The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul elektronik praktik mesin bubut ini dilengkapi dengan gambar-gambar, keterangan, dan langkah-langkah menggunakan mesin bubut.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aldisetiawan2462, 2022-11-04 08:01:19

E-Module Teknik Pemesinan Bubut Kelas XI SMK

Modul elektronik praktik mesin bubut ini dilengkapi dengan gambar-gambar, keterangan, dan langkah-langkah menggunakan mesin bubut.

Keywords: Mesin Bubut,Gambar Benda Kerja,Bagian-Bagian Utama Mesin Bubut,Dimensi Benda Kerja

pas, kencangkan baut pengunci agar rahang tidak bergeser, tetapi jangan terlalu kuat
karena akan merusak ulir dari baut pengunci.
g) Dalam membaca skala nonius upayakan dilakukan setelah jangka sorong diangkat
keluar dengan hati-hati dari benda ukur.
h) Untuk mencegah salah baca, miringkan skala nonius sampai hamper sejajar dengan
bidang pandangan, sehingga akan memudahkan dalam melihat dan menentukan garis
skala nonius yang segaris dengan skala utama.
i) Untuk mencegah karat, bersihkan jangka sorong dengan kain yang dibasahi oleh oli
pada saat setelah dipakai.
2) Micrometer

Micrometer yang memiliki tingkat ketelitian yang presisi haris memperhatikan
secara cermat dalam penggunaannya. Hal-hal diperhatikan saat menggunakan micrometer
adalah:
a) Sebelum menggunakan micrometer, pastikan terlebih dahulu skala nonius dalam posisi

minimun atau 0 (nol).
b) Cek pada permukaan bidang ukur dari benda ukur harus dalam kondisi bersih, sehingga

tidak ada kotoran yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran.
c) Bila tersedia alat pemegang micrometer, maka sebaiknya micrometer diletakkan di alat

pemegang micrometer, sehingga akan mempermudah posisi untuk mengukur benda
kerja. Namun, bila tidak ada alat pemegang, maka sebaiknya micrometer dipegang di
tangan kanan dan benda kerja yang akan diukur dipegang di tangan kiri.
d) Penekanan poros ukur terhadap muka bidang ukur harus diperhatikan dengan cermat
agar tidak memberikan penekanan terlalu keras dan lunak, sehingga tidak mempercepat
terjadi kerusakan ulir utama bila terjadi penekanan terlalu keras dan tidak terjadi
kesalahan pengukuran karena penekanan poros ukur terhadap bidang ukur terlalu
lunak.
e) Sebelum mengukur juga harus memperhatikan pengunci dalam posisi terbuka agar
ratchet knob mudah untuk menggerakkan spindel.
f) Bukalah rahang dengan cara memutarkan poros geser ke kiri menggunakan skala
pemutar hingga benda bisa dimasukkan ke rahang.
g) Letakkan benda pada rahang, putar kembali sampai benda terhimpit diantara poros
tetap dan poros geser.
h) Putarlah pengunci sampai skala putar tidak dapat diputarkan kembali sampai terdengar
bunyi “klik”.
i) Baca nilai pada skala tetap, nonius, dan putar yang dihasilkan pada micrometer.

89 
 

3. Rangkuman 5
a. Jangka sorong adalah alat ukur presisi yang dapat digunakan untuk mengukur dimensi benda
bagian dalam dan luar.
b. Micrometer adalah alat ukur linier langsung yang presisi dengan ketelitian yang akurat dan
berfungsi untuk mengukur ketebalan, lubang, kedalaman, atau mengukur celah dari suatu
lubang benda kerja.
c. Langkah-langkah pengukuran menggunakan jangka sorong adalah sebagai berikut:
1) Sebelum melakukan pengukuran bersihkan jangka sorong dan benda yang akan diukurnya.
2) Sebelum jangka sorong digunakan, pastikan skala nonius dapat bergeser dengan bebas.
3) Pastikan “0” pada kedua skala bertemu dengan tepat.
4) Sewaktu mengukur usahakan benda yang diukur sedekat mungkin dengan skala utama.
Pengukuran dengan ujung gigi pengukur menghasilkan pengukuran yang kurang akurat.
5) Tempatkan jangka sorong tegak lurus dengan benda yang diukur.
6) Tekanan pengukuran jangan terlampau kuat, karena akan menyebabkan terjadinya
pembekokan pada rahang ukur maupun pada lidah pengukur kedalaman. Jika sudah pas,
kencangkan baut pengunci agar rahang tidak bergeser, tetapi jangan terlalu kuat karena
akan merusak ulir dari baut pengunci.
7) Dalam membaca skala nonius upayakan dilakukan setelah jangka sorong diangkat keluar
dengan hati-hati dari benda ukur.
8) Untuk mencegah salah baca, miringkan skala nonius sampai hamper sejajar dengan bidang
pandangan, sehingga akan memudahkan dalam melihat dan menentukan garis skala nonius
yang segaris dengan skala utama.
9) Untuk mencegah karat, bersihkan jangka sorong dengan kain yang dibasahi oleh oli pada
saat setelah dipakai.
d. Langkah-langkah pengukuran menggunakan micrometer adalah sebagai berikut:
1) Sebelum menggunakan micrometer, pastikan terlebih dahulu skala nonius dalam posisi
minimun atau 0 (nol).
2) Cek pada permukaan bidang ukur dari benda ukur harus dalam kondisi bersih, sehingga
tidak ada kotoran yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran.
3) Bila tersedia alat pemegang micrometer, maka sebaiknya micrometer diletakkan di alat
pemegang micrometer, sehingga akan mempermudah posisi untuk mengukur benda kerja.
Namun, bila tidak ada alat pemegang, maka sebaiknya micrometer dipegang di tangan
kanan dan benda kerja yang akan diukur dipegang di tangan kiri.
4) Penekanan poros ukur terhadap muka bidang ukur harus diperhatikan dengan cermat agar
tidak memberikan penekanan terlalu keras dan lunak, sehingga tidak mempercepat terjadi
kerusakan ulir utama bila terjadi penekanan terlalu keras dan tidak terjadi kesalahan
pengukuran karena penekanan poros ukur terhadap bidang ukur terlalu lunak.

90 
 

5) Sebelum mengukur juga harus memperhatikan pengunci dalam posisi terbuka agar ratchet
knob mudah untuk menggerakkan spindel.

6) Bukalah rahang dengan cara memutarkan poros geser ke kiri menggunakan skala pemutar
hingga benda bisa dimasukkan ke rahang.

7) Letakkan benda pada rahang, putar kembali sampai benda terhimpit diantara poros tetap
dan poros geser.

8) Putarlah pengunci sampai skala putar tidak dapat diputarkan kembali sampai terdengar
bunyi “klik”.

9) Baca nilai pada skala tetap, nonius, dan putar yang dihasilkan pada micrometer.
4. Tugas 5

a. Amati alat ukur yang ada dibengkel dan catat.
b. Gambar dan tulis bagian-bagian alat ukur jangka sorong dan micrometer secara lengkap.
5. Tes Formatif
a. Apa saja bagian-bagian jangka sorong manual dan jangka sorong digital?
b. Bagaimana langkah-langkah menggunakan micrometer yang benar?

91 
 

Lembar Jawaban 5

92 
 

Petunjuk

Cocokan kunci jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif, hitunglah hasil jawaban anda

yang benar dan pergunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui kompetensi dasar “Memeriksa

Komponen dan Dimensi Benda Kerja secara Visual”.

ℎ 100%


Kriteria ketercapaian:

90% - 100% = A (Kompeten Istimewa)

80% - 89% = B (Kompeten Amat Baik)

75% - 79% = C (Kompeten Baik)

0% - 74% = D (Belum Kompeten)

Jika tingkat ketercapaian minimal 75%, maka berhak mengikuti kompetensi dasar selanjutnya.

Namun, apabila ketercapaian masih di bawah minimal maka harus mengulangi kembali kompetensi

dasar ini.

93 
 

BAB III
EVALUASI
A. Pertanyaan
Kerjakan proses pembubutan benda kerja sesuai dengan gambar kerjanya.

94 
 

B. Lembar Jawaban

Nama Siswa : Lembar Penilaian Jawaban 4 :
Semester : Praktik Pemesinan 2 :
Nama Job : Bubut. 02 Mulai :
Est. Waktu : Selesai :
Interupsi
Waktu

Tabel 15. Penilaian tugas praktik peserta didik evaluasi.

Ukuran Hasil Pengukuran Penyimpangan Ukuran Nilai Nilai
rata-rata
Nominal Siswa Guru Siswa Guru
,2022
A. Nilai Obyektif

1. Toleransi Umum

P. 62

P. 14

P. dlm 32

Ø 28

Ø 25

Ø 16 bor

M32 x 1,5

Ch. 3 x 45º

Ch. 1 x 45º

2. Toleransi Khusus

P.45 ± 0-0,02

3. Toleransi ISO

Ø 25 h7

B. Nilai Subyektif

N7

N6 Ø 20 h7

Tampilan

C. Nilai Total

75 % x Nilai Obyektif + 25 % Nilai Subyektif

D. Penyimpangan Waktu

Menyetujui, Yogyakarta,
Peserta Didik Guru Praktik

(………………………..) (………………………..)

95 
 

Petunjuk

Cocokan kunci jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif, hitunglah hasil jawaban anda

yang benar dan pergunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui kompetensi dasar “Mengoperasikan

Mesin Bubut”.

ℎ 100%


Kriteria ketercapaian:

90% - 100% = A (Kompeten Istimewa)

80% - 89% = B (Kompeten Amat Baik)

75% - 79% = C (Kompeten Baik)

0% - 74% = D (Belum Kompeten)

Jika tingkat ketercapaian minimal 75%, maka berhak mengikuti kompetensi dasar selanjutnya.

Namun, apabila ketercapaian masih di bawah minimal maka harus mengulangi kembali kompetensi

dasar ini.

96 
 

BAB IV
PENUTUP
Demikian e-module pembelajaran praktik mesin bubut. Materi yang telah dibahas dalam modul
ini masih sedikit, hanya sebagai dasar saja bagi peserta didik untuk belajar lebih lanjut. Diharapkan
peserta didik dapat memanfaatkan modul ini sebagai motivasi untuk menguasai teori mesin bubut dan
kemudian melakukan praktik mesin bubut. Setelah menyelesaikan e-module ini dan mengerjakan semua
tugas serta evaluasi maka berdasarkan kriteria penilaian, peserta didik dapat dinyatakan lulus/tidak
lulur. Apabila dinyatakan lulus maka dapat melanjutkan ke modul berikutnya sesuai dengan alur peta
kedudukan e-module, sedangkan apabila dinyatakan tidak lulus maka peserta didik harus mengulang e-
module ini tidak diperkenankan mengambil modul selanjutnya.

97 
 

KUNCI JAWABAN

1. Kunci Jawaban Tes Formatif 1.

a. Untuk menghindari dari bahaya kecelakaan yang diakibatkan dari tatal benda kerja.

b. Yang harus dipenuhi pada saat melakukan praktik mesin bubut:

1) Pakailah alat pelindung diri kerja sesuai dnegan syarat keselamatan kerja di bengkel bubut.

2) Alat pelindung pada mesin terpasang dan berfungsi.

3) Ikuti petunjuk yang sudah dijelaskan oleh instruktur atau guru.

4) Menguasai mesin dan peralatannya dengan baik dan benar.

5) Menguasai teknik pekerjaan pembubutan sesuai standar.

6) Menguasai Tindakan pencegahan dan pertolongan pertama pada kecelakaan.

7) Pinjam dan kembalikan peralatan sesuai daftar.

2. Kunci Jawaban Tes Formatif 2.

a. Gambar teknik sebagai suatu bahasa teknik mempunyai tiga fungsi penting, yaitu: 1) untuk

menyampaikan informasi, 2) sebagai bahan dokumentasi, dan 3) menuangkan gagasan untuk

pengembangan.

b. Ada dua, yaitu:

1) Proyeksi piktorial adalah suatu cara menampilkan gambar benda yang mendekati bentuk

dan ukuran sebenarnya secara tiga dimensi dengan pandangan tunggal.

2) Proyeksi orthogonal merupakan benda yang ditampilkan secara dua dimensi dengan

beberapa pandangan.

3. Kunci Jawaban Tes Formatif 3.

a. Kondisi persyaratan kerja antara lain kondisi mesin siap digunakan, kondisi desain benda kerja

yang dapat dikerjakan pada mesin bubut, kondisi operator yang sesuai sikap dan tuntutan

keselamatan kerja.

b. Agar tidak jadi ketirusan maka yang harus dilakukan adalah memeriksa antara kepala tetap dan

kepala lepas apakah sudah tegak lurus.

c. Perencanaan dan perhitungkan adalah:

1) Kecepatan potong

v
1000

V = kecepatan potong

d = diameter rata-rata benda kerja ((do + dm)/2; mm

n = putaran poros utama; put/menit

Π = 3,14

98 
 

2) Kecepatan makan

Vf = f.n; mm/menit

3) Waktu pemotongan

;


4) Kecepatan penghasilan beram

Z = A.v; cm3/menit, dimana:

A = a.f mm2

4. Kunci Jawaban Tes Formatif 4.

(sesuai dengan standar lembar penilaian 4)

5. Kunci Jawaban Tes Formatif 5.

a. Bagian dan pengertian jangka sorong manual dan digital adalah:

1) Internal jaws (rahang dalam) adalah bagian yang berfungsi untuk mengukur dimensi bagian

dalam.

2) External jaws (rahang luar) adalah bagian yang berfungsi untuk mengukur dimensi luar.

3) Locking screw (baut pengunci) adalah bagian yang berfungsi untuk pengunci rahang.

4) Imperial scale adalah skala dalam satuan inchi.

5) Metric scale adalah skala dalam satuan milimeter.

6) Depth measuring blade adalah batang pengukur kedalaman.

b. Bagian dari jangka sorong digital

1) Internal jaws (rahang dalam) adalah bagian yang berfungsi untuk mengukur dimensi bagian

dalam.

2) External jaws (rahang luar) adalah bagian yang berfungsi untuk mengukur dimensi luar.

3) Locking screw (baut pengunci) adalah bagian yang berfungsi untuk pengunci rahang.

4) Scale adalah skala dalam satuan inchi.

5) Power on/off adalah tombol untuk menghidupkan dan mematikan.

6) Zero setting adalah untuk mengatur titik nol.

7) Depth measuring blade adalah batang pengukur kedalaman.

c. Cara menggunakan micrometer

1) Sebelum melakukan pengukuran, bersihkan jangka sorong dan benda yang akan diukurnya.

2) Sebelum jangka sorong digunakan, pastikan skala nonius dapat bergeser dengan bebas.

3) Pastikan angka “0” pada kedua skala bertemu dengan tepat.

4) Sewaktu mengukur usahakan benda yang diukur sedekat mungkin dengan skala utama.

Pengukuran dengan ujung gigi pengukur menghasilkan pengukuran yang kurang akurat.

5) Tempatkan jangka sorong tegak lurus dengan benda yang diukur.

6) Tekanan pengukuran jangka terlampau kuat, karena akan menyebabkan terjadinya

pembengkokan pada rahang ukur maupun pada lidah pengukur kedalaman. Jika sudah pas,

99 
 

kencangkan baut pengunci agar rahang tidak bergeser, tetapi jangan terlalu kuat karena
akan merusak ulir dari baut pengunci.
7) Dalam membaca skala nonius upayakan dilakukan setelah jangka sorong diangkat keluar
dengan hati-hati dari benda ukur.
8) Untuk mencegah salah baca, miringkan skala nonius sampai hamper sejajar dengan bidang
pandangan, sehingga akan memudahkan dalam melihat dan menentukan garis skala nonius
yang segaris dengan skala utama.
9) Untuk mencegah karat, bersihkan jangka sorong dengan kain yang dibasahi oleh oli setelah
dipakai.

100 
 

DAFTAR PUSTAKA

________. (2009).

http://file.upi.edu/Direktori/E%20%20FPTK/JUR.%20PEND%20TEKNIK%20MESIN/1968

05011993021%20%20YAYAT/MENGUKUR%20DENGAN%20MIKROMETER.pdf.

Mengukur dengan Mikrometer. Diakes pada tanggal 25 Agustus 2022.

________. (2009). http://www.thomaxtools.com/kataloge/deutsch/Mikrometer-Innen-Mikrometer.pdf.

Mikrometer: Innen-Mikrometer. Diakses pada tanggal 03 September 2022.

________. (2019). Proyeksi Piktorial Gambar Teknik.

http://www.sekolahkami.com/2019/10/proyeksi-piktorial-gambar-teknik.html. Diakses pada

tanggal 20 September 2022.

________. Gambar Piktorial. http://www.academia.edu/36567987/GAMBAR_PIKTORIAL. Diakses

pada tanggal 21 September 2022.

________. Cara Menggambar Proyeksi Ortogonal. http://kursuscnc.com/cara-menggambar-proyeksi-

ortogonal/. Diakses pada tanggal 21 September 2022.

________. (2019). Proyeksi Orthogonal. http://www.sekolahkami.com/2019/10/proyeksi-

orthogonal.html. Diakses pada tanggal 21 September 2022.

________. (2021). Jenis Gambar Potongan. http://www.geraiteknologi.com/2021/06/jenis-gambar-

potongan.html. Diakses pada tanggal 21 Septemner 2022.

________. http://staffnew.uny.ac.id/upload/131808343/pendidikan/Materi+8+Tanda+pengerjaan.pdf.

Diakses pada tanggal 21 September 2022.

________. (2018). Pengertian Fungsi Jangka Sorong Mistar.

http://iptekindonesiaef.blogspot.com/2018/08/pengertian-fungsi-jangka-sorong-mistar.html.

Diakses pada tanggal 21 September 2022.

________. (2020). Jangka Sorong Teknik Mesin. http://sihatjok.blogspot.com/2020/04/jangka-sorong-

teknik-mesin.html. Diakses pada tanggal 22 September 2022.

________. (2022). Cara Membaca Outside Micrometer. http://belajardenganbaik.com/toplist-top-7-

cara-membaca-outside-micrometer-2022. Diakses pada tanggal 22 September 2022.

________. Teori Dasar Mesin Bubut. http://www.hestanto.web.id/teori-dasar-mesin-bubut/. Diakses

pada tanggal 22 September 2022.

________. (2014). Macam-Macam Proses Pembubutan Metal.

http://machiningtool.blogspot.com/2014/09/macam-macam-proses-pembubutan-metal.html.

Diakses pada tanggal 25 September 2022.

________. (2012). Toleransi Suaian. http://teknik-manufaktur.blogspot.com/2012/03/toleransi-

suaian,html. Diakses pada tanggal 25 September 2022.

Arifin, A. Cara Membubut Tirus Dengan Menggeser Kepala Lepas.

http://www.academia.edu/24723975/Cara_Membubut_Tirus_dengan_Menggeser_Kepala_Le

pas. Diakses pada tanggal 22 September 2022.

101 
 

B. H. Amstead, Bambang Priambodo. (1995). Teknologi Mekanik Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Depdiknas. (2008). Penulisan Modul. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan. Direktorat Pembinaan

SMK.

Direktorat Pembinaan SMK. (2008). Teknik Penyusunan Modul. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMK.

Furqoni, M. R. (2022). Alat Pelindung Diri. http://teknikece.com/alat-pelindung-diri/. Diakses pada

tanggal 20 September 2022.

Furqoni, M. R. (2022). Cara Memasang Pahat Bubut. http://teknikece.com/mesin-bubut/cara-

memasang-pahat-bubut/. Diakses pada tanggal 20 September 2022.

George Schneider, Jr.CmfgE. Turning Methods and Machine Chapter 5.

MN. Pratama. (2019). http://repository.untag-sby.ac.id/12880/3/BAB%202.pdf. Diakses pada tanggal

22 September 2022.

Rochim, T. (1993). Teori dan Teknologi Proses Pemesinan. Bandung: Proyek HEDS.

Samidi. (2019). Cara Menggunakan Mesin Bubut Yang Baik.

http://www.samiinstansi.com/2019/05/cara-menggunakan-mesin-bubut-yang-baik.html.

Diakses pada tanggal 20 September 2022.

Samidi. (2020). Perlengkapan Alat Safety Pada Pekerjaan Membubut.

http://samiinstansi.com/2020/03/perlengkapan-alat-safety-pada-pekerjaan-membubut.html.

Diakses pada tanggal 20 September 2022.

Shiddiq, M. J. (2019). Keselamatan Kerja Pada Pekerjaan Mesin.

http://siddix.blogspot.com/2019/06/keselamatan-kerja- pada-pekerjaan-mesin.html. Diakses

pada tanggal 20 September 2022.

Sumbodo, W dkk. (2008). BSE (Buku Sekolah Elektronik), Teknik Produksi Mesin Produksi jilid 2.

http://www.youtube.com/watch?v=mcAHZHvB220

Widarto, (2008). Teknik Pemesinan. Jakarta. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan

Menengah.

Wijanarka, B S. (2012). Teknologi Pemesinan Bab 2. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

 

102 
 

Universitas Negeri Yogyakarta
Jurusan Pendidikan Teknik Mesin

E - MODUL TEKNIK PEMESINAN BUBUT
untuk Kelas XI

20 Disusun Oleh: Aldi Setiawan I 1750324403

22


Click to View FlipBook Version