RANGKUMAN
1. Ciri-ciri makhluk hidup meliputi bergerak dan menanggapi rangsang,
melakukan metabolisme, memerlukan makanan, melakukan adaptasi,
tumbuh dan berkembang biak.
2. Tumbuhan mampu menyusun zat organik (gula) dari zat anorganik dengan
bantuan energi cahaya. Peristiwa itu dikenal sebagai fotosintesis. Hai ini
disebabkan karena sel-sel tumbuhan memiliki kloroplas, yang di dalamnya
terkandung klorofil. Tumbuhan dapat tumbuh dengan baik jika terdapat zat
hara yana cukup. Karena dapat menyusun zat organik dari zat anorganik,
tumbuhan tergolong aototrof, sedangkan hewan tergolong heterotof.
3. Proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup dikenal sebagai
metabolisme, yang terdiri dari anabolisme dan katabolisme.
4. Makhluk hidup dapat melakukan adaptasi. Adaptasi dilakukan agar
makhluk hidup tetap lestari.
5. Tumbuhan dapat dibedakan dari hewan karena tumbuhan berklorofil,
sedangkan hewan tidak tumbuhan bersifat autotrof, sedangkan hewan
bersifat heterotrof; tumbuhan tidak dapat bergerak aktif, sedangkan hewan
bergerak aktif.
6. Berdasarkan jenis makanannya hewan dikelompokkan menjadi herbivor,
karnivar, dan omnivor.
7. Dalam hidupnya, mannusia melalui tahap perkembangan yaitu masa balita,
masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa, dan masa manula.
47
8. Masa remaja atau masa puber ditandai perubahan menyolok antara remaja
pria dan remaja wanita. Perubahan itu meliputi perubahan Fungsi alat
tubuh, anatomi tubuh, dan kejiwaan.
9. Remaja pria ditandai oleh suara membesar, otot tubuh membesar, testis
dan penis membesar dan mulai memproduksi sperma.
10. Remaja wanita ditandai oleh payudara dan pinggul membesar, vagina dan
rahim tumbuh, serta mengalami menstruasi.
11. Menstruasi adalah luruhnya jaringan dan pembuluh darah di dinding rahim
yang kemudian keluar melalui vagina.
48
Latihan Soal
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan ringkas dan benar
1. Sebutkan ciri-ciri makhluk hidup!
2. Bandingkan ciri yang dimiliki oleh hewan dengan ciri yang dimiliki oleh
tumbuhan!
3. Berikan contoh adanya iritabilita pada tumbuhan!
4. Untuk apa makhluk hidup makan?
5. Tumbuhan disebut juga sebagai makhluk hidup autrotof, apa maksudnya?
6. Apakah yang dimaksud dengan menstruasi?
7. Sebutkan ciri-ciri masa remaja!
8. Sebutkan perbedaan ciri-ciri tubuh remaja pria dengan wanita akibat
perbedaan hormaon!
9. Pada usia berapa ciri-ciri makhluk hidup dikatakan sebagai masa kanak-
kanak?
10. Bagaimana perbedaan ciri masa manula antara wanita dan pria?
49
BAB IV
KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
SK : Memahami keanekaragaman makhluk hidup
KD : Mendiskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan
mulai dari tingkat sel sampai organisme
Tujuan Pembelajaran :
- Memahami keanekaragaman makhluk hidup
- Membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lain
berdasarkan ciri khusus kehidupan yang dimiliki
- Mendeskripsikan pentingnya dilakukan klasifikasi makhluk
hidup
A. Keanekaragaman Makhluk Hidup
Bila kita memperhatikan lingkungan di sekitar kita, kita akan melihat
bermacam-macam-macam makhluk hidup. Makhluk hidup yang bermacam-
macam dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Ada tumbuhan,
hewan dan manusia. Pengelompokan didasarkan adanya perbedaan dan
persamaan yang dimiliki. Meski demikian, makhluk hidup dalam satu
kelompok pun masih terdapat perbedaan-perbedaan diantara anggotanya.
Perbedaan-perbedaan tersebut menunjukkan adanya keanekaragaman
makhluk hidup. Namun keanekaragaman tersebut harus kita pandang sebagai
50
satu keseluruhan (totalitas) yaitu bagian-bagian yang saling terkait dan tidak
terpisahkan satu terhadap terhadap yang lain.
I. Keanekaragaman Tumbuhan
Tumbuhan tidak berpembuluh
Tumbuhan tidak berpembuluh adalah tumbuhan yang tidak
memiliki pembuluh kayu dan pembuluh tapis.
Kelompok tumbuhan yang tidak berpembuluh yaitu: jamur
(FungilMycota), ganggang (Alga), lumut kerak (Lichenes), dan lumut
(Bryophyta). Ciri tumbuhan tidak berpembuluh adalah tidak memiliki
akar, batang, dan daun sejati (Thallophyta). Tumbuhan yang sudah
memiliki akar, batang dan daun sejati disebut Carmophyta. Lumut
(Bryophyta) termasuk tumbuhan tidak berpembuluh, tetapi sudah
memiliki batang dan daun, akarnya berupa akar semu (rizoid). Lumut
termasuk peralihan dari Thallophyta ke Carmophyta.
a. Jamur (Fungi)
Jamur termasuk kingdom Fungi. Ilmu yang mempelajari jamur
disebut mikologi. Ciriumum jamur adalah sebagai berikut :
a. Tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis.
Jamur hidup sebagai saprofit yaitu menguraikan zat sisa organisme
(sampah) atau sebagai parasit.
b. Memiliki selaput (membran inti)
c. Dinding sel dari selulosa atau zat kitin.
d. Tubuh tersusun oleh satu sel (uniseluler atau monoseluler) atau
banyak sel (multiseluler).
51
e. Tubuh ada yang berbentuk benang (hifa). Anyaman hifa
membentuk misedium.
f. Reproduksi dapat berlangsung secara generatif dan vegetatif.
Reproduksi generatif dengan berkonjugasi dan dengan membentuk
spora generatif generatif yaitu oospora, zigospora, askospora, dan
basidiospora. Reproduksi vegetatif dengan fagmentasi (pemutusan
bagian tubuh) dan dengan membentuk spora.
Fungi terdiri atas 4 divisio yaitu Zigomycotina, Ascomycotina,
Basidiomycotina, dan Deuteromycotina.
Gambar 1.1. Jamur tempe/rhyzopus oryzae
Divisio Zigomycotina
Gambar 1.2. Jamur tape/sacrhomycescereviciae
Divisio Ascomycotina
52
Gambar 1.3. Jamur merang
Divisio Bazidiomycotina
b. Alga
Ciri umum alga adalah sebagai berikut :
a. Alga ada yang bersel satu (monoseluler/uniseluler) dan ada yang
bersel banyak (multiseluler).
b. Ada yang tidak memiliki selaput inti (prokariota) yaitu pada alga
biru (Cyanophyta), sedangkan alga yang alin memiliki selaput inti
(eukariota).
c. Semua alga berklorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis.
Oleh karen itu alga disebut sebagai organisme autotrof dan dalam
ekosistem berperan sebagai produsen,
d. Reproduksi dapat terjadi secara generatif dengan konjugasi dan
vegetatif dengan membelah diri, fragmentasi, dan spora.
a. Alga Biru
Alga biru (Cyanophyta) tidak memiliki selaput inti (membran
sel) sehingga disebut prokariota. Cyanophyta termasuk kingdom
Monera bersama bakteri.
Pigmen dominan pada alga biru adalah fikosianin yang
berwarna biru (cyano = biru).
53
Kiorotil tersebur karena belum memiliki kloroplas. Contoh
Cyanophyta adalah :
1) Gloeocapsa dan Chroocoecus (bersel tunggal)
2) Oscillatoria dan Nostoc commune (berbentuk benang)
b. Alga Hijau (Chlorophyta)
Alga hijau memiliki selaput inti (eukariota). Pigmen dominan
adalah klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Contoh alga hijau
adalah :
1) Chlorella (bersel satu, tidak bergerak, dan merupakan sumber
cadangan makanan dengan gizi tinggi)
2) Chlamydomonas (bersel satu dapat bergerak)
3) Euglena viridis (bersel satu dapat bergerak)
4) Spyrogyra (berbentuk benang, mampu konjugasi, kloroplas
tersusun spiral di dalam sel)
5) Ulva sp. dan Chara sp. (berbentuk lembaran)
Gambar 1.4. Alga hijau Chlamydomonas
54
c. Alga Keemasan (Crysophyta)
Pigmen dominan pada alga keemasan adalah koroten. Klorofil
terdapat di dalam kloroplas. Dinding sel mengandung zat kersik
(silikat) sehingga disebut juga alga kersik atau Diatomae. Alga
keemasan berguna sebagai bahan penggosok dan isolator dinamit.
Contoh Navicula sp. Reproduksi Navicula dengan membentuk tutup
(epiteka) dan kotak (hipoteka)
d. Alga Cokelat (Paeophyta)
Pigmen dominan adalah fukoxantin (xanto berarti kuning).
Klorofil terdapat dalam kloroplas. Alga cokelat mengandung asam
alginat yang berguna pada industri kosmetik dan tekstil. Contoh
Sargassum, Turbinaria, dan Padina pavonia.
e. Alga merah (Rhodophyta)
Pigmen dominan adalah fikoeritrin (eritro artinya merah)
pigmen lain yang ada adalah klorofil dan fikosianin. Alga merah
dikenal dengan rumput laut dan penting sebagai bahan baku agar-agar.
Contoh Eucheuma spinosum (di Indonesia), dan Gelidium serta
Gracilaria (di daerah dingin).
c. Lumut Kerak
Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamu dan alga. Jamur
berasal dari divisio Ascomycotina atau Basidiomycotina, sedangkan
alga berasal dari Cyanophyta atau Chlorophyta.
Lumut kerak berkembang biak dengan fragmentasi (pemutusan
bagian tubuh) membentuk soredia (tunggal:soredium)
55
Lumut kerak merupakan indikator polusi udara. Jika banyak
dijumpai lumut kerak berarti udara masih bersih.
Gambar 1.5. Lumut Kerak
d. Lumut Bryophyta)
Lumut memiliki batang, daun dan akat semu (rizoid). Pada
batang dan daun tidak terdapat pembuluh xilem dan floem. Lumut
dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
a. Lumut hati (Hepaticeae)
Tubuh berbentuk lembaran, menempel dengan rhizoid, anteridium
dan arkegonium terdapat dalam satu tumguhan pada tempat yang
terpisah. Contoh Marchantia polimorpha.
b. Lumut daun (Musci)
Tubuh berupa batang dan daun yang tegak dan menempel dengan
rhizoid. Contoh Sphagnum, Funaria dan polytrichum.
Lumut mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) yaitu fase
gametofit dan sporofit. Gametofit (gamet = sel kelamin, phyta =
tumbuhan) adalah generasi tumbuhan yang menghasilkan sel kelamin
(gamet). Sporofit adalah generasi tumbuhan yang menghasilkan spora.
Reproduksi lumut berlangsung sebagai berikut :
56
a. Generasi gametofit
Spora lumut yang jatuh ditempat yang lembab akan tumbuh
menjadi protonema. Protonema tumbuh menjadi tumbuhan lumut.
Tumbuhan lumut menghasilkan anteridium dan arkegonium.
Anteridium menghasilkan spermatozoid sebagai sel kelamin
jantan, sedangkan arkegonium menghasilkan ovum sebagai sel
kelamin betina.
b. Generasi sporofit
Zigot terbentuk sebagai hasil pembuahan ovum dan spermatozoid.
Zigot tumbuh menjadi sporogenium (kotak spora lumut) yang
mampu menghasilkan spora. Jika sporogonium pecah, maka spora
akan terbang terbawa angin dan tumbuh ditempat yang lembab.
Gambar 1.6. (a) lumut hati dan (b) lumut daun
Protonema dan tumbuhan lumut merupakan generasi gametofit
sebab termasuk fase menghasilkan gamet (sel kelamin) yaitu
spermatozoid dan ovum. Protonema dan tumbuhan lumut mampu
melakukan fotosintesis.
Hasil pembuahan ovum dengan spermatozoid membentuk zigot.
Zigot tumbuh membentuk sporogonium yang mampu menghasilkan
57
spora, sehingga zigot dan sporogonium termasuk generasi sporofit.
Zigot dan sporogonium tidak mempunyai klorofil sehingga tidak
mampu melakukan fotosintesis
Spora Fase gametofit
Protonema
Tumbuhan lumut
Anteridium Arkegonium
Spermatozoid Ovum Sel gamet
Zigot Fase Sporofit
Sporogonium
Spora
Gambar 1.7. Metagenesis lumut
Tumbuhan Berpembuluh
Tumbuhan berpembuluh adalah tumbuhan yang mempunyai
pembuluh xilem (pembuluh kayu) dan pembuluh floem (pembuluh
tapis/kulit). Tumbuhan berpembuluh meliputi tumbuhan paku
(Pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta)
58
1. Tumbuhan paku (Pteridophyta)
Ciri-ciri tumbuhan paku sebagai berikut :
1. Tumbuhan paku mempunyai akar, batang dan daun sejati
(Cormophyta)
2. Pada akar, batang dan daun terdapat pembuluh xilem dan floem
3. Pada daun terdapat klorofil untuk fotosintesis. Daun yang
mengandung spora disebut sporofil yang merupakan daun fertil
(subur). Daun yang tidak mengandung spora dan hanya untuk
fotosintesis disebut tropofil yang merupakan daun steril (mandul).
4. Ujung daun menggulung ketika masih muda.
5. Paku berkembang biak dengan spora dan mengalami pergiliran
keturunan (metagenesis) yaitu generasi gametofit dan sporofit.
Tumbuhan paku ada 4 kelas yaitu:
a. Psilophytinae (paku lumut)
Tubuh berupa rambut-rambut sporangium dan ujung-ujungnya
tidak berdaun. Paku Psilophytinae sudah hampir punah, contoh
Psilotum nudum.
b. Equisetinae (paku ekor kuda)
Sporofit pada ujung batang atau cabang berkumpul membentuk
badan seperti gada kerucut. Contoh Equisetum debile (paku ekor
kuda).
59
c. Licopodinae (paku kawat)
Seperti rerumputan dengan daun kecil tersusun rapat. Termasuk
paku heterospora. Contoh Selaginella (paku rane), Licopodium
clavatum (paku kawat).
d. Filicinae (paku sejati)
Paku sejati telah mempunyai makrofil (daun besar) dengan tulang
daun dan daging daun (mesofil). Contoh Alsophilla glauca (paku
tiang), Asplenium nidus (paku sarang burung), Marsilea crenata
(semanggi), merupakan paku air yang dapat dimakan sebagai
sayuran), Adiantum cuneatum (suplir), dan Azolla pinata (paku air
yang dapat menyuburkan sawah karena bersimbiosis dengan
Anabaena azollae yang dapat menambat nitrogen dari udara).
Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibagi
menjadi 3 golongan yaitu:
a. Paku homospora (isospora) yaitu paku yang menghasilkan spora
yang berukuran sama besar dan sama jenisnya. Contoh
Licopodium clavatum (paku kawat).
b. Paku heterospora adalah paku yang menghasilkan 2 jenis spora
yaitu makrospora (sel betina) dan mikrospora (sel jantan). Contoh
Selaginella (paku rane), dan Marsilea crenata (semanggi).
c. Paku peralihan yaitu paku yang menghasilkan spora sama besar
tetapi jenisnya berbeda. Contoh Equisetum debile (paku ekor
kuda).
60
Metagenesis Paku Homospora
a. Fase gametofit
Spora tumbuhan paku yang tumbuh di tempat yang lembab akan
tumbuh menjadi protalium. Protalium menghasilkan anteridium
dan arkegonium. Anteridium menghasilkan spermatozoid dan
arkegonium menghasilkan ovum.
b. Fase sporotofit
Hasil pertemuan spermatozoid dengan ovum membentuk zigot.
Zigot tumbuh menjadi tumbuhan paku. Tumbuhan paku
menghasilkan daun yang mampu membentuk spora disebut
sporofit. Sporofit membentuk kota spora (sporangium).
Sporangium membentuk spora.
Spora Fase gametofit
protalium
Anteridium Arkegonium
Spermatozoid Ovum Sel gamet
Zigot Fase Sporofit
Tumbuhan paku
Sporofit
Sporogonium
Spora
Gambar 1.8. Metagenesis paku homospora
61
Protalium mampu melakukan fotosintesis karena mempunyai
klorofil. Protalium termasuk generasi gametofit sebab mampu
menghasilkan gamet (sel kelamin) yaitu spermatozoid dan ovum.
Tumbuhan paku termasuk generasi sporofit sebab mampu
menghasilkan spora.
Manfaat tumbuhan paku bagi manusia adalah sebagai berikut:
1. Sebagai tumbuhan hias yaitu suplir, paku tanduk rusa, dan
paku sarang burung.
2. Sebagai sumber makanan yaitu semanggi
3. Sebagai obat-obatan yaitu Lycopodium clavatum dan
Lycopodium cernuum.
4. Sebagai penyubur didaerah pertanian, khususnya sawah, yaitu
Azolla pinata, paku Azolla pinata bersimbiosis dengan alga
biru yaitu Anabaena azollae yang mampu menambat niytrogen
dari udara.
Gambar 1.9. Lycopodium sp
62
B. Klasifikasi Makhluk Hidup
1. Pengertian Klasifikasi
Begitu banyak dan beragamnya objek yang akan diklasifikasi
menuntut untuk dilakukannya penyederhanaan terhadap objek. Salah satu
penyederhaan tersebut adalah dengan klasifikasi.
Dalam biologi, yang dimaksud klasifikasi adalah sesuatu yang
menyangkut persamaan sifat sebagai akibat atau perwujudan dari suatu
proses evolusi. Dengan kata lain, klasifikasi merupakan suatu kegiatan
membentuk kelompok-kelompok dengan cara mencari keseragaman
dalam keanekaragaman. Kelompok-kelompok yang terbentuk dari hasil
pengklasifikasian tersebut disebut takson.
2. Tujuan dan Manfaat Klasifikasi
Tujuan klasifikasi terhadap makhluk hidup adalah untuk
menyederhanakan objek studi agar lebih mudah dikelompok-
kelompokkan dengan cara mencari persamaan-persamaan dan perbedaan-
perbedaan ciri dan sifat yang ada.
Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:
a. Kita dapat mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
b. Kita dapat mengetahui manfaat makhluk hidup bagi kita
c. Kita dapat mengetahui cara pelestariannya
3. Langkah-langkah dalam Klasifikasi
a. Identifikasi sifat-sifat makhluk hidup, dengan cara mengenali ciri-ciri
danb sifat-sifat makhluk hidup.
b. Mengelompokkan berdasarkan ciri-ciri yang diperoleh
c. Pemberian nama kelompok
63
4. Macam-macam Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi telah banyak dilakukan oleh para ahli biologi dengan berbagai
macam cara, antara lain sebagai berikut :
a. Tempat hidupnya, diantaranya :
- Hidrofit (tumbuhan air), contoh: enceng gondok, teratai
- Xerofit (tumbuhan darat), contoh: kaktus
- Epifit (menempel pada tumbuhan lain), contoh: anggrek
- Saprofit (hidup pada sisa-sisa makhluk hidup), contoh: jamur dan
bakteri.
b. Ukuran tumbuhan
- Perdu, yaitu tumbuhan yang tidak tinggi dan bercabang-cabang
dekat dengan permukaan tanah
- Pohon, yaitu tumbuhan yang tinggi dan bercabang-cabang tidak
dekat dengan permukaan tanah
- Semak, yaitu tumbuhan berupa perdu atau pohon yang tumbuh
rendah.
- Rerumputan, yaitu tumbuhan yang menutupi permukaan tanah
c. Kegunaan tumbuhan
- Tanaman pangan, contoh: padi, jagung, gandum dan ketela
- Tanaman sandang, contoh: kapas
- Tanaman obat-obatan, contoh: kahe, kunyit dan kina
- Tanaman sedap-sedapan, contoh: tembakau
d. Klasifikasi berdasarkan struktur tubuh luar dan tubuh
dalamCara ini diperoleh oleh Carolus Linnaeus. Ia memperkenalkan
64
cara pemberian nama kepada suatu jenis makhluk hidup yang
kemudian dikenal dengan sistem Nomenklatur Binominal.
Tata Cara penulisan Nomenklatur Binominal
1. Terdiri atas dua kata
2. Kata pertama ditulis dengan awalan huruf besar dan kata kedua
dengan huruf kecil
3. Kedua kata di cetak tebal/digaris bawahi atau dicetak miring
4. Kata pertama menunjukkan genus dan kata kedua menunjukkan
spesies
Di dalam melakukan kliasifikasi Linnaeus mengelompokkan
makhluk hidup menjadi kelompok besar hingga kelompok terkecil
masing-masing diberikan istilah khusus untuk membedakan satu
tingkat dengan tingkat yang lainnya. Tingkatan (takson) yang
digunakan Linnaeus adalah sebagai berikut:
1) Kingdom (kerajaan/dunia)
2) Phylium/Divisio (filum/division/keluarga besar)
3) Class (kelas)
4) Bangsa (ordo)
5) Genus (marga)
6) Species (spesies/jenis)
Tingkatan kerajaan sampai spesies ditentukan berdasarkan
persamaan ciri makhluk hidup yang paling umum ke ciri yang paling
khusus. Dengan demikian, makin ke bawah perbedaan ciri makhluk
hidup dikelompokkan makin sedikit.
65
Kerajaan terdiri atas beberapa filum/divisio; filum/divisio terdiri
atas beberapa kelas; kelas terdiri dari beberapa bangsa, bangsa atas
beberapa suku, suku terdiri atas beberapa marga dan marga terdiri atas
beberapa spesies. Berdasarkan hal tersebut di atas dapat disimpulkan
bahwa spesies merupakan tingkatan klasifikasi dengan jumnlah
anggota paling sedikit.
Spesies adalah kelompok makhluk hidup yang diantara
anggotanya dapat kawin sesamanya dan menghasilkan keturunan yang
subur (fertil). Agar pemahaman tentang tingkatan makhluk hidup
menjadi semakin jelas, perhatikan gambar diagram dibawah.
Makhluk hidup
Dunia tumbuhan Dunia hewan
(Kingdom Plantarum) (Kingdom Animalia)
Filum (Phylum) Divisio (Divisio)
Kelas (Class)
Bangsa (Ordo)
Suku (Familia)
Marga (Genus)
Jenis (Spesies)
Gambar 1.10. Diagram Klasifikasi berdasarkan
Struktur tubuh luar dan tubuh dalam
66
Diagram tersebut menunjukkan pula bahwa sistem klasifikasi
menurut Linnaeus merupakan sistem klasifikasi dengan dua kingdom.
Walaupun masih ada sistem klasifikasi lain, tetapi klasifikasi tersebut
masih banyak yang menggunakannya. Sejalan dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan ditemukkannya mikroskop elektron serta teknik
biokimia untuk mengetahui perbedaan makhluk hidup sampai ke
tingkat sel menggugah para ahli biologi untuk membuat klasifikasi
baru. Salah satu diataranya adalah sistem klasifikasi dengan 5
kingdom yang diusulkan oleh R.H. Whitaker, seorang ahli biologi dari
Amerika serikat, pada tahun 1969. ternyata, usulan Whitaker ini
mendapat sambutan baik dan disetujui oleh sebagaian besar ahli
biologi. Ia mengusulkan bahwa jamur (fungi) dipisahkan dari
tumbuhan (kingdom Plantarum) dan dijadikan kingdom tersendiri.
Alasan yang dikemukakan Whitaker adalah sebagai berikut :
1) Jamur tidak melakukan fotosintesis, tetapi menyerap makanan dari
organisme lain
2) Jamur berbeda dengan tumbuhan lain dalam hal susunan dinding
sel, struktur tubuh, dan cara reproduksinya
Kelima kingdom tersebut adalah sebagai berikut :
1) Kingdom Monera yang terdiri atas berbagai jenis bakteri dan
ganggang biru (Cyanophyta)
2) Kingdom Protista yang terdiri atas ganggang dan protozoa
3) Kingdom Fungi yang terdiri atas jamur dan khamir (ragi)
4) Kingdom Animalia yaitu terdiri atas hewan tingkat rendah dan
hewan tingkat tinggi
67
DAFTAR PUSTAKA
Anwar,Alibasyah(pen). 1989. Dunia Tumbuhan, Pustaka Pengetahuan Modern.
Jakarta : Widyadara.
Departemen Pendidikan Nasional. Kurikulum 2004 berbasis Kopetensi. Standar
Kopetensi Mata Pelajaran Sain Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah
Tsanawiyah.
Istamar,Drs. Syamsuri dkk. 2002. Sain Biologi.Jakarta : Erlangga.
Suodarjatmo, Drs. Dkk. 1995. Biologi SMP.Klaten : PT Intan Pariwara.
Suripto, Drs. 1982. Anatomi Ikan, Katak, Merpati, dan Marmut Seri B.I.Jakarta :
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Dasr
dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Umum.
Sri Murjojo. 1991. Biologi SMP. Klaten : PT Intan Pariwara.
Redaksi Rekena Cipta. 1990. Kamus Istilah Biologi, Botani, Zoologi. Jakarta :
Reneka Cipta.
67
i
68