LITURGI
DEVOSI
&
TATA
P E R AYA A N
EKARISTI
ALBERTUS PRAWIRA RAMLI
LITURGI
LITURGI
Liturgi berasal dari Bahasa Yunani Leitourgia : Leitos – Laos yang artinya
rakyat, dan Ergon yang artinya karya atau benda. Sehingga bisa disimpulkan
Lieitourgia berarti karya rakyat, karya yang dilaksanakan oleh rakyat dan
untuk rakyat. Seiring dengan perkembangan gereja, Liturgi diartikan sebagai
keikutsertaan umat dalam karya keselamatan Allah. Di dalam Liturgi,
Kristus melanjutkan karya keselamatan di dalam, dengan dan melalui
gereja-Nya.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 3
CIRI-CIRI LITURGI
Liturgi dapat diartikan pula sebagai kebaktian umum, resmi, utuh yang dilakukan
oleh Tubuh Mistik Kristus yaitu oleh Kepala beserta dengan anggotanya. Dengan
demikian Liturgi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Resmi (SC 22)
2. Umum atau Bersama (SC 27)
3. Tidak dapat dilaksanakan secara pribadi atau perorangan (SC 26-
27)
4. Adanya partisipasi aktif umat (SC 30)
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 4
LITURGI MELIPUTI
Melihat pengertian serta ciri-ciri Liturgi di atas maka yang termasuk ke
dalam bagian Liturgi adalah sebagai berikut :
1. Sakramen-Sakramen Gereja : Baptis, Ekaristi, Penguatan, Tobat,
Perkawinan, Imamat, Pengurapan Orang Sakit
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 5
LITURGI MELIPUTI
2. Ibadat Harian
• Ibadat Harian adalah ibadat yang wajib didaraskan setiap hari oleh
semua imam, diakon dan kaum religius. Ibadat ini merupakan doa publik
yang resmi dari Gereja.
• Doa Ibadat Harian merupakan ibadat yang penting bagi kehidupan
Gereja. Ibadat ini merupakan doa bersama Gereja, sehingga juga disebut
Liturgi Jam Suci/Liturgy of The Hour. Konsili Vatikan II menganjurkan
Ibadat Harian, yaitu Doa pagi (Laudes) dan sore (Vesper) untuk didoakan
tidak hanya oleh para imam tetapi juga oleh umat beriman lainnya
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 6
LITURGI MELIPUTI 7
Ibadat harian terdiri dari :
• Matinium, dahulu didaraskan sebelum fajar, ibadat tengah malam.
• Laudes, doa pagi saat fajar menyingsing.
• Primus, ketika matahari terbit, jam 6 pagi.
• Tertia, di awal tengah hari yaitu jam 9 pagi.
• Sexta, di tengah hari jam 12 siang.
• Nona, setelah tengah hari jam 3 siang.
• Vesper, doa sore saat matahari terbenam.
• Compline, doa penutup hari, malam hari sebelum tidur.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan
LITURGI MELIPUTI
3. Sakramentalia
• Sakramentalia ialah tanda-tanda suci yang dengan cara yang mirip
sakramen menandakan hasil-hasil, terlebih yang rohani, yang diperoleh
berkat doa permohonan Gereja (KHK 1166).
• Contohnya : pemberkatan, pengusiran setan (exorcist), pengikraran
kaul-kaul.
4. Upacara Pemakaman (KHK 1176)
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 8
DEVOSI
DEVOSI
• Jika Liturgi merupakan kegiatan ibadat yang resmi dan umum, maka dalam
Gereja Katolik dikenal juga Devosi yang merupakan kegiatan kebaktian
khusus kepada pribadi atau misteri iman yang dikaitkan dengan pribadi
tertentu yang melalui perantaraannya atau bersamanya doa-doa kita
sampai kepada Allah.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 10
CIRI-CIRI DEVOSI
• Sifat Devosi adalah kebalikan dari Liturgi, yaitu : atau
1. Tidak Menekankan Kebersamaan
2. Bersifat Personal
3. Cenderung Afektif (Dilakukan karena ada rasa
keterikatan tertentu dengan orang yang bersangkutan)
4. Fakultatif (Pilihan)
5. Tidak Wajib (namun baik apabila dilakukan)
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 11
TATA PERAYAAN
EKARISTI
TATA PERAYAAN EKARISTI
• Salah satu bagian dari Liturgi adalah Sakremen Ekaristi atau Perayaan
Ekaristi atau Misa. Perayaan Ekaristi yang sifatnya resmi memiliki struktur
atau kaidah-kaidah yang harus dipenuhi untuk dianggap Valid dan Licit
(layak). Salah satu yang harus dipernuhi adalah kerangka atau Tata
Perayaan Ekaristi
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 13
TATA PERAYAAN EKARISTI (TPE) YANG
KINI DIGUNAKAN
• Tata Perayaan Ekaristi (TPE) yang sekarang digunakan di seluruh wilayah
Indonesia adalah TPE 2020. TPE 2020 ini diluncurkan pada tanggal 7 Mei
2021 oleh Kardinal Ignatius Suharyo selaku Ketua Presidium Konferensi
Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunyamin selaku
Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) serta Mgr.
Petrus Boddeng Timang selaku Ketua Komisi Liturgi Konferensi
Waligereja Indonesia (KWI). TPE 2020 diharapkan berlaku efektif di
seluruh Gereja Katolik Indonesia tanggal 1 November 2021
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 14
DOA
PRESIDENSIAL
DOA PRESIDENSIAL
• Dalam Tata Perayaan Ekaristi (TPE) terdapat Doa Presidensial. Apakah
doa presidensial itu? Doa presidensial adalah doa pemimpin. Kata
“presiden” bukanlah semata-mata kata yang menunjuk pada kepala
negara, tetapi juga menunjuk pada seorang yang memimpin. Dalam
Bahasa Inggris “to precide” berarti mengetuai atau memimpin. Doa
presidensial dalam perayaan Ekaristi dimaksudkan sebagai doa yang hanya
dibawakan oleh pemimpin perayaan Ekaristi dan tidak boleh didoakan
oleh umat.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 16
DOA PRESIDENSIAL
• Doa-doa presidensial dalam perayaan Ekaristi adalah Doa Syukur Agung,
Doa Kolekta (collecta), Doa Persiapan Persembahan (oratio super oblata)
dan Doa Sesudah Komuni (oratio post communione) (PUMR No. 30).
Keempat doa ini tidak boleh didoakan oleh umat. Imam pun tidak boleh
mengajak umat untuk mendoakan doa-doa ini bersama-sama walaupun
teksnya tersedia di tangan umat. Doa presidensial hanya didoakan oleh
selebran utama, yakni imam yang memimpin perayaan Ekaristi.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 17
DOA PRESIDENSIAL
• Doa-doa presidensial disampaikan oleh imam kepada Allah atas nama
seluruh umat kudus dan semua yang hadir, dan melalui dia, Kristus sendiri
memimpin himpunan umat (PUMR No. 30). Maka doa-doa presidensial ini
perlu dibawakan dengan suara lantang dan diucapkan dengan jelas
sehingga mudah ditangkap oleh umat. Sebaliknya umat wajib
mendengarkannya dengan penuh perhatian. Oleh karena itu, sementara
imam membawakan doa presidensial, tidak boleh dibawakan doa lain atau
nyanyian atau bunyi-bunyi alat musik (PUMR No. 32).
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 18
STRUKTUR
P E R AYA A N
EKARISTI
RITUS PEMBUKA
• Perarakan Masuk • Madah Kemuliaan
• Tanda Salib Dan Salam • Doa Kolekta
• Pengantar
• Pernyataan Tobat
• Tuhan Kasihanilah Kami
• Absolusi
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 20
LITURGI SABDA
• Bacaan I • Homili
• Mazmur Tanggapan • Syahadat
• Bacaan II • Doa Umat
• Bait Pengantar Injil
• Bacaan Injil
• Aklamasi Sesudah Injil
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 21
LITURGI EKARISTI
i. Persiapan Persembahan • • Imam mengisi piala
• Kolekte • • Imam menunjukkan piala
• Perarakan persembahan • • Imam membasuh tangan
• Lagu persembahan • Doa persiapan persembahan
• Persiapan persembahan (termasuk
di dalamnya) :
• • Imam menunjukkan hosti
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 22
LITURGI EKARISTI
ii. Doa Syukur Agung • • Konsekrasi
• Dialog pembuka • • Anamnesis
• Prefasi • • Doa permohonan
• Kudus • • Doksologi
• Doa Syukur Agung
• • Epiklesis
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 23
LITURGI EKARISTI
iii. Komuni • Penerimaan Tubuh Kristus
• Bapa Kami • Pembersihan Bejana
• Embolisme • Saat Hening
• Doa Damai (& Salam Damai) • Madah Syukur
• Pemecahan Roti • Doa Sesudah Komuni
• Persiapan Komuni
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 24
RITUS PENUTUP 25
• Pengumuman
• Amanat Pengutusan
• Berkat
• Pengutusan
• Lagu Penutup
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan
PENJELASAN
ISTILAH
D A L A M TATA
P E R AYA A N
EKARISTI
TANDA SALIB
• Tanda Salib merupakan sikap jasmani atau gerakan yang menandakan
bahwa seseorang sebagai pengikut Kristus sebagai seorang Katolik.
Dengan membuat Tanda Salib kita mengingat kembali secara istimewa
hidup, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus telebih pengorbanannya
untuk menebus dosa manusia.
• Dalam Perayaan Ekaristi Tanda Salib dibuat pada Awal Perayaan Ekaristi
dan Akhir Perayaan Ekaristi saat menerima berkat. Selain itu Tanda Salib
juga dibuat ketika hendak mendengarkan Injil, maka dibuatlah 3 Tanda
Salib kecil di dahi, mulut dan dada yang bermakna Injil yang kudengar ini
senantiasa ada dalam pikiranku dan saya percayai (dahi), melalui mulutku
senantiasa kuwartakan (mulut) seta dalam hatiku senantiasa kusimpan
(dada). Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 27
PERNYATAAN TOBAT
• Pernyataan Tobat adalah salah satu doa yang dapat didaraskan pada bagian
Ritus Pembuka dengan tujuan mengungkapkan kesadaran dan penyesalan
atas dosa-dosa yang diperbuat. Dalam TPE 2020, tedapat 4 cara yang
digunakan sebagai berikkut “
Cara 1
I+U: Saya Mengaku….
I : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita,
mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U :Amin.
(atau)
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 28
PERNYATAAN TOBAT
Cara 2
I :Tuhan, kasihanilah kami.
U : Sebab kami telah berdosa terhadap Engkau.
I :Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepada kami,Tuhan.
U : dan anugerahkanlah keselamatan-Mu kepada kami.
(atau)
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 29
PERNYATAAN TOBAT
Cara 3
I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus untuk menyembuhkan
orang yang remuk redam hatinya:Tuhan kasihanilah kami.
U :Tuhan, kasihanilah kami. dst
(atau)
Cara 4
Asperges Me yaitu salah satu cara dalam Pernyataan Tobat namun tidak
dengan mendaraskan doa seperti 3 cara sebelumnya, melainkan dengan
melakukan Pemercikkan Air Suci sambil dilantunkan lagu Asperges Me (PS
233)
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 30
ABSOLUSI
• Doa permohonan yang diucapkan oleh Imam setelah pernyataan tobat.
Absolusi dalam misa kudus tidak memiliki kuasa pengampunan seperti
Absolusi dalam Sakramen Tobat (Rekonsiliasi).
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 31
MADAH KEMULIAAN
• Lagu pujian kepada Allah Tritunggal yang berasal dari pujian para malaikat
(bdk. Luk 2:14). Lagu ini hanya dinyanyikan pada hari Minggu dan Hari
Raya. Kemuliaan tidak dinyanyikan/dibacakan selama Masa Adven dan
Prapaskah. Pada Malam Natal, Kamis Putih, dan Vigili Paskah, madah
Kemuliaan diiringi dengan bunyi lonceng, gong, dan bel.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 32
DOA KOLEKTA
• Kata kolekta berasal dari kata Bahasa Latin colligere yang artinya
mengumpulkan yang kemudian menjadi kata benda collecta-collectae
yang artinya kumpulan atau juga sumbangan. Doa Kolekta merupakan
istilah baru dalam TPE 2020 menggantikan frasa Doa Pembuka dalam TPE
2005.
• Seturut teks asli dalam Misale Romanum, nama untuk doa itu adalah doa
kolekta. Nama ini lebih tepat karena dalam doa kolekta imam
mengumpulkan semua intensi yang ada di dalam hati umat, selain juga
bahwa doa ini dimaksudkan untuk menyadari kehadiran Tuhan.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 33
WAKTU HENING
• Waktu hening selalu ada antara kata-kata “marilah berdoa” dan Doa
Kolekta atau Doa Sesudah Komuni. Imam akan berhenti beberapa saat
dan memberikan kesempatan pada umat untuk berdoa bagi ujud pribadi
masing-masing. Selanjutnya, doa-doa tersebut akan disatukan dan
diringkas oleh Imam dengan doa resmi gereja.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 34
AKLAMASI SESUDAH INJIL
• Aklamasi adalah seruan Imam dan umat akan misteri iman yang
diwartakan dalam Injil. Dalam TPE 2020 Aklamasi Sesudah Injil adalah
sebagai berikut :
I : Demikianlah Sabda Tuhan
U :Terpujilah Kristus
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 35
HOMILI
• Suatu pesan yang disampaikan oleh Imam mengenai hal-hal yang
berkaitan dengan bacaan-bacaan pada hari itu. Dalam Homili, Imam akan
menjelaskan inti dari pewartaan sabda dan membantu umat
memahaminya dengan memberikan contoh nyata agar sabda Tuhan dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Umat Tidak Perlu memberikan
tanda salib di akhir Homili.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 36
SYAHADAT
• Syahadat atau Credo adalah pengakuan iman. Dalam Syahadat ini, kita
akan membungkukkan badan (atau berlutut pada misa Natal) pada saat
mengucapkan : YANG DIKANDUNG DARI ROH KUDUS,
DILAHIRKAN OLEH PERAWAN MARIA. Ada dua jenis syahadat,
yaitu syahadat singkat dan syahadat panjang (Syahadat Konsili Nikea).
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 37
DOA UMAT
• Doa Umat berisi permohonan untuk kepentingan gereja, masyarakat dan
dunia, orang yang sedang menderita, jemaat setempat, dan kepentingan
kita sendiri. Doa ini ditujukan kepada Allah Bapa karena kita berdoa
bersama Kristus sebagai kepala Gereja.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 38
PERSIAPAN PERSEMBAHAN
• Persiapan Persembahan adalah saat dimana Imam menyiapkan Meja Altar
mengatur korporale, purifikatorium, piala, patena, palla, roti dan anggur,
serta buku Misa di meja Altar. Pada perayaan tertentu dapat dimulai
bahan persembahan utama dihantarkan oleh umat ke depan Altar dan
diserahkan kepada Imam. Yang dimaksud dengan bahan persembahan
utama adalah roti dan anggur, sedangkan bahan penunjangnya adalah piala,
sibori, ampul, purifikatorium, palla, patena, dan lainnya. Selain itu, sering
pula disertakan hasil bumi seperti buah, bunga, dan hasil karya umat
lainnya.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 39
PENCAMPURAN AIR DAN ANGGUR
• Dilakukan oleh Imam di Altar. Air dan anggur yang dicampurkan berasal
dari ampul yang diantarkan oleh Misdinar. Pada saat pencampuran ini,
Imam mendoakan sebuah doa khusus.Ada 4 maksud pencampuran air
dan anggur ini, yaitu
Melambangkan martabat manusiawi dan ilahi yang terdapat dalam diri
Kristus.
Melambangkan air dan darah yang tercurah dari lambung Kristus yang
ditikam dengan tombak.
Melambangkan simbol persatuan gereja dengan Kristus.
Melambangkan pencampuran persembahan manusia yang murah (air) 40
dengan persembahan Kristus yang mulia (anggur).
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan
PEMBASUHAN TANGAN OLEH IMAM
• Setelah menerima ampul atau setelah mendupai bahan persembahan,
Imam akan mencuci tangan dan berdoa dalam hati atau sambil berbisik,
agar dirinya dibersihkan dari segala kesalahan dan dosa sehingga pantas
memersembahkan perayaan ekaristi ini. Awal dari doa ini diambil dari asal
kata Lavabo, yaitu Lava me, Domine. Berikut adalah doa yang didaraskan
oleh Imam sendiri saat membasuh tangan menurut TPE 2020 :
I :Tuhan, basuhlah aku dari kesalahanku, dan sucikanlah aku
dari dosaku.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 41
PREFASI
• Prefasi adalah pembuka dari Doa Syukur Agung (pre = sebelum, fasi =
face = muka). Prefasi merupakan doa untuk memaklumkan keagungan,
kemuliaan, dan cinta kasih Tuhan. Doa ini didaraskan atau dinyanyikan
oleh Imam di antara dialog pembuka prefasi dan lagu Kudus. Terdapat
berbagai jenis prefasi yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan
perayaan ekaristi.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 42
PREFASI
• Berikut merupakan bagian-bagian dari Prefasi :
I :Tuhan bersamamu
U : Dan Bersama rohmu
I : Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U : Sudah kami arahkan
I : Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita
U : Sudah layak dan sepantasnya
I : Sungguh pantas dan benar, layak dan menyelamatkan, ...
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 43
KUDUS
• Kudus atau Sanctus adalah seruan yang berasal dari para seraphim atau
malaikat (bdk. Yes 6:3) dan seruan Hosana! (bdk. Mat 21:9). Kudus
hendaknya dinyanyikan dalam perayaan Ekaristi khususnya pada Misa
Minggu dan Hari Raya, namun dalam misa harian atau masa biasa dapat
didaraskan. Lagu atau seruan ini juga mengantar umat masuk ke dalam
kemuliaan ilahi seperti yang tertulis dalam kitab Wahyu.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 44
DOA SYUKUR AGUNG
• Doa Syukur Agung adalah doa syukur dan persembahan yang utama. Doa
ini adalah pusat dan puncak dari perayaan Ekaristi. Dengan doa ini,
seluruh umat beriman menggabungkan diri dengan Kristus dalam memuji
karya Allah yang agung dan dalam memersembahkan kurban.
• Doa Syukur Agung terdiri dari dua bagian, yaitu doa pujian dan doa
syukur. Doa syukur dimulai dari epiklesis sampai doksologi. Doa Syukur
Agung termasuk dalam doa presidensial.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 45
EPIKLESIS
• Epiklesis adalah doa permohonan agar Roh Kudus berkenan datang
untuk mengubah roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus. Ketika
mendoakan epiklesis, Imam membuat tanda salib di atas piala dan hosti
pada patena, sementara Misdinar membunyikan bel panjang satu kali.
Berikut merupakan kalimat dari bagian Epiklesis :
I : Agar menjadi bagi kami, tubuh dan darah PutraMu
terkasih,Tuhan kami Yesus Kristus.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 46
KONSEKRASI
• Konsekrasi adalah perubahan roti dan anggur menjadi tubuh dan darah
Kristus. Pada saat Imam mengelevasikan (mengangkat) hosti dan piala,
maka kita akan memandang tubuh dan darah Kristus sambil menyembah.
Misdinar membunyikan gong atau bel sebanyak 3 kali ketika elevasi
dilakukan dan membunyikan bel panjang satu kali ketika Imam menunduk
atau berlutut.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 47
KONSEKRASI
• Berikut merupakan kalimat dari bagian Konsekrasi berdasarkan TPE
2020:
I : TERIMALAH DAN MAKANLAH, KAMU SEMUA:
INILAH TUBUHKU,YANG DISERAHKAN BAGIMU.
I : TERIMALAH DAN MINUMLAH, KAMU SEMUA: INILAH
PIALA DARAHKU DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL,
YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG
DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI SEBAGAI
KENANGAN AKAN DAKU.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 48
ANAMNESIS
• Merupakan ungkapan yang mengajak kita untuk mengenangkan sengsara,
wafat, dan kebangkitan Kristus, serta penantian akan kedatangan Kristus.
Anamnesis dapat didaraskan atau dinyanyikan setelah Konsekrasi. Dalam
TPE 2020, terdapat 3 rumusan Anamnesis sebagai berikut :
I : Marilah menyatakan misteri iman kita.
U : Wafat-Mu, Tuhan, kami wartakan, kebangkitan-Mu kami
muliakan, hingga Engkau datang.
(atau)
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 49
ANAMNESIS
I : Marilah mewartakan Misteri Iman kita.
U : Setiap kali kami makan roti ini dan minum dari pala ini,
wafat-Mu Tuhan kami wartakan hingga Engkau datang.
(atau)
I :Agunglah Misteri Iman kita.
U : Penyelamat dunia, selamatkanlah kami karena melalui
salib dan kebangkitan-Mu, engkau telah membebaskan kami.
Untuk Kalangan Terbatas & Tidak Untuk Disebarluaskan 50