The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by faizalsupardi7, 2022-07-20 05:12:26

d46f5b36b2a7581db0f165e6fd7243f5

d46f5b36b2a7581db0f165e6fd7243f5

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS SEBAGAI
PERAWAT TERAMPIL DALAM UPAYA MENINGKATKAN ANGKA

PENEMUAN SUSPEK TUBERKULOSIS DENGAN PENDEKATAN
INVESTIGASI KONTAK PASIEN TUBERKULOSIS DI UPT PUSAT

KESEHATAN MASYARAKAT GODEAN II
DINAS KESEHATAN KABUPATEN SLEMAN

Nama : Sukma Krisnamurti, A.Md.Kep
No. Presemsi : 34/LATSAR/Golongan II/Angkatan XVI/2021
NIP : 199710172020122004

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS SEBAGAI PERAWAT
TERAMPIL DALAM UPAYA MENINGKATKAN ANGKA PENEMUAN SUSPEK
TUBERKULOSIS DENGAN PENDEKATAN INVESTIGASI KONTAK PASIEN

TUBERKULOSIS DI UPT PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT GODEAN II
DINAS KESEHATAN KABUPATEN SLEMAN

Disusun oleh :
Shabrina Fitriani,

S.E.
NIP. 19930730 201903 2

023

Nama : Sukma Krisnamurti, A.Md.Kep
No. Presemsi : 34/LATSAR/Golongan II/Angkatan XVI/2021

NIP : 199710172020122004

PEMERINTAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN II ANGKATAN XVI
YOGYAKARTA
2021
i

ABSTRAK

Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS Sebagai Perawat Terampil Dalam Upaya
Meningkatkan Angka Penemuan Suspek Tuberkulosis Dengan Pendekatan Investigasi Kontak
Pasien Tuberkulosis Di UPT Pusat Kesehatan Masyarakat Godean II Dinas Kesehatan
Kabupaten Sleman merupakan implementasi dari Rancangan Aktualisasi yang telah disusun
dan diseminarkan pada 29 Oktober 2021. Laporan ini menjelaskan cara meningkatan
penemuan suspek Tuberkulosis dengan pendekatan investigasi kontak pasien Tuberkulosis.
Penemuan suspek Tuberkulosis merupakan langkah pertama dalam tata laksana penderita
Tuberkulosis. Penemuan suspek Tuberkulosis bermakna dapat menurunkan angka kesakitan
dan kematian akibat Tuberkulosis sekaligus merupakan kegiatan pencegahan penularan
Tuberkulosis yang paling efektif di masyarakat. Laporan aktualisasi ini berisi kegiatan
aktualisasi berdasarkan pada nilai-nilai wawasan kebangsaan dan nilai-nilai bela Negara,
analisis isu kontemporer, kesiapsiagaan bela Negara, akuntabilitas, nasionalisme, etika public
komitmen mutu, anti korupsi, Wog, manajemen ASN serta pelayanan public untuk
mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan efisien di Puskesmas Godean II.

Adapun kegiatan aktualisasi yang dilaksanakan adalah Mempelajari penyakit
Tuberkulosis, upaya penanganan dan pencegahannya melalui berbagai sumber, Menyiapkan
instrumen untuk menemukan suspek penyakit TBC, menyusun media sosialisasi dalam bentuk
powerpoinnt, melaksanakan sosialisasi tentang teknik investigasi kontak pasien kepada kader
Kesehatan, Melaksanakan investigasi kontak pasien bersama kader. Pelaksanaan aktualisasi
pada lima kegiatan berhasil dilaksanakan dengan tingkat capaian 100% pada setiap kegiatan.
Pada kegiatan pertama telah terlaksananya konsultasi dengan mentor untuk mendapat
masukan, mendapatkan referensi tentang penyakit Tuberkulosis dan mencatat serta memahami
poin-poin-poin penting dalam referensi. Pada kegiatan kedua telah disiapkan alat dan bahan
berupa laptop, kertas, alat tulis dan buku panduan TB. Sudah tersusunnya 1 (satu) draf
instrument yang baik dan sudah terlaksananya koordinasi dengan teman sejawat dan
mendapatkan kesepakatan. Pada kegiatan keempat sudah tersusunnya 1 (satu) desain media
sosialisasi dan 1 (satu) media sosialisasi.

Pada kegiatan kelima telah tersusunnya bahan sosialisasi berupa formulir investigasi
kontak pasien TB dan alat tulis,, sudah terlaksananya investigasi kontak pada 7 pasien
Tuberkulosis bersama kader, tersusunnya satu laporan investigasi kontak pasien dan
tersusunnya satu laporan evaluasi pelaksanaan. Melalui kegiatan ini, penulis dan kader
menyadari pentingnya investigasi kontak untuk meningkatkan penemuan suspek Tuberkulosis
dan mengedukasi masyarakat mengenai penyakit Tuberkulosis.

Kata Kunci : Suspek Tuberkulosis, investigasi kontak.

ii

PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
( BANDIKLAT )

Gunungsempu, Tamantirto, Kasihan, Bantul 55183 Telepon (0274) 417704
Fax (0274) 411801 Website : http://diklat.jogjaprov.go.id Email : [email protected]

BERITA ACARA

SEMINAR LAPORAN AKTUALISASI

Pada Hari ini Jumat Tanggal Sepuluh Bulan Desember Tahun Dua Ribu Dua
Puluh Satu telah dilaksanakan SEMINAR LAPORAN AKTUALISASI bagi Peserta
Pelatihan Dasar CPNS Golongan Dua Angkatan XVI Tahun Dua Ribu Dua Puluh Satu di
Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta atas nama:

Nama : Sukma Krisnamurti, A.Md.Kep
NIP : 199710172020122004
No. Presensi : 34
Jabatan : Terampil/ Pelaksana- Perawat
Instansi : UPT Puskesmas Godean II
Mentor : drg. Fitri Winarni Handayani
Coach : Dr. rer. publ., Dra. Wuryani, M.Si
Judul Rancangan
Aktualisasi : Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Pns Sebagai Perawat
Terampil dalam Upaya Meningkatkan Angka Penemuan Suspek
Mentor, Tuberkulosis dengan Pendekatan Investigasi Kontak Pasien
Tuberkulosis di UPT Pusat Kesehatan Masyarakat Godean II Dinas
Kesehatan Kabupaten Sleman

Yogyakarta, 10 Desember 2021
Peserta,

drg. Fitri Winarni Handayani Sukma Krisnamurti, A.Md.Kep
Penguji

Drihardono, S.Sos Coach,
Pengampu

Niken Artanti Primadewi, S.IP, MPA Dr. rer. publ., Dra. Wuryani, M.Si
Tanda Tangan
Petugas Nama

iii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kasih dan
berkat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan aktualisasi yang berjudul “Laporan

Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS Sebagai Perawat Terampil Dalam Upaya Meningkatkan

Angka Penemuan Suspek Tuberkulosis Dengan Pendekatan Investigasi Kontak Pasien

Tuberkulosis Di UPT Pusat Kesehatan Masyarakat Godean II
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman”.

Laporan aktualisasi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan XVI di Badan Pelatihan
dan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2021.

Dalam penyusunan laporan aktualisasi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dan
dukungan dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu drg. Fitri Winarni Handayani selaku mentor dan kepala UPT Puskesmas Godean II
Kabupaten Sleman

2. Bapak Drihardono,S.Sos selaku penguji
3. Ibu Dr.rer.publ.Dra.Wuryani,M.Si. selaku coach
4. Bapak Heri Kuntadi,AP,MT selaku tutor
5. Bapak Ulis Sulistiyanto,S.T.,M.Pd. selaku tutor
6. Rekan-rekan seperjuangan peserta Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XVI
7. Rekan-rekan di Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman
8. Bapak,Ibu, dan suami yang telah memberikan dukungan dan doa selama menjalani

Pelatihan Dasar CPNS.

Penulis menyadari dalam penyusunan laporan aktualisasi ini masih banyak
kekurangan. Penulis memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan selanjutnya.
Semoga rancangan aktualisasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Yogyakarta, 30 November 2021
Penulis

Sukma Krisnamurti, A.Md.Kep
NIP. 199710172020122004

iv

DAFTAR ISI

Halaman Judul ........................................................................................................... i
Abstrak....................................................................................................................... ii
Berita Acara............................................................................................................... iii
Kata Pengantar........................................................................................................... iv
Daftar Isi .................................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1

A. Posisi organisasi dalam lingkup NKRI.......................................................... 1
B. Visi Misi Pemkab Sleman ............................................................................. 2
C. Struktur Organisasi ........................................................................................ 3
D. Tugas dan Fungsi........................................................................................... 5
E. Kondisi Organisasi ........................................................................................ 8

BAB II AGENDA AKTUALISASI .......................................................................... 12
A. Latar belakang pemilihan isu dan kegiatan ................................................... 12
B. Penetapan Isu................................................................................................. 17
C. Isu yang diangkat........................................................................................... 19
D. Penetapan Judul ............................................................................................. 19
E. Gagasan Pemecahan Isu ................................................................................ 20
F. Proses aktualisasi........................................................................................... 21

BAB III PENUTUP ................................................................................................... 70
A. Kesimpulan.................................................................................................... 70
B. Rekomendasi ................................................................................................. 71
C. Rencana Aksi Tindak Lanjut Aktualisasi Nilai Dasar PNS .......................... 73

Daftar Pustaka............................................................................................................ 75

Lampiran.................................................................................................................... 76

v

DAFTAR BAGAN
Bagan 1. Struktur Organisasi Puskesmas Godean II ................................................. 4

vi

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Sarana dan prasarana Puskesmas Godean ii ................................................ 9
Tabel 2. Data Pegawai Puskesmas Godean ii............................................................ 9
Tabel 3. Penetapan isu dengan metode USG............................................................. 9

vii

DAFTAR DIAGRAM
Diagram 1.10 Besar Diagnosa penyakit Puskesmas Godean II................................. 15
Diagram 2.Metode Fishbone ..................................................................................... 19

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.Target penemuan Suspek TB.................................................................... 14
Gambar 2.Jumlah penemuan Suspek TB................................................................... 14
Gambar 3.Penggunaan APD di Poli Batuk................................................................ 16
Gambar 4.Standar Penggunaan APD......................................................................... 17
Gambar 5.Kegiatan Konsultasi dengan mentor ......................................................... 27
Gambar 6.Notulen hasil konsultasi dengan mentor................................................... 27
Gambar 8.Foto kegiatan 2a........................................................................................ 35
Gambar 9.Cek list alat dan bahan kegiatan 2a........................................................... 35
Gambar 10.Foto kegiatan 2b ..................................................................................... 36
Gambar 11.Draf instrumen ........................................................................................ 36
Gambar 12.Foto kegiatan 2c...................................................................................... 37
Gambar 13.Daftar hadir............................................................................................. 37
Gambar 14.Foto kegiatan 3a...................................................................................... 42
Gambar 15.Foto desain.............................................................................................. 42
Gambar 16.Foto kegiatan 3b ..................................................................................... 42
Gambar 17.Media sosialisasi..................................................................................... 43
Gambar 18.Foto kegiatan 4a...................................................................................... 50
Gambar 19. Cek list bahan sosialisasi ....................................................................... 50
Gambar 20.foto kegiatan sosialisasi kader Sidoarum................................................ 51
Gambar 21.foto kegiatan sosialisasi kader Sidorejo.................................................. 51
Gambar 22.foto kegiatan sosialisasi kader Sidokarto................................................ 52
Gambar 23.Daftar hadir kegiatan sosialisasi kader Sidoarum.................................. 52
Gambar 24.Daftar hadir kegiatan sosialisasi kader Sidorejo.................................... 53
Gambar 25.Daftar hadir kegiatan sosialisasi kader Sidokarto.................................. 53
Gambar 26.Notulen kegiatan sosialisasi kader Sidoarum ......................................... 54
Gambar 27.Notulen kegiatan sosialisasi kader Sidorejo .......................................... 54
Gambar 28.Notulen kegiatan sosialisasi kader Sidokarto ........................................ 55
Gambar 29. Foto kegiatan 5a..................................................................................... 63
Gambar 30.Cek list alat dan bahan Investigasi Kontak Pasien ................................. 63
Gambar 31.Foto Investigasi Kontak Pasien TB 1 ..................................................... 64

ix

Gambar 32.Foto Investigasi Kontak Pasien TB 2 ..................................................... 64
Gambar 33.Foto Investigasi Kontak Pasien TB 3 ..................................................... 65
Gambar 34.Foto Investigasi Kontak Pasien TB 4 ..................................................... 65
Gambar 35.Foto Investigasi Kontak Pasien TB 5 ..................................................... 66
Gambar 36.Foto Investigasi Kontak Pasien TB 6 ..................................................... 66
Gambar 37.Foto Investigasi Kontak Pasien TB 7 ..................................................... 67
Gambar 38. Laporan Investigasi Kontak Pasien TB 1 .............................................. 67
Gambar 39.Laporan evaluai ...................................................................................... 69

x

xi

xii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Posisi Organisasi dalam Lingkup NKRI
Pengertian Puskesmas “Pusat Kesehatan Masyarakat” (PUSKESMAS) adalah

salah satu sarana pelayanan kesehatan yang menjadi andalan atau tolak ukur dari
pembangunan kesehatan, sarana peran serta masyarakat , dan pusat pelayanan pertama
yang menyeluruh dari suatu wilayah” (Alamsyah D, 2012:43). Upaya kesehatan
tersebut diselenggarakan dengan menitikberatkan kepada pelayanan untuk masyarakat
luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu
pelayanan kepada perorangan. Puskesmas dipimpin oleh seorang kepala Puskesmas
yang bertanggung jawab kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Dinas Kesehatan Sleman membawahi rumah sakit dan 25 puskesmas. Di
Kabupaten Sleman terdiri dari 17 kecamatan, yang slah satunya adalah kecamatan
Godean memiliki 2 Puskesmas yaitu Puskesmas Godean I dan Puskesmas Godean II.
Puskesmas Godean II yang beralamat di Dusun Nogosari, Sidokarto, Godean, Sleman,
Yogyakarta terletak di wilayah Sleman Barat dengan luas wilayah kerja 12.810.000
km2. Puskesmas Godean II berdiri tahun 1978 yang di pimppin oleh seorang kepala
puskesmas dr. Wisnu Setyobudi, dan sekarang Puskesmas Godean II di pimpin oleh
drg. Fitri WInarni Handayani dari tahun 2017 hingga sekarang. Pada awalnya,
Puskesmas Godean II terletak di depan balai Desa Sidokarto kemudia pada tahun 2004
Puskesmas Godean II menempati tanah khas desa, seluas 645m2, yang terletak
disebelah barat balai desa Sidokarto dan masih di lingkungan Sidokarto.

Puskesmas Godean II Terdiri dari 3 desa yaitu desa Sidoarum, desa Sidorejo
dan desa Sidokarto. Desa sidorejo yang terletak di ujung barat Godean yang
wilayahnya berupa dataran dengan sedikit perbukitan merupakan desa terluas di
kecamatan Godean. Desa sidorejo memiliki luas 5,44 km2 atau sebesar 20% dari luas
keseluruhan kecamatan Godean 26,84 km2.
Desa sidorejo merupakan wilayah kerja dari Puskesmas Godean II yang paling terjauh
dimana melewati wilayah kerja Godean I yaitu Sidomulyo, Sidoagong dan Sidoluhur.
Sedangkan desa Sidokarto yang merupakan letak dari puskesmas Godean II memiliki

1

luas areal yang paling kecil yaitu sebesar 3,64 km2 atau hanya 13,5% dari keseluruhan
luas wilayah kecamatan Godean. Secara Administratif Wilayah Puskesmas Godean II
terdiri dari 3 Desa, 35 Pedukuhan dan 214 RT dengan jumlah keluarga sebanyak 9.850
keluarga. Jumlah Penduduk pada tahun 2020 sebanyak 35.414 jiwa yang terdiri dari
17.623 orang pria dan 17.791 orang wanita.

B. Visi Misi Pemkab
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman No. 3 Tahun 2021 tentang RPJDM
Kabupaten Sleman Tahun 2021-2026, visi dan misi Pemkab Sleman adalah :
1. Visi Pemkab Sleman
Terwujudnya Sleman Sebagai Rumah Bersama Yang Cerdas, Sejahtera, Berdaya
Saing, Menghargai Perbedaan dan Memiliki Jiwa Gotong Royong

2. Misi Pemkab Sleman

a. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dengan dukungan teknologi
untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

b. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan dan
kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

c. Membangun perekonomian yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan
kesejahteraan.

d. Meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai macam
ancaman dan bencana.

e. Membangun sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung
terwujudnya kabupaten cerdas.

f. Menguatkan budaya masyarakat yang saling menghargai dan jiwa gotong
royong.

3. Nilai Organisasi Pemkab Sleman
SATRIYA memiliki dua makna, yaitu :
a. sebagai watak ksatria yang memiliki sikap memegang teguh ajaran
moral sawiji, greget, sengguh ora mingkuh (konsentrasi, semangat, percaya
diri, rendah hati dan bertanggungjawab).

2

b. SATRIYA merupakan akronim dari selaras, akal budi luhur-jati diri, teladan-
keteladanan, rela melayani, inovatif, yakin percaya diri dan ahli profesional.
1) Selaras : dalam kehidupan selalu menjaga kelestarian dan keseimbangan
hubungan manusia dengan Tuhan, alam dan sesama manusia
2) Akal budi luhur-jati diri : keluhuran jati diri seseorang merupakan
pengejawantahan perikemanusiaannya
3) Teladan : dapat diartikan panutan/sebagai teladan/contoh oleh
lingkungannya
4) Rela melayani : memberikan pelayanan yang lebih dari yang diharapkan
masyarakat
5) Inovatif : selalu melakukan pembaharuan yang bersifat positif ke arah
kemajuan individu dan kelompok
6) Yakin dan percaya diri : dalam melaksanakan tugas selalu didasari atas
keyakinan dan penuh percaya diri bahwa apa yang dilaksanakan akan
membawa kemajuan dan manfaat baik ke intern maupun ke ekstern
Ahli Profesional : mempunyai kompetensi, komitmen dan prestasi pada
pekerjaannya.

C. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Puskesmas Godean II sesuai dengan PERMENKES NO.75 Tahun
2014

3

Bagan 1. Struktur O

Organisasi Puskesmas Godean II
4

D. Tugas dan Fungsi

1. Organisasi

Berdasarkan peraturan Bupati nomor 60 tahun 2016 Puskesmas memiliki tugas
melaksanakan kegiatan teknis Dinas Kesehatan bidang pelayanan Kesehatan
masyarakat dan perseorangan. Puskesmas dalam melaksanakan tugas mempunyai
fungsi :
a. Penyusunan rencana kerja Puskesmas
b. Perumusan kebijakan teknis pelayanan Kesehatan masyarakat dan

perseorangan
c. Pelayanan upaya Kesehatan masyarakat
d. Pelayanan upaya Kesehatan perseorangan tingkat pertama
e. Pelaksanaan ketatausahaan
f. Evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Puskesmas
g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan

tugas dan fungsinya.
2. Unit kerja

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun
2014 Tentang Tugas dan Fungsi Pusat Kesehatan Masyarakat yaitu Puskesmas
mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan
pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung
terwujudnya kecamatan sehat. Dalam melaksanakan tugas kebijakan kesehatan
untuk mencapai pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya, Puskesmas memiliki
fungsi :
a. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama

Dalam melaksanakan fungsi penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah
kerjanya tersebut, Puskesmas berwenang untuk :
1) Menyusun perencanaan kegiatan berdasarkan hasil analisis masalahkesehatan

masyarakat dan kebutuhan pelayanan yang diperlukan;
2) Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;

5

3) Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan
masyarakat dalam bidang kesehatan;

4) Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan
masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang
bekerja sama dengan pimpinan wilayah dan sektor lain terkait;

5) Melaksanakan pembinaan teknis terhadap institusi, jaringan
pelayanan Puskesmas dan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat;

6) Melaksanakan perencanaan kebutuhan dan peningkatan kompetensi sumber
daya manusia Puskesmas;

7) Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
8) Memberikan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada keluarga,

kelompok, dan masyarakat dengan mempertimbangkan faktor biologis,
psikologis, sosial, budaya, dan spiritual;
9) Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses,mutu, dan
cakupan Pelayanan Kesehatan;
10) Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat kepada
dinas kesehatan daerah kabupaten/kota, melaksanakan sistem kewaspadaan
dini, dan respon penanggulangan penyakit;
11) Melaksanakan kegiatan pendekatan keluarga; dan
12) Melakukan kolaborasi dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan tingkatpertama
dan rumah sakit di wilayah kerjanya,
b. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama
Sementara dalam melaksanakan fungsi penyelenggaraan UKP tingkat pertama
di wilayah kerjanya, Puskesmas berwenang untuk:
1) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif,
berkesinambungan, bermutu, dan holistik yang mengintegrasikan faktor
biologis, psikologi, sosial, dan budaya dengan membina hubungan dokter -
pasien yang erat dan setara;
2) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya
promotif dan preventif;

6

3) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berpusat pada individu,
berfokus pada keluarga, dan berorientasi pada kelompok dan masyarakat;

4) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan kesehatan,
keamanan, keselamatan pasien, petugas, pengunjung, dan lingkungan kerja;

5) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatifdan kerja
sama inter dan antar profesi;

6) Melaksanakan penyelenggaraan rekam medis;
7) Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses

Pelayanan Kesehatan;
8) Melaksanakan perencanaan kebutuhan dan peningkatan kompetensi sumber

daya manusia Puskesmas;
9) Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan Sistem

Rujukan; dan
10) Melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan

di wilayah kerjanya, sesuai dengan ketentuan peraturanperundang-undangan.
3. Pegawai

Uraian tugas jabatan perawat terampil menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No. 35 Tahun 2019
adalah sebagai berikut :
1. melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu
2. melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan
3. melaksanakan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka

melakukan upaya promotif
4. memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan/ pelindung fisik pada pasien

untuk mencegah risiko cedera pada individu dalam rangka upaya preventif
5. memberikan oksigenasi sederhana
6. memberikan tindakan keperawatan pada kondisi gawat darurat/ bencana/

kritikal
7. memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman serta bebas risiko

penularan infeksi

7

8. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana pada area medikal
bedah

9. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area anak
10. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area maternitas
11. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area komunitas
12. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area jiwa
13. melakukan tindakan terapi komplementer/holistic
14. melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan intervensi pembedahan

pada tahap pre/ intra/post operasi
15. memberikan perawatan pada pasien dalam rangka melakukan perawatan

paliatif;
16. memberikan dukungan/fasilitasi kebutuhan spiritual pada kondisi

kehilangan/berduka/ menjelang ajal dalam pelayanan keperawatan
17. melakukan perawatan luka
18. melakukan dokumentasi tindakan keperawatan
E. Kondisi Organisasi
1. Letak organisasi
UPT Puskesmas Godean II beralamat di Dusun Nogosari, Sidokarto, Godean,
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di 7o46’35.7” S 110o18’13.7”E
termasuk wilayah Sleman Barat dengan luas wilayah kerja 12.810.000 km2
UPT Puskesmas Godean II terdiri dari tiga desa, yaitu desa Sidoarum, desa
Sidorejo, dan desa Sidokarto. Desa Sidorejo t.erletakdi ujung barat Godean dengan
wilayah berupa dataran dengan sedikit perbukitan merupakan desa terluas di
Kecamatan Godean. Desa sidorejo memiliki luas 5,44 km2 atau sebesar 10% dari
luas keseluruhan Kecamatan Godean. Desa Sidokarto memiliki luas areapaling kecil
yaitu sebesar 3,64 km2 atau hanya 13,5 % dari keseluruhan luas wilayah
Kecamatan Godean.
Batas-batas wilayah UPT Puskesmas Godean II adalah sebagaiberikut :
Utara : Kecamatan Seyegan dan wilayah kerja UPT PuskesmasGodean I
Timur : Kecamatan Gamping

8

Selatan : Kecamatan Gamping dan Kecamatan Moyudan
Barat : Kecamatan Moyudan, Kecamatan Minggir, dan wilayah kerja UPT
Puskesmas Godean I
2. Sarana Prasarana
Puskesmas Godean II dalam menyediakan sarana dan prasarana berdasarkan pada
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014. Sarana dan prasarana
bertujuan untuk mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas. Berikut data
sarana dan prasarana Puskesmas Godean II :

Sarana Pelayanan Tahun Kondisi

Puskesmas Pendirian Renovasi Baik

Ruangan Baik

Pendaftaran dan 1978 2011 Baik
Baik
Rekam Medik Baik
Baik
Ruangan 1978 2011
Baik
Pemeriksaan
Baik
Umum/BP
Baik
Ruangan Tunggu 1978 2011
Baik
Ruangan Gudang 1978 2011
Baik
Kamar Mandi 1978 2011 Baik
Baik
Ruangan Gawat 1978 2011 Baik
Baik
Darurat/Tindakan Baik

Ruangan 1978 2011

Kesehatan Ibu dan

Anak

Ruang Imunisasi 1978 2011

dan KB

Ruangan 1978 2011

Kesehatan Gigi

dan Mulut

Ruangan 1978 2011

Farmasi/Kamar

Obat

Ruang Apotek 1978 2011

Unit Laboratorium 1978 2011

Ruang Konsultasi 1978 2011

Aula 1978 2011

Ruang Tata Usaha 1978 2011

Ruang Kepala 1978 2011

Puskesmas

Tabel 1. Sarana dan Prasarana Puskesmas Godean II

9

3. SDM

Pegawai di Puskesmas Godean II terdiri dari tenaga administrasi dan tenaga

kesehatan, yang dirinci sebagai berikut :

NO JABATAN JENJANG KETERANGAN

ASN NON ASN

1 Pengadministrasi Jabatan 0 1
Keuangan Pelaksana 1 0
Pelaksana 0 0
2 Perekam Medis Lanjutan 0 1
Pelaksana 1 1
3 Perekam Medis Ahli Pertama 3 0
Ahli Pertama 0 0
4 Epidemiolog Penyelia 2 0
Kesehatan 2 1
Ahli Pertama 0 0
5 Apoteker Mahir 1 0
0 2
6 Terapis Gigi Dan Terampil
Mulut Ahli Pertama 1 0

7 Terapis Gigi Dan Penyelia 1 0
Mulut Jabatan
Pelaksana 0 0
8 Bidan Pelaksana
Lanjutan 0 1
9 Bidan
Penyelia 0 0
10 Bidan
Ahli Pertama
11 Bidan
Pelaksana
12 Pramu Kebersihan
Ahli Pertama
Pranata
13 Laboratorium

Kesehatan
Pranata

14 Laboratorium
Kesehatan
Pranata

15 Laboratorium
Kesehatan
Penyuluh

16 Kesehatan
Masyarakat
Penyuluh

17 Kesehatan
Masyarakat

10

Pengadministrasi Jabatan 0 1
18 Sarana Dan Pelaksana 1
0
Prasarana Pelaksana 0
19 Asisten Apoteker 0
1
20 Asisten Apoteker Penyelia 1 0
0
21 Perawat Mahir 1 1
0
22 Perawat Terampil 1 0
0
23 Perawat Penyelia 3 2
0
24 Pengadministrasi Jabatan 0 1
Kepegawaian Pelaksana 1 0
1
25 Nutrisionis Pelaksana 0
0
26 Nutrisionis Pelaksana 1 0
27 Nutrisionis Lanjutan 0 1
0
Ahli Pertama 0

28 Sanitarian Penyelia 1 0

29 Sanitarian Pelaksana 0 0

30 Sanitarian Ahli Pertama 0

31 Dokter Ahli Pertama 1

32 Dokter Ahli Muda 1

33 Petugas Keamanan Jabatan 0
34 Dokter Gigi Pelaksana 1

Ahli Utama

35 Dokter Gigi Ahli Madya 2

36 Fisioterapis Pelaksana 1

37 Pengemudi Jabatan 0
Ambulan Pelaksana 1

38 Psikologi Klinis Ahli Pertama

39 Pengadministrasi Jabatan 1
Umum Pelaksana

40 Pengelola Jabatan 2
Keuangan Pelaksana

Pengadministrasi Jabatan 0
41 Perencanaan Dan Pelaksana

Program

Tabel 2. Data Pegawai Puskesmas Godean II

11

BAB II

AGENDA AKTUALISASI

A. Latar Belakang Pemilihan Isu dan Kegiatan
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 Tahun 2019, Puskesmas

didefinisikan sebagai fasilitas pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan upaya
Kesehatan Kesehatan masyarakat dan upaya Kesehatan perorangan tingkat pertama,
dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, di wilayah kerjanya.
Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan Kesehatan untuk mencapai
tujuan pembangunan Kesehatan di wilayah kerjanya.

Perawat berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang
Pelayanan Keperawatan pada Fasyankes atau Fasilitas Kesehatan Lainnya di
lingkungan Instansi Pemerintah. Jabatan Fungsional Perawat merupakan jabatan
fungsional kategori keterampilan dan kategori keahlian. Jenjang Jabatan Fungsional
Perawat kategori keterampilan dari jenjang terendah sampai dengan jenjang tertinggi
terdiri atas:
1. Perawat Terampil
2. Perawat Mahir
3. Perawat Penyelia.

Tugas Jabatan Fungsional Perawat yaitu melakukan kegiatan Pelayanan Keperawatan
yang meliputi asuhan keperawatan, dan pengelolaan keperawatan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No. 35 Tahun 2019, uraian tugas perawat
terampil sebagai berikut:

1. melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu
2. melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan

12

3. melaksanakan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka
melakukan upaya promotif

4. memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan/ pelindung fisik pada pasien untuk
mencegah risiko cedera pada individu dalam rangka upaya preventif

5. memberikan oksigenasi sederhana
6. memberikan tindakan keperawatan pada kondisi gawat darurat/ bencana/ kritikal
7. memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman serta bebas risiko

penularan infeksi
8. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana pada area medikal bedah
9. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area anak
10. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area maternitas
11. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area komunitas
12. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area jiwa
13. melakukan tindakan terapi komplementer/holistic
14. melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan intervensi pembedahan pada

tahap pre/ intra/post operasi
15. memberikan perawatan pada pasien dalam rangka melakukan perawatan paliatif;
16. memberikan dukungan/fasilitasi kebutuhan spiritual pada kondisi

kehilangan/berduka/ menjelang ajal dalam pelayanan keperawatan
17. melakukan perawatan luka
18. melakukan dokumentasi tindakan keperawatan

Dalam menjalankan tugas sebagai perawat terampil, terdapat beberapa isu yang
ditemukan yaitu :

1. Rendahnya angka penemuan suspek Tuberkulosis di Puskesmas Godean II.
Penemuan suspek Tuberkulosis merupakan langkah pertama dalam tata laksana
penderita Tuberkulosis. Penemuan suspek Tuberkulosis bermakna dapat
menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Tuberkulosis sekaligus
merupakan kegiatan pencegahan penularan Tuberkulosis yang paling efektif di
masyarakat.

13

Gambar 1.Target penemuan suspek Tuberkulosis tahun 2021

Gambar 2. Jumlah Penemuan suspek Tuberkulosis tahun 2021
Berdasarkan dari Gambar 1, Puskesmas Godean II mendapatkan target 502 suspek
Tuberkulosis yang harus ditemukan. Sedangkan pada Gambar 2, pencapaian
Puskemas Godean II sampai bulan September baru mencapai 24 suspek
Tuberkulosis. Hal ini menunjukan rendahnya angka penemuan suspek Tuberkulosis
di Puskesmas Godean II.

14

2. Belum Optimalnya Penanganan Kasus Hipertensi di Puskesmas Godean II
Tingginya kasus hipertensi di Puskesmas Godean II ditunjukkan dengan data bahwa
hipertensi menduduki peringkat pertama dalam diagram 10 besar diagnosa di
Puskesmas Godean II. Belakangan ini hipertensi merupakan salah satu penyakit
tidak menular yang masih menjadi masalah utama kesehatan secara umum. Maka
dari itu, membutuhkan penanganan khusus agar kasus hipertensi ini segera
tertangani dengan baik.

Diagram 1. 10 Besar Diagnosa Di Puskesmas Godean II

Keterangan Z00.0 : Encounter for general adult
I10 : Hipertensi medical examination without
abnormal findings
K30 : Dispepsia
E11.6 : Diabetus Melitus dengan F20 : Schizophrenia
E11 : Diabetus Melitus tidak
komplikasi tertentu
Z00 : Encounter for general examination tergantung Insulin
B33.0 : Other viral diseases, not
without complaint, suspected or
reported diagnosis elsewhere classified.
E11.9 : Diabetus Melitus tanpa
komplikasi G44 : Headache, unspecified

15

3. Belum Optimalnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Poli Batuk
Alat pelindung diri (APD) adalah seperangkat perlengkapan yang berfungsi untuk
melindungi penggunanya dari bahaya atau gangguan kesehatan tertentu, misalnya
infeksi virus atau bakteri. Bila digunakan dengan benar, APD mampu menghalangi
masuknya virus atau bakteri ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, mata, atau kulit.
Alat pelindung diri merupakan alternatif tindakan pencegahan bagi petugas
kesehatan dalam melindungi diri dari risiko penularan penyakit selama berinteraksi
dengan pasien.
Penggunaan APD sudah dilakukan oleh petugas kesehatan di Puskesmas Godean II,
namun penggunaanya belum sesuai dengan standar APD untuk pelayanan.

Gambar 3. Penggunaan APD di Poli Batuk oleh Petugas Puskesmas Godean II

16

Gambar 4. Standar Penggunaan APD untuk penanganan pasien dengan gejala
Infeksi Pernafasan

Dari kedua gambar di atas terlihat jelas bahwa penggunaan APD oleh petugas
Puskesmas Godean II belum sesuai dengan standar yang ada.
B. Penetapan Isu
Berdasarkan identifikasi isu kontemporer, maka dilakukan analisis untuk menentukan
isu kontemporer yang diselesaikan dalam rancangan aktualisasi ini. Analisis yang
dilakukan dalam penetapan isu kontemporer ini menggunakan metode urgency,
seriousness, growth (USG). Metode ini menentukan urutan prioritas masalah yang
diselesaikan dengan memberikan skor dalam skala 1-5, Penjelasan dari pengertian
urgency, seriousness, growth dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Urgency : seberapa mendesaknya suatu masalah harus dibahas, dianalisis dan
ditindaklanjuti.
2. Seriousness : menilai seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan
akibat yang akan ditimbulkan.
3. Growth : seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak
ditangani segera.

17

Tabel 3. Penetapan Isu dengan metode USG

No Isu Urgency Seriousness Growth Total
Skor
1 Rendahnya angka
15
penemuan suspek TB di 5 5 5
11
Puskesmas Godean II
12
2 Belum Optimalnya

Penanganan Kasus
443

Hipertesi di Puskesmas

Godean II

3 Belum Optimalnya

penggunaan Alat
444

Pelindung Diri (APD) di

Poli Batuk

Keterangan Seriousness :Keseriusan Growth : Pertumbuhan
Urgency :Mendesak
5 = sangat penting 5 = sangat gawat 5 = sangat cepat
4 = penting
3 = cukup penting 4 = gawat 4 = cepat
2 = kurang penting
1 = tidak penting 3 = cukup gawat 3 = cukup cepat

2 = kurang gawat 2 = kurang cepat

1 = tidak gawat 1 = tidak cepat

Dari hasil analisa prioritas isu menggunakan metode USG di atas diperoleh hasil
bahwa yang menjadi prioritas adalah rendahnya angka penemuan suspek TB di
Puskesmas Godean II dengan total skor 15 point. Isu tersebut kemudian akan mendapat
penanganan yang lebih lanjut.

18

C. Isu yang Diangkat
Berdasarkan prioritas isu yang ada, maka isu yang akan diangkat oleh penulis adalah
“Rendahnya angka penemuan suspek TB di Puskesmas Godean II”. Isu tersebut sesuai
dengan ruang lingkup tugas pokok dan fungsi penulis sebagai perawat.
Fishbone Diagram seringkali disebut dengan Cause and Effect Diagram. Fishbone
Diagram digunakan ketika peneliti ingin mengidentifikasi kemungkinan penyebab
masalah. Berikut adalah hasil analisis isu dengan menggunakan metode Fishbone
Diagram.

Diagram 2. Metode Fishbone
D. Penetapan Judul

Berdasarkan isu yang diangkat yaitu “Rendahnya angka penemuan suspek
Tuberkulosis di Puskesmas Godean II”, maka judul dari kegiatan aktualisasi yaitu
“Upaya Meningkatkan Angka Penemuan Suspek Tuberkulosis Dengan Pendekatan
Investigasi Kontak Pasien Tuberkulosis Di UPT Pusat Kesehatan Masyarakat Godean
II”

19

E. Gagasan Pemecahan Isu
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat dirancang beberapa gagasan
pemecahan permasalahan yang diharapkan dapat membantu mengatasi isu yang
dihadapi UPT Puskesmas Godean II. Gagasan pemecahan isu yang diusulkan adalah
sebagai berikut:
1. Mempelajari penyakit Tuberkulosis, upaya penanganan dan pencegahannya melalui
berbagai sumber
a. Melaksanakan konsultasi dengan mentor
b. Mengumpulkan referensi tentang penyakit TBC
c. Mempelajari dan mencatat poin-poin penting dalam referensi
2. Menyiapkan instrumen untuk menemukan suspek penyakit TBC
a. Menyiapkan peralatan dan bahan
b. Menyusun draf instrument
c. Melakukan koordinasi dengan teman sejawat
3. Menyusun media sosialisasi dalam bentuk powerpoint
a. Menyusun desain media sosialisasi
b. Menyusun media sosialisasi
4. Melaksanakan sosialisasi tentang teknik investigasi kontak pasien kepada kader
Kesehatan
a. Menyiapkan bahan sosialisasi
b. Melaksanakan sosialisasi
5. Melaksanakan investigasi kontak pasien bersama kader
a. Mempersiapkan alat dan bahan
b. Melaksanakan investigasi kontak pasien bersama kader
c. Menyusun laporan investigasi kontak pasien
d. Melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan

20

F. Proses Aktualisasi
Kegiatan 1 : Mempelajari penyakit Tuberkulosis, upaya penanganan dan
pencegahannya melalui berbagai sumber

Kegiatan/ Sub Kegiatan/Output Kegiatan 1:
Mempelajari penyakit Tuberkulosis, upaya penanganan dan
Tanggal pencegahannya melalui berbagai sumber .
Tingkat Pencapaian Output :
Terlaksananya telaah mengenai penyakit Tuberkulosis untuk
menegetahui penanganan dan pencegahan dengan tepat.
Sub Kegiatan :

a. Melaksanakan konsultasi dengan mentor
Output :
Terlaksananya konsultasi dengan mentor untuk
mendapatkan masukan

b. Mengumpulkan referensi tentang penyakit TBC
Output :
Mendapatkan referensi tentang penyakit Tuberkulosis

c. Mempelajari dan mencatat poin-poin penting dalam
referensi
Output:
Memahami poin-poin penting dari referensi

30 Oktober-4 November 2021
Kegiatan mempelajari penyakit Tuberkulosis, upaya penanganan
dan pencegahannya melalui berbagai sumber terlaksana dengan
tingkat pencapaian sebesar 100%. Dengan indikator pencapaian:

a. Telah terlaksananya telaah mengenai penyakit
Tuberkulosis untuk menegetahui penanganan dan
pencegahan dengan tepat

21

Deskripsi Proses a. Melaksanakan konsultasi dengan mentor
Tahapan pertama dalam kegiatan ini adalah melakukan
Hambatan konsultasi dengan mentor tentang rencana kagiatan
Solusi aktualisasi yang akan dilaksanakan.
Daftar Lampiran
b. Mengumpulkan referensi tentang penyakit TBC
Setelah mendapatkan persetujuan dari mentor, penulis
mengumpulkan referensi tentang penyakit Tuberkulosis,
upaya penanganan dan pencegahannya dari berbagai
sumber baik dari buku maupun dari internet.

c. Mempelajari dan mencatat poin-poin penting dalam
referensi
Setelah mendapatkan referensi dari berbagai sumber,
penulis mempelajari dan mencatat poin-poin penting yang
didapat selama mempelajari penyakit Tuberkulosis. Dari
Kegiatan ini, penulis menambah dan memahami tentang
penyakit Tuberkulosis.

-
-

a. Melaksanakan konsultasi dengan mentor
Bukti Fisik:
-Foto Kegiatan
-Notulen/catatan hasil konsultasi dengan mentor

b. Mengumpulkan referensi tentang penyakit TBC
Bukti Fisik:
List daftar referensi tentang penyakit Tuberkulosis

c. Mempelajari dan mencatat poin-poin penting dalam
referensi
Bukti Fisik :
Catatan hasil poin poin penting

22

Penjelasan Keterkaitan kegiatan/Tahapan Kegiatan dengan Nilai-Nilai Mata Pelatihan
Manajemen ASN :
Dalam mempelajari penyakit Tuberkulosis dibutuhkan sikap yang bertanggung jawab dan berintegritas
tinggi sehingga ASN dapat memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan
Whole of Government :
Dalam mempelajari penyakit Tuberkulosis tidak dapat dilakukan dengan seorang diri, harus
bekerjasama dan masukan dengan pihak lain agar terwujud pemahaman suatu penyakit yang tepat.
Pelayanan Publik :
Mempelajari penyakit Tuberkulosis merupakan salah satu bentuk tanggung jawab petugas pelayanan
agar dapat memberikan pelayanan publik yang baik
Sub Kegiatan :

a. Melaksanakan konsultasi dengan mentor
Akuntabilitas : Tanggung jawab, Integrasi
Dalam melaksanakan konsultasi dengan mentor saya menyampaikan semua permasalahan yang
dihadapi unit kerja didasarkan pada data yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan agar
masukan yang diberikan mentor sesuai dengan realita yang ada dan kebijakan yang nantinya
diambil menjadi efektif dan dapat terintegrasi dengan baik.
Nasionalisme : Musyawarah, menjaga kondisi damai
Dalam melakukan konsultasi dengan mentor dilaksanakan dengan musyawarah, yaitu tidak
memaksakan kehendak sehingga proses konsultasi dapat berjalan dengan lancar dan damai atas
persetujuan dari atasan
Etika Publik : Sopan, Jujur
Sikap sopan yang ditunjukkan saat melaksanakan konsultasi dengan mentor adalah ramah,
berperilaku santun, tidak terburu-buru, jujur agar proses komunikasi berjalan secara efektif dan
semua informasi dapat tersampaikan dengan baik.
Komitmen mutu : Efektif, Efisien
Dalam melaksanakan konsultasi dengan mentor saya menyampaikan informasi secara sistematis,
logis, tidak berbelit-belit dan mmenggunakan bahasa yang mudah dipahami agar tujuan
konsultasi tercapai secara efektif, yaitu informasi tersampaikan dan dimengerti secara
keseluruhan, serta mendapatkan masukan terhadap usulan-usulan kegiatan yang saya laksanakan
sehingga kegiatan dapat berjalan efisien.
23

Antikorupsi : Jujur, Disiplin
Dalam melaksanakan konsultasi dengan mentor saya menyampaikan semua informasi, data atau
apapun yang berkaitan dengan kegiatan yang saya laksanakan secara jujur, tidak ada yang
dimanipulasi ataupun ditutupi hanya untuk mendapatkan persetujuan mentor. Kejujuran terkait
data dan informasi ini akan berpengaruh besar terhadap pengambilan keputusan. Apabila data
yang digunakan tidak benar maka kebijakan yang diambil juga tidak tepat sasaran, sehingga
dapat merugikan keuangan negara.
Selain itu, dalam melaksanakan konsultasi dengan mentor harus dilandasi nilai disiplin dengan
datang tepat waktu sesuai yang sudah disepakati.
b. Mengumpulkan referensi tentang penyakit TBC
Akuntabilitas : Tanggung jawab, kejelasan
Dalam mengumpulkan referensi tentang Tuberkulosis dengan teliti merupakan bentuk tanggung
jawab petugas agar dapat memberikan kejelasan tentang penyakit Tuberkulosis
Nasionalisme : Kerja Keras, semangat
Sikap kerja keras ditunjukkan saat mengumpulkan referensi dilandasi rasa semangat dan tidak
pantang menyerah hanya dari satu sumber saja tetapi dari berbagai sumber agar semakin lengkap
informasi yang didapat mengenai penyakit Tuberkulosis.
Etika Publik : Memiliki Kemampuan, akurat
Sikap memiliki kemampuan dapat ditunjukkan dengan mengumpulkan referensi dari berbagai
sumber terpercaya agar infromasi yang didapat akurat.
Komitmen mutu : Budaya kerja yang beroirentasi mutu, beradaptasi pada tuntutan
perubahan
Dalam mengumpulkan referensi tentang Penyakit Tuberkulosis dari sumber terpercaya dan
terbaru agar mendapatkan referensi yang bermutu tinggi sehingga mampu mengikuti
perkembangan ilmu.
Antikorupsi : Kerja keras, tanggung jawab
Dalam mengumpulkan referensi tidak pantang menyerah hanya dari satu sumber saja tetapi dari
berbagai sumber agar informasi yang didapat mengenai penyakit Tuberkulosis semakin lengkap
dan dapat dipertanggung jawabkan.penting dalam referensi

24

c. Memahami poin-poin penting dari referensi
Akuntabilitas : Kejelasan, Tanggung jawab
Mencatat poin-poin penting dengan jelas, teliti, dan sistematis merupakan wujud kejelasan dan
tanggunga jawab dari pembelajaran yang sudah didapat.
Nasionalisme : Kerja keras, Semangat
NNilai kerja keras dalam mempelajari dan mencatat poin-poin penting ditunjukkan dengan
sungguh-sungguh dan pantang menyerah agar apa yang sudah dipelajari dapat menjadi bekal
dalam membuat rencana kegiatan.
Etika Publik : Tanggung jawab, akurat
Dalam mencatat poin-poin penting harus lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga
menghasilkan poin-poin penting yang akurat.
Komitmen mutu : Efektif, efisien
Mencatat poin-poin penting dengan lengkap, sistematis, dan tidak berbelit-belit agar yang sudah
dipelajari menjadi efektif dan efisien.
Antikorupsi : kejujuran dan disiplin
dalam mencatat poin-poin penting harus jujur agar informasi yang tersampaikan benar.
selain itu, dalam menyusun poin-poin penting harus sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

Kontribusi Kegiatan/Tahapan Kegiatan terhadap Pencapaian Visi dan Misi
Mempelajari penyakit Tuberkulosis, upaya penanganan dan pencegahannya melalui berbagai sumber
merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung Visi dan Misi Pemkab Sleman yaitu meningkatkan
kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan
terjangkau.
Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
SATRIYA
Teladan : Dengan mempelajari penyakit Tuberkulosis, upaya penanganan dan pencegahannya melalui
berbagai sumber, maka kita bisa menjadi teladan untuk lingkungan kita
Rela melayani : Dengan mempelajari penyakit Tuberkulosis, upaya penanganan dan pencegahannya
melalui berbagai sumber kita dapat memberikan pelayanan yang lebih dari yang diharapkan masyarakat
Yakin dan percaya diri : Dengan mempelajari penyakit Tuberkulosis, upaya penanganan dan
pencegahannya melalui berbagai sumber, maka keyakinan dan rasa percaya diri dapat ditingkatkan

25

karena yang dilakukan membawa kemajuan dan manfaat.
Ahli Profesional : Dengan mempelajari penyakit Tuberkulosis, upaya penanganan dan pencegahannya
melalui berbagai sumber, maka kompetensi yang dimiliki petugas dapat diperkuat.
Makna yang Diperolah secara pribadi oleh peserta dalam pelaksanaan kegiatan
Makna yang diperoleh secara pribadi melalui kegiatan mempelajari penyakit Tuberkulosis, upaya
penanganan dan pencegahannya melalui berbagai sumber, yaitu saya menjadi lebih lebih teliti,lengkap,
dan pantang menyerah saat melakukan suatu pekerjaan.

Makna yang diperoleh secara pribadi dengan dilaksanakannya kegiatan dilandasi nilai-nilai
wawasan kebangsaan dan bela negara
Nilai dasar bela negara yang didapat secara pribadi yaitu rela berkorban untuk bangsa dan Negara.
Melalui kegiatan mempelajari penyakit Tuberkulosis, upaya penanganan dan pencegahannya melalui
berbagai sumber, saya dapat memberikan kontribusi baik tenaga maupun pikiran untuk memberikan
pelayanan yang berkualitas.

Catatan Mentor : Yogyakarta, 04 November 2021
Sumber yang digunakan sudah baik, lanjutkan Disetujui Oleh Mentor
kegiatan.

Drg. Fitri Winarni Handayani

26

BUKTI FISIK PELAKSANAAN KEGIATAN 1
Mempelajari penyakit Tuberkulosis, upaya penanganan dan pencegahannya melalui berbagai

sumber
Daftar Lampiran

a. Melaksanakan konsultasi dengan mentor
Bukti Fisik:

Gambar 5. Kegiatan konsultasi dengan mentor

Gambar 6. Notulen/catatan hasil konsultasi dengan mentor

27

b. Mengumpulkan referensi tentang penyakit TBC
Bukti Fisik:

Gambar 7. List daftar referensi tentang penyakit Tuberkulosis
c. Mempelajari dan mencatat poin-poin penting dalam referensi

Bukti Fisik :

28

Kegiatan 2 : Menyiapkan instrumen untuk menemukan suspek penyakit TBC

Kegiatan/ Tahapan Kegiatan 2:
Kegiatan/Output Menyiapkan instrumen untuk menemukan suspek penyakit TBC
Output :
Tanggal Terlaksananya penyusunan 1 (satu) instrumen untuk
Tingkat Pencapaian menemukan suspek Tuberkulosis
Tahapan Kegiatan :

a. Menyiapkan peralatan dan bahan
Output :
Alat dan bahan berupa laptop, kertas, alat tulis dan buku
panduan TB sudah siap

b. Menyusun draf instrument
Output :
Sudah tersusunnya 1 (satu) draf instrument yang baik

c. Melakukan koordinasi dengan teman sejawat
Output:
Sudah terlaksananya koordinasi dengan teman sejawat
dan mendapatkan kesepakatan

5 November-10 November 2021
Kegiatan menyiapkan instrumen untuk menemukan suspek
penyakit TBC terlaksana dengan tingkat pencapaian sebesar
100%. Dengan indikator pencapaian:

a. Terlaksananya penyusunan instrumen untuk menemukan
suspek Tuberkulosis

Deskripsi Proses a. Menyiapkan peralatan dan bahan
Tahapan pertama dalam kegiatan ini adalah menyiapkan
alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan
instrumen.

b. Menyusun draf instrumen

29

Setelah menyiapkan alat dan bahan, penulis membuat

draf instrument untuk menemukan suspek penyakit TBC

c. Melakukan koordinasi dengan teman sejawat

Setelah instrumen sudah tersusun, penulis melakukan

koordinasi dengan teman sejawat terkait instrument yang

akan digunakan agar instrumen dapat tersusun dengan

baik atas saran dan masukan dari teman sejawat.

Hambatan -

Solusi -

Daftar Lampiran a. Menyiapkan peralatan dan bahan

Bukti Fisik :

Foto Kegiatan

Cek list alat dan bahan

b. Menyusun draf instrument

Bukti Fisik :

Foto kegiatan

Draf Instrumen

c. Melakukan koordinasi dengan teman sejawat

Bukti Fisik:

Foto Kegiatan,

Daftar hadir

Penjelasan Keterkaitan kegiatan/Tahapan Kegiatan dengan Nilai-Nilai Mata Pelatihan

Manajemen ASN :

Dalam menyusun instrumen dibutuhkan sikap yang bertanggung jawab dan berintegritas tinggi

sehingga tidak menyesatkan pihak lain

Whole of Government :

Dalam menyusun instrumen tidak dapat dilakukan dengan seorang diri, harus bekerjasama dan

masukan dengan pihak lain agar terwujud

Pelayanan Publik :

Dalam menyusun instrumen harus dilandasi nilai tanggung jawab petugas pelayanan agar dapat

memberikan kejelasan petugas pelayanan

30

Tahapan Kegiatan :
a. Menyiapkan peralatan dan bahan
Akuntabilitas : Tanggung Jawab, kejelasan
Menyiapkan peralatan dan bahan sesuai dengan cek list dengan lengkap merupakan salah satu
bentuk tanggung jawab demi kelancaran dan kejelasan pelayanan
Nasionalisme : Semangat, kerja keras
Sikap kerja keras Dalam menyiapkan peralatan dan bahan harus ditunjukkan dengan
sungguh-sungguh,pantang menyerah, dan teliti agar kegiatan dapat berjalan dengan lanacar
karena peralatan dan bahan sudah lengkap.
Etika Publik : Tanggung jawab, cepat
Menyiapkan peralatan dan bahan dengan lengkap dan teliti sesuai dengan yang sudah
direncanakan agar kegiatan dapat berjalan cepat.
Komitmen mutu : Efektif, efisien
Menyiapkan peralatan dan bahan dengan lengkap dan cermat agar pelayanan menjadi efektif
dan efisien.
Antikorupsi : Sederhana, tanggung jawab
Menyiapkan alat dan bahan yang sederhana agar tidak memakan banyak anggaran. Walaupun
sederhana, namun kualitas harus tetap dijaga agar menghasilkan pelayanan yang dapat
dipertanggungjawabkan.
b. Menyusun draf instrument
Akuntabilitas :Tangggung jawab, kejelasan
Dalam menyusun draf instrumen dilaksanakan sesuai dengan target waktu yang telah
ditentukan agar pelaksanaan dapat terlaksana dengan baik
Nasionalisme : Semangat, kerja keras
Kerja keras dalam menyusun draf isntrumen ditunjukkan dengan sungguh-sungguh dan tidak
pantang menyerah serta mengerjakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan
Etika Publik : Memberi pelayanan yang berguna, memiliki kemampuan
Memiliki kemampuan dalam menyusun draf isntrumen ditunjukkan dengan menyusun draf
yang mudah dipahami dan tidak berbelit-belit agar dapat memberikan pelayanan yang
berguna.

31

Komitmen mutu : Inovatif, meningkatkan mutu
Dalam menyusun draf isntrumen harus kreatif berbeda dengan yang lain agar dapat
meningkatkan pelayanan yang bermutu.
Antikorupsi : sederhana, tanggung jawab
Dalam menyusun draf isntrumen menyesuaikan dengan kebutuhan, tidak berlebihan agar
tidak memakan banyak anggaran, tetapi harus dapat dipertanggung jawabkan dengan tetap
menjaga kualitas.
c. Melakukan koordinasi dengan teman sejawat
Akuntabilitas : Kejelasan dan integrasi
Menyampaikan rencana kegiatan dengan teman sejawat dengan rinci dan jelas agar kegiatan
dapat terintegrasi dengan baik.
Nasionalisme : Musyawarah, menjaga kondisi damai
Dalam melakukan koordinasi dengan teman sejawat dilaksanakan dengan musyawarah, yaitu
mampu menerima masukan dari teman sejawat agar kegiatan dapat berjalan lancar dan
semakin sempurna atas masukan dari teman sejawat lainnya.
Etika Publik : Sopan, menghargai komunikasi
Sikap sopan yang ditunjukkan saat melakukan koordinasi dengan teman sejawat adalah ramah,
berperilaku santun, tidak terburu-buru agar proses komunikasi berjalan secara efektif dan
semua informasi dapat tersampaikan dengan baik. Selain itu, mampu menghargai komunikasi
dengan menerima masukan dari teman sejawat.
Komitmen mutu : Efektif, efisien
Dalam melaksanakan koordinasi dengan teman sejawat, saya menyampaikan informasi secara
sistematis, logis, tidak berbelit-belit dan mmenggunakan bahasa yang mudah dipahami agar
tujuan koordinasi tercapai secara efektif sehingga kegiatan dapat berjalan efisien.
Antikorupsi : kejujuran, disiplin
Dalam melaksanakan koordinasi dengan teman sejawat, saya menyampaikan semua
informasi, data atau apapun yang berkaitan dengan kegiatan yang saya laksanakan secara
jujur, tidak ada yang dimanipulasi ataupun ditutupi agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan
yang sudah direncanakan.
Selain itu, saya juga datang tepat waktu saat melaksanakan koordinasi sesuai dengan waktu
yang sudah disepakati.

32

Kontribusi Kegiatan/Tahapan Kegiatan terhadap Pencapaian Visi dan Misi
Menyiapkan instrumen untuk menemukan suspek penyakit TBC merupakan salah satu kegiatan untuk
mendukung Visi dan Misi Pemkab Sleman yaitu membangun sarana dan prasarana yang memadai
untuk mendukung terwujudnya kabupaten cerdas.
Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
SATRIYA
Teladan : Dengan menyiapkan instrument untuk menemukan suspek penyakit TBC, maka kita dapat
menjadi teladan di lingkungan kita.
Rela Melayani : Dengan menyiapkan instrument untuk menemukan suspek penyakit TBC, maka
tercipta pelayanan yang lebih baik lagi sesuai yang diharapkan masyarakat.
Inovasi : Dengan menyiapkan instrumen untuk menemukan suspek penyakit TBC, maka akan
terwujud pembaharuan yang bersifat positif ke arah kemajuan.
Yakin dan percaya diri : Dengan menyiapkan instrument untuk menemukan suspek penyakit TBC,
maka keyakinan dan rasa percaya diri dapat ditingkatkan karena yang dilakukan membawa kemajuan
dan manfaat .
Ahli Profesional : Dengan menyiapkan instrumen untuk menemukan suspek penyakit TBC, maka
kompetensi yang dimiliki petugas dapat diperkuat.
Makna yang diperolah secara pribadi dengan dilaksanakannya kegiatan dilandasi nilai-nilai
dasar
Makna yang diperoleh secara pribadi melalui kegiatan menyiapkan instrumen untuk menemukan
suspek penyakit TBC yaitu saya menjadi lebih lebih teliti,lengkap, dan pantang menyerah saat
menyiapkan suatu kegiatan. Saya juga menjadi terdorong untuk lebih kreatif dalam bekerja agar
memberikan suatu inovasi agar tercipta pelayanan yang lebih baik. Selain itu, saya menjadi mampu
bekerja dengan tepat waktu sesuai dengan target yang sudah ditentukan.

33

Makna yang diperoleh secara pribadi dengan dilaksanakannya kegiatan dilandasi nilai-nilai

wawasan kebangsaan dan bela negara

Nilai dasar bela negara yang didapat secara pribadi yaitu rela berkorban untuk bangsa dan Negara.

Melalui kegiatan menyiapkan instrumen untuk menemukan suspek penyakit TBC, saya dapat

memberikan kontribusi baik tenaga maupun pikiran untuk memberikan inovasi pada pelayanan terkait

penyakit Tuberkulosis yang akan saya lakukan.

Catatan Mentor: Yogyakarta, 10 November 2021

Instrumen sudah bagus, lanjutkan kegiatan. Disetujui Oleh Mentor

Drg. Fitri Winarni Handayani

34

BUKTI FISIK PELAKSANAAN KEGIATAN 2
Menyiapkan instrumen untuk menemukan suspek penyakit TBC
Daftar Lampiran
a. Menyiapkan peralatan dan bahan
Bukti Fisik :

Gambar 8 . Foto Kegiatan

Gambar 9. Cek list alat dan bahan
35

b. Menyusun draf instrument
Bukti Fisik :

Gambar 10. Foto kegiatan

Gambar 11. Draf Instrumen
36


Click to View FlipBook Version