pajanan merkuri pada
pertambangan emas
skala kecil
kelompok 1
identifikasi sumber
pertambangan emas skala kecil identifikasi bahaya
dilakukan dengan menggunakan
merkuri melalui proses amalgamasi. Sistem pengolahan pada
Masih didapati pembuangan limbah pertambangan emas skala kecil
merkuri dari pertambangan emas skala menggunakan merkuri yang
kecil ke media lingkungan yaitu tanah berpotensi menimbulkan pencemaran
dan badan sungai. Padahal limbah lingkungan dan gangguan kesehatan
merkuri termasuk ke limbah B3 yang masyarakat. Merkuri dapat
tidak boleh dibuang langsung ke media mengakibatkan terganggunya fungsi
lingkungan karna dapat menyebabkan hati dan ginjal, mengangu sistem
gangguan kesehatan. enzim dan mekanisme sintetik,
kerusakan otak, dan merusak janin
analisis pemajanan pada wanita hamil.
diketahui asupan rata-rata merkuri dari air analisis dosis respon
minum, konsumsi ikan, konsumsi sayuran
sebesar dikalkulasikan jumlah asupan merkuri
melalui jalur ingesti didapatkan rata-rata
sebesar 19 x 104 mg/kg/hari. diketahui bahwa
nilai asupan merkuri total melalui jalur ingesti
adalah jumlah dari nilai asupan merkuri dari
aktivitas konsumsi air dan ikan yang diambil
dari sungai, serta konsumsi sayuran.
Prisiko kesehatan akibat pajanan merkuri pada
responden penjumlahan Risk Quotient (RQ)
masingmasing asupan. Risk Quotient dihitung
dari nilai asupan dibagi dengan referensi
dosis.rata-rata tingkat risiko kesehatan (risk
quotient/RQ) dari jalur ingesti sebesar 18,5756
dan jalur absorbsi kulit sebesar 2,63 x 10-5.
Apabila kedua nilai ini dijumlahkan, maka
didapatkan tingkat risiko total dari pajanan
merkuri pada responden dengan nilai rata-rata
sebesar 18,5756.
NAMA KELOMPOK : 1. FADHILA KHAIRUNNISA 10031282025023
2. REZA SELPI YANA 10031382025065
3. GUMILANG BAYU HARJONO 10031282025031
MATA KULIAH : ANALISIS RESIKO KESEHATAN LINGKUNGAN'
DOSEN PENGAMPU : DR. ELVI SUNARSIH,S.KM.,M.KES
pajanan merkuri pada
pertambangan emas
skala kecil
kelompok 1
karakteristik resiko
nilai rata-rata RQ total dari pajanan merkuri sebesar manajemen resiko
11,75. Dengan nilai rata-rata RQ sebesar itu diketahui
kandungan merkuri pada darah responden sebesar 7,40 Pemeriksaan sampel darah adalah pilihan
ug/d1. Apabila dilihat nilai tertinggi RQ total pada utama apabila pemaparan merkuri anorganik
penelitian tersebut didapatkan nilai sebesar 46,42 jangka pendek dengan konsentrasi tinggi
sedangkan kandungan merkuri tertinggi pada darah karena konsentrasi merkuri dalam darah
responden sebesar 14,99 μg/d1. Dan hasil penelitian meningkat sangat cepat. Waktu paruh merkuri
Hartono (2006) dapat diketahui bahwa nilai RQ dalam darah adalah kurang lebih 2 hari. Untuk
berhubungan dengan kadar merkuri dalam darah. pemaparan merkuri organik, pemeriksaan
Perhitungan statistik pada penelitian tersebut dilakukan dengan pengambilan sampel darah
menyimpulkan hubungan sangat lemah dan berpola dan rambut. Pengukuran merkuri dalam darah
negatif (r = -0,01) antara kadar merkuri dalam darah biasanya digunakan untuk mengidentifikasi
dengan RQ. Artinya semakin tinggi kadar merkuri dalam pemaparan metal merkuri. Pemeriksaan
darah semakin rendah nilai RQ. Hal ini berarti kadar merkuri darah bertujuan untuk mengetahui dan
merkuri dalam darah dapat dikatakan tinggi walaupun mendeteksi apakah masyarakat telah terpajan
nilai RQ rendah. oleh merkuri yang dapat menimbulkan efek
toksik dalam tubuh.il.
komunikasi resiko
kegiatan penambangan emas skala kecil memberikan
dampak positif maupun dampak negatif terhadap aspek
ekologi dan sosial ekonomi masyarakat kegiatan ini
umumnya tidak ramah lingkungan hal ini disebabkan
karena minimnya kesadaran untuk tetap melestarikan
lingkungan dalam skala makro penambangan emas
skala kecil dilihat sebagai bahaya dan ancaman bagi
investasi pertambangan Indonesia sedangkan dalam
skala mikro dapat digolongkan sebagai salah satu
gerakan " ekonomi kreatif" yang memenuhi kebutuhan
hidup rakyat kecil
Kelompok 2 ARKL
1. Arindi Dinda Hanifah 10031282025020
2. Adipati Azwar Arbarkah 10031282025047
3. Nanda Nathaniela Aurelia 10031382025071
Dosen Pengampu: DR.Elvi Sunarsih, S.KM., M.KES
Studi Analisis ARKL Pajanan
Gas Amonia pada Pekerja
Peternakan Ayam di Desa
Lembak Sumatera Selatan
STUDI ARKL ✨
Studi Kasus ARKL digunakan untuk
menganalisis risiko berbagai bahaya
lingkungan seperti bahaya fisik, kimia,
atau biologi yang dapat menimbulkan
efek yang merugikan kesehatan manusia
dan kerusakan lingkungan
1. Identifikasi bahaya
(Hazard Identification)
Potensi bahaya yang dapat menimbulkan
bahaya di peternakan ayam Desa Lembak
Sumatera Selatan berasal dari ageng kimia
berupa amonia (NH³) sebagai komponen yang
dapat menggangu kesehatan pekerja.
2. Identifikasi Sumber
Sumber bahaya berasal dari peternakan yang
merupakan non-industri utama sebagai penghasil
amonia (NH³) terbesar. Amonia (NH³) ini berasal dari
menur berupa bahan sisa pencernaan atau feses
yang bercampur dengan urine yang berbahaya bagi
n kesehatan pekerja maupun hewan ternak disana.
n
3. Analisis Pemajanan
(Exposure Assesment)
Analisis pemajanan dilakukan dengan perhitungan
asupan amonia dengan memasukkan nilai variable yang
dibutuhkan dalam perhitungan. Data konsentrasi yang
digunakan dalam perhitungan adalah data konsentrasi
pajanan amonia di lingkungan kerja masing-masing
pekerja. Nilai rata-rata intake amonia realtime sebesar
0.002 dengan nilai intake terbesar adalah 0,0084 dan
terendah adalah 0,0011. Rata-rata nilai intake amonia
lifetime sebesar 0.7671dengan nilai terbesar 0.8418 dan
nilai intake terkecil sebesar 0,0274.
Besarnya nilai intake ini berbanding lurus dengan nilai
konsentrasi bahan kimia, laju respirasi, frekuensi pajanan,
waktu pajanan dan durasi pajanan yang berarti semakin
besar nilai tersebut maka akan semakin besar intake.
Sedangkan nilai intake berbanding terbalik dengan berat
badan dan waktu rata-rata. Rendahnya intake pajanan
amonia disebabkan karena peternak belum terlalu lama
bekerja.
4. Analisis Dosis Respon
(Dose Respon Assesment)
Analisis dosis respon
menggunakan reference
consentration masing-masing
parameter udara yang diturunkan
dalam satuan mg/kg/hari.
Reference consentration amonia
(NH3) sebesar 0,028 mg/kg/hari.
5. Karakt
(Risk Char
Amonia merupakan senyawa yang bersifa
menimbulkan efek kanker, oleh sebab itu
risiko kesehatan pajanan amonia akan dih
karsinogenik. ARKL merupakan kerangka
permasalahan lingkungan dan kesehatan
pajanan amonia. Salah satu manfaat anal
agent adalah dapat meramalkan risiko ke
pada suatu waktu kemudian menetapkan
risiko tersebut. Pengukuran emisi lingku
dan dalam jangkauan yang lebih luas pen
6. Manajemen Risiko
Secara lifetime dari 14 orang pekerja ada dua orang pekerja yang memiliki RQ
diatas satu yaitu RQ sebesar 3,00 dan 1,52 artinya ada dua orang pekerja yang
berisiko terhadap keterpaparan amonia. Manajemen risiko perlu dilakukan
untuk pengendalian risk agent, karena indikasi risiko kesehatan yang dapat
terjadi (RQ >1).
Manajemen Risiko di peternakan ayam dapat dilakukan dengan penanganan
kotoran di kolong kandang dengan tepat agar kotoran ayam tidak lembab dan
pembentukan amonia terhambat serta harus memperhatikan sirkulasi udara
dengan memperhatikan manajemen buka tutup tirai, mengatur jarak antar
kandang, serta menambah penggunaan blower atau fan (kipas).
7. Komunikasi Risiko
Peneliti memberi tahu kepada para pekerja di
peternakan ayam di Desa Lembak Sumatera
Selatan bahwa mereka berisiko untuk terpajan
amonia (NH³). Selanjutnya, komunikasi risiko
juga dilakukan kepada pemilik peternakan
agar menghimbau para pekerja untuk
memakai masker saat bekerja.
teristik Risiko
racterization)
at non-karsinogen atau tidak
u dalam penelitian pada jurnal tersebut
hitung berdasarkan efek non-
a ilmiah untuk memecahkan
sehingga dapat diterapkan pada
lisis risiko kesehatan pajanan suatu risk
esehatan yang ditanggung seseorang
n upaya pencegahan untuk memperkecil
ungan khususnya amonia secara rutin
nting untuk dilakukan.
Q
g
Karakteristik Risiko
n
an Manajemen Risiko
a
Komunikasi Risiko
Referensi ✨
https://scholar.google.com/scholar?
hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Analisis+ARKL+pajanan+amonia+p
ada+pekerja+peternakan+ayam+unsri&btnG=#d=gs_qabs&t
=1650199171668&u=%23p%3DIRuKPOMPYAIJ
ANALISIS ARKL KASUS PAJA
SUMUR GALI DI KAWASAN P
KECAMATAN KARANGDO
TIM 4 A
SALSABILA KHOIRUNNI
ABID ROZIN 100
MELIKA SUSILAWATI
IDENTIFIKASI SUMBER
Nitrat menumpuk di pertania
anorganik Pupuk dan pupuk
Nitrogen yang tidak diambil
tanah ke air tanah kemudian
Terlalu banyak nitrat dalam air m
bayi di bawah usia enam bulan, s
dalam keguguran spontan, gangg
pengembangan beberapa jenis k
ANALISIS PEMANJANAN
Dari hasil penelitian tersebut d
lama konsumsi air minum (dura
akan semakin besar dan risiko
merugikan kesehatan semakin b
ANAN NITRAT (NO3) PADA AIR
PERTANIAN DESA TUMPUKAN
OWO KABUPATEN KLATEN
ARKL
ISA 10031182025008
031182025012
I 10031282025022
an dimana petani menyebar
kandang di lahan pertanian.
oleh tanaman larut melalui
mengalir ke sumur.
IDENTIFIKASI BAHAYA
minum menimbulkan risiko untuk
selain itu nitrat mungkin berperan
guan tiroid, cacat lahir, dan dalam
kanker pada orang dewasa.
dapat diketahui bahwa semakin
asi pajanan) maka nilai mintake
o untuk mendapatkan efek yang
besar pula.
Pajanan NO3 masuk dalam tubu
dan menyebabkan risiko non ka
sekunder dosis referensi (RfD)
US-EPA yaitu sebesar 1,6 mg/k
KARAKTERISTIK RISIKO
Risiko kesehatan anak-anak secar
dewasa dan memiliki risiko pada
Selain faktor nilai konsentrasi dan
hanya 10,1% responden yang b
konsentrasi nitrat dalam air sum
karena nitrat memiliki nilai dosis
sehingga toksisitas nonkarsinogen
Untuk mengatasi risiko yang ada
sekitar wilayah pertanian sebag
dengan sumber air dari PDAM
KOMUNIKASI RISIKO
Penelitian memberi tahu kepada
anak di kawasan pertanian
Karangdowo Kabupaten Klaten b
pajanan nitrat (No3)
ANALISIS DOSIS RESPON
uh melalui minuman atau ingesti
arsinogenik maka digunakan data
yang ditetapkan oleh IRIS dari
kg/hari.
ra signifikan lebih tinggi dari orang
a daerah irigasi limbah pertanian.
n umur, hal lain yang menyebabkan
berisiko terhadap nitrat padahal
mur gali tidak terlalu rendah yaitu
s respon (RFD) yang cukup tinggi
nik terhadap tubuh manusia rendah.
MANAJEMEN RISIKO
a. Pemanfaatan sumur galian di
gai air bersih harus digantikan
a orang dewasa maupun anak-
Desa Tumpukan Kecamatan
bahwa mereka berisiko terkena
ANALISIS RISIKO KESEHA
PEMOTONGAN HEWAN A
AMO
KELOM
-GIA OKTA W
-ANNISA
-RISNANDA S
Bahaya yang diidentifikasi ada
amonia. Gas amonia di RPH dip
dari adanya dekomposisi limb
kegiatan di RPH.
Amonia adalah salah satu bahan kimia yang terdapat d
maupun di produksi oleh manusia. Amonia merupakan
dan berbau tajam yang terdiri atas satu molekul nitrog
hidrogen. Komposisi amonia di udara bersih adalah 1 ×
Sebagian besar amonia di lingkungan ber
kandang, tanaman dan hewan mati. Emisi
terkecil yaitu pertanian dan peternak
Pada tahapan analisis dosis
respons ini adalah
menentukan hubungan
antara dosis suatu agen
dengan efek kesehatan
dengan menetapkan
kuantitas toksisitas risk agen.
Toksisitas dinyatakan sebagai
ATAN PEKERJA DIRUMAH
AKIBAT PAJANAN GAS
ONIA
MPOK 5
WIDYANA-
RIATMI-
SYAUQIYAH-
alah gas Berdasarkan hasil pengukuran yang
peroleh dilakukan di Rumah Pemotongan
bah dari
Hewan Pegirian didapatkan konsentrasi
amonia di bawah nilai ambang batas
yang ditetapkan oleh KeputusanMenteri
Kesehatan Nomor
1405/MENKES/SK/XI/ 2002 yaitu 25
ppm
di atmosfer secara alami
n gas yang tidak berwarna
gen dan tiga molekul
× 10-6%.
rasal dari pemecahan alami pupuk
amonia mulai terjadi dari sumber
kan serta dipengaruhi oleh kondisi
meteorologi.
Nilai RfC hanya sebagai referensi, jika dosis yang
diterima manusia melebihi RfC, maka
kemungkinan untuk mendapatkan risiko juga
lebih besar. Namun dosis RfC tidak otomatis
mengganggu kesehatan dan sebaliknya dosis di
bawah RfC tidak otomatis aman karena RfC
diturunkan dengan menyertakan unsur-unsur
ketidakpastian. Suatu toksik yang RfCnya kecil
berarti risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan
besar (Taqwim, 2013).
Rate atau laju SKIL
inhalasi yang
digunakan pada
penelitian ini
adalah 0,83
m3/jam yaitu
nilai default yang
digunakan untuk
orang dewasa
dengan durasi
pajanan lifetime
atau durasi
pajanan seumur
hidup.
Manajemen risiko tidak termasuk Menurut Kepu
dalam langkah ARKL, namun tindak Kesehatan Rep
lanjut yang harus dilakukan bila hasil
karakterisasi menunjukkan risiko yg 876/Menkes/
komunikasi ris
tidak aman. untuk menginf
menyarankan
hasil analisis r
Dari hasil analisis risiko kesehatan
lingkungan diketahui bahwa intak
sehingga pajanan amonia sebesar
mg/m3 (0,014515 ppm) secara
pada pekerja di Rumah Pemotong
Hewan Pegirian Surabaya dengan
badan 55 kg masih aman untuk fr
pajanan 250 hari/tahun hingga 3
mendatang. Sehingga tidak perlu a
pengelolaan risiko.
utusan Menteri Komunikasi risiko merupakan
publik Indonesia Nomor tindak lanjut apabila
/SK/ VII/2001, ditemukan agen risiko dalam
siko merupakan upaya batas tidak aman. Namun jika
formasikan dan masih aman, komunikasi risiko
masyarakat tentang tidak perlu dilakukan.
risiko dan dampaknya,
n Pekerja dengan berat badan 55 kg ke atas
ke ≤ RfC akan berada dalam batas aman jika
r 0,01009 konsentrasi gas amonia masih sama
inhalasi
gan seperti hasil penelitian. Namun jika berat
n berat badan pekerja kurang dari 55 kg
rekuensi
dikhawatirkan akan meningkatkan risiko
30 tahun bahaya akibat amonia. Untuk
adanya
mempertahankan berat badan yang ideal
diperlukan asupan makanan seimbang
KELOMPOK 8
FIRJATULLAH DANI PRATAMA
MARTERIA ELIA TEGAR YUNIATI
MUHAMMAD NAUFAL AKBAR
ANALISIS RISIKO KESEHATAN
TRANSPORTASI KEND
DI KOTA
Identifikasi bahaya
RISK AGENT MENURUT RISK QUOTIENTNYA
PALING DOMINAN ATAU BESAR DISETIAP
UTAMA DI KOTA SURABAYA ADALAH SO2
YANG PALING TIDAK DOMINAN ATAU KE
ADALAH H2S. PENCEMAR INI BERBAHAYA
KESEHATAN TERUTAMA TERHADAP ORANG
DAN PENDERITA YANG MENGALAMI PENY
KHRONIS PADA SISTEM PERNAFASAN
KADIOVASKULAR. HAL INI KARENA GAS
YANG MUDAH MENJADI ASAM TERSEB
MENYERANG SELAPUT LENDIR PADA HIDU
TENGGOROKAN DAN SALURAN NAPAS YAN
SAMPAI KE PARU-PARU. SERANGAN GAS
TERSEBUT MENYEBABKAN IRITASI PADA BA
TUBUH YANG TERKENA.
KESE
AGENT
POPU
DIATA
GAS DI
B
MEMBU
EFEK
(ENAM)
30 TA
LINGKUNGAN (ARKL) AKIBAT
DARAAN BERMOTOR
SURABAYA
A YANG
JALAN
2 DAN
ECIL
BAGI
G TUA
YAKIT
N
SO2
UT
UNG,
NG LAIN
S SO2
AGIAN
Analisis dosis respon
LURUHAN NILAI RQ UNTUK SETIAP RISK
DI LOKASI STUDI MENURUT SEGMENTASI
ULASINYA SELURUHNYA MENUNJUKKAN
AS 1 (SATU). HAL ITU BERARTI BEBERAPA
UDARA YANG BERASAL DARI KENDARAAN
BERMOTOR SANGAT BERISIKO DAN
UTUHKAN PENGENDALIAN. KEMUNGKINAN
K TOKSISITASNYA BARU DIRASAKAN 6
) TAHUN KEDEPAN BAGI ANAK-ANAK DAN
AHUN BAGI IBU RUMAH TANGGA SERTA
PEKERJA LAKI-LAKI.
Analisi
KADAR
SEBESA
BUN
TERTI
KADAR T
2.46 RIS
KARAKT
RATA
SURABA
KETIGA
SUR
Pengendalian Risiko
PENGENDALIAN DENGAN MENGGALAKK
PROGRAM LANGIT BIRU, MENGGALAKK
PENANAMAN TUMBUHAN, MELARANG PEN
UNTUK BERTEMPAT TINGGAL DI SEPANJANG
UTAMA, DAN PENDUDUK BISA PINDAH KE T
YANG LEBIH AMAN DARI PAPARAN RISK A
KARENA MANAJEMEN RISIKO YANG DILAK
TERKAIT PENGURANGAN KONSENTRASI
WAKTU PAJANAN (TE DAN FE) SUDAH TI
REALISTIK, ATAU DAPAT JUGA DENGA
PENGGUNAAN MASKER, NAMUN HANYA BE
SEMENTARA.
KOMU
DENG
is Pajanan
Karakteristik Risiko
SO2 TERTINGGI DI JALANBUNDARAN WARU
AR 4,3 MG/M3 , KADAR H2S TERTINGGI DI
NDARAN WARU YAITU 2.10, KADAR NO2
INGGI DI JALAN A. YANI YAITU 4.1, DAN
TSP TERTINGGI DI BUNDARAN WARU YAITU
SK AGENT BERDASARKAN NILAI FREKUENSI
TERISTIK RISIKONYA YANG PALING BESAR
A-RATA DISETIAP JALAN UTAMA DI KOTA
AYA ADALAH ZAT SO2 DAN TERENDAH H2S.
, SELURUH LOKASI JALAN UTAMA DI KOTA
ABAYA TIDAK AMAN UNTUK DIJADIKAN
TEMPAT TINGGAL .
KAN
KAN
DUDUK
G JALAN
TEMPAT
AGENT
KUKAN
DAN
IDAK
AN
ERSIFAT
Komunikasi Risiko
UNIKASI RISKO YANG DAPAT DILAKUKAN
GAN MELALUI MEDIA SEPERTI RADIO DAN
SEBAGAINYA.
STUDI KASUS ARKL
ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN PAJAN
KARBON MONOKSIDA (CO) PADA PETUGAS PENGUMPUL TOL
Sumber:
Jurnal Kesehatan Masyarakat: Studi kasus arkl Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Gas
Karbon Monoksida (Co) Pada Petugas Pengumpul Tol Di Semarang
IDENTIFIKASI BAHAYA:
Identifikasi bahaya merupakan langkah pertama da
spesifik agen risiko apa yang berpotensi menyebabkan
Pada jurnal yang kami gunakan, untuk langkah ident
Media lingkungan yang berpotensi untuk terkontamina
kadar rendah dapat menyebabkan perubahan neo
perubahan pada fetus atau janin bagi wanita hamil. Se
pajanan gas CO dapat menyebabkan kematian. Gas C
dengan hemoglobin dalam membentuk karboksihaem
pasokan oksigen ke dalam tubuh.
Pegukuran yang dilakukan oleh Balai Laboratorium
menunjukkan konsentrasi CO di empat gerbang tol y
gerbang tol Gayamsari, dan gerbang tol Muktiharjo m
12.597 µg/m3, dan 10.307 µg/m3. 11 Nilai ini sebagia
dan mendekati baku mutu kualitas udara yang ditetap
tentang Baku Mutu Udara Ambien Provinsi Jawa Tenga
IDENTIFIKASI SUMBER:
Identifikasi sumber adalah langkah yang dig
untuk mengetahui sumber agen risiko berasal.
Pada jurnal yang kami pakai, sumber dari age
yakni gas CO berasal dari emisi kendaraan yan
melintas dan mengantre di beberapa gerbang tol
di gerbang tol Manyaran, Tembalang, Gayamsa
Muktiharjo.
ANALISIS PAJANAN:
Langkah ini bertujuan untuk mengukur atau
risiko. Untuk menghitung intake digunakan pe
yang digunakan untuk melakukan perhitun
pengukuran konsentrasi agen risiko pada m
atau data sekunder, dan asumsi yang did
menggunakan nilai default yang tersedia.
Pada jurnal yang kami gunakan, menunjukka
8 jam pada setiap shift. Umumnya respond
waktu pajanan yang digunakan dalam men
adalah 8 jam/hari. Responden bekerja selama
pergantian shift sehingga frekuensi pajana
intake gas CO menggunakan rata-rata frekue
1 bulan. Frekuensi pajanan selama 1 tahun ada
NAN GAS
L DI SEMARANG
alam ARKL yang digunakan untuk mengetahui secara
n gangguan kesehatan bila tubuh terpajan.
tifikasi bahaya. Agen risiko berbahaya adalah gas CO.
asi oleh agen risiko adalah udara. Pajanan gas CO pada
orologik, aktivitas menurun, kenaikan hemotokrit dan
edangkan pajanan pada kadar tinggi atau dampak akut
CO yang masuk ke dalam tubuh dapat terikat lebih kuat
moglobin (COHb). Hal ini mengakibatkan terhambatnya
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2010
yaitu gerbang tol Tembalang, gerbang tol Manyaran,
masing-masing sebesar 14.887 µg/m3 , 12.597 µg/m3 ,
an besar melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh WHO
pkan dalam SK Gubernur Jawa Tengah No. 8 tahun 2001
ah yaitu 15.000 µg/m3.
gunakan
en risiko
ng yang
l seperti
ari, dan
u menghitung intake / asupan dari agen
ersamaan atau rumus yang berbeda. Data
ngan dapat berupa data primer (hasil
media lingkungan yang dilakukan sendiri)
dasarkan pertimbangan yang logis atau
an bahwa setiap responden bekerja selama
den bekerja selama 1 shift/hari sehingga
nghitung nilai asupan atau intake gas CO
a 20-24 hari dalam 1 bulan sesuai
an dalam menghitung nilai asupan atau
ensi setiap responden yaitu 22 hari dalam
alah 264 hari.
ANALISIS DOSIS RESPON:
Langkah ini bertujuan untuk mencari nilai RfD,
dan/atau SF dari agen risiko yang menjadi fok
memahami efek apa saja yang mungkin ditimbu
risiko tersebut pada tubuh manusia. Analisis dos
tidak harus dengan melakukan penelitian per
namun cukup dengan merujuk pada literature yan
RfC untuk gas CO adalah 7,667 mg/kg/ha
ketetapan data Integrated Risk Informastion Syste
KARAKTERISTIK RISIKO:
Langkah ARKL yang terakhir adalah karakterisasi
tingkat risiko atau dengan kata lain menentukan ap
yang dianalisis pada ARKL berisiko menimbulka
(dengan karakteristik seperti berat badan, laju i
pajanan yang tertentu) atau tidak.
Pada jurnal yang kami gunakan, Rata-rata nilai R
petugas pengumpul tol di Semarang adalah 0,520
dan tertinggi mencapai 0,191. Sedangkan rata-rata
terendah adalah 0,039 dan tertinggi mencapai 0,3
Hasil perhitungan nilai risiko secara matematis
pajanan gas Karbon Monoksida (CO) pada saat in
pada petugas pengumpul tol Semarang belum m
pajanan gas CO (RQ ≤ 1) atau dapat dikatakan ti
aman.
PENGELOLAAN RISIKO:
Untuk manajemen risiko pada studi kasus
jurnal yang kami gunakan, bisa dilakukan
dengan pendekatan teknologi seperti
penanaman tanaman penyerap polutan di
sekitar jalan tol dan juga penggunaan APD
seperti masker bagi pekerja tol.
Mata Kuliah: ARKL
Dosen Pengampu: Dr. Elvi Sunarsih, S.KM., M.Kes
, dan/atau RfC,
kus ARKL, serta
ulkan oleh agen
sis – respon ini
rcobaan sendiri
ng tersedia.
ari berdasarkan
em dari US-EPA.
i risiko yang dilakukan untuk menetapkan
pakah agen risiko pada konsentrasi tertentu
an gangguan kesehatan pada masyarakat
inhalasi/konsumsi, waktu, frekuensi, durasi
RQrealtime non karsinogenik gas CO pada
0. Nilai RQrealtime terendah adalah 0,007
a RQlifetime adalah 0,134. Nilai RQlifetime
352.
s menunjukkan bahwa tingkat risiko dari
ni (realtime) dan selama 30 tahun (lifetime)
menunjukkan risiko non karsinogenik akibat
ingkat risiko akibat pajanan gas CO masih
KOMUNIKASI RISIKO
Komunikasi risiko dilakukan untuk menyampaikan informasi
risiko pada masyarakat (populasi yang berisiko), pemerintah,
dan pihak yang berkepentingan lainnya.
Komunikasi risiko merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan
ARKL dan merupakan tanggung jawab dari pemrakarsa atau
pihak yang menyebabkan terjadinya risiko. Komunikasi risiko
dapat dilakukan melalui media komunikasi seperti , televisi,
radio, ataupun penyajian dalam format pemetaan menggunakan
geographical information system (GIS).
Kelompok 9:
Dinda Vianka 10031382025062
Karina Handini 10031282025038
M. Ricko 10031282025050
PAPARAN ZAT KIMIA DARI
Dampak Kesehatan :
ASAP ROKOK ELEKTRIK
Peny
empitan atau
YANG BERBAHAYA BAGI
KESEHATAN REMAJA Merusak jaringan o
Kerusakan jantung
1. Identifikasi Bahaya Kerusakan paru-p
Kerusakan pada h
Bahaya kimia : Larutan propylene glycol, Sakit tenggorokan
glycerol, nikotin, dan perisa (flavoring) Penurunan fungsi
Media lingkungan : Udara
Besaran kadar zat kimia : 2. Analisis
1.Kadar total nikotin dalam uap yang Remaja yang mero
dihasilkan bervariasi dari 0,5 hingga rokok elektrik dapa
15,4 mg dengan sebagian besar rokok menyebabkan oran
elektrik dianalisis secara efektif asap rokok yang me
mengirimkan nikotin selama 150-180
pada isapan pertama. ketika ia meroko
2.Kadar propilen glikol berkisar
Jalur Pa
60%-90% dan gliserol lebih dari 15%
dalam e-liquid rokok elektrik. Inhalasi (Pe
Asap rokok masuk ke da
hidung dengan melalui
rambut-rambut hidung
akan susah untuk masu
saat asap rokok masu
rambut-rambut hid
menyaring nya secara se
ada zat yang masuk ke d
partikel tadi akan langs
kemudian akan masuk k
lalu kemudian akan m
alveolus terjadi proses p
karena adanya partike
tidak terjadi dan kemud
keseh
u pengentalan darah
otak
g
paru
hati
n dan asma
paru-paru
Pajanan
okok menggunakan
3. Analisis Dosis Respon
at terpajan dan juga
ng lain ikut terpajan
engandung zat kimia
ok setiap harinya.
ajanan
ernapasan)
alam paru-paru melalui
Agen
RfC Efek Kritis dan
proses penyaringan oleh
Risiko Sumber Data
g sehingga zat-zat asing
uk ke dalam tubuh, tetapi
Propylene
2 mg
Mild Reversible
uk melalui hidung maka
Glycol /m3 Sedation (IRIS)
dung tidak bisa untuk
empurna sehingga masih
Kelompok 10
dalam tubuh. Setelah itu,
Carien Nurislamia 10031282025029
sung menuju trakea dan
Aisyah Rachmawati Putri Azhar 10031382025059
ke bronkus dan bronkiolus,
Theresia Veronica Simamora 10031382025058
masuk ke alveolus. Di
pertukaran oksigen, tetapi
el asing tsb maka hal itu
dian terjadilah masalah
hatan.
3. Karekteristik Risiko 5. Manajem
Agen risiko yang terdapat dalam
1.Memberikan san
VAPE ini salah satunya adalah
ringan kepada
propylene glycol yang merupakan
merokok di lingku
zat yang terdapat dalam asap
area p
buatan hasil pemanasan ini dapat
mengakibatkan beberapa gangguan
2.Harga rokok a
dinaikkan untu
kesehatan jika terpapar secara
belebihan yaitu seperti sakit
masyarak
menggun
tenggorokan, asma, dan penurunan
fungsi paru-paru. Oleh karena itu,
agen risiko ini sangat tidak aman
3.Menyediakan r
atau area khusu
dan dapat menjadi risiko kesehatan
asapnya tidak ter
pada masyarakat yang terkena asap
dideka
ini.
men Risiko
nksi tindak pidana
6. Komuniikasi Risiko
a orang yang
ungan terbuka (di
Dengan melakukan sosialisasi
publik). atau penyuluhan tentang bahaya
atau vape harus
vape dan asapnya baik itu bagi
uk mengurangi
kesehatan maupun bagi
kat dalam
nakannya lingkungan. Kemudian juga bisa
dengan menyediakan iklan
ruangan khusus
layanan masyarakat di tv
us perokok agar
rhirup oleh orang
maupun di billboard di jalanan.
atnya. Hal tersebut bertujuan untuk
meningkatan pengetahuan
masyarakat khusus nya remaja
tentang apa saja bahaya asap
vape bagi kita dan lingkungan
sekitar kita.
ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKU
MONOKSIDA (CO) MELALUI INHALASI
DEPAN PASAR PROJO AMBAR
Kelompok 11
1. Erfi Wardha Lestari
2. Mahwa Savira
3. Shadena Dola
ARKL adalah pendekatan untuk
memprakirakan risiko pada
kesehatan manusia, termasuk
identifikasi terhadap adanya faktor
ketidakpastian, penelusuran pada
pajanan tertentu, memperhitungkan
karakteristik yang melekat pada
agen yang menjadi perhatian dan
karakteristik dari sasaran yang
spesifik atau berupa risiko yang
dapat diterima atau di toleransi dan
bentuk pengelolaan risiko yang
diperlukan.
Identifikasi Sumber
Salah satu pemicu utama dari keadaan
ini adalah jumlah kendaraan bermotor
dan meningkatnya kemacetan. Sebagai
sumber utama polusi udara di
perkotaan, terjadi peningkatan jumlah
kendaraan bermotor dengan tajam
setiap tahunnya. Kendaraan bermotor
mengeluarkan berbagai jenis gas
maupun partikel yang terdiri dari
berbagai senyawa anorganik dan
organik dengan berat molekul yang
besar yang dapat langsung terhirup
melalui hidung dan mempengaruhi
masyarakat yang berada dijalan raya
dan sekitarnya. Kadar karbon
monoksida yang tinggi dapat
membahayakan kesehatan manusia.
Sedangkan untuk intake non karsin
mg/kg/hari dengan paparan life
mg/kg/hari yang dimiliki oleh respon
yang dimiliki ole
UNGAN (ARKL) AKIBAT PAPARAN KARBON
PADA PEDAGANG DI SEPANJANG JALAN
RAWA KABUPATEN SEMARANG
Identifikasi Bahaya
Digunakan untuk mengetahui
secara spesifik agent risiko yang
berpotensi untuk menimbulkan
gangguan kesehatan apabila
tubuh terpajan.
Potensi bahaya berasal dari bahan kimia
seperti ozon (03), karbon monoksida
(CO),nitrogenoksida (NOx), belerang oksida
(SOx),hidrokarbon (HC), PM10, dan Timbal
(Pb). Yang dapat memberikan dampak buruk
terhadap kesehatan seperti kanker, sakit
kepala, pusing, muntah, hingga, kematian.
Analisis
Pemajanan
Bertujuan untuk mengenali jalur-jalur
pajanan risk agent agar jumlah asupan yang
diterima individu dapat dihitung.
Konsentrasi gas karbon monoksida pada
lokasi penelitian memiliki nilai median 33,21
mg/m3, nilai rata-rata 38,45 mg/m3 dengan
nilai maksimum konsentrasi adalah 92,53
mg/m3 dan nilai minimum sebesar 8,47
mg/m3. Hasil perhitungan intake
menunjukkan bahwa nilai intake non
karsinogenik rata-rata yaitu 2,94 mg/kg/hari
dengan paparan realtime maksimum adalah
9,19 mg/kg/hari yang dimiliki oleh responden
15, dan minimal 0,03 mg/kg/hari yang
dimiliki oleh responden 42.
nogenik memiliki nilai rata-rata 4,76
etime memiliki nilai maksimum 17,50
nden 13, dan minimal 0,46 mg/kg/hari
eh responden 47.
Analisis Dosis
Respon
Analisis dosis-respon atau dose-response
asseesment atau toxicity assesment berfungsi
untuk menetapkan nilai-nilai kuantitatif
toksisitas risk agent utnuk setiap bentuk spesi
kimianya. Toksisitas dinyatakan sebagai dosis
referensi (reference dose, RfD) untuk efek–efek
nonkarsinogenik dan Canser Slope Factor (CSF)
atau Cancer Unit Risk (CCR) untuk efek– efek
karsinogenik. Analisis dosis respon merupakan
tahap yang paling menentukan karena ARKL
hanya bisa dilakukan untuk risk agent yang
sudah ada dosis-responnya. Dalam analisis
dosis-respon, dosis dinyatakan sebagai risk
agent yang terhirup (inhaled), tertelan
(ingested) atau terserap melalui kulit
(absorbed) per kg berat badan per hari
(mg/kg/hari).
Manajemen
Risiko
Adalah upaya yang didasarkan pada informasi
tentang risiko kesehatan yang diperoleh
melalui suatu analisis risiko untuk mencegah,
menanggulangi atau memulihkan efek yang
merugikan kesehatan oleh pajanan zat toksik.
Hasil perkiraan risiko kesehatan menunjukan
bahwa Intakepaparan karbon monoksida (CO)
pada realtime memiliki nilai rata-rata 2,94
mg/kg/hari, sedangkan intake pada lifetime
memiliki nilai rata-rata 4,76 mg/kg/hari. Baik
pada karakteristik risiko non karsinogenik atau
risk quotient (RQ) realtimemaupun lifetime,
terdapat 5 orang responden (8,6%) tidak aman
atau berisiko dari total 58 responden.
Perlunya sosialisasi dari instansi terkait (Dinas
Pasar, Dinas Kesehatan) mengenai pentingnya
pemeriksaan kesehatan secara rutin dan
berkala bagi pedagang berisiko di jalan depan
Pasar, dan diperlukan adanya sosialisasi yang
lebih masif dari instansi terkait kepada
masyarakat berisiko terkait bahaya polusi udara
dan pencegahan diri dari risiko keterpaparan
karbon monoksida melalui penjadwalan waktu
kerja dalam hari dan dalam minggu.
e
Pada kasus paparan karbon
monoksidas (CO), dosis
referensi untuk pajanan inhalasi
atau yang disebut sebagai
reference concentration (RfC)
untuk karbon monoksida adalah
sebesar 0,02343 mg/Kg/hari.
k Karakteristik
n Resiko
Karakteristik risiko kesehatan dinyatakan
sebagai Risk Quotient (RQ, tingkat risiko)
untuk efek – efek nonkarsinogenik dan
Excess Cancer Risk (ECR) untuk efek–
efek karsinogenik. Risiko kesehatan
dinyatakan ada dan perlu 62
dikendalikan jika RQ>1, jika RQ < 1, risko
tidak perlui dikenddalikan tetapi perlu
dipertahankan agar nilai numerik RQ
tidak melebihi 1. RQ dihitung dengan
persamaan :
Komunikasi
Risiko
Dilakukan untuk
menyampaikan informasi risiko
pada masyarakat (populasi
yang berisiko), pemerintah,
dan pihak yang
berkepentingan lainnya.
Ide
· Bahaya Kimia : Timbal (
· Media : Kerang Kalandu
· Besaran Konsentrasi : K
menggunakan metode At
dengan hasil pemeriksan
menunjukkan bahwa kad
(Polymesoda erosa) masih
1,5 mg/kg10 .
ANALISIS RISIK
LINGKUNGAN AK
TIMBAL (Pb) PADA M
MENGONSUMSI KE
(Polymesoda eros
SEKITAR SUNGAI W
TELUK
identifikasi sumber
Terdapatnya timbal pada perairan
tambak sekitar Sungai Wanggu dan
muara Teluk Kendari, di sebabkan
sumber air yang digunakan untuk
mengairi tambak tersebut berasal dari
Teluk Kendari dengan memanfaatkan
pasang surut air laut
Keberadaan timbal dalam jaringan
kerang, di sebabkan kerang merupakan
salah satu biota air yang dapat
mengakumulasi logam lebih besar dari
pada hewan air lainnya
entifikasi bahaya
(Pb)
ue (Polymesoda erosa)
Kadar timbal dalam kerang diperiksa
tomic Absorption Spectrometry (AAS),
n yaitu 0,2016, 0,6428, 0,5816 mg/kg. hal ini
dar timbal dalam kerang kalandue
h berada di bawah nilai ambang batas yaitu
KO KESEHATAN
KIBAT PAJANAN
MASYARAKAT YANG
ERANG KALANDUE
sa) DARI TAMBAK
WANGGU DAN MUARA
KEDARI
Nengsih
1003128202503
Anisa Oktapia
10031182015009
Muhammad Raga
10031282025057
Analisi pemajanan
· Jalur pajanan : ingesti (tertelan)
· Konsentrasi risk agent : 0,4753
mg/kg
· Laju asupan : 45,245 gr/hari
· Waktu pajanan : 10 tahun
· Frekuensi pajanan (Pb) : 40
hari/tahun
karakteristik risiko
Karakteristik risiko dilakukan unt
membandingkan hasil analisa paparan (intak
dengan nilai dosis acuan (RfD)
Untuk mencari tingkat risiko (RQ) dengan ha
perhitungan intake dibagi dengan nilai R
sehingga di dapat nilai RQ adalah 0,004008005
Dari hasil perhitungan di atas dapat dikatak
bahwa pada saat ini populasi masyarakat bantar
Sungai Wanggu Kelurahan Lalolara masih am
atau tidak berisiko mengonsumsi kerang yangb
dalam jaringan kerang, di sebabkan kera
merupakan salah satu biota air yang dap
mengakumulasi logam lebih besar dari pa
hewan air lainnya
Analisi Dosis Respon Dala
(ARK
Rfd : 0,004 mg/kg/hari apab
Dari
risik
bant
1. In
Wan
tidak
yang
Wan
belum
risik
Komunikasi r
Komunikasi risiko adalah kegiatan
diantara pihak-pihak yang terliba
kesehatan atau lingkungan, pemakn
dankeputusan dan yang terakhir ada
yang ditujukan untuk mengelola dan
atau lingkungan.
tuk
ke)
asil
RfD,
kan
ran
man
bal
ang
pat
ada
Manajemen risiko
am Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan
KL) prinsip pengelolaan risiko dilakukan
bila tingkat risiko (RQ) > 1.
i hasil perhitungan didapatkan tingkat
ko untuk individu dan populasi masyarakat
taran Sungai Wanggu Kelurahan Lalolara <
ni berarti masyarakat bantaran Sungai
nggu Kelurahan Lalolara masih aman dan
k berisiko dalam mengonsumsi kerang
g berasal dari tambak sekitar Sungai
nggu dan muara Teluk Kendari, sehingga
m perlu untuk dilakukannya manajemen
ko.
risiko
n menyampaikan informasi
at tentang: tingkat resiko
naan kesehatan, lingkungan
alah kegiatan atau kebijakan
mengontrol resiko kesehatan
RISIKO KESEHATAN PAJANAN BEN
LABORATORIUM INDUSTRI PENGO
IDENTIFIKASI BAHAYA A
NAB (Nilai Ambang Batas) Benzena A
menurut Peraturan Menteri Tenaga (A
Kerja dan Transmigrasi Nomor 13 be
Tahun 2011 adalah 0,5 ppm. m
Sedangkan PSD (Paparan Singkat P
Diperkenankan) ialah 2,5 ppm T
Berdasarkan hasil monitoring PT. M
Pertamina RU IV Cilacap pada September B
2012, diperoleh kadar benzena di area ba
laboratorium sebesar 0,06-0,8467 ppm. ak
se
Mirisnya sebagian besar para pekerja se
laboratorium tidak menggunakan APD h
(Alat Pelindung Diri) saat beraktivitas le
seperti makan di dalam laboraturium
P
IDENTIFIKASI SUMBER la
bi
Sumber benzena pada udara ambien ke
umumnya meliputi asap rokok, tr
pembakaran dan proses pembakaran
penguapan bensin yang mengandung A
benzena (> 5%), industri petrokimia
U
Benzena dihasilkan dari proses do
pengujian sampel melalui pembakaran di
atau pemanasan sampel. Sy
ke
Hal ini membuat benzena menguap ke m
udara yang berisiko terhirup oleh para
pekerja yang bekerja di area Se
laboratorium, terutama pekerja yang n
tidak menggunakan APD (m
te
m
KELOMPOK 13
Amrina Rosyada
Deva Putri Aliza
Yuke Agilia Putri
NZENE PADA PEKERJA DI BAGIAN
OLAHAN MINYAK BUMI
ANALISIS PAJANAN
Agency for Toxic Substances and Diseases Register
ATSDR), menerangkan bahwa bahan kimia
erbahaya dan beracun di dalam kandungan
minyak yaitu benzena, toluene, ethylene, xylene,
Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAHs), dan
Total Petroleum Hydrocarbon (TPH)
Menurut Aksoy (1991), bila tubuh terpajan oleh
Benzena dapat mengakibatkan depresi pada
agian sumsum tulang (bone marrow), sehingga
kan menghambat proses produksi sel-sel darah
ehingga muncul berbagai gangguan kesehatan
eperti anemia (penurunan eritrosit),
hrombocytopenia (penurunan krombosit), serta
eukopenia (penurunan leukosit)
Pajanan akut benzene pada tempat kerja di bagian
aboraturium industri pengolahan minyak bumi,
isa mengakibatkan narcois, mengantuk,
ebingungan, pusing bahkan sakit kepala,
remors, hingga bisa kehilangan sedarannya.
ANALISIS DOSIS RESPON
Untuk risiko non karsinogenik digunakan nilai
osis referensi untuk inhalasi (RfC) yang
itetapkan oleh IRIS (Integrated Risk Information
ystem) dari US EPA yaitu sebesar 0,03 mg/ m3,
emudia dikonversi menjadi sebesar 0,0085
mg/kg/hari.
edangkan, untuk risiko karsinogenik digunakan
nilai Cancer Slope Factor (CSF) yaitu sebesar 0,027
mg/kg/hari)-1. Nilai ini merupakan nilai yang
elah ditetapkan oleh IRIS, US EPA yang
merupakan nilai tetap untuk setiap populasi.
KELOMPOK 13 M
Amrina Rosyada D
Deva Putri Aliza un
Yuke Agilia Putri ad
KARAKTERISTIK RISIKO La
se
Keberadaan benzene di udara area Fr
laboratorium yang melebihi dosis aman se
dapat membahayakan kesehatan pekerja
yang bekerja di area tersebut karena Se
sifatnya yang toksik/beracun. un
ta
Efek pajanan akut akibat benzene
dengan konsentrasi tinggi dapat segera Se
terjadi pada sistem syaraf, kulit, sistem te
pernapasan dan pencernaan. La
di
Reaksi anestesi benzene di pusat sistem un
saraf mirip dengan gas anestesi lain, 0,
pertama merangsang eksitasi diikuti
oleh depresi dan jika pajanan terus La
terjadi, kematian dapat terjadi karena se
kegagalan pernapasan Fr
D
Benzene dapat menimbulkan kelainan
cytogenetic di dalam sumsum tulang
yang akan menyebabkan kanker
leukimia.
Leukimia adalah suatu keganasan
hematologic yang diakibatkan oleh
proses neoplastik yang disertai
gangguan diferensiasi pada berbagai
tingkatan sel induk hemopoetik
sehingga terjadi ekspansi progresif dari
kelompok sel ganas ke dalam sumsum
tulang kemudian sel leukimia beredar
secara sistemik.
KOMUNIKASI RISIKO
Dari kegiatan tambang ada berbagai hal
yang bisa dilakukan untuk mencegah
terjadinya risiko salah satunya dengan
komunikasi risiko, adapun dimulai dari
membahas terkait hal yang bisa menjadi
permasalahan risiko terjadinya suatu
hal, pencegahan nya dan juga
bagaimana untuk menghindari
terjadinya risiko tersebut dengan
memberikan sosialisasi, himbauan dll
MANAJEMEN RISIKO
Dari jurnal tersebut konsentrasi aman benzene
ntuk pekerjaan sepanjang hayat (30 tahun)
dalah 0,118 mg/m3 atau sama dengan 0,03 ppm.
ama pajanan yang aman untuk pajanan
epanjang hayat (30 tahun) adalah 3,3 jam/hari.
rekuensi pajanan yang aman untuk pajanan
epanjang hayat (30 tahun) adalah 109 hari/tahun.
elanjutnya, untuk durasi pajanan yang aman
ntuk sepanjang hayat (30 tahun) adalah 12,35
ahun.
edangkan hasil perhitungan manajemen risiko
erkait risiko efek karsinogenik akibat benzene di
aboratorium PT. Pertamina RU IV Cilacap
ihasilkan bahwa konsentrasi aman benzene
ntuk pajanan sepanjang hayat (30 tahun) adalah
,058 mg/m3 atau sama dengan 0,02 ppm.
ama pajanan yang aman untuk pekerjaan
epanjang hayat (30 tahun) adalah 1,6 jam/hari.
rekuensi pajanan aman adalah 54 hari/tahun.
Dan durasi pajanan yang aman adalah 6,1 tahun
ANALISIS RESIKO 2. Analisis pajan
PAJANAN PESTISIDA
Petani melon d
TERHADAP terpajan pesti
KESEHATAN PETANI penyemprotan p
dilakukan selama
DI DESA CURUT
Jalur pajanan :
1.Identifikasi Bahaya 1. Inhalasi (pernafa
Bahaya kimia : Pestisida Proses pen
Media Lingkungan : Udara penyimpanan
Besaran Konsentrasi: bahan kurang tepat
aktif lebih dari 75% berjumlah Tidak menggu
lebih dari 9 jenis bahan aktif. saat penca
seperti: penyemprotan
Kurang memp
Abamectin angin saat pen
Imidaclopid
Phosphoric Acid ,dll. 2. Injesti (Pencern
Gejala Gangguan Kesehatan: Makanan da
Mudah lelah dan gelisah yang terpa
sakit kepala pestisida di lah
muntah
diare 3. Dermal (Kulit)
nyeri dada Tidak mengg
penglihatan kabur,dll saat penca
penyemprota
nan
di desa curut
isida karena
pestisida yang
a 8 jam/hari.
asan) 3. Analisis dosis respon
nutupan dan
n pestisida yang Agen Resiko RfC Efek Kritis dan
Sumber Data
unakan masker
ampuran dan Phosphoric 0,01 Bronchiolar
n pestisida Fibrosis (IRIS)
perhatikan arah acid mg/m'3
nyemprotan
naan)
an minuman
apar residu
han pertanian
gunakan APD
ampuran dan
an pestisida
Kelompok 14 Kesling20
Yunida Zhafirah 10031182025003
Amalia Khairunisyah 10031282025035
Chintia Paks Taulina 10031282025041