Next
Back
PEDOMAN
PERSIAPAN UJI KOMPETENSI NASIONAL
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN
PANITIA UJIAN KOMPETENSI NASIONAL
MAHASISWA PENDIDIKAN KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN KEBIDANAN
DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN
KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
2018
i Next
TIM PENYUSUN OLEH:
1. ALI HAMZAH, SKp. MNS POLTEKKES KEMENKES BANDUNG
2. DINARTI, SKp. MAP POLTEKKES KEMENKES JAKAKTA I
3. YETI RESNAYATI, SKp. MKes POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III
4. SARI MULYATI, SKp. M.Kes AKPER PEMDA SERANG
5. YUNI ASTUTI, SKp. M.Kes AKPER SUMBER WARAS JAKARTA
6. RITANTI, SKp. M.Kep., Sp.Kep.Kom. AKPER PELNI JAKARTA
7. Ns. SUARSE DEWI, M.Kep, Sp.Kep.MB AKPER FATMAWATI JAKARTA
8. Ns. LILY HERLINA, SKp. M.Kep., Sp.Kep.Kom PRODI D. III KEPERAWATAN UMJ
9. Ns. LELA LARASATI, M.Kep., Sp.Kep.Mat AKPER RSPAD GATOT SOEBROTO
KONTRIBUTOR:
IMAM SUBIYANTO, SKP, NS, M.Kep., Sp, KMB
PRAMITA IRIANA, SKp, M.Biomed.
RIDWAN SETIAWAN SKp. M. Kes.
NIENIEK RITIANINGSIH M. Kep. Sp. KMB
EDITOR:
ALI HAMZAH, SKp. MNS
MASFURI, SKp, MN
Back ii
KATA PENGANTAR
Tenaga kesehatan adalah salah satu faktor terpenting dalam mendukung fungsi sistem pelayanan kes-
ehatan. Dibutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten dan berdedikasi dalam jumlah dan sebaran yang baik
untuk dapat menjalankan peran dan fungsinya secara optimal. Peningkatan kualitas pendidikan tenaga kese-
hatan adalah salah satu langkah strategis untuk meningkatkan ketersediaan tenaga kesehatan berkualitas dan
memiliki kompetensi yang relevan untuk menjalankan sistem pelayanan kesehatan. Salah satu upaya untuk
mendorong percepatan peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan tenaga kesehatan adalah dengan
meningkatkan kendali mutu lulusan pendidikan. Uji kompetensi nasional adalah salah satu cara efektif untuk
meningkatkan proses pendidikan dan menajamakan pencapaian relefansi kompetensi sesuai dengan standar
kompetensi yang diperlukan masyarakat.
Uji Kompetensi adalah proses pengukuran pengetahuan, keterampilan, dan perilaku peserta didik
pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang Kesehatan.
Uji Kompetensi Na-
sional diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi bekerja sama dengan Organisasi Profesi. Penyelenggaraan
dilaksanakan oleh Panitia Penyelenggara yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan
Pendidikan Tinggi. Ujian ini ditujukan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang memenuhi standar
kompetensi kerja.
Selain hal tersebut, Uji Kompetensi Nasional dapat dijadikan sebagai bagian dari penjami-
nan mutu pendidikan.
Berdasarkan pada UU Nomor 12 Tahun 2012 pasal 44 telah dijelaskan tentang kewenangan pemberian
sertifikat kompetensi, namun belum dijelaskan mekanisme proses sertifikasinya. Secara khusus telah terbit UU
No 36 tahun 2014 tentang tenaga Kesehatan dan UU No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan, secara lebih
tegas mengamanatkan adanya uji kompetensi secara nasional. Sesuai dengan pasal 21 ayat (7) UU No. 36 ta-
hun 2014 atau pasal 16 ayat (7) UU No. 38 tahun 2014, tata cara pelaksanaan Uji Kompetensi diatur dengan
Peraturan Menteri , dalam hal ini adalah Kementerian
Ristek dan DIkti.
Untuk memperjelas pelaksanaan Uji Kompetensi Nasional bagi para calon peserta, maka perlu disusun
buku ini. Diharapkan buku ini dapat dijadikan acuan bagi persiapan calon peserta memahami proses pendaft-
aran, persiapan menghadapi soal ujian, dan cara mengerjakan soalnya dengan lebih baik.
iii Next
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul ................................................................................................................................... i
Tim Penyusun .................................................................................................................................... ii
Kata Pengantar ................................................................................................................................... iii
Daftar Isi ............................................................................................................................................ iv
BAB I : Pendaftaran Uji Kompetensi ............................................................................................ 5
BAB II : Cara Mengerjakan Soal Ujian Kompetensi ..................................................................... 6
BAB III : Kisi-kisi (Blueprint) Soal Ujian Kompetensi .................................................................. 8
BAB IV : Lingkup dan Isi Materi ..................................................................................................... 10
A. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan medikal bedah (KMB) .......................................... 10
B. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan Maternitas ............................................................. 14
C. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan Anak ...................................................................... 15
D. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan Jiwa ....................................................................... 17
E. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan Manajemen Keperawatan ...................................... 19
F. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan Gawat Darurat (KGD) ............................................ 20
G. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan Keluarga ................................................................ 22
H. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan Gerontik ................................................................ 24
I. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan Komunitas .............................................................. 26
BAB V : Latihan Soal Ujian Kompetensi Nasional D. III Keperawatan ......................................... 29
BAB VI : Kunci Jawaban, Pembahasan, dan Rujukan Latihan Soal Ujian Kompetensi
Nasional D. III Keperawatan............................................................................................. 61
Back iv
BAB I
PENDAFTARAN UJI KOMPETENSI
Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
alon peserta didaftarkan secara kolektif oleh nempuh 4 semester atau minimal 80 SKS.
program studi calon peserta. Mekanisme
4. Jumlah SKS yang telah diselesaikan untuk Pro-
Cpemberitahuan dari program studi kepada gram Profesi Ners adalah 2 semester atau mini-
mal 25 SKS dengan kurikulum 2008 atau minimal
para calon peserta (lulusan) bermacam-macam ter- 36 SKS dengan kurikulum KBK 2010. Syarat ini
gantung pengelola program studi. Informasi menge- ditambahkan dengan sudah lulus sarjana keper-
nai persyaratan, waktu dan biaya pendaftaran dapat awatan (S.Kep) yang dibuktikan dengan IPK sar-
didapat di laman www.ukperawat.ristekdikti.go.id. jananya (S.Kep).
Seluruh persyaratan peserta harus dipenuhi, jika ada
salah satu dari persyaratan tersebut tidak dipenuhi, 5. Mahasiswa harus terdaftar di Pangkalan Data Per-
proses pendaftaran tidak dapat dilakukan. guruan Tinggi atauPDDikti (https://forlap.ristek-
dikti.go.id).
Berikut ini adalah ketentuan pendaftaran pe-
serta uji kompetensi nasional secara daring (online):
1. Peserta Uji Kompetensi: 6. Mahasiswa dari program studi atau institusi yang
sedang dalam proses pembinaan oleh Kemristek-
a. Mahasiswa yang telah menyelesaikan pro- dikti, tidak diperkenankan mengikuti Uji Kompe-
gram pendidikan dari institusi pendidikan tensi Nasional. Status boleh tidaknya mahasiswa
yang memiliki izin operasional program tersebut diberitahukan kepada Panitia oleh Ko-
studi dari Dirjen Dikti yang masih berlaku. pertis bagi PTS dan oleh Direktorat Penjaminan
Yang dimaksud dengan menyelesaikan pro- Mutu bagi PTN.
gram pendidikan ialah sudah menyelesaikan
seluruh proses pembelajaran baik di kelas,
laboratorium dan klinik-komunitas namun
belum menerima ijazah saat didaftarkan.
Tanda bukti yang diperlukan adalah surat
keterangan yudisium bagi yang belum wisu-
da atau Ijazah bagi yang telah di wisuda.
b. Mahasiswa program DIII Kebidanan, DIII
Keperawatan dan Profesi Ners yang lulus
sejak 1 Agustus 2013, sudah memiliki ijazah
namun belum lulus uji kompetensi (retaker).
2. Jumlah SKS yang telah diselesaikan untuk Pro-
gram Diploma III Keperawatan program regular 6
semester atau telah menempuh minimal 110 SKS
dengan kurikulum tahun 2006 atau 108 SKS den-
gan kurikulum 2014. Untuk program khusus telah
menempuh 4 semester atau minimal 96 SKS.
3. Jumlah SKS yang telah diselesaikan untuk Pro-
gram Diploma III Kebidanan program regular 6
semester atau telah menempuh minimal 110 SKS
dengan kurikulum 2002 atau 96-110 SKS dengan
kurikulum 2011. Untuk program khusus telah me-
Back 5
BAB II
CARA MENGERJAKAN
SOAL UJI KOMPETENSI
Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
alam menghadapi ujian, peserta harus tetap mencari pilihan Kunci Jawaban yang paling tepat.
tenang, fokus dan percaya diri. Awali den-
6. Yang perlu diingat, semua pilihan tidak ada yang
Dgan do’a sebelum mengerjakan soal. Jangan salah. Yang ada hanya rentang dari kurang tepat
hingga sangat tepat, atau rentang baik dan sangat
berpikir apa yang tidak bisa, tapi pikirkan bahwa: baik. Pengecoh dibuat berdasarkan kenyataan
Saya bisa. Berikut ini adalah beberapa cara praktis lapangan. Ketepatan pilihan Kunci Jawaban san-
atau tips mengerjakan soal uji kompetensi nasional. gat dipengaruhi oleh pemahaman teori dan kata
kunci.
1. Prioritaskan jawab soal yang mudah, jangan ter-
paku pada soal yang sulit. Namun pada akhir 7. Perhatikan kata-kata kunci dalam pertanyaan,
waktu ujian, pastikan semua soal dijawab dengan seperti diagnosa prioritas atau prioritas diagnosa,
menggunakan logika umum. Kunci Jawaban be- prioritas tindakan, tindakan terpenting atau tinda-
nar nilai positive 1 dan tidak ada nilai negative kan prioritas. Bentuk lain bisa berupa kata-kata
(pengurangan) untuk Kunci Jawaban yang salah, seperti tindakan pertama, tindakan awal, tindakan
maka isi semua Kunci Jawaban soal. segera, segera, awalnya, pertama, atau prioritas.
Kata-kata kunci ini adalah modal untuk fokus
2. Baca dengan cepat setiap kata. Kecepatan memb- memilih Kunci Jawaban yang semua tampak be-
aca ideal untuk ujian nasional adalah 300 kata per nar.
menit. Lebih cepat lebih baik. Baca setiap kata dan
buatlah analisa dan keputusan hanya berdasarkan 8. Bacalah setiap pilihan Kunci Jawaban yang ter-
data dan pertanyaan yang tertulis saja. sedia sebelum menjawab. Eliminasi atau abaikan
pilihan Kunci Jawaban yang salah atau tidak
3. Waktu rata-rata yang digunakan untuk menjawab mungkin. Fokuskan logika pada Kunci Jawaban
soal adalah 60 detik. Perhatikan waktu yang tersi- yang mungkin berdasarkan pada kata penting da-
sa untuk memilih soal yang bisa dikerjakan den- lam vignet dan kata kunci pertanyaan. Bila tidak
gan baik. Secara umum 60 detik dinggap waktu yakin, baca ulang pertanyaan sebelum memutus-
yang cukup untuk mengerjakan satu soal. Jangan kan pilihan.
tergesa-gesa, fokus pada soal.
9. Dasar pilihan Kunci Jawaban disesuaikan dengan
4. Pahami struktur soal. Struktur soal terdiri atas: keadaan atau setting kasus dalam vignet.
vignet atau kasus dilanjutkan dengan pertanyaan
dan diakhiri dengan 5 pilihan Kunci Jawaban (a, a. Prinsip umum adalah sesuai dengan teori
b, c, d, e). Dalam soal uji kompetensi nasional, ha- keperawatan (bio-psiko-sosial-spriritual) dari
nya disediakan hanya 1 PILIHAN Kunci Jawaban klien yang digambarkan dalam vignet. Prinsip
benar. Berbeda dengan soal pada umumnya, da- ini bergantung juga pada banyak hal, misaln-
lam pilihan Kunci Jawaban TIDAK ADA semua ya setting pelayanan.
Kunci Jawaban benar atau bukan salah satu Kunci
Jawaban diatas.
5. Perhatikan vignette yang biasanya berisi kasus b. Bila setting atau lokasi kejadian kasus berupa
klinis. Perhatikan 3 hal penting: keluhan uta- kegawatdaruratan, maka cara umum memilih
ma yang ditampilkan, data klinis yang disajikan prioritas berdasarkan masalah ABC (airway,
dan tempat pelayanan yang terjadi dalam vignet breathing, circulation). Perkecualian pendeka-
tersebut. Kemampuan menghubunkan 3 hal pent- tan ABC untuk algoritma Bantuan Hidup
ing tersebut dapat membantu mengarahkan untuk Dasar yang CAB, berdasarkan katagori triase
mengelimininasi Kunci Jawaban yang salah dan yang berlaku (merah, kuning, atau hijau) atau
masalah ethik keperawatan.
Back 6
Program Studi DIII Keperawatan
c. Bila kejadian kasus dalam vignet di ruang Bacalah Rujukan yang dimiliki untuk memahami
rawat atau non gawat darurat, hirarki kebutu- topik atau sumber rujukan lain seperti yang ter-
han Maslow (fisiologis, rasa aman, kasih say- dapat dalam buku ini.
ang hingga aktualisasi diri) dapat dijadikan
acuan memilih Kunci Jawaban yang benar. 11. Pada setiap sub bidang ilmu, contohnya keper-
Dalam memilih kebutuhan fisiologis (berlaku awatan gawat darurat terdapat contoh soal. Kerja-
juga dalam setting gawat darurat) juga ter- kanlah soal tersebut dengan tips nomor 2-9 diatas
dapat prioritas yang harus ditetapkan. tanpa melihat pembahasan soal dan kunci Kunci
Jawaban.
1) Prioritas utama atau terpenting. Mis-
alnya adalah diagnosa, maka pilihlah 12. Pahami pembahasan. Jika belum mengerti, baca
yang paling penting, paling men- kembali Rujukan yang disarankan. Jika Rujukan
gancam kehidupan. Intervensi juga sudah memahami namun Kunci Jawaban belum
merupakan yang paling penting, ber- sesluai dengan kunci, baca kembali tips no 3-9
dampak besar dan atau bisa mencegah diatas.
masalah lain muncul.
2) Prioritas waktu. Misalnya adalah tin-
dakan, maka pilihlah sesuai dengan
kata kunci yang terdapat dalam per-
tanyaan. Jika ditanyakan prioritas
pertama, maka carilah Kunci Jawaban
yang menunjukan bahwa tindakan
tersebut harus dilakukan pertama kali
sebelum tindakan lain, bahkan yang
tindakan terpenting lain memerlukan
tindakan tersebut dilakukan terlebih
dahulu. Namun jika pertanyaan ber-
fokus pada tindakan utama, maka pili-
hlah hal terpenting yang harus dilaku-
kan sesuai kebutuhan kasus dalam
vignet.
d. Kasus komunitas, manajemen, etik dan hu-
kum atau pengembangan profesionalisme
tidak dapat menggunakan pendekatan ka-
sus klinis gawat darurat dan ruang rawat.
Pendekatan logika umum dapat digunakan
jika logika secara teoritis tidak dikuasai.
10. Selanjutnya, diperlukan pengetahuan kisi kisi
atau proporsi soal di bab III dan lingkup dan
materi sub bidang keilmuan di bab IV. Bacalah
materi hingga selesai dari topik, sub topik dan
elemen hingga mengerti dan benar-benar paham.
7 Next
Back
BAB III
KISI-KISI (BLUEPRINT)
SOAL UJI KOMPETENSI NASIONAL
Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
isi kisi soal atau Blueprint adalah kerang- 3 Keperawatan Anak 8-14%
ka dasar yang merupakan pedoman yang di 4 Keperawatan Jiwa 8-14%
5 Keperawatan Keluarga 8-14%
Kgunakan untuk merancang pengembangan 6 Keperawatan Gerontik 3-9%
7 Manajemen Keperawatan 3-9%
soal uji kompetensi nasional. Soal ujian dibuat sesuai 8 Keperawatan Gawat Darurat 3-9%
blueprint agar dapat menjamin asuhan keperawatan 9 Keperawatan Komunitas 3-9%
yang diberikan aman dan efektifserta menggambar-
kan karakterutamaperawat (DIII atau Ners) sesuai Tabel 1 diatas menjelaskan tentang proporsi
dengan standar kompetensi kerja yang diharapkan. soal dari sub bidang keilmuan keperawatan. Dalam
Kurikulum pendidikan biasanya mengacu standar tabel diatas tidak disebutkan sub keilmuan lain yang
kompetensi kerja untuk lulusan dalam proses pendi- diajarkan selama kuliah. Proporsi diatas sejalan den-
dikanya. Blueprint terdiri dari 7 (tujuh) tinjauan pe- gan rerata jumlah jam dalam kurikulum dan sesuai
nilaian yaitu area kompetensi; domain kompetensi; dengan asumsi kebutuhan pemenuhan kompetensi
bidang keilmuan; proseskeperawatan;upayakeseha- standar kerja yang diperlukan dalam praktik yang
tan;kebutuhan dasar manusia dan sistem tubuh (tabel aman dan efektif sebagai perawat. Selain proporsi di-
blueprint lengkap terlampir). Ketujuh tinjauan men- atas, terdapat proporsi berdasarkan kebutuhan dasar
cadi acuan dalam meramu dan membuat kasus atau manusia pada mayoritas sub bidang keilmuan seperti
vignet soal aplikatif sesuai dengan situasi praktik atau dijelaskan dalam tabel.
kasus klien dan pertanyaan serta pilihan Kunci Jawa-
banya. Pada buku ini akan dijelaskan hal umum yang Tabel 2. Proporsi Soal Berdasarkan Kebutuhan
perlu diketahui sebagai bahan acuan belajar calon pe- Dasar Manusia
serta uji kompetensi nasional.
No Kebutuhan Dasar Prosentase
Diagram 1. Proporsi Jumlah Soal Tinjauan I 1 Oksigenasi 10-14%
(Kerangka Kompetensi) 2 Cairan dan elektrolit 10-14%
3 Nutrisi 10-14%
4 Aman dan nyaman 10-14%
5 Eliminasi 7-11%
6 Aktivitas dan istirahat 7-11%
7 Psikososial 7-11%
8 Komunikasi 7-11%
9 Belajar 3-7%
10 Seksual 3-7%
11 Nilai dan keyakinan 3-7%
Diagram diatas menjelaskan bahwa proporsi Bagaimana memaknai tabel 1 dan tabel 2
terbesar soal adalah asuhan dan manajemen asuhan diatas? Berikut ini adalah contoh penjelasan Keper-
keperawatan. Pada pendidikan DIII lebih fokus pada awatan Medikal Bedah (KMB) yang dapat digunakan
asuhan keperawatan. untuk menjelaskan sub bidang keilmuan yang lain ke-
cuali manajemen dan komunitas. Pada KMB memili-
Tabel 1. Proporsi Distribusi Soal Berdasarkan Sub ki proporsi 25-37%, akan terdapat soal terkait dengan
Bidang Keilmuan pemenuhan kebutuhan dasar oksigenasi sebanyak
10-14%. Jika diasumsikan bahwa soal Keperawatan
No Keilmuan Persentase Medikal Bedah sebanyak 50 (28%) soal akan terdapat
1 Keperawatan Medikal Bedah 25-37% soal oksigenasi sebanyak 5-7 soal. Dari 5-7 soal di-
atas, topik apa saja yang berpotensi diujikan dapat
2 Keperawatan Maternitas 8-14%
Back 8
Program Studi DIII Keperawatan
dilihat dalam tabel Lingkup dan Materi Sub Bidang
Keilmuan.
Selain tiga tinjauan yang telah dijelaskan di-
atas, ada 4 tinjauan lain yang akan diintegrasikan
dalam soal. Tinjauan tersebut adalah tingkatan pen-
getahuan (kognitive, prosedural, afektif), proses
keperawatan (pengkajian – evaluasi), upaya keseha-
tan (promotive, preventive, kurative dan rehabilita-
tive), dan sistem tubuh dan kesehatan (kardiovaskular
dan lain sebagainya). Untuk itu, pastikan memiliki
pemahaman lengkap dari setiap lingkup materi dari
sub bidang keilmuan .
9 Next
Back
BAB IV
LINGKUP DAN ISI MATERI
Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
Lingkup dan isi materi akan dipaparkan menurut A.2. Asuhan keperawatan pada pasen dengan
bidang keahlian keperawatan dengan urutan gangguan sistem jantung, pembuluh darah dan
sebagai berikut: Bidang Keperawatan Medikal sistem limfatik
Bedah (KMB), keperawatan maternitas, keperawatan
anak, keperawatan Jiwa, manajemen keperawatan, No Sub Topik Element Rujukan
keperawatan gawat darurat, keperawatan keluarga,
keperawatan gerontik, dan keperawatan komunitas. 1) Fokus pengkajian: Arif Muttaqin (2009). Asuhan
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada penjelasan
dibawah ini: a) Faktor resiko (dapat Keperawatan Gangguan
diubah dan tidak dapat Sistem Kardiovaskuler,
diubah) Jakarta, PT. Salemba
b) Keluhan spesifik Medika.
c) Tanda dan gejala
1 Asuhan keperawatan pada d) komplikasi hipertensi Doengoes, Moorhouse,
pasen hipertensi
2) Prinsip penanganan per- Geissler, alih Bahasa: I
A. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan Medikal awatan hipertensi Made Kariasa dam Ni
Bedah
A.1 Asuhan keperawatan pada pasen dengan a) Prevensi primer, Made Sumarwati, (2000).
gangguan sistem pernafasan
b) Prevensi sekunder Rencana Asuhan Keper-
c) Prevensi tersier. awatan Pedoman untuk
3) Indikator/Evaluasi keberhasi- Perencanaan dan Pendo-
lan perawatan pasen hipertensi kumentasian Perawatan
1) Fokus pengkajian: Pasien, Jakarta, EGC.
No Sub Topik Element Rujukan a) Riwayat kesehatan Palmer Anna and William
b) Keluhan spesifik pasen Bryan, (2007). Simple
1) Fokus pengkajian: Arif Muttaqin (2008). PJK Guide: Tekanan darah
a) Cara penularan Asuhan c) Tanda dan gejala pasen Tinggi, Jakarta, Penerbit
b) tanda dan gejala Keperawatan PJK Erlangga.
spesifik. Gangguan Sistem d) Pemeriksaan lab dan
c) Hasil pemeriksaan Pernafasan,
laboratorium dan Jakarta, PT. Sa- 2 Asuhan keperawatan pada diagnostik spesifik: Enzim Muhammad Ardiansyah
thoraks photo lemba Medika. pasen penyakit jantung koroner jantung dan EKG (2012). Medikal Bedah
(PJK) 2) Prioritas masalah keperawatan untuk Mahasiswa, Yogya-
2) Perencanaan keperawatan Abdul Wahid, Imam pada pasen PJK karta, Diva Press.
pasen TBC Suprapto, (2013). 3) Perencanaan pasien PJK
Asuhan Keper-
1 Asuhan keperawatan pada 3) Prinsip tindakan keperawatan awatan Pada 4) Prosedur tindakan spesifik Reny Yuli Aspirani, (2016).
pasen TBC pada pasen TBC: Gangguan Sistem dalam perawatan PJK: Asuhan Keperawatan
Respirasi,Jakarta, Pada Gangguan Sistem
a) Latihan batuk efektif CV. Trans Info a) Penanganan nyeri dada Kardiovaskuler: aplikasi
b) Peningkatan status nutrisi Media. b) Pemberian oksigen NIC dan NOC, Jakarta,
c) Pemberian oksigen c) Pemberian obat jantung CV. Trans Info Media.
d) Pencegahan penularan Doengoes, Moorhouse, d) Pengaturan aktifitas/
e) Pemberian OAT Geissler, alih olahraga
4) Evaluasi keberhasilan pengo- Bahasa: I Made
batan TBC Kariasa dam Ni 1) Fokus pengkajian: Suzanne C. Smeltzer & Brenda
Made Sumar-
1) Fokus pengkajian: wati, (2000). a) Faktor resiko (dapat G. Bare, alih Bahasa:
a) Riwayat kesehatan Rencana
b) Keluhan spesifik pasen Asuhan diubah dan tidak dapat Agung Waluyo, dkk.
asthma Keperawatan
c) Tanda dan gejala pasen Pedoman untuk diubah) (2002). Buku Ajar Keper-
asthma Perencanaan dan
Pendokumenta- b) Keluhan spesifik awatan Medikal Bedah
2) Prioritas masalah keperawatan sian Perawatan
pada pasen asthma Pasien, Jakarta, c) Tanda dan gejala gagal Brunner & Suddarth,
EGC.
3) Prosedur tindakan spesifik jantung edisi 8, Jakarta, EGC.
dalam perawatan asthma: Muhammad Ardian
syah (2012). Me- 2) Prioritas masalah keper-
a) Nebulizer dikal Bedah un-
b) Pemberian oksigen tuk Mahasiswa, Asuhan keperawatan pada awatan pada pasen gagal jantung Susan C. Smeltzer alih Bahasa:
c) Pendidikan kesehatan: Yogyakarta, Diva pasen gagal jantung
pencegahan kambuh Press. 3 3) Prinsip penanganan per- Devi Yulianti dan Amelia
Asuhan keperawatan pada 1) Prioritas masalah keperawatan Suzanne C. Smeltzer awatan gagal jantung Kimin. (2015). Keper-
pasen asthma pada pasen hemopneumothoraks & Brenda
2 G. Bare, alih a) Pembatasan cairan. awatan Medikal Bedah
2) Prinsip perawatan pasen hemo- Bahasa: Agung
pneumothorak: Waluyo, dkk. b) Pengaturan diet Brunner & Suddarth,
(2002). Buku
a) Pengaturan posisi Ajar Keper- c) Pembatasan aktifitas edisi 12, Jakarta, EGC.
b) Pemberian oksigen awatan Medikal
c) Perawatan WSD Bedah Brunner d) Pemenuhan oksigen
& Suddarth, edisi
8, Jakarta, EGC. e) Pemberian obat
4) Indikator/Evaluasi keber-
hasilan perawatan pasen gagal
jantung
A.3. Asuhan keperawatan pada pasen dengan
gangguan sistem pencernaan dan hepatobilier
No Sub Topik Element Rujukan
3 Asuhan keperawatan pada 1) Fokus pengkajian: Diyono dan Sri Mulyanti,
pasen hemopneu-mothorak a) Faktor resiko (2013). Keperawatan
b) Tanda dan gejala Medikal Bedah:
3) Indikator/Evaluasi keberhasilan Susan C. Smeltzer alih 1 Asuhan keperawatan pada spesifik dehidrasi sistem pencernaan,
perawatan pasen hemopneumo- Bahasa: Devi pasen gastroentritis edisi 1, Jakarta, Ken-
thorak Yulianti dan 2) Prioritas masalah keper- cana Prenada Media
Amelia Kimin. awatan pasen gastroenteritis Group.
(2015). Keper- 3) Perencanaan keperawatan
awatan Medikal pada pasen gastroenteritis Doengoes, Moorhouse,
Bedah Brunner 4) Prinsip penanganan dan Geissler, alih Bahasa:
& Suddarth, edisi perawatan gastroenteritis: I Made Kariasa dam
12, Jakarta, EGC. Ni Made Sumarwati,
a) Rehidrasi cairan. (2000). Rencana
b) Pengaturan nutrisi Asuhan Keperawatan
c) Observasi intake Pedoman untuk
output. Perencanaan dan
Pendokumentasian
Perawatan Pasien,
Jakarta, EGC.
Back 10
Program Studi DIII Keperawatan
1) Fokus pengkajian: Fransisca B. Batticaca 1) Fokus pengkajian: Kozier, Erb, Berman and
a) Faktor penyebab (2008). Asuhan Keper-
b) Tanda dan gejala awatan Pada Klien a) Faktor penyebab Snyder, Alih Bahasa:
spesifik typhoid dengan Gangguan
Sistem Metabolisme,- b) Tanda dan gejala Esty Wahyuningsih,
2) Prioritas masalah keper- Jakarta, PT. Salemba
awatan pasen typhoid Medika spesifik typhoid dkk. (2011). Buku
3) Prinsip penanganan dan
perawatan typhoid: Kozier, Erb, Berman and 2) Prioritas masalah keper- Ajar Fundamental
Snyder, Alih Bahasa:
Asuhan keperawatan pada a) Penurunan suhu tubuh: Esty Wahyuningsih, 2 Asuhan keperawatan pada awatan pasen typhoid Keperawatan: konsep,
2 pasen typhus abdominalis/ kompres. dkk. (2011). Buku pasen typhus abdominalis/ 3) Prinsip penanganan dan Proses dan Praktik,
b) Pengaturan cairan Ajar Fundamental demam thypoid perawatan typhoid: edisi 7, volume 2.
demam thypoid c) Pemenuhan nutrisi Keperawatan: konsep, Jakarta, EGC
khususnya lewat NGT Proses dan Praktik, a) Penurunan suhu tubuh:
d) Pembatasan aktivitas edisi 7, volume 2.
Jakarta, EGC kompres.
1) Fokus pengkajian:
a) Keluhan spesifik Muhammad Ardiansyah b) Pengaturan cairan Muhammad Ardiansyah
b) Tanda dan gejala (2012). Medikal Be-
appendicitis dah untuk Mahasiswa, c) Pemenuhan nutrisi (2012). Medikal Be-
Yogyakarta, Diva
2) Prioritas masalah keper- Press. khususnya lewat NGT dah untuk Mahasiswa,
awatan pasen appendicitis
3) Fokus perawatan appen- Perry, Peterson, Potter. d) Pembatasan aktivitas Yogyakarta, Diva
dicitis: (2005). Buku Saku
Keterampilan dan 1) Fokus pengkajian: Press.
a) Penanganan nyeri Prosedur Dasar,
b) Perawatan luka Jakarta EGC. a) Keluhan spesifik Perry, Peterson, Potter.
(2005). Buku Saku
1) Pengkajian pasen hepatitis: Rudi Haryono (2012). b) Tanda dan gejala Keterampilan dan
a) Cara penularan Keperawatan Medikal Prosedur Dasar,
b) Keluhan spesifik Bedah Sistem Per- appendicitis Jakarta EGC.
c) Tanda dan gejala cernaan, Yogyakarta,
3 Asuhan keperawatan pada spesifik Gosyen Publishing. 3 Asuhan keperawatan pada 2) Prioritas masalah keper-
pasen appendicitis pasen appendicitis awatan pasen appendicitis
2) Fokus perawatan hepatitis: Smeltzer &Bare, alih
a) Pengaturan diet Bahasa: Agung 3) Fokus perawatan
b) Pembatasan aktifitas Waluyo, dkk.
c) Pencegahan penularan (2002). Buku Ajar appendicitis: Rudi Haryono (2012).
dan komplikasi Keperawatan Medikal a) Penanganan nyeri Keperawatan Medikal
Bedah Brunner & b) Perawatan luka Bedah Sistem Per-
3) Indikator/Evaluasi Suddarth, edisi 8,
keberhasilan perawatan pasen Jakarta, EGC. 1) Pengkajian pasen hepatitis: cernaan, Yogyakarta,
hepatitis
a) Cara penularan Gosyen Publishing.
b) Keluhan spesifik
c) Tanda dan gejala Smeltzer &Bare, alih
spesifik Bahasa: Agung
4 Asuhan keperawatan pada 2) Fokus perawatan hepatitis: Waluyo, dkk. (2002).
pasen hepatitis a) Pengaturan diet Buku Ajar Keper-
b) Pembatasan aktifitas awatan Medikal Bedah
Asuhan keperawatan pada c) Pencegahan penularan Brunner & Suddarth,
pasen hepatitis
4 dan komplikasi edisi 8, Jakarta, EGC.
3) Indikator/Evaluasi
keberhasilan perawatan pasen
hepatitis
A.5. Asuhan keperawatan pada pasen dengan
gangguan sistem penginderaan
A.4. Asuhan keperawatan pada pasen dengan No Sub Topik Element Rujukan
gangguan sistem persyarafan dan perilaku
1) Fokus pengkajian: Anas Tamsuri (2012). Klien
No Sub Topik Element Rujukan a) Penyebab Gangguan Mata dan
b) Tanda dan gejala Penglihatan, Jakarta,
1 Asuhan keperawatan pada spesifik EGC.
pasen katarak c) Cara menentukan visus
Doengoes, Moorhouse,
2) Prioritas masalah keper- Geissler, alih Bahasa:
awatan pasen katarak I Made Kariasa dam
3) Fokus perawatan pasen Ni Made Sumarwati,
dengan katarak: (2000). Rencana
Asuhan Keperawatan
a) Pre operasi Pedoman untuk
b) Post operasi Perencanaan dan
c) Pencegahan injury Pendokumentasian
Perawatan Pasien,
Diyono dan Sri Mulyanti, Jakarta, EGC.
(2013). Keperawatan
1) Fokus pengkajian: Medikal Bedah: sistem 1) Fokus pengkajian: Indriana N. Istiqomah
pencernaan, edisi 1, a) Penyebab (2001). Asuhan
a) Faktor resiko Jakarta, Kencana Pre- b) Tanda dan gejala Keperawatan Ganggu-
nada Media Group. spesifik an Pada Mata, Jakarta,
b) Tanda dan gejala c) Komplikasi EGC.
Doengoes, Moorhouse,
spesifik dehidrasi Geissler, alih Bahasa: 2) Prioritas masalah keper- Rospa Heltharia, Sri
I Made Kariasa dam awatan pasen OMA/OMK Mulyani (2002). Klien
2) Prioritas masalah keper- Ni Made Sumarwati, Asuhan keperawatan pada 3) Fokus perawatan pasen Keperawatan Ganggu-
(2000). Rencana 2 pasen otitis media akut/ dengan OMA/OMK: an THT, Jakarta, Trans
awatan pasen gastroenteritis Asuhan Keperawatan Info Media
Pedoman untuk kronik a) Penanganan nyeri
1 Asuhan keperawatan pada 3) Perencanaan keperawatan Perencanaan dan b) Pemberian obat-obatan Suzanne C. Smeltzer
pasen gastroentritis pada pasen gastroenteritis Pendokumentasian c) Pencegahan kom- & Brenda G. Bare,
Perawatan Pasien, plikasi alih Bahasa: Agung
4) Prinsip penanganan dan Jakarta, EGC. Waluyo, dkk.
(2002). Buku Ajar
perawatan gastroenteritis: Fransisca B. Batticaca Keperawatan Medikal
(2008). Asuhan Keper- Bedah Brunner &
a) Rehidrasi cairan. awatan Pada Klien Suddarth, edisi 8,
dengan Gangguan Jakarta, EGC.
b) Pengaturan nutrisi Sistem Metabolisme,-
Jakarta, PT. Salemba
c) Observasi intake Medika
output.
A.6. Asuhan keperawatan pada pasen dengan
gangguan sistem endokrin dan metabolism
11 Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
No Sub Topik Element Rujukan A.8. Asuhan keperawatan pada pasen dengan
gangguan sistem ginjal dan saluran perkemihan
1) Fokus pengkajian: Arif Muttaqin (2011). Asu
1 Asuhan keperawatan pada a) Tanda dan gejala han Keperawatan No Sub Topik Element Rujukan
pasen Diabetes mellitus spesifik DM Gangguan Sistem
b) Komplikasi DM Endokrin, Jakarta, PT. Asuhan keperawatan pada 1) Fokus pengkajian: Arif Muttaqin (2008). Asu
c) Pemeriksaan lab Salemba Medika. 1 pasen batu saluran kemih a) Faktor resiko/penye- han Keperawatan
spesifik: darah bab BSK Gangguan Sistem
Doengoes, Moorhouse, (BSK) b) Tanda dan gejala Perkemihan (p.202
2) Prioritas masalah keper- Geissler, alih Bahasa: spesifik BSK - 208) Jakarta, PT.
2 Asuhan keperawatan pada awatan pasen DM I Made Kariasa dam 2 Asuhan keperawatan BPH c) Pemeriksaan lab: urine Salemba Medika.
pasen Goiter 3) Perencanaan keperawatan Ni Made Sumarwati, d) Pemeriksaan diagnos-
pasen DM (2000). Rencana Asuhan keperawatan pada tik: rontgen dan USG Doengoes, Moorhouse,
4) Lima pilar perawatan pasen Asuhan Keperawatan 3 pasen ISK atas: glomeru- Geissler, alih Bahasa:
dengan DM: Pedoman untuk 2) Prioritas masalah keper- I Made Kariasa dam
Perencanaan dan lonefritis awatan pasen BSK Ni Made Sumarwati,
a) Monitoring gula darah Pendokumentasian 3) Fokus perawatan pasen (2000). Rencana
b) Pengaturan diet Perawatan Pasien, dengan batu saluran kemih: Asuhan Keperawatan
c) Pengaturan aktifitas Jakarta, EGC. Pedoman untuk
d) Pemberian obat-obatan a) Penanganan nyeri Perencanaan dan
(oral dan injeksi) Nabyl R.A. (2012). Panduan b) Pemasangan dan Pendokumentasian
e) Pendidikan kesehatan Hidup Sehat: mence- perawatan catheter Perawatan Pasien,
5) Indikator/Evaluasi keberhasi- gah dan mengobati c) Perawatan luka Jakarta, EGC.
lan perawatan pasen DM Diabetes Mellitus, d) Pendidikan kesehatan
Yogyakarta, Aulia Muhammad Ardiansyah
1) Fokus pengkajian: Publishing 1) Fokus pengkajian: (2012). Medikal Be-
a) Tanda dan gejala a) Tanda dan gejala dah untuk Mahasiswa,
spesifik Goiter Rumahorbo H. (1999). spesifik BPH Yogyakarta, Diva
b) Pemeriksaan lab Asuhan Keperawatan b) Komplikasi Press.
spesifik: T.3 dan T.4 Gangguan Sistem
Endokrin, Jakarta, 2) Prioritas masalah keper- Nursalam (2006). Asuhan
2) Prioritas masalah keper- EGC. awatan pasen BPH Keperawatan pada
awatan pasen Goiter 3) Perencanaan perawatan Pasen dengan
3) Perencanaan keperawatan Suzanne C. Smeltzer pasen BPH Gangguan Sistem
pasen Goiter & Brenda G. Bare, 4) Fokus perawatan pasen Perkemihan (p.65
4) Indikator/Evaluasi keberhasi- alih Bahasa: Agung dengan BPH: – 67), Jakarta, PT.
lan perawatan pasen Goiter Waluyo, dkk. (2002). Salemba Medika.
Buku Ajar Keper- a) Perawatan catheter
awatan Medikal Bedah b) Irigasi dan spooling Suzanne C. Smeltzer
Brunner & Suddarth, c) Bladder training & Brenda G. Bare,
edisi 8, Jakarta, EGC. alih Bahasa: Agung
1) Prioritas masalah keper- Waluyo, dkk.
A.7. Asuhan keperawatan pada pasien dengan awatan pasen glomerulonefritis. (2002). Buku Ajar
gangguan sistem muskulo-skeletal 2) Fokus perawatan pasen Keperawatan Medikal
dengan glomerulonefritis: Bedah Brunner &
No Sub Topik Element Rujukan Suddarth, edisi 8,
a) Pembatasan cairan Jakarta, EGC.
1) Fokus pengkajian: Abdul Wahid (2013). Asu Asuhan keperawatan pada b) Pengaturan nutrisi
a) Tanda dan gejala han Keperawatan den- pasen gagal ginjal 3) Indikator/Evaluasi Susan C. Smeltzer alih
spesifik fraktur gan Gangguan Sistem keberhasilan perawatan pasen Bahasa: Devi Yulianti
b) Jenis-jenis fraktur muskuloskeletal (p.1 glomerulonefritis. dan Amelia Kimin.
c) Pemeriksaan diagnos- – 58), Jakarta, Trans (2015). Keperawatan
tik spesifik: rontgen Info Media. 1) Fokus pengkajian: Medikal Bedah Brun-
a) Faktor penyebab gagal ner & Suddarth, edisi
2) Prioritas masalah keper- Arif Muttaqin (2008). Asu ginjal 12, Jakarta, EGC.
awatan pasen fraktur han Keperawatan b) Tanda dan gejala
1 Asuhan keperawatan pada 3) Perencanaan keperawatan Gangguan Sistem 4 spesifik gagal ginjal
pasen fraktur pasen fraktur muskuloskeletal (p.68 c) Pemeriksaan lab
4) Fokus perawatan pasen – 97), Jakarta, EGC. spesifik: darah
dengan fraktur:
Doengoes, Moorhouse, 2) Prioritas masalah keper-
a) Latihan/mobilisasi Geissler, alih Bahasa: awatan pasen gagal ginjal
b) Perawatan traksi I Made Kariasa dam 3) Perencanaan perawatan
c) Penggunaan alat bantu Ni Made Sumarwati, pasen gagal ginjal
jalan (2000). Rencana 4) Fokus perawatan pasen
5) Indikator/Evaluasi keberhasi- Asuhan Keperawatan dengan gagal ginjal:
lan perawatan pasen fraktur Pedoman untuk
Perencanaan dan a) Pembatasan cairan
1) Fokus pengkajian: Pendokumentasian b) Pengaturan diet
a) Riwayat kebiasaan Perawatan Pasien, c) Pemberian obat-obatan
b) Tanda dan gejala spesi- Jakarta, EGC. d) Pendidikan kesehatan
fik rheumatoid arthritis 5) Indikator/evaluasi keber-
c) Pemeriksaan lab Suratun, Heryati, Santa Ma hasilan perawatan pasen gagal
spesifik: darah nurung, Een Raenah, ginjal
(2008). Asuhan
2) Prioritas masalah keper- Keperawatan dengan A.9. Asuhan keperawatan pada pasen dengan
awatan pasen rheumatoid Gangguan Sistem mu- gangguan sistem integumen
arthritis skuloskeletal (p.195 –
2 Asuhan keperawatan pada 3) Fokus perawatan pasen 204), Jakarta, EGC. No Sub Topik Element Rujukan
pasen rheumatoid arthritis dengan rheumatoid arthritis:
Suzanne C. Smeltzer
a) Penanganan nyeri & Brenda G. Bare, 1 Asuhan keperawatan pada 1) Fokus pengkajian: Arif Muttaqin, Kumala Sari
b) Latihan/mobilisasi alih Bahasa: Agung pasen luka bakar a) Klasifikasi luka bakar (2011). Asuhan
c) Pengaturan diet Waluyo, dkk. (2002). b) Menentukan luas luka bakar Keperawatan Ganggu-
d) Pemberian obat-obatan Buku Ajar Keper- an Sistem integumen,
3 Asuhan keperawatan pada awatan Medikal Bedah Jakarta, PT. Salemba
osteoporosis 1) Prioritas masalah keper- Brunner & Suddarth, Medika.
awatan pasen osteoporosis edisi 8, Jakarta, EGC.
2) Perencanaan keperawatan Christanti Effendi (1999).
pasen osteoporosis Perawatan Pasen Luka
3) Fokus perawatan pasen Bakar, Jakarta, PT.
dengan osteoporosis: Salemba Medika
a) Penanganan nyeri
b) Latihan/mobilisasi
c) Pengaturan diet
Back 12
Program Studi DIII Keperawatan
2) Prioritas masalah keper- menit dan suhu tubuh 38,1 oC. Manakah mas-
alah keperawatan yang paling utama pada kasus
awatan pasen luka bakar Doengoes, Moorhouse, di atas?
3) Fokus perawatan pasen Geissler, alih Bahasa: a. pola nafas tidak efektip
dengan luka bakar: I Made Kariasa dam b. jalan nafas tidak efektip
Ni Made Sumarwati, c. gangguan perfusi jaringan.
a) Penanganan nyeri (2000). Rencana d. gangguan keseimbangan suhu tubuh:
b) Rehidrasi cairan Asuhan Keperawatan hiperthermi
c) Perawatan luka Pedoman untuk e. gangguan pemenuhan nutrisi: kurang dari
d) Pencegahan infeksi Perencanaan dan kebutuhan
4) Indikator/evaluasi keberhasi- Pendokumentasian
lan perawatan pasen luka bakar Kunci Jawaban: B.
2 Asuhan keperawatan pada 1) Fokus pengkajian: Perawatan Pasien,
pasen dermatitis a) Penyebab spesifik Jakarta, EGC.
b) Tanda/gejala spesifik
c) Test allergi/reaksi Susan C. Smeltzer alih
hipersensitive Bahasa: Devi Yulianti
2) Prioritas masalah keper- dan Amelia Kimin.
awatan pasen dermatitis (2015). Keperawatan
3) Fokus perawatan pasen Medikal Bedah Brun-
dengan luka dermatitis: ner & Suddarth, edisi
a) Transfusi darah 12, Jakarta, EGC.
b) Pemberian nutrisi dan
obat-obatan
A.10. Asuhan keperawatan pada pasen dengan
gangguan sistem darah dan kekebalan tubuh
No Sub Topik Element Rujukan Pembahasan:
Pada pasien asthma bronchiale terjadi spasme
1 Asuhan keperawatan pada 1) Fokus pengkajian: Arif Muttaqin (2009). pada daerah bronkhus akibat dari kontak dengan
pasen anemia a) Penyebab spesifik Asuhan Keperawatan bahan yang bersifat allergen. Brokhospasme dapat
b) Tanda dan gejala Gangguan Sistem menyebabkan penyempitan jalan nafas atas dan pada
spesifik Kardiovaskuler, akhir nya menimbulkan sesak nafas, wheezing dan
c) Pemeriksaan lab Jakarta, PT. Salemba peningkatan frekuensi nafas. Sehingga masalah uta-
spesifik: darah Medika. ma pada pasen tersebut adalah jalan nafas tidak efek-
tip. Kata kunci pada vignete data adalah sesak nafas,
2) Prioritas masalah keper- Doengoes, Moorhouse, wheezing dan retraksi.
awatan pasen anemia Geissler, alih Bahasa:
3) Fokus perawatan pasen I Made Kariasa dam Rujukan :
dengan luka anemia: Ni Made Sumarwati, Arif Muttaqin (2008). Asuhan Keperawatan Gang
(2000). Rencana
a) Transfusi darah Asuhan Keperawatan guan Sistem Pernafasan (p. 172 – 180), Jakarta,
b) Pemberian nutrisi dan Pedoman untuk PT. Salemba Medika.
obat-obatan Perencanaan dan
Pendokumentasian Abdul Wahid, Imam Suprapto, (2013). Asuhan Keper
Perawatan Pasien, awatan Pada Gangguan Sistem Respirasi (p. 61
Jakarta, EGC. – 82), Jakarta, CV. Trans Info Media.
Nursalam, Ninuk Dian 2. Seorang perempuan usia 50 tahun dirawat di ru-
Kurniawati (2011). ang penyakit dalam, dengan keluhan: bengkak
Asuhan Keperawatan pada ekstrimitas bawah. Pada pemeriksaan fisik
Pada Pasien Terinfeksi didapatkan adanya distensi tekanan vena jugu-
HIV/AIDS, Jakarta, laris, berat badan 78 Kg, tinggi badan 150 cm.
PT. Salemba Medika. Saat ini pasien akan diberikan obat digoksin se-
suai dengan program therapi. Apakah tindakan
2 Asuhan keperawatan pada 1) Fokus pengkajian: Reny Yuli Aspirani, (2016). pertama yang harus dilakukan oleh perawat sebe-
pasen HIV/AIDS a) Cara penularan Asuhan Keperawatan lum pemberian obat tersebut?
b) Tanda dan gejala Pada Gangguan
spesifik Sistem Kardiovasku- a. catat intake output
ler: aplikasi NIC dan
2) Prioritas masalah keper- NOC, Jakarta, CV.
awatan pasen HIV/AIDS Trans Info Media.
3) Fokus perawatan pasen
dengan HIV/AIDS: Setyoadi, Endang Triyanto
(2012). Strategi Pe-
a) Isolasi layanan Keperawatan
b) Pencegahan penularan bagi Penderita AIDS,
c) Perawatan psikososial Yogyakarta, Graha
d) Perlindungan diri Ilmu.
perawat
4) Indikator/Evaluasi keberhasi- Susan C. Smeltzer alih
lan perawatan pasen HIV/AIDS Bahasa: Devi Yulianti
dan Amelia Kimin.
(2015). Keperawatan
Medikal Bedah Brun-
ner & Suddarth, edisi
12, Jakarta, EGC.
Contoh Soal, Kunci Jawaban, Pembahasan dan Ru-
jukan:
1. Seorang laki-laki usia 40 tahun dirawat di ruang
penyakit dalam, dengan keluhan: sesak nafas
setelah kontak dengan kucing. Pada pemeriksaan
tampak lemas, bunyi nafas terdengar wheezing,
terlihat retraksi dada dan frekuensi nafas 32 kali/
13 Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
b. mengukur tanda-tanda vital B. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan Mater-
c. menimbang berat badan pasien nitas
d. mengatur posisi pasien: semi fowler B.1 Konsep keperawatan ibu hamil
e. memeriksa tingkat kesadaran pasien.
No Sub Topik Element Rujukan
Kunci Jawaban: B. 1 Asuhan keperawatan ibu 1) Adaptasi fisiologis Lowdermilk, D.L., Perry,
hamil normal 2) Menghitung taksiran S.E., Cashion, K.
Pembahasan: Alih Bahasa: Felicia
Pasien gagal jantung kanan mengalami 2 Asuhan keperawatan ibu persalinan, usia kehamilan & Anesia. (2013).
penurunan cardiac output, karena terjadi resistensi va- hamil normal dan taksiran BB janin. Keperawatan
skuler sehingga terjadi peningkatan tekanan hidrosta- 3) Palpasi leopold Maternitas Buku I. Ed
tik pada pembuluh darah kafiler, hal ini mendorong 3 Asuhan keperawatan ibu 8. Jakarta: Salemba
terjadi nya ekstravasasi cairan dari intra vaskuler ke hamil normal 1) Adaptasi fisiologis Medika.
ekstra vaskuler, sehingga terjadi edema ekstrimitas. 2) Menghitung taksiran
Penurunan cardiac output juga menyebabkan aliran Reeder, S.J., Martin, L.L.,
balik darah dari vena cava superior terhambat dan hal persalinan, usia kehamilan Griffin, D.K. Alih
ini memicu terjadinya distensi vena jugularis. Salah dan taksiran BB janin. Bahasa, Yati Afiyanti,
satu tindakan yang dilakukan oleh dokter adalah pem- 3) Palpasi leopold et. al (2011). Keper-
berian obat digoksin, yang memiliki efek terjadinya awatan Maternitas:
perubahan tekanan darah dan nadi, dengan demikian 1) Adaptasi fisiologis Kesehatan Wanita,
sebelum obat tersebut diberikan perawat harus men- 2) Menghitung taksiran Bayi, & Keluarga
gukur/mengecek tanda vital dulu untuk mengantisipa- Volume 1. Jakarta:
si dampak yang timbul dari pemberian obat tersebut. persalinan, usia kehamilan EGC.
dan taksiran BB janin.
Rujukan: Askep ibu hamil dengan 3) Palpasi leopold
Arif Muttaqin (2009). Asuhan Keperawatan Ganggu 4 gangguan preeklampsi dan
1) Menentukan prioritas
an Sistem Kardiovaskuler (p. 88 – 106), Jakarta, eklampsi, plasenta previa masalah
PT. Salemba Medika.
2) Intervensi keperawatan
3) Pendidikan kesehatan
4) Program terapi
5) Pemeriksaan diagnostik
B.2. Konsep keperawatan intra natal
No Sub Topik Element Rujukan
1 Asuhan keperawatan ibu 1) Faktor yang mempengaruhi Kennedy, B. B., Ruth, D.J.,
intra natal persalinan Martin, E.J. Alih
Bahasa, Esty Wa-
2) Observasi kemajuan hyuningtias (2013)
persalinan Modul Manajemen
Intrapatum. Edisi 4.
Jakarta: EGC.
Lowdermilk, D.L., Perry,
S.E., Cashion, K.
Alih Bahasa: Felicia
& Anesia. (2013).
Keperawatan
Maternitas Buku I. Ed
8. Jakarta: Salemba
Medika.
Wilkinson, J.M., Ahern,
N.R. Alih bahasa,
Esty Wahyuningsih
(2011). Buku Saku Di-
agnosis Keperawatan:
Diagnosis NANDA,
Intervensi NIC, Krite-
ria Hasil NOK Edisi
9. Jakarta: EGC
Reny Yuli Aspirani, (2016). Asuhan Keperawatan B.3. Konsep keperawatan ibu post partum
Pada Gangguan Sistem Kardiovaskuler: ap-
likasi NIC dan NOC (p. 151 – 171), Jakarta, CV. No Sub Topik Element Rujukan
Trans Info Media.
Kennedy, B. B., Ruth, D.J.,
Martin, E.J. Alih
Bahasa, Esty Wa-
hyuningtias (2013)
Modul Manajemen
Intrapatum. Edisi 4.
Jakarta: EGC.
1 Asuhan keperawatan ibu 1) Faktor yang mempengaruhi Lowdermilk, D.L., Perry,
intra natal persalinan S.E., Cashion, K. Alih
Bahasa: Felicia &
2) Observasi kemajuan Anesia. (2013). Keper-
persalinan awatan Maternitas
Buku I. Ed 8. Jakarta:
Salemba Medika.
Wilkinson, J.M., Ahern,
N.R. Alih bahasa,
Esty Wahyuningsih
(2011). Buku Saku Di-
agnosis Keperawatan:
Diagnosis NANDA,
Intervensi NIC, Krite-
ria Hasil NOK Edisi
9. Jakarta: EGC
Back 14
Program Studi DIII Keperawatan
B.4. Konsep keperawatan BBL unya adalah pada integumen, integumen pada abdo-
men mengalami perubahan karena hormonal sehing-
No Sub Topik Element Rujukan ga ibu harus diberikan edukasi perubahan yang terjadi
selama hamil salah satunya integumen. Perubahan
1 Asuhan keperawatan bayi Mekanisme kehilangan panas Lowdermilk, D.L., Perry, pada integumen akan berubah atau menghilang be-
baru lahir (BBL) pada BBL S.E., Cashion, K. rangsur-angsur setelah persalinan.
Alih Bahasa: Felicia
2 Pemeriksaan fisik bayi Perawatan bayi baru lahir & Anesia. (2013).
baru lahir Keperawatan Ma-
ternitas Buku I. Ed
8. Jakarta: Salemba
Medika.
B.5. Konsep perawatan perempuan Rujukan :
dengan masalah reproduksi Lowdermilk, D.L., Perry, S.E., Cashion, K. Alih Ba
No Sub Topik Element Rujukan hasa Felicia dan Anesia (2013). Keper-
awatan Maternitas Buku I. Ed 8. (Bab 6),
Asuhan keperawatan pada 1) Tumor dan keganasan pada Rasjidi, I. (2008). Manual Jakarta: Salemba Medika.
1 perempuan dengan ganggu- sistem reproduksi (kanker Prakanker Serviks.
serviks, mioma uteri, kista Edisi pertama. Jakarta: C. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan Anak
an reproduksi ovarium) Sagung Seto C.1. Konsep Keperawatan anak sehat
2) Penatalaksaan pada tumor
dan keganasan pada sistem
reproduksi
Tindakan keperawatan 3) Persiapan klien yang akan
2 pada perempuan dengan dilakukan pemeriksaan pap
smear/IVA
gangguan reproduksi
Contoh Soal, Kunci Jawaban, Pembahasan dan No Sub Topik Element Rujukan
Rujukan: 1 Konsep Tumbuh kembang
1) Parameter umum pertum Dona L Wong , (2009) Buku
1. Seorang ibu datang ke poliklinik kandungan un- buhan Ajar Keperawatan
tuk memeriksakan kehamilannya yang menginjak · PB /TB Pediatrik Vol. 1,
usia 7 bulan, selain itu juga mengeluh kulit perut- · BB Jakarta : EGC
nya terasa gatal, dan bergaris-garis serta tampak · LLA
tidak mulus lagi seperti sebelum hamil. Apakah · Lingkar Kepala Dwi Sulistyo Cahyaningish
intervensi utama yang diberikan untuk keluhan · Lingkar Dada , (2011) Pertumbuhan
yang dirasakan ibu tersebut ? Perkembangan Anak
2) Perkembangan dan Remaja , Jakarta
· Motorik halus :TIM,
· Motorik kasar
· Perkembangan Nursalam,( 2005) Asuhan
psikososial Keperawatan Bayi
dan Anak , Jakarta :
2 Upaya peningkatan 1) Pemberian imunisasi dasar Salemba Medika
tumbuh kembang optimal · BCG
· Polio Dona L Wong (2009), Buku
· DPT Ajar Keperawatan
· Hepatits Pediatrik Vol. 2,
· Campak / MR Jakarta : EGC,
a. Mengajurkan ibu untuk tidak menggaruk C.2. Konsep Keperawatan anak sakit
daerah yang gatal
No Sub Topik Element Rujukan
b. Menjelaskan perubahan yang terjadi pada
integumen ibu hamil 1 Konsep Hospitalisasi 1) Stresor hospitalisasi Dona L Wong , (2009) Buku
· Cemas akibat perp Ajar Keperawatan
c. Menganjurkan kepada ibu bahwa gatal pada isahan Pediatrik Vol. 1,
saat hamil sudah biasa · Kehilangan kendali Jakarta : EGC
· Cedera tubuh
d. Menganjurkan kepada ibu untuk selalu · Nyeri Dwi Sulistyo Cahyaningish
menjaga kebersihan diri selama hamil , (2011) Pertumbuhan
2) Manifestasi cemas akibat Perkembangan Anak
e. Menginformasikan kepada ibu untuk meng- perpisahan dan Remaja , Jakarta
hindari makanan yang dapat memicu gatal :TIM,
· Fase protes
Kunci Jawaban : B · Fase putus asa Nursalam,( 2005) Asuhan
· Fase pelepasan / Keperawatan Bayi
Pembahasan : penyangkalan dan Anak , Jakarta :
· Fase penerimaan Salemba Medika
Dona L Wong (2009), Buku
Ajar Keperawatan Pe-
diatrik Vol. 2, Jakarta
: EGC,
Ibu hamil mengalami perubahan fisiologis salah sat-
15 Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
1) Prinsip atraumatic Care. · Prosedur pemberian Nursalam,( 2005) Asuhan
· Cegah atau minimal
stressor fisik terapi cairan parenteral Keperawatan Bayi
· Cegah dan meminimal
kan perpisahan anak dan /infuse dan Anak , Jakarta :
keluarga
· Tingkatkan rasa 2) Perencanaan anak dengan Salemba Medika
pengendalian terhadap
2 Atraumatic Care keperawatan anak GE
3) Indikator keberhasilan anak Dona L Wong (2009), Buku
dengan GE Ajar Keperawatan Pe-
2 Askep anak dengan typhus 1) Focus pengkajian anak diatrik Vol. 2, Jakarta
: EGC,
abdominalis dengan Typhus abdominalis
2) Faktor predisposisi thyphus
abdominalis
· Finger
· Feces
· Fly
· Food
· Vomite
3) Focus penanganan anak
dengan typhus abdominalis
Pedoman umum saat · Pemberian kompres air
melakukan pemeriksaan fisik
pada anak hangat
1) Pemeriksaan TTV :
C.5. Askep anak dengan ganguan system saraf
Tekanan darah, suhu, Nadi
3 Pemeriksaan Fisik dan Pernafasan No Sub Topik Element Rujukan
2) Pemeriksaan fisik head
To toe Dona L Wong , (2009) Buku
3) Pengkajian skala nyeri Ajar Keperawatan
pada anak Pediatrik Vol. 1,
Jakarta : EGC
· Skala penilaian nyeri
wajah ( Faces ) Dwi Sulistyo Cahyaningish
· Skala numerik , (2011) Pertumbuhan
· Skala perilau FLACC Perkembangan Anak
dan Remaja , Jakarta
1 Askep anak dengan kejang 1) Focus penanganan anak :TIM,
demam dengan kejang demam
· Edukasi orang tua Nursalam,( 2005) Asuhan
tehnik penanganan Keperawatan Bayi
kejang dirumah dan Anak , Jakarta :
· Prosedur Pemberian Salemba Medika
obat anti kejang
2) Indikator keberhasilan pen
anganan anak dengan kejang
C.3. Askep anak dengan gangguan system Dona L Wong (2009), Buku
pernafasan Ajar Keperawatan Pe-
diatrik Vol. 2, Jakarta
: EGC,
C.6. Askep anak dengan infeksi virus
No Sub Topik Element Rujukan
1 Askep anak dengan TB paru 1) Fokus pengkajian anak Dona L Wong , (2009) Buku No Sub Topik Element Rujukan
dengan TBC Ajar Keperawatan 1 Askep anak dengan DBD
· Prosedur tuberculin test Pediatrik Vol. 1, 1) Focus pengkajian anak Dona L Wong , (2009) Buku
/test PPD Jakarta : EGC 2 Askep anak dengan dengan DBD Ajar Keperawatan Pediatrik
2) Fokus penanganan anak Morbhili · Prosedur Rumpelit test Vol. 1, Jakarta : EGC
dengan TBC Dwi Sulistyo Cahyaningish · Focus pemeriksaan lab
· Edukasi orang tua cara , (2011) Pertumbuhan 3 Askep anak dengan Difteri oratorium Dwi Sulistyo Cahyaningish
minum obat spesifik Perkembangan Anak , (2011) Pertumbuhan
pada anak dan Remaja , Jakarta 2) Klasifikasi DBD Perkembangan Anak dan
· Terapi oksigen Terapi :TIM, · Derajat I Remaja , Jakarta :TIM,
OAT · Derajat II
3) Indikator keberhasilan pen- Nursalam,( 2005) Asuhan · Derajat III Nursalam,( 2005) Asuhan
anganan anak dengan TBC Keperawatan Bayi · Derajat IV Keperawatan Bayi dan Anak
dan Anak , Jakarta : , Jakarta : Salemba Medika
2 Askep anak dengan bron- 1) Fokus penanganan anak Salemba Medika 3) Perencanaan anak dengan
chopneumonia dengan BP DBD Dona L Wong (2009), Buku
Dona L Wong (2009), Buku Ajar Keperawatan Pediatrik
· Prosedur fisioterapi Ajar Keperawatan Pe- 4) Penanganan anak dengan Vol. 2, Jakarta : EGC,
dada pada anak diatrik Vol. 2, Jakarta DBD
· Pemberian terapi : EGC, · Terapi cairan anak
oksigen dengan nasal dengan DBD
kanula · Pemantauan cairan
· Indikator keberhasilan
anak dengan BP 1) Fokus pengkajian anak
dengan morbhili .
C.4. Askep Anak dengan gangguan system · Stadium penyakit
pencernaan morbhili
· Kataral /prodomal
No Sub Topik Element Rujukan · Erupsi
1 Askep anak dengan GE · Konvalensi
1) Focus penanganan anak Dona L Wong , (2009) Buku
dengan GE. Ajar Keperawatan 2) Pencegahan penyakit
· Kebutuhan cairan pada Pediatrik Vol. 1, morbhili
bayi dan anak Jakarta : EGC · Imunisasi pasif
· Pemantauan hidrasi · Imunisasi aktif
pada bayi dan anak Dwi Sulistyo Cahyaningish
, (2011) Pertumbuhan • Fokus pengkajian anak
Perkembangan Anak dengan difteria
dan Remaja , Jakarta • Tindakan keperawatan
:TIM, anak dengan trache-
ostomy
C.7. Askep anak dengan ganguan system
perkemihan
Back 16
Program Studi DIII Keperawatan
No Sub Topik Element Rujukan Bagaimanakan cara pemberian imunisasi diatas ?
1) Fokus pengkajian anak Dona L Wong , (2009) Buku a. oral
b. Intra vena
dengan SN Ajar Keperawatan c. Sub cutan
d. Intra cutan
· Pengukuran lingkar Pediatrik Vol. 1, e. Intra muscular
perut Jakarta : EGC Kunci Jawaban : D
· Pengukuran edema Pembahasan :
· Pemeriksaan lab spesifik Dwi Sulistyo Cahyaningish Immunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan
pada bayi dan anak dengan memasukan vaksin keda-
pada SN , (2011) Pertumbuhan lam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mence-
gah penyakit tertentu. Vaksin BCG adalah vaksin
1 Askep anak dengan Sin- 2) Focus penanganan anak Perkembangan Anak yang diberikan melalui suntikan dengan metode intra
drom Nefrotik dengan SN dan Remaja , Jakarta dermal /Intra kutis ( IC ) .
· Pemenuhan nutrisi anak :TIM,
dengan SN Rujukan :
· Pemantauan cairan Nursalam,( 2005) Asuhan
Keperawatan Bayi Azis Alimut (2012). Pengantar Ilmu Keperawatan
dan Anak , Jakarta :
Salemba Medika
3) Indikator keberhasilan pen
anganan anak dengan nepro- Dona L Wong (2009), Buku
tik syndroma Ajar Keperawatan Pe-
diatrik Vol. 2, Jakarta
: EGC,
C.8. Askep anak gangguan hematologic
No Sub Topik Element Rujukan
1 Askep anak anemia
1) Focus pengkajian anak Dona L Wong , (2009) Buku
dengan anemia Ajar Keperawatan
Pediatrik Vol. 1, Jakar-
2) Tindakan keperawatan anak ta : EGC
dengan anemia
· Terapi penambahan Dwi Sulistyo Cahyaningish
zat besi , (2011) Pertumbuhan
· Terapi transfusi darah Perkembangan Anak
dan Remaja , Jakarta
:TIM,
Nursalam,( 2005) Asuhan
Keperawatan Bayi
dan Anak , Jakarta :
Salemba Medika
Dona L Wong (2009), Buku
Ajar Keperawatan
Pediatrik Vol. 2, Jakar-
ta : EGC,
C.9. Askep bayi berisiko Anak, Jakarta : Salemba Medika,
No Sub Topik Element Rujukan
1 Askep bayi dengan hyper- Focus pengkajian bayi dengan Dona L Wong , (2009) Buku D.Lingkup dan Isi Materi Keperawatan Jiwa
bilirubin hyperbillirubin Ajar Keperawatan D.1. Asuhan keperawatan masalah Psikososial
Pediatrik Vol. 1, Jakar-
1) Klasifikasi Hyperbillirubin ta : EGC No Sub Topik Element Rujukan
· Fisiologis
2 Askep bayi dengan asfiksia · Patologis Dwi Sulistyo Cahyaningish 1) Pengkajian: Data focus Stuart, Gail. 2006. Buku
, (2011) Pertumbuhan Ansietas Saku Keperawatan
2) Penanganan anak bayi Perkembangan Anak Asuhan Keperawatan Jiwa. Ed.5. h. 146-
hyperbillirubin dan Remaja , Jakarta pasien Ansietas 2) Tindakan keperawatan: 150. Jakarta : EGC
· Prosedur pemberian :TIM, a) Relaksasi:
foto terapi b) Tarik nafas dalam SDKI h 180 Jakarta:PPNI
· Kebersihan diri Nursalam,( 2005) Asuhan (TND),
· Kebutuhan cairan Keperawatan Bayi c) Mengajarkan relaksasi Stuart, Gail. 2006. Buku
dan Anak , Jakarta : otot Saku Keperawatan
Klasifikasi asfiksia Salemba Medika Jiwa. Ed.5. h. 162.
1) Asfiksia ringan 3) Evaluasi : Indikator keber Jakarta : EGC
2) Asfiksia sedang Dona L Wong (2009), Buku hasilan
3) Asfiksia berat Ajar Keperawatan a) Subyektif :Ungkapan SDKI halaman 180 (2016).
Pediatrik Vol. 2, Jakar- verbal mengatasi Jakarta:PPNI
ta : EGC, 1 ansietas melalui latihan
relaksasi.
Contoh Soal, Kunci Jawaban, Pembahasan dan b) Obyektif: dapat
Rujukan memperagakan dan
menggunakan latihan
relaksasi untuk menga-
tasi ansietas.
1. Seorang bayi perempuan usia 3 bulan , datang 2 Asuhan Keperawatan 1) Pengkajian Berduka : Data
ke poliklinik anak untuk mendapatkan imunisasi pasien Berduka focus
dasar, karena sampai saat ini bayi belum pernah
mendapatkannya disebabkan kesehatannya selalu
terganggu . Hasil pemeriksaan bayi sehat , atas an-
juran dokter bayi boleh diberikan imunisasi BCG .
17 Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
a) Faktor-faktor yang Stuart, Gail. 2006. Buku 1) Data focus Isolasi social
mempengaruhi reaksi Saku Keperawatan
kehilangan, Tipe Ke- Jiwa. Ed.5. h. 162. 2) Tindakan perawatan :
hilangan, Jenis-jenis Jakarta : EGC
Kehilangan, Rentang a) Menyadari isolasi yang
Respon kehilangan, Stuart, Gail. 2006. Buku
Tanda dan Gejala Saku Keperawatan dialami
Jiwa. Ed.5. h. 162.
b) Data : kondisi pikiran, Jakarta : EGC b) Berinteraksi secara
perasaan, fisik, sosial,
dan spiritual sebelum/ SDKI h 186 Jakarta:PPNI bertahap
sesudah mengalami
peristiwa kehilangan Stuart, Gail. 2006. Buku 3) Evaluasi: SDKI h 268 Jakarta:PPNI
dan hubungan antara Saku Keperawatan
kondisi saat ini dengan Jiwa. Ed.5. h. 162. a) Evaluasi kemampuan
peristiwa kehilangan Jakarta : EGC
yang terjadi 2 Asuhan Keperawatan pasien pasien isolasi social Keliat, dkk. 2011. Keper
dengan Isolasi sosial b) Memperagakan cara awatan Kesehatan
2) Perencanaan tindakan
Tujuan mampu: Memahami berkenalan dengan Jiwa Komunitas. h.
hubungan antara kehilangan
yang dialami dengan keadaan orang lain,dengan 144. Jakarta : EGC
dirinya, Mengidentifikasi
cara-cara mengatasi berduka perawat, keluarga,
yang dialaminya Memanfaat-
kan faktor pendukung. tetangga.
3) Tindakan Keperawatan: c) Merasakan manfaat
a) Berdiskusi mengenai
kondisi Pasien saat latihan berinteraksi
ini (kondisi pikiran,
perasaan, fisik, sosial, dalam mengatasi isolasi
dan spiritual sebelum/
sesudah mengalami sosial
peristiwa kehilangan
dan hubungan antara 1) Data focus Halusinasi
kondisi saat ini dengan
peristiwa kehilangan 2) Tindakan perawatan :
yang terjadi).
b) Berdiskusi cara menga a) Menyadari gangguan
tasi berduka yang di-
alami sensori persepsi ha-
c) Cara verbal (mengung
kapkan perasaan) lusinasi
d) Cara fisik (memberi
kesempatan aktivitas b) Melatih cara mengon
fisik)
e) Cara sosial (sharing trol halusinasi
melalui kelompok)
f) Cara spiritual (berdoa, 3) Tindakan perawatan :
berserah
a) Membantu mengenal
4) Evaluasi
halusinasi
b) Melatih mengont
rol halusinasi dengan
menghardik
c) Melatih mengontrol
halusinasi dengan enam
benar minum obat
d) Melatih mengontrol
halusinasi dengan ber-
cakap-cakap
e) Melatih mengontrol ha
1) Data focus gangguan citra lusinasi dengan
tubuh
melakukan aktifitas se-
2) Perencanaan
3) Pelaksanaan hari-hari
a) Meningkatkan citra 4) Evaluasi:Pasien mampu:
tubuh dengan cara :
a) Mengungkapkan isi ha
b) Motivasi Pasien untuk
melakukan aktivitas lusinasi yang diala-
yang mengarah pada
pembentukkan tubuh minya SDKI h 190 Jakarta:PPNI
yang ideal
Asuhan Keperawatan b) ZMenjelaskan waktu Keliat, dkk. 2011. Keper
c) Gunakan protese, 3 pasien dengan awatan Kesehatan Jiwa
wig,kosmetik, pakaian dan frekuensi halusinasi Komunitas. h. 149. Jakarta
yang sesuai Halusinasi : EGC
yang dialami.
d) Motivasi pasien untuk
Asuhan Keperawatan pa- melihat bagian yang c) Menjelaskan situasi
sien Gangguan citra tubuh hilang secara bertahap.
3 yang mencetuskan ha-
e) Bantu pasien
menyentuh bagian lusinasi
tersebut.
d) Menjelaskan perasaan
f) Lakukan interaksi
secara bertahap nya ketika mengalami
4) Evaluasi halusinasi
e) Menerapkan 4 cara
mengontrol halusinasi:
· Menghardik ha
lusinasi
· Mematuhi program
pengobatan
· Bercakap dengan
orang lain di sekitarn-
D.2. Asuhan keperawatan masalah Gangguan ya bila timbul halusi-
Jiwa
nasi
f) Menyusun jadwal
kegiatan dari bangun ti-
dur di pagi hari sampai
No Sub Topik Element Rujukan mau tidur pada malam
hari selama 7 hari
dalam seminggu dan
1) Data focus HDR melaksanakan jadwal
2) Tindakan Perawatan : tersebut secara mandiri
a) Mengidentifikasi Ke g) Menilai manfaat cara
mampuan aspek positif mengontrol halusinasi
b) Menilai kemampuan
SDKI h 192 Jakarta:PPNI dalam mengendalikan
yang dapat digunakan hal=usinasi
c) Membantu menetap
1 Asuhan Keperawatan pasien Keliat, dkk. 2011. Keper-
HDR (Harga diri rendah) kan/memilih kegiatan awatan Kesehatan Jiwa
sesuai kemampuan Komunitas. h. 118. Jakarta:
d) Melatih kegiatan yang EGC
sudah dipilih
e) Merencanakan kegiatan
yang telah dipilih
Back 18
Program Studi DIII Keperawatan
a. Data Fokus RPK d. Isolasi sosial
e. Halusinasi
b. Tindakan perawatan
Kunci Jawaban : D
a) Mengontrol RPK se
Pembahasan :
cara Patuh minum obat Pilihan (D) adalah pilihan Kunci Jawaban yang tepat
karena tanda dan gejala yang terdapat pada kasus di-
b) Fisik: TND,Tranfer atas tanda dan gejala isolasi sosial, pilihan (A.B, C,
dan E) tidak tepat untuk dengan data tersebut
energy
Rujukan:
c) Sosial/verbal: Keliat.B.A.dkk. (2011). Keperawatan Kesehatan
Jiwa Komunitas, basic course., Jakarta: EGC
Bicara yang baikAsertif
Stuart, Gail. 2003. Buku Saku Keperawatan Jiwa.
(meminta, menolak, Jakarta: EGC
mengungkap)
d) Spiritual
c. Evaluasi:
Evaluasi keberhasilan tinda-
kan keperawatan yang sudah
di lakukan untuk pasien gang-
guan sensori persepsi halusi-
nasi adalah sebagai berikut:
a) Pasien mampu men SDKI h 312 Jakarta:PPNI
Asuhan Keperawatan pa- genal halusinasi Keliat, dkk. 2011. Keper
4. sien dengan Resiko Perilaku b) Menerapkan 4 cara awatan Kesehatan
Jiwa Komunitas. h.
kekerasan (RPK) mengontrol halusinasi:
c) Menghardik halusinasi
d) Mematuhi program 182. Jakarta : EGC
pengobatan
e) Bercakap dengan orang
lain di sekitarnya bila
timbul halusinasi
f) Menyusun jadwal
kegiatan dari bangun
tidur di pagi hari
sampai mau tidur pada
malam hari selama 7
hari dalam seminggu
dan melaksanakan
jadwal tersebut secara
mandiri
g) Menilai manfaat cara
mengontrol halusinasi
dalam mengendalikan
halusinasi
Asuhan Keperawatan 1) Data focus DPD: SDKI h 240 Jakarta:PPNI E. Lingkup dan Isi Materi Manajemen
5 pasien dengan Defisit a) Defisit Kebersihan Keperawatan
Diri : kebersihan diri, Keliat, dkk. 2011. Keper
perawatan diri berdandan / berhias, awatan Kesehatan E.1. Konsep dasar manajemen Keperawatan
b) Makan dan minun Jiwa Komunitas. h.
secara mandiri, BAB 221. Jakarta : EGC No Sub Topik Element Rujukan
dan BAK tidak pada Nursalam (2011), Mana
tempatnya dan tidak Keliat, dkk. 2011. Keper 1) Langkah-langkah peren
membersihkan diri awatan Kesehatan canaan jeman Keperawatan:-
setelah BAB dan BAK Jiwa Komunitas. h. a) Menentukan prioritas Jakarta. Salemba
233. Jakarta : EGC b) Menetapkan tujuan medika
2) Tindakan Perawatan c) Menentukan kriteria Potter dan Perry (2010),
Defisit perawatan diri : hasil Fundamental of nurs-
a) Melatih cara perawatan d) Menentukan rencana ing: Jakarta , EGC
kebersihan diri tindakan
b) Melatih berdandan / e) Perencanaan pulang Rujukan
berhias
c) Melatih makan dan 2) Manfaat dokumentasi
minun secara mandiri keperawatan
d) mengajarkan melaku a) Format /model doku
kan BAB dan BAK mentasi keperawatan:
mandiri P.O.R
b) P.I.E
3) Evaluasi Kemampuan Pasien
Dalam Defisit Perawatan
Diri
Contoh Soal, Kunci Jawaban, Pembahasan dan 1 Majemen asuhan keper-
Rujukan awatan
1. Seorang perempuan usia 38 tahun dirawat di E.2. Fungsi Manajemen
RSJ, sejak 6 hari yang lalu. Hasil pengkaji-
an suka menyendiri dan jarang ngobrol dengan No Sub Topik Element
teman-temannya dengan alasan malas ngobrol.
Tampak lebih banyak tiduran, tidak mau melaku- 1 Perencanaan Klasifikasi tingkat ketergantun- Nursalam (2011), Ma
kan aktifitas diruangan. Apakah masalah keper- gan pasien najeman Keperawatan:
awatan utama pada kasus tersebut? Jakarta, Salemba
1) Minimal care / Medika
a. Resiko perilaku kekerasan self care
b. Defisit perawatan diri Swanburg (1994),Kepemi
c. Harga diri rendah 2) Partial care /interme mpinan dan Mana-
diet care jemen Keperawatan,
Jakarta, EGC
3) Total care /Intensive
care Agus Kuntoro (2010),
Manajemen Keper-
awatan, Yogyakarta :
Mulia Medika
19 Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
2 Pengorganisasian Model praktek keperawatan Ratna Sitorus (2007). tasikan tindakan keperawatan berdasarkan kasus
professional Praktek keperawatan Profe- diatas?
sional. Jakarta: EGC
1) Metode fungsional a. sebagai alat komunikasi antar perawat dan
2) Metode Tim Nursalam (2011). Manaje tenaga kesehatan lain
3) Metode kasus men Keperawatan: Jakarta :
4) Metode primer Salemba Medika b. merupakan catatan otentik dari penerrapan
5) Metode moduler manajemen askep
Marquis dan Huston (2010).
3 Pelaksanaan Prosedur timbang terima/ Kepemimpinan dan Manaje- c. menerapkan sistem dokumentasi keper-
overan men Keperawatan. Jakarta: awatan dengan benar
EGC
1) Tujuan d. salah satu bentuk kegiatan perencanaan
2) Prosedur Agus kuntoro (2010), keperawatan
3) Pelaksanaan Manajemen Keperawatan.
Jogyakarta : Mulia Medika e. salah satu bentuk kegiatan keperawatan
4 Pengawasan 1) Tujuan supervise
2) Cara supervise Nursalam (2002). Manaje- Kunci Jawaban : A
men Keperawatan. Jakarta:
Salemba Medika Pembahasan:
Nursalam (2011). Manaje- Manfaat dokumentasi keperawatan adalah sebagai
men Keperawatan. Jakarta: alat komunikasi perawat dan tenaga kesehatan lain-
Salemba Medika nya, sebagai dokumentasi legal dan mempunyai nilai
hukum, meningkatkan mutu peayanan keperawatan,
Nursalam (2011). Manaje- sebagai Rujukan pembelajaran dalam peningkatan
men Keperawatan. Jakarta: ilmu keperawatan dan mempunyai nilai riset peneli-
Salemba Medika tian dan pengembangan keperawatan.
Agus Kuntoro (2010), Ma- Rujukan :
najemen Keperawatan, Jog-
yakarta: Mulia Medika Nursalam (2011), Manajemen Keperawatan
(hal. 124), Jakarta : Salemba Medika
E.3. Manajemen Konflik
No Sub Topik Element Rujukan
1 Strategi penyelesaian 1) Negosiasi Gillies (2004), Nursing
konflik 2) Kolaborasi Manajemen : A system
approach, WB saunders
Company , Philadelphia
Nursalam (2011). Manaje-
men Keperawatan. Jakarta:
Salemba Medika
2 Katagori konflik 1) Intra personal Swanburg (1994), Kepemi-
2) Interpersonal mpinan dan Manajemen
3) Inter group Keperawatan, Jakarta
: EGC
Marquis dan Huston
(2010), Kepemimpinan dan
Manajemen Keperawatan,
Jakarta : EGC
E.4. Mutu pelayanan keperawatan
No Sub Topik Element Rujukan F. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan Gawat
Indikator mutu pelayanan
keperawatan 1) Keselamatan Pasien Nursalam (2011), Manaje-
2) Perawatan Diri men Keperawatan, Jakarta ,
1 3) Kepuasan pasien Salemba Medika
4) Kenyamanan
Kepuasan pelanggan 5) Kecemasan Darurat
6) Pengetahuan
2 F.1. Kegawatan Kardiovaskuler
Cara mengukur kepuasan pasien
1) Tangible No Sub Topik Element Rujukan
2) Reliability
3) Responsiveness
4) Assurance
5) Emphaty
Contoh Soal, Kunci Jawaban, Pembahasan dan 1. Focus primary survey: Pamela S.Kidd, Patty Ann
Rujukan ABCD Sturt, Yulia Fultz (2011);
a). Karakteristik nyeri pedoman keperawatan
1. Sebagai perawat pelaksana di ruang bedah mem- a. Akut MCI/IMA, pada MCI Emergency; bab 5 penerbit
berikan perawatan luka pada pasien yang men- 1 b. Hipertensi b). Factor risiko MCI EGC
galami trauma. Setelah melakukan tindakan c). Mengkaji akumulasi
perawatan luka, perawat pelaksana tersebut men- c. Gagal jantung, cairan dalam tubuh BTCLS Ambulance 118
dokumentasikan tindakan keperawatan di status (2011) dan Hipgabi (2015)
pasien. Apakah manfaat perawat mendokumen- 2. Tindakan: FKUI (2001)
a). Batasi aktivitas Penatalaksanaan kedaru-
b). monitor ratan bidang penyakitdalam
hemodinamik Susan B. Stillwell (2011);
c). tehnik relaksasi Pedoman Keperawatan
d). beri O2 kritis
e). Pemberian Anti
nyeri
f). rekaman EKG
g). pemeriksaan Lab
enzym jantung
h). Rontgen thorax
i). Pemberian Lasix
j). Mengukur intake dan
output
Back 20
Program Studi DIII Keperawatan
No Sub Topik Element Rujukan
3. Evaluasi indikator: 1. Focus pengkajian: Paula K. (2009); Askep
a). Hemodinamik Gawat Darurat bab v
stabil a). skala dan lokasi nyeri Susan B. Stillwell (2011);
b). nyeri berkurang, Pedoman Keperawatan
c). keseimbangan abdomen, kritis hal 221
cairan
d). ketentuan boleh b). mual muntah,
pulang /rawat inap
dan apabila kritis panas
dirujuk ke ICU
c). perdarahan
saluran cerna.
d). Kesadaran :
gelisah
2. Tindakan:
a). atasi nyeri,
a. Apendeksitis akut, b). pasang NGT
F.2. Kegawatan Pernafasan 1 b. kolik abdomen, perdarah c). konsul ahli bedah,
an saluran cerna d). hidrasi cairan
No Sub Topik Element Rujukan parenteral,
a. Gagal napas, 1.Fokus pengkajian : primary Paula K. Skep. MA (2009); e). cegah infeksi,
1 b. obstruksi jalan napas, survey: Askep Gawat Darurat
Susan B. Stillwell (2011); f). turunkan suhu
c. status asmatikus a). Airway dan Pedoman Keperawatan
b). breathing: look, kritis tubuh/kompres
Pamela S.Kidd, Patty Ann
listen dan feel, Sturt, Yulia Fultz (2011); 3. Evaluasi
kemampuan pedoman keperawatan
bernapas,sianotis, Emergency; bab 5 penerbit a). nyeri teratasi
tanda gagal nafas EGC
c). Cirkulation b). perdarahan
d). disability/
defibrillation teratasi
2. Intervensi & implementasi:
a). bebaskan jalan c). pembedahan bila
napas, posisi
extensi, finger diperlukan dapat
swap
b). suction terlaksana
c). pasang OPA
d). pemberian Oksigen F.6. Kegawatan perkemihan
kanul/ masker
e). oksimetri, No Sub Topik Element Rujukan
f). kolaborasi intubasi,
g). pemeriksaan lab a. Kolik batu ginjal, 1. Fokus pengkajian: Paula K. (2009); Askep
AGD 1 b. retensi urine, a). tanda tanda kolik, Gawat Darurat bab VI
h). cito thorax foto b). lokasi kolik,durasi Musliha (2010);
3. Evaluasi:indicator; c. gagal ginjal akut c). distensi kandung Keperawatan Gawat Daru-
a) Ventilasi stabil, kemih dan jumlah rat bab XIII
b) difusi baik, keluaran urine
c) hemodinamik stabil
pasien pulang, 2. Tindakan
d) pasen kritis dirujuk a). atasi kolik,
ke ICU b). pasang kateter,
c). cek ureum kreatinin,
d). konsul urolog, HD
3. Evaluasi: distensi kandung
kemih, kolik berkurang, rujuk
HD.
F.7. Kegawatan Kegawatan persyarafan
F.3. Kegawatan jantung dan paru/Cardiac Arrest No Sub Topik Element Rujukan
No Sub Topik Element Rujukan 1. Fokus pengkajian: Paula K. (2009); Askep
1 Resusitasi jantung Paru a). tanda tanda khas dari Gawat Darurat
1) Fokus Pengkajian BTCLS Ambulance 118 stroke, Musliha (2010);
2) Primary survey: CABD (2011) dan Hipgabi (2015) 1 a. Stroke, b). GCS Keperawatan Gawat Daru-
Inisial assessment Susan B. Stillwell (2011); b. trauma kepala c). Tingkat kesadaran rat bab XVI
3) Diagnosis cepat sirkulasi Pedoman Keperawatan d). TIK meningkat
dan ventilasi kritis
4) Intervensi & implementasi: Paula K. (2009); Askep 2. Tindakan:
RJP (kompresi 30 : ventilasi 2x) Gawat Darurat a). ukur GCS,
5) Evaluasi setiap 2 menit b). ukur TTV,
sirkulasi dan ventilasi sampai c). monitor
membaik atau meninggal RJP peningkatan TIK
dihentikan. d). cegah injury.
e). konsul neurology
F.4. Kegawatan cairan dan elektrolit
3. Evaluasi:
No Sub Topik Element Rujukan a). Tingkat kesadaran,
1 b). hemodinamik,
c). kerusakan sensori,
Resusitasi jantung Paru d). kemampuan mobilisasi
dan bicara
1) Fokus Pengkajian F.8. Kegawatan sistem endokrin
2) Primary survey: CABD
BTCLS Ambulance 118 No Sub Topik Element Rujukan
Inisial assessment (2011) dan Hipgabi (2015)
3) Diagnosis cepat sirkulasi dan Susan B. Stillwell (2011); a. Ketoasidosis, 1. Fokus pengkajian Paula K (2009); Askep
Pedoman Keperawatan 1 b. hypoglycemia, a). tanda dan gejala khas Gawat Darurat bab VII
ventilasi kritis ketoasidosis Susan B. Stillwell (2011);
4) Intervensi & implementasi: Paula K. (2009); Askep c. hyperglykemia b). penurunan tingkat Pedoman Keperawatan
Gawat Darurat kesadaran kritis hal 257
RJP (kompresi 30 : ventilasi c). napas bau aseton,
2x) d). pernafasan kussmaul
5) Evaluasi setiap 2 menit e). tanda tanda hipo/
sirkulasi dan ventilasi sampai hiperglykemia
membaik atau meninggal RJP
dihentikan. 2. Tindakan:
a). Cek guladarah,
F.5. Kegawatan pencernaan b). Cek aceton urine,
c). Cek AGD,
d). terapi insulin
e). observasi
hemodinamik.
21 Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
3. Evaluasi: e. EKG
a). tingkat kesadaran Kunci Jawaban: A
b). gula darah
c). Perbaikan nafas
F.9. Kegawatan Muskuloskeletal
No Sub Topik Element Rujukan Pembahasan:
Sesuai dengan data pada vignette diatas, prioritas
a. Trauma Kecelakaan Lalu 1. Fokus pengkajian Knell (2011); Asuhan tindakan pertama adalah a (berikan oksigen) karena:
Lintas atau jatuh. a).tanda tanda fraktur, Keperawatan orthopedic pemberian Oksigen, yang bertujuan untuk meningkat-
tertutup dan terbuka, Nurma (2010). kan supply oksigen ke sel sel otot jantung sehingga
b. trauma kepala, b). perdarahan, tanda Asuhan Keperawatan dapat menurunkan rasa nyeri. Tindakan lain diberikan
1 c. trauma dada, infeksi orthopedic setelah Oksigen terpasang.
c). Kemampuan Paula K (2009); Askep
d. trauma abdomen, mobilisasi. Gawat Darurat bab VIII
e. trauma extremitas atas
2.Tindakan
dan bawah a). pembidaian,
b). pasang necolar,
c). rawat luka Rujukan
d). konsul ahli bedah
orthopedic Susan B. Stillwell (2011). Pedoman Keper
e). pemeriksaan lab awatan kritis hal 150
f). persiapan CT Scan,
MRI Ns. Paula Krisanti, Suratun (2017). Asuhan
g). pemberian toxoid /anti Keperawatan Gawat Darurat
tetanus
3. Evaluasi
a). perdarahan,
b). kemampuan gerak
c). Tanda infeksi.
F.10. Kegawatan keracunan
No Sub Topik Element Rujukan
1 a. Keracunan makanan 1) Fokus pengkajian jenis BTCLS ambulance 118 dan G. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan
b. keracunan obat keracunan: Hipgabi (2011) Keluarga
G.1. Asuhan keperawatan individu usia dewasa
a). makanan dengan masalah kesehatan dalam konteks
b). obat keluarga
c). gas.
d). reaksi alergi.
e). tingkat kesadaran
f). pernapasan tidak
teratur sianotis.
2.Tindakan:
a). pasang NGT bilas
lambung,
b). Pemberian O2
nasal kanul, masker
c). Pasang infus
3. Evaluasi;
a).Tingkat kesadaran,
b). Hemodinamik
c). Perdarahan lambung
No Sub Topik Element Rujukan
1) Pengkajian keluarga tahap1
2) Pengkajian keluarga tahap
2 dengan fokus pada 5 tugas
Contoh Soal, Kunci Jawaban, Pembahasan dan keluarga dalam memelihara
Rujukan
klien TBC Paru
1. Seorang laki laki berusia 40 tahun dibawa ke UGD
dengan keluhan: nyeri dada karakteristik seperti 3) Rumusan diagnosa pada
ditusuk, ditekan dan berpindah pindah, banyak
keringat, pasien mempunyai riwayat MCI. Hasil individu TBC Paru
pemeriksaan fisik; TD 90/60 mmHg, frekuensi
nadi 96x/menit, Suhu 38.0C frekuensi napas 26x/ 4) Perencanaan asuhan pada
menit tidak teratur, pada anamnesa. Manakah tin-
dakan pertama yang tepat untuk klien tersebut? individu TBC paru dan kelu-
a. berikan oksigen arganya
b. pasang infus
c. cek CK/MB 5) Tidakan keperawatan
d. anti nyeri
langsung pada individu TBC
suhan keperawatan individu paru di rumah
1 dengan masalah kesehatan 6) Mencakup tidakan keper
TBC Paru di keluarga awatan yang bersifat promotif,
preventif, kuratif.
7) Tindakan mencakup : Riasmini, M. (2017).
Batuk efektif, pemeliharaan Panduan Asuhan Keper-
lingkungan, tidakan mence- awatan individu, keluarga,
gah penularan kepada anggota kelompok, dan komunitas
keluarga lain. dengan modifikasi NAN-
8) Pemberdayaan keluarga DA, ICNP,NOC dan NIC di
dalam merawat individu TBC Puskesmas dan masyarakat,
dan Jakarta, Penerbit UI
Paru di rumah
9) Evaluasi hasil asuhan
keperawatan klien TBC Paru
di rumah.
1) Pengkajian keluarga tahap 1
2) Pengkajian keluarga tahap
2 dengan fokus pada 5 tugas
Asuhan keperawatan keluarga dalam memelihara
2 individu dengan masalah klien Diabetes Melitus
kesehatan Diabetes Melitus 3) Rumusan diagnosa pada
(DM) di keluarga individu DM
4) Perencanaan asuhan pada
individu DM dan keluarganya
Back 22
Program Studi DIII Keperawatan
5) Tidakan keperawatan 7) Tindakan keperawatan
langsung pada individu DM prioritas: Edukasi keluarga,
di rumah mencakup tidakan kebutuhan makanan/kalori
keperawatan yang bersifat anak , menu makanan anak,
promotif, preventif, kuratif. cara menarik anak agar mau
makan, pemberian suplemen
6) Tindakan mencakup : Penga bagi anak
wasan diet, Pemberian insulin,
edukasi, senam kaki 8) Pemberdayaan keluarga da
lam merawat individu hiper-
7) Pemberdayaan keluarga tensi di rumah
dalam merawat individu DM
di rumah melalui edukasi. 9) Evaluasi asuhan hasil keper
awatan anak gizi kurang/bu-
8) Evaluasi hasil asuhan ruk di rumah
keperawatan Diabetes Melitus
di rumah 1) Pengkajian keluarga tahap1
1) Pengkajian keluarga tahap1 2) Pengkajian keluarga tahap
2) Pengkajian keluarga tahap
2 dengan fokus pada 5 tugas
2 dengan fokus pada 5 tugas
keluarga dalam memelihara keluarga dalam memelihara
klien hipertensi
3) Rumusan diagnosa pada anak yang mengalami ISPA
individu hipertensi
4) Perencanaan asuhan pada 3) Rumusan diagnosa pada
individu hipertensi dan kel-
uarganya individu anak yang mengala-
5) Tidakan keperawatan
langsung pada pasen hiperten- mi ISPA
si di rumah
6) Mencakup tiNdakan keper- 4) Perencanaan asuhan pada
awatan yang bersifat promotif,
preventif, kuratif. individu anak dengan mas-
7) Tindakan keperawatan
prioritas: Edukasi keluarga, alah ISPA dan keluarganya
diet hipertensi, senam relak-
sasi progresif, pengobatan 5) Tidakan keperawatan
hipertensi
Asuhan keperawatan 8) Pemberdayaan keluarga da langsung pada anak ISPA di
lam merawat individu hiper-
3 individu dengan masalah tensi di rumah 2 Asuhan keperawatan anak rumah
kesehatan hipertensi di 9) Evaluasi hasil asuhan keper dengan masalah ISPA di 6) Mencakup tidakan keper
awatan klien hipertensi di keluarga
keluarga rumah awatan yang bersifat promotif,
preventif, kuratif.
1) Pengkajian keluarga tahap1
2) Pengkajian keluarga tahap 7) Tindakan keperawatan priori
2 dengan fokus pada 5 tugas tas: Edukasi keluarga, fisio-
keluarga dalam memelihara
klien post stroke therapi dada pada anak, pen-
3) Rumusan diagnosa pada
pasen post stroke gaturan posisi untk ventilasi
4) Perencanaan asuhan pada
individu post stroke dan kel- maksimum, kompres pada
uarganya
5) Tidakan keperawatan anak, pemberian nutrisi yang
langsung pada individu hiper-
tensi di rumah mencukupi.
6) Mencakup tidakan keper
awatan yang bersifat promotif, 8) Pemberdayaan keluarga
preventif, kuratif.
7) Tindakan keperawatan pri dalam merawat anak dengan
oritas: Edukasi keluarga,
ROM pasif dan aktif, diet, masalah ISPA di rumah
mobilisasi.
8) Pemberdayaan keluarga 9) Evaluasi asuhan hasil keper
dalam merawat individu post
stroke di rumah awatan anak dengan masalah
9) Evaluasi hasil asuhan keper
awatan post stroke di rumah ISPA di rumah
1) Pengkajian keluarga tahap1
2) Pengkajian keluarga tahap
2 dengan fokus pada 5 tugas
keluarga dalam memelihara
anak yang mengalami Diare
3) Rumusan diagnosa pada
individu anak yang mengala-
mi Diare
Asuhan keperawatan 4) Perencanaan asuhan pada
individu dengan masalah individu anak dengan masalah
kesehatan post stroke di
4 Diare dan keluarganya
keluarga 5) Tidakan keperawatan
langsung pada anak Diare di
3 Asuhan keperawatan anak rumah
dengan diare di keluarga 6) Mencakup tidakan keper
awatan yang bersifat promotif,
preventif, kuratif.
7) Tindakan keperawatan
prioritas: Edukasi keluarga,
pemenuhan kebutuhan cairan
dan elektrolit (LGG), monitor-
ing status hidrasi
8) Pemberdayaan keluarga
dalam merawat anak dengan
masalah Diare di rumah
G.2. Asuhan keperawatan individu usia anak 9) Evaluasi asuhan hasil keper
dalam konteks keluarga
awatan anak dengan masalah
ISPA di rumah
No Sub Topik Element Rujukan G.3. Asuhan keperawatan idividu usia remaja
dalam konteks keluarga
1) Pengkajian keluarga tahap1
2) Pengkajian keluarga tahap No Sub Topik Element Rujukan
2 dengan fokus pada 5 tugas
keluarga dalam memelihara
anak gizi buruk/kurang Riasmini, M. (2017). 1) Pengkajian keluarga tahap1
3) Rumusan diagnosa pada indi Panduan Asuhan Keper- 2) Pengkajian keluarga tahap
1 Asuhan keperawatan anak vidu anak Gizi kurang/buruk awatan individu, keluarga, 2 dengan fokus pada 5 tugas Riasmini, M. (2017).
dengan masalah Gizi ku- 4) Perencanaan asuhan pada kelompok, dan komunitas keluarga dalam memelihara Panduan Asuhan Keper-
rang / buruk di keluarga dengan modifikasi NAN- Asuhan keperawatan anak yang menyalah gunakan awatan individu, keluarga,
individu anak gizi kurang/ DA, ICNP,NOC dan NIC di remaja penyalahguna obat NAPZA kelompok, dan komunitas
buruk dan keluarganya (NAPZA) 3) Rumusan diagnosa pada dengan modifikasi NAN-
individu anak yang menyalah- DA, ICNP,NOC dan NIC di
5) Tidakan keperawatan Puskesmas dan masyarakat, 1 kangunakan NAPZA Puskesmas dan masyarakat,
4) Perencanaan asuhan dan Jakarta, Penerbit UI
langsung pada individu anak dan Jakarta, Penerbit UI pada individu remaja yang
gizi kurang/buruk di rumah
6) Mencakup tidakan keper
awatan yang bersifat promotif,
preventif, kuratif. menyalahgunakan NAPZA
dan keluarganya
23 Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
5) Tidakan keperawatan makannya tersendiri agar tidak dipakai oleh
langsung pada individu rema- anaknya.
ja penyalahgunaan NAPZA Kunci Jawaban : D
di rumah
Pembahasan:
6) Mencakup tidakan keper
awatan yang bersifat promo- Penularan penyakit TBC Paru terjadi utamanya
tif, preventif, kuratif. melalui media udara (airborne). Tindakan lain tidak
efektif dan dapat menimbulkan masalah baru dalam
7) Tindakan keperawatan priori keluarga apalagi dilakukan diawal. Imunisasi efektif
tas: Edukasi keluarga, rujukan hanya bagi dua anaknya, tetapi anggota keluarga lain
tidak terlindungi. Tindakan awal yang tepat adalah
8) Pemberdayaan keluarga edukasi cara menghindarkan pencegahan, tindakan
dalam merawat anak remaja ini merupakan payung dari tindakan lain.
yang menyalahgunakan
NAPZA di rumah Rujukan:
9) Evaluasi asuhan hasil keper Sarwono, Ilmu Penyakit Dalam Kementerian
awatan anak dengan masalah
ISPA di rumah. Kesehatan RI (2012). Pedoman Nasional Pen-
gendalian Tuberkulosis, Depkes RI : Jakarta
1) Pengkajian keluarga tahap1
2) Pengkajian keluarga tahap
2 dengan fokus pada 5 tugas
keluarga dalam memelihara
kesehatan reproduksi anak
remaja.
3) Rumusan diagnosa pada indi
vidu anak remaja yang
kurang memahami tentang
kesehatan reproduksi remaja.
4) Perencanaan asuhan pada
individu remaja yang kurag
memahami dan menerapakan
kesehatan reproduksi remaja.
Asuhan Keperawatan 5) Tidakan keperawatan
2 remaja yang kurang me- langsung pada individu rema-
mahami tentang kesehatan ja penyalahgunaan NAPZA
reproduksi di rumah
6) Mencakup tidakan keper
awatan yang bersifat promo-
tif, preventif.
7) Tindakan keperawatan
prioritas: Edukasi keluarga
tentang pemeliharaan keseha-
tan reproduksi remaja
8) Pemberdayaan keluarga da
lam merawat anak remaja
yang kurang memahami H. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan
Gerontik
kesehatan reproduksi remaja H.1. Perubahan fisiologi dan psikologi lansia
di rumah
9) Evaluasi hasil asuhan asuhan
keperawatan remaja.
Contoh Soal, Kunci Jawaban, Pembahasan dan No Sub Topik Element Rujukan
Rujukan
1 a. sistem pencernaan Jaime L.stocklager, (2008).
Buku saku asuhan Keper-
b. sistem pernafasan awatan Geriatric. edisi 2.
Jakarta: EGC.
c. sistem perkemihan,
Maryam, R.Siti.(2008).
1. Seorang ibu berusia 28 tahun dengan TBC paru d. sistem kardiovaskuler, Mengenal Usia Lanjut dan
sudah 1 bulan menjalani pengobatan di Puskes- Perawatannya. Jakarta :
mas. Dia tinggal bersama suami dan dua anak bal- e. sistem endokrin, Salemba Medika. Hal
ita berusia 4 tahun dan 2 tahun yang imunisasinya
tidak lengkap. Kedua anaknya tampak sehat na- f. sistem musculoscletal, Nasrullah,D. (2014). Etika
mun agak kurus. Manakah dari tindakan keper- Dan Hukum keperawatan.
awatan awal yang paling tepat untuk mencegah g. sistem pendengaran 1) Proses perubahan Jakarta: Trans Info Media.
penularan dalam keluarga ? dan penglihatan. 2) Keluhan/Tanda gejala
2 Etik legal terkait pemberian 3) Dampak perubahan
asuhan keperawatan terkait
topic:
a. Beneficience
b. Maleficience
c. Justice
d. Veracity
e. otonomi
H.2. Asuhan keperawatan lansia dengan ganggu-
an sistem perkemihan
a. Membawa anaknya ke Puskesmas untuk No Sub Topik Element Rujukan
dilakukan test mantoux
1) Fokus Pengkajian: Jaime L.stocklager. (2008).
b. Mengisolasi 2 orang anak balitanya untuk
tidak kontak dengan ibu Z 2) FaKtor resiko, kemampuan edisi 2. Jakarta : EGC.
c. Membawa 2 orang anak balitanya untuk fungsional dan disfungsional
mendapat imunisasi BCG di Puskesmas
berkemih, Perubahan perilaku, Martono, Hadi dan Kris-
d. Mengajarkan Ibu Z cara-cara menghindari
penularan kuman TB Observasi lingkungan,data Pranarka.(2015). Buku Ajar
e. Mengajarkan ibu Z untuk memisahkan alat laboratorium. Boedhi-Darmojo Geriatri
3) Prioritas masalah keper (Ilmu Kesehatan Usia
awatan pada lansia dengan in- Lanjut). Edisi V. Bagian 2
Asuhan keperawatan pada continensia urin hal 246-261, Jakarta : Balai
1 lansia dengan incontinensia 4) Perencanaan asuhan pada Penerbit FKUI..
urin lansia dengan incontinensia
urin Riasmini, M (2017), Pan-
5) Prinsip tindakan keperawatan duan Asuhan keperawatan :
langsung pada lansia dengan individu, Keluarga, Kelom-
incontinensia urin meliputi: pok, dan Komunitas dengan
a) Meminimalisir faktor modifikasi NANDA,
resiko ICNP, NOC, dan NC. Di
b) Modifikasi lingkungan Puskesmas dan Masyarakat.
Jakarta, Penerbit UI.
Back 24
Program Studi DIII Keperawatan
c) Batasi minum sore dan 9) Evaluasi hasil keperawatan
malam hari lansia dengan DM.
d) Latihan otot dasar H.6. Asuhan keperawatan lansia dengan ganggu-
panggul (kegel exercise) an musculoskeletal
e) Evaluasi hasil keper
awatan lansia dengan
incontinensia urin
H.3. Asuhan keperawatan lansia dengan ganggu- No Sub Topik Element Rujukan
an sistem kardiovaskuler
1) Fokus Pengkajian Martono, Hadi dan Kris
No Sub Topik Element Rujukan 2) Nyeri Sendi, Kekakuan Pranarka.(2015).Buku Ajar
Boedhi-Darmojo Geriatri
1) Fokus Pengkajian Martono, Hadi dan Kris sendi, Pembengkakan Sendi, (Ilmu Kesehatan Usia Lan-
Perubahan gaya Jalan, Gang- jut).Edisi V.Jakarta : Balai
2) Faktor resiko Pranarka.(2015). guan Fungsi Penerbit FKUI. Bagian 3
3) Faktor risiko. kelainan hal 462-468.
3) Keluhan spesifik Buku Ajar Boedhi-Darmojo endokrin (misalnya diabetes
mellitus) dan kelainan primer Riasmini, M (2017), Pan-
4) Tanda gejala Geriatri (Ilmu Kesehatan sendi, riwayat arthritis, pola duan Asuhan keperawatan
nutrisi peningkatan berat :individu, Keluarga, Kelom-
5) Komplikasi hipertensi Usia Lanjut). Edisi V. Jakar- badan, pola aktivitas, pening- pok, dan Komunitas dengan
katan suhu tubuh, kecemasan. modifikasi NANDA,
6) Prioritas masalah keper ta : Balai Penerbit FKUI. 1 Askep lansia dengan Hasil laboratorium hematologi ICNP, NOC, dan NC. Di
osteoarthritis 4) Prioritas masalah Puskesmas dan Masyarakat.
awatan lansia dengan hiper- Bagian 3 hal 537 keperawatan lansia dengan Jakarta, Penerbit UI.
osteoarthritis
tensi 5) Prinsip tindakan keperawatan
langsung pada lansia dengan
7) Perencanaan asuhan pada Riasmini, M (2017), Pan- osteoarthritis:
lansia dengan hipertensi duan Asuhan keperawatan : a) Kurangi pergerakan
sendi yang sakit
1 Asuhan keperawatan lansia 8) Prinsip tindakan keperawatan individu, Keluarga, Kelom- b) Kompres hangat/ dingin
c) Massage lembut
dengan hipertensi pada lansia dengan hipertensi pok, dan Komunitas dengan d) ROM
6) Evaluasi hasil keperawatan
meliputi: modifikasi NANDA, lansia dengan osteoarthritis
a) Edukasi klien pem ICNP, NOC, dan NC. Di
batasan diet garam atau Puskesmas dan Masyarakat.
lemak, jangan gunakan Jakarta, Penerbit UI.
garam pengganti.
b) Tehnik relaksasi
c) Olah raga
d) Kontrol tekanan darah H.7. Asuhan keperawatan lansia gangguan pers-
yarafan
9) Evaluasi hasil keperawatan
lansia dengan hipertensi.
H.4. Asuhan keperawatan lansia dengan ganggu- No Sub Topik Element Rujukan
an sistem kardiovaskuler
1) Fokus Pengkajian Martono, Hadi dan Kris
No Sub Topik Element Rujukan 2) Perubahan perilaku Pranarka.(2015).Buku Ajar
3) fungsi kognitif Boedhi-Darmojo Geriatri
1) Fokus Pengkajian Martono, Hadi dan Kris 4) Tanda gejala (Ilmu Kesehatan Usia Lan-
5) Pemeriksaan MMSE jut).Edisi V.Jakarta : Balai
2) Faktor resiko Pranarka.(2015). 6) Prioritas masalah keper Penerbit FKUI. Bagian 2
hal 218-225.
3) Keluhan spesifik Buku Ajar Boedhi-Darmojo awatan demensia
7) Perencanaan asuhan Jaime L.stocklager, (2008).
4) Tanda gejala Geriatri (Ilmu Kesehatan Buku saku asuhan Keper-
keperawatan pada lansia awatan Geriatric. edisi 2.
5) Komplikasi hipertensi Usia Lanjut). Edisi V. Jakar- Asuhan keperawatan pada dengan demensia Jakarta: EGC.
lansia dengan demensia 8) Prinsif tindakan keperawatan
6) Prioritas masalah keper ta : Balai Penerbit FKUI. 1 langsung pada lansia dengan
demensia meliputi:
awatan lansia dengan hiper- Bagian 3 hal 537
a) Latihan fisik
tensi b) Pelihara life style
c) Kembangkan hoby
7) Perencanaan asuhan pada Riasmini, M (2017), Pan- d) Terapi kognitif
9) Evaluasi hasil keperawatan
lansia dengan hipertensi duan Asuhan keperawatan : lansia dengan demensia.
1 Asuhan keperawatan lansia 8) Prinsip tindakan keperawatan individu, Keluarga, Kelom-
dengan hipertensi pada lansia dengan hipertensi pok, dan Komunitas dengan
meliputi: modifikasi NANDA,
a) Edukasi klien pem ICNP, NOC, dan NC. Di
batasan diet garam atau Puskesmas dan Masyarakat.
lemak, jangan gunakan Jakarta, Penerbit UI.
garam pengganti.
b) Tehnik relaksasi Contoh Soal, Kunci Jawaban, Pembahasan dan
Rujukan
c) Olah raga
d) Kontrol tekanan darah
9) Evaluasi hasil keperawatan
lansia dengan hipertensi.
H.5. Asuhan keperawatan lansia dengan ganggu- 1. Seorang Laki-laki berusia 65 tahun tinggal di
panti. Hasil pengkajian didapatkan data kadang
an sistem endokrin sulit menahan BAK, kadang ngompol sebelum
sampai kekamar mandi terutama pada malam hari.
No Sub Topik Element Rujukan Hasil pemeriksaan : TD:130/80 mmHg, BB 65kg,
TB 165 cm. Apakah tindakan pertama perawat un-
1) Fokus Pengkajian tuk kasus tersebut ?
1 Asuhan keperawatan lansia 2) Faktor resiko Martono, Hadi dan Kris a. Latihan otot pelvis
dengan diabetes melitus 3) Keluhan spesifik Pranarka.(2015).Buku Ajar b. Modifikasi lingkungan
4) Tanda gejala Boedhi-Darmojo Geriatri c. Kontrol ketahanan berkemih
5) Komplikasi diabetes (Ilmu Kesehatan Usia d. Pertahanan keseimbangan cairan
6) Prioritas masalah keper Lanjut). Edisi V. Bagian 3 e. Kurangi minum pada malam hari
hal 4384 - 446. Jakarta :
awatan lansia dengan diabetes Balai Penerbit FKUI.
7) Perencanaan asuhan pada
Riasmini, M (2017), Pan-
lansia dengan diabetes melitus duan Asuhan keperawatan :
8) Prinsip tindakan keperawatan individu, Keluarga, Kelom-
pok, dan Komunitas dengan
langsung pada lansia` dengan modifikasi NANDA,
diabetes melitus meliputi: ICNP, NOC, dan NC. Di
5 pilar perawatan DM Puskesmas dan Masyarakat.
Jakarta, Penerbit UI.
a) Monitor gula darah
b) Olah raga
c) Diet
d) Obat-obatan
e) Pendidikan kesehatan
f) Latihan senam kaki
25 Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
Kunci Jawaban : E I.2. Aplikasi asuhan keperawatan komunitas
dengan pendekatan pada kelompok khusus
Pembahasan: No Sub Topik Element Rujukan
Sistem perkemihan lansia mengalami penurunan
yang akibat degeneratif korteks serebri menyebab- Asuhan keperawatan 1) Pengkajian fokus pada Achyar komang ayu
kan jumlah nefron berkurang, aliran darah ke ginjal kelompok usia balita dengan .H.(2014) Asuhan Keper-
menurun. Otot otot saluran perkemihan mengalami 1 komunitas pada kelompok masalah gizi kurang / buruk : awatan Komunitas . Jakarta.
hipertropi dan otot dasar panggul mengalami kelema- usia balita dengan masalah a) Study dokumentasi : EGC
han /relaksasi sulit menahan BAK, terjadi kontrak- Data KMS, jumlah
si saat pengisian kandung kemih sehingga langsung gizi kurang /buruk balita, data SKDN Anderson, Elizabeth & Mc.
berespon untuk berkemih. Untuk dapat meminimal- b) Angket: pengetahuan, Farlane, Judith. (2011).
kan lansia ngompol malam hari maka langkah perta- sikap dan perilaku ibu Community as partner: The-
ma yang perlu dicoba adalah pembatasan minum ter- balita ory and practice in nursing,
utama malam hari. Langkah yang lain diperhitungkan c) Observasi lingkungan / (6th ed). Philadelphia:
sesuai hasil pengkajian lengkap kemudian. wienshield survey Lippincottt Willims &
d) Wawancara: Kader, ibu Wilkins.
Rujukan : balita, tokoh masyarakat
Martono, Hadi dan Kris Pranarka (2015). Buku Ajar Efendy dan Ferry Makhfud-
2) Diagnosa Kep.komunitas li. (2009).Keperawatan kes-
Boedhi-Darmojo Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia fokus pada masalah balita ehatan komunitas teori dan
Lanjut). Edisi V Hal 246 - 261. Jakarta : Balai Pe- gizi kurang / buruk prakik dalam keperawatan.
nerbit FKUI. Jakartasalemba medika
3) Strategi intervensi
I. Lingkup dan Isi Materi Keperawatan keperawatan komunitas : Riasmini, M. (2017).
Komunitas a) Prevensi primer : Panduan Asuhan Keper-
I.1. Konsep dasar keperawatan komunitas - Pendidikan keper awatan;individu, keluarga,
awatan kelompok, dan komunitas
- Identifikasi faktor dengan modifikasi NAN-
resiko DA, ICNP,NOC dan NIC di
- Intervensi professional Puskesmas dan masyarakat,
keperawatan Jakarta, Penerbit UI
b) Prevensi sekundair:
- Screning kesehatan Herdman, T.Heather
usia balita gizi kurang NANDA Diagnosis
/ buruk Keperawatan: Definisi &
- Identifikasifaktor Klasifikasi 2015-2017 EGC
resiko Standar Diagnosis Keper-
c) Prevensi tersier: awatan Indonesia: Difinisi
- Pendokumentasian dan indicator Diagnostik.
- Pencatatan kasus / Tim Pokja SDKIDPP
insiden
- Rujukan Nasrulloh.D. (2014). Etika
dan Hukum Keperawatan,-
4) Fokus kegiatan keperawatan Jakarta,Trans info media
komunitas
Notoatmodjo, S.
- Proses kelompok (2007). Promosi kesehatan
- Pendidikan keperawatan & ilmu perilaku. Jakarta:
- Intervensi professional Rineka Cipta.
keperawatan DPP PPNI (2017). Pedoman
- Kemitraan/kerjasama Perilaku sebagai Penjabaran
- Pemberdayaan Kode Etik Keperawatan,
(empowerment) Jakarta, DPP. PPNI.
5) Evaluasi
No Sub Topik Element Rujukan 6) Etik Legal terkait pemberian
asuhan Keperawatan kelompok
a. Filosofi keperawatan Achyar, Komang ayu, H. usia balita dengan gizi
komunitas (2014). Asuhan Keper- a. Beneficience
awatan Komunitas. Jakarta b. Maleficience
b. Paradigma keperawatan : EGC c. Justice
komunitas d. Veracity
Anderson, T.E., McFar- e. Otomi
c. Pengertian keperawatan lane,J. (2007). Buku ajar
1 Konsep keperawatan komunitas: keperawatan komunitas a. Pengkajian fokus pada kelom Achyar komang
komunitas teori dan praktik Edisi 3. pok balita dengan masalah ayu.H.(2014) Asuhan
d. Tujuan keperawatan Jakarta: EGC ISPA : Keperawatan Komunitas .
komunitas Asuhan keperawatan a. Study dokumentasi : Data Jakarta.EGC
Stanhope, M, & Lancast- KMS,jumlah balita,data
e. Sasaran keperawatan er,J. (2000). Community 2 komunitas pada kelompok SKDN Anderson, Elizabeth & Mc.
komunitas and public health nursing. usia anak sekolah dengan b. Angket : pengetahuan,sikap Farlane, Judith. (2011).
The Mosby Tear Book: dan perilaku masyarakat Community as partner: The-
f. Peran dan fungsi perawat St.Louis. masalah penyakit ISPA c. Observasi lingkungan/ ory and practice in nursing,
keperawatan komunitas : wienshield survey (6th ed). Philadelphia:
2 Konsep PHC Anderson, T.E., McFar- d. Wawancara: Kader, tokoh Lippincottt Willims &
g. Fokus kegiatan keperawatan lane,J. (2007). Buku ajar masyarakat Wilkins.
komunitas keperawatan komunitas
teori dan praktik: Edisi 3. b. Diagnosa Kep.komunitas Efendy dan Ferry Makh-
a. Pengertian Jakarta: EGC fokus pada masaah balita fudli. (2009).Keperawatan
b. Tujuan ISPA kesehatan komunitas teori
c. Fungsi Stanhope, M, & Lancast- dan prakik dalam keper-
d. Tiga unsur PHC er,J. (2000). Community c. Strategi intervensi keper awatan.Jakarta.salemba
e. Prinsip PHC and public health nursing. awatan komunitas : medika 2009
f. Posyandu The Mosby Tear Book: a) Prevensi primer :
g. Posbindu St.Louis. (10th ed). UK: - Pendidikan keperawatan Riasmini, M. (2017).
- Identifikasi faktor resiko Panduan Asuhan Keper-
Wiley Blackwell - Intervensi professional awatan;individu, keluarga,
Pedoman Umum Penge- keperawatan kelompok, dan komunitas
lolaan Posyandu. (2011). b) Prevensi sekundair: dengan modifikasi NAN-
Jakarta: Departemen - Screniing kesehatan usia DA, ICNP,NOC dan NIC di
Kesehatan RI balita gizi kurang / Puskesmas dan masyarakat,
buruk , Jakarta, Penerbit UI
- Identifikasi faktor resiko
c) Prevensi tersier: Herdman, T.Heather
- pendokumentasian NANDA Diagnosis
- pencatatan kasus/ insiden Keperawatan: Definisi &
- rujukan Klasifikasi 2015-2017 EGC
Back 26
Program Studi DIII Keperawatan
d. Fokus kegiatan keperawatan Standar Diagnosis Keper- 1) Pengkajian fokus pada Achyar komang ayu.H.
komunitas: awatan Indonesia: Definisi
- Proses kelompok dan indicator Diagnostik. kelompok anak remaja den- (2014) Asuhan Keper-
- Pendidikan keperawatan Tim Pokja SDKIDPP
- Intervensi professional Library of Conggress Cata- gan masalah merokok: awatan Komunitas . Jakarta.
keperawatan loging in Publication
- Kemitraan/kerjasama a) Study dokumentasi : Data EGC
- Pemberdayaan (empow Data. (2013). Nursing
erment ) intervention classification jumlah remaja di masing 2 Anderson, Elizabeth & Mc.
(NIC). (5th ed). St.Louis:
e. Evaluasi Elsevier Mosby wilayah, RT, RW. Farlane, Judith. (2011).
f. Etik Legal terkait pemberian Library of Conggress Cata-
loging in Publication b) Angket : pengetahuan,per Community as partner: The-
asuhan Keperawatan kelom-
pok usia balita dengan gizi Data. (2013). Nursing ilaku sikap merokok ory and practice in nursing,
a. Beneficience outcome classification
b. Maleficience (NOC). (5th c) Observasi lingkungan / (6th ed). Philadelphia:
c. Justice
d. Otomi Riasmini, M. (2017). wienshield survey : Lippincottt Willims &
Panduan Asuhan Keper-
awatan;individu, keluarga, Karakteristik lingkungan Wilkins.
kelompok, dan komunitas
dengan modifikasi NAN- ,kegiatan remaja . Efendy dan Ferry Makhfud-
DA, ICNP,NOC dan NIC di
Puskesmas dan d) Wawancara ; Kader, li.(2009).Keperawatan kese-
Nasrulloh.D. (2014). Etika petugas kesehatan, tokoh hatan komunitas teori dan
dan Hukum Keperawatan,
Jakarta, Trans info media masyarakat prakik dalam keperawatan.
Notoatmodjo, S.
(2007). Promosi kesehatan 2) Diagnosa Keperawatan Jakarta. Salemba medika
& ilmu perilaku. Jakarta:
Rineka Cipta. komunitas fokus pada Riasmini, M. (2017).
masalah anak remaja dengan Panduan Asuhan Keper-
perilaku merokok awatan individu, keluarga,
3) Strategi intervensi keper kelompok, dan komunitas
awatan komunitas: dengan modifikasi NAN-
a) Prevensi primer : DA, ICNP,NOC dan NIC di
- Pendidikan keperawatan Puskesmas dan masyarakat,
- Intervensi professional Jakarta, Penerbit UI
Asuhan keperawatan keperawatan Herdman, T.Heather
komunitas pada kelompok b) Prevensi sekundair: NANDA Diagnosis
4 usia remaja dengan masalah - Screniing kesehatan Keperawatan: Definisi &
perilaku merokok pada remaja Klasifikasi 2015-2017 EGC
remaja - Identifikasi faktor resiko Standar Diagnosis Keper-
c) Prevensi tersier: awatan Indonesia: Definisi
- pendokumentasian dan indicator Diagnostik.
- pencatatan kasus / Tim Pokja SDKIDPP
insiden Library of Conggress
- rujukan Cataloging in Publication
Achyar komang ayu 4) Fokus kegiatan keperawatan Data. (2013). Nursing
.H.(2014) Asuhan Keper- komunitas intervention classification
awatan Komunitas . Jakarta.
a. Pengkajian fokus pada EGC - Proses kelompok (NIC). (5th ed). St.Louis:
kelompok dewasa dengan
masalah DBD - Pendidikan keperawatan Elsevier Mosby
- Intervensi professional Library of Conggress Cata-
1) Study dokumentasi : Data Anderson, Elizabeth & Mc. keperawatan loging in Publication Data.
jumlah penderita DBD di Farlane, Judith. (2011).
masing 2 wilayah,RT,RW. Community as partner: The- - Kemitraan/ kerjasama (2013). Nursing outcome
ory and practice in nursing,
2) Angket : pengetahuan ttg (6th ed). Philadelphia: - Pemberdayaan (empow- classification (NOC).
penyakit DBD, kemampuan Lippincottt Willims &
mengenal secara dini ttg Wilkins. erment ) Riasmini, M. (2017).
tanda gejala DBD, kemam-
puan penduduk pencega- 5) Evaluasi Panduan Asuhan Keper-
6) Etik Legal terkait pemberian awatan;individu keluarga,
asuhan Keperawatan kelom- kelompok, dan komunitas
pok usia balita dengan gizi dengan modifikasi NAN-
han, riwayat menderita Efendy dan Ferry Makhfud- a) Beneficience DA, ICNP,NOC dan NIC di
DBD, upaya 3 M plus li. (2009).Keperawatan kes-
3) Observasi lingkungan / ehatan komunitas teori dan b) Maleficience Puskesmas dan
wienshield survey : Karak- prakik dalam keperawatan.
teristik lingkungan yang Jakarta. Salemba medika c) Justice Notoatmodjo, S.
berisko DBD, kepadatan
d) Veracity (2007). Promosi kesehatan
e) Otomi & ilmu perilaku. Jakarta:
Rineka Cipta
jentik nyamuk, kegiatan Riasmini, M. (2017). 1) Pengkajian fokus pada Achyar komang ayu
jumantik . Panduan Asuhan Keper-
4) Wawancara: Kader, awatan;individu, keluarga, kelompok lansia dengan .H.(2014) Asuhan Keper-
petugas kesehatan, tokoh kelompok, dan komunitas
masyarakat dengan modifikasi NAN- hipertensi awatan Komunitas . Jakarta.
b. Diagnosa Kep.komunitas DA, ICNP,NOC dan NIC di
fokus pada masalah DBD Puskesmas dan masyarakat, a) Study dokumentasi : Data EGC
c. Strategi intervensi keper Jakarta, Penerbit UI
awatan komunitas : KMS,jumlah balita,data
SKDN Anderson, Elizabeth & Mc.
b) Angket: pengetahuan,sikap Farlane, Judith. (2011).
dan perilaku masyarakat Community as partner: The-
a) Prevensi primer : terkait dengan merokok ory and practice in nursing,
- Pendidikan keperawatan
Asuhan keperawatan komu- - Intervensi professional Herdman, T.Heather c) Observasi lingkungan / (6th ed). Philadelphia:
3. nitas pada masalah dewasa keperawatan NANDA Diagnosis (Keper-
awatan: Definisi &Klasifi- wienshield survey Lippincottt Willims &
penyakit DBD b) Prevensi sekundair: kasi). 2015-2017 EGC
d) Wawancara ; Kader, lansia, Wilkins.
tokoh masyarakat
- Screniing kesehatan 2) Diagnosa Kep.komunitas Yogiantoro, M. 2014.
penyakit DBD
Library of Conggress Cata- fokus pada masalah lansia Pendekatan Klinis Hiper-
- Identifikasi faktor resiko loging in Publication
c) Prevensi tersier: Data. (2013). Nursing dengan hipertensi tensi, dalam Siti, S., dkk,
intervention classification
- Pendokumentasian (NIC). (5th ed). St.Louis: 3) Strategi intervensi keper Buku ajar ilmu penyakit
- Pencatatan kasus / Elsevier Mosby
awatan komunitas : dalam (hlm. 2259-2313).
insiden
a) Prevensi primer :
- Rujukan Library of Conggress Cata- Asuhan keperawatan komu- - Pendidikan keperawatan Riasmini, M. (2017).
d. Fokus kegiatan keperawatan loging in Publication Data. 5 nitas pada kelompok lansia - Intervensi professional Panduan Asuhan Keper-
(2013). Nursing outcome keperawatan awatan;individu keluarga,
komunitas classification (NOC). (5th) masalah hipertensi b) Prevensi sekundair: kelompok, dan komunitas
- Proses kelompok
- Pendidikan keperawatan - Screening kesehatan dengan modifikasi NAN-
penyakit hipertensi DA, ICNP,NOC dan NIC di
- Intervensi professional - Identifikasi faktor resiko Puskesmas dan masyarakat,
keperawatan
- Kemitraan/kerjasama Riasmini, M. (2017). c) Prevensi tersier: Jakarta: Penerbit UI
- Pemberdayaan (empow Panduan Asuhan Keper-
erment ) awatan;individ, keluarga, - pendokumentasian
e. Evaluasi kelompok, dan komunitas
f. Etik Legal terkait pemberian dengan modifikasi NAN- - pencatatan kasus / Herdman, T.Heather
asuhan Keperawatan kelom- DA, ICNP,NOC dan NIC di
pok usia balita dengan gizi : Puskesmas dan insiden NANDA Diagnosis
a) Beneficience Nasrulloh.D. (2014). Etika
b) Maleficience dan Hukum Keperawatan, - rujukan Keperawatan: Definisi &
Jakarta,Trans info media
4) Fokus kegiatan keperawatan Klasifikasi 2015-2017 EGC
komunitas
- Proses kelompok Standar Diagnosis Keper-
- Pendidikan keperawatan awatan Indonesia: Difinisi
- Intervensi professional dan indicator Diagnostik.
c) Justice keperawatan Tim Pokja SDKIDPP
d) Veracity
e) Otonomi Notoatmodjo, S. - Kemitraan/ kerjasama
(2007). Promosi kesehatan
& ilmu perilaku. Jakarta: - Pemberdayaan (empow
erment )
Rineka Cipta.
27 Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
5) Evaluasi Library of Conggress Anderson, T.E., McFarlane,J. (2007). Buku ajar
6) Etik Legal terkait pemberian Cataloging in Publication keperawatan komunitas teori dan praktik. Edisi 3.
Data. (2013). Nursing Jakarta: EGC
asuhan Keperawatan intervention classification
kelompok usia lansia dengan (NIC). (5th ed). St.Louis:
hipertensi Elsevier Mosby
a) Beneficience
b) Maleficience Library of Conggress Cata-
c) Justice loging in Publication Data.
d) Veracity (2013). Nursing outcome
e) Otonomi classification (NOC). (5th)
Riasmini, M. (2017).
Panduan Asuhan Keper-
awatan;individu keluarga,
kelompok, dan komunitas
dengan modifikasi NAN-
DA, ICNP,NOC dan NIC di
Puskesmas dan masyarakat,
Jakarta, Penerbit UI
Notoatmodjo, S.
(2007). Promosi kesehatan
& ilmu perilaku. Jakarta:
Rineka Cipta
Contoh Soal, Kunci Jawaban, Pembahasan dan
Rujukan
1. Hasil pengkajian terhadap sebuah Posbindu
ditemukan data sebanyak 54 % dari 70 lansia
mengalami Hipertensi, 53 % tidak menjalankan
pola hidup sehat , 25 % factor herediter. Selanjut-
nya perawat bersama-sama lansia akan melakukan
relaksasi nafas dalam untuk menurunkan ketegan-
gan sehingga diharapkan tekanan darahnya bisa
stabil. Manakah peran yang sedang dilakukan per-
awat dalam kegiatan tersebut ?
a. Educator
b. Advocate
c. collaborator
d. Role model
e. Care provider
Kunci Jawaban: E (care provider)
Pembahasan:
Care provider yaitu pemberi asuhan keperawatan, di-
mana dalam kasus diatas perawat memberikan asu-
han keperawatan dengan cara melatih relaksasi nafas
dalam kepada para lansia
Rujukan :
Achyar, Komang ayu, H. (2014). Asuhan Keper
awatan Komunitas. Hal. 41. Jakarta . EGC.
Back 28
Next
Back
BAB V
LATIHAN SOAL
UJIAN KOMPETENSI NASIONAL
D. III KEPERAWATAN
Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
A. Petunjuk Soal: 2. Seorang laki laki umur 32 tahun di rawat di
1. Periksa kelengkapan dan kejelasan soal RS dengan keluhan sesak nafas setelah makan
2. Bacalah soal dengan cermat dan hati-hati seafood. Pada pemeriksaan fisik ditemukan
3. Mintalah penggantian lembar soal jika tidak bunyi nafas wheezing, bibir sianosis, retraksi
lengkap atau tidak jelas tulisannya. interkostal, berkeringat dingin dan frekuensi
nafas 30 kali/menit.
B. Petunjuk Pengisian Jawaban: Apakah posisi yang tepat untuk mengatasi
1. Jawablah soal pada lembar jawaban yang masalah oksigenasi pasen tersebut
disediakan
2. Gunakan pensil 2 B pada saat menjawab soal a. Sim kanan
3. Jawab pertanyaan soal dengan memberikan b. Terlentang
tanda bulat hitam pada alternatif jawaban c. Lithotomy
yang tersedia d. High fowler
4. Jawab soal dengan jujur dan percaya diri. e. Tredelenberg
5. Jangan melihat kunci jawaban terlebih dahulu
pada saat menjawab soal. 3. Seorang laki-laki berusia 45 tahun sudah
dirawat 4 hari diRS karena mengalami ben-
Soal: turan pada daerah dada. Hasil pemeriksaan
rontgen menunjukkan pasen mengalami
1. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat hemothoraks. Saat ini pasien dipasang WSD
di rumah sakit, dengan keluhan: sesak nafas untuk mengeluarkan darah dari rongga pleu-
disertai dengan batuk produktif sejak 3 bulan ra dan pada slang WSD tidak tampak adanya
yang lalu dan tidak nafsu makan. Pada pemer- sumbatan/aliran lancar
iksaan fisik: pasen tampak lemas, badan ku-
rus, banyak berkeringat di malam hari, dahak Apakah indikator utama dari perawatan pa-
kental berwarna kehijauan dan frekwensi per- sien tersebut?
nafasan 28 kali/menit.
a. menurunnya keluhan nyeri dada
Apakah prioritas tindakan keperawatan yang b. menurunnya sesak nafas yang dirasakan
harus dilakukan pada kasus di atas? c. tidak ada hambatan dalam pergerakan
otot dada
d. tidak ada tanda-tanda infeksi pada daerah
luka WSD
e. tidak adanya penambahan jumlah darah
dalam botol WSD
a. melatih batuk efektif 4. Seorang laki-laki usia 40 dirawat di RS kare-
b. mengatur posisi semi fowler na mengeluh pusing dan nyeri kepala terus
c. memberikan oksigen melalui nasal canule menerus. Pasen mengatakan sudah menderita
d. memberikan nutrisi tinggi kalori dan ting- hipertensi sejak 5 tahun lalu dan orang tuan-
ya juga meninggal karena hipertensi. Pasen
gi protein memiliki kebiasaan merokok, suka makan
e. memberikan penkes tentang cara mence- makanan yang berlemak dan minum kopi ser-
gah penularan.
Back 29
Program Studi DIII Keperawatan
ta kurang olah raga. 7. Seorang laki-laki usia 25 tahun dirawat di RS
dengan keluhan muntah dan BAB cair lebih
Manakah dari riwayat atau kebiasaan pasen dari 15 kali sejak semalam. Pada pemeriksaan
tersebut yang merupakan faktor resiko hiper- fisik tampak: turgor kulit menurun, mukosa
tensi yang tidak bisa dirubah? bibir kering, kesadaran lethargis, tekanan da-
rah 85/50 mmHg, dan frekuensi nadi 110 kali/
a. kebiasaan makan makanan berlemak menit teraba lemah.
b. kebiasaan minum kopi
c. kebiasaan merokok Apakah prioritas rencana keperawatan yang
d. kurang berolah raga perlu diberikan pada pasen tersebut?
e. riwayat herediter
a. lakukan pemberian cairan infus sesuai
5. Seorang wanita berusia 62 tahun dirawat di dengan program medis.
ruang penyakit dalam karena mengalami nyeri
dada ketika sedang jalan-jalan pagi di seki- b. berikan minum oralit sebanyak 2 liter
tar rumahnya. Nyeri menjalar dari dada kiri c. observasi tingkat kesadaran pasen.
kemudian menyebar ke punggung dan dira- d. observasi tanda-tanda vital.
sakan hilang timbul. Pada pemeriksaan fisik e. observasi intake output.
diperoleh terdengar bunyi jantung tambahan
dan irama irreguler. 8. Seorang laki-laki usia 28 tahun dirawat di RS
dengan keluhan demam selama 7 (tujuh) hari,
Apakah jenis pemeriksaan diagnostik yang badan dirasakan lemah dan tidak ada nafsu
diperlukan untuk memastikan penyebab kelu- makan. Hasil pemeriksaaan fisik ditemukan
han pada pasen tersebut ? suhu tubuh 38.5°C, lidah, kulit, dan rambut
kotor. Hasil lab menunjukkan test widal (+) .
a. pemeriksaan USG jantung Apakah prioritas intervensi yang harus dilaku-
b. pemeriksaan treadmill. kan pada pasen di atas?
c. pemeriksaan rontgen
d. pemeriksaan urine a. berikan nutrisi dengan porsi kecil tapi ser-
e. pemeriksaan EKG ing
6. Seorang perempuan, umur 60 tahun, dirawat b. lakukan kompres dingin pada daerah ke-
di RS karena mengalami gagal jantung. Klien tiak.
mengeluh: kedua kaki bengkak, cepat lelah
dan sesak nafas jika tidur terlentang. c. bantu kebutuhan personal hygene pasen
d. berikan minum air putih 2 liter per hari.
Apakah masalah keperawatan utama pada e. batasi aktifitas pasen
pasen tersebut?
9. Seorang remaja umur 16 tahun, dirawat telah
a. penurunan perfusi jaringan perifer 3 hari di rumah sakit dengan keluhan muntah
b. kelebihan volume cairan tubuh berdarah. Hasil pemeriksaan fisik: keadaan
c. penurunan curah jantung umum lemah, konjungtiva pucat, sklera tidak
d. gangguan istirahat tidur ikterik. Saat ini pasen sedang dipuasakan dan
e. pola nafas tidak efektif telah dilakukan pemasangan NGT. Perawat
bermaksud memantau ketepatan posisi NGT
tersebut.
30 Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh c. kulit dan sklera tidak ikterik
perawat ? d. berat badan pasen meningkat
e. hasil pemeriksaan Lab: HBSAg (-)
a. melakukan auskultasi udara yang dima-
sukan ke dalam NGT 12. Seorang perempuan berusia45 tahun di rawat
di RSkarena mengeluh nyeri setelah BAK dis-
b. mengukur panjang slang NGT yang akan ertai ada darah dan butiran batu dalam urine
dimasukan. nya. Hasil pemeriksaan fisik tampak kandung
kemih bengkak, warna urine kemerahan, jum-
c. memberikan pelumas/jelly pada ujung lah urine out put 400 cc/24 jam, serta pasen
NGT tampak gelisah dan berkeringat dingin.
d. mengukur tanda-tanda vital Apakah prioritas tindakan keperawatan pada
e. mendengarkan bising usus kasus tersebut?
10. Seorang laki-laki dirawat selama 5 hari di RS a. menenangkan kondisi pasen.
karena menjalani operasi appendictomy. Klien b. memenuhi rasa nyaman pasen.
mengeluh nyeri ringan. Pada pemeriksaan c. mengobservasi urine output pasen.
fisik diperoleh terdapat luka operasi di daerah d. melakukan pemasangan folley catheter
kwadran kanan bawah abdomen yang masih e. Memberikan minum minimal 2 liter/hari
basah.
Apakah prioritas tindakan keperawatan yang
harus dilakukan pada kasus di atas?
a. mengatasi masalah nyeri dengan teknik 13. Seorang laki-laki berusia 55 tahun di rawat di
relaksasi RSkarena baru 6 jam lalu menjalani operasi
pengangkatan batu kandung kemih. Pada saat
b. melatih mobilisasi dan ambulasi dari tem- dikaji klien mengeluh nyeri dan saat ini se-
pat tidur. dang menjalani pembersihan kandung kemih
dengan irigasi catheter, urine tampak berwar-
c. mencegah infeksi pada dengan melaku- na merah dan bercampur dengan bekuan da-
kan perawatan luka. rah.
d. mencegah terjadinya kambuh dengan Apakah prioritas tindakan keperawatan pada
memberikan pendidikan kesehatan. kasus tersebut?
e. memenuhi kebutuhan ADL: dengan mem-
bantu kebutuhan personal hygene pasen
11. Seorang perempuan usia 18 tahun dirawat di a. mempertahankan kelancaran irigasi
RS karena mengeluh mual dan badan terasa le- catheter
mas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan: kulit
dan sklera ikterik, dan berat badan menurun, b. memenuhi kebutuhan sehari-hari pasen.
suhu tubuh 37,8 oC. Hasil pemeriksaan darah c. melakukan observasi tanda-tanda vital.
HBSAg (+). d. mengajarkan relaksasi atau distraksi
e. membatasi aktivitas pasen.
Apakah indikator utama keberhasilan pera- 14. Seorang laki-laki umur 65 tahun dirawat di RS
watan pada kasus di atas? karena telah menjalani operasi pengangkatan
prostat akibat BPH. Pada pengkajian diper-
a. suhu tubuh normal oleh data: pasen terpasang folley catheter su-
b. tidak terjadi penularan
Back 31
Program Studi DIII Keperawatan
dah 2 minggu, warna urine kuning jernih dan a. intoleransi aktivitas
pada hari ini pasen direncanakan akan dilaku- b. pola nafas tidak efektip
kan pelepasan folley catheter. c. kelebihan volume cairan
d. penurunan perfusi jaringan
Apakah prioritas intervensi keperawatan pada e. nutrisi kurang kebutuhan tubuh
pasen tersebut?
a. berikan penjelasan tentang perawatan di 17. Seorang perempuan umur 63 tahun dirawat
rumah. di RS karena menderita Gagal ginjal kronik.
Hasil pemeriksaan fisik diperoleh data: pasen
b. anjurkan pasen untuk memperbanyak mi- tampak sesak, bunyi nafas ronchi dan edema
num. anasarca. Urine output selama 24 jam adalah
300 cc dan berat badan klien 50 Kg.
c. larang pasen melakukan hubungan sexual
Berapakah jumlah maksimal cairan yang
d. siapkan alat untuk pelepasan catheter. diberikan kepada pasen tersebut selama 24
jam?
e. lakukan bladder training.
15. Seorang perempuan umur 55 tahun dirawat di a. 300 cc
ruang penyakit dalam akibat menderita glo- b. 500 cc
merulonefritis kronik. Berdasarkan hasil pe- c. 800 cc
meriksaan fisik diperoleh data: pasen tampak d. 1000 cc
sesak, anoreksia, mulut dan nafasnya tercium e. 1200 cc
bau ureum serta terdapat edema di seluruh tu-
buh. 18. Seorang laki-laki umur 60 tahun dirawat di
RS, karena menderita stroke infark. Pada
Apakah prioritas masalah keperawatan pada pengkajian diperoleh data:tingkat kesadaran
kasus di atas? stuporus, bunyi nafas terdengar ngorok, lemah
tubuh sebelah kanan, reflek menelan menurun
a. gangguan pertukaran gas O2 dan CO2 dan terdapat parese pada otot wajah.
b. nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
c. gangguan integritas kulit. Apakah masalah keperawatan utama pada
d. kelebihan volume cairan. pasien tersebut?
e. aktivitas intolerance.
a. bersihan jalan nafas tidak efektip.
16. Seorang perempuan umur 63 tahun dirawat di b. gangguan perfusi jaringan otak.
RS karena mengalami edema seluruh tubuh. c. kerusakan komunikasi verbal
Hasil pemeriksaan fisik diperoleh data: pasen d. kerusakan mobilisasi tubuh
tampak sesak, conjungtiva pucat, mulut dan e. gangguan asupan nutrisi.
nafasnya tercium bau ureum serta urine out-
put 250 cc/24 jam. Hasil pemeriksaan dokter 19. Seorang laki-laki umur 56 tahun dirawat di
pasen mengalami gagal ginjal kronik. RS, karena menderita stroke perdarahan. Pada
pengkajian diperoleh data: tingkat kesada-
Apakah masalah keperawatan utama pada ran coma, pupil mata anishokor, bunyi na-
pasen tersebut? fas terdengar ngorok, TD = 200/120 mmHg,
32 Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
frekuensi nadi 112 kali/menit, frekuensi nafas a. E1 M2 V1
35 kali/menit dan suhu 38,3 oC. Sekarang anda b. E1 M2 V3
sedang memperbaiki posisi pasen. c. E2 M4 V2
d. E3 M4 V3
Apakah posisi yang paling tepat untuk pa- e. E2 M5 V5
sien tersebut?
22. Seorang laki-laki umur 35 tahun dirawat di RS
a. pasen diposisikan duduk karena mengalami trauma kepala. Pada saat
b. terlentang datar tanpa bantal. dikaji pasien hanya bisa membuka mata den-
c. miring ke kiri/ke kanan setiap 2 jam. gan rangsang suara sambil tangannya berusa-
d. kepala lebih rendah 15 – 30 derajat tubuh ha melokalisasi rangsang nyeri yang diberikan
dan pasien mengeluarkan suara yang membi-
pasen. ngungkan.
e. kepala lebih tinggi 15 – 30 derajat dari
tubuh pasen
20. Seorang wanita umur 35 tahun sudah 3 hari Berapakah nilai total GCS pasen tersebut?
dirawat di RS karena menderita meningitis
serosa, untuk memastikan penyakit tersebut a. 15
dokter akan melakukan pemeriksaan lumbal b. 14
punksi tapi klien gelisah, menangis dan me- c. 13
nolak tindakan. d. 12
e. 11
Apakah tindakan pertama yang harus perawat
lakukan untuk menghadapi klien tersebut? 23. Seorang laki-laki usia 63 tahun dirawat di RS
karena mengeluh lemas, pusing disertai sering
a. lapor kepada dokter penanggung jawab kencing dan haus. Pada pemeriksaan fisik di-
untuk memberikan obat penenang. peroleh data kesadaran lethargis, badan tam-
pak kurus, kulit pruritus, TD 100/60 mmHg,
b. biarkan klien untuk mengekspresikan frekuensi nadi 68 kali/menit, frekuensi nafas
keinginannya sampai klien tenang. 18 kali/menit dan suhu tubuh 36,7 oC.
c. lakukan restrain supaya klien tidak geli- Manakah data spesifik yang menunjukkan
sah dan berhenti menangis. pasen kemungkinan mengalami DM?
d. libatkan suami atau orang tua klien untuk a. Kulit pruritus dan badan kurus
menenangkan nya. b. Lethargis dan kulit pruritus
c. Badan kurus dan lethargis
e. lakukan informed consent kepada pasen d. Sering kencing dan haus
e. Pusing dan lemas
21. Seorang laki-laki umur 30 tahun dirawat di
RS karena mengalami trauma kepala. Pada 24. Seorang perempuan umur 56 tahun dirawat
saat dikaji pasien hanya bisa membuka mata di RS karena mengalami DM type II. Pasen
dengan rangsang nyeri sambil tangannya be- mengeluh lapar, haus, sering kencing dan
rusaha menghindari rangsang nyeri dan pa- lemas. Pada pemeriksaan fisik diperoleh data:
sien mengeluarkan suara yang tidak jelas atau BB 40 Kg TB 166 cm, mukosa bibir kering
mengerang.
Berapakah komposisi nilai GCS pasen terse-
but?
Back 33
Program Studi DIII Keperawatan
dan terdapat luka (gangraen) didaerah jari Apakah jenis pemeriksaan lab/diagnostik spe-
kaki. Pasen mendapatkan therapi insulin dan sifik yang diperlukan pada kasus di atas?
saat ini anda akan melakukan injeksi insulin
sesuai dengan program therapi. a. USG.
b. urine lengkap
Apakah tindakan yang harus dilakukan per- c. darah lengkap
awat sebelum melakukan injeksi insulin? d. photo Rontgen
e. Kadar T3 dan T4
a. menghitung intake output
b. mengobservasi tanda-tanda vital 27. Seorang laki-laki usia 49 tahun dirawat di RS.
c. mengecek tingkat kesadaran pasen Klien mengeluh sulit menggerakan tungkai
d. memastikan makanan sudah siap berada kanan setelah mengalami benturan. Pada pe-
meriksaan sendi terdapat keterbatasan gerak
di meja pasen dan pada saat diminta tungkai nya digerakan:
e. memberikan pendidikan kesehatan ten- pasen tidak dapat menahan gravitasi.
tang diet pada pasen DM. Berapakah nilai kekuatan otot pasen tersebut?
a. 0
25. Seorang perempuan umur 65 tahun dirawat di b. 1
RS karena ada gangraen/ulkus pada ibu jari c. 2
kaki nya. Pasen mengatakan sudah menderita d. 3
DM selama 7 tahun, tetapi tidak rutin kontrol/ e. 4
memeriksa gula darah, masih sering makan
melebihi ketentuan diet, dan jarang melaku-
kan olahraga.
Apakah indikator utama keberhasilan per- 28. Seorang laki-laki usia 34 tahun sudah 14 hari
awatan pada kasus di atas? dirawat di RS setelah dilakukan operasi pe-
masangan plat/pin pada tungkai bawah sebe-
a. pasen melakukan olah raga secara teratur. lah kanan akibat fraktur. Saat dikaji pasien
b. luka gangraen di ibu jari kaki sembuh/ti- mengeluh nyeri ringan dan sudah diperbole-
hkan latihan berjalan dengan menggunakan
dak diamputasi. kruk. Saat ini anda sedang melatih pasen
c. pasen taat terhadap program diit yang ha- menggunakan kruk.
rus dijalankannya Bagaimanakah posisi kaki pasen yang sakit
d. pasen melaksanakan kontrol gula darah saat berjalan dengan menggunakan kruk?
secara rutin setiap bulan a. berada di belakang kruk
e. adanya perubahan perilaku positip pasen b. maju sejajar dengan kruk
c. diayun mengikuti arah kruk
terkait dengan penyakit nya. d. menjadi tumpuan saat melangkah
e. diberi tumpuan dengan menggunakan
26. Seorang perempuan umur 46 tahun dirawat di
RS karena pada daerah leher bagian depann- kruk
ya mengalami pembengkakan dan menonjol
kedepan sebesar bola tenis. Pasen mengeluh
nyeri saat menelan. Pada pemeriksaan fisik:
mata tidak tampak menonjol dan tidak didapa-
tkan palpitasi atau berkeringat banyak.
34 Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
29. Seorang perempuan, berumur 45 tahun, a. observasi intake output
dirawat di ruang perawatan orthopedi. Pa- b. lakukan rehidrasi cairan
sien mengeluh nyeri pada lutut kiri. Pada pe- c. penuhi rasa nyaman pasen
meriksaan fisik ditemukan pembengkakan di d. observasi tanda-tanda vital
paha kanan dekat lutut. Tekanan darah 90/70 e. lakukan perawatan luka bakar
mmHg, Suhu 38 oC, frekuensi nadi 120 x/
menit. 32. Seorang perempuan usia 30 tahun berat badan
50 kg dirawat di RS karena menderita luka ba-
Apakah masalah keperawatan prioritas pada kar. Dari data pengkajian didapatkan adanya
pasien tersebut? luka bakar grade II di dada 7 %, kedua lengan
4 % punggung 25 %. Pasen rencananya mau
a. nyeri akut dilakukan pemasangan infuse RL untuk men-
b. kecemasan gatasi gangguan kebutuhan cairan.
c. intoleransi aktivitas
d. takut akan kehilangan Berapakah jumlah cairan yang harus diberi-
e. gangguan mobilitas fisik kan kepada pasen selama 24 jam pertama?
30. Seorang Laki-laki usia 30 tahun dirawat di RS a. 3600 ml
karena luka bakar. Perawat melakukan peng- b. 4800 ml
kajian untuk menentukan derajat luka bakar c. 6000 ml
tersebut dan diperoleh data yaitu: bagian yang d. 7200 ml
terkena seluruh epidermis dan sebagian der- e. 8400 ml
mis, luka tampak pucat, kering, berlilin dan
tidak memutih serta nyeri saat ditekan. 33. Seorang laki-laki usia 35 tahun datang ke poli
kulit dengan keluhan kulitnya sudah lama
Apakah derajat luka bakar yang dialami pa- mengalami gatal gatal di seluruh bagian kulit
sien tersebut? nya. Pada saat pengkajian ditemukan adanya
dermatitis dengan krusta yang mulai menger-
a. derajat I ing.
b. derajat II-a
c. derajat II-b Apakah prioritas tindakan keperawatan untuk
d. derajat II-c mengatasi krusta pada pasen diatas ?
e. derajat III
a. lakukan kompres basah terbuka
31. Seorang laki-laki 27 tahun dirawat 1 hari di RS b. lakukan kompres kering terbuka
karena menderita luka bakar. Pasen mengeluh c. lakukan kompres basah tertutup
nyeri berat dengan skala 8, pada pemeriksaan d. lakukan kompres basah tertutup
fisik didapatkan luka bakar derajat II dengan e. lakukan kompres hangat terbuka
luas 35 %. BB = 50 Kg, TD = 80/60 mmHg,
urine output 500 cc/24 jam, frekuensi nadi 96 34. Saat ini sebagai perawat, anda sedang mem-
kali/menit dan frekuensi nafas 26 kali/menit, berikan transfusi darah pada pasien anemia.
suhu 37,1 oC. Tiba-tiba pasien mengeluh pusing, menggigil
dan gatal-gatal pada seluruh badan.
Apakah prioritas utama rencana keperawatan
untuk kasus di atas? Apakah tindakan pertama yang akan anda
Back 35
Program Studi DIII Keperawatan
lakukan ketika menghadapi kondisi tersebut? 37. Seorang laki-laki umur 65 tahun dirawat di
RS mata karena mengeluh penglihatan mata
a. mengukur tanda-tanda vital. kanannya buram. Ketika saudara periksa visus
b. menghentikan transfusi darah. diperoleh hasil bahwa pasen hanya bisa meli-
c. memberikan oksigen 2 liter/menit hat cahaya.
d. melapor kepada dokter penanggung jawab
e. memberikan obat anti histamin sesuai ha- Berapakah nilai visus mata kanan pasen?
sil kolaborasi. a. 6/6
b. 5/6
35. Anda sedang merawat pasen yang diduga c. 3/6
mengalami HIV (+). Saat ini pasen merasa d. 1/6
khawatir sekali dengan penyakitnya karena e. 1/~
merasa semua orang menjauhinya. Dari data
fisik ditemukan adanya erosi pada mukosa 38. Seorang perempuan umur 60 tahun dirawat
mulut, bercak hitam pada bibir dan makula setelah menjalani operasi katarak pada mata
hiperpigmentosa pada seluruh tubuh. kiri nya. Pada saat diperiksa tampak mata kiri
tertutup verban, pasen kelihatan bingung dan
Apakah prioritas intervensi keperawatan pada bertanya apa yang harus dilakukan setelah op-
kasus di atas? erasi, serta khawatir mata nya tetap tidak bisa
melihat.
a. lakukan perawatan luka
Apakah prioritas tindakan yang harus dilaku-
b. tingkatkan imunitas pasen kan perawat pada kasus tersebut?
c. cegah terjadinya penularan a. memonitor tanda-tanda vital pasen
b. mengganti verband mata kiri pasen.
d. berikan rasa nyaman kepada pasen c. menganjurkan pasen untuk istirahat
d. memberikan penjelasan tentang per-
e. berikan dukungan emosi pada pasen
awatan post operasi
36. Seorang laki-laki usia 25 tahun dirawat di RS e. melaporkan kondisi pasen kepada dokter
karena menderita HIV (+)/AIDS akibat peng-
gunaan narkoba melalui jarum suntik. Dari yang mengoperasinya
data fisik ditemukan adanya erosi dan bercak
hitam pada mukosa mulut dan genital, diare, 39. Seorang laki-laki umur 18 tahun datang ke
kesadaran lethargis dan badan tampak kurus. Poliklinik THT mengeluh pendengaran nya
menurun. Anda melakukan test garpu tala
Apakah indikator evaluasi keperawatan pada dengan menggetarkan garpu tala dan mele-
kasus di atas? takan tangkainya pada tulang mastoid dan
setelah tidak terasa getarannya segera dipin-
a. pasen sembuh dari penyakit nya dahkan ke depan telinga, pasen masih bisa
b. pasen berhenti menggunakan narkoba. mendengar jelas getaran tersebut.
c. tidak terjadi penularan pada orang lain.
d. tanda dan gejala yang ada pada pasen hi- Apakah interpretasi hasil dari test garpu tala
tersebut:
lang.
e. pasen tabah dan memiliki harapan yang 36 Next
realistis.
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
a. Weber (-) pada tanggal 12 Maret 2017 merupakan awal
b. Weber (+) menstruasi dan merupakan menstruasi terakh-
c. Rhinne (-) irnya. Ibu ingin mengetahui apakah dirinya
d. Rhinne (+) hamil atau tidak.
e. Scwabach (+)
Apakah yang akan anda lakukan pada ibu
40. Seorang perempuan umur 20 tahun datang ke tersebut?
Poliklinik THT mengeluh nyeri telinga dan
pendengaran nya menurun, setelah berenang a. Melakukan pemeriksaan kehamilan
di sungai. Pada pemeriksaan fisik dari lubang melalui pemeriksaan USG
telinga keluar cairan kuning dan bau, daun tel-
inga tampak bengkak dan kemerahan. Pasen b. Menganjurkan ibu untuk memeriksakan
bertanya kenapa ini bisa terjadi dan malu den- kehamilan melalui sampel darah
gan telinga nya.
c. Memintanya untuk melakukan pemerik-
Apakah prioritas masalah pada kasus di atas? sakan kehamilan melalui sample urin
a. cemas d. Menyarankan melakukan screening terh-
b. nyeri akut adap kemungkinan adanya gangguan re-
c. kurang pengetahuan produksi
d. gangguan pendengaran
e. gambaran diri menurun e. Menyampaikan kepada ibu menunggu 1
bulan lagi untuk melihat tanda dan gejala
41. Seorang ibu hamil 28 minggu dilakukan pal- lainnya muncul
pasi leopold, kemudian ibu merasakan tidak
nyaman pada perutnya. Saat dilakukan palpa- 43. Seorang ibu datang ke poli kandungan untuk
si teraba kontraksi dan ibu dianjurkan untuk memeriksakan kehamilannya. Ibu menga-
relaksasi dan nafas dalam. Selain itu menge- takan usia kehamilannya menginjak 7 bulan,
luh terjadi perubahan pada wajahnya terutama mengeluh sulit BAB. Ibu mengatakan pola
pada pipi terdapat bercak kehitaman yang se- BAB sebelum hamil tidak ada masalah yaitu
makin gelap dan banyak. rutin setiap hari, tetapi saat ini BAB 3 atau
kadang 4 hari sekali. Ibu mengatakan cairan
Apakah perubahan yang terjadi pada wajah yang ibu minum cukup sekitar 8 gelas sehari
ibu tersebut ? bahkan lebih.
a. Striae lividae Apakah masalah keperawatan yang utama un-
b. Striae albican tuk masalah ibu tersebut ?
c. Linea nigra
d. Linea alba a. Risiko konstipasi
e. Cloasma b. Ketidakseimbangan cairan
c. Risiko intake cairan tidak adekuat
d. Ketidaknyamanan pola BAB karena
adanya haemorroid
e. Defisiensi pengetahuan terkait perubahan
fisiologis sistem pencernaan
42. Seorang ibu pada tanggal 14 April 2017 datang 44. Seorang ibu datang ke poli kandungan dengan
ke poliklinik mengaku terlambat menstrua- keluhan mual dan muntah yang sering terjadi
si selama 4 minggu. Ibu mengatakan bahwa
Back 37
Program Studi DIII Keperawatan
terutama pagi hari disertai pusing. Dilakukan 47. Seorang ibu G2 P1 A0 hamil 27 minggu
pengkajian ibu mengatakan sudah sebulan ini datang ke Puskesmas datang untuk memer-
tidak haid. HPHT menurut ibu tanggal 18 Ok- iksakan kehamilannya, anak pertama berusia
tober 2017. 2,5 tahun. Ibu mengeluh kadang merasa pus-
ing sudah beberapa minggu ini, gerakan janin
Kapankah taksiran persalinan ibu tersebut ? cukup aktif. Hasil pemeriksaan didapatkan
TFU 2 jari diatas pusat, DJJ 140 x/mnt, ede-
a. 25 Juli 2018 ma wajah tidak ada, edema pada pretibia, TD
b. 26 Juli 2018 140/95 mmHg.
c. 25 Juni 2018
d. 27 Juni 2018 Apakah pemeriksaan diagnostik tambahan
e. 14 Juni 2018 yang dapat dilakukan ?
45. Seorang ibu G3P2A0 hamil 29 minggu datang a. Kimia darah
ke Puskesmas. Dilakukan pengkajian dengan b. Protein Urin
tinggi fundus uteri (TFU) 28 cm, dan kepala c. Darah lengkap
berada di bawah spina ischiadika. d. Berat jenis urin
e. Gula darah sewaktu
Berapakah kira-kira usia kehamilannya saat
ini ? 48. Seorang perempuan dengan G2 P0 A1 ham-
il 28 mgg mengeluh keluar darah pervagina
a. 36 minggu tanpa ada rasa nyeri. TTV suhu 36,8°C, Nadi
b. 35 minggu 80 x/mnt, TD 120/70 mm Hg, RR 20 x/mnt.
c. 34 minggu Klien tampak gelisah memikirkan kondisi
d. 33 minggu kehamilannya. Hasil pemeriksaan dinyatakan
e. 32 minggu mengalami perdarahan antepartum.
46. Seorang ibu datang ke puskesmas G1 P0 Apakah yang perlu dikaji lebih lanjut tentang
A0 hamil 33 minggu, mengeluh mengalami perdarahan pada pasien tersebut ?
perdarahan saat bangun tidur namun tidak ada
nyeri. Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut a. Waktu perdarahan, riwayat abortus
dengan USG hasilnya menunjukan plasenta b. Riwayat menstruasi, riwayat abortus
previa marginalis. c. Jumlah perdarahan, warna perdarahan
d. Waktu perdarahan, keluhan saat
Apakah tindakan yang sebaiknya tidak dilaku-
kan pada ibu tersebut ? menstruasi
e. Warna perdarahan, keluhan menjelang
a. Observasi kontraksi
b. Pemeriksaan dalam menstruasi
c. Palpasi manuver leopold
d. Pemeriksaan tinggi fundus 49. Seorang ibu 27 tahun, G2 P1 A0 hamil 38
e. Mengukur Tanda-tanda vital minggu, datang ke puskesmas pukul 16.00.
Kemudian dilakukan pemeriksaan didapatkan
TFU 36 cm, ibu mengeluh sudah mulas-mu-
las namun belum teratur sejak 10 jam yang
lalu. Ibu mengatakan mules-mules 2-3x setiap
38 Next
Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional
10 menit selama 20 detik, selain itu ibu juga didapatkan TD 120/78 mmHg, N 78 x/mnt, Sh
mengeluh sudah keluar lendir bercampur da- 36oC, RR 18 x/mnt, TB 143 cm, BB 53 kg,
rah. Saat dilakukan periksa dalam sudah ada TFU 30 cm, tafsiran berat janin 2700 gram.
pembukaan 2 cm, serviks tipis dan mendatar, Hasil pemeriksaan dalam pembukaan 2 cm.
ibu meringis.
Apakah faktor passager yang harus dikaji leb-
Apakah Diagnosa keperawatan utama pada ih lanjut pada persalinan pervaginam ?
kasus diatas ?
a. Ukuran janin
a. Cemas berhubungan dengan mulainya pe- b. Psikologis ibu
salinan c. Bentuk panggul
d. Karakteristik serviks
b. Nyeri berhubungan dengan peningkatan e. Kekuatan kontraksi ibu
intensitas kontraksi
52. Seorang ibu baru saja melahirkan bayi laki-la-
c. Risiko infeksi berhubungan dengan adan- ki, saat ini sudah dua jam dilakukan observasi
ya pembukaan serviks diruang pemulihan. Ibu merasakan darah kel-
uar cukup banyak dirasakan pembalut penuh,
d. Defisit volume cairan berhubungan den- sudah ganti pembalut namun sekarang sudah
gan peningkatan output cairan terasa keluar darah lagi dan BAK keluar se-
dikit. Hasil pengkajian TTV dalam batas nor-
e. Risiko ketidakseimbangan volume cairan mal, TFU teraba 3 jari diatas pusat, uterus ter-
berhubungan dengan pengeluaran per aba lunak dan agak ke kanan, kandung kemih
vaginam teraba keras.
50. Seorang ibu G1 P0 A0 hamil 40 minggu, Apakah intervensi prioritas yang dapat diberi-
datang ke puskesmas pk 15.00. TFU 36 cm, kan untuk ibu tersebut?
merasakan mules-mules sudah sering sejak
5 jam yang lalu dan ada rasa seperti ingin a. Observasi tanda-tanda vital
mengejan. Setelah dilakukan observasi his b. Melakukan massage pada uterus
didapatkan his 5x tiap 10 menit selama 48 c. Membantu ibu mengganti pembalut
detik. Klien juga mengatakan sudah ada yang d. Observasi kandung kemih dan lakukan
keluar dari vagina yaitu lendir bercampur da-
rah banyak. Saat dilakukan periksa dalam, kateterisasi
pembukaan lengkap, dan porsio tidak teraba. e. Menjelaskan kepada ibu pentingnya
Berada pada kala berapakah ibu tersebut? mengganti pembalut
a. Kala I 53. Seorang ibu post partum spontan hari ketujuh
b. Kala II melakukan kunjungan ulang untuk memer-
c. Kala III iksakan kondisinya setelah melahirkan. Ibu
d. Kala IV tampak sering menguap dan tampak lelah. Ibu
e. Kala I fase aktif mengatakan kurang tidur dan kurang nafsu
makan, ibu mengatakan yang masak ibu mer-
51. Seorang ibu 28 tahun, G1 P0 A0 hamil 40 tuanya dengan menu yang diperbolehkan han-
minggu datang ke Puskesmas. Mengeluh ya nasi dan sayur-sayuran, karena menurut ibu
mulas-mulas sejak Pk 18.00 dan sudah kelu-
ar lendir bercampur darah. Pemeriksaan fisik
Back 39