RAJUT HARAPAN
BAGI SESAMA
Penanggung jawab : Dr. Widura Iman Mustopo, Psi
Editor : Drs. Buntje Harbunangin, Psikolog
Dra. Rinny Soegiyoharto, Psikolog
Penulis narasi : Novita Damayanti, S.Psi. M.Psi, Psikolog
Martin Herdiansyah, S.Psi, M.Psi, Psikolog
Dra. Rina Godiani Hakim, M.Si., Psikolog
Muhammad Chalid, S.Psi., M.M., Psikolog
Dr. Zahrasari Lukita Dewi, M.Si. Psikolog
Desain Cover : Wulang Sunu
Desain Halaman : Arya Wibi
Dokumentasi : Audy Tangkere
SUSUNAN SEKSI ACARA
PANITIA
Dian Wisnuwardhani, M.Psi, Psikolog
Laureen Eugeny Sahertian, M.Psi, Psikolog
Martin Herdiansyah, S.Psi, M.Psi, Psikolog
Putri Nur Winanti, M.Psi, Psikolog
Dra. Riana Chairawati, S.Psi., Psikolog
Dra. Rina Godiani Hakim, M.Si., Psikolog
Tiara Diandra, S.Psi
STEERING COMMITTEE SEKSI SURVEI DAN FGD
Drs. Buntje Harbunangin, Psikolog Dr. Arie Suciyana Sriyanto, S.Si., M.Si.
Dra. Diennaryati Tjokrosuprihatono, M.Psi, Psikolog Dra. Dini Andiani, Psikolog
Dra. Josephine R. Marieta, M.PsiT, Psikolog Dra. Medhira Iswara, M.M., Psikolog
Dra. Myra Diarsi, MA, Psikolog Muhammad Chalid, S.Psi., M.M., Psikolog
Drs. Rilzan Chandra, MM, Psikolog Muhamad Nanang Suprayogi, S.Psi, M.Si, Ph.D
Drs. Sigid Edi Sutomo, Psikolog Murty Magda Pane, ST., M.Si.
Dra. Tri Iswardani, M.Si., Psikolog
Dr. Wustari L. Mangundjaya, M.Org.Psy., Psikolog SEKSI USAHA, DANA, DAN KERJA
SAMA
PENANGGUNG JAWAB
Dewi Pusparini, M.Psi, Psikolog
Dr. Widura Imam Mustopo, M.Si., Psikolog Dwi Endang Sriningsih, M.Psi, Psikolog
Drs. Julyvan Pertamawan, Psikolog
KETUA PELAKSANA Mayang Pramudita Yusuf, S.Psi
Dra. Wiene Dewi Toorisnawati, Psikolog
Dra. Rinny Soegiyoharto, Psikolog
SEKSI PERLENGKAPAN
SEKRETARIS
Dra. Ratna Isnasari, Psikolog
Choirida Ema Wardasanti, S.Hut Rocky Ramli Andarjuangsyah, S.Psi, M.M, Psikolog
Ruben Tim Hardian, M.Psi, Psikolog
BENDAHARA SEKSI DOKUMENTASI DAN
PUBLIKASI
Novita Damayanti, S.Psi. M.Psi, Psikolog
Neneng Kurniawati, S.Kom Drs. Audie R Tangkere, Psikolog
SEKSI LAYANAN PSIKOLOGI I Made Arjun Suputra Jaya, S.Psi
Edward Andriyanto Sutardhio, M.Psi, Psikolog
Rr. Rahajeng Ikawahyu Indrawati, M.Si., Psikolog
Reno Fitria Sari, S.Psi, M.Si.
Dr. Zahrasari Lukita Dewi, M.Si, Psikolog
DAFTAR ISI
02 05 08
Kata Sekapur Sirih Getar Kelegaan
Pengantar Mengiringi Syukur
12 26 30 37
Bakti Psikologi Pelatihan Kegiatan Layanan Kurasi Komunitas
Pengembangan Telekonseling Pegiat Solidaritas
Diri Bagi Anak Gratis dalam Sosial
Berhadapan Memperingati Hari
dengan Hukum Kesehatan Mental
(ABH) Dunia 2021
46 53 57 64
Desain Gambar Bentangan 1000 Festival Pertolongan
Kaos dan Totebag Poster sebagai Solidaritas Sosial: Pertama adalah
Media Belajar Puncak itu Tidak PFA
Selalu di Atas
65 67 69
Webinar Menata Hati Talk Show PPKM:
Solidaritas Caregiver Lansia Melampaui Batas
Sosial Dalam Paceklik Pandemi
Kebhinekaan:
Ekspresi Kesehatan
Mental Masyarakat
Indonesia
UCAPAN TERIMAKASIH kepada semua pihak
yang telah mendukung terselenggaranya
FESTIVAL SOLIDARITAS SOSIAL
Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan
Mental Dunia 2021
Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI JAYA)
“SOLIDARITAS SOSIAL DALAM KEBHINEKAAN,
EKSPRESI KESEHATAN MENTAL MASYARAKAT INDONESIA”
Menteri Sosial Republik Indonesia, Ibu Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T
Walikota Jakarta Timur, Bapak M. Anwar, SSi, MAP
Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial
Kementerian Sosial, Bapak Hartono Laras
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Jakarta Timur, Bapak H. Muchtar, S.E., M.Si.
Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Bapak Dr. H. Ahmad Yani, S.Pd.,MM.,MBA
Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jakarta, Bapak Drs. Ibnu Chuldun, Bc.I.P., S.H., M.Si.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II, Bapak Medi Oktaviansyah, S.Psi., M.Si
Chief of Content Buddyky & MNC News, Bapak Tommy Tjokro
Ketua Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia, Bapak Prof. Dr. Seger Handoyo, M.Si, Psikolog
MNC Group, dengan brand, iNews.id, okezone.com dan sindonews.com
Bank Indonesia
Yayasan Denny JA Untuk Indonesia Tanpa Diskriminasi
BPJS Ketenagakerjaan
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, dengan brand Sari Roti
Panasonic Gobel Indonesia
PT Kimia Farma, Tbk
L’oreal Indonesia
Xyenergy, dengan product masker medis
Sinarmas Group, dengan brand air mineral Pristine
McDonald’s Indonesia, dengan product paket nasi dan ayam
Frisian Flag, dengan brand Frisian Flag Susu UHT 225 ml
Mondelēz Indonesia, dengan brand Biskuat
MayBank
Ibu LF Soegito
Ibu Adinda Bakri
Bapak Reza Adhi Saputro
Bapak Irvandi Ferizal
Bapak Wisnoe Satrijono
Ibu Tuti Indra
Ibu Tutut Handayani
Ibu Josephine R Marieta
Ibu Chiefy
Ibu Hanlie
Ibu Nana
Ibu Dina Auliana
Chahna Artwork
Ibu Dieny Tjokro
Ibu Wustari Mangundjaya
Bapak Denny JA
Ibu Kemala Chandrakirana
Ibu Nia Dinata
Bapak Rizal Bachrun
Ibu Sicilia
Ibu Jajang C. Noer
Bapak Zamzani, M.Si
Bapak Aloysius Yogi Setiawan
Ibu Monica Sudibyo
Bapak Wulang Sunu
Ibu Alissa Wahid, M.Psi
Bapak Dr. Eko Aditya Meinarno, S.Psi, M.Si., Psikolog
Ibu Dra. Dharmayati Utoyo Lubis, MA., Ph.D., Psikolog
Bapak Danny Yatim
Ibu Bertha Sekunda
Bapak Dibyo dan tim Dinas Psikologi Angkatan Udara
Ibu Debby Sahertian
Ibu Melda Simanjuntak
Bapak Guntur Priadi
Ibu Fera Lie
Pimpinan dan Pengelola Yayasan Al Fajar Berseri
Pimpinan dan Pengelola Panti Lansia Pniel
Pimpinan dan Pengelola Yayasan Jamrud Biru
Pimpinan dan Pengelola Rumah Sahabat Anak Puspita
Pengelola Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II
2 Rajut Harapan Bagi Sesama
KATA PENGANTAR
KETUA UMUM PP HIMPSI
Sungguh membanggakan dan layak mendapatkan
apresiasi apa yang telah dilaksanakan oleh
HIMPSI Jaya dalam memperingati Hari
Kesehatan Mental Sedunia tahun 2021 ini,
terlebih dengan mendokumentasikan apa yang
telah dilakukan dalam bentuk sebuah buku.
Pemerintah menjamin setiap orang dapat hidup
sejahtera lahir dan batin serta memperoleh
pelayanan kesehatan dengan penyelenggaraan
pembangunan kesehatan. Hal itu tertuang
dalam penjelasan atas Undang-Undang Nomor
18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa. Untuk
hidup sejahtera lahir dan batin tentu tidak hanya
membutuhkan pembangunan kesehatan yang
tertuju pada kesehatan fisik namun juga harus
pembangunan kesehatan mental.
Kesehatan mental atau biasa disebut juga
dengan kesehatan jiwa merupakan satu kesatuan
yang tidak terpisahkan dengan kesehatan fisik.
World Health Organization (WHO) mendefinisikan
kesehatan sebagai keadaan sejahtera fisik,
mental dan sosial yang lengkap dan bukan hanya
Rajut Harapan Bagi Sesama 3
bebas dari penyakit. WHO juga menyatakan Solidaritas sosial dapat diberi makna
bahwa “no health without mental health” perasaan setia kawan yang dibangun tidak
atau “tidak ada sehat tanpa sehat mental.” hanya pada tingkat antar individu tetapi
Pernyataan itu telah ditunjukkan oleh juga antara individu dengan kelompok,
berbagai riset yang membuktikan hubungan dan antar kelompok di masyarakat.
antara kesehatan mental dan kesehatan Perasaan setia kawan diwujudkan dengan
fisik kronis, yang secara signifikan saling menolong dengan cara kerjasama
berdampak pada kualitas hidup masyarakat. dan gotong royong. Dalam Psikologi di
konteks kesehatan mental hal ini dapat
Oleh karena itu pemerintah harus dirujuk dengan konsep dukungan sosial.
memperhatikan kesehatan fisik dan Saling menolong, bekerjasama, bergotong
kesehatan mental secara seimbang. Upaya royong, dan saling memberikan dukungan
yang dapat dilakukan untuk itu antara sosial merupakan bentuk solidaritas sosial
lain adalah dengan mengidentifikasi dan yang sangat penting dalam membangun
meningkatkan faktor pelindung (protective kesehatan mental bangsa. Indonesia
factors) serta mengurangi faktor resiko (risk mempunyai modal sosial yang kuat terkait
factors) yang berhubungan dengan aspek dengan faktor pendukung ini. Disinilah letak
kesehatan fisik dan juga kesehatan mental. strategis pengangkatan tema solidaritas
sosial dalam upaya peningkatan kesehatan
“Mental health in an unequal world” mental di Indonesia. Sekali lagi sebuah
ditetapkan sebagai tema Hari Kesehatan cermatan dari HIMPSI Jaya yang patut
Mental Sedunia tahun 2021. Tema ini diapresiasi.
mengangkat persoalan kesehatan mental
dalam dunia yang tidak setara, yang Berbagai kegiatan dalam rangkaian acara
mencerminkan bahwa sebagian orang memperingati kesehatan mental sedunia
sangat mudah mendapatkan akses layanan tahun 2021 yang dilaksanakan oleh HIMPSI
kesehatan mental sementara banyak orang Jaya bervariasi dari memberikan layanan
lainnya sangat sulit mendapatkannya. Hal bantuan psikologi, kegiatan webinar, lomba-
tersebut dikarenakan berbagai hal seperti lomba, talk show dan sebagainya yang
kondisi sosial ekonomi, letak geografis, ditujukan untuk mendorong peningkatan
perbedaan terkait dengan suku, agama, solidaritas sosial. Saya berharap jejak
ras dan sebagainya. Dalam konteks kegiatan yang dituangkan dalam buku
meningkatkan faktor pelindung dan kondisi ini akan memberikan kepada kita
tidak setara tersebut, sangat tepat HIMPSI pelajaran dan insight untuk terus menerus
Jaya mengangkat tema solidaritas sosial. mengembangkan semangat Kerjasama,
gotong royong, saling membantu dan
Solidaritas menurut Kamus Besar Bahasa saling memberikan dukungan sosial
Indonesia (KBBI) adalah sifat (perasaan) kepada orang-orang disekitar kita, kepada
solider; sifat satu rasa (senasib dan masyarakat tanpa memandang perbedaan
sebagainya); perasaan setia kawan. apapun, dan menebarkan semangat
4 Rajut Harapan Bagi Sesama
untuk memberikan layanan dan bantuan dilaksanakan dan dokumentasinya dalam
pada kelompok yang kurang beruntung bentuk buku dapat menjadi inspirasi buat
mendapatkan akses layanan kesehatan kita semua.
mental. Layanan Sejiwa melalui call center
119 ext 8 yang dibentuk oleh pemerintah Marilah bersama membangun bangsa,
berkolaborasi dengan HIMPSI juga menjadi “bangunlah jiwanya bangunlah badannya”
salah satu upaya pemerataan akses sebagaimana tertuang dalam lirik lagu
layanan kesehatan mental di Indonesia. kebangsaan Indonesia Raya.
Layanan bantuan psikologi oleh HIMPSI
Jaya dan juga oleh HIMPSI wilayah lainnya Jakarta, 23 Desember 2021
serta oleh Asosiasi/Ikatan di dalam HIMPSI Ketua Umum PP HIMPSI
juga memperluas akses bantuan psikologi
kepada masyarakat Indonesia. Prof. Dr. Seger Handoyo, Psikolog
Layanan dan bantuan untuk kesehatan
mental, baik berupa kegiatan preventif,
promotif, dan kuratif serta rehabilitatif
merupakan hak layanan semua bidang
Psikologi, dan juga semua jenjang lulusan
Psikologi dengan batasan kewenangan
yang dimiliki masing-masing. Persoalan
kesehatan mental juga menjadi perhatian
dan hak bidang profesi lainnya, seperti
psikiater, pekerja sosial, konselor bimbingan
dan konseling dan lainnya. Oleh karena itu
bekerjasama di dalam profesi Psikologi dan
bekerjasama lintas-profesi menjadi sangat
penting untuk mencapai tujuan bangsa
Indonesia yaitu masyarakat yang sejahtera
lahir dan batin, sehat fisik dan sehat
jiwanya.
Apresiasi dan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada Dr. Widura Imam
Mustopo, M.Si, Psikolog, Ketua HIMPSI
Jaya, dan seluruh pengurus HIMPSI Jaya.
Tentu saja penghargaan dan terimakasih
kepada seluruh panitia peringatan Hari
Kesehatan Mental Sedunia tahun 2021 dari
HIMPSI Jaya. Semoga kegiatan yang telah
Rajut Harapan Bagi Sesama 5
Widura Imam Mustopo
Ketua HIMPSI Jaya
SEKAPUR SIRIH
Assallamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera,
Shalom,
Om swastiastu,
Namu budaya, salam kebajikan,
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME, tanpa terasa kita telah
menyelesaikan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari
Kesehatan Mental Dunia 10 Oktober 2021.
Seperti diketahui, di tahun 2021 ini, Presiden WMFH (World Federation
for Mental Health) telah mengumumkan bahwa tema hari kesehatan
mental dunia tahun ini adalah: mental health in an unequal world atau
kesehatan mental dalam ketidaksetaraan di dunia
Tema tersebut menyoroti semakin meningkatnya polarisasi berbagai
aspek di masyarakat. Di antaranya, ketidaksetaraan ekonomi dengan
semakin lebarnya jarak antara yang berpunya dan tidak berpunya.
Selain itu juga ketidak setaraan dalam aspek lain seperti perbedaan
gender, ras dan etnik, termasuk ketidak setaraan dalam memperoleh
akses layanan dan fasilitas di bidang Kesehatan mental.
Semua ketidaksetaraan tersebut tentu berpengaruh besar pada
kesehatan mental masyarakat secara umum dan patut menjadi
perhatian bersama masyarakat dunia.
HIMPSI Jaya yang setiap tahun pada tanggal 10 oktober, senantiasa
6 Rajut Harapan Bagi Sesama
aktif berperan serta dalam peringatan Hari solidaritas sosial bagi kita adalah nyata.
Kesehatan Mental Dunia, mencermati tema
tersebut dan menghubungkannya dengan Bahkan berdasarkan survey tahunan dari
kondisi sosial psikologis masyarakat Charities Aid Foundation, tahun ini negara
indonesia. kita, Indonesia, dinobatkan sebagai negara
Melalui pencermatan dan diskusi yang paling dermawan. Ini berarti giving index
intensif di internal HIMPSI Jaya ditemukan masyarakat kita untuk berbagi adalah paling
beberapa hal menarik berikut ini: tinggi di dunia.
Pertama, bahwa benar masih ada
ketidaksetaraan di masyarakat indonesia Inilah potensi dan kompetensi bangsa yang
terutama dari segi kesenjangan ekonomi. patut kita syukuri dan manfaatkan sebesar-
Kesenjangan tersebut tentu berpengaruh besarnya bagi kesejahteraan masyarakat
pada akses terhadap fasilitas kesehatan indonesia umumnya dan juga kesehatan
mental. Namun, kita percaya bahwa mental khususnya.
pemerintah dan masyarakat ekonomi
khususnya telah berupaya terus menerus Dari rangkaian pemikiran di atas HIMPSI
untuk mengatasi kesenjangan ekonomi Jaya menetapkan sebuah tema di tahun ini
tersebut. yaitu:
Kedua, bahwa benar kita adalah bangsa SOLIDARITAS SOSIAL DALAM
yang beragam. Kita memiliki beragam ras KEBHINEKAAN, EKSPRESI KESEHATAN
dan etnik. Potensi ketidaksetaraan karena MENTAL MASYARAKAT INDONESIA
perbedaan etnik dan ras ini juga menjadi
sorotan dari WFMH tersebut. Berdasarkan tema tersebut maka HIMPSI
Jaya membentuk panitia khusus yang telah
Ketiga, khusus bagi kita masyarakat mendesain dan menyelenggarakan berbagai
indonesia, kita melihat bahwa kita memiliki kegiatan untuk mengusung tema tersebut.
sebuah cahaya yang bisa menerangi Secara garis besar kegiatan-kegiatan yang
jalan untuk mengatasi ketidak setaraan telah dilakukan tersebut mencakup:
tersebut. Cahaya tersebut adalah filosofi,
cara berpikir dan nilai-nilai yang sudah Sosialisasi tema melalui poster, kaos
kita miliki yaitu Pancasila dan Bhineka dengan desain khusus untuk menggugah
Tunggal Ika. Pancasila dengan Sila kesadaran masyarakat akan tema dan hari
Kemanusiaan dan Bhineka Tunggal Ika kesehatan mental dunia.
sebagai komitmen kebudayaan bangsa
ini mampu untuk mempersempit jurang Melaksanakan Bakti Psikologi ke berbagai
ketidaksetaraan tersebut. Sila Kemanusiaan panti ODGJ (orang dengan gangguan jiwa),
dan Bhineka Tunggal Ika yang kita miliki panti lansia, rumah singgah anak terlantar
mampu membuat kita mewujudkan dan Lembaga Pemasyarakatan Khusus
perilaku solidaritas sosial yang kita miliki. Anak (LPKA). Dalam kegiatan tersebut,
Sebuah perilaku kolektif yang sudah lama
menjadi jiwa dari masyarakat kita. Perilaku
Rajut Harapan Bagi Sesama 7
dilakukan juga pembekalan bagi para apresiasi dari masyarakat Jakarta Raya dan
pengasuh (caregiver) tentang penanganan sekitarnya.
dan pendampingan warga binaan.
Keberhasilan tersebut tentu tidak lepas dari
Menyelenggarakan pelatihan dan workshop dukungan para sponsor dan donatur yang
mengenai pertolongan pertama psikologis telah berbagi semangat yang sama untuk
(psychological first aid) bagi masyarakat menjaga solidaritas sosial dan kesehatan
umum maupun kalangan khusus. mental masyarakat. Untuk itu kami, HIMPSI
Jaya mengucapkan terima kasih sebesar-
Menyelenggarakan telekonseling yang besarnya.
ditujukan kepada berbagai lapisan
masyarakat yang membutuhkan terkait Tidak lupa pula,saya ucapkan terima
permasalahan Kesehatan mental. kasih setinggi-tingginya dan penghargaan
kepada Panitia baik SC maupun OC yang
Mengindentifikasi komunitas-komunitas telah bekerja keras untuk menyukseskan
yang telah menjalankan praktik solidaritas perhelatan Hari Kesehatan Mental
sosial dan memilih komunitas terpuji yang Dunia tahun 2021 ini. Semoga semua
dapat dijadikan inspirasi dan teladan bagi jerih payah yang telah diberikan dapat
masyarakat. memberikan kontribusi dan bermanfaat
dalam mewujudkan kesehatan mental di
Menyelenggarakan webinar kebangsaan masyarakat.
yang mendiskusikan keterkaitan antara
Pancasila, Kebhinekaan dengan Perilaku Akhir kata, semoga semangat untuk
Solidaritas Sosial sebagai penguat merawat solidaritas sosial di masyarakat
kesehatan mental masyarakat. Webinar Indonesia sebagai ekspresi Kesehatan
Menata Hati Caregiver Lansia, dan Talkshow Mental dapat tetap menyala di hati sanubari
Kesehatan Mental Masyarakat berdasarkan kita bersama.
hasil survei mengenai PPKM.
Sekali lagi terima kasih
Menyelenggarakan Festival Kesehatan
Mental sebagai sebagai puncak kegiatan Wass. wr.wb
sekaligus ajang apresiasi kepada sponsor,
donatur, peserta lomba serta anggota Widura Imam Mustopo
HIMPSI Jaya. Ketua HIMPSI Jaya
Di dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan
tersebut, HIMPSI Jaya merangkul
berbagai tokoh masyarakat non-psikologi
untuk bersama-sama memeriahkan hari
kesehatan mental tahun ini.
Patut disyukuri bahwa semua kegiatan
di atas mendapat sambutan baik dan
8 Rajut Harapan Bagi Sesama
Rinny Soegiyoharto Panitia Hari Kesehatan Mental Dunia 2021
Himpunan Psikologi Indonesia wilayah
Sekretaris Wilayah HIMPSI JAYA DKI Jakarta Raya (HKMD2021-HJ), resmi
terbentuk tepat membuka September
GETAR 2021. Sebagai ketua dengan gerbong besar
KELEGAAN panitia, saya bersyukur atas kecepatan
MENGIRING penyatuan paradigma, hingga panitia
SYUKUR mampu bergiat wujudkan delapan program
besarnya dalam satu setengah bulan,
sampai titik akhir.
“Solidaritas Sosial dalam Kebhinekaan,
Ekspresi Kesehatan Mental Masyarakat
Indonesia”, sub-tema yang kita angkat,
mengejawantahkan “Mental Health in an
Unequal World”, tema sentral yang diusung
World Federation for Mental Health untuk
tahun 2021.
Dunia kecil kepanitiaan HIMPSI JAYA
dengan anggota yang sangat beragam,
telah menjadi langkah awal yang manis
untuk tetap menjaga keselarasan sub-tema
itu pada setiap perilaku anggota panitia di
dalamnya.
Kelegaan datang di musim menuai,
ketika seluruh acara telah melewati
pewujudannya. Ucapan syukur untuk
setiap detail, izinkan saya namai: perayaan
atas kerjasama dan kebersamaan, atas
solidaritas sosial ke dalam dan ke luar.
Terimakasih atas dukungan banyak
sekali pihak. Keterbatasan halaman tentu
mencegah saya menyebutkan semua nama.
Terimakasih Pengurus Pusat HIMPSI,
dengan Ketua Umum, Bapak Seger
Handoyo.
Terimakasih Pengurus Wilayah HIMPSI
JAYA, khususnya Ketua, Bapak Widura
Rajut Harapan Bagi Sesama 9
Waktu yang kita miliki terasa Imam Mustopo; Wakil Ketua 1, Ibu Tri Iswardani;
sepenggal, Wakil Ketua 2, Bapak Rilzan Chandra; Wakil Ketua 3,
sementara deretan usul dan Ibu Josephine Rosa Marieta; Bendahara, Ibu Novita
rencana kegiatan menyergap, Damayanti.
memeras peluh tubuh dan jiwa.
Embun hari baru jarang lagi Terimakasih segenap Komite Ahli HIMPSI JAYA,
sempat menyapa, Bapak Buntje Harbunangin, Ibu Diennaryati
sebab waktu-waktu kita Tjokrosuprihatono, Ibu Myra Diarsi, Bapak Sigid Edi
dihadang temu daring, temu Sutomo, Ibu Wustari Mangundjaya. Terimakasih
luring, seluruh Kepala Divisi dan anggotanya. Terimakasih
wujud temu yang hadir seluruh Majelis Psikologi Wilayah HIMPSI JAYA.
menandai zaman.
Terimakasih untuk sponsor dan donatur, yang telah
menggenapi anggaran panitia. Tanpa dukungan
sponsor dan donatur, acara-acara tak kan mungkin
terselenggara. Semoga sehat selalu, serta
kesuksesan usaha, pekerjaan, lembaga Bapak dan
Ibu senantiasa gemilang, dan kerjasama kita terus
berlanjut.
Terimakasih tak hingga kepada seluruh Panitia
Hari Kesehatan Mental Dunia 2021 HIMPSI
JAYA (HKMD2021-HJ). Giat, gigih, antusiasme,
kebersamaan, solidaritas, persahabatan, kegotong-
royongan dan persatuan yang ada selama ini, harta
berharga dan nilai luhur yang tiada bandingnya.
Kisah perjalanan setiap kegiatan, dapat kita nikmati
pada lembar demi lembar buku ini. Terimakasih atas
inisiasi, waktu dan keterlibatan semua penyusun,
penulis, penyunting, penyelaras, penata-kreatif dan
penata-letak, hingga buku ini terwujud.
Salam sehat, salam kompak, salam guyub.
Teriring salam dan doa,
Rinny Soegiyoharto
Ketua Panitia HKMD2021-HJ
Sekretaris Wilayah HIMPSI JAYA
10 Rajut Harapan Bagi Sesama
Rajut Harapan Bagi Sesama 11
12 Rajut Harapan Bagi Sesama
BAKTI Berbicara tentang bakti sosial, sangat
PSIKOLOGI kental kaitannya dengan konsep berbagi
untuk sesama manusia, utamanya hal-hal
mengenai kebutuhan dasar.
Apa perbedaan bakti sosial dengan Bakti
Psikologi?
Bakti psikologi adalah wujud kepedulian
insan psikologi terhadap sesama manusia,
terutama aspek psikologi individu.
Tujuannya agar terwujud kesehatan mental
yang optimal dan tercapai kondisi sejahtera,
baik bagi individu, maupun terhadap
lingkungan sekitarnya.
Dalam memperingati Hari Kesehatan
Mental Dunia yang jatuh pada tanggal 10
Oktober 2021, HIMPSI JAYA berinisiatif
untuk secara berkelanjutan melakukan
gerakan solidaritas sosial yang menyasar
Rajut Harapan Bagi Sesama 13
pada kebutuhan masyarakat, utamanya panti-panti tersebut berasal dari kalangan
mereka yang termarjinalkan dan kesulitan masyarakat yang diberdayakan untuk
dalam mengakses layanan psikologi. merawat ODGJ dan lansia. Mereka tidak
memiliki bekal akademis yang memadai dan
Melalui Bakti Psikologi maka HIMPSI JAYA sesuai dengan profesi sebagai caregiver
memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan pendamping. Dengan pengetahuan
langsung dengan masyarakat, hingga yang terbatas maka pengalaman bekerja
bisa mendapatkan lebih banyak informasi merawat OGDJ dan lansia seringkali
atau insight terkait layanan spesifik yang menjadi suatu kegiatan yang melelahkan
mungkin dapat ditindak-lanjuti di kemudian secara psikologis. Mereka terkadang
hari. Kegiatan Bakti Psikologi juga menjadi kurang semangat, mudah lelah
menunjukkan bahwa HIMPSI JAYA secara dan akhirnya mempengaruhi mereka dalam
nyata hadir langsung di tengah masyarakat, melakukan aktivitas perawatan terhadap
yang seketika dapat merasakan manfaat pasien ODGJ dan lansia. Kehadiran HIMPSI
kehadiran tersebut. JAYA dengan kegiatan Bakti Psikologi,
memberikan secercah cahaya pengetahuan
Beberapa kegiatan Bakti Psikologi dan keterampilan merawat diri berbasis
dilaksanakan di Yayasan Orang Dengan Psikologi.
Gangguan Jiwa (ODGJ), Panti Lansia,
Rumah Singgah Anak Jalanan dan Lembaga
Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Jakarta.
Termasuk di dalamnya pelayanan konseling
gratis secara daring. Kegiatan Bakti
Psikologi tidak hanya mengusung konsep
berbagi kebutuhan dasar sehari-hari,
namun juga menyasar pada penyampaian
pengetahuan dan psikoedukasi, melalui
pembekalan singkat, pemberian buku-buku
berisi materi yang sesuai dengan kebutuhan
mereka, serta layanan telekonseling kepada
masyarakat.
Bakti Psikologi yang diselenggarakan
pada dua yayasan ODGJ, yakni Yayasan
Al Fajar Berseri dan Yayasan Jamrud Biru,
serta satu Panti Lansia Pniel, HIMPSI
JAYA menemukan kebutuhan yang dapat
dibagikan secara khusus oleh organisasi
Psikologi. Kebutuhan tersebut adalah ilmu
dan pengetahuan berbasis Psikologi bagi
para caregiver dan pendamping. Sebagian
besar caregiver dan pendamping pada
14 Rajut Harapan Bagi Sesama
Selain yayasan yang merawat ODGJ Melalui Bakti Psikologi yang dilaksanakan
dan Lansia, HIMPSI JAYA juga bergerak dalam rangka Hari Kesehatan Mental Dunia
melakukan aktivitas Bakti Psikologi 2021, HIMPSI JAYA menangguk banyak
di Rumah Singgah yang menampung hal baru yang dapat dijadikan acuan untuk
anak-anak jalanan dan di Lembaga program kegiatan di masa yang akan
Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA). datang. Salah satu esensi dari kegiatan ini
Kegiatan Bakti Psikologi pada kedua adalah perlunya meningkatkan kepekaan
lembaga/yayasan tersebut adalah upaya dan kepedulian insan psikologi terhadap
menanamkan nilai-nilai kemandirian dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan
kepercayaan diri bagi anak-anak melalui psikologis secara lebih luas. HIMPSI JAYA
pemberian buku edukasi, dinamika juga perlu mengedepankan program kerja
kelompok dan aktivitas di lapangan. layanan yang lebih aplikatif dan dapat
secara langsung dirasakan dampaknya oleh
Bakti Psikologi dalam bentuk layanan masyarakat. Keberlangsungan kehidupan
telekonseling gratis untuk masyarakat, bangsa yang sehat, baik fisik maupun
HIMPSI JAYA bekerjasama dengan Ikatan mental tidak hanya menjadi tanggung jawab
Psikologi Klinis Jakarta (IPK Jakarta), pemerintah saja, tetapi juga tanggung
membuka layanan konseling selama satu jawab seluruh lapisan masyarakat. Tentu
bulan. Layanan dimulai tanggal 1 Oktober, saja peran organisasi yang secara profesi
hingga 31 Oktober 2021, didukung 100 membidangi ilmu Psikologi dan memiliki
psikolog relawan yang bekerja secara kompetensi untuk melakukan banyak
bergantian setiap hari. Layanan ini bertujuan program kesehatan jiwa dan pembangunan
membuka akses kepada masyarakat mental bangsa, sangat signifikan.
hingga lebih mudah mendapatkan layanan
psikologi.
Rajut Harapan Bagi Sesama 15
Yayasan Salah satu Yayasan yang menjadi target
Al-Fajar Berseri dari Baksos Himpsi Jaya dalam rangkaian
Festival Solidaritas Sosial di Hari
Kesehatan Mental Dunia adalah Yayasan
Al-Fajar Berseri yang beralamat di Kampung
Pulo, RT 004/RW 037, Desa Sumberjaya,
Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi.
Alasan memilih Yayasan ini karena mereka
menampung 441 pasien gangguan jiwa
(ODGJ), baik dari yang memang dititipkan
keluarga, hasil razia jalanan dan mereka
yang memang hidup di jalanan terbuang
dari keluarga.
Pendiri Yayasan Al Fajar Berseri adalah
bapak Marsan seorang kusir delman
yang awalnya tidak memiliki kepedulian
pada ODGJ. Sebagai kusir delman, pak
Marsan setiap pagi mengantar anak-anak
ke sekolah dan melihat ada ODGJ yang
berpakaian kotor dan makan dari tempat
16 Rajut Harapan Bagi Sesama
sampah. Ia merasa iba karena melihat hal makan untuk ODGJ yang dirawatnya, dan
itu, bahkan seekor hewanpun tidak akan sejak itu ia berhenti menjadi kusir delman.
mau menyantap makanan yang sudah
busuk dan dikerubungi lalat. Dari situ ia Ditahun 2014, Pak Marsan sempat didemo
merasa kasihan dan membawa ODGJ itu oleh warga sekitar yang merasa terganggu
pulang kerumahnya untuk dirawat. Setelah dengan kehadiran ODGJ di rumahnya,
3 bulan dirawat pak Marsan, ODGJ tersebut mereka marah karena para ODGJ sering
bisa mengingat nama dan alamatnya mengambil sendal dan menganggu
sehingga pak Marsan bisa mengantarnya lingkungan. Pak Marsan merasa sangat
pulang ke Krawang. Selain itu pernah juga ia bingung dan hanya berusaha meminta maaf
didatangi ibu tua yang menangis bersimbuh kepada warga.
di kakinya karena sudah menemukan
anaknya yang sudah menghilang selama 5 Di tahun 2016, kisah Pak Marsan mulai
tahun. Bahkan keluarga sudah mengadakan diangkat ke media massa yaitu Metro TV di
tahlilan untuk anaknya dan menganggapnya acara Kick Andy. Sejak
sudah meninggal. itulah ia mulai banyak mendapatkan
bantuan dari donator, mulai bisa
Dari dua kejadin itu hati pak Marsan memperluas lahan dari 100 m menjadi 8500
semakin kuat untuk bisa menolong ODGJ m (saat ini). Selain itu bangunan yang ada
yang terlantar dan dari tahun 1992 sampai mulai semi permanen dan layak huni.
dengan tahun 2005, ia sudah menampung
sekitar 20 ODGJ dirumahnya yang sempit. Misi utama dari Yayasan Al -Fajar Berseri
Ia juga sempat menjual kudanya di tahun adalah ‘ Memanusiakan manusia dengan
2005 karena tidak mampu memberikan hati’.
Rajut Harapan Bagi Sesama 17
Yayasan ini menampun ODGJ yang bagaimana merawat OGDJ secara tepat dan
disingkirkan masyarakat, dibuang memahami gangguan yang mereka
keluarganya, dipasung dan diperlakukan tidak alami.
manusiawi. Selain itu kedepannya Yayasan
Al Fajar bisa bermanfaat bagi seluruh warga Menyikapi ini team baksos Himpsi Jaya
masyarakat Indonesia merespon dengan membuat sebuah
program edukasi singkat tentang
Di Yayasan ini Pak Marsan dibantu oleh 20 bagaimana mengelola stress untuk para
orang pendamping yang bekerja bergiliran pendamping ODGJ, serta memberikan
selama 24 jam. Mereka berasal dari mereka buku panduan mengenal ODGJ
masyarakat sekitar yang butuh pekerjaan dan serta mengatasi stress/burn out yang
mantan pasien yang sudah sehat mungkin di alami oleh para pendamping.
sehingga bisa diberdayakan. Sehingga Dalam buku itu juga diberikan pengetahuan
secara kualifikasi profesi, para pendamping umum tentang apa dan bagaimana ODGJ
ini belum memiliki pengetahuan tentang sebagai tambahan pengetahuan bagi
para pendamping. Selain itu, team baksos
Himpsi Jaya juga mengumpulkan berbagai
produk sembako/makanan baik dari
sponsor maupun donator untuk membantu
Yayasan Al-Fajar Berseri. Kegiatan baksos
dan edukasi psikologi diadakan pada hari
Minggu, tanggal 19 September 2021 pukul
09.00 – 11.30. Dihadiri oleh Ketua Himpsi
Jaya, Bpk. Dr. Widura Imam Mustopo. Psi
dan ketua panitia Festival Solidaritas Sosial,
Dra. Rinny Soegiyoharto. Psi. Hadir juga
teman-teman dari pihak sponsor dan
relawan psikologi lainnya untuk mendukung
kegiatan ini.
Respon dari Pak Marsan sebagai ketua
Yayasan Al- Fajar sangat positif dan
antusiasme dari para pendamping dalam
mengikuti program edukasi ini juga sangat
terlihat. Diharapkan kedepannya bisa terjalin
hubungan silahturahim yang erat antara
Yayasan Al Fajar Berseri dengan Himpsi
Jaya terutama untuk mendukung mereka
melakukan misi kemanusiaan merawat
pasien ODGJ dengan hati.
18 Rajut Harapan Bagi Sesama
Yayasan
Jamrud Biru
Panti Swadaya menjadi alternatif solusi ketika fasilitas di Rumah
Sakit Jiwa terbatas. Yayasan Jamrud Biru merupakan salah satu
diantaranya. Yayasan ini didirikan pada 2009 oleh Bapak Suharyono
yang berlokasi di Jalan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya Kota
Bekasi. Di atas lahan yang memiliki luas sekitar 800 meter itu
berdiri bangunan yang menampung kurang lebih 168 orang pasien
dengan gangguan kejiwaan. Bapak Suharyono secara rutin dibantu
oleh karyawan sejumlah 20 orang yang Sebagian juga merupakan
pendamping bagi para penderita ODGJ. Yayasan Jambrud Biru
menerapkan terapi penyembuhan melalui cara tradisional, seperti
pijat saraf, totok, pemberian ramuan jamu, vitamin, hingga siraman
rohani. Semua kegiatan sudah memiliki jadwal yang tersusun
dengan cukup rapi dan setiap pendamping memiliki peran untuk
mengawaki setiap kegiatan yang dilakukan. Moto yang mereka
usung “Semangat, Sehat, dan Bergembira”, hal itu menjadi
penyemangat bagi para pasien ODGJ unutk bisa melewati masa sulit
mereka PengelolaYayasan dan para pendamping memiliki komitmen
bahwa para ODGJ memiliki hak untuk hidup dan diperlakukan
secara baik. Tidak ada diskriminasi dalam Yayasan ini karena semua
pasien diperlakukan dengan setara. Pasien yang dirawat di Yayasan
Jambrud Biru memiliki gangguan yang beragam.
Rajut Harapan Bagi Sesama 19
Secara umum, para pendamping para pendamping. Antusias para
yang ada di Yayasan Jambrud pendamping untuk mengikuti
Biru tidak memiliki latar kegiatan psikoedukasi sangat
belakang keperawatan jiwa. tinggi, mereka merasa hal
Mereka hanya mendapatkan tersebut merupakan sesuatu
pengetahuan secara otodidak yang sangat mereka butuhkan.
dan minim pengetahuan Proses diskusi berjalan
kejiwaan. Hal tersebut yang sangat terbuka, dimana para
membuat Himpsi Jaya tergerak pendamping juga aktif dalam
untuk melakukan kegiatan bertanya dan menceritakan
bertema Bakti Psikologi pada pengalaman yang mereka
tanggal 23 Oktober 2021 yang miliki. Selain itu, para pasien
bukan hanya memberikan ODGJ juga diberikan kegiatan
bantuan barang dari para permainan lapangan seperti
sponsor tetapi juga memberikan lempar bola, bernyanyi, dan
layanan berupa psikoedukasi juga hula hoop.Mereka sangat
kepada para pendamping. berharap kegiatan psikoedukasi
Psikoedukasi berupa dilakukan secara rutin dengan
pengetahuan dasar tentang membawa tema yang beragam
gangguan kejiawaan serta sesuai dengan kondisi faktual
teknik untuk mengatasi burn yang mereka temui.
out yang seringkali dialami oleh
20 Rajut Harapan Bagi Sesama
Rajut Harapan Bagi Sesama 21
Panti Lansia
PNIEL
Panti Werdha PNIEL didirikan pada tahun 1903
oleh seorang Belanda yang ingin membangun
rumah untuk menampung orang terlantar.
Awalnya panti ini bernama Hovier PNIEL dan
berada di Jalan Samanhudi Dalam no. 26,
Jakarta Pusat. Saat gejolak perang dunia kedua,
Pniel berubah fungsi menjadi rumah untuk
mengurus janda korban perang, dan tahun 1965
berubah nama menjadi POT PNIEL (Perumahan
Orang Tua) Jakarta. Kemudian di tahun 1992,
POT PNIEL berubah nama menjadi Panti
Tresna Werdha PNIEL sesuai instruksi Menteri
Sosial. Perjalanan Panti PNIEL tidaklah mulus
karena sempat berkonflik dengan Sinode GPIB
22 Rajut Harapan Bagi Sesama
dan berakhir di pengadilan sehingga
membuat nasib panti menjadi terkatung-
katung. Menyikapi situasi ini, tahun
2002 Panti PNIEL dipindah ke Bintaro
dan disetujui oleh Menteri Sosial. Di
tahun 2003, Panti PNIEL juga menjadi
mitra dari RS Bintaro Permai untuk
menyediakan rumah kos bagi para
perawatnya.
Saat ini Panti PNIEL dikepalai oleh ibu
Augustine Elizabeth Patipelehu dan
dibantu 5 orang keluarga mengurus
dan merawat opa dan oma disana.
Total lansia yang dirawat disana ada
25 orang dan sebagian dari mereka
ada yang sudah tidak memiliki keluarga
lagi. Kondisi panti sangat baik karena
mereka juga dibantu 5 orang caregiver,
1 orang juru masak dan 1 orang
tukang kebun, Selain itu panti PNIEL
juga bekerjasama dengan rumah sakit
untuk menerima calon perawat yang
akan magang di panti. Banyak program
dan kegiatan yang dilakukan di panti
untuk para lansia, antara lain ibadah
bersama, rekreasi bersama, hiburan dan
pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Untuk kelima caregiver yang merawat
lansia sebagian adalah perawat
non-medis yang memang belajar
secara otodidak dan menggunakan
pengalaman sebagai modal untuk
bekerja. Namun dengan kesabaran
dan komitmen, Ibu Augustine beserta
seluruh anggota Panti PNIEL berhasil
merawat semua lansia dengan baik
serta bertanggungjawab terhadap
keluarga mereka
Rajut Harapan Bagi Sesama 23
Rumah Singgah
Sahabat Anak Puspita
Rumah Singgah Sahabat 5 Oktober 2021. Kunjungan
Anak Puspita menjadi yang dilakukan oleh HIMPSI
tempat yang dipilih sebagai JAYA dihadiri pula oleh
salah satu tujuan pada Bakti Walikota Jakarta Timur yakni
Sosial dalam rangka Hari Bapak M. Anwar, SSi., MAP.
Kesehatan Mental Sedunia Pada kesempatan tersebut
2021 yang diselenggarakan panitia dari HIMPSI JAYA
oleh Himpunan Psikologi besertabeberapa volunteer
Indonesia wilayah Jakarta yang terlibat melakukan
Raya (HIMPSI JAYA). Adapun kegiatan psikoedukasi seperti
tema acara yang diambil kegiatan bermain, membaca
oleh HIMPSI JAYA adalah buku serta bercerita. Selain
Festival Solidaritas Sosial. itu HIMPSI JAYA juga
Rumah Singgah Sahabat Anak memberikan beberapa
Puspita menjadi tempat ke- bingkisan untuk keperluan
empat yang dikunjungi oleh anak-anak di Rumah Singgah.
HIMPSI JAYA pada tanggal
24 Rajut Harapan Bagi Sesama
Rumah Singgah Sahabat
Anak Puspita Berfokus
pada pemenuhan hak-hak
anak jalanan, terutama hak
tempat tinggal, kesehatan
dan juga pendidikan.
Sehingga Rumah Singgah
ini memiliki target
agar anak-anak dapat
memperoleh hak-nya
sesuai dengan usia dan
perkembangannya. Rumah
Singgah Sahabat Anak
Puspita Berlokasi di Duren
Sawit Jakarta Timur dan
saat ini memiliki 42 anak
asuh.
Rajut Harapan Bagi Sesama 25
“ TESTIMONI
KETUA YAYASAN AL
FAJAR BERSERI
Pada kesempatan ini saya sebagai Ketua
Yayasan Al Fajar Berseri mengucapkan
Alhamdulilah dan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada HIMPSI JAYA, terutama
kepada Ketua HIMPSI JAYA Bapak Dr. Widura
Imam Mustopo, Psikolog, serta teman- teman
dari panitia kegiatan Bakti Psikologi yang
berkenan memberikan edukasi dan bantuan
logistik kepada binaan kami. Kegiatan layanan
psikoedukasi yang diberikan kepada para
pendamping sangat bermanfaat dan dinantikan
karena mereka belum pernah mendapatkan
pembekalan psikologi oleh ahlinya. Selama
ini mereka banyak belajar dari pengalaman
dan mengikuti kebiasaan saja, sehingga bekal
pengetahuan yang diberikan HIMPSI JAYA
sangat membantu mereka memahami warga
binaan serta mengelola stress mereka sebagai
pendamping. Semoga kegiatan bisa terus
berlangsung dan bermanfaat bagi semua pihak.
Akhir kata, sekali lagi saya Marsan Sutanto
sebagai Ketua Yayasan dan pengelola Yayasan
Al Fajar Berseri mengucapkan terimakasih
kepada HIMPSI JAYA, semoga semakin sukses
dan bisa terjalin terus silahturahim yang baik ke
depannya.
Sekian, Wassalam. “
26 Rajut Harapan Bagi Sesama
Pelatihan Pengembangan
Diri Bagi Anak Berhadapan
dengan Hukum (ABH)
Kegiatan pelatihan pengembangan diri bagi Anak
Berhadapan dengan Hukum (ABH), dalam rangka
memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 2021
HIMPSI JAYA, dilaksanakan pada tanggal 5 dan 7
Oktober 2021. Kegiatan berlangsung di Lembaga
Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta.
Tema khusus kegiatan ini adalah: “Mengenali dan
Mengembangkan Potensi Diri”, ini diikuti oleh 53
ABH dengan kisaran usia 12-19 tahun. Pelatihan
dilaksanakan oleh tim fasilitator yang terdiri dari 11
(sebelas) orang mahasiswa Magister Psikologi Profesi
Kekhususan Klinis Anak Universitas Indonesia tahun
2020, yakni,
1. Asri Widyastuti, S. Psi
2. Clarisa Sutjiatmadja, S. Psi
3. Cut Athika Rani, S. Psi
4. Evelyn, S. Psi, M.Sc
5. Isyah Rodhiyah, S. Psi
6. Melati Nur Utami, S. Psi, M.Sc
7. Mutiara Aisha Maghfira, S. Psi
8. Nisrina Putri Anandiva, S. Psi
9. Puti Aulia Rahma, S. Psi
10. Rahmah Nurul Hayya, S. Psi
11. Ranti Maradhita Putri L., S. Psi
Pelatihan ini bertujuan untuk memfasilitasi para ABH
dalam mengenali diri, terutama potensi dan hal-hal
yang dapat dikembangkan; memahami cara meregulasi
diri termasuk di dalamnya pikiran, perasaan, keinginan,
Rajut Harapan Bagi Sesama 27
dan tindakan; serta memahami
dan menanamkan pola pikir
tumbuh serta penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari. Pelatihan
dikemas dalam 3 (tiga) topik utama,
yakni mengenali diri, meregulasi diri
dan memahami pentingnya pola
pikir tumbuh. Materi diberikan dalam
aktivitas bermain dan pemutaran
video. Metode pemberian materi
melalui aktivitas bermain dipilih
karena melalui kegiatan bermain
yang menyenangkan, anak-
anak akan lebih tertarik untuk
berpartisipasi dalam kegiatan
pelatihan dan materi yang disajikan
juga lebih mudah diserap atau
dipahami. Melalui aktivitas bermain
juga pelatihan tidak terkesan kaku
dan membosankan bagi anak-anak.
28 Rajut Harapan Bagi Sesama
Selain pelatihan yang
diberikan, tim juga
memberikan sumbangan
berupa buku-buku edukasi
serta buku bacaan yang dapat
menjadi sumber informasi
dan pengetahuan bagi para
ABH. Buku-buku diperoleh dari
sumbangan para relawan dan
anggota Himpsi Jaya untuk
didistibusikan kepada para
ABH. Secara keseluruhan,
pelatihan berjalan lancar
tanpa kendala. Semua
peserta kooperatif, mampu
mempertahankan atensi, dan
berpartisipasi aktif hingga
akhir kegiatan pelatihan.
Rajut Harapan Bagi Sesama 29
“ TESTIMONI
KETUA LPKA
Assalamu’alaikum wr wb
Saya Medi Oktafiansyah Kepala Lembaga Pembinaan
Khusus Anak Kelas II Jakarta mengucapkan terima kasih
yang tak terhingga kepada Himpunan Psikologi Indonesia
Jakarta Raya (HIMPSI JAYA) atas pelaksanaan kegiatan
di LPKA Jakarta pada tanggal 5 dan 7 Oktober 2021 yg
lalu.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati
Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada tanggal
10 Oktober.
Adapun kegiatan yg dilaksanakan oleh HIMPSI JAYA
bertajuk Solidaritas Sosial dalam Kebhinekaan, Ekspresi
Kesehatan Mental Masyarakat melalui beberapa kegiatan
yaitu: Pemberian Layanan Psikologi, Pemberian motivasi
dan semangat agar berkreasi dan memiliki inisiatif serta
Bakti sosial kepada 50 anak Didik Pemasyarakatan.
Saya selaku Kepala LPKA Jakarta mengucapkan terima
kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut, semoga
kegiatan ini memberikan manfaat yg baik kepada anak
Didik Pemasyarakatan dan dapat di laksanakan secara
berkesinambungan.
Terima kasih dan mohon maaf apabila dalam
pelaksanaannya ada hal-hal yg kurang berkenan.
Wassalamu’alaikum wr wb “
30 Rajut Harapan Bagi Sesama
KEGIATAN LAYANAN
TELEKONSELING GRATIS DALAM
MEMPERINGATI HARI KESEHATAN
MENTAL DUNIA 2021
Kegiatan Telekonseling Himpsi Jaya
sudah dilaksanakan sejak awal Pandemi
Covid-19 tahun 2020 dan dilanjutkan pada
pertengahan 2021 (periode Juli-September
2021). Sebagai respon terhadap situasi
Pandemi Covid-19, pada awal 2020 Himpsi
Jaya merancang kegiatan Telekonseling,
mempersiapkan protokol dan standar
layananan, termasuk menetapkan kriteria
relawan. Dalam teknis persiapan dan
pelaksanaan, Himpsi Jaya bekerjasama
dengan Ikatan Psikolog Klinis wilayah
Jakarta (IPKJ). Dalam rangka Hari
Kesehatan Mental Dunia 2021, bentuk
kegiatan Telekonseling dan kerjasama
dengan IPKJ menggunakan format yang
relatif sama.
A. TUJUAN
Membuka kesempatan yang lebih luas bagi
lebih banyak kolega Psikolog, baik dengan
pendalaman Klinis, Pendidikan, maupun PIO
untuk menjadi relawan Telekonseling.
Mempersiapkan para relawan Psikolog,
baik yang baru mencoba memulai layanan
Telekonseling maupun yang sudah terjun
sebelumnya untuk mampu berpatisipasi
aktif dalam memberikan layanan
Rajut Harapan Bagi Sesama 31
Telekonseling peringatan Hari Kesehatan Membentuk tim pengelola yang
mental Dunia 2021 HIMPSI JAYA selama bertugas memberikan masukan dan
bulan Oktober 2021. mengarahkan tim pelaksana (tim
‘dapur’) dalam mengelola relawan dan
Memberikan layanan Telekonseling kepada layanan telekonseling.
masyarakat luas yang membutuhkan
layanan Psikologis, khususnya dalam Melakukan rekrutmen relawan
bentuk stabilisasi emosi melalui penerapan Telekonseling WMHD secara terbuka
protokol standar yang khusus disusun ibu bagi kolega Psikolog, baik dengan
Dra. Tri Iswardani, M.Si., Psikolog (Mbak pendalaman Klinis, Pendidikan, maupun
Dani). PIO, dari berbagai wilayah Indonesia,
dengan menetapkan SIPP aktif dan
Mengasah keterampilan dan meningkatkan kesediaan untuk menyiapkan jadual
pengetahuan para relawan melalui kegiatan sesi konseling minimal 8 slot/jam
sharing session setiap akhir minggu selama sebulan sebagai prasyarat yang
sebagai upaya menjaga kualitas layanan mutlak.
Telekonseling.
Mengundang calon relawan untuk
B. WAKTU DAN TEMPAT mengikuti sesi “Pembekalan Protokol
dan Persiapan Teknis” pada tanggal 26
Tanggal 1-31 Oktober 2021, di ruang September 2021, jam 10-12 wib. Sesi ini
konseling virtual. wajib diikuti oleh calon relawan.
C. BENTUK DAN PELAKSANAAN KEGIATAN Mempersiapkan tim relawan layer 2,
rujukan dari relawan layer 1, untuk
Layanan konseling individual secara daring layanan lanjutan yang bersifat spesialis.
melalui platform Zoom. Pengaturan jadual Tim ‘dapur’ juga mempersiapkan daftar
sesi ditentukan oleh masing-masing rujukan Psikolog-psikolog dan tempat
relawan Psikolog dan dipilih klien, dikelola praktiknya (RS, Klinik, Biro Layanan
menggunakan platform Picktime. Psikologi, Praktek Pribadi) sebagai
pilihan rujukan.
1Tahap Persiapan
Tahap persiapan dilakukan akhir Tercatat 105 calon relawan (64
September 2021, bertujuan mencapai relawan baru dan 41 relawan lama)
standar layanan dan menjaga kualitas yang menyatakan minat berpartisipasi
layanan sesuai etika profesi Psikolog. sebagai relawan Telekonseling WMHD
Langkah-langkah dalam tahap ini: 2021. Calon relawan yang hadir dalam
pembekalan berjumlah 76 orang. Total
relawan yang siap memberikan layanan
Telekonseling berjumlah 58 orang.
32 Rajut Harapan Bagi Sesama
2Tahap Pelaksanaan Layanan 1. Anggota masyarakat yang
Tahap pelaksanaan meliputi langkah mendaftar untuk layanan
mempersiapkan jadual sesi, monitoring Telekonseling berjumlah 704 orang.
pelaksanaan Telekonseling, pelaporan Sekitar 55% mendapatkan layanan.
pelaksanaan sesi konseling dan sesi 45% klien tidak hadir di jadual sesi.
sharing, serta pengayaan untuk relawan.
2. 92.6% klien adalah perempuan.
3Tahap Evaluasi Akhir Layanan Rentang usia klien 13-39 tahun.
Tahap evaluasi dilakukan secara Relatif sedikit klien yang berusia
berkala, yakni setiap akhir minggu. 7-10 tahun dan 40-55 tahun.
Evaluasi mencakup beberapa hal terkait
klien dan teknis layanan. 3. Klien berasal dari berbagai pulau
di Indonesia, yakni Sumatera
Hasil evaluasi akhir yang merupakan (mulai dari Aceh hingga Lampung),
kompilasi dari keseluruhan layanan hampir seluruh wilayah di pulau
Telekonseling selama periode 1-31 Jawa (mulai dari Banten hingga
Oktober 2021, sebagai berikut: Jawa Timur), Bali, Nusa Tenggara,
Kalimantan, dan Sulawesi.
4. Gejala dan keluhan yang dominan
muncul: stres, kecemasan, masalah
emosional, self-harm, trauma,
Rajut Harapan Bagi Sesama 33
pikiran/usaha bunuh diri, masalah D. TIM PELAKSANA KEGIATAN
self-esteem, psikosomatis, dan
burnout. Muncul dalam jumlah Daftar nama-nama Tim Pengelola dan Tim
kecil: adiksi, ada diagnosis ‘Dapur’ Layanan, dan daftar nama Relawan
sebelumnya, encopresis, enuresis, Psikolog, sebagai berikut:
gejala kognitif, halusinasi,
kedukaan, masalah adaptasi, 01 Tim Pengelola & Tim ‘Dapur’ Layanan
masalah hubungan interpersonal, a. Dra. Tri Iswardani, M.Si., Psikolog
masalah kesehatan, masalah (Wakil Ketua 1 Himpsi Jaya)
makan, masalah sosial, dan b. Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si.,
perilaku agresif. Psikolog (Ketua Ikatan Psiklog
5. Area masalah yang dominan Klinis Wilayah Jakarta)
muncul: masalah keluarga, c. R.R Rahajeng Ikawahyu Indrawati,
masalah pasangan, loneliness, M.Psi. Psikolog (Kepala Divisi
masalah pekerjaan, kekerasan Yanmas Himpsi Jaya)
seksual, dan masalah pertemanan. d. Edward Andriyanto Soetardhio,
Area masalah lain yang juga M.Psi, Psikolog (Tim Yanmas HJ)
muncul dalam jumlah kecil: e. Dr. Zahrasari Lukita Dewi, M.Si.,
masalah keamanan, kuliah, Psikolog (Tim Yanmas HJ)
lingkungan sosial, orangtua, f. Reno Fitria Sari, S.Psi, M.Si. (Tim
pendidikan, dan tubuh. Yanmas HJ)
6. Telekonseling ini terukur, dengan g. Amanda Margia Wiranata, M.Psi.,
skala standar yang disebut Psikolog (Tim IPKJ)
Subjective Unit of Disturbance h. Meiske Yunithree Suparman, M.
(SUD). Skor 0 (no disturbance) Psi., Psikolog (Tim IPKJ)
hingga 10 (most disturbance). i. Teresa Indira Anandari, S.Psi (Tim
Skala ini dapat melihat efek dari Administrasi HJ)
teknik stabilisasi emosi yang j. Clarista Jasmine (Tim
diberikan oleh relawan Psikolog. Administrasi IPKJ)
Datanya, sebelum treatment, skor
rerata SUD 6.92 (skor maksimal
10, minimal 1). Setelah treatment
berupa teknik stabilisasi emosi,
skor rerata SUD menjadi 3.93.
7. Efektivitas dan kepuasan layanan
Telekonseling diperoleh dari data
lembar evaluasi yang diisi klien.
Hasilnya menunjukkan klien
merasa puas terhadap proses
konseling yang diberikan, dan
teknik stabilisasi yang diterapkan
berdampak positif.
34 Rajut Harapan Bagi Sesama
02 Relawan Psikolog (58 orang)
1. Agustina Ekasari, M.Psi,Psikolog 32. July Chairani, M. Psi, Psikolog
2. Andini Pritania Putri, M.Psi.,Psi 33. Krishervina Rani Lidiawati, M.Psi.,
3. Anna Margaretha Dauhan, SPsi, MSc, Psi
4. Ariana Novadian Abrin, S.Psi, Psikolog Psikolog
5. Aslinda Wati Zulkifli, S.Psi, M.Psi, Psikolog 34. Laura Jane Henriette Ajawaila, M. Psi.,
6. Ayu Hidayati., M.Psi., Psikolog
7. Ayu Shinta Sadewo S.Psi, Psi Psikolog
8. Caecilia Widyaningtyas, S.Psi., MM., 35. Lintang Ardiana, M.Psi., Psikolog
36. Luh Putu Suta Haryanthi, M.Psi.T.,
Psikolog
9. Ciptanti Parsaulina, S.Psi, M.Psi, Psikolog Psikolog
10. Deasy Meutia Amrin, S.Psi, Psikolog 37. Marcella Siddidjaja, Psikolog
11. Dieni Kharismawaty, M.Psi., Psikolog 38. Mardiyah Hasanati, M.Psi, Psikolog
12. Distyana Dahlia, S.Psi., M.Psi., Psikolog 39. Maria Herlina Limyati, S.Psi, M.Si,
13. Dr. Anizar Rahayu, M.Si, Psi
14. Dr. Erdina Indrawati, S.Psi.,M.Si. Psikolog
15. Dr. Indrawati WH, S.Psi., M.Psi., Psikolog 40. Marnaria A. Martinis, S.Psi, Psikolog
16. Dr. Retha Arjadi, M.Psi., Psikolog 41. Masfuukhatur Rokhmah, M.Psi., Psikolog
17. Dr.Gede Umbaran Dipodjoyo, M.M.,
Klinis.
Psikolog 42. Milka Nathania, M.Psi., Psikolog
18. Dra Myrna Ratna Maulidiana MSc, 43. Mukhtar, S.Psi
44. Nania Permatasari, M.Psi., Psikolog
Psikolog 45. Nidya Dwika Puteri, M.Psi., Psikolog
19. Dra. Aswini Widjaja, Psikolog 46. Nurrayumidia Nityasanti, M.Psi., Psikolog
20. Dra. Fransisca Istiyatminingsih, Psikolog 47. Reina Ritma Wangsadjaja, M.Psi.,
21. Dra. Romanna Renteria MSi. Psikolog
22. Dra. Sri Laksmi Poernomo Dewi, Psikolog Psikolog
23. Dra. Tita Isnovijanti MM. Psikolog 48. Reneta Kristiani, M.Psi, Psikolog
24. Ellen Isabella Wirya, M.Psi., Psikolog 49. Riska Prameswari, M.Psi., Psikolog
25. Evi Rosminar S.Psi,Psikolog 50. Sefrita Danur, M.Psi.,Psikolog
26. Herlina Indrawati S.Psi.,M.Psi.,Psikolog 51. Shiane Anita Syarif, M.Psi., Psikolog
27. Hiva Erliani Fitrah, S.Psi., M.Psi., Psikolog 52. Sophia Rini Hapsari, S.Psi, Psikolog
28. Ika Amalia Kusumawardhani. M. Psi. 53. Sri Cahya Kencana M.Psi.,Psikolog
54. Sri Nurliana Padang M.Psi., Psikolog
Psikolog 55. Tania Jessica, M.Psi., Psi
29. Indah Sevti Wardani, S.Psi., M.Psi., 56. Thadeus Wenselinus Eduardus Pabha
Psikolog Swan, S.Psi., M.Psi., Psikolog
30. Indri Savitri, M. Psi, Psikolog, Psikoterapis 57. Wulan Yulia, S.Psi, Psikolog
31. Indriyaningsih, M.Psi., Psikolog 58. Yulia Mellisa M.Psi, Psikolog
Rajut Harapan Bagi Sesama 35
E. PENUTUP JAYA. Rentang usia,
bentuk keluhan, dan area
Dari kegiatan layanan masalah yang beragam
Telekonseling diketahui dapat menjadi catatan
banyak sekali anggota penting dalam upaya
masyarakat Indonesia, mengembangkan protokol
mulai usia anak, remaja, dan SOP layanan pada
hingga dewasa, yang masa yang akan datang.
memang membutuhkan
layanan Telekonseling
gratis. Dengan situasi
Pandemi Covid-19 yang
belum berakhir, maka
layanan Telekonseling ini
perlu dipertimbangkan
untuk menjadi program
layanan penting yang
diselenggarakan HIMPSI
36 Rajut Harapan Bagi Sesama
Together
in
Happiness
Rajut Harapan Bagi Sesama 37
KURASI KOMUNITAS PEGIAT
SOLIDARITAS SOSIAL
FESTIVAL SOLIDARITAS SOSIAL
DALAM KEBHINEKAAN
Sejalan dengan tema, Solidaritas
Sosial dalam Kebhinekaan, Ekspresi
Kesehatan Mental Masyarakat
Indonesia, HIMPSI Jaya merayakan
dengan mengkurasi komunitas-
komunitas masyarakat yang bergiat
melancarkan solidaritas sosial dan
menggerakkan kegotongroyongan.
Pengumuman pendaftaran kelompok
komunitas yang diketahui oleh
masyarakat untuk terkonfirmasi ke
dalam proses kurasi, berlangsung
sejak 3 (tiga) minggu sebelum
kurasi berlangsung, yakni tanggal
9 September 2021. Hingga pada
tenggat waktu yang ditentukan telah
terdaftar 47 komunitas. Kegiatan
berlanjut pada tanggal 6 dan 7
Oktober 2021, yakni pemeriksaan
dokumen, hingga terpilih 42
komunitas yang memenuhi
persyaratan. Beberapa kriteria
ditetapkan oleh Tim Kurator agar
dipenuhi oleh komunitas-komunitas
terdaftar, yakni :
38 Rajut Harapan Bagi Sesama
1. Merupakan komunitas/
kelompok masyarakat
yang menggerakkan
kegotong-royongan.
2. Berbasis kerelawanan/
voluntarism.
3. Sasaran kegiatan yang
inklusif.
4. Independen, tidak
mewakili kepentingan
partai politik ataupun
perusahaan.
5. Mengupayakan
solusi praktis sesuai
kebutuhan.
6. Sudah dilaksanakan
berulang-ulang dan
memiliki dokumentasi
kegiatan.
Rajut Harapan Bagi Sesama 39
Selanjutnya terpilih 10 komunitas yang menjalani proses kurasi berikutnya yakni wawancara
lebih mendalam. Tim Kurator terdiri atas, Myra Diarsi (salah satu Steering Committee), Rizal
Bachrun (Majelis Psikologi Wilayah HIMPSI Jaya), Kamala Candrakirana (Peneliti, Ketua
KOMNAS Perempuan 2003 – 2009), Nia Dinata (Produser dan Sutradara Film bertema Sosial
Budaya) dan Sicillia Leiwakabessy (Penggerak sekolah Guru Bhineka Yayasan Cahaya Guru).
Setelah proses wawancara mendalam, Tim Kurator memutuskan 5 (lima) Komunitas Terpuji.
Myra Diarsi Rizal Bachrun Kamala Candrakirana
Psikolog, Majelis Psikologi Wilayah
Peneliti,
Komite Ahli Himpsi Jaya HIMPSI Jaya Ketua KOMNAS Perempuan
2003 – 2009
Nia Dinata Sicillia Leiwakabessy
Produser dan Sutradara Film Penggerak sekolah Guru
bertema Sosial Budaya Bhineka Yayasan Cahaya
Guru
40 Rajut Harapan Bagi Sesama
KOMUNITAS TERPILIH
Harmoni Warna Indonesia
Contact Person :
Ibu Dr. Endang Tri, SpOG
Lingkup kerja :
Depok dan sekitarnya
• Komunitas yang berasal dari Ikatan Alumni Sekolah Menengah
di Surabaya, dan menggerakkan kegiatannya di pulau Jawa
dari Jakarta hingga Indonesia Bagian Timur. Kegiatan sebelum
pandemi banyak berkaitan dengan kebanggaan kepada budaya
bangsa dan menggerakkan aksi kerelawanan memperbaiki
kerusakan fasilitas umum akibat vandalisme, kemudian
kegiatan saat pandemi membantu masyarakat yang terdampak
secara ekonomi dan mensuplai kepada tenaga kesehatan dan
mengedukasi masyarakat melalui kartu lipat tentang informasi
covid 19 dan protokol kesehatan.
• Sumber daya menggerakkan donasi publik dan swasembada.
Komunitas HWI Terpuji karena unggul dalam gotong royong dan memajukan
Nilai inklusif dalam kehidupan berbangsa. Kekuatan komunitas ini, memastikan
warna keragaman tetap hidup ditengah serbuan/deraan keseragaman.
Rajut Harapan Bagi Sesama 41
Komunitas SeMutijoers
Contact Person :
Gama Andrea
Lingkup kerja :
Seluruh Indonesia
• Komunitas yang berasal dari Ikatan Alumni Sekolah Menengah
di Surabaya, dan menggerakkan kegiatannya di pulau Jawa
dari Jakarta hingga Indonesia Bagian Timur. Kegiatan sebelum
pandemi banyak berkaitan dengan kebanggaan kepada budaya
bangsa dan menggerakkan aksi kerelawanan memperbaiki
kerusakan fasilitas umum akibat vandalisme, kemudian
kegiatan saat pandemi membantu masyarakat yang terdampak
secara ekonomi dan mensuplai kepada tenaga kesehatan dan
mengedukasi masyarakat melalui kartu lipat tentang informasi
covid 19 dan protokol kesehatan.
• Sumber daya menggerakkan donasi publik dan swasembada.
Komunitas Semutijoers Terpuji karena menampakkan kekuatan warga yang
menjunjung tinggi kebhinekaan indonesia dan menyatakan ‘Kita Ada’ melalui
kegiatan-kegiatan solidaritasnya. Memiliki daya ketok tular yang tinggi dan
mampu menggerakkan lebih banyak orang dilebih banyak tempat untuk
bersolidaritas.
42 Rajut Harapan Bagi Sesama
#SAVE JANDA
Contact Person :
Mutiara Proehoeman
Lingkup kerja
Dalam negeri : Jakarta, Tangerang, Bandung, Jogjakarta,
Semarang, Sulawesi, Bekasi, Palembang,Bali, NTB, Bogor, Surabaya
Luar negeri : India, Hongkong
• Komunitas yang bertujuan untuk pemberdayaan para janda
dibidang ekonomi, dukungan psikologi dan meminimalisir
stigma janda. Kegiatannya berupa sosialisasi hak-hak hukum
dan pemberdayaan ekonomi. #Save Janda membuat sistem
pendukung bagi perempuan janda yang menghadapi stigma
dan beban psikologis, sosial dan ekonomi akibat statusnya
sebagai janda.
Komunitas #SAVE JANDA Terpuji karena kemunculannya spontan tetapi justru
mampu berkelanjutan. Juga upaya-upayanya yang secara langsung menjawab
kebutuhan.