i
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah penyusun panjatkan ke hadirat Allah Tuhan Yang
Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan petunjukNya sehingga penyusun
dapat menyelesaikan Modul pembelajaran IPA Terpadu untuk SMP kelas VII
semester 1 dengan baik.
Penyusunan modul pembelajaran IPA terpadu ini berdasarkan pada
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau yang dikenal dengan KTSP tahun 2006
yang isi materi yang sesuai dengan kompetensi dasar minimal yang harus dicapai
oleh peserta didik.
Tujuan penyusunan modul pembelajaran IPA terpadu ini untuk membantu
guru maupun peserta didik agar dapat memudahkan dalam proses belajar mengajar
karena saat ini belum adanya buku wajib dari pemerintah yang digunakan di sekolah
sebagai buku pelajaran pokok.
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa modul pembelajaran IPA terpadu
ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu dengan kerendahan hati kepada
rekan guru untuk memberikan saran maupun kritik yang membangun demi
peningkatan mutu modul ini.
Akhirnya penyusun sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu penyusun dalam menerbitkan modul ini, jazakumullahu
khairan katsira semoga Allah membalas dengan kebaikan yang banyak. Amien.
Penyusun
Juli 2018
ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul ................................................................................ i
Halaman Pengesahan .................................................................... ii
Kata Pengantar .............................................................................. iii
Daftar isi .......................................................................................... iv-v
Bab I Kerja Ilmiah
1 Pengelompokan Ilmu Pengetahuan ............... ................ 2
2 Pentingnya Mempelajari Biologi ................................... 4
3 Metode Ilmiah ...................................... .......................... 7
4 Sikap Ilmiah .................................................................... 9
5 Veriabel............................................................................. 10
Rangkuman....................................................................... 12
Latian Soal ...................................................................... 13
Bab II Mikroskop
A Penegenalan Mikroskop.............................................. 15
1. Bagian –Bagian Mikroskop.................................. 16
2. Cara mengamati bendah dengan mikroskop
cahaya.................................................................. 17
B Membuat Obyek Pengamatan.................................... 19
1. Membuat irisan melintan dan membujur................ 20
2. Membuat sediaan tanpa pengirisan...................... 21
3. Membukan tubuh hewan vertebrata...................... 22
4. Membuat awetan basa.......................................... 23
5. Membuat awetan kering........................................ 24
C Keselamat Kerja.......................................................... 28
Bab III Ciri-Ciri Makhluk Hidup
A Ciri-Ciri Makhluk Hidup................................................ 31
1. Makan.. ................................................................. 31
2. Bernapas. ............................................................. 33
3. Bergerak ............................................................... 34
4. Mengeluarkan zat Sisa......................................... 35
5. Berkembang Biak ................................................. 36
6. Tumbuh dan Berkembang. .................................. 37
7. Peka Terhadap Rangsang. .................................. 37
B Ciri Manusia Berdasarkan Usia.................................. 40
1. Masa balita ........................................................... 41
2. Masa kanak-kanak ............................................... 41
3. Masa Remaja. ...................................................... 41
4. Masa dewasa. ...................................................... 44
5. Masa manula. ....................................................... 45
iii
Rangkuman. ................................................................ 46
Latian soal ................................................................... 48
Bab IV Klasifikasi Makhluk Hidup ........................................... 49
A Keanakaragaman Makhluk Hidup .............................. 49
1. Keanakaragaman Tumbuhan .............................. 50
B Klasifikasi Makhluk Hidup ........................................... 62
6. Pengertian Klasifikasi ........................................... 62
7. Tujuan dan Manfaat Klasifikasi ............................ 62
8. Langkah-Langkah dalam Klasifikasi .................... 62
9. Macam-Macam Klasifikasi Makhluk Hidup .......... 63
Daftar Kepustakaan ....................................................................... 67
iv
BAB
1
KERJA ILMIAH
Standar : 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kopetensi Dasar : 5.1 Melaksanakan pengamatan objek secara transparan dan
sistematis untuk memperoleh informasi gejal alam biotik
dan abiotik.
Indikator : 1. Membandingkan gejala alam kebendaan dan kejadian
pada obyek abiotik melalui pengamatan.
2. Mengetahui cabang- cabang ilmu biologi.
3. Menentukan hipotesis dari suatu permasalahan.
4. Merancang Percobaan.
5. Mengkomunikasikan hasil percobaan.
6. Memiliki dan mengembangkan sikap ilmiah.
1
BAB I
I. Kerja Ilmiah
1. Pengelompokan Ilmu Pengetahuan
Sains atau ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi
beberapa kelompok, yaitu kelompok ilmu pengetahuan MIPA
(Matematika dan IPA), kelompok ilmu pengetahuan sosial (IPS), dan
kelompok ilmu pengetahuan budaya (IPB).
Masing-masing kelompok, memiliki subkelornpok yang dapat
dilihat pada bagan berikut.
Matematika
Biologi
Ilmu Pengetahuan
Matematika dan IPA Kimia
Fisika
Ruang Angkasa
Ekonomi
Ilmu Pengetahuan Ilmu Pengetahuan Geografi
(Sains) Sosial (IPS)
Sosiologi
Kesusasteraan
Ilmu Pengetahuan
Budaya (IPB)
Kesenian 2
Biologi atau ilmu hayat sebagai cabang ilmu MIPA
mengkhususkan diri mempelajari hal ihwal makhluk hidup. Dengan
berkembangnya peradaban manusia, ilmu pengetahuan juga berkembang.
Perkembangan ilmu pengetahuan sangat ditunjang oleh hasil-hasil pene-
litian para ahli. Di antara ahli biologi ada yang memusatkan penelitiannya
pada sasaran atau objek yang sangat khusus sehingga lingkupnya menjadi
lebih sempit, misalnya mengkhususkan pada tumbuhan, hewan, manusia,
dan bakteri sehingga menghasilkan banyak cabang ilmu biologi.
Cabang-cabang biologi tersebut sebagai berikut :
1. Botani atau ilmu tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari masalah
tumbuhan.
2. Zoologi atau ilmu hewan adalah ilmu yang mempelajari masalah
hewan.
3. Bakteriologi adalah ilmu yang mempelajari masalah bakteri.
4. Taksonomi atau klasifikasi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana
cara mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang
dimilikinya.
5. Histologi adalah ilmu yang mempelajari masalah jaringan tubuh.
6. Sitologi adalah ilmu yang mempelajari masalah sel.
7. Higiene adalah ilmu yang mempelajari cara-cara dan aturan-aturan
untuk hidup sehat.
8. Anatomi atau ilmu urai adalah ifmu yang mempelajari susunan alat-
atat tubuh makhluk hidup.
3
9. Fisiologi atau ilmu faal adalah ilmu yang mempelajari fungsi atau
tugas alat-alat tubuh.
10. Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari masalah mikroba atau
jasad renik.
11. Embriologi adalah ilmu yang mempelajari masalah pertumbuhan dan
perkembangan janin.
12. Genetika atau ilmu keturunan adalah ilmu yang mempelajari
bagaimana cara diturunkannya sifat-sifat makhluk hidup kepada
keturunannya.
4
2. Pentingnya Mempelajari Biologi
Ilmu pengetahuan perlu dipelajari karena penting untuk
pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri dan meningkatkan
kesejahteraan manusia. Demikian juga biologi, penerapan biologi yang
manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh manusia, misalnya dalam bidang
pertanian, peternakan, kedokteran, obat-obatan, dan industri.
a. Sidang Pertanian
Dengan menerapkan botani, anatomi, fisiologi, dan genetika,
manusia dapat memilih atau menyaleksi jenis dan macam tumbuhan
yang baik, misalnya memilih jenis tebu yang banyak gulanya; padi yang
umurnya pendek, hasilnya tinggi, dan tahan hama, serta mengusahakan
bibit unggul lainnya.
b. Bidang Peternakan
Dengan menerapkan biologi, fisiologi, taksonomi, embriologi,
dan genetika manusia dapat memilih jenis hewan yang unggul;
misatnya ayam yang dapat bertelur banyak. Untuk memperoleh bibit
unggul, misalnya untuk memperoleh sapi jenis unggul dapat ditakukan
dengan perkawinan silang di antara sapi lokal dengan sapi unggul atau
melalui kawin suntik.
5
c. Bidang Kedokteran
Dengan menerapkan botani, anatomi, fisiobgi, histologi, dan
mikrpbiobgi para dokter dapat mengetahui bagian tubuh yang sakit,
cara mengusahakan penyembuhannya. Para ahli kedokteran juga dapat
menemukan bahan obat yang dapat menghambat sampai membunuh
mikroba, misalnya zat antibiotika dari jamur Penicillium.
d. Bidang Obat-obatan
Dengan menerapkan botani, taksonomi, dan patologi kita dapat
memilih jenis dan bagian tumbuhan yang dapat digunakan untuk
membuat obat atau bahan obat-obatan, misalnya akar tinggal jahe,
kunyit, kulit pohon kina, beberapa jenis paku-pakuan, dan zat
antibiotika dari berbagai jenis jamur.
6
e. Bidang Industri
Dengan menerapkan biologi, botani, anatomi, fisiobgi, dan
mikrobiologi kita dapat memilih jenis serta bagian dari tubuh tumbuhan
atau hewan yang dapat dijadikan bahan baku industri. Misalnya, kulit
hewan sebagai bahan sepatu, jenis ulat sutera yang kepompongnya
dapat menghasilkan sutera, tumbuhan kapas menghasilkan kapas,
beberapa jenis jamur atau yeast untuk pembuatan alkohol, kecap.
tempe, oncom, dan tape.
3. Metode Ilmiah
Banyak penemuan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat.
sehingga ilmu pengetahuan berkembang terus. Bagaimana cara ilmuwan
bekerja hingga dapat menemukan sesuatu yang sangat bermanfaat? Para
ilmuwan bekerja menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah.
Metode ilmiah adalah cara kerja yang ditempuh oleh ilmuwan
untuk memecahkan masalah atau problem yang dihadapi. Sikap ilmiah
meliputi rasa ingin tahu, memiliki kejujuran, ketekunan, ketelitian,
objektif, ban berjiwa terbuka.
7
Bekerja dengan cara ilmiah atau metode ilmiah, mengikuti urutan
langkah-langkah tertentu. Untuk memahami pemecahan masalah dengan
menggunakan metode ilmiah dapat diikuti hasil penemuan dokter Charles
Laveran (Italia) pada 1880 dan dokter Ronald Ross (Inggris) pada 1897
tentang penyakit malaria di Aljazair sebagai berikut.
a. Merumuskan Masalah
Mengapa banyak orang menderita penyakit malaria? Apa yang
menyebabkan penyakit malaria?
b. Mengumpulkan Keterangan atau Melakukan Observasi
Penderita malaria banyak dijumpai di daerah yang dikelilingi
genangan air yang tidak mengalir dan banyak nyamuknya. Darah
penderita penyakit malaria mengandung benda berbentuk cincin pada
sel darah merahnya. Pada orang sehat benda tersebut tidak ditemukan.
c. Merumuskan Dugaan sementara atau Hipotesis
Mungkin benda berbentuk cincin yang terdapat dalam sel darah merah
menjadi penyebab penyakit malaria. Mungkin nyamuk yang
menyebarkannya.
d. Melakukan Eksperimen
Eksperimen dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan data dalam
menguji hipotesa. Darah penderita penyakit malaria yang mengandung
benda berbentuk cincin disuntikkan kepada orang yang sehat. Setelah
beberapa lama ternyata orang yang tadinya sehat menjadi sakit
malaria Begitu pula nyamuk yang telah menggigit penderita malaria
8
kemudian menggigit orang sehat. Beberapa hari kemudian orang tadi
menjadi sakit.
e. Membuat Kesimpulan
Kesimpulan dibuat berdasarkan eksperimen yang dihubungkan dengan
dugaan atau hipotesis. Dari data yang diperoleh setelah dilakukan
eksperimen dapat disimpulkan bahwa benda berbentuk cincin adalah
penyebab penyakit malaria. Nyamuk adalah pembawa penyebab
penyakit malaria.
Mungkin saja kesimpulan yang dibuat dari data yang diperoleh
setelah melakukan eksperimen tidak membenarkan atau tidak
mendukung dugaan atau hipotesis yang dibuat. Apabila terjadi hal
yang demikian, hipotesis yang tetah dibuat diganti dengan hipotesis
baru dan dilakukan eksperimen lagi.
Beberapa penemuan penting yang dilakukan mengikuti langkah-
langkah metode ilmiah, antara lain penemuan vaksin oleh Edward
Jenner, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup oleh Fransisco
Redi, dan penemuan vitamin B1 oleh Christian Eijkman.
4. Sikap ilmiah
Penelitian untuk memecahkan suatu masalah, selain menerapkan metode
ilmiah, ilmuwan juga bersikap ilmiah. Sikap ilmiah meliputi hal-hal be-
rikut ini.
9
a. Rasa Ingin Tahu
Sikap ini mendorong seseorang untuk menentukan masalah,
mengumpulkan keterangan dan buku sumber, bertanya kepada orang
yang lebih tahu, mengadakan pengamatan, melakukan percobaan, dan
penelitian untuk memecahkan masalah.
b. Kejujuran
Penelitian berarti menghargai data, yaitu mencatat data sesuai dengan
hasil pengamatan yang dilakukan meskipun data tidak sesuai dengan
yang diharapkan. Jika tidak berhasil, dengan kesadaran mau mengakui
kegagalannya. Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain.
c. Ketekunan
Sikap ini dalam penelitian sangat diperlukan. Tidak mudah putus asa
jika tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tidak segan-segan
mengulangi percobaan.
d. Ketelitian
Sikap teliti terhadap semua tindakan yang dilakukan harus
diperhatikan misalnya membuat rencana, menggunakan alat atau
bahan, mencatat data, mengukur, mengolah data, dan membuat
kesimpulan.
e. Objektif
Peneliti atau ilmuwan mengatakan atau; melaporkan seperti apa yang
diamati bukan opini pribadi atau opini orang lain. Berani mem-
bandingkan pekerjaan sendiri dengan hasil pekerjaan orang lain.
10
Apabila hasil pekerjaan sendiri salah berani menyatakan kebenaran
terhadap hasil pekerjaan orang lain.
f. Keterbukaan
Sikap ini misalnya mau bekerja sama dengan orang lain, mau dikritik
yang bersifat membangun, mau menerima saran dari orang lain, dan
mau memberikan pengalamannya kepada orang lain.
5. Variabel (Faktor Ubah)
Faktor ubah atau variabel adalah suatu taktor yang berpengaruh
dalam suatu proses yang sedang berlangsung. Variabel dibedakan atas
empat macam. Untuk memahami pengertiannya, kita tinjau kembali
percobaan yang ditakukan Fransisco Redi untuk membuktikan
ketidakbenaran teori generatio spontanea sebagai berikut.
a. Variabel bebas adalah faktor ubah yang disengaja dibuat berbeda-beda
oleh pelaku penyelidikan. Contoh kesengajaan menutup salah satu
botol percobaan dan membiarkan botol yang lain tetap terbuka.
b. Variabel tidak bebas atau variabel terikat adalah faktor ubah yang
timbul atau terjadi sebagai akibat proses yang sedang berjalan.
Contohnya, timbulnya belatung pada daging dalam botol terbuka.
c. Variabel terkontrol adalan taktor ubah yang disengaja dibuat sama
kondisinya oleh penyelidik. Contohnya, kedua botol yang digunakan
ukuran dan bahannya sama. Daging yang digunakan dalam botol
tertutup dan terbuka sama jenis dan ukurannya.
11
d. Variabel pengganggu adalah faktor ubah yang timbul di luar
perhitungan peneliti yang menyebabkan kegagalan penelitian. Contoh-
nya, tikus makan daging datam botol sehingga percobaan menjadi
gagal:
Demikianlah para ilmuwan selain mengikuti langkah-langkah
metode ilmiah dalam penelitiannya, juga mengingat variabel-variabel di
atas.
12
Rangkuman
1. Biologi adalah cabang ilmu pengetahuan atau sains yang khusus
mempelajari segala perikehidupan makhluk hidup, yang terdiri atas
hewan dan tumbuhan.
2. Makhluk hidup berbeda dengan benda mati karena memiliki ciri-ciri
hidup seperti memerlukan makan atau nutrisi, bergerak, bemapas,
iritabilitas, tumbuh dan berkembang, berkembang biak atau reproduksi,
mengeluarkan zat buang dari tubuhnya (ekskresi), memerlukan suhu
tertentu, dan masa hidupnya tertentu
3. Ilmu pengetahuan dikelompokkan menjadi MIPA, IPS, dan IPB yang
masing-masing dibedakan lagi menjadi beberapa cabang.
4. Biologi berperan penting dalam kehidupan manusia dalam berbagai
bidang, seperti bidang pertanian, peternakan, kedokteran, obat-obatan,
dan industri.
5. Metode ilmiah meliputi kegiatan merumuskan masalah, mengumpulkan
keterangan, menyusun hipotesis, melakukan eksperimen, dan menarik
kesimpulan.
6. Sikap ilmiah meliputi sikap rasa ingin tahu, sikap memiliki kejujuran,
ketekunan, ketelitian, objektif, dan bersikap terbuka.
7. Variabel adalah faktor ubah, yaitu faktor-faktor yang mempehgaruhi
dalam percobaan, meliputi variabel bebas, tak bebas/terikat. terkontrol,
dan variabel pengganggu.
13
Latihan Soal
Isilah dengan singkat dan benar soal di bawah ini!
1. Sebutkan dan jelaskan cabang-cabang ilmu biologi!
2. Ilmuwan bekerja mengikuti metode ilmiah dan bersikap ilmiah. Jelaskan apa
maksudnya!
3. Sebutkan langkah-langkah metode ilmiah!
4. Redi mengatakan makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang ada
sebelumnya. Apakah pernyataan ini ilmiah, beri penjelasan maksudnya!
5. Sebutkan dan beri penjelasan tentang sikap ilmiah dalam memecahkan suatu
masalah!
14
BAB
II
MIKROSKOP
Standar Kopetensi : 5. Memahami gejala- gejala alam melalui pengamatan
Kopetensi Dasar : 5.3 Menggunakan mikroskop dan peralatan pendukung
lainnya untuk mengamati gejal- gejala kehidupan.
5.4 Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan
pengamatan gejala- gejala kehidupan.
Indikator : 1. Mengenal bagian- bagian mikroskop.
2. Menggunakan mikroskop dengan benar.
3. Membuat obyek pengamatan.
4. Memegang, membawa dan memperlakukan alat dan
bahan secara aman.
5. Mendiskripsikan bahan-bahan yang berbahaya dan yang
dapat menimbulkan penyakit.
6. Mengidentifikasi simbul-simbul dalam laboraturium.
15
I. Pengenalan Mikroskop
Perkembangan biologi didukung oleh penemuan-peralatan yang
digunakan para ahli. Misalnya, pada tahun 1600-an Anton Van Leeuwenhoek
menemukan mikroskop elektron. Dengan mikroskop elektron, dapat diperoleh
gambaran tentang molekul-molekul yang menyusun sel makhluk hidup.
Mikroskop yang biasa digunakan ialah mikroskop cahaya, yang hanya dapat
memperbesar bayangan benda sampai seribu kali. Sedangkan mikroskop
elektron dapat memperbesar hingga sejuta kali.
Berikut ini akan dijelaskan tentang bagian-bagian mikroskop. Hal ini
untuk membantu kalian belajar menggunakan mikroskop dengan benar.
16
1. Pemutar lensa
Pada lempeng pemutar ini terdapat lensa objektif. Lempeng ini dapat
diputar agar lensa objektif berada pada kedudukan yang sesuai.
2. Lensa objektif
Untuk memperbesar bayangan benda atau sediaan (preparat).
3. Penjepit
Untuk menjepit kaca benda atau sediaan agar tidak geser.
4. Kondensor
Untuk mengumpulkan cahaya dari cermin menuju ke sediaan.
5. Diafragma
Untuk mengatur banyaknya cahaya dari cermin menuju ke kondensor.
6. Cermin
Untuk memantulkan cahaya dari sumber cahaya ke kondensor.
7. Lensa Okuler
Untuk memperbesar bayangan dari lensa objektif. Tempat mata melihat
bayangan.
8. Benda Mikroskop
Berupa tabung yang dapat dinaikkan atau diturunkan.
9. Makrometer
Untuk menaikkan dan menurunkan badan mikroskop secara cepat.
10. Mikrometer
Untuk menaikkan dan menurunkan badan mikroskop secara lambat.
11. Lengan mikroskop
Tempat untuk memegang mikroskop
17
12. Meja benda
Untuk meletakkan sediaan. Bagian meja mikroskop berlubang untuk tempat
lewatnya cahaya dari kondensor.
13. Pemutar kondensor
Untuk menaikkan dan menurunkan kondensor agar diperoleh cahaya yang
optimum
14. Kaki mikroskop
II . Cara Mengamati Benda dengan Mikroskop Cahaya
1. Letakkan mikroskop di atas meja pengamat. Pasang lensa okuler dengan
perbesaran lemah, misalnya perbesaran 5 kali.
2. Putar makrometer ke arah belakang agar badan mikroskop terangkat.
3. Geser pemutar lensa agar lensa objektif dengan perbesaran lemah berada
pada kedudukan segaris dengan arah datangnya cahaya. Gunakan lensa
objektif dengan perbesaran lemah, misal 10 ka1i. Dengan demikian
diperoleh perbesaran bayangan 10 x 5 = 50 kali.
4. Naikkan kondensor setinggi mungkin. Bukalah diafragma selebar
mungkin agar cahaya yang masuk ke kondensor cukup.
5. Putar cermin ke arah sumber cahaya. Jangan gunakan sumber cahaya
matahari langsung. Lihat melalui lensa okuler dan putar-putar cermin
sehingga diperoleh medan pandang yang terang.
6. Letakkan kaca benda (sediaan) di atas lubang meja mikroskop
sedemikian sehingga sediaan dilalui cahaya dari kondensor.
18
7. Putar makrometer ke arah depan sehingga lensa objektif tepat berada di
atas sediaan.
8. Amati sediaan dengan mendekatkan salah satu mata melalui lubang
lensa okuler. Dengan mata tetap pada posisi, putarlah makrometer
sampai diperoleh bayangan yang jelas. Bayangan yang tampak adalah
bayangan benda dengan perbesaran 50 kali.
Untuk memperoleh perbesaran kuat:
9. Amati dulu sediaan dengan perbesaran 50 kali. Kemudian gerakkan
sediaan sedemikian sehingga bagian yang akan diamati berada di
tengah-tengah medan pandang.
10. Gerakkan pemutar lensa sehingga lensa objektif dengan perbesaran 40
kali berada pada posisinya (sampai terdengar suara klik).
11. Dengan mata masih mengamati sediaan, gerakkan mikrometer ke arah
depan atau belakang sehingga diperoleh bayangan yang terang. Sekarang
bayangan benda sediaan dapat dilihat dengan perbesaran 40 x 5 = 200
kali.
19
II. MEMBUAT OBJEK PENGAMATAN
Objek yang akan diamati dengan miskroskop disebut preparat atau
sediaan. Sediaan dapat dibuat melalui pengirisan atau tanpa pengirisan. Objek
pengamatan hewan yang akan diamati organ dalamnya harus dibuka tubuhnya
(diseksi). Berikut akan diuraikan cara membuat irisan, membuat sediaan tanpa
pengirisan, membuat tubuh hewan (seksi) dan membuat awetan.
A. Membuat Irisan Melintang dan Membujur
Potonglah batang bunga melati vang berwarna hijau sepanjang 5 cm,
Batang yang berwarna hijau berarti masih muda dan mudah dipotong, jika
batangnya cokelat akan susah dipotong.
1. Membuat irisan melintang
Setiap irisan yang akan diamati di mikroskop harus dibuat setipis
mungkin agar cahaya dapat menembusnya. Sehingga, dapat terbentuk
bayangan dengan baik. Cara membuat irisan melintang adalah sebagai
berikut.
a. Dengan menggunakan silet yang tajam, potonglah tipis-tipis batang
secara melintang, seperti gambar.
b. Letakkan irisan di atas kaca benda, kemudian tetesi air dengan
menggunakan pipet.
20
c. Letakkan satu bagian kaca penutup membentuk sudut dengan kaca
benda, segera tutup dan usahakan agar tidak terbentuk gelembung
udara. Amati menggunakan mikroskop.
2. Membuat irisan membujur
Potong memanjang batang tersebut menjadi dua bagian sama besar.
Kemudian irislah tipis-tipis memanjang pada potongan batang.
Letakkan irisan pada kaca benda dan lakukan seperti langkah b dan c di
atas.
3. Membuat irisan dengan memakai gabus
Jika kamu mengalami kesulitan mendapatkan irisan yang tipis kamu
dapat memakai gabus. Gabus dipakai untuk menjepit potongan batang,
daun, atau lainnya sehingga tidak bergerak saat dipotong.
21
B. Membuat Sediaan tanpa pengirisan
1. Sediaan daun Hydrilla
a. Sediakan kaca benda dan kaca penutup yang bersih
b. Letakkan kaca benda mendatar di atas meja. Tetesi dengan setetes
air melalui pipet
c. Ambil satu daun Hydrilla yang masih muda, kemudian letakkan di
atas tetesan air.
d. Tutup dengan kaca penutup. Usahakan tidak terdapat gelembung
udara di sediaan tersebut.
e. Sediaan siap diamati.
2. Sediaan epidermis bawang merah
a. Sediakan kaca benda dan kaca penutup bersih. Tetesi dengan setetes
air dengan menggunakan pipet.
b. Sediakan umbi bawang merah, pilih yang kulitnya tidak mengering.
Lepaskan kulit umbi bawang dengan silet atau kuku jari sehingga
diperoleh kulit tipis transparan yang merupakan bagian epidermis.
c. Segera letakkan epidermis (kulit) bawang merah ke atas setetes air
di kaca benda (jangan sampai epidermis bawang tadi mengering).
22
Tutup dengan kaca penutup. Usahakan jangan ada gelembung udara
di dalamnya.
d. Sediaan sudah siap diamati.
B. MEMBUKA TUBUH HEWAN VERTEBRATA
Membedah (menyeksi) tubuh hewan bertujuan untuk mengamati organ
dalam (jantung, paru-paru, sistem pencernaan. organ reproduksi,
ekskresi). Untuk itu diperlukan teknik membedah yang tepat agar kita
dapat mengamati organ dalam tanpa merusaknya.
Membedah ikan
a. Peganglah ikan yang telah mati dengan tangan kanan. Dengan
tangan kiri, masukkan ujung gunting melalui anus. Gunting dari
anus ke arah punggung sampai tengah-tengah antara perut dan
punggung. Lanjutkan ke arah depart sepanjang punggung dengan
memotong tulang-tulang rusuk (duri rusuk). Usahakan tidak
merusak organ dalam ikan dengan cara mengangkat gunting.
Sesampai di tutup insang, potong terus ke arah bawah. Tariklah
bagian yang telah terpotong ke bawah dan biarkan bagian ini tetap
terbuka dan tersambung dengan bagian perut.
23
b. Amati jantung, hati, gonad (organ reproduksi), sistem pencernaan,
ginjal, muara gonad, anus.
C. Membuat Awetan Basah
Awetan basah organisme adalah awetan tubuh atau bagian tubuh
organisme yang disimpan dalam larutan pengawet. Awetan tersebut
dapat disimpan dan digunakan sebagai media pembelajaran. Larutan
yang biasa digunakan adalah formalin, alkohol, dan asam asetat glasial
atau FAA.
Formalin dijual di apotek dengan nama formaldehida 40%.
Formaldehida 40% dianggap sebagai formalin 100%. Dapat diencerkan
dengan aquades menjadi formalin awetan (5 – 10%). Alkohol juga
dijual di apotek dengan berbagai konsentrasi. Alkohol untuk
pengawetan biasanya alkohol berkadar 70%.
Tubuh hewan vertebrata (ikan, katak, reptil, burung, mamalia)
diawetkan menggunakan formalin 70% Keong, kerang, udang,
24
kalajengking, kepiting, lintah, Echitlodermata diawetkan dengan
formalin 5-8%, tergantung besar tubuhnya. Tumbuhan diawetkan
dengan menggunakan FAA (formalin, alkohol, asam asetat glasial).
Berikut adalah cara pembuatan preparat awetan basah :
a. Untuk vertebrata; bedah (seksi) terlebih dahulu binatang tersebut
untuk memperlihatkan organ dalam (usus, alat reproduksi). Cuci
dengan air bersih.
b. Suntik paha, usus, dan tengkorak dengan formalin 8%.
c. Letakkan hewan pada papan yang sesuai. Lekatkan dengan benang
atau kawat kecil. Aturlah posisinya agar tampak rapi dan
memudahkan pengamatan.
d. Masukkan hewan ke dalam stoples kaca bening.
e. Tuangkan larutan formalin (7-10%, tergantung ukuran tubuh) ke
dalam stoples. Usahakan seluruh tubuh hewan terendam atau
mencapai 2/3 wadah.
f. Tutup rapat dan beri isolasi agar kedap udara.
g. Beri label/ keterangan tentang nama hewan, tanggal pembuatan, dan
nama pembuat.
h. Simpan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
D. Membuat Awetan Kering
Awetan kering tumbuhan disebut herbarium, sedang awetan
insekta disebut insektarium. Hewan vertebrata dapat diawetkan dengan
25
membuang otot dagingnya sehingga tinggal kulit dan rangkanya.
Selanjutnya hewan diisi dan dibentuk sesuai aslinva. Awetan demikian
disebut taksidermi.
Dalam uraian berikut kalian dapat mempelajari cara
mengawetkan tumbuhan (herbarium) dan insekta (insektarium).
1. Cara membuat herbarium
a. Jika memungkinkan, kumpulkan tumbuhan secara lengkap,
yaitu ada akar, batang, daun, dan bunga. Tumbuhan berukuran
kecil dapat diambil seluruhnya secara lengkap. Tumbuhan
berukuran besar cukup diambil sebagian saja, terutama ranting,
daun, dan jika ada bunganya.
b. Semprotlah dengan alkohol 70% untuk mencegah pembusukan
oleh bakteri dan jamur.
c. Sediakan beberapa kertas koran ukuran misalnya 32 x 48 cm.
d. Atur dan letakkan bagian tumbuhan di atas koran. Daun
hendaknya menghadap ke atas dan sebagian menghadap ke
bawah terhadap kertas koran tersebut. Agar posisinya baik,
dapat dibantu dengan mengikat tangkai / ranting dengan benang
yang dijapitkan ke kertas membentuk ikatan.
e. Tutup lagi dengan koran. Demikian seterusnya hingga kalian
dapat beberapa lembar.
f. Terakhir tutup lagi dengan koran, lalu jepit kuat-kuat dengan
kayu/bambu, dengan tali. Hasil ini disebut spesimen.
g. Simpan selama 1-2 minggu di tempat kering dan tidak lembap.
26
Catatan
1) Di udara lembap, spesimen dijemur di bawah terik matahari
atau di dekat api.
2) Secara periodik gantilah kertas koran yang lembap/basah
dengan yang kering beberapa kali. Kertas yang lembap
dapat dijemur untuk digunakan berulang kali.
3) Jangan menjemur dengan membuka kertas koran yang
menutupinya. Menjemur Snesimen tidak boleh terlalu lama
sebab proses pengeringan yang terlalu cepat hasinya
kurang baik
h. Jika telah kering, ambil spesimen tumbuhan dan tempelkan di
atas kertas karton ukuran 32 x 48 cm. Caranya harus pelan-
pelan dan hati-hati. Bagian-bagian tertentu dapat diisolasi
agar melekat pada kertas herbarium.
i. Buatlah label yang memuat: nama kolektor, nomor koleksi
(jika banyak), tanggal, nama spesimen (ilmiah, daerah), nama
suku/famili dan catatan khusus tentang bunga, buah atau ciri
lainnya.
j. Tutup herbarium dengan plastik:
k. Jika disimpan, tumpukan herbarium harus diberi kapur barus
(kamfer).
2. Cara membuat insektarium
a. Tangkaplah serangga dengan menggunakan jaring serangga.
Hati-hati terhadap serangga berbahaya.
27
b. Matikan serangga dengan jalan memasukkan ke dalam
kantong plastik yang telah diberi kapas yang dibasahi
kloroform.
c. Serangga yang sudah mati dimasukkan ke dalam kantong
tersendiri / stoples. Kupu dan capung dimasukkan ke dalam
amplop dengan hati-hati agar sayapnya tidak patah.
d. Suntiklah tubuh/badan belakang serangga dengan formalin
5%: Sapulah bagian tubuh luar dengan formalin 5%.
e. Sebelum mengering, tusuk bagian dada serangga dengan
jarum pentul.
f. Jika menggunakan belalang, rentangkan salah satu sayap ke
arah luar. Jika menggunakan kupu-kupu, sayapnya
direntangkan pada papan perentang atau kertas tebal,
sehingga tampak indah. Demikian pula jika menggunakan
capung.
g. Pengeringan cukup dilakukan di dalam ruangan pada suhu
kamar. Tancapkan jarum pentul pada busa.
h. Setelah kering, serangga dimasukkan ke dalam kotak
insektarium (dari karton atau kayu). Ke dalam kotak
insektarium dimasukkan kapur barus (kamfer).
i. Beri label (tempelkan di sisi luar kotak). Yang memuat nama
kolektur, nomor koleksi, tanggal pembuatan, nama seranga
(ilmiah, daerah) nama suku/famili dan catatan lainnya.
28
III. KESELAMATAN KER1A
Saat bekerja di dalam laboratorium kalian akan berhubungan dengan
bahan-bahan alami. Beberapa diantaranya merupakan bahan kimia yang
berbahaya sehingga kita harus berhati-hati. Pada beberapa kemasan bahan
kimia tertera lambang-lambang yang menunjukkan tingkat bahaya,
misalnya:
Konosif, menyebabkan luka bakar
Contoh: Aluminium klorida, Asam klorida, Asam asetat pekat, Asam
nitrat,
Asam Sulfat, Bromin, Kalsium oksida.
Mudah terbakar
Contoh: Aluminium, Aseton, Eter, Eosin, Etanol, Fenolftalin, Metanol
Kontak dengan bahan mudah menyala dapat mennnbulkan kebakaran
Contoh: Amonium sulfat, Kalium yodat, Magnesium, Perak nitrat
Bersifat racun
Contoh: Anilin sulfat, Fcrtnakiehide, Raksa, Material
Racun berbahaya jika dihirup atau tertelan
Contoh: Amonium klorida, Asam oksalat. Barium klorida. Besi (III)
klorida, natrium Nitrat.
Berikut ini beberapa tips untuk keselamatan kerja di laboratorium:
1. Bahan kimia cair yang akan digunakan harus diukur volumenya terlebih
dulu. Jangan mengambil terlalu banyak, melainkan ambil sedikit-sedikit
agar tidak ada yang terbuang percuma. Gunakan pipet ukur agar volume
larutan dapat diukur pada saat kita mengambilnya.
29
2. Bahan kimia berbentuk padat atau bubuk dapat diambil menggunakan
spatula.
3. Jika bahan kimia tidak akan segera kamu pakai, letakkan di tempat aman
agar tidak mudah-jatuh.
4. Berapa bahan kimia disimpan dalam wadah gelas yang gelap, karena
sangat mudah bereaksi jika terkena cahaya. Jauhkan bahan-bahan seperti
ini dari cahaya matahari langsung.
5. Kontak langsung dengan bahan kimia harus dihindari. Gunakanlah sarung
tangan, pakailah masker ketika bekerja dengan bahan yang bereaksi
menjadi gas, atau jika mungkin bekerjalah di lemari asam yang dapat
menyedot gas tersebut.
6. Jauhkanlah pembakar spiritus atau korek api dari bahan kimia yang mudah
terbakar.
7. Jika kamu terkena bahan kimia segeralah bilas dengan air dan segeralah
pergi ke dokter jika perlu.
8. Setelah melakukan praktikum menggunakan bahan kimia, disarankan untuk
meminum susu, karena susu dapat menetralkan racun.
30
BAB
III
CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP
Standar Kopetensi : 6. Memahami keaneka ragaman makhluk hidup
Kopetensi Dasar : 6.1 Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup.
6.2 Mengidentifikasi makhluk hidup berdasarkan cirri-ciri
yang dimiliki.
Indikator : 1. Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup.
2. Membuat laporan ciri-ciri makhluk hidup berdasarkan
hasil observasi.
3. Membadakan ciri tumbuhan dan hewan.
4. Mengumpulkan informasi dan menjelaskan ciri-ciri
makhluk hidup.
5. Membedakan ciri-ciri balita sampai menula.
31
CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP
Benda dapat dibedakan menjai benda hidup dan tak hidup benda hidup
disebut juga makhluk hidup misalnya tumbuhan, hewan dan manusia.
1. Makan ( Nutrisi )
Setiap makhluk hidup memerlukan makanan dan air. Bentuk dan cara
merdiapatkan makanannya berbeda-beda. Cara memasukkan makanan ke
dalam tubuhnya pun berbeda.
Makanan diperlukan makhluk hidup untuk mendapatkan tenaga atau
energi, pertumbuhan, serta pembentukan dan pengganti sel yang rusak. Air
digunakan sebagai pelarut dan memberi cairan pada tubuh.
Tumbuhan berhijau daun mengambil air dari tempat hidupnya.
Tumbuhan hijau mengambil gas asam arang atau karbon dioksida dari
sekelilingnya atau dari udara. Kemudian air dan karbon dioksida tersebut
32
diubah menjadi makanan (zat makanan) dengan bantuan sinar matahari. Jadi,
tumbuhan berhijau daun dapat membuat makanannya sendiri dari zat
makanan belum jadi menjadi zat makanan jadi. Proses ini disebut
fotosintesis. Fotosintesis menghasilkan glukose dan oksigen. Kemudian,
sebagian glukose diubah menjadi amilum atau zat tepung dan sebagian
disimpan pada bagian tumbuhan sebagai cadangan makanan.
Reaksi fotosirttesis dituliskan sebagai berikut.
Zat hijau daun
Air + karbon dioksida glukose + oksigen matahari
Matahari
Tumbuhan tak berhijau daun, misalnya bakteri, jamur, dan tali putri
tidak dapat membuat makanannya sendiri di dalam tubuhnya. Demikian juga
hewan dan manusia. Untuk memenuhi keperluan makanannya, makhluk
hidup golongan tersebut makan makanan yang sudah jadi. Manusia makan
nasi, daging, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Sapi, kambing, dan kelinci
makan rumput. Ular sawah makan katak atau tikus. Ikan besar makan ikan
kecil. Jaur makan kayu, daun, atau sisa bagian lain dari tumbuhan.
33
2. Bernapas
Bernapas berarti mengambil gas oksigen (O2) dari sekeliling atau
lingkungan makhluk hidup, dari rnengeluarkan karbon dioksida, serta uap air
sebagai sisa metabolisme. Di datam tubuh makanan yang dimakan mengalami
oksidasi biologis dengan menggunakan oksigen. Dalam oksidasi biologis ini
dihasilkan tenaga atau energi yang dapat dipergunakan untuk kegiatan hidup.
Alat bernapas makhluk hidup berbeda-heda, manusia dan hewan darat,
seperti dari hewan menyusui, kelompok burung, ular, buaya, kura-kura, dan
katak bernapas dengan paru-paru. Hewan air umumnya bernapas dengan
insang, misalnya ikan. Tumbuhan bernapas dengan lubang-lubang kecil pada
daun yang disebut stomata. Reaksi pernapasan dituliskan sebagai berikut.
Zat makanan + oksigen → tenaga + uap air+ karbon dioksida
34
3. Bergerak
Semua makhluk hidup dapat bergerak. Hewan, seperti ayam, kucing,
dan tikus, juga manusia geraknya dapat dilihat dengan jelas sebab sering
berpindah dan suatu tempat ke tempat lain atau gerak aktif. Untuk berpindah
tempat, makhluk hidup menggunakan alat khusus, misalnya kaki, sayap, sirip,
atau alat gerak yang tidak terlihat jelas jika tidak diamati dengan teliti.
Tumbuhan tidak mampu melakukan gerak pindah tempat, tetapi hanya
menggerakkan sebagian tubuhnya atau gerak pasif. Misalnya, pada tanaman
putri malu ketika masih muda bunga datam keadaan kuncup. Kemudian
setelah dewasa mekar pada siang hari helai daun putri malu terbentang, tetapi
pada sore hari helai daun mengatup. Ujung batang tanaman putri malu dapat
tumbuh membekok ke arah datangnya sinar matahari
35
4. Mengeluarkan Zat Sisa
Telah dijelaskan di muka bahwa makhtuk hidup menggunakan
makanan sebagai sumber tenaga dan bahan pembangun sel. Dari proses
penggunaan makanan tersebut, terbentuklah zat sisa. Misalnya, uap air dan
karbon dioksida sebagai zat sisa oksidasi biologis. Keringat dan air kencing
adalah sebagai zat Sisa pertukaran zat dalam tubuh.
Zat sisa harus dikeluarkan dari tubuh sebab kalau tertimbun dalam
jumlah banyak dan tidak dikeluarkan akan meracuni alat-alat tubuh. Proses
pengeluaran zat sisa disebut ekskresi.
Alat pengeluaran zat sisa pada manusia dan hewan menyusui beberapa
macam, antara lain kulit untuk mengeluarkan keringat, ginjal untuk
membentuk air kencing, dan paru-paru untuk mengeluarkan uap air dan gas
karbon dioksida. Ikan mengeluarkan karbon dioksida melalui insang. Hewan-
hewan lainnya mengeluarkan zat sisa melalui atat tertentu. Tumbuhan
mengeluarkan zat sisa berupa CO2 dan tetes air melalui lubahg-lubang halus
36
pada daun. Pengeluaran tinja melalui anus bukan ekskresi, melainkan
defekasi, yaitu pengeluaran ampas makanan.
5. Berkembang Biak
Semua makhluk hidup yang ada di alam ini pada suatu saat akan mati.
Jenis makhluk hidup yang ada sekarang sama jenisnya dengan makhluk hidup
yang telah mati. Untuk menjaga supaya jenisnya tidak punah, makhluk hidup
mempunyai kemampuan untuk berkembang biak, yaitu kemampuan makhluk
hidup menghasilkan keturunan yang sama dengan induknya.
Cara makhluk hidup menghasilkan keturunan berbeda-beda. Manusia
melahirkan bayi (anak). Sapi, kuda, kambing, dan tikus beranak. Burung,
ular, katak, dan ikan bertelur, kemudian menetas menjadi anak.
Tumbuhan bunga menghasilkan biji yang akan tumbuh menjadi
tumbuhan yang sama dengan induknya. Ada pula tumbuhan yang
menghasilkan keturunan melalui tunasnya, misalnya tanaman pisang.
37
6. Tumbuh dan Berkembang
Tumbuhan berbiji, misalnya jambu, jeruk, mangga, jika bijinya
ditanam di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi tanaman kecil. Tunas
yang tumbuh pada batang pisang atau bonggol pisang merupakan tanaman
kecil.
Anak ayam yang baru menetas dari telur juga kecil. Anak kucing,
kijang, dan sapi yang baru dilahirkan oleh induknya jauh tebih kecil jika
dibandingkan dengan induknya. Bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya juga
kecil.
Makhluk-makhluk kecil tersebut lama-kelamaan menjadi besar sama
dengan ukuran induknya, bahkan dapat menjadi jauh lebih besar dan lebih
tinggi daripada induknya. Selain terjadi perubahan ukuran tubuhnya
dari.ukuran kecil menjadi besar karena tumbuh, makhluk kecil tersebut juga
mengalami perubahan menjadi dewasa, yaitu berkembang.
7. Peka terhadap Rangsangan
Semua makhluk hidup peka terhadap perubahan-perubahan yang
terjadi di sekitarnya. Untuk mengenal lingkungan yang ada di sekitarnya,
hewan dan manusia menggunakan indera. Indera adalah atat tubuh yang peka
38
terhadap rangsangan, misalnya mata peka terhadap rangsangan cahaya,
telinga peka-terhadap getaran bunyi, hidung peka terhadap bau, kulit peka
terhadap sentuhan, dan lidah peka terhadap rasa manis, asin, pahit, serta
masam.
Tumbuhan tidak memiliki indera, tetapi peka terhadap perubahan atau
rangsangan di sekelilingnya, misalnya tumbuhan putri malu atau si kejut peka
terhadap sentuhan. Apabila sebagian daun disentuh atau terkena panas, daun
yang semula membentang akan mengatup secara berurutan dan tangkai daun
terkulai. Ujung batang tumbuhan peka terhadap matahari sehingga batang
tumbuh menuju ke arah datangnya sinar matahari.
Perbedaan Ciri Yang Dimiliki Hewan Dan Tumbuhan
No Yang dibandingkan Hewan Tumbuhan
1. Pertumbuhan - Tidak bercabang- - Umumnya
cabang (kecuali pola bercabang dan
anggota gerak) beranting
- Tidak terus menerus, (kecuali
suatu saat berhenti monokotil)
pertumbuhannya - Berlangsung
terus menerus.
2. Ekskresi - Mengeluarkan CO2, - Mengluarkan O2,
uap, air dan sisa zat CO2 dan tetes air
nitrogen dalam urine. pada daun
3. Reproduksi - Umumnya secara - Reproduksi
39
kawin, reproduksi secara kawin
tak kawin terdapat (generatif) dan
pada hewan secara tak kawin
golongan tingkat (vegetatif)
rendah
4. Bergerak - Menggunakan otot - Tidak memiliki
dan rangka otot
- Bergerak pindah - Yang bergerak
tempat maupun bagian tubuh
gerak anggotanya tidak pindah
saja. tempat.
- Gerakan dapat cepat - Gerakan umunya
maupun lambat. lambat
5. Menanggapi - Peka karena - Peka terhadap
rangsang memiliki organ rangsang cahaya
indera dan saraf dan sentuh
maupun lambat.
6. Makan (Nutrisi) - Makanan terdiri atas - Makanan terdiri
zat organik, tidak atas zat
memiliki klorofil anorganik yang
sehingga tidak dapat diubah menjadi
membuat makanan zat organik
sendiri. dengan bantuan
cahaya.
- Memiliki
klorofil
7. Bernapas - Memerlukan O2, - Memerlukan O2,
serta mengeluarkan serta
CO2 dan uap air mengeluarkan
- Memiliki alat CO2 dan uap air
pernapasan yang - Tidak memiliki
khusus. alat pernapasan
yang khusus.
8. Masa Hidup - Terbatas - Tidak terbatas
masa hidupnya
40
A. CIRI-CIRI MANUSIA BERDASARKAN USIA
Tubuh manusia terdiri dari bermilyar sel yang memiliki
keanekaragaman bentuk dan fungsi. Padahal, tubuh manusia berasal dari
persatuan satu sel sperma dan satu sel telur (ovum) yang membentuk sel
zigot. Selanjutnya, zigot membelah berulang kali membentuk sekumpulan
sel seragam yang disebut morula. Sel-sel terus membelah sambil
mengadakan pengkhususan dan menjadi bentuk tertentu sesuai dengan
fungsinya. Proses perkembangan embrio manusia menjadi janin berlangsung
di dalam rahim (uterus). Proses perkembangan ini berlangsung selama
sekitar 9 bulan 10 hari. Proses pembentukan dan perkembangan otak
berlangsung di dalam rahim. Ini berarti bahwa masa kehamilan merupakan
masa pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental, dan kecerdasan bayi
sebelum dilahirkan.
41
Berikut akan diuraikan tahap-tahap perkembangan manusia dari
masa balita, remaja, dewasa, dan manula.
a. Masa Balita (0-4 tahun)
Masa balita (bawah lima tahun) merupakan awal masa
pertumbuhan di luar rahim. Terjadi pertumbuhan yang sangat cepat. Di
dalam rahim, pertukaran gas terjadi melalui plasenta. Di luar rahim,
paru-paru mulai berfungsi. Pertukaran gas melalui paru-paru. Di dalam
rahim, suhu tubuh konstan (tetap). Di luar rahim, bayi mendapat
pengaruh dari suhu lingkungan yang berubah-ubah. Kekebalan tubuh
belum berkembang. Karena itu, balita mudah terkena serangan
penyakit. Imunisasi dapat membentuk kekebalan tubuh balita.
b. Masa Kanak-kanak (5-11 tahun)
Masa kanak-kanak adalah lanjutan dari masa balita. Pada masa
ini telah diproduksi hormon seks namun masih rendah. Anak-anak
mengalami pertumbuhan fisik dan mental yang cepat, oleh karena itu
memerlukan gizi yang cukup dan lingkungan yang baik.
c. Masa Remaja (12-17 tahun)
Terdapat perbedaan yang menyolok antara remaja pria dan
remaja wanita. Hal ini disebabkan oleh perbedaan hormon. Hormon
adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh kelenjar buntu. Hormon
beredar di dalam darah guna mempengaruhi fisiologi dan
perkembangan tubuh. Terdapat berbagai hormon di dalam tubuh,
misalnva hormon pertumbuhan dan hormon seks. Pada masa kanak
kanak, produksi hormon seks rendah. Ketika mencapai remaja, di dasar
42
otak dilepaskan hormon yang mempengaruhi pembentukan hormon
berikutnya.
1. Remaja pria
Adanya hormon dari dasar otak memicu sel-sel khusus di
dalam testes untuk memproduksi hormon seks androgen. Hormon
androgen inilah yang berpengaruh baik secara fisiologis, anatomis
maupun psikologis (kejiwaan) remaja pria. Suara membesar, bulu-
bulu tumbuh di wajah dan bagian tubuh lain, testis dan penis
tumbuh, otot-otot membesar. Produksi sperma dimulai. Sperma
yang berlebihan akan dibuang melalui mimpi basah.
2. Remaja wanita
Adanya hormon dari dasar atak memicu sel-sel di dinding
telur (ovarium) memproduksi hormon seks estrogen. Hormon
estradiol berpengaruh baik secara fisiologis, anatomis, maupun
psikologis. Suaranya nyaring, buah dada dan pinggul membesar,
vagina dan rahim tumbuh, muncul jaringan lemak bawah kulit,
tumbuh rambut di pangkal paha dan mulai mengalami menstruasi.
Ini semua merupakan tandatanda persiapan bereproduksi.
Apakah menstruasi itu?
Akibat adanya hormon dari dasar otak (hormon gonadotropin),
kadar estrogen yang dihasilkan ovarium meningkat dan sel-sel telur
(ovum) masak. Ovum yang dikeluarkan oleh ovarium bergerak
menuju saluran telur (oviduk).
43
Meningkatnya hormon estrogen rnenyebabkan dinding dalam
(lapisan endometrium) tumbuh. Dinding dalam rahim menebal dan
dipenuhi pembuluh darah. Ini merupakan persiapan jika terjadi
pembuahan (fertilisasi). Embrio yang terbentuk akan dilindungi dan
dipasok makanannya oleh dinding dalam rahim.
Jika tidak terjadi pembuahan, ovum akan mati. Kadar hormon
estrogen menurun. Akibatnya, jaringan dan pembuluh darah di dinding
dalam rahim luruh dan mengelupas. Darah dan jaringan yang terlepas
dikeluarkan dalam bentuk darah menstruasi. Jadi, ketika menstruasi,
dinding dalam rahim mengalami luka. Beberapa wanita mengalami.
sakit pada saat menstruasi.
Masaknya ovum (ovulasi) berulang setiap 28 hari sekali. Siklus
ovulasi ini juga berakibat pada siklus menstruasi, yang berulang setiap
28 hari sekali. Jika siklus menstruasi tidak normal, terjadi kelainan
menstruasi atau yang lain, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.
3. Ciri-ciri Psikologi Remaja
Masa remaja adalah masa peralihan antara kanak-kanak dan
dewasa. Perubahan hormonal di dalam tubuhnya mempengaruhi
psikologi dan tingkah lakunya. Beberapa ciri psikologi itu antara lain:
a. Mulai tertarik kepada lawan jenis
Hal ini wajar dan manusiawi. Masa remaja adalah masa persiapan
menuju dewasa, jadi belum dewasa, baik secara jasmani maupun
rohani. Ini juga berarti belum siap, untuk bereproduksi. Kehamilan
44
yang terjadi pada usia remaja dapat berpengaruh negatif baik pada
diri remaja maupun keturunannya.
b. Mencari identitas diri
Remaja tidak mau dikatakan sebagai anak-anak, namun cara
berpikirnya belum dewasa. Dalam usaha mencari identitas diri,
remaja seringkali menentang kemapanan karena dirasa
membelenggu kebebasannya. Mereka juga ingin mengetahui
banyak hal sehingga sering melakukan hal coba-coba.
Ciri-ciri tersebut bukanlah ciri negatif. Ciri-ciri tersebut justru
bisa dikembangkan ke arah positif. Misalnya, sifat menentang
kemapanan diarahkan pada sifat mencurigai kebenaran ilmiah.
Kebenaran ilmiah adalah kebenaran relatif yang perlu dibuktikan
kebenaran atau ketidakbenarannya. Para remaja hendaknya memupuk
keingintahuannya dengan melakukan percobaan-percobaan ilmiah.
d. Masa Dewasa (18-40 tahun)
Masa dewasa dimulai pada usia 18 tahun. Masa dewasa secara
biologis ditandai dengan kesiapan bereproduksi dan secara psikologis
memiliki kesiapan dan kematangan mental.
Pertumbuhan fisik secara memanjang (bertambah tinggi) masih
berlangsung hingga mencapai usia 22 tahun. Biasanya tinggi dan berat
badan konstan dan mulai bertambah berat setelah mencapai usia 32 tahun.
Kematangan mental pria dicapai setelah usia 25 tahun, sedangkan pada
wanita kematangan mental lebih cepat.
45
e. Masa Manula (>40 tahun)
Manula (manusia usia lanjut) dimulai pada usia 40 tahun.
Pertumbuhan sel-sel tidak secepat pengausan sel-sel sehingga terjadi
kemunduran fungsi organ-organ tubuh. Organ tubuh yang sering
mengalami kemunduran adalah mata, telinga, dan pertumbuhan otot.
Pada wanita, biasanya estrogen menurun sejak usia 40 tahun.
Akibatnya ovulasi menurun dan siklus menstruasi terganggu.
Kemampuan bereproduksi menurun dan jika terjadi kehamilan, biasanya
beresiko tinggi. Kemampuan seksual mungkin tetap.
Menurunnya produksi estrogen dapat berpengaruh pada bagian
tubuh lain. Kekenyalan kulit wajah menurun, terjadi pengeroposan
tulang (osteoporosis). Kekurangan estrogen dapat diatasi dengan
mengkonsumsi makanan dari kedelai, misalnya tahu dan tempe.
Pada pria, kemampuan menghasiikan sperma terus berlanjut
tanpa batas. Walau demikian, kualitas sperma yang dihasiikan menurun.
Bayi yang dihlasilkan dari pria manula sering mengalami kelainan fisik
atau mental.
46