BEST PRACTICE
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT
BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR PADA PEMBUATAN HERBARIUM
JAMUR DALAM MATERI KINGDOM FUNGI DI PESERTA
DIDIK KELAS X SMA PGRI JAYAPURA
PENDIDIKAN PROFESI GURU
DALAM JABATAN KATEGORI 2
2022
SMA PGRI JAYAPURA
PENULIS
JEMI JEKSON RONDO
TUJUAN YANG INGIN DICAPAI
Meningkatkan Hasil Belajar Biologi peserta didik pada materi kingdom Fungi
(jamur) melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
dalam pembuatan Herbarium (awetan) jamur di kelas X SMA PGRI Jayapura
SITUASI
Kondisi yang menjadi latar belakang masalah
Berdasarkan hasil observasi penulis di kelas X SMA PGRI Jayapura. Penulis menemukan bahwa :
1. Peserta didik mengalami kesulitan memahami konsep materi biologi dengan baik
2. Peserta didik kurang mengemukakan ide/gagsan dalam proses pembelajran
3. Hasil belajar peserta didik yang rendah
Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan
1. Agar bisa menjawab atau menyelesaikan masalah rendahnya hasil belajar peserta didik
2. Sebagai inpirasi bagi rekan guru yang mengalami masalah yang sama
Peran dan tanggung jawab dalam praktik ini
pendidik harus bisa merancang dan menerapkan pembelajaran inovatif dan kreatif untuk
dapat meningkatkan motivasi, minat dan hasil belajar peserta didik melalui perangkat
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan karakteristik materi
pelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran yang efektif
TANTANGAN
Tantangan yang dihadapi
a. Tantangan dari peserta didik
1. Kurangnya minat peserta didik terhadap mata pelajaran biologi
2. Peserta didik kurang memahami materi atau konsep biologi
3. Peserta didik cenderung bosan dalam proses pembelajaran dalam waktu yang lama
4. Peserta didik belum terbiasa dengan pembelajaran berbasis PjBL atau pembelajaran inovatif
b. Tantangan dari guru
1. Guru sebagai pendidik kurang mengenal karakteristik peserta didik
2. Guru kurang memfasilitasi interaksi timbal balik antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajran
3. Guru belum terbiasa menerapkan model PjBL
4. Guru belum terampil merapkan TPACK dalam proses pembelajaran
5. Guru belum menerapkan Pembelajaran bersifat HOTS sehingga peserta didik tidak terlatih untuk berpikir kritis dan kreatif
Yang terlibat dalam praktik ini
1. Kepala sekolah
2. Rekan guru
3. Peserta didik
4. Dosen pembimbing
5. Guru pamong
AKSI
Langkah-Langkah yang dilakukan dalam menghadapi tantangan
1. Guru menidenfifikasi, menganalisis dan menentukan poin masalah yang menjadi latar
belakang dan tantangan pembuatan praktik
2. Guru melakukan konsultasi dengan kepala sekolah tentang latar belakang masalah dan
tantangan pembuatan praktik
3. Guru melakukan diskusi dengan rekan sejawat dalam menentukan strategi dalam proses dan
menghadapi tantangan
4. Guru mempersiapkan dan menyediakan perangkat pembelajaran inovatif yang berbasis HOTS
5. Guru mempersiapkan dan menyediakan media dan sarana yang dibutuhkan dalam proses
pembelajaran yang terintegrasi TPACK
6. Guru memberikan memberikan motivasi kepada peserta didik dalam mengikuti pembelajaran
7. Melakukan aksi atau kegiatan praktik dengan menerapkan model Pembelajaran PjBL
Strategi yang digunakan
Menerapkan pembeljaran dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning
(PjBL) yang mana dalam tahapan model ini melibatkan peserta didik dapat berperan secara aktif
dan saling kolaborasi dengan anggota kelompok untuk bekerja sama menyelesaikan masalah
dalam tugas/proyek pembelajaran yaitu pembuatan produk atau kerya.
Sintak Project Based Learning
Pertanyaan dasar Mendesain perencanaan Menyusun jadwal
proyek
Mengevaluasi pengalaman Menguji hasil Monitoring keaktifan
dan kemajuan proyek
Yang terlibat dalam praktik Sumber daya/materi yang dibutuhkan
1. Kepala sekolah 1. Sumber daya manusia
2. Rekan guru 2. Sumber daya alam
3. Peserta didik 3. Sarana pendukung
4. Dosen pembimbing
5. Guru pamong
REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK
Hasil yang diperoleh
Berdasrakan hasil praktik yang telak dilakukan dapat ditemukan bahwa penerapan model
pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam kegiatan pembuatan Awetan/Herbarium jamur pada
peserta didik kelas X SMA PGRI Jayapura terlihat bahwa tahapan atau sintak PjBL membuat peserta
didik dapat berperan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran dan menyelesaikan proyek yang
diberikan, proses tersebut menunjukkan hasil yang efektif, terlihat dari antusias dan keaktifan peserta
didik dalam proses diskusi dan kerja kelompok yang mana setiap kelompok secara kompak bekerja
sama atau berkolaborasi secara aktif dan kreatif untuk memberikan ide dan gagasan untuk
dikembangkan dan dapat menyelesaikan dan mempresentasikan produk tepat pada waktunya
Respon terkait strategi yang diperlukan
Berdasarkan hasil evaluasi setelah praktik tersebut menunjukkan respon yang baik dan senang
dari peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran dengan model baru yang melibatkan
peserta didik secara langsung. Begitupun rekan sejawat dan kepala sekolah menyimpulkan
bahwa penerapan model PjBL dapat meningkatkan hasil belajar karena peserta didik dapat
berperan aktif dan merangsang serta meningkatkan kemampuan berpikir kirtis
REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK
Hasil yang diperoleh
1. Guru menidenfifikasi, menganalisis dan menentukan poin masalah yang menjadi latar
belakang dan tantangan pembuatan praktik
2. Guru melakukan konsultasi dengan kepala sekolah tentang latar belakang masalah dan
tantangan pembuatan praktik
3. Guru melakukan diskusi dengan rekan sejawat dalam menentukan strategi dalam proses dan
menghadapi tantangan
4. Guru mempersiapkan dan menyediakan perangkat pembelajaran inovatif yang berbasis HOTS
5. Guru mempersiapkan dan menyediakan media dan sarana yang dibutuhkan dalam proses
pembelajaran yang terintegrasi TPACK
6. Guru memberikan memberikan motivasi kepada peserta didik dalam mengikuti pembelajaran
7. Melakukan aksi atau kegiatan praktik dengan menerapkan model Pembelajaran PjBL
Strategi yang digunakan
Menerapkan pembeljaran dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning
(PjBL) yang mana dalam tahapan model ini melibatkan peserta didik dapat berperan secara aktif
dan saling kolaborasi dengan anggota kelompok untuk bekerja sama menyelesaikan masalah
dalam tugas/proyek pembelajaran yaitu pembuatan produk atau kerya.
Faktor keberhasilan
Keberhasilan dalam praktik ini tentu tidak luput dari faktor persiapan yang matang dimana guru
secara baik menyiapkan perangkat pembelajaran dan pemilihan model pembelajaran yang sesuai
dengan karakteristik peserta didik. Hal ini juga tidak terlepas dari dukungan semua pihak yang
terlibat dalam pembuatan praktik tersebut
DPeamribekleasjaerluanrudhaarni kpesreolsuersanppraroksteiks pembelajaran tesrsebut menunjukkan bahwa untuk mencapai
suatu proses pembelajaran yang sukses yang sesuai dengan tujuan pembelajaran perlu
menyiapkan perangkat yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, serta
guru perlu mengembangkan kemampuan diri agar dapat/mampu menerapkan inovasi-inovasi
dalam pembelajaran.
Kesimpulan
Dari proses praktik pembelajaran dan hasil yang telah didapat penulis menyimpulkan bahwa
peneranpan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam kegiatan pembuatan
Awetan/Herbarium Jamur pada peserta didik kelas X SMA PGRI Jayapura efektif dapat
meningktkan hasil belajar peserta didik
TERIMA KASIH