The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Fakhrul Aiman Ramlee, 2022-11-11 14:13:54

USWATUN HASANAH 1604411080

USWATUN HASANAH 1604411080

35

Gambar 24. Tampilan Interface Aplikasi
Aplikasi android berguna untuk mengontrol pintu dari jarak jauh maupun
dekat menggunakan smartphone. Sebelum dapat mengontrol pintu yang pertama
harus dilakukan adalah menginstal aplikasi yang telah dibuat ke dalam android.
Kemudian hubungkan android dengan arduino menggunakan bluetooth lalu
jalankan aplikasi dan tekan tombol pilih bluetooth, pilih device bluetooth
berdasarkan nama device yang dibuat. Setelah terhubung akan tampil pada
aplikasi android dalam bentuk teks “Connected” yang sebelumnya “Not
Connected”.
Pada aplikasi android tersebut terdapat dua pilihan tombol yaitu lock dan
unlock. Tombol lock pada aplikasi berfungsi untuk mengunci pintu dari dalam
maupun dari luar ruangan sedangan tombol unlock pada aplikasi berfungsi untuk
membuka pintu dari dalam maupun dari luar ruangan.
4. Notification sistem keamanan getaran
Dalam sistem ini ditambahkan notification getaran yang akan bekerja
apabila ada yang mendobrak pintu maka sensor getaran akan langsung bekerja
mendeteksi getaran dan mengirimkan data ke mikrokontroler arduino. Setelah itu
data yang diterima oleh mikrokontroler akan diteruskan ke SIM 800L untuk

36
mengirim sms gate away kepada nomor yang terdaftar pada sistem, pesan tersebut
berisi “ada yang ingin masuk ke dalam ruangan!!!”.
5. Percobaan Alat

Gambar 25. Mengunci dan membuka pintu dengan fingerprint

Gambar 26. Mengunci dan membuka pintu menggunakan aplikasi android

37

Gambar 27. Notifikasi getaran
Gambar diatas merupakan percobaan mengunci dan membuka pintu
menggunakan fingerprint dan aplikasi android serta mencoba menggetarkan pintu
sampai SIM 800L mengirimkan notifikasi ke nomor tujuan. Berdasarkan percobaan
tersebut, pintu cerdas telah befungsi sebagaimana mestinya. Semua komponen alat
pintu cerdas bekerja sesuai dengan fungsinya. Percobaan ini dilakukan sebanyak 5
kali percobaan.
4.2 Pembahasan
1. Pengujian Fingerprint
Tahapan pengujian fingerprint dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui
apakah sistem yang dibuat sudah sesuai dengan rancangan yang sudah ada.
Berdasarkan dari hasil pengujian, fingerprint sudah bekerja sebagaimana mestinya.
Meletakkan sidik jari yang sesuai pada sistem akan otomatis membuka pintu
sebaliknya jika sidik jari tidak sesuai maka pintu tidak dapat terbuka. Berdasarkan
hasil dari pengujian yang dilakukan, fingerprint sudah berjalan sesuai dengan
rancangan yang sudah ada. Pengujian fingerprint dapat dilihat pada gambar
berikut.

38

Gambar 28. Pengujian Fingerprint
2. Pengujian Tombol Lock

Tahapan pengujian tombol lock dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui
apakah system yang dibuat sudah sesuai dengan rancangan yang sudah ada.
Berdasarkan dari hasil pengujian yang dilakukan, tombol lock sudah berjalan dan
sesuai dengan rancangan yang sudah ada. Pengujian tombol lock ini dapat dilihat
pada gambar berikut.

39

Gambar 29. Pengujian Tombol Lock
3. Pengujian Tombol Unlock

Tahapan pengujian tombol unlock dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui apakah system yang dibuat sudah sesuai dengan rancangan yang sudah
ada. Berdasarkan dari hasil pengujian yang dilakukan, tombol unlock sudah
bekerja sebagaimana mestinya. Pengujian tombol unlock ini dapat dilihat pada
gambar berikut

40

Gambar 30. Pengujian Tombol Unlock

4. Pengujian Struktural
Tahapan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah sistem yang

dibuat sudah sesuai dengan rancangan yang sudah ada. Uji coba ini dilakukan
dengan menguji pin-pin input dan output digital maupun pin-pin analog. Hasil
pengujian struktural pintu cerdas dapat dilihat pada tabel 5 berikut:

Tabel 4. Pengujian Struktural Pin

Komponen Uji Kondisi yang diharapkan Kondisi Hasil Keterangan
Terhubung Berfungsi
GND GND melalui papan arduino
Terhubung Berfungsi
ke fingerprint
Terhubung Berfungsi
GND GND melalui papan arduino
ke relay Terhubung Berfungsi

GND GND melalui breadboard ke
sensor getaran

GND GND melalui breadboard ke
bluetooth HC-05

41

GND GND melalui breadboard ke Terhubung Berfungsi
modul SIM 800 L

3V 3V melalui papan arduino ke Terhubung Berfungsi

modul fingerprint

5V 5V melalui breadboard ke Terhubung Berfungsi

relay

5V 5V melalui breadboard ke Terhubung Berfungsi

modul SIM 800 L

5V 5V melalui breadboard ke Terhubung Berfungsi

bluetooth HC-05

5V 5V melalui breadboard ke Terhubung Berfungsi

sensor getaran

D7 Pin D7 terhubung ke pin Tx di Terhubung Berfungsi

modul SIM 800 L.

D8 Pin D7 terhubung ke pin Rx di Terhubung Berfungsi

modul SIM 800 L.

Pin 0 Pin 0 terhubung ke pin Tx di Terhubung Berfungsi
Pin 1 modul bluetooth HC-05. Terhubung Berfungsi
Pin 1 terhubung ke pin Rx di
modul bluetooth HC-05.

Pin 2 Pin 2 terhubung ke pin Tx di Terhubung Berfungsi
modul fingerprint.

Pin 3 Pin 3 terhubung ke pin Rx di Terhubung Berfungsi
modul fingerprint.

Pin 4 Pin 4 terhubung ke sensor Terhubung Berfungsi
getaran.

Pin 13 Pin 13 terhubung ke relay. Terhubung Berfungsi

5. Pengujian Program
Pengujian program dilakukan untuk mengetahui program yang dibuat telah

berhasil atau gagal.
a. Pengujian Pertama

Hasil pengujian pertama adalah proses upload program. Pada proses ini,
masih terjadi kegagalan saat proses upload dilakukan. Hal tersebut disebabkan pada
saat melakukan upload program, modul bluetooth HC-05 sudah terpasang pada
rangkaian. Solusi untuk masalah ini adalah dengan melepaskan komponen

42
bluetooth, setelah itu upload kembali program.Berikut contoh upload program yang
gagal dilakukan dapat di lihat pada gambar berikut.

Gambar 31. Program Eror
b. Pengujian Kedua

Hasil pengujian kedua yang dilakukan adalah proses upload program yang
berhasil di lakukan setelah melepas komponen bluetooth HC-0 5. Proses upload
program yang berhasil dilakukan dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 32. Program Berhasil

43

c. Pengujian Ketiga
Hasil pengujian kelima yang dilakukan adalah masih terdapat error pada

program aplikasi android yang dibuat sehingga saat dilakukan pengujian, aplikasi
tidak berjalan sebagaimana mestinya. Error yang ditemukan adalah fungsi tombol
menghubungkan smartphone ke bluetooth. Kesalahan pembuatan fungsi tombol
dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 33. Listing Aplikasi Android Eror
d. Pengujian Keempat

Hasil pengujian keenam adalah melakukan perbaikan error terhadap fungsi
perintah yang salah. Terdapat fungsi perintah yang seharusnya bekerja saat tombol
di klik tetapi justru perintah ini bekerja saat tombol belum di klik. Maka dari itu
digantilah perintah “BeforePicking” menjadi “AfterPicking”. Setelah perintah
tersebut diganti, error sudah tidak ditemukan lagi pada saat pengujian, aplikasi
dapat berjalan sebagaimana mestinya. Program yang sudah tidak terdapat error
didalamnya dapat dilihat pada gambar berikut.

44

Gambar 34. Listing Aplikasi Android Berhasil

6. Pengujian Sistem
Pengujian sistem dilakukan bertujuan untuk mengetahui kinerja dan

kemampuan dari perangkat yang dibangun. Pengujian dilakukan pada sistem dari
perangkat, sehingga dapat dianalisis dan disimpulkan apakah sistem yang telah
dirancang sudah bekerja dengan baik atau belum.

a. Pengujian Fingerprint
Pengujian modul fingerprint dilakukan untuk mengetahui apakah fingerprint sudah
bekerja sesuai dengan sistem yang dirancang atau tidak.

Tabel 5. Pengujian Fingerprint

Komponen Uji Kondisi yang Diharapkan Kondisi Hasil Keterangan
Modul fingerprint Relay akan berstatus ON jika Sesuai Berfungsi
sensor membaca sidik jari yang
benar sesuai pada sistem.

Modul fingerprint Relay akan berstatus OFF jika Sesuai Berfungsi
sensor membaca sidik jari yang
salah.

b. Pengujian Sensor Getaran
Pengujian sensor ultrasonik getaran dilakukan untuk mengetahui apakah sensor
getaran sudah bekerja sesuai dengan sistem yang dirancang atau tidak.

45

Tabel 6. Pengujian Semsor Getaran

Komponen Uji Kondisi yang Diharapkan Kondisi Hasil Keterangan
Sensor getaran SIM 800L akan mengirimkan Sesuai Berfungsi
pesan jika sensor getaran
membaca nilai data = 1.

Sensor getaran SIM 800L tidak akan Sesuai Berfungsi
mengirimkan pesan jika sensor
getaran tidak membaca nilai
data=1.

c. Pengujian Bluetooth HC-05

Modul bluetooth HC-05 memiliki 7 pin yaitu, pin VCC (positif power supply),

GND (negatif power supply), RX penerimaan data dari TX peralatan lain, TX

pengiriman data ke RX peralatan lain dan EN enabled client untuk masuk ke mode

AT Command. Hasil pengujian modul bluetooth HC-05 dapat dilihat pada tabel

berikut.

Tabel 7. Pengujian Bluetooth HC-05

Komponen Uji Kondisi yang Diharapkan Kondisi Hasil Keterangan
Bluetooth HC-05 Berfungsi
Bluetooth HC-05 terhubung Sesuai

dengan android

Bluetooth HC-05 Relay akan berstatus ON jika Sesuai Berfungsi
menerima pesan teks “1”

melalui bluetooth.

Bluetooth HC-05 Relay akan berstatus OFF jika Sesuai Berfungsi
menerima pesan teks “0”

melalui bluetooth untuk yang

kedua kalinya.

d. Pengujian SIM 800 L
Pengujian SIM 800 L dilakukan dengan melihat apakah pesan akan terkirim ke
nomor tujuan sesuai cara kerja sensor getaran. Berikut tabel pengujiannya.

46

Tabel 8. Pengujian SIM 800 L

Komponen Uji Kondisi yang Diharapkan Kondisi Hasil Keterangan
Sesuai Berfungsi
SIM 800L Lampu akan berkedip perlahan

jika menemukan sinyal.

SIM 800L SIM 800L mengirimkan pesan Sesuai Berfungsi
“ada yang mencoba berusaha
masuk ke dalam ruangan ! “ jika

sesnsor getaran membaca nilai

data=1.

SIM 800 L SIM 800L tidak mengirimkan Sesuai Berfungsi
pesan jika sensor getaran tidak
membaca nilai data=1

e. Pengujian Relay

Pengujian relay dilakukan dengan cara memberikan inputan atau kondisi high

dan low. Relay akan menerima kondisi high atau low berdasarkan kondisi yang

diterima dari sensor suhu dan ultrasonik. Ketika relay diberikan nilai high maka

kontak terminal Normally Open akan menutup dan menghubungkan arus listrik,

sebaliknya apabila relay diberikan nilai low maka kontak terminal Normally Close

akan membuka dan memutuskan aliran arus listrik. Berikut tabel pengujiannya

Tabel 9. Pengujian Relay

Komponen Uji Kondisi yang Diharapkan Kondisi Hasil Keterangan
Berfungsi
Relay Solenoid akan membuka pintu jika Sesuai

relay dalam kondisi HIGH.

Relay Solenoid akan menutup pintu jika Sesuai Berfungsi
relay dalam kondisi LOW.

f. Pengujian Solenoid.
Pengujian solenoid dilakukan dengan memberikan inputan dan

membandingkan apakah inputan yang diberikan telah sesuai kondisi yang
diharapkan. Berikut ini tabel pengujian solenoid.

47

Tabel 10. Pengujian Solenoid

Komponen Uji Kondisi yang Diharapkan Kondisi Hasil Keterangan
Solenoid Ketika tombol buka ditekan pada Sesuai Berfungsi
aplikasi android maka relay
menerima kondisi high dan
solenoid terbuka.

Solenoid Ketika tombol tutup ditekan pada Sesuai Berfungsi
aplikasi android maka relay
menerima kondisi low dan
solenoid dalam mode terkunci.

Solenoid Jika sidik jari pada fingerprint Sesuai Berfungsi
sesuai maka relay menerima
kondisi high dan solenoid terbuka
dan sebaliknya jika sidik jari tidak
sesuai maka solenoid dalam mode
terkunci.

g. Pengujian Aplikasi Android

Pengujian aplikasi Android dilakukan dengan menggunakan ponsel pintar

Oppo Neo 7 dengan menghubungkan ponsel pintar ke modul bluetooth HC-05 dan

akan dikontrol menggunakan aplikasi android. Hasil pengujian aplikasi android

bisa dilihat pada tabel berikut.

Tabel 11. Pengujian Aplikasi Android

Komponen Uji Kondisi yang Diharapkan Kondisi Hasil Keterangan
Aplikasi Android Aplikasi android terhubung Sesuai Berfungsi
dengan modul Bluetooth HC-
05.

Aplikasi Android Modul Bluetooth HC-05 Sesuai Berfungsi
menerima pesan “1” yang

dikirimkan aplikasi android

untuk membuka pintu.

Aplikasi Android Modul Bluetooth HC-05 Sesuai Berfungsi
menerima pesan “0” yang

dikirimkan aplikasi android

untuk mengunci pintu.

7. Perbandingan Keunggulan dan Kelemahan Prototype Pintu Cerdas
dengan Penelitian yang Telah Ada
Prototype pintu cerdas berbasis mikrokontroler arduino memiliki beberapa

keunggulan dan kelemahan. Adapun perbandingan keunggulan dan kelemahan dari

48

prototype yang dibuat peneliti dengan penelitian yang telah ada dapat dilihat pada
tabel 12.

Tabel 12. Perbandingan Keunggulan dan Kelemahan Prototype dengan Penelitian

yang Telah Ada

Keunggulan Kelemahan

Penelitian yang dibuat Penelitian yang Penelitian yang Penelitian yang
telah ada dibuat telah ada
Dalam penelitian ini
Menggunakan Kelemahan Penelitian
keunggulan dari penelitian sensor dalam penelitian sebelumnya
fingerprint ini yaitu pada hanya
sebelumnya adalah untuk membuka fingerprint menggunakan
pintu dalam kondisi fingerprint
ditambahkan notifikasi tertentu dapat sehingga jika
mengalami error fingerprint rusak
getaran untuk mengetahui atau lambat maka tidak ada
dalam lagi akses untuk
siapa yangingin masuk ke mendeteksi sidik membuka pintu.
jari.
dalam ruangan dengan

paksa kemudia ditambahkan

juga aplikasi android untuk

membuka pintu dari jarak

jauh.

Keunggulan prototype pintu cerdas yang dibuat peneliti adalah
ditambahkan notification getaran yang akan bekerja apabila ada yang ingin
memaksa masuk ke dalam ruangan sehingga getarannya terdeteksi oleh sensor
getaran maka sensor getaran akan langsung bekerja mendeteksi getaran dan
mengirimkan data ke mikrokontroler arduino. Setelah itu data yang diterima oleh
mikrokontroler akan diteruskan ke modul SIM 800L untuk mengirim sms gate
away kepada nomor yang terdaftar pada sistem, pesan tersebut berisi “ada yang
ingin masuk ke dalam ruangan!!!”.

Kelemahan prototype pintu cerdas yang dibuat peneliti yaitu fingerprint
pada kondisi tertentu dapat mengalami error atau lambat dalam mendeteksi sidik
jari. Bila jari yang dideteksi berada dalam kondisi basah, berkeringat atau kotor
maka proses pengenalan dapat sulit dilakukan. Karena modul sidik jari sangat
sensitif, maka dapat berakibat lambatnya proses mendeteksi sidik jari.

49

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian yang telah diuraikan sebelumnya maka dapat
diambil kesimpulan bahwa:
1. Perancangan desain alat digambarkan dalam bentuk sebuah diagram flowchart
dan merancang rangkaian alat menggunakan fritzing lalu selanjutnya
diimplementasikan atau diterapkan pada pintu cerdas.
2. Pintu cerdas sebagai alat keamanan berbasis mikrokontroler arduino dapat
berfungsi dan bekerja sebagaimana mestinya dengan menggabungkan
beberapa rangkaian seperti arduino uno, sensor getaran, breadboard, SIM
800L, bluetooth, fingerprint, relay dan solenoid. Pintu cerdas dapat diakses
menggunakan fingerprint dan bluetooth selain itu ditambahkan notification
getaran sebagai pengaman ketika ada yang ingin masuk ke dalam ruangan
dengan paksa.

5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan terdapat saran

untuk pengembangan penelitian selanjutnya sebaiknya ditambahkan kamera untuk
melihat siapa saja yang ingin masuk ke dalam ruangan sebelum pemilik
membukakan pintu sehingga keamanan di dalam ruangan lebih terjaga.

DAFTAR PUSTAKA

Ardiansyah. 2016. Sistem Monitoring Air Layak Konsumsi Berbasis Arduino.
Skripsi tidak diterbitkan. Makassar. UIN Alauddin.

Arifin, j, dkk. 2016. Perancangan Murottal Otomatis Menggunakan
Mikrokontroler Arduino Uno. Jurnal media infotama. 12(1).89-98.

Basjaruddin, N. C. 2016. Pembelajaran Mekatronika Berbasis Proyek. Deepublish.
Yogyakarta.

Dinata, Y.M. 2015. Arduino itu pintar. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.

Kadir, A. 2015. From Zero to A Pro Arduino. Andi. Yogyakarta.

Kadir, A. 2016. Simulasi Arduino. PT Elex Media Computindo. Jakarta.

Kahimpong R. L dkk. 2017. Rancang Bangun Penggerak Alat Jemur Pakaian
Otomatis Berbasis Arduino Uno Atmega328. Jurnal Online Poros Teknik
Mesin. 6(1): 69-81.

Mustaqbal, M. S, dkk. 2015. Pengujian Aplikasi Menggunakan Blackbox Testing
Boundary Value Analysis (Studi Kasus: Aplikasi Prediksi Kelulusan
SNMPTN). Jurnal: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi terapan. 1(3). 38.

Najar. 2017. Rancang Bangun keamanan pintu berbasis arduino uno dengan Quick
Response Code Pada Ruang laboratorium komputer di SMK Negeri Satu
Tambelang. Jurnal Informatika SIMANTIK. Vol 1 (2):39.

Pakpahan, P dan Achmad I. 2019. Rancang Bangun AMF-ATS Berbasis SIM800L
dengan Fungsi Monitoring Status Switching pada Genset. Jurnal Teknik
Elektro. 08(1):81-89.

Pratomo, A, Irawan, A. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif
Berbasis Web Menggunakan Metode Hannafin Dan Peck. Jurnal Positif,
1(1):14 - 28

Purba, Terhulin, T. Ahri Bahriun. 2015. Perancangan Sistem Home Automation
Berbasis Arduino Uno. Singuda Ensikom. 10 (28)

Putra, D. W dkk. 2016. Game Edukasi Berbasis Android Sebagai Media
Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini. Jurnal Informatika Merdeka Pasuruan.
1(1): 46-58.

Rakasiwi & Taqius. 2017. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Udang Vannamei
Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis WEB. Jurnal SIMETRIS.
8(2).

Rusmala. 2015. Sistem Informasi Pengisian Pulsa Elektrik. Jurnal Ilmiah
d’ComPutarE. 5(1):16-27.

Santoso, H. 2015. Panduan Praktis Arduino Untuk Pemula. Elangsakti.Com.

Saputra J, F, dkk. 2018. Pembangunan Prototype Sistem Monitoring Getaran
Gempa Menggunakan Sensor Module SW-420. e-Proceeding of Applied
Science. 4(3).

Shandy, D, Y, dkk. 2015. Implementasi Sistem Kunci Pintu Otomatis Untuk Smart
Home Menggunakan Sms Gateway. e-Proceeding of Engineering. 2(2):

Siswanto, A, dkk. 2018. Sistem Pengaman Pintu Rumah dengan Teknologi
Biometrik Sidik Jari Berbasis Arduino Home Doorlock Security System With
Biometric Fingerprint Based On Arduino. Jurnal Penelitian Pos dan
Informatika. 8(2):97-107

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
dan R&D. Alfabeta. Bandung.

Sumarjono, A. 2018. Perancangan Prototype Lampu Rumah Tangga Via Wireless
Bluetooth 2,4 Ghz Berbasis Arduino. Teknoin. 24(1): 9-20.

Suryadi. 2019. Rancang Bangun Prototype Penyiram Tanaman Otomatis
Menggunakan Mikrokontroler Arduino Berbasis Android. Skripsi Tidak
Diterbitkan. Palopo: Fakultas Teknik Komputer-Universitas Cokroaminoto
Palopo.

Wicaksono, M. F., & Hidayat. (2017). Mudah Belajar Mikrokontroler Arduino:
Disertai 23 Proyek, Termasuk Proyek Ethernet dan Wireless Client Server.
Bandung: Informatika.

Yudhana, A & Dwi, M. D. P. 2018. Rancang Bangun Sistem Pemantauan Infus
Berbasis Android. Transmisi. 20(2): 91-95.

Yudhana, A, dkk. 2017. Perancangan Pengaman Pintu Rumah Berbasis Sidik Jari
Menggunakan Metode Uml. Jurnal tegnologi. 10(2)

Yuliza, Eni, Toibah Umi Kalsum. 2015. Alat Keamanan Pintu Brankas Berbasis
Sensor Sidik Jari dan Passoword Digital dengan Menggunakan
Mikrokontroler Atmega. Jurnal Media Infotama. 11(1).

Yuswanda. 2018. Rancang Bangun Sistem Otomasi Kipas Angin Berbasis
Mikrokontroler Arduino Uno. Skripsi tidak diterbitkan. Palopo. Universitas
Cokroaminoto Palopo.

Lampiran 1. Instrumen Pengujian Black Box Rancangan Sistem/Model

LEMBAR EVALUASI PENGUJIAN BLACK BOX RANCANGAN
SISTEM/MODEL

Judul Penelitian : Rancang Bangun Prototype Fingerprint Doorlock dan
Notification Getaran Berbasis Mikrokontroler Arduino

Tempat Penelitian : Ruang KKN Universitas Cokroaminoto Palopo
Nama Mahasiswa : Uswatun Hasanah
Nim : 1604411080
Program Studi : Teknik Informatika

PETUNJUK PENGISIAN

1. Tulislah identitas anda pada tempat yang disediakan.
2. Berikut disajikan 6 pertanyaan yang harus anda jawab dengan jujur

berdasarkan keadaan sebenarnya.
3. Terdapat 2 pilihan jawaban, yaitu:

Berfungsi dengan baik: “Ya”
Tidak berfungsi: “Tidak”
4. Berilah tanda ceklist (√) alternatif jawaban yang benar-benar cocok dengan
pilihan Anda. Bila terjadi kekeliruan, anda dapat memberi tanda (=) pada
pilihan yang salah dan tetap memberikan tanda ceklist (√) pada pilihan yang
benar.

IDENTITAS RESPONDEN

Nama Lengkap : Andi Baso Kaswar, S.Pd., M.Kom.
Pekerjaan : Dosen Prodi Teknik Komputer FT UNM

No. Komponen Uji Uraian Aspek Nilai
Ya Tidak

1. Apakah Led SIM800L ✓

berkedip?

1. SIM800L 2. Apakah SIM800L dapat

mengirim pesan ke nomor

tujuan?

2. Fingerprint Apakah Fingerprint bisa ✓
mendeteksi sidik jari yang

benar ?

1. Apakah solenoid berhasil ✓

membuka pintu ketika

3. Solenoid sidik jari cocok?

2. Apakah solenoid berhasil

menutup pintu ketika

diberi jeda 7s?

Apakah sensor berhasil ✓

4. Sensor Getaran mendeteksi getaran pada
pintu?

Apakah relay aktif saat ✓

5. Relay membuka dan menutup
6. Bluetooth
pintu?

Apakah Bluetooth

terkoneksi dengan baik dan

dapat membuka dan

mengunci pintu

menggunakan aplikasi?

Makassar, 22 / 9 /2020
Responden,

Andi Baso Kaswar, S.Pd., M.Kom





Lampiran 2. Instrumen Pengujian Rancangan Prototype

LEMBAR EVALUASI PENGUJIAN RANCANGAN PROTOTYPE

Judul Penelitian : Rancang Bangun Prototype Fingerprint Doorlock dan
Notification Getaran Berbasis Mikrokontroler Arduino

Tempat Penelitian : Ruang KKN Universitas Cokroaminoto Palopo
Nama Mahasiswa : Uswatun Hasanah
Nim : 1604411080
Program Studi : Teknik Informatika

PETUNJUK PENGISIAN

a. Tulislah identitas anda pada tempat yang disediakan.
b. Berikut disajikan 8 pertanyaan yang harus anda jawab dengan jujur

berdasarkan keadaan sebenarnya.
c. Terdapat 4 pilihan jawaban, yaitu:

1. : berarti “Kurang Sekali”
2. : berarti “Kurang:
3. : berarti “Baik”
4. : berarti “Baik sekali”
d. Berilah tanda ceklist (√) alternatif jawaban yang benar-benar cocok dengan
pilihan Anda. Bila terjadi kekeliruan, anda dapat memberi tanda (=) pada
pilihan yang salah dan tetap memberikan tanda ceklist (√) pada pilihan yang
benar.

IDENTITAS RESPONDEN

Nama Lengkap :Andi Baso Kaswar
Pekerjaan : Dosen Prodi Teknik Komputer FT UNM

No. Uraian Aspek Nilai
1. Desain pintu dari prototype yang dibuat 12 3 4



2. Tingkat kesesuaian posisi/letak solenoid ✓

3. Tingkat kesesuaian sidik jari ✓

4. Tingkat kesesuaian posisi atau letak sensor ✓
getaran.

Makassar, 22 / 9 /2020
Responden,

Andi Baso Kaswar, S.Pd., M.Kom.





Lampiran 3. Instrumen Wawancara
LEMBAR INSTRUMEN WAWANCARA

Judul Penelitian:

RANCANG BANGUN PROTOTYPE FINGERPRINT DOORLOCK
DAN NOTIFICATION GETARAN BERBASIS
MIKROKONTROLER ARDUINO

Uswatun Hasanah
1604411080

FAKULTAS TEKNIK KOMPUTER
UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO

2020

LEMBAR INSTRUMEN PELAKSANAAN WAWANCARA

Petunjuk Wawancara :

1. Tulislah identitas Anda pada tempat yang telah disediakan.
2. Berikut disampaikan beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab dengan jujur

dan berdasarkan dengan keadaan sebenarnya.
3. Pertanyaan yang diajukan dalam proses wawancara bersifat terstruktur yang

artinya pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan khusus yang telah
dirancang sebelumnya.
4. Hasil wawancara yang disampikan oleh narasumber nantinya akan dicatat
langsung maupun menggunakan alat bantu seperti alat perekam/recorder.

Identitas Narasumber

Nama Lengkap : Andi Rosman N. S.Si., M.Si
Jabatan
Alamat Kantor : Dosen Fakultas Teknik Komputer

: Kampus 1 Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan
Latammacelling Nomor 19 Kota Palopo

Instrumen Wawancara
Pertanyaan
1. Apakah di ruangan ini pernah terjadi pencurian?

Jawab :
Belum pernah
2. Apakah ada keamanan pintu diruangan ini, kalau ada seperti apa?
Jawab: keamanan pintu diruangan ini hanya berupa kunci konvensional
3. Apakah diruangan ini penggunaan kunci konvensional sudah cukup baik atau
perlu dilakukan inovasi agar lebih menjaga keamanan diruangan ini?
Jawab:
Perlu dilakukan inovasi karena kunci yang digunakan sudah cukup lama
sehingga agak susah untuk membuka pintu kemudian untuk keamanannya
sendiri masih kurang dikarenakan kunci bisa diduplikasi.
4. Apakah alat ini dibutuhkan di ruangan ini?
Jawab:
Untuk alat tersebut saya rasa cukup baik untuk dipasang di ruangan ini

Lampiran 4. Listing Program

=-include <Adafruit_Fingerprint.h>
#include <SoftwareSerial.h> // inclue library software serial
int electronic_lock = 13;
//fingerprint
SoftwareSerial mySerial(2, 3);// Tx, Rx
Adafruit_Fingerprint finger = Adafruit_Fingerprint(&mySerial);
//blututh
char data = 0;
SoftwareSerial module_bluetooth(0, 1); // pin RX | TX
//s.getar dan sms
//SIM800 TX Terhubung Arduino D8
//SIM800 RX Terhubung Arduino D7
const int pinSensor = 4;
boolean data_b;
SoftwareSerial serialSIM800(8, 7);
void setup()
{

pinMode(electronic_lock, OUTPUT);; // mengatur pin 13 sebagai pin output
Serial.begin(9600);
while (!Serial);
delay(100);
//sensor getar
//Memulai Komunikasi Serial Arduino dengan SIM800
serialSIM800.begin(9600);
delay(1000);
Serial.println("Program Kirim SMS...");
// inialisasi status I/O pin
pinMode(pinSensor, INPUT);
//fingerprint
// set the data rate for the sensor serial port
finger.begin(57600);
if (finger.verifyPassword()) {
Serial.println("Found fingerprint sensor");
} else {
Serial.println("Did not find fingerprint sensor");
while (1) { delay(1); }
}
finger.getTemplateCount();
Serial.print("Sensor contains "); Serial.print(finger.templateCount);
Serial.println(" template(s)");
Serial.println("Waiting for valid finger...");
}

void loop() // run over and over again
{

//fingerprint

getFingerprintIDez();

delay(50); //don't ned to run this at full speed.

//bluetooth
if(Serial.available())
{
blutooth();
}

//s.getar dan sms
data_b = digitalRead(pinSensor);
// jika data berupa logic HIGH atau 1
if (data_b == 1)
{
s_getar();
}
}
//function area
//fingerprint
int getFingerprintIDez() {
uint8_t p = finger.getImage();
if (p != FINGERPRINT_OK) return -1;

p = finger.image2Tz();
if (p != FINGERPRINT_OK) return -1;

p = finger.fingerFastSearch();
if (p != FINGERPRINT_OK) return -1;

Serial.print("Found ID #"); Serial.print(finger.fingerID);
Serial.print(" with confidence of "); Serial.println(finger.confidence);
digitalWrite(electronic_lock, HIGH);
Serial.println("unlocked");

delay(5000); //Change the door lock delay from here

digitalWrite(electronic_lock, LOW);

Serial.println("locked");

return finger.fingerID;

}

//blutooth
void blutooth(){
data = Serial.read();
Serial.print(data); //Pembacaan dan ditampilkan data yang masuk

Serial.print("\n");
//Data yang masuk
if(data == '1'){

digitalWrite(electronic_lock, HIGH);delay(1000); //diberikan waktu tunda 1
detik

Serial.print("mati");
}
else if(data == '0')
digitalWrite(electronic_lock, LOW);
Serial.print("menyala");
}

//fungsi s.getar
void s_getar(){
serialSIM800.write("AT+CMGF=1\r\n");
delay(1000);
//No
tujuan SMS (Ganti dengan Nomor Penerima SMS)
serialSIM800.write("AT+CMGS=\"082193251114\"\r\n");
delay(1000);
//Isi SMS
serialSIM800.write("ada yang ingin masuk ke dalam ruangan!!");
delay(1000);
serialSIM800.write((char)26);
delay(1000);
Serial.println("SMS Terkirim !");
}

Lampiran 5. List Studi Pustaka

Ardiansyah. 2016. Sistem
Monitoring Air Layak
Konsumsi Berbasis Arduino.
Skripsi tidak diterbitkan.
Makassar. UIN Alauddin.

Arifin, j, dkk. 2016. Perancangan

murottal otomatis

menggunakan mikrokontroler

arduino uno. Jurnal media

infotama.

Dinata, Y.M. 2015. Arduino itu
pintar. PT Elex Media
Komputindo. Jakarta.

Iskandar, A, dkk. 2017. Sistem
Keamanan Pintu Berbasis
Arduino Mega. Jurnal
Informatika Upgris.

Kadir, A. 2015. From Zero to A Pro
Arduino. Andi. Yogyakarta.

Najar, 2017. Rancang Bangun

keamanan pintu berbasis

arduino uno dengan Quick

Response Code Pada Ruang

laboratorium komputer di

SMK Negeri Satu Tambelang.

Jurnal Informatika

SIMANTIK. Vol 1

Nusyirwan, D, dkk. 2019.

Penyaringan Air Keruh

Menggunakan Sensor Ldr Dan

Bluetooth Hc-05 Sebagai

Media Pengontrolan Guna

Meningkatkan Mutu

Kebersihan Air Di Sekolah.

Jurnal Ilmiah Pengabdian

Kepada Masyarakat.

Mustami, Muhammad. 2017.

Rancang Bangun Website

Penjualan Perangkat

Jaringan Komputer pada PT.

Shangtel Palopo. Skripsi

tidak diterbitkan. Palopo.

Universitas Cokroaminoto

Palopo.

Mustaqbal, dkk. 2015. Pengujian

Aplikasi Menggunakan

Blackbox Testing Boundary

Value Analysis (studi kasus:

aplikasi prediksi kelulusan

SNMPTN). Jurnal Ilmiah

Teknologi Informasi Terapan.

1(3): 31-36.

Pakpahan, P dan Achmad I. 2019.
Rancang Bangun AMF-ATS
Berbasis SIM800L dengan
Fungsi Monitoring Status
Switching pada Genset. Jurnal
Teknik Elektro.

Rusmala. 2015. Sistem Informasi

Pengisian Pulsa Elektrik.
Jurnal Ilmiah d’ComPutarE.

Santoso, H. 2015. Panduan
Praktis Arduino Untuk Pemula.
Elangsakti.Com.

Saputra J, F, dkk. 2018.

Pembangunan Prototype

Sistem Monitoring Getaran

Gempa Menggunakan Sensor

Module SW-420. e-Proceeding

of Applied Science.

Shandy, D, Y, dkk. 2015.
Implementasi Sistem Kunci
Pintu Otomatis Untuk Smart
Home Menggunakan Sms
Gateway. e-Proceeding of
Engineering.

Siswanto, A, dkk. 2018. Sistem
Pengaman Pintu Rumah
dengan Teknologi Biometrik
Sidik Jari Berbasis Arduino
Home Doorlock Security
System With Biometric
Fingerprint Based On
Arduino. Jurnal Penelitian Pos
dan Informatika.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian

Pendidikan Pendekatan

Kuantitatif, Kualitatif, dan

R&D. Alfabeta. Bandung.

Purba, Terhulin, T. Ahri Bahriun.
2015. Perancangan Sistem
Home Automation Berbasis
Arduino Uno. Singuda
Ensikom

Yudhana, A, dkk. 2017.
Perancangan Pengaman Pintu
Rumah Berbasis Sidik Jari
Menggunakan Metode Uml.
Jurnal tegnologi.

Yuliza, E dan Toibah Umi Kalsum.
2015. Alat Keamanan Pintu
Brankas Berbasis Sensor
Sidik Jari dan Password
Digital Dengan Menggunakan
Mikrokontroler Atmega. Jurnal
Media Infotama.

Yuswanda. 2018. Rancang Bangun

Sistem Otomasi Kipas Angin

Berbasis Mikrokontroler

Arduino Uno. Skripsi tidak

diterbitkan. Palopo.

Universitas Cokroaminoto

Palopo.


Click to View FlipBook Version