The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Berisi kegiatan HIMPSI Jaya dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Dunia selama bulan Oktober 2021

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by himpsijaya.org, 2022-06-24 00:37:02

Rajut Harapan Bagi Sesama

Berisi kegiatan HIMPSI Jaya dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Dunia selama bulan Oktober 2021

Rajut Harapan Bagi Sesama 43

GENG (Gerakan Etalase Nasi Gratis) Indonesia

Contact Person :
Ismi Rohimaningsih
Lingkup kerja :
Seluruh Indonesia
• Merupakan Gerakan etalase nasi gratis Indonesia yang dimulai

dengan menyediakan 100 porsi makan siang bagi warga yang
terpapar covid di Jakarta berkembang menjadi 10.000 bahkan
20.000 lebih paket yang tersalurkan di 30 provinsi dan 57
kota di Indonesia. Sasaran penerima manfaat yang terdaftar
adalah 85 RSU dan RSUD, 19 Puskesmas, 7 tempat Isolasi, tim
penyekatan dan 12 pemakaman covid.

GENG Indonesia Unggul dalam membangun suatu system kerelawanan yang
inklusif dan mandiri atas dasar semangat ‘Berbagi itu Bahagia’ yang secara
cepat menyebar keberbagai lokalitas di Indonesia dalam masa pandemik.

44 Rajut Harapan Bagi Sesama

Bintang Ungu

Contact Person :
Arienda
Lingkup kerja
Jabodetabek, Bandung, Jogjakarta, Aceh, Banyuwangi, Purwokerto,
Sulawesi, Banjarmasin, Papua
• Komunitas ini beranggotakan para penggemar/Fans BTS dan

tergabung dalam BTS Army Indonesia.

Komunitas Bintang Ungu Terpuji karena merupakan komunitas anak muda
yang awalnya tergerak karena budaya KPOP namun menghasilkan perubahan
positif yang melibatkan pihak-pihak kreatif sesama pecinta BTS. Keseriusan
dibangun melalui pendirian PAUD Gratis untuk anak-anak dikomunitas marjinal
dapat menjadi inspirasi generasi milenial dan generasi Z lainnya bergerak untuk
kebaikan sesama.

Rajut Harapan Bagi Sesama 45

Mahina Sanusa

Contact Person :
Nur Afni
Lingkup kerja :

• Secara afirmatif Tim Kurator juga menyampaikan penghargaan
kepada komunitas Mahina Sanusa di Maluku, yang
menciptakan ruang jumpa, belajar dan berbagi sehingga
menjadi upaya pemberdayaan yang cukup berarti bagi mama
mama petani (miskin).

HIMPSI Jaya akan memberikan penghargaan untuk pengembangan komunitas
serta menciptakan ruang-ruang perjumpaan sehingga dapat saling menguatkan
antar sesama komunitas. Selain itu HIMPSI Jaya juga memahami dan tahu
bahwa upaya-upaya mengarah ke kesehatan mental juga dijalankan oleh
komunitas-komunitas masyarakat tidak hanya di Jakarta melainkan juga di
seluruh Indonesia. Perhatian HIMPSI Jaya ini ditanggapi dengan antusias oleh
komunitas- komunitas terpilih dengan mengirimkan laporan-laporan kegiatan
yang selama ini mereka lakukan.

46 Rajut Harapan Bagi Sesama

DESAIN GAMBAR
KAOS DAN TOTEBAG

Dalam rangka memperingati
Hari Kesehatan Mental Dunia
pada tanggal 10 Oktober 2021,
diselenggarakan kegiatan lomba
desain gambar kaos dan totebag.
Kegiatan ini dipilih dengan
tujuan untuk menyalurkan ide
kreatif dan seni kaum muda,
dari komunitas psikologi dan
masyarakat non psikologi,
yang peduli akan pentingnya
kesehatan mental. Mengusung
tema Solidaritas Sosial dalam
Kebhinekaan, Ekspresi Kesehatan
Mental Masyarakat Indonesia,
lomba desain ini dipilih sebagai
salah satu rangkaian kegiatan
Festival Solidaritas Sosial.
Diharapkan desain yang terpilih
dapat langsung menjadi media
kampanye untuk meningkatkan
kepedulian kita akan pentingnya
menjaga kesehatan mental. Gambar dan warna adalah media ekspresi komunikasi yang
universal, menarik dan mudah dipahami, sehingga lomba desain ini dapat menjadi sarana tepat
untuk bisa menyampaikan pesan secara efektif kepada semua kalangan.

Lomba Desain diikuti oleh 110 pendaftar, dan terpilih 9 (sembilan) desain masuk nominasi,
sesuai kriteria yang telah ditetapkan, selanjutnya dilakukan voting di media sosial. Kesembilan
nominasi tersebut telah melalui seleksi yang ketat oleh 3 (tiga) juri, yakni Jajang C Noer
(seniman), Buntje Harbunangin (penulis/psikolog) dan Wulang Sunu (seniman visual/designer).
Kriteria utama lomba desain ini adalah colorfull, visible dan interesting. Setiap desain yang
masuk disertai dengan narasi tentang makna desainnya, untuk penilaian terhadap kesesuaian
desain dengan tema Hari Kesehatan Mental Dunia 2021 HIMPSI JAYA.

Rajut Harapan Bagi Sesama 47

Sembilan nominasi ditayangkan selama persentase vote sebesar 12,5 persen).
2 (dua) hari pada beberapa jejaring media Desain milik Muhammad Faqih Haikal
sosial (Instagram dan G-form), terjaring telah dicetak sebagai gambar kaos yang
2705 votes, dan terpilih juara-juara hasil dikenakan panitia dalam acara puncak
lomba desain berdasarkan jumlah suara Festival Solidaritas Sosial. Desain juara
yang menyukai. Juara Pertama adalah 2 dan 3 juga akan dicetak dan digunakan
desain milik Muhammad Faqih Haikal dalam berbagai merchandise HIMPSI JAYA.
(dengan persentase vote sebesar 40,8
persen), juara Dua adalah desain milik
Ayunda Permata (dengan persentase vote
sebesar 15,1 persen) dan juara Tiga adalah
desain dari Annisa Fitri Syahrani (dengan

PROFIL JURI

Buntje Harbunangin

Buntje Harbunangin lahir di Pangkal Pinang, 30 Januari 1957
memiliki latar belakang Psikologi. Ia menamatkan pendidikan di
Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran (Unpad) tahun 1982.
Selain sebagai Psikolog, Buntje Harbunangin juga seorang
penulis dan editor buku. Buku-bukunya yang sudah terbit antara
lain berjudul Sepekan Menjelang Proklamasi (2007), Art &
Jung, Seni Dalam Sorotan Psikologi Analitis Jung (2016), Bos
Besar, Antalogi Cerpen (2020). Selain sebagai penulis, Buntje
Harbunangin juga aktif menjadi juri pada ajang Festival Film
Indonesia (FFI) tahun 2008/2009, Juri Lomba Cipta Seni Lukis
dan Seni Musik Pelajar tahun 2009/2010, serta masuk dalam
tim Perancang Logo Wonderful Indonesia pada tahun 2008.
Sedangkan untuk bidang profesi Psikologi, Buntje Harbunangin
memiliki pengalaman kerja beragam di institusi pemerintahan
dan swasta bidang SDM, serta aktif menjadi Majelis dan Komite
Ahli di HIMPSI JAYA sejak tahun 2012 hingga sekarang.

48 Rajut Harapan Bagi Sesama

Jajang C Noer

Jajang C Noer lahir di Paris, Prancis pada 28 Juni 1952 dengan
nama Lidia Djunita Pamoentjak, merupakan puteri tunggal dari
tokoh nasional pergerakan kemerdekaan Indonesia Nazir Datuk
Pamoentjak. Ia merupakan seorang seniman di bidang seni
peran yang memiliki segudang prestasi dan membintangi lebih
dari 30 film layar lebar. Ia telah dinominasikan untuk beberapa
penghargaan, termasuk tujuh Piala Citra Festival Film Indonesia
dan memenangkan dua diantaranya, sebagai aktris pendukung
terbaik untuk perannya di film Bibir Mer dan Cinta Tapi Beda.
Selain itu, ia juga pernah meraih “Lifetime Achievement” dalam
Indonesian Movie Actors Awards 2019. Pada tahun 2002 ia
terpilih sebagai Aktris Terbaik pada Festival Sinema Asia 2002
di India, atas perannya dalam film Eliana, Eliana, 2002. Sampai
saat ini, Jajang C Noer masih tetap aktif dalam bidang seni
peran sebagai sutradara maupun sebagai aktor dan menjadi role
model bagi para seniman muda Indonesia.

Wulang Sunu

Wulang Sunu bekerja dan tinggal di Yogyakarta. Pernah
belajar desain grafis di Institut Seni Indonesia. Tidak hanya
belajar desain grafis, ia juga mengikuti Papermoon Puppet
Theater (2011-2016) untuk memperkaya pengalamannya di
bidang seni khususnya teater boneka. Bersamaan dengan
itu, ia juga menjadi salah satu pendiri sebuah studio bernama
Studio Batu (2013-sekarang). Di Studio Batu, ia fokus dalam
mengembangkan film pendek, teater visual, dan seni visual
sebagai cara untuk menyampaikan cerita atau ide. Film-
filmnya telah diputar di beberapa festival film, antara lain
Festival Film Cannes, Festival Film Berlinale, Festival Film
Internasional Hongkong, dan sebagainya. Ia juga pernah
menjadi co-sutradara dalam film animasi dokumenter berjudul
“A Daughter’s Memory” bersama dengan Kotak Hitam Forum,
film ini memenangkan Film Terbaik dalam festival film ReelOZ.
Ia juga mengembangkan karya pribadinya sebagai seniman
dengan menggunakan berbagai media dalam pembuatan karya,
mulai dari menggambar, melukis, video mapping, dan animasi.
Ia selalu mengeksplorasi atau berdiskusi tentang sesuatu yang
terjadi dekat dengannya. Ia tertarik dengan tema-tema seperti
kekuasaan, sejarah, teknologi, dan mitos. Saat ini ia sedang
mengembangkan karya baru dengan tema mitos modern.

PEMENANG LOMBA Rajut Harapan Bagi Sesama 49

1

Muhammad Faqih Haikal yang tak ada guna. Mensupremasi diri
dan mengkerdilkan manusia, hanya
Love Keeps Us Kind membuat setiap jiwa yang suci ternoda dan
kehilangan makna.
Adalah misteri kenapa Tuhan
menciptakan segala sesuatunya Kita semua adalah manusia yang sama
berbeda-beda. Lahir di wilayah dalam wujud yang berbeda. Maka semuanya
yang berbeda,warna yang berbeda, memiliki hak untuk hidup menjadi manusia
kepercayaan yang berbeda, wajah yang seutuhnya sesuai dengan garis takdir
yang berbeda pula. Tampaknya semua yang ada. Semuanya bermutual dalam
terlalu berbeda. Semuanya kadang membangun manusia yang manusia, mari
membuat gundah gulana. Mengingat berbahagia bagi seluruh rakyat Indonesia.
semuanya lahir dari rahim ibu pertiwi
yang sama, mengapa ditakdirkan
berbeda.

Kita semua harus menerima dan
berdamai dengan fakta itu semua.
Perbedaan adalah keniscayaan.
Semuanya dibedakan untuk saling
mengeksiskan. Maka jalinan
solidaritas harus semakin di depan,
meninggalkan sinisme dan kekakuan.

Sinisme harus ditinggalkan. Hal itu
hanya menjadi beban hidup bersama

50 Rajut Harapan Bagi Sesama

2

Ayunda Permata

Pengantar Kebahagiaan

Seorang ibu dan dua anak muda sebagai bagaimana kesepiannya orang yang harus
lambang bahwa kepedulian tidak tinggal sendiri yang mungkin sedang
membedakan tua dan muda. Sikap itu timbul dalam perantauan atau memang hanya
berdasarkan rasa kasih sayang antar sesama hidup seorang diri. Paling tidak, dengan
sehingga usia bukan menjadi halangan. mengetahui bahwa tetangga terdekat peduli
Begitu juga perbedaan warna kulit untuk tentang mereka, kesepian mereka dapat
menggambarkan perbedaan suku. Meskipun sedikit terobati.
terdiri dari suku yang berbeda serta berlainan
budaya bukan menjadi penghalang bagi
kita untuk tetap peduli pada tetangga kita.
Bahkan sampai ada yang menyebutkan bahwa
tetangga merupakan keluarga terdekat kita,
sebab walaupun tidak memiliki hubungan
darah sekalipun tidak dapat kita pungkiri bila
suatu saat membutuhkan bantuan, orang
pertama terdekat yang bisa kita hubungi
adalah tetangga.

Desain ini saya buat juga karena teringat Melalui desain ini saya berharap agar
dengan cerita beberapa teman mengenai lebih banyak orang yang menyadari bahwa
lingkungan rumah mereka yang positif, saling kepedulian kecil mereka yang entah
peduli antar tetangga. Terutama sewaktu terbungkus bersama satu kotak rantang,
harus menjalani isolasi mandiri. Kebutuhan satu termos, atau satu piring itu sangat
mereka termasuk soal makanan dibantu berarti karena semua orang bisa menjadi
oleh tetangga sekitar. Saya membayangkan pengantar kebahagiaan.

Rajut Harapan Bagi Sesama 51

3

Annisa Fitri Syahrani

Berbeda
Bersatu
Bahagia

Di gambar tersebut terdapat beberapa
anak Indonesia yang sedang bermain
bersama, ke-4 anak tersebut masing-
masing berasal dari daerah yang
berbeda.

Anak-anak tersebut juga memiliki
perbadaan, maupun itu ras atau
agama.

Anak-anak tersebut terlihat dan
sangatlah bahagia.

Bunga berwarna kuning
melambangkan Persahabatan.

52 Rajut Harapan Bagi Sesama

Rajut Harapan Bagi Sesama 53

BENTANGAN 1000
POSTER SEBAGAI
MEDIA BELAJAR

Dalam rangkaian kegiatan Hari Kesehatan
Mental Dunia 2021 HIMPSI JAYA, salah
satu program adalah berkontribusi dalam
pendidikan masyarakat tentang kesehatan
mental melalui unggahan poster di media
sosial. Poster dinilai sebagai media yang
efektif untuk memberikan edukasi kepada
masyarakat (Northwest Media, Inc., 2005).
Poster elektronik atau e-poster, yang
diunggah ke Instagram HIMPSI JAYA,
dapat dengan mudah diakses oleh banyak
orang. Selain sebagai media edukasi,
diharapkan semua e-poster tersebut
dapat meningkatkan popularitas dan
traffic akun Instagram HIMPSI JAYA (@
himpsijakartaraya).

Demi mendukung tujuan di atas, HIMPSI
JAYA menyelenggarakan lomba desain
poster berisi pesan edukasi tentang
kesehatan mental, solidaritas sosial
dan kebhinekaan. Melalui lomba ini,
dikumpulkan desain-desain terbaik yang
dapat ditayangkan secara berkala dalam
kurun satu tahun ke depan. Lomba ini
terbuka untuk umum dan tersedia hadiah
menarik bagi seluruh pemenang.

HIMPSI JAYA menggandeng tiga orang juri
yang sudah dikenal, yakni Dra. Diennaryati

54 Rajut Harapan Bagi Sesama

Tjokrosuprihartono, M.Psi, pemenang disampaikan pada
Psikolog (Anggota Komite Ahli tanggal 31 Oktober 2021
HIMPSI JAYA), Fauzan Zaman melalui IG Live HIMPSI JAYA.
(Presenter televisi dan radio)
dan Amy Zein (Presenter televisi Poster-poster yang
dan radio). terkumpul memiliki corak
dan konsep beragam, yang
Pengumpulan desain poster seluruhnya terkait dengan
dibuka sejak 17 September dan edukasi kesehatan mental.
berakhir pada 23 Oktober 2021. Pengunggahan poster terbukti
Setiap poster yang masuk di dapat meningkatkan jumlah
folder panitia, segera diunggah pengunjung, jumlah followers,
ke akun Instagram HIMPSI dan interaksi di laman
JAYA, yang dimulai tanggal 15 instagram @himpsijakartaraya.
Oktober 2021 dan seterusnya. Sejak diunggahnya poster
Penjurian dilaksanakan secara pertama pada 15 Oktober 2021,
tertutup pada 24 Oktober 2021, followers instagram HIMPSI
yang menghasilkan 3 (tiga) JAYA bertambah sebanyak 146
pemenang, yakni pemenang user. Audience yang berkunjung
desain poster pertama, kedua ke akun instagram HIMPSI
dan ketiga, juga satu pemenang JAYA sebanyak 3.230 orang
favorit. Pengumuman (meningkat 39,2%), dan seluruh

Rajut Harapan Bagi Sesama 55

postingan HIMPSI JAYA
dilihat sebanyak 53.622 kali
(meningkat 83,8%).

Untuk masa yang akan
datang, lomba seperti
ini dapat lebih optimal
apabila ada akses terhadap
database contact person
perguruan tinggi di
seluruh Indonesia. Dengan
penyebaran iklan lomba
ke berbagai fakultas di
perguruan tinggi yang
ada, diharapkan peserta
lomba dapat menjangkau
perguruan tinggi di seluruh
Indonesia.

56 Rajut Harapan Bagi Sesama

Theresia Bintang
Kusuma

1 Love Yourself First Then Love Other Easily
1384 total poin

Gabriela Anastasya
Audrenia

2 There’s Rainbow In Your Smile
1367 total poin

Andrea Josephine
Mudyasti Parameswari

3 Solidaritas sebagai Buah dari Memaafkan
1361 total poin

Varian Elrama
Millenando

favorit The Unity in Diversity : Solidaritas Sosial dalam
Kesehatan Mental

Rajut Harapan Bagi Sesama 57

FESTIVAL
SOLIDARITAS SOSIAL

PUNCAK ITU TIDAK SELALU
DI ATAS

Festival Solidaritas Sosial sebagai puncak acara
seluruh rangkaian peringatan Hari Kesehatan Mental
Dunia 2021 HIMPSI JAYA, dilaksanakan tepat pada
Hari Kesehatan Mental Dunia, yakni 10 Oktober 2021.
Jatuh pada hari Minggu, acara diselenggarakan daring
dan luring secara bersamaan, atau disebut Hybrid.

Untuk pertama kalinya HIMPSI JAYA menggelar
acara dengan pemandu dan beberapa pengisi
acara disiarkan langsung dari studio mini di Kantor
Sekretariat HIMPSI JAYA. Peralatan, infrastruktur
dan sumber daya memang masih sederhana, namun
upaya optimal membangun studio mini hanya dalam
waktu satu minggu, adalah pengalaman luar biasa
bagi panitia, khususnya panitia yang bertugas di
venue. Acara yang berlangsung di masa pandemi
membatasi jumlah panitia yang hadir, karena protokol
kesehatan dan physical distancing tetap diberlakukan,
baik pada saat persiapan maupun ketika acara
digelar. Puncak Festival Solidaritas Sosial ini tidak
memiliki acara khusus, namun merupakan rangkuman
dan pertunjukan berbagai rangkaian program yang
diselenggarakan HIMPSI JAYA dalam rangka Hari
Kesehatan Mental Dunia 2021, di dalam sub-tema,
“Solidaritas Sosial dalam Kebhinekaan, Ekspresi
Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia”.

Acara dipandu oleh tiga MC berpengalaman,
yakni Bertha Sekunda, Danny Irawan Yatim dan
Dian Wisnuwardhani. Berlatarkan dinding-dinding

58 Rajut Harapan Bagi Sesama

terselubung green screen, tiga
MC, Ketua HIMPSI JAYA, pengisi
acara, bergantian menempati
setting panggung. Selama acara
berlangsung, operator komputer,
Frans dan Audie T, memainkan
program virtual yang telah
dipersiapkan, yakni backdrop atau
tata panggung, materi-materi iklan
dari sponsor berbentuk video, dan
materi-materi tayangan dari seluruh
acara panitia, yakni Lomba Desain,
Bakti Psikologi, Webinar dan Talk
Show, Kurasi Komunitas Pegiat
Solidaritas Sosial, Telekonseling,
Pelatihan Layanan Psikologi dan
Bentangan 1000 Poster. Fokus
pada komputer masing-masing,
Ema menjaga acara daring dengan
bertindak sebagai host, Saskia pada
komputernya memutarkan salah satu
video dan bertindak sebagai produser

Rajut Harapan Bagi Sesama 59

kuis. Ruben TH bertugas sebagai Stage Manager yang
mengatur pergantian waktu tampil di panggung, sedangkan
Andarjuang menjaga seluruh property dalam keadaan
aman.

Puncak acara ini memang tidak selalu bertengger di atas,
tapi peringatan Hari Kesehatan Mental Dunia 2021 yang
diperingati HIMPSI JAYA melalui Festival Solidaritas
Sosial ini merupakan klimaks yang direncanakan dan
diselenggarakan dalam format berbeda, juga khusus.
Meskipun persiapannya dilakukan paralel dengan berbagai
acara lain, setidaknya format yang diinginkan telah
dapat terselenggara, tentu saja dengan berbagai catatan
perbaikan untuk masa yang akan datang.

Video streaming seluruh acara dapat disaksikan melalui
YouTube channel HIMPSI JAYA
https://youtu.be/8AjV6I-i15U

60 Rajut Harapan Bagi Sesama

RANGKAIAN Pembukaan (oleh MC)
ACARA Menyanyikan:

• Indonesia Raya
• Himne HIMPSI
Sambutan-sambutan dan Ucapan
• Laporan Ketua Panitia (Rinny Soegiyoharto)
• Sambutan Ketua HIMPSI JAYA (Dr Widura Imam

Mustopo, MSi, Psikolog)
• Sambutan dan Ucapan Selamat dari Ketua PP

HIMPSI (Prof Dr Seger Handoyo, Psikolog)
Keynote Speech:

• Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan
Penyuluhan Sosial, Kementerian Sosial, Bapak
Hartono Laras

Penayangan Video-video
• (dilakukan beberapa kali pada setiap pergantian
acara)

Berbagai Pengumuman Acara
• (dilakukan beberapa kali pada setiap pergantian
acara)

Penayangan Video Iklan dari sponsor
• (dilakukan beberapa kali pada setiap pergantian
acara)

Pembacaan Puisi:
• Sepuluh Jari (oleh Martin Herdiansyah)

Persembahan Lagu:
• That’s What Friends Are For (oleh Aline Sahertian)

Kuiz berhadiah
Penutup

Rajut Harapan Bagi Sesama 61

Solidarity in Unity

62 Rajut Harapan Bagi Sesama

Pertolongan
Pertama adalah PFA

Salah satu dari rangkaian kegiatan Hari Apa itu PFA?
Kesehatan Mental Dunia Tahun 2021 HIMPSI
JAYA, yakni pelayanan psikologi kepada Menurut Sphere (2011) dan IASC (2007),
masyarakat umum, dalam bentuk pelatihan pertolongan psikologis pertama (P3) atau
intensif mempersiapkan relawan. Pelatihan Psychological First Aid (PFA) dideskripsikan
tersebut adalah PFA (Psychological First sebagai sebuah respon yang bersifat
Aid) atau Dukungan Psikologis Awal. Target manusiawi dan suportif kepada sesama
partisipan dalam pelatihan yakni mahasiswa yang sedang menderita atau membutuhkan
dari 3 (tiga) perguruan tinggi di wilayah DKI dukungan.
Jakarta: Universitas Indonesia, Universitas
Katolik Atmajaya dan Universitas Bina Untuk siapa PFA?
Nusantara. Tujuan kegiatan menyiapkan
tenaga relawan yang memiliki keterampilan PFA diperuntukkan bagi orang-orang yang
melakukan penanganan pertama psikologis berada dalam situasi tertekan dan tidak
dalam situasi darurat atau kebencanaan. menyenangkan, atau baru saja mengalami
Kegiatan dilaksanakan secara daring (zoom kejadian yang sangat kritis dan mencekam
meeting) selama 2 (dua) hari, pada tanggal (bencana alam, kebakaran, kecelakaan,
16 dan 17 Oktober 2021. situasi perang atau konflik, dan lain-lain). PFA
dapat dilakukan untuk orang dewasa dan
Kegiatan disajikan dalam beberapa format, anak-anak. Akan tetapi tidak semua yang
yakni paparan, diskusi dan praktikum mengalami krisis memerlukan PFA. Jangan
dalam kelompok besar dan kelompok memaksakan diri untuk memberikan bantuan
kecil. Fasilitator yang mengampu program bila mereka tidak menghendaki, tetapi
ini, yakni Dra. Tri Iswardani Adianto, M.Si., buatlah diri anda tersedia untuk mereka yang
Psikolog sebagai fasilitator utama, dibantu mungkin menginginkan bantuan.
oleh Dr. Zahrasari Lukita Dewi, M.Si, Psikolog,
RR. Rahajeng Ika Wahyu Indrawati, M.Psi.,
Psikolog, Edward Andriyanto Soetardhio,
M.Psi., Psikolog dan Reno Fitria Sari, S.Psi,
M.Si.

Rajut Harapan Bagi Sesama 63

Siapa yang bisa memberikan PFA?

PFA dapat diberikan oleh semua orang
yang sudah mendapatkan pelatihan PFA
dan memiliki minat besar untuk terlibat
dalam kegiatan kedaruratan/bencana.
PFA tidak harus dilakukan oleh seorang
profesional (psikolog, dokter, psikiater
atau tenaga medis). Hal ini karena sifat
PFA yang harus segera diberikan, atau
merupakan pertolongan pertama saat
terjadi peristiwa kritis.

PRINSIP DASAR PFA

1 Prepare (Persiapan): 2 Look (Lihat)
• Pelajari situasi kritis • Periksa keamanan
• Pelajari layanan dan • Periksa apakah
dukungan memerlukan
• Pelajari keselamatan bantuan gawat
dan keamanan darurat
• Periksa orang-
orang dengan
reaksi stresyang
serius

64 Rajut Harapan Bagi Sesama

3 Listen (Dengar) 4 Link (Hubungkan)
• Dekati orang-orang yang • Bantu mereka
mungkin perlu bantuan mendapatkan kebutuhan
• Tanyakan apa yang dan layanan dasar
mereka butuhkan dan • Berikan informasi yang
apa kekhawatiran mereka mereka perlukan
• Dengarkan cerita mereka, • Bantu orang untuk
jangan memeksa mereka mengatasi masalah
berbicara • Hubungkan mereka
dengan keluarga atau
bantuan sosial

Rajut Harapan Bagi Sesama 65

WEBINAR

SOLIDARITAS SOSIAL DALAM KEBHINEKAAN:
EKSPRESI KESEHATAN MENTAL MASYARAKAT
INDONESIA

Denny JA Dalam rangka mendalami tema Hari Kesehatan Mental
Eko Meinarno 2021, HIMPSI JAYA menyelenggarakan seminar
Alissa Wahid daring bertajuk sama dengan tema yang diusung,
yakni: Solidaritas Sosial dalam Kebhinekaan: Ekspresi
Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia.

Acara Webinar yang diantarkan oleh Saskia pada tanggal
9 Oktober 2021 pukul 14.00-17.00 WIB tersebut dipandu
oleh Moderator Myra Diarsi. Webinar menghadirkan 3
(tiga) pembicara, yakni Denny JA, Eko Meinarno dan
Alissa Wahid.

Pada pembukaan webinar, Widura Imam Mustopo
sebagai Ketua HIMPSI JAYA menyampaikan keynote
speech tentang latar belakang tema Hari Kesehatan
Mental Dunia 2021 dari HIMPSI JAYA. Tema yang dipilih
merupakan hasil diskusi internal para pengurus HIMPSI
JAYA, yang bertujuan mencermati keterhubungan antara
tema besar World Federation for Mental Health, yakni
“Mental Health in Unequal World”, dengan suasana
sosial masyarakat Indonesia yang beragam, berwajah
kebhinekaan. Hasil perenungan dan diskusi akhirnya
melahirkan kesimpulan bahwa Solidaritas Sosial adalah
budaya kolektif bangsa yang sangat efektif untuk
menjembatani berbagai keberagaman. Solidaritas
Sosial merupakan cerminan kesehatan mental dan
kebahagiaan hidup masyarakat Indonesia.

Denny JA, mendukung prakarsa HIMPSI JAYA yang

66 Rajut Harapan Bagi Sesama

mengangkat Solidaritas Sosial sebagai Alissa menegaskan bahwa Indonesia
perilaku yang dapat menepikan sekat-sekat adalah keberagaman. Tanpa keberagaman
kesenjangan sosial. Denny juga menyoroti tidak ada Indonesia. Di dalam keberagaman
dampak dari pandemi yang mengakibatkan itu maka toleransi menjadi penting karena
menyebarnya 3 (tiga) virus sekaligus: virus ia berperan besar sebagai alat pemersatu
corona, virus ekonomi dan virus kesehatan bangsa. Alissa juga mengutip kalimat Gus
mental. Dur, “yang sama tidak usah dibeda-bedakan,
yang berbeda tidak usah disama-samakan”.
Eko Meinarno, membawakan paparan Alissa juga mengajak agar masyarakat
berjudul “Pancasila dan Kebhinekaan Psikologi turut dan selalu aktif menumbuh-
dalam Perspektif Psikologi”. Paparan suburkan potensi kebaikan dari masyarakat.
Eko membuktikan bahwa Pancasila dan Bukan sebagai pengetahuan tetapi sebagai
Kebhinekaan adalah topik yang sangat jawaban terhadap panggilan masyarakat.
menantang untuk diteliti secara ilmiah.
Dari hasil penelitiannya, Eko menemukan Pada akhir webinar, Myra Diarsi sebagai
bahwa sila-sila Pancasila telah menjadi moderator merangkum dan menyimpulkan
nilai kolektif masyarakat Indonesia. Namun, diskusi. Kesimpulan utama adalah perlunya
di dalam praktiknya masih banyak yang sense of community, besarnya tantangan
perlu dikuatkan ke dalam perilaku nyata. yang kita hadapi untuk menipiskan
Salah satu catatan Eko adalah tentang segregasi di masyarakat, serta perlu
sila Kemanusiaan yang masih belum masyarakat Psikologi untuk lebih banyak
terbebas dari paradigma “ke-kami-an” menjelajah dan menjawab kebutuhan
yang seharusnya sudah meningkat ke arah masyarakat Indonesia.
“ke-kita-an”. Peduli pada sesama menjadi
tantangan bagi masyarakat umum dan
khususnya masyarakat Psikologi.

Alissa Wahid sebagai pembicara terakhir,
menyoroti tentang Toleransi sebagai wujud
nyata Solidaritas Sosial. Dalam paparannya,

Rajut Harapan Bagi Sesama 67

MENATA HATI
CAREGIVER LANSIA

Dalam kehidupannya, setiap manusia
mengalami siklus yang terus berjalan
seiring dengan bertambahnya usia.
Salah satu fase hidup yang akan dijalani
setiap individu adalah menjadi lansia
(lanjut usia), dengan berbagai perubahan
yang menyertai. Perubahan yang terjadi
mencakup perubahan fisik, psikologis,
emosi dan mental, hal ini akan membuat
lansia cenderung kurang produktif dan mulai
bergantung pada bantuan orang lain.

Menjadi tua adalah sesuatu yang tidak
dapat ditolak dan semua manusia akan
mengalaminya. Pada saat seseorang
menjadi lansia, diperlukan pendampingan
dan perhatian yang lebih baik dari keluarga
dan lingkungan, terutama apabila lansia itu
mengalami sakit atau kemunduran fungsi-
fungsi fisiologis. Menyikapi situasi ini
maka dibutuhkan caregiver (pendamping),
baik yang berasal dari keluarga lansia itu
sendiri, maupun perawat professional yang
dipekerjakan.

Menjadi caregiver lansia bukanlah hal yang
mudah. Seorang lansia, seiring berjalannya
waktu akan mengalami banyak kemunduran,
secara psikologis dan fisiologis. Dengan
demikian seorang caregiver harus mampu

68 Rajut Harapan Bagi Sesama

dan terampil memberikan perawatan yang
tepat. Lansia akan banyak bergantung pada
bantuan caregiver, maka lansia membutuhkan
perhatian ekstra, terutama pada lansia yang
sakit dan mengalami disabilitas karena
sakitnya.

Rutinitas dan beratnya tugas yang dijalani
caregiver setiap hari, mereka berpotensi
mengalami lelah psikis dan akan berujung pada
munculnya stress. Kondisi ini menjadi perhatian
kita, karena apabila caregiver mengalami stress,
kondisi ini akan berdampak pada kualitas
perawatan yang dilakukan terhadap lansia.

Menyikapi situasi ini, dan dalam rangka
memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia
yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2021,
HIMPSI JAYA berinisiatif menggelar Webinar
khusus untuk para caregiver. Narasumber yang
diundang HIMPSI JAYA untuk menyampaikan
materi yang sangat khas ini, adalah seorang
psikolog yang berpengalaman di bidang klinis,
yakni Dra. Dharmayati Utoyo Lubis, MA, Ph.D.

Rajut Harapan Bagi Sesama 69

TALK SHOW PPKM:

MELAMPAUI BATAS PACEKLIK

PANDEMI

Rotua Melda Simanjuntak Acara Talk Show ini merupakan rangkaian
Guru perayaan Hari Kesehatan Mental Dunia 2021,
HIMPSI Jaya.
Guntur Priadi
ASN Kementerian Keuangan Inspirasi judul “Melampaui Batas Paceklik
Pandemi” sebelumnya kami dapatkan usai
Fera Lie mewawancarai ketiga narasumber secara online.
Enterpreneur Mereka seringkali mengucapkan, “Kami menjalani
kehidupan dalam kondisi paceklik. Apalagi dengan
Debby Sahertian adanya PPKM yang berkepanjangan ini.”
Host
Bagi petani musim paceklik adalah kondisi yang
menggambarkan bahwa tanaman susah tumbuh,
tidak menghasilkan karena banyak faktor, salah
satunya masa kemarau yang berkepanjangan.
Ternyata para narasumber dapat berdamai
dengan PPKM dalam situasi pandemi dan
malah mendapatkan banyak keuntungan dengan
menjalani PPKM dalam situasi pandemi. Maka
Talkshow ini mengambil judul “Melampaui Batas
Paceklik” karena mereka mampu melewatinya.

Kondisi yang digambarkan kata-kata
“Paceklik”dan “Melampaui Batas”, di tengah
situasi pandemi yang dihadapi para Narasumber
(yang dipilih dari responden hasil survei) mampu
mengatasi kendala-kendala yang terjadi dan dapat
menjadi inspirasi bagi kita.

Talk show yang telah terselenggara pada 16
Oktober 2021, cukup membuktikan bahwa

70 Rajut Harapan Bagi Sesama

memang menarik mengulas Paceklik Pandemi Beliau juga hadir sebagai influencer
secara lebih mendalam pada kesempatan yang dapat memberi pengaruh terhadap
perayaan Hari Kesehatan Mental Dunia 2021 ini. followernya dan masyarakat luas.
Narasumber dipilih dari kalangan Guru, PNS dan
Wirausaha, sesuai responden pada survey yang Talk show yang terselenggara pada
dilakukan HIMPSI Jaya beberapa waktu lalu. tanggal 16 Oktober 2021 pukul 14-00 –
16.00 WIB, secara online, membuktikan
Tujuan dari acara ini sendiri untuk bahwa hasil survei terkonfirmasi dari
memasyarakatkan gagasan Himpsi Jaya dalam interaksi dialog yang terjadi antara
memperingati World Mental Health Day 2021 pembawa acara, para narasumber dan
serta mendapatkan inspirasi dan insight keluar partisipan yang berpartisipasi.
dari paceklik pandemi melalui cerita (testimoni),
berbagi pengalaman narasumber yang Pembelajaran yang dapat diperoleh
merupakan bagian dari Solidaritas Sosial. HIMPSI JAYA dengan suksesnya acara
Talk Show “Melampaui Batas Paceklik
Ada tiga narasumber dalam acara talk show ini Pandemi” adalah, acara talk show
yaitu Ibu Rotua Melda Simanjuntak (guru dan dapat tampil dengan suasana lebih
orang tua anak berkebutuhan khusus), Bapak santai, lugas dan menarik. Acara yang
Guntur Priadi (ASN Kemenkeu) dan Fera Lie dibawakan oleh pembawa acara non
(pengusaha kreatif bidang kuliner). Acara ini Psikologi dan diisi oleh narasumber
dipandu dengan sangat menarik oleh Debby non Psikologi, dan memakai Bahasa
Sahertian yang merupakan seorang public figur non Psikologi, membuat isi materi
dan telah cukup berpengalaman memandu dapat dipahami dengan lebih baik oleh
acara talk show dalam dunia entertainment. masyarakat umum dan yang hasilnya
Dengan berlatar belakang non psikologi dan cukup menginspirasi peserta.
membawakan acara dengan memakai bahasa
awam, tentunya materi dengan topik “Melampaui Acara ini dapat disaksikan di Youtube:
Batas Paceklik Pandemi” lebih mudah terungkap https://youtu.be/zJJPUkjS5gU
dan dimengerti, sekaligus dapat dijadikan
inspirasi bagi para audiens.

LAMPIRAN

Penelitian menemukan hasil seperti yang telah dipublikasikan (di antv klik) bahwa:

85,4% 92,9% 86,3%

Responden percaya Responden menjadi Responden
bahwa ppkm ini dapat lebih menghargai mempersepsi ppkm
menekan penyebaran kesehatan, serta dapat menghemat
covid-19, meskipun memahami kekuatan waktu karena bisa
demikian masih dan kelemahan bekerja dari rumah
terdapat kecemasan diri selama ppkm. dan meningkatkan
bahwa ppkm tidak Tetapi mereka masih kerekatan hubungan
cukup efektif. mencemaskan keluarga.
kualitas pendidikan
anak-anak.

85% 66,3%

Responden menyatakan Kecemasan tidak mendapat
bahwa ppkm memberikan bantuan pemerintah cukup
kesempatan untuk mencolok pada responden
lebih kreatif sehingga dengan penghasilan
bisa meningkatkan kurang dari rp. 5 Juta
literasi digital dan per bulan. Tetapi 66,3%
mengembangkan bisnis responden menyatakan
online. dapat menghargai kinerja
pemerintah.






Click to View FlipBook Version