The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Fakhrul Aiman Ramlee, 2022-11-11 14:13:54

USWATUN HASANAH 1604411080

USWATUN HASANAH 1604411080

RANCANG BANGUN PROTOTYPE FINGERPRINT DOORLOCK
DAN NOTIFICATION GETARAN BERBASIS
MIKROKONTROLER ARDUINO

USWATUN HASANAH
1604411080

FAKULTAS TEKNIK KOMPUTER
UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO

2020

i

RANCANG BANGUN PROTOTYPE FINGERPRINT DOORLOCK
DAN NOTIFICATION GETARAN BERBASIS
MIKROKONTROLER ARDUINO

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer pada
Program Studi Informatika Fakultas Teknik Komputer
Universitas Cokroaminoto Palopo

USWATUN HASANAH
1604411080

PROGRAM STUDI INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK KOMPUTER
UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO

2020

ii

iii

iv

ABSTRAK

Uswatun Hasanah 2018. Rancang Bangun Prototype Fingerprint Doorlock Dan
Notification Getaran Berbasis Mikrokontroler Arduino (dibimbing oleh Rusmala
dan Andi Rosman ).

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sebuah prototype
Fingerprint Doorlock dan Notification getaran bebasis Mikrokontroler Arduino.
Penelitian ini dilakukan di ruang KKN Universitas Cokroaminoto Palopo
dikarenakan pintu masih dibuka secara manual masih menerapkan penguncian
secara kovensional dimana sistem keamanan berupa solenoid manual yang
digerakkan menggunakan kunci yang dimasukkan ke dalam lubang kunci.
Penguncian selenoid tanpa adanya sistem keamanan pendukung yang lain
menjadi kelemahan karena apabila terjadi pembobolan pada selenoid maka tidak
ada lagi sistem keamanan yang dapat melindungi objek yang ada di dalamnya,
sehingga peneliti berinisiatif untuk membuat keamanan pintu menggunakan sidik
jari, bluetooth dan sms gateaway untuk lebih menjaga keamanan ruangan
tersebut. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Research and Development
(R&D) yang mengembangkan sistem kontrol pada pompa air dengan menggunakan
metode pengembangan berupa prototype. Hasil penelitian ini yaitu diperoleh
sebuah sistem alat yang digunakan sebagai pengaman pintu yaitu berupa
fingerprint dorlock dengan notification getaran serta terkoneksi dengan bluetooth.
Seseorang harus menempelkan jarinya pada sensor apabila ingin membuka pintu,
pintu akan terbuka jika sidik jari yang di tempelkan sama dengan data sidik jari
pada sistem. Jika menggunakan sidik jari yang tidak terdaftar, sistem akan
menolak, dan pintu tidak akan membuka. Peneliti juga menambahkan bluetooth
yang terkoneksi dengan aplikasi Android yang bekerja jika menu buka pintu di klik
maka pintu terbuka begitupula sebaliknya jika menu tutup pintu di klik maka pintu
tertutup. Selain itu untuk lebih menambah keamanan penulis juga menambahkan
notification getaran yang akan bekerja apabila ada yang menggerakkan pintu
dengan getaran maka sensor getaran akan langsung bekerja mendeteksi getaran
dan mengirimkan sms gate away kepada nomor yang terdaftar pada sistem, pesan
tersebut berisi “ada yang menggerakkan pintu melalui getaran”.

Kata kunci: Prototype, Fingerprint, Arduino, Android, Solenoid, SMS gate away,
Bluetooth, Sensor getaran

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan ini dalam bentuk skripsi dengan judul “Rancang Bangun Prototype
Fingerprint Doorlock dan Notification Getaran Berbasis Mikrokontroler Arduino”,
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi
Informatika Fakultas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo.

Penyusunan skripsi ini banyak menghadapi berbagai macam hambatan,
rintangan dan tantangan yang harus dilalui, tetapi berkat pertolongan Allah SWT,
dan berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Segala keterbatasan
waktu dan kemampuan yang ada, penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini
masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritikan dan saran sangat
penulis harapkan. Semoga hal ini bermanfaat bagi seluruh rekan-rekan pembaca.
Aamiin.

Selama proses penyelesaian skripsi ini banyak ditunjang dengan bantuan
tenaga dan pemikiran baik moral maupun material dari berbagai banyak pihak. Oleh
karena itu, pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis
menyampaikan banyak terima kasih yang setulus-tulusnya kepada:
1. Bapak Prof. Drs. H. Hanafie Mahtika, M.S., selaku Rektor Universitas

Cokroaminoto Palopo.
2. Ibu Rusmala, S.Kom., M.Kom., selaku Dekan Fakultas Teknik Komputer

Universitas Cokroaminoto Palopo dan sekaligus sebagai Pembimbing I.
3. Bapak Nirsal, S.Kom., M.Pd., selaku Wakil Dekan Fakultas Teknik Komputer

Bapak Muhammad Idham Rusdi, S.T., M.Kom., selaku Ketua Program Studi
Informatika, Fakuktas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo.
4. Bapak Andi Rosman N. S.Si., M.Si., selaku Pembimbing II.
5. Bapak dan Ibu Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo, khususnya pada
Program Studi Informatika Fakultas Terknik Komputer yang selama ini telah
membina dan memberikan banyak ilmu pengetahuan kepada penulis selama
berada dibangku perkuliahan.
6. Orang tua yang tercinta dan seluruh keluargaku yang telah banyak memberikan
doa restu serta dukungannya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

vii

7. Seluruh teman-teman seangkatan penulis pada Program Studi Informatika
Fakultas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo, khususnya
teman-teman dikelas C angkatan 2016 mulai dari semester pertama hingga
semester akhir selalu memberikan bantuan dan dukungannya sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini.
Penulis berharap semoga semua ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya,

sehingga skripsi yang berjudul “Rancang Bangun Prototype Fingerprint Doorlock
dan Notification Getaran Berbasis Mikrokontroler Arduino” ini, dapat memberikan
inspirasi dan semangat agar tercipta karya atau prdouk-produk yang lebih baik dan
bermanfaat lagi khususnya untuk semua pembaca. Akhir kata penulis ucapkan
banyak terima kasih atas perhatian yang telah diberikan.

Palopo, juni 2020

Uswatun Hasanah

viii

RIWAYAT HIDUP
Uswatun Hasanah, lahir di Latuppa Sulawesi Selatan pada
tanggal 17 Januari 1999, merupakan anak kedua dari empat
bersaudara, buah hati dari pasangan Bahmid Rundu Padang,
S.kom.i dan Hariani. Penulis mulai menempuh pendidikan
pada tingkat sekolah dasar di SD Negeri 440 Salekoe Palopo
pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2010. Kemudian penulis
melanjutkan pendidikan pada tingkat menengah pertama di MTSN Model Palopo
dan lulus pada tahun 2013. Selanjutnya pada tahun yang sama penulis melanjutkan
pendidikan pada tingkat menengah atas di SMA Negeri 5 Palopo dan lulus pada
tahun 2016, kemudian penulis kembali melanjutkan pendidikan dan terdaftar
sebagai mahasiswa pada Program Studi Informatika S1 Fakultas Teknik Komputer
di Universitas Cokroaminoto Palopo.

ix

DAFTAR ISI
Halaman

SAMPUL........................................................................................................ i
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... ii
ABSTRAK ..................................................................................................... vi
KATA PENGANTAR ................................................................................... vii
RIWAYAT HIDUP ........................................................................................ ix
DAFTAR ISI ................................................................................................. x
DAFTAR TABEL .......................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xiii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................... xv
DAFTAR SINGKATAN ................................................................................ xvi
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................... 2
1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................ 3
1.4 Manfaat Penelitian .......................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori .................................................................................... 4
2.2 Hasil Penelitian yang Relevan ......................................................... 16
2.3 Kerangka Pikir ................................................................................ 18
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian ............................................................................... 19
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian .......................................................... 20
3.3 Batasan Penelitian ........................................................................... 21
3.4 Tahapan Penelitian .......................................................................... 21

1. Pengumpulan Data .......................................................................... 21
2. Analisis Sistem ............................................................................... 22
3. Desain ............................................................................................ 26
4. Pembuatan ...................................................................................... 30
5. Pengujian ........................................................................................ 31
6. Hasil Akhir ..................................................................................... 32

x

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
4.1 Hasil Penelitian .............................................................................. 33
4.2 Pembahasan Penelitian................................................................... 37

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan.................................................................................... 49
5.2 Saran.............................................................................................. 49

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 50

xi

DAFTAR TABEL
Halaman

1. Daftar Simbol Flowchart.............................................................................. 15
2. Fungsi Setiap Komponen.............................................................................. 27
3. Gambaran Komponen................................................................................... 29
4. Pengujian Struktural Pin.............................................................................. 40
5. Pengujian Fingerprint ................................................................................. 44
6. Pengujian Sensor Getaran............................................................................ 45
7. Pengujian Bluetooth HC-05......................................................................... 45
8. Pengujian SIM 800 L ................................................................................... 46
9. Pengujian Relay .......................................................................................... 46
10. Pengujian Solenoid....................................................................................... 47
11. Pengujian Aplikasi Android......................................................................... 47
12. Perbandingan Keunggulan dan Kelemahan Prototype dengan Penelitian yang

Telah Ada .................................................................................................... 48

xii

DAFTAR GAMBAR
Halaman

1. Arduino Uno ............................................................................................... 7
2. Sensor sidik jari .......................................................................................... 8
3. Sensor SW-420 ........................................................................................... 8
4. Solenoid ....................................................................................................... 8
5. Modul GSM SIM800L ................................................................................. 9
6. Bluetooth HC-05 ........................................................................................ 10
7. Relay ........................................................................................................ 11
8. Kabel Jumper ............................................................................................. 11
9. Breadboard ............................................................................................... 12
10. Adaptor...................................................................................................... 12
11. Solder ......................................................................................................... 13
12. MIT App Inventor........................................................................................ 13
13. Kerangka Pikir ........................................................................................... 18
14. Tahapan Penelitian Research and Development (R&D)............................... 19
15. Flowchart sistem yang berjalan ................................................................. 22
16. Flowchart sistem Membuka dan Menutup Pintu ..................................... 24
17. Flowchart Notification getaran ................................................................ 24
18. Diagram Alir Komponen Elektronika ......................................................... 26
19. Rancangan Alat.......................................................................................... 27
20. Prototype Pintu Tampak dari depan ........................................................... 28
21. Prototype Pintu Tampak dari belakang....................................................... 29
22. Rancangan Interface Aplikasi Android ....................................................... 30
23. Rancangan Alat ......................................................................................... 33
24. Tampilan Interface Aplikasi....................................................................... 35
25. Percobaan mengunci dan membuka pintu dengan fingerprint ......................36
26. Percobaan mengunci dan membuka pintu dengan aplikasi android..............36
27. Notifikasi getaran........................................................................................37
28. Pengujian Fingerprint ................................................................................ 38
29. Pengujian Tombol Lock ............................................................................. 39
30. Pengujian Tombol Unlock.......................................................................... 40

xiii

31. Program Eror............................................................................................. 42
32. Program Berhasil ....................................................................................... 42
33. Listing Aplikasi Android Eror.................................................................... 43
34. Listing Aplikasi Android Berhasil ............................................................. 44

xiv

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman

1. Instrumen Pengujian Black Box Rancangan Sistem/Model ....................... 52
2. Instrumen Pengujian Rancangan Prototype............................................... 56
3. Instrumen Wawancara .............................................................................. 60
4. Listing Program........................................................................................ 63
5. List Daftar Pustaka ................................................................................... 66

xv

Lambang/Singkatan DAFTAR ARTI SINGKATAN
3GPP
AC Arti dan Keterangan
AMD
APU Third Generation Partnership Project
C Alternating Curren
Advance Micro Device
CDMA Accelerated Processing Unit
CO
CPU Bahasa Pemrograman
Code division multiple access
DC Change Over
Central Processing Unit
ETSI Direct current
GND European Telecommunications Standards Institute
Ground
GPIO General Purpose Input Output Pins
GPRS General Packet Radio Service
GSM Global System for Mobile Communication
HD High Definition
I/O Input/output
integrated sircuit
IC In Circuit Serial Programming
ICSP Integrated Development Environment
IDE Instant Messaging
IM Kuliah Kerja Nyata
KKN
Machine two machine
M2M Megahertz
Massachusetts Institute of Technology
MHz Normally Close
MIT Normally Open
NC Personal Computer
NO Printed circuit board
PC Pulse Width Modulation
PCB Research and Development
PMW Random Access Memory
Read Only Memory
R&D Subscriber Identity Module
RAM Short message service
ROM Universal Asynchonous Receiver-Transmitter
SIM Unified Modeling Language
Universal Serial Bus
SMS Volt
Voltage Colector-colector
UART

UML
USB
V

VCC

xvi

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami
perkembangan yang sangat pesat hingga saat ini, hal ini dapat dibuktikan dengan
banyaknya teknologi dan aplikasi yang dihasilkan dari ilmu pengetahuan dan
keinginan manusia sendiri untuk menghasilkan sesuatu yang dapat mempermudah
dalam melakukan pekerjaan dan aktifitasnya. Berbagai macam teknologi telah
dikembangkan untuk mempermudah pekerjaan manusia, baik untuk mengurangi
resiko kesalahan pekerjaan, meningkatkan keuntungan, peningkatan pelayanan,
keamanan, dan efisiensi waktu. Kemajuan tersebut membuat orang berlomba-
lomba menciptakan inovasi yang dapat memudahkan pekerjaan manusia dan dapat
diaplikasikan ke berbagai peralatan salah satunya adalah mikrokontroler.
Dewasa ini perkembangan teknologi mikrokontroler semakin pesat, dimana
sistem keamanan dapat dipadukan dengan menggunakan alat elektronik sebagai
pengganti sistem keamanan kunci konvensional. Salah satu teknologi yang banyak
dikembangkan saat ini adalah suatu sistem keamanan penguncian otomatis pada
pintu. Pintu merupakan tempat untuk masuk dan keluar. Pintu dapat diartikan
sebagai benda yang digunakan sebagai bukaan pada dinding atau bidang yang
menghubungkan ruang-ruang yang dilengkapi oleh dinding atau bidang tersebut.
Berbagai instansi seperti kantor, pertokoan, rumah makan, sekolah dan yang
lainnya masih menerapkan sistem keamanan kunci konvensional. Pengamanan
dengan menggunakan kunci konvensional yang banyak digunakan oleh masyarakat
mudah sekali dilumpuhkan oleh pelaku tindak kejahatan. Selain itu dengan
menggunakan kunci konvensional dalam sistem pengamanan juga kurang
terpercaya karena kunci konvensional mudah hilang dalam pengunaannya, sehingga
sistem ini dirasa kurang praktis dan rentan terhadap tindakan pencurian. Keamanan
ruangan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan untuk
menciptakan keamanan tersebut banyak hal yang dapat kita lakukan salah satunya
adalah pemanfaatan fingerprint dorlock dengan notification getaran.
Ruang KKN Universitas Cokroaminoto Palopo adalah salah satu ruangan
yang masih menerapkan pegucian secara kovensional dimana sistem keamanan

2

berupa solenoid manual yang digerakkan menggunakan kunci yang dimasukkan
ke dalam lubang kunci. Penguncian selenoid tanpa adanya sistem keamanan
pendukung yang lain menjadi kelemahan karena apabila terjadi pembobolan pada
selenoid maka tidak ada lagi sistem keamanan yang dapat melindungi objek yang
ada di dalamnya. Penguncian selenoid yang hanya dapat dibuka dan ditutup
dengan menggunakan kunci yang dibuat sesuai dengan lubang kuncinya juga
menjadi kelemahan karena sering terjadi kasus kehilangan kunci yang
mengakibatkan pintu tidak dapat dibuka kecuali menggunakan kunci cadangan

Berdasarkan permasalahan di atas penulis berinisiatif untuk
mengembangkan alat yang digunakan sebagai pengaman pintu yaitu berupa
fingerprint dorlock dengan notification getaran serta terkoneksi dengan bluetooth.
Seseorang harus menempelkan jarinya pada sensor apabila ingin membuka pintu,
pintu akan terbuka jika sidik jari yang di tempelkan sama dengan data sidik jari
pada sistem. Jika menggunakan sidik jari yang tidak terdaftar, system akan
menolak, dan pintu tidak akan membuka. Peneliti juga menambahkan bluetooth
yang terkoneksi dengan aplikasi smatphone yang bekerja jika menu buka pintu di
klik maka pintu terbuka begitupula sebaliknya jika menu tutup pintu di klik maka
pintu tertutup. Selain itu untuk lebih menambah keamanan penulis juga
menambahkan notification getaran yang akan bekerja apabila ada yang
menggerakkan pintu dengan getaran yang telah ditetapkan pada sistem maka
sensor getaran akan langsung bekerja mendeteksi getaran dan mengirimkan sms
gate away kepada nomor yang terdaftar pada sistem, pesan tersebut berisi “ada
yang menggerakkan pintu melalui getaran”. Adapun judul penelitian yang penulis
ajukan adalah "Rancang Bangun prototype Fingerprint Door Lock dan
Notification getaran Berbasis Mikrokontroler Arduino".

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana merancang sebuah prototype Fingerprint Doorlock dan Notification

getaran berbasis Mikrokontroler Arduino?
2. Bagaimana membuat prototype Fingerprint Doorlock dan Notification getaran

berbasis Mikrokontroler Arduino ?

3

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk :
1. Merancang sebuah prototype Fingerprint Doorlock dan Notification getaran

bebasis Mikrokontroler Arduino ?
2. Membuat prototype Fingerprint Doorlock dan Notification getaran berbasis

Mikrokontroler Arduino ?

1.4 Manfaat Penelitian
1. Penulis

Manfaat penelitian yang dapat diperoleh bagi penulis adalah penulis dapat
mengimplementasikan secara langsung teori ilmu pengetahuan yang telah
didapatkan selama di bangku perkuliahan dan dapat melatih kemampuan penulis
agar memiliki pengalaman dalam penelitian
2. Pembaca

Manfaat penelitian yang dapat diperoleh bagi pembaca adalah dapat
memberikan pengetahuan tambahan dan sebagai bahan acuan penelitian dengan
topik yang sama dengan penelitian ini
3. Universitas Cokroaminoto Palopo

Manfaat penelitian yang dapat diperolah bagi Universitas Cokroaminoto
Palopo adalah dengan adanya penelitian ini dapat meningkatkan daya saing dan
cita kampus dalam penerapan tegnologi yang semakin modern

4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teori
Dalam penelitian ini, penulis akan menjelaskan pengertian yang

berhubungan dengan judul penelitian yang diajukan. Adapu materi yang akan
ditulis yaitu:

1. Rancang Bangun
Jogiyanto (dalam Mustami, 2017:4) menyatakan bahwa rancang bangun

(desain) adalah tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem. adalah
definisi persyaratan fungsional untuk desain dan persiapan implementasi
mengilustrasikan bagaimana suatu sistem dibentuk. Sedangkan menurut
Ladjamudin (dalam Mustami, 2017:4) menyatakan bahwa desain bertujuan untuk
merancang sistem baru yang dapat mengatasi masalah yang dihadapi perusahaan
yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik.

pendapat oleh para ahli di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa rancang
bangun adalah tahap setelah analisis. Yang mencakup pendefinisian dari
kebutuhan-kebutuhan fungsional. Tujuannya adalah untuk mendesain sistem baru
yang dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan menerjemahkan hasil
analisa dari sebuah sistem ke dalam bahasa pemrograman dan persiapan untuk
rancang bangun implementasi menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.

2. Prototype
Menurut Ardiansyah (2016:13) Prototype adalah proses pembuatan model

sederhana dari perangkat lunak yang memungkinkan pengguna memiliki gambaran
dasar dari program dan pengujian awal. Sedangkan menurut Basjaruddin (2016:74),
prototype adalah contoh atau model awal yang dibangun untuk menguji sebuah
konsep atau proses atau aksi sebagai sesuatu yang dapat digandakan atau
dipelajarinya. Jadi bisa disimpulkan bahwa prototype adalah proses pembuatan
model awal yang sederhana yang memungkinkan pengguna mengetahui gambaran
dasar proyek serta melakukan pengujian awal.

5

3. Mikrokontroler
Menurut Santoso (2015:1), mikrokontroler adalah sebuah perangkat yang

ukuran mikrodala chip IC (integrated Sircuit) terdiri dari prosesor, memori dan
antarmuka yang dapat diprogram. Jadi mikro disebut sebagai IC atau chip
mikrokontroler terdiri dari CPU, memori dan I / O yang dapat mengontrol dengan
diprogram. I / O juga sering disebut dengan kontrol diprogram. I /O sering disebut
oleh GPIO (General Purpose Input output pin) yang berarti pin dapat diprogram
sebagai input atau output yang diperlukan.

Widodo (di Arifin, dkk 2016: 92) menyatakan bahwa mikrokontroler dapat
dikatakan sebagai sistem komputer yang seluruh atau sebagian besar unsur-unsur
yang dikemas dalam satu chip. Cukup sering disebut sebagai mikrokomputer chip
tunggal. Tidak seperti sistem komputer yang dapat menangani berbagai macam
program aplikasi, mikrokontroler hanya bisa digunakan suatu aplikasi saja.
Perbedaan lainnya adalah dalam perbandingan RAM (random access memory) dan
ROM (Read Only Memory). pada mikrokontroler sebagai perbandingan antara
RAM dan ROM-nya besar, sedangkan sistem komputer juga besar. Sementara itu,
menurut Artanto (dalam Arifin, dkk 2016: 92) menyatakan bahwa mikrokontroler
adalah sistem komputer yang seluruh atau sebagian besar unsur-unsur yang dikemas
dalam satu chip IC yang sering juga disebut single chip microcomputer.Dari uraian
di atas, penulis menyimpulkan bahwa mikrokontroler merupakan suatu sistem
komputer yang sebagian besar komponennya dikemas dalam satu chip IC.
mikrokontroler hanya dapat digunakan untuk suatu aplikasi saja

4. Sidik Jari
Sidik jari adalah garis yang ada pada kulit ujung jari-jari tangan kanan dan

kiri seseorang. Banyak penelitian menunjukkan bahwa sidik jari seseorang
memiliki pola ridge (Ridge adalah punggung alur pada kulit, baik pada tangan) yang
sama. pola ridge tidak sama dengan keturunan meskipun satu keluarga. pola ridge
terbentuk pada minggu keenam dan minggu ketujuh pada janin. Ketika janinberusia
13 minggu pola ridge akan terlihat jelas. Pola ridge dapat berubah ketika tergores,
luka bakar, penyakit atau penyebab lainnya. (Eni Yuliza 2015).

6

Olivier G., 1969 (dalam Yudhana dkk, 2017) menyatakan bahwa Pola
dermatoglifi atau pola pembentukan sidik jari berdasarkan klasifikasi Galton dibagi
menjadi tiga pola dasar yaitu:
1. Arch : merupakan garis-garis sejajar dan melengkung seperti busur. Pola arch

terbagi menjadi dua macam yaitu plain arch dan tented arch.
2. Loop : merupakan alur garis-garis sejajar. Loop terbagi menjadi dua macam yaitu

tangan dan kaki. Loop radial dan loop ulnar termasuk kategori loop tangan
sedangkan loop kaki dikenal loop tibial dan loop fibular.
3. Whorl: yaitu pola berbentuk garis-garis pusaran yang memutar. Pola Whorl
terbagi menjadi empat macam, yaitu : double loop, central pocket loop, plain
whorl, dan accidental whorl.

5. Bahasa Pemrograman Arduino
Banyak pilihan bahasa pemrograman yang bisa digunakan untuk

pemrograman mikrokontroler, misalnya bahasa assembly. Namun dalam
pemprograman Arduino bahasa yang dipakai adalah bahasa C. Bahasa C adalah
bahasa yang sangat lazim dipakai sejak awal komputer dibuat dan sangat berperan
dalam perkembangan software (Najar, 2017:39).

6. Perangkat Lunak Arduino
Kadir (dalam Najar, 2017:39) menyatakan bahwa Arduino Integrated

Development Environment (IDE) adalah perangkat lunak yang disediakan di situs
Arduino.cc yang dimaksudkan sebagai alat pengembangan sketsa yang digunakan
pada papan Arduino. Integrated Development Environment (IDE) adalah bentuk
alat pengembangan program yang terintegrasi sehingga berbagai kebutuhan tersedia
dan diekspresikan dalam bentuk antarmuka berbasis menu.

Menurut Dinata (2015:11), Arduino Integrated Development Environment
(IDE) adalah perangkat lunak yang sangat canggih yang ditulis dalam Java. Dengan
menggunakan Arduino Integrated Development Environment (IDE), Anda dapat
menulis sketsa, memeriksa kesalahan atau tidak pada sketsa, dan kemudian
mengunggah sketsa yang telah dikompilasi ke papan Arduino.

7

7. Arduino Uno
Menurut Kadir (2016), Arduino adalah perangkat keras dan perangkat lunak

yang memungkinkan siapa saja membuat prototipe rangkaian elektronik berbasis
mikrokontroler dengan mudah dan cepat.

Sedangkan Menurut Dinata dan Sunanda (2015: 85), Arduino merupakan
mikrokontroler single board yang bersifat open source dan menggunakan bahasa
pemrograman berbasis wiring berdasarkan sintaksis dan library. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa Arduino merupakan mikrokontroler single board yang bersifat
open source dengan bahasa pemrograman berbasis wiring berbasis syntax dan
library.

Menurut Kahimpong dkk (2016: 74) Arduino uno merupakan produk
berlabel Arduino yang sebenarnya merupakan papan elektronik yang berisi
mikrokontroler Atmega328 (sebuah chip yang berfungsi seperti komputer). Alat ini
dapat digunakan untuk mewujudkan rangkaian elektronik dari yang sederhana
hingga yang kompleks.

Gambar 1. Arduino Uno (Sumber: www.distrelec.nl)
8. Sensor Sidik Jari

Menurut Yuliza dan Kalsum (2015:3) Sensor sidik jari merupakan sensor
yang digunakan untuk mendeteksi sidik jari dengan menggunakan sistem optik.
Deteksi dilakukan dengan membaca kontur (tinggi dan rendah permukaan) sidik
jari dan listrik statis tubuh. Hal ini menghasilkan tingkat keamanan yang tinggi
karena tidak bisa dipalsukan dengan fotokopi sidik jari ataupun sidik jari palsu.
Sensor ini memiliki lapisan kaca yang tahan lama dan juga memiliki sensor gerak,

8

yaitu jika jari ditempelkan pada sensor maka sensor akan langsung menyala untuk
mengambil sidik jari.

Gambar 2. Sensor sidik jari (Sumber : https://sea.banggood.com/)
9. Sensor Getaran

Vibration Sensor atau Modul Sensor SW-420 SW-420 merupakan detektor
getaran yang bereaksi terhadap getaran dari berbagai sudut (Saputra, Rosmiati, dan
Sari, 2018:58). Prinsip kerja Sensor SW-420 pada sistem ini adalah mengukur
getaran guncangan dengan cara saat tidak ada getaran, sensor getaran dihubungkan
dan nilai output rendah dari lampu indikator menyala.

Gambar 3. Sensor SW-420 (Sumber : Saputra, Rosmiati, dan Sari (2018:58)
10. Solenoid Door Lock

Shandy V.D, Rakhmatsyah dan Suwastika (2015: 3) menyatakan bahwa
Kunci Pintu Solenoid adalah kunci pintu yang menerapkan sistem solenoid.
Solenoid adalah kumparan elektromagnet yang dirancang khusus. Cara kerja
solenoid ini adalah pada saat arus mengalir melalui kawat pada sistem solenoida,
disekitar kawat tersebut akan menghasilkan medan magnet.

Gambar 4. Solenoid (Sumber : https://robu.in/)

9

11. Modul GSM SIM800L
Menurut Rusmala (2015:18) SMS merupakan salah satu jenis Instant

Messaging (IM) yang memungkinkan pengguna untuk bertukar pesan singkat setiap
saat, meskipun pengguna sedang melakukan panggilan data / suara. SMS
dikirimkan pada saluran sinyal GSM (Sistem Global untuk Komunikasi Seluler)
dari spesifikasi teknis ETSI. SMS diaktifkan oleh ETSI dan dijalankan dalam
lingkup 3GPP. SMS juga digunakan dalam teknologi GPRS dan CDMA. SMS
menjamin pengiriman pesan oleh jaringan, jika terjadi kegagalan pesan akan
disimpan terlebih dahulu di jaringan, pengiriman paket SMS keluar jalur dan
menggunakan bandwidth rendah.

Pakpahan dan Agung (2019:83) menyatakan bahwa SIM800L merupakan
modul GSM yang dapat mengakses GPRS untuk pengiriman data ke internet
dengan sistem M2M. AT-Command yang digunakan pada SIM800L mirip dengan
AT-Command untuk modul GSM lainnya. SIM800L adalah versi terbaru dari
SIM900. Modul SIM800L memiliki dimensi yang kecil sehingga lebih cocok untuk
aplikasi dalam mendesain perangkat portable. SIM800L memiliki Quad Band
850/900/1800/1900 MHz dengan dimensi kecil yaitu 15,8 x 17,8 x 2,4 mm dalam
ukuran dan berat: 1,35g. SIM800L memiliki konsumsi daya yang rendah dengan
rentang tegangan catu daya 3,4 ~ 4,4 v.

Gambar 5. Modul GSM SIM800L (Sumber: https://www.makerfabs.com/)
12. Module Bluetooth HC-5

Menurut Sumarjono (2018:5), Bluetooth Module HC-05 merupakan
perangkat keras atau modul bluetooth SPP (Seral Port Protocol) yang mudah
digunakan untuk komunikasi nirkabel, terutama untuk mengubah port serial
menjadi bluetooth. HC-05 dirancang untuk koneksi komunikasi serial nirkabel
transparan, sehingga lebih mudah untuk berinteraksi dengan komunikasi kontrol
antarmuka PC (Personal Computer). Modul bluetooth HC-05 menyediakan mode

10

peralihan antara mode master dan slave yang berarti tidak dapat menggunakan data
penerima maupun transmisi.

Gambar 6. Module Bluetooth HC-5 (Sumber: https://bit.ly/2RnCCeD)
13. Relay

Wicaksono dan Hidayat (2017), Relay merupakan alat elektronik yang
berfungsi untuk memutus atau menghubungkan suatu rangkaian elektronik
dengan yang lainnya. Pada dasarnya relay adalah sakelar elektromagnetik yang
akan bekerja ketika arus mengalir melalui kumparan, inti besi akan menjadi
magnet dan akan menarik kontak relay. Kontak dapat ditarik ketika garis magnet
dapat mengalahkan gaya pegas yang berlawanan. Besarnya gaya magnet
ditentukan oleh medan pada celah udara pada jangkar dan inti magnet, serta
banyaknya lilitan kumparan, kekuatan arus yang mengalir atau disebut dengan
kumparan impenement dan pasangan magnet pada kumparan. sirkuit magnetisasi.
Untuk meningkatkan kekuatan medan magnet maka dibentuklah rangkaian.
Kontak-kontak atau kutab-kutub dari relay umumnya memiliki tiga dasar
pemakaian yaitu:
a. Bila kumparan dialiri arus listrik maka kontaknya akan menutup dan disebut

sebagai kontak Normally Open (NO).
b. Bila kumparan dialiri arus listrik maka kontaknya akan membuka dan disebut

dengan kontak Normally Close (NC).
c. Tukar-sambung (Change Over/CO), relay jenis ini mempunyai kontak tengah

yang normalnya tertutup tetapi melepaskan diri dari posisi ini dan membuat
kontak dengan yang lain bila relay dialiri listrik.

11

Gambar 7. Relay (Sumber : https://sea.banggood.com/)
14. Alat Pendukung
a. Kabel Jumper

Zaki 2010 (dalam Yuswanda, 2018:10) menyatakan bahwa jumper
merupakan penghantar listrik kecil yang dimasukkan ke dalam pin untuk
menghubungkan suatu rangkaian listrik. Jadi, kabel jumper merupakan saklar yang
dapat diaktifkan atau dinonaktifkan dengan cara memasang atau melepasnya. Kabel
jumper umumnya memiliki konektor atau pin di setiap ujungnya. Konektor untuk
menusuk disebut konektor male, dan konektor untuk ditusuk disebut konektor
famale.

Gambar 8. Kabel Jumper (Sumber : https://iseerobot.com/)
b. Breadboard

Santoso (2015:2) mengatakan bahwa breadboard memungkinkan kita untuk
membangun dan membongkar rangkaian dengan cepat sehingga sangat cocok untuk
eksperimen. Breadboard terdiri dari garis vertikal dan garis horizontal. Jalur
vertikal berada di tengah yang terdiri dari 2 x 64 garis. Setiap garis terdiri dari 5
titik vertikal, misalnya garis 1A-1B-1C1D-1E dan garis 1F-1G-1H-1I-1J tidak
saling terhubung. Ada 8 garis horizontal, 4 garis di atas dan 4 garis lagi di bawah.
Jalur ini dapat digunakan sebagai catu daya (VCC dan GND) untuk rangkaian.

12

Gambar 9. Breadboard (Sumber : https://www.makerfabs.com/)
c. Adaptor

Adaptor adalah sebuah perangkat berupa rangkaian elektronika untuk
mengubah tegangan listrik yang besar menjadi tegangan listrik lebih kecil, atau
rangkaian untuk mengubah arus bolak-balik (arus AC) menjadi arus searah (arus
DC). Adaptor / power supplay merupakan komponen inti dari peralatan elektronik.
Adaptor digunakan untuk menurunkan tegangan AC 22 Volt menjadi kecil antara 3
volt sampai 12 volt sesuai kebutuhan alat elektronika.

Gambar 10. Adaptor (Sumber: https://www.google.com)
d. Solder

Menurut Udik Wahyudi (2018), solder adalah alat yang paling penting
dalam pekerjaan elektronika. Fungsi solder adalah untuk menyambung dan
menghubungkan komponen yang satu dengan komponen yang lainnya baik secara
langsung maupun pada rangkaian (PCB). Dalam penggunaanya alat solder ini
digunakan dengan menggunakan bantuan timah solder yang digunakan sebagai
media penyambungnya. Solder merupakan senjata utama dalam proses pembuatan
robot. Jadi dapat disimpulkan bahwa solder adalah alat yang dapat mengubah energi
listrik menjadi energi panas dan berfungsi untuk melelehkan timah.

13

Gambar 11. Solder (Sumber: https://www.google.com)
15. MIT App Inventor

Gambar 12. MIT App Inventor
Menurut Putra dkk (2016:47), App Inventor merupakan suatu aplikasi
berbasis web yang dibuat oleh Google dan dirilis pada 15 Desember 2010 dengan
tujuan sebagai komputasi pendidikan pada lingkungan pengembangan online.
Sementara menurut Yudhana (2018:92), MIT App Inventor merupakan alat untuk
membuat aplikasi android yang didasarkan pada pemrograman blok visual.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa MIT App Inventor adalah suatu aplikasi
berbasis web untuk yang berfungsi membuat aplikasi android yang didasarkan pada
pemrograman blok visual yang dibuat oleh google dengan tujuan sebagai komputasi
pendidikan pada lingkungan pengembangan online.
16. Research and Development (R&D)
Menurut Rakasiwi dan Raqius (2017), R&D merupakan metode penelitian
yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk dan menguji keefektifan produk
tersebut. Menurut Pratomo dan Agus (2015), R&D adalah upaya untuk

14

menghasilkan suatu produk berupa materi, media, alat atau strategi pembelajaran
yang digunakan untuk mengatasi permasalahan. Sedangkan menurut Hermawan
(2019), R&D merupakan suatu proses atau langkah-langkah untuk
mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada.
Sehingga bisa disimpulkan bahwa R&D adalah metode untuk menghasilkan suatu
produk baru atau mengembangkan produk yang sudah ada.

Menurut Borg and Gall (dalam Sugiyono, 2010), tahapan-tahapan dalam
penelitian Research and Development (R&D) antara lain:
a. Potensi Masalah

Potensi adalah segala sesuatu yang apabila didayagunakan akan memiliki
nilai tambah. Sedangkan masalah dapat dijadikan potensi apabila kita dapat
mendayagunakannya.
b. Mengumpulkan informasi

Setelah potensi dan masalah dirumuskan secara faktual dan up to date,
selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai
bahan untuk perencanaan produk yang diharapkan. dapat mengatasi masalah
tersebut.
c. Desain produk

Produk yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan beragam.
Dalam bidang teknologi, orientasi produk teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk
kebutuhan manusia adalah produk yang berkualitas, ergonomis dan bermanfaat
ganda.
d. Validasi desain

Merupakan suatu kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk secara
rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak.
e. Uji coba pemakaian

Pengujian efektifitas produk baru pada sampel yang terbatas tersebut
menunjukan bahwa produk baru lebih efektif daripada produk lama.

17. Flowchart
Menurut Ardiansyah (2016:24), flowchart atau bagan alir adalah bagan

(chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara
logika. Bagan alir (flowchart) digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan

15

untuk dokumentasi. Daftar simbol-simbol yang digunakan dalam flowchart dapat
dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1. Daftar Simbol Flowchart

No Gambar Nama Keterangan
Permulaan atau akhiran program
1 Terminator

2 Flow line Arah aliran program

3 Preparation Proses inisialisasi atau pemberian harga

awal

4 Process Proses perhitungan atau proses

pengolahan data

5 Input/Output Proses input atau output data, Parameter,

Data informasi

6 Decision Perbandingan pernyataan,

menyelesaikan data yang memberikan

plihan atau langkah selanjutnya.

7 On page Penghubung bagian-bagian flowchart

yang ada pada satu halaman.

8 Off page Penghubung bagian-bagian flowchart
ceonnector yang ada pada halaman berbeda.

Sumber: Ardiansyah (2016:25)

18. Teknik Pengujian
a. Pengujian Black box

Mustaqbal, dkk (2015:34) menyatakan bahwa black box testing berfokus
pada spesifikasi fungsional dari perangkat lunak. Tester dapat mendefinisikan
kumpulan kondisi input dan melakukan pengetesan pada spesifikasi fungsional
program. Black box testing bukanlah solusi alternatif dari white box testing tapi
lebih 14 merupakan pelengkap untuk menguji hal-hal yang tidak dicakup oleh white
box testing. Lebih lanjut Mustaqbal, dkk mengatakan bahwa black box Testing
cenderung untuk menemukan hal-hal berikut:
1) Fungsi yang tidak benar atau tidak ada.
2) Kesalahan antarmuka (interface error).

16

3) Kesalahan pada struktur data dan akses basis data.
4) Kesalahan performansi (performance error).
5) Kesalahan inisialisasi dan terminasi.
b. Pengujian White Box

Pengujian white box yaitu pengujian perangkat lunak dari segi desain dan
kode program apakah mampu menghasilkan fungsi-fungsi, masukan dan
keluaranyang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan. Pengujian perangkat lunak dari
segi desain dank ode program apakah mampu menghasilkan fungsi masukan dan
keluaran yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan. Merawat program bisa
dilakukan dengan menyederhanakan source code program sehingga apabila diuji
menggunakan white box testing lagi, akan menghasilkan node, edgeds, dan test
cases yang lebih sedikit dibandingkan dengan pengujian sebelumnya (Cholifah,
Yulianingsih dan Sagita, 2018).

Berdasarkan penjabaran di atas, pengujian yang dilakukan dalam penelitian
ini adalah metode black box testing. Pengujian yang didasarkan pada detail sistem
seperti tampilan aplikasi, fungsi-fungsi yang ada pada sistem, dan kesesuain alur
fungsi dengan bisnis proses yang diinginkan oleh customer. Tujuan dari pengujian
ini yaitu untuk memastikan setiap bagian sudah sesuai dengan alur proses yang
ditetapkan dan memastikan semua kesalahan masukan yang dilakukan oleh
pengguna dapat ditangani oleh sistem.

2.2 Hasil Penelitian yang Relevan
Penelitian studi literatur yang dilakukan pada hasil penelitian karya ilmiah,

sebagai sumber referensi dan bahan acuan terhadap sistem yang akan dibuat. Hasil
penelitian dibawah ini sangat relevan atau berhubungan dengan penelitian yang
akan peneliti lakukan baik dari segi rancang maupun objek penelitiannya meskipun
diterapkan pada sistem yang berbeda.
1. Iskandar, Muhajirin dan Lisah (2017) dalam penelitiannya yang berjudul

“Sistem Keamanan Pintu Berbasis Arduino Mega” Penelitian ini bertujuan
adalah untuk 1) merancang prototype pengamanan pintu ruang dosen berbasis
arduino mega yang terintegrasi dengan Fingerprint dan kamera, 2) Menguji
Efektifitas prototype kemanan pintu ruang dosen. Jenis penelitian ini adalah jenis
penelitian perancangan yang dalam lingkup penelitian R&D (Penelitian dan

17

Pengembangan). Data dikumpulkan berdasarkan observasi dan wawancara.
Teknik analisis data dengan cara deskriptif. Hasil penelitian itu menunjukkan
bahwa prototype pengaman pintu ruang dosen STMIK AKBA menggunakan
kamera dan fingerprint berbasis arduino mega dapat membantu dosen dalam
meningkatkan keamanan pada ruang dosen dan berdasarkan hasil analisis secara
deskriptif ditemukan bahwa perangkat tersebut dapat berjalan dengan efektif.
2. Yudhana, Sunardi dan Priyatno (2017) dalam penelitiannya yang berjudul
“Perancangan Pengaman Pintu Rumah Berbasis Sidik Jari Menggunakan
Metode Uml” hasil penelitiannya adalah merancang pembuatan pengaman pintu
rumah dengan menggunakan sidik jari. Proses yang dilakukan adalah input sidik
jari, identifikasi sampai dengan verifikasi setiap sidik jari yang direkam dalam
data base. Metode yang digunakan adalah Unified Modeling Language (UML).
Fingerprint C3 digunakan sebagai komponen input yang akan diolah oleh
Arduino Uno ATMega 328. Hasil percobaan dari rancangan ini selenoid akan
membuka dengan cara bekerja maju dan mundur setelah diberikan arus 5 volt.
3. Siswanto, Yulianti dan Costaner (2018) dalam penelitiannya yang berjudul
“Home Doorlock Security System With Biometric Fingerprint Based On
Arduino” hasil penelitiannya adalah sebuah prototype baru untuk otomasi dan
keamanan pintu rumah yang mengkombinasikan teknologi biometrik sidik jari
dan Arduino. Diharapkan sistem ini membantu meningkatkan keamanan dan
kenyaman para penghuni rumah dengan instalasi yang mudah dan biaya yang
murah. Sistem ini secara otomatis mengontrol (buka atau tutup) pintu
berdasarkan sidik jari pengguna yang telah didaftarkan dalam basis data di
mikrokontroler Arduino. Sistem utamanya terdiri dari mikrokontroler Arduino,
sensor sidik jari dan doorlock system.

18

2.3 Kerangka Pikir
Skema kerangka pikir dalam penelitian yang akan dilakukan dapat dilihat

pada gambar 13 sebagai berikut:

Rancang bangun prototype fingerprint doorlock dengan notification getaran
menggunakan mikrokontroler arduino

Ruangan KKN Kampus 1 Universitas Cokroaminoto Palopo, Jl. Latamacelling No. 19
Kota Palopo

Masalah yang terjadi pintu menggunakan sistem keamanan berupa solenoid manual.
Permasalahannya pada kunci solenoid manual adalah hanya penguncian solenoid
tanpa adanya sistem keamanan pendukung lainnya dan hanya dibuka dan ditutup
dengan menggunakan kunci sesuai

Solusi yang ditawarkan untuk meningkatkan sistem keamanan pada pintu yaitu
diperlukan alat keamanan tambahan berupa sms notifikasi apabila terjadi pengrusakan
dan pembobolan pintu. Kemudian solusi yang ditawarkan atas kehilangan kunci yang

terjadi sekaligus lebih meningkatkan keamanan adalah fingerprint door lock.
Kemudian solusi terakhir yang ditawarkan peneliti menambahkan koneksi Bluetooth
yang terhubung ke aplikasi smartphone untuk lebih memudahkan pengguna membuka

dan mengunci pintu

Dengan adanya prototype Pintu fingerprint berbasis arduino ini diharapkan dapat
membantu meningkatkan sistem keamanan pada pintu dan dapat diterapkan pada

model nyata yang sesungguhnya.

Gambar 13. Kerangka berfikir

19

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan digunakan adalah Research and Development
(R&D). Research and Development adalah suatu proses atau langkah – langkah
untuk mengembangkan suatu produk baru, atau menyempurnakan produk yang
telah ada yang dapat dipertanggungjawabkan. Adapun model pengembangan yang
akan dilakukan adalah model pengembangan Prototype. Produk yang akan dibuat
dalam bentuk prototype. Produk yang akan dibangun pada penelitian ini berupa
prototype Fingerprint Door Lock dengan Notification Getaran Menggunakan
mikrokontroler Arduino. Adapun tahapan – tahapan dalam penelitian R&D yang
digunakan dapat dilihat pada gambar 14 dibawah ini.

Gambar 14. Tahapan Penelitian Research and Development (R&D)
Menurut Borg and Gall (dalam Sugiyono, 2010), ada 10 tahapan-tahapan
dalam penelitian Research and Development (R&D) namun yng digunakan alam
pebelitian ini hanya menggunakan 8 tahapan yaitu sebagai berikut.
1. Potensi Masalah
Potensi adalah segala sesuatu yang apabila didayagunakan akan memiliki
nilai tambah. Sedangkan masalah dapat dijadikan potensi apabila kita dapat
mendayagunakannya.
2. Mengumpulkan informasi

20

Setelah potensi dan masalah dirumuskan secara faktual dan up to date,
selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai
bahan untuk perencanaan produk yang diharapkan. dapat mengatasi masalah
tersebut.
3. Desain produk

Produk yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan beragam.
Dalam bidang teknologi, orientasi produk teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk
kebutuhan manusia adalah produk yang berkualitas, ergonomis dan bermanfaat
ganda.
4. Validasi desain

Merupakan suatu kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk secara
rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak.
5. Perbaikan desain

Bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang akan menghasilkan
produk yang lebih bagus.
6. Uji coba produk

Desain produk baru langsung diuji coba, setelah divalidasi dan revisi.
7. Revisi produk

Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang
tidak terlalu penting selanjutnya produk baru diterapkan dalam lingkup pendidikan
yang luas.
8. Uji coba pemakaian

Pengujian efektivitas produk baru pada sampel yang terbatas tersebut
menunjukkan bahwa produk baru lebih efektif daripada produk lama.

3.2 Tempat dan Waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Ruang KKN Universitas Cokroaminoto

Palopo yang ada di kampus 1 Universitas Cokroaminoto Palopo yang beralamat di
Jalan Latammacelling Nomor 19 Kota Palopo. Penelitian dilaksanakan pada bulan
Januari 2020 sampai November 2020.

21

3.3 Batasan Penelitian
Untuk memperjelas lingkup penelitian, penulis berfokus pada:

1. Sistem yang dibuat hanya berupa prototype.
2. Sistem hanya mengatur terbukanya pintu berdasarkan sidik jari yang terdaftar.
3. Jenis mikrokontroller yang digunakan adalah Arduino uno.
4. Sistem hanya mengirimkan notifikasi kepada nomor yang terdaftar pada

sistem.
5. Metode pengujian menggunakan blackbox
6. Bahasa pemprograman yang digunakan adalah Bahasa C.
7. Perancangan sistem menggunakan fritzing.
8. Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi arduino IDE versi 1.8.1.
9. Sistem tidak dapat berjalan ketika tidak ada aliaran listrik.
10. Sistem tidak dapat bekerja tanpa adanya jaringan GSM dari penyedia jaringan

seluler.

3.4 Tahapan Penelitian
Tahapan penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pertama

pengumpulan data dengan melakukan studi literatur setelah itu melakukan analisis
sistem yaitu dengan merancang dan meyiapkan kebutuhan-kebutuhan untuk
pembuatan sistem.

1. Teknik Pengumpulan Data
a. Observasi

Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi yaitu dengan
melakukan pengamatan terhadap aktivitas penggunaan pintu yang ada di ruang
KKN Universitas Cokroaminoto Palopo. Hasil dari pengamatan aktivitas
penggunaan pintu yang ada di ruang kkn Universitas Cokroaminoto Palopo
nantinya akan digunakan sebagai referensi.

b. Wawancara
Metode wawancara digunakan untuk mencari informasi atau data yang di

perlukan dalam penelitian ini, dalam hal ini penulis langsung melakukan
wawancara kepada Bapak Andi Rosman N. S.Si., M.Si selaku dosen Informatika

22

dan salah satu staf di ruang KKN Universitas Cokroaminoto Palopo. Hasil dari
wawancara akan digunakan untuk kebutuhan penulis dalam penelitian.

c. Studi Literatur
Teknik pengumpulan data selanjutnya adalah studi literatur. Tujuan dari

studi literatur adalah dengan untuk mencari teori dasar untuk menunjang
penelitian seperti yang dilakukan yaitu dengan melakukan pencarian terhadap
berbagai sumber tertulis. Baik berupa buku, skripsi, jurnal ilmiah, dan sumber-
sumber lainnya yang sesuai dengan permasalahn yang dikaji. Sehingga dapat
membantu perancangan dalam pembuatan sistem fingerprint doorlock dengan
notification getaran menggunakan mikrokontroler arduino.

2. Analisis Sistem
Tujuan dari rancangan sistem secara umum adalah untuk memberikan

gambaran secara umum kepada pemakai tentang sistem yang baru.
a. Sistem yang Berjalan

Dalam melakukan suatu perancangan sistem maka peneliti melakukan
analisis sistem yang bejalan sehingga dapat mengetahui proses yang terjadi,
sistem yang berjalan merupakan penganalisaan terhadap kegiatan-kegiatan yang
dilakukan pada pintu di ruang KKN Universitas Cokroaminoto Palopo sekarang.
Dalam sistem ini proses membuka dan mengunci pintu dibuka secara manual
menggunakan kunci konvensional oleh penjaga kampus.

Mulai

Masukkan
Kunci

Putar Kunci

Pintu
Terbuka

Selesai

Gambar 15. Flowchart sistem yang berjalan

23

b. Sistem yang diusulkan
Sistem yang diusulkan merupakan awal dari pembuatan sistem yang akan

dibuat, dimana dapat dilihat proses-proses apa saja yang nantinya diperlukan
dalam pembuatan suatu sistem.

Sistem yang diusulkan pada penelitian ini yaitu membuka pintu
menggunakan sidik jari dan aplikasi android yang terhubung ke arduino
menggunakan bluetooth. Cara kerja sistem adalah pengguna memasukkan sidik
jari pada komponen fingerprint setelah itu jika fingerprint mendeteksi sidik jari
yang benar maka fingerprint akan langsung mengirimkan data ke mikrokontroler
arduino. Setelah itu data yang diterima oleh mikrokontroler arduino akan
diteruskan ke solenoid untuk membuka pintu selama 7 detik dan pintu kembali
terkunci.

Dalam sistem ini ditambahkan notification getaran yang akan bekerja
apabila ada yang menggerakkan pintu dengan getaran yang telah ditetapkan pada
sistem maka sensor getaran akan langsung bekerja mendeteksi getaran dan
mengirimkan data ke mikrokontroler arduino. Setelah itu data yang diterima oleh
mikrokontroler akan diteruskan ke modul SIM 800L untuk mengirim sms gate
away kepada nomor yang terdaftar pada sistem, pesan tersebut berisi “ada yang
ingin masuk ke dalam ruangan!!!”.

24

1) Flowchart Sistem Membuka dan Mengunci Pintu

Mulai

Arduino Bluetooth Pilih menu
aktif Terkoneksi tutup pintu

Scanning Tidak Pilih Menu Pintu
Sidik Jari Buka Pintu Terkunci

Data Valid Pintu Selesai
Terbuka
Ya
Pintu Selesai
terbuka

Tidak Kirim Data

Delay 7 s

Kunci
Pintu

Power Off
Ya

Selesai

Gambar 16. Flowchart sistem

2) Flowchart Notification getaran

Mulai

Arduino Aktif

Sensor getaran
mendeteksi getaran

Kirim pesan “ada
yang menggerakkan
pintu melalui getaran”

Selesai

Gambar 17. Flowchart Notification getaran

25

c. Kebutuhan Fungsional
1) Sistem dapat mempermudah dalam membuka dan mengunci pintu
2) Sistem menggunakan sidik jari sehingga tidak sembarang orang bisa memasuki

ruangan
3) Keamanan ruangan lebih terjamin karena dilengkapi dengan notification

getaran
4) Membuka dan mengunci pintu lebih dipermudah cukup dengan

mengkoneksikan bluetooth ke smartphone dan membuka aplikasi.

d. Kebutuhan Non Fungsional
1) Kebutuhan Perangkat Keras
a) Leptop asus dengan spesifikasi Windows 7 Ultimate 64-bit, AMD E2-1800 APU

with Radeon(tm) HD Graphics (2 CPUs), ~1.7GHz, 2048MB RAM.
b) Arduino Uno
c) Fingerprint
d) Solenoid
e) SIM 800L
f) Relay
g) Sesor Getaran
h) Kabel Jumper
i) Breadboard
j) Bluetooth
k) Kartu Seluler Telkomsel
l) handphone
2) Kebutuhan Perangkat Lunak
a) Sistem Operasi Windows 7
b) Software Arduino IDE 1.8.5
c) Fritzing 0.9.2
d) Microsoft Visio 2010
e) MIT App Inventor
3) Perangkat Pendukung
a) Adaptor
b) Timah

26

c) Papan Kayu
d) Solder
e) Lem Tembak
f) Baut
g) Obeng

3. Desain
a. Diagram Alir Rangkaian Komponen Elektronika

Sensor Finger Print Bluetooth Power
Getaran Suply
12 V
Switching DC Arduino Mega 2560
Power suply Solenoid

SIM 800L Relay

Handphone
(sms gateaway)

Gambar 18. Diagram Alir Komponen Elektronika

Pada gambar 18 diagram alir fingerprint door lock. Arduino uno sebagai
komponen utama yang akan memproses semua inputan dan megeluarkan output.
Fingerprint melakukan input kepada arduino jika arduino mendeteksi sidik jari
yang benar maka relay yang bertugas sebagai saklar input dan output yang menutup
dan mengunci solenoid, jika sidik jari benar maka relay akan menggerakkan
solenoid untuk membuka pintu sedangkan solenoid sendiri bisa bekerja jika telah
diberi inputan dari power suply sebesar 12 V.

Kemudian untuk notification getaran. Sensor getaran bertugas memberikan
input kepada arduino, jika sensor getaran mendeteksi getaran maka arduino akan
langsung mengirim data kepada modul SIM 800L untuk mengirimkan sms
gateaway kepada user. Kemudian untuk switching DC bertugas memberikan suply
ke SIM 800L.

27

b. Desain Alat Komponen Elektronika

Gambar 19. Rancangan Alat

Pada gambar 19 menggambarkan rangkaian sistem keseluruhan komponen.
Pada rangkaian tersebut terdapat komponen fingerprint, solenoid, breadboard, SIM
800L, switching DC, sensor getaran, relay, arduino uno dan bluetooth dan baterai
dengan keterangan fungsi sebagai berikut :

Tabel 2. Fungsi Setiap Komponen Fungsi Komponen
Dalam sistem ini Fingerprint
No Nama Komponen Gambar Komponen sebagai alat untuk menginput sidik
1 Fingerprint jari dan mengirimkan data ke
arduino.

2 Solenoid Dalam sistem ini Solenoid sebagai
3 SIM 800L alat untuk membuka dan
mengunci pintu
Dalam sistem ini SIM 800L
sebagai alat untuk mengirimkan
pesan.

28

No Nama Komponen Gambar Komponen Fungsi Komponen
4 Sensor Getaran Dalam sistem ini sensor getaran
sebagai alat untuk mendeteksi
getaran.

5 Relay Dalam sistem ini Relay sebagai
6 Arduino uno saklar untuk menghubungkan
solenoid ke arduino.

Dalam sistem ini Arduino uno
Sebagai mikrokontroler yang
mengontrol semua komponen.

7 Modul Bluetooth Dengan input 3.3 – 5 volt,
HC-05 bluetooth berfungsi sebagai sarana
komunikasi antara arduino dengan
8 Breadboard smarthphone pengguna untuk
membuka dan mengunci pintu.

Berfungsi untuk memudahkan
dalam merakit rangkaian
elektronika khususnya arduino.

c. Desain Prototype Pintu

Gambar 20. Prototype Pintu Tampak dari depan

29

Gambar 21. Prototype Pintu Tampak dari belakang

Tabel 3. Gambaran Komponen Scemathic Komponen
No Nama Komponen Gambar Komponen
1 Fingerprint

2 Solenoid

3 SIM 800L
5 Sensor Getaran
6 Relay
7 Arduino uno

30

No Nama Komponen Gambar Komponen Scemathic Komponen
8 Bluetooth HC-05

9 Breadboard

d. Rancangan Interface Aplikasi Android

Hubungkan

Membuka Pintu
Mengunci Pintu

Gambar 22. Rancangan Interface Aplikasi Android
Gambar 22 di atas merupakan desain dari sebuah aplikasi yang akan dibuat
untuk membuka dan mengunci pintu.`
4. Pembuatan
Dalam pembuatan sistem yang diusulkan setidaknya ada beberapa langkah yang
dilakukan, yaitu sebagai berikut :
a. Menyediakan dan melengkapi semua komponen yang dibutuhkan, baik itu
hardware maupun software.
b. Membuat aplikasi android di MIT App Inventor yang akan digunakan nantinya
untuk membuka dan mengunci pintu.

31

c. Merakit semua komponen perangkat keras (hardware) sesuai dengan rancangan
yang dibuat sebelumnya. Komponen hardware tersebut antara lain arduino mega
256, bluetooth HC-05, relay, breadboard, fingerprint, solenoid, sensor getaran,
switching DC, betrei dan SIM 800 L

d. Menulis script program di software Arduino IDE sesuai fungsi yang diinginkan.
e. Mengupload script program ke perangkat keras Arduino Uno.
f. Membuat prototype pintu dan tempat komponen-komponen tersebut nantinya

ditempatkan.
g. Menempatkan komponen yang telah dirakit ke dalam casing dan merapikan

posisi komponen-komponen tersebut.

5. Pengujian
a. Pengujian Sistem

Pengujian pada sistem ini menggunakan pengujian black box, dimana
pengujian black box dilakukan untuk mengetahui apakah semua komponen
berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam proses pengujian ini terkait dengan apakah
fingerprint dapat mendeteksi sidik jari dengan baik. Yang kedua apakah solenoid
dapat membuka pintu sesuai inputan sidik jari yang terdaftar pada sistem. yang
ketiga apakah sensor getaran dapat terkoneksi dengan sim 800L untuk mengirimkan
pesan yang sesuai pada sistem dengan baik dan yang terakhir apakah Bluetooth
terkoneksi dengan baik dan berfungsi sesuai fungsinya. Selain itu pengujian juga
dilakukan untuk setiap komponen apakah terhubung dengan baik atau tidak.

b. Penilaian Ahli
Penilaian ahli berfungsi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem

yang dikembangkan. Penilaian ahli pada sistem fingerprint doorlock dengan
notification getaran ini akan menggunakan kuisioner. Kuisioner disini nantinya
akan dibuat dalam bentuk pertanyaan sesuai dengan model pada pengujian black
box. Dimana penilaian ahli ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk perbaikan
sistem.

32

6. Hasil Akhir
Hasil akhir yang akan diperoleh dalam penelitian ini adalah berupa

prototype. Sistem yang dibuat masih berupa prototype tetapi komponen yang
digunakan pada sistem bisa digunakan pada bentuk nyata. Tidak menutup
kemungkinan dalam sistem ini masih memerlukan perbaikan seperti perubahan
bentuk atau penempatan komponen-kompone pada prototype.

33

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil pembuatan prototype yang telah dilakukan, dapat dilihat

hasil penelitian sebagai berikut:

1. Rangkaian Alat
Prototype rancang bangun fingerprint doorlock dan notification getaran

berbasis arduino dibuat mengikuti rangkaian seperti pada gambar 23.

Fingerprint Arduino
uno
Bluetooth

Sensor Getaran

Relay

Solenoid

SIM 800L

Breadboard

Gambar 23. Rangkaian Alat

Pada gambar 23 menggambarkan rangkaian sistem keseluruhan komponen.
Pada rangkaian tersebut terdapat komponen fingerprint, solenoid, breadboard, SIM
800L, switching DC, sensor getaran, relay, arduino uno dan bluetooth dan baterai
dengan keterangan fungsi sebagai berikut :
Keterangan:

a. Arduino. Pin GND dihubungkan ke papan breadboard di jalur negatif
sedangkan pin 5V dihubungkan ke papan breadboard di jalur positif.

34

b. Fingerprint. Pin GND dihubungkan ke papan arduino, pin VCC dihubungkan ke
papan arduino 3.3 V, pin RX duihubungkan ke papan arduino pin 2 dan pin TX
dihubungkan ke papan arduino pin 3.

c. Bluetooth HC05. Pin GND dihubungkan ke breadboard jalur negatif. Pin VCC
dihubungkan ke papan breadboard jalur positif. Pin Rx dihubungkan ke papan
pin 0 dan pin Tx dihubungkan ke papan arduino pada pin 1.

d. Sensor getaran. Pin GND dihubungkan ke breadboard jalur negatif. Pin VCC
dihubungkan pada jalur positif breadboard dan Pin IN dihubungkan ke papan
arduino Pin 4.

e. SIM 800L. Pin GND dihubungkan ke breadboard jalur negatif. Pin VCC
dihubungkan ke papan breadboard jalur positif. Pin Rx dihubungkan ke papan
arduino pada pin 7 dan pin Tx dihubungkan ke papan arduino pada pin 8.

f. Relay. Pin GND dihubungkan ke papan arduino. Pin VCC pada relay
dihubungkan pada jalur positif breadboard dan Pin IN dihubungkan ke papan
arduino Pin 13.

g. Solenoid. Jalur negatif dihubungkan ke COM relay dan jalur positif
dihubungkan ke betrei.

h. Betrei. Jalur negatif dihubungkan ke IN pada relay dan jalur positif
dihubungkan ke betrei

2. Membuka pintu dengan Fingerprint
Fingerprint merupakan cara lain untuk membuka pintu pada projek ini

yaitu pengguna harus menempelkan jarinya pada sensor apabila ingin membuka
pintu, jika sidik jari yang dideteksi fingerprint sama dengan data sidik jari pada
sistem maka pintu akan terbuka sebaliknya Jika menggunakan sidik jari yang tidak
terdaftar, system akan menolak, dan pintu tidak akan membuka.

3. Membuka pintu dengan Aplikasi Android
Aplikasi android dibuat secara online langsung dari web resmi MIT App

Inventor. Aplikasi android ini berfungsi sebagai alat untuk mengontrol prototype
pintu otomatis menggunakan jalur komunikasi bluetooth yang dipancarkan oleh
bluetooth HC05. Tampilan aplikasi android dapat dilihat pada gambar berikut.


Click to View FlipBook Version