The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Merasul Edisi 32
September - Oktober 2019
Gereja Santo Thomas Rasul

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by erdinal, 2020-04-14 11:06:16

MeRasul Edisi 32

Majalah Merasul Edisi 32
September - Oktober 2019
Gereja Santo Thomas Rasul

Keywords: merasul,sathora,kaj

Edisi 32
Sept - Okt 2019

Transformasi Pewartaan

Baju Batik di Anjungan Wartawan Workshop Lektor KAJ 2019 Bisnis Online
Bersama Sahabat Halosis



DAFTAR ISI

4 In Memoriam 33 47Liputan 60 61Santo-Santa
62 Sosok Umat
5 Dari Redaksi 33 HUT ke-20 PDS St. Fransiskus Assisi
6 9Sajian Utama Misa Pembukaan Rosario

10 16Kardinal 34 Hikmat Allah dalam Mengisi
Kemerdekaan

36 Resital Tembang Puitik “Puji Syukur”
37 Tidak Membenarkan Perceraian
38 Kenikmatan Berhikmat
39 Rekoleksi Komunitas Meditasi Sadhana

Sathora
40 “... Ini Aku, Utuslah Aku”
41 Sadarilah Bahwa...
42 Konser Paduan Suara Lintas Generasi
43 Roh di Alam Antara
44 Hak Istimewa Melayani
45 Rekreasi Senior Matius ke Gunung

Geulis
46 Berproses Menjadi Lebih Baik

Liputan Mancanegara:
47 Kedai Kopi untuk Anak Berkebutuhan

Khusus

17 Cahaya Iman 29 32Lensathora

18 Karir

19 Klinik Keluarga

20 21Ukir Prestasi

22 26 48 50KAJ & Dekenat
Wirausaha

51 53Q & A

54 55Refleksi

27 56 57Geliat Komunitas
Cerpen

28 Khazanah Gereja 58 Info 59 Foto : Chris Maringka

- 3 --M3ER- AMSEURLAESDUISLIE3D2I#SIS3e1p#teMmebie-rJ-uOnki t2o0b1e9r 2019

In Memoriam
Hendra Sidharta

Foto Itu Jadi
Berbeda

“SORRY, apa betul Pak Hendra

sudah pass away (meninggal
dunia)? Kami mendapat WA dari

group sebelah. Takutnya salah

karena beberapa hari yang lalu
kPSaiedmnThniaaymrktSealuansbmjeialanor,gudMusaakalnnatyhmtaee,luWaksho,hnfabodtetsirosAagipnnrpygaakfgeamrrtoaMkusepeihrRMucameusRuakulah,psBmubale,apmRiakba,de”briuistpapuenargrygnaai,y. a6BteNalaounvm,e“maPdbaaekrb2He0rei1tna9d.rraencana

sbeellauSnminjutbatneaynlaai.ar”.s”XSuayLai nJgianymae, nEjrawwianba,”mTeumnbgegnuasrekbaennptaerrnlaygaitaaahn...Msaemthoeguas, ksaubaamrinityua.

Sinta jadi terdiam. tepatnya pada 3 Juli, Sinta mengunjungi rumah Ketua
Empat bulan sebelumnya,
temu wicara sebagai tokoh profil dalam
Lansia Paroki Bojong Indah itu untuk wawancara berlangsung, opa ini menjawab
MeRasul edisi 31 lalu. Selama proses

sseutsiIaaahpnmpyeeanrtmcaenernyitajaaakdnaindKepenetgurajaanLlawannaasjnaiahhPicdaeurrpaonhkyi.aB; odjoanrigmInadsaaha.nIatukl-aahnaakmhainnaghgatesreankahnirgyang

sedang diembannya. melalui WA, mendiskusikan
Sampai sekarang, Sinta masih menyimpan percakapan terbersit bayangan dalam
itu menjadi dokumentasi
tulisan sebelum diserahkan kepada editor. Tak sedikitpun
benak Sinta, bahwa foto yang diambilnya sebelum pulang
dmeenmRSgeaaplsnuaanmnnyiyaalaatiijbbayaelaagnnniytga,ukBbpeacurpelbraaeiktdbaHaad,geaeinnmsderptkaiaeatSnpbiadounhrlgaaaanrnntgakie!symtaiBmnuegderiwbmaaaneh.nmaggaeisnaianlalgnh-ymmaa.esMnidneigraetmkeani trpauanmsgtaiAhlAmlalarhhum.
Bapa di surga nan penuh kedamaian. Xu Li Jia

- 4 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

DARI REDAKSI

Cukupkah Berbuat Baik?

Moderator DI Austria dan
RD Yosef Purboyo Diaz
Eropa Barat,
Pendamping
Arito Maslim banyak orang

Ketua Seksi Komunikasi Sosial Atheis (tidak
Susi Liwanuru
mengakui adanya
Pemimpin Umum & Pemimpin
Redaksi Tuhan), akan
Albertus Joko Tri Pranoto
tetapi moralnya
Redaktur
Anastasia Prihatini baik. Sangat baik
Astrid Septiana Pratama
Bill Toar malahan. Mereka
Ekatanaya A
Fatolly Panarto mempunyai
Jessica Wongsodiharjo
Lily Pratikno kesadaran
Monica
Nila Pinzie yang tinggi,
Penny Susilo
Samaria Purba bahwa mereka
Sinta Monika
Venda Tanoloe adalah manusia Hanya Engkaulah Tuhan Allahku..Dan Harapan Untuk Hidupku...-
Yohanes Adi yang harus [Foto : Budi Djunaedy]

Redaktur Tata Letak & Desain memperlakukan Pada zaman sekarang, masalah
Patricia Navratilova orang lain juga moral sangatlah genting karena
sebagai manusia seperti dirinya. banyak sekali terjadi human
Redaktur Foto Memanusiakan Manusia, istilahnya. trafficking (perdagangan manusia),
Chris Maringka pelecehan seksual, korupsi,
Erwina Atmaja Pada umumnya, manusia dan banyak lagi perbuatan yang
Matheus Haripoerwanto beranggapan bahwa yang terpenting melanggar nilai-nilai moral apalagi
Maximilliaan Guggitz adalah ia tidak mengganggu apalagi perintah Tuhan.
Aditrisna Satria menyusahkan orang lain.
Budi Djunaedy Dari video perbincangan di atas,
Hans Darmawan Apakah anggapan itu cukup? dapat ditarik kesimpulan bahwa
Reynaldo Prayogo Menurut Romo Bismoko agama sangatlah dibutuhkan
Marhamboro, Pr dari Yogyakarta oleh manusia. Firman Tuhan yang
Redaktur Media Digital (Keuskupan Agung Semarang), mendorong manusia agar beriman
Erdinal Hendradjaja sekuat-kuatnya manusia berbuat lebih baik lagi dapat dipelajari dari
Eggy Subenlytiono baik, tetap saja suatu ketika ia bisa Kitab Suci.
Albertus Joko Tri Pranoto terjatuh karena manusia mempunyai
keterbatasan. September telah ditetapkan
APP Sathora Agama memiliki cara pandang yang sebagai Bulan Kitab Suci Nasional
lebih luas dari ajaran moral karena (BKSN). Berkaitan dengan bulan
www.sathora.or.id di dalam agama ada Kuasa Allah istimewa tersebut, rekan kami, Venda
sehingga dapat lebih memampukan Tanoloe, khusus mewawancarai
Paroki St. Thomas Rasul Jakarta manusia untuk lebih baik lagi. Romo Josep untuk mengangkat tema
Ulasan di atas adalah sebagian tentang Kitab Suci.
Email : [email protected] dari obrolan menarik antara Romo
Bismoko dengan Romo Josep Mari kita baca sajian Venda
Susanto dari KAJ yang dapat tentang Kitab Suci yang telah banyak
kita saksikan di youtube berjudul diwartakan oleh Romo Josep.
Baik Saja Tidak Cukup, Manusia Semoga kita semua menjadi semakin
Butuh Agama (https://youtu.be/ menghayati moral dan iman kristiani
jVbhgln07Dk) . dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Xu Li Jia

Paroki Sathora Alamat
parokisathora GKP Paroki Santo Thomas Rasul
Ruang 213
Jln. Pakis Raya G5/20 Bojong Indah Cengkareng,
Jakarta Barat 11740
Telp. 021 581 0977, WA : 0811 826 692

Untuk kalangan sendiri

- 5 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

SAJIAN UTAMA [Foto : Aditrisna]

Transformasi Pewartaan

PERNAHKAH Anda berpikir tentang pewartaan yang dimulai
oleh Musa di padang gurun? Penulisan lima kitabnya, yakni
Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan yang
dikenal sebagai Pentateuch (Taurat Musa), adalah kisah
kasih Tuhan kepada bangsa-Nya yang terus-menerus
diwartakan dari satu generasi ke generasi berikut.

Ketika kita membaca atau mendengarkan pewartaan Kitab
Suci sepanjang sejarah, ternyata kita telah melalui aneka
macam media, secara lisan maupun tulisan. Ketika Sabda
Allah ditulis pun, manusia menggunakan macam-macam
media. Teknologi dan kemampuan manusia semakin
berkembang sehingga media pewartaan pun semakin
mudah dan murah.

Awal Tradisi
Awalnya, penulisan Firman Allah dalam bentuk tulisan

menggunakan media yang masih sangat primitif yang
lama-lama berkembang secara bertahap.
Dari media tanah liat, batu, kayu dan lilin,
tembikar, logam, papirus, dan sebagainya.
Lalu, akhirnya, manuskrip-manuskrip
tulisan kuno mulai menggunakan
kulit binatang yang disebut
perkamen.

Kisah kasih Allah kepada
umat-Nya dalam Kitab
Perjanjian Lama
diteruskan lintas generasi
dan zaman. Orang-
orang tertentu telah
dipilih Allah, mereka
mempertaruhkan
hidup dengan
menjaga, menyalin,
dan menyatukan
tulisan-tulisan suci
itu sehingga kita tetap
bisa membacanya
hingga kini.

Sebelum mesin cetak
ditemukan pada tahun
1450 dan diperbanyak,
semua Alkitab adalah
hasil salinan tulisan
tangan yang kita sebut
manuskrip. Alkitab
Katolik mempunyai 73
kitab, terdiri dari 46
kitab Perjanjian
Lama dan 27

- 6 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

kitab Perjanjian Baru. Segenap umat Epistula, yang
Kristen berhutang budi kepada para
kaum religius, imam, biarawan dan ditulis sekitar 65-
biarawati yang telah menyalin dan
memperbanyak, memelihara serta 95 Masehi, adalah
menyebarluaskan Alkitab selama
berabad-abad. surat-surat yang

Untuk menyalin satu Alkitab ditulis oleh Rasul
lengkap, diperlukan sekurang-
kurangnya sepuluh bulan tenaga Paulus dan rasul-
kerja dan sejumlah besar perkamen
yang mahal harganya untuk rasul lainnya,
memuat lebih dari 3.500 ayat di
dalam Alkitab. Alkitab Perjanjian merupakan bagian
Lama ditulis menggunakan bahasa
Ibrani dan Yunani (Kitab-Kitab terbesar di dalam
Deuterokanonika). Sementara Kitab
Perjanjian Baru menggunakan Perjanjian Baru.
bahasa Yunani, sebab itu merupakan
bahasa internasional, bahasa Sementara Kitab
percakapan yang paling umum
digunakan di wilayah Laut Tengah. Wahyu adalah

Pewartaan pengalaman Allah kitab terakhir di
dan manusia yang tercatat di dalam
Perjanjian Lama dilanjutkan oleh dalam Perjanjian
Yohanes Pembaptis yang berseru-
seru di padang gurun, menyiapkan Baru yang ditulis
jalan untuk kedatangan Yesus, Sang
Mesias. Masa ini merupakan awal oleh Rasul
pewartaan di dalam Kitab Perjanjian
Baru. Kitab Perjanjian Baru terdiri Yohanes dalam
dari empat Injil yang ditulis oleh
Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, pengasingan di
lalu Kisah Para Rasul, Epistula, dan
Kitab Wahyu. Adapun Injil memuat Pulau Patmos,
tentang kisah hidup, ajaran-ajaran,
sengsara, wafat, dan kebangkitan sesudah tahun 90 RD Josep bersama RD Aldo - [Foto : dok. pribadi]
Yesus Kristus. Masehi. Yohanes

Ketiga Injil yang ditulis oleh Matius, menggunakan
Markus, dan Lukas disebut Injil
Sinoptik, berasal dari bahasa Yunani; banyak bahasa simbolik Pewartaan Zaman Milenial
artinya satu sudut pandang. Sebab (perlambangan).
ketiga Injil itu mirip dalam struktur Karya penyelamatan dan
maupun isinya. Isi Injil Yohanes Tuhan Yesus sejauh yang kita pewartaan itu dilanjutkan hingga
juga tentang Yesus Kristus, namun ketahui tidak pernah menulis satu kini lewat para Imam, biarawan dan
berbeda struktur dan mencakup barispun dalam kitab Perjanjian biarawati, juga pewarta awam. Kabar
kisah dan perkataan-perkataan Yesus Baru. Ia juga tidak pernah gembira harus diwartakan secara
yang tidak ditemukan di dalam Injil memerintahkan para rasul untuk terus-menerus dengan berbagai
Sinoptik. menuliskan apa pun yang diajarkan- cara yang kreatif, sesuai dengan
Nya. Yesus hanya berpesan kepada kebutuhan zaman.
Kisah Para Rasul, catatan ini ditulis para murid-Nya:
oleh Lukas sekitar 70 -75 Masehi. Kini, memasuki pusaran zaman
Kitab ini menuliskan tentang iman “Karena itu pergilah, jadikanlah milenial yang membawa perubahan
dan pertumbuhan Gereja Perdana semua bangsa murid-Ku dan baru serba elektronik, para pewarta
yang dilanjutkan oleh para rasul baptislah mereka dalam nama Bapa pun berusaha menyesuaikan diri.
setelah Yesus wafat disalib. dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah Salah satunya adalah RD Josep
mereka melakukan segala sesuatu Susanto.
yang telah Kuperintahkan kepadamu.
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu Diawali dengan perjumpaan
senantiasa sampai kepada akhir Romo Josep dengan Romo Aldo (RD
zaman” (Matius 28:19-20). Reynaldo Antoni Haryanto) dalam
pertemuan romo–romo KAJ di Gereja
“Barangsiapa mendengarkan Theresia pada Februari 2019. Romo
kamu, ia mendengarkan Aku; dan Aldo bilang, “Bro, ngajar dong di
barangsiapa menolak kamu, ia Youtube !”
menolak Aku ; dan barangsiapa
menolak Aku, ia menolak Dia yang Dengan polos, Romo Josep
mengutus Aku” (Lukas 10:16). menjawab, “Gimana caranya?”.
Maklum, karena Romo Josep tidak
Demikianlah para rasul secanggih generasi yang lebih
mewartakan kabar gembira muda yang sudah terbiasa dengan
kepada generasi seterusnya, untuk media elektronik. Akhirnya, setelah
melakukan hal serupa, sampai percakapan itu, Romo Aldo langsung
setelah mereka meninggal. Melalui membuatkan akun youtube dengan
tradisi seperti inilah, Firman Allah judul: Bible Learning With Father
disampaikan, diwartakan ke seluruh Josep.
dunia.
Proses awal tidak mudah,

- 7 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

SAJIAN UTAMA

dengan modal sederhana, hanya ternyata pembuatannya lama, bisa perubahan ini, berarti kualitas
menggunakan handphone, dengan tiga jam. Namun, Romo Josep selalu video harus lebih bagus dan lebih
representatif untuk ditawarkan
tumpukan buku-buku Puji Syukur bersyukur karena di dalam karya kepada para pengiklan. Mulanya,
Romo Josep ragu karena khawatir
sebagai tripod, video perdana pun pewartaan gaya milenial ini, ada akan dicaci jualan Firman Tuhan
serta komentar-komentar miring
tercipta. Judulnya: Lima Kekuatan ilmu baru yang didapatnya. Secara lainnya, yang menuduh Romo
mencari uang untuk diri sendiri.
Ibu-Ibu. pribadi, Romo Josep berkembang
Padahal keuntungan itu adalah
Malangnya, video itu kemudian dan mempunyai kreativitas yang baru hasil dari konsekwensi Romo bekerja
di-band oleh Youtube. Ternyata, di dalam media pewartaan digital ini. lewat pembuatan video pewartaan.
Romo Josep akan menyumbangkan
lagu yang digunakan dalam video Jikalau ada komentar positif, pasti uang dari Youtube kepada pihak-
pihak yang membutuhkan. Misalnya,
itu mempunyai hak cipta. Namun, ada komentar negatif juga. Hal yang pada bulan pertama, Romo Josep
memperoleh kurang lebih lima juta
Romo Josep mencoba lagi sambil sama juga dialami oleh Romo Josep rupiah. Uang itu diserahkan kepada
para pasien kanker di Pulau Nias.
belajar tentang syarat dan ketentuan sebagai seorang content creator.
Romo Josep semakin bersemangat
Youtube. Kadang komentar, fitnahan atau hate mewartakan Kabar Gembira Kitab
Suci, ketika ia mengetahui Youtube
Di awal penayangan videonya, speech tersebut sangat menyakitkan mempunyai analisis laporan video
ternyata Romo Josep mendapat hati. Itulah risiko menjadi pewarta yang detail. Seperti viewer bisa
banyak masukan positif, seperti di media sosial, jelas Romo Josep. kelihatan jelas grafiknya, jenis
suara musik latar yang terlalu Kita harus siap mental, karena kelamin yang menyaksikan video
keras, penerangan kurang, suara media sosial adalah milik umum. Bible Learning. Berapa persen,
tidak jelas, dan masih banyak lagi Apabila ada caci-maki dan kata- pria dan wanita. Ternyata, jumlah
hal lainnya. Lalu, Romo Aldo pun kata binatang yang tidak senonoh, penonton pria sedikit lebih banyak
membantu mencarikan kamera tidak perlu dihapus dan tidak usah daripara wanita.
yang ada audionya dan murah (ini diladeni, dibiarkan saja. Jangan
yang paling penting), juga tripod. baper, pesannya. Lihat sisi positifnya Padahal kalau Romo Josep
Lama-lama Romo Josep bisa saja. mengadakan seminar di paroki-
paroki, biasanya lebih banyak ibu- ibu
mengumpulkan alat rekaman yang Romo pengajar Kitab Suci ini yang hadir. Mungkin karena kaum
bapak sibuk bekerja, tidak sempat
memadai sehingga video-video yang menggunakan nama Father Josep, hadir dalam kursus Alkitab.

dihasilkan semakin baik. bukan sebutan romo, karena beliau Betapa menyenangkan ketika
Romo Josep mengetahui bahwa dari
Usaha yang tidak mudah dan cukup tidak ingin mengkotakkan diri dalam 50.000 viewer videonya, ternyata ada
melelahkan di tengah kesibukan pewartaannya hanya untuk orang 23.000 anak muda usia 20 -24 tahun
Romo Josep. Dalam penayangan Katolik saja. Romo Josep berharap dan usia 17-20 tahun. Yang paling
video yang hanya sepuluh menit itu, supaya pewartaan Kitab Suci ini bisa banyak adalah usia 45 – 60 tahun.
Umur 65 tahun ke atas sedikit karena
mempersatukan umat mungkin sudah susah mengakses
teknologi modern.
Kristiani dari mana pun
Romo Josep merasa terhibur
mereka berasal. karena bisa menjangkau anak muda
melalui pewartaan digital di Youtube.
Dengan berjalannya Padahal biasanya sangat susah
mengumpulkan mereka secara fisik
waktu, ide monetisasi untuk hadir di dalam seminar pada
umumnya.
(penghasilan uang lewat
Viewer terbanyak ketika membahas
iklan-iklan di youtube) tentang doa, 880.000 viewer dalam
waktu tiga bulan yang berjudul
disarankan oleh Romo

Aldo. Juga banyak yang

mendukung dan memberi

tanggapan positif. Itulah

mengapa video Romo

Josep sekarang mulai ada

iklannya. Ketika penonton

menonton iklan di video

youtube selama 1.000 jam

(720.000 detik), content

creator akan mendapat

satu dolar (13.000 rupiah).

Padahal penonton melihat

iklan di video hanya lima

detik saja, karena iklan

biasanya dilewati.

RD Josep - [Foto : Aditrisna] Dengan adanya

- 8 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

: Rahasia Doa Bapa Kami. Bible masuk kantor sebagai Ketua Komisi device, sebuah pendekatan baru
Learning dibuat dengan maksud Kerasulan Kitab Suci. Jumat sore, Transformation Education.
mengajak orang memperbaiki relasi ia mengajar di KPKS Santo Paulus –
dan komunikasi dengan Tuhan. Tebet. Sabtu atau Minggu, biasanya Dunia berubah, bahasa pun
ia melayani seminar di paroki-paroki. mengalami perubahan, semua
Analisa laporan Youtube juga bisa Kadang ia perlu “me time“, yakni mengikuti perubahan kehidupan
memperlihatkan bahwa viewer waktu untuk diri sendiri secara fisik, manusia . Ada tradisi Katolik yang
Romo Yosep berasal dari berbagai ilmu dan rohani, karena kita akan bisa tetap dipertahankan, namun
negara. Kecanggihan fitur teknologi menjadi kering kalau hanya memberi pelan tapi pasti akan berubah
yang menyebabkan para viewer bisa terus, tanpa diisi kembali..Romo menyesuaikan diri mengikuti zaman,
menterjemahkan di dalam bahasa Josep juga menulis beberapa buku seperti yang sudah dikisahkan di
yang mereka inginkan, jangkauannya yang royaltinya didonasikan untuk awal.
mendunia. anak ASAK (Ayo Sekolah Ayo Kuliah).
Cara dan alat boleh berubah
Sebagai selingan dari pembahasan Tradisi dan Teknologi tapi inti pewartaan tetap sama,
teks-teks Kitab Suci, Romo Josep yaitu tentang Kasih Setia Tuhan di
juga membuat video-vieo tentang Media informasi digital dapat muka bumi. Kitab Suci selalu harus
Kisah Kasih Tuhan, berdasarkan mendisrupsi cara-cara tradisional dikembalikan kepada awal kiprahnya
buku yang menceritakan pengalaman pewartaan. Setiap penemuan selalu di dalam dunia pewartaan.
romo sendiri. Sebuah kisah mempunyai dampak positif dan
baru dimengerti, setelah kita negatif, diperlukan kebijaksanaan “Hendaklah kamu berakar di
mengalaminya sendiri. dalam menggunakannya. Teknologi dalam Dia dan dibangun di atas Dia,
ini membuat pewartaan seperti hendaklah kamu bertambah teguh
Sebagai pewarta content creator, Bible Learning bisa dilakukan dalam iman yang telah diajarkan
Romo Josep juga harus belajar anytime, anywhere with any platform/ kepadamu, dan hendaklah hatimu
menyesuaikan diri. Karena dikenali melimpah dengan syukur” (Kolose
banyak orang dan diperlakukan 2:7). Venda, dari berbagai sumber
layaknya selebriti, sehingga
kebebasan di ruang publik agak
berkurang. Misalnya, diajak
berfoto, dibayari waktu di rumah
makan. Hal itu agak tidak
mengenakkan hati.

Sebagai imam, Romo Josep
juga harus menjauhi mentalitas
kesombongan selebriti, untuk
tidak terbawa arus popularitas.
Romo Josep harus selalu
mengingatkan diri serta
menguatkan hati, bahwa ia hanya
sebagai alat penyalur rahmat
Tuhan saja. Selalu berpatokan
kepada Yesus dan para rasul,
ketika mereka mendapat
sedikit pujian, diagungkan,
tekanan, hinaan atau tidak
dihargai, bukankah mereka pun
melaluinya?

Kadang orang beranggapan
seorang content creator punya
banyak waktu luang. Ternyata,
Romo Josep punya segudang
kegiatan rutin setiap hari. Sebagai
Staf Seminari Tinggi Yohanes
Paulus II, ia mendampingi 12
frater. Senin hingga Kamis, ia
menjadi dosen Kitab Suci di
STF Driyarkara. Jumat pagi, ia

- 9 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

KARDINAL

Ignatius Kardinal Suharyo Uskup ketiga berkebangsaan Indonesia yang
terpilih menjadi Kardinal sesudah Justinus Kardinal
Figur Katolik Indonesia Darmoyuwono (dilantik pada 1967) dan Julius Kardinal
Riyadi Darmaatmadja (dilantik pada 1994).
PADA 1 September 2019, Sri Paus di Vatikan
mengumumkan 13 nama Uskup yang akan diangkat Begitu Paus Fransiskus mengumumkan kabar
menjadi Kardinal. Salah satunya adalah Uskup Agung sukacita ini, biografi lengkap Mgr. Ignatius Suharyo
Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo (69), yang akan dilantik langsung dimuat di berbagai media pemberitaan.
menjadi Kardinal Imam. Bagaimana pesan dan kesan yang diutarakan oleh
Mgr. Suharyo pada waktu jumpa pers 5 September
Pengumuman ini merupakan kabar yang sangat lalu, dapat kita saksikan di youtube.
menggembirakan bagi umat Katolik Indonesia. Puluhan
wartawan dari berbagai media dengan antusias Kiranya Tuhan selalu memberkati Uskup Ignatius
menghadiri konferensi pers yang diadakan oleh Uskup Kardinal Suharyo dengan kekuatan agar dapat
Suharyo sendiri di Gedung Karya Pastoral KAJ pada 5 menjalankan tugasnya yang tidak ringan.
September 2019.
Sinta Monika
Persis satu bulan setelah jumpa pers, tepatnya
5 Oktober 2019 pukul 16.00 waktu setempat, Paus Sumber : - id.m.wikipedia.org/wiki/Kardinal
Fransiskus melantik ke 13 Kardinal tersebut di Basilika - https://www.kompas.
Santo Petrus Vatikan. com/2019/09/01/203314565/diangkat-
- jadi-kardinal-ini-profil-ignatius-suharyo-
Beberapa pejabat Indonesia, antara lain Menteri Agama hardjoatmodjo
Lukman Hakim, Duta Besar Indonesia untuk Vatikan Agus https://youtu.be/H9V2X-2ohpo Konferensi
Sriyono, Ignatius Jonan, dan lain-lain, khusus hadir Pers Bapak Uskup Ignatius Suharyo yang
untuk menyaksikan peristiwa yang sangat penting bagi diangkat menjadi Kardinal
umat Katolik Indonesia ini.

Nama Uskup Ignatius Suharyo dipanggil pada urutan
ketiga. Beliau melangkah maju ke altar utama untuk
menerima biretta (topi merah) dan cincin sebagai tanda
pangkat Kardinal.

Mgr. Suharyo mengaku lebih nyaman bila dipanggil
Uskup. Beliau merasa pengangkatan dirinya menjadi
Kardinal bukanlah disebabkan oleh prestasinya sendiri,
melainkan karena banyak sekali umat Katolik Indonesia
yang ikut berperan sejak masa perjuangan kemerdekaan
Indonesia.

Selain itu, harmoni kehidupan lintas iman di Indonesia
yang merupakan kekayaan sejarah negara dan bangsa
Indonesia sudah lama diperhatikan oleh Pemimpin
Tertinggi Gereja Katolik di Vatikan.

Sekilas Tentang Posisi Kardinal dalam Struktur Gereja Mgr. Ignatius Suharyo, Rm. Samuel Pangestu Pr., Rm. Hani R
Katolik Hartoko, SJ dalam konferensi pers - [Foto : Chris Maringka]
Dalam bahasa Latin, Kardinal diambil dari kata “Cardo”
(inti atau pusat), berarti “yang utama”. Kardinal adalah Rm. Hani saat menjelaskan kelengkapan pakaian Kardinal - [Foto :
pejabat senior dalam Gereja Katolik Roma, berada di Chris Maringka]
bawah Paus dan ditunjuk langsung oleh Paus sebagai
anggota Dewan Kardinal.

Mereka harus selalu siap untuk dipanggil Sri Paus
sewaktu-waktu apabila Paus membutuhkan nasihat
mereka.

Tugas para Kardinal banyak sekali dan bermacam-
macam. Akan tetapi fungsi Kardinal yang terutama adalah
pada saat konklaf, yaitu pemilihan Paus baru guna mengisi
kekosongan Takhta Suci karena Paus yang lama wafat atau
mengundurkan diri.

Kardinal bukanlah pemimpin para Uskup karena Uskup
bertanggung jawab langsung kepada Paus.

Monsinyur Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo adalah

- 10 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

[Foto : Ramli - FOKUS KAJ]

Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo - Uskup KAJ

- 11 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

KARDINAL

Henricus Witdarmono

Baju Batik di
Anjungan Wartawan

Tidak hanya menjadi saksi mata langsung
pelantikan Kardinal, ia pun dapat membagikan
momen bersejarah itu kepada masyarakat luas

melalui media cetak nasional.

HENRICUS Witdarmono tidak “Tulisan untuk media
dapat mengungkapkan dengan
kata-kata, ketika ditanya mengenai harian, mingguan, dan
perasaannya pada saat menyaksikan
secara langsung pelantikan 13 bulanan pasti berbeda,
Kardinal dalam Konsistori Publik
yang dipimpin oleh Bapa Suci Paus apalagi media online.
Fransiskus di Basilika St. Petrus,
Vatikan, pada 5 Oktober 2019. Sistem copy paste Keluarga Henricus Witdarmono - [Foto : dok. pribadi]
“Bangga….” Hanya itu yang keluar
dari mulut pria kelahiran Kediri, 22 bukan prinsip jurnalistik Hardjadisastra, merupakan sosok
Agustus 1945 ini. yang benar. Itulah yang yang berpengaruh di lingkungannya.
membuat saya harus betul-betul Ayahnya seorang mantri pengairan,”
Warga Wilayah Ignatius ini kreatif,” kata Witdarmono. kata Witdarmono.
berangkat menuju Vatikan pada
2 Oktober 2019 bersama istrinya, Sebelum berangkat dan selama “Setiap malam, keluarga itu
Henny Rahayu, dan kedua putri dalam perjalanan, Witdarmono
mereka, Amanda dan Gaby. Mereka
berangkat bersama rombongan dari sudah merancang beberapa tulisan, selalu berdoa rosario bersama,
Keuskupan Agung Jakarta (KAJ)
dengan menggunakan pesawat Qatar feature maupun berita, yang angle- kadang-kadang ada tetangga yang
Airways.
nya tidak sama. Sebelumnya, ia juga ikut bergabung. Tak heran, kalau
Ia berangkat sebagai tamu
undangan sekaligus membantu sempat berbincang-bincang dengan dari keluarga itu lahir beberapa
meliput peristiwa bersejarah
itu sebagai wartawan dari KAJ. Mgr. Suharyo, yang menjelaskan rohaniwan-rohaniwati. Kakak
Witdarmono memang memiliki
latar belakang sebagai wartawan makna panggilan ke-kardinal- Kardinal, Almarhum Romo Suibertus
dan penulis Harian Kompas, karena
itu ia menulis feature untuk edisi 5 an yang diamanatkan oleh Paus Arie Sunardi, OCSO, adalah seorang
Oktober 2109, pada saat pelantikan
dan berita pada edisi 6 Oktober 2019. Fransiskus melalui suratnya pada 1 rahib di Pertapaan Trapist Rowo
Sedangkan Gaby, yang memiliki
latar belakang finance dan sport September 2019. Seneng, Jawa Tengah. Ketiga kakak
management, menulis dan memotret
untuk Kompas online. laki-lakinya sempat mencecap

Beberapa media massa lain, Adik Kelas pendidikan di seminari. Kedua adik
termasuk Mingguan Katolik HIDUP,
juga ‘titip’ liputan dan tulisan Witdarmono memiliki kedekatan perempuan Kardinal juga menjadi
mengenai pengukuhan Kardinal
tersebut. Witdarmono harus bekerja dengan Ignatius Kardinal Suharyo suster, yaitu Sr. Christine FMM dan
keras karena setiap media memiliki
ciri khasnya masing-masing sesuai karena kakaknya, P.C. Suroso, yang Sr. Magda PMY.”
dengan pembacanya, tujuan, falsafah,
frekuensi terbit, dan bentuknya. telah wafat pada 13 Oktober 2018 Menurut Witdarmono, kepekaan

di Bandung, adalah teman sekelas Kardinal asal Bantul, DIY, ini,

saat belajar di Seminari Menengah terbentuk antara lain karena sejak

St. Petrus Kanisius, Mertoyudan, kelas IV SD, ia harus bersekolah

Magelang. Sejak tahun 1969-an, ia ke Yogya, di SD Tarakanita, dengan

makin dekat dengan Suharyo karena kereta api. Setiap pagi, pukul 06.00,

mereka tinggal dan belajar bersama ayahnya yang sudah pindah kantor

di Seminari Tinggi St. Paulus, ke Yogya, mengantar Suharyo

Kentungan, Yogyakarta, meski beda dan kakaknya, Subekti (wafat 15

lima tahun. September 2019), ke sekolah. Sekitar

Selain Almarhum Suroso, Wit juga pukul 13.30, mereka bertiga pulang

mengenal kakak Kardinal Suharyo bersama naik kereta ke Sedayu.

yang lain, yaitu Almarhum Bonifacius Kebersamaan itu membuat Suharyo

Sudarto, yang telah wafat pada 23 kecil mencintai Tanah Airnya, suka
Januari 2013. travelling, tahu dan paham mengenai

“Kardinal ini berasal dari keluarga berbagai ragam corak kehidupan,
besar, yakni sembilan bersaudara. serta nilai sebuah kebersamaan
Orang tua mereka, Florentinus Amir dalam keluarga.
Hardjadisastra dan Theodora Murni
Apa reaksinya saat mengetahui

- 12 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

Sesaat sebelum pelantikan Kardinal - [Sumber foto : vaticannews] Saat pelantikan Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo - [Sumber
foto : vaticannews]

adik kelasnya itu menjadi yang letaknya di sebelah kanan kursi memohon hati yang penuh belas
Kardinal? Witdarmono segera para Uskup dan Kardinal. Sedangkan kasih dan berbela rasa agar mereka
mengucapkan selamat melalui WA Henny, sang istri, dan Amanda mampu membawa Kabar Gembira
dan mengulanginya lagi saat Misa berada di kursi tamu undangan agak bagi semua orang yang dipercayakan
pagi hari Kamis berikutnya. “Piye di belakang. kepada mereka. Paus juga mengajak
Romo…,” kata Wit yang terbiasa para Kardinal supaya memiliki
bicara Jawa ngoko dengan adik Naluri kewartawanan Witdarmono kesediaan untuk mengasihi, bahkan
kelasnya itu. “Durung ngerti….” tak pernah padam. Pandangan sampai menumpahkan darah.
Hanya itu jawaban singkat Mgr. matanya terus menyapu setiap sudut
Suharyo. Wit memahami benar ruangan Basilika Santo Petrus, Setelah khotbah, semua diajak
perasaan beliau, mungkin masih tempat pelantikan akan dilakukan. hening untuk merenungkan
kaget dan menerka-nerka tugas Pikirannya menerka-nerka di mana kembali Sabda Allah. “Hening
selanjutnya yang akan diberikan oleh posisi Mgr. Suharyo berada dan apa cukup lama dan ini bagus sekali,
Bapa Suci. yang secara khusus bisa ditulis. Ia apalagi kalau khotbahnya mengena
pun terharu saat melihat sosok yang di hati,” ungkap Witdarmono yang
Duduk Terpisah telah lama dikenalnya itu berjalan merindukan hal semacam itu terjadi
Sesuai ketentuan Keuskupan, di urutan ketiga, ketika memasuki di gereja-gereja Indonesia.
ruang pelantikan.
semua rombongan dari Jakarta Keheningan itu dipecahkan
harus berpakaian batik saat Selama proses pelantikan oleh kata-kata tajam akan makna
pelantikan Mgr. Suharyo menjadi berlangsung, hati Wit tersentuh oleh upacara pengukuhan ini. “Kami akan
Kardinal, termasuk Witdarmono lagu Salve Regina yang dinyanyikan memanggil beberapa orang tertentu
dan Gaby yang bertugas sebagai sampai dua kali. Di sisi lain, ia pun dari Saudara-saudara kita untuk
wartawan. melihat Paus Fransiskus tampak masuk ke dalam Kolegium Kardinal,
letih, yang terlihat dari wajah dan sehingga mereka dipersatukan
Berkostum batik membuat Wit, dan langkah kakinya saat berjalan dengan Takhta St. Petrus melalui
khususnya Gaby, terasa spesial dan memasuki tempat upacara. ikatan yang lebih erat dengan
mencolok di antara para wartawan. pelayanan apostolik kami,” kata Paus
Biasanya, wartawan dan fotografer Martabat Seorang Kardinal Fransiskus.
selalu berpakaian warna gelap agar Pelantikan 13 kardinal baru dari
tidak mencolok. Mereka berdua pun “Dengan pengenaan pakaian
sering ditahan oleh penjaga Basilika sepuluh negara itu berlangsung suci merah jingga, mereka tanpa
karena dikira tamu yang salah selama dua jam; sejak pukul 4 takut akan menjadi saksi Kristus
masuk. hingga 6 sore waktu setempat. dan Injil-Nya di dalam Kota Roma
Tanggal 5 Oktober dipilih karena esok dan di wilayah-wilayah lain yang
Wit dan Gaby merasakan bahwa harinya adalah pembukaan Sinode jauh. Dengan ini, secara resmi,
para wartawan dan fotografer itu Amazon (6 – 27 Oktober 2019), yang kami memproklamasikan Saudara-
sangat sabar karena beberapa kali membahas masalah ekologi. saudara kami itu sebagai Kardinal
panitia salah mengarahkan. “Saya dari Gereja Romawi yang Kudus.”
heran juga, rupanya ini pengaruh Setelah doa pembukaan, dibacakan
Kota Suci Vatikan sehingga mereka Injil Markus 6:30-37a, tentang hati Setelah itu, Bapa Suci memanggil
semua sabar, termasuk wartawan Yesus yang berbelas kasih melihat para Kardinal satu per satu dan
foto dan TV dari Indonesia, SCTV dan umat yang mengikuti-Nya. Mereka meminta untuk menyatakan
MetroTV,” ujar Witdarmono. seperti domba yang tidak mempunyai pengakuan iman akan Tritunggal
gembala. Mahakudus dan kesetiaan kepada
Di Basilika St. Petrus, bapak dan Gereja yang satu, kudus, Katolik,
anak ini pun berada di anjungan Mengacu pada Injil tersebut, dan Apostolik melalui Syahadat
‘stampa’ (pers) tanpa tempat duduk, dalam khotbahnya, Paus Fransiskus Para Rasul. Kemudian para Kardinal
mengajak para Kardinal untuk

- 13 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

mengucapkan janji dan sumpah di lagu itu,” ujar Witdarmono berkisah. bela rasa terhadap kaum lemah,
hadapan Paus Fransiskus, untuk Witdarmono melakukan kilas balik miskin, dan terpinggirkan.
selama hidup tetap setia kepada
Kristus dan Injil-Nya, taat kepada terhadap tiga Kardinal yang pernah Visi, prioritas, peran dan
Paus, serta dalam persekutuan dimiliki Indonesia. panggilan Gereja semacam ini,
dengan Gereja Katolik, baik dalam mungkin menjadi bagian yang
kata maupun tindakan. Yustinus Kardinal Darmoyuwono dipertimbangkan oleh Paus.
dikukuhkan pada awal Orde Baru, Pertimbangan lain, Indonesia
Pengukuhan sebagai Kardinal tahun 1967. Kardinal pertama merupakan negara yang memiliki
ditandai dengan pengenaan topi ini lahir di Godean, Yogyakarta, populasi umat Muslim terbanyak
biretta merah, pengenaan cincin dan sejak kecil sudah mengenal di dunia, seperti Maroko. Itulah
Kardinal, dan pemberian gelar Presiden Soeharto, penguasa kala mengapa, selain Kardinal Suharyo,
kehormatan Kardinal. Paus kembali itu yang berasal dari desa tetangga, dilantik pula Kardinal Cristóbal
menekankan bahwa topi biretta Kemusuk. Tak heran, beliau bisa López Romero, SDB (67 tahun),
adalah lambang martabat seorang bersikap kritis terhadap pemerintah Uskup Agung Rabat, Maroko.
Kardinal, yang siap bertugas dengan dan mendorong para imam untuk
penuh keberanian, bahkan sampai berpikir dan bertindak secara kritis Sejarah memang telah mencatat
menumpahkan darah, dengan pula. Pada masa itu, kita mengenal peran umat kristiani Indonesia,
tujuan untuk mengembangkan Almarhum Romo Y.B. Mangunwijaya khususnya yang ada di Indonesia
iman kristiani, perdamaian, dan (1929-1999), yang terkenal dekat bagian Timur, sehingga saat sidang
ketenteraman umat Allah, serta dengan wong cilik, terutama di Panitia Persiapan Kemerdekaan
kebebasan dan pertumbuhan Gereja sekitar Kali Code, Yogyakarta. Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus
Kudus Roma. 1945, tujuh kata dari rancangan
Sedangkan Julius Kardinal UUD Pasal 29 ayat 1, yang berbunyi
Setelah itu, para Kardinal baru Darmaatmaja diangkat sebagai “Negara berdasarkan atas
berjalan menuju colloseum dan Kardinal pada tahun 1994. Pada Ketuhananan, dengan kewajiban
menyalami para Kardinal lainnya masa itu, pemerintah hanya menjalankan Syariat Islam bagi
yang telah duduk di situ selama memperbolehkan tiga partai besar, pemeluk-pemeluknya”, diganti
pelantikan. sementara partai-partai kecil, menjadi “Negara berdasarkan
termasuk Partai Katolik, harus atas Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Tiga Kardinal Indonesia melebur ke dalam salah satu partai Demikian pula dengan pembangunan
Selesai upacara, umat yang yang diakui pemerintah. Sesuai Masjid Istiqal (1961-1978) yang
dengan panggilan zaman maka beliau dirancang oleh arsitek Frederich
membawa undangan memasuki sangat menekankan agar umat Silaban, seorang Kristen Protestan.
Balai Audiensi Paus Paulus VI, yang Katolik mampu mempertahankan Hal ini membuktikan bahwa
terletak di sebelah kanan Basilika identitas kekatolikannya dan cermat kerukunan hidup beragama di
untuk beramah-tamah dengan dalam memilih partai baru. Indonesia itu sangat konkret.
Kardinal masing-masing.
Sementara Ignatius Kardinal Di sinilah, pengangkatan Kardinal
Para wartawan TV dan foto sudah Suharyo dilantik saat Negara Suharyo tidak hanya memiliki nilai
masuk terlebih dahulu dan mencari Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bagi kehidupan Gereja Katolik
tempat-tempat strategis untuk tengah menghadapi isu radikalisme. di Indonesia, tetapi juga bagi
liputan mereka. Witdarmono dan Beliau memiliki kepekaan yang kehidupan beragama, bernegara, dan
Gaby mencari, di mana tempat sangat tinggi terhadap situasi sosial berbangsa di Tanah Air tercinta. Anas
yang diperuntukkan bagi Kardinal yang tengah berkembang saat ini.
Suharyo. Ternyata, ‘wilayah’ Kardinal Beliau sangat mengutamakan sikap
Suharyo berada di dekat pintu masuk
utama dari belakang. Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo bersama dengan orang-orang Indonesia - [Foto :
Gabriella Witdarmono]
“Panitia memang cerdik,” kata
Witdarmono. “Agar para tamu tidak
berdesak-desakan, mereka diminta
antre masuk dari pintu samping
dekat panggung. Awalnya, umat dari
Indonesia bingung mencari Kardinal
Suharyo dan setelah menemukan,
mereka segera mendatangi sambil
menyanyikan lagu “Tanah Airku”
karya Ibu Soed dan “Rayuan Pulau
Kelapa” karya Ismail Marzuki.
“Semua merinding mendengar lagu-

- 14 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

Misa Syukur Kardinal

Misa Syukur Kardinal diadakan pada tanggal 19 Oktober 2019, di Gereja Katedral Jakarta

12
KARDINAL

34

5 7
6

1. Perarakan masuk - [Foto : Chris Maringka]
2. Nuncio Apostolic Mgr. Piero Pioppo, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia hadir dalam misa syukur - [Foto :

Chris Maringka]
3. Lambang Keuskupan Agung Jakarta yang baru - [Foto : Chris Maringka]
4. Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo mendupai altar - [Foto : Chris Maringka]
5. Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo memulai kotbah pertama usai dilantik - [Foto : Chris Maringka]
6. Foto bersama setelah misa - [Foto: Chris Maringka]
7. Dua Kardinal Indonesia, Ignatius Kardinal Suharyo dan Julius Kardinal Darmaatmadja- [Foto : Chris Maringka]

- 15 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

Peresmian Kapel Adorasi KAJ

Peresmian kapel adorasi KAJ diadakan pada tanggal 19 Oktober 2019, sebelum misa syukur Kardinal.

12

34

56

1. Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo menandatangani peresmian Kapel Adorasi KAJ - [Foto : Chris
Maringka]

2. Sesaat sebelum pengguntingan pita - [Foto : Chris Maringka]
3. Saat pengguntingan pita - [Foto : Chris Maringka]
4. Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo memberkati Kapel Adorasi - [Foto : Chris Maringka]
5. Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo meletakkan Sakramen Maha Kudus - [Foto : Chris Maringka]
6. Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo mendupai Sakramen Maha Kudus- [Foto: Chris Maringka]

- 16 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

CAHAYA IMAN

Kitab Suci : His Story

oleh : RD Yosef Purboyo Diaz

SETAHUN yang lalu, ketika saya saksi mata sekaligus juga sebagai RD Yosef Purboyo Diaz - [Foto : Budi Djunaedy]
merayakan Misa Perdana di Seminari penerus karya Yesus sehingga kita
Menengah Wacana Bhakti bersama bisa mengenal dan mengimani-Nya Magisterium yang “bertugas
para Alumni Corpus WB (Ikatan sebagai Mesias, Sang Penebus yang untuk menafsirkan secara otentik
Alumni Wacana Bhakti) dan Ikagona dinubuatkan dalam seluruh Kitab Sabda Allah yang tertulis atau
(Ikatan Alumni Gonzaga), salah Perjanjian Lama. diturunkan itu yang kewibawaannya
seorang alumni, senior yang saya dilaksanakan dalam nama Yesus
kenal, mengatakan, “Sudah lama Allah memberi inspirasi kepada Kristus.” Magisterium tidak berada
saya tidak ke gereja.” Lantas, saya manusia, yaitu para penulis suci yang di atas Sabda Allah, melainkan
pun bertanya, “Mengapa?” dipilih oleh-Nya untuk menuliskan melayaninya supaya dapat
kebenaran. Allah melalui Roh Kudus- diturunkan sesuai dengan yang
Ia menjawab, “Karena saya tidak Nya berkarya dalam dan melalui seharusnya.
menemukan Yesus dalam Kitab Suci para penulis suci tersebut, dengan
ketika Ia berusia 12 tahun sampai Ia menggunakan kemampuan dan Dengan demikian, oleh kuasa Roh
muncul kembali di usia 30 tahun. Ke kecakapan mereka. “Oleh sebab Kudus, Magisterium yang terdiri
mana Yesus?” Lalu, ia menceritakan itu, segala sesuatu yang dinyatakan dari Bapa Paus dan para uskup
bahwa ia tidak menemukan oleh para pengarang yang diilhami pembantunya (dalam kesatuan
jawaban yang memuaskan ketika tersebut, harus dipandang sebagai dengan Bapa Paus)  menjaga dan
bertanya kepada beberapa romo pernyataan Roh Kudus.” Jadi, melindungi Sabda Allah itu dari
yang ditemuinya. Hal ini semakin jelaslah bahwa Kitab Suci yang interpretasi yang salah.
membuatnya jauh dari Gereja. mencakup Perjanjian Lama dan
Baru adalah tulisan yang diilhami Selama Bulan September,
Saya menjawab dengan santai dan oleh Allah sendiri (2Tim 3:16). kita diajak untuk mencintai dan
dengan setengah bercanda, “Masa Kitab-kitab tersebut mengajarkan merenungkan Kitab Suci yang
cuma karena pertanyaan itu, gak ke kebenaran dengan teguh dan setia, menjadi pilar Gereja. Pendalaman
gereja dan jadi atheis?” dan tidak mungkin keliru. Karena itu, BKSN di lingkungan-lingkungan
Allah menghendaki agar kitab-kitab mengajak kita untuk menimba
Ia menantang saya untuk tersebut dicantumkan di dalam Kitab inspirasi dari tokoh-tokoh dalam
menjelaskannya. Saya pun Suci demi keselamatan kita. Kitab Suci agar menjadi pribadi
menjawabnya singkat, “Kitab Suci yang berhikmat. Namun, hendaknya
bukanlah buku sejarah, seperti Kitab Suci juga menjadi pilar
biografi tokoh-tokoh di mana Gereja bersama dengan Tradisi Kitab Suci tidak hanya kita
kronologis kejadian runtut dari awal dan Magisterium. Tradisi Suci baca dan renungkan kalau
sampai akhir. Kitab Suci adalah meneruskan doktrin yang diajarkan Bulan Kitab Suci saja, tetapi
refleksi iman akan Yesus Kristus. oleh Yesus kepada para rasul-Nya setiap hari agar kita semakin
Kitab Suci ialah His Story. Dia yang yang kemudian diteruskan kepada mengenal Yesus dan ajaran-
menjadi manusia, turun ke dunia, dan Gereja di bawah kepemimpinan Nya.
menyelamatkan manusia.” penerus para rasul, yaitu para Paus
dan uskup. Seperti lagu Bina Iman
Melalui Kitab Suci, kita mengenal yang sering dinyanyikan,
siapa itu Yesus Kristus, kita “Baca Kitab Suci, doa tiap
mengenal ajaran-ajaran- hari, doa tiap hari…baca Kitab
Nya, kita terkagum-kagum Suci, doa tiap hari, doa tiap
akan mukjizat-mukjizat- hari kalau mau tumbuh....”
Nya, dan akhirnya,
kita mengimani dan
mengikuti-Nya. Kitab
Suci adalah His Story
yang direfleksikan oleh
para murid-Nya dan para
penulis kitab yang hidup
dan tinggal bersama
Yesus. Para murid dan
penulis kitab menjadi

- 17 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

KARIR & MOTIVASI

Standing Out bahwa ia terpilih sebagai CEO
pertama yang asli ‘made in
“BIARLAH orang lain yang menilai, mana yang hanya sekadar berkata- Indonesia’. Salah satunya, karena
jangan saya.” Kita sering mendengar kata saja sehingga pada akhirnya keberaniannya tampil dan terlibat
kalimat tersebut diucapkan hal itu justru menjadi tidak standing dalam rapat-rapat dengan pimpinan
manakala seseorang diminta untuk out. Standing out perlu dimiliki oleh GE.
menceritakan keunggulannya, seorang pemimpin karena anak
kekuatannya. buah membutuhkan sosok pemimpin Banyak orang Indonesia,
sebagai panutan. menurutnya, terlalu ‘rendah hati’
Sedari kecil, kita diajarkan sehingga lebih banyak diam dalam
oleh orang tua untuk tidak Pemimpin tidak bisa hanya bekerja rapat dengan pimpinan. Apalagi bila
menyombongkan diri. Biarlah orang dalam diam. Ia juga perlu tampil mereka adalah expatriate. Padahal
lain yang memberikan pujian atas mempengaruhi anak buahnya, ia secara kapabilitas dan kompetensi,
diri kita. Demikian selalu dikatakan perlu menggerakkan mereka, ia orang Indonesia tidak kalah dengan
oleh para orang tua. Menunjukkan perlu menggugah. Bagaimana bisa pekerja dari negara lain. Tetapi,
keunggulan diri sendiri seolah-olah anak buah mengenalnya, bagaimana bagaimana hal itu akan diketahui bila
merupakan dosa. Kita diminta untuk bisa mereka mengetahui apa yang kita selalu diam dan menarik diri?
rendah hati, jangan menonjolkan diri. memotivasinya, apa yang menjadi
mimpinya bila ia tidak pernah Get Out of Your Comfort Zone
Begitu kuat hal ini ditanamkan mengungkapkannya. Bagi sebagian orang, mungkin
sampai-sampai dalam suatu sesi
coaching dengan para manajer di Standing out bukan berarti mudah saja untuk stand out. Bahkan
sebuah institusi terkemuka, ada menyombongkan diri, mengatakan mereka menikmati situasi menjadi
manajer yang enggan untuk lebih hal-hal yang tidak kita lakukan hanya pusat perhatian. Namun, bagi
standing out di dalam sesi-sesi demi mendapat perhatian. Standing mereka yang terbiasa menghindar
pelatihannya meski ia tahu bahwa out berarti berani menunjukkan diri menjadi pusat perhatian, hal pertama
standing out merupakan salah kita, kekuatan kita, usaha kita dalam yang harus disadari bahwa situasi
satu tuntutan yang diharapkan mengatasi kelemahan diri kita dan ini akan tidak nyaman tetapi bukan
dari posisinya dan akan mendapat membuat diri kita menjadi lebih baik berarti tidak bisa.
penilaian. Semata-mata karena ia lagi.
menganggap standing out sebagai Mulailah dengan hal-hal kecil,
hal yang negatif dan tidak perlu Stand out memang berarti terlihat paksakan diri untuk berbicara
dilakukan. Menurutnya, selama ia dikarenakan ia memang menonjol, mengungkapkan pemikiran kita
mengerjakan pekerjaannya dengan berbeda, dan membuat orang di dalam rapat, bergaul dengan
sebaik-baiknya, itu sudah cukup. menaruh perhatian kepadanya. orang-orang di luar lingkungan
Standing out diwujudkan dalam kecil kita sehingga wawasan juga
Sementara di tempat lain, ada perbuatan, hasil nyata, sekaligus semakin luas, dan tentu bekerja lebih
seorang anak muda berusia akhir juga dalam upaya menularkan visi keras dan lebih kreatif dari orang
20-an yang langsung diangkat dan misinya sehingga bersama- lain sehingga hasil kerja kita pun
menjadi Vice President begitu masa sama semua memang nyata diakui.
percobaannya selesai. Padahal ia bisa bergerak
menjalani masa percobaan sebagai untuk Emilia Jakob (EXPERD)
manajer. Gossip segera menyeruak mewujudkan
di organisasi tersebut, bahwa misi tersebut.
kepiawaiannya menjual dirilah yang
membuat karirnya begitu cepat Standing
melesat. out memang
berarti berani
Apakah standing out berarti menampilkan
sekadar menjual diri tanpa diri secara
bukti? Menyombongkan diri akan utuh. Handry
kemampuannya dibandingkan Satriago, CEO
dengan orang lain? Tidakkah orang GE Indonesia,
juga bisa menilai mana yang benar, bercerita

- 18 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

KLINIK KELUARGA

Film yang Berbahaya

T: SYALOM Bapak Henry. tingkat logika dan analisa (alias Henry Sutjipto - [Foto : dok. pribadi]
Saya, D, ibu dua anak, masing- pikiran sadar) sehingga membiarkan
masing berusia 8 dan 4 tahun. Akhir- pbs kita yang lebih aktif dengan sehingga justru tidak mudah
akhir ini, saya sering mendengar respons emosi. Itulah yang membuat menerima sugesti.
bahayanya menonton film tertentu kita mudah terharu atau sedih, atau
karena bisa memicu perilaku yang marah (pada tokoh antagonis), atau Film Joker bisa berpotensi bahaya
tidak diinginkan. Sebut saja seperti takut (pada adegan horror), dll. jika ditonton oleh seseorang dalam
film “Joker” yang cukup heboh Saat itulah, pbs kita menjadi lebih keadaan mental yang tidak sehat
karena konon dapat mendorong terbuka terhadap masuknya sugesti atau anak-anak di bawah umur.
orang melakukan kekerasan atau (perhatikan adegan kejar-kejaran Keduanya tidak/belum mampu
bahkan pembunuhan. Apakah mobil yang selalu menyertakan mengolah dan mencerna kisah
memang benar? Lalu, bagaimana fiktif itu sepantasnya sehingga akan
memilih tontonan yang aman, logo yang terlihat jelas, atau merk menangkap sugestinya apa adanya.
terutama bagi anak-anak? Terima minuman soda yang diminum sang
kasih. tokoh jagoan, ataupun merk ponsel Dalam pengalaman praktik saya,
D, Jakarta. yang digunakan si artis, dll). ada beberapa kasus bagaimana
film bisa mengganggu hidup, antara
J: Syalom, Ibu D. Pada dasarnya Kembali ke film Joker, apakah lain pemuda yang takut menikah
segala jenis film berpotensi memang berbahaya? Pengalaman dan ada juga yang tidak mau jadi
menanamkan suatu sugesti terhadap saya menunjukkan bahwa kaya. Keduanya disebabkan karena
pikiran (bawah sadar) seseorang. sebenarnya jauh lebih banyak film/ menonton serial sinteron saat masih
Film yang berbentuk multimedia tontonan yang lebih berbahaya kecil. Ada pula seorang wanita yang
sangat cocok dengan cara kerja yang diputar di rumah kita sendiri. baru menyadari dirinya mengalami
pikiran manusia. Coba saja jika Mengapa lebih berbahaya? Pertama, vaginismus gara-gara film porno
saya minta Anda mengingat sebuah karena kita tidak mewaspadainya yang pernah ditontonnya saat balita,
pengalaman liburan yang paling sebagai sesuatu yang berbahaya. atau kisah seorang gadis cilik yang
berkesan, Anda akan langsung Kedua, karena berpotensi untuk lebih histeris terus setelah menonton
memunculkan peristiwa-peristiwa sering ditonton berulang-ulang. Film adegan horror di TV, seorang
tersebut dalam bentuk multimedia yang sudah diperkirakan berbahaya mertua yang selalu curiga dengan
di pikiran Anda, bukan? Ada gambar membuat kita lebih waspada menantunya karena serial drama, dll.
atau peristiwa, seperti adegan film
yang disertai dengan suara dan Cara mencegahnya, yang utama
emosi. Karena bentuknya yang adalah menonton film sesuai
sangat mirip, adegan film lebih kriteria usia dan usahakan selalu
mudah dan menarik bagi pikiran kita mendampingi saat si kecil menonton
dibandingkan kata-kata atau tulisan film apa pun. Saat ada adegan yang
atau suara saja. mungkin Anda rasa tidak sesuai,
ganggu si kecil supaya keluar dari
Pada saat kita menonton sebuah kondisi waking hypnosis-nya, dan
film, sebenarnya pikiran kita yang terakhir, aktif berkomunikasi
cenderung masuk ke dalam keadaan setelah usai menonton untuk
waking hypnosis tanpa kita sadari. menetralisir emosi dan kemungkinan
Walaupun kita tetap penuh kesadaran sugesti negatif. Henry Sutjipto
dan menyadari bahwa semua adegan
film hanya rekaan, tetap saja pikiran
bawah sadar (pbs) kita merespons
dengan emosi yang nyata.

Pada saat fokus pada suatu film,
kita dengan sengaja menurunkan

Bagi Bpk/Ibu/Sdr/I yang akan menyampaikan masalahnya ke Bp. Henry Sutjipto - pengasuh Klinik Keluarga, silahkan kirim
ke alamat email : [email protected] atau WA ke 0811-826692. Pertanyaan akan diseleksi terlebih dahulu. Jawaban atas

permasalahan tersebut akan ditayangkan di edisi MeRasul berikutnya.

- 19 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

UKIR PRESTASI

Priska Madelyn Nugroho

“Jangan Pernah
Berkata Tidak

Mungkin...”

Priska Madelyn Nugroho telah Sejak tahun ’80-an, mereka sudah

meraih impian masa kecilnya. tinggal di Bojong. Kala itu, gereja

Melalui jalur undangan, Priska masih menumpang di Sekolah

mendapat kesempatan bertanding Trinitas dan Lamaholot, kemudian

dalam kejuaraan tenis bergengsi pindah ke bedeng sampai gereja

dunia, Grand Slam. Pertama, berdiri megah. “Kami setia menjalani

Australian Grand Slam, Australia iman Katolik.Suami saya terlibat Priska Madelyn Nugroho saat menerima
penghargaan - [Foto : dok. pribadi]
Open sampai dengan round 3. aktif sebagai Sekretaris Dewan
empat tahun, Priska sudah sangat
Kesempatan kedua, French Grand Paroki, dan saya pernah menjabat menyukai olah raga tenis. Awalnya, ia
hanya ikut kakaknya bermain tenis.
Slam, France Open mencapai round Bendahara Dewan Paroki, Kepala “Dari permainannya, bakat Priska
sudah menonjol,” imbuh sarjana
2. Dilanjutkan dengan Gran Slam Rumah Tangga Pastoran dan menjadi akuntansi Atma Jaya dan magister
finance Universitas Pelita Harapan.
Wimbledon sampai quartet final. prodiakon,” lanjut Oma yang sudah
Dukungan kedua orang tua sangat
Selajutnya, Grand slam USA, US ditinggal Opa sejak tahun 2000 ini. menunjang prestasi Priska dalam
dunia tenis. Setelah mengenyam
Open diadakan pada 1 September pendidikan SD sampai kelas 4 di
sekolah St. Maria Juanda, Priska
2019, mencapai Quarter Final. Dukungan Keluarga melanjutkan kelas 5 sampai dengan
kelas 8 di Heritage International
Priska merupakan cucu Agnes Sejak kecil, Albertus Nugroho (49 School, Permata Hijau. “Karena
jadwal latihannya sangat padat, saat
Betty Handoyo, warga Lingkungan tahun), ayahanda Priska, sudah ini mau tidak mau Priska bergabung
dengan Windsor home schooling.”
Paulus 2. Betty dan Almarhum bersekolah di sekolah Katolik.Tempat
Perjalanan Panjang
suaminya, Bernardus Handoyo, tinggal yang dekat dengan gereja, Priska mulai latihan tenis sejak
umur empat tahun, sekadar untuk
dikaruniai dua putri dan seorang membuat ia aktif sebagai misdinar. kesenangan saja. Namun, ketika
berumur tujuh tahun (tahun 2010), ia
putra. “Karena teman-teman di Albertus menikah pada tahun 1998 mengikuti PON mini. Tanpa diduga, ia
menggondol empat medali sekaligus.
lingkungan, kami tertarik menjadi dengan teman kuliahnya, Emiliana Semangatnya pun membara. Sejak
itu, Priska mulai serius berlatih.
simpatisan Katolik. Ketika putri (48 tahun). Latihan digandakan menjadi dua kali
dalam seminggu.
pertama kami berumur enam tahun, Tahun 2000, putra pertama,
“Umur delapan tahun, saya
kami sekeluarga dibaptis Katolik,” Patrick Agustinus Nugroho, lahir. Ia mulai ikut turnamen PERSAMI dan
turnamen nasional lainnya (2011-
kata Oma yang masih terlihat sehat mengikuti jejak sang ayah; saat ini ia 2013).Tahun 2014, saya sudah mulai
ikut turnamen internasional. Sejak
dan bugar di usia menjelang kepala kuliah di UI semester tiga Jurusan umur delapan tahun, saya sudah

delapan itu. Akuntansi. “Kami

sekeluarga gemar

berolah raga.

Olah raga apa pun

kami lakukan,

bulutangkis, tenis,

sepak bola, namun

tidak ada yang

fokus. Berbeda

dengan Priska

yang benar-benar

serius dan fokus,

hanya di tenis,”

ujar sang ayah

yang bekerja

di perusahaan

kimia ini.

Saat mendapatkan poin - [Foto : dok. pribadi] Sejak umur

- 20 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

Development Desember 2019.

Fund mencari “Sebagai orang tua Priska, kami

atlit berbakat dari sangat bangga akan prestasi yang

negara-negara telah diraihnya. Dukungan moral dan

berkembang. materiil yang kami berikan tidak sia-

Mereka melihat sia. Saat ini, Priska duduk di kelas

potensi dalam 11. Bahkan sudah ada tawaran dari

diri Priska dan berbagai universitas terkenal untuk

mengundangnya Priska setelah lulus SMA,” beber

untuk mengikuti Emiliana, lulusan S1 Universitas

Grand Slam. Atma Jaya dengan nilai cum laude.

“Kriteria ranking Tak kalah bangga, Oma Agnes

untuk mendapat Betty menambahkan, “Saya sangat

Saat bertanding - [Foto : dok. pribadi] undangan Grand bahagia dengan prestasi cucu saya.

Slam adalah Dengan kesibukannya, Priska tetap

mengikuti 50 besar. Saya menomorsatukan pendidikan. Saya
banyak kejuaraan atau turnamen bersyukur termasuk dalam 50 besar pernah nonton pertandingan secara
bersifat nasional dan internasional,” dari total 3.500 atlit. Bukan sesuatu langsung ketika Priska bertanding di
kenang gadis manis berkulit coklat yang mudah untuk dapat mencapai Malaka.”
akibat terik matahari. tingkat Grand Slam. Ini merupakan
Jadwal padat menantinya setiap kebanggaan bagi saya dan keluarga,” Motto Priska
hari. Dari Senin sampai Jumat, ujar gadis yang gemar makan “Kerja keras, berpikir positif, dan
Priska berlatih selama enam sampai pempek sambil menggendong anjing lakukan apa yang kamu suka”
tujuh jam. Hari Sabtu tiga jam dan Pom seputih salju. “If you enjoy it,you will give the best
hanya Minggu rehat. “Tahun 2017, of you.”
saya masuk dalam club tenis One Dengan naiknya peringkat Priska,
Tennis Academy di Bandung. Setiap banyak perusahaan berminat “Teman-teman muda Sathora
bulan, minimal saya mengikuti satu menjadi sponsor bagi dirinya. Salah dapat mengikuti kegiatan Priska
pertandingan. Pelatih saya, Ryan satunya, Yonex, sejak awal tahun dengan follow IG Priskanugroho.
Tanujoyo dan Alexander Elbert 2019 sudah menjadi sponsor Priska Jangan pernah berkata tidak
Sie,”sambung bungsu kelahiran 29 mulai dari pakaian, sepatu, topi, dan mungkin. Lakukan saja. Dengan
Mei 2003. raket. Selain itu, Priska merupakan kerja keras dan disiplin tinggi,
ambassador Biznet. Sebagai atlit tim niscaya cita-cita akan tercapai,” kata
Sea Games, Priska juga mendapat Priska menutup bincang-bincang

Prestasi Priska tunjangan. Peringkat junior Priska di kediaman sang oma terkasih,
Dunia tenis Junior International
dimulai dari grade 5, 4, 3, 2, 1, A, dan per 18 November 2019 berada di perumahan Bojong Indah, pada
yang paling bergengsi adalah Grand
Slam. Prestasi Priska untuk grade ranking 27 dunia. Sabtu malam.
5, 4, 3,mendapat juara pertama.
Grade 2 sudah diikutinya sebanyak Berbagai pertandingan menanti. Lily Pratikno
tiga kali. Grade 1 telah diraih sampai
dua kali semi final dan dua kali final. Priska
Sedangkan Grade A ia hanya ikut
satu kali. bertanding

Ketika peringkat Priska sudah dalam Grand
mencapai 60 besar, pintu untuk
berkarier di jenjang profesional Slam US
turnamen yang lebih tinggi pun
terbuka lebar. Kerja keras dan Open pada 1
ketekunannya membuahkan hasil
yang luar biasa. Perjuangan dan September
pengorbanan besar dilakukan Priska
demi menaikkan peringkatnya dalam 2019. Disusul
dunia tenis.
Grade B1 di
ITF bekerja sama Grand Slam
Jeju, Korea,

pada awal

November

2019,

kemudian

kejuaraan

BNI OPEN

2019 di

Hotel Sultan,

dan SEA Saat mendapatkan penghargaan - [Foto : dok. pribadi]
Games awal

- 21 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

KAJ & DEKENAT

Agustinus Lesdiono, pemenang lomba Logo KAJ
2020 - [Foto : dok. pribadi]

sebagai pelaksanaan sila kelima
“Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat
Indonesia” diikuti oleh para desainer
logo yang tersebar di seluruh gereja
di KAJ. MeRasul menemui Agustinus
Lesdiono yang menjadi Pemenang
Pertama Logo Tahun Berhikmat
2020.

Gusti, begitu ia dipanggil, tinggal
di Jalan Bawang Merah, yang hanya
berjarak sekitar 100 m dari Gereja St.
Thomas Rasul Paroki Bojong Indah
Jakarta. Ia siap menerima MeRasul.

Umat Paroki Bojong Indah Informasi Lomba
Menangkan Lomba Logo KAJ Keikutsertaan Gusti dalam Kompetisi
Logo KAJ 2019 merupakan
TAHUN 2020 adalah tahun kelima Kita Berhikmat, Bangsa kali kedua. Tahun 2018, ia telah
pelaksanaan Pancasila sesuai Arah Bermartabat”. Sedangkan Tahun mengikutinya karena informasi dari
Dasar 2016-2020 Keuskupan Agung 2020 “Amalkan Pancasila: Kita Adil, kakaknya yang bergabung dalam
Jakarta (KAJ). Selama empat tahun, Bangsa Sejahtera” wadah komunitas di KAJ. Info logo
tema-tema “ Amalkan Pancasila”, yang dilombakan ini baru ia ketahui.
telah terlaksana, antara lain : Komsos sebagai salah satu komisi Dengan antusias, ia menyiapkan
yang membidangi komunikasi dan karya desainnya. Tak disangka, Gusti
Tahun 2016 “Amalkan Pancasila: informasi KAJ, setiap tahun ikut langsung menyabet Juara Kedua.
Kerahiman Allah Memerdekakan” mendukung dan mempersiapkan
pelaksanaan tema-tema tersebut Tahun ini, Gusti mendapat
Tahun 2017 “Amalkan Pancasila: dengan menyelenggarakan Lomba informasi dan dorongan untuk
Makin Adil, Makin Beradab” Desain Logo yang melibatkan umat ikut lomba dari istrinya, Veronika
paroki se-KAJ. Dini. Itupun mendekati deadline
Tahun 2018 “Amalkan Pancasila: pendaftaran. Dari waktu yang
Kita Bhinneka, Kita Indonesia” Penyelenggaraan tema tahun 2020 tersisa, Gusti menyiapkan
beberapa desain logo. Setiap ide
Tahun 2019 “Amalkan Pancasila: baru dituangkannya dalam desain
hingga terkumpul enam desain
logo dalam beberapa hari. Cukup
produktif. Setelah dipilih-pilih,
akhirnya ia mendaftarkan tiga desain

- 22 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

logonya ke panitia Desain logo karya Gusti

penyelenggara muncul, termasuk

di Komsos KAJ yang diunggulkan

Katedral. dalam tiga besar.

Saat diumumkan

Motivasi Lomba oleh Panitia Lomba

Gusti Logo KAJ, ternyata

mengemukakan logo karya Gusti

alasan ia produktif meraih peringkat

membuat logo- tertinggi. Ia berhak

logo tersebut. Ada menjadi Juara Pertama

dua dorongan kuat Lomba Desain Logo

untuk mengikuti Tahun Keadilan Sosial

lomba. Pertama, KAJ 2020.

karena tahun Ternyata, itu

kemarin ia ‘hanya” bukan satu-satunya.

menduduki Satu lagi logo
peringkat kedua. Logo yang dilombakan - [Foto : dok. pribadi] karyanya menyabet

Ia berkeinginan diinginkan KAJ. Dengan cermat, ia peringkat kedua.
besar untuk memeperoleh peringkat mengikuti dan membaca brief lomba Gusti berhasil mencapai apa yang
pertama. Kedua, karena lomba logo yang diterimanya dari panitia. dicanangkannya pada saat mendaftar.
tahun ini sudah pada sila kelima Ia menyingkirkan sekitar 50 desain
Pancasila. Ia khawatir tidak ada Ia mengumpulkan karyanya lembar karya perserta dari berbagai paroki
kesempatan lagi memenangkannya. demi lembar. Ia melihat beberapa di KAJ.
Motivasinya lebih terdorong karena di antaranya cukup oke untuk
keinginan mencapai Juara Pertama. didaftarkan lomba. Dari beberapa Menemukan Karakter
karyanya ini, akhirnya ia memilih tiga Gusti, 38 tahun, adalah lulusan
Sehari-hari, Gusti rajin membuat karya yang dijagokannya yang layak
dan mengumpulkan karya dikirim. S1 Teknik Arsitektur Universitas
berdasarkan ide-idenya. Sambil Mercubuana. Ia berpengalaman kerja
melihat-lihat sticker yang tertempel Desain logonya siap saat sudah di creative design, dekorasi ruangan
di pintu, dekat pesawat TV pada saat mendekati batas pendaftaran. dan interior di perusahaan konsultan
santai, Gusti selalu melihat beberapa Sudah sudden banget, begitu istilah advertising. Saat ini, ia bekerja di PT
logo. Ia terus mempelajari dan Gusti. Desain logonya harus segera Metropolitan, grup Pondok Indah.
membedah logo-logo tersebut hingga didaftarkan. Syarat pendaftaran
menemukan karakter logo yang harus mengirimkan lembar cetakan Beberapa kompetisi pernah
diikutinya. Ia memenangkan lomba
(hard copy) dan juga cover dan poster logo di Gereja
Sathora. Ia mengikuti lomba/
soft copy. Ia tidak bisa sayembara membuat logo dan
bergabung dalam sribu.com, sebagai
melakukannya sendiri. salah satu desainer senior. Ia pernah
memenangkan Logo Ototrax 2013
Maka, ia meminta Dini dan Logo QuickLook Mobile Apps
2013,Logo Stosia 2016. Beberapa
untuk mendaftarkan kali ia menjadi peserta sayembara
logo yang diadakan oleh instansi
cetakan langsung ke pemerintah.

Komsos KAJ di Gereja Ia menyampaikan bahwa
pencapaiannya lebih karena motivasi
Katedral. Tiga desain besarnya untuk memperoleh yang
lebih baik dari apa yang sudah
logo karyanya siap didapatkannya, dengan bekerja lebih
kreatif. Termasuk, meningkatkan
berkompetisi. kualitas yang pernah dilihatnya dari
karya yang ada, serta menemukan
Sebelum penentuan karakter yang diinginkan. Berto

pemenang, hasil

pemeringkatan logo

terbaik dari panitia

KAJ sempat beredar

di WhatsApp group

komunitas, termasuk

grup Komsos KAJ

yang beranggotakan

penggiat komunikasi

Gusti bersama istri dan kedua anaknya - [Foto : dok. pribadi] seluruh paroki di KAJ.

- 23 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

KAJ & DEKENAT

Mengenal Bunda Maria dari Gunung Karmel.
Karmelit Awam “Pertama, Bunda Maria sebagai
penolong. Kedua, Bunda Maria yang
ANGGOTA Komunitas Karmelit Karmel Ketiga adalah para biarawati dipenuhi rahmat. Ketiga, Bunda
Awam Indonesia bertambah lagi. yang berkarya di bidang pendidikan Maria adalah diriku,” urai Romo
Komunitas yang bertumbuh sejak dan kesehatan. Yulius. Bill Toar
1942 ini, di Indonesia dimulai dari
Malang dengan resmi terbentuknya Ordo Pertama adalah para imam Semboyan pada skapulir Karmelit Awam ‘Zelo
Komunitas Karmelit Awam Santa dan biarawan Karmel, karena Zelatus Sum Pro Domino Deo Exercituum’
Maria Bunda Karmel pada 1 Oktober pertama kali secara resmi mereka
1987. diakui oleh otoritas Gereja. yang senafas dengan ayat 1 Raja 19 : 10- [Foto
: Bill]
Komunitas ini sudah hadir di Ordo Karmel Kedua adalah para
Sumatra Utara, Jakarta, Kalimantan biarawati kontemplatif, yaitu para
Tengah, Jawa Timur, Bali, serta Nusa suster yang hidup hanya di dalam
Tenggara Timur dan Barat. Kini, biara. “Mereka tidak melakukan
jumlah anggotanya mencapai 700 karya kerasulan keluar biara,” lanjut
jiwa secara nasional. Hubertus yang pertama kali merintis
Karmelit Awam di Paroki Tomang
Khusus komunitas Jakarta, saat Jakarta pada tahun 1988.
ini beranggotakan 70 orang dari
berbagai paroki. Prasyarat untuk bergabung
dalam Komunitas Karmelit Awam,
Hubertus, T.O. Carm menguraikan minimal telah dua tahun baptisan,
kharisma Karmel, yaitu doa, tanpa batas usia. “Bahkan seorang
pelayanan, dan persaudaraan. “Ordo romo Diosesan boleh bergabung
kami tidak punya pendiri, tetapi lahir menjadi Karmelit Awam,” kata umat
dari kebersamaan dalam komunitas Keuskupan Bogor ini.
yang dijiwai oleh semangat hidup
Nabi Elia, Nabi Elisa, dan Bunda Pertemuan Komunitas Karmelit
Maria dari Gunung Karmel.” Awam berlangsung pada Minggu
22 September 2019 di Aula Gereja
Karmelit awam adalah kaum awam Maria Kusuma Karmel. Acara diawali
yang tergabung dalam Ordo Karmel. dengan Misa.
Mereka dikenal juga sebagai Ordo
Karmel Sekular atau T.O.Carm (Tertii Dalam khotbahnya, Romo Yulius,
Ordinis Carmelitarum, Ordo Karmel O.Carm menguraikan tiga peran
Ketiga). Yang termasuk dalam Ordo

Salah seorang umat dari Paroki Bojong
Para Karmelit Awam komunitas Paroki Tomang - Gereja Maria Bunda Karmel (MBK) dan Paroki Indah Jakarta, sedang mengikrarkan profesi
Meruya - Gereja Maria Kusuma Karmel (MKK) Jakarta - [Foto : Bill]
pertama Karmelit Awam - [Foto : Bill]

- 24 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

Workshop Lektor
KAJ 2019

GEREJA Katedral Jakarta menyelenggarakan Workshop Merry Riana menjadi salah satu pembicara - [Foto : Biets Leo -
Lektor di Gedung Karya Pastoral Katedral, Sabtu, 12 Fokus Katedral]
Oktober 2019. Perwakilan lektor dari berbagai paroki se-
Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) berkumpul dalam sebuah Penyerahan cindera mata untuk Benny Purnomo - [Foto : Biets Leo
acara bertajuk “How to keep your heart, mind and attitude - Fokus Katedral]
as a lector”.
Diskusi di kelompok untuk persiapan praktek membaca- [Foto :
Pastor Rekan Gereja Katedral, Romo Prastowo, dalam Biets Leo - Fokus Katedral]
sambutan mengutarakan bahwa lektor atau pembaca
Firman punya peran yang sangat crucial dalam liturgi. Inilah perwakilan Lektor Sathora yang hadir dalam workshop -
“Tidak hanya membaca yang tertulis tetapi menjadikan [Foto: Biets Leo - Fokus Katedral]
liturgi semakin hidup. Karena itu, perlu proses pelatihan.”

Workshop adalah salah satu sarana untuk meng-update
dan meng-upgrade skill sebagai lektor. Tema workshop ini
sangat tepat sebagai pintu masuk lektor untuk berproses
dalam menghidupkan Sabda.

Motivator, Merry Riana, mengawali pembicaraannya
dengan sapaan semangat kepada seluruh anggota lektor
yang hadir. Kesuksesan Merry Riana diawali dengan kisah
perjuangan yang berat. Sepotong roti tawar menjadi
sepenggal kisah yang menarik yang tidak terlupakan dalam
hidupnya. Ia menyampaikan pesan sang mama, “… Kalau
kamu mau ngobrol anggap saja Yesus itu papa dan Bunda
Maria adalah mama.”

Pegangan keyakinan inilah yang membuatnya mampu
melewati masa-masa sulitnya. Saat ulang tahun ke-20,
Merry memiliki mimpi, seperti mengutip ayat Habakuk 2:
2-3, “Lalu Tuhan menjawab aku, demikian: Tuliskanlah
penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya
orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan
itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju
kesudahannya dengan tidak menipu, apabila berlambat-
lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan
datang dan tidak akan bertangguh.”

Jawaban ayat itu menguatkannya. Saat itu, ia memiliki
Dream Book dan ia mulai menuliskan mimpi dan
harapannya dalam buku tersebut.

Menurut Merry, ada perbedaan antara pekerjaan dan
pelayanan. Pekerjaan adalah pada saat kita mengisi waktu
luang, tapi ketika kita mengorbankan waktu yang sangat
terbatas, itu pelayanan. “Ketika kita men-charge untuk
mendapatkan tepuk tangan dan pujian, itu pekerjaan.
Tapi, ketika kita terus berkarya walaupun tidak ada yang
mengenal kita sekalipun, itulah pelayanan.”

Materi kedua disampaikan oleh Benny Purnomo, aktivis
Gereja Katedral. Ia menekankan bahwa menjadi lektor
adalah sebuah anugerah. Mengapa bukan orang lain?
Berapa jumlah umat paroki? Mengapa Anda berada di
sini? “Itu karena Tuhan telah memilih Anda.” Benny
menyampaikan hal praktis bagaimana para lektor
melakukan tugas dan fugsinya secara benar.

- 25 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

KAJ & DEKENAT

Selesai memberikan materi, dilanjutkan dengan Foto sebagian peserta lektor paroki bersama nara sumber- [Foto :
praktik membaca yang terbagi dalam kelompok. Wakil Biets Leo - Fokus Katedral]
masing-masing paroki membaca jenis bacaan, dari
bacaan I hingga doa umat, secara bergantian dengan mengungkapkan diri sebagai orang beriman. Dengan
bahan bacaan yang telah disediakan. penggunaan intonasi yang benar, bahwa Tuhan Yesus
sendiri yang menjelaskan makna Kitab Suci.
Sebagai penutup, RD Jacobus Tarigan mengupas
materi tentang Lektor dalam Liturgi. Ekaristi adalah Lektor membaca Kitab Suci dengan hati dan sikap
karya Allah atau tindakan Kristus sendiri, tugas berdoa dengan menghadirkan Roh Kudus, menghindari
pengudusan Gereja bagi seluruh umat manusia. bahasa kuasa atau wewenang dan menggunakan
“Ekaristi adalah sumber dan puncak hidup umat Kristen, bahasa biblis dalam utusan, pelayanan, dan kharisma.
pemberian terbesar Allah bagi manusia dalam lambang Dan masih ada hal-hal penting lainnya yang menjadi
Ilahi,” tegas Romo Tarigan. pegangan dan pedoman bagi lektor. Berto

Peran lektor, lanjut Romo Tarigan, adalah mengambil
bagian dalam keseluruhan hal tersebut. Berhadapan
dengan yang kudus dan mengantarkan banyak orang
pada kekudusan, serta mengondisikan umat untuk
berpartisipasi secara sadar, aktif, dan penuh.

Beberapa hal penting lainnya adalah lektor sebagai
pembaca Kitab Suci tertulis. Kemahiran berbicara
dan mendengarkan mendahului kemahiran menulis
dan membaca. Dengan membaca, lektor sedang

Umat Cideng bersama Uskup Ignatius Kardinal Suharyo - [Foto : Ignasius Suharyo Pr dan Pastor Jovi. Dalam Misa ini,
dok. pribadi] Uskup juga memberikan Sakramen Krisma. Misa dibuka
dengan tari-tarian orang muda Katolik (OMK) dan anak
Hati yang anak Paroki Cideng, serta koor yang sudah dipersiapkan
Berbelas Kasih dengan matang jauh-jauh hari sebelumnya. Seusai
Misa, acara dilanjutkan dengan ramah-tamah syukuran
PAROKI Cideng Gereja Maria Bunda Perantara (MBP) sederhana di halaman Gereja Cideng.
genap berusia 44 tahun. Banyak suka duka yang dialami
Paroki Cideng dalam perjalanannya tetapi Tuhan selalu Dalam homili, dari Mgr. Suharyo mengatakan bahwa
menyertai paroki yang dipimpin oleh para pastor Tarekat siapapun yang beribadah di tempat ini mengalami
MSC ini. Tentu Paroki Cideng masih terus berbenah perjumpaan dengan Tuhan. “Setiap hari, kita harus
diri supaya semakin hari semakin baik. Saat ini, Paroki serupa dengan Kristus, mempunyai hati yang berbelas
Cideng dipimpin oleh Pastor Jovinus Rahail MSC (Pastur kasih, dan berbela rasa dengan orang lain, terutama
Jovi). Paroki ini menaungi sekitar 1.000 KK. yang lebih menderita atau kaum papa.” Injil pada hari
itu adalah Lukas 16:19-31 yang mengisahkan tentang
Tepat pada HUT ke-44 Paroki Cideng, Sabtu, 29 Lazarus dan orang kaya.
September 2019, Misa pukul 08.00 dipimpin oleh Mgr.
Mgr. Suharyo menuturkan pengalaman pribadinya
ketika mengikuti rapat dengan suatu lembaga yang
bergerak di bidang kesehatan. Salah seorang pengurus
mengajak anaknya yang masih kecil sekitar kelas 3 atau
4 SD. Seusai rapat, ada makan bersama. Anak itu ikut
makan di samping ibunya.

Setelah selesai makan, anak itu melihat setiap piring
para peserta rapat. Ketika ada sisa makanan yang
hendak dibuang, anak itu menegur. Ia menyitir kata-kata
Paus Fransiskus bahwa membuang makanan sama
dengan merampas hak orang miskin.

Ada sekitar 1.3 miliar ton makanan yang dibuang
setiap tahun di dunia. Kalau dihitung-hitung, lanjut Mgr.
Suharyo, jumlah itu bisa untuk memberi makan 800 juta
orang! Mari kita ubah kebiasaan buruk kita, berempati
dengan sesama. Salah satu caranya, dengan tidak
membuang-buang makanan atau mengambil makanan
secukupnya, serta peduli terhadap sesama, terutama
yang membutuhkan. Thomas H.

- 26 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

GELIAT KOMUNITAS

Kelas Belajar berikutnya.
ASAK Kadang terbersit keinginan untuk menutup KBS di benak

AWALNYA, pengurus Ayo Sekolah Ayo Kuliah (ASAK) Ester. Tetapi, karena kecintaan pada anak-anak ASAK,
Sathora melakukan pembinaan bagi anak-anak Ester dan seluruh pengajar terus berjuang membantu
yang biaya pendidikannya dibantu. Caranya, dengan mereka mencapai prestasi yang lebih baik.  Paling tidak,
menghadirkan Kelas Belajar Sathora (KBS). secara budi pekerti, mereka menjadi lebih baik. 
Ide membuat Kelas Belajar dicetuskan oleh Ester
Sulisetiowati. Ester adalah salah seorang yang Kepuasan Ester mengajar adalah ketika anak yang
berperan sebagai Koordinator Ayo Kuliah pada awal semula tidak bisa, menjadi bisa dan naik jenjang. Tiap
berdirinya ASAK Sathora. Rabu, anak-anak dan pengajar memperoleh konsumsi;
baik dari dana pribadi maupun donasi dari teman. 
Ia kerap prihatin melihat rapor anak-anak ASAK, Beberapa tahun ini, anak-anak ASAK yang rajin datang dan
terutama nilai matematika mereka yang cenderung nilainya bagus diberi penghargaan, yakni dengan rekreasi,
hanya sebatas standar atau bahkan lebih buruk. nonton bareng, dll. Dana tersebut (termasuk akomodasi
pengajar) diambil dari dana ASAK. 
Ide ini sempat disambut pesimis oleh pengurus
lainnya. Tetapi, karena kegemarannya mengajar, Ester Seandainya ada relawan pengajar untuk kelas seni
nekat membentuk KBS. Dulu, sebagai murid SMA musik, seni lukis, olah raga, dan kelas di luar akademis
Stella Duce Yogyakarta, ia membantu Almarhum Romo tentu lebih bagus lagi.
Mangun mengajar anak-anak di seputaran Kali Code.
Kelas Belajar ini gratis!
Semula, KBS hanya diikuti sekitar sepuluh anak Rabu , pukul 16.30-18.30,belajar matematika.
SD. Ester sempat mengajar sendirian. Kemudian Jumat, pukul 16.00-17.30, belajar bahasa Inggris.
Margaret (anak Ayo Kuliah angkatan II) dan Sugiarti,
guru SD, membantunya. Mulanya, KBS dikhususkan Novi
bagi anak-anak ASAK.
Suasana belajar - [Foto : Novi]
Tapi, anak-anak ASAK ingin mengajak teman atau
tetangganya yang non-Sathora. Alhasil, anak-anak Suasana belajar - [Foto : Novi]
non-Sathora juga diterima untuk belajar bersama.

Sebelumnya, Ester menginformasikan kepada
orang tua anak non-Sathora, jika suatu saat KBS
kekurangan tenaga pengajar maka mereka akan
diminta mengundurkan diri. Karena sejak awal, kelas
ini dibentuk untuk membantu anak-anak ASAK.

Diharapkan, selalu ada relawan pengajar sehingga
pembatasan anak-anak (Sathora dan non-Sathora)
tidak akan terjadi. Selain membantu mereka yang
membutuhkan, hal ini bisa menjadi “pewartaan” bagi
sesama.
Seiring berjalannya waktu, karena kesetiaan anak-
anak untuk terus belajar, dibukalah kelas belajar
untuk SMP dan SMA/SMK. Anak Ayo Kuliah atau yang
sudah lulus kuliah diajak untuk menjadi pengajar. 

Saat ini, peserta KBS rata-rata 75 anak (TK/SD 50
anak, SMP 20 anak, SMA/SMK 5 anak), terdiri dari
anak ASAK, non-ASAK, dan non-Sathora. Mereka
dibantu oleh 11 pengajar, terdiri dari anak Ayo Kuliah
dan eks Ayo Kuliah yang sudah bekerja. Ada juga
relawan lainnya, seperti Evan, Pak Gerson, Calvin, dan
Johan.

Keprihatinan Ester saat ini adalah kemampuan
akademis anak-anak yang cenderung menurun.
Misalnya, anak kelas 4 masih tidak hafal perkalian
sehingga menyulitkan mereka memahami materi

- 27 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

KHAZANAH GEREJA

Santo-Santa,
Permata Gereja

PERTEMUAN kedua Bulan Kitab Cetus Philo, “Om, apakah sebab kita diciptakan secitra dengan
Suci Nasional di rumah Radini baru mereka itu sejak lahir Allah yang kudus. Kita adalah Bait
saja usai. Umat lingkungan sedang sudah ditakdirkan jadi orang Allah rohani, maka harus dijaga
menikmati aneka kudapan.  kudus?” kekudusannya. Tapi apakah bisa?”

Baru saja Philo hendak mencaplok Opa Ben mengelus dada.  Bisa saja, lanjut Monty. Berkat
arem-arem, telinganya menangkap “Haha, tidak Philo,“ jawab Monty,  rahmat Allah dan asalkan kita mau
suara Opa Ben, “Hei Philo, Opa “Waktu lahir, mereka rapuh percaya dan bekerja sama dengan
amati, kayaknya sekarang kamu seperti kita. Punya kesalahan dan rahmat-Nya.Di dalam Kristus
mulai malas membaca Kitab Suci kelemahan, bahkan banyak yang terdapat hikmat dan pengetahuan
dan mendengarkan renungan di sebelumnya pendosa berat.” tentang kekudusan. Melalui doa dan
handphone-mu. Betul?” “Ah, masa iya?” Philo tidak percaya.  Kitab Suci, kita akrab dengan Kristus.
“Benar, Philo. Bagi Tuhan, tidak ada
Philo gelagapan. Mulutnya yang mustahil. Oleh sentuhan rahmat Guna menerima hikmat, kita harus
menganga seperti mulut ikan mas panggilan Allah, mereka terpesona merendahkan diri di hadapan-Nya
koki. Malu-malu, ia menjawab, oleh daya tarik Yesus Kristus dan dengan menyadari keterbatasan dan
“Kayaknya iya sih.” berjuang untuk dekat dan bersatu ketidakberdayaan kita dalam sikap
dengan Kristus. Perkataan dan takut akan Allah. Kita membuka
“Haha, sudah kuduga,” serang Opa perbuatan Kristus seakan melekat hati, melepaskan diri dari keakuan,
lagi. pada akal budi mereka. Lalu, mereka dan siap menerima hikmat Allah
menginsyafi kesalahan dan bertobat, untuk dibimbing dan dibentuk oleh
“Dulu Opa sering dengar suara Hp- mulai menata hidup baru seturut Roh Kudus yang menerangi dan
mu berbunyi: doa... doa..., sekarang kehendak Tuhan. Jadi, kelemahan memurnikan akal budi dan nurani
kok cuma terdengar ... dor... dor.... dan dosa mereka bukan soal utama kita sehingga pola pikir kita selaras
bagi Allah, tapi kesediaan mereka dengan kehendak Allah. Kekudusan
Enak ya main game terus sampai untuk menjawab panggilan Allah ialah menjalankan kehendak Allah.
puas? Imanmu kayak orang dan mau bekerja sama dengan Kita menjadi terang bagi sesama
tenggelam; sebentar naik sebentar rahmat Allah, serta kesetiaan kepada lewat perkataan, sikap, dan
turun, lama-lama karam.” Allah sampai mati. Maka, hikmat perbuatan.
Allah mengalir dalam diri mereka, Para orang kudus menjadi teladan
Terdengar suara berat berdehem, mengantarnya kepada kekudusan.” untuk menolong kita semakin dekat
“Ehemm... makanya contohlah “Pak Monty, bagaimana cara dengan Tuhan. 
Opamu ini, Philo. Imannya... gini !”  mereka dekat dengan Allah?” Tuan
Monty, sang fasilitator, menunjukkan rumah, Radini, bertanya. Baru saja Monty mengakhiri
jempolnya.  Monty tertawa . sharingnya, Opa Ben menegur
“Nah, di situlah kehebatan Kitab Philo, “ Philo, kamu sih gak bisa jadi
Opa Ben berkelit, “Eitt!...Gak bisa Suci. Kitab Suci adalah dasar teladan buat adikmu, Polly. Kalau
diandalkan. Aku kayak debu jika perjumpaan kita dengan Tuhan. kamu belajar cuma memandang
dibandingkan dengan para Santo- Ia sanggup mengubah arah hidup buku pelajaran sekilas doang, lalu
Santa.” seseorang menjadi orang kudus, selesai. Dasar pemalas.”
karena dapat memberikan hikmat
Monty menimpali, “Jangan untuk hidup benar.” “Eh, nanti dulu, Om.” sela Monty.
dibandingkan dong. Memang hebat Pandangan mata Opa Ben seakan “Nah Philo, apa hasil ulanganmu
iman orang-orang kudus itu. menusuk tajam ke arah cucunya. bagus?”
Katanya, “Dengar tuh, Philo!” 
Sekalipun di bawah tekanan, Philo nyeletuk, “Aku mah gak mau Philo mengangguk. 
penindasan bahkan penganiayaan jadi orang Kudus, cukup jadi orang “Nah, “ kata Monty. “bukan malas,
keji, iman mereka tetap teguh dan Betawi saja.” Om. Itu namanya anak genius.”
tangguh. Demi mewartakan dan “Philo, jangan main- main. Ini Opa Ben mencibir 
memperjuangkan kebenaran serta serius !” sergah Opa.  “Huh, memang ia pantas diberi
kesucian. “Betul lho, Philo,” timpal Monty. gelar SpOG. Bukan spesialis
“Kita juga bisa menjadi kudus, tapi kandungan, tapi spesialis...
Bagi mereka, nyawanya bagai tentu saja tidak seradikal para orang Overtime Games.”
persembahan yang harum untuk kudus itu. Malah Yesus Kristus Semua terbahak. Philo
Tuhan. Iman mereka matang teruji menganjurkan kita menjadi kudus, menunjukkan kedua jempolnya.
hingga mencapai tingkat kesucian
luar biasa. Ekatanaya

Karena itu, para orang kudus
merupakan permata Gereja yang
berkilau karena telah dipoles oleh
gesekan keras.”

Tiba-tiba, Philo tunjuk jari. Opa
Ben was -was, jangan- jangan
pertanyaannya konyol.

- 28 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

LENSATHORA

Media karya para pewarta foto Sathora
dalam wadah Komunitas Fotografer Sathora.
Mari tunjukkan karya bercita rasa seni
fotografi dari lensa kamera Anda.

Video Mapping Gereja Katedral Jakarta - [Foto : Chris Maringka]

- 29 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

Video Mapping Gereja Katedral Jakarta

[Foto-foto : Chris Maringka]

- 30 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

ME

ME - [Foto-foto : Maxi Guggitz]

Discovery

Discovery - [Foto-foto : dok. panitia Discovery]

- 31 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

Retret Pengutusan KEP XXIII

Retret Pengutusan KEP XXIII - [Foto-foto : Matheus Hp.]

Tuhanlah Gembalaku.. Takkan Kekurangan Aku... - [Foto :
Budi Djunaedy]

Kitab Suci - [Foto : Aditrisna] Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo
membacakan Bacaan Injil saat Ulang

Tahun Gereja Sathora yang ke-35 -
[Foto : Hans]

- 32 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

LIPUTAN

HUT ke-20 orang Katolik banyak berdoa tetapi kurang dalam
PDS St. Fransiskus Assisi Firman Tuhan. Padahal, seharusnya seimbang
antara doa dan Firman. “Kita bersyukur 20 tahun
SUKACITA menyelimuti para pengurus dan umat yang sudah usia PDS, pasti sudah bijaksana. Selamat
hadir pada Misa Syukur HUT ke-20 PDS St. Fansiskus ulang tahun, Tuhan memberkati,” ujar Romo Rudi
Assisi pada Rabu, 17 Juli 2019. Acara berlangsung di menutup homili pada malam itu.
kediaman Frans Suwandi, Permata Buana. RD Rudi Hartono
mempersembahkan Ekaristi. Seusai Misa, para Ketua PDS yang hadir
bersama-sama meniup lilin angka 20, menandakan
Dalam homili, Romo Rudi mengatakan bahwa seseorang kematangan dan kedewasaan, diiringi lagu ‘Happy
menjadi bijaksana ketika ia menemukan hikmat Allah. Ketika Birthday’. Kegembiraan terpancar dari setiap yang
seorang anak berumur lima tahun bertanya tentang asal hadir. Acara dilanjutkan dengan ramah-tamah.
manusia, mamanya menjawab dengan cerita Adam dan hawa
yang beranak-pinak sampai kakek nenek, papa mama, dan Selamat HUT ke-20 PDS! Lily Pratikno
anak itu sendiri. Sedangkan sang papa menjawab dengan
menceritakan teori evolusi Darwin, mulai dari kera. Pengurus PDS bersama Romo Rudi Hartono - [Foto : Ade]

“Anak menjadi bingung, mana yang benar? Terserah kalian. Syukur atas HUT PDS 20 - [Foto : Ade]
Yang pasti, kalau dari mama, berarti berasal dari Adam
dan Hawa. Sedangkan kalau dari papa, berasal dari kera,”
kelakar Romo Rudi.

Menurut Romo Rudi, kedua jawaban itu benar. “Tetapi,
jawaban yang bijaksana untuk anak usia lima tahun adalah
jawaban mama. Kebijaksanaan memang susah dikenali tapi
dapat dirasakan.” 

Bersyukur adalah langkah pertama kebijaksanaan. “Ketika
ayah saya sakit dibawa ke Cimande. Saat itu, saya sedang
menulis skripsi. Saya berdoa minta hikmat Allah, apakah
saya harus keluar dari seminari untuk mengurus ayah atau
tidak. Ternyata, jawabannya tetap tinggal dan Tuhan yang
akan bekerja melalui orang-orang yang menjaga ayah saya.
Maka, bawalah Kristus di dalam kehidupan kita,” lanjut Romo
Rudi.

Kebijaksanaan harus sesuai dengan ukuran Allah.
Kebijaksanaan disembunyikan bagi orang pandai. “Saya
bersyukur dapat melayani karena pelayanan adalah tuntutan
saya sebagai romo. Walaupun saya mendapat amanat tugas
dalam tujuh bidang tetap harus dijalani semua. Enjoy dalam
pelayanan. Saat ini, saya ditugaskan di seminari untuk
‘mencetak’ frater dengan mengajar frater. Berarti Allah
mempercayakan saya untuk tugas besar,” ungkapnya.

Kebijaksanaan datang dari Firman Tuhan. Sebagian besar

Misa Pembukaan Bulan Rosario

PEMBUKAAN Bulan Rosario di dari lima presidium. Setiap Sabtu hendaknya kita berdoa rosario setiap
Paroki Bojong Indah Gereja Sathora dan Minggu, para legioner bergiliran hari. “Dengan doa rosario, Bunda
berlangsung pada 1 Oktober 2019. memimpin doa rosario selama 30 Maria akan menyampaikan segala
Acara diawali dengan perarakan menit sebelum Misa dimulai. permohonan kita kepada Putranya,
patung Bunda Maria dari Gua Maria Tuhan Yesus.”
Pieta menuju gereja, kemudian Demikian juga di Ruang Doa Maria
ditakhtakan di altar. Pieta. Setiap wilayah mendapat Patung Bunda Maria akan
Pembukaan Bulan Rosario giliran berdoa rosario setiap malam. tetap berada di altar sampai hari
dilaksanakan oleh para legioner Penutupan Bulan Rosario. Samaria
Dalam homili Misa Pembukaan
Bulan Rosario, Romo Diaz berpesan,

- 3-3 3-3-M-3E3MR-EAMRSAEURSLUAELSDUEISLDII3ES2DI 3#IS2SI#3e2pSte#epmSteebmpetrbe-emrOb-keOtrok-bteOorbk2eto0rb12e90r129019

Hikmat Allah dalam
Mengisi Kemerdekaan

UNTUK menyambut Hari sebuah karunia atau
Kemerdekaan ke-74 Indonesia,
PDS mengajak umat untuk rahmat dari Allah.
merenungkan “Hikmat Allah dalam
Mengisi Kemerdekaan” pada Kesimpulannya,
Rabu, 14 Agustus 2019. Acara yang
berlangsung di kediaman Frans orang berhikmat
Suwandi di Permata Buana ini
mengundang Romo Alexander Sisko bukan hanya berarti
MSC yang ahli memainkan alat
musik. memiliki pengetahuan Romo Alix Sisko memainkan alat musik sambil bernyanyi - [Foto :
dan ajaran yang baik, Ade]
Arti Hikmat atau Berhikmat
Menurut pandangan populer, tetapi terutama mampu Sebagai pengikut Kristus, kita
bertingkah laku dan melakukan terpanggil agar hidup dalam hikmat
hikmat atau hikmah (Inggris: tindakan-tindakan baik, tepat dan dan kebijaksanaan-Nya. Teristimewa,
Wisdom; Yunani: Sofia) adalah seimbang. kita dipanggil untuk menghadirkan
suatu pengertian dan pemahaman hikmat Allah dalam mengisi
yang dalam mengenai orang, Orang berhikmat bukanlah kemerdekaan bangsa dan negara
barang, kejadian, situasi, sehingga NATO (No Action Talk Only). Orang kita.
menghasilkan kemampuan untuk berhikmat rela mengandung dan
menerapkan persepsi, penilaian, dan melahirkan ajaran dan kebijaksanaan Kita bersyukur Allah telah
perbuatan sesuai dengan pengertian Ilahi dalam perbuatan sehari-hari menganugerahkan kemerdekaan
tersebut. demi terciptanya bonum communae kepada bangsa kita, 74 tahun
(kebaikan dan kesejahteraan silam. Mulai momen itu, kita bebas
Hikmat juga berarti pemahaman bersama). dari penjajahan dan perbudakan
akan apa yang benar dikaitkan bangsa asing. Kita merdeka dalam
dengan penilaian optimal terhadap Oleh sebab itu, hidup berhikmat arti freedom. Kita merdeka dari
suatu perbuatan. Jadi, hikmat selalu hendaknya menjadi keutamaan dan penindasan fisik, ekonomi, politik,
dikaitkan dengan kecerdasan, akal kebiasaan hidup sehari-hari bagi sosial, dan budaya. Pada saat itu,
budi, akal sehat, dan kecerdikan. orang yang mengklaim diri sebagai para pejuang dan pendiri negara
pengikut Kristus. Menurut ajaran kita mulai membangun dan menata
Menurut pandangan Gereja, hikmat Paulus, Yesus Kristus adalah Hikmat negara ini perlahan namun pasti; ke
adalah kearifan hidup yang berasal Allah terbesar bagi dunia (1Korintus arah yang lebih baik. Mereka punya
dari Allah. Ada dua ciri umum 1:17-31).
orang berhikmat dalam Kitab Suci.
Pertama, ia mampu melakukan Merdeka optimisme yang besar agar negara
keterampilan tertentu. Kedua, ia Kata Merdeka berasal dari ini bertumbuh menjadi negara yang
mampu membangun relasi yang besar dan kuat.
tepat dengan sesama, alam, dan bahasa Sansekerta maharddhi,
Tuhan. Itulah sebabnya, hikmat yang kemudian ditransliterasikan Tetapi, apakah selama 74 tahun ini
sering dipahami sebagai “seni ke dalam bahasa Jawa Kuno bangsa kita sungguh-sungguh hidup
hidup”. Jadi, hikmat berbeda dengan menjadi Maharddhika yang berarti sebagai bangsa yang merdeka, dalam
kepintaran atau pemilikan banyak kesempurnaan dan kekuatan penuh. arti independece. Apakah kita sendiri
pengetahuan dan ilmu. Hikmat hanya juga sudah hidup sebagai orang
dapat diberikan oleh Tuhan kepada Dalam perkembangannya, bahasa merdeka? Ternyata, tidak juga.
manusia. Jawa baru mengenalnya dengan kata
Mardika yang berarti tidak dipangku/ Orang yang sudah bebas sangat
Romo Alexander menjelaskan, dikuasai dan tidak diperintah oleh mungkin masih belum independen
ada tiga anggapan yang keliru penguasa lain atau keluar dari beban (mandiri, tidak tergantung).
terhadap hikmat dan berhikmat, pajak atau rodi (Purwardarminta, Ia memang bergerak tetapi
yaitu bahwa orang berhikmat karena 1939). pergerakannya bergantung pada
berpendidikan tinggi, berpengalaman faktor-faktor dari luar dirinya
hidup atau berpengalaman kerja, dan Menurut Kamus Besar Bahasa (meskipun faktor-faktor luar tersebut
orang yang sudah tua. Belum tentu. Indonesia (KBBI), kata merdeka ia yakini sebagai hal yang keliru). Ia
Karena, sekali lagi, hikmat adalah bermakna: (1) bebas dari tidak hidup dari kedalaman dirinya.
perhambaan, penjajahan, dsb
(Inggris: Freedom), (2) tidak terkena Bangsa kita memang sudah
atau terlepas dari tuntutan (misalnya merdeka dalam pengertian primer,
tuntutan penjara seumur hidup), yaitu bebas dari belenggu penjajahan.
(3) tidak terikat, tidak bergantung Hanya saja, untuk menjadi
kepada orang atau pihak tertentu bangsa yang merdeka dalam arti
alias leluasa (Inggris: Independence). independence, sepertinya memang
masih banyak yang harus kita

- 34 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

LIPUTAN

kejahatan dan mendukungnya dalam menjalankan
roda pemerintahan. Bila
kegelapan. Bila pemimpinnya berhasil, rakyat akan
hidup aman dan sejahtera.
kita bebas dari
Mengasihi sesama manusia
perbudakan dosa Tuhan Yesus bersabda, “Kasihilah

dan kejahatan, Tuhan Allahmu, dengan segenap
hatimu dan dengan segenap jiwamu
sesungguhnya dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan
kita mengalami yang pertama. Dan hukum yang
kedua, yang sama dengan itu, ialah:
kebebasan dan kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri.” (Matius 22: 37-39).
kemerdekaan
Inti ajaran Kristus adalah kasih.
yang sejati Maka, setiap orang Kristen dipanggil
Pengurus PDS bersama Romo - [Foto : Ade] sebagai anak- untuk mengasihi. Itulah hukum yang
paling utama. Kasih kepada Allah
perjuangkan bersama-sama. Kita anak Allah. harus dibuktikan dalam tindakan
masih bergumul untuk membangun Dalam pengertian inilah, kita kasih kepada sesama. Orang yang
peradaban bangsa yang lebih baik. akan terdorong untuk berpikir dan katanya mengasihi Allah tetapi
Dulu kita dijajah oleh bangsa asing, bertindak melakukan yang terbaik membenci sesamanya adalah penipu
tetapi sekarang yang menjadi demi kemajuan bangsa dan negara. (1Yohanes 4:20). Sebab, bagaimana
mungkin dia mengasihi Allah yang
penjajah justru diri kita dan bangsa Menghormati semua orang tidak dilihatnya, sedangkan dia tidak
sendiri. Di dunia ini, kita tidak hidup mampu mengasihi sesama yang
dilihatnya. Karena itu, kita hadir
Bung Karno mengatakan, sendirian. Kita hidup bersama orang untuk mengasihi sesama (siapa saja)
“Perjuanganku lebih mudah lain. Bahkan hidup kita yang terberi tanpa memandang asal-usul dan
karena melawan penjajah, tetapi ini pun berkat kehadiran orang lain latar belakangnya.
perjuanganmu akan lebih sulit (hubungan kasih antara ayah dan ibu
karena melawan bangsamu sendiri.” kita sehingga lahirlah kita). Di sinilah Takut akan Allah
kita melihat bahwa manusia adalah Takut akan Allah bukanlah sikap
Perjuangan kita saat ini amat makhluk sosial. Ia hidup bersama
berat karena: pertama, melawan dan untuk orang lain. Oleh sebab itu, yang bermakna negatif. Bukan juga
oknum-oknum yang menggerogoti sikap saling hormat-menghormati berarti “ketakutan” kepada Tuhan.
bangsa dan negara yang berlaku harus kita kembangkan terus- Sikap ini lebih tepat diartikan sebagai
korupsi, diskriminatif, dan tidak menerus dalam hidup agar tercipta rasa hormat, kagum, dan pasrah
adil, menciptakan kemiskinan, kedamaian dan keharmonisan. kepada Tuhan. Sebab, inilah dasar
indiferentisme (acuh tak acuh), Apalagi dalam konteks tinggal di untuk mengikuti jalan-Nya, melayani,
egois, dst. Kedua, melawan karakter negara Indonesia yang sangat plural dan mengasihi Dia meskipun kita
diri sendiri yang kurang produktif, dengan suku, budaya, agama, dan harus kehilangan nyawa. Dan bagi
kreatif dan inovatif, manja, kurang golongan, maka sikap hormat- Yesus, orang tidak perlu takut dengan
kerja keras (kukeras), malas- menghormati dan toleransi mesti ancaman pembunuhan karena
malasan, suka mimisan (minta-minta dijunjung tinggi. beriman kepada-Nya dan karena
santunan), kurap (kurang rapi), kudis memperjuangkan kebenaran. Tetapi,
(kurang disiplin), muntaber (mundur takutlah bila kita tidak mewartakan
Injil dan bersaksi tentang Dia. Pada
tanpa berita), dst. Menghormati pemimpin akhirnya, sikap ini membawa kita
Berhadapan dengan situasi dan Setiap lembaga hidup bersama pada rasa syukur, melayani, dan
mencintai Allah lebih dari segala
pergumulan bangsa kita saat ini, (keluarga, Gereja, masyarakat, sesuatu.
lalu kita bertanya: Apa yang menjadi negara, perusahaan, dst)
hikmat Allah bagi kita dalam membutuhkan seorang pemimpin Solo Dios Basta!; artinya, Allah saja
mengisi kemerdekaan? Terinspirasi (the leader). Tentu yang diharapkan cukup! kata St. Theresia dari Avila.
dari bacaan 1Petrus 2:13-17, kita ialah pemimpin yang cakap dan
memiliki Pancasila Hikmat untuk berhikmat dalam memimpin Romo Alexander Sisko MSC/
menjadi orang berhikmat dalam anggota dan rakyatnya. Kemajuan Lily Pratikno
mengisi kemerdekaan, yaitu: dan keberhasilan sebuah lembaga

Hidup sebagai orang merdeka dan negara ada di tangan mereka
Hidup sebagai orang merdeka dalam kerja sama dengan rakyatnya.
Sebab, kehadiran seorang
dalam konteks ini, yakni dalam arti pemimpin tidak akan berarti bila
bebas dari perbudakan dosa dan tidak memiliki rakyat dan anggota.
kejahatan. Tuhan memanggil kita Begitupun sebaliknya. Maka,
pertama-tama supaya kita hidup siapapun pemimpin kita saat ini,
sebagai anak-anak kebenaran dan Tuhan meminta kita untuk bersikap
terang, bukan menjadi budak-budak respect dan menghormati serta

- 35 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

Resital Tembang Puitik Berbagai ekspresi Valentina Nova - [Foto : Aditrisna]
“Puji Syukur”
Ayo Sekolah Ayo Kuliah (ASAK) Sathora. Resital ini
SIAPA sangka sebuah puisi dapat menjadi deretan lirik merupakan wujud syukur atas kasihTuhan kepada
yang indah dengan alat musik modern? Panggung kayu, Indonesia tercinta. Meski banyak kerikil dan gelombang,
latar kupu-kupu berterbangan, dan kain batik yang khas Indonesia tetap berdiri dengan semboyan Bhinneka
tradisional Indonesia terpampang di GKP Santo Thomas Tunggal Ika dan semangat nasionalisme.
Rasul Lantai 4 pada 30 Agustus 2019, pukul 19.30.
Sumbangan yang terkumpul dalam resital amal ini
Resital tembang putitik Indonesia yang ditampilkan diserahkan kepada gerakan Ayo Sekolah Ayo Kuliah
merupakan karangan Ismail Marzuki, Mochtar Embut, Santo Thomas Rasul, guna membantu para pesertanya
Maladi, dan lainnya. Alunan melodi Valentina Nova, melanjutkan pendidikan.
Aris Kristiadi, Monica Atmadji, Qiarra Z.A. Lihawa, dan
Beatrice J.C. Gobang membuat setiap kalimat menjadi Sesuai dengan program pemerintah, yakni
syahdu. Dentingan piano Ellen Tania menambah semangat menurunkan tingkat kemiskinan, Gereja Katolik
nasionalisme dan patriotisme. menanggapinya dengan membentuk gerakan Ayo
Sekolah, untuk membantu anak-anak yang kemampuan
Resital amal di Paroki Bojong Indah Gereja Santo keuangannya terbatas untuk melanjutkan sekolah
Thomas Rasul ini berlangsung dalam dua babak, yaitu dengan memberikan santunan.
Tjinta dalam Perdjoeangan dan Pantjasila. Acara ini
dihadiri oleh berbagai kalangan; anak muda, dewasa, Kehadiran Ayo Sekolah disambut baik sehingga
hingga lansia. dibentuk program Ayo Kuliah. Saat ini, gerakan ASAK
Sathora membiayai 153 anak Ayo Sekolah dan 50 anak
Ditambah pula penampilan Paduan Suara Keluarga Ayo Kuliah. Program Ayo Kuliah mendapat tanggapan
Kudus Nazaret dan berbagai lagu yang dinyanyikan, positif dari berbagai universitas ternama di Jakarta,
membuat para penonton seakan terbawa ke zaman era yaitu Binus, UKRIDA, Atma Jaya, dan beberapa
perjuangan dan puji syukur atas kemerdekaan Indonesia. universitas lainnya.

Resital yang dipandu oleh Alfredo Louis ini Resital amal ini sangat membantu para peserta ASAK
diselenggarakan oleh Panitia Damai Bersama-Mu dan untuk terus bersemangat menempuh pendidikan hingga
mencapai mimpi dan menghargai setiap sumbangan
yang diberikan. Setiap rupiah yang didonasikan akan
merajut harapan anak-anak ASAK. Jessica Wongsodiharjo

Valentina Nova bersama Aris Kristiadi, Monica Atmadji, Qiarra Z.A. Performance dari Paduan Suara Keluaga Kudus Nazareth - [Foto :
Lihawa, dan Beatrice J.C. Gobang - [Foto : Aditrisna] Reynaldo]

- 36 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

LIPUTAN

Ketua Panitia Theresia Purba, SH, MH - [Foto : Matheus Hp.] Moderator Ranto Parulian Simanjuntak, SH, MH bersama
narasumber, Romo Diaz, Lilis Purba dan Susi Tan - [Foto :

Matheus Hp.]

Tidak Membenarkan sisi Undang–Undang (Negara), yang disampaikan oleh
Perceraian Susy Tan dan Lilis Purba. Pada sesi pertama dijelaskan
terkait syarat sahnya (Pasal 6 – 12 UU Perkawinan)
“PERKAWINAN Menurut Gereja dan Negara serta sebuah perkawinan secara hukum dan akibat (hak dan
Permasalahannya” merupakan tema seminar yang kewajiban) yang timbul dari sebuah perkawinan.
diadakan oleh Sie Keadilan dan Perdamaian (SKP)
Paroki Bojong Indah Gereja Santo Thomas Rasul. Pada sesi pertama juga dijelaskan bagaimana Undang–
RD Yosef Purboyo Diaz adalah Romo Moderator SKP. Undang Perkawinan (UU No.1 Tahun 1974) mengatur
Sedangkan Ketua Panitia adalah Theresia Purba, SH, seluruh hak dan kewajiban suami dan istri dalam
MH dan Ketua SKP, George. perkawinan.

Seminar ini dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus Sesi kedua dibawakan oleh Romo Diaz selaku Pastor
2019 di Gedung Karya Pastoral dan diikuti sekitar 75 Paroki dan Romo Moderator SKP. Pada sesi ini, Romo
peserta dari berbagai kalangan; orang muda, orang Diaz membicarakan mengenai perkawinan dari aspek
tua, dan lansia. Seminar ini diselenggarakan karena Hukum Gereja. Romo Diaz menjelaskan bahwa dasar
keprihatinan SKP dan Pastor Paroki akibat banyaknya dari hukum Gereja yang memuat ketentuan mengenai
umat yang melakukan konsultasi hukum kepada perkawinan ada di dalam Kitab Hukum Kanonik.
SKP dan Pastor Paroki mengenai permasalahan
perkawinannya. Banyak juga yang ingin berpisah. Romo Diaz juga menyebutkan mengenai perkawinan
seperti apa yang sah dan tidak sah dalam Gereja Katolik
Seminar ini dibawakan oleh RD Yosef Purboyo Diaz dan juga mengenai dispensasi apa saja yang diberikan
dan dua pengacara, yaitu Susi Tan SH,MH dan DR. oleh Gereja Katolik terhadap pasangan beda agama
Lilis Purba SH,M.Th yang juga merupakan akademisi. yang mau menikah di Gereja Katolik. Namun begitu,
Seminar ini dimoderatori oleh Ranto Parulian disarankan untuk tetap mencari pasangan yang seagama.
Simanjuntak SH,MH yang juga seorang pengacara.
Romo Diaz mengungkapkan bahwa Gereja Katolik tidak
Seminar dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama membenarkan dan mengenal perceraian. Gereja tetap
membahas tentang sudut pandang perkawinan dari berpegang bahwa “Apa yang telah dipersatukan oleh
Tuhan, tidak boleh diceraikan oleh manusia” (Mat 19:6
dan Mrk 10:9). Theresia Purba

Sesi tanya jawab - [Foto : Matheus Hp.] Foto bersama Panitia dan para narasumber- [Foto : Matheus
Hp.]

- 37 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

Kenikmatan
Berhikmat

Romo Yustinus, pembicara Pelatihan - [Foto : Berto] KEJENUHAN dalam pelayanan pasti ada. Untuk
Aksi Panggung Narasumber dan peserta Pelatihan - [Foto : Berto] mengantisipasi kondisi demikian, diadakan Seminar
Tahun Berhikmat. Seminar yang diselenggarakan oleh
Peserta Pelatihan - [Foto : Berto] Seksi Pelantikan dan Kaderisasi (Pekad) ini dihadiri
Peserta Pelatihan PEKAD Sathora - [Foto : Berto] oleh para kader dan pelayan Gereja. Tujuannya,
memotivasi umat agar lebih menjiwai pelayanan,
hubungan dengan umat lebih terbuka, dan komunikasi
berjalan efektif. 

Acara ini menghadirkan tiga pembicara yang
mumpuni dari Puspas KAJ Samadi. Sesi pertama
dibawakan oleh Louis M. Djangun. Peserta diberikan
pencerahan bagaimana cara melayani yang baik. “Kita
punya panutan hidup, yaitu Paus Fransiskus. Paus yang
bisa merangkul semua kalangan, tidak menghakimi,
dan terbuka pada semua orang,” ujar pria kelahiran
Flores ini.

Yang dilakukan Paus memang luar biasa.
Kepemimpinannya membuat dunia terkejut; dengan
aksi-aksinya yang tidak biasa. Kepemimpinan
transformatif ini bisa menjadi panutan dalam
pelayanan.

Sesi kedua diisi oleh Romo Yustinus Ardianto.
Menurut Romo Yus, umat Katolik cenderung kaku
karena dibiasakan untuk patuh pada hirarki Gereja;
berdoa, berkolekte, dan menghormati para imam.
Namun, saat ini, struktural Gereja sudah mulai
berubah.

Umat Katolik, lanjut Romo Yus, punya tiga aspek
hidup, yaitu hidup rohani, komunitas, dan karya
pelayanan. Semua itu bisa kita dapat dari persaudaraan
di lingkungan.  “Maka, jadilah gembala yang baik dan
murah hati,” ujarnya singkat menutup sesi.

Setelah makan siang, masih ada satu sesi lagi yang
tidak kalah seru, yang dibawakan oleh Muluk Agung. Ia
membawakan materi tentang Komunikasi Pastoral.

Dengan enerjik, pria yang berprofesi sebagai
hypnotherapist ini membuka dengan hal komunikasi
dasar. Seru banget!

Sebagai pelayan Tuhan, ungkap Muluk, cara
berkomunikasi kita harus diubah. “Pakailah BIDIK!”
seru pria kelahiran 5 Mei 1980 ini. Dalam pelayanan,
kita harus bisa berbicara, mendengar, dan menyelidik
secara efektif.

“Seminar ini mengesankan sekali! Ada keunikan
masing-masing pada setiap sesi. Seru!” kata Dewi,
Ketua Lingkungan Antonius 1. Nila Pinzie

-- 3388 -- MMEERAASSUULL EEDDIISSII3322##SSeepptteemmbbeerr--OOkkttoobbeerr22001199

LLIIPPUUTTAANN

mengikuti atau menghayati

dorongan Roh dalam hidup kita

sekaligus agar sesuai dan semakin

mirip dengan Yesus.

Allah memberikan sketsa-

sketsa orang yang berbeda-beda.

Sadhana ingin mengetahui cara

menyempurnakan sketsa itu

dalam hidup kita masing masing

untuk menjadi gambar Allah yang

sempurna.

Spiritualitas terdiri dari dua

tahapan, yaitu:

Pertama, Pengamatan,

Panitia Rekoleksi Komunitas Meditasi Sadhana Sathora - [Foto : dok. pribadi] mengamati dari luar. 

Rekoleksi Komunitas Meditasi Kedua, Refleksi, mengamati
Sadhana Sathora dari dalam  (pantulan yang masuk ke
dalam diriku).

Maka, dua tahapan ini dapat
membuat orang menjadi semakin

KOMUNITAS Meditasi Sadhana sangat berkenan mendengarkan bijaksana.
Sathora (KMSS) merayakan ulang pengajaran yang disampaikan oleh Sadhana melalui pendirinya,
tahun keempat pada 23 Juli 2019. Romo Alex Dirdja SJ.
Koordinator KMSS F. Darmady Tjuatja Anthony D’ Mello, menganjurkan
dan Moderator KMSS Romo Alex Tema “ Be Yourself” terdiri dari tiga para pengikutnya untuk berefleksi
Dirdja SJ, serta anggota tim KMSS sesi, yaitu   dan juga menganggap bahwa sharing
sepakat membentuk panitia. Mereka itu penting.
menunjuk Budi Suryadi sebagai Pertama, Keterbukaan Hati,
Koordinator Rekoleksi. Belajar Tiada Henti. Rekoleksi berjalan lancar. Para
peserta puas mendengarkan semua
Acara berlangsung di Mawar Kedua, Memelihara Keseimbangan penjelasan Romo Alex pada setiap
Indah Resort, Ciawi, pada Jumat Antara Kerja dan Waktu Senggang. sesi. Mereka berharap KMSS dapat
dan Sabtu, 6-7 September 2019. mengadakan acara seperti ini setiap
Rekoleksi bertajuk “Be Yourself” Ketiga, Menimba dari Sumber- tahun.
ini dipimpin oleh Romo Alex Dirdja sumber Kehidupan. 
SJ. Ini merupakan rekoleksi kedua Setelah Ibadat Sabda dan makan
KMSS. Rekoleksi pertama diadakan Setiap sesi dijelaskan dengan siang bersama, rekoleksi KMSS
cermat oleh Romo Alex. Misalnya, berakhir pada pukul 12.30.
pada sesi pertama Romo Alex
menjelaskan bahwa spiritualitas Penny Susilo 
adalah cara memahami dan cara

di Wisma Samadi

Klender, Agustus

2019. 

Target awal

panitia sebanyak

60 peserta. Tetapi,

karena peminatnya

cukup banyak maka

jumlah peserta

ditambah menjadi

80 orang. Peserta

rekoleksi ini,

selain umat Paroki

Sathora, juga umat

paroki lain, seperti

Paroki Kedoya,

Paroki Blok B, dsb.

Dapat dikatakan,

semua peserta Panitia dan peserta Komunitas Meditasi Sadhana Sathora - [Foto : dok. pribadi]

- 39 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

KEP 23 Sathora Peserta KEP XXIII - [Foto : Chris Maringka.]
Tim Pujian - [Foto : Chris Maringka.]
“…Ini Aku, Utuslah Aku”
Acara api unggun - [Foto : Matheus Hp.]
TAHUN INI, Gereja Sathora menyelenggarakan Kursus
Evangelisasi Pribadi (KEP) Angkatan 23. Satu peserta
dalam kesaksiannya menceritakan alasan ia mau
menjadi peserta KEP 23. Karena ia ingin lebih dekat
dengan Tuhan. Singkat dan simpel. Keputusan yang tepat
bergabung dalam komunitas KEP.

Dengan mengikuti pengajaran demi pengajaran, Jessy
salah seorang peserta KEP 23, mengatakan,” …Saya
ingin belajar lebih mengenal Tuhan dan tata cara hidup
sebagai umat Katolik.”

Pengajaran yang diselingi lagu dan pujian yang
menghibur, akunya, lebih menambah daya tarik, selain
diajar oleh pengajar handal. Selain itu, terjalin keakraban
antara mentor dan anggota kelompok, yang selalu
membimbing dan mengingatkan dalam setiap tugas dan
acara.

Para peserta bertahan hingga Retret Pengutusan
(Retus), sebagai penutup rangkaian KEP. Menurut
sebagian besar peserta, untuk hadir rutin setiap Kamis
pukul 19.00–21.00, dirasakan sebagai sebuah kebiasaan
yang terus dilakukan. Terasa aneh, jika ada yang
hilang, kalau tidak dilakukan lagi. Ada kerinduan untuk
mendengar Firman, berkumpul bersama teman seiman
semakin akrab.

Setiap tahun penyelenggaraan KEP berulang. Jumlah
peserta di kisaran 100 orang. Hal yang membanggakan,
semua anggota panitia selalu diliputi rasa optimis dalam
mengundang peserta baru dalam KEP berikutnya.

Pengajaran perdana yang dimulai 15 November
2018 selama sembilan bulan, ditutup dengan Retret
Pengutusan pada 6-8 September 2019, serta Inagurasi
pada 19 September 2019.

Cynthia, Ketua Panitia KEP 23, dalam sambutannya
menyampaikan bahwa kita menanggapi kasih dan
panggilan Tuhan berbeda satu sama lain, melalui
proses yang berbeda. Mengikuti KEP adalah wujud
nyata tanggapan atas panggilan Tuhan tersebut dalam
mewartakan kasih, kebaikan, dan Kabar Gembira kepada
sesama. Melalui KEP, mengalami Tuhan secara pribadi,
relasi diperbaiki, dan semakin intim dengan Tuhan,
sehingga setiap pribadi dapat mengalami perubahan
sikap dan perilaku yang lebih baik, semakin serupa
dengan karakter Kristus, dan hidup dalam buah-buah
Roh.

Di dalam KEP, banyak yang mengalami sukacita dan
pertumbuhan iman yang berdampak baik pada diri
dan orang lain. Tema KEP 23 “Ini Aku. Utuslah Aku”,
mempertegas arah pelayanan umat untuk menyerahkan
diri menjadi utusan-Nya. Untuk panitia KEP 24 yang akan
memulai pengajaran, tetap selalu bersemangat. Berto

Permainan balon - [Foto : Matheus Hp.]

-- 4400 -- MMEERRAASSUULL EEDDIISSII3322##SSeepptteemmbbeerr--OOkkttoobbeerr22001199

LIPUTAN

Pasutri Tedy, kedua anaknya dan orangtuanya belajar membuat Anak-anak serius mendengarkan pembimbingan pengetahuan tentang
lontongan (pembibitan tanaman) - [Foto : Sinta] sampah, didampingi Pastur Ferry (berdiri) - [Foto : Sinta]

Sadarilah Bahwa... bimbingan tentang cinta kasih dalam keluarga. Tema
cinta kasih keluarga ini bersumber dari Ensiklik Paus
“PANDANGILAH makanan yang ada di hadapan kita. Fransiskus.
Sadarilah bahwa makanan itu adalah hasil jerih-payah
para petani dan orang-orang yang terlibat sehingga Keesokannya, Minggu pukul 05.30, peserta bangun
akhirnya siap kita santap. Hendaknya makanan itu untuk bermeditasi sekitar 30 menit, dilanjutkan dengan
kita habiskan, jangan sampai ada yang tersisa. Karena berdiri di alam terbuka. Mereka menghirup udara pagi
dengan membuang makanan, berarti kita telah yang segar di antara pepohonan yang subur dan rimbun.
merampas hak orang miskin yang seharusnya berhak Mereka dipersilakan menyentuh batang-batang pohon
pula memperoleh makanan.” dengan penuh kasih karena tumbuh-tumbuhan adalah
makhluk hidup yang dapat pula merasakan kasih
Begitulah sepenggal pesan moral dari poin Tujuh sayang manusia. Kemudian para peserta membersihkan
Sadar yang selalu diucapkan oleh pembimbing rekoleksi halaman dengan sapu yang sudah disediakan.
sebelum mulai makan.
Bila kita menginap di hotel, mana ada tamu yang sudah
Tahun ini, Lingkungan Matius 3 mengadakan rekoleksi membayar disuruh menyapu halaman!
di Eco Camp. Acara yang berlangsung pada 21 dan 22
September 2019 ini berlokasi di Dago, Bandung, Jawa Namun, justru inilah pendidikan bagi kita untuk
Barat. Kepengurusan rekoleksi ini dipercayakan kepada menghargai alam ciptaan Tuhan yang sungguh baik
pasutri muda, Tedy dan Ricka. bagi kehidupan manusia. Semakin lama kesadaran ini
semakin terlupakan oleh manusia.
Eco Camp sebagai tempat penyegaran rohani dan
jasmani sangatlah tepat. Setelah membersihkan halaman, sesi berikutnya
adalah acara berkebun. Keluarga yang terdiri ayah-ibu-
Program Eco Camp pimpinan RD Ferry Sutrisna ini anak diperkenalkan cara membuat lontongan, yaitu cara
sarat dengan pendidikan. Tidak hanya untuk anak-anak, pembibitan tanaman yang baru tumbuh.
juga bagi yang sudah dewasa bahkan lansia.
Ada pula sesi di mana anak-anak dipisahkan dari orang
Misalnya, para peserta diwajibkan memasang sendiri tuanya, karena metoda pembimbingannya berbeda.
seprai dan sarung bantal untuk kasurnya masing- Namun, temanya tetap sama, yaitu menggerakkan
masing. Ketertiban menjaga kebersihan kamar tidur kepedulian terhadap alam sekitar serta pengetahuan
ditegaskan dengan larangan membawa makanan ke tentang sampah. Pastor Ferry mempersembahkan Misa
dalam kamar. sebagai acara terakhir rekoleksi.

Mereka yang membawa camilan dari rumah, harus Sebetulnya dua hari satu malam tidaklah cukup waktu
ditaruh di meja ruang makan. Hendaknya mereka tidak untuk menggugah hati dan kesadaran para peserta agar
keberatan bila camilan yang dibawanya diambil atau lebih memahami masalah lingkungan. Semoga akan ada
dinikmati pula oleh orang lain (mengajarkan berbagi). kesempatan lagi bagi umat Matius 3 untuk kembali ke
sana.
Materi rekoleksi berupa bimbingan untuk
mendekatkan diri pada alam, bersahabat dengan alam, Bila Pembaca ingin tahu lebih jauh tentang Eco Camp,
dan lebih peduli terhadap sesama manusia. Karena silakan buka link http://ecolearningcamp.org/menikmati-
itulah, sebelum makan, pembimbing rekoleksi selalu keheningan-di-eco-camp-bandung/
mengulangi seruan untuk menghabiskan makanan yang
kita ambil, kemudian mencuci perangkat makanannya Sinta
sendiri. Cara mencuci piring pun harus mempergunakan
air sehemat mungkin. Catatan Redaksi: program rekoleksi di Eco Camp berlandaskan

Peserta rekoleksi ini terdiri dari keluarga muda, pada Ensiklik Kedua Paus Fransiskus yaitu Laudato si’ (artinya,
lansia, dan anak-anak. Jumlah peserta 36 orang (semula Pujian Bagi-Mu) dengan subjudul On the care for our common
terdaftar 38 orang, namun pada hari-H, 2 orang lansia home (dalam kepedulian untuk rumah kita bersama). Dalam
mengundurkan diri karena sakit). Pastor Ferry Sutrisna
dalam sesi malam yang dipimpinnya, memberikan ensiklik ini, Paus mengritik konsumerisme dan pembangunan

yang tak terkendali, serta menyesalkan pengrusakan

lingkungan dan pemanasan global.

- 41 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

Konser Paduan Suara
Lintas Generasi

Paduan Suara Katolik Keluarga Kudus Nazaret (PSK KKN) - [Foto DERAP kaki anak–anak berusia 6-14 tahun menaiki
: Arief Budiman] panggung. Lalu, mereka berdiri rapi sesuai tinggi badan dan
pembagian suara; sopran, mezzo atau alto. Perlahan mereka
Para alumni - [Foto : Arief Budiman] menyanyikan lagu Hidup ini Indah, Easter Carol, A blessing,
dan lagu lainnya dalam formasi paduan suara. Suara
Foto PSK KKN, PSAK KKN bersama para alumni - [Foto : Arief dan gerakan khas anak-anak memeriahkan konser yang
Budiman] berlangsung pada Minggu, 22 September 2019, pukul 11.00.

Foto bersama - [Foto : Arief Budiman] Itulah Paduan Suara Anak Katolik Keluarga Kudus Nazaret
(PSAK KKN). Mereka memberikan penampilan terbaiknya di
Gedung Karya Pastoral Gereja Santo Thomas Rasul. PSAK
KKN yang berdiri pada tahun 2004 ini rutin melayani dalam
Misa sebulan sekali dan mengikuti berbagai perlombaan.

Konser ini diselenggarakan guna memperingati 30 tahun
Paduan Suara Katolik Keluarga Kudus Nazaret (PSK KKN)
dan 15 tahun Paduan Suara Anak Katolik Keluarga Kudus
Nazaret (PSAK KKN). Konser bertemakan ungkapan syukur
atas pencapaian usia pelayanan Paduan Suara Keluarga
Kudus Nazaret, yang sudah lintas generasi; yaitu paduan
suara anak, dewasa, dan alumni.

Keberhasilan dan keberlangsungan Paduan Suara
Keluarga Kudus Nazaret ini tidak lepas dari para pelatihnya,
yaitu Rodyanta Suryanthyo dan Monica Vina. Mereka setia
melatih selama 30 tahun dan 15 tahun.

Konser Keluarga Kudus Nazaret kali ini melibatkan Alumni
Paduan Suara Katolik Keluarga Kudus Nazaret dan Paduan
Suara Deo Gratias Paroki Alam Sutera Gereja St. Laurensius.
Alumni Paduan Suara Katolik Keluarga Kudus Nazaret
menyanyikan lagu pop berimprovisasi dengan menggunakan
alat musik tradisional; memberikan variasi warna pada
pandangan paduan suara yang mengutamakan kualitas
suara setiap anggotanya.

Adanya kolaborasi seluruh Paduan Suara Keluarga Kudus
dari PSAK, PSK, dan Alumni menutup konser, memberikan
gambaran bahwa Paduan Suara KKN sudah melibatkan lintas
generasi; dari orang tua hingga anak yang berpartisipasi.

Paduan Suara Katolik Keluarga Kudus Nazaret (PSK KKN)
yang berdiri sejak 15 September 1989 telah mengukir banyak
prestasi melalui perlombaan dan konser, di samping juga
tetap melayani dan berkegiatan dalam lingkup Paroki Bojong
Indah Gereja Santo Thomas Rasul.

Dalam konser ini, PSK KKN menyanyikan lagu klasik latin,
lagu pop Inggris dan Indonesia, yaitu Gloria, Lion Sleeps
Tonight, The Best ABBA, Damai Bersamamu, dan Sempurna.
Paduan suara yang beranggotakan 25 orang muda Katolik ini
menjunjung misi melayani dan berprestasi dengan tetap aktif
sebagai paduan suara Gereja.

Paduan Suara Katolik Keluarga Kudus Nazaret, yang
berlatih setiap Rabu pukul 20.00 -22.00 di Gereja Santo
Thomas Rasul, mengajak semua orang muda Katolik yang
tertarik melayani dan menyanyi, untuk bergabung.

Jessica Wongsodiharjo

- 42 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

LLIIPPUUTTAANN

RD FX Suherman saat membawakan Seminar Mengenal Realita Roh dan Kuasa Gelap - [Foto : Aditrisna]

Roh di Alam Antara pelayanan doa pelepasan, hendaknya jangan dalam
keadaan luka batin dan berbeban berat. Ini berbahaya
“TIDAK semua arwah orang yang sudah meninggal bisa karena bisa menjadi bumerang. “Kita harus percaya
masuk ke dalam Surga. Ada yang masuk Purgatorium bahwa roh gentayangan itu ada agar kita bisa melakukan
(api penyucian). Ada pula yang masih gentayangan doa pelepasan.”
di tempat penantian dan belum dapat kembali
ke rumah Tuhan,” kata RD F.X. Suherman dalam Yang bisa memanjatkan doa untuk mereka adalah
Seminar Mengenal Realita Roh dan Kuasa Gelap yang orang-orang yang masih hidup. Oleh karena itu, setiap
diselenggarakan oleh Komunitas Tri Tunggal Maha dua bulan sekali, Gereja Sathora selalu mengadakan
Kudus. Seminar ini berlangsung pada Sabtu, 5 Oktober Misa Arwah. Bagi umat yang ingin mendoakan arwah
2019, di Gedung Karya Pastoral St. Thomas Rasul. RD. keluarga atau orang-orang yang dikasihi, hendaknya
FX. Suherman menjadi narasumber. membawa foto-foto almarhum.

Menurut Romo Suherman, roh yang gentayangan Bagaimana mengetahui bahwa roh gentayangan itu
berada di Alam Antara. Roh ini sangat perlu didoakan. ada?
“Jika tidak didoakan, mereka bergentayangan dan bisa
diperalat oleh dukun ilmu hitam menjadi roh jahat.” “Cobalah beri sesajen sederhana berupa segelas kopi.
Jika kopi dalam gelas tersebut berkurang, berarti di situ
Roh jahat atau kuasa gelap ini akan mengganggu ada roh gentayangan,” ungkap Romo Suherman. Ketika
dan menguasai manusia sehingga menjadi sakit dan Romo Suherman mengatakan kalimat di atas, tiba-tiba
kerasukan. Penyakit yang disebabkan oleh kuasa lampu monitor mati! Suasana jadi mencekam. Para
gelap, sulit disembuhkan secara medis. “Hanya peserta seminar terdiam. Sepi! Barangkali hanya Romo
mereka yang diberi Karunia Roh Kudus-lah yang dapat Herman yang tahu, mengapa lampu monitor padam.
menyembuhkannya,” lanjut Romo Suherman.
Seminar yang diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai
Roh Kudus adalah Karya Allah yang penuh kekuasaan, paroki ini disampaikan dengan lugas, diselingi humor
menyinari jiwa manusia dengan terang-Nya. Dalam sehingga tidak menakutkan. Seminar yang dimulai pada
pukul 09.00 ini diakhiri dengan tanya-jawab hingga pukul
15.00. Samaria

RD FX Suherman saat membawakan Seminar Mengenal Realita Roh dan Kuasa Gelap - [Foto : Aditrisna]

-- 4433 -- MMEERRAASSUULL EEDDIISSII3322##SSeepptteemmbbeerr--OOkkttoobbeerr22001199

Hak Istimewa Melayani

SETELAH rekoleksi bertajuk “Kebhinnekaan dalam Saling percaya dan berbagi tugas dengan baik agar sampai ke tujuan
Pelayanan Membuahkan Persatuan” yang berlangsung - [Foto : Novi]
di Bukit Palem Resort, Sukabumi, pada 2-3 Juni 2018,
Seksi Kesehatan Sathora kembali menyelenggarakan Bergandengan dan melangkah bersama membuat pelayanan semakin
rekoleksi di Rumah Retret Deo Gratia, Lembang, pada ringan sampai tujuan - [Foto : Novi]
19-20 Oktober 2019.
Selalu bersemangat, hidup Sie Kesehatan - [Foto : dr. Juan Lie]
Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Bandung, Romo
Hilman, menjadi pembicara dalam rekoleksi yang Romo Hilman juga memberi tips bagaimana
bertajuk “Menjadi Jembatan Keadilan bagi Sesama”. memahami khotbah/bacaan Injil baik dalam bacaan
pribadi maupun Misa.
Dua sesi yang dibawakan oleh Romo Hilman sungguh
menggugah para pengurus Seksi Kesehatan Sathora. Pertama, ingat nama tokohnya.
Kedua, ingat situasi/suasananya.
Sesi Pertama tentang Arti, Tujuan, dan Cara Melayani. Ketiga, ingat perkataan tokoh tersebut.
Apa itu pelayanan? Romo Hilman menyitir Filipi 2:3, Bahkan, Romo Hilman juga membekali bagaimana
yakni tidak mencari kepentingan diri sendiri, tidak berdoa rosario. Ia sangat menginspirasi para peserta;
mencari pujian yang sia-sia, dan menganggap orang lain melalui cara hidupnya yang berdoa rosario setiap hari
lebih utama.
Mengapa kita melayani menjadi permenungan.
Pertama, ini adalah hak istimewa karena tidak semua
orang bisa melayani (Mat 22:14).
Kedua, ini adalah kesempatan (Gal 6:10).
Ketiga, ini adalah sumber berkat (Gal 6: 8-9).
Keempat, ini adalah anugerah ( Mat 22:14).
Pembahasan sesi pertama lebih dalam lagi tentang
Kemuliaan Allah yang menjadi tujuan Pelayanan ( Yoh
15:8). Romo Hilman juga merefleksikan tentang hal
Mengampuni (Mat 18:35). Ia mengemukakan kisah Paus
Yohanes Paulus II yang mengampuni Ali Aqca yang
menembaknya pada tahun 1981.
Pertama, Mengasihi dan Mendoakan (Mat 5:44.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan
berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu).
Kedua, Sabar (Ams 25:15. Dengan kesabaran,
seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut
mematahkan tulang). 
Sesi kedua tentang Komitmen dalam Pelayanan. Romo
Hilman membahas tentang Visi Pelayanan dan Indikator
Sehatnya Sebuah Komunitas. “Walaupun pelayanan,
pengorganisasian perlu baik, tidak bisa diurus asal-
asalan,” tegasnya.
Mengenai visi juga dipaparkan oleh Romo Hilman.
Apakah visi kepengurusan menyusun batu bata,
membangun tembok atau membangun gedung
gereja/katedral? “Fokus perhatian kepengurusan/
pelayanan yang hanya menyusun batu bata, cenderung
hanya bagaimana agar aktivitas rutin tidak terhenti,”
ungkapnya.
Sedangkan fokus pelayanan membangun tembok
adalah bagaimana membuat komunitas bertambah
besar. Sementara visi kepengurusan yang membangun
Gereja/Katedral berpusat pada bagaimana menolong
setiap orang yang dilayani agar mengalami Yesus
Kristus yang Hidup dan Menyelamatkan, yakni berjiwa
evangelisasi.

- 44 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

LIPUTAN

selama sembilan tahun ini; tanpa henti dan berkomitmen Para peserta rekoleksi pun diminta doa hening;
akan berdoa rosario sepanjang hidupnya. Ia memberikan dimulai dari dua menit dahulu.
pula contoh cara mengingat dan menghayati peristiwa-
peristiwa dalam rangkaian rosario. Sebelum sesi-sesi yang disampaikan oleh Pastor
Vikjen, rekoleksi ini diawali dengan kesaksian Lily
Romo Hilman juga menyarankan agar para peserta Hinarto dan dr. Fari. Acara ini juga dimeriahkan dengan
rekoleksi melakukan doa hening setiap hari. Setiap games dan kuis yang dipersiapkan oleh panitia guna
hari, Uskup Bandung dan Vikjen bersama-sama berdoa mengakrabkan para pengurus Seksi Kesehatan Sathora.
Hening dan Adorasi di depan altar-Nya selama 30 menit. 
dr. Juan Lie

Rekreasi Senior Matius ber-selfi dan berfoto-foto. Apalagi
ke Gunung Geulis ada seorang mamarazzi yang ikut
meramaikan gaya lansia berfoto. Dari
DALAM waktu relatif cukup lama lagi pertimbangan lain, yakni waktu lantai atas, kami dapat menikmati
sebagai Koordinator Lansia keberangkatan jangan terlalu pagi, pemandangan indah Gunung Salak
Wilayah Matius, saya berusaha dsb. dan Gunung Pancar.
menetapkan ke mana kami akan
berekreasi. Banyak yang harus Akhirnya, pada 23 Oktober 2019, Pada pukul 10.30, ada sesi
dipertimbangkan untuk membawa kami berangkat menuju daerah renungan yang dipimpin oleh
para manula, antara lain lokasi Gunung Geulis, Kabupaten Bogor. Sabinus. Acara berlanjut dengan
tujuan yang tidak terlalu jauh, jarak Di situ ada sebuah vila besar dan joget bersama. Kebanggaan para
untuk jalan kaki harus dekat dan mewah yang sesungguhnya didirikan senior Wilayah Matius adalah dapat
tidak menanjak. Pertimbangannya, untuk senior living dengan tarif yang berangklung memainkan lagu favorit
karena ada manula yang sudah tidak murah. Namanya Vila Beth “Rayuan Pulau Kelapa” dan beberapa
agak payah berjalan. Masih ada Kasegaran Theresia (BKT), yang lagu lainnya.
artinya rumah tempat pemulihan
Yang menjadi penonton
kesegaran. pertunjukan ini adalah sesama lansia
Tempat ini disewakan dan karyawan senior living. Harapan
utama kami adalah kebersamaan
juga untuk seminar yang membahagiakan semua
ataupun rekoleksi. Kami peserta. Sesekali para senior merasa
beruntung karena pada bebas dari “pengawasan ketat”
hari itu BKT sedang anak cucu dan dapat bergembira-
kosong. Jadi, kami bisa ria dengan sesamanya. Itulah yang
memanfaatkan tempat kami syukuri karena selalu ada
yang luas tersebut. Kami kesempatan pada hari-hari emas ini.
disambut dengan hidangan
ringan, seperti minuman Supaya tidak terlalu kelelahan,
bajigur, jahe panas , jagung sekitar pukul 14.00 kami kembali ke
rebus , dan pisang goreng. Jakarta. Tidak lupa kami mampir ke
Bogor. Tidak lengkap rasanya kalau
Rupanya lansia jaman tidak berbelanja oleh-oleh. Melly T
now tak habis-habisnya

Berkumpul dengan teman sebaya - [Foto : Sinta] Angklung kebisaan Lansia Matius - [Foto : Sinta]

- 45 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

Bermain sejenak - [Foto : Filbert] Foto bersama - [Foto : Filbert]

Berproses Menjadi prodiakon, kuis berhadiah, dan doorprize. Meski
Lebih Baik sederhana, seluruh prodiakon, para suster dan
bruder, tampak gembira dalam acara yang dipandu
SETIAP tahun Komunitas Prodiakon Sathora mengadakan oleh Rinnie.
rekoleksi. Tujuannya, untuk penyegaran iman dan
mengakrabkan, serta saling menguatkan dalam Keesokan paginya, mereka kembali ke Jakarta.
pelayanan. Pada 11-13 Oktober 2019, prodiakon Sathora Dalam perjalanan pulang, panitia meminta kepada
menyelenggarakan rekoleksi di Semarang, Wonosobo, dan para peserta untuk sharing. Samaria Purba
Dieng. Temanya, “Bertumbuh dalam Kebersamaan”.
Bersantai dengan musik - [Foto : Filbert]
Sebelum para prodiakon berangkat, Kepala Paroki Bojong
Indah, RD Suherman, berpesan, bahwa rekoleksi baik buat Saat misa - [Foto : Filbert]
prodiakon. “Selain untuk mengakrabkan dan menjalin
persaudaraan, juga berproses menjadi lebih baik lagi, Tetap eksis - [Foto : Filbert]
terutama dalam iman dan pelayanan.”

Perjalanan diisi dengan doa rosario dan lagu-lagu rohani
sehngga terasa lancar. Setelah makan siang di Semarang,
mereka lanjut ke Girisonta guna beraudiensi dengan Julius
Kardinal Darmaatmadja, SJ.

Kardinal Darmaatmadja menyambut rombongan dengan
sukacita. “Dengan adanya prodiakon, tugas pelayanan para
pastor di gereja sangat terbantu,” ucap Kardinal.

Kardinal sangat bersyukur bahwa Takhta Suci telah
mengangkat Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo
menjadi Kardinal. “Jadi, di Indonesia ada dua Kardinal. Ini
merupakan kehormatan mengingat agama Katolik di Indonesia
berada pada urutan ketiga. Sri Paus Fransiskus sangat
menghargai toleransi umat beragama di Indonesia,” lanjut
Kardinal.

Kardinal juga mengungkapkan bagaimana kerukunan
umat beragama bisa tetap terjalin. Di antaranya, berkat kerja
dengan mantan Presiden RI, Almarhum Gus Dur. Pada saat itu,
Kardinal sering diundang ke istana untuk berdialog. Tujuannya,
agar ada dialog antarumat beragama.”Maka, kerukunan umat
beragama terjalin.”

Setelah berfoto bersama Kardinal, rombongan prodiakon ini
menuju Wonosobo untuk Misa sore dan Adorasi, lalu melepas
lelah di penginapan.

Esok paginya, mereka menuju Dieng; mengagumi
pemandangan alam ciptaan Tuhan dan candi-candi tempat
ibadah masyarakat Hindu yang tetap terawat walau usianya
sudah ratusan tahun. Masyarakatnya pun tetap rukun dan
damai.

Sorenya, rombongan prodiakon balik ke penginapan. Setelah
makan malam, ada acara bulanan, perayaan ulang tahun

- 46 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

LIPUTALNIPMUATNACNANEGARA

Kedai Kopi untuk Anak panas, diet coke, sebuah roti isi, dan
Berkebutuhan Khusus kemudian bertemu dengan Megan
atau dengan Jeremy, dan seseorang
PASTOR Brewster McLeod telah khusus. Ada kebutuhan, katanya, mungkin bertanya, ‘Brewster,
memasuki masa pensiun. Namun, untuk bidang miring (ramp) atau dapatkah Anda memberitahu saya
ia tetap menyibukkan diri dengan ruang terbuka yang lebih lebar, jalur tentang Jeremy? Dapatkah ia bekerja
komunitas yang didirikannya. pejalan kaki yang lebih lebar, dan di SPBU selama dua jam?’.”
Pastor McLeod mempekerjakan 50 kamar mandi yang dapat diakses
karyawan yang ia sebut VIP atau oleh orang-orang berkebutuhan Pastor Brewster McLeod tidak
orang-orang berkebutuhan khusus, khusus.” sendirian dalam perjuangannya
di sebuah kedai kopi baru bernama melayani komunitasnya dan orang-
Kedai Kopi McLeod (McLeod’s “Kami ingin punya teman, ingin orang kebutuhan khusus melalui
Coffee Shop). Ia berharap kedai kopi berbuat sesuatu, ingin pergi keluar sebuah kedai kopi. Pada awal tahun
tersebut tidak hanya 2016, Amy Wright membuka sebuah
untuk orang-orang kedai kopi di negara bagian Carolina
berkebutuhan khusus,
tetapi juga membantu Utara. Kedai kopi
orang lain melihat bernama Billy & Beau’s
bahwa mereka tidaklah itu dijalankan oleh
berbeda dengan kita orang-orang dengan
semua. “disabilitas intelektual
dan perkembangan
“Jika para dan nongkrong dengan teman- fisik”. Nama kedai
penyandang teman, serta melakukan hal-hal tersebut diambil dari
DownSyndrome biasa seperti orang lain pada nama dua anak laki-
atau orang-orang umumnya,” kata Gaines. Manajer laki termuda Wright
berkebutuhan khusus JuannellSpotts mengatakan bahwa yang menderita
membuat kalian Kedai Kopi McLeod memberikan DownSyndrome. Sejak
gugup, mungkin kalian harapan bahwa di sana mungkin itu, mereka membuka
perlu datang ke sini, akan ada tempat bagi anak laki- cabang di negara
bersantai sejenak, lakinya yang menyandang autis untuk bagian lainnya.
dan memperlakukan mereka seperti bekerja ketika ia dewasa.
orang normal pada umumnya,” ujar Wright mengatakan,
Pastor McLeod. Melalui kedai kopinya, Pastor “Ketika Anda menjadi
McLeod memiliki tujuan lain, yaitu orang tua anak-anak berkebutuhan
“Mereka memiliki sukacita, mendorong tempat usaha lainnya khusus, secara langsung Anda
memiliki hati, dan ingin bekerja,” agar terbuka untuk mempekerjakan mendapat kepercayaan menjadi
katanya. Di samping membuka orang-orang berkebutuhan khusus. advokat, mencoba membuat
lapangan pekerjaan dan menyajikan Ia mengatakan, “Doa saya, semoga orang lain melihat keindahan-
kopi yang enak, Kedai Kopi McLeod setiap orang di SouthlandDrive keindahan di dalam hidup anak-anak
juga menyediakan lingkungan di datang kembali ke sini untuk segelas berkebutuhan khusus yang kita
mana orang-orang berkebutuhan kopi yang enak, segelas susu cokelat lihat.”
khusus merasa nyaman dan diterima.
Pastor McLeod juga ingin
Seorang karyawan, Megan Gaines, komunitasnya melihat keindahan
yang berharap dapat bekerja di tersebut. Ia berharap, Grand Opening
belakang mesin kasir atau bisnis Kedai Kopi McLeod akan berlangsung
lain di daerah tersebut, dapat belajar sekitar pertengahan Oktober
dari Kedai Kopi McLeod; bagaimana dengan beberapa kali Soft Opening
usaha mereka lebih dapat diakses sebelumnya.
oleh orang-orang berkebutuhan
Albert Santoso, dari Churchleaders.com

- 47 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

WIRAUSAHA

Para Peserta Workshop..Semangat - [Foto : Budi Djunaedy] Dialog Dan Berbagi Pengalaman Berwira Usaha.. Mantappp - [Foto :
Budi Djunaedy]

Pilihan yang Lebih lanjut, profesional yang aktif dalam konsultasi
Menjanjikan pemberdayaan umat ini berpesan, masuklah ke bisnis
di area ‘blue ocean’ yang pesaingnya sedikit. Hindari
SAMBUTAN dan doa pembukaan oleh Romo Suherman masuk ke bisnis di area ‘red ocean’ yang banyak
mengawali Seminar Wirausaha, di Gedung Karya pesaingnya. “Perbanyaklah mendengarkan karena kunci
Pastoral Lantai 3 Paroki Bojong Indah pada Sabtu, 14 sukses ‘effective selling’(menjual yang efektif) adalah
September 2019. ‘listening’(mendengarkan).”

Dalam sambutan singkatnya, Romo Kepala Paroki Peluang dan Tantangan
menegaskan bahwa Tuhan akan menolong orang yang Tampil sebagai pemrasaran berikutnya, Alexander
menolong dirinya sendiri. “Melalui kesempatan ini, Benyamin, yang membawakan materi “Peluang dan
peserta diajak mengetahui cara untuk menolong dirinya Tantangan Menjadi Wirausaha”.
lewat pengembangan diri dan Dewan Paroki senantiasa
mendukung usaha-usaha pengembangan umat ke arah Melalui sesi ini, peserta diajak mengenali jati diri dan
lebih baik.” mendalami cara berwirausaha.

Pihak penyelenggara, Seksi Pengembangan Sosial “Knowledge is good, but execution is better
Ekonomi (PSE) Paroki yang diwakili Alex Pondaag (Pengetahuan perlu, tapi eksekusi lebih diperlukan),”
memperkenalkan kegiatan seksi, terutama Ayo Kerja pesan pemilik Warung Kopi Daong, Pancawati, Bogor ini.
dan Ayo Usaha. Tak lupa ia juga menyampaikan  terima “Mulailah dari bisnis di mana harus pesan dulu sebelum
kasih kepada peserta dan narasumber yang berkenan diproduksi. Dengan demikian, produksinya tidak mubazir,”
berpartisipasi dalam acara ini. kata Pendiri dan Fasilitator Lembaga Bina Muda Mandiri
ini. 
Menggali Talenta
“Begitu juga tidak ada orang yang menuang anggur Sesi ini membahas seluk-beluk kewirausahaan, di
baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena anggur samping kunci sukses berwirausaha yang meliputi:
baru itu akan menyebabkan kantong itu pecah” (Lukas
5 : 37). Demikian ayat pembukaan dari Raphael Udik -Memahami industri dan bidang usaha yang
Yunianto (RUY) mengawali topik Enterpreneurship. akan dijalankan.

“Banyak orang yang hanya memikirkan ‘anggurnya’ -Memiliki komitmen tinggi, antara lain waktu dan 
tapi kurang memikirkan ‘kantungnya’. Mereka  totalitas dalam proses pelaksanaan bisnis yang 
memikirkan bisnisnya tapi kurang memikirkan kesiapan  akan dirintis.
diri,” urai mantan Head of Corporate Human Resources -Mengembangkan jaringan.
Management Media Group. -Memulai kegiatan usaha.
-Mengembangkan kemampuan tim dan kemampuan
Dalam kenyataan sehari-hari, banyak orang dibentuk
oleh pengaruh lingkungan dari luar dirinya. Pengaruh diri.
lingkungan tersebut, antara lain orang tua, keluarga,
pendidikan, teman, budaya, agama, pengetahuan, Empat Pilar
dan pengalaman. “Kita sering tidak menyadari bahwa Setelah istirahat makan siang, seminar dilanjutkan dan
kemampuan kita jauh lebih besar dari apa yang kita masih disampaikan oleh Alex Benyamin. Topik berikutnya
bayangkan,” begitu RUY memotivasi peserta. bertajuk “Eco System”.

Sesi ini membahas perlunya dukungan segenap
pemangku kepentingan. Mulai dari pastor dan pengurus
Dewan Paroki, hingga umat paroki perlu terlibat untuk
mendukung gerakan kewirausahaan ini.

Alex menyampaikan empat pilar pengembangan usaha,

- 48 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

yaitu:

-Mengembangkan

infrastruktur

dan sistem yang 

 mendukung.

-Melakukan

perbaikan

berkelanjutan

dan penggunaan

teknologi.

-Melakukan Foto Bersama Rm. Suherman, Bp. Alex Benyamin, Bp. Raphael Udik
pendampingan Yunianto, Bp. Alex Pondaag, dan Tim Panitia PSE Sathora - [Foto : Budi
melalui coaching
Djunaedy]

dan mentoring. milenial.
-Memahami industri, proses bisnis produk dan jasa.

Ina Supangat, yang juga ikut membidani terbentuknya Memahami Terimakasih dan Salam Sukses Bp. Alex
LBMM dan juga berbisnis pempek, memaparkan model Potensi Diri Benyamin, Bp. Raphael Udik Yunianto - [Foto :
‘eco system’ yang dapat diterapkan di paroki. MeRasul
Budi Djunaedy]
Panitia juga menghadirkan Halosis. Halosis adalah
sebuah ‘platform market place’ yang memberdayakan mewawancarai
teknologi informasi dan komunikasi. Tujuannya,
meningkatkan kesejahteraan para penjual online dan Alex Benyamin, mantan profesional Modern Group yang
memudahkan proses pembelian yang aman bagi para
konsumen produk yang dijual online. kini berwirausaha di industri ‘hospitality’. Alex berharap,

Halosis adalah pemenang penghargaan “Mitra Juara “Melalui seminar ini, peserta semakin memahami
Gojek 2019” yang diserahkan langsung oleh Presiden
Joko Widodo. potensi dirinya. Dengan demikian, pemberdayaan umat

Dalam seminar ini, juga diperkenalkan Corporate untuk membangun kemandirian ekonomi dapat berjalan
Technology Officer (CTO) Halosis, Sonja Johar, dan
Founder sekaligus Corporate Executive Officer (CEO) dengan baik.”
Halosis, Andrew Darmadi. Pasangan suami-istri yang
juga warga Paroki Bojong ini mewakili model pebisnis Saat ini, sudah ada 12 paroki yang mengundang

Lembaga Bina Muda Mandiri (LBMM) untuk melakukan

pendampingan.

Alex berpesan, kiranya umat menyadari bahwa setiap

pribadi adalah bibit unggul dengan talenta yang luar

biasa. “Talenta tersebut perlu terus dikembangkan.”

Bill Toar

Bisnis Online Bersama kepengurusan Ayo Sekolah Ayo
Kuliah (ASAK) Sathora.
ASAK adalah suatu organisasi yang
Sahabat Halosis memberikan beasiswa kepada anak-
anak warga Paroki Bojong Indah,

yang membutuhkan bantuan untuk

KATA siapa aktif di pelayanan hanya sebelum akhirnya bergabung dalam biaya sekolah dan kuliah.

bikin capek dan Pada waktu itu, Andrew

menambah pekerjaan? dan Sonja membantu

Halosis adalah ASAK sebagai konsultan

sebuah bukti nyata; IT. Mereka hendak

hasil pelayanan yang ikut survei ke sebuah

mendatangkan berkat. keluarga yang akan

mendapatkan beasiswa.

Andrew dan Sonja Saat berkunjung, mereka

adalah pasangan melihat sepetak rumah

suami-istri, umat dengan pintu tripleks

Paroki Bojong Indah yang harus digeser untuk

Gereja Santo Thomas masuk.

Rasul. Mereka aktif Begitu masuk ke

dalam kegiatan OMK dalam, mereka melihat

Wilayah Timotius, Halosis at GOJEK Awarding Night - [Foto : dok. pribadi]

- 49 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019

WIRAUSAHA

Tim Halosis bersama Bp. Alex Benyamin, Bp. Raphael Udik Yunianto, dan

Presiden Jokowi at GOJEK Awarding Night - [Foto : dok. pribadi] PSE Sathora - [Foto : dok. pribadi]

ruangan yang sempit. Ada kasur menciptakan kesempatan usaha baru Saat ini, Halosis sudah bekerja
yang sudah lapuk karena kebanjiran. bagi para wanita Indonesia, guna sama dengan beberapa pihak
Pemandangan ini menggugah hati membantu dan mendukung agar pendukung UMKM, seperti KADIN
mereka. Apalagi setelah mereka usaha para wanita Indonesia yang Jawa Tengah, Suara Merdeka
mendengar bahwa ayah anak yang sudah berjalan, dapat terus maju Group, dan beberapa lembaga yang
akan menerima beasiswa tidak berkembang sehingga dapat juga memiliki visi misi yang sama dalam
bertanggung jawab. menciptakan lapangan kerja baru mengembangkan UMKM Indonesia.
bagi masyarakat lainnya.
Andrew dan Sonja hanya bertemu Selain itu, pengembangan agen-
dengan seorang ibu yang berusaha Sejak berdiri pada pertengahan agen atau reseller juga terus
menghidupi keluarganya dengan tahun 2017, kini Halosis sudah dikembangkan ke daerah-daerah
berjualan. Ia harus membiayai membantu lebih dari 3.000 UMKM dan kota-kota besar, seperti
kebutuhan keluarganya termasuk untuk mengembangkan bisnis Semarang, Bandung, Tangerang,
biaya sekolah anaknya. Meski mereka secara digital. Halosis telah dan Jakarta. Salah satu pilot project ​
akhirnya, anak tersebut mendapat menerima beberapa penghargaan. pengembangan reseller adalah
beasiswa, masalah ekonomi keluarga Salah satunya, ​“B​ est Startup for dengan pelatihan ibu-ibu orang tua
tersebut tidaklah langsung terurai UMKM dari Gojek Indonesia”.​ ASAK Sathora.
begitu saja. Masih ada kebutuhan Penghargaan ini diberikan langsung
sehari-hari yang perlu dipenuhi. oleh Presiden Jokowi dan CEO Gojek Kini, Halosis bekerja sama dengan
Sang ibu masih tetap harus bekerja Indonesia, Nadiem Makarim. dewan paroki yang diwakili oleh
keras, banting-tulang, dan memutar PSE. Mereka berusaha melebarkan
otak agar ia dan anaknya dapat Tidak berhenti sampai di situ, proyek Sahabat Halosis agar seluruh
melanjutkan hidup. Halosis terus mengembangkan warga Paroki Bojong Indah yang ingin
bisnisnya demi mencapai visi berbisnis online dapat bergabung
Beranjak dari pengalaman itu, membantu rumah tangga yang dalam program ini dan mengikuti
Andrew dan Sonja yang sudah masih membutuhkan penghasilan pelatihan-pelatihan yang diadakan
berkecimpung di dunia bisnis baik di tambahan namun tidak tahu harus oleh PSE atau Halosis.
dalam maupun luar negeri, berniat mencari di mana.
membuat suatu usaha. Visinya untuk Agen atau r​ eseller yang fokus
membantu para wanita Indonesia Oleh karena itu, Halosis menyusun berjualan dan konsisten dalam
yang harus berjuang membantu program “​ Sahabat Halosis”. ​Dengan menjalankan usahanya dapat meraup
perekonomian keluarganya. web aplikasi Sahabat Halosis, keuntungan sekitar 15% dari omzet
user dapat menemukan berbagai mereka loh!
Andrew dan Sonja menemukan macam produk UMKM yang sudah
fakta bahwa ternyata banyak ibu lulus seleksi dari Halosis, untuk Mau coba berbisnis online yang
rumah tangga dari berbagai kalangan diperjualbelikan secara online. mudah dan menguntungkan? Tunggu
yang berjualan baik secara online User yang menjadi agen juga dapat apa lagi? Langsung daftarkan diri
maupun offline, untuk membantu memperoleh keuntungan dari Anda ke website s​ ahabat.halosis.co.id.
perekonomian keluarga mereka. penjualan produk UMKM tersebut. Atau anda memiliki produk yang
sudah teruji dan sudah dipasarkan
Andrew dan Sonja melihat peluang Dengan web aplikasi Sahabat secara online dan ingin dibantu
bahwa para ​womenpreneurs i​ ni Halosis, diharapkan mereka yang menjualnya dengan program Sahabat
memerlukan bantuan baik dari segi ingin memulai usaha online namun Halosis? Anda dapat menghubungi
strategi bisnis maupun operasional belum memiliki produk untuk dijual, WhatsApp 0817-157-629 untuk
bisnis, untuk dapat mengembangkan dapat menemukan berbagai macam mendaftarkan produk Anda.
usaha mereka. produk UMKM Indonesia yang dapat
diperjualbelikan sebagai r​ eseller.​ Tim Halosis
Halosis didirikan untuk

- 50 - MERASUL EDISI 32 # September - Oktober 2019


Click to View FlipBook Version
Previous Book
Phonics (2)
Next Book
Phonics (3)