiatan mental, yaitu mengingat, memecahkan masalah, menganalisis, melihat
hubungan-hubungan atau membuat keputusan.

Salah satu penilaian proses pembelajaran adalah melihat sejauh mana keaktifan
peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar. Nana Sudjana (2004), menyatakan
indikator keaktifan peserta didik dapat dilihat dalam hal:

1. Turut serta dalam melaksanakan tugas belajar;

2. Terlibat dalam pemecahan masalah;

3. Bertanya kepada peserta didik lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang
dihadapinya;

4. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah;

5. Melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru;

6. Menilai kemampuan dirinya dan hasil– hasil yang diperolehnya;

7. Melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yang

sejenis;

8. Kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang diperoleh dalam menyelesaikan

tugas atau persoalan yang dihadapinya.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan keaktifan peserta didik dapat dilihat dari

berbagai hal seperti memperhatikan (visual activities), mendengarkan, diskusi, kesiapan

peserta didik, bertanya, keberanian peserta didik, memecahkan soal (mental activities)

3) Problem Based Learning

Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah, yang kemudian disingkat dengan
PBL merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran dengan proses berpikir tingkat
tinggi. Pembelajaran ini membantu peserta didik untuk memproses informasi yang ada dalam
benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya.
Pembelajaran ini cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks
(Ratumanan, 2002).

Pembelajaran dengan model PBL pertama kali diterapkan di Mc. Master University, sebuah
sekolah kesehatan di Kanada. Banyak pengertian tentang Problem-Based Learning, namun pada
intinya pembelajaran dengan model PBL merupakan cara belajar dengan pola pemecahan
masalah yang dilakukan oleh siswa secara kolaboratif (Riyanto, 2009).

Terdapat beberapa tinjauan mengenai pengertian PBL, Duch (dalam Riyanto, 2009),
menyatakan bahwa PBL adalah suatu model pembelajaran yang menghadapkan peserta didik
pada tantangan “belajar untuk belajar”. Siswa aktif bekerja sama di dalam kelompok untuk
mencari solusi permasalah dunia nyata. Model ini dimaksudkan oleh Duch untuk
mengembangkan kemampuan siswa berpikir kritis, analitis, menemukan serta menggunakan
sumber daya yang sesuai untuk belajar.
Selanjutnya Finkle & Torp (dalam Riyanto, 2009) menyatakan PBL adalah model pembelajaran
yang dapat membangun di sekitar masalah nyata dan kompleks yang secara alami memerlukan
pemeriksaan, panduan informasi dan refleksi, membuktikan hipotesis sementara dan
diformulasikan untuk dicarikan kebenarannya atau solusinya.

Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis Masalah

Arends (dalam Trianto, 2007) mengatakan PBL merupakan suatu pendekatan pembelajaran di
mana siswa mengerjakan permasalahan otentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan
mereka sendiri, mengembangkan inkuiri, keterampilan berpikir tingkat lebih tinggi,
mengembangkan kemandirian dan percaya diri.

Beberapa faktor yang merupakan kelebihan dari pembelajaran dengan model PBL, di antaranya
adalah:

1. Peserta didik dapat belajar, mengingat, menerapkan dan melajutkan proses belajar
secara mandiri. Prinsip-prinsip membelajarkan seperti ini tidak bisa dilayani melalui
pembelajaran tradisional yang menekankan pada kemampuan menghafal

2. Peserta didik diperlakukan sebagai pribadi yang dewasa. Perlakuan ini memberikan
kebebasan pada peserta didik untuk mengimplementasikan pengetahuan atau
pengalaman yang dimiliki untuk memecahkan masalah. (Riyanto, 2009).

Ciri-ciri Pembelajaran Berbasis Masalah

Menurut Arends (2008), karakteristik pembelajaran dengan model PBL dicirikan sebagai
berikut:

1. Pembelajaran dimulai dengan pemberian masalah yang mengambang, yang
berhubungan dengan kehidupan nyata

2. Masalah dipilih sesuai dengan tujuan pembelajaran
3. Siswa menyelesaikan masalah dengan penyelidikan secara autentik
4. Secara bersama-sama dalam kelompok kecil, siswa mencari solusi untuk memecahkan

masalah yang diberikan
5. Guru bertindak sebagai tutor dan fasilitator dalam pembelajaran
6. Siswa bertanggung jawab dalam memperoleh pengetahuan dan informasi yang

bervariasi, tidak hanya dari satu sumber saja
7. Siswa mempresentasikan hasil penyelesaian masalah dalam bentuk produk tertentu.

Produk dalam hal ini adalah berupa suatu program aksi.
Menurut Pierce dan Jones (dalam Rusman, 2012), kejadian yang harus muncul dalam
implementasi pembelajaran model PBL adalah:

1. Keterlibatan, yaitu mempersiapkan siswa untuk berperan sebagai pemecah masalah
dengan bekerja sama

2. Inquiry dan investigasi, yaitu mengeksplorasi dan mendistribusikan informasi
3. Performansi, yaitu dengan smenyajikan temuan
4. Tanya jawab yang bertujuan untuk menguji keakuratan dan
5. Refleksi terhadap pemecahan masalah.
Di sini terlihat bahwa pelibatan peserta didik secara aktif dalam upaya eksplorasi pengetahuan
dan pemecahan masalah menjadi syarat utama.

Tujuan Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran berbasis masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi
sebanyak-banyaknya kepada peserta didik. Pembelajaran berbasis masalah dikembangkan untuk
membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah dan
keterampilan intelektual; belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan mereka dalam
pengalaman nyata atau simulasi; dan menjadi pebelajar yang otonom dan mandiri (Ibrahim,
2000).

Menurut Sudjana (1993), manfaat khusus yang diperoleh dari metode Dewey adalah metode
pemecahan masalah. Tugas guru adalah membantu para peserta didik merumuskan tugas-tugas
dan bukan menyajikan tugas-tugas pelajaran. Objek pelajaran tidak dipelajari dari buku, tetapi
dari masalah yang ada di sekitarnya.

Adapun tujuan pembelajaran berbasis masalah menurut Usman, M. Uzer dan Lilis Setiawati
(1993), adalah sebagai berikut:

1. Agar peserta didik tidak hanya sekedar dapat mengingat materi pelajaran akan tetapi
menguasai dan memahami secara penuh.

2. Mengembangkan keterampilan berpikir rasional, kemampuan menganalisis situasi,
menerapkan pengetahuan yang mereka miliki dalam situasi baru, mengenal perbedaan
antara fakta dan pendapat, serta mengembangkan kemampuan dalam membuat
judgement secara objektif.

3. Kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan
intelektual peserta didik.

4. Mendorong peserta didik untuk lebih bertanggung jawab dalam belajaranya

5. Agar peserta didik memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan
dalam kehidupannya (hubungan antara teori dengan kenyataan).

Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran berbasis masalah dirancang dalam suatu prosedur pembelajaran yang diawali
dengan sebuah masalah dan menggunakan instruktur sebagai pelatih metakognitif. Prosedur
pembelajaran berbasis masalah, seting awalnya adalah penyajian masalah. Proses pembelajaran
dimulai setelah peserta didik dikonfrontasikan dengan struktur masalah riil, sehingga dengan
cara itu peserta didik mengetahui mengapa mereka harus mempelajari materi ajar tersebut.
Informasi-informasi akan mereka kumpulkan dan mereka analisis dari unit-unit materi ajar yang
mereka pelajari dengan tujuan untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Melalui
PBL, para peserta didik akan belajar bagaimana menggunakan suatu proses interaktif dalam
mengevaluasi apa yang mereka ketahui, mengidentifikasi apa yang perlu mereka ketahui,
mengumpulkan informasi dan berkolaborasi dalam mengevaluasi suatu hipotesis berdasarkan
data yang telah mereka kumpulkan. Sedangkan guru lebih berperan sebagai tutor dan fasilitator
dalam menggali dan menemukan hipotesis, serta dalam mengambil kesimpulan.

Menurut Nurhadi, dkk (2004), terdapat lima tahapan dalam penerapan model PBL, dimulai
dengan guru memperkenalkan peserta didik dengan situasi masalah dan diakhiri dengan
penyajian dan analisis hasil kerja peserta didik:

1. Tahap 1: orientasi peserta didik pada masalah. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran,
menjelaskan logistik yang dibutuhkan, memotivasi peserta didik agar terlibat pada
aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.

2. Tahap 2: mengorganisasi peserta didik untuk belajar. Guru membantu peserta didik
mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan
masalah tersebut.

3. Tahap 3: membimbing penyelidikan individual dan kelompok. Guru mendorong
peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen,
untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalahnya.

4. Tahap 4: mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Guru membantu peserta didik
merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video dan model
serta membantu berbagai tugas dengan temannya

5. Tahap 5: menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Guru membantu
peserta didik melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan dan proses-proses
yang mereka gunakan.

Sedangkan menurut Maastricht (dalam Erik D.G & Anette, 2003), langkah-langkah motode
pembelajaran berbasis masalah adalah sebagai berikut:

1. Memberikan permasalahan kepada peserta didik, dimana permasalahan tersebut
berhubungan dengan kehidupan sehari-hari

2. Guru mengorganisasikan peserta didik dalam beberapa kelompok
3. Guru membantu peserta didik mengorganisasikan tugas belajar sesuai dengan masalah
4. Peserta didik mengumpulkan pengetahuan dan melakukan percobaan sesuai dengan

pemecahan masalah yang dberikan
5. Peserta didik mengembangkan dan menyajikan hasil karya berupa program aksi.
Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah suatu metode
pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai konteks bagi peserta didik yang
menuntut aktivitasnya dalam menyelesaikan masalah secara ilmiah serta memperoleh
pengetahuan dan konsep yang esensil dari pelajaran yang diterimanya.

Model PBL berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis peserta didik disebabkan karena
pada model ini peserta didik dilatih untuk berpikir secara sadar dalam menyelesaikan
permasalahan-permasalahan yang disajikan dengan dikontekskan pada dunia nyata. Pada proses
pemecahan masalah, peserta didik akan termotivasi untuk menyelidiki lebih dalam, sehingga
dapat membangun pengetahuan mereka secara mandiri serta muncul pertanyaan-pertanyaan
tingkat tinggi yang secara tidak langsung melatih mereka untuk berpikir analitis.

4) Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring)

Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dengan

aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas, dan kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis

interaksi pembelajaran. PenelitianyangdikakukanolehZhangetal.,(2004) menunjukkan bahwa

penggunaan internet dan teknologi multimedia mampu

merombak cara penyampaian pengetahuan dan dapat menjadi alternatif

pembelajaran yang dilaksanakan dalam kelas tradisional.

Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang mampu mempertemukan mahasiswa dan dosen

untukmelaksanakan interaksi pembelajaran dengan bantuaninternet(Kuntarto,E.(2017).Dan ini

juga bisa dilakukan oleh guru dansiswa Pada tataran pelaksanaanya pembelajaran daring

memerlukan dukungan perangkat perangkat mobile seperti smarphone atau telepon

adroid,laptop,komputer,tablet,dan iphone yang dapat dipergunakan untuk mengakses informasi

kapan saja dan dimana saja (Gikas & Grant, 2013). Pembelajaran daring dibutuhkan dalam

pembelajaran di era revolusi industri4.0 (Pangondian,R.A.,Santosa,P.I.,&Nugroho, E., 2019)

5) Pengertian Table Set Up
Table cover atau table set-up dalam istilah perhotelan yaitu menata meja
makan pada restoran. Menurut table setting adalah rangkaian kegiatan
untuk mengatur dan melengkapi meja dengan peralatan makan sesuai
jenis hidangan yang akan disajikan untuk meningkatkan efisiensi kerja
pramusaji dan kenyamanan pelanggan. Yang dimaksud dengan table
setting adalah rangkaian kegiatan untuk mengatur dan melengkapi meja
dengan peralatan makan sesuai dengan jenis hidangan yang akan
disajikan. (Prihastuti,2013:56) Table set-up adalah seperangkat peralatan
yang rapi, bersih dan siap pakai yang terdiri dari chinaware (B&B plate
dan tea cup dan saucer), silverware (sendok, garpu dan pisau), glassware
(gelas), dan linen (moulton, table cloth dan napkin), yang disusun di atas
meja lengkap dan rapi untuk satu orang..

b. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas
Peneliti mengambil hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah

penerapan model pembelajaran problem based learning pada siswa kelas XII
Perhotelan 1 SMK Negeri 3 Jember

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

1. Subjek Penelitian : Siswa Kelas XII Perhotelan 1
2. Tempat dan Waktu Pelaksanaan : SMK Negeri 3 Jember, Oktober -
November 2020
3. Deskripsi Per Siklus

a.Desain penelitian yang digunakan dalam Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) ini empat komponen yaitu: (1) perencanaan
(planning), (2) tindakan (acting), (3) pengamatan (observing),
dan (4) refleksi (reflecting). Pada model ini, komponen tindakan
dan pengamatan dilaksanakan pada waktu yang sama. Berikut
bagan penelitian tindakan kelas design Kemmis & Taggart:

Gamabr 1. PTK desaign Kemmis & Taggart
Dalam rancangan ini, peserta didik tidak diberitahu bahwa akan ada
penelitian dengan melihat alasan supaya penelitian akan terjadi secara
netral, berikut rancangan siklus penelitian ini meliputi :
1. Siklus 1
a. Tahap Perencanaan
1. Menyusun Rencana Pembelajaran
2. Menetapkan Kompetensi Dasar untuk diteliti
3. Identifikaksi dan alternatif Pemecahan masalah
4. Menyusun lembar observasi
5. Menyusun lembar angket
6. Membuat Grup Kelompok dalam wa

7. Membuat Media pembelajaran, LKPD, Bahan ajar dan Evaluasi
yang diletakkan pada Google Classroom

8. Menentukan Keaktifan secara klasikal ≥ 70%.
9. Menyusun instrumen Penilaian

b. Tahap Pelaksanaan atau Tindakan
1. Menerapkan pembelajaran sesuai dengan rencana proses
pembelajaran yang sudah buat.
2. Menerapkan pembelajaran sesuai dengan rencana proses
pembelajaran yang sudah buat.
3. Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka
4. Guru meminta ketua kelas memimpin doa untuk memulai
pembelajaran
5. Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan di capai
7. Guru menyampaikan lingkup dan tehnik penilaian. (penilaian sikap,
pengetahuan, dan ketrampilan
8. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan meteri pertemuan
minggu lalu
9. Guru menayangkan materi table set up melalui media video dan
powerpoint
10. Guru menyampaikan permasalahan kontekstual melalui tayangan
gambar
11. Mengorganisasikan peserta didik untuk siap belajar, Guru
mengkondisikan peserta didik yang sudah terbentuk dalam
kelompok.
12. Guru memastikan setiap peserta didik pada kelompok masing-
masing sudah memahami tugas yang terdapat pada Link LKPD pada
yang sudah dibagikan
13. Peserta didik membentuk kelompok
14. Peserta didik menyampaikan bahwa sudah jelas untuk pengisian
Link LKPD yang sudah dijelaskan oleh guru

15. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, Guru
meminta peserta didik untuk mengumpulkan data dari permasalahan
yang dibahas

16. Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru maupun teman
terkait permasalahan yang dibahas

17. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, Guru mulai
mengarahkan peserta didik untuk mempersiapkan presentasi dari
perwakilan kelompok secara bergantian dari data yang sudah dibuat,
serta memberikan kesempatan kepada peserta kelompok yang lain
untuk menanggapi

18. Peserta didik dari perwakilan kelompok mempersiapkan hasil
diskusi

19. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, Guru
mulai mengamati dan membimbing presentasi masing-masing
perwakilan kelompok sesuai nomor urut kelompok ,serta
memberikan kesempatan bagi setiap peserta lain yang ingin
memberikan tanggapan dari presentasi

20. Guru meminta salah satu peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan /refleksi dari materi yang sudah dibahas, Salah satu
peserta didik menyampaikan kesimpulan materi

21. Guru memberikan penguatan dari presentasi yang sudah
disampaikan oleh perwakilan kelompok

22. Peserta didik menyimak penguatan yang disampaikan oleh guru
dengan tekun

23. Guru memberikan Evaluasi yang disajikan dalam link google
formulir, melalui link tersebut peserta didik dapat mengakses soal
evaluasi di google formulir dengan mudah

24. Peserta didik menjawab soal evaluasi yang disajikan dalam link
google formulir yang sudah dibagikan

25. Guru menginformasikan kepada peserta didik tentang materi yang
akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu “ Menyusun table
set up”

26. Guru memberikan penghargaan dalam bentuk poin nilai yang sudah
ada di google formulir.

27. Peserta didik melakukan doa bersama sebelum pembelajaran ditutup

c. Tahap Observasi atau tahapan angket
1. Melakukan observasi dengan memakai lembaran observasi sikap
keaktifan yang sudah disiapkan, didalamnya diketahui senang
tidakkah model pembelajaran yang dipakai untuk mengumpulkan
data.
2. Selama proses pembelajaran 3 guru ( Waka Kurikulum, Kaprogli
dan Guru teman sejawat ) sebagai observer mengisi angket kuisoner
sesuai dengan hasil pengamatan pembelajaran berlangsung
3. Menilai hasil tindakan dengan menggunakan lembaran penilaian.

d. Tahap Refleksi
1. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan dari setiap
macam tindakan.
2. Melakukan diskusi dengan observer untuk membahas hasil evalusi
tentang skenario pembelajaran berikutnya.
3. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk
digunakan pada siklus II.

2. Siklus II
a. Tahap Perencanaan
1. Menyusun Rencana Pembelajaran
2. Menetapkan Kompetensi Dasar untuk diteliti
3. Identifikakjsi dan alternatif Pemecahan masalah
4. Menyusun lembar observasi
5. Menyusun lembar angket
6. Membuat Grup Kelompok dalam wa
7. Membuat Media pembelajaran, LKPD, Bahan ajar dan Kuis yang
diletakkan pada Google Classroom
8. Menentukan Keaktifan secara klasikal ≥ 70%.
9. Menyusun instrumen Penilaian

b. Tahap Pelaksanaan atau Tindakan
1. Menerapkan pembelajaran sesuai dengan rencana proses
pembelajaran yang sudah buat.
2. Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka
3. Guru meminta ketua kelas memimpin doa untuk memulai
pembelajaran
4. Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan di capai
6. Guru menyampaikan lingkup dan tehnik penilaian. (penilaian sikap,
pengetahuan, dan ketrampilan
7. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan meteri pertemuan
minggu lalu
8. Guru menayangkan materi table set up melalui media video dan
powerpoint
9. Guru menyampaikan permasalahan kontekstual melalui tayangan
gambar
10. Mengorganisasikan peserta didik untuk siap belajar, Guru
mengkondisikan peserta didik yang sudah terbentuk dalam
kelompok.
11. Guru memastikan setiap peserta didik pada kelompok masing-
masing sudah memahami tugas yang terdapat pada Link LKPD pada
yang sudah dibagikan
12. Peserta didik membentuk kelompok
13. Peserta didik menyampaikan bahwa sudah jelas untuk pengisian
Link LKPD yang sudah dijelaskan oleh guru
14. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, Guru
meminta peserta didik untuk mengumpulkan data dari permasalahan
yang dibahas
15. Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru maupun teman
terkait permasalahan yang dibahas
16. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, Guru mulai
mengarahkan peserta didik untuk mempersiapkan presentasi dari

perwakilan kelompok secara bergantian dari data yang sudah dibuat,
serta memberikan kesempatan kepada peserta kelompok yang lain
untuk menanggapi
17. Peserta didik dari perwakilan kelompok mempersiapkan hasil
diskusi
18. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, Guru
mulai mengamati dan membimbing presentasi masing-masing
perwakilan kelompok sesuai nomor urut kelompok ,serta
memberikan kesempatan bagi setiap peserta lain yang ingin
memberikan tanggapan dari presentasi
19. Guru meminta salah satu peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan /refleksi dari materi yang sudah dibahas, Salah satu
peserta didik menyampaikan kesimpulan materi
20. Guru memberikan penguatan dari presentasi yang sudah
disampaikan oleh perwakilan kelompok
21. Peserta didik menyimak penguatan yang disampaikan oleh guru
dengan tekun
22. Guru memberikan Evaluasi yang disajikan dalam link google
formulir, melalui link tersebut peserta didik dapat mengakses soal
evaluasi di google formulir dengan mudah
23. Peserta didik menjawab soal evaluasi yang disajikan dalam link
google formulir yang sudah dibagikan
24. Guru menginformasikan kepada peserta didik tentang materi yang
akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu “ Menyusun table
set up”
25. Guru memberikan penghargaan dalam bentuk poin nilai yang sudah
ada di google formulir.
26. Peserta didik melakukan doa bersama sebelum pembelajaran ditutup

c. Tahap Observasi atau tahapan angket
1. Melakukan observasi dengan memakai lembaran observasi sikap
keaktifan yang sudah disiapkan, didalamnya diketahui senang

tidakkah model pembelajaran yang dipakai untuk mengumpulkan
data.
2. Selama proses pembelajaran 3 guru ( Waka Kurikulum, Kaprogli dan
Guru teman sejawat ) sebagai observer mengisi angket kuisoner
sesuai dengan hasil pengamatan pembelajaran berlangsung
3. Menilai hasil tindakan dengan menggunakan lembaran penilaian.

d. Tahap Refleksi
1. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan dari setiap
macam tindakan.
2. Melakukan diskusi dengan observer untuk membahas hasil evalusi
tentang skenario pembelajaran berikutnya.
3. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk
digunakan pada siklus II.

METODE PENGUMPULAN DATA
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Angket atau Kueisioner

Angket merupakan sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan
untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang
pribadi peserta didik, atau hal-hal yang ia ketahui. Angket dalam
penelitian ini digunakan untuk mengukur keaktifan dalam diskusi peserta
didik pada pembelajaran food and beverage dan diisi 3 Guru Pendamping
2. Observasi

Pengamatan ialah aktifitas pemusatan perhatian terhadap sesuatu
objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Observasi pada
penelitian ini dilakukan oleh Observer yaitu 3 Guru Pendamping ( Waka
Kurikulum, Kaprogli dan Guru Perhotelan ) untuk melakukan
pengamatan terhadap keterlaksanaan keaktifan peserta didik dalam
diskusi dalam model problem based learning

INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen penelitian adalah alat pada waktu peneliti menggunakan sesuatu

metode. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini sebagai

berikut:
1. Angket keaktifan peserta didik

Angket dalam penelitian ini digunakan peneliti untuk mengukur keaktifan
dalam diskusi kelompok peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.
Adapun indikator-indikator keaktifan dalam diskusi kelompok peserta
didik yang digunakan peneliti berdasarkan kajian teori pada bab
sebelumnya yang kemudian akan dibuat angket keaktifan dalam diskusi
kelompok peserta didik.
2. Lembar observasi keaktifan peserta didik
Lembar observasi keaktifan dalam diskusi kelompok peserta didik dalam
penelitian ini digunakan untuk mengamati aktivitas peserta didik dalam
kegiatan belajar mengajar. Adapun isi dari lembar observasi keaktifan
dalam diskusi kelompok peserta didik

TEKNIK ANALISIS DATA

Analisis data pada penelitian ini dilakukan secara deskriptif, baik
deskriptif kualitatif maupun deskriptif kuantitatif. Tujuan dari analisis data
adalah untuk mendeskripsikan kegiatan peserta didik selama proses belajar
mengajar.

Data yang dianalisis secara deskriptif kualitatif berupa lembar observasi
untuk guru, sedangkan data yang dianalisis secara kuantitatif berupa angket
untuk mengukur keaktifan dalam diskusi kelompokpeserta didik dan lembar
observasi keaktifan dalam diskusi kelompokpeserta didik. Angket keaktifan
dalam diskusi kelompok, setiap peserta didik dihitung melalui tahapan berikut:

Menghitung skor observasi dan angket keaktifan dalam diskusi
kelompok setiap peserta didik di setiap pertemuan Rumus yang digunakan
untuk mencari rerata skor keaktifan dalam diskusi kelompokdan lembar
observasi dan angket keaktifan dalam diskusi kelompok dengan menjumlahkan
data perolehan observasi dan angket keaktifan dalam diskusi kelompok dan
lembar angket keaktifan dalam diskusi kelompoksetiap peserta didik dibagi
dengan jumlah data, maka didapatkan rumus berikut ini:

Skor perolehan lembar observasi keaktifan diskusi kelompok:
= ∑ × 100%

Keterangan:

PO : Presentase angket keaktifan dalam diskusi kelompok
∑ : Jumlah skor angket keaktifan dalam diskusi yang diperoleh
NO : Jumlah keseluruahn skor angket keaktifan dalam diskusi

kelompok.

Penggolongan kriteria keaktifan peserta didik dalam diskusi kelompok

Tabel 1. Kriteria Keaktifan dalam diskusi kelompok Peserta didik

Interval Kategori
86% – 100% Sangat Aktif
71% – 85% Aktif
56% – 70% Cukup Aktif
41% – 55% Kurang Aktif
0% – 40% Tidak Aktif

INDIKATOR KEBERHASILAN

Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil
apabila terjadi peningkatan kualitas pelaksanaan pembelajaran pada meteri
table set up dan clear up yang menggunakan model pembelajaran problem
based learning dengan nilai presentase keaktifan peserta didik kelas XII
Perhotelan SMK N 3 Jember dalam diskusi kelompok mencapai lebih dari 70%
atau masuk dalam kategori Aktif.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

1. Deskripsi Umum

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatan keaktifan
peserta didik di kelas XII Perhotelan SMK N 3 Jember melalui
pemanfaatan model pembelajaran problem based learning tahun pelajaran
2020/2021. SMK N3 jember dan kelas yang dijadikan sebagai penelitian
adalah kelas XII Perhotelan 1 dengan jumlah peserta didik 29 anak, dimana
setiap kegiatan diskusi kelompok kelas tersebut memiliki masalah
rendahnya aktifitas diskusi kelompok peserta didik. Sehingga dilakukanlah
sebuah penelitian untuk dapat meningkatkan aktifitas diskusi kelompok
pada peserta didik. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 kali tahapan yaitu
penelitian siklus I, dan penelitian siklus II. Adapun untuk tiap tahapan
penelitian dibagi dalam beberapa kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan
tindakan, observasi atau angket serta analisis dan refleksi

2. Siklus I

. Pada tahapan siklus I ini peneliti melaksanakan pembelajaran
menggunakan model pembelajaran problem based learning. Pada tahapan
siklus ini teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan angket.
Penelitian siklus I dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2020 dengan
alokasi waktu satu pertemuannya adalah 1 x 45 menit.
a. Perencanaan

Perencanaan yang dilakukan yaitu mempersiapkan perangkat
pembelajaran yang akan dilakukan pada tahan pelaksanaan tindakan.
Berikut yang perlu untuk disiapkan adalah:
1) Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dengan model

pembelajaran problem based learning

2) Media pembelajaran power point dan video youtube

3) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

4) Evaluasi dalam bentuk Google Form

5) Lembar Observasi dan Lembar Angket

b. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober
2020. Berikut pelaksanaak tindakan yang dilakukan pada pra siklus
yaitu:

1) Kegiatan Awal
a. Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka
b. Guru meminta ketua kelas memimpin doa untuk memulai
pembelajaran
c. Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan di capai
e. Guru menyampaikan lingkup dan tehnik penilaian. (penilaian
sikap, pengetahuan, dan ketrampilan
f. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan meteri
pertemuan minggu lalu

2) Kegiatan Inti
a) Guru menayangkan materi table set up melalui media power

point dan stimulus video youtube

b) Guru menyampaikan permasalahan kontekstual melalui

tayangan gambar

c) Guru mengkondisikan peserta didik yang sudah terbentuk

dalam kelompok.

d) Guru memastikan setiap peserta didik pada kelompok masing-

masing sudah memahami tugas yang terdapat pada Link LKPD

pada yang sudah dibagikan

e) Peserta didik membentuk kelompok

f) Peserta didik menyampaikan bahwa sudah jelas untuk

pengisian Link LKPD yang sudah dijelaskan oleh guru

g) Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, Guru

meminta peserta didik untuk mengumpulkan data dari

permasalahan yang dibahas

h) Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru maupun

teman terkait permasalahan yang dibahas

i) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, Guru mulai

mengarahkan peserta didik untuk mempersiapkan presentasi dari

perwakilan kelompok secara bergantian dari data yang sudah

dibuat, serta memberikan kesempatan kepada peserta kelompok
yang lain untuk menanggapi
j) Peserta didik dari perwakilan kelompok mempersiapkan hasil
diskusi
k) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah,
Guru mulai mengamati dan membimbing presentasi masing-
masing perwakilan kelompok sesuai nomor urut kelompok ,serta
memberikan kesempatan bagi setiap peserta lain yang ingin
memberikan tanggapan dari presentasi
l) Guru meminta salah satu peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan /refleksi dari materi yang sudah dibahas, Salah satu
peserta didik menyampaikan kesimpulan materi
m) Guru memberikan penguatan dari presentasi yang sudah
disampaikan oleh perwakilan kelompok
n) Peserta didik menyimak penguatan yang disampaikan oleh guru
dengan tekun

3) Kegiatan Akhir
a) Guru memberikan Evaluasi yang disajikan dalam link google
formulir, melalui link tersebut peserta didik dapat mengakses
soal evaluasi di google formulir dengan mudah
b) Peserta didik menjawab soal evaluasi yang disajikan dalam link
google formulir yang sudah dibagikan
c) Guru menginformasikan kepada peserta didik tentang materi
yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu “
Menyusun table set up”
d) Guru memberikan penghargaan dalam bentuk poin nilai yang
sudah ada di google formulir.
e) Peserta didik melakukan doa bersama sebelum pembelajaran
ditutup

c. Observasi atau Angket

Pada saat pembelajaran berlangsung kegiatan observasi
terhadap keaktivan peserta didik dalam diskusi kelompok
dilakukan melalui 3 guru sebagai observer (waka kurikulum,
kaprogli dan guru perhotelan) yang bertugas mengamati jalannya
pembelajaran dengan panduan lembar observasi. Berikut hasil
observasi pada tahap siklus I.

DATA OBSERVASI

KEAKTIFAN PESERTA DIDIK DALAM DISKUSI KELOMPOK

Siklus Ke : 1

Hari/Tanggal : 26 Oktober 2020

Materi : table set up dan clear up

Sub Materi : menganalisis dan mencermati jenis table set up

No Keaktifan Peserta Didik Dalam Diskusi Nilai Keterangan
Kelompok

1 Peserta didik memperhatikan power point 4 Aktif
dan penjelasan yang diberikan guru

2 Peserta didik mengikuti perintah guru saat 4 Aktif
pembagian kelompok dengan teratur

Peserta didik menjalankan tugasnya 4 Aktif
3 masing-masing sesuai dengan tugas

nomor yang di dapatkan

4 Peserta didik mencari literasi melalui 3 Cukup Aktif
modul maupun media internet

Peserta didik membaca literasi yang 3 Cukup Aktif
5 digunakan untuk memcahkan masalah

dalam diskusi kelompok

6 Peserta didik bertanya kepada guru saat 4 Aktif
diskusi berlangsung

7 Peserta didik mengemukakan 3 Cukup Aktif
pendapatnya saat diskusi berlangsung

8 Peserta didik memperhatikan pendapat 4 Aktif
orang lain.

9 Peserta didik menanggapi pendapat orang 2 Kurang Aktif
lain

10 Peserta didik menulis hasil diskusi 4 Aktif
kelompok

11 Peserta didik menjelaskan hasil diskuisi 2 Kurang Aktif
kelompok kepada anggota lain

Peserta didik membuat kesimpulan Aktif
12 dengan membuat rangkuman hasil 4

pembelajaran hari ini

Jumlah Indikator Masuk Kategori Aktif 7 Cukup Aktif
Jumlah Indikator Belum Masuk
Kategori Aktif 5
Jumlah Nilai 41
3,42
Rata-Rata Nilai 68%

Persentase

Nilai Keterangan
5
4 28 – 31 anak Sangat Aktif
3
2 23 – 27 anak Aktif
1
19 – 22 anak Cukup Aktif

14 – 18 anak Kurang Aktif

1 – 13 anak Tidak Aktif

Interval Kategori
86% – 100% Sangat Aktif
71% – 85% Aktif
56% – 70% Cukup Aktif
41% – 55% Kurang Aktif
0% – 40% Tidak Aktif

Skor perolehan lembar observasi keaktifan diskusi kelompok:
= ∑ × 100%

= 41 × 100%
60
= 68%

Berdasarkan tabel hasil observasi keaktifan peserta didik
dalam diskusi kelompok pada pelaksanaa pembelajaran siklus I
yaitu 68% dengan kategori cukup aktif. Terlihat pada tabel, 5 dari
12 indikator observasi masih belum masuk dalam kategori aktif
yang mengakibatkan penilaian observasi masuk kategori cukup
aktif. Berikut 5 indikator yang belum masuk kategori aktif:
a) Peserta didik mencari literasi melalui modul maupun media

internet

b) Peserta didik membaca literasi yang digunakan untuk

memcahkan masalah dalam diskusi kelompok

c) Peserta didik mengemukakan pendapatnya saat diskusi

berlangsung

d) Peserta didik menanggapi pendapat orang lain

e) Peserta didik menjelaskan hasil diskuisi kelompok kepada
anggota lain
Maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil observasi

keaktifan peserta didik pada siklus I tidak mencapai tujuan
penelitian yang diharapkan.

d. Analisis dan Refleksi
Hasil penelitian siklus I yang menggunakan model

pembelajaran problem based learning terlihat masih banyak peserta
didik yang belum aktif dalam kegiatan diskusi kelompok. Beberapa
indikator yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki yaitu:
1) Peserta didik mencari literasi melalui modul maupun media

internet
2) Peserta didik membaca literasi yang digunakan untuk

memcahkan masalah dalam diskusi kelompok
3) Peserta didik mengemukakan pendapatnya saat diskusi

berlangsung
4) Peserta didik menanggapi pendapat orang lain
5) Peserta didik menjelaskan hasil diskuisi kelompok kepada

anggota lain
Dengan adanya masalah yang masih timbul dalam

pembelajaran yang menggunakan model probem based learning, maka
peneliti menggunakan tindakan untuk perbaikan pada siklus berikutnya,
sehingga diharapkan dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam
diskusi kelompok pada tahap siklus II yaitu:
1) Guru menyediakan modul maupun bahan ajar yang dapat

digunakan sebagai literasi dan memberikan alamat situs internet
yang dapat digunakan peserta didik.
2) Guru mengarahkan peserta didik untuk mencari literasi sebagai
sumber belajar.
3) Guru menyampaikan kepada peserta didik bahwa akan
mendapatkan penghargaan bagi peserta didik yang aktif dalam
kegiatan bertanya, menanggapi pendapat, maupun menjelaskan
selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung.

3. Siklus II

Kegiatan siklus II dilakukan setelah dilaksanakannya tahapan siklus
1. Pada tahapan siklus II ini peneliti melaksanakan pembelajaran
menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan terlebih
dahulu melakukan perbaikan berdasarkan hasil data pada siklus I. Pada
tahapan siklus II ini teknik pengumpulan data masih sama dengan cara
observasi dan angket. Penelitian siklus II dilaksanakan pada tanggal 06
November 2019 dengan alokasi waktu satu pertemuannya adalah 1 x 45
menit.
a. Perencanaan

Perencanaan yang dilakukan yaitu mempersiapkan perangkat
pembelajaran yang akan dilakukan pada tahan pelaksanaan tindakan.
Berikut yang perlu untuk disiapkan adalah:
1) Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dengan model

pembelajaran problem based learning

2) Media pembelajaran power point dan video youtube

3) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

4) Evaluasi dalam bentuk Google Form

5) Lembar Observasi dan Lembar Angket

b. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober
2020. Berikut pelaksanaak tindakan yang dilakukan pada pra siklus
yaitu:
1) Kegiatan Awal

a. Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka
b. Guru meminta ketua kelas memimpin doa untuk memulai

pembelajaran
c. Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan di capai
e. Guru menyampaikan lingkup dan tehnik penilaian. (penilaian

sikap, pengetahuan, dan ketrampilan
f. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan meteri

pertemuan minggu lalu

2) Kegiatan Inti
a. Guru menayangkan materi table set up melalui media power

point dan stimulus video youtube

b. Guru menyampaikan permasalahan kontekstual melalui

tayangan gambar

c. Guru mengkondisikan peserta didik yang sudah terbentuk

dalam kelompok.

d. Guru memastikan setiap peserta didik pada kelompok masing-

masing sudah memahami tugas yang terdapat pada Link LKPD

pada yang sudah dibagikan

e. Peserta didik membentuk kelompok

f. Peserta didik menyampaikan bahwa sudah jelas untuk pengisian

Link LKPD yang sudah dijelaskan oleh guru

g. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, Guru

meminta peserta didik untuk mengumpulkan data dari

permasalahan yang dibahas

h. Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru maupun

teman terkait permasalahan yang dibahas

i. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, Guru mulai

mengarahkan peserta didik untuk mempersiapkan presentasi

dari perwakilan kelompok secara bergantian dari data yang

sudah dibuat, serta memberikan kesempatan kepada peserta

kelompok yang lain untuk menanggapi

j. Peserta didik dari perwakilan kelompok mempersiapkan hasil

diskusi

k. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah,

Guru mulai mengamati dan membimbing presentasi masing-

masing perwakilan kelompok sesuai nomor urut kelompok

,serta memberikan kesempatan bagi setiap peserta lain yang

ingin memberikan tanggapan dari presentasi

l. Guru meminta salah satu peserta didik untuk menyampaikan

kesimpulan /refleksi dari materi yang sudah dibahas, Salah satu

peserta didik menyampaikan kesimpulan materi

m. Guru memberikan penguatan dari presentasi yang sudah
disampaikan oleh perwakilan kelompok

n. Peserta didik menyimak penguatan yang disampaikan oleh guru
dengan tekun

3) Kegiatan Akhir
a. Guru memberikan Evaluasi yang disajikan dalam link google
formulir, melalui link tersebut peserta didik dapat mengakses
soal evaluasi di google formulir dengan mudah
b. Peserta didik menjawab soal evaluasi yang disajikan dalam link
google formulir yang sudah dibagikan
c. Guru menginformasikan kepada peserta didik tentang materi
yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu “
Menyusun table set up”
d. Guru memberikan penghargaan dalam bentuk poin nilai yang
sudah ada di google formulir.
e. Peserta didik melakukan doa bersama sebelum pembelajaran
ditutup

c. Observasi dan angket

Pada saat pembelajaran berlangsung kegiatan observasi terhadap
keaktivan peserta didik dalam diskusi kelompok dilakukan melalui
bantuan 3 teman guru sebagai observer yang bertugas mengamati
jalannya pembelajaran dengan panduan lembar observasi. Berikut hasil
observasi pada tahap siklus II.
Tabel 12. Data Observasi Keaktivan Siklus II

DATA OBSERVASI
KEAKTIFAN PESERTA DIDIK DALAM DISKUSI KELOMPOK

SIKLUS II

No Keaktifan Peserta Didik Dalam Nilai Keterangan
Diskusi Kelompok

1 Peserta didik memperhatikan power 5 Sangat Aktif
point dan penjelasan yang diberikan guru

2 Peserta didik mengikuti perintah guru 4 Aktif
saat pembagian kelompok dengan teratur

Peserta didik menjalankan tugasnya 4 Aktif
3 masing-masing sesuai dengan tugas

nomor yang di dapatkan

4 Peserta didik mencari literasi melalui 4 Aktif
modul maupun media internet

Peserta didik membaca literasi yang 4 Aktif
5 digunakan untuk memcahkan masalah

dalam diskusi kelompok

6 Peserta didik bertanya kepada guru saat 4 Aktif
diskusi berlangsung

7 Peserta didik mengemukakan 3 Cukup Aktif
pendapatnya saat diskusi berlangsung

8 Peserta didik memperhatikan pendapat 4 Aktif
orang lain.

9 Peserta didik menanggapi pendapat 3 Cukup Aktif
orang lain

10 Peserta didik menulis hasil diskusi 4 Aktif
kelompok

11 Peserta didik menjelaskan hasil diskuisi 3 Cukup Aktif
kelompok kepada anggota lain

Peserta didik membuat kesimpulan

12 dengan membuat rangkuman hasil 4 Aktif

pembelajaran hari ini

Jumlah Indikator Masuk Kategori

Aktif 8

Jumlah Indikator Belum Masuk

Kategori Aktif 4 Aktif
Jumlah Nilai 46

Rata-Rata Nilai 3,83

Persentase 77%

Nilai Keterangan
5
4 28 – 31 anak Sangat Aktif
3
2 23 – 27 anak Aktif
1
19 – 22 anak Cukup Aktif

14 – 18 anak Kurang Aktif

1 – 13 anak Tidak Aktif

Interval Kategori
86% – 100% Sangat Aktif
71% – 85% Aktif
56% – 70% Cukup Aktif
41% – 55% Kurang Aktif
0% – 40% Tidak Aktif

Skor perolehan lembar observasi keaktifan diskusi kelompok:
= ∑ × 100%

= 46 × 100%
60
= 77%

Data tabel diatas dapat dilihat bahwa keaktifan peserta didik
dalam diskusi kelompok pada tahap siklus II terjadi peningkatan
dari tahap siklus I. Pada hasil observasi siklus I diperoleh nilai
sebesar 68% dan pada tahap siklus II naik sebesar 9% menjadi
77%, diperlihatkan oleh jumlah indikator yang masuk kriteria aktif
pada tahap siklus I sebanyak 7 indikator dan pada tahap siklus I
terjadi peningkatan sebanyak 1 indikator menjadi 8 indikator yang
masuk kedalam ktriteria aktif dan 1 indikator dengan kriteria sangat
aktif. Berikut tabel perkembangan keaktifan peserta didik dalam
diskusi kelompok pada tahap siklus I dengan siklus II:
Tabel 13. Perkembangan Observasi Siklus I dengan Siklus II

DATA PERKEMBANGAN OBSERVASI
KEAKTIFAN PESERTA DIDIK DALAM DISKUSI KELOMPOK

SIKLUS I DENGAN SIKLUS II

No Siklus % Kenaikan Aktif Kenaikan
1 Siklus I
2 Siklus II 68% 0% 7 0

77% 9% 8 1

Berdasarkan tabel hasil observasi keaktifan peserta didik
dalam diskusi kelompok pada pelaksanaa pembelajaran siklus II
yaitu 77% dengan kategori aktif. Ini membuktikan bahwa pada
siklus II guru telah melaksanakan dengan baik model pembelajaran
problem based learning dapat meningkatkan keaktifan peserta
didik dalam diskusi kelompok.

Maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil observasi
keaktifan peserta didik pada siklus II telah mencapai tujuan
penelitian yang diharapkan yaitu meningkatnya keaktifan peserta
didik dalam diskusi kelompok.

d. Analisis dan Refleksi

Melihat hasil penelitian tindakan kelas siklus II bahwa
penerapan model pembelajaran problem based learning pada materi
table set up dan clear up mengalami peningkatan dari siklus I, sehingga

keaktifan peserta didik per individu dan per indikator dalam kegiatan
diskusi kelompok mengalami peningkatan dengan kriteria aktif.
Adapun refleksi yang dilakukan dari tindakan siklus II yaitu:
1) Guru menyediakan modul maupun bahan ajar yang dapat

digunakan sebagai literasi dan memberikan alamat situs internet
yang dapat digunakan peserta didik.
2) Guru mengarahkan peserta didik untuk mencari literasi sebagai
sumber belajar.
3) Guru menyampaikan kepada peserta didik bahwa akan
mendapatkan penghargaan bagi peserta didik yang aktif dalam
kegiatan bertanya, menanggapi pendapat, maupun menjelaskan
selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung.

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN

Setelah melakukan penelitian tindakan kelas yang menggunakan dua
tahapan siklus yaitu siklus I dan siklus II, maka penelitian ini dapat
disimpulkan sebagai berikut

Secara umum penggunaan model pembelajaran problem based
learning dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam diskusi kelompok
materi table set up dan clear up di kelas XII perhotelan SMK Negeri 3 Jember.

Hal ini terlihat pada persentase observasi keaktifan peserta didik
seluruh indikator yang semakin meningkat dari siklus I presentase keaktifan
peserta didik sebesar 68% dan pada siklus II presentase keaktifan peseta didik
77%. Hasil nilai angket persentase indikator keaktifan peserta didik dalam
diskusi kelompok pada angket dilihat dari indikator angket mengalami
peningkatan disetiap siklusnya, pada tahap siklus I presentase keaktifan
peserta didik sebesar 69% dengan 16 indikator kategori aktif, dan tahap
siklus II presentase keaktifan peserta didik sebesar 79% dengan 20 indikator
kategori aktif.

B. SARAN

Berdasarkan kesimpulan diatas tentang hasil yang ditentukan dalam
PTK ini, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:
1. Untuk menentukan rasa percaya diri siswa di dalam proses pembelajaran

baik secara individu maupun kelompok, model pembelajaran problem

based learning dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam

melakukan kegiatan pembelajaran.

2. Guru harus sesering mungkin memotivasi peserta didik baik dalam

individu maupun kelompok, karena dapat mempengaruhi peserta didik

untuk lebih semangat dalam kerja kelompok maupun kerja sendiri.

Guru harus memberikan penghargaan pada kelompok yang berprestasi
berupa tepuk tangan, pujian maupun pemberian hadiah untuk memotivasi
peserta didik agar lebih bersemangat dalam belajar

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, T. (2008). Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: Remaja
Rosdakarya.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Yogyakarta:
PT. Rineka Cipta.

Aronson, E. e. (1978). The STAD classroom. Oxford, England: Sage.
Elliot. (1978). Educational Psychology Effective Teaching, Effective Learning.

Singapura: Mc Graw Hill Book.
Hamilik, O. (1994). Media Pendidikan. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Indriana, D. (2011). Ragam Alat Bantu Media Pembelajaran. Yoyakarta: Diva
Press.

Jabar, S. A. (2010). Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Junianti, E. (2017). Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Metode Drill

dan Diskusi Kelompok pada Siswa Kelas VI SD. Scholaria: Jurnal
Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 7, No. 3 , 283-291.

Kartika, E. (2015). Penggunaan Media Wa, google classroom dan google
meetUntuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa
Di Kelas VI SDN Kaliasin VII Surabaya. JPGSD. Vol. 03, No. 02 ,
155-163.

Lie, A. (1994). Cooperative Learning. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana
Indonesia.

Muah, T. (2016). Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Instruction
(PBI) Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar
Matematika Siswa Kelas 9B Semester Gasal Tahun Pelajaran
2014/2015 SMP Negeri 2 Tuntang-Semarang. Scholaria, Vol 6, No.
1 , 41-53.

Mudjiono, D. d. (2013). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Rosyidah, U. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
stadTerhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP
Negeri 6 Metro. Jurnal SAP Vol. 1 No. 2 , 116-124.

Sadirman. (2011). Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali
Pres.

Sudijono, A. (2011). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Sudjana, N. (2004). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
Algessindo.

Suprapti, E. (2016). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model
Kooperatif Tipe STAD Dengan Media Wa, google classroom dan
google meetIspring Pada Materi Jajargenjang, Layang-layang, dan
Trapesium di Kelas VII SMP. MUST: Journal of Mathematics
Education, Science and Technology, Vol. 1, No. 1 , 57-68.

Syah, M. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Perss.

Trianto, M. (2011). Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas (Classroom
Action Research). Jakarta: Prestasi Pustaka Publishier.

Wijaya Kusumah, D. D. (2010). Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:
Indeks.

Zarkasi, M. F. (2009). Belajar Cepat Dengan Diskusi. Surabaya: Penerbit Indah.

LAMPIRAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A. Identitas Program Pendidikan

Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 3 JEMBER
Mata Pelajaran : Food and Beverage
Kompetensi Keahlian : Perhotelan
Kelas/Semester : XII /Ganjil (5)
Tahun Pelajaran : 2020 / 2021
Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan (1 x 45 menit)

B. Kompetensi Inti(KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
KI-3 :Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual,konseptual, operasional dasar,dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Perhotelan pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks,berkenaan dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni,budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan
potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja,warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI-4 :Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat,informasi, dan
prosedur kerja yanglazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang kerja Akomodasi Perhotelan.Menampilkan kinerja
dibawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standard kompetensi kerja.Menunjukkan keterampilan ,menalar,
mengolah, dan menyaji, secaraefektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif,komunikatif, dan solutif dalam, ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas.

Kompetensi Dasar :
3.7 Menerapkan table set up dan clear up
4.7 Melakukan table set up dan clear up

C. Indikator Pencapaian Kompetensi
Pertemuan 1
3.7.1 Menganalisis jenis table set up (C4)
3.7.2 Mencermati jenis table set up (C5 )

D. TujuanPembelajaran

Pertemuan 1
1. Melalui proses pengamatan tayangan video dan slide presentasi, Siswa dapat

Menganalisis jenis table set up dengan tepat
2. Melalui diskusi dan tanya jawab serta eksplorasi materi melalui internet, Siswa dapat

Mencermati jenis table set up dengan benar

E. Materi Pembelajaran
1. Pengertian table set up
2. Jenis table set up
3. Macam alat table set up

F. Pendekatan, Strategi dan Metode
Model : Problem Based Learning
Pendekatan : Saintifik-STEAM
Metode : Tanya Jawab, Presentasi, Penugasan.

G. Media dan alat Pembelajaran

a.Media : Google Classroom, Google Formulir, Zoom meet, Power Point, Link
Video Youtube.

b. Alat : HP, laptop, alat tulis.

c. Sumber belajar : e-modul table set up dan clear up melalui link
https://anyflip.com/cotyf/nkum/

LINK Google Classroom : https://classroom.google.com/c/MTUwMjY1OTI2NzI4

LINK ABSENSI 1 :
https://docs.google.com/forms/d/10_jYzktVHryvjocngo
O16iJvw0u8RS2iIywMtdeAmJs/edit

Link Tes Formatif : https://docs.google.com/forms/d/1YvSnEL4T_lWfBP-
11oRdKfSYif8cKcUQ5h1PEtRTbuk/edit

Link LKPD :
https://docs.google.com/forms/d/1TfiCgCMR1z89GIm5nIVXH0ZSyLSsuLxXbLQbRbMfstk/e
dit

H. Kegiatan pembelajaran
Pertemuan I (1 X 45 Menit)

Kegiatan Sintaksis Deskripsi Kegiatan Guru Pembelajara Deskripsi Kegiatan Alokasi
Pendahuluan model Problem • Guru melakukan n Daring Peserta Didik Waktu
Based Learning •Google 5menit
• Peserta didik
pembukaan dengan salam Classroom menjawab salam guru
• Peserta didik
pembuka •Google berdoa
• Peserta didik
• Guru meminta meet / zoom menyimak tujuan
pembelajaran yang
ketua kelas memimpin doa disampaikan guru
• Peserta didik
untuk memulai menyimak lingkup dan
tehnik penilaian yang
pembelajaran disampaikan guru.
• Peserta didik
• Guru memeriksa menyimak apersepsi yang
disampaikan guru
kehadiran peserta didik

sebagai sikap disiplin

• Guru menyampaikan

tujuan pembelajaran yang

akan di capai

• Guru menyampaikan

lingkup dan tehnik

penilaian. (penilaian sikap,

pengetahuan, dan

ketrampilan

• Guru melakukan

apersepsi dengan

menanyakan meteri

pertemuan minggu lalu

Inti Orientasi • Guru menayangkan •Pertemuan • Siswa mengamati 35

peserta didik materi table set up melalui di Google video dan materi tentang menit

pada masalah media power point dan meet / zoom table set up yang

stimulus video youtube ditayangkan

• Guru • Siswa mencermati

menyampaikan permasalahan dari

permasalahan kontekstual tayangan gambar

melalui tayangan gambar

Mengorganisas • Guru • Peserta didik

ikan peserta mengkondisikan peserta membentuk kelompok

didik untuk didik yang sudah terbentuk • Peserta didik

siap belajar dalam kelompok. menyampaikan bahwa

• Guru memastikan sudah jelas untuk pengisian

setiap peserta didik pada Link LKPD yang sudah

kelompok masing-masing dijelaskan oleh guru

sudah memahami tugas

yang terdapat pada Link

LKPD pada yang sudah

dibagikan

Membimbing • Guru meminta Peserta didik melakukan

penyelidikan peserta didik untuk tanya jawab dengan guru

individu mengumpulkan data dari maupun teman terkait

maupun permasalahan yang dibahas permasalahan yang

kelompok dibahas

Mengembangk • Guru mulai • Peserta didik dari
perwakilan kelompok
an dan mengarahkan peserta didik mempersiapkan hasil
diskusi
menyajikan untuk mempersiapkan

hasil karya presentasi dari perwakilan

kelompok secara bergantian

dari data yang sudah

dibuat, serta memberikan

kesempatan kepada peserta

kelompok yang lain untuk

menanggapi

Menganalisis • Guru mulai • Peserta didik dari
dan mengamati dan perwakilan kelompok mulai
mengevaluasi membimbing presentasi mempresentasikan hasil
proses masing-masing perwakilan diskusi,memberikan
pemecahan kelompok sesuai nomor tanggapan hasil presentasi.
masalah urut kelompok ,serta • Salah satu peserta
memberikan kesempatan didik menyampaikan
bagi setiap peserta lain kesimpulan materi
yang ingin memberikan • Peserta didik
tanggapan dari presentasi menyimak penguatan yang
• Guru meminta salah disampaikan oleh guru
satu peserta didik untuk dengan tekun
menyampaikan kesimpulan
/refleksi dari materi yang
sudah dibahas
• Guru memberikan
penguatan dari presentasi
yang sudah disampaikan
oleh perwakilan kelompok

Penutup • Guru memberikan •Pertemuan • Peserta didik 5
Evaluasi yang disajikan di Google menjawab menit
dalam link google formulir, meet / zoom soal evaluasi yang disajikan
melalui link tersebut dalam link google formulir
peserta didik dapat yang sudah dibagikan
mengakses soal evaluasi di • Peserta didik
google formulir dengan menyimak informasi yang
mudah disampaikan oleh guru
• Guru dengan baik.
menginformasikan kepada • peserta didik
peserta didik tentang melakukan doa bersama
materi yang akan dipelajari sebelum pembelajaran
pada pertemuan ditutup
selanjutnya yaitu “
Menyusun table set up”
• Guru memberikan
penghargaan dalam bentuk
poin nilai yang sudah ada di
google formulir.

I. PenilaianPembelajaran
a. Teknik penilaian

No. Aspek yang dinilai Teknik penilaian Waktu penilaian

1. Pengetahuan Tertulis Saat pembelajaran

2. Keterampilan Penugasan Saat pembelajaran /

setelah pembelajaran

3. Sikap Penilaian diri / Saat pembelajaran /

Observasi setelah pembelajaran

b. Instrumen penilaian Pertanyaan Skor
1) PenilaianPengetahuan
No. Indikator
1.
2.
3.
4.
5.
Jumlah Skor

NilaiAkhir= JumlahSkor Rentang
5 Skor
1 - 20
2) Penilaian Keterampilan 1 - 50
No. Aspek 1 - 20
1 - 10
1. Persiapan 100
2. Proses
3. Hasil
4. Waktu

Nilai Akhir (NA)

 Lembar penilaian keterampilan

Aspek Rentang

No. Nama Siswa Persiapan Proses Hasil Waktu Skor

Nilai Keterampilan = total skor.

Nilai akhir=Nilai Pengetahuan + Nilai keterampilan.
3) PenilaianSikap

No. Nama Siswa Aspek Pengamatan TP KD SR SL

Berdoa sebelum

belajar

Bersemangat mengikuti

pembelajaran

1. Mengerjakan sendiri

ulangan harian /tugas

Terlibat aktif dalam

menyelesaikan tugas

kelompok

Keterangan :

1 = TP : Tidak pernah

2 = KD : Kadang – kadang

3 = SR : Sering

4= SL :Selalu

Jember, Oktober 2020

Mengetahui Guru Mata pelajaran,
Kepala SMKN 3Jember,

AGUS BUDIARTO,S.P.,M.Pd LIA EKA WULANDARI, SST.Par
NIP.19611003 198403 1 003 NIP. –
LAMPIRAN : Lembar Observasi

LEMBAR OBSERVASI KEAKTIFAN PESERTA DIDIK DALAM DISKUSI KELOMPOK

Siklus Ke : Materi :

Hari/Tanggal : Sub Materi:

No. Keaktifan Peserta Didik Dalam Diskusi Kelompok Nilai Keterangan

1 Peserta didik memperhatikan wa, google classroom dan
google meet dan penjelasan yang diberikan guru

2 Peserta didik mengikuti perintah guru saat pembagian
kelompok dengan teratur

3 Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru maupun
teman terkait permasalahan yang dibahas

4 Peserta didik dapat memecahkan masalah dalam diskusi
kelompok

5 Peserta didik dari perwakilan kelompok mempersiapkan hasil
diskusi

6 Peserta didik memperhatikan pendapat orang lain.

7 Peserta didik menanggapi pendapat orang lain

8 Peserta didik menulis hasil diskusi kelompok

9 Peserta didik menjelaskan hasil diskuisi kelompok kepada
anggota lain

10 Peserta didik membuat kesimpulan dengan membuat
rangkuman hasil pembelajaran hari ini

Jumlah Nilai

Rata-Rata Nilai

Presentase

Nilai Keterangan

5 28 – 29 anak Sangat Aktif

4 23 – 27 anak Aktif

3 19 – 22 anak Cukup Aktif

2 14 – 18 anak Kurang Aktif

1 1 – 13 anak Tidak Aktif

.........................., .......................... 2020
Pengamat

........................................


Click to View FlipBook Version