The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ARUM HANDAYANI, 2023-11-14 21:50:17

KOSP SPF SDN KARANGANYAR FIX

KOSP SPF SDN KARANGANYAR FIX

1 Kurikulum Operasional SD Negeri Karanganyar Tahun Alajaran 2023-2024 merupakan panduan penyelenggaraan seluruh kegiatan di SD Negeri Karanganyar pada Tahun Pelajaran 2023-2024. Kurikulum ini disusun mengacu pada evaluasi pelaksanaan kurikulum sebelumnya dan berdasarkan hasil analisis karakteristik satuan Pendidikan. Kurikulum ini disusun bersama-sama oleh Kepala Sekolah, Dewan Guru, Dinas Pendidikan, Pengawas, dan Orang tua melalui Komite Sekolah. Kurikulum Operasional SD Negeri Karanganyar selanjutnya dijadikan sebagai panduan penyelenggaraan Pendidikan SD Negeri Karanganyar pada tahun berjalan, dan sebagai pijakan untuk penyusunan Kurikulum Operasional tahun berikutnya. Dengandemikian arah langkah Pendidikan di SD Negeri Karanganyar diharapkan terjaga, berkesinambungan, dan semakin berkualitas dari waktu ke waktu. a) Potensi Bentang Alam yang Dominan di Sekitar Sekolah SDN Karanganyar terletak di pusat Kota Subang. Berdiri di atas tanah swadaya murni masyarat dengan luas 2.010². Di sebelah kanan, terdapat area pertanian dan persawahan milik warga setempat. Di sebelah kiri, terdapat area pemukiman masyarakat setempat. Di bagian belakang terdapat pemukiman Pendidikan


2 kompleks baru yang berasal dari luar Kabupaten Subang. Seiring dengan penambahan sekolah baru, SDN Karanganyar mengalami penurunan in put peserta didik. Hal ini terlihat dari animo peserta didik selama 5 tahun ke belakang jumlahnya terus menurun hingga pada tahun pelajaran 2023 siswanya berjumlah 44 orang. Dalam kondisi seperti ini, perlu dibangun kembali kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan SDN Karanganyar dengan menyusun kurikulum yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapan warga sekolah. b) Karakteristik Masyarakat di Sekitar Sekolah Karakter masyarakat di sekitar SD Karangnyar cukup heterogen. Masyarakat yang tergolong status ekonomi menengah ke atas, cenderung menyekolahkan anaknya ke sekolah lain yang letaknya tidak jauh dari SDN Karanganyar. Bagi masyarakat yang berstatus ekonomi rendah, mereka menyekolahkan anaknnya di SDN Karanganyar. Dilihat dari segi sarana dan prasarana sekolah di sekitar SDN Karanganyar lebih unggul, sehingga bagi masyarakat rendah untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut merasa tidak percaya diri. Alhasil, in put siswa SDN Karanganyar merupakan masyarakat yang tingkat ekonominya di bawah prasejahtera. Namun demikian SDN Karanganyar memiliki potensi untuk menuntaskan pembelajaran bagi siswa yang bermasalah di sekolah lain. Siswa yang tidak naik kelas dan mengalami kesulitan dalam belajar dari sekolah lain, dipindahkan ke SDN Karanganyar. c) Kekhasan/Tradisi yang Cukup Kuat di Sekolah/Daerah kekhasan/tradisi masyarakat di sekitar SDN Karanganyar adalah berniaga. Mereka berniaga makanan kecil sebagai mata pencaharian kaum ibu, sedangkan kaum bapaknya sebagian besar tunakarya. Masyarakat di sekitar SDN Karanganyar mayoritas merupakan masyarakat pendatang dari luar Kabupaten Subang, yakni dari Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.. Seiring dengan perkembangan julmah penduduk, mereka membentuk sebuah


3 pemukiman khusus yang berasal dari Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu. d) Peta Profil Guru, Siswa, dan Orang Tua di Sekolah. Guru di SDN Karanganyar terdiri atas 2 orang PPPK, dan 3 orang honorer. Sebagian besar guru-guru masih belajar tentang penerapan Kurikulum Merdeka. Masa kerja honorer rata-rata kurang dari 2 tahun. Setiap tahunnya, tenaga pendidik SDN Karanganyar mengalami pergantian. Dalam kondisi seperti ini dibutuhkan motivasi dan dedikasi tenaga pendidik untuk meningkatkan kinerja. Managemen sekolah harus memfasilitasi peningkatan kompetensi guru. Siswa SDN Karanganyar rata-rata berlatar belakang anak yang mengalami kekurangan dalam motivasi belajar. Kemampuan membaca dan menulis baik di kelas bawah maupun kelas atas masih banyak yang termasuk kategori rendah. Keterpahaman wacana masih jauh di bawah standar Kemampuan Efektif Membaca (KEM). Dalam kondisi seperti ini dibutuhkan pelayanan pendidikan yang berpihak pada murid dengan mengedapankan sistem pendidikan yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapan murid. Orang tua siswa SDN Karanganyar, rata-rata kaum buruh tidak tetap. Tingkat kepedulian terhadap pendidikan kurang mendukung karena faktor ekonomi yang tidak memadai. Siswa sering tidak masuk sekolah dengan alasan tidak mempunyai bekal sekolah. Bahkan beberapa siswa ada yang tidak mampu menggunakan seragam sekolah dengan alasan faktor ekonomi. Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan upaya upaya dari sekolah agar siswa dapat sekolah walaupun dalam keadaan yang serba darurat. e) Kemitraan/Kerjasama Sekolah dengan Pihak Lain. SDN Karanganyar menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga di sekitarnya, di antaranya dengan Puskesmas, Disarpusda, Kelurahan, dan Kesekretariatan Dewan. Bersama petugas puskesmas, sekolah menyelenggrakan sosialisasi hidup bersih dan vaksinasi.


4 Bersama Disarpusda melaksanakan kunjungan dan sosialisasi ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang. Bersama kelurahan, menjalin kerjasama rencana Musyawarah Rencana Pembangunan, untuk kepentingan sarana dan prasarana bangunan sekolah SDN Karanganyar juga melakukan koordinasi dengan anggota legeslatif daerah. f) Program Unggulan Kabupaten Subang Kabupaten Subang akan dicanangkan sebagai kabupaten literasi. Untuk mewujudkan program tersebut Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Subang memiliki program unggulan di bidang literasi, yakni program GERBANG CITA (Gerakan Subang Cinta Pustaka). Program ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan Gerakan Literasi Sekolah pada tahap pembelajaran yang menghubungkan kegitan literasi dengan kegiatan pembelajaran. Kegiatan literasi juga didukung oleh komunitas GLN Gareulis Jawa Barat, Komunitas Lisangbihwa (Literasi Subang Bihari dan Berwibawa), dan komunitas lainnya. Sekaitan dengan program unggulan Kabupaten, SDN Karanganyar turut mendukung untuk mewujudkan program unggulan pemerintah melalui program pembelajaran yang tertuang dalam KOSP. Kegiatan literasi dilaksanakan dengan 3 tahap, yakni pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran.


5 Tabel 1.1 Profil SD Negeri Karanganyar Nama Sekolah SD Negeri Karanganyar NPSN 20232854 NSS 10102191023 Jenjang Pendidikan SD Status Sekolah Negeri Alamat Jln. D. Kertawigenda no.25 Kelurahan Cigadung Kecamatan Subang Kode Pos 41213 Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat Email [email protected] Website www.sdnkaranganyarsbg.sch.id


6 Tabel 1.2 Jumlah Peserta Didik SD Negeri Karanganyar Tahun Pelajaran 2023-2024 Berdasarkan tabel di atas, data jumlah peserta didik laki-laki dan perempuan seimbang memungkinkan dalam pembagian kelas heterogen. Walaupun jumlah siswa minim, sekolah tetap akan melakukan pengelolaan terhadap siswa yang berkaitan dengan program-program pembimbingan terhadap peningkatan prestasi Kelas Jenis kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan Kelas 1 0 4 4 Kelas 2 4 3 7 Kelas 3 2 7 9 Kelas 4 6 3 9 Kelas 5 4 3 7 Kelas 6 6 2 8 Total 22 22 44


7 Tabel 1.3 Data pendidik dan tenaga kependidikan SD Negeri Karanganyar Tahun 2023 No . Nama Jabatan Status Kualifikasi Tersertifikasi 1 Arum Handayani, M.Pd. Kepala Sekolah PNS S-2 Pend. Bahasa Indonesia Sudah 2 Siti Amanah, S.Pd. Guru Kelas PPPK S-1 PGSD Belum 3 Iis Ismawati, S.Pd Guru Kelas PPPK S-1 PPKn Belum 4 Mira Ratna Angggraeni, S.Pd. Guru Kelas Honor S-1 Pend. Bahasa Indonesia Belum 5 Reine Apriatna, S.Pd Guru Kelas Honor S1-Pend. Bahasa Indonesia Belum 6 Acep Saiful Diharja , S.Pd.I Guru Mapel PAdBP Honor S1-PGSD Belum Pendidik dan tenaga kependidikan di SD Negeri Karanganyar memiliki kemampuan penguasaan bidang teknologi informasi yang baik. Hal ini berpengaruh positif terhadap proses pembelajaran paradigma baru dan kegiatan digitalisasi sekolah. Semua Pendidik dan Tenaga pendidik merupakan penduduk asli kabupaten Subang. Ini sangat mendukung dalam membangun kedekatan emosional dan komunikasi dengan peserta didik.


8 Tabel 1.4 Sarana dan Prasarana Tahun 2023 No Sarana Jumlah 1 Ruang Kelas 6 2 Ruang Guru/ Kantor 1 3 Ruang Perpustakaan 1 4 Gudang 1 5 Lapangan / Tempat Bermain 1 6 Mushola 1 7 Toilet 3 8 Ruang UKS - 9 Tempat Parkir 1 12 Laptop 2 13 Alat Olahraga - 14 Media Pembelajaran 3 Berdasarkan tabel di atas, dari segi sarana dan prasarana SD Negeri Karanganyar memiliki fasilitas kurang memadai dalam mendukung kegiatan pembelajaran, dari 6 ruang kelas yang tersedia, hanya 4 ruang yang bisa digunakan untuk pembelajaran. Ruang literasi masih menggunakan ruang perpustakaan. Ruang guru digunakan bersama dengan ruang kepala sekolah, karena ruang kepala sekolah kondisinya kurang kondusif. Mushola menggunakan ruangan kelas yang tidak dipakai. Ruang UKS menggunakan ruang kepala sekolah. Tempat parkir cukup luas. Ruangan toilet tidak berfungsi karena kondisinya rusak berat. Tidak tersedia sarana pendukung pembelajaran seperti chromebook, dan alat teknologi lainnya.


9 Dari hasil analisis karakteristik SD Negeri Karanganyar, beberapa strategi dalam mengimplementasikan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan yang akan dilakukan meliputi


10 1. Meningkatkan kerjasama antara semua warga sekolah dan pemangku kepentingan. 2. Menggunakan kemajuan teknologi untuk peningkatan motivasi belajar dan mutu Pendidikan. 3. Pengembangan pembelajaran paradigma baru dan pembelajaran berdiferensiasi. 4. Pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Center Learning). 5. Pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. 6. Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, di antaranya: a. Bidang Kesehatan Dalam bidang Kesehatan, sekolah menjalin kemitraan dengan Puskesmas Sukarahayu Kab. Subang b. Bidang Akademik Dalam bidang akademik, sekolah menjalin kemitraan dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakan Daerah Kabupaten Subang c. Bidang Sosial Dalam bidang sosial, sekolah menjalin kemitraan dengan aparat kelurahan Cigadung dan RT/RW setempat Kegiatan menjalin kemitraan tersebut sangat bermanfaat untuk sekolah dan peserta didik. Sekolah menambah referensi dalam mengembangkan program-program kegiatan yang akan dilaksanakan. Dampak kemitraan untuk peserta didik yaitu menambah wawasan dan mengembangkan minat bakat peserta didik.


25 A. Visi SD Negeri Karangnyar Mewujudkan peserta didik yang literat dan CERIA (CERdas, Inovatis, dan Agamis), berprestasi, berkecakapan hidup, peduli lingkungan sehat, dan memiliki karakter Profil Pelajar Pancasila pada tahun 2027. B. Misi SD Negeri Karanganyar Misi SD Negeri Karangnyar dibuat dalam rangka pencapaian visi yang berfokus terhadap dimensi Profil Pelajar Pancasila, sebagai berikut: 1. Menanamkan keimanan dan ketakwaan melalui pembelajaran dan pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 2. Membudayakan sikap dengan 6S 1C (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun, Selalu Ceria) 3. Menciptakan lingkungan belajar yang sehat. 4. Menyelenggarakan kegiatan pembiasaan untuk membentuk karakter. 5. Mengembangkan kegiatan literasi yang kreatif dan inovatif. 6. Mengoptimalkan proses pembelajaran berbasis literasi.


12 7. Mengembangkan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan minat, bakat, potensi, dan perkembangan peserta didik. 8. Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pengembangan diri dan kewirausahaan yang terencana dan berkesinambungan. 9. Menjalin kerjasama yang harmonis antar warga sekolah dan lembaga lain. 10. Mengimplematasikan karakter Profil Pelajar Pancasila.


25 C. Tujuan SD Negeri Karangnyar 1. Mengembangkan budaya sekolah yang religius melalui kegiatan keagamaan. 2. Mengembangkan karakter beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulya, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif bagi peserta didik. 3. Membiasakan diri agar peserta didik selalu dalam kondisi Ceria. 4. Memerdekakan pembelajaran dengan membangun suasana yang bahagia . 5. Mengembangkan kegiatan pembelajaran berbasis Projek Pelajar Pancasila 6. Memiliki daya kreasi tinggi dalam me-review setiap kegiatan pembiasaan. 7. Mampu membuat aksi nyata setelah proses pembelajaran. 8. Melaksanakan pendekatan pembelajaran aktif, kreatif, dan inovatif pada semua mata pelajaran 9. Menyelenggarakan berbagai kegiatan kebersihan lingkungan di sekolah dan sekitarnya. 10. Menjalin kerjasama dengan lembaga lain dalam merealisasikan program sekolah berbasis literasi, ceria, inovatif dan agamis, berprestasi, berkecakapan hidup, dan memiliki karakter Profil Pelajar Pancasila.


15 SD Negeri Karangnyar pada tahun pelajaran 2023- 2024 kelas 1, 2, 4, dan 5 melaksanakan Kurikulum Merdeka dan untuk kelas 3 dan 6 menggunakan Kurikulum 2013. Namun demikian, dalam pelaksanaan pengorganisasian pembelajaran, SD Negeri Karangnyar menyusun kurikulum dengan cakupan yang sama yaitu: A. Intrakurikuler B. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila C. Ekstrakurikuler A. Intrakurikuler 1. Kelas 1, 2, 4, dan 5 SD Negeri Karangnyar mengorganisasikan muatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan mata pelajaran dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, dan pendekatan tematik dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Struktur kurikulum SD Negeri Karanganyar mengacu pada fase-fase sesuai dengan tingkat kelas. untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka terbagi atas: a. Fase A yang digunakan pada kelas 1 dan 2 b. Fase B yang digunakan pada kelas 4 c. Fase C yang digunakan pada kelas 5.


15 Pencapaian kompetensi siswa tiap mata pelajaran untuk kelas 1, 2, 4, dan 5 dalam implementasi Kurikulum Merdeka mengacu pada Capaian Pembelajaran sebagaimana tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 008/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 033/H/KR/2022 tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 008/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka. Berdasarkan kedua acuan tersebut, maka SD Negeri Karanganyar menetapkan struktur kurikulum untuk kelas 1, 2, 4 dan 5 dalam bentuk tabelsebagai berikut.


25 Tabel 3.1 Struktur Kurikulum Merdeka SD Negeri Karanganyar Tahun Pelajaran 2023/2024 Kelas I Mata Pelajaran Alokasi Intrakurikuler PerTahun (Minggu) Alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Per Tahun Total JP Per Tahun Pendidikan Agama dan Budi Pekerti * 108 (3) 36 (1) 1 4 4 Pendidikan Pancasila 144 (4) 36 (1) 1 8 0 Bahasa Indonesia 216 (6) 72 (2) 2 8 8 Matematika 144 (4) 36 (1) 1 8 0 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 108 (3) 36 (1) 1 4 4 Seni dan Budaya Seni Musik ** 108 (3) 36 (1) 1 4 4 Bahasa Inggris 36 (1) - 3 6 Bahasa Sunda*** 36 (1) - 3


24 6 Total 900 (25) 252 1 . 1 5 2 Tabel 3.2 Struktur Kurikulum Merdeka SD Negeri Karanganyar Tahun Pelajaran 2023-2024 Kelas II Mata Pelajaran Alokasi Intrakurikuler PerTahun (Minggu) Alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Per Tahun Total JP Per Tahun Pendidikan Agama dan Budi Pekerti* 108 (3) 36 (1) 144 Pendidika n Pancasila 144 (4) 36 (1) 180 Bahasa Indonesia 252 (7) 72 (2) 324 Matemati ka 180 (5) 36 (1) 216 Pendidika n Jasmani Olahraga dan Kesehatan 108 (3) 36 (1) 144


24 Seni Musik**: 108 (3) 36 (1) 144 Bahasa Inggris 36 (1) - 36 Bahasa Sunda*** 36 (1) - 36 Total 972 (27) 252 1.22 4 Tabel 3.3 Struktur Kurikulum Merdeka SD Negeri Karanganyar Tahun Pelajaran 2023-2024 Kelas IV dan V Mata Pelajaran Alokasi Intrakurikuler PerTahun (Minggu) Alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar PancasilaPer Tahun Total JP Per Tahun Pendidikan Agama dan Budi Pekerti* 108 (3) 36 14 4 Pendidika n Pancasila 144 (4) 36 18 0 Bahasa Indonesia 216 (6) 36 25 2 Matemati 180 (5) 36 21


24 ka 6 Ilmu Pengetahu an Alam dan Sosial 180 (5) 36 21 6 Pendidika n Jasmani Olahraga dan Kesehatan 108 (3) 36 14 4 Seni Musik**: 108 (3) 36 14 4 Bahasa Inggris 36 (1) - 3 6 Bahasa Sunda*** 36 (1) - 3 6 Total 1.116 (35) 252 1.3 68


24 Keterangan * Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing, peserta didik SDN Karangnyar seluruhnya beragama Islam. Apabila ada peserta didik pindahan yang beragama lain maka bisa mengikuti pembelajaran di sekolah lain yang memfasilitasi. ** SD Negeri Karanganyar menyediakan mata pelajaran seni musik *** Muatan lokal disusun berdasarkan Pergub Jawa Barat No 69 Tahun 2013 tentang Pembelajaran muatan lokal bahasa dan sastra daerah pada jenjang satuan pendidikan dasar dan Menengah Projek penguatan profil pelajar Pancasila dialokasikan 20% (dua puluh persen) dari beban belajar per tahun. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik muatan maupun waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jampelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masingmasing projek tidak harus sama. 2. Kelas 3 dan 6 MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJARPER MINGGU III VI Kelompok A (Muatan Pelajaran Umum) 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4


24 P r o s e s pembelajaran pada kurikulum 2013 kelas 3 dan 6 menggunakan pendekatan tematik kecuali muatan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PJOK, Muatan Lokal Bahasa Sunda, dan Muatan Lokal Bahasa Inggris yang menggunakan pendekatan mata pelajaran. Adapun struktur kurikulum sesuai Permendikbud RI No 57 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 yang dilaksanakan di SD Negeri Karangnyar dapat dijelaskan sebagai berikut. Tabel 3.5 Sebaran Alokasi Waktu per Mata Pelajaran Kurikulum 2013 kelas 3 dan 6 2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 6 5 3 Bahasa Indonesia 10 7 4 Matematika 6 6 5 Ilmu Pengetahuan Alam - 5 6 Ilmu Pengetahuan Sosial - 5 7 Seni Budaya dan Prakarya 4 4 8 Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan 4 4 MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJARPER MINGGU III VI Kelompok B (Muatan Lokal) 1. Bahasa Inggris 1 2 2. Bahasa Sunda 1 2 Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 36 42


24 Adapun alokasi waktu tematik yang terdapat pada kurikulum 2013 khusus kelas 3 dan 6 sebagai berikut. 1. Sekolah menambah maksimal 4 jam pelajaran dari struktur kurikulum nasional untuk setiap kelas. 2. Penambahan jumlah jam digunakan untuk mata pelajaran bahasa Inggris dan Muatan Lokal Bahasa Sunda. 3. Alokasi waktu setiap jam adalah 35 menit. 4. Untuk kelas 3, kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan tematik, kecuali Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PJOK serta Muatan Lokal menggunakan pendekatan mata pelajaran; 5. Untuk kelas 6, kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan tematik, kecuali Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Muatan Lokal, Matematika, dan PJOK menggunakan pendekatan mata pelajaran. Tabel 3.6 Alokasi Waktu Tematik Kelas 3 Kelas 3 SDN Karanganyar Semester 1 Semester 2 Tema Durasi Tema Durasi Pertumbuhan dan Perkembangan Mahluk Hidup 122 JP Cuaca 122JP Menyayangi Tumbuhan dan Hewan 122 JP Energi dan Perubahannya 122 JP Benda di 122 JP Perkembangan 122 JP


24 Sekitarku Teknologi Kewajiban dan Hakku 122 JP Praja Muda Karana 122 JP Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila 122 JP Projek Penguatan Profil PelajarPancasila 122 JP Total 18 minggu (610 JP) Total 18 minggu (610 JP) Asumsi 1 tahun = 36 minggu dengan 1 JP = 35 menit Tabel 3.7 Alokasi Waktu Tematik Kelas 6 Kelas 6 SD Negeri Karanganyar Semester 1 Semester 2 Tema Durasi Tema Durasi 1. Selamatkan Mahluk Hidup 92 JP 6. Menuju Masyarakat Sehat 90 JP 2. Persatuan dalam Perbedaan 92 JP 7. Kepemimpinan 90 JP


24 3. Tokoh dan Penemuan 92 JP 8. Bumiku 90 JP 4. Globalisasi 92 JP 9. Menjelajah Angkasa Luar 90 JP 5. Wirausaha 92 JP Projek Penguatan Profil PelajarPancasila 115 JP Projek Penguatan Profil PelajarPancasila 90 JP Total 18 minggu (575 JP) Total 18 minggu (450 JP) Asumsi 1 tahun = 36 minggu dengan 1 JP = 35 menit


25 Muatan Kurikulum yang digunakan sebagai mana tercantum dalam Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi dan Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Nomor 018/H/H.KR/2020 tentang kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Berbentuk Sekolah Menengah Atas untuk Kondisi Khusus. B. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pelajar Indonesia diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke- 21. Oleh karenanya, Pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. Pancasila diharapkan bukan sesuatu yang dihafal melainkan membumi dalam diri siswa, sehingga membentuk karakter Profil Pelajar Pancasila yang Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila maka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila perlu diimplementasikan di SD Negeri Karanganyar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, sebagai salah satu sarana pencapaian profil pelajar Pancasila, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dalam kegiatan projek profil ini,


peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema- tema seperti perubahan iklim, budaya, teknologi, dan wirausaha Cakupan dimensi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SD Negeri Karanganyar dalam rangka mendukung Gerakan Revolusi Mental pada semester 1 tahun pelajaran 2023-2024 meliputi Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, dan kreatif. Untuk mencapai dimensi tersebut maka tema Projek yang diangkat adalah Kearifan Lokal. Sedangkan cakupan dimensi di semester 2 meliputi berkebhinekaan global, mandiri dan kreatif. Untuk mencapai dimensi tersebut maka tema Projek yang diangkat adalah Bhineka Tunggal Ika.


25 Tabel 3.8 Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SD Negeri Karanganyar Semester 1 Tema: Kearifan Lokal [Aku Cinta Budaya Indonesia] Kelas Profil Pelajar Pancasila Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu (perkelas) KelasI Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa danberakhlak mulia, mandiri, dan kreatif. • Mengenal huruf hijaiyah. • Menghafal doa-doa pendek 126 JP Kelas II • Mengenal huruf hijaiyah. • Menghafal doa-doa pendek 126 JP Kelas III Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa danberakhlak mulia, mandiri, dan kreatif. • Menghafal surat-surat pendek. • Mengahafal doa seharisehari 122 JP KelasIV Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa danberakhlak mulia, mandiri, • Praktik sholat dan bacaannya • Belajar taat cara tayamum dan wudhu 126 JP


dan kreatif. Kelas V Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa danberakhlak mulia, mandiri, dan kreatif. • Mengaji murottal. • Hafalan surat-surat alquran 126 JP Kelas VI Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa danberakhlak mulia, mandiri, dan kreatif. • Membuat kaligrafi • Hafalan surat-surat alquran 115 JP


25 Semester 2 Tema: Bhineka Tunggal Ika[Negeriku Kaya Budaya] Kelas Profil Pelajar Pancasila Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu (perkelas) KelasI Berkebhinekaan global, mandiri, dan kreatif. • Tarian lokal (wayang wong cilik), tarianbali lainnya, dan tarian nusantara. • Lagu daerah bali (pesantian/lagu kerohanian warga sari) serta lagu daerahnusantara. 126 JP Kelas II Berkebhinekaan global, mandiri, dan kreatif • Tarian lokal (wayang wong cilik), tarianbali lainnya, dan tarian nusantara. • Lagu daerah bali (pesantian/lagu kerohanian warga sari) serta lagu daerahnusantara. 126JP Kelas III Berkebhinekaan global, mandiri dan kreatif • Menghias gambar dari daun2 kering.. • Membuat bunga dari bahan2 plastik. 122 JP KelasIV Berkebhinekaan global, mandiri dan kreatif • Tarian lokal (wayang wong cilik), tarianbali lainnya, dan tarian nusantara. • Lagu daerah bali (pesantian/macepat)serta lagu daerah nusantara. 126 JP


23 A. Ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal. Untuk menyalurkan minat dan bakat siswa, ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SD Negeri Karanganyar tahun Pelajaran 2023-2024 antara lain: Ekstrakurikuler Wajib dan pilihan. Ekstrakurikuler wajib merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh semua siswadari kelas 1 sampai 6, ekstrakurikuler wajib yang dilaksanakan adalah Gerakan Pramuka. Ekstarakurikuler pilihan yang dilaksanakan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa yakni literasi.


23 Tabel 3.9 Kegiatan Ekstrakurikuler SD Negeri Karanganyar No. Jenis Kegiatan Indikator Keberhasilan Sasaran Peserta Didik A Pramuka Mempersiapkan peserta didik agar memiliki sikap kepemimpinan, kebhinekaan global, kemandirian,kreatif, disiplin, tanggungjawab, dan semangat nasionalisme. Kelas 1 s.d. 6 B Literasi 1 Membaca Iqro Mempersiapkan peserta didik dalam mengembangkan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kelas 1-3 2 Membaca Al-Quran Kelas 4-6 3 Membaca dan menulis buku Kelas 1-6


25 A. Aktualisasi Budaya Sekolah Kegiatan pembiasaan merupakan budaya sekolah yang dilaksanakan setiap hari sebagai upaya pendidikan pembentukkan karakter peserta didik sebagai implementasi Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan pembiasaan dilaksanakan secara rutin, baik harian, mingguan, bulanan, dan tahunan, dan tehnik pelaksanaannya ada yang terstruktur dan spontan atau berupa direct dan indirect learning, yang bertujuan melatih dan membimbing peserta didik bersikap dan berperilaku dengan menanamkan nilai-nilai karakter baik sehingga menjadi kebiasaan yang terinternalisasi dalam hati dan jiwa peserta didik. Berikut adalah budaya sekolah yang dilaksanakan di SD Negeri Karanganyar 1. Kegiatan Harian, terdiri atas a. Gerakan Pungut Sampah (GPS) b. 6S 1C (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun, Selalu Ceria) c. Menyanyikan lagu daerah dan kebangsaan 2. Kegiatan Mingguan, terdiri atas kegiatan: No Kegiatan Waktu (Hari) 1 Upacara Penaikan Bendera Merah Putih Senin 2 Literasi Selasa 3 Salat Dhuha berjamaah Rabu 4 Pramuka Kamis


23 5 Salat Dhuha berjamaah Jumat B. Program Inklusi Penerapan program pendidikan inklusi di SDN Karanganyar merupakan bagian dari implementasi program Kemendikbud. Adapun penerapan program tersebut melalui beberapa tahapan yaitu tahap persiapan dan tahap penerapan. Tahap persiapan sekolah berfokus pada penyesuaian program antara program Kemendikbud tentang pendidikan inklusi dan kesiapan sekolah. Pada tahap penerapan sekolah menyentuh 3 aspek; yaitu: kurikulum, tenaga pendidik, dan sarana prasarana. Pada aspek kurikulum, sekolah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Pembelajaran dilakukan sedikit penyesuaian agar dapat diterapkan baik pada siswa yang tergolong ABK ataupun siswa reguler mengingat tidak ada kelas khusus untuk siswa yang tergolong ABK melainkan terintegrasi pada kelas reguler. Dari segi sarana prasarana, SDN Karanganyar kurang representatif untuk menyelenggarakan pendidikan. Kondisi sekolah yang rawan keamanan, sebagian bangunan kurang kondusif , kurang menunjang untuk mendidik dan membimbing siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan inovatif. Akan tetapi kepiawaian guru dalam memanageman kelas cukup mumpuni sehingga dapat mengatasi kendala kekurangan sarana dan prasarana pembelajaran


25


25


25 A. Rencana Pembelajaran untuk Ruang Lingkup Satuan Pendidikan SD Negeri Karanganyar merancang rencana pembelajaran untuk kelas 1, 2, 4, dan 5 untuk Implementasi Kurikulum Merdeka dengan alur sebagai berikut. a. Mencermati Capaian Pembelajaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah. b. Memetakan tujuan pembelajaran setiap mata pelajaran pada setiap fase. c. Menyusun alur tujuan pembelajaran setiap mata pelajaran pada setiap fase. d. Menyusun rencana pembelajaran. e. Menyusun kerangka asesmen dan sumber belajar. Gambar 4.1 Bagan Alur Perencanaan Pembelajaran di SD Negeri Karanganyar


SD Negeri Karanganyar mengembangkan perencanaan pembelajaran berdasarkan refleksi yang telah dilakukan dan pencarian sumber-sumber lain yang diperoleh tanpa mengabaikan prinsip-prinsip penyusunan serta dapat menjadi inspirasi untuk dapat diterapkan pada satuan pendidikan lainnya. Selain itu, SD Negeri Karanganyar memanfaatkan teknologi di dalam menyusun perencanaan pembelajaran untuk menghasilkan proses pembelajaran yang inovatif. SD Negeri Karanganyar memberikan pelayanan kepada seluruh peserta didki termasuk peserta didik yang memerlukan bimbingan khusus maupun potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mendapatkan pendidikan bersama dengan peserta didik pada umumnya. Kegiatan pembelajaran berdiferensiasi sudah mulai dikembangkan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada peserta didik. Berupaya menggunakan berbagai instrumen untuk mengukur ketercapaian belajar siswa. Prinsip penilaian yang diterapkan adalah bukan sekadar untuk mendapatkan nilai akhir, namun lebih ditekankan kepada perolehan data sampai sejauh mana pencapaian seorang siswa untuk dapat dikembangkan potensinya lebih lanjut. Setelah melakukan beberapa intervensi, guru melanjutkan proses penilaian untuk mengukur ketercapaian kompetensi yang diharapkan. B. Rencana Pembelajaran untuk Ruang Lingkup Kelas Modul Ajar SD Negeri Karanganyar Kabupaten Subang terdiri atas tiga unsur utama yaitu: 1) Tujuan pembelajaran; 2) Langkah- langkah pembelajaran; dan 3 ) Assesmen. Tujuan pembelajaran merupakan penerjemahan tujuan capaian pembelajaran yang dapat terukur pencapaian dan keberhasilannya. Langkah kegiatan pembelajaran menggambarkan keseluruhan aktivitas yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran pun diintegrasikan untuk penumbuhan dan penguatan Profil Pelajar Pancasila, Penilaian merupakan proses mengukur ketercapaian selama proses pembelajaran. Penilaian ini


mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Berikut salah satu contoh Modul Ajar di SD Karangnayar INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun Instansi Tahun Penyusunan Jenjang Sekolah Mata Pelajaran Fase / Kelas Bab 1 Tema Alokasi Waktu : : : : : : : : : Iis Ismawati SDN Karanganyar Tahun 2023 SD Bahasa Indonesia A / 1 Bunyi Apa? Bunyi dan Pancaindra 6 Minggu B. KOMPETENSI AWAL Peserta didik dapat mengenali bentuk dan bunyi huruf. Peserta didik dapat membaca suku kata ‘ba-’, ‘bi-’, ‘bu-’, ‘be-’, dan ‘bo-’. Peserta didik dapat menulis nama sendiri C. PROFIL PELAJAR PANCASILA Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; Bernalar kritis; Kreatif; MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA Nama penyusun : IIS ISMAWATI, S.Pd Nama Sekolah : SDN KARANG ANYAR Mata pelajaran : Bahasa Indonesia Fase A, Kelas / Semester : I (Satu) / I (Ganjil)


D. SARANA DAN PRASARANA Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 Bahasa Indonesia, Aku Bisa! Buku Siswa SD Kelas I, Penulis: Soie Dewayani Buku lain yang relevan Kartu huruf; Kartu kata; Kartu bergambar benda-benda yang memiliki suku kata ‘ba-‘, ‘bi-‘, ‘bu-‘, ‘be-‘, ‘bo-‘; Alat tulis dan alat warna; Buku-buku bacaan fiksi dan nonfiksi yang bertema pancaindra. Lembar kerja peserta didik, laptop, handphone, LCD proyektor. E. TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin F. JUMLAH PESERTA DIDIK 4 orang G. MODEL PEMBELAJARAN Model pembelajaran Problem Base Learning KOMPNEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Tujuan Pembelajaran Bab Ini : Dengan menyimak dan menanggapi bacaan tentang bunyi dan pancaindra secara lisan, peserta didik dapat mengenali abjad, merangkai suku kata yang diawali huruf ‘b’, menulis huruf ‘B’ dan ‘b,’ serta menulis namanya sendiri. Capaian Pembelajaran : Membaca: Mengenali bentuk dan melafalkan bunyi huruf. Menulis: Menuliskan kata-kata yang sering ditemui. Membaca:


Mengenali dan mengeja kombinasi abjad pada suku kata dan kata yang sering ditemui. Membaca: Mengenali dan mengeja kombinasi abjad pada kata dan suku kata yang sering ditemui. B. PEMAHAMAN BERMAKNA Meningkatkan kemampuan siswa tentang mengenali bentuk dan bunyi huruf. Meningkatkan kemampuan siswa tentang membaca suku kata ‘ba-’, ‘bi-’, ‘bu-’, ‘be-’, dan ‘bo-’. Meningkatkan kemampuan siswa tentang menulis nama sendiri C. PERTANYAAN PEMANTIK Pernahkah kalian mendengar suara “Duk! Duk!”? Biasanya, apa yang berbunyi “Duk! Duk!”? Bagaimana Cara Merawat Indera Pendengar? D. PERSIAPAN BELAJAR Pada hari-hari pertama di kelas satu, peserta didik mungkin merasa belum nyaman bersekolah. Oleh karena itu, guru perlu membuat suasana belajar yang menyenangkan pada masa peserta didik beradaptasi dan berkenalan dengan teman-teman barunya. Membacakan cerita bergambar merupakan salah satu kegiatan yang menenangkan dan membuat peserta didik nyaman. Tip Pembelajaran: Membuat Peserta Didik Nyaman Pada Hari Pertama Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan menyapa para peserta didik agar mereka nyaman pada hari pertama di kelas satu. Guru dapat bertanya, apakah mereka senang mendengarkan cerita. Untuk membantu mengingat nama peserta didik, guru dapat membuat kartu nama yang disematkan pada baju masing-masing peserta didik. Guru juga dapat membuat papan nama di kelas yang berisi nama-nama peserta didik. Tunjukkan bahwa nama pada kartu nama mereka sama dengan nama yang ditempel pada papan nama di kelas. E. KEGIATAN PEMBELAJARAN Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Pendahuluan 1. Guru membuka kegiatan dengan aktifitas rutin kelas, sesuai kesepakatan kelas ( menyapa, berdoa, dan mengecek kehadiran ). 2. Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa. 3. Guru menyapa para peserta didik dan mengajak mereka berbincang tentang apa yang mereka lihat


dalam perjalanan ke sekolah hari ini 4. Guru menjelaskan bahwa ia akan membacakan buku dan menunjukkan sampul cerita untuk diamati peserta didik. 5. Guru juga mendiskusikan tata cara menyimak dan berdiskusi. 6. Guru mengajak peserta didik mengamati gambar sampul dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Kegiatan Inti Menyimak Kebiasaan dan tata cara menyimak perlu diperkenalkan kepada peserta didik kelas satu. Guru dapat memperkenalkan kode bunyi berupa alat tertentu (misalnya lonceng atau alat musik sederhana atau mainan yang mengeluarkan bunyi) atau lagu. Kode bunyi ini menjadi penanda bahwa peserta didik harus berkumpul di tengah kelas untuk mendengarkan buku dibacakan atau menyimak cerita guru dan teman. Tip Pembelajaran: Memperkenalkan Tata Cara Menyimak Diskusikan tata cara menyimak cerita dengan peserta didik. Misalnya, apakah peserta didik boleh berbicara selama cerita dibacakan? Apakah peserta didik boleh langsung memberikan komentar atau bertanya saat menyimak cerita yang dibacakan? Bagaimana cara meminta izin untuk bertanya? Membacakan Cerita “Duk! Duk!” a. Sebelum membacakan cerita “Duk! Duk!” tunjukkan sampul cerita kepada peserta didik. Bacakan judul cerita. Tanyakan kepada peserta didik mengapa judulnya “Duk! Duk!”. Bunyi apakah itu? Lalu, mintalah peserta didik mengamati gambar pada sampul tersebut. Kira-kira, gambar apakah itu? Apa hubungannya dengan bunyi ‘Duk! Duk!’? b. Bacakan buku kepada peserta didik sambil menunjuk setiap kata. Berikan jeda yang cukup setelah membaca setiap kalimat, demi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati gambar. c. Seusai membaca, mintalah peserta didik untuk bersama-sama menirukan guru membaca. d. Kegiatan menyimak akan melatih daya konsentrasi para peserta didik dan membiasakan mereka dengan aturan bersama. Kegiatan pembiasaan ini tidak dinilai. Tip Pembelajaran: Sikap Tubuh Saat Menyimak Kebiasaan menyimak perkataan orang lain dengan baik dapat dibangun melalui sikap tubuh. Guru perlu membiasakan peserta didik untuk menghadapkan tubuh kepada orang yang berbicara, mendengarkan dengan saksama, serta menghadapkan wajah dan tatapan mata ke arah orang yang berbicara.


Mendiskusikan Cerita “Duk! Duk!” a. Setelah membacakan cerita dan mengajak peserta didik membaca bersama, guru mendiskusikan pertanyaan yang terdapat pada Buku Siswa. b. Guru dapat juga mengajukan pertanyaan lain. Misalnya, bola warna apa yang kalian miliki di rumah? c. Guru dapat memantulkan bola ke lantai, lalu mengajukan pertanyaan kepada peserta didik. Misalnya, bagaimana bunyinya saat memantul? Apakah bunyinya pelan atau keras? Tip Pembelajaran: Mengelaborasi Tanggapan Peserta Didik Gunakan respons peserta didik untuk membuat pertanyaan lanjutan guna membangun komunikasi pada hari pertama sekolah. Pada hari pertama ini, mungkin sebagian peserta didik masih malu dan menjawab dengan lirih. Sapalah nama-nama peserta didik yang terlihat pasif, namun jangan paksa mereka untuk menjawab pertanyaan. Membaca Sebagian peserta didik mungkin dapat menyebutkan atau menyanyikan huruf ‘a’ hingga ‘z’, tetapi mereka belum tentu dapat mengenali bentuknya. Sering pula peserta didik dapat menyebutkan dan mengenali bentuk abjad, tetapi tidak dapat melafalkan bunyinya sehingga tidak dapat merangkainya dengan bunyi huruf lain untuk membentuk bunyi suku kata. Oleh karena itu, kegiatan mengenali bentuk dan melafalkan bunyi abjad sangat penting. Melafalkan Huruf Bersama-sama a. Bacalah huruf secara berurut dengan menunjuk pada poster abjad di kelas atau kartu huruf. Tanyakan kepada para peserta didik, apakah mereka dapat melakukannya sendiri. b. Sebagai variasi, peserta didik dapat diminta untuk menyanyikan lagu abjad. c. Setelah itu, perkenalkan bunyi masing-masing abjad. Tunjuklah setiap abjad dan lafalkan bunyinya. Ajak peserta didik menirukannya. Mengidentifikasi Bentuk Huruf pada Deret Abjad a. Tanyakan beberapa huruf kepada seorang peserta didik. Apabila ia belum dapat menjawab pertanyaan, tawarkan kepada peserta didik lain untuk menjawab pertanyaan tersebut. b. Ajak peserta didik untuk membedakan bentuk huruf kapital dan huruf kecil. c. Peserta didik bisa diminta untuk bergantian menyebutkan nama huruf yang ditunjuk oleh guru. d. Minta peserta didik untuk mengidentifikasi abjad pada kata-kata ‘bola’, ‘biru’, ‘Boni’, dan ‘batu’. e. Lakukan kegiatan membaca huruf ini secara rutin setiap sebelum memulai pembelajaran Bahasa


Indonesia, hingga seluruh peserta didik mengenali bunyi serta bentuk huruf kapital dan huruf kecil. Inspirasi Kegiatan Perancah untuk Peserta Didik yang Belum Lancar Membaca Peserta didik yang belum dapat mengidentifikasi abjad dan mengeja suku kata perlu didampingi secara khusus. Petakan peserta didik yang belum lancar membaca dan ajaklah berkegiatan secara terpisah. Saat temantemannya menulis, peserta didik yang belum lancar membaca dapat didampingi untuk mengenali abjad dengan bantuan gambar pada kartu kata dan kartu huruf. Pada hari-hari pertama bersekolah, guru mungkin belum dapat mengenali peserta didik yang belum mampu mengidentifikasi huruf pada poster huruf. Setelah beberapa waktu berjalan, barulah guru dapat melakukan pemetaan dan menuliskan nama-nama peserta didik berdasarkan kemampuan mereka mengenali huruf. Catat kemampuan para peserta didik dalam mengenali huruf untuk memastikan bahwa masing-masing akan memperoleh bantuan yang tepat pada kegiatan berikutnya. Tip Pembelajaran: Melatih Pelafalan Bunyi Huruf dengan Benar Biasakan peserta didik siswa melafalkan bunyi huruf dengan benar. Anda dapat memeragakan pelafalan huruf dengan benar dan mengajak peserta didik menirukannya. Sambil bermain, ajak para peserta didik melakukan berbagai eksperimen dengan alat ucap. Misalnya melafalkan huruf dengan berbagai bentuk bibir, dengan bibir tertutup, rahang terkatup, dan lidah tak bergerak. Ingatlah untuk menghargai upaya yang telah mereka lakukan. Catatan: Beberapa peserta didik mungkin sulit melafalkan bunyi huruf tertentu. Bisa jadi penyebabnya adalah kebiasaan orang dewasa di sekitar mereka. Apabila hal itu terjadi, hindarilah mengolok-olok atau mengkritik peserta didik yang bersangkutan di hadapan teman-temannya. Namun, apabila guru menemukan permasalahan klinis terkait fungsi alat ucap yang menyebabkan peserta didik tidak dapat melafalkan huruf dengan tepat, guru perlu berkonsultasi dengan kepala sekolah, orang tua, atau pakar terkait. Menulis Tip Pembelajaran: Membiasakan Postur Tubuh yang Baik Saat Menulis Guru perlu memastikan bahwa setiap peserta didik menulis dengan postur tubuh yang baik untuk melatih kemampuan motorik halus, koordinasi otak, dan konsentrasinya. Pada kegiatan menulis, guru dapat berkeliling untuk memberikan bantuan dan mengingatkan peserta didik untuk mengoreksi postur tubuhnya. Pastikan peserta didik duduk tegak dengan posisi kaki rileks pada lantai, tubuh menghadap meja, kertas atau buku miring 30 hingga 40 derajat ke arah tangan yang menulis.


Membuat Kartu Nama a. Bagikan kertas karton yang telah dipotong-potong dengan ukuran lebih besar daripada kartu nama yang disematkan di dada peserta didik (bisa berukuran kertas A5, kurang lebih 6 x 8,5 cm). b. Minta peserta didik menulis namanya di salah satu sisi kartu tersebut. Peserta didik yang belum dapat menulis namanya boleh mencontoh tulisan nama yang terdapat pada kartu nama yang dipakainya. c. Pada sisi kartu yang lain, minta para peserta didik untuk menggambar benda (bisa mainan atau makanan) kesukaan mereka dan mewarnainya. Sebagai contoh, guru dapat menulis nama dan menggambar benda/makanan kesukaan di kartunya. Berbicara Memperkenalkan Diri di Depan Kelas Secara bergiliran, minta peserta didik untuk menunjukkan kartu nama masing-masing di depan kelas. Minta peserta didik memperkenalkan namanya (beserta nama lengkap jika memang cukup waktu dan kondusif), juga benda kesukaannya yang telah digambar di bagian belakang kartu tersebut. Guru dapat memeragakan cara memperkenalkan diri dengan membacakan kartu namanya sendiri dan menceritakan benda/makanan kesukaannya yang digambar pada kartu tersebut. Tip Pembelajaran: Berbicara dengan Jelas Guru perlu membiasakan berbicara dengan volume suara yang baik dan artikulasi yang jelas. Peragakan berbicara dengan suara yang pelan dan menggumam. Lalu tanyakan kepada para peserta didik, apakah mereka mendengarnya? Berikan contoh bahwa volume yang cukup adalah yang dapat didengar oleh seluruh peserta didik, namun tidak berteriak. Catatan Pada kegiatan perkenalan ini, guru sebaiknya mementingkan keberanian peserta didik untuk berbicara ketimbang volume suara. Berikan apresiasi kepada peserta didik atas keberaniannya memperkenalkan diri kepada teman-teman sekelas. Pujilah benda kesukaan yang diperkenalkannya di depan kelas. Membaca Membaca Kata dan Suku Kata a. Minta peserta didik mengingat bunyi huruf yang telah dilafalkan pada kegiatan sebelumnya.


Kemudian, ajak peserta didik berlatih membaca suku kata dengan kombinasi konsonan dan vokal ‘o’ dan ‘i’ pada poster di dinding kelas. b. Pada saat mengeja suku kata, beri penekanan pada bunyi huruf ‘b’ dan bunyinya ketika dirangkai dengan huruf ‘o’ dan ‘i’. c. Lalu, minta peserta didik merangkai serta mengeja huruf dan suku kata pada frasa ‘bola biru Boni’. Membaca Kartu Kata a. Minta peserta didik membaca/mengeja ulang suku kata yang diawali dengan ‘bo-’ atau ‘bi-’. b. Minta peserta didik mengenali suku kata ‘bo-’ atau ‘bi-’ pada setiap kata pada kartu kata. c. Buatlah tabel di papan tulis dengan dua kolom untuk ‘bo-’ dan ‘bi-’ seperti berikut. Tabel 1.5 Contoh Tabel Pengelompokan Kata ‘bo’ ‘bi’ d. Guru memberikan satu kartu kata kepada setiap peserta didik dan meminta masing-masing untuk menempelkan setiap kartu kata pada kolom ‘bo-’ dan ‘bi-’, tergantung pada suku kata awal kata yang terdapat di kartu yang dipegangnya. e. Buat kegiatan membaca menyenangkan dan berilah penghargaan kepada setiap capaian peserta didik. Mengamati


Mengamati Gambar “Pagi yang Sibuk” a. Bacakan judul gambar “Pagi yang Sibuk”. Tanyakan kepada para peserta didik, di mana mereka mendengar kata ‘sibuk’? Biasanya, apa yang sibuk? Apa kira-kira arti ‘pagi yang sibuk’? Mengamati gambar sekilas, kira-kira apa maksudnya ‘pagi yang sibuk’? b. Beri waktu kepada mereka untuk mengamati gambar. Setelah itu, ajukan pertanyaan yang ada di Buku Siswa. Tentu, guru dapat memberikan pertanyaan lain yang relevan dan mengembangkan pertanyaan baru dari jawaban-jawaban peserta didik. Menirukan dan Melakukan Mencocokkan Bunyi Binatang a. Minta peserta didik menebak huruf depan dari setiap bunyi-bunyian yang terdapat pada Buku Siswa. Guru juga dapat mengajak peserta didik melafalkan bunyi-bunyian tersebut bersama-sama. b. Minta peserta didik menunjuk binatang sesuai dengan bunyinya. Berbicara Mendiskusikan Bunyi di Sekitar a. Ajak peserta didik berjalan-jalan di sekitar sekolah untuk mengenal lingkungan sekolah. Sebelum keluar dari kelas, katakan kepada para peserta didik bahwa mereka akan mengenal ruangan-ruangan yang ada di sekolah. Selain itu, mereka harus mendengarkan bunyi-bunyian yang ada di lingkungan sekolah. b. Saat kembali ke kelas, berdiskusilah dengan para peserta didik. Tanyakan, bunyi apa saja yang mereka dengar tadi? Bunyi apa yang baru sekali ini mereka dengar? Bunyi apa yang sama dengan bunyi yang ada di rumah mereka? c. Kemudian, diskusikan pertanyaan dalam Buku Siswa: bunyi apa yang mereka dengar pada siang dan malam hari? Bunyi apa yang dapat mereka dengar dari gambar-gambar yang ada di Buku Siswa? d. Ingatkan peserta didik untuk menaati aturan berbicara yang telah disepakati pada kegiatan menyimak. e. Kegiatan menirukan bunyi binatang ini melatih tanggapan peserta didik terhadap gambar. Kegiatan ini tidak dinilai.


Menyimak Membaca Teks Informasi: Pancaindra a. Guru membaca teks “Pancaindraku”, lalu meminta peserta didik menirukannya. b. Saat peserta didik menirukan membaca teks, guru menunjuk setiap kata pada kalimat dan tanda titik yang mengakhiri kalimat tersebut. Menulis Menulis Huruf ‘B’ dan ‘b’ Perbanyaklah salinan lembar kerja menulis huruf ‘B’ dan ‘b’ pada lampiran buku ini, kemudian bagikan kepada peserta didik. Minta peserta didik menebalkan huruf ‘B’ dan ‘b’ pada lembar kerja tersebut.


Memegang Pensil dengan Benar Melatih peserta didik untuk memegang pensil dengan benar sangat penting bagi keterampilan motorik halusnya. Guru perlu memberikan bimbingan secara individual bagi setiap peserta didik untuk menulis dengan cara menggenggam pensil dan postur tubuh yang benar. • Pensil digenggam dengan ibu jari dan jari telunjuk. Jari tengah menyangga jari telunjuk ketika menggenggam pensil (lihat gambar). • Keterampilan menggunakan tiga jari tersebut dapat dilatih dengan cara menulis mempergunakan pensil yang agak pendek. Setelah terampil, barulah peserta didik diberi pensil yang lebih panjang. • Peserta didik dapat dilatih menggunakan alat tulis berbagai ukuran, misalnya pensil warna dan krayon untuk mewarnai gambar. • Cara memegang pensil berikut adalah cara yang salah. Berikan bimbingan individual apabila peserta didik melakukannya. Tip Pembelajaran: Menulis Huruf dengan Arah yang Benar Guru perlu membiasakan peserta didik menulis dengan arah yang benar. Ajak peserta didik mengamati titik tebal pada ujung huruf untuk memulai arah menulisnya, kemudian menulis dengan mengikuti arah panah. Arah menulis yang benar penting bagi perkembangan motorik halus peserta didik. Namun demikian, wajar apabila peserta didik kelas satu belum terbiasa menulis dengan arah yang benar dan belum tepat garis. Pada minggu-minggu awal kelas satu, pembiasaan menulis perlu dilakukan dengan tanpa tekanan agar tidak menghambat proses adaptasi peserta didik. Inspirasi Kegiatan Perancah: Persiapan Menulis Huruf Peserta didik yang belum dapat menulis dengan meniru huruf perlu dilatih menulis dengan menelusuri beragam bentuk. Guru dapat melatih keterampilan lengan, pergelangan tangan, dan jari peserta didik dengan menggandakan lembar latihan menulis bentuk pada Buku Guru ini, lalu meminta peserta didik


yang bersangkutan menelusuri bentuk-bentuk tersebut dengan arah yang benar. Membaca Membaca Kartu Kata a. Guru meminta peserta didik membaca/mengeja ulang suku kata yang diawali dengan ‘ba-’, ‘bu-’, dan ‘be-’. b. Guru meminta peserta didik mengenali suku kata ‘ba-’, ‘bu-’, atau ‘be-’ pada setiap kata pada kartu kata. Berbicara Mendiskusikan Kata Baru: Sibuk a. Minta peserta didik mengamati gambar dan mendiskusikan adegan atau kejadian yang terdapat pada gambar tersebut. b. Dari kedua gambar tersebut, mana yang lebih ramai/sibuk? Mengapa? Kapan latar kejadian pada gambar tersebut? Pagi, siang, sore, atau malam hari? c. Kegiatan mendiskusikan gambar ini melatih tanggapan lisan peserta didik terhadap gambar yang diamatinya. Kegiatan ini tidak dinilai. Kegiatan Penutup 1. Guru menunjukkan kartu bertuliskan ‘bola’, ‘biru’, ‘buku’, ‘baju’, ‘batu’, dan mengajak peserta didik membacanya bersama-sama. 2. Guru mengatakan bahwa peserta didik harus menghafalkan lima bentuk kata tersebut karena guru akan menunjukkannya setiap hari. Inspirasi Kegiatan Bersama Orang Tua Tulislah surat pemberitahuan kepada orang tua/wali bahwa peserta didik telah belajar tentang bunyi-bunyian dan huruf ‘b’. Mintalah orang tua untuk mengajak peserta didik keluar rumah pada pagi hari dan mendengarkan bunyi-bunyian yang ada di sekitar rumah. Mintalah orang tua mencatat bunyi-bunyian itu untuk diceritakan peserta didik di sekolah. Mintalah orang tua untuk menempelkan kartu nama pada benda-benda yang diawali dengan huruf ‘b’ di rumah.


Click to View FlipBook Version