The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PEDOMAN_PERSIAPAN_UJI_KOMPETENSI_NASIONAL_PRODI_DIII_KEPERAWATAN_TAHUN_2018

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by miftakhul.khoery, 2020-11-06 02:19:13

PEDOMAN_PERSIAPAN_UJI_KOMPETENSI_NASIONAL_PRODI_DIII_KEPERAWATAN_TAHUN_2018

PEDOMAN_PERSIAPAN_UJI_KOMPETENSI_NASIONAL_PRODI_DIII_KEPERAWATAN_TAHUN_2018

Keywords: pedoman ujikom perawat

Program Studi DIII Keperawatan

mertuannya jika makan telur atau ikan akan menit, dan suhu 36,5oC.
membuat ASI tambah amis dan luka jahitan
lama keringnya. Apakah intervensi keperawatan yang bisa
dilakukan untuk ibu tersebut ?
Apakah yang dapat anda lakukan terkait kasus
tersebut ? a. Menganjurkan ibu untuk relaksasi
b. Melakukan massage pada daerah uterus
a. Menganjurkan ibu untuk tetap mengkon- c. Anjurkan ibu untuk melakukan mobilisasi
sumsi yang disediakan oleh ibu mertua
dini
b. Menjelaskan pentingnya nutrisi sumber d. Mengobservasi adanya tanda-tanda
hewani untuk ibu post partum
perdarahan
c. Menjelaskan cara perawatan bayi dan e. Menghintung banyaknya darah yang kel-
meningkatkan produksi ASI
uar pada pembalut
d. Menjelaskan cara mencukupi kebutuhan
tidur ibu menyusui 56. Seorang bayi perempuan lahir pada tanggal
1 Oktober 2017, pukul 10.35. Bayi saat lahir
e. Memberikan edukasi tentang cara per- menangis kuat, skor APGAR 8/9. Bayi telah
awatan payudara dilakukan IMD, kemudian ditimbang, diukur
PB dan antropometri lainnya. Bayi menangis,
54. Seorang ibu baru saja 2 hari melahirkan anak saat diraba ternyata popok dan bajunya basah.
perempuan. Ibu mengatakan saat anaknya
menangis bingung sekali karena sudah diber- Apakah jenis kehilangan panas badan yang di-
ikan ASI dan popoknya yang basah sudah di- alami bayi tersebut?
ganti. Ibu mengatakan ini merupakan pengala-
man pertama mengurus bayi. a. Radiasi
b. Konveksi
Apakah intervensi keperawatan yang dapat c. Konduksi
diberikan untuk ibu muda tersebut? d. Evaporasi
e. Rehabilitasi
a. Auskultasi suara peristaltik usus
b. Mengobservasi intake dan output cairan 57. Bayi laki-laki baru saja lahir spontan satu jam
yang lalu, gerakan aktif, BB 2450 gram, PB 48
bayi cm, RR 40 x/mnt dengan usia kehamilan 36
c. Bisa diberikan susu formula jika masih minggu. Hasil pemeriksaan fisik tidak ditemu-
kan kelainan.
menangis
d. Memberikan informasi cara mengatasi Apakah tindakan keperawatan yang dapat kita
lakukan selanjutnya ?
bayi menangis
e. Memberikan informasi tentang perawatan a. Dimandikan
b. Pemberian oksigen
bayi baru lahir c. Pemberian antibiotik
d. Dirawat dalam inkubator
55. Seorang ibu post partum 1,5 jam, usia 35 ta- e. Rawat gabung dengan ibunya
hun P3A0 saat ini mengeluh mules didaerah
perut, kontraksi uterus teraba lemah, kandung
kemih kosong ibu sudah BAK ditempat tidur
dengan pispot. TD 110/60 mmHg, frekuensi
Nadi 82 x/menit, frekuensi pernafasan 18 x/

40 Next

Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional

58. Seorang perempuan 49 tahun, sudah mempu- a. n + 9
nyai 2 orang anak, dinyatakan mengidap kank- 2
er serviks dari hasil pemeriksaan PAP smear.
Saat ini yang dirasakan adalah sedih karena b. 2n + 8
dalam keluarga tidak ada yang terkena kanker. c. 8 n + 2
d. 3 X 5 – 7
Apakah penyebab terjadinya kanker serviks e. 3 X BB lahir
pada perempuan ?
61. Seorang bayi laki-laki usia 1 bulan, Hasil
a. Virus HPV pemeriksaan bayi dalam kondisi sehat untuk
b. Banyak pasangan mendapatkan imunisasi BCG . Saudara segera
c. Menikah di usia dini menyiapkan vaksin yang dibutuhkan untuk
d. Personal hygiene buruk bayi tersebut.
e. Pakaian dalam yang lembab
Berapakah dosis yang akan diberikan pada
59. Seorang perempuan 51 tahun, P5A2 datang pemberian imunisasi diatas ?
ke poli Ginekologi karena mengeluh perda-
rahan padahal menurut klien sudah meno- a. 1 cc
pause 6 tahun yang lalu, daerah perut nyeri b. 0,1 cc
dan terasa membesar, pernah mengeluarkan c. 0,5 cc
darah setelah berhubungan, keputihan berbau d. 0,05 cc
sudah satu tahun terakhir, mempunyai riwayat e. 0,01 cc
menggunakan kontrasepsi oral sekitar 20 ta-
hun, orang tua meninggal 2 tahun yang lalu 62. Seorang anak perempuan usia 6 tahun
karena kanker serviks. dirawat hari ke 5 dengan DBD, berdasarkan
hasil pemeriksaan terakhir anak sudah diper-
Apakah pemeriksaan diagnostik yang tepat bolehkan esok hari. Untuk mengatasi kebosa-
untuk mengetahui kondisi diatas ? nan anak selama dirawat saudara memberi-
kan program bermain.
a. Biopsi
b. Kolposkopi Apakah jenis permainan yang tepat untuk
c. Pemeriksaan PAP smear anak tersebut ?
d. Pemeriksaan rontgen paru
e. Pemeriksaan laboratorium khususnya da- a. bola bekel
b. kuda-kudaan
rah lengkap c. boneka panda
d. alat masak-masakan
60. Seorang anak laki-laki usia 4 tahun, dibawa ke e. pensil dan buku gambar
posyandu oleh ibunya untuk mendeteksi tum-
buh kembang anak tersebut. Ibu sangat kuatir 63. Seorang bayi laki usia 5 bulan , untuk men-
karena menurut hasil pengamatannya anaknya gatasi cemas akibat dampak hospitalisasi pada
tambah kurus. anak saudara memberikan mainan .

Bagaimanakah rumus perkiraan BB untuk Apakah jenis permainan yang tepat untuk bayi
anak tersebut ? tersebut ?

Back 41

Program Studi DIII Keperawatan

a. Kotak mainan berwarna warni e. modifikasi lingkungan
b. Balon karet besar ber warna warni
c. Boneka beruang dengan mata kacing 66. Seorang anak laki-laki usia 12 tahun , dirawat
d. Mobil-mobilan dengan remote control dengan DBD , menunjukkan reaksi terhadap
e. Truk kayu yang bisa didorong dan ditarik hospitalisasi dimana saat pasien masuk ke ru-
ang perawatan saudara memperkenalkan diri
64. Seorang anak laki-laki usia 7 tahun, dirawat namun anak tidak berespon, saat akan dilaku-
di rumah sakit untuk yang pertama kali den- kan pengkajian anak tidak kooperatif , bahkan
gan keluhan batuk , panas sudah 3 hari. Un- memalingkan mukanya ke tembok.
tuk mengetahui masalah keperawatan yang
dialami anak , saudara mengumpulkan data Apakah intervensi keperawatan psikososial
dengan melakukan pemeriksaan fisik anak. dan emosional yang dapat saudara berikan
pada kasus diatas ?
Apakah hal yang perlu diperhatikan saat
melakukan tindakan tersebut ? a. tingkatkan latihan fisik dan mobilitas
b. anjurkan keluarga untuk sering berkun-
a. lakukan prosedur traumatic terakhir
b. tingkatkan kerjasama dengan distraksi jung
c. hindari gerakan yang kasar dan mengejut- c. lakukan komunikasi dengan tingkatan

kan remaja
d. minta orang tua untuk melepas pakaian d. bimbing remaja untuk mengembangkan

anaknya sikap yang sehat
e. tenangkan anak dengan sebotol air gula / e. beri kesempatan remaja untuk mengung-

makanan kapkan kecemasannya

65. Seorang bayi laki-laki usia 9 bulan , dirawat 67. Seorang anak perempuan usia 1,5 tahun ,
dengan diare hasil pengkajian KU tampak dirawat dengan keluhan batuk sudah lebih dari
sakit sedang , suhu 38,5 0 C , Nadi 100 X/ 1 bulan , pada sore hari suhu tubuh meningkat
mnt , Frekuensi napas 30 X/mnt. Saat masuk , anak tidak nafsu makan , postur tubuh tam-
ke ruang perawatan bayi menangis terus dan pak kurus . Untuk menegakkan diagnose anak
tidak mau ditidurkan di atas tempat tidur . Un- dilakukan test tuberculin .
tuk memberikan perawatan atraumatic care ,
saudara meminta ibu pasien menemaninya Apakah yang menandakan jika hasil test terse-
saat anak ditidurkan . but positif ?

Apakah prinsip atraumatic yang diterapkan a. daerah sekitar test berwarna merah den-
pada kondisi diatas ? gan diameter > 10 mm

a. meningkatkan kemampuan orang tua b. terjadi pembengkakan dengan diameter
mengontrol keperawatan 15 mm

b. menurunkan dan mencegah dampak perp- c. terjadi penurunan suhu tubuh sampai 36
isahan dari keluarga 0C

c. tidak melakuan kekerasan pada anak d. adanya indurasi dengan diameter 10 mm
d. mencegah atau mengurangi cedera e. terjadi luka yang dalam dan nyeri

42 Next

Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional

68. Seorang anak laki-laki usia 6 tahun dirawat 70. Seorang anak perempuan usia 3 tahun dirawat
dengan keluhan batuk , panas dan sesak na- dengan keluhan batuk, panas dan penurunan
pas. Berdasarkan pengkajian dan analisa data, BB. Berdasarkan anamnesa anak pernah
masalah keperawatan yang ditegakkan: tidak dirawat beberapa bulan yang lalu dengan ka-
efektif bersihan jalan nafas dengan interven- sus yang sama, mendapatkan terapi obat spesi-
si keperawatan saudara melakukan fisiotera- fik hanya ibu sering lupa memberikan kepada
pi dada, dengan salah satu tindakan saudara anaknya. Masalah keperawatan yang ditegak-
melakukan perkusi pada dada atau punggung kan : regimen terapeutik tidak efektif .
anak .
Apakah intervensi prioritas yang dilakukan
Bagaimanakah caranya melakukan tindakan untuk kasus diatas ?
tersebut diatas ?
a. ajarkan orang tua tentang program pen-
a. menggunakan alat khusus sehingga lokasi gobatan dan alasan menjalani pengobatan
dan pengeluaran slym lebih efektif dengan tuntas

b. tehnik pemukulan ritmik dilakukan den- b. beri pendidikan kesehatan cara penanga-
gan telapak tangan yang melekuk nan dan terapi yang harus diberikan pada
anaknya dirumah
c. dilakukan setelah anak menghirup udara
yang dikeluarkan nebulizer c. identifikasi alternative pemberian layanan
yang dapat memberikan pengobatan anak
d. melakukan pemukulan dengan posisi tel- jika diperlukan
apak tangan terbuka lebar
d. ajarkan orang tua untuk mendapatkan
e. mengganjal bantal terlebih dahulu pada obat pengganti disaat obat yang harus di-
area yang akan diperkusi minum anak sudah habis

69. Seorang anak laki-laki usia 7 tahun dirawat e. informasikan kepada orang tua tempat
dengan keluhan sesak nafas , hasil pengka- yang dapat dijangkau dengan mudah un-
jian frekuensi napas 30 x/mnt tampak anak tuk mendapatkan obat bagi anaknya
menggunakan otot-otot bantu napas . Masalah
keperawatan yang ditegakkan: Perubahan 71. Seorang anak laki-laki usia 6 tahun dirawat
pola napas B/d dengan penurunan ekspansi dengan suspek TB paru . Untuk menegakkan
paru. Dari kondisi tersebut anak mendapatkan diagnose saudara ditugaskan untuk melaku-
terapi oksigen dengan nasal kanula . kan test tuberculin. Setelah saudara mengu-
nakan sarung tangan, menetukan lokasi test
Apakah hal prioritas yang perlu diperhatikan dan desinfektan pada lokasi test dengan swap
saat prosedur tersebut berlangsung ? alcohol 70 % , saudara memegang spuit den-
gan tangan dominan .
a. posisikan tidur anak senyaman mungkin
b. pertahankan lingkungan agar tidak berisik Apakah tindakan selanjutnya yang saudara
c. perhatikan botol humidifier jangan sam- lakukan ?

pai kosong a. Tusukan jarum kedalam lapisan kulit
d. pasang pengumuman dipintu kamar “ pa- b. Anjurkan anak untuk menarik nafas

sien perlu istirahat “ dalam
e. anjurkan orang tua agar segera melapor

jika oksigen sudah habis

Back 43

Program Studi DIII Keperawatan

c. Anjurkan ibu untuk membantu 74. Seorang anak laki-laki usia 2,5 tahun , anak
memegangkan anaknya diawat dengan kejang demam yang pertama
kali . Selama 3 hari dirawat suhu tubuh anak
d. Ganjal tangan yang akan ditusuk dengan tidak pernah meningkat hasil pemeriksaan ter-
bantal agar tinggi akhir suhu 36,5 0C dan anak sudah diperbo-
lehkan pulang , saudara memberikan edukasi
e. Pegang spuit sehingga membentuk sudut kepada orang tua cara penanganan kejang jika
10-15 0, dengan bevel keatas terjadi berulang

72. Seorang anak perempuan usia 10 tahun , Apakah tindakan prioritas yang harus dilaku-
dirawat dengan GED, hasil pengkajian anak kan orang tua sehubungan hal diatas ?
tampak sakit sedang , suhu tubuh 39 0 C , mu-
kosa mulut dan lidah kering .Masalah keper- a. Memakaikan pakaian yang ringan
awatan prioritas yang ditegakkan perawat : b. Biarkan kejang terjadi dan berakhir tanpa
Gangguan keseimbangan cairan tubuh . Salah
satu intervensi keperawatan melakukan moni- gangguan
tor intake output ketat /24 jam . c. Mengamati dan mendokumentasikan ak-

Bagaimanakah dokumentasi yang saudara tivitas kejang
buat, jika kesimpulan hasil monitor balance d. Menyingkirkan semua objek yang berba-
cairan negative ?
haya dekat anak
a. intake 950 cc output 875 cc e. Membaringkan anak pada satu sisi dan
b. intake 1100 cc output 1100 cc
c. intake 1400 cc output 1250 cc tetap bersama anak
d. intake 1550 cc output 1450 cc
e. intake 1600 cc output 1750 cc 75. Seorang anak laki-laki usia 4 tahun dirawat
hari ke-3 dengan kejang demam. Ku anak baik
73. Seorang bayi perempuan usia 9 bulan, dirawat dan sudah diperbolehkan pulang. Prioritas
dengan diare sebanyak 6 kali , muntah se- keperawatan yang ditegakkan perawat adalah
banyak 3 kali. Hasil pengkajian suhu 38 0 C, deficit pengetahuan berhubungan dengan per-
mukosa bibir dan mulut kering, turgor kulit awatan dirumah .
kurang elastis. Berdasarkana analisa data, ma-
salah keperawatan yang ditegakkan: ganggu- Apakah intervensi prioritas yang sesuai den-
an volume cairan : dehidrasi sedang dengan gan kasus tersebut ?
salah satu intervensi keperawatan memantau
hidrasi secara akurat . a. Ajarkan orang tua cara minum obat ter-
masuk dosis dan efek sampingnya
Manakah tindakan keperawatan yang dimak-
sud dari tindakan diatas ? b. Anjurkan agar meningkatkan asupan nu-
trisi adekuat bagi anaknya
a. mengukur BB harian
b. mengkaji turgor kulit c. Pesankan untuk datang control kembali
c. memeriksa nilai elektrolit sesuai kebutuhan anak
d. mengobservasi tetesan infus
e. memantau asupan dan haluaran d. Ajarkan orang tua pentingnya memberi
istirahat yang adekuat

e. Berikan surat istirahat sakit agar keseha-
tan anak optimal

44 Next

Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional

76. Seorang perempuan usia 28 tahun, berkun- c. mengevaluasi respon persepsinya
jung ke poliklinik psikiatri. Hasil pengkajian d. mengidentifikasi suara yang didengar
didapatkan data gelisah, merasa tidak nya-
man, sulit tidur, bicara berlebihan dan cepat, klien
saat interaksi tiba tiba blocking, tidak mampu e. membantu klien fokus pada stimulus ek-
menerima informasi yang diungkapkan oleh
perawat. sternal

Apakah tindakan keperawatan yang prioritas 79. Seorang perempuan usia 25 tahun, dirawat
diberikan pada kasus diatas? di ruang psikiatri, hasil pemeriksaan fisik
didapatkan : pasien memperlihatkan perilaku
a. mengajarkan distraksi mengkritik diri dan orang lain, produktifit-
b. mengkonsulkan ke Psikiater asnya menurun, pesimis menghadapi hidup,
c. membimbing tarik nafas dalam mengeluh sakit kepala, merasa tidak mampu
d. menemukan penyebab ansietas dan merasa bersalah serta mudah tersinggung.
e. memberikan suara musik yang tenang
Apakah tindakan utama yang dapat dilakukan
pada kasus diatas?

77. Seorang laki-laki usia 20 tahun, dibawa ke a. Bantu klien dalam menilai kemampuan
klinik untuk konsultasi ke psikiater, informasi yang dapat digunakan
dari pengantar sejak dua tahun terakhir, men-
jadi sangat pendiam, banyak mengurung diri b. Identifikasi kemampuan dan aspek positif
di kamar, menolak untuk berinteraksi, sering yang masih dimiliki klien
komat kamit.
c. Pilih kegiatan-kegiatan klien yang sudah
Apakah diagnosa keperawatan yang dapat dipilih sesuai kemampuan
ditegakkan pada kasus diatas?
d. Bantu klien dalam merencanakan kegia-
a. isolasi social tan sesuai kemampuannya.
b. gangguan HDR
c. gangguan alam perasaan e. Bantu klien dalam menetapkan kegiatan
d. perubahan mental organik sesuai dengan kemampuan
e. gangguan persepsi sensori
80. Seorang wanita, usia 26 tahun, dibawa keluar-
78. Seorang laki-laki usia 27 tahun, dirawat di ganya ke Poli klinik jiwa karena sudah sem-
ruangan psikiatri , hasil pengkajian didapat- inggu tidak mau mandi, badan kotor dan bau,
kan : pasien duduk menyendiri, bicara sendiri, tidak mau makan dan bila makan berantakan,
tertawa sendiri. Obat psikotik sudah diberikan BAB dan BAK sembarangan, pemeriksaan
sesuai program pengobatan. Perawat memutus fisik dalam batas normal.
halusinasi dengan cara bercakap-cakap.
Apakah strategi tindakan keperawatan perta-
Apakah tujuan tindakan yang diberikan pada ma yang saudara lakukan pada pasien terse-
kasus diatas? but?

a. meningkatkan konsentrasi a. Melatih pasien cara makan yang baik
b. mengisi kegiatan sehari hari. b. Melatih cara BAB dan BAK yang baik
c. Mengajak pasien mandi dan berdandan
Back 45 d. Menjelaskan pentingnya perawatan ke-

bersihan diri

Program Studi DIII Keperawatan

e. Menjelaskan pentingnya keluarga dalam klien seperti ini sejak ia diceraikan oleh sua-
merawat diri pasien minya dan di PHK. Tanda-tanda vital dalam
batas normal, setelah pemeriksaan psikologis
81. Seorang perempuan usia 35 tahun, dirawat di dokter memberikan terapi lordomer dan diaz-
ruang rawat Jiwa, hasil pengkajian didapat- epam injeksi.
kan : ada riwayat amuk dirumah, mengatakan
kalau marah merusak perabot rumah tangga, Apakah tujuan dari pemberian terapi medis
sering memukul suami. Dalam percakapan pada pasien tersebut?
dengan pasien perawat mengatakan ”Setelah
ibu memukul suami dan merusak perabotan a. menenangkan pasien
rumah tangga, apa yang ibu rasakan?”. b. membuat pasien tertidur
c. mengendalikan emosi pasien
Apakah tujuan komunikasi pada kasus diatas? d. membuat pasien mengenal realita
e. memampukan pasien untuk bicara dengan
a. melatih sikap asertif
b. mengevaluasi respon pasien. baik
c. mengeksplorasi perasaan pasien
d. membina hubungan saling percaya 84. Seorang perempuan usia 25 tahun, dirawat di
e. mendiskusikan akibat tindakan yang ruangan psikiatri RS Jiwa, hasil pengkajian
didapatkan : pasien duduk menyendiri, bicara
dilakukan sendiri, tertawa sendiri . Obat psikotik sudah
diberikan sesuai program pengobatan. Sesuai
82. Seorang perempuan, usia 38 tahun, datang ke rencana hari ini akan dilaksanakan SP1.
IGD psikiatri diantar oleh keluarganya. Hasil
pengkajian diketahui bahwa di rumah pasien Apakah tujuan tindakan yang diberikan pada
marah-marah bicara kasar, merusak barang kasus diatas?
dan mengancam, sudah 2 bulan sejak ia di-
ceraikan oleh suaminya. Tanda-tanda vital da- a. klien dapat memutus halusinasi dengan
lam batas normal, cara spirituali

Apakah diagnosa keperawatan utama yang b. klien dapat memutus halusinasi dengan
dapat saudara tegakkan ? cara menghardik

a. harga diri rendah kronis c. klien dapat memutus halusinasi dengan
b. harga diri rendah situasional cara bercakap-cakap
c. perilaku kekerasan
d. risiko perilaku kekerasan d. klien dapat memutus halusinasi dengan
e. koping individu tidak efektif cara minum obat teratur

83. Seorang perempuan, usia 38 tahun, datang ke e. klien dapat memutus halusinasi dengan
ruang IGD psikiatri diantar oleh keluarganya. cara terapi aktivitas kelompok.
Dari pengkajian diketahui bahwa di rumah pa-
sien marah-marah, merusak barang dan men- 85. Saudara sebagai perawat pelaksana di ruang
gancam. Keluarga mengatakan sudah 2 bulan bedah yang diberi tugas oleh ketua tim untuk
melaksanakan asuhan keperawatan terhadap 2
orang pasien yang mengalami kecelakaan lalu
lintas, kemudian saudara melakukan pengkaji-
an data dan menetapkan prioritas masalahnya.

46 Next

Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional

Apakah yang menjadi kriteria dalam menetap- a. menentukan tindakan keperawatan
kan prioritas masalah pada kasus diatas? b. menentukan tujuan keperawatan
c. menentukan prioritas masalah
a. disusun berdasarkan diagnose d. menentukan kriteria hasil
e. menentukan rencana
keperawatan
88. Sebagai seorang perawat pelaksana di ru-
b. prioritas masalah berdasarkan keinginan ang syaraf saudara ditugaskan untuk mer-
awat pasien dengan tingkat ketergantungan
pasien partial care.

c. diagnosa keperawatan dibuat sesuai Apakah tingkat ciri dari ketergantungan
partial care tersebut ?
dengan wewenang perawat

d. status kesehatan dibandingkan dengan

norma utk menentukan kesenjangan

e. masalah yang mengancam kesehatan

seseorang merupakan prioritas kedua

86. Kepala Ruangan Penyakit Syaraf memberikan a. hampir tidak memerlukan bantuan dalam
pengarahan pada perawat pelaksana tentang personal hygiene
penulisan dokumentasi keperawatan menggu-
nakan model Problem Intervention Evalua- b. membutuhkan bantuan 1 orang untuk naik
tion (P.I.E) . turun tempat tidur

Apakah yang harus dituliskan dalam kolom c. mampu berpakaian , berdandan dengan
problem pada model dokumentasi tersebut di- sedikit bantuan perawat
atas ?
d. memerlukan observasi tanda – tanda vital
a. data subyektif, obyektif dan penunjang setiap jam setiap harinya
b. hasil pengkajian keperawatan dan
e. memerlukan observasi tanda- tanda vital
masalahnya setiap 8 jam setiap harinya
c. diagnosis keperawatan, tujuan dan
89. Perawat “X” saat ini sedang bertugas di ruang
kriteria hasil Bedah dan merawat pasien dengan kategori
d. identitas pasien, nomor register dan Minimal care

riwayat kesehatan Apakah kriteria pasien Minimal care ?
e. masalah keperawatan, rencana tindakan
a. makan dibantu
dan implementasi b. bantuan eliminasi
c. bantuan kebersihan diri
87. Seorang perawat pelaksana di ruangan Anak d. observasi tanda vital setiap shift
ditugaskan oleh Ketua Tim untuk merawat e. observasi tanda vital setiap 2 jam
seorang pasien. Perawat tersebut melakukan
pengkajian, data yang diperoleh suhu badan 90. Saudara dinas di ruang perawatan penya-
390C, tidak mau makan dan rewel. kit dalam dimana kepala ruangan mem-
berikan tugas kepada kepada seorang
Apakah langkah selanjutnya yang dilakukan perawat untuk merawat pasien sejak per-
oleh perawat pelaksana tersebut pada kasus tama masuk Rumah sakit sampai pulang.
diatas?

Back 47

Program Studi DIII Keperawatan

Apakah metode penugasan yang diterapkan pernah diderita kepada pasien yang menjadi
di ruang tersebut ? tanggung jawabnya.

a. tim Apakah yang menjadi tanggung jawab per-
b. kasus awat pelaksana pada kasus tersebut
c. primer
d. modular a. membuat perencanaan
e. fungsional b. menyelenggarakan konferensi
c. menilai tingkat kebutuhan pasien
91. Saudara bertugas di ruang perawatan orthope- d. kerjasama dengan anggota tim kesehatan
dic, dengan metode penugasan memberikan
asuhan keperawatan kepada sekelompok pa- lainnya
sien bersama perawat lain dipimpin oleh ketua e. memberikan asuhan keperawatan pada
tim .
pasien yang menjadi tanggung jawabnya

Apakah tanggung jawab yang dilaksanakan 94. Saudara sebagai perawat pelaksana bertugas
oleh ketua tim tersebut? shift pagi di ruang penyakit dalam, tugas
saudara akan dilanjutkan oleh perawat yg ber-
a. melakukan tindakan tugas shift sore.
b. mengikuti timbang terima
c. mendokumentasikan tindakan Apakah yang menjadi tujuan dari timbang ter-
d. menyelenggarakan konference ima dari perawat shift pagi ke shift sore?
e. merawat pasien dari masuk sampai pulang
a. timbang terima dilaksanakan setiap per-
92. Kepala ruangan penyakit dalam menerapkan gantian shift
metode penugasan primer dan saudara ditu-
gaskan melaksanakan asuhan keperawatan b. terdokumentasinya asuhan keperawatan
yang sudah dibuat oleh perawat primer pasien

Apakah peran saudara dalam metode penu- c. tersusunnya rencana kerja untuk dinas
gasan tersebut. berikutnya

d. menyampaikan kondisi pasien yang kritis
e. kedua kelompok yang dinas sdh siap

a. perawat assosiet 95. Kepala ruangan penyakit saraf menugas-
b. ketua tim kan saudara dinas sore, saudara akan melak-
c. anggota tim sanakan timbang terima dengan perawat dinas
d. perawat primer malam yang akan bertugas berikutnya.
e. nursing aid

93. Seorang perawat pelaksana di ruang penyakit Apakah yang perlu disampaikan pada saat
dalam ditugaskan oleh ketua tim memberikan timbang terima
asuhan keperawatan terhadap 3 orang pasien,
perawat pelaksana tersebut menanyakan kelu- a. intervensi kolaboratif dan Independensi
han yang dirasakan dan riwayat penyakit yang b. tindakan keperawatan yang sudah dan be-

lum dilakukan
c. diagnose medis tidak perlu cukup identi-

48 Next

Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional

tas pasien Apakah strategi penyelesaian konflik yang
d. tindakan yang khusus langsung disam- paling tepat digunakan pada kasus tersebut ?

paikan didepan pasien a. kompetisi
e. penyampaian pada saat timbang terima b. akomodasi
c. smoothing
dilakukan secara lengkap dan detail. d. menghindar
e. negoisiasi
96. Saudara sebagai ketua tim memonitoring per-
awat pelaksana ketika melakukan perawatan 99. Ruangan A adalah ruang penyakit dalam yang
pasien luka bakar dan memberikan arahan baru diresmikan di RS B semua peralatan
serta motivasi agar perawat pelaksana dapat baru, kepala ruangan dan semua perawatnya
melakukan perawatan luka dengan benar. juga baru, pada situasi tersebut terjadi konflik
antara kepala ruangan, ketua tim dan perawat
Apakah kegiatan yang sedang dilakukan pelaksananya.
ketua tim tersebut ?
Apakah konflik yang terjadi pada kasus terse-
a. supervisi Tidak langsung but ?
b. supervisi langsung
c. investigasi a. Intrapersonal
d. kolaborasi b. Interpersonal
e. negosiasi c. Intergroup
d. Kompromi
97. Seorang perawat yang baru lulus ditugaskan e. Kolaborasi
di ruang bedah orthopedic, perawat tersebut
merasa tidak cocok bertugas di ruang bedah 100. Seorang perawat di ruang perawatan bedah
akan tetapi dia tidak berani untuk mengajukan umum dalam memberikan asuhan keper-
pindah ruangan. awatan menunjukan kemampuannya menan-
gani masalah pasien, memberikan informasi
Apakah jenis konflik yang terjadi pada per- dengan jelas tentang hal hal yang dilarang da-
awat tersebut? lam perawatan dan tepat waktu dalam mem-
berikan pelayanan.
a. Intrapersonal
b. interpersonal Apakah dimensi mutu yang ditunjukan per-
c. intergroup awat tersebut ?
d. horizontal
e. vertikal

98. Kepala bidang keperawatan RS Z meren- a. realibility
canakan menambah jumlah tempat tidur di ru- b. assurance
angan khusus gangguan kardio vaskuler akan c. tangibles
tetapi kepala ruangannya tidak setuju karena d. emphathy
jumlah perawatnya kurang sehingga asuhan e. responsiveness
keperawatannya tidak optimal.

Back 49

Program Studi DIII Keperawatan

101. Perawat D saat ini bertugas di ruang penyakit hatkan dengan berbaring di tempat tidur.
dalam RS X sebelum dan sesudah melakukan
tindakan keperawatan maupun kontak dengan Apakah evaluasi perawat selanjutnya pada
pasien perawat D selalu mencuci tangan . pasien diatas?

Termasuk indicator pelayanan mutu keper- a. keluhan sakit kepala
awatan apakah yang dilakukan oleh perawat b. tekanan Intra Kranial
D? c. penurunan tingkat kesadaran
d. penurunan TD secara bertahap
a. keselamatan pasien e. observasi reaksi alergi
b. perawatan diri
c. Kenyamanan
d. Kepuasan pasien 104. Seorang perempuan berusia 56 tahun dibawa
e. kecemasan ke UGD dengan keluhan kesulitan berna-
pas, frekuensi napas 28x/menit tidak teratur,
102. Seorang perempuan berusia 56 tahun diba- pasien punya riwayat asthma, hasil pemer-
wa ke UGD dengan keluhan cepat lelah dan iksaan fisik TD 120/70 mmHg, frekuensi nadi
napas terasa berat. Hasil pemeriksaan fisik pe- 98x/menit. Diberikan oksigen 3 lt/menit, infus
rut tampak membesar/ asites, edema extremi- baru dipasang lancar, diberikan posisi semi
tas,, pasien sangat lemah pasien didiagnosis fowler, Instruksi dokter segera berikan amino-
gagal jantung kongestif, TD 100/70 mmHg, phylin drip, obat sudah tersedia.
frekuensi nadi 93x/menit, frekuensi napas
27x/menit tidak teratur.Pasien diberikan O2 Apakah tindakan perawat selanjutnya pada
3lt/menit, diberikan Lasix injeksi Intra Vena. pasien tersebut ?
Instruksi dokter balance cairan dimonitor se-
cara intensif. a. obat dimasukkan kedalam cairan
b. hitung tetesan obat dengan tepat
Apakah tindakan selanjutnya pada pasien di- c. observasi tanda tanda plebetis.
atas? d. kaji pasien terhadap alergi obat
e. observasi pola napas pasien

a. batasi minum oral 105. Seorang perempuan berusia 60 tahun dibawa
b. minimalkan cairan IV ke UGD dengan keluhan kesulitan bernapas,
c. pasang dower kateter akibat dahak/lendir yang kental sulit keluar,
d. ukur intake dan out put pasien ada riwayat pneumonia. Hasil pemerik-
e. auskultasi edema paru saan pasien tampak lemah, TD 110/70mmHg,
frekuensi nadi 98x/menit, frekuensi napas
103. Seorang laki laki berusia 51 tahun dibawa ke 29x/menit, ronchi (+). Instruksi dokter bersi-
UGD dengan keluhan pusing dan mata kunang hkan jalan napas, agar oksigen lancar masuk
kunang. Hasil pemeriksaan fisik TD 200/100 ke alveoli.
mmHg, frekuensi nadi 102 x/menit, frekuen-
si napas 28x permenit. Tiba tiba Pasien geli- Apakah tindakan perawat selanjutnya pada
sah, dr memberikan obat antihypertensi untuk pasien diatas?
menurunkan 25% tekanan sistolik maupun di-
astolic dalam beberapa menit. Pasien diistira- a. lakukan pengisapan lendir dan basahi
cairan

50 Next

Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional

b. ajarkan batuk efektif secara intensif Kesadaran Compos mentis, TD100/60mmHg,
c. berikan banyak minum air hangat frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi napas
d. bilas denganlarutanNa Cl 0,9% 20x/menit Suhu 370C, rencana konsul dokter
e. kolaborasi expectorant Orthopedi, sementara pasien immobilisasi
daerah fraktur.

106. Seorang perempuan berusia 34 tahun diba- Apakah tindakan mandiri perawat pada pa-
wa ke UGD karena ditemukan pingsan, ha- sien tersebut?
sil pengkajian CAB palpasi nadi carotis tidak
teraba, TD 0/0 mmHg, mulut tampak siano- a. pasang bidai daerah fraktur
tis dan luka, segera dilakukanResusi jantung b. tinggikan kaki yang fraktur
paru/ RJP. c. observasi perdarahan
d. kaji intensitas nyeri
Apakah langkahpertama untuk mengatasi pa- e. kompres dingin
siendiatas ?
a. berikan rangsang kesadaran 109. Seorang prempuan berusia 31 tahun dibawa ke
b. kompresi 30x, ventilasi 2x UGD karena tertabrak motor, pasien menge-
c. lakukan bagging/ ambubag luh kaki kirinya luka sobek, nyeri dan tidak
d. rawat luka daerah mulut dapat diangkat, pasien ketakutan. Hasil pe-
e. berikan posisi mantap meriksaan rontgen fraktur tibia terbuka, luka
kotor dan perdarahan. Segera operasi pasang
107. Seorang perempuan berusia 41 tahun dibawa external fixasi. TD 100/60, frekuensi nadi
ke UGD karena keringat dingin kesadaran 85x/menit teratur, frekuensi napas 24x/menit,
menurun setelah pulang dari olahraga malam, membutuhkan transfusi darah, kaki sudah di-
pasien ada riwayat MCI. Pengkajian CAB pasang bidai.
nadi carotis teraba kecil dan lambat, TD 60/0
mmHg, frekuensi napas 30x/menit dangkal, Apakah tindakan perawat selanjutnya pada
bibir tampak sianotis, rencana dilakukan RJP, pasien diatas?
perawatharus mengatur posisi.
a. cek golongan darah
Apakah tindakan pertama perawat pada pa- b. buat permintaan darah
sien diatas? c. lakukan perawatan luka
a. siapkan alat bantuan jalan napas d. berikan inform consent
b. posisi extensi head till, chin lift e. antar ke kamar operasi
c. berikan oksigen masker
d. pasangmayo tube 110. Seorang laki laki berusia22 tahun dibawa
e. beri posisi mantap ke UGD karena jatuh dengan leher terbentur
benda tumpul, pasien tampak lemah kesaki-
108. Seorang laki laki berusia 23 tahun dibawa tan daerah leher terutama ketika digerakkan
ke UGD RS, karena mengalami kecelakaan TD 90/60mmHg, frekuensi nadi 92x/menit,
lalulintas. Dilakukan pemeriksaan rontgen, frekuensi napas 25x/menit, hasil rontgen pa-
hasilnya fraktur tertutup tibia kanan, tampak sien dinyatakan fraktur cervical 3-4 harus im-
bengkak dan krepitasi tidak dapat digerakkan. mobilisasi.

Back 51

Program Studi DIII Keperawatan

Apakah tindakan yang tepat pada pasien c. lab analisa urine
diatas? d. cek fungsi hepar
e. darah lengkap
a. berikan posisi supine
b. pasang neckcollar 113. Seorang laki laki berusia 51 tahun datang ke
c. kompres dingin UGD dengan keluhan nyeri uluhati, perut
d. ganjal 2 bantal tampak membesar dan keras, mata kuning.
e. tanpa bantal Hasil TTV;TD 110/70 mmHg, frekuensi nadi
92 x/menit, frekuensi napas 26x /menit, pasien
111. Seorang laki laki berusia 73 tahun, dibawa didiagnosis suspect sirhosis Hepatis. Tiba tiba
ke UGD dengan keluhan tidak bisa kencing muntah darah kurang lebih 200 cc berwarna
sejak pagi hari, pasien gelisah. Hasil pemer- gelap dan banyak stolsel, perut masih tampak
iksaan fisik teraba distensi kandung kemih, kembung dan mual, pasien sudah dipasang in-
tekanan Darah : 130/70mmHg, frekuensi nadi fus asering 8 jam/kolf.
88 x/menit, frekuensi napas 23 kali//menit,
dilakukan colok dubur suspec BPH derajat III Apakah tindakan prioritas perawat pada pa-
yang membuat obstruksi urethra. sien diatas?

Apakah prioritas tindakan perawat pada pa- a. Rencanakan transfusi darah segar
sien diatas? b. Pasang NGT bilas lambung
c. Kumur kumur air hangat
a. pasang kateter kondom d. Monitor billirubun darah
b. beri minum 3 liter/hari e. Cek lab: Hb, golongan darah
c. pasang dowerKateter
d. kosul dbedah urolog 114. Seorang laki laki berusia 20 tahun datang
e. kompres hangat ke UGD dengan keluhan nyeri perut kanan
bawah dan 2 x muntah. Hasil pemeriksaan
112. Seorang laki-laki berusia 57 tahun dibawa fisik TD 90/60 mmHg, frekuensi nadi 102 x/
ke UGD dengan keluhanpusing dan mual, menit, frekuensi napas 25 x/menit. Pasien di
Keadaan umum lemah, kesadaran menurun. diagnosis appendeksitis akut, pasien gelisah
TD160/90 mmHg, frekuensi nadi 92 x/menit, karena nyeri. Instruksi dokter bedah umum
tidak teratur, frekuensi napas 26x /menit ber- segera harus dioperasi, namun pasien ketaku-
bau ureum. Dari hasil anamnesis pasien se- tan, perawat harus berperan sebagai Advoca-
jak pagi belum BAK, kandung kemih tidak tor.
tegang. Pasien membutuhkan pemeriksaan
laboratorium fungsi ginjal untuk menentukan Apakah tindakan perawat selanjutnya pada
diagnosis medis. pasien diatas?

Apakah yang harus diberi tanda pada formulir a. siapkan pasien untuk operasi
laboratorium tersebut? b. berikan pasien inform consent
a. cek ureum dan kreatinin c. hubungi dokter yang menangani
b. enzyme jantung d. dampingi pasien sebelum operasi
e. sarankan keluarga untuk membujuk

52 Next

Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional

115. Seorang laki laki berusia 37 tahun dibawa ke sianotis napas lambat dan dalam namun nadi
IGD karena kesadaran menurun, pasien mem- masih teraba pada pembuluh darah perifer.
punyai riwayat DM. Hasil pemeriksaan TD
100/60 mmHg, frekuensi napas 26 x/menit Apakah tindakan perawatselanjutnya pada
tidak teratur, kaki tangan dingin, berkerin- pasien diatas?
gat seluruh tubuh, frekuensi nadi 93 x/menit,
gula darah 70 mg%, diberikan O2 6 liter/menit a. Berikan oksigen masker 6 l/mt
melalui masker, telah dipasang infus NaCl 0,9 b. Ventilasi ambu bag O2; 10 liter
% 21 tetes /menit instruksi dokter berikan c. Posisikan kepala jow trust
glucose 10 % IV . d. Lakukan primary survey
e. Pasang oksimetri

Apakah indikator utama evaluasi perawat 118. Seorang laki laki berusia 31 tahun datang ke
pada pasien setelah diberikan tindakan diatas? UGD karena muntah muntah setelah men-
coba bunuh diri dengan baygon. Pasien juga
a. turgor kulit mengeluh nyeri kepala Hasil pemeriksaan
b. tekanan darah fisik: TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 91
c. Tekanan darah x/menit, frekuensi napas 25 x/menit. Pasien
d. tingkat kesadaran tampak pucat lemah tak berdaya, kesadaran
e. perabaan extremitas menurun mulut berbusa.

116. Seorang prempuan berusia 42 tahun bawa ke Apakah tindakan perawatselanjutnya pada pa-
IGDdengankesadaran delirium, napas dangkal sien diatas?
berbau aseton. Pasien juga banyak keringat,
dari anamnesa ada riwayat DM sejak 3 tahun a. Beri larutan norit
dan jarang kontrol. Hasil pemeriksaan fisik b. Berikan minum banyak
TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 86x/menit, c. Anjurkan kumur air hangat
frekuensi napas 27x /menit dangkal. Sudah d. Pasang NGT bilas lambung
dipasang infus NaCl 0,9% dan Oksigen 3 l/ e. Pasang infus dan beri cairan IV
menit. Hasil lab gula darah sewaktu 300 gr %.

Apakah tindakan kolaborasi selanjutnya pada 119. Seorang perempuan berusia 32 tahun, dibawa
pasien diatas? ke UGD karena kecelakaan mengalami ced-
era kepala sedang. Tiba tiba pasien muntah
a. cek aseton urin menyembur. Hasil pemeriksaan fisik TD
b. berikan insulin 100/70 mmHg, frekuensi nadi 86 x/menit,
c. konsul diet DM frekuensi napas 26x/menit, tingkat kesadaran
d. periksa lab elektrolit apatis, mulut banyak muntahan.
e. cek analisa gas darah

117. Seorang laki laki berusia 51 tahun datang ke Apakah langkah perawat selanjutnya pada pa-
UGD RS karena mengeluh pusing dan mata sien tersebut?
kunang kunang setelah terpapar asap mobil da-
lam garasi. Hasil pemeriksaan fisik TD 100/60 a. Lakukan suction
mmHg, frekuensi nadi 92 x/menit, frekuensi b. kepala dimiringkan
napas 29x /menit. Tiba tiba Pasien pingsan, c. pasang oroparingeal tube
d. kaji kemampuan bernapas
Back 53 e. miringkan pasien dengan log rool

Program Studi DIII Keperawatan

120. Seorang laki laki berusia 51 tahun datang ke Apakah tindakan kolaborasi perawatpada
UGD RS karena mengeluh pusing dan mata pasien diatas?
kunang kunang, tangan kiri tidak dapat dig-
erakkan, kesulitan bicara. Hasil pemeriksaan a. pasang infusberikan cairan parenteral/re-
fisik TD 180/100 mmHg, frekuensi nadi 92 hidrasi
x/menit, frekuensi napas 27x/menit. Tiba tiba
Pasien tidak sadar, perawat harus memastikan b. berikan minumlarutan elektrolit
jalan napas tidak terjadi sumbatan. c. monitor TTV secara intensif
d. lakukan pemeriksaan AGD
Apakah tindakan perawatpada pasien diatas? e. cek elektrolit darah

a. Pasang oroparingeal tube 123. Perawat C sedang melakukan pengkajian ter-
b. Posisikan kepala extensi hadap keluarga Bapak L yang baru saja didi-
c. Lakukan head till chin left agnosa Tuberkulosis Paru.
d. Posisikan kepala jow trust
e. Pasang naso tracheal tube Manakah pertanyaan yang paling tepat diaju-
kan kepada keluarga untuk menggali kemam-
121. Seorang laki laki berusia 51tahun datang ke puan keluarga mengambil keputusan untuk
UGD karena muntah muntah cairan , menge- penanganan TBC?
luh pusing dan mata kunang kunang. Hasil
pemeriksaan fisik kulit kering, bibir pecah a. “Apakah bapak/ibu merasakan keadaan
pecah TD 80/50 mmHg, frekuensi nadi 102 x/ TBC Paru pada bapak sebagai masalah
menit, frekuensi napas 27x /menit. Tiba tiba ?”; Apakah bapak/ibu sudah mengetahui
pasien gelisah, Instruksi dokter berikan cairan sifat penyakit TBC jika tidak dilakukan
intravena 3 jam /kolf, infus sudah dipasang pengobatan dan perawatan dengan baik ?”
dengan tetesan cepat.
b. “Apakah bapak/ibu tahu apa itu penyakit
Apakah yang harus dievaluasi perawatsegera TBC Paru ?”; “Apakah bapak/ibu tahu
pada pasien diatas? penyebab TBC ?”; Apakah bapak dan ibu
tahu tanda dan gejala penyakit TBC?”
a. Frekuensi muntah
b. Turgor kulit c. “Apakah bapak/ibu sudah berupaya
c. Produksi urine membuat rumah menjadi terang tersinari
d. Kekuatan otot oleh matahari?”; Apakah ada anggota kel-
e. Denyut nadi perifir uarga lain yang menderita TBC Paru?”

122. Seorang laki laki berusia 35 tahun datang d. “Apakah bapak tahu bahwa pengobatan
ke UGD RS karena diare sampai 10x da- TBC harus 6 bulan ?” Bagaimana lang-
lam sehari dan mata cekung, kulit kering. kah langkah mencegah penularan TBC
Hasil pemeriksaan fisik TD 70/50 mmHg, Paru ?”
frekuensi nadi 100 x/menit, frekuensi na-
pas 26x /menit. Tiba tiba pasien lemas- e. “Apakah bapak/ ibu tahu di mana saja pen-
mengeluh tidak berdaya pasien syok. gobatan TBC dapat dilakukan?”; “Apa-
kah bapak dan ibu sudah tahu bagaimana
cara minum obat anti TBC?”

124. Perawat A mengunjungi rumah keluarga Ba-
pak B di RT 01 RW 09. Ibu B (49 tahun)

54 Next

Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional

terdiagnosa menderita penyakit Diabetes e. dudukkan ibu V, berikan air putih
Melitus sejak 2 bulan yang lalu dengan ka- hangat dan berikan makanan yang
dar gula darah 250 mg/dl pada pemeriksaan mengandung karbohidrat tinggi.
laboratorium terakhir 1 minggu yang lalu.
Keluhannya saat ini adalah kaki sering kes- 126. Seorang laki-laki berusia 60 tahun, tinggal
emutan dan terasa kebas/ baal, sering kenc- bersama keluarga. Hasil pengkajian ditemu-
ing terutama malam hari. Klien terbiasa tidak kan nyeri dan bengkak pada daerah persen-
pakai alas kaki saat beraktifitas sehari-hari. dian, cepat lelah, senang makan kacang ka-
cangan. Hasil pemeriksaan fisik TD:130/80
Apakah prioritas masalah dignosa keper- mmHg, BB 65kg, TB 160 cm, asam urat 10
awatan yang dapat dirumuskan oleh perawat mg%. klien menolak untuk dilakukan tinda-
A pada kasus diatas? kan keperawatan pemberian kompres hangat.

a. Kurang pengetahuan Apakah prinsip etik yang harus perawat ter-
b. Gangguan rasa nyaman apkan terhadap kasus diatas?
c. Risiko terjadi injury
d. Ketidakstabilan kadar glukosa darah a. justice
e. Perfusi perifer tidak efektif
b. veracity
c. otonomy
125. Perawat melakukan kunjungan rumah Ibu V d. beneficience
dengan Diabetes Melitus. Ibu V mencerita- e. malbeneficience
kan bahwa 2 hari yang lalu dia pingsan dipagi
hari setelah dari kamar mandi. Sebelum ping- 127. Seorang Laki-laki berusia 69 tahun, tinggal
san dia merasa pusing, lemas, tiba2 pengliha- bersama istri. Hasil pengkajian  didapatkan
tan gelap dan jatuh pingsan. Keluarga panik data tidak dapat menahan BAK, sering ngom-
kemudian membawa Ibu V ke Puskesmas dan pol sebelum sampai kekamar mandi terutama
dinyatakan mengalami hipoglikemia. pada malam hari, merasa dirinya sudah tidak
berguna lagi karena sering dimarahi istri.  Ha-
Apakah tindakan yang tepat diajarkan jika sil pemeriksaan: TD:130/80 mmHg,  BB 65kg,
kejadian tersebut berulang? TB 165 cm.

a. berikan teh manis hangat segera ketika Apakah masalah utama pada kasus tersebut ?
merasa lemas, pusing dan penglihatan
mulai berkunang kunang. a. Cemas
b. Isolasi social
b. baringkan di tempat terbuka yang sirku- c. Koping tidak efektif
lasinya baik agar kebutuhan oksigen ter- d. Gangguan pola eliminasi
penuhi e. Gangguan gambaran diri

c. berikan makanan tinggi karbohidrat sebe- 128. Seorang perempuan  berusia 60 tahun, tinggal
lum tidur malam agar tidak kekurangan bersama keluarga.Hasil pengkajian didapat-
zat gula dipagi hari kan keluhan pusing, tengkuk sakit, kelemahan

d. d. berikan makanan yang mengandung
kalori tinggi ketika merasa penglihatan
nya gelap dan kepala pusing

Back 55

Program Studi DIII Keperawatan

pada tangan, dan kaki kanan,  sulit berjalan,  c. Batasi kebiasaan makan
BB 45 kg, TB 150 cm. d. Berikan pendidikan kesehatan
e. Anjurkan pemeriksaan kesehatan
Manakah data  di atas yang perlu dilengkapi
untuk menegakkan masalah keperawatan ka- 131. Seorang perempuan, usia 62 tahun, tinggal di
sus diatas  ? panti werda. Hasil pengkajian didapatkan pa-
sien mengeluh lemas. Hasil pemeriksaan fisik
a. Suhu akral didapatkan data: kulit kering, banyak bekas
b. Tekanan darah luka garuk pada lengan dan kaki, hasil pe-
c. Integritas kulit meriksaan GDS: 220 gr/dl
d. Kemampuan aktifitas
e. Perubahan struktur tubuh Apakah data utama yang perlu di kaji lebih
lengkap pada kasus di atas?
129. Seorang perempuan, berusia 60 tahun, ting-
gal di rumah bersama dengan adiknya yang a. Pola makan
tidak menikah. Hasil pengkajian didapatkan b. Perilaku hygiene
data: keluhan pusing, nyeri tengkuk, ekspre- c. Faktor keturunan
si wajah tegang. TD: 170/90mmHg Nadi d. Lamanya keluhan
90 x/menit suhu: 37C, pernafasan 20 x/mnt, e. Lingkungan tempat tinggal
tampak pasien mengurut tengkuk.

Manakah tindakan keperawatan mandiri uta- 132. Seorang perempuan berusia 63 tahun, tinggal
ma yang dilakukan perawat pada kasus dia- di panti werda. Hasil pengkajian didapatkan
tas? data pasien terlihat mengusap – usap lutut
sebelah kanannya, persendian kaki terasa
a. Melakukan tehnik relaksasi kaku dan nyeri bila digerakan, bengkak pada
b. Memberikan kompres hangat daerah lutut, sholat dengan posisi duduk dan
c. Memberikan tehnik pengalihan kaki diluruskan, ekspresi wajah meringis.
d. Mengukur tekanan darah tiap 2 jam TD:130/80 mmHg, suhu: 36C, pernafasan 18
e. Memonitor irama dan denyut jantung x/mnt, nadi:76x/mnt

130. Seorang laki-laki berusia 63 tahun, Hasil Manakah tindakan keperawatan utama pada
pengkajian didapatkan data mudah lelah, kasus diatas?
sering kencing, banyak makan dan makanan
ringan, klien sering haus. penglihatan kabur a. Melatih ROM
TD:140/80 mmHg, BB 70kg, TB 160 cm, b. Membatasi aktivitas
GDS 210 mg/dl. Masalah keperawatan Resiko c. Mengajarkan tata cara sholat
ketidakstabilan kadar glukosa darah. d. Mengajarkan tehnik relaksasi
e. Memberikan kompres air hangat

Apakah rencana tindakan keperawatan yang 133. Seorang laki-laki usia 60 tahun, tinggal
prioritas akan di buat untuk mengatasi mas- bersama anaknya. Hasil pengkajian klien
alah tersebut diatas? mengeluh lutut terasa kaku dan nyeri untuk
di gerakkan, sulit tidur. Hasil pemeriksaan
a. Anjurkan olah raga
b. Berikan diet diabetes 56 Next

Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional

TD:130/80 mmHg, BB 70 kg, TB 155 cm, d. Interview
Perawat telah melakukan range of motion e. Angket
(ROM) pada sendi lutut
136. Seorang perawat komunitas melakukan ke-
Apakah kriteria hasil yang diharapkan dari giatan posyandu balita sistim lima meja yang
tindakan keperawatan di atas? meliputi : (1) Balita didaftar dalam formulir
pencatatan balita, (2) Penimbangan anak dan
a. nyeri berkurang balita dan mencatat hasil penimbangan pada
b. sendi tidak kaku secarik kertas yang terselip di KMS. (3) Me-
c. aktifitas mandiri mindahkan hasil penimbangan anak dari se-
d. rasa nyaman terpenuhi carik kertas ke KMS nya
e. kebutuhan tidur terpenuhi

134. Seorang laki-laki usia 65 tahun, tinggal di panti Apakah langkah selanjutnya dalamkegiatan
werda. Hasil pengkajian perawat didapatkan posyandu tersebut diatas ?
data klien kesulitan dalam orientasi waktu,
tempat dan orang, mengeluh sulit tidur, ser- a. ambil KMS baru, kolomnya diisi secara
ing lupa meletakan barang. Hasil pemeriksaan lengkap, nama anak dicatat pada secarik
MMSE skor 20 point. kertas

Apakah masalah keperawatan utama pada b. mintalah KMS anak, perhatikan umur dan
kasus tersebut ? hasil penimbangan pada bulan ini.

a. Resiko cidera c. ibu dan anaknya dipersilakan menuju pe-
b. Gangguan pola tidur meriksaan dan pengobatan balita sakit
c. Gangguan proses fikir
d. Gangguan komunikasi d. pelayanan kesehatan imunisasi ,pemberi-
e. Gangguan interaksi social an oralit serta pemberian vitamin A

135. Seorang perawat melakukan kegiatan penga- e. penyuluhan untuk semua orang tua balita.
kajian keperawatan disebuah RW dengan cara 137. Seorang perawat sedang melakukan pembi-
berkeliling wilayah binaan dan melakukan
wawancara dengan tokoh masyarakat,tokoh naan posyandu di suatu wilayah, dalam men-
agama , kader kesehatan dengan tujuan untuk jalankan tugasnya selalu memberitahukan
memperoleh gambaran tentang kondisi dan tentang maksud dan tujuannya, dalam hal ini
situasi suatu wilayah perawat menyadari bahwa setiap orang ber-
hak untuk mendapatkan penjelasan dan ber-
Apakah metode pengkajian yang dilakukan hak pula untuk menolak .
oleh perawat diatas ?
Apakah aspek legal etik yang sedang dijalank-
a. Analisa data sekunder an perawat ditas ?
b. Observasi terstruktur
c. Windshield survey a. Respect for autonomi
b. Non-Maleficence
Back 57 c. Confidentiality.
d. Beneficience.
e. Justice.

138. Seorang perawat komunitas sedang melaku-
kan intervensi pembinaan pada kelompok

Program Studi DIII Keperawatan

ibu balita dengan gizi kurang , dalam melak- balita, 34% perilaku kurang baik tentang pen-
sanakan tugasnya selalu memberikan yang yakit infeksi dan 44% kunjungan posyandu
terbaik, melindungi hak-hak klien , membuat balita rendah.
rasa nyaman pada balita serta berkolaborasi
dengan tim kesehatan lainnya. Apakah masalah keperawatan komunitas uta-
ma pada kasus diatas ?
Apakah aspek legal etik yang dijalankan oleh
perawat diatas ? a. Koping ibu balita tidak efektif
b. Pola pemberian nutrisi yang tidak ekeftif
a. Confidentiality. c. Perilaku pencarian pelayanan kesehatan
b. Non-malefisience
c. Respect for autonomi. tidak efektif
d. Beneficience (do good). d. Resiko peningkatan penyakit infeksi
e. Veracity (Truthfullness & honesty)
(ispa, diare dan tbc)
e. Defisiensi pengetahuan dan ketrampilan

tentang kesehatan balita

139. Saat Perawat mengunjungi suatu posyandu 141. Seorang perawat sedang mengkaji sebuah
ditemukan hasil penimbangan balita menun- RW dan didapatkan data : 25% dari 60 anak
jukkan 35% balita berada di pita kuning pada usia sekolah mengeluh sering batuk pilek.
KMS. Hasil wawancara pada ibu balita mem- Dari data kunjungan pasien di puskesmas
peroleh data bahwa balita mereka pada umum- terbayak adalah penyakit ISPA. Selanjutn-
nya susah makan, dan lebih sering jajan. Ibu ya perawat akan melakukan tindakan untuk
tidak menyediakan makanan khusus bagi bal- memastikan masalah kesehatan dari keluhan
ita dan tidak paham dengan variasi makanan yang dilaporkan dengan melakukan Skrining
balita. kesehatan dan Identifikasi resiko

Apakah intervensi yang paling utama diberi- Apakah nama level pencegahan yang dilaku-
kan oleh Perawat? kan perawat diatas?

a. Lakukan rujukan ke Puskesmas a. Pencegahan Primer
b. Berikan penyuluhan tentang gizi balita b. PencegahanTersier
c. Berikan penyuluhan tentang pertumbu- c. PencegahanSekunder
d. Pemberdayaan (empowerment)
han balita e. Intervensi professional keperawatan
d. Berikan penyuluhan cara mengolah
142. Hasil pengkajian di sebuah RW didapatkan
makanan yang baik data masalah kesehatan remaja yaitu. 41
e. Berikan penyuluhan tentang pertumbu- %remaja kurang pengetahuan tentang baha-
ya merokok, 29 % remaja gemar nongkrong
han dan perkembangan balita di pinggir jalan. Hasil wawancara terhadap 10
remaja, 6 orang mengatakan merokok kare-
140. Hasil survey kesehatan disebuah kelurahan na pengaruh teman sebaya dan 4 orang untuk
didapatkan data : Dari 100 responden 54% pergaulan.
(54 anak) menderita ISPA, 12% (12 anak)
imunisasi tidak lengkap dan 2 % menderita
TBC (2 anak) Dari 100 responden 34% peng-
etahuan tentang Gizi balita rendah dan 39%
perilaku kurang baik dalam pemenuhan gizi

58 Next

Pedoman Persiapan Uji Komptensi Nasional

Apakah strategi penanganan utama untuk 145. Hasil pengkajian pada suatu Kelurahan
membentuk perilaku sehat pada kasus diatas ? ditemukan masalah keperawatan komunitas
didapatkan data Sebagian besar partisipan
a. Kemitraan beranggapan DBD disebabkan oleh gigitan
b. Binasuasana nyamuk, tetapi tidak tahu karakteristik jentik
c. Pemberdayaan nyamuknya , 42% rumah tangga positif jentik.
d. Proses Kelompok 18% warga menyatakan yang paling efektif
e. Pendidikan kesehatan untuk mencegah DBD adalah dilakukan fog-
ging atau menabur bubuk abate. Perawat me-
143. Hasil pengkajian terhadap remaja disebuah lakukan kampanye tentang penyakit DBD.
SMP didapatkan data 37% dari 120 siswa
kelas 1 dan 2 mempunyai kebiasaan mero- Apakah strategi intervensi yang dilakukan
kok, 15 orang sering membolos , 10 orang oleh perawat ?
tidak masuk karena sakit dan 7 orang berat
badan menurun drastis. Selanjutnya perawat a. Keluarga binaan
akan melakukan tindakan pemerisaan fisik b. Proses kelompok
untuk memastikan deteksi dini terhadap mas- c. pendidikan kesehatan
alah kesehatan pada seluruh siswa tsb . d. Penyebaran informasi
e. Pemberdayaan masyarakat

Apakah nama level pencegahan yang dilaku- 146. Hasil pengkajian perawat di suatu RW
kan perawat diatas ? ditemukan data : 34 % penduduk usia pro-
duktip merasakan keluhan seperti pusing , le-
a. Primer her kaku dan 50% diantaranya masih memiliki
b. Sekunder kebiasaan hampir setiap hari mengkonsum-
c. Tersier si ikan asin , tidak ada pantangan terhadap
d. Promotif makanan serta jarang olah raga.
e. Perventif

144. Seorang perawat melakukan pendataan kel- Apakah masalah keperawatan utama pada ka-
uarga pada suatu RW dan didapatkan ata sus diatas ?
lingkungan padat padat penduduk.Kegiatan
PSN melalui gerakan 4 M dilakukan jika ter- a. Kesiapan untuk meningkatkan
jadi kasus DBD. Angka bebas jentik di rumah pengetahuan
tangga sebesar 58%, Kasus DBD hampir mer-
ata di setiap RT dengan rata-rata 2-3 kasus. b. Ketidakefektifian pemeliharaan kesehatan
c. Ketidakefektifan manajemen kesehatan
Apakah tindakan yang utama dilakukan per- d. Defisiensi pengetahuan masyarakat
awat yang dilakukan pada kasus tersebut ? e. Perilaku kesehatan berisiko

a. Rujukan 147. Hasil pengkajian perawat di suatu RW didapa-
b. Skrining kesehatan tkan 12 dari 30 lansia menderita hipertensi.
c. Manajemen perilaku Berdasarkan hasil wawancara, lansia menga-
d. Pencatatan insidensi kasus takan sudah mengetahui tentang penyakitnya,
e. Proteksi resiko lingkungan. tetapi sulit untuk mematuhi perawatan nya.
Selanjutnya perawat bermaksud memberikan
Back 59

Program Studi DIII Keperawatan

informasi tentang perawatan penyakit hiper-
tensi dengan metode diskusi.
Apakah nama level pencegahan yang dilaku-
kan oleh perawat diatas?
a. prevensi primer
b. prevensi tersier
c. proses kelompok
d. tindakan mandiri
e. prevensi sekunder

60 Next

Back


Click to View FlipBook Version