JONever Stop ReadingULAEEEdddiissiiisiAAAppprrriiilll222000222666EdisiApril 2026RRee--SSttaarrtt::SSeemmaannggaattBaruMMuullaaii LLaaggii,, LLeebbiihh TTeerraarraahh:: CCaarraaGGeenn--ZZ BBaannggkkiitt ddaann MMeennjjeemmppuuttPPTTNN IImmppiiaannMulai Lagi, Lebih Terarah: CaraGen-Z Bangkit dan MenjemputPTN ImpianMMeennjjaaggaa KKeesseeiimmbbaannggaannddii EErraa DDiiggiittaallMenjaga Keseimbangandi Era DigitalJONever Stop ReadingULA
“Orang yang tak pernah membacabuku sama buruknya dengan merekayang tak bisa membaca buku.\"“Orang yang tak pernah membacabuku sama buruknya dengan merekayang tak bisa membaca buku.\"- Mark Twain -S I T A l L a u z a h 2 0 2 6
Pembina:Herlina Yusdarti, S.Pd., Gr.Ketua Redaksi:Ndaru Dwi Kurnia, S.E., S.Pd., Gr.Desain Grafis/Layout:Ratu Hilma Wahdatunnisa, S.Pd.Editor:Ndaru Dwi Kurnia, S.E., S.Pd., Gr.Redaktur:Ndaru Dwi Kurnia, S.E., S.Pd., Gr.Andina Halwah RaqiqahNur Hidayah, S.Pd.Elisa Lestari, S.S.Dewi Anggraeni, S.Pd.Ratu Hilma Wahdatunnisa, S.Pd.Azka Diti Nurfadhilah Effendi, S.S.Tim Terapi AnandaTim Guru QuranPembina:Herlina Yusdarti, S.Pd., Gr.Ketua Redaksi:Ndaru Dwi Kurnia, S.E., S.Pd., Gr.Desain Grafis/Layout:Ratu Hilma Wahdatunnisa, S.Pd.Editor:Ndaru Dwi Kurnia, S.E., S.Pd., Gr.Redaktur:Ndaru Dwi Kurnia, S.E., S.Pd., Gr.Andina Halwah RaqiqahNur Hidayah, S.Pd.Elisa Lestari, S.S.Dewi Anggraeni, S.Pd.Ratu Hilma Wahdatunnisa, S.Pd.Azka Diti Nurfadhilah Effendi, S.S.Tim Terapi AnandaTim Guru QuranJoulaTim PenyusunA p r i l 2 0 2 6S I T A l L a u z a h 2 0 2 6
SAMBUTAN REDAKTURSTOLA (Story of Al-Lauzah)KIDDOSEXPLORERPRE-TEENGEN-ZGET CLOSERLILLAHKITA ISTIMEWACORNERCREATIVITYDUP (Dari Untuk Pesan)GEMA (Gerakan Membaca)SAMBUTAN REDAKTURSTOLA (Story of Al-Lauzah)KIDDOSEXPLORERPRE-TEENGEN-ZGET CLOSERLILLAHKITA ISTIMEWACORNERCREATIVITYDUP (Dari Untuk Pesan)GEMA (Gerakan Membaca)QUIZ JOULAA p r i l 2 0 2 6S I T A l L a u z a h 2 0 2 6IV12124283237434954607476IV1212428323743495460747683Daftar IsiJoula
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Apa kabar, Joulavers?Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur, Joula kembali hadirmenyapa Joulavers dalam suasana yang begitu istimewa—usai bulan penuh berkah, kita dipertemukan lagi dalamsuasana kemenangan dan kelegaan. Edisi kali ini kami hadirkandengan tema: Re-start: Semangat Baru.Setelah melewati Ramadan dan Idulfitri, setiap hati seolahdireset oleh waktu. Ada yang ingin memulai kebiasaan baikyang sempat tumbuh selama Ramadan, ada pula yang inginmenata kembali langkah dan tujuan hidup. Di sinilah Re-startmenemukan maknanya—bukan sekadar mulai lagi, tetapimulai dengan kesadaran baru dan semangat yang diperbarui.Melalui edisi ini, Joula mengajak Joulavers untuk menyalakankembali api semangat dalam diri. Kita akan menjelajahi ceritacerita inspiratif tentang awal yang baru, refleksi dari perjalananhidup, hingga kisah sederhana tentang keberanian melangkahlagi setelah jeda. Karena setiap akhir selalu menyimpanpeluang untuk memulai sesuatu yang lebih baik.Kami berharap edisi Re-start: Semangat Baru ini menjaditeman yang hangat di awal langkah baru Joulavers. Semogasetiap tulisan di dalamnya mampu menyegarkan pikiran,menguatkan niat, dan menumbuhkan kembali semangat untukterus berproses menuju versi terbaik diri kita.Akhir kata, kritik dan saran dari Joulavers selalu menjadi bahanbakar kami untuk terus bertumbuh.Selamat membaca, selamat memulai kembali dengan hatiyang ringan dan semangat yang baru.Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.SambutanRedaksiSambutanRedaksiTim Redaksi Joula
1
Dalam rangka mengenalkan makna puasa kepada teman-temankecil sejak dini, Playgroup Al-Lauzah menyelenggarakan kegiatanIfthar Jama’i yang penuh keceriaan dan kehangatan. Ifthar Jam’i inidirancang tidak hanya sebagai momen berbuka bersama, tetapi jugasebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan dan bermaknabagi anak-anak.Acara dibuka dengan penampilan panggung berani dari masingmasing kelas. Dengan penuh percaya diri, teman-teman kecil tampildi hadapan teman-temannya, menunjukkan bakat dan keberanianmereka. Suasana semakin hidup dengan hadirnya sesi dongeng yangdibawakan oleh Kak Habib dan Jiun. Cerita-cerita yang disampaikantidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan moral yang mudahdipahami oleh anak-anak.Menjelang waktu berbuka, teman-teman kecil diajarkan untukmenunggu dengan sabar serta membaca doa sebelum makan.Momen ini menjadi pembelajaran sederhana namun bermaknatentang nilai kesabaran dan adab dalam beribadah. Ketika adzanmaghrib berkumandang, wajah-wajah ceria pun terlihat saat merekabersama-sama menikmati hidangan berbuka.Kegiatan Ifthar Jama’i ini ditutup dengan suasana yang lebih hangatmelalui kebersamaan di rumah salah satu teman, bersama ayah danbunda. Peran orang tua sangat terasa dalam mendampingi anakanak dengan penuh kasih sayang serta memberikan teladan yangbaik. Tawa dan cerita ringan mengisi kebersamaan tersebut,menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu hangat.Melalui kegiatan ini, teman-teman kecil tidak hanya belajar tentangpuasa, tetapi juga memahami arti kebersamaan, kesabaran, danpentingnya berbagi dengan sesama. Ifthar Jama’i menjadi momenindah yang tidak hanya meninggalkan kenangan manis, tetapi jugamenanamkan nilai-nilai kebaikan yang akan terus mereka ingat.2
3
4
Market Day\"Little Muslim Food Market (From Children WithKindness.)\"Kegiatan Market Day\"Little Muslim Food Market (From Children WithKindness)\"yang diselenggarakan oleh TK IT Al-Lauzah pada Kamis, 5Februari 2026 dengan berlokasi di Lapangan Gedung A, SIT Al-Lauzah.Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan padasatu kali di setiap tahunnya.Market Day kali ini bertemakan\"Little Muslim Food Market (FromChildren With Kindness)\". Kegiatan ini diadakan sebagai upayamenanamkan nilai karakter sejak dini kepada teman-teman kecilmelalui kegiatan nyata yang menyenangkan dan bermakna. Kegiatan inidirancang sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan sederhana, dimana teman-teman kecil belajar mengenal proses jual beli, kejujuran,tanggung jawab, serta pentingnya mengonsumsi makanan yang halaldan thayyib. Melalui pengalaman langsung, teman-teman kecilmemahami bahwa usaha yang dilakukan dapat membawa manfaatbagi diri sendiri dan orang lain.Selain sebagai media pembelajaran, kegiatan ini juga bertujuanmenumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial pada teman-temankecil. Sebesar lima puluh persen dari hasil penjualan Market Day akandisumbangkan ke Yayasan Visi Maha Karya (Tuna daksa) sebagaibentuk nyata berbagi kebaikan. Dengan demikian, teman-teman kecildiajak untuk merasakan kebahagiaan memberi dan memahami bahwasebagian rezeki yang diperoleh memiliki hak orang lain. Kegiatan inidiharapkan dapat membentuk pribadi teman-teman kecil yangberakhlak mulia, peduli sesama, serta terbiasa melakukan kebaikansejak usia dini. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga sesi :1.Sesi 1 :Penjual : TK B1 - B5Pembeli : SD Kelas 1 dan 22.Sesi 2 :Penjual : TK A1 - A4Pembeli : SD Kelas 5 dan 63.Sesi 3 :Penjual : Playgroup, B6 - B7Pembeli : SD Kelas 5 dan 65
6
Taqabballahu minna wa minkum, Taqabbal ya kariim..Hallo Joulovers…Setelah libur panjang, teman-teman pun sudah memasukikegiatan baru di semester genap. Di tiga bulan pertamasemester genap ini, banyak kegiatan-kegiatan seru yangsudah teman-teman laksanakan lhoo..Pada awal semester ini, teman-teman disambut denganmemperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan tema“Salat Membentuk Karakter, Karakter Membentuk PelajarHebat.” Sesuai dengan tema tersebut, peringatan Isra Mi’rajini bertujuan agar teman-teman lebih meneladani sifatRasulullah dengan memahami tata cara salat yang baik,karena akhlak mulia merupakan buah dari ibadah sholatyang berkualitas dan khusyuk.Kegiatan memperingati Isra Mi’raj berlangsung satu hariyaitu pada tanggal 21 Januari 2026 dengan berbagai kegiatanyang menarik, diantaranya yaitu teman-temanmelaksanakan sholat duha bersama, memempraktikan tatacara salat yang baik, bersholawat, dan mendengarkantausiyah tentang kisah Nabi Muhammad SAW.Kemudian, pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, teman-temankelas 1 sampai kelas 3 melaksanakan kegiatan MIHPP(Multiple Intelegence Holiday Project), di mana produk yangsudah teman-teman buat saat liburaan dipresentasikan didepan guru, orang tua, dan teman di kelas. Kegiatan inibertujuan untuk menumbuhkan sikap percara diri temanteman.7
Di awal Februari teman-teman SD melaksanakan kegiatan Field Trip.Dengan diadakannya kegiatan Field Trip teman-teman SDdiharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar secara langsung(kontekstual) di luar kelas, mengembangkan karakter dan sosial,meningkatkan wawasan pengetahuan, serta melatih kogntif danmotorik secara langsung.Setiap jenjang memiliki tema dan waktu yang berbeda dalampelaksanaanya. Pelaksanaan Field Trip kelas 1 dan 2 yaitu padatanggal 9 Februari 2026 dengan mengusung tema “Belajar SambilBermain Meningkatkan Pengetahuan yang ada di LingkunganSekitar” ke Pelita Desa, Ciseeng, Bogor.Di Pelita Desa, teman-teman kelas 1 dan 2 belajar mengenai carabercocok tanam hingga membajak sawah, menangkap ikan dikolam, membuat kerajian tangan, serta bermain outbound edukatiflainnya.Adapun kelas 3 dan 4 tidak kalah seru mengikuti kegiatan Field Trip keKampung Horta, Ciomas, Bogor pada hari Selasa, 3 Januari 2026dengan tema “Main, Tumbuh, dan Tangguh di Alam Terbuka.” Dikampung Horta, teman-teman kelas 3 dan 4 belajar melakukankegiatan wisata edukasi, seperti membuat kerajinan dari tanah,belajar mendaur ulang kertas, belajar Bertani dan beternak. Selain itu,teman-teman kelas 3 dan 4 juga melakukan kegiatan fun gamesseru, seperti flying fox dan mengenal budaya lokal.Kemudian teman-teman kelas 5 dan 6 juga tidak ketinggalanmelaksanakan Field Trip, yaitu ke Jbound Edu Park, Ciapus Bogorpada hari Selasa 10 Februari 2026 dengan tema “Fun LearningAdventure-Membangun Kerja sama dan Cinta Lingkungan.”Di Jbound Edu Park, teman-teman kelas 5 dan 6 belajar tentang tatacara menanam padi dan sayur, beternak kambing dan unggas,mengenal berbagai spesies kupu-kupu dan melihat siklus hidupkupu-kupu. Selain itu, teman-teman juga bermain outbound edukatiflainnya.Sebagai penutup di akhir triwulan semester genap dan bertepatandengan bulan Ramadhan, teman-teman SD melaksanakan kegiatansanlat (pesantren kilat) dan Ifthar Jama’i dari tanggal 3 sampai 6Februari 2026.8
9
10
11
12
Hai, Sobat Al-Lauzah! ?✨Alhamdulillah, kegiatan Trendhi (Pesantren Ramadhan Masa Kini) telahterlaksana dengan lancar, penuh semangat, dan sarat keberkahan .Kegiatan yang berlangsung pada 5–6 Maret 2026 di Gedung B Al-Lauzahini menjadi salah satu momen istimewa dalam mengisi bulan suciRamadhan dengan aktivitas yang bermakna dan menyenangkan.Selama dua hari, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatanislami yang tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga memperkuatkeimanan. Mulai dari sesi pembelajaran yang interaktif, ibadahbersama yang khusyuk, hingga kegiatan kebersamaan yang hangatsemuanya dirancang untuk memberikan pengalaman yang berkesanbagi setiap peserta. Suasana Ramadhan terasa begitu hidup dengansemangat belajar dan kebersamaan yang terpancar dari wajah-wajahpenuh antusias.Menariknya, Trendhi tahun ini menghadirkan kolaborasi antara siswaSD dan SMP. Perpaduan ini menciptakan suasana yang lebih meriah,penuh keceriaan, serta mempererat ukhuwah antar jenjang. Kakakkakak dari SMP dapat menjadi teladan bagi adik-adik SD, sementaraadik-adik pun membawa semangat ceria yang membuat kegiatansemakin hidup. Interaksi ini menjadi nilai tambah yang memperkayapengalaman sosial dan spiritual para peserta.Lebih dari sekadar rangkaian acara, Trendhi adalah tentang nilai-nilaiyang tertanam dalam diri setiap peserta. Keimanan yang semakin kuat,akhlak yang terus diperbaiki, serta kebiasaan baik yang mulaidibangun menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari. Takhanya itu, momen kebersamaan yang tercipta juga menghadirkankenangan indah yang akan selalu dikenang.Semoga semangat kebaikan dari kegiatan ini terus tumbuh danmenginspirasi kita semua, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi jugadi hari-hari berikutnya. Sampai jumpa di kegiatan seru dan penuhmakna selanjutnya, Sobat Al-Lauzah!13
14
15
16
Event Organizer Challenge 2026: Belajar Memimpin, Berkarya, dan Berbagi di BulanPenuh Berkah4 Maret 2026Aula Gedung A, SIT Al-LauzahSemangat Ramadan terasa semakin hangat di lingkungan SMA IT Al-Lauzah melaluikegiatan Event Organizer Challenge yang melibatkan siswa secara langsung dalammenyelenggarakan acara Iftar Jama’i Gema Ramadan bertema “Waktu yang Mulia”bersama TKIT Al-Lauzah. Kegiatan ini bukan sekadar acara berbuka bersama,melainkan menjadi ajang pembelajaran nyata bagi siswa dalam mengasah jiwakepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.Mulai dari tahap perencanaan, pembagian tugas, hingga pelaksanaan acara, siswaberperan aktif layaknya event organizer profesional. Mereka belajar bagaimanamengatur waktu, berkomunikasi dengan baik, serta memastikan setiap rangkaianacara berjalan dengan lancar. Kebersamaan dengan adik-adik TK IT pun menambahsuasana menjadi lebih hangat, penuh keceriaan, dan sarat makna ukhuwah.Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas,tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membentuk karakter danketerampilan hidup siswa. Sebuah langkah kecil yang menjadi bekal besar untukmenjadi pemimpin masa depan yang amanah dan berdayaPesantren Kilat Ramadan 2026: Menanam Iman, Menguatkan Takwa Sejak Dini5–6 Maret 2026Gedung A, SIT Al-LauzahMelanjutkan semarak kegiatan Ramadan, SMA IT Al-Lauzah juga menyelenggarakanPesantren Kilat Ramadan dengan tema “Para Pemimpin Masa Depan: Menanam ImanSejak Dini, Menuai Takwa Sepanjang Hayat.” Kegiatan ini menghadirkan pengalamanspiritual yang mendalam melalui berbagai aktivitas islami yang bermakna.Salah satu agenda utamanya adalah kegiatan berbagi ilmu dan khataman Al-Qur’anyang dilaksanakan di Rumah Tahfidz Baitul Ulum. Suasana penuh kekhusyukan terasasaat para siswa bersama-sama membaca, memahami, dan menghayati ayat-ayatsuci Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkankepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama.Pesantren kilat ini tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga membentukkarakter siswa yang lebih disiplin, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadaplingkungan sekitar. Momen kebersamaan yang tercipta menjadi kenangan indahsekaligus pengingat bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diridan menanam kebaikan.Dengan rangkaian kegiatan ini, SMA IT Al-Lauzah kembali menunjukkan komitmennyadalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi jugakuat secara spiritual dan sosial. (Hil)17
18
19
20
21
2352
2353
24
Libur Lebaran itu menyenangkan sekali ya?! Kita bisa berkumpulbersama keluarga, makan-makanan enak, dan bermain lebihlama. Tapi setelah Ramadhan dan libur sekolah selesai, saatnyakita kembali belajar dengan hati yang baru dan semangat yanglebih kuat. Yuk, kita lakukan re-start semangat supaya tidak adarasa malas dan tetap ceria saat kembali ke sekolah!Berikut ini adalah tips & trik untuk me-restart dan meningkatkansemangat baru sebelum kembali ke sekolah:1. Atur Ulang Pola HarianSetelah libur panjang, biasanya kita jadi suka tidur larut malamdan bangun siang. Nah, sekarang saatnya kembali ke kebiasaanbaik. Cobalah tidur lebih awal dan kurangi bermain gadget dimalam hari. Bangun pagi dengan doa dan senyum akanmembuat hari terasa lebih segar. Pola tidur yang teratur membuatbadan sehat dan otak siap belajar. Ingat, semangat baru dimulaidari bangun pagi yang ceria!35SSeetteellaahh LLeebbaarraann &&LLiibbuurr SSeekkoollaahhSetelah Lebaran &Libur Sekolah25
2. Buat Target Kecil dan SederhanaSupaya makin semangat, coba tulis 2 atau 3 tujuan sederhana.Misalnya: ingin lebih rajin belajar, ingin lebih sabar kepadateman, atau ingin membantu orang tua di rumah. Tempelkantulisan itu di dinding kamar atau meja belajar agar selaluterlihat. Setiap berhasil melakukan kebaikan, beri diri sendiripujian kecil. Target kecil yang dilakukan setiap hari bisamembuat kita jadi anak hebat! Langkah kecil setiap hari bisamembawa perubahan besar.3. Lanjutkan Kebiasaan Baik dari RamadhanSaat Ramadhan, kita belajar banyak hal baik seperti sabar,disiplin, dan suka berbagi. Jangan sampai kebiasaan baik ituhilang setelah Lebaran, ya! Biasakan sholat tepat waktu danmembaca doa sebelum belajar. Tetaplah menjadi anak yangbaik dan suka menolong. Jadikan semangat Ramadhansebagai energi baru sepanjang tahun. Jangan hanyaRamadhan yang semangat, tapi setiap hari juga!4. Siapkan Perlengkapan Sekolah dengan GembiraSebelum masuk sekolah, yuk rapikan tas dan alat tulis bersamaAyah dan Bunda. Pilih buku dan pensil favorit supaya makinsemangat. Ceritakan hal-hal menyenangkan tentang sekolah,seperti bertemu teman atau guru. Persiapan yang ceriamembuat hati kita lebih siap untuk belajar kembali.Kalau persiapannya menyenangkan, sekolah jadi terasaringan!2356
5. Mulai dengan Pelan tapi KonsistenHari pertama sekolah tidak perlu langsung belajar terlalu banyak. Kitabisa mulai dengan membaca ringan atau olahraga kecil supaya tubuhkembali aktif. Beri waktu 2–3 hari untuk beradaptasi. Yang penting tetapsemangat dan tidak menyerah. Pelan-pelan tapi terus dilakukan itulebih baik daripada cepat tapi berhenti. Sedikit demi sedikit, lamalama menjadi hebat!6. Bangun Semangat dengan Kata-Kata PositifCoba ucapkan kalimat ini setiap pagi:“Aku siap jadi lebih baik dari kemarin.”“Libur sudah selesai, sekarang waktunya berprestasi.”“Semangat baru, hati baru, tujuan baru.”Kata-kata baik bisa membuat hati kita lebih kuat dan percaya diri.Liburan memang menyenangkan, tetapi kembali ke rutinitas adalahbagian dari proses tumbuh menjadi anak hebat. Jadikan momensetelah Lebaran dan libur sekolah sebagai awal langkah baru yanglebih baik, lebih rajin, dan lebih membanggakan. Yuk, kita mulai hari inidengan senyum dan semangat baru! [Bunda Andin]3257
28
Joulavers, pernah nggak sih kamutiba-tiba marah banget cuma karenahal kecil? Atau merasa sedih, tapinggak tahu kenapa? Atau kesal karenateman nggak ngerti kamu?Tenang ya, Joulavers. Itu semuaadalah hal wajar kok. Setiap manusiapastinya seringkali merasakan sedih,marah, kesal, kecewa, dan perasaanyang lainnya. Tapi, ada caranya lohagar kamu bisa mengelola emosikamu tidak meluap-luap. Yuk, kitaberlajar bersama!35BBeellaajjaarr MMeennggeelloollaa EEmmoossii,,YYuukk!!Belajar Mengelola Emosi,Yuk!29
351.Kenali Perasaanmu DuluSebelum marah atau menangis, coba deh kamu tanya padadirimu sendiri:‘’Aku sebenarnya lagi merasa apa?’’Apakah sedih? Marah? Kecewa? Atau cuma capek?Terkadang, kita mengira sedang marah, padahal sebenarnya kitamerasa tidak didengarkan atau kecewa. Mengenali perasaanadalah langkah pertama yang harus kita lakukan agar kita bisamengatur emosi kita.2.Tenangkan TubuhmuKalau kamu merasa emosimu semakin besar, jangan bereaksidulu. Coba deh lakukan hal ini :1.Tarik napas pelan-pelan lewat hidung2.Tahan tiga detik3.Lalu, hembuskan perlahan lewat mulut4.Dan ulangi sebanyak lima kaliTubuh yang tenang akan membantu pikiran menjadi lebih jernih.Dan saat pikiran jernih, kamu bisa mengambil keputusan yanglebih baik.3.Pilih Respon yang Baik dan TenangKalau ada teman yang mengejek atau membuatmu kesal,usahakan untuk pilih respon yang baik dan tetap tenang.Diam sebentar bukan berarti kamu kalah. Justru itu tanda kamukuat dan bisa mengendalikan diri.Ingat ya, Joulavers, kata-kata yang keluar saat marah seringkalimenyakiti hati orang lain dan sulit untuk ditarik kembali.30
354.Tulis atau Ceritakan PerasaanmuKalau hatimu terasa penuh dan lagi nggak merasa baik-baik aja,jangan dipendam sendiri, ya! Kamu bisa menulis di buku harian,menggambarkan perasaanmu, atau bercerita pada orang lain.Berbagi cerita itu bukan pertanda kamu lemah, tapi itu tandakamu berani.5.Ingat, Semua Orang Punya EmosiJoulavers, marah itu bukan berarti kamu nakal. Sedih itu bukanberarti kamu lemah. Semua orang itu punya emosi. Bahkan, orangdewasa pun masih belajar mengelolanya.Yang membuatmu hebat bukan karena kamu tidak pernahmarah, tapi karena kamu mau belajar mengendalikan amarah itu.Joulavers, setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi versi diriyang lebih baik. Belajar mengelola emosi memang tidak bisadilakukan secara instan, but you can definitely do it.31
32
Pernah merasa capek duluansebelum mulai?Atau merasa sudah berusaha, tapihasilnya belum sesuai harapan?Tenang, kamu tidak sendiri.Banyak siswa SMA jugamerasakan hal yang sama. Tapikabar baiknya, kamu selalu punyasatu kesempatan yang tidakpernah habis: Re-start.Re-start bukan berarti kamugagal. Justru sebaliknya, iniadalah tanda bahwa kamu beranimenyadari, memperbaiki, danmemulai kembali dengan carayang lebih baik.Bagi Gen-Z Al-Lauzah, Re-startadalah momen penting, terutamasaat kita mulai serius menyiapkanlangkah menuju Perguruan TinggiNegeri (PTN) impian.43MMuullaaii LLaaggii,, LLeebbiihh TTeerraarraahh:: CCaarraa GGeenn--ZZBBaannggkkiitt ddaann MMeennjjeemmppuutt PPTTNN IImmppiiaannMulai Lagi, Lebih Terarah: Cara Gen-ZBangkit dan Menjemput PTN Impian33
Memulai ulang bukan berarti mengulang kesalahan yang sama.Re-start berarti kamu datang dengan strategi baru, mindset baru,dan tujuan yang lebih jelas. Mungkin sebelumnya kamu:Belajar tanpa arahSering menundaAtau masih bingung menentukan jurusanSekarang saatnya:Menentukan target PTN dan jurusanMenyusun jadwal belajar yang realistisFokus pada progres, bukan sekadar hasilKarena sukses itu bukan tentang siapa yang paling pintar, tapi siapayang paling konsisten memperbaiki diri.Kenali Diri: Kunci Awal Menuju PTNSalah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memilih jurusanhanya karena ikut teman atau tren. Padahal, perjalanan kuliah bukanhanya 4 tahun, tapi tentang masa depanmu. Coba tanyakan padadiri sendiri:Apa yang aku sukai?Pelajaran apa yang membuatku semangat belajar?Aku ingin jadi apa di masa depan?Ketika kamu sudah menemukan jawabannya, kamu akan lebihmudah menentukan arah dan bertahan dalam proses.Mulai dari Kecil, Tapi KonsistenRE:START tidak harus langsung sempurna. Tidak perlu langsung belajar10 jam sehari. Mulai saja dari hal kecil:30–60 menit belajar fokus setiap hari1 set latihan soal UTBKMengulang materi yang belum pahamMengurangi distraksi seperti scrolling tanpa tujuanIngat, konsistensi kecil lebih kuat daripada semangat besar yanghanya sesaat.4343
Lawan Rasa Malas, Bangun DisiplinJujur saja, tantangan terbesar bukan soal sulitnya materi, tapimelawan diri sendiri. Rasa malas, overthinking, dan keinginanmenunda adalah hal yang sangat manusiawi. Tapi jangan sampai itumengalahkan tujuan besarmu. Coba ubah cara pandang:Belajar bukan beban, tapi investasiProses bukan tekanan, tapi latihan menjadi lebih kuatJangan Jalan SendiriPerjalanan menuju PTN akan terasa lebih ringan jika dijalani bersama.Diskusi dengan teman, bertanya kepada guru, atau belajar kelompokbisa jadi cara efektif untuk menjaga semangat. Lingkungan yangpositif akan membantu kamu tetap berada di jalur yang benar.Versi Terbaik Itu Dibangun, Bukan DitungguBanyak orang menunggu “mood” untuk mulai belajar. Padahal, versiterbaik dari diri kita tidak datang begitu saja, ia dibentuk darikebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali. Re-start adalahtentang menjadi:Lebih disiplin dari kemarinLebih fokus dari sebelumnyaLebih percaya diri dalam menghadapi tantangan3453
Untuk Kamu yang Sedang BerjuangKalau hari ini kamu merasa tertinggal, tidak apa-apa. Kalau kamupernah gagal, juga tidak apa-apa. Yang penting, kamu tidakberhenti.Karena setiap usaha yang kamu lakukan hari ini, sekecil apapun, sedang mendekatkanmu pada mimpi besar itu.RE:START SEKARANG!Mulai lagi.Rapikan lagi.Perjuangkan lagi.Karena PTN impianmu tidak menunggu yang paling sempurna, tapiyang paling siap dan tidak menyerah.Hari ini kamu memulai. Besok kamu berkembang. Dan suatu hari,kamu akan bangga karena tidak. (Bunda Hilma)3463
37
20Hai Joulavers! Kali ini kita akan mengenal lebihdekat sosok Bunda Lina yang memiliki namalengkap Bunda Herlina Yusdarti, S.Pd., Gr. Beliauadalah seorang Direktur Pendidikan di SIT AlLauzah. Bunda Lina punya selera yangsederhana namun menyenangkan. Makananfavoritnya adalah kwetiau goreng, ditemani jusmangga segar dan es krim vanila cokelat yangmanis. Warna kesukaannya merah dan abuabu, merah yang berani, dan abu-abu yangtenang, seperti keseimbangan dalam hidupyang ia yakini.Sejak kecil, Bunda Lina sudah tertarik denganbuku. Awalnya, ia penasaran dengan komik MyBest Mikan, sebuah cerita ringan bergambartentang menjadi baik, memahami orang lain,dan menghargai momen kecil adalah hal yangsangat berharga. Dari situlah kebiasaannyamembaca tumbuh. Ditambah lagi ia pernahmendapat hadiah buku berjudul Numerologidari seorang teman hingga membuatnya sadarbahwa membaca bisa membuka carapandang baru terhadap dunia.MMeennjjaaggaa KKeesseeiimmbbaannggaannddii EErraa DDiiggiittaallMenjaga Keseimbangandi Era Digital38
20Sejak SMP, Bunda Lina sudah menaruh hatipada Manchester United. Bukan sekadarkarena permainan di lapangan, tetapi karenanilai yang mereka bawa tentang perjuangan,bangkit setelah jatuh, dan tidak menyerahsampai peluit akhir berbunyi. Dari sana, iabelajar bahwa hidup pun sepertipertandingan: tidak selalu mudah, kadangtertinggal, tapi selalu ada kesempatan untukberjuang kembali. Semangat itulah yangdiam-diam ia simpan, tumbuh bersamanya,dan menjadi bagian dari cara ia menghadapikehidupan hingga hari ini.Di bangku sekolah, pelajaran favoritnyaadalah Sejarah, PKn, dan Matematika. Sejarahmengajarkannya memahami masa lalu, PKnmembentuk rasa tanggung jawab sebagaiwarga negara, dan Matematika melatih logikaberpikirnya.Ketika berbicara tentang teknologi dalampendidikan, Bunda Lina melihatnya sebagaipisau bermata dua. Teknologi telahmembawa banyak manfaat, mempermudahakses informasi, memperkaya metode belajar,dan membuka peluang belajar tanpa batasruang dan waktu. Namun, ia jugamengingatkan bahwa teknologi bukanlahtujuan, melainkan alat.39
20Dalam keseharian, Bunda Lina menggunakanteknologi seperti aplikasi komunikasi, platformpembelajaran digital, dan media informasi untukmenunjang aktivitasnya. Ia percaya, teknologibisa sangat membantu jika digunakan dengansadar dan terarah. Namun, ada satu hal pentingyang sering menjadi perhatian: keseimbangan.Menurut Bunda Lina, semua perlu bijak dalammemanfaatkan teknologi. Bukan sekadar“menggunakan gadget”, tetapi juga mengajarkankapan harus berhenti menggunakannya. DiIndonesia sendiri, pemerintah sudah mulaimenaruh perhatian pada hal ini, termasukpembatasan usia penggunaan media sosial danperlindungan anak di ruang digital. Ini menjadisinyal bahwa penggunaan teknologi memangperlu dikendalikan bersama.Apakah penggunaan gadget saat ini sudah ideal?Bunda Lina melihat bahwa dalam beberapakondisi, penggunaan tersebut mulai berlebihanterutama ketika gadget tidak lagi digunakanuntuk belajar, tetapi justru mengganggu fokus,waktu istirahat, dan interaksi sosial.Tanda-tanda siswa mulai kecanduan gadget bisaterlihat dari hal-hal sederhana: sulit lepas darilayar, menunda tugas, kurang berinteraksidengan lingkungan sekitar, hingga perubahanemosi saat akses gadget dibatasi.4
20Di sinilah pentingnya kolaborasi antarasekolah dan orang tua. Bunda Lina percaya,pengawasan tidak bisa dilakukan satu pihaksaja. Sekolah bisa memberikan edukasi danaturan, sementara orang tua melanjutkannyadi rumah dengan pendekatan yang penuhkomunikasi, bukan sekadar larangan.Untuk mendukung literasi digital, Bunda Linamenyarankan penggunaan platform yangedukatif dan aman, seperti aplikasipembelajaran interaktif, perpustakaan digital,serta konten edukasi yang sudah terkurasi.Yang terpenting bukan platformnya, tetapibagaimana siswa dibimbing untuk memilihdan menggunakannya.Lalu, bagaimana agar anak tidak kecanduangadget? Bunda Lina punya beberapapandangan sederhana: Anak perlu punyaaktivitas lain yang menyenangkan di dunianyata seperti bermain, membaca, olahraga,atau sekadar berbincang dengan keluarga.Gadget bukan musuh, tetapi tidak bolehmenjadi satu-satunya dunia mereka.41
20Tentang media sosial, Bunda Lina menekankanpentingnya keamanan. Pelajar perlumemahami batasan: tidak membagikan datapribadi, tidak mudah percaya informasi, danberani berkata “tidak” pada hal yang tidaknyaman. Bermedia sosial itu bukan soal eksis,tetapi soal bijak.Sebagai penutup, Bunda Lina selalumenyampaikan satu hal:Teknologi akan terus berkembang, dan kitatidak bisa menghindarinya. Tapi kita selalupunya pilihan, apakah kita yangmengendalikan teknologi, atau justrudikendalikan olehnya.Belajarlah teknologi dengan semangat, denganrasa ingin tahu, dan dengan tujuan yang baik.Tapi jangan sampai kehilangan diri sendiri.Karena pada akhirnya, yang membuat kitatumbuh bukan hanya apa yang kita pelajari,tetapi bagaimana kita tetap menjadi manusiayang utuh di tengah dunia yang serba digital.42
43
Bulan Ramadhan merupakan madrasah ruhani yang saratdengan nilai-nilai pendidikan spiritual. Selama sebulan penuh,umat Islam ditempa untuk meningkatkan kualitas iman,memperbanyak amal ibadah, serta mengendalikan hawa nafsu.Namun, tantangan sesungguhnya bukan hanya pada saatRamadhan berlangsung, melainkan bagaimana menjagakonsistensi (istiqamah) dalam beribadah setelah Ramadhanberakhir. Seringkali, semangat ibadah yang begitu tinggi selamaRamadhan mengalami penurunan pasca Idul Fitri. Masjid yangsebelumnya ramai menjadi sepi, tilawah al-Qur’an berkurang,bahkan ibadah sunnah mulai ditinggalkan. Fenomena ini menjadirefleksi penting bagi umat Islam: apakah Ramadhan hanyamenjadi ritual tahunan tanpa bekas, ataukah benar-benarmenjadi titik awal perubahan menuju pribadi yang lebihbertakwa?Amalan pasca Ramadhan menjadi salah satu indikatorditerimanya ibadah kita selama bulan suci. Ramadhan bukanlahakhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal dari kebiasaan baikyang harus terus dijaga. Banyak umat Islam yang semangatberibadah saat Ramadhan, namun perlahan menurun setelahnya.Padahal, konsistensi dalam beribadah justru menjadi kunci utamadalam meraih ridha Allah SWT.Dalam Islam, amalan yang paling dicintai oleh Allah adalahamalan yang dilakukan secara terus-menerus,35YYuukk IIssttiiqqoommaahh PPaassccaaRRaammaaddhhaann!!Yuk Istiqomah PascaRamadhan!44
35meskipun sedikit. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang kontinuwalaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu,menjaga amalan pasca Ramadhan sangat penting agar nilaispiritual yang telah dibangun selama Ramadhan tidak hilangbegitu saja.Adapun amalan yang perlu kita jaga setelah Ramadhan yakni:1. Menjaga shalat wajib berjamaah dan tepat waktuSalah satu bentuk amalan pasca Ramadhan yang paling utamaadalah menjaga kualitas shalat wajib. Jika selama Ramadhan kitaterbiasa shalat tepat waktu bahkan berjamaah di masjid, makakebiasaan ini harus terus dipertahankan. Shalat adalah tiangagama. Jika shalat kita baik, maka amalan lain pun akanmengikuti. Menjaga shalat tepat waktu juga melatih kedisiplinandan memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT.Tips menjaga konsistensi:Pasang alarm waktu shalatBiasakan datang lebih awal ke masjidCari teman untuk saling mengingatkan2. Melanjutkan puasa sunnah sebagai amalan pasca RamadhanPuasa tidak hanya dilakukan di bulan Ramadhan. Salah satuamalan pasca Ramadhan yang sangat dianjurkan adalah puasasunnah, seperti:Puasa 6 hari di bulan SyawalPuasa Senin dan KamisPuasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Hijriyah).Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhankemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, makaseolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim). Puasasunnah ini menjadi bukti bahwa kita tetap menjaga semangatibadah meskipun Ramadhan telah berlalu.45