Materi Matematika Kelas IV Kurikulum Merdeka
Tahun 2022/2023
Bilangan
Bilangan cacah merupakan yang dimulai dengan bilangan nol (0). Bilangan cacah biasanya
dilambangkan dengan huruf C di depan atau W (diambil dari kata whole). Sehingga penulisannya
menjadi C = (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, ...) dan seterusnya.
5.624 dibaca lima ribu enam ratus dua puluh empat.
Lambang bilangan dari tujuh ribu tiga ratus empat puluh enam yaitu 7.346
Bilangan 54.321 apabila ditempatkan dalam tabel nilai tempat adalah sebagai berikut :
Bilangan 54.321 terdiri dari 5 puluhan ribu 4 ribuan 3 ratusan 2 puluhan 1 satuan. Kita juga bisa
menuliskan menjadi 50.000+4.000+300+20+1
5.200; 5.700; 5.500 jika diurutkan dari yang terkecil adalah 5.200; 5.500; 5.700
Bilangan 7.500 dan 5.700 jika dibandingkan maka bilangan 7.500 lebih besar dibanding bilangan
5.700.
Adik memiliki uang Rp 7.000,00. Karena pulpen dan pensilnya habis, adik membeli dua buah pulpen
dan satu buah pensil. Harga satu pulpen adalah Rp 1.500,00 dan harga satu pensil adalah Rp 1.000,00.
sisa uang adik adalah Rp 3.000,00
875+530=1.405
50 x 12 = 600
360:5=72
4 x 12 : 3 = 16
Kakak memiliki kue 1/3 bagian. Adik memiliki 1/4 bagian dan aku memiliki 1/8 bagian. Bagian kakak
paling banyak dan bagian aku paling sedikit. Jika diurutkan dari yang memiliki bagian paling banyak
adalah Kakak. Adik dan aku.
Paman memiliki kebun pisang seluas 7/10 hektare, Ibu miliki 3/10 hektare dan bibi memiliki 5/10
hektare. Yang memiliki kebun pisang paling sempit adalah Ibu. Jika diurutkan dari yang paling sempit
ke yang paling luas adalah kebun milik Ibu, Bibi, Paman.
Adi memiliki 1/4 bagian piza, Badu memiliki 2/5 bagian piza dan Caca memiliki 2/8 bagian piza. Yang
memiliki bagian piza yang sama adalah Adi dan Caca.
0,5 jika diubah menjadi pecahan persepuluhan adalah 5/10.
0,5 jika diubah menjadi pecahan perseratusan menjadi 50/100
50/100 apabila diubah menjadi persen menjadi 50%
Aljabar
820+y =970. Nilai y adalah 970-820=150
Ibu memiliki ayam 620 ekor. Sisa ayam ibu 130. Maka ayam yang dijual ibu 490 ekor.
Sebuah deret bilangan 5,10,15,.. tiga bilangan selanjutnya adalah 20, 25, 30
Sebuah deret bilangan 90,80,70, … tiga bilangan selanjutnya adalah 60, 50,40
Pengukuran
Mengukur harus menggunakan alat yang sesuai dengan yang diukur. Jika ingin mengukur panjang bisa
menggunakan alat-alat meteran pita (mengukur panjang kain), meteran roll besar (mengukur panjang
dan lebar tanah) dan meteral saku atau rol kecil (mengukur benda kurang dari 10m biasanya digunakan
oleh tukang bangunan).
Panjang sebuah lapangan adalah 100 m jika diubah menjadi cm menjadi 10.000 cm
Panjang tali 1.000 cm jika diubah menjadi meter adalah 10 m.
Panjang sisi sebuah persegi adalah 10cm. Maka luas persegi tersebut adalah 100 cm2
Panjang sebuah persegi panjang adalah 10 cm dan lebarnya adalah 5 cm jadi luasnya adalah 50 cm2
Sebuah ruangan berbentuk persegi memiliki panjang sisi 25 langkah. Luas ruangan tersebut adalah 625
langkah
Sebuah kubus memiliki panjang rusuk 10cm. Jadi volumnya adalah 1.000cm3
Sebuah persegi memiliki panjang, lebar dan tinggi secara berurutan 3 cm, 4cm dan 5cm. Maka
volumnya adalah 60cm3
Geometri
Segi banyak adalah suatu kurva tertututp atau bangun datar tertutup yang dibentuk oleh garis-garis
yang berhubungan yang disebut sisi.
Bangun segibanyak yang paling sedikit sisinya adalah segitiga.
Segi banyak ada yang beraturan dan ada yang tidak beraturan. Dikatakan beraturan jika panjang sisi
dan besar sudutnya adalah sama. Tanda centang (v) merupakan contoh bangun segi banyak dan tanda ()
bukan bangun segi banyak.
Ciri-ciri dan sifat bangun datar persegi, antara lain:
Memiliki sisi-sisi yang sama panjang.
Memiliki dua diagonal yang sama panjang (keduanya saling berpotongan dan membentuk tegak
lurus serta membaginya menjadi dua bagian sama panjang).
Memiliki empat sudut siku-siku yang sama besar, yakni 90 derajat.
Memiliki empat sumbu simetri lipat.
Memiliki empat titik sudut.
Memiliki empat sumbu simetri putar.
Ciri-ciri dan sifat bangun datar persegi panjang, antara lain sebagai berikut.
Memiliki empat sisi (dimana kedua sisi tersebut saling berhadapan sama panjang dan sejajar).
Memiliki empat sudut siku-siku yang sama besar, yaitu 90 derajat.
Memiliki dua diagonal (garis melintang) yang berpotongan menjadi dua bagian yang sama
panjang.
Memiliki dua sumbu simetri lipat.
Memiliki dua sumbu simetri putar.
Memiliki sisi-sisi persegi panjang yang saling tegak lurus.
Segitiga adalah bangun datar geometri yang mempunyai tiga sisi berupa garis lurus dengan tiga sudut.
Segitiga memiliki beberapa macam bentuk, yaitu segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, segitiga
siku-siku, segitiga sembarang, segitiga tumpul, dan segitiga lancip.
Ciri-ciri dan sifat bangun datar segitiga, antara lain sebagai berikut.
Segitiga Sama Sisi
Memiliki tiga sudut yang sama besarnya, yakni 60 derajat.
Memiliki tiga sisi yang sama panjang
Memiliki tiga sumbu simetri lipat.
Memiliki tiga sumbu simetri putar.
Segitiga Sama Kaki
Memiliki satu sumbu simetri lipat.
Memiliki dua sisi yang berhadapan sama panjang.
Memiliki satu sumbu simetri putar.
Segitiga Siku-siku
Memiliki satu sisi miring.
Tidak memiliki sumbu simetri lipat.
Memiliki dua sisi yang saling tegak lurus.
Tidak memiliki sumbu simetri putar.
Salah satu sudutnya, yaitu sudut siku-siku sebesar 90 derajat.
Menggunakan rumus phytagoras dalam mencari panjang sisi miringnya.
Segitiga Sembarang
Memiliki tiga sisi tidak sama panjang.
Memiliki tiga sudut yang besarannya berbeda.
Tidak memiliki sumbu simetri lipat.
Memiliki satu sumbu simetri putar.
Jajar genjang adalah bangun datar segi empat atau dua dimensi yang memiliki bentuk dua pasang rusuk
yang sama panjang dan sejajar dengan pasangannya serta memiliki dua pasang sudut (bukan siku-siku)
yang sama besar dengan sudut di hadapannya.
Perhatikan contoh gambar di bawah ini.
Ciri-ciri dan sifat bangun datar jajar genjang, antara lain:
Memiliki dua diagonal yang tidak sama panjang.
Tidak memiliki sumbu simetri lipat dan sumbu simetri putar.
Memiliki dua pasang sisi yang saling berhadapan sama panjang dan saling sejajar.
Memiliki empat titik sudut saling berhadapan sama besar dan berpasangan (dua sudut tumpul dan
dua sudut lancip).
Memiliki sudut yang saling berdekatan sebesar 180 derajat.
Belah ketupat adalah jenis bangun datar dua dimensi yang memiliki bentuk sama panjang pada empat
rusuk dan sisinya serta memiliki dua pasang sudut yang bukan sudut siku-siku sama besar dengan sudut
di hadapannya.
Perhatikan contoh gambar di bawah ini.
Ciri-ciri dan sifat bangun datar belah ketupat, antara lain sebagai berikut.
Memiliki empat titik sudut yang saling berhadapan dan sama besarnya.
Memiliki dua diagonal yang panjangnya berbeda.
Memiliki dua sumbu simetri lipat.
Memiliki dua sumbu simetri putar.
Memiliki sisi yang tidak tegak lurus.
Memiliki dua jumlah sudut yang berdekatan sebesar 180 derajat.
Trapesium adalah bangun datar yang memiliki bentuk berupa segiempat dengan sepasang sisinya
saling berhadapan sejajar.
Perhatikan contoh gambar di bawah ini.
Ciri-ciri dan sifat bangun datar trapesium, antara lain sebagai berikut.
Trapesium memiliki berbagai macam bentuk, yaitu trapesium sembarang, siku-siku, dan sama
kaki.
Memiliki empat sisi (dua sisi yang saling sejajar).
Memiliki empat sudut (dua jumlah sudut saling berdekatan dengan besar 180 derajat).
Analisa data dan peluang
Data merupakan catatan informasi yang diperoleh berdasarkan fakta. Datadapatdikumpulkan dengan
cara berikut. Wawancara dengan narasumber Membuat dan menyebarkan kuesioner untuk diisi
oleh narasumber Mengumpulkan data dari sumber data yang sudah ada Contoh kegiatan
pengumpulan data : Nina mengumpulkan data warna kesuakaan dari lima orang temannya
dengancarabertanya langsung. Berikut data yang diperoleh Nina. Warna kesukaan Deli : hijau
Warna kesukaan Lani : merah
Warna kesukaan Made : biru
Warna kesukaan Joni : hitam
Warna kesukaan Toni : kuning
MEMBACA DAN MENAFSIRKAN DATA
Tabel merupakan daftar yang berisi suatu data atau informasi yang disusundalambentuk baris dan
kolom. Data yang disajikan dalambentuk tabel dapatmempermudah kita dalam membaca dan
menafsirkan data tersebut.
Contoh : Tabel berikut menyajikan data berat badan balita yang ditimbang di PosyanduMawar.
Berikut cara membaca data dalam tabel tersebut.
Banyak balita yang berat badannya 10 kg ada 12 anak
Banyak balita yang berat badannya 11 kg ada 18 anak
Banyak balita yang berat badannya 12 kg ada 16 anak
Banyak balita yang berat badannya 13 kg ada 20 anak
Banyak balita yang berat badannya 14 kg ada 10 anak
Banyak balita yang berat badannya 15 kg ada 15 anak
Selain membaca data, kita juga dapat menafsirkan atau menjelaskan informasi penting tentang data
tersebut yang tidak tertulis pada tabel. Misalnya, informasi tentang data terbesar dan terbesar, selisih
banyak data, atau jumlah data tersebut.
Setelah mengumpulkan data biasanya data harus diolah, karena data tersebut merupakan data yang
masih mentah. Setelah data diolah biasanya disajikan dalam bentuk tabel maupun bentuk digram.
Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil pengamatan yang telah
dilakukan agar dapat dipahami dan diolah sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Data yang disajikan harus sederhanaan jelas agar mudah di baca. Data-data yang kita peroleh biasanya
dicatat di dalam tabel dengan menggunakan turus dan angka. Turus dan angka menunjukkan frekuensi
dari masing-masing data.
Salah satu cara penyajian data yang lebih baik daripada penyusunan data secara naskah adalah
penyajian data dalam bentuk daftar baris dan kolom (tabel). Tabel adalah, daftar yang berisi ikhtisar
sejumlah data-data informasi yang biasanya berupa kata-kata maupun bilangan yang tersusun dalam
urutan kolom dan baris. Sebelum memasukan data ke dalam tabel data yang kita peroleh harus
diurutkan terlebih dahulu. Pengurutan data ini bertujuan untuk memudahkan ketika memasukan data ke
dalam tabel. Ada beberapa aturan dalam pembuatan tabel, antara lain sebagai berikut.
Judul Tabel
Harus ditulis ditengah-tengah bagian teratas.
Diberi nomor agar lebih mudah dalam pencarian tabel.
Ditulis dengan huruf besar semua.
Ditulis secara singkat dan jelas meliputi : masalah apa, dimana masalah itu terjadi, kapan masalah
itu terjadi dan satuan dari objek yang dipermasalahkan
Dapat ditulis dalam beberapa baris, dengan tiap barisnya menggambarkan sebuah kalimat yang
lengkap.
Sebaliknya tiap baris jangan dilakukan pemisahan kata
Judul Baris
Ditulis secara singkat dan jelas.
Dapat ditulis dalam beberapa baris.
Sebaliknya jangan dilakukan pemisahan bagian kata.
Judul Kolom
Ditulis secara singkat dan jelas.
Dapat ditulis dalam beberapa baris.
Sebaliknya jangan dilakukan pemisahan bagian kata.
Berikut adalah hasil penimbangan berat badan siswa kelas V SD Mentari dalam satuan kilogram.
30 29 35 31 37 32 35 32 30 35
34 33 34 32 34 39 36 36 34 35
33 36 36 33 38 33 30 31 33 37
Tabel Berat Badan Siswa Kelas VI SDN Mentari
Berat Badan (kg) Turus Banyak Siswa (frekuensi)
29 I 1
30 III 3
31 II 2
32 III 3
33 IIII 5
34 IIII 4
35 IIII 4
36 IIII 4
37 II 2
38 I 1
39 I 1
Jumlah 30
Dari tabel di atas, kamu dapat mengetahui bahwa:
Berat badan terendah 29 kg dan tertinggi 38 kilogram.
Jumlah siswa yang berat badannya 33 kg paling banyak, yaitu 5 anak, Sedangkan siswa yang
dengan berat 38 kg hanya 1 anak.
Diagram
Diagram adalah penyajian data dalam bentuk diagram batang, diagram garis atau diagram lingkaran.
Data dalam tabel tersebut dapat ditunjukan dengan angka skala, persentase maupun derajat.
Diagram batang, adalah representasi grafis dari data menggunakan sejumlah persegi panjang dengan
lebar yang sama. Persegi panjang dalam diagram batang dapat digambarkan dengan bentuk vertikal
maupun horizontal. Grafik batang juga sering disebut dengan kolom grafik. Berikut merupakan
langkah-langkah untuk menyajikan data dalam bentuk diagram batang :
Ubah data dalam bentuk tabel
Buatlah garis tegak lurus, garis mendatar menyatakan jenis data dan garis tegak menyatakan
banyak data
Buatlah skala pada garis mendatar dan garis tegak dan batang sesuai data.