The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Panduan Ibadat Memule untuk Prodiakon Paroki Karangpanas, disusun oleh Koesubijantono

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by om.unggul, 2022-04-16 02:39:30

Ibadat Memule1

Panduan Ibadat Memule untuk Prodiakon Paroki Karangpanas, disusun oleh Koesubijantono

Keywords: memule

Tuhan selalu siap menolong
jika kita memohon dan percaya kepada-Nya

(Hari Pertama)

Doa Privat : Yesus hadirlah dan dampingilah saya dalam ibadat ini sehingga
umat menyadari kehadiran-Mu.

01. Lagu Pembuka

KINI SAUDARA KITA – tata laksana melepas jenazah No.6 Hal.103

02. Salam Pembuka

P. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus

U. Amin.

P.Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Tuhan kita
Yesus Kristus serta Roh Kudus, beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

03. Kata Pembuka

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Terima kasih atas kehadiran kita semua pada kesempatan ini untuk
mendoakan ....... yang sudah menghadap Bapa di surga.
Semoga dengan doa-doa kita bersama, dia pun diterima di hadirat Tuhan.
“Tuhan, tolonglah“ adalah seruan minta tolong penuh harapan dari murid-
murid Yesus yang sedang dalam ketakutan, kecemasan dan putus asa,
tatkala angin ribut dan gelombang menerjang perahu mereka dalam
pelayaran bersama Yesus, itulah yang nanti akan kita dengar dalam
bacaan Injil nanti.
Seruan yang sama dapat kita sampaikan juga kepada Yesus di saat
mengalami perasaan cemas, takut, putus asa dan kehilangan harapan.
Yakinlah, Tuhan akan bangun dan menolong kita.

04. Tobat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Sebelum melanjutkan ibadah yang kudus ini, marilah kita meneliti sejenak
hati dan batin kita.
Dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang kita lupa dan tidak mau
menegur sesama kita yang jatuh dalam dosa.
Mungkin kita juga menjerumuskan diri untuk melakukan kesalahan dan
dosa yang sama.

Kita datang kepada Tuhan karena kita tahu bahwa Tuhan itu Mahakasih
dan Penyayang yang senantiasa memberikan pengampunan kepada kita
sekalian. <. . . . hening . . . .>

Saya mengaku . . . . .

P.Semoga Allah Bapa yang Mahakuasa, memandang dan memperhatikan
kita, mengasihani kita, dan menunjukkan kerelaan hati-Nya, serta
memberikan pengampunan dosa dan memberikan damai sejahtera
kepada kita sekalian.

U. Amin.

Tuhan Kasihanilah Kami
Kristus Kasihanilah Kami
Tuhan Kasihanilah Kami

05. Doa Pembuka

P.Marilah berdoa…

Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur kepadaMu karena Engkau
telah menolong kami dalam segala kesusahan kami. Kami percaya bahwa
Engkau selalu berada bersama kami dalam suka dan duka, sejak awal
kehidupan sampai pada saat kematian kami, dan tetap setia menolong
kami dalam segala macam cobaan. Ampunilah dosa dan salah kami yang
telah membuat kami jauh dari-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan,
dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau, dalam
persekutuan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Marilah kita mendengarkan, warta Kitab Suci yang mengungkapkan
kebaikan Allah yang selalu memperhatikan umat-Nya, dengan penuh
kebijaksanaan.

06. Bacaan Pertama (Rm.8:14-25)

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma

Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus, 14 Semua orang, yang
dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 15 Sebab kamu tidak menerima roh
perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah
menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru:
"ya Abba, ya Bapa!" 16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita,
bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita
juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-
janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika

kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan
bersama-sama dengan Dia. 18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman
sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan
dinyatakan kepada kita. 19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk
menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 20 Karena seluruh makhluk
telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri,
tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 21 tetapi dalam
pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari
perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-
anak Allah. 22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk
sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. 23 Dan bukan
hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita
juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai
anak, yaitu pembebasan tubuh kita. 24 Sebab kita diselamatkan dalam
pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi;
sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 25 Tetapi
jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya
dengan tekun.

P.Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

07. Lagu Pengantar Bacaan

TUHAN, PADAMU ‘KU BERSERAH – tata laksana melepas jenazah No.9
Hal.106

08. Bacaan Injil (Mat.8:23-27)

P.Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P.Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius

U. Dimuliakanlah Tuhan.

23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya.
24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga
perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. 25 Maka datanglah murid-
murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." 26
Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang
percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka
danau itu menjadi teduh sekali. 27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya:
"Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

P.Demikianlah injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

09. Homili

(Roh kudus, pakailah pikiranku – mulutku dan hatiku untuk mewartakan
sabda-Mu)

Tuhan selalu siap menolong
jika kita memohon dan percaya kepada-Nya

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih
Kita telah mendengar dalam bacaan tadi cerita tentang Yesus meredakan
angin ribut dan ombak yang mengamuk dan menyembur masuk ke dalam
perahu yang ditumpangi Yesus dan murid-murid-Nya.
Ketika itu Yesus sedang tidur.
Sementara murid-murid-Nya ketakutan karena mereka tahu dan yakin
bahwa sebentar lagi mereka akan tenggelam.
Dalam keadaan ketakutan dan panik mereka lari kepada Yesus dan
memohon, “Tuhan, tolonglah, kita binasa ! ”.
Dan apa yang diperbuat oleh Yesus?
Yesus mencela ketakutan dan kekhawatiran mereka.

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.
Kematian adalah suatu peristiwa yang sering membuat manusia tak
berdaya, sedih, dan merasa kehilangan karena ditinggalkan oleh orang yang
dikasihinya, bahkan ada yang sampai putus asa, hilang harapan, dan hilang
pegangan hidup.
Ada juga yang merasakannya sebagai suatu kekejaman, seakan-akan
gelombang dan amukan angin sedang menimpa hidupnya, sementara Tuhan
Yesus sepertinya tidur tenang-tenang saja.
Apakah benar demikian ? Tidak.
Kematian bukanlah akhir segalanya.
Hidup dan mati kita ada dalam tangan Tuhan.
Tuhan tetap tenang memperhatikan kita.
Kiranya dengan iman, kita mohon, “Tuhan tolonglah, Tuhan selamatkanlah
kami, selamatkanlah saudara kami ini ”.
Yesus yang berkuasa atas alam semesta tetaplah harapan satu-satunya
dalam hidup dan mati kita.
Kiranya kita menyadari kehadiran Tuhan Yesus dalam derap langkah hidup
kita di tengah angin dan gelombang, termasuk peristiwa kematian
saudara........ yang kita hadapi ini.

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih .

Bagaimana dengan kita dalam menghadapi situasi seperti saat sekarang ini?
Masih adakah iman dan kepercayaan kita kepada Allah sebagai satu-satunya
sumber pertolongan dan keselamatan?
Beranikah kita untuk segera berlari kepada-Nya?
Atau kita membiarkan diri tenggelam dalam lautan kebimbangan dan lebih
mengurung diri dalam situasi ketakberdayaan kita?

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih.
Ketakutan, kekhawatiran, kecemasan, keputusasaan, kekecewaan, merasa
kehilangan harapan dan pegangan hidup adalah reaksi spontan yang wajar
dan sangat manusiawi, terlebih kita kita sedang diterpa badai dan amukan
gelombang kehidupan kita.
Sifat-sifat kemanusiaan itu tetap tampak dan ada.
Namun pada saat ini kita diajak untuk menyadari identitas kita sebagai
orang Kristen, orang-orang kepunyaan Yesus.
Yesus justru mencela kekhawatiran dan ketakutan yang menghilangkan
iman dan kepercayaan kita akan kehadiran-Nya yang menyelamatkan.
“Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya …..”
Dengan kembali mempercayakan diri kedalam perlindungan kasih Allah,
segala ketakberdayaan manusia menjadi pulih kembali, dan kita pun
memperoleh ketenangan dan kedamaian dalam hidup.

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih.
“Janganlah takut! Sebab Allah selalu ada bersama kita dan mendengarkan
suara seruan kita“.
Dalam dan bersama Yesus kita akan selamat! Amin.
Semoga saudara ...... yang kita doakan ini diampuni oleh Allah Bapa segala
dosa dan kesalahannya.
Dan Allah Bapa menganugerahkan kebangkitan kekal di surga. Amin.

Kemuliaan.......

10. Syahadat Aku Percaya

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita memperteguh iman
dan kepercayaan kita sebagai pengikut Kristus dengan mengucapkan
Syahadat Para Rasul yang singkat.

P.Aku Percaya akan Allah......

Kita lanjutkan dengan doa umat.

11. Doa Umat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih,
Kristus pernah bersabda, ”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu,
carilah maka kamu akan mendapat, ketuklah, maka pintu akan dibukakan

bagimu” Dikuatkan oleh keyakinan ini, marilah kita menyampaikan doa-
doa permohonan kita kepada Bapa:

L. Alah Bapa yang mahakuasa, Engkaulah asal mula dan penyelenggara
hidup kami. Kepada-Mu kami berharap dan percaya. Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi keselamatan jiwa yang diperingati hari ini:
Semoga Tuhan, Raja Alam Semesta, yang selalu siap menolong siapa saja
yang memohon kepada-Nya, menganugerahkan kebangkitan kekal bagi
saudara............ Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi keluarga yang ditinggalkan :
Semoga Tuhan selalu menolong para anggota keluarga yang ditinggalkan
untuk tidak merasa takut, cemas, atau putus asa, tetapi memiliki iman
yang kuat kepada-Nya. Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi semua umat beriman yang telah meninggal :
Semoga semua umat beriman yang telah meninggal dalam nama-Nya
memperoleh ketenangan dan kedamaian abadi di surga. Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi kita yang hadir ditempat ini :
Semoga kita yang hadir ini senantiasa percaya akan sabda Tuhan dan
menjadikannya pegangan hidup kita satu-satunya dalam menghadapi
tantangan jaman ini. Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

P.Kami persilahkan bagi Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang punya ujub.

P.Marilah kita berdoa bagi diri kita masing-masing.
Semoga iman kita semakin diteguhkan. ............ Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

P.Ya Allah, Bapa kami, inilah doa-doa permohonan yang kami sampaikan
kepada-Mu. Kami serahkan seluruh kecemasan, ketakutan, dan
keputusasaan kami, hidup dan mati kami ke dalam tangan-Mu. Demi
Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

12. Aneka Doa

Doa Untuk Anggota Keluarga Yang Sudah Meninggal – Puji Syukur. No.169

P.Marilah kita menyatukan doa-doa permohonan kita dengan Doa Agung
yang diajarkan Yesus Kristus kepada kita.

Bapa Kami ……

P.Ya Bapa, jadilah selalu kehendak-Mu, sebab itulah satu-satunya pedoman
hidup kami. Kami percaya Engkau selalu menghendaki yang paling baik
bagi hidup kami, dan bagi saudara ………… ini. Maka semoga kami tak
henti-hentinya menyerahkan diri sepenuh hati kepada kebijaksanaan-Mu
sementara kami menantikan kedatangan penyelamat kami, Yesus Kristus.

U. Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

13. Doa Penutup

P.Marilah kita berdoa,

Allah Bapa yang mahakuasa, Engkaulah asal mula dan penyelenggara
hidup kami. Kepada-Mu kami percaya dan berharap bahwa Engkau selalu
siap menolong siapa saja yang memohon kepada-Mu.
Semoga Engkau selalu menyertai kami agar tetap percaya dan tidak takut
pada segala macam tantangan dan hambatan yang menimpa hidup kami.
Semuanya ini kami serahkan kepada-Mu dengan perantaraan Kristus,
Tuhan dan Juruselamat kami, kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

14. Berkat dan Pengutusan

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Semua orang yang mendengarkan sabda Allah, melaksanakan perintah-
Nya serta percaya penuh kepada-Nya akan memperoleh hidup kekal.

Untuk itu, marilah kita memohon berkat Tuhan. ..... hening ......

P.Tuhan beserta kia.

U. Sekarang dan selama lamanya

P.Semoga karena kebangkitan-Nya Tuhan Yesus menganugerahkan
kegembiraan sejati kepada kita.

U. Amin.

P.Semoga Tuhan Yesus menguatkan hati kita, agar dapat menolak segala
dosa dan senantiasa berjuang untuk hidup baik.

U. Amin.

P.Semoga Yesus Kristus, penebus kita, memperkenankan kita ikut
menikmati kebahagiaan di surga bersama Dia.

U. Amin.

P.Semoga kita sekalian & keluarga serta rencana-rencana baik kita
dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa :
 Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U. Amin.
P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih, Ibadat peringatan arwah untuk

saudara kita ............ telah selesai.
U. Syukur kepada Allah
P.Marilah kita selalu mendengarkan sabda Tuhan dan hidup dalam damai-

Nya.
U. Amin.

15. Lagu Penutup
TUHAN BERIKANLAH ISTIRAHAT – tata laksana melepas jenazah No.25
Hal.120

Cobaan Memurnikan Iman Kita
(Hari Kedua)

(Doa Pribadi: Yesus hadirlah dan dampingilah saya dalam ibadat ini sehingga umat
menyadari kehadiran-Mu)

01. Lagu Pembuka
KINI SAUDARA KITA - tata laksana melepas jenazah No.6 Hal.103

02. Salam Pembuka
P. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.
P.Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Tuhan kita

Yesus Kristus serta Roh Kudus, beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.

03. Kata Pembuka
P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Terima kasih atas kehadiran kita semua pada kesempatan ini untuk
mendoakan saudara kita ……… yang 2 hari yang lalu menghadap Allah

Bapa di surga. Semoga dengan doa-doa kita bersama, dia pun diterima di
hadirat Tuhan. Semoga dalam kebersamaan ini, kita menyadari
pentingnya waktu dan kesempatan untuk memuji dan memuliakan Tuhan.

Sebagai orang beriman, hendaklah kita memandang kejadian ini sebagai
sapaan Tuhan atas kehidupan kita demi memurnikan iman kepada-Nya.
Berbagai tantangan dan cobaan adalah sarana Tuhan yang mengundang
kita untuk percaya dan menyerahkan diri secara utuh kepada-Nya. Untuk
itu, marilah kita mengikuti ibadat ini dengan penuh iman.

04. Tobat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Sebelum kita mendengarkan sabda Allah, marilah kita merendahkan diri
dengan mohon ampun kepada Allah atas segala dosa-dosa kita.

Saya mengaku . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita,
dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Tuhan Kasihanilah Kami
Kristus Kasihanilah Kami
Tuhan Kasihanilah Kami

05. Doa Pembuka

P.Marilah berdoa…

Allah Bapa dalam surga, kasih-Mu tiada berkesudahan. Bukalah mata hati
dan pikiran kami terhadap sabda-Mu agar kami dikuatkan dalam
menghadapi cobaan ini dan mampu meresapkannya dan mewujudkannya
dalam hidup kami. Kami yakin Engkau tidak membiarkan kami jatuh dalam
cobaan yang melampui kemampuan kami. Karena itu, ya Bapa, ke dalam
tangan-Mu kami serahkan hidup kami seluruhnya. Demi Yesus Kristus,
Putera-Mu, Tuhan, dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa
bersama Dikau, dalam persekutuan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang
masa.

U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Marilah kita mendengarkan, warta Kitab Suci yang mengungkapkan
kebaikan Allah yang selalu memperhatikan umat-Nya, dengan penuh
kebijaksanaan.

06. Bacaan Pertama (Yes.49:8,14-16)

Pembacaan dari Kitab Yesaya

8 Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab
engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau;
Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat
manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan
tanah pusaka yang sudah sunyi sepi. 14 Sion berkata: "TUHAN telah
meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku." 15 Dapatkah seorang
perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari
kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan
engkau. 16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku;
tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

P.Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

07. Nyanyian Pengantar Bacaan

TUHAN, PADAMU ‘KU BERSERAH - tata laksana melepas jenazah No.9
Hal.106

08. Bacaan Injil (Yoh.14:1-4)

P.Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P.Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.

U. Dimuliakanlah Tuhan.

1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga
kepada-Ku. 2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian,
tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk
menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah
menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa
kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun
berada. 4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."

P.Demikianlah injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

09. Homili

(Roh kudus, pakailah pikiranku – mulutku dan hatiku untuk mewartakan
sabda-Mu)

Cobaan Memurnikan Iman Kita

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang seiman dalam Kristus.

Suatu ketika seorang bapak berkata kepada Romo yang sedang memberikan
Sakramen Minyak Suci kepadanya, “Romo ……saya persembahkan kedua
putraku untuk bekerja di ladang Tuhan …..”. Sementara kepada tiga
anaknya (2 putra dan 1 putri) dan kepada istrinya ia berkata, “Kamu tidak
sendirian ….. Tuhan menyertai kamu. Maafkanlah segala kesalahanku dan
selamat ting …..gal….”. Suara isak tangis dari anak dan istrinya pun tak
terbendung meskipun bapak tadi belum mati. Akan tetapi, sesaat kemudian
ternyata kata-kata yang terakhir itu menjadi wasiatnya. Anak-anaknya
menjadi sangat bingung dengan wasiat ayah mereka, dan lebih
mengkhawatirkan mereka adalah tidak ada yang membiayai hidup mereka,
apalagi mereka masih duduk di bangku SLTP dan SMU, sedangkan istrinya
terus menangis dan meratapi kepergian suaminya. Masih terngiang dalam
ingatan mereka wasiat dari bapaknya dan setiap kali mereka mengingatnya
mereka merasa terhibur.

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.
Dalam bacaan Injil tadi kita mendengar Yesus menghibur murid-murid-Nya
yang sedang menghadapi masalah yang sangat menggelisahkan. Betapa
tidak ! Rasul Yudas yang selama ini berjalan bersama mereka dalam
mengikuti Yesus, justru kini berbalik menjadi seorang pengkhianat.
Sementara Petrus yang terkenal dengan kesetiaannya malah menipu Yesus.
Lebih lagi, Tuhan Yesus sering menceritakan kepergian-Nya. Hal-hal inilah
yang membuat mereka gelisah bahkan ada yang hampir putus asa.

Akan tetapi, saudara-saudara. Tuhan Yesus mengetahui suasana hati murid-
murid-Nya dan karena itu ia juga selalu menguatkan iman mereka dengan
kata-kata penghiburan. Tuhan Yesus menghibur para rasul agar tetap teguh
dalam imannya : “Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada-Ku …..”

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang seiman dalam Kristus.
Kita pun saat ini sedang mengalami peristiwa yang tentu menggelisahkan
hati kita karena ditinggalkan saudara ......... yang tercinta. Orang yang
diharapkan sebagai tulang punggung keluarga dan menjadi panutan
masyarakat, kini harus pergi selamanya. Kita semua tentu merasakan
kehilangan. Namun, apakah dengan ini kita pun membiarkan diri seperti
para rasul yang terguncang hatinya dengan kenyataan yang mereka hadapi?
Ataukah kita seperti keluarga dalam cerita tadi tetap teguh dalam iman
walaupun menghadapi cobaan berat?

Sebagai seorang Kristen, kiranya kita mendengarkan Kristus, mengikuti
jalan-jalan-Nya dan percaya penuh pada apa yang telah dikatakan dan
dijanjikan kepada kita. Hendaknya kita tetap berpegang teguh pada iman
karena kita tahu dan percaya bahwa Yesus Tuhan dan Juruselamat kita telah
mengalahkan kematian dengan kebangkitan-Nya yang mulia.

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang seiman dalam Kristus.
Berpeganglah teguh pada kata-kata peghiburan Yesus ini : ”Janganlah
gelisah hatimu, percayalah kepada Bapa, percayalah juga kepada-Ku. Di
rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal …. Aku pergi ke situ untuk
menyiapkan tempat bagimu, …. Supaya di tempat Aku berada, kamu pun
berada”.

Tuhan Yesus telah menjanjikan tempat yang layak bagi kita semua yang
percaya kepada-Nya. Dengan iman yang sama ini pula kita percaya bahwa
saudara ........ akan bangkit seperti Kristus dan tinggal bersama-Nya dalam
kerajaan surga. Amin.

Kemuliaan....

10. Syahadat Aku Percaya

P.Setelah kita mendengarkan firman Tuhan dan mendalaminya, maka
marilah kita mengakui iman kepercayaan kita dengan mengucapkan
syahadat yang singkat.

Aku Percaya akan Allah......

Kita lanjutkan dengan doa umat.

11. Doa Umat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Tuhan Yesus mengajak kita untuk mendengarkan Dia melakukan hal yang
terbaik demi hidup kekal. Maka marilah dengan rendah hati kita
memanjatkan doa dan permohonan ini kepada-Nya.

L. Alah Bapa yang mahakuasa, Engkaulah asal mula dan penyelenggara
hidup kami. Kepada-Mu kami berharap dan percaya. Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi keselamatan jiwa yang diperingati hari ini:
Semoga Tuhan, raja alam semesta, yang selalu siap menolong siapa saja
yang memohon kepada-Nya, menganugerahkan kebangkitan kekal bagi
saudara kita ………. Kami mohon

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi keluarga yang ditinggalkan :
Semoga Tuhan selalu menolong para anggota keluarga yang ditinggalkan
untuk tidak merasa takut, cemas, atau putus asa, tetapi memiliki iman
yang kuat kepada-Nya. Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi semua umat beriman yang telah meninggal :

Semoga semua umat beriman yang telah meninggal dalam nama-Nya
memperoleh ketenangan dan kedamaian abadi di surga. Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi kita yang hadir ditempat ini :
Semoga kita yang hadir ini senantiasa percaya akan sabda Tuhan dan
menjadikannya pegangan hidup kita satu-satunya dalam menghadapi
tantangan jaman ini. Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

P.Kami persilahkan bagi Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang punya ujub.

P.Marilah kita berdoa bagi diri kita masing-masing.
Semoga iman kita semakin diteguhkan, ………… Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

P.Ya Allah, Bapa kami, inilah doa-doa permohonan yang kami sampaikan
kepada-Mu. Kami serahkan seluruh kecemasan, ketakutan, dan
keputusasaan kami, hidup dan mati kami ke dalam tangan-Mu. Demi
Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

12. Aneka Doa

: Doa untuk Anggota Keluarga yang Sudah Meninggal – Puji Syukur No.1

P.Marilah kita satukan doa dan permohonan ini dengan doa yang diajarkan
Kristus kepada kita.

Bapa Kami ……

Ya Bapa, jadilah selalu kehendak-Mu, sebab itulah satu-satunya pedoman
hidup kami. Kami percaya Engkau selalu menghendaki yang paling baik
bagi hidup kami, dan bagi saudara ………… ini.
Maka semoga kami tak henti-hentinya menyerahkan diri sepenuh hati
kepada kebijaksanaan-Mu sementara kami menantikan kedatangan
penyelamat kami, Yesus Kristus.

U. Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

13. Doa Penutup

P.Marilah kita berdoa……..
Allah Bapa kami dalam surga, sabda-Mu sungguh menguatkan dan
menghibur kami yang sedang mengalami kegelisahan dan kekhawatiran
akibat berbagai masalah yang menimpa hidup kami. Kami mohon, semoga
Engkau selalu membimbing dan menguatkan kami dalam menapaki
perjalanan hidup yang penuh tantangan dan cobaan ini agar tetap teguh

dalam iman, harapan, dan cinta kepada-Mu. Dan kelak kami semua dapat
bersatu dengan Dikau dalam kebahagiaan kekal di surga. Demi Kristus,
Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa.
U. Amin.

14. Berkat dan Pengutusan

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Semua orang yang mendengarkan sabda Allah, melaksanakan perintah-
Nya serta percaya penuh kepada-Nya akan memperoleh hidup kekal.
Untuk itu, marilah kita memohon berkat Tuhan.

P.Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.

P.Semoga kita sekalian dan keluarga serta rencana baik kita senantiasa
dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah yang Maha Kuasa :  Dalam
nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih, Ibadat kita telah selesai.
U. Syukur kepada Allah.

P.Marilah kita selalu mendengarkan sabda Tuhan dan hidup dalam damai-
Nya.

U. Amin.

15. Nyanyian Penutup

TUHAN DIKAU NAUNGAN HIDUPKU - tata laksana melepas jenazah

Pentingnya Doa Arwah

Doa Arwah Hari Ketiga

(Yesus hadirlah dan dampingilah saya dalam ibadat ini sehingga umat
menyadari kehadiran-Mu)

01. Lagu Pembuka

TUHAN BERIKANLAH ISTIRAHAT –tata laksana melepas jenazah No.25
Hal.120

02. Salam Pembuka

P. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U. Amin.

P.Semoga kasih karunia Tuhan Yesus, damai sejahtera Allah Bapa, dan
penghiburan Roh Kudus, beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

03. Kata Pembuka

P.Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Selamat datang di rumah ……… pada kesempatan ini untuk mengikuti
ibadat bersama memperinagti saudara kita ………… yang telah
meninggalkan kita 3 hari yang lalu menghadap Allah Bapa di surga. Tentu
kita semua mencintainya. Akan tetapi, Tuhan telah mencintai dia. Tuhan
yang memberi, Tuhan pulalah yang mengambilnya. Marilah kita siapkan
hati untuk mendengarkan dan merenungkan sabda-Nya yang akan
memberikan peneguhan kepada kita khususnya kepada keluarga di sini,
bahwa Tuhan Yesus sungguh mau membebaskan kita dari berbagai
permasalahan hidup kita.

04. Tobat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Sebelum kita mendengarkan sabda Allah, marilah kita merendahkan diri
dengan mohon ampun kepada Allah atas segala dosa-dosa kita.

Sebab di dalam Injil Matius 18:20, Tuhan bersabda, “Di mana dua atau tiga
orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah
mereka.“ Percaya akan sabda ini, maka marilah kita hening sejenak dan
menyadari kehadiran Tuhan di tengah kita.

Saya mengaku ………………

P.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita,
dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

05. Doa Pembuka

P.Marilah berdoa…

Allah yang mahakuasa, dengan berbagai cara Engkau memanggil putra-
putri-Mu. Seperti seorang pencuri yang datang dengan tiba-tiba, Engkau
telah memanggil saudara kami …………dengan cara yang tidak kami duga.
Kami sangat sedih karena kehilangan saudara kami ini. Namun, kami
berharap semoga engkau sudi memberi tempat di sebelah kanan-Mu.
Ampunilah dosanya dan perkenankanlah dia menikmati kebahagiaan
bersama Putera-Mu, Tuhan, dan pengantara kami, yang hidup dan
berkuasa bersama Dikau, dalam persekutuan Roh Kudus kini dan
sepanjang masa.

U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Marilah kita mendengarkan, warta Kitab Suci yang mengungkapkan
kebaikan Allah yang selalu memperhatikan umat-Nya, dengan penuh
kebijaksanaan.

06. Bacaan Pertama

L. Sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh memikirkan kebangkitan.

Pembacaan dari Kitab kedua Makabe (2 Mak.12:38-45)

38 Kemudian Yudas mengumpulkan bala tentaranya dan pergilah ia ke kota
Adulam. Mereka tiba pada hari yang ketujuh. Maka mereka menyucikan diri
menurut adat dan merayakan hari Sabat di situ. 39 Pada hari berikutnya
waktu hal itu menjadi perlu pergilah anak buah Yudas untuk membawa
pulang jenazah orang-orang yang gugur dengan maksud untuk bersama
dengan kaum kerabat mereka mengebumikan jenazah-jenazah itu di
pekuburan nenek moyang. 40 Astaga, pada tiap-tiap orang yang mati itu
mereka temukan di bawah jubahnya sebuah jimat dari berhala-berhala kota
Yamnia. Dan ini dilarang bagi orang-orang Yahudi oleh hukum Taurat. Maka
menjadi jelaslah bagi semua orang mengapa orang-orang itu gugur. 41 Lalu

semua memuliakan tindakan Tuhan, Hakim yang adil, yang menyatakan apa
yang tersembunyi. 42 Merekapun lalu mohon dan minta, semoga dosa yang
telah dilakukan itu dihapus semuanya. Tetapi Yudas yang berbudi luhur
memperingatkan khalayak ramai, supaya memelihara diri tanpa dosa, justru
oleh karena telah mereka saksikan dengan mata kepala sendiri apa yang
sudah terjadi oleh sebab dosa orang-orang yang gugur itu. 43 Kemudian
dikumpulkannya uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu
dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban
penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat,
oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan. 44 Sebab jika tidak menaruh
harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma
dan hampalah mendoakan orang-orang mati. 45 Lagipula Yudas ingat bahwa
tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal
dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab
itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua
orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.

L. Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

07. Lagu Pengantar Bacaan

: TUHAN, PADA-MU KU BERSERAH - PS. 717

08. Bacaan Injil (Luk.12:35-40)

P.Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P.Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas

U. Dimuliakanlah Tuhan.

35 Pada suatu ketika, berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, "Hendaklah
pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. 36 Dan hendaklah
kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang
pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera
dibuka pintu baginya. 37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya
berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia
akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan
ia akan datang melayani mereka. 38 Dan apabila ia datang pada tengah
malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka
berbahagialah mereka. 39 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul
berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya
dibongkar. 40 Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang
pada saat yang tidak kamu sangkakan."

P.Demikianlah injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

09. Homili

(Roh kudus, pakailah pikiranku – mulutku dan hatiku untuk mewartakan
sabda-Mu)

Ingatlah Akan Hari Kematianmu

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang seiman dalam Kristus.

“MEMENTO MORI”, ingatlah akan hari kematianmu!
Pepatah itu selalu menggugah hati dan pikiran kita akan sesuatu yang tak
mampu dielakkan oleh seorang anak manusia pun di muka bumi ini. Tak ada
manusia yang sanggup membuat hidupnya menjadi abadi, kendati banyak
usaha yang dilakukannya untuk memperpanjang hidup yang fana ini. Semua
manusia pada akhirnya akan menghadap Sang Pencipta.

Kendati demikian, toh masih banyak orang yang kerap seolah-olah ingin
melupakan hal tersebut. Hidup lewat seperti kilat, manusia berlomba
dengan yang lain. Dalam kitab Mazmur 102:25 pemazmur mengungkapkan
keinginannya untuk tetap hidup dan menolak diambil oleh Allah dengan
berkata, “Ya, Allah, janganlah mengambil aku pada pertengahan umurku.”
Keinginan pemazmur tersebut mengisyaratkan kerinduan hati manusia pada
umumnya, yakni ingin hidup lebih lama lagi. Meskipun ada juga orang yang
ingin segera mengakhiri hidupnya karena derita dan luka yang tak sanggup
lagi ia tanggung dan merasa lebih baik bila hidupnya segera diambil oleh
Tuhan.

Kecintaan kita terhadap kehidupan adalah pemberian Tuhan sehingga
kematian menjadi musuh dan sengatnya adalah dosa. Maka, wajarlah bila
orang lebih senang berpegang pada kehidupan dan merasa enggan serta
segan berpindah ke tempat yang tidak di kenal; alam kematian yang penuh
rahasia dan tak terselami itu. Namun, hasrat untuk menggemgam hidup di
dunia untuk selamanya adalah kekeliruan dan kemustahilan mutlak.

Itulah yang diperlihatkan kitab Makabe pada kita. Orang ingin
menggenggam hidup ini lebih lama sehingga jimat pun dipakainya. Tapi,
lewat kitab 2 Makabe yang kita dengarkan pada bacaan pertama, Tuhan
menunjukkan kepada kita betapa kelirunya bila kita mengandalkan sesuatu
yang lain, selain Tuhan saja, sebagai pegangan hidup. Orang-orang dalam
kitab Makabe akhirnya gugur justru karena berpegang pada jimat yang
merupakan berhala yang bertentangan dengan hukum Tuhan. Jimat-jimat
tersebut malahan menghantarkan mereka pada kebinasaan karena dosa
yang dikandungnya.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan.
Dunia dewasa ini semakin dipenuhi dengan berbagai macam tawaran yang
menggiurkan. Dalam kehidupan saat ini hendaknya kita pun berhati-hati
serta senantiasa memelihara diri agar tidak terjebak dengan bentuk-bentuk
pegangan hidup yang keliru. Berpeganglah hanya pada Tuhan saja.

Sabda yang kita renungkan dari Injil Lukas tadi mengingatkan kembali
bahwa saat dan waktu bagi setiap orang untuk menghadap Sang Pencipta
adalah sepenuhnya kuasa Tuhan. Tuhan sendiri yang akan datang bagai
seorang tuan, dan kita ibarat hamba-hamba yang dengan setia menanti
kedatangan-Nya pulang dari pesta perkawinan. Tuan pasti akan pulang,
hanya tak seorangpun yang dapat memastikan saatnya! Oleh karena itu,
setiap hamba harus siap dengan pinggang yang tetap berikat dan pelita
yang tetap bernyala. Ini adalah tanda siap sedia menyongsong tuan yang
akan datang. Yesus berkata bahwa Anak Manusia akan datang pada saat
yang tidak kita duga.

Maka, inti dari permenungan kita adalah membangun sikap siap sedia
menyambut saat di mana Tuhan sendiri akan mendatangi kita, sebagaimana
telah ditunjukkan oleh saudara kita ……. Ia telah mempersiapkan
kematiannya dengan tenang, dengan doa, dengan penuh kepasrahan. Kita
semua tahu, bahwa kematian datang menjemput kita tanpa kompromi
waktu dan kesempatan. Kesadaran akan keterbatasan hidup ini dapat
membantu kita membangun hidup yang lebih baik. Hidup manusia memang
seperti bayang-bayang yang berlalu, namun itu tidak berarti hidup boleh
disia-siakan dan kita cukup menanti dengan pasif saja.

Saudara-saudari yang seiman dalam Kristus.
Pada malam ini kita juga hendak mempersembahkan doa-doa penuh
harapan kepada belas kasih Tuhan bagi saudara kita …… sebagai sebentuk
korban penghapus dosa sebagaimana di beritakan dalam bacaan tadi.
“Sebab jika kita tidak menaruh harapan terhadap kebangkitan, niscaya
percuma dan hampalah mendoakan orang mati,” demikian ditegaskan kitab
Makabe tadi. Kita pun percaya akan hal itu!

Oleh karena itu, saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, sembari kita berdoa
bagi keselamatan saudara kita ……… dan semua orang yang kita cintai, kita
juga saling, mendoakan bagi kesiapan kita masing-masing untuk menjemput
saat itu kelak :

“Allah yang penuh belas kasih, semoga Engkau sudi mendengarkan doa-doa
kami demi keselamatan semua orang yang kami cintai, yang telah
menghadap-Mu, khusunya saudara kita ………… Janganlah
memperhitungkan dosa-dosanya tapi perhatikanlah iman Gereja-Mu
sebagaimana kami persembahkan saat ini. Kami mohon pula bagi diri kami,

yang hadir disini, yang masih berjuang di dunia ini. Semoga Engkau selalu
menyertai kami sehingga tidak terjebak oleh aneka macam wujud jimat
yang dapat mengelabui iman kami pada-Mu. Kuatkanlah kami untuk selalu
mengandalkan Engkau semata.” Amin.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh kudus……

10. Syahadat

P.Setelah kita mendengarkan firman Tuhan dan mendalaminya, maka
marilah kita mengakui iman kepercayaan kita dengan mengucapkan
syahadat singkat.

Aku percaya ……

Kita lanjutkan dengan doa umat.

11. Doa Umat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Tuhan Yesus mengajak kita untuk mendengarkan Dia melakukan hal yang
terbaik serta merenungkan sabda-Nya. Semoga sabda yang kita
renungkan ini menolong kita agar selalu siap sedia menanti kedatangan
Tuhan sendiri, yaitu saat dimana kita sendiri harus menghadap sang
pencipta dan penguasa kehidupan ini. Maka marilah dengan rendah hati
kita memanjatkan doa dan permohonan ini kepada-Nya.

L. Bagi para pemimpin umat yang telah meninggal dunia. Allah Bapa di
surga, perkenankanlah mereka ikut serta dalam perayaan surgawi. Kami
mohon…

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi saudara kita …….. yang kita doa kan ini. Allah Bapa yang
Mahapengasih, ingatlah janji Putera-Mu kepada kami, dan terimalah dia
serta jadikanlah ia ahli waris janji itu. Kami mohon…

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Ampunilah dosa-dosanya dan perkenankanlah dia berkumpul dalam
himpunan orang suci-Mu. Kami mohon…

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Perkenankanlah ia pada hari kebangkitan dihidupkan kembali dengan
mulia sebab ia telah dibaptis dalam nama-Mu. Kami mohon…

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi keluarga yang ditinggalkan. Allah yang berbelas kasih, hiburlah
keluarga yang ditinggalkan. Semoga mereka melepas kepergian saudari

kami ini dengan ihklas. Teguhkanlah iman dan pengharapan mereka
kepada-Mu. Kami mohon…

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi kita yang hadir di sini. Allah Bapa yang Mahapengasih, teguhkanlah
iman kami dan sadarkanlah kami agar selalu berjaga-jaga menyongsong
kedatangan Kristus. Bantulah kami agar kami saling mendoakan satu
sama lain dan selalu berharap akan janji-Mu. Kami mohon…

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Kami berharap semoga kelak, berkat iman kami kepada-Mu, kami boleh
berkumpul kembali dengan saudara-saudari yang telah mendahului kami
di surga mulia. Kami mohon…

U. Kabulkanlah doa kami.

P.Allah Bapa di surga, terimalah doa-doa kami ini yang kami panjatkan demi
keselamatan saudara kami ……… dan semua orang yang kami doakan.
Sebab Engkaulah Allah kami yang Mahakuasa dan Penyayang, kini dan
sepanjang segala masa.

U. Amin.

12. Aneka Doa

Doa Untuk Anggota Keluarga Yang Sudah Meninggal – Puji Syukur. No.169

P.Saudara-saudari sekalian, marilah kita satukan doa-doa dan permohonan
ini dengan doa yang diajarkan Kristus kepada kita.

Bapa Kami ……

P.Ya Bapa, jadilah selalu kehendak-Mu, sebab itulah satu-satunya pedoman
hidup kami. Kami percaya Engkau selalu menghendaki yang paling baik
bagi hidup kami, dan bagi saudara ………… ini.

Maka semoga kami tak henti-hentinya menyerahkan diri sepenuh hati
kepada kebijaksanaan-Mu sementara kami menantikan kedatangan
penyelamat kami, Yesus Kristus.
U. Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

13. Doa Penutup

P.Marilah kita berdoa,
Allah Bapa kami dalam surga, sabda-Mu sungguh menguatkan dan
menghibur kami yang sedang mengalami kegelisahan dan kekhawatiran
akibat berbagai masalah yang menimpa hidup kami. Kami mohon, semoga
Engkau selalu membimbing dan menguatkan kami dalam menapaki
perjalanan hidup yang penuh tantangan dan cobaan ini agar tetap teguh
dalam iman, harapan, dan cinta kepada-Mu. Dan kelak kami semua dapat

bersatu dengan Dikau dalam kebahagiaan kekal di surga. Demi Kristus,
Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa.
U. Amin.

14. Berkat dan Pengutusan

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Semua orang yang mendengarkan sabda Allah, melaksanakan perintah-
Nya serta percaya penuh kepada-Nya akan memperoleh hidup kekal.
Untuk itu, marilah kita memohon berkat Tuhan.

<..... hening ......>

P.Tuhan beserta kia.
U. Sekarang dan selama lamanya

P.Semoga karena kebangkitan-Nya Tuhan Yesus menganugerahkan
kegembiraan sejati kepada kita.

U. Amin.

P.Semoga Tuhan Yesus menguatkan hati kita, agar dapat menolak segala
dosa dan senantiasa berjuang untuk hidup baik.

U. Amin.

P.Semoga Yesus Kristus, penebus kita, memperkenankan kita ikut
menikmati kebahagiaan di surga bersama Dia.

U. Amin.

P.Semoga kita sekalian & keluarga serta rencana baik kita senantiasa
dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa :
 Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih, Ibadat peringatan arwah untuk
saudara kita ............ telah selesai.

U. Syukur kepada Allah

P.Marilah kita selalu mendengarkan sabda Tuhan dan hidup dalam damai-
Nya.

U. Amin.

15. Lagu Penutup
YESUS, JURUS’LAMAT KAMI – tata laksana melepas jenazah No.26 Hal.120

Apa yang kita taburkan hari ini, merupakan tuaian hari esok
(Hari ketiga)

(Yesus hadirlah dan dampingilah saya dalam ibadat ini sehingga umat
menyadari kehadiran-Mu)

01. Lagu Pembuka
TUHAN, BERIKANLAH ISTIRAHAT –tata laksana melepas jenazah no.25

hal.120

02. Salam Pembuka
P. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus

U. Amin.

P.Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Putra-Nya,
Yesus Kristus, beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

03. Kata Pembuka

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Terima kasih atas kehadiran kita semua pada kesempatan ini untuk
mendoakan Suadara kita ………… yang sudah 4 hari mendahului kita,
agar dengan doa-doa kita, dia pun diterima di hadirat Tuhan. Semoga
dalam kebersamaan ini, kita menyadari pentingnya waktu dan
kesempatan untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Marilah kita siapkan
hati untuk menghadap-Nya.

04. Tobat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Sebelum kita mendengarkan sabda Allah, marilah kita merendahkan diri
dengan mohon ampun kepada Allah atas segala dosa-dosa kita.

Saya mengaku ……………………

Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita,
dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

05. Doa Pembuka

P.Marilah berdoa…
Ya Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu atas segala sesuatu yang boleh
kami terima dari pada-Mu, terutama atas anugerah kebersamaan kami
dengan Saudara kita ….. Ia telah meninggal seperti Kristus, maka
perkenankanlah kami menerima penghiburan-Mu dengan kebangkitan-nya
bersama Kristus. Semoga sabda-Mu yang kami dengarkan menyadarkan
kami akan pentingnya hidup sesuai dengan kehendak-Mu, dan ampunilah
segala dosa dan salah kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, yang hidup
dan berkuasa bersama Dikau, dalam persekutuan Roh Kudus, Allah, kini
dan sepanjang masa.

U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Marilah kita mendengarkan, warta Kitab Suci yang mengungkapkan
kebaikan Allah yang selalu memperhatikan umat-Nya, dengan penuh
kebijaksanaan.

06. Bacaan Pertama (Rm.14:7-12)

“Baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan”

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma

Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus, 7 tidak ada seorang pun di
antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun
yang mati untuk dirinya sendiri. 8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk
Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati,
kita adalah milik Tuhan. 9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup
kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas
orang-orang hidup. 10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi
saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita
semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. 11 Karena ada tertulis:
"Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk
lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah." 12
Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab
tentang dirinya sendiri kepada Allah.

P.Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

07. Lagu Pengantar Bacaan

TUHANLAH GEMBALAKU – tata laksana melepas jenazah No.11 hal. 108

08. Bacaan Injil (Yoh.5:24-29)

P.Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya

P.Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes
U. Dimuliakanlah Tuhan

24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar
perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai
hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam
maut ke dalam hidup. 25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya
akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara
Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. 26 Sebab sama
seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga
diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. 27 Dan Ia telah
memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak
Manusia. 28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba,
bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29
dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup

yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk
dihukum.

P.Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

09. Homili

(Roh kudus, pakailah pikiranku – mulutku dan hatiku untuk mewartakan
sabda-Mu)

Apa yang kita taburkan hari ini, merupakan tuaian hari esok

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus. Ada sebuah
cerita dari lingkungan rumah sakit, seorang bapak, pasien penghuni rumah
sakit tersebut, suatu ketika tiba-tiba berontak di hadapan seorang dokter
sambil berkata, “dokter, doakan saya… rasanya saya tak tahan lagi untuk
hidup …. Saya belum siap untuk mati dokter …” Dan masih banyak lagi
omelannya sehingga membuat suasana di kamar itu semakin tegang dan
panik. Sebelum ia berhenti bernafas, ia sempat membisikkan sesuatu
kepada istrinya. Setelah itu ia mengeluh, “Percuma saya hidup selama ini”.

Sementara di kamar lain berbaring seorang anak muda yang tampaknya
begitu tenang dan merasa damai dengan dirinya meski tak ada seorangpun
keluarganya yang mendampingi dia. Tangannya terkatup rapat di depan
dadanya. Ketika orang mendekatinya, ia hanya mampu tersenyum, dan
rupanya senyuman itu tidak pernah berubah lagi, ia telah pergi untuk
selamanya.

Saudara sekalian, orang yang hidupnya tak bermakna akan menghadapi
maut dengan takut, sedangkan orang yang telah melakukan kewajiban
sebagai hamba Tuhan pasti menyambut kematian dengan tenang.

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Mengapa bapak tadi begitu takut dan tampaknya belum siap untuk mati,
sementara anak muda tadi begitu tenang dalam menghadapi maut? Saudara
sekalian, ingatlah bahwa menyia-nyiakan kesempatan untuk berbuat yang
terbaik dalam hidup justru akan menimbulkan penyesalan dan ketakutan
yang mendalam terhadap diri sendiri. Sedangkan orang yang merasa telah
menghayati hidupnya dengan baik untuk orang lain dan Tuhan, akan
menjemput kematian sambil tersenyum.

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Yesus dalam Injil tadi memberi kesaksian tentang diri-Nya dan mengajak
orang Yahudi yang belum percaya untuk hidup sesuai dengan kehendak
Allah yang di wartakan-Nya agar memperoleh anugerah hidup kekal. Yesus
dengan tegas mengatakan, “Mereka yang mendengar suara-Ku dan yang
telah berbuat baik akan bangkit untuk hidup yang kekal. Yang berbuat jahat

akan bangkit untuk dihukum” (Yoh.5:29). Namun orang Yahudi tidak
tergerak hatinya ketika mendengar perkataan Yesus ini.

Ya, saudara-saudara, orang yang mendengar suara-Nya dan tidak khawatir
mengahadapi maut adalah mereka yang memiliki hidup yang bermakna,
baik untuk Tuhan maupun untuk sesama, dan mereka akan memperoleh
hidup kekal. Sedangkan yang tidak mendengar-Nya dan telah berbuat jahat,
akan bangkit untuk dihukum.

Saudara-saudari yang seiman dalam Kristus. Bagaimana dengan kita?
Apakah kita ingin seperti bapak tadi yang baru menyesal ketika maut
menjemputnya, atau seperti orang Yahudi yang menolak ajakan Yesus? Atau
mungkin ingin seperti anak muda tadi yang begitu tenang dalam
mengahadapi mautnya.

Kiranya kita selalu berusaha untuk menjadi bermakna dalam hidup sehingga
pada saat ajal nanti kita tidak takut ataupun cemas mengahadapinya. Dalam
iman kita juga percaya dan berharap semoga Tuhan berkenan mengampuni
saudara kita ………. yang kita doakan ini dan menerima dia dalam
kebahagiaan kekal di surga. Kita tahu bahwa saudara kita ……….. telah
mendengarkan sabda Tuhan dan menyerahkan diri secara utuh kepada-Nya
sehingga ia tidak takut ataupun cemas dalam mengahadapi kematiannya.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Selagi masih ada waktu,
ingatlah, gunakanlah sisa hidup kita dengan sebaik-baiknya demi kemuliaan
Tuhan dan kebaikan sesama. Jangan sampai terlambat, MEMENTO MORI
(Ingatlah akan hari kematianmu) karena Apa Yang Kita Taburkan Hari Ini
Merupakan Tuaian Hari Esok.

Dimuliakanlah Nama Tuhan kini dan sepanjang masa. Amin.

10. Syahadat Aku Percaya

P.Setelah kita mendengarkan firman Tuhan dan mendalaminya, maka
marilah kita mengakui iman kepercayaan kita dengan mengucapkan
syahadat singkat.

Aku Percaya akan Allah.....

Kita lanjutkan dengan doa umat.

11. Doa Umat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Tuhan Yesus mengajak kita untuk mendengarkan Dia melakukan hal yang
terbaik demi hidup kekal. Maka marilah dengan rendah hati kita
memanjatkan doa dan permohonan ini kepada-Nya.

L. Bagi Negara kita :

Semoga para pemimpin negara dan seluruh warga masyarakat selalu
mendengarkan kehendak Tuhan melalui sabda-Nya dan tanda-tanda
zaman agar senantiasa memperjuangkan nilai-nilai kebenaran. Kami
mohon ….

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi para pemimpin Gereja :
Semoga pemimpin Gereja kita tak jemu-jemu mewartakan kabar
keselamatan dari Allah agar semua orang dapat mendengarkan suara
Allah dan melaksanakan kehendak-Nya. Kami mohon …..

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi mereka yang menderita :
Semoga orang yang menderita dapat mendengarkan suara Allah dan
memperoleh penghiburan dalam perjuangan hidup mereka. Kami mohon
…..

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi kita disini :
Semoga kita yang hadir disini tergerak hati oleh sabda Allah dan selalu
melaksanakan apa yang di kehendaki-Nya. Kami mohon …..

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi Saudara/i kita yang telah meninggal :
Semoga Saudara kita ……… yang telah dipanggil Tuhan 4 hari yang lalu
dapat bersatu dengan Tuhan dan memperoleh pengampunan atas segala
dosanya. Kami mohon ……

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi keluarga yang di tinggalkan :
Semoga keluarga yang ditinggalkan dihibur oleh kasih Tuhan sehingga
sanggup menerima kenyataan yang pahit ini dalam terang iman. Kami
mohon

U. Kabulkanlah doa kami.

P.Demikianlah, ya Bapa, doa dan permohonan ini yang kami sampaikan
kepada-Mu dengan perantaraan Kristus Tuhan kami, yang hidup dan
berkuasa, kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

12. Aneka doa

Doa untuk Anggota Keluarga yang Sudah Meninggal - Puji Syulur No.169

P.Marilah kita satukan doa dan permohonan ini dengan doa yang diajarkan
Kristus kepada kita.
Bapa Kami ……

P.Ya Bapa, jadilah selalu kehendak-Mu, sebab itulah satu-satunya pedoman
hidup kami. Kami percaya Engkau selalu menghendaki yang paling baik
bagi hidup kami, dan bagi saudara ………… ini.
Maka semoga kami tak henti-hentinya menyerahkan diri sepenuh hati
kepada kebijaksanaan-Mu sementara kami menantikan kedatangan
penyelamat kami, Yesus Kristus.

U. Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

13. Doa Penutup
P.Marilah kita berdoa,

Terima kasih ya Bapa, atas sabda-Mu yang mengajak kami untuk selalu
mendengarkan Engkau dan melaksanakan perintah-Mu demi hidup kami
kelak. Dampingilah kami agar selalu menggunakan segala susuatu untuk
kemuliaan nama-mu. Kami mohon juga ya Bapa, kiranya belas kasihan-Mu
mengampuni segala dosa dari saudara kita ….. yang telah menghadap
Engkau. Rahimilah dia agar boleh beristirahat dalam damai-Mu. Demi
Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa.
U. Amin.

14. Berkat dan Pengutusan

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Semua orang yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakan
perintah-Nya akan memperoleh hidup kekal. Untuk itu, marilah kita
memohon berkat Tuhan.

P.Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya

P.Semoga kita sekalian dan keluarga serta rencana baik kita senantiasa
dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah yang Maha Kuasa : Dalam
nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U. Amin.

P.Dengan ini ibadat kita telah selesai,
U. Syukur kepada Allah

P.marilah kita selalu mendengarkan Tuhan dan hidup dalam damai-Nya.
U. Amin.

15. Lagu Penutup
YESUS, JURUS’LAMAT KAMI – tata laksana melepas jenazah No.26 hal.20

Tuhan Membantu Orang Yang Lemah dan
Sedang Dalam Kesedihan

(Yohanes 11:32-45, Yesaya 25:6-9)
( Yesus hadirlah dan dampingilah saya dalam ibadat ini sehingga umat

menyadari kehadiranMu )

01. Lagu Pembuka
TUHAN, BERIKANLAH ISTIRAHAT –tata laksana melepas jenazah no.25

hal.120

02. Salam Pembuka
P. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U. Amin.
P.Semoga kasih karunia Tuhan Yesus, damai sejahtera Allah Bapa, dan

penghiburan Roh Kudus, beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.

03. Kata Pembuka
P.Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Selamat malam dan selamat bertemu dalam ibadat ini. Terima kasih atas
kesediaan kita untuk turut berbela rasa dengan keluarga yang berduka.
Saat ini kita hendak memperingati 5 hari meninggalnya Saudara kita ……..
dari keluarga ini. Dia telah dipanggil Tuhan 5 hari yang lalu. Ia telah diikut
sertakan dalam kemuliaan Allah. Sepanjang kepergiannya kita merasa
ditinggalkan, sedih, mungkin pula lemah atau mengalami keguncangan
karena terlalu lama memikirkan peristiwa ini. Akan tetapi, ingatlah bahwa
Tuhan itu senantiasa tetap membantu orang yang lemah dan sedang
dalam kesedihan sekalipun mengalami keguncangan.

04. Tobat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Sebelum kita mendengarkan sabda Allah, marilah kita merendahkan diri
dengan mohon ampun kepada Allah atas segala dosa-dosa kita. Sebab di
dalam Injil Matius 18:20, Tuhan bersabda, “Di mana dua atau tiga orang
berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.“
Percaya akan sabda ini, maka marilah kita hening sejenak dan menyadari
kehadiran Tuhan di tengah kita.

Saya mengaku ………………

Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita,
dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

05. Doa Pembuka

P.Marilah berdoa…

Tuhan, Engkaulah kebahagiaan kaum beriman. Engkaulah yang
melepaskan kami dari belenggu maut dan dosa maka berbelas kasihlah
terhadap kami terutama bagi saudara kita ……….. yang telah Kaupanggil
menghadapMu 5 hari yang lalu. Di dunia ini, ia Kauterima ke dalam
umatMu, semoga di akhirat ia kauberi tempat yang tentram dan terang
bersama orang-orang kudusMu. Kami yakin Engkau selalu membantu
orang yang lemah dan sedang dalam kesedihan. Bantulah kami dalam
menanggung beban derita hidup kami dan hadirlah bersama kami dalam
merenungkan sabdaMu sehingga kami pun mampu menerima dalam
terang iman bahwa kematian itu adalah jalan menuju hidup kekal.
Ampunilah dosa kami yang sering kami lakukan terhadapMu. Demi Yesus
Kristus, Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama
Dikau, dalam persekutuan Roh Kudus kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Marilah kita mendengarkan, warta Kitab Suci yang mengungkapkan
kebaikan Allah yang selalu memperhatikan umat-Nya, dengan penuh
kebijaksanaan.

06. Bacaan Pertama (Yes.25:6–9)

Keselamatan bagi bangsa-bangsa di Sion

Pembacaan dari Kitab Yesaya

TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala
bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu
perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan
bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya. Dan di atas
gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang
diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan
kepada segala bangsa-bangsa. Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya;
dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan
aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah
mengatakannya. Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah
Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN
yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh
karena keselamatan yang diadakan-Nya!

L. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

07. Lagu Antar Bacaan

TUHAN, PADA-MU KU BERSERAH –tata laksana melepas jenazah no.9
hal.106

08. Bacaan Injil (Yoh.11:32-45)

P.Tuhan beserta kia

U. Sekarang dan selama-lamanya

P.Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes

U. Dimuliakanlah Tuhan

Lazarus dibangkitkan

Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di
depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di
sini, saudaraku pasti tidak mati." Ketika Yesus melihat Maria menangis dan
juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah
hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: "Di manakah dia kamu baringkan?"
Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" Maka menangislah Yesus. Kata

orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!" Tetapi
beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang
buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?" Maka
masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah
sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta,
saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah
berbau, sebab sudah empat hari ia mati." Jawab Yesus: "Bukankah sudah
Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat
kemuliaan Allah?" Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus
menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu,
karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu
mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini
mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa
Engkaulah yang telah mengutus Aku." Dan sesudah berkata demikian,
berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" Orang yang
telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain
kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada
mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." Banyak di antara
orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan
sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.

P.Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun
melaksanakannya.

U. SabdaMu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

09. Homili

( Roh kudus, pakailah pikiranku – mulutku dan hatiku untuk mewartakan
sabda-Mu )

Tuhan Membantu Orang Yang Lemah dan
Sedang Dalam Kesedihan

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang seiman dalam Kristus.
Baru saja kita mendengar balada kasih karunia Allah dalam kebangkitan
Lazarus. Sukar menggambarkan perasaan Maria dalam bacaan tadi. Maria
sangat sedih dan menyesal atas kepergian saudaranya Lazarus. Ia segera
menemui Yesus, memohon bantua-Nya. Yesus pun turut merasakan apa
yang sedang di alami keluarga Lazarus yang meninggal itu. Meskipun ada
keraguan dalam diri Marta, Yesus tetap setia pada apa yang menjadi
komitmen-Nya, yakni membantu meringankan beban derita setiap orang
yang dijumpaiNya. Maka, Yesus dengan BapaNya, Lazarus pun dibangkitkan
kembali dari kematiannya. Semua yang menyaksikan peristiwa ini menjadi

percaya. Maria dan marta pun kini dibebaskan Yesus dari cengkeraman
kesedihan dan penyesalan yang mendalam.

Saudara-saudari yang seiman dalam Yesus Kristus.
Sejenak kita bayangkan kehidupan sekitar kita Begitu serakahnya orang
sehingga tak pernah lagi mau peduli dengan sesamnya yang sangat lemah
dan sedang dirundung kesusahan. Cuma segelintir orang yang memiliki
kesadaran tulus untuk berbagi rasa dan rela membantu sesama yang lemah
walaupun itu sangat sulit bagi mereka.

Saudara-saudari yang seiman dalam Yesus Kristus. Suatu ketika terjadi
perang hebat anatara dua kerajaan. Kerajaan yang satu mendapat serangan
mendadak dengan kekuatan yang dahsyat dari kerajaan yang lainnya.
Begitu banyak prajurit kerajaan yang tewas dalam pertempuran yang tidak
seimbang itu. Dalam keadaan yang sulit itu Panglima prajurit
memerintahkan semua prajuritnya untuk berkumpul di Markas Prajurit. Saat
sedang mengadakan pertemuan seorang prajurit bangkit berdiri dan
memohon izin kepada Panglima agar membiarkan dia kembali ke medan
tempur untuk menyelamatkan seorang temannya yang diketahui hampir
mati. Sang Panglima tidak mengizinkannya karena takut kehilangan satu
prajurit lagi. Panglima itu berkata, ”Biarlah saja, dia pasti telah mati. Dan
saya khawatir, jangan-jangan kamu juga akan mati dan saya pun akan
kekurangan seorang prajurit lagi. Sementara anak dan istrimu sedang
menanti engkau di rumah!” Tetapi prajurit itu tidak menghiraukan apa yang
disampaikan oleh Panglima itu. Diambilnya teman itu dan membawanya
kembali ke Markas untuk selanjutnya dirawat dengan baik. Temannya itu
pun akhirnya sembuh dan bergabung kembali dalam barisan prajurit.
Panglima prajurit dan semua temannya yang menyaksikan peristiwa ini
menjadi sangat heran dan memuji keberanian dan kesetiakawannya untuk
membantu sesamanya yang lemah dan susah, meskipun ditantang oleh
kebijaksanaan Pemimpinnya (Panglima) dan keadaan kritis yang
melingkupinya.

Saudara-saudari yang seiman dalam Yesus Kristus. Kedua figur yang
dimunculkan dalam bacaan dan cerita tadi, yakni Yesus dan sang Prajurit
mempunyai prinsip yang sama; membantu sesamanya yang lemah, sedih
dan menderita, walaupun mengalami banyak tantangan. Mereka tidak
menghiraukan risiko apa pun yang terjadi. Yang terpenting adalah
keselamatan dan kesetiakawanan.

Bagaimana dengan kita? sudahkan kita membantu teman yang lemah dan
susah? Pernahkan kita membantu sesama yang mengalami kegagalan
dalam hidupnya? Setiakah kita membantu teman untuk berjumpa dengan
kebahagiaanya?

Peringatan 5 hari meninggalnya ………. saudara kita ini bukanlah sebuah
acara yang mengantar kita masuk ke dalam suasana berkabung, tetapi
merupakan suatu saat merefleksi atau permenungan sekaligus peringatan
bagi kita agar lebih mendekatkan diri pada Allah dan membuat kita semakin
peka dalam merasakan kelemahan serta kesedihan sesama.

Saudara-saudara, ingatlah dan yakinlah bahwa Tuhan senantiasa tetap
membantu kita, orang yang lemah dan sedang dalam kesedihan. Tuhan
yang sama pula akan menguatkan dan melindungi siapa saja yang rela serta
tulus ikhlas menolong dan menyelamatkan sesamanya dari penderitaan dan
kelemahannya, sekalipun mengalami banyak tantangan. Hendaklah kita
semua yang ada disini tidak takut untuk berbuat baik.

Semoga saudara kita ……… yang kita doakan ini diampuni oleh Allah Bapa
segala dosa dan kesalahannya. Dan Allah Bapa menganugerahkan
kebangkitan kekal di surga.

Dimuliakanlah Nama Tuhan kini dan sepanjang masa. Amin.

10. Syahadat

P.Setelah kita mendengarkan firman Tuhan dan mendalaminya, maka
marilah kita mengakui iman kepercayaan kita dengan mengucapkan
syahadat singkat.

Aku Percaya …………

Kita lanjutan dengan doa umat.

11. Doa Umat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Tuhan senantiasa membantu kita dalam untung dan malang, dalam
kelemahan dan kesusahan bahkan dalam tantangan hidup kita. Maka,
dengan penuh kerendahan hati kita memohon bantuan pada-Nya :

L. Bagi negara kita tercinta. Semoga negara kita yang sedang mengalami
begitu banyak tantangan mampu keluar dari berbagai masalah dan
kesukaran ini sehingga seluruh rakyat mengalami kemakmuran dan
kesejahteraan hidup yang adil dan merata. Kami mohon ……

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi gereja Kudus. Semoga Allah tak henti-hentinya mencurahkan rahmat-
Nya ke atas Gereja sehingga mampu dan berani menghadapi berbagai
tantangan, kesusahan dan kelemahan yang menghalangi perwujudan
karya keselamatan Kristus sendiri di tengah dunia. Kami mohon …..

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi pemimpin umat yang telah meninggal dunia. Allah Bapa di surga
perkenankanlah mereka ikut serta dalam perayaan surgawi. Kami mohon
….

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi saudara kita Bapak Yohanes Caitanus Solaiman yang telah meninggal
100 hari yang lalu. Allah Bapa yang mahakasih, ingatlah janji Putra-Mu
kepada kami, dan terimalah dia serta jadikanlah ia ahli waris janji itu. Kami
mohon ….

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Ampunilah dosa-dosanya dan perkenankanlah dia berkumpul dalam
himpunan orang suci-Mu. Kami mohon …..

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Perkenankanlah ia pada hari kebangkitan dihidupkan kembali dengan
mulia sebab ia telah dibaptis dalam nama-Mu. Kami mohon …..

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi keluarga yang ditinggalkan. Allah yang berbelas kasih, hiburlah
keluarga yang ditinggalkan. Semoga mereka melepaskepergian saudara
kami ini dengan ihklas. Kami mohon ……

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Teguhkanlah iman dan pengharapan mereka kepada-Mu kami mohon …..
U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi kita yang hadir disini. Semoga Allah menguatkan kita dalam
menghadapi kesukaran, kelemahan, kesedihan dan tantangan hidup
setiap hari dan memberikan keberanian kepada kita untuk selalu berbuat
baik. Kami mohon …

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bantulah kami agar kami saling mendoakan satu sama lain dan selalu
berharap akan janji-Mu. Kami mohon ………

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Kami berharap semoga kelak, berkat iman kami kepad-Mu, kami boleh
berkumpul kembali dengan saudara-saudari kami di surga mulia. Kami
mohon

U. Kabulkanlah doa kami.

P.Inilah doa-doa yang kami panjatkankepada-Mu. Masih banyak lagi yang
ingin kami sampaikan, namun kami percaya Engkau telah mengetahunya.
Kabulkanlah doa kami ini, demi Kristus Tuhan kami.

U. Amin

12. Aneka Doa

Doa untuk Anggota Keluarga yang Sudah Meninggal - Puji Syulur No.169

P.Marilah kita satukan doa dan permohonan ini dengan doa yang diajarkan
Kristus kepada kita.

Bapa Kami ……

P.Ya Bapa, jadilah selalu kehendak-Mu, sebab itulah satu-satunya pedoman
hidup kami. Kami percaya Engkau selalu menghendaki yang paling baik
bagi hidup kami, dan bagi saudara ………… ini. Maka semoga kami tak
henti-hentinya menyerahkan diri sepenuh hati kepada kebijaksanaan-Mu
sementara kami menantikan kedatangan penyelamat kami, Yesus Kristus.

U. Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

13. Doa Penutup

P.Marilah kita berdoa,
Ya Allah, Putra-Mu telah mengalahkan maut dan masuk ke dalam
kemuliaan-Mu. Semoga hamba-Mu yang kami peringati hari ini juga
mengalahakan maut dan memandang Engkau untuk selama-lamanya.
Kuatkanlah kami dalam menghadapi berbagai tantangan, cobaan, serta
penderitaan yang mengerikan dan berikanlah kami kedamaian sepanjang
ziarah menuju tempat yang telah dijanjikan bagi kami. Demi Kristus,
Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

14. Berkat dan Pengutusan

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Semua orang yang mendengarkan sabda Allah, melaksanakan perintah-
Nya serta percaya penuh kepada-Nya akan memperoleh hidup kekal.
Untuk itu, marilah kita memohon berkat Tuhan.

P.Tuhan beserta kita
U. Sekarang dan selam-lamanya

P.Semoga kita sekalian dan keluarga serta rencana baik kita senantiasa
dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah yang Maha Kuasa :  Dalam
nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih. Ibadat kita telah selesai,.
U. Syukur kepada Allah

P.Marilah kita selalu mendengarkan sabda Tuhan dan hidup dalam damai-
Nya.

U. Amin.

15. Lagu Penutup

YESUS, JURUS’LAMAT KAMI – tata laksana melepas jenazah No.26 hal.120

Ia Bersama Kita dalam Penderitaan Kita
(Markus 15:33-39, Ibrani 5:2-9)

( Yesus hadirlah dan dampingilah saya dalam ibadat ini sehingga umat
menyadari kehadiranMu )

01. Lagu Pembuka
TUHAN BERIKANLAH ISTIRAHAT – tata laksana melepas jenazah no.25

Hal.120
02. Salam Pembuka
P. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.
P.Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Putra-Nya,

Yesus Kristus, beserta kita.
U. Sekarang dan selam-lamanya.
03. Kata Pembuka
P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Terima kasih atas kehadiran kita semua pada kesempatan ini untuk
mendoakan Suadara ……….. yang sudah 6 hari mendahului kita, agar
dengan doa-doa kita, dia pun diterima di hadirat Tuhan. Semoga dalam
kebersamaan ini, kita menyadari pentingnya waktu dan kesempatan untuk
memuji dan memuliakan Tuhan. Marilah kita siapkan hati untuk
menghadap-Nya.
04. Tobat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Sebelum kita mendengarkan sabda Allah, marilah kita merendahkan diri
dengan mohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita.

Saya mengaku ………………

Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita,
dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

05. Doa Pembuka

P.Marilah berdoa…

Ya Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu atas segala sesuatu yang boleh
kami terima dari pada-Mu, terutama atas anugerah kebersamaan kami
dengan saudara kita …………… Ia telah meninggal seperti Kristus, maka
perkenankanlah kami menerima penghiburan-Mu dengan kebangkitannya
bersama Kristus. Semoga sabda-Mu yang kami dengarkan menyadarkan
kami akan pentingnya hidup sesuai dengan kehendak-Mu, dan ampunilah
segala dosa dan salah kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, yang hidup
dan berkuasa bersama Dikau, dalam persekutuan Roh Kudus, Allah, kini
dan sepanjang masa.

U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Marilah kita mendengarkan, warta Kitab Suci yang mengungkapkan
kebaikan Allah yang selalu memperhatikan umat-Nya, dengan penuh
kebijaksanaan.

06. Bacaan Pertama (Ibr.5:2-9)

Pembacaan surat kepada orang Ibrani

2 Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang
sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, 3 yang mengharuskannya
untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi
juga bagi dirinya sendiri. 4 Dan tidak seorang pun yang mengambil
kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah,
seperti yang telah terjadi dengan Harun. 5 Demikian pula Kristus tidak
memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan
oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah
Kuperanakkan pada hari ini", 6 sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas
lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan
Melkisedek." 7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah
mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan

kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena
kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. 8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah
belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 9 dan sesudah Ia
mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi
bagi semua orang yang taat kepada-Nya,

P.Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

07. Lagu Antar Bacaan

TUHAN, PADAMU ‘KU BERSERAH – tata laksana melepas jenazah No.9
Hal.106

08. Bacaan Injil (Mrk.15:33-39)

P.Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P.Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Markus

U. Dimuliakanlah Tuhan

33 Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan
berlangsung sampai jam tiga. 34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan
suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku,
mengapa Engkau meninggalkan Aku? 35 Mendengar itu, beberapa orang
yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia." 36 Maka datanglah
seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu
mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta
berkata: "Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk
menurunkan Dia." 37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan
menyerahkan nyawa-Nya. 38 Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas
sampai ke bawah. 39 Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan
Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah
Anak Allah!

P.Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun
melaksanakannya.

U. Sabdamu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

09. Homili

( Roh kudus, pakailah pikiranku – mulutku dan hatiku untuk mewartakan
sabda-Mu )

Ia Bersama Kita dalam Penderitaan Kita

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Pernah seorang ibu menggugat Tuhan, “Mengapa Tuhan membiarkan ini
terjadi?” Kata-kata itu dilontarkan ketika melihat anak perempuannya yang
begitu dia cintai meninggal setelah sekian lama menjalani perawatan di
rumah sakit. Malang tak tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Meski
telah menjalani perawatan dari hari kehari tampaknya ia semakin sehat,
namun ternyata maut datang tiba-tiba menjemput anak itu. Ibunya histeris
menyaksikan putri kesayanganannya menghembus kan nafasnya yang
terakhir.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan

“Mengapa Tuhan membiarkan hal itu terjadi?” Pertanyaan yang sama kerap
kita ajukan ketika mengalami kesulitan dan penderitaan hidup. Bukankah
Tuhan itu mahakuasa yang mampu menghapus segala penderitaan dan air
mata? Bila demikian, mengapa Tuhan seolah menutup mata dan telinga
terhadap penderitaan kita? Apakah Tuhan yang menjadi penyebab semua
penderitaan kita? Apakah semua ini terjadi karena kehendak-Nya?

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan

Dalam Injil Matius 11:28-30 Yesus bersabda, ”28 Marilah kepada-Ku, semua
yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah
lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab
kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Dalam seluruh karya-Nya, Yesus menunjukkan apa yang dikatakan-Nya itu.
Ia hadir dan membawa pembebasan manusia dari berbagai penderitaan.

Injil Mrk.2:1-12 Ia mengampuni dosa.

Injil Mat.9:9-13 Ia menerima Lewi, seorang pemungut cukai yang

bertobat lalu mengikuti-Nya.

Injil Yoh.11:1-44 Ia membangkitkan Lazarus yang sudah empat hari

meninggal.

Injil Luk.7:11-17 Ia pun membangkitkan anak muda di Nain, anak semata

wayang seorang ibu yang sudah menjanda.

Saudara-saudari Allah bukanlah penyebab dari penderitaan yang kita alami.
Dalam diri Yesus, kita dapat menemukan Allah yang berbelas kasihan.
Dialah yang menjadi pembebas kita dari berbagai macam penderitaan.

Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Namun, hal itu tidak berarti kita akan terbebas dari berbagai macam
penderitaan hidup. Sama sekali, tidak! Dalam bacaan Injil tadi kita
mendengar bagaimana Yesus sendiri harus memikul salib dan wafat secara
mengenaskan di atas kayu salib! Yesus, Putera Allah sendiri tidak luput dari
derita dan kematian. Tetapi, derita dan kematian bukan akhir dari sejarah

hidup Yesus. Yesus tidak tetap menderita. Yesus tidak tetap mati. Yesus
bangkit. Yesus hidup. Kematian justru menjadi awal dari hidup baru. Dasar
perjuangan kita terletak disini. Kita percaya bahwa dalam Dia kita
menemukan sumber kekuatan, kemenangan dan kehidupan baru, meski
derita kita membawa kita pada maut.

Didalam Flp.4:13 Rasul Paulus menyatakan keyakinannya demikian ini
“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan
kepadaku.”
Sedang bacaan pentama penulis Surat Ibr.5:8-9 mengungkapkan
keyakinannya begini, ” 8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar
menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 9 dan sesudah Ia mencapai
kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua
orang yang taat kepada-Nya”
Semoga kepergian saudara kita ……… yang tercinta ini semakin
mematangkan iman dan pengharapan kita kepada Tuhan. Karena kita
percaya saudara kita ……. ini telah bersatu dengan Kristus dalam derita dan
kematian, maka kita percaya juga bahwa saudara kita ……. akan bersatu
dengan Kristus dalam kebangkitan yang mulia. Amin

Kemuliaan …………

10. Syahadat.

P.Setelah kita mendengarkan firman Tuhan dan mendalaminya, maka
marilah kita mengakui iman kepercayaan kita dengan mengucapkan
syahadat singkat.

Aku Percaya …………

Kita lanjutkan dengan doa umat.

11. Doa Umat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Tuhan Yesus mengajak kita untuk mendengarkan Dia melakukan hal yang
terbaik demi hidup kekal. Maka marilah dengan rendah hati kita
memanjatkan doa dan permohonan ini kepada-Nya.

L. Bagi Negara kita :
Semoga para pemimpin negara dan seluruh warga masyarakat selalu
mendengarkan kehendak Tuhan melalui sabda-Nya dan tanda-tanda
zaman agar senantiasa memperjuangkan nilai-nilai kebenaran. Kami
mohon ….

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi para pemimpin Gereja :

Semoga pemimpin Gereja kita tak jemu-jemu mewartakan kabar
keselamatan dari Allah agar semua orang dapat mendengarkan suara
Allah dan melaksanakan kehendak-Nya. Kami mohon …..

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi mereka yang menderita :
Semoga orang yang menderita dapat mendengarkan suara Allah dan
memperoleh penghiburan dalam perjuangan hidup mereka. Kami mohon
…..

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi kita disini :
Semoga kita yang hadir disini tergerak hati oleh sabda Allah dan selalu
melaksanakan apa yang di kehendaki-Nya. Kami mohon …..

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi Saudara kita yang telah meninggal :
Semoga saudara kita ……… yang telah dipanggil Tuhan 6. hari yang lalu
dapat bersatu dengan Tuhan dan memperoleh pengampunan atas segala
dosanya. Kami mohon ……

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi keluarga yang di tinggalkan :
Semoga keluarga yang ditinggalkan dihibur oleh kasih Tuhan sehingga
sanggup menerima kenyataan yang pahit ini dalam terang iman. Kami
mohon

U. Kabulkanlah doa kami.

P.Demikianlah, ya Bapa, doa dan permohonan ini yang kami sampaikan
kepada-Mu dengan perantaraan Kristus Tuhan kami, yang hidup dan
berkuasa, kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

12. Aneka Doa

Doa untuk Anggota Keluarga yang Sudah Meninggal - Puji Syukur No.169

P.Marilah kita satukan doa dan permohonan ini dengan doa yang diajarkan
Kristus kepada kita.

Bapa Kami ……

P.Ya Bapa, jadilah selalu kehendak-Mu, sebab itulah satu-satunya pedoman
hidup kami. Kami percaya Engkau selalu menghendaki yang paling baik
bagi hidup kami, dan bagi saudara ………… ini.

Maka semoga kami tak henti-hentinya menyerahkan diri sepenuh hati
kepada kebijaksanaan-Mu sementara kami menantikan kedatangan
penyelamat kami, Yesus Kristus.

U. Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

13. Doa Penutup

P.Marilah kita berdoa …..

Terima kasih ya Bapa, atas sabda-Mu yang mengajak kami untuk selalu
mendengarkan Engkau dan melaksanakan perintah-Mu demi hidup kami
kelak. Dampingilah kami agar selalu menggunakan segala susuatu untuk
kemuliaan nama-mu.
Kami mohon juga ya Bapa, kiranya belas kasihan-Mu mengampuni segala
dosa dari saudara kita ………… yang telah menghadap Engkau. Rahimilah
dia agar boleh beristirahat dalam damai-Mu.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

14. Berkat dan Pengutusan

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Semua orang yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakan
perintah-Nya akan memperoleh hidup kekal. Untuk itu, marilah kita
memohon berkat Tuhan.

P.Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P.Semoga kita sekalian dan keluarga serta rencana baik kita senantiasa
dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah yang Maha Kuasa :  Dalam
nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U. Amin.

P.Dengan ini ibadat kita telah selesai,

U. Syukur kepada Allah.

P.Marilah kita selalu mendengarkan Tuhan dan hidup dalam damai-Nya.

U. Amin.

15. Lagu Penutup

TUHAN DIKAU NAUNGAN HIDUPKU - tata laksana melepas jenazah no.24
Hal.119

KEKUDUSAN ALLAH
(Hari ketujuh)

( Yesus hadirlah dan dampingilah saya dalam ibadat ini sehingga umat
menyadari kehadiranMu )

01. Lagu Pembuka
‘KUGEMBIRA KAU BERKATA – peringatan arwah no.3 hal.158 / PS.325

02. Salam Pembuka
P. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.

P.Allah yang telah membangkitkan Kristus dari alam maut, melimpahkan
penghiburan iman kepada kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

03. Kata Pembuka

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Pada hari ini kita berkumpul untuk berdoa bersama-sama dengan keluarga
besar ......... bagi saudara kita ............ yang telah 7 hari menghadap Allah
Bapa yang Mahakudus di surga. Tuhan Allah memberkati dan
mengkuduskan hari ketujuh. Maka kita ingin berdoa kepada Allah agar
saudara kita ........... diperkenankan untuk memasuki kediaman Allah yang
kudus dan ikut ambil bagian dalam hidup Allah yang kudus di surga. Kita
juga mohon, semoga keluarga yang ditinggalkan memperoleh rahmat
penyerahan diri kepada Allah, Sang Sumber Kehidupan dan Penghiburan
melalui Tuhan kita Yesus Kristus.
Saudara sekalian agar kita layak merayakan misteri iman ini, marilah kita
mempersiapkan hati kita seraya memohon belas kasih Allah atas segala
dosa-dosa kita. . . . . . . . (Hening sejenak) . . . . . . .

04. Tobat

P.Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah mengalami kematian, tetapi
dibangkitkan oleh kekuasaan Bapa dalam Roh Kudus.

Tuhan, Kasihanilah kami.

P.Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah kebangkitan dan hidup, barang siapa
percaya kepada-Mu akan memperoleh kehidupan kekal.

Kristus, Kasihanilah kami.

P.Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang dengan mulia untuk mempersatukan
kami semua dalam kerajaan Bapa.
Tuhan, Kasihanilah kami.

Absolusi

P.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita,
dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

05. Doa Pembuka

P.Marilah berdoa ……

Allah Bapa Sumber Kehidupan dan penghiburan, Yesus, Guru kehidupan
memberi sabda penghiburan bagi kita : ”Janganlah gelisah hatimu,
Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku
banyak tempat tinggal”.

Terimalah hamba-Mu …………… yang telah 7 hari Kaupanggil menghadap-
Mu. Semoga ia boleh menikmati kebahagiaan abadi bersama-Mu di surga.
Dan anugerahkanlah kekuatan dan ketabahan kepada kami dan terutama
keluarga yang ditinggalkan.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang
bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Marilah kita mendengarkan, warta Kitab Suci yang mengungkapkan
kebaikan Allah yang selalu memperhatikan umat-Nya, dengan penuh
kebijaksanaan.

06. Bacaan Pertama (Ibr.4:1.3-7.10-13)
L. Baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian Allah.
Pembacaan dari surat Ibrani.

1 Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara
kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam
perhentian-Nya masih berlaku. 3 Sebab kita yang beriman, akan masuk ke
tempat perhentian seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah
dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun
pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan. 4 Sebab tentang hari
ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari
ketujuh dari segala pekerjaan-Nya." 5 Dan dalam nas itu kita baca: "Mereka
takkan masuk ke tempat perhentian-Ku." 6 Jadi sudah jelas, bahwa ada
sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka
yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk
karena ketidaktaatan mereka. 7 Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari,
yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan
Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-
Nya, janganlah keraskan hatimu! 10 Sebab barangsiapa telah masuk ke
tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya,
sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya. 11 Karena itu baiklah kita
berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun
jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga. 12 Sebab firman Allah
hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia
menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan
sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 13
Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab
segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya
kita harus memberikan pertanggungan jawab.

L. Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

07. Nyanyian Tanggapan

TUHAN, PADA-MU ’KUBERSERAH – peringatan arwah no.12 hal.164 / PS.717

08. Bait Pengantar Injil

P.Aleluya ......

Akulah kebangkitan dan kehidupan, Siapa yang percaya pada-Ku tak akan
mati.

09. Bacaan Injil (Yoh.14:1-9a)

P.Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P.Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes

U. Dimuliakanlah Tuhan.

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “ 1
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga
kepada-Ku. 2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian,
tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk
menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah
menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa
kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun
berada. 4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." 5 Kata Tomas
kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana
kami tahu jalan ke situ?" 6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan
kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku. 7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga
mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah
melihat Dia." 8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu
kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." 9 Kata Yesus kepadanya: "Telah
sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak
mengenal Aku?

P.Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun
melaksanakannya.

U. Sabdamu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami

10. Homili

(Roh kudus, pakailah pikiranku – mulutku dan hatiku untuk mewartakan
sabda-Mu)

Kekudusan Allah

Ibu, Bapak, Sdr/i yang terkasih dalam Kristus, pada hari ini, kita berkumpul
untuk berdoa bagi saudara kita yang 7 hari yang lalu dipanggil Tuhan.
Bersama keluarga, kita berkumpul untuk berdoa dan saling meneguhkan.
Kendati kita berduka karena kehilangan saudara kita yang kita cintai,
tetapi pada hari ke-7 ini kita berdoa agar saudara kita boleh merasakan
kekudusan Allah. Dalam kitab Kejadian, dikisahkan bahwa pada hari ke-7
Allah beristirahat. Kisah ini bermaksud untuk menekankan bahwa hari ke-7
adalah hari yang kudus dan suci. Allah menguduskan dan menyucikan hari
ke-7 untuk beristirahat. Maksud tersebut ditegaskan dalam bacaan dari
surat Ibrani 4:4 tertulis, “Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala
pekerjaan-Nya.”

Hari ke-7 menunjukkan sebuah undangan agar saudara kita pun boleh
memasuki tempat kudus Allah. Saat tersebut adalah saat yang tepat untuk

mendoakan saudara kita supaya diperkenankan untuk memasuki tempat
kudus sekaligus menjadi undangan bagi kita semua untuk mengkhususkan
waktu bagi Allah dan merindukan kediaman Allah yang kudus.

Sebagai umat beriman, jika kita percaya kepada Allah, sudah layak dan
pantas pula kita percaya kepada Kristus sebagai jalan kebenaran dan
hidup. Dalam bacaan Injil, kita mendengarkan sabda Tuhan, Yesus
bersabda, “... Janganlah gelisah hatimu percayalah kepada Allah,
percayalah juga kepada-Ku! Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal”
(Yoh.14:1-2). Tuhan Yesus Kristus telah menyediakan tempat bagi kita dan
bagi saudara kita. Artinya Yesus Kristus menjadi jaminan keselamatan
hidup kita.

Mengapa kita percaya? Karena ada jaminan yang dapat dipercaya.
Jaminan yang kita terima bukan berupa barang-barang dunia. Akan tetapi,
jaminan kita adalah Yesus Kristus sendiri. Jaminan inilah yang menjadikan
kita tumbuh di dalam iman dan pengharapan serta tidak menjadi putus
asa dalam segala hal dalam hidup ini. kita diantar pada kepercayaan
penuh bahwa Yesus Kristus adalah jaminan keselamatan dan kehidupan
kita yang akan mengantarkan saudara kita kepada kekudusan karena
Yesus bersabda, “sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga
mengenal Bapa-Ku” (Yoh.14:7). Saudara yang kita doa kan pada hari ini
pun mengenal Yesus Kristus dalam Perayaan Ekaristi dan perayaan Iman
yang dirayakan. Oleh karena itu, dengan iman, kita yakin dan percaya
bahwa saudara kita pun sampai kepada bapa dan masuk dalam
kekudusan bersama Allah di surga.

Ibu, Bapak, dan sdr/i yang terkasih, marilah kita mohon agar

Pertama saudara kita diperkenankan untuk masuk dalam kekudusan
Allah bersama Tuhan Yesus yang menjadi penuntun imannya serta
mengantarkan saudara kita kepada kebenaran dan hidup sejati.

Kedua kita di ingatkan untuk membangun kepercayaan penuh kepada
Yesus Kristus, Tuhan kita, sebagai jaminan keselamatan bagi siapa
saja yang percaya kepada-Nya.

Ketiga kita berdoa bagi segenap keluarga yang ditinggalkan agar
memperoleh kekuatan dalam mengupayakan ketaatan dan
kesetiaan iman kepada Allah dalam Yesus Kristus, Tuhan kita.

Dimuliakanlah nama Tuhan kini dan sepanjang masa. Amin.

11. Doa Umat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Tuhan Yesus berkata: "Janganlah gelisah hatimu! Percayalah kepada Allah,
percayalah juga kepada-Ku! Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika

tidak demikian, tentu Aku sudah mengatakannya kepadamu. Sebab Aku
pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” Mengimani sabda
Tuhan Yesus itu, marilah kita panjatkan doa-doa kita kepada Bapa di
surga.

L. Bagi arwah saudara kita ………… yang telah menghadap Bapa, semoga ia
menempati tempat yang telah disediakan oleh Yesus bagi orang-orang
yang mengimaninya. Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi sanak keluarga yang ditinggalkannya. Semoga bapa di surga
memberikan penghiburan, ketabahan, serta keteguhan kepada keluarga
yang ditinggalkan. Dan berkat pengharapan yang kuat, mereka yang
masih meneruskan peziarahan di dunia ini Kauberi terang dalam
meneruskan tugas dan panggilan mereka. Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi orang-orang yang telah meninggal dan masih mengharapkan belas
kasihan Allah. Semoga, berkat belas kasihan dan kerahiman Allah, Ia
memberikan pengampunan kepada mereka semua, sehingga mereka
boleh beristirahat dalam kebahagiaan abadi bersama Bapa di surga. Kami
mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Ya Tuhan, Allah Bapa yang mahaagung, kami, umat-Mu ini memang tidak
tahu terima kasih. segala sarana hidup yang telah Engkau sediakan dan
Engkau kuasakan kepada kami untuk memuliakan nama-Mu, justru kami
salah gunakan untuk mengabdi dunia. Oleh karena itu berilah kami
kekuatan, agar kami lebih memilih Engkau daripada dunia. Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Ya Bapa, Engkau menciptakan bumi langit dan segala isinya bagi umat
manusia, pada hari yang ketujuh Engkau berhenti dan memberkati serta
menguduskan hari itu. Tujuh hari yang lalu saudara kami ibu........ telah
Engkau panggil menghadap-Mu, berilah dia ketentraman yang abadi di
sisi-Mu. Kami mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Ya Bapa, Engkau telah mengingatkan agar kami senantiasa memuliakan
nama-Mu dalam perayaan Ekaristi di gereja kami. Semoga dengan
ketekunan mengikuti Ekaristi iman kami semakin Engkau teguhkan. Kami
mohon.

U. Kabulkanlah doa kami.


Click to View FlipBook Version