The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-BOOK PANDUAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PAKET C

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Riadi Syah putra, 2020-11-26 02:51:01

PANDUAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PAKET C

E-BOOK PANDUAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PAKET C

Keywords: E-BOOK PAKET C

Pembelajaran Keterampilan Berbasis Kerawang Gayo 1|Page

KATA PENGANTAR

Struktur Kurikulum yang terdapat pada dokumen Kurikulum 2013 pada Paket
C tidak hanya memuat mata pelajaran kelompok umum tetapi memuat mata
pelajaran kelompok khusus yang merupakan ciri khas dari pendidikan kesetaraan.
Kelompok khusus terdiri dari pemberdayaan dan keterampilan. Keterampilan
menuntut adanya vokasi yang diharapkan mampu menjadikan peserta didik memiliki
kemampuan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Keterampilan yang dilaksanakan
pada sebuah wilayah dipilih berdasarkan analisis konteks yang telah di lakukan.
Aceh yang memiliki beragam potensi budaya salah satunya adalah Kerawang Gayo
yang merupakan pengembangan dari ukiran yang kini dapat dituangkan di atas
media kain. Kerawang Gayo juga menjadi primadona bagi wisatawan sehingga
masyarakat Aceh terus berkreasi menghasilkan karya terbaik.

Pengembangan model Pembelajaran Keterampilan Pilihan Paket C Kelas X
berbasis Kerawang Gayo merupakan salah satu model yang ditawarkan BP PAUD
dan Dikmas Aceh untuk menjadikan pembelajaran kesetaraan lebih menarik dan
memotivasi peserta didik untuk mengikuti proses belajar mengajar. Pengembangan
model ini menghasilkan panduan yang digunakan sebagai petunjuk dalam
melaksanakan pembelajaran keterampilan berbasis Kerawang Gayo.

Panduan ini merupakan pedoman yang digunakan oleh tutor dalam kegiatan
pembelajaran keterampilan pilihan. Dengan adanya panduan ini diharapkan tutor
semakin memahami dan melaksanakan pembelajaran keterampilan pilihan sesuai
dengan kebutuhan lingkungan. Pembelajaran keterampilan pilihan berbasis
Kerawang Gayo merupakan model yang dapat digunakan sebagai acuan untuk
mengembangkan pembelajaran keterampilan pilihan sesuai dengan kebutuhan
daerah masing-masing. Harapan kami semoga dengan adanya panduan ini semakin
memudahkan tutor dalam pelaksanaan pembelajaran keterampilan pilihan Paket C.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah
membantu menyelesaikan panduan ini sehingga dapat mencapai hasi yang optimal
dan harapan kami dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. Segala kritik
dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan panduan
ini. Semoga panduan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak untuk kemajuan
pendidikan kesetaraan.

Aceh Besar, September 2020
Kepala BP PAUD dan Dikmas Aceh

As’ari, S.Pd.,M.Pd
NIP 196609091992011009

Pembelajaran Keterampilan Berbasis Kerawang Gayo 2|Page

DAFTAR ISI

Cover ....................................................................................................................1
Kata Pengantar....................................................................................................2
Daftar Isi...............................................................................................................3
I. Pengantar Panduan .......................................................................................4

A. Latar Belakang ...........................................................................................5
B. Tujuan Penyusunan Panduan ....................................................................7
C. Petunjuk penggunaan panduan..................................................................8
D. Pengguna panduan ....................................................................................9
E. Pengistilahan ..............................................................................................9
II. Perencanaan Pembelajaran Keterampilan Kerawang Gayo........................11
III. Implementasi Pembelajaran Keterampilan Kerawang Gayo ......................24
A. Pengenalan Kerawang Gayo......................................................................25
B. Motif Kerawang Gayo .................................................................................27
C. Warna Benang Kerawang Gayo .................................................................31
D. Alat dan Bahan ...........................................................................................31
E. Proses pembuatan Kerawang Gayo...........................................................34
F. Membordir Kerawang Gayo Untuk Masker.................................................37
IV. Penilaian Pembelajaran Keterampilan Kerawang Gayo ............................41

V. Hasil Kreasi .....................................................................................................55
Daftar Pustaka.................................................................................................57
Bidata penulis .................................................................................................58

Pembelajaran Keterampilan Berbasis Kerawang Gayo 3|Page

Pembelajaran Keterampilan Berbasis Kerawang Gayo 4|Page

A. Latar Belakang

Implementasi Kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan wajib segera direalisasi
mulai tahun ajaran 2019/2020. Hal ini sesuai amanat Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 Pasal 4 tentang pemberlakuan Kurikulum
2006 dan Kurikulum 2013 menyatakan bahwa, “Satuan Pendidikan dasar dan
menengah dapat melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 paling lama sampai dengan
tahun ajaran 2019/2020.” Hal ini juga berlaku pada pendidikan kesetaraan yang
merupakan satuan pendidikan dasar dan menengah harus menerapkan Kurikulum
2013 dalam proses pembelajarannya.

Sesuai dengan dokumen Kurikulum 2013 yang telah dikeluarkan oleh
pemerintah dalam hal ini direktorat, Kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan tetap
mempertahankan bobot Satuan Kredit Kompetensi (SKK) sebagai satuan untuk
menghitung beban belajar peserta didik. Pada Kurikulum lama pendidikan
kesetaraan beban belajar sudah didistribusi pada setiap tingkatan dan mata
pelajaran, sedangkan Kurikulum 2013 belum terdistribusikan. Jumlah satuan kredit
kompetensi dalam struktur Kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan disajikan utuh
pada kelompok umum dan kelompok khusus. Kelompok umum adalah mata
pelajaran yang terkait dengan mata pelajaran akademik yang berfungsi untuk
menyetarakan kemampuan akademik dengan lulusan pendidikan formal. Kelompok
khusus adalah muatan yang merupakan ciri khas pendidikan kesetaraan yang
memberikan bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk menghadapi
kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.

Selanjutnya salah satu ciri khas Kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan
adalah adanya program kelompok khusus yang dirancang berisi muatan
pemberdayaan dan muatan keterampilan. Kedua muatan tersebut menjadi mata
pelajaran pemberdayaan serta mata pelajaran keterampilan wajib dan mata
pelajaran keterampilan pilihan. Muatan kelompok khusus memiliki bobot beban
belajar 30% SKK dari keseluruhan SKK tiap tingkatan.

Program muatan pemberdayaan memuat kompetensi untuk menumbuhkan
keberdayaan, harga diri, percaya diri, sehingga peserta didik mampu mandiri dan
berkreasi dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan keterampilan memuat
pengembangan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik dalam memasuki dunia

Pembelajaran Keterampilan Berbasis Kerawang Gayo 5|Page

kerja atau memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Program muatan keterampilan
terdiri dari keterampilan wajib dan keterampilan pilihan.

Keterampilan wajib terdiri dari Pendidikan Jasmani dan Rekreasi, Seni
Budaya dan Prakarya. Tujuan keterampilan ini terutama mengembangkan
keterampilan umum dan ditambahkan keterampilan vokasional untuk mengatasi
permasalahan kehidupan sehari-hari. Selanjutnya keterampilan pilihan bertujuan
untuk mengembangkan keterampilan vokasional dan umum untuk modal dasar
memasuki dunia usaha dunia industri. Keterampilan pilihan dikembangkan
berdasarkan minat dan bakat peserta didik serta potensi satuan pendidikan
nonformal dan lokal di daerah masing-masing.

Pendidikan kesetaraan program Paket A dan Paket B, jenis keterampilan
pilihan yang dipilih diutamakan yang nonsertifikasi atau tidak harus dilakukan uji
kompetensi dan dilaksanakan oleh penyelenggara secara mandiri untuk mendukung
pekerjaan atau profesi peserta didik sehari-hari. Sedangkan pada program Paket C,
peserta didik dapat memilih jenis keterampilan pilihan yang diuji kompetensi ataupun
keterampilan yang tidak dilakukan uji kompetensi.

Pada panduan ini difokuskan pada implementasi pembelajaran keterampilan
pilihan dimulai dari tahapan perencanaan, implementasi dan penilaian pembelajaran
keterampilan pilihan. Panduan ini bermaksud membantu penyelenggara pendidikan
kesetaraan melaksanakan pembelajaran keterampilan pilihan melalui model
pembelajaran keterampilan berbasis Kerawang Gayo. Kerawang Gayo adalah suatu
ragam hias atau motif hias yang telah lama dikenal di Aceh Tengah merupakan
warisan turun temurun yang dimanfaatkan sebagai suatu kerajinan. Dengan
perkembangan zaman Kerawang Gayo semakin mendunia dan dikenal hampir
disetiap lapisan masyarakat.

Pembelajaran Keterampilan Berbasis Kerawang Gayo 6|Page

Pembelajaran Keterampilan Berbasis Kerawang Gayo 7|Page

Pembelajaran Keterampilan Berbasis Kerawang Gayo 8|Page

D. Pengguna Panduan

Pengguna panduan ini adalah tutor satuan pendidikan nonformal dari
lembaga-lembaga pemerintah, nonpemerintah yang berbasis masyarakat yaitu:
Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB), Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai penyelenggara pendidikan
kesetaraan.

E. Pengistilahan

1. Tutor adalah orang yang memberi pelajaran (membimbing) kepada seseorang
atau sejumlah kecil peserta didik (di rumah, bukan sekolah).

2. Keterampilan adalah suatu kemampuan dan kapasitas yang diperoleh melalui
usaha yang disengaja, sistematis, dan berkelanjutan untuk secara lancar dan
adaptif melaksanakan aktivitas-aktivitas yang kompleks atau fungsi pekerjaan
yang melibatkan ide-ide (keterampilan kognitif), keterampilan teknikal,
keterampilan interpersonal.

3. Keterampilan pilihan adalah pendalaman kompetensi yang menuntut
kemampuan intelektual dan keahlian dengan persyaratan, prosedur, standar dan
kriteria tertentu atau spesifik dalam melaksanakan suatu tugas, pekerjaan atau
profesi dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia usaha dan dunia industri.

4. Jenis keterampilan pilihan ditetapkan oleh satuan pendidikan atau
penyelenggara berdasarkan kondisi, kebutuhan, minat dan bakat peserta didik
serta kapasitas satuan pendidikan atau penyelenggara.

5. Satuan Kredit Kompetensi (SKK) adalah beban belajar yang harus ditempuh
oleh peserta didik dalam satu semester.

6. Paket Kompetensi adalah waktu yang ditempuh peserta didik untuk
menyelesaikan SKK atau semester dalam pendidikan formal.

7. Kerawang Gayo adalah satu karya seni rupa tradisi masyarakat Gayo di
Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh.

Pembelajaran Keterampilan Berbasis Kerawang Gayo 9|Page

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 10 | P a g e

Mengimplementasi pembelajaran keterampilan pilihan perlu adanya
perencanaan yang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan di lapangan.
Pembaca penting memahami bagaimana pemetaan satuan kredit kompetensi paket
C. Berikut ditampilkan struktur Kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan:

Struktur Kurikulum
pendidikan kesetaraan

Kelompok Kelompok khusus Kelompok peminatan
umum ( Paket A,B,C) (khusus Paket C)

- Dikembangkan oleh pusat Dikembangkan daerah/satuan - Dikembangkan oleh pusat
- Wajib diberikan kepada pendidikan mengacu pada
pedoman yang disusun pusat - Wajib diberikan sesuai
peserta didik peminatan peserta didik

Pemberdayaan Keterampilan Peminatan Peminatan
Kelompok Kelompok ilmu ilmu
Keterampilan wajib Keterampilan pilihan matematika
- Senbud -Tersertifikasi dan ilmu sosial:4 mata
- POR - Non sertifikasi alam:4 mata pelajaran
- Prakarya pelajaran
Peminatan
FOKUS Kelompok ilmu
PANDUAN
bahasa dan
budaya:
4 mata
pelajaran

Selanjutnya perlu dipahami bahwa beban belajar pendidikan kesetaraan
dinyatakan dalam bobot satuan kredit kompetensi bukan jam pelajaran seperti
sekolah. Seperti sudah dijelaskan dibagian pengantar bahwa bobot satuan kredit
kompetensi dalam struktur Kurikulum pendidikan kesetaraan masih disajikan secara
utuh, belum dirincikan pada setiap mata pelajaran. Karena itulah kegiatan
memetakan satuan kredit kompetensi penting dilakukan untuk mengetahui jumlah
bobot satuan kredit kompetensi dan beban belajar dalam satuan waktu (jam
pelajaran). Program paket C memiliki pembagian SKK sebagaimana ditampilkan
dalam tabel berikut ini:

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 11 | P a g e

Tabel 1. Pemetaan SKK Kurikulum 2013 Paket C setara SMA

Bobot Satuan Kredit Kompetensi (SKK)

Mata Pelajaran Tingkatan 5 Tingkatan 6 Jumlah
Setara Kelas Setara Kelas

X-XI XII

Kelompok Umum

1. Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti

2. Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan
26 14 40
3. Bahasa Indonesia

4. Matematika

5. Sejarah Indonesia

6. Bahasa Inggris

Peminatan Matematika dan
Ilmu Alam

7. Matematika

8. Biologi 30 15 45
30 15 45
9. Fisika
30 15 45
10. Kimia 24 13 37
80 42 122
Peminatan Ilmu-ilmu Sosial

7. Geografi

8. Sejarah

9. Sosiologi

10. Ekonomi

Peminatan Ilmu Bahasa dan
Budaya

7. Bahasa dan Sastra Indonesia

8. Bahasa dan Sastra Inggris

Bahasa Asing Lain (Arab,
9. Mandarin, Jepang, Korea,

Jerman, Perancis)

10. Antropologi

Kelompok Khusus

11. Pemberdayaan

12. Keterampilan

Jumlah Bobot SKK Ditempuh

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 12 | P a g e

Tingkatan 5 Paket C memiliki muatan Kurikulum setara Kelas X dan XI pada
pendidikan formal dan dibagi ke dalam empat paket kompetensi (PK) mulai dari
Paket Kompetensi 5.1., 5.2., 5.3., dan 5.4. Sedangkan Tingkatan 6 memiliki muatan
Kurikulum setara kelas XII yang terdiri dari dua paket kompetensi yaitu Paket
Kompetensi 6.1 dan 6.2. Untuk mendistribusikan Satuan Kredit Kompetensi (SKK)
yang terdapat pada mata pelajaran kelompok khusus dapat dilakukuan langkah-
langkah sebagai berikut sekaligus langkah untuk perencanaan pembelajaran
keterampilan pilihan.

a. Langkah pertama pemetaan mata pelajaran kelompok khusus
Panduan ini difokuskan pada mata pelajaran keterampilan pilihan, sehingga

untuk mata pelajaran kelompok umum dan peminatan tidak dijelaskan secara
terperinci terkait pembagian SKK per mata pelajaran. Perlu diperhatikan dalam

memetakan kelompok khusus ini terdapat tiga mata pelajaran yang harus
didistribusikan yaitu pemberdayaan, keterampilan wajib dan keterampilan pilihan.

Merujuk pada tabel 1, pada tingkatan 5 kelompok khusus memiliki bobot 24
SKK yang didistribusikan ke dalam 4 semester atau 4 paket kompetensi untuk

masing-masing mata pelajaran. Sehingga setiap mata pelajaran memiliki bobot 2
SKK. Sementara pada tingkatan 6 atau setara kelas XII memiliki bobot 13 SKK yang

dibagi dalam 2 semester atau paket kompetensi untuk masing-masing dari ketiga
mata pelajaran kelompok khusus. Sehingga terdapat mata pelajaran yang memiliki

bobot 3 SKK dan lainnya 2 SKK. Hasil pemetaan kelompok khusus paket C dapat
disajikan pada tabel 2 berikut ini:

Tabel 2. Pemetaan Satuan Kredit Kompetensi Kelompok Khusus
Paket C setara SMA

Bobot satuan Kredit Kompetensi (SKK)

Tingkatan 5 Setara Kelas X-XI Tingkatan 6 Setara Kelas XII

Mata Pelajaran Setara Kelas x Setara Kelas XI Jumlah Setara Kelas XII Jumlah
PK 5.1 PK 5.2 PK 5.3 PK 5.4 Tingkatan PK 6.1 PK 6.2 tingkatan
Kelompok khusus
1. Pemberdayaan 5 6
2. Keterampilan
6 6 66 24 7 6 13
a. Keterampilan wajib
b. Keterampilan pilihan 2 2 22 8 22 4

2 2 22 8 32 5
2 2 22 8 22 4

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 13 | P a g e

Pemetaan satuan kredit kompetensi pada kelompok khusus lebih fleksibel
artinya tidak harus seperti contoh di atas. Besaran bobot SKK yang diperlukan
sangat bergantung dari hasil analisis dan kebutuhan setiap satuan pendidikan
dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik dan muatan lokal.

b. Langkah kedua konversi bobot SKK menjadi jam pelajaran

Bobot SKK belum menunjukkan beban belajar dalam satuan jam pelajaran,

oleh karena itu hasil pemetaan SKK perlu dikonversi ke dalam jam pelajaran

sebelum digunakan untuk menyusun jadwal pembelajaran. Pada mata pelajaran

keterampilan pilihan, setelah langkah pemetaan SKK diperoleh bobot 2 SKK.

Apabila dikonversikan, setiap 1 SKK jika dilakukan pembelajaran tatap muka

dikonversi menjadi 1 jam pelajaran, pembelajaran tutorial dikonversikan menjadi 2

jam pelajaran dan mandiri dikonversikan menjadi 3 jam pelajaran.

Pembelajaran keterampilan pilihan dilaksanakan secara tatap muka dan jika

melihat bobot SKK, keterampilan pilihan memiliki bobot 2 SKK yang dikonversikan

kedalam tatap muka menjadi 2 jam pelajaran. Perlu diingat bahwa ketentuan satu

jam pelajaran Paket C dilaksanakan selama 45 menit, Paket B selama 40 menit, dan

Paket A selama 35 menit. Sehingga diperoleh hasil setiap pertemuan pembelajaran

keterampilan pilihan adalah 2 x 45 menit = 90 menit.

Untuk waktu pembelajaran keterampilan pilihan dilaksanakan lebih fleksibel

dari pada kelompok mata pelajaran wajib yaitu dapat dilaksanakan secara regular

setiap minggu atau dilaksanakan secara blok waktu bisa diawal atau diakhir

semester/paket kompetensi. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan

kesiapan penyelenggara pendidikan kesetaraan. Pada panduan ini keterampilan

pilihan dilaksanakan secara blok waktu disesuaikan dengan bobot SKK yang dimiliki

serta jumlah minggu efektif yang tersedia.

Pada satu paket kompetensi/ semester tersedia 18 minggu efektif, angka ini

diperoleh dari jumlah minggu dalam satu tahun dikurangi jadwal libur serta ujian.

Apabila 18 minggu efektif dikalikan 2 SKK maka diperoleh 36 Jam pelajaran untuk

satu paket kompetensi mata pelajaran keterampilan pilihan. 36 Jam pelajaran ini

kemudian dikonversikan dalam waktu dan disusun secara blok seperti tabel berikut:

No PK SKK MG EF JML JPL Pelaksanaan Blok Waktu Pemilihan Hari

1 5.1 2 18 36 2 bulan pada akhir paket Rabu, Kamis dan

kompetensi Jumat

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 14 | P a g e

Keterangan:

PK : Paket Kompetensi

SKK : Satuan Kredit Kompetensi

MG EF : Minggu Efektif

JPL : Jam pelajaran

c. Langkah ketiga melaksanakan analisis konteks
Langkah ini merupakan langkah yang dapat dilaksanakan sebelum atau

setelah pemetaan SKK, yang terpenting adalah langkah ini dilaksanakan sebelum
menentukan program mata pelajaran keterampilan pilihan apa yang dibutuhkan.
Analisis konteks dilaksanakan untuk mengindentifikasi potensi, kebutuhan dan
kapasitas peserta didik dan penyelenggara. Penelaahan analisis konteks yang ada
pada suatu Lembaga dilaksanakan guna memperoleh pemahaman kondisi dan profil
lembaga secara keseluruhan, mulai dari pendidik, tenaga kependidikan, peserta
didik, Kurikulum, sarana prasarana, proses pembelajaran dan hasil kegiatan
pembelajaran.

Untuk melaksanakan analisis konteks digunakan rumus 5W + 1H yaitu:
1. What : Apa tujuannya
2. Who : Siapa pesertanya
3. Where: Dimana akan dilakukan
4. When : Kapan program akan dilaksanakan? (reguler/berkala/bok waktu)
5. Why : Mengapa diperlukan? (alasan pasar, memiliki kebermanfaatan)
6. How : Bagaimana sumberdaya yang harus disiapkan.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut dapat dituliskan kedalam format berikut
ini.

Tabel 3. Format Analisis Konteks Mata Pelajaran Keterampilan Pilihan

No Jenis/keterampilan Tujuan Materi Tempat Waktu Sumber
Pelaksanaan Daya

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 15 | P a g e

Tabel 4. analisis konteks mata pelajaran kete

Jenis/keterampilan Tujuan Ma

Bordir Kerawang Gayo Memberikan 1. Pengetahu
keterampilan Kerawang
bordir Kerawang
Gayo kepada 2. Pengenala
peserta didik paket corak Kera
C
3. Analisis p
Kerawang

4. Pengenala
bahan

5. Teknik
pembuata
Gayo

6. Pembuata
Kerawang

7. Praktik
kreasi Ke
dalam ben

Perlu diperhatikan bahwa setiap paket kompetens
keterampilan pilihan disajikan lebih dari satu jenis, maka ju
bukan jumlah beban belajar keduanya. Namun jika keter
jumlah total beban belajar adalah jumlah beban belajar jenis
jumlah perkalian dari bobot SKK dan minggu efektif.

Pembelajara

erampilan pilihan Paket C berbasis Kerawang Gayo

ateri Tempat Waktu Sumber daya
Pelaksanaan

uan tentang Satuan 36 JPL Tersedianya tutor
g Gayo pendidikan keterampilan
an motif dan
awang Gayo Satuan
peluang usaha pendidikan yang
g Gayo memiliki sarana
an alat dan prasarana mesin
jahit

dan proses
an Kerawang

an pola dasar
g Gayo

pembuatan
erawang Gayo
ntuk masker

si bisa disajikan lebih dari satu jenis keterampilan pilihan. Jika
umlah beban belajar total dihitung untuk setiap jenis keterampilan
rampilan pilihan satu jenis untuk satu rombongan belajar, maka
s keterampilan pilihan tersebut. Jumlah total beban belajar adalah

n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 16 | P a g e

d. Langkah keempat menyusun rencana pelaksanaa
Selanjutnya untuk membagi beban belajar ke dalam paket
Keterampilan Pilihan untuk satu paket kompetensi sebagaim

Tabel 5. Contoh Format Rencana Pelaksanaan Ma

No PK SKK MG EF JML JPL Kegia

1 5.1 2 18 36 Bordir/tata

Untuk lebih jelasnya perhatikan rencana pelaksanaan mata
ini.

RENCANA PELAKSANAAN MATA
PAKET C SETAR

PEMBUATAN BOR

NO PAKET SKK MINGGU JML K
KOMPETENSI EFEKTIF JPL

PEN
KERA

1 5.1 2 18 36

PE
KERA

Pembelajara

an mata pelajaran keterampilan pilihan
kompetensi maka dituangkan dalam format rencana pelaksanaan
mana tabel berikut ini.
ata Pelajaran Keterampilan Pilihan

atan Materi JPL
a boga/las 36

a pelajaran keterampilan pilihan berbasis Kerawang Gayo berikut

A PELAJARAN KETERAMPILAN PILIHAN
RA SMA TINGKATAN 5
RDIR KERAWANG GAYO

KEGIATAN MATERI JPL

NGENALAN Pengetahuan tentang Kerawang Gayo 4 JPL
AWANG GAYO Pengenalan motif Kerawang Gayo 5 JPL
Analisis Peluang Usaha Kerawang 5 JPL
( 14 JPL) Gayo 5 JPL
Pengenalan alat dan bahan 5 JPL
EMBUATAN Teknik dan proses Pembuatan 6 JPL
AWANG GAYO Kerawang Gayo 6 JPL
Pembuatan Pola Dasar Kerawang Gayo
( 22 JPL) Praktik Pembuatan kreasi masker
Kerawang Gayo

n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 17 | P a g e

Setelah pembaca menyelesaikan keempat tahapan peren
pembaca dapat mengimplementasikan perencanaan yang telah d
materi bagian kedua panduan tentang implementasi pembelajara
Pada halaman berikutnya disajikan silabus yang Merujuk Pad
pelatihan bordir level II yang dapat digunakan sebagai rujukan.
KKNI sedangkan keterampilan pilihan yang tidak bersertifikasi d
pendidikan kesetaraan. Berikut dilampirkan

DESKRIPSI CAPAIAN PEMBELAJ

Sikap dan tata Membentuk karakter lulusan pelatihan
nilai pembordir dan memiliki penghargaan ter
yang meliputi.
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
2. Memiliki moral, etika dan kepribadian
3. Berperan mewujudkan etika dan ke

cinta tanah air serta mendukung perd
4. Mampu bekerja sama dan memil

masyarakat dan lingkungannya
Memiliki ketekunan untuk mempertaha

daerah setempat dan Indonesia secara u

Kemampuan di Mampu menghasilkan produk bordir
bidang kerja kesehatan kerja, meliputi.
1. Memindahkan motif bordir
2. Memilih alat dan bahan yang sesuai

Pembelajara

ncanaan mata pelajaran keterampilan pilihan, maka selanjutnya
disusun. Untuk materi tentang Kerawang Gayo dapat dilihat pada
an Kerawang Gayo disesuaikan dengan RPP yang telah disusun.
da Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) kursus dan

Untuk keterampilan pilihan yang sertifikasi dapat merujuk pada
dapat dilaksanakan secara mandiri oleh satuan penyelenggaran

JARAN KHUSUS BIDANG BORDIR

n yang profesional dalam melaksanakan tugasnya sebagai
rhadap budaya daerah setempat dan Indonesia secara umum,
a Esa
n yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya
epribadian yang baik sebagai warga negara yang bangga dan
damaian dunia
liki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap
ankan (konservasi) dan penghargaan terhadap motif bordir
umum
sesuai pesanan dengan mengutamakan keselamatan dan

dengan motif bordir

n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 18 | P a g e

3. Mampu membordir sesuai kombinas
4. Memilih teknik bordir sesuai motif
5. Mampu membordir sesuai motif deng
6. Menata, menyimpan, dan merawat p
7. Mampu mengadministrasikan berkas
8. Komunikasi efektif dengan pelangga
Melaksanakan prosedur kesehatan dan k

Pengetahuan yang Menguasai pengetahuan faktual dan ope
dikuasai 1. Jenis dan karakteristik bahan untuk b
2. Jenis, fungsi dan cara penggunaan t
3. Kombinasi warna
4. Macam, karakteristik dan tingkat keru
5. Jenis-jenis teknik membordir
6. Prosedur pengoprasian dan pemelih
7. Kesehatan dan keselamatan kerja da

dapat ditimbulkan oleh penggunaan
Prinsip dan teknik berkomunikasi lisan m

Hak dan tanggung Mampu menjalankan tugas secara berta

jawab dapat diberi tanggung jawab untuk memb

Pembelajara

si warna
gan prosedur dan teknik yang sesuai
peralatan serta bahan bordir
s pesanan
an
keselamatan kerja (K-3) ditempat kerja

erasional dalam membordir yang terdiri atas.
bordir
tusuk untuk membordir
umitan motif tradisional dan modifikasi
haraan peralatan mesin bordir
alam membordir, pengetahuan faktual tentang bahaya yang
alat yang tidak benar
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
anggung jawab terhadap karya bordir yang dihasilkannya dan
bimbing rekan kerja baru atau peserta magang

n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 19 | P a g e

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BERBASIS KKNI BIDANG BORDIR
LEVEL II

No. UNIT KOMPETENSI ELEMEN INDIKATOR
KOMPETENSI KELULUSAN

Sikap dan Tata Nilai

a. Bertakwa kepada Berdasarkan data

Tuhan Yang Maha yang ada

Esa

b. Memiliki moral,

etika dan

kepribadian yang Berdasarkan data
baik di dalam

menyelesaikan

tugasnya

c. Berperan

mewujudkan etika

dan kepribadian

1. Membentuk karakter d. yang baik sebagai Berdasarkan data
lulusan pelatihan yang warga negara
profesional dalam yang bangga dan Memiliki rekomendasi
melaksanakan cinta tanah air rekan kerja atau
tugasnya sebagai serta mendukung organisasi yang
pembordir danmemiliki perdamaian dunia relevan
penghargaan terhadap
Mampu bekerja

budaya daerah sama dan memiliki

setempat dan kepekaan sosial

Indonesia secara dan kepedulian

umum yang tinggi

terhadap

masyarakat dan

lingkungannya

e. Memiliki

ketekunan untuk

mempertahankan Menghasilkan karya
(konservasi) dan bordir sesuai dengan
penghargaan karateristik dan tata
terhadap motif nilai tradisional atau
bordir daerah Indonesia
setempat dan

Indonesia secara

umum

Kemampuan dibidang kerja

Mampu menghasilkan a. Memindahkan Memindahkan motif
motif bordir dari kertas ke kain
produk bordir sesuai yang akan dibordir
b. Memilih alat dan dengan tepat
1. pesanan dengan bahan penunjang Memilih alat dan
mengutamakan yang sesuai bahan penunjang
dengan motif yang sesuai dalam
keselamatan dan membordir

kesehatan kerja

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 20 | P a g e

bordir

c. Mampu membordir Memilih warna

sesuai kombinasi dengan tepat

warna

d. Memilih teknik Memilih teknik bordir

bordir motif dengan motif secara

tepat

e. Mampu membordir a. Menyesuaikan

sesuai motif hasil bordir dengan

dengan prosedur motif dan pola

dan teknik yang yang ditetapkan.

sesuai b. Menyesuaikan

teknik bordir yang

dipilih dengan

motif dan pola

c. Menghasilkan

bordir yang rapi

d. Menggunakan alat

bordir sesuai

prosedur dengan

tepat dan lancar

f. Menata, a. Menata area kerja

menyimpan, dan yang aman dan

merawat peralatan nyaman

serta bahan bordir b. Menyimpan alat

dan bahan dengan

rapi

c. Memelihara

peralatan serta

bahan bordir

g. Mampu Menyimpan dan

mengadministrasik menemukan kembali

-an berkas berkas pesanan

pesanan dengan tepat dan

cepat

h. Komunikasi efektif a. Melakukan

dengan pelanggan komunikasi yang

lancar dengan

makna yang benar

dalam menghadapi

pelanggan pada

suatu simulasi

b. Menjelaskan jenis-

jenis bordir dengan

tepat

i. Melaksanakan a. Mengenali marka

prosedur atau rambu jalur

kesehatan dan evakuasi pada

keselamatan kerja kondisi darurat

(K3) di tempat dengan benar

kerja dalam suatu

simulasi

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 21 | P a g e

b. Menggunakan
sarana kesehatan
dan keamanan
yang tepat untuk
kerja (celemek,
masker, kerpus,
alas kaki)

c. Menggunakan dan
menyimpan
peralatan dan
bahan terhadap
panas/api,
serangga, listrik,
air sesuai dengan
prosedur
pengamanan

Pengetahuan yang dikuasai

a. Jenis dan Mengenali dengan
karakteristik bahan tepat jenis dan
untuk bordir karakter bahan
yang sesuai untuk
b. Jenis, fungsi, dan bordir
cara penggunaan Mengenali dengan
tusuk untuk tepat jenis dan
membordir karakter bahan
yang sesuai untuk
c. Kombinasi warna bordir
Memilih warna
d. Macam, dengan tepat

Menguasai karateristik, dan Mengidentifikasi
pengetahuan faktual tingkat kerumitan dengan tepat
dan operasional dalam motif tradisional macam,
membordir dan modifikasi karateristik, dan
tingkat kerumitan
e. Jenis-jenis teknik motif tradisional
membordir dan modifikasi
Menjelaskan
f. Prosedur dengan tepat jenis,
pengoperasian fungsi, dan cara
dan pemeliharaan penggunaan
peralatan mesin teknik.
bordir a. Bordir

kerancang
b. Bordir aplikasi
c. Bordir

berwarna
d. Bordir

putih/senada
Menjelaskan dengan
tepat prosedur
pengoprasian dan
pemeliharaan mesin
bordir

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 22 | P a g e

g. Prosedur a. Mengidentifikasi

pengoperasian dengan tepat ciri-

dan pemeliharaan ciri dan jenis K3 di

peralatan mesin bidang kerja

bordir khususnya resiko

dan higienis

penggunaan alat

untuk menghindari

penularan penyakit

b. Memilih dengan

tepat teknik

pencegahan dan

penyelamatan dari

bahaya kebakaran

yang ditimbulkan

oleh penggunaan

alat kerja

elektronik

h. Prinsip dan teknik a. Menjelaskan

berkomunikasi dengan tepat

lisan prinsip-prinsip

menggunakan berkomunikasi

bahasa Indonesia lisan yang efektif

yang baik dan dengan

benar pelanggan, atasan,

dan rekan kerja

b. Menjelaskan

dengan tepat

prinsip-prinsip

berkomunikasi

lisan yang efektif

dengan

pelanggan, atasan,

dan rekan kerja

Hak dan Tanggung Jawab

1. Mampu menjalankan a. Mampu Melaksanakan
tugas dengan
tanggung jawab menjalankan tugas pekerjaan bordir
terhadap karya bordir
yang dihasilkannya dengan tanggung sesuai pesanan
dan dapat diberi
tanggung jawab untuk jawab terhadap dengan tepat waktu
membimbing rekan
kerja baru atau karya bordir yang dalam simulasi
peserta magang
dihasilkannya dan pelayanan jasa bordir

dapat diberi

tanggung jawab

untuk membimbing

rekan kerja baru

atau peserta

magang

b. Mampu Mendapatkan

bertanggung jawab apresiasi dari rekan

membimbing rekan kerja baru atau

kerja baru atau pekerja magang

peserta magang dalam suatu simulasi

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 23 | P a g e

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 24 | P a g e

Tahap selanjutnya adalah mengimplementasi keterampilan pilihan Kerawang
Gayo. Bagian ini berisi tentang materi materi yang telah disusun pada rencana
pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbasis Kerawang Gayo. Dengan adanya
materi ini diharapkan mampu membantu penyelenggara pendidikan untuk
mengimplementasi pembelajaran keterampilan pilihan.

A. Pengenalan Kerawang Gayo

Kerawang Gayo adalah salah satu karya seni rupa tradisi masyarakat Gayo
di Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh, kerajinan ini merupakan salah satu
identitas masyarakat Gayo yang masih ada dan sangat terjaga sampai saat ini.
Karawang merupakan bentuk motif kata kiasan atau suatu benda seperti arti pada
pakaian, bangunan ataupun gerabah. Kerawang Gayo merupakan salah satu
warisan budaya bangsa yang pada prinsipnya menyimpan banyak pesan-pesan
moral, petuah dan amanah leluhur dari generasi kegenerasi berikutnya dan ini telah
berkembang sebagai tradisi dan budaya Aceh sejak 3000 tahun lalu.

Secara etimologi Kerawang diambil dari kata “ker” dalam bahasa Gayo yang
berarti daya pikir dan kata “Rawang” yang berarti bayangan fenomena alam. Jika
kata ini digabungkan maka dapat disimpulkan bahwa Kerawang adalah suatu
bayangan atau spontanitas pada fenomena alam semesta. Jadi Kerawang
merupakan wujud dari imajinasi spontanitas individu manusianya (Joni, 2017: 37).

Sedangkan secara istilah terminologi Kerawang Gayo merupakan hasil
kerajinan atau karya masyarakat Gayo Aceh Tengah yang dibuat dengan cara
menerawang dan spontanitas yaitu menuangkan isi dari terawang seorang
pengrajin kedalam kain dengan cara menjahit dengan sistem bordir dengan ukiran
yang indah dan sekarang sudah dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Secara umum dapat diartikan bahwa Kerawang Gayo adalah bordiran atau
ukiran yang berlubang. Istilah ini sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat
Indonesia bahwa masyarakat Gayo bukan menggunakan ukiran tembus atau
bordiran tembus melainkan motif ukir atau ragam hias yang diterapkan pada suatu
benda atau media. Motif-motif ini diukir pada bahan-bahan yang ada disekitar
mereka yaitu pada kayu bangunan tanah liat menghasilkan keramik bahan
anyaman tenun kain dan logam (Ibrahim, 2002: 180)

Sejarah tertulis yang jelas menceritakan tentang asal-usul dari kain
Kerawang Gayo ini namun dari data yang didapat menunjukkan bahwa Kerawang

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 25 | P a g e

Gayo ini sudah ada sejak masyarakat Gayo itu ada yang pada masa dahulu, karena
sebelum mengenal kain, Kerawang itu sudah ada pada kayu yang kemudian
dijadikan ukiran pada tikar disebut balintem seperti yang dikemukakan oleh salah
seorang tokoh budaya Gayo bapak Mohd. Saleh yang menjabat sebagai sekretaris
Majelis Adat Aceh (MAA) sebagai berikut:

Bahwa sejarah Karawang Gayo sendiri mulai berkembang sejak nenek
moyang Suku Gayo ada, di mana pada mulanya Kerawang Gayo dahulu pertama
sekali disebut ukiran, Kerawang Gayo pertama kali berkembang disebut ukiran
karena pada saat dulu masyarakatnya masih primitif di mana belum mengenal yang
namanya kain, pada saat itu Kerawang Gayo dikembangkan dengan mengukir atau
memahat kayu. Biasa masyarakat Gayo pada masa itu memahat dengan
menuangkan rasa seni dan arti filosofi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat
sesuai perkembangan zaman kemudian Karawang Gayo lebih berkembang lagi
yang dulunya ukiran yang dibuat di kayu kemudian selanjutnya ragam corak hias
dikembangkan lagi pada Tikar Belintem.

Dari wikipedia bahasa Indonesia menyatakan bahwa pertama sekali ukiran
Kerawang ditemukan pada ornamen umah pitu ruang. Umah pitu ruang itu sendiri
adalah mahar atau permintaan dari seorang putri dari kerajaan Johor yang dipinang
oleh Adi Genali raja Linge Pertama pada abad ke 10. Bangunan umah pitu ruang
sangat erat kaitannya dengan ukiran Kerawang sehingga mengandung nilai-nilai
filsafat dalam kehidupan masyarakat. Angka pitu ruang (tujuh ruang) merupakan
pondasi iman dalam kehidupan yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT.
Ruang pertama diidentikkan dengan Alqur’an, ruang kedua merupakan hadist,
ruang ketiga adalah ijma', ruang keempat adalah kias, ruang kelima adalah edet,
ruang keenam adalah resam dan ruang ketujuh adalah atur. Dengan arti lain pitu
ruang merupakan konsep vertikal antara manusia dengan Allah. Sedangkan
Kerawang merupakan Konsep horizontal antara sesama manusia. Edet, resam dan
atur merupakan konsep horizontal antara sesama manusia.

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 26 | P a g e

B. Motif Kerawang Gayo

Kebudayaan yang terdapat di Provinsi Aceh banyak mendapat pengaruh dari
budaya Islam. Motif, ornamen, dan desain kerajinan Aceh merupakan terjemahan
dari budaya Islam. Ornamen tangkai dan bunganya dari benda-benda alamiah
seperti awan, kumpulan ombak sungai dan lain-lain. Menurut ajaran islam ornamen
bentuk manusia dan hewan tidak diperbolehkan meskipun ada ornamen yang
dibentuk dari hewan tetapi diabstraksikan dalam bentuk geometris. Dengan bentuk
alamiah dan abstrak tersebut akan menghasilkan suatu motif desain dan arsitektur
menarik yang merasuk secarah halus keseluruh pancaindra dan hati nurani.

Ukiran motif Kerawang Gayo sudah ada sejak masyarakat Gayo ada, motif
ukiran diambil dari alam sekeliling tidak terdapat perbedaan yang mencolok dengan
daerah Aceh lainnya, akan tetapi yang membedakan motif Kerawang Gayo
mengandung pesan-pesan nilai budaya yang ingin disampaikan masyarakatnya
Maka pemahamannya dapat dilakukan melalui simbol-simbol yang terdapat dalam
ragam hias. Motif Kerawang Gayo memiliki beberapa motif dasar yaitu seperti yang
diutarakan AR Hakim aman pinan (2003:131) bahwa terdapat beberapa motif
beserta maknanya yaitu:
1. Emun Berangkat (Awan Berarak)

Motif berbentuk gumpalan
awan yang dinamis dan
mengandung arti sebuah
lambang rasa kesetiaan dalam
masyarakat Gayo, kemanapun
pergi tetap sejalan dan
dimanapun dia berada tetap
dalam kesatuan. Bagi masyarakat
Gayo juga dianggap sebagai
simbol persatuan, kesepakatan
dan kerukunan.

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 27 | P a g e

2. Emun Beriring (Awan Berbaris)
Bentuk Emun beriring ini berupa
bayangan awan yang saling
mengiringi saat dipandang atau
gulungan awan yang berbaris. Motif
ini seperti yang terkandung dalam
pepatah adat Gayo yaitu “mususun
lagu belo, rempak lagu re” artinya

bersusun seperti daun sirih, sejajar seperti sisir. Makna yang tersirat dalam motif ini
adalah masyarakat berkumpul secara bersama dan tidak bercerai-berai dalam
menjalani kehidupannya. Dalam budaya Gayo, persatuan dan kekompakan dalam
kehidupan bermasyarakat harus selalu dijaga, dengan memperhatikan kesetaraan
dalam masyarakat yaitu dengan tidak membedakan antara yang lebih tinggi dan
yang lebih rendah, saling menghormati dan saling menghargai artinya masyarakat
itu sejajar dalam kedudukannya.

3. Puter Tali (Pilin Berganda)
Motif Puter tali berbentuk seperti
tali yang dipilin yang digunakan
untuk mengikat suatu benda.
Menurut kebiasaan masyarakat
Gayo, puter tali ini digunakan untuk
mengikat pagar kebun agar tidak
dimasuki oleh hewan, atau
kawasan untuk kandang hewan

seperti kerbau atau sapi, sehingga hewan-hewan terlindungi dan tidak lepas.
Falsafah masyarakat Gayo mengatakan “keramat mupakat, behu berdedeli” makna
yang terkandung dalam falsafah tersebut adalah jika masyarakat menghadapi
sebuah permasalahan untuk penyelesaiannya dilakukan dengan cara musyawarah
atau diskusi untuk menghasilkan suatu keputusan. Diiringi rasa peduli dan
kebersamaan yang diibaratkan seperti tali pilin berganda, bersama akan lebih kuat
dan tidak mudah untuk dipecah belahkan.

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 28 | P a g e

4.Pucuk Rebun (Pucuk Rebung)
Rebung adalah cikal bakal
tumbuhnya bambu, tanaman bambu
merupakan salah satu tumbuhan
yang hidup di tanah Gayo. Salah
satu manfaat rebung bagi
masyarakat Gayo yaitu dijadikan
sebagai jantar pengat (sayur kering),
yang dikonsumsi oleh masyarakat
Gayo pada acara pesta ataupun

perayaan tertentu. Motif pucuk rebung bentuknya segitiga, dalam masyarakat Gayo
memiliki makna kesuburan dan generasi muda yang harus diperhatikan. Makna ini
tersirat dalam sebuah pepatah Gayo “pantas berule, lemem bertona” yaitu sepapah,
sepupuh, senasib sepenanggungan, saling mengingatkan antara yang tua dengan
yang muda. Diharapkan orang tua harus menuntun anak muda dalam
bermasyarakat, agar kelak ia dapat membangun negeri tersebut.

5. Tekukur Pengkuran

Motif tekukur merupakan motif

geometris berbentuk empat bulatan

dibatasi dua garis horizontal dan

vertikal. Motif tekukur merupakan

lambang keadilan dalam

mengambil suatu keputusan dalam

bermusyawarah masyarakat Gayo.

Pesan ajaran yang dapat diambil

dari motif tekukur adalah dalam

mengambil suatu keputusan harus teliti, penuh pertimbangan dan bersikap adil

secara hukum. Setiap keputusan akan menentukan nasib orang, baik personal

maupun kelompok masyarakat.

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 29 | P a g e

6. Mata Ni Lo (Matahari)

Bentuk motif mata ni lo menyerupai

bentuk cahaya matahari. Motif mata

ni lo merupakan lambang sumber

kehidupan. Matahari telah

memberikan cahaya bagi kehidupan

manusia, bersyukur atas segala

nikmat yang telah diterimanya dan

tetap bersabar apabila mengalami

musibah. Dalam budaya Gayo

diharapkan masyarakat tetap menjaga hubungan antara sang pencipta dan menjaga

hubungan sesama makhluk hidup di dunia. Hubungan dengan Tuhan selalu dijaga

dengan melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya serta tidak lupa

berbaik hati dengan semua makhluk di dunia.

Tabel 1. Motif ukiran Kerawang Gayo

No Bentuk Motif Nama Motif Peri Mestike Makna
(Filosoofi)

1 Emun Berangkat beloh sara loloten Kesetiaan dan
(Awan Berarak) mewen sara kekompakan
tamunen

2 Emun mususun Kebersamaan,
Beriring lagu belo rempak lagu persatuan dan

(Awan Berbaris) re kesatuan

3 Puter Tali keramat mupakat, Bersatu untuk
(Pilin Berganda) behu kekuatan

berdedeli

Pucuk pantas

4 Rebun berule, lemem Pendidikan, generasi

(Pucuk Rebung) bertona muda

inget sebelem kona

jimet tengah ara,

sejangkal ku arap Adil dan bijaksana

5 Tekukur sedepa kukuduk, ike dalam mengamb il

Pengkuran lungi enti tir i telan, keputusan

ike pit enti tir i

loahen

6 Mata Ni Lo mupestak Sumber
(Matahari) pejer, mubiner mata kehidupan, syukur atas

ni lo nikmat, sabar atas
cobaan

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 30 | P a g e

C. Warna benang Kerawang Gayo

Setiap warna memiliki makna tersendiri yang terkandung di dalamnya,
penerapan warna disesuaikan dengan arti motif.

a. Kuning, diartikan dengan kesabaran dan keagungan yang dipakai oleh raja.
b. Putih diartikan dengan warna suci, yang dipakai untuk imam. Pada motif

emun berangkat dominan menggunakan warna putih, motif mata pune sering
juga menggunakan warna putih.
c. Merah diartikan dengan keberanian, motif pager dalam yang diistilahkan
dengan petua yang dipakai warna merah.
d. Hijau diartikan dengan kesuburan, pada motif pucuk rebung dan sarak opat
dominan menggunakan warna hijau
e. Hitam diartikan dapat memberikan kehangatan, dipakai pada warna bahan
yang dikerawangkan.

D. Alat dan Bahan

1. Mesin Jahit

Mesin yang digunakan oleh para penjahit
Kerawang Gayo Ini adalah mesin jahit
pakaian pada umumnya dengan cara
penggunaan yang sama pula. Pada saat ini
mesin jahit dapat diperoleh dengan mudah di
setiap kabupaten di Provinsi Aceh. Berbeda
dengan sebelumnya dimana untuk
memperoleh peralatan mesin jahit harus pergi
kekota Medan atau Banda Aceh.

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 31 | P a g e

2. Mesin Obras
Mesin obras kain yaitu mesin yang
digunakan untuk menjahit bagian pinggir
yang akan di bordir. Misalnya ketika
pengrajin akan membuat selembar kain
adat atau pakaian pengantin, maka kain
yang akan dipotong terlebih dahulu
diobras pada pinggirannya. Adapun
kegunaan dari menjahit pinggir adalah

kain yang akan dijahit tidak memiliki bekas dari potongan atau guntingannya dan
mengeluarkan benang sehingga menjadi rapi serta menghasilkan kualitas yang baik
dan dapat menarik minat pembelinya.

3. Benang

Benang yang biasa digunakan

adalah benang bordir yang dengan

mudah didapatkan di pasar manapun.

Benang yang digunakan untuk

membuat kain Kerawang Gayo ini

memiliki empat warna dasar yaitu

merah, kuning, hijau dan putih.

Keempat warna benang ini yang

menjadi dasar pembelajaran

keterampilan.

4. Kain

Kain dasar yaitu kain yang digunakan
untuk bordiran adalah kain dengan
warna dasar hitam. Kain tersebut
terlebih dahulu dipotong sesuai dengan
pola, baik itu untuk keperluan baju
pengantin atau untuk kain adat lainnya.
Pada saat sekarang ini sudah

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 32 | P a g e

menggunakan kain dasar merah dan warna lainnya yang sudah disesuaikan
dengan selera para pemesan.
5. Ram bordir

Ram bordir atau pembidang ini
berbentuk bulat terdiri dari 2 bulatan
yang terbuat dari kayu ada juga yang
terbuat dari bahan plastik. Ram ini
digunakan pada saat membordir
karawang yang diletakkan pada bagian
atas dan bawah dengan cara diikat
pada kain supaya memudahkan waktu membordir dan kainnya tidak goyang
waktu di bordir. Pada saat menjahit bordir Kerawang tersebut penjahit akan
memutar arah ram ini sesuai dengan motif bordir yang akan dijahit.
Penggunaan ram pada kegiatan bordir Kerawang Gayo merupakan
optional, artinya boleh digunakan ataupun tidak tergantung kebutuhan dan
kemapuan.
Selain peralatan yang telah disebutkan tadi masih ada peralatan lainnya
yang dibutuhkan untuk proses pembuatan kain tradisional tersebut, seperti
gunting, meter kain, kain kerah, pensil/bulpen, alat pembuka benang dan
peralatan lainnya.

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 33 | P a g e

E. Proses Pembuatan Kerawang Gayo

Adapun tahapan membordir Kerawang Gayo adalah sebagai berikut:
1. Sediakan kertas minyak sebagai media pertama untuk menggambarkan desain

pola, memotong kertas minyak tersebut sesuai kebutuhan sesuai dengan pola
yang akan dibuat seperti gambar di bawah ini.

2. Selanjutnya karena masih pembelajaran dasar, maka dibutuhkan kerta karbon
untuk memudahkan memindahkan motif di atas kain yang telah disediakan
sebelumnya. Kemudian sesuaikan posisi kertas minyak, karbon dan kain seperti
kita menggambar biasa dan dapat direkatkan dengan menggunakan jarum pentul
supaya tidak bergeser pada saat menggambar motif.

3. Dilanjutkan dengan menggambar motif dengan menggunakan pulpen yang
tidak bertinta, untuk mendapatkan salinan motif yang ingin dibordir. Tahapan ini
biasa dilakukan untuk memudahkan bagi yang baru belajar, untuk mengurangi
kesalahan dalam menggambar motif atau pola motif. Motif dapat dipilih sesuai
dengan motif dasar yang terdapat pada pembahasan sebelumnya. Perhatikan
gambar berikut:

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 34 | P a g e

4. Sebelum menggambar, pastikan Anda menulis dengan menekan diatas
permukaan datar sehingga menghasilkan gambar yang sempurna seperti
gambar dibawah ini

5. Merekatkan ram pada kain untuk memudahkan proses menjahit/membordir
ragam motif Kerawang Gayo. Ram yang berukuran lebih lebar lingkarannya
diletakkan di bawah kain yang sudah berpola. Selanjutnya setelah meletakkan
kain, pasangan ram yang berukuran kecil direkatkan diatasnya. Hal yang harus
diperhatikan posisi kain berada dalam kondisi ketat atau tidak longgar. Ram
bordir (kayu melingkar bulat) berfungsi sebagai pengencang kain saat
membordir. Jika posisi bordiran mencapai ujung kain, maka dibutuhkan kain

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 35 | P a g e

bantu untuk merekatkan ram, kain tersebut hanya digunakan saat proses
membordir.

6. Mempersiapkan mesin jahit dengan melengkapi kebutuhannya seperti jarum,
benang dan gunting benang, harus disediakan sebelum memulai aktifitas
menjahit/membordir. Memasukkan benang kedalam jarum dan meletakkan
ram bordir di bawah jarum mesin jahit, kemudian pengrajin dapat mengukir
dengan memutar-mutarkan ram bordir sesuai dengan desain pola yang telah
diukir sebelumnya.

7. Jika telah selesai semua tahapan ini, maka tampaklah hasil seperti gambar
dibawah ini. Gunakan gunting benang untuk merapikan benang sisa sisa hasil

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 36 | P a g e

jahitan dan pisahkan kain bantu. Hasil jahitan Kerawang Gayo sudah dapat
dimanfaatkan untuk dijadikan bentuk yang diinginkan. Salah satu bentuk yang
dihasilkan dari bordir kerrawang Gayo adalah rok motif pucuk rebun (pucuk
rebung) seperti pada gambar di bawah ini.

MEMBORDIR KERAWANG GAYO UNTUK MASKER
1. Sediakan penggaris, kertas minyak,

kertas karbon dan pulpen. Buatlah gambar
pola pada kertas minyak dengan
menggunakan alat tulis pensil atau pulpen

2. Untuk merapikan gambar pola dapat
menggunakan penggaris sebagai alat bantu
dan untuk menggambar bentuk lingkaran
pengambilan awalnya dapat diawali dengan
mengambil titik tengah agar lingkarannya lebih
seimbang.

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 37 | P a g e

3. Setelah menentukan bentuk pola
masker yang diinginkan, dibuat persegi
panjang tepat di tengahnya sebagai tempat
untuk membuat motif.

4. Gambarlah motif Kerawang Gayo
sesuai keinginan di dalam persegi panjang,
kemudian untuk mempercantik dapat
ditambahkan motif lain diatas garis persegi
panjang agar lebih indah.

5. Saat menuangkan gambar ,
gunakan pulpen tidak bertinta agar
menghindari robekan pada kertas pola.
Pastikan Anda agak sedikit menekan
disaat membuat motif dan ini dilakukan
di atas permukaan datar dan juga atas
benda padat, dengan tujuan agar
gambar yang dibuat terjiplak dengan
jelas di atas kain.

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 38 | P a g e

6. Tahap selanjutnya adalah
memindahkan pola pada bakal kain yang
akan digunakan sebagai masker.
Melentangkan kain yang akan
digunakan, meletakkan kertas kabon
diatasnya dengan dua sisi untuk
menghasilkan dua sisi masker dalam
sekali gambar, setelah itu meletakkan
pola gambar yang terdapat pada kertas
minyak.

7. Setelah selesai menggambar
diatas kain dan mendapatkan gambar
yang diinginkan, tahap selanjutnya
adalah memasangkan ram pada kain
tersebut untuk memudahkan dalam
menjahit, tahap pertama adalah sisi
pertama dari masker. Pastikan anda
telah menarik ketat kain Ketika
merekatkan Ram tersebut.

8. Tahap selanjutnya pastikan
kesiapan mesin yang akan Anda
gunakan serta perlengkapannya dan
gunakanlah benang berwarna kuning,
hijau, merah atau putih. Dalam
membordir Anda cukup memutar-
memutarkan ram kain ini dan mengganti
warna setiap membuat bentuk baru
sesuai dengan keinginan. Bordirlah
dengan perlahan dan hati-hati.

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 39 | P a g e

9. Setelah selesai satu sisi masker,
selanjutnya anda juga dapat
menyelesaikan tahap selanjutnya dengan
cara yang sama pada sisi sebelahnya.

10. Setelah kedua sisi masker selesai
dijahit maka selanjutnya adalah
menyatukan keduanya dengan menjahit
dan merapikan dengan menggunakan kain
puring, agar lebih tebal dan lebih nyaman
saat digunakan. Juga lebih aman dari
debu. Satukan kain puring ini dengan
masker, disisi dalamnya. Selanjutnya
buatlah potongan kain serong berbentuk
tali panjang yang digunakan untuk
merapikan pinggiran sekeliling masker.
Kondisikan lebarnya tali ini sehingga bisa
dilipat dua, untuk sisi dalam dan luarnya.

11. Tahap akhir dari pembuatan masker
ini adalah menambah tali masker. Tali
masker ini bisa tali kain ataupun tali karet.
Setelah ditambahkan tali, maka akan
nampak hasilnya seperti gambar berikut
dan sudah siap untuk Anda gunakan dalam
menjalani aktivitas sehari-hari.

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 40 | P a g e

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 41 | P a g e

P e m b e l a j a r a n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 42 | P a g e

INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN K

No. Unit kompetensi Elemen kompetensi K

SIKAP DA

1.1. Bertakwa kepada Be

Tuhan Yang Maha Esa da

Membentuk karakter
lulusan pelatihan yang
Professional dalam
melaksanakan
tugasnya sebagai
1 pembordir dan
memiliki penghargaan
terhadap budaya
daerah setempat dan
Indonesia secara
umum

Pembelajara

KETERAMPILAN PILIHAN KERAWANG GAYO

Indikator Bentuk penilaian
Kelulusan

AN TATA NILAI

erdasarkan PEDOMAN OBSERVASI SIKAP BERTAKWA
ata yang ada Petunjuk:
Lembaran ini diisi oleh tutor untuk menilai sikap
peserta didik dalam ketakwaan. Berilah tanda cek (✓)
pada kolom skor sesuai sikap yang ditampilkan oleh
peserta didik dengan kriteria sebagai berikut:
Ya = apabila peserta didik menunjukkan perbuatan

sesuai aspek pengamatan
Tidak = apabila peserta didik tidak menunjukkan

perbuatan sesuai aspek pengamatan

Nama peserta didik : …………………….

Materi pokok : ……………………

No. Sikap yang diamati Melakukan
Keterangan
Berdoa sebelum dan
1. sesudah melakukan Ya Tidak

sesuatu
2. Memberi salam

sebelum dan
sesudah
menyampaikan
pendapat

n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 43 | P a g e

1.2. Memiliki moral, etika Be
dan kepribadian yang da
baik di dalam
menyelesaikan
tugasnya

1.3. Berperan mewujudkan Be
etika dan kepribadian da
yang baik sebagai
warga negara yang
bangga dan cinta tanah
air serta mendukung
perdamaian dunia

Pembelajara

3. Mengungkapakan
kekaguman secara
lisan maupun tulisan
terhadap Tuhan saat
melihat kebesaran
Tuhan

erdasarkan PEDOMAN OBSERVASI SIKAP TANGGUNG
ata yang ada JAWAB

erdasarkan Petunjuk:
ata yang ada Lembaran ini diisi oleh tutor untuk menilai sikap
peserta didik dalam tanggung jawab. Berilah tanda cek
(✓) pada kolom skor sesuai sikap yang ditampilkan
oleh peserta didik dengan kriteria sebagai berikut:
Ya = apabila peserta didik menunjukkan perbuatan

sesuai aspek pengamatan
Tidak = apabila peserta didik tidak menunjukkan

perbuatan sesuai aspek pengamatan

Nama peserta didik : …………………….

Materi pokok : ……………………

No. Sikap yang diamati Melakukan
Keterangan

Ya Tidak

1. Melaksanakan tugas
individu dengan baik

2. Menerima resiko dari

tindakan yang

dilakukan

n K e t e r a m p i l a n B e r b a s i s K e r a w a n g G a y o 44 | P a g e


Click to View FlipBook Version