The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by om.unggul, 2022-04-18 22:30:39

Doa Arwah Oleh Koes _Unggul2 (pdf.io)

Doa Arwah Oleh Koes _Unggul2 (pdf.io)

Keywords: buku arwah

ALLAH YANG BERBELAS KASIH

(100 hari)

( Yesus hadirlah dan dampingilah saya dalam ibadat ini sehingga umat menyadari kehadiranMu )

01. Lagu Pembuka
‘KUGEMBIRA KAU BERKATA – peringatan arwah no.3 hal.158 / PS.325

02. Salam Pembuka
P.Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U. Amin.
P.Allah yang telah membangkitkan Kristus dari alam maut, melimpahkan penghiburan iman kepada kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.

03. Kata Pembuka
P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.
Kita berkumpul di sini kecuali ingin mendoakan saudara kita ………… , lebih-lebih ingin mendengarkan

dan merenungkan sabda Tuhan sumber segala berkat. Seratus hari yang lalu saudara kita dipanggil
menghadap Tuhan. Dalam bacaan Injil Santo Lukas nanti akan kita merenungkan betapa Yesus
menghendaki keutuhan domba-domba-Nya. Kita yakin

saudara kita telah disatukan, sebagaimana domba-domba yang diberkati-Nya untuk menerima Kerajaan
yang telah disediakan sejak sebelum dunia dijadikan. Kini kita berkumpul untuk mendengarkan sabda
Tuhan yang lembut dan menyejukkan hati, sehingga dapat menambah kekuatan iman, terutama bagi
keluarga yang ditinggalkan. Marilah kita singkirkan dahulu segala persoalan dan kesibukan kita dengan
menciptakan suasana hati yang bersatu dalam doa.

04. Tobat
P.Marilah kita hening sejenak untuk mempersiapkan hati kita. Kita serukan belas kasih Allah dan

pengampunan-Nya bagi dosa dan kelemahan kita.
Saya mengaku …………
P.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup

yang kekal.
U. Amin.

TUHAN, KASIHANI KAMI PS.353

05. Doa Pembuka
P.Marilah berdoa …………
Ya Allah, Bapa kami yang mahamurah. Seratus hari yang lalu Engkau berkenan memanggil saudara

………… menghadap ke hadirat-Mu. Kami percaya bahwa saudara kami telah Engkau terima dalam
kemuliaan-Mu, karena Engkau sendiri telah memilihnya dalam nama Yesus Kristus, Putra-Mu. Semoga
saudara dan keluarganya yang masih berjuang di sini,

Engkau berkati pula agar kelak dapat bersatu kembali dalam kebahagiaan yang kekal. Demi Kristus,
Tuhan dan pengantara kami.

U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Marilah kita mendengarkan, warta Kitab Suci yang mengungkapkan kebaikan Allah yang selalu

memperhatikan umat-Nya, dengan penuh kebijaksanaan.

06. Bacaan Pertama (Yes.49:8,14-16)

L. Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya.

49:8 Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku
menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi
perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah
pusaka yang sudah sunyi sepi. 14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah
melupakan aku." 15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi
anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. 16 Lihat, Aku
telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

P.Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

07. Nyanyian Tanggapan
TUHAN, PADA-MU ’KUBERSERAH – peringatan arwah no.12 hal.164 / PS.717

08. Bait Pengantar Injil
P.Aleluya, aleluya, aleluya
Hari Tuhan sudah dekat, Ia datang sebagai penyelamat.

09. Bacaan Injil (Mat.18:12-14)
P.Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.
P.Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas.
U. Dimuliakanlah Tuhan.

Bapamu tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.
18:12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya
sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi
mencari yang sesat itu? 13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya,
lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor
yang tidak sesat. 14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari
anak-anak ini hilang."

P.Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.

U. Sabdamu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

10. Homili

(Roh kudus, pakailah pikiranku – mulutku dan hatiku untuk mewartakan sabda-Mu)

Allah yang berbelas kasih

Ibu, Bapak, Sdr/i yang terkasih dalam Kristus, pada hari ini, kita berkumpul untuk berdoa bagi saudara
kita yang 100 hari yang lalu dipanggil Tuhan. Pada saat ini, kita hendak merenungkan betapa Allah
mengasihi dan mencintai kita semua, baik yang hidup maupun yang mati, terlebih saudara kita yang
kita doakan pada hari ini.
Saya mengajak anda semua untuk merenungkan 3 hal pokok.
Pertama, Tuhan mengasihi kita semua. Ia tahu saat dan waktu yang tepat untuk bertindak.
Kedua, kasih sayang Allah begitu besar, melebihi kasih seorang ibu kepada anaknya.
Ketiga, belas kasih Allah ditunjukkan dengan tidak membiarkan anak-anak-Nya hilang.
Mari kita renungkan bersama.
Pertama, Tuhan mengasihi kita semua. Ia tahu saat dan waktu yang tepat untuk bertindak. Dalam
hidup, kita kadang kala mengalami saat-saat yang gelap dan tidak jelas seolah Tuhan tidak peduli
kepada kita. Maka, orang sering bertanya, “Mengapa peristiwa ini harus terjadi Tuhan? Ada apa? Apa
rencana-mu bagi hidup kami?” Kadang kala, orang mempertanyakan imannya seolah-olah Tuhan tidak
mau mendengarkan keluhan dan doa-doa kita. Persoalannya bukan karena Tuhan peduli atau tidak,
tetapi sebenarnya Tuhan menunggu saat yang tepat untuk menyelamatkan kita.

Sikap ini ditegaskan oleh Kitab Nabi Yesaya yang mengatakan, “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan
menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah
membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia…………” (Yes.49:8). Oleh
karena itu, saat yang tepat juga pasti diberikan Tuhan bagi saudara kita yang kita doakan pada hari ini.
Kapan hal itu diberikan? Tuhan yang tahu dan berkenan memberikan pada saat yang tepat.

Kedua, kasih sayang Allah begitu besar, melebihi kasih seorang ibu kepada anaknya. Seorang ibu
(normalnya) mengasihi dan mencintai anak-anaknya. Dalam pengalaman hidup, seorang ibu itu pasti
KIRMAH – mikirke omah, yang berarti memikirkan kondisi di rumah. Maka, ketika seorang ibu mengikuti
pertemuan ibu-ibu, rapat WKRI, arisan, perkumpulan doa, rapat RT/RW, atau hanya sekedar ngrumpi
dan kebetulan ada minum dan snack, ibu akan memikirkan anggota keluarganya, terlebih anaknya.
Seorang ibu yang ingat akan anaknya mulai membuka sapu tangannya kemudian memasukkan
beberapa snack sebagai oleh-oleh untuk anaknya. Sang anak merasa senang dan bahagia bukan karena
banyak atau sedikitnya buah kasih yang diterimanya akan tetapi karena wujud kasih sayang yang nyata
dari seorang ibu. Sang ibu juga merasa bahagia karena bisa memberikan kasih sayang yang nyata
kepada anaknya. Kasih sayang Allah pun demikian besar, melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.
Kitab Nabi Yesaya menegaskan, : “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak
menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan
engkau.” (Yes.49:15). Inilah kasih sayang Allah bagi umatnya terlebih bagi saudara kita yang kita
doakan pada hari ini. Oleh karena itu, kita ingin menyerahkan saudara kita ke dalam kasih sayang Allah
Sang Mahacinta agar boleh dicintai dan dikasih serta meretas segala dosa dan mengalami kedamaian di
rumah Bapa.

Ketiga, belas kasih Allah ditunjukkan dengan tidak membiarkan anak-anak-Nya hilang. Dalam bacaan
Injil, kita mendengarkan kisah mengenai seorang gembala yang memiliki seratus ekor domba, tetapi
seekor di antaranya

tersesat. Hanya ada satu ekor domba yang hilang, tetapi sang gembala meninggalkan yang 99 ekor dan
mencari satu yang hilang. Mengapa sang gembala rela mencarinya? Apakah yang seekor ini lebih
gemuk? Lebih lebat bulunya? Lebih menarik penampilannya? Lebih indah dan elok rupanya? Atau lebih
mahal harganya? Ternyata tidak demikian, sang gembala rela mencari bukan karena domba yang satu
ini lebih berharga dari yang lain akan tetapi karena kasih sang gembala yang tidak membiarkan seekor
pun dombanya hilang. Inilah sikap dasar belas kasih Allah. Ia tidak mau kehilangan umat-Nya satu pun.
Ia merindukan semua umat bersatu dalam satu persekutuan penuh perjamuan abadi di surga. Setiap
umatnya, satu per satu, disayangi dan dikasihi bagaimanapun keadaannya, bahkan juga di saat tersesat
dan jauh dari Allah. Kepada Allah yang menyayangi umat-Nya inilah kita percayakan saudara kita yang
kita doakan pada hari ke 100 ini.

Marilah kita memohon belas kasih dan cinta Allah agar dengan kasih sayang-Nya, saudara kita boleh
merasakan kedamaian abadi di surga. Bagi kita semua serta keluarga yang ditinggalkan, kita berdoa
agar kita semua pun hidup saling mengasihi karena Allah telah lebih dahulu mengasihi dan mencintai
domba-domba-Nya.

Dimuliakanlah nama Tuhan kini dan sepanjang masa. Amin.

11. Doa Umat

P.Saudara-saudari yang terkasih sampailah kita pada doa umat apabila Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari punya
ujud dapat disampaikan di doa umat ini.

P.Marilah kita berdoa.
Ya Allah, Bapa yang yang mahabaik, kami bersyukur dan berterima kasih atas sabda-Mu yang baru saja

kami renungkan.
Maka dengarkanlah permohonan serta doa umat-Mu.

L. Ya Allah, Bapa yang mahabaik, saudara kami ………… yang Engkau panggil menghadap seratus hari
yang lalu, juga telah engkau rencanakan sebelumnya. Ia telah Engkau pilih melalui Yesus Kristus dalam
Baptis yang telah diterimanya. Semoga ia tetap menjadi milik-Mu selamanya. Kami mohon ………

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Ya Allah, Bapa yang mahabaik, berilah kekuatan lahir dan batin bagi keluarga di sini, tidak hanya untuk
melupakan peristiwa sedih yang dialaminya saja, tetapi kekuatan untuk membangun penyerahan diri
kepada-Mu dalam segala tingkah laku dan karya mereka. Kami mohon …………

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Ampunilah dosa hamba-Mu ………… yang telah Kaupanggil 100 hari yang lalu. Semoga kasih Mu yang
selalu ingin mencari dombanya yang hilang dan tersesat menguatkan iman kami yang masih dalam
peziarahan hidup ini. Kami mohon …………

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Berkatilah dan kuatkanlah keluarga dan sanak saudara yang ditinggalkannya. Semoga teladan baik
yang telah dihidupi oleh saudara kami yang telah Kaupanggil dapat diteruskan oleh saudara-saudarinya,
sahabat, tetangga, dan kami semua. Kami mohon …………

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi kami yang masih dalam peziarahan ini. Semoga kami semakin menyadari kasih-Mu yang begitu
besar, sehingga kami tidak menyia-nyiakan kebaikan-Mu dalam hidup kami, namun meneruskan kasih-
Mu kepada orang-orang yang ada di sekitar kami serta orang-orang Kaupercayakan kepada kami. Kami
mohon …………

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Kami persilahkan Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang punya ujud …………

L. Marilah kita panjatkan doa untuk diri kita masing-masing dalam hati dengan penuh iman dan harapan
………… kami mohon …………

U. Kabulkanlah doa kami.

P.Demikianlah ya Bapa, doa-doa yang dapat kami panjatkan. Sebenarnya masih banyak isi hati yang
hendak kami curahkan, tetapi tidak mampu kami sampaikan dengan kata-kata. Tetapi kami percaya
bahwa Engkau mahatahu apa yang menjadi kebutuhan kami. Oleh karena itu, kami serahkan
sepenuhnya pada kebijaksanaan-Mu. Sebab hanya Engkaulah sumber segala harapan kami kini dan
sepanjang masa.

U. Amin.

12. Syahadat – Doa Rosario ( facultatif )

P,Saudara sekalian, kita percaya bahwa saudara kita ………… ini telah berbahagia di surga. Semoga
keyakinan ini membawa kita kepada sikap takwa sejati kepada Allah. Dan marilah kita saling
meneguhkan iman dengan Syahadat yang singkat dilanjutkan dengan berdoa Rosario yang di pandu
…………

13. Madah Pujian Maria

nDHEREk DEWI MARIYAH - peringatan arwah no.41 hal.183

14. Aneka Doa

 LITANI SANTA PERAWAN MARIA PS.214

 Doa Bagi Warga Kring Yang Sudah Meninggal Ibadat Lingk. hal.268

 Doa untuk Anggota Keluarga yang Sudah Meninggal PS.169

P.Marilah kita menyatukan seluruh doa-doa kita ini dengan doa yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus
Kristus :

U. Bapa Kami …………

P.Ya Bapa, jadilah selalu kehendak-Mu, sebab itulah satu-satunya pedoman hidup kami. Kami percaya
Engkau selalu menghendaki yang paling baik bagi hidup kami, dan bagi saudara ………… ini. Maka
semoga kami tak henti-hentinya menyerahkan diri sepenuh hati kepada kebijaksanaan-Mu sementara
kami menantikan kedatangan penyelamat kami, Yesus Kristus.

U. Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

15. Doa Penutup

P.Marilah berdoa …………
Allah Bapa yang berbelas kasih, kami bersyukur untuk ibadat bersama yang menjadi puji-pujian bagi
keharuman nama-Mu. Sabda-Mu menghiburkan dan meneguhkan kami semua. Maka kami tak henti-
hentinya mengharapkan keselamatan yang engkau janjikan bagi siapa pun yang mengandalkan diri
pada belas kasih-Mu. Perkenankanlah pada

saatnya nanti kami mengalami kebahagiaan abadi bersama dengan para kudus dan juga Kaupersatukan
dengan hamba-Mu ………… Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin.

P.Saudara-saudari yang terkasih, ibadat dan doa peringatan seratus hari untuk arwah saudari kita
………… hampir selesai. Karena Tuhan Yesus telah bersabda : “Marilah hai kamu yang diberkati oleh
Bapa-Ku,” maka marilah kita mohon berkat Tuhan agar kelak dapat ikut menikmati Kerajaan-Nya.
<…… hening sejenak ……>

16. Berkat dan Pengutusan

P.Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.

P.Semoga karena kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus menganugerahkan ketabahan sejati dalam perjuangan
hidup kita.

U. Amin.

P.Semoga Tuhan Yesus menguatkan hati kita agar dapat menolak segala dosa, dan senantiasa berjuang
untuk hidup baik.

U. Amin.

P.Semoga Yesus, Sang Penebus, memperkenankan kita ikut menikmati kebahagiaan abadi di surga.
U. Amin.

P.Semoga kita semua dan keluarga memperoleh kekuatan, perlindungan, dan penghiburan oleh berkat
Allah yang mahakuasa () Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

U. Amin.

P.Saudara sekalian, dengan ini doa peringatan arwah bagi ………… sudah selesai.
U. Syukur kepada Allah.

P.Marilah kita pergi, kita diutus.
U. Amin.

17. Nyanyian Penutup
SIAPA YANG BERPEGANG - peringatan arwah no.35 hal.180 / PS.650

ALLAH YANG MEMBEBASKAN

(1 tahun)

(Yesus hadirlah dan dampingilah saya dalam ibadat ini sehingga umat menyadari kehadiranMu)

Doa Arwah untuk saudara ….. yang meninggal satu tahun yang lalu menyatakan keyakinan iman kita
akan Allah yang senantiasa membebaskan umat-Nya dari penderitaan dan kebinasaan oleh kuasa maut.
Keyakinan akan Allah Sang Pembebas inilah yang mendasari doa kita kepada Allah:
1.Agar saudara kita yang telah meninggal dibebaskan dari segala kemungkinan kebinasaan abadi dan
boleh mengalami pembebasan abadi.
2.Agar keluarga dan seluruh umat dianugerahi kemerdekaan batin dan pembebasan dari segala hal yang
menjauhkan kita dari Tuhan.
Marilah kita awali doa arwah malam ini dengan melambungkan madah pujian.

01. Nyanyian Pembuka
HAI DUNIA, BUKA PINTUMU – peringatan arwah no.2 hal.157 / PS.549

02. Salam Pembuka
P.† Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U. Amin.

P.Allah yang telah membangkitkan Kristus dari alam maut, melimpahkan penghiburan iman kepada kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

03. Kata Pembuka

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Pada hari ini genaplah satu tahun saudara kita …… menghadap Allah Bapa di surga. Bersama keluarga

....... kita ingin menyampaikan doa dan pengharapan kepada Tuhan untuk arwah saudara kita ini. Tuhan
Yesus datang dan menghadirkan Tahun Rahmat Tuhan, yakni zaman pembebasan bagi mereka yang
menderita.
Maka pada peringatan satu tahun ini, kita juga mohon kepada Tuhan, semoga saudara kita ……. ikut
mengalami Tahun Rahmat Tuhan, masa pembebasan dari segala belenggu dosa dan hukuman. Semoga
Tuhan membebaskan saudara kita …… dari segala hal yang merintanginya untuk masuk ke dalam
kehidupan abadi di surga.
Dan bagi kita, terutama seluruh keluarga yang ditinggalkan semoga Tuhan menganugerahkan
kemerdekaan batin dan keselamatan lahir-batin dalam mengabdi Tuhan dan sesama.
Marilah kita siapkan hati dengan memohon pengampunan atas segala dosa-dosa kita, agar layak
merayakan kasih Tuhan pada peringatan ini. <hening>

04. Tobat

P.Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami supaya berbuat yang benar,

Tuhan, kasihanilah kami.

P.Tuhan Yesus Kristus, Engkau menanggung dosa kami supaya kami bebas dari kekuasaan dosa dan
dapat hidup menurut kehendak Allah.

Kristus, kasihanilah kami

P.Tuhan Yesus Kristus, Engkau menderita bagi kami supaya kami selamat dan mengikuti jejak-Mu

Tuhan, kasihanilah kami.

P.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup
yang kekal.

U. Amin.

05. Doa Pembuka

P. Marilah berdoa…

Allah Bapa sumber kebahagiaan orang beriman, kami telah menerima jaminan pembebasan melalui Yesus
Kristus Putra-Mu.

Pada peringatan satu tahun hamba-Mu….. yang menghadap-Mu di surga, kami mohon, bebaskanlah dia
dari maut dan semoga ia boleh memandang wajah-Mu yang mulia. Semoga kami dan seluruh sanak
saudaranya juga memperoleh berkat dari-Mu karena perayaan peringatan ini.

Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam
persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Marilah kita mendengarkan, warta Kitab Suci yang mengungkapkan kebaikan Allah yang selalu
memperhatikan umat-Nya, dengan penuh kebijaksanaan.

06. Bacaan Pertama

L. Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (8:9-15)

Saudara-saudari, 9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah
diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. 10 Tetapi jika
Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan9 oleh
karena kebenaran. 11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam
di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan
menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. 12 Jadi, saudara-
saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. 13
Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan
perbuat9an-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. 14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah
anak Allah. 15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi,
tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya
Abba, ya Bapa!”.

L. Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

07. Nyanyian Tanggapan
TUHAN, KAU GEMBALA KAMI - peringatan arwah no.11 hal.163 / PS.542

08. Bait Pengantar Injil
P.Terpujilah Kristus Tuhan, raja mulia dan kekal. [untuk masa Prapaskah]

Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

09. Bacaan Injil (Luk.4:16-22a)
P. Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.
P. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas.
U. Dimuliakanlah Tuhan.

Roh Tuhan ada pada-Ku, sebab Ia telah mengurapi Aku
Sekali peristiwa 16 Yesus datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari
Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. 17 Kepada-Nya diberikan
kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: 18 "Roh Tuhan ada
pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang
miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk

memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta,
untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan =tahun rahmat Tuhan telah
datang."
20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata
semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. 21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-
Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." 22 Dan semua orang itu
membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya.

P.Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.

U. Sabdamu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

10. Homili

(Roh kudus, pakailah pikiranku – mulutku dan hatiku untuk mewartakan sabda-Mu)

Allah Yang Membebaskan

Ibu, Bapak, Sdr/i yang terkasih dalam Kristus, pada hari ini, kita berkumpul untuk berdoa bagi saudara
kita yang 1 tahun yang lalu dipanggil Tuhan. Bilangan 1 biasanya dipakai untuk melambangkan
keutuhan, buat, dan penuh tidak terbagi. Jika orang berulang tahun, orang tersebut usianya juga
bertambah satu tahun. Tidak ada orang yang berulang tahun tujuh belas seperempat atau tujuh belas
setengah lalu kita mengatakan, “Ayo pesta kamu kan ulang tahun yang ketujuh belas setengah.”
Perayaan semacam itu tidak ada atau tidak lazim. Nah, jika kita sebagai umat beriman yakin dan
percaya bahwa kematian tidak menghapus segala-galanya akan tetapi mengubah tata cara hidup yang
baru bersama Allah, maka kita dapat percaya bahwa sekarang ini saudara/i kita berulang tahun yang
pertama bersama Bapa di surga. Apa yang hendak kita renungkan bersama?

Pertama, semua orang mengalami kehidupan dalam Roh Tuhan meskipun tubuhnya mati akibat dosa.
Kutipan dalam Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma mengatakan, “Dan jika Roh Dia, yang telah
membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah
membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu
oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” (Rom.8:11)

Demikian Rasul Santo Paulus mengingatkan kita semua dalam Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di
Roma supaya kita hidup di dalam roh. Pertanyaannya adalah bagaimanakah hidup menurut Roh, bukan
hidup menurut daging? Hidup menurut Roh dapat kita tafsirkan sebagai hidup dalam Tuhan seturut
ukuran dan kemampuan kita sebagai pengikut Kristus. Ukuran seorang bapak keluarga, seorang ibu,
seorang OMK, seorang prodiakon, seorang romo, seorang suster, atau seorang bruder tentu berbeda
satu sama lain. Sebagai umat beriman, takaran kita adalah takaran hidup sebagai anak Allah sehingga
kita dapat menyebut Abba (Bapa). Inilah takaran kita sebagai murid-murid Tuhan. Maka dari itu, kita
ingin berdoa dan memohon berkat bagi saudara/i kita yang dipanggil Tuhan ini seturut dengan takaran
dan ukurannya sebagai anak Allah, bukan sebagai orang yang berdosa.

Kedua, Yesus bersabda, "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk
menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan
pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk
membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
(Luk.4:18-19)

Pada tahun yang pertama ini, kita juga ingin memohon dan mendoakan saudara/i kita agar dibebaskan
dari dosa dan hukuman ataupun dari api penyucian. Santo Yohanes Maria Vianney dalam khotbah dan
katekese tentang api penyucian, menyebut tiga sarana yang dapat kita gunakan sebagai upaya untuk
menolong dan membantu mereka

yang berada di api penyucian. Sarana-sarana yang kita miliki untuk meringankan penderitaan mereka
adalah doa-doa kita, karya amal kasih kita, dan diatas segalanya adalah kurban kudus yang kita
rayakan dalam Perayaan Ekaristi.
Ketiga, kata “satu” adalah kesatuan yang menunjukkan kerinduan Allah agar umat-Nya bersatu dan
sekaligus menunjukkan kerinduan manusia untuk bersatu dengan Allah. Bersatu dengan Allah berarti
mengalami damai dan keselamatan abadi bersama dengan Dia. Kita diingatkan agar senantiasa
merindukan Allah sumber hidup kita.

Marilah kita bersama berdoa agar saudara/i kita pada peringatan 1 tahun ini diperkenankan merasakan
kesatuan yang utuh dan penuh bersama dengan Allah di surga. Kita juga berdoa agar saudara/i kita
dibebaskan dari belenggu dosa dan hukuman.

Bagi kita semua serta bagi keluarga, kita memohon berkat Tuhan agar kita semua selalu hidup dalam
Roh Tuhan sehingga pada akhirnya kita pun diperkenankan merasakan kehidupan abadi bersama Bapa
di surga dan diperkenankan berseru “ya Abba, Ya Bapa”.
Dimuliakanlah nama Tuhan kini dan sepanjang masa. Amin.

11. Doa Umat

P.Saudara-saudari, berkat pembaptisan kita menerima Roh Kudus yang mempersatukan kita dengan
Kristus, dan menjadikan kita anak-anak Bapa. Marilah kita dengan rendah hati memanjatkan doa-doa
kita kepada Bapa:

L. Ya Bapa, lewat Putra-Mu, Yesus Kristus, Engkau menghendaki agar kami tidak terbelenggu dalam kuasa
dosa dan penderitaan. Engkau menghendaki kami, umat-Mu mengalami pembebasan dan kemerdekaan
dari derita dan cengkeraman maut dan dosa. Bebaskanlah saudara kami……..yang telah satu tahun
menghadap-Mu dari semua belenggu dosa dan maut. Kami mohon……

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi kami yang ditinggalkan. Semoga anugerah pembebasan yang boleh diterima dan dialami oleh
saudara kami ini mendorong dan menyemangati kami untuk mengungkapkan terima kasih kami dalam
wujud tindakan kasih kepada sesama dan orang-orang yang kami jumpai dan kami layani setiap hari.
Kami mohon…..

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Semoga doa-doa dan kehadiran kami semua menjadi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkannya, dan
juga menguatkan harapan kami akan hidup yang kekal. Kami mohon.....

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Ya Tuhan, Allah segala orang yang hidup dan mati, saudara-saudari kami yang masih menderita di alam
penantian sangat mengharapkan belas kasih-Mu untuk dapat segera hidup bahagia di sisi-Mu. Semoga
Engkau berkenan meringankan penderitaannya. Kami mohon......

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi kami yang hadir dalam peringatan ini. Semoga kami yang telah mendengarkan dan merenungkan
sabda Tuhan, mampu mengimani janji Yesus Kristus terwujud dalam perjuangan hidup dan karya kami
sehari-hari. Kami mohon.....

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Ya Tuhan, Allah segala orang yang cinta damai, kami yang berkumpul di sini ingin selalu bersatu, hidup
rukun dan saling mengasihi, rela berkurban bagi sesama, seperti keteladanan Putera-Mu, Tuhan kami
Yesus Kristus yang telah memberikan nyawa-Nya demi keselamatan umat manusia. Sudilah Engkau
menyalakan hati kami dengan Roh-Mu yang kudus. Kami mohon.......

U. Kabulkanlah doa kami.

P.Demikianlah ya Bapa, doa permohonan umat-Mu yang dipanjatkan dengan hati yang tulus dan rendah
hati. Semoga Engkau berkenan menerima dan mengabulkannya.

Sebab hanya Engkaulah sumber hidup dan pengharapan kami, yang bersatu dengan Putera-Mu dan Roh
Kudus, Allah sepanjang segala masa.

U. Amin.

12. Syahadat – Doa Rosario ( facultatif )

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita menyatakan iman kepercayaan kita dengan
mendoakan Aku Percaya dan dilanjutkan Doa Rosario – yang akan dipandu ……

13. Aneka Doa

P.Ibu/ Bapa/ Sdr/i sekalian, kita percaya bahwa saudara kita…….. ini telah berbahagia di surga. Semoga
keyakinan ini membawa kita kepada sikap takwa sejati kepada Allah.

Dan marilah kita saling meneguhkan iman mengucapakan Sahadat Para rasul yang singkat dan
dilanjutkan dengan doa Rosario yang akan di pandu ..........

14. Madah Pujian Maria
nDHEREk DEWI MARIYAH - peringatan arwah no.41 hal.183

15. Aneka Doa

: Litani SANTA PERAWAN MARIA PS. 214

: Doa untuk Anggota Keluarga yang Sudah Meninggal PS. 169

: Doa Bagi Warga Kring Yang Sudah Meninggal Ibadat Lingk. Hal.268

P.Ibu/ Bapa/ Sdr/ i yang terkasih, marilah kita menyatukan seluruh doa-doa serta permohonan kita ini
dengan doa yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus sendiri.

P.Bapa Kami ……

P.Ya Bapa, datanglah kerajaan-Mu di seluruh muka bumi. Bukalah hati setiap orang supaya percaya
kepada-Mu, dan dengan demikian menjadi warga kerajaan-Mu yang abadi.

Semoga kamipun giat mewujudkan kerajaan-Mu ditengah masyarakat sambil mengharapkan kedatangan
Penyelamat kami, Yesus Kristus.

U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

16. Penutup

P. Marilah berdoa....

Allah Bapa Sumber Kebahagiaan orang beriman, kami telah disegarkan oleh sabda-Mu yang
membebaskan. Pernyataan-Mu bagi kami dan keluarga yang mengenang hamba-Mu ………… telah
mendewasakan iman kami.
Teguhkanlah usaha kami bagi perjuangan berikutnya, sehingga hidup kami satu sama lain bisa menjadi
penghiburan. Sertailah kami semua dalam mewartakan kasih-Mu, sampai kami semua boleh mengalami
pembebasan sejati di surga.
Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam
persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

P.Saudara-saudari yang terkasih, ibadat dan doa peringatan satu tahun untuk arwah saudara/i kita ……
hampir selesai.

Marilah kita bersama-sama hening sejenak untuk memohon berkat Tuhan untuk kita semua, terutama
untuk keluarga yang ditinggalkan.

...... Hening ......

17. Berkat dan Pengutusan

P.Tuhan beserta kita,

U. Sekarang dan selama-lamanya

P.Semoga Allah Bapa, yang telah menciptakan dan mengasihi saudara, memelihara saudara dalam cinta
kasih-Nya.

U. Amin.
P.Semoga Allah Putera, yang telah memberikan harapan sejati kepada saudara, meneguhkan saudara

dalam menghayati iman, harapan, dan kasih sejati.
U. Amin.
P.Semoga Allah Roh Kudus, yang telah menyalakan api cinta kasih dalam hati para murid Kristus,

memberikan ketabahan dan kekuatan hati dalam hidup saudara.
U. Amin.
P.Semoga keluarga dan semua saudara yang hadir di sini, dilindungi dan dibimbing oleh berkat Allah yang

Mahakuasa (†) Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.
U. Amin.
P.Saudara sekalian, dengan ini doa peringatan arwah, ..... sudah selesai.
U. Syukur kepada Allah
P.Marilah kita selalu mendengarkan Tuhan dan hidup dalam damai-Nya.
U. Amin

18. Nyanyian Penutup
MULIAKANLAH TUHAN ALLAH - peringatan arwah no.32 hal.178 / PS.657

ALLAH SUMBER SUKACITA SEJATI

(2 tahun)

(Yesus hadirlah dan dampingilah saya dalam ibadat ini sehingga umat menyadari kehadiranMu)

01. Nyanyian Pembuka
‘KUGEMBIRA KAU BERKATA – peringatan arwah no.3 / PS.325

02. Tanda Salib & Salam
P.Dalam nama (†) Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.
U. Amin
P.Allah yang telah membangkitkan Kristus dari alam maut, melimpahkan penghiburan iman kepada kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.

03. Pengantar
P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan.
Pada malam ini kita berkumpul bersama keluarga …… untuk mengenangkan belas kasih dan kemurahan

hati Allah. Secara khusus kita ingin berdoa untuk saudara kita …… yang telah dua tahun menghadap
Allah Bapa di surga.
Doa peringatan arwah seperti sekarang ini merupakan ungkapan pengharapan iman kita akan kehadiran
Tahun Rahmat Tuhan, masa pembebasan, bagi saudara kita …… Pada peringatan arwah dua tahun ini
kita ingin merenungkan iman

kita akan Allah Sumber Sukacita Sejati. Semoga saudara kita …… boleh menikmati sukacita sejati dan
abadi di surga, dan keluarga yang ditinggalkannya serta kita semua juga mengalami kegembiraan
sehati dalam kehidupan sehari-hari.

Marilah memasuki perayaan ibadat ini dengan hati yang terbuka dan terarah kepada Allah. Kita mohon
belas kasihan Allah atas segala dosa dan kelemahan kita. < ……hening…… >

04. Tobat

P.Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah kabar baik dari Allah yang dapat menyelamatkan kami.
Tuhan kasihanilah kami

P.Engkau menguatkan kami dan dan melindungi kami terhadap yang jahat dan terhadap kematian abadi.
Kristus kasihanilah kami

P.Engaku membimbing kami supaya kami dapat mengasihi Allah dan menjadi tabah hati seperti Engkau
sendiri.

Tuhan kasihanilah kami

P.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup
yang kekal.

U. Amin.

05. Doa Pembuka
P.Marilah berdoa…
Allah Bapa sumber sukacita kami, kami telah menerima jaminan kebahagiaan abadi dalam Diri Yesus

Kristus Putera-Mu. Kami serahkan hamba-Mu …… yang telah Engkau panggil dua tahun yang lalu dalam
sukacita surgawi.
Persatukanlah kami dalam pengharapan akan kebahagiaan kekal di surga, kendati masih harus berjuang
di dunia ini.

Bantulah kami agar memiliki sukacita sejati dan saling menghibur satu sama lain.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam

persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan.
Marilah kita mendengarkan, warta Kitab Suci yang mengungkapkan kebaikan Allah yang selalu

memperhatikan umat-Nya, dengan penuh kebijaksanaan.

06. Bacaan Pertama

L. Allah menghibur kita, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang berada dalam macam
penderitaan.

Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (2Kor.1:3-7)

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber
segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup
menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami
terima sendiri dari Allah. Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam
kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. Jika
kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu
adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita
kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga. Dan pengharapan kami akan kamu adalah
teguh,

karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu
juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.
L. Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

07. Nyanyian Tanggapan
TUHAN, PADA-MU ’KUBERSERAH – peringatan arwah no.12 hal.164 / PS.717

08. Bait Pengantar Injil
P. Terpujilah Kristus Tuhan Raja Mulia dan Kekal. (masa Prapaskah)

Barangsiapa melayani Aku hendaklah mengikuti Aku, sabda Tuhan.
Di mana Aku berada di situ pun hamba-Ku hendaknya berada.

P. Aleluia, Aleluia, Aleluia
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut

Aku.

09. Bacaan Injil (Yoh.15:9-12)
P. Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.
P. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.
U. Dimuliakanlah Tuhan.

Tinggallah di dalam kasih-Ku, supaya sukacitamu menjadi penuh.

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam
kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku
menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya
sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu
saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”

I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. SabdaMu adalah jalan kebenaran dan hidup kami.

10. Homili

(Roh kudus, pakailah pikiranku – mulutku dan hatiku untuk mewartakan sabda-Mu)

Allah Sumber Sukacita Sejati

Ibu, Bapak, Sdr/i yang terkasih dalam Kristus, pada hari ini, kita berkumpul untuk berdoa bagi saudara
kita yang 2 tahun yang lalu dipanggil Tuhan. Dalam pengalaman hidup kita, kita selalu dihadapkan pada
dua pengalaman hidup manusiawi di mana manusia harus memilih sekaligus dua hal yang sering
berlawanan satu dengan yang lain: ada kebaikan-ada kejahatan; ada hitam-ada putih; ada gelap-ada
terang; ada barat-ada timur; ada selatan-ada utara. Dua hal sering membuat manusia bingung apa
yang harus dipilih, apa lagi jika harus memilih mana yang asli dan mana yang palsu. Apalagi pada
zaman ini kadang mengatakan asli, tetapi sebetulnya palsu (ASPAL).

Dua hal ini yang dialami dan dirasakan oleh Paulus dalam bacaan yang kita dengarkan hari ini. Paulus
mengalami penderitaan, tetapi justru menjadi penghiburan. Dua hal tersebut adalah hal yang
berlawanan tetapi dimaknai sebagai karya Allah bagi hidupnya karena digabung dalam penderitaan
Kristus. Dalam Surat Rasul Paulus yang Kedua kepada jemaat di Korintus tertulis, “Sebab sama seperti
kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami
menerima penghiburan berlimpah-limpah” (2Kor.1:5). Kita ingin menyerahkan saudara kita yang sudah
dua tahun dipanggil Tuhan dengan segala dinamika kehidupan yang dulu dialami. Kita berdoa supaya
segala kebaikan, keutamaan, nilai-nilai iman yang baik atau segala kelemahan dan kerapuhan saudara
sebagai manusia yang sering jatuh dalam dosa diterima dalam kasih abadi di surga karena belas kasih
dan kemurahan Allah.

Orang yang dapat memberi penghiburan adalah orang yang pernah mengalami peristiwa yang sama
sehingga dari pengalamannya dapat berbagi dan saling menghibur serta saling meneguhkan. Santo
Paulus menegaskan bahwa, “Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu;
jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk
dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga” (2 Kor.1:6).

Kita berkumpul untuk saling meneguhkan dan menguatkan serta memberi penghiburan kepada seluruh
keluarga ini karena menyadari satu iman dan satu kelaurga Allah. Penghiburan kita bersama adalah
wujud kasih dan cinta kita kepada saudara yang sudah dipanggil Tuhan sekaligus bagi seluruh keluarga
yang ditinggalkan. Dengan demikian, kita juga mengamatkan perintah agung Tuhan yakni saling
mengasihi dalam tindakan kita dalam wujud saling mendoakan. Yesus bersabda, “Inilah perintah-Ku,
yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh.15:12). Semoga kasih kita
kepada saudara kita dan seluruh keluarga mengantarnya dalam kasih dan damai abadi bersama Bapa
di surga melalui doa-doa ini.

Ibu, bapa, dan saudara-saudari yang terkasih, marilah kita memohon berkat melimpah bagi saudara kita
yang telah dipanggil Tuhan dua tahun yang lalu agar diperkenankan merasakan kemurahan dan kasih
Allah. Semoga Allah menerima segala kelebihan, kekurangan, dan kebaikannya. Semoga segala dosa-
dosanya diampuni. Bagi kita semua juga bagi keluarga yang ditinggalkan, kita berdoa agar diberi
kekuatan untuk mengamalkan kasih Tuhan dalam tindakan konkret dalam tugas dan tanggung jawab
kita sebagai murid-murid Tuhan.

Dimuliakanlah nama Tuhan kini dan sepanjang masa. Amin.

11. Doa Umat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan.
Kehadiran kita semua ini mengungkapkan iman kita akan Allah sumber sukacita sejati. Marilah dengan

rendah hati kita ungkapkan doa dan permohonan kita kepada Bapa:

L. Ya Bapa, kedatangan Yesus Kristus di tengah-tengah kami menghadirkan tahun rahmat Tuhan kepada
umat manusia. Semoga, peringatan dua tahun meninggalnya saudara kami …… ini pun menghadirkan
rahmat bagi saudara-saudari yang ditinggalkan dan kami semua yang hadir di sini. Kami mohon ……

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Ajarkanlah kepada kami iman, harapan, kasih yang sejati,agar kami mampu mengalami sukacita sejati
baik di dunia ini maupun dalam persekutuan para kudus sebagaimana telah dialami oleh saudara kami
ini. Kami mohon ……

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bantulah kami untuk meyakini bahwa hidup bukanlah berakhir di dunia ini, namun tetap berlanjut
dalam kehidupan abadi bersama-Mu. Semoga dalam peziarahan yang penuh tantangan ini kami tetap
mampu memancarkan kegembiraan dan sukacita sejati. Kami mohon ……

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Ya Bapa, bantulah kami yang masih berjuang ini untuk meneruskan teladan dan ajaran kasih Putra-
Mu,Yesus Kristus di tengah-tengah dunia yang penuh tantangan ini. Kami mohon ……

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi Sdr …… yang sedang sakit
Bapa yang maha kasih, kami serahkan sdr. Kami ini yang sedang menderita sakit kepada kebijaksanaan-

Mu. Dengan penuh iman dan harapan kami mohon, jamahlah sdr. kami ini, karuniakan mukjizat
kesembuhan bagi sdr. Kami ini. Kami mohon ……

U. Kabulkanlah doa kami.

L. Bagi kami yang masih dalam peziarahan ini. Semoga kami semakin menyadari kasih-Mu yang begitu
besar, sehingga kami tidak menyia-nyiakan kebaikan-Mu dalam hidup kami, namun meneruskan kasih-
Mu kepada orang-orang yang ada di sekitar kami serta orang-orang Kaupercayakan kepada kami. Kami
mohon ……

U. Kabulkanlah doa kami.

P.Kami persilahkan ibu, bapa untuk menyampaikan ujub-ujub di doa umat ini.

P.Marilah kita panjatkan doa untuk diri kita masing-masing dalam hati dengan penuh iman dan harapan
…… Kami mohon ……

U. Kabulkanlah doa kami.

P.Demikianlah ya Bapa, doa-doa yang dapat kami panjatkan. Sebenarnya masih banyak isi hati yang
hendak kami curahkan, tetapi tidak mampu kami sampaikan dengan kata-kata. Tetapi kami percaya
bahwa Engkau mahatahu apa yang menjadi kebutuhan kami. Oleh karena itu, kami serahkan
sepenuhnya pada kebijaksanaan-Mu. Sebab hanya Engkaulah sumber segala harapan kami kini dan
sepanjang masa.

U. Amin.

12. Syahadat – Doa Rosario ( facultatif )

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita menyatakan iman kepercayaan kita dengan
mendoakan Aku Percaya dan dilanjutkan Doa Rosario – yang akan dipandu ……

13. Madah Pujian Maria
nDHEREk DEWI MARIYAH - peringatan arwah no.41 hal.183

14. Aneka Doa

: Litani SANTA PERAWAN MARIA PS. 214

: Doa Bagi Warga Kring Yang Sudah Meninggal Ibadat Lingk. Hal.268

: Doa untuk Anggota Keluarga yang Sudah Meninggal PS. 169

P.Marilah kita menyatukan seluruh doa-doa kita ini dengan doa yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus
Kristus sendiri.

BAPA KAMI ……

P.Ya Bapa, jadilah selalu kehendak-Mu, sebab itulah satu-satunya pedoman hidup kami. Kami percaya
Engkau selalu menghendaki yang paling baik bagi hidup kami, dan bagi saudara …… ini. Maka semoga
kami tak henti-hentinya menyerahkan diri sepenuh hati kepada kebijaksanaan-Mu sementara kami
menantikan kedatangan penyelamat kami, Yesus Kristus.

U. Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

15. Doa Penutup

P.Marilah berdoa ……

Allah Bapa Sumber Sukacita kami, kami bersyukur karena Engkau telah menghibur kami dengan sabda-
Mu. Yesus Kristus Putra-Mu menjadi sukacita kami yang selalu menguatkan langkah kami dalam
menapaki hidup sehari-hari. Perkenankanlah kami mengharapkan sukacita abadi sebagaimana Engkau
janjikan kepada kami. Semoga sukacita abadi itu telah Engkau anugerahkan kepada saudara kami ……
yang telah berpulang kepada-Mu dua tahun lalu. Dalam pengharapan akan sukacita sejati itu semoga
kami giat mewujudkan kasih di tengah pergaulan kami dengan setiap sesama kami. Dengan
pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin.

16. Berkat Dan Pengutusan

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Semua orang yang mendengarkan sabda Allah, melaksanakan perintah-Nya serta percaya penuh kepada-

Nya akan memperoleh hidup kekal. Untuk itu, marilah kita memohon berkat Tuhan.
<…… hening ……>

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P.Semoga karena kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus menganugerah kan ketabahan sejati dalam perjuangan
hidup kita.

U. Amin.

P.Semoga Tuhan Yesus menguatkan hati kita agar dapat menolak segala dosa, dan senantiasa berjuang
untuk hidup baik.

U. Amin.

P.Semoga Yesus, Sang Penebus, memperkenankan kita ikut menikmati kebahagiaan abadi di surga.

U. Amin.

P.Semoga semua saudara yang hadir di sini dan sanak keluarga kita serta rencana baik kita senantiasa,
dilindungi, dibimbing dan berkat berlimpah-limpah atas kita semua oleh Allah yang Mahakuasa: dalam
nama (†) Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.

U. Amin.

P.Saudara sekalian, dengan ini doa peringatan arwah bagi …… sudah selesai.
U. Syukur kepada Allah.
P.Marilah kita pergi, kita diutus.
U. Amin.

17. Nyanyian Penutup
SIAPA YANG BERPEGANG - peringatan arwah no.35 hal.180 / PS.

ALLAH SUMBER DAN TUJUAN SEGALA SESUATU

(1000 hari)

(Yesus hadirlah dan dampingilah saya dalam ibadat ini sehingga umat menyadari kehadiranMu)
Doa peringatan arwah seribu hari menyatakan iman kita akan kepenuhan karya keselamatan Allah
dalam Kristus, dan akan karunia kehidupan bersama Allah yang abadi sebagai tujuan seluruh perjalanan
hidup kita.
Dengan penuh iman kita akan berdoa kepada Allah :
1.Untuk saudara kita yang meninggal agar ia menikmati kepenuhan keselamatan Allah, yakni kehidupan
bersama Allah dan para kudus di surga.
2.Untuk keluarga, seluruh umat beriman dan masyarakat agar mampu menjalani panggilan dan
perutusannya masing-masing dalam semangat kasih dan solidaritas untuk menghadirkan Kerajaan Allah
di dunia ini.

01. Nyanyian Pembuka
‘KUGEMBIRA KAU BERKATA – peringatan arwah no.3 / PS.325

02. Tanda Salib, Salam dan Pengantar
P.Dalam nama () Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U. Amin

P.Allah yang telah membangkitkan Kristus dari alam maut, melimpahkan penghiburan iman kepada kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

03. Kata Pembuka

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan.

Rangkaian peringatan arwah untuk saudara kita ……… telah mencapai hari yang keseribu. Menurut
tradisi budaya kita, peringatan arwah seribu hari ini merupakan akhir dan puncak rangkaian peringatan
arwah. Dalam pengertian ini, kita sebenarnya mau merayakan iman kita akan Allah Sang Sumber dan
Tujuan kehidupan segala sesuatu. Hidup kita bersal dari Allah, dan akhirnya juga menuju kepada Allah.
Saudara kita ……… Telah bersatu dengan Sang Sumber dan Tujuan Hidup. Kita mohon, agar saudara
kita ……… Kini boleh menjadi berkat bagi kita yang masih mengembara di dunia ini, secara khusus bagi
keluarga. Semoga Allah berkenan menyertai, melindungi, dan memelihara keluarga, sanak saudara dari
saudara kita ……… serta juga kita semua dalam mengarungi suka duka kehidupan di dunia ini, sampai
akhirnya boleh berjumpa kembali di tempat akhir tujuan peziarahan setiap insan, yakni Tuhan Allah di
surga.

P.Marilah memasuki perayaan ibadat ini dengan hati yang terbuka dan terarah kepada Allah. Kita mohon
belas kasihan Allah atas segala dosa dan kelemahan kita. < ……… hening ……… >

04. Doa Tobat

P.Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah kabar baik dari Allah yang dapat menyelamatkan kami.

Tuhan kasihanilah kami

U. Tuhan kasihanilah kami

P.Engkau menguatkan kami dan dan melindungi kami terhadap yang jahat dan terhadap kematian abadi.
Kristus kasihanilah kami

U. Kristus kasihanilah kami

P.Engaku membimbing kami supaya kami dapat mengasihi Allah dan menjadi tabah hati seperti Engkau
sendiri.

Tuhan kasihanilah kami

U. Tuhan kasihanilah kami

P.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup
yang kekal.

U. Amin.

05. Doa Pembuka

P.Marilah berdoa ………

Allah Bapa yang mahabaik, Engkaulah Sumber dan Tujuan hidup kami. Kami bersyukur kepada-Mu
sebab Engkau berkenan memberikan kedamaian abadi kepada saudara kami ……… yang telah seribu
hari menghadap-Mu.
Kami menyadari bahwa kehidupan ini berasal dari-Mu dan bergerak menuju Dikau sendiri. Maka kami
mohon, sertailah kami selalu dengan Roh-Mu agar kami hidup dalam damai sejahtera. Semoga kami
selalu mengandalkan Engkau, Sang Sumber Hidup sejati dalam perjuangan hidup kami sehari-hari,
sambil mengharapkan kedatangan Kerajaan-Mu.

Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam
persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U. Amin.

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan.
Marilah kita mendengarkan, warta Kitab Suci yang mengungkapkan kebaikan Allah yang selalu
memperhatikan umat-Nya, dengan penuh kebijaksanaan.

06. Bacaan Pertama (Yes.25:6a.7-9)

L. Tuhan Allah akan meniadakan maut untuk seterusnya.

Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya

TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu
perjamuan dengan masakan yang bergemuk. Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain
perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada
segala bangsa-bangsa. Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan
menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh
bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.
Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya
kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita
oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!

L. Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

07. Nyanyian Tanggapan
TUHAN, PADA-MU ’KUBERSERAH – peringatan arwah no.12 hal.164 / PS.717

08. Bait Pengantar Injil
P.Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal. [untuk Masa Prapaskah]
Berbaliklah kepada-Ku dengan sepenuh hatimu, Sabda Tuhan, Sebab Aku Mahapengasih dan Penyayang.

09. Bacaan Injil (Yoh.17:6-11)
P.Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya
P.Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes
U. Dimuliakanlah Tuhan

Bapa, permuliakanlah Anak-Mu
Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.
Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti
firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-
Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan
mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku

datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa
untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-
Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku,
dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka
masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam
nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama
seperti Kita.

I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.

U. SabdaMu adalah jalan kebenaran dan hidup kami.

10. Homili

(Roh kudus, pakailah pikiranku – mulutku dan hatiku untuk mewartakan sabda-Mu)

Allah sumber dan tujuan segala sesuatu

Ibu, Bapak, Sdr/i yang terkasih dalam Kristus, pada hari ini, kita berkumpul untuk berdoa bagi saudara
kita yang 1000 hari yang lalu dipanggil Tuhan. Seribu hari dalam tradisi Jawa disebut nyewu sebagai
ungkapan kata yang memiliki arti jumlah yang banyak atau tidak terbatas. Oleh karena itu, ke dalam
kasih Tuhan yang tak terbatas inilah kita ingin memohon kepada Allah Sang Sumber dan Tujuan Hidup
kita agar menerima saudara kita yang seribu hari yang lalu menghadap Bapa di surga. Inilah hari
istimewa yang diterimanya. Keistimewaan itu ditandai dengan nisan sebagai kenangan dan tanda
tempat saudara kita dimakamkan. Apa yang hendak kita renungkan? Kita ingin merenungkan tiga hal.
Pertama, kita ingin menyerahkannya ke dalam kasih Allah yang tiada batas,

Kedua, kita diingatkan agar kita selalu mengarahkan hidup kita kepada Allah Sang Sumber dan Tujuan
Hidup kita.
Ketiga, kita semua milik Allah yang nantinya juga akan kembali kepada Allah.

Pertama, kita ingin menyerahkan saudara kita ke dalam kasih Allah yang tiada batas. Dengan
mengenang kematian, kita diingatkan pula akan awal kehidupan kita. Betapa Tuhan mengasihi kita
semua sejak dalam kandungan kemudian lahir dan berkembang hingga akhir hidup kita. Sejak di dalam
kandungan, cinta kasih dinyatakan melalui kasih sayang orang tua kita. ada istilah ngidham bagi ibu
yang sedang hamil muda. Ngidham berbagai makanan atau kesukaan apa yang diinginkan harus
dipenuhi demi si bayi kecil dalam kandungan. Ada yang ngidham rujak, jambu, mangga, dll. Segala
yang diinginkan sedapat mungkin dicari oleh sang ayah demi sang bayi. Bahkan, seorang ayah juga
memiliki pantangan tidak boleh membunuh hewan, memotong anjing atau ayam, dst. Sang jabang bayi
dijaga, dirawat, dan dipelihara hingga sembilan bulan sepuluh hari. Saat melahirkan, ceprot seorang
bayi menangis kemudian semua orang bergembira menyambut kehidupan baru di dunia. Bayi tumbuh
dan berkembang kemudian di didik, dibesarkan, disekolahkan dari tingkat SD hingga S3. Demi sang
anak, orang tua rela melakukan berbagai upaya dan usaha sekuat tenaga. Panas dan hujan tidak
dipedulikan demi masa depan dan kebahagiaan sang anak. Jika perlu, orang tua siap membanting
tulang kapan pun. Hal terpenting dalam usaha tersebut adalah menjadikan hidup sang anak lebih
bahagia, lebih mulia, dan lebih terhormat melebihi orang tuanya. Perbuatan ini adalah wujud kasih Allah
melalui orang tua.

Nah, jika orang tua demikian mencintai anaknya, Allah Bapa di surga kita percaya juga mencintai dan
mengasihi saudara kita yang kita doakan pada hari ini. Mungkin kita bertanya, “Bagaimana kita yakin
dan percaya?” Tidak lain dan tidak bukan adalah karena rahmat pembaptisan. Dengan pembaptisan,
kita diangkat menjadi anak-anak Allah. dengan pembaptisan, martabat kita diangkat, dosa kita
dihapuskan, dan dimurnikan. Sebagai analogi, jika orang tua saja

mencintai anak-anaknya apalagi Allah Yang Mahakasih yang telah mengangkat kita menjadi anak-Nya
juga pasti akan mencintai dan mengasihi kita. Ke dalam kasih Allah inilah kita ingin memohon dan
menyerahkan saudara kita yang seribu hari lalu menghadap Bapa di surga.

Kedua, kita diingatkan agar kita selalu mengarahkan hidup kita kepada Allah Sang Sumber dan Tujuan
Hidup kita. Hidup kita berasal dari Allah dan kembali kepada Allah. Kita sebagai manusia bukan pemilik
kehidupan, tetapi penjaga dan pemelihara. Oleh karena itu, segala yang kita miliki di dunia ini bukan
tujuan, tetapi sarana untuk mencapai kepada Yang Ilahi.
Ada anekdot yang mengatakan demikian, “tidak usah bangga dengan wajahmu yang cantik, ganteng,
dan cakep karena wajah terakhirmu adalah tengkorak, tidak usah bangga dengan mobilmu yang mewah
dan bagus karena mobil terakhirmu adalah ambulance, tidak usah bangga dengan tanah yang luas dan
berhektar-hektar karena tanah terakhirmu cukup 2 x 1.”
Anekdot tersebut mengingatkan kita semua bahwa adalah sarana, bukan tujuan. Sarana tersebut
membawa kita sampai kepada tujuan hidup kita yang tidak lain adalah Allah sendiri. Kita berdoa agar
saudara kita diperkenankan sampai kepada Allah Sang Sumber dan tujuan Hidup semua orang.

Ketiga, kita semua milik Allah yang nantinya juga akan kembali kepada Allah. dalam bacaan injil, Yesus
berdoa, “ …….bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-
Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku,
dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka” (Yoh.17:9-10).

Kita berdoa sekaligus bersyukur karena saudara kita sekarang ini diperkenankan merasakan kehidupan
bersama Allah dan kembali sebagai milik Allah. Sebagai milik Allah, kita berharap bahwa saudara kita
yang kita doakan pada hari ini juga dipelihara, dirawat, dan dijaga sehingga diperkenankan berbahagia
di surga.

Marilah kita memohon berkat melimpah bersama seluruh keluarga yang berkumpul pada hari ini agar
saudara kita sekarang ini diperkenankan merasakan cinta kasih Allah yang tiada batas. Selain itu, kita
juga berdoa agar saudara kita ini diperkenankan sampai kepada Allah Sang Sumber dan Tujuan Hidup.
Bagi kita semua, kita di ingatkan agar menyadari arah hidup dan tujuan kita kepada Allah karena kita
semua milik Allah. Tuhan meneguhkan dan menguatkan iman kita sekarang, dan selama-lamanya.

Dimuliakanlah nama Tuhan kini dan sepanjang masa. Amin.

11. Doa Umat

P.Ibu/ Bapa/ Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan.
Allah adalah Sumber dan Tujuan kehidupan segala sesuatu. Hidup kita berasal dari Allah, dan akhirnya
juga menuju kepada Allah. Marilah dengan rendah hati kita panjatkan isi hati kita dalam doa dan
permohonan kepada Bapa:

L. Ya Bapa, peringatan 1000 hari saudara kami ……… terasa begitu cepat. Rasa-rasanya baru kemarin
saudara kami ini masih bersama-sama dengan kami semua. Ungkapan perasaan ini memperkuat
keyakinan kami bahwa Engkau telah menerima dan mempersatukan saudara kami dalam persekutuan
para kudus. Untuk itu kami berseru ………

U. Dimuliakanlah Engkau selama-lamanya.

L. Ya Bapa, sadarkanlah kami yang masih hidup di dunia ini. Perjuangan kami tak akan berhasil tanpa
penyertaan dan kuasa-Mu sendiri. Engkaulah yang selalu merndorong dan menyemangati kami. Untuk
itu kami berseru ………

U. Dimuliakanlah Engkau selama-lamanya.

L. Engkau memberi anugerah hidup dan talenta kepada kami masing-masing. Perbedaan ini justru
semakin memperkaya kami. Buatlah kami mampu menghargai satu sama lain, saling mendukung, dan
rela bekerja sama, sehingga kami mampu menghadirkan kasih-Mu di tengah-tengah masyarakat dan
kelurga kami. Untuk itu kami berseru ………

U. Dimuliakanlah Engkau selama-lamanya.

L. Kami juga berdoa bagi anggota keluarga, komonitas, dan saudara-saudari yang pada saat ini masih
berjuang dalam hidup bersama. Semoga Engkau berkenan menyapa mereka dalam kasih-Mu sendiri
lewat karya-karya yang Kaupercayakan kepada mereka. Untuk itu kami berseru ………

U. Dimuliakanlah Engkau selama-lamanya.

P.Kami persilahkan ibu, bapa untuk menyampaikan ujub-ujub di doa umat ini.

P.Demikianlah, ya Bapa, ungkapan syukur dan doa kami atas penyertaan dan pendampingan-Mu kepada
kami semua yang masih dalam peziarahan hidup ini. Anugerahilah kami semua dengan damai-Mu yang
sejati. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin.

12. Syahadat – Doa Rosario ( facultatif )

P.Saudara sekalian, kita percaya bahwa saudara kita ……… kini telah berbahagia di surga. Semoga
keyakinan ini membawa kita kepada sikap takwa sejati kepada Allah.

Dan marilah kita saling meneguhkan iman dengan mengucapkan Sahadat Para Rasul yang singkat dan
dilanjutkan Doa Rosario yang di pandu ………

13. Madah Pujian Maria
nDHEREk DEWI MARIYAH - peringatan arwah no.41 hal.183

14. Aneka Doa

: Litani SANTA PERAWAN MARIA PS. 214

: Doa Bagi Warga Kring Yang Sudah Meninggal Ibadat Lingk. Hal.268

: Doa untuk Anggota Keluarga yang Sudah Meninggal PS. 169

P.Marilah kita menyatukan seluruh doa-doa kita ini dengan doa yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus
Kristus.

Bapa Kami ………

P.Ya Bapa, jadilah selalu kehendak-Mu, sebab itulah satu-satunya pedoman hidup kami. Kami percaya
Engkau selalu menghendaki yang paling baik bagi hidup kami, dan bagi saudara ……… ini. Maka
semoga kami tak henti-hentinya menyerahkan diri sepenuh hati kepada kebijaksanaan-Mu sementara
kami menantikan kedatangan penyelamat kami, Yesus Kristus.

U. Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

15. Doa Penutup

P.Marilah berdoa ………

Allah Bapa Sumber dan tujuan hidup kami, Sabda-Mu telah meneguhkan kehidupan kami. Engkau telah
berkenan memanggil saudara kami ……… Untuk bersatu dan mengalami kasih-Mu yang abadi di surga.
Semoga peringatan arwah sebagai perayaan iman akan kebaikan dan belas kasih-Mu yang kami adakan
pada peringatan 1000 hari saudara kami ……… ini membawa kami pada semangat baru untuk
melanjutkan perjalanan hidup dan pengabdian kami kepada-Mu. Semoga kami boleh berkumpul kembali
pada saatnya nanti dengan semua saudara yang telah mendahalui kami menghadap-Mu di surga.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin.

P.Saudara-saudari yang terkasih, ibadat dan doa peringatan 1000 hari untuk arwah saudara kita ………
hampir selesai.

Marilah kita bersama-sama hening sejenak untuk memohon berkat Tuhan, terutama untuk keluarga yang
ditinggalkan.

16. Berkat dan Pengutusan

P.Tuhan beserta kita.
U. Sekarang dan selama-lamanya.

P.Semoga karena kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus menganugerahkan ketabahan sejati dalam perjuangan
hidup kita.

U. Amin.

P.Semoga Tuhan Yesus menguatkan hati kita agar dapat menolak segala dosa, dan senantiasa berjuang
untuk hidup baik.

U. Amin.
P.Semoga Yesus, Sang Penebus, memperkenankan kita ikut menikmati kebahagiaan abadi di surga.
U. Amin.
P.Semoga kita semua dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan, perlindungan, dan

penghiburan oleh berkat Allah yang mahakuasa: dalam nama () Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U. Amin.
P.Saudara sekalian Ibadat peringatan arwah ……… telah selesai.
U. Syukur kepada Allah.
P.Marilah kita pergi kita diutus.
U Amin.

17. Nyanyian Penutup
SIAPA YANG BERPEGANG – peringatan arwah no.35 / PS.65

Layouter : Unggul


Click to View FlipBook Version