The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

bahan tayang harmonis Latsar

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hamdaniandi, 2022-10-03 22:41:07

Harmonis

bahan tayang harmonis Latsar

Keywords: bahan tayang

51

Pentingnya Membangun Rasa Nasionalisme
dan Persatuan Kebangsaan

• Kepulauan nusantara pernah berdiri kerajaan besar
seperti Sriwijaya dan Majapahit.

• Negara menjajah Indonesia: Portugis dan Inggris yang
meliputi antara lain wilayah Malaka, Demak, Maluku,
Mataram, dan Sunda Kelapa. VOC/Belanda
menguasai hampir seluruh wilayah Indonesia saat ini
hingga abadke-20.

• Masa perang dunia II Indonesia jatuh ke Jepang yang

menguasai wilayah Asia. 8 52

Indonesia Gagal Melawan
Belanda Hingga Abad 20

1. Perlawanan dilakukan secara sporadis

2. Perlawanan dipimpin oleh pimpinan
kharismatik shg tidak ada yg melanjutkan

3. Sebelum masa kebangkitan nasional

tahun 1908 perlawanan hanya

menggunakan kekuatan senjata

4. Para pejuang di adu domba oleh penjajah

(devide et impera/politik memecah belah

bangsa Indonesia). 8 53

54

• Kelahiran Budi Oetomo Tahun 1908

dianggap sebagai dimulainya

Kebangkitan Nasional karena

menggunakan strategi perjuangan yang

baru dan berbeda dengan perjuangan

sebelumnya.

• Bangsa Indonesia bersatu memuncak
pada saat kongres Pemuda dengan
merumuskan Sumpah Pemuda
28 Oktober 1928.

9

• Dimana istilah satu Indonesia dan untuk
pertama kalinya Lagu Indonesia Raya
dikumandangkan.

55

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika pertama
kali diungkapkan oleh Mpu Tantular dalam
kitabnya, kakawin Sutasoma. Dalam bahasa
Jawa Kuno kakawin artinya syair. Kakawin
Sutasoma ditulis pada tahun 1851 dengan
menggunakan aksara Bali, namun
berbahasa Jawa Kuno. Kutipan frasa
'Bhinneka Tunggal Ika' terdapat pada pupuh
139 bait 5. Berikut bunyi petikan pupuh
tersebut.

Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa Bhinneki
rakwa ring apan kena parwanosen, Mangkang
Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinneka
tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Kalimat di atas artinya "Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang
berbeda. Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal.
Terpecahbelahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam
56 kebenaran.

Diskusi Kelompok

Kelompok I
1. Jelaskan Undang undang tentang Bendera
2. Jelaskan keanekragaman bangsa Indonesia

Kelompok II
1. Jelaskan Undang undang tentang Bahasa
2. Jelaskan dampak baik dan buruk keanekaragaman bgs Indonesia

Kelompok III
1. Jelaskan Undang undang tentang Lambang
2. Jelaskan manfaat keanekaragaman Bangsa Indonesia

Kelompok IV
1. Jelaskan Undang undang tentang Lagu
2. Apa potensi disharmonis Bgs Indonesia

• Pertama kali menyebut frasa Bhinneka Tunggal Ika
adalah Moh Yamin di sela-sela sidang BPUPKI.
Kemudian I Gusti Bagus Sugriwa, tokoh yang
berasal dari Bali, menyahut dengan ucapan "tan
hana dharma mangrwa".

• UU No. 24 Tahun 2009 ttg Bendera, Bahasa, dan
Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan

• Nampak jelas bahwa para pendiri bangsa sangat
peduli dan penuh 01 kesadaran bahwa bangsa
Indonesia merupakan perkumpulan bangsa yang
berbeda dan hanya rasa persatuan, toleransi, dan
rasa saling menghargai yang dapat membuat
tegaknya NKRI.

58

01

59

60

Menurut John Hutchison (2005:10-11) dalam aliran
modernis, ada lima aspek utama dalam formasi
kebangsaan ;
a. Unit politik sekuler, muncul dari gagasan kedaulatan

rakyat dan mencari wujudnya dalam bentuk Negara
yang independen dan dipersatukan oleh hak hak
kewarganegaraan universal

b. Teritori yang terkonsolidasikan, dengan skala baru
organisasai yang diusung oelh Negara birokratis,
ekonomi pasar, jaringan komunikasi yang lebih
intensif.

61

c. Secara etnis lebih homogen dibanding dengan masyarakat polietnis
sebelumnya, berkat kebajikan polisi Negara, bahasa resmi Negara,
pengajaran etos patriotic dan peminggiran minoritas

d. Unit budaya tertinggi berlandaskan pada standarisasi budaya baca tulis
dan kapitalisme percetakan, dimana genre baru surat kabar, novel,
menyediakan dasar yang diperlukan bagi keterasingan masyarakat
industrial

e. Munculnya kelas menengah baru yang mudah berpindah (mobile) dan

mendominasi kehidupan nasional. Para ahli perspektif modernis menolak

keterkaitan antara komunias etno-religious dan tradisi masa lalu, karena

dianggap sebagai periode pra politik. Perspektif modernis sangat

menekankan semangat kebaruan (novelty) dari bangsa, serta

munculnya sebagai hasil bentuk organisasi modern.

62

Bangsa Pengertian Bangsa

Ernest Renan. (1823-1892)
“ Bangsa sebagai jiwa yang mengandung kehendak bersatu” (Le Desir
D’etre Ensemble).

Otto Bauer, (1881-1938)
“Satu persatuan perangai yg timbul karena persatuan nasib” (Eine
Charakter Gemeinschaft).

Bung Karno,
“ Himpunan masyarakat yang bersama –sama tinggal didalam
satu wilayah yang merupakan satu kesatuan Geopolitik”).

Bung Hatta,
“ Himpunan masyarakat yang memiliki kebersamaan sejarah”.

63

Nasionalisme Menurut para Ahli

Nasionalisme adalah sekelompok individu yang Nasionalisme adalah hasil dari faktor-faktor politis,
ekonomi, sosial dan intelektual pada suatu taraf
ingin bersatu dengan individu-individu lain
Louis Snydertertentu dalam sejarah. Sebagai contoh adalah
dengan dorongan kemauan dan kebutuhan
timbulnya nasionalisne di Jepang.
psikis. SJeboasgaei pcohntoEhrandaelashtbRanegnsaaSwniss yang
(Louis Snyer)
terdiri dari berbagai bangsa dan budaya dapat

menjadi satu bangsa dan

(Joseph Ernest Renan )

Mengatakan bahwa nasionalisme adalah Nasionalisme adalah kesetiaan tertinggi

kesatuan perasaan dan perangai yang timbul ybaannggsdaiberikanHinadnivsiduKkoehpanda negara dan

karena persamaOantntaosibB, caonutoehnrya Hans Kohn)

nasionalisme negaranegara Asia
(Otto Bauer )

Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel
64

FASE PERTUMBUHAN NASIONALISME
DI INDONESIA

Bernegara

17-08-1945

Berbangsa

28-10-1928

Bermasyarakat

Sebelum 28-10-1928

65 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEBANGSAAN YG BERSUMBER DARI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

FASE PERTUMBUHAN NASIONALISME
DI INDONESIA

PRIODE NUSANTARA PERIODE PJAJAH BELANDA 28-10-28, M.NEGARA
MASUK AGAMA HINDU, P’JUANG PLAWANAN LOKAL, SUMPAH PEMUDA, PROKLAMASI
S.WIJAYA , BUDHA, PRANG BANTEN, S.AGUNG, KEMERDEKAAN,
M.PAHIT, PDAGANG ISLAM DIPONEGORO, MAKASAR, PADRI, -BERTUMPAH DARAH YG 1 TANAH PERIODE NKRI.
(ABAD 2- 15) TERNATE, DLL INDONESIA, SEMANGAT KE-
-BERBANGSA YG 1 BANGSA INDONESIA BANGSAAN
KATHOLIK, PDAGANG PORTU KEBANGKITAN NAS -MENJUNJUNG BHS PERSATUAN BHS
1506–1552, LAWAN PORTU ACEH, INDONESIA
TERNATE. 1596-1602 KRIST BUDI UTOMO
PROTESTAN PERIODE VOC RASA KBANGSA PAHAM K BANGSA, M’BANGSA
SI (11), MUH (12)
PERIODE JEPANG
NU (26)

(ABAD 2- 15) 1799 1908 1928 MARET 1942 17-08-45

66 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEBANGSAAN YG BERSUMBER DARI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

67

Bagi saya .....

Nasionalisme adalah .....

KETIKA SAYA BERMIMPI.....
KETIKA SAYA BELAJAR.....
KETIKA SAYA BERAKSI.....
KETIKA SAYA PERCAYA.....
KETIKA SAYA BUKTIKAN.....

KETIKA SAYA CINTA.....

UNTUK INDONESIA

Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel
68

Masih Adakah Nasionalisme di Negeri Ini ?

Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel
69

Don’t dalam Nasionalisme • Sikap yang hanya
mengunggulkan bangsa
• Sikap menganggap sendiri dan menganggap
suku bangsa rendah bangsa lain
sendiri yang baik
baik

Sukuisme Chauvinisme

Esktrimisme Provinsialisme

• Sikap keras Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel • Sikap yang selalu
mempertahankan berkutat dengan
pendirian dengan kepentingan
beragam cara, walaupun provinsi/daerat tanpa
melanggar ketentuan mempedulikan
dasar negara kepentingan bangsa
yang lebih besar
70

7

71

72

DAMPAK KONFLIK

01 Suasana Bekerja dan
Lingkungan Tidak Nyaman

02 Pekerjaan terbengkalai

03 Kinerja Buruk
04 Layanan Kepada Masyarakat Tidak

optimal

73

• Dalam konteks kebangsaan, perspektif
etnosimbolis lebih mendekati kenyataan di
Indonesia.

• Sejarah telah menunjukkan bahwa para pendiri
bangsa yang tergabung dalam BPUPKI, berupaya
mencari titik temu diantara berbagai kutub yang
saling berseberangan.

14 • Persatuan menghadirkan loyalitas baru dan
kebaruan dalam bayangan komunitas politik, kode
kode solidaritas, dan institusi sosial politik.

74

• Negara persatuan dengan segala simbolnya- untuk
mengatasi faham golongan dan perseorangan,
konstitusi dan perundang undangan, ideology
pancasila, kesamaan warga di depan hukum, dan
bahasa persatuan.

• Perbedaan dimungkinkan dengan menghormati masa
lalu, ke14berlanjutan etnisitas, warisan kerajaan, kearifan
lokal tradisional, budaya dan bahasa daerah,
penghormatan terhadap hak hak adat, golongan
minoritas, serta kebebasan untuk memeluk dan
mengembangan agama dan keyakinan masing masing.

75

Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel 76

Pancasila 1 Juni 45 Kronologi
1. Kebangsaan Indonesia Rumusan Pancasila
2. Internasionalisme/
Pancasila 22 Juni 45
Perikemanusiaan 1. Ketuhanan dengan Kewajiban
3. Mufakat / Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial menjalankan Syariat Islam bagi
5. Ketuhanan
Pemeluk-Pemeluknya (5)
Pancasila 18 Agustus 45
1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan yang Adil dan
2. Kemanusiaan yang Adil dan
Beradab (2)
Beradab 3. Persatuan Indonesia (1)
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh
Hikmat Kebijaksanaan dalam
Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan Perwakilan Permusyawaratan Perwakilan (3)
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh
Rakyat Indonesia 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh

77 Rakyat Indonesia (4)

Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel

Pancasila dapat dikatakan sebagai dasar negara,
pandangan hidup, ideologi negara, ligatur
(pemersatu) dalam perikehidupan kebangsaan dan
kenegaraan, dan sumber dari segala sumber hukum.

78 Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel

PANCASILA

Secara garis besar Pancasila
mempunyai 4 (empat) kedudukan dan
fungsi yaitu :
1. Dasar negara republik Indonesia
2. Ideologi nasional
3.Pandangan hidup bangsa Indonesia
4. Pemersatu bangsa.

79 Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel

PANCASILA

a. Pancasila sebagai dasar NKRI

Pancasila sebagai dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia bermakna :
Pancasila menjadi penyaring bangsa
Indonesia dari paham-paham yang
bertentangan dengan nilai dasarnya.

80 Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel

Pancasila sebagai DASAR UUD NRI 1945
Negara Kesatuan Republik TAP MPR
Indonesia UU/PERPU

Menempatkan Pancasila sebagai PERATURAN PEMERINTAH
sumber dari segala sumber PERATURAN PRESIDEN
hukum di Indonesia PERDA PROVINSI
PERDA KAB./KOTA

81 Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel

b. Pancasila sebagai Ideologi Negara

Pancasila sebagai ideologi
negara bermakna :
Pancasila merupakan hasil
kristalisasi dari
✓nilai budaya,
✓adat-istiadat, serta
✓agama dan keyakinan
yang dimiliki bangsa
Indonesia.

82 Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel

c. Pancasila sebagai Pandangan

Hidup Bangsa Indonesia

Pancasila sebagai pandangan hidup

bangsa Indonesia bermakna :

Pancasila merupakan jiwa dan

kepribadian bangsa yang menjadi

petunjuk arah kinerja dan aktivitas

warga negara dalam segala bidang

kehidupan, sehingga bangsa

Indonesia akan tetap tegak berdiri

dalam menghadapi berbagai

hambatan dan tantangan perubahan

zaman. Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel 83

d. Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa

Pancasila sebagai pemersatu
bangsa bermakna :
Pancasila dalam pengertian ini
dipandang sebagai hasil
konsensus/kesepakatan yang
telah mempersatukan ragam
pandangan mengenai cita-cita
dan tujuan bernegara

84 Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel

85 Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel

Potensi dan Tantangan dalam Keragaman
(lanjutan)

Wujud tantangan kebhinekaan berupa keuntungan dan
manfaat yang antara lain berupa:
1. Dapat mempererat tali persaudaraan

2. Menjadi aset wisata yang dapat menghasilkan
pendapatan negara

3. Memperkaya kebudayaan nasional sebagai identitas
negara indonesia di mata seluruh negara di dunia

4. Memperkaya kebudayaan nasional sebagai identitas
negara indonesia di mata seluruh negara di dunia

41 5. Sebagai pengetahuan bagi seluruh warga di dunia

6. Sebagai media hiburan yang mendidik

7. Timbul rasa nasionalisme warga negara Indonesia

8. Indonesia terkenal dimata dunia

86

Konflik Konflik Paska Pilkada
Antar Etnis
Konflik
Separatisme Antar Agama

Primordialisme

Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel
87

Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel
88

1. Tidak adanya persamaan pandangan antar kelompok,
seperti perbedaan tujuan, cara melakukan sesuatu,
dsb.

2. Norma sosial tdk berfungsi baik sbg alat mencapai
tujuan.

3. Adanya pertentangan norma dalam masyarakat
sehingga menimbulkan kebingungan bagi
masyarakat.

4. Pemberlakuan sanksi pelanggar atas norma yg tidak
tegas.

5. Tindakan anggota m15 asy. tidak sesuai norma yang
berlaku.

6. Terjadi proses disosiatif, yaitu proses yang mengarah
pada persaingan tidak sehat, tindakan kontroversial,
dan pertentangan (disharmonis).

89

7. Menguatnya etnosentrisme dalam masyarakat
yaitu berupa perasaan kelompok dimana
kelompok merasa dirinya paling baik, paling
benar, dan paling hebat sehingga mengukur
kelompok lain dengan norma kelompoknya
sendiri. Sikap etnosentrisme tidak hanya dalam
kolompok suku, namun juga kelompok lain
seperti kelompok pelajar, partai politik,
pendukung tim sepakbola dan sebagainya.

8. Stereotip terhadap suatu kelompok,yaitu

15 anggapan yang dimiliki terhadap suatu
kelompok yang bersifat tidak baik. Seperti

anggapan suatu kelompok identik dengan

kekerasan, sifat suatu suku yang kasar, dan

sebagainya

90

1. Disharmonis antar suku yaitu pertentangan antara suku. 91
Perbedaan suku seringkali juga memiliki perbedaan
adat istiadat, budaya, sistem kekerabatan, norma sosial
dalam masyarakat. Pemahaman yang keliru terhadap
perbedaan ini dapat menimbulkan disharmonis dalam
masyarakat.

2. Disharmonis antar agama yaitu pertentangan memiliki
keyakinan atau agama berbeda.

3. Disharmonis antar ras yaitu pertentangan disebabkan
sikap rasialis yaitu me16mperlakukan orang berbeda-beda
berdasarkan ras.

4. Disharmonis antar golongan yaitu pertentangan antar
golongan dalam masyarakat dapat dibedakan atas
dasar pekerjaan, partai politik, asal daerah, dsb.

• Berdasarkan pengetahuan mengenai

kenekaragaman bangsa dan budaya, sejarah

pergerakan bangsa dan negara, konsep dan

teori nasionalisme berbangsa, serta potensi dan

tantangannya maka sebagai ASN harus

memiliki sikap dalam menjalankan peran dan

fungsi pelayanan masyarakat.
17 • Keberadaan Bangsa Indonesia terjadi karena

memiliki satu nyawa, satu asal akal, satu

kesatuan Riwayat yang membangkitkan

persatuan karakter dan kehendak untuk hidup

bersama dalam suatu wilayah geopolitik nyata.

92

• Keberadaan bangsa Indonesia didukung semangat
Gotong Royong yang melindungi segenap bangsa
dan tumpah darah Indonesia.

• Dua tujuan nasionalisme yg disasar dari semangat
gotong royong, yaitu :
1. Kedalam, kemajemukan dan keanekaragaman
budaya, suku, etnis, agama yang mewarnai
kebangsaan Indonesia, tidak boleh dipandang
sebagai hal negative dan menjadi ancaman.
2. Keluar, nasionalisme Indonesia adalah
nasionalisme yang memuliakan kemanusiaan
universal dengan menjunjung tinggi

18 persaudaraan, perdamaian, dan keadilan antar
umat manusia.

• Penanganan masalah akibat keberagaman budaya
membutuhkan pendekatan yang bijak karena
masalah keberagaman berhubungan isu-isu sensitif,

93 seperti suku, agama, ras, dan antar golongan (sara).

• Menangani masalah yang ditimbulkan 94
keberagaman budaya diperlukan langkah
berkesinambungan.

1. memperbaiki kebijakan pemerintah di bidang
pemerataan hasil pembangunan di segala
bidang.

2. penanaman sikap toleransi dan saling
menghormati adanya perbedaan budaya
melalui pendidikan pluralitas dan multikultural
di dalam jenjang pendidikan formal.

• Sejak dini, warga negara termasuk ASN
menanamkan nilai-nila91i kebersamaan, saling
menghormati, toleransi, dan solidaritas sosial
sehingga mampu menghargai perbedaan secara
tulus, komunikatif, dan terbuka tanpa adanya
rasa saling curiga.

Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel
95

Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel
96

97

Bila Kita Ikhlas

98 Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel

“Perjuanganku lebih
mudah karena

mengusir penjajah,
tapi perjuanganmu
akan lebih sulit karena
melawan bangsamu
sendiri.” (Soekarno).

Andi Dani, BPSDM Prov. Sulsel
99

• ASN sebagai pelayan publik, setiap ASN senantiasa
bersikap adil dan tidak diskriminasi memberikan
pelayanan kepada masyarakat.

• ASN bersikap profesional dan berintegritas

memberikan pelayanan. Tidak boleh mengejar

keuntungan pribadi atau instansinya, tetapi

pelayanan diberikan dengan maksud

memperdayakan masyarakat, menciptakan

kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

• Integritas ASN senantiasa bernilai kejujuran, keadilan,

tidak korupsi, transparan, akuntabel, dan
memuaskan publik. 19

• Tugas ASN sbg pelayanan kepada masyarakat,

dituntut dapat mengatasi permasalahan

keberagaman, bahkan menjadi unsur perekat

bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI. 100


Click to View FlipBook Version