Fase D
SMP/MTs Kelas VII
Penyusun:
Siti Masfu’atun, S.Pd.I
Tahun Pembuatan 2022
SMP NEGERI 1 NGAWEN
KABUPATEN BLORA
Jl, Raya Blora Purwodadi KM 13, Kec. Ngawen
Kabupaten Blora, 58254
2
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan buku ajar. Disampaikan juga rasa terima kasih kami kepada pihak-
pihak yang mendukung proses pembuatan modul ajar ini sehingga dapat terselesaikan.
Adapun, buku ajar kami yang berjudul ‘Raih surgamu dengan Agama Allah SWT’ ini telah
selesai kami buat secara semaksimal dan sebaik mungkin agar menjadi manfaat bagi guru
yang membutuhkan informasi dan pengetahuan mengenai pembelajaran di fase D kelas VII
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
Modul ajar disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai dengan Kurikulum
Operasional Sekolah yang lebih menempatkan peserta didik untuk merdeka belajar. Modul
ajar ini juga disertai dengan lembar kerja dan latihan soal untuk meningkatkan pemahaman
peserta didik terkait materi dalam modul ini.
Kami sadar, masih banyak luput dan kekeliruan yang tentu saja jauh dari sempurna. Oleh
sebab itu, kami sangat terbuka atas pemberian kritik dan juga saran terhadap modul ajar ini
agar kami terus dapat meningkatkan kualitas modul.
Demikian modul ajar ini kami buat, semoga bermanfaat khususnya bagi peserta didik dan
guru untuk mewujudkan merdeka belajar.
Ngawen, 22 Juni 2022
Penyusun
3
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……..……………………………………………………………………..1
PRAKATA.................... …………………………………………………………………………..2
DAFTAR ISI ...................………………………………………………………………………..3
BAB 1 Al Qur’an Hadits…………………………………………………………………………..6
BAB 2 Aqidah…………………………………………………………………………………………22
BAB 3 Akhlak………………………………………………………………………………………….37
BAB 4 Fiqih…………………………………………………………………………………………….54
BAB 5 Sejarah………………………………………………………………………………………..73
4
MODUL AJAR
BAB 1
Al Qur’an Hadits
5
MODUL AJAR
BAB 1 Al Qur’an Hadits
A. Identitas Modul
Nama Penyusun : Siti Masfu’atun, S.Pd.I
Instansi : SMP Negeri 1 Ngawen, Kab. Blora
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Kelas/Semester : VII/Ganjil
Fase : D
Alokasi Waktu : 10 x 40 menit (5 pertemuan)
Jumlah Peserta Didik : 32
Elemen : Al Qur’an Hadits
B. Kompetensi Awal
Peserta didik dapat membaca Q.S. An-Nisa ayat 59 dan Q.S. an-Nahl ayat 64 sesuai kaidah
ilmu tajwid, khususnya hukum bacaan alif lam syamsiyah dan alih lam qamariyah.
C. Profil Pelajar Pancasila
Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME
Mandiri, kreatif
Gotong Royong
6
D. Sarana Prasarana
Alat tulis
Laptop
Proyektor, LCD
Alat Peraga
E. Target Peserta Didik
Peserta didik yang tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
F. Mode Pembelajaran
Luring Daring Blanded Learning
1. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat membaca Q.S An-Nisa/4 :59 dan Q.S. An-Nahl/ 16:64 sesuai kaidah
ilmu tajwid, khususnya hukum bacaan alif lam syamsiyah dan alif lam qomariyah
2. Peserta didik dapat menghafal Q.S An-Nisa/4 :59 dan Q.S. An-Nahl/ 16:64 sesuai
kaidah ilmu tajwid
3. Peserta didik dapat mengidentifikasikan kandungan Q.S An-Nisa/4 :59 dan Q.S. An-
Nahl/ 16:64 tentang kedudukan hadits terhadap Al Qur’an sehingga dapat
menampilkan perilaku semangat dalam mengamalkan Al Qur’an dan Hadits
4. Peserta didik menciptakan karya berupa peta konsep definisi hadits dan fungsinya
atas Al Qur’an dalam Simple Mind Lite (pemikiran yang sederhana)
2. Pemahaman Bermakna
Setelah mempelajari modul ajar ini, peserta didik akan memperoleh palajaran yang sangat
bermakna yang dapat diemplementasikan dalam kehidupan nyata, baik di rumah maupun di
masyarakat, seperti:
7
• Penting belajar membaca al-Qur’an dan hadist dengan lancar
• Pentingnya mengkaji ilmu tajwid agar dalam membaca al-qur’an baik dan benar
3. Pertanyaan Pematik
1. Mengapa kita perlu membaca al-Qur’an dan hadist?
2. Metode apa yang perlu diterapkan agar mampu membaca al-Qur’an dan hadits dengan baik
dan benar?
3. Bagaimana caranya agar termotivasi membaca al-Qur’an dan hadist ?
4. Bagaimana kedudukan hadits terhadap al-Qur’an ?
4. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan LCD dan Mushaf Al Qur’an
2. Guru menyiapkan lembar kerja
3. Guru membuat kelompok/aturan pengelompokan
5. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pembuka 1. Guru mempersiapkan alat/bahan/media
Kegiatan Awal pendukung pembelajaran
Pendahuluan
2. Guru membuka pembelajaran dengan doa,
salam dan mengecek kehadiran peserta didik.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran,
garis besar materi dan tehnik penilaian.
4. Guru memberikan motivasi dan mengajukan
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
materi.
5. Mengkondisikan peserta didik untuk duduk
berkelompok sesuai dengan bagian berhitung
angka genap dan ganjil.
8
Inti 1. Peserta didik dipandu oleh guru untuk melihat
Penutup tayangan tulisan dan membaca ayat QS. An-Nisa
ayat 59 dan QS An-Nahl ayat 64
2. Guru menghubungkan materi yang akan
dipelajari dengan pengalaman peserta didik
selama ini
3. Peserta didik dipandu oleh guru merumuskan
pertanyaan-pertanyaan terkait bacaan QS. An-
Nisa ayat 59 dan QS an-Nahl ayat 64 sesuai kaidah
ilmu tajwid, khususnya hukum bacaan alif lam
syamsiyah dan alif lam qamariyah
4. Guru memerintahkan kepada siswa untuk
membaca masing-masing sesuai kemampuannya
5. Peserta didik melakukan kegiatan membaca
dan mendemonstrasikan QS. An-Nisa ayat 59 dan
QS an-Nahl ayat 64 di depan kelas.
6. Peserta didik menyimpulkan konsep yang telah
dibangun tentang bacaan alif lam syamsiyah dan
alif lam qomariyah pada QS. An-Nisa ayat 59 dan
QS an-Nahl ayat 64
7. Guru mengevaluasi bacaan dan ketelitian siswa
dalam membaca al-Qur’an sesuai kaidah ilmu
tajwid khususnya bacaan alif lam syamsiyah dan
alif lam qomariyah pada QS. An-Nisa ayat 59 dan
QS an-Nahl ayat 64
1. Guru memberi apresiasi terhadap hasil kerja
siswa.
2. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari
pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan
tugas tidak terstruktur.
3. Sebelum berdo’a, guru mengingatkan peserta
didik untuk benar-benar menjaga ibadah dalam
kehidupan.
9
Pertemuan Ke-2 1. Guru mempersiapkan alat/bahan/media
Pembuka pendukung pembelajaran
Kegiatan Awal
Pendahuluan 2. Guru membuka pembelajaran dengan doa,
salam dan mengecek kehadiran peserta didik.
Inti
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran,
Penutup garis besar materi dan tehnik penilaian.
4. Guru memberikan motivasi dan mengajukan
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
materi dan tujuan pembelajaran juga
menyampaikan lingkup dan teknik penilaian.
5. Guru mengulas sedikit materi yang telah
dibahas pada pertemuan pertama.
6. Guru membagi kelompok belajar.
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan
dipraktikkan.
2. Guru mempraktikkan secara langsung memberikan
contoh hafalan Q.S an-Nisā/4: 59 dan Q.S. an-
Nahl/16: 64 sesuai kaidah tajwid di depan peserta
didik.
3. Peserta didik menirukan atau mempraktikkan
dengan menghafal Q.S an-Nisā/4: 59 dan Q.S. an-
Nahl/16: 64 sesuai kaidah tajwid sesuai dengan yang
dipraktikkan oleh guru dengan bimbingan guru.
4. Secara berulang-ulang peserta didik menghafalkan
Q.S an-Nisā/4: 59 dan Q.S. an-Nahl/16: 64 sesuai
kaidah tajwid.
5. Secara bergantian peserta didik menunjukkan
hafalannya di depan guru
1. . Guru memberi apresiasi terhadap hasil kerja
siswa.
2. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari
10
Pertemuan Ke-3 dan ke-4 pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan
Pembuka tugas tidak terstruktur.
Kegiatan Awal
Pendahuluan 3. Sebelum berdo’a, guru mengingatkan peserta
didik untuk benar-benar menjaga ibadah dalam
Inti kehidupan.
1. Guru mempersiapkan alat/bahan/media
pendukung pembelajaran
2. Guru membuka pembelajaran dengan doa,
salam dan mengecek kehadiran peserta didik.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran,
garis besar materi dan tehnik penilaian.
4. Guru memberikan motivasi dan mengajukan
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
materi dan tujuan pembelajaran juga
menyampaikan lingkup dan teknik penilaian.
5. Guru mengulas sedikit materi yang telah
dibahas pada pertemuan kedua.
6. Guru membagi kelompok belajar.
Pertemuan ketiga dan keempat model
pembelajaran inquiry
Langkah-langkah model pembelajaran inquiry
sebagai berikut:
1. Mengisi arti kata Q.S. an-Nisā/4: 59 dan Q.S.
an-Nahl/16: 64.
2. Identifikasi masalah yaitu kandungan Q.S. an-
Nisā/4: 59 dan Q.S. an-Nahl/16: 64 tentang
kedudukan hadis terhadap Al- Qur’an.
3. Merumuskan hipotesis atau pertanyaan
kandungan Q.S an- Nisā/4: 59 dan Q.S. an-
Nahl/16: 64 tentang kedudukan hadis terhadap
11
Penutup AlQur’an.
4. Mengumpulkan data tentang kedudukan hadis
Pertemuan Ke-5 terhadap Al- Qur’an dari berbagai sumber
Pembuka belajar.
Kegiatan Awal 5. Menganalisis dan mengiterpretasikan data.
Pendahuluan 6. Mengambil kesimpulan.
Inti 1. Guru memberi apresiasi terhadap hasil kerja
siswa.
2. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari
pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan
tugas tidak terstruktur.
3. Sebelum berdo’a, guru mengingatkan peserta
didik untuk benar-benar menjaga ibadah dalam
kehidupan.
1. Guru mempersiapkan alat/bahan/media
pendukung pembelajaran
2. Guru membuka pembelajaran dengan doa,
salam dan mengecek kehadiran peserta didik.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran,
garis besar materi dan tehnik penilaian.
4. Guru memberikan motivasi dan mengajukan
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
materi dan tujuan pembelajaran juga
menyampaikan lingkup dan teknik penilaian.
5. Guru mengulas sedikit materi yang telah
dibahas pada pertemuan keempat.
6. Guru membagi kelompok belajar.
Pertemuan kelima: model pembelajaran berbasis
produk
Langkah-langkah pembelajaran berbasis produk
12
Penutup yaitu:
1. Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan
tentang Simple Mind Lite.
2. Membuat membuat karya berupa peta konsep
definisi hadis dan fungsinya atas Al-Qur’an dalam
simple mind lite.
3. Mempresentasikan hasil produk
4. Mengevaluasi pengalaman saat membuat
produk dan bersama melakukan refleksi. 10)
Guru meminta peserta didik untuk membaca
rubrik Ikhtisar untuk mengetahui poin-poin
penting materi yang dibahas.
1. Guru memberi apresiasi terhadap hasil kerja
siswa.
2. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari
pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan
tugas tidak terstruktur.
3. Sebelum berdo’a, guru mengingatkan peserta
didik untuk benar-benar menjaga ibadah dalam
kehidupan.
13
G. Asesmen
1. Penilaian Sikap Spiritual : ……………………………
Nama : ……………………………
Kelas : ……………………………
Semester
Petunjuk:
Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” dengan jawaban yang jujur.
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Menghormati mushaf Al-Qur’an.
2. Berupaya mengikuti sunah Rasulullah saw. dalam
kehidupan sehari-hari.
Semangat mempelajari Hadis dan
3. mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menghafalkan Hadis walaupun jumlahnya tidak
banyak.
5. Terlibat dalam kajian-kajian ilmu agama.
2. Penilaian Keterampilan
1) Membaca Q.S. an-Nisā/4: 59 dan Q.S. an-Naḥl/16: 64
No. Nama Aspek yang dinilai Jumlah Skor Skor Akhir
12345
1.
2.
3.
4
5
6
Dst.
14
H. Pengayaan dan Remidial
• Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik
dengancapaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara
optimal
• Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang
I. Refleksi
Guru bertanya kepada peserta didik :
1. Apa yang kalian suka dari pembelajaran ini?
2. Kesulitan apa yang kalian hadapi dalam pembelajaran ini?
3. Apakah pembelajaran ini dapat membantu kalian memahami topik yang sedang
dipelajari?
J. Bahan Bacaan
Bahan bacaan guru : Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII Halaman 20-
41
Bahan bacaan peserta didik : Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti K Kelas VII
halaman 5-26, Modul Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti K Kelas VII.
K. Glosarium : mencari informasi yang benar
Tabbayyun
Tutor sebaya : Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh seorang
peserta didik kepada peserta didik lainnya
Inquiry Learning : model penemuan atau suatu kegiatan belajar yang melibatkan secara
maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistemik, kritis,
logis, dan analisis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya. Siswa dilatih
dapat mengumpulkan informasi tambahan, membuat hipotesis dan mengujinya.
15
L. Daftar Pustaka
Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan. 2021, Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti, Jakarta: Kementerian Pendidikan .
Lajnah Pentashih Mushaf al-Qur’an. 2019. Al-Qur’an dan Terjemahannya.
Jakarta: Kementerian Agama RI
Puslit Lektur dan Khazanah Keagamaan. 2014. Kamus Istilah Keagamaan.
Jakarta: Kementerian Agama.
Zamani, Zaki. 2018. Tuntutan Belajar Tajwid bagi Pemula. Jakarta: Medpress Digital
Mengetahui Ngawen, 11 Juli 2022
Kepala SMP Negeri 1 Ngawen Guru Mata Pelajaran
Andreas Sutrasno, S.Pd., M. MPd Siti Masfu’atun, S.Pd. I
NIP 19710104 1998021 002 NIP -
16
LEMBAR KERJA SISWA
a. Hafalan
Hafalkan kedua ayat di atas dengan baik dan benar. Untuk mengukur
kemampuanmu, isilah kolom berikut ini sesuai tingkat hafalan!
Kemampuan Hafalan Lancar Kurang Tidak Lancar
Q.S. an-Nisā’/4: 59 Lancar
Q.S. an-Naḥl/16: 64
b. Penerapan Alif Lām ( )الSyamsiyyah dan Alif Lām ( )الQamariyyah
Setelah kalian membaca dan menghafal Q.S. an-Nisā’/4: 59 dan
Q.S. an-Naḥl/16: 64, tuliskan kata dalam kedua ayat ini yang
mengandung hukum bacaan Alif Lām ( )الSyamsiyyah dan Alif
Lām ( )الQamariyyah.
Hukum Bacaan Alif Lām Hukum Bacaan Alif
Syamsiyyah Lām Qamariyyah
Q.S. an-Nisā’/4: 59
Hukum Bacaan Alif Lām Hukum Bacaan Alif
Syamsiyyah Lām Qamariyyah
Q.S. an-Naḥl/16: 64
17
c. Menulis Kaligrafi
Bersama dengan teman satu kelompokmu, buatlah kaligrafi
ayat Q.S. an-Nisā’/4: 59 dan Q.S. an-Naḥl/16: 64 dengan
ketentuan sebagai berikut.
1. Kaligrafi dilengkapi dengan hiasan pinggir yang artistik.
2. Kaligrafi ditulis di atas kain/ kertas karton/ manila/ plano dengan ukuran
60 cm x 60 cm.
d. Buatlah peta konsep definisi sunah dan fungsinya atas Al-
Qur’an dengan desain yang menarik (diutamakan
menggunakan aplikasi Simple Mind
18
LAMPIRAN
MATERI
1. Q.S. an-Nisā’/4: 59 dan Q.S. an-Naḥl/16: 64 a. Tilawah 1) Q.S. an-Nisā’/4: 59
Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang
kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah
kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang
demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (Q.S. an-Nisā’/4:59 )
Dan Kami tidak menurunkan Kitab (Al-Qur’an) ini kepadamu (Muhammad), melainkan agar engkau dapat
menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan, serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman (Q.S. an-Naḥl/16:64).
Menerapkan bacaan Alif Lām Syamsiyyah, dan Alif Lām Qamariyyah
Pembacaan terhadap Al-Qur’an harus mematuhi aturan ilmu tajwid. Salah
satu aturan dalam ilmu ini adalah Alif Lām ( )الsyamsiyah dan Alif Lām
( )الqamariyyah. Bacaan ini sering muncul pada ayat Al-Qur’an.
a) Alif Lām Syamsiyyah
Alif lām ( )الSyamsiyyah dibaca dengan memasukkan suara salah satu
hurufnya dengan melesapkan suara Alif Lām. Huruf alim lam ( )الsyamsiyyah
19
terdiri dari 14 (empat belas) huruf yaitu sebagai berikut:
تثدذرزسشصضطظلن
Pelafalan bacaanAlif Lām()الsyamsiyah disebut juga Idgam Syamsiyyah.
Hal ini karena suara Alif Lām ( )الdimasukkan ke dalam salah satu huruf
syamsiyah yang ada di hadapannya. Suara Alif Lām menjadi lebur karena
dimasukkan dengan huruf Syamsiyyah tersebut. Untuk mengetahui Alif Lām
( )الSyamsiyyah dalam ayat Al-Qur’an terdapat cirinya, di antaranya adalah
setelah Alif Lām terdapat huruf yang bertasydid.
b) Alif Lām ( ) الQamariyyah
Alif Lām Qamariyyah merupakan Alif Lām yang berhadapan dengan
salah satu huruf Alif Lām ( )الQamariyyah. Berbeda dengan Alif Lām ()ال
Syamsiyyah, Alif Lām ( )الini dibaca jelas atau Izhār, tidak melebur pada
huruf yang ada di hadapannya. Alif lam ( )الQamariyyah terdiri dari 14
(empat belas) huruf, yaitu:
ابغحجكوخفعقيمه
Mengetahui Ngawen, 11 Juli 2022
Kepala SMP Negeri 1 Ngawen Guru Mata Pelajaran
Andreas Sutrasno, S.Pd., M. MPd Siti Masfu’atun, S.Pd. I
NIP 19710104 1998021 002 NIP -
20
MODUL AJAR
BAB 2
AQIDAH
21
MODUL AJAR
BAB 2 AQIDAH
A. Identitas Modul
Nama Penyusun : Siti Masfu’atun, S.Pd.I
Instansi : SMP Negeri 1 Ngawen, Kab. Blora
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Kelas/Semester : VII/Ganjil
Fase : D
Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (3 pertemuan)
Jumlah Peserta Didik : 32
Elemen : Aqidah
B. Kompetensi Awal
Peserta didik memahami makna al Asma’al Husna-al A’lim, al-Sami’, al Khabir, al Bashir
C. Profil Pelajar Pancasila
Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME
Mandiri, kreatif
Gotong Royong
D. Sarana Prasarana
22
Alat tulis
Laptop
Proyektor, LCD
Alat Peraga (Media audiovisual tentang Meneladani Nama Dan Sifat Allah –al Asma’-al
Husna)
E. Target Peserta Didik
Peserta didik yang tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar
F. Mode Pembelajaran
Luring Daring Blanded Learning
1. Tujuan Pembelajaran
• Peserta didik dapat memahami sifat dan makna nama Allah Swt. yang berkaitan dengan
Al Alim, As Sami’, Al Khabir dan Al Bashir
• Melalui pembelajaran berbasis produk, peserta didik dapat membuat poster mengenai
sikap beriman kepada Allah Swt melalui al-Asma’al-Husna Al Alim, As Sami’, Al Khabir
dan Al Bashir
2. Pemahaman Bermakna
• Allah memiliki nama nama indah yang disebut dengan Al Asmaul Al husna yang
berjumlah 99
• Dalam usaha untuk senantiasa bersikap dan bertingkahlaku serta bertutur kata yang
baik maka kita perlu memahami makna dari Al Asmaul Al Husna – Al A’lim, Al Sami’, Al
Khabir, Al Bashir
• Agar dapat menampilkan prilaku percaya diri , tekun, teliti dan menjadi pendengar yang
baik maka diperlukan latihan, yang dilakukan secara terus menerus sehingga menjadi
kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari
23
3. Pertanyaan Pemantik
Setelah mempelajari modul ajar ini, peserta didik akan memperoleh palajaran yang sangat
bermakna yang dapat diemplementasikan dalam kehidupan nyata, baik di rumah maupun
di masyarakat, seperti:
• Mengapa kita harus memahami makna Al Asmaul Al Husna untuk dapat bersikap,
bertutur kata dan bertingkah laku yang baik dalam kehidupan sehari-hari
• Apa yang harus kita lakukan agar memiliki sifat percaya diri,teliti, visioner dan menjadi
pendengar yang baik
4. Persiapan Pembelajaran
• Menyiapkan materi untuk pembelajaran berbasis produk
• Mengidentifkasi dan memahami sifat dan makna nama Allah Swt, al Asmaul al Husna
Al A’lim, As Sami’, Al Khabir, Al Basir
5. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pembuka 1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan
Kegiatan Awal membaca doa,tadarus surah/ ayat-ayat pilihan
Pendahuluan (meminta seorang peserta didik untuk memimpin
do’a), memperhatikan kesiapan peserta
didik,kehadiran dan kerapihan.
2. Guru mempersiapkan media/alat peraga/
bahan berupa LCD projector,note book, spidol
dan media lainnya
3. Guru mengapersepsi pengetahuan awal
peserta didik dengan bertanya materi tentang
prilaku yang mencerminkan nama dan sifat
allah,al A’lim,al -Sami’, al Khabir, al Bashir
24
Inti 4. Guru memberikan motivasi dengan
mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan
Penutup materi pembelajaran,menyampaikan cakupan
materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan,
Pertemuan Ke-2 lingkup dan tehnik penilaian
Pembuka
Kegiatan Awal 1. Peserta didik dipandu oleh guru untuk melihat
Pendahuluan tayangan tulisan dan membaca ayat Al qur’an
tentang al Asmaul Husna
2. Guru menghubungkan materi yang akan
dipelajari dengan pengalaman peserta didik
selama ini
3. Peserta didik dipandu oleh guru merumuskan
pertanyaan-pertanyaan terkait dengan al Asmaul
Husna
4. Guru memerintahkan kepada siswa untuk
menyebutkan macam-macam asmaul husna dan
artinya sesuai kemampuan masing-masing.
5. Guru menjelaskan dan mengevaluasi materi
yang berkaitan dengan Al asmaul Husna Al alim,
As Sami’, Al Khabir dan Al Bashir.
1. Guru memberi apresiasi terhadap hasil kerja
siswa.
2. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari
pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan
tugas tidak terstruktur.
3. Sebelum berdo’a, guru mengingatkan peserta
didik untuk benar-benar menjaga ibadah dalam
kehidupan.
1. Guru mempersiapkan alat/bahan/media
pendukung pembalajaran
2. Guru membuka pembelajaran dengan doa,
salam dan mengecek kehadiran peserta didik.
25
Inti 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran,
Penutup garis besar materi dan tehnik penilaian.
4. Guru memberikan motivasi dan mengajukan
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
materi.
5. Guru mengulas sedikit materi yang telah
dibahas pada pertemuan pertama.
6. Guru memberikan pertanyaan pemantik
terkait materi yang akan dipelajari.
Pada pertemuan ketiga melaksanakan model
pembelajaran berbasis produk dengan
langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut
:
1. Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan
tentang produk untuk membuat poster yang
kreatif,menarik dan unik yang berisi tentang
sikap orang yang beriman kepada Allah Swt,
dalam kehidupan sehari- hari yang berkaitan
dengan al-A’lim, al-Khobir, al-Sami’ dan al-
Bashir.
2. Membuat poster mengenai sikap beriman
kepada Allah SWT melalui al-Asmaul Husna.
3. Mempresentasikan hasil produk.
4. Mengevaluasi saat membuat produk,bersama
melakukan refleksi
1. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi
semua peserta didik.
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap
proses kegiatan pembelajaran hari ini dengan
arahan guru
3. Guru mengingatkan siswa untuk membaca
materi berikutnya
4. Guru menutup pembelajaran dengan
memberikan salam.
26
G. Asesmen
1. Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik) siswa mengisikan perasaannya sebelum
dan setelah pembelajaran hari ini dengan memberikan titik dibawah gambar emosi.
Kecewa Biasa Senang
2. Asesmen selama proses pembelajaran Jurnal Sikap Profil Pelajar Pancasila
No. Teknik Bentuk Instrumen Waktu Pelaksanaan
1. Observasi Lembar Observasi Saat pembelajaran berlangsung
Jurnal (Catatan)
Nama Catatan perilaku Tindak
Siswa
No Tanggal saat pembelajaran Butir Sikap Lanjut
1.
3. Penilaian Pengetahuan.
Ditulis dalam rubrik Rajin Berlatih yang berisi 10 soal pilihan ganda dengan empat
pilihan jawaban dan 5 soal uraian. Soal tersedia di buku peserta didik.
4. Penilaian ketrampilan
Dimuat dalam rubrik siap berkreasi untuk menilai kompetensi peserta didik dalam
kompetensi ketrampilan.
27
H. Pengayaan dan Remidial
• Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar selanjutnya dapat mengikuti
kegiatan pendalaman materi berupa dengan membaca rubrik Selangkah Lebih Maju.
• Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria ketuntasan
minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti kegiatan remedial, langkahnya guru
menjelaskan kembali materi tentang meneladani nama dan sifat Allah untuk kebaikan
hidup.
I. Refleksi Peserta Didik dan Guru
a. Guru meminta peserta didik membaca kisah insfiratif dalam rubrik Inspirasiku.
b. Guru membimbing peserta didik untuk mengklarifikasi dan menyebutkan nilai penting
yang terkandung dalam Inspirasiku.
c. Guru meminta peserta didik menyimpulkan hikmah dari kisah insfiratif sebagai bentuk
refleksi diri.
d. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk membaca rubrik Aku Pelajar Pancasil dan
melakukan refleksi diri terkait dengan profil tersebut.
No. Karakter yang Diharapkan Mampu Belum Mampu
1. Rajin membaca buku untuk menambah
pengetahuan
2. Bersungguh-sungguh mengerjakan tugas
dari bapak dan ibu guru
3. Selalu mentaati nasehat orang tua
4. Selalu mentaati perintah dan nasehat
guru
5. Selalu teliti saat mengerjakan ulangan
6. Berempati kepada orang lain yang sedang
membutuhkan pertolongan
7. Slalu menjaga penglihatan mata dari
halhal yang dilarang
28
J. Bahan Bacaan
Bahan bacaan guru : Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII Halaman 43-
64
Bahan bacaan peserta didik : Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti K Kelas VII
halaman 30-49, Modul Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti K Kelas VII.
K. Glosarium
al-‘Alim : Maha Mengetahui
al-Asmaul al-husna : nama-nama baik bagi Allah
al-Basir : Maha Melihat
al-Khabir : Maha Teliti
al-Sami’ : Maha Mendengar
L. Daftar Pustaka
Rudi Ahmad Suryadi dan Sumiati.2020 PAI dan BP kelas 7 Kemendikbud RI
Shalih Al Sindi, 2012 Sejenak Mengenal Asma’ Dan Sifat-Sifat Allah(e-book dalam www.
portal Islam-net
Abu Zaid Al-Ajami2012 Akidah Islam Menurut Empat Madzhab. Jakarta: Pustaka Al
Kautsar.
Mengetahui Ngawen, 11 Juli 2022
Kepala SMP Negeri 1 Ngawen Guru Mata Pelajaran
Andreas Sutrasno, S.Pd., M. MPd Siti Masfu’atun, S.Pd. I
NIP 19710104 1998021 002 NIP -
29
SOAL ASESMEN SUMATIF
I. Pilihlah jawaban yang tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B,
C dan D !
1. Sifat-sifat Allah Swt dan al-Asmā’ al-Husnā dalam Al-Qur’an dan sunah merupakan
kesempurnaan mutlak dari sifat-sifat-Nya dari segala kekurangan. Al-Asmā’ al-Husnā berarti …
A. Sifat-sifat Allah Swt
B. Nama-nama indah bagi Allah Swt
C. Nama-nama rasul yang baik
D. Sifat-sifat Rasulullah saw
2. Perhatikan tabel al-Asmā’ al-Husnā berikut:
No al-Asmā’ al-Husnā No Arti
1 Al-‘Alîm A Allah Swt. Maha Mendengar
2 Al-Khabīr B Allah Swt. Maha Mengetahui
3 Al-Samī’ C Allah Swt. Maha Melihat
4 Al-Baṣīr D Allah Swt. Maha Memberi Tahu
Pasangan Arti al-Asmā’ al-Husnā
Dari tabel tersebut urutan pasangan yang cocok ditunjukkan pada pilihan …
A. 1 - B, 2 - A, 3 - D, 4 - C
B. 1 - B, 2 - D, 3 - A, 4 - C
C. 1 - A, 2 - D, 3 - B, 4 - C
D. 1 - B, 2 - D, 3 - C, 4 - A
3. Subhanallah, alam semesta dengan segala isinya sangat indah. Allah Swt. telah
menciptakannya dengan rinci. Semuanya sesuai dengan kehendak-Nya, dan bekerja sesuai
dengan sunah-Nya. Hal ini membuktikan bahwa Allah Swt …
A. Maha Mendengar
B. Maha Melihat
C. Maha Mengetahui
D. Maha Teliti
4 ࣖ الا يعلم من خل ۗقوهو اللطيف الخ بي.
30
Sesuai dengan firman Allah Swt. tersebut, Allah Swt memiliki sifat …
A. Al-Khabīr
B. Al-Baṣīr
C. Al-Samī’
D. Al-’Alīm
5. Setiap suara di alam semesta terdengar oleh Allah Swt. Pendengaran-Nya tidak terbatas.
Tidak ada satu suarapun yang luput dari-Nya. Dalam hal ini, Allah Swt memiliki sifat ….
A. Al-Samī’
B. Al-Baṣīr
C. Al-’Alīm
D. Al-Khabīr
6. Farhan menemukan uang sebesar Rp. 100.000,00 di halaman sekolah. Ia sangat senang
sekali karena pada saat itu ia sangat membutuhkan uang. Ia ingin mengambil dan
menggunakannya. Namun, ia sadar bahwa uang itu bukan miliknya. Ia tidak ingin menggunakan
uang yang bukan miliknya. Peristiwa ini menggambarkan keyakinan bahwa Allah Swt. memiliki
sifat….
A. Al-Samī’
B. Al-Baṣīr
C. Al-’Alīm
D. Al-Khabīr
7. Untuk membuktikan kebenaran Allah Swt. dapat dipergunakan dalil naqli dan dalil aqli.
Dalil naqli adalah dalil yang berdasarkan …
A. Pemikiran yang matang
B. Pendapat cendikiawan
C. Al-Qur’an dan hadis
D. Hukum yang berlaku
8. Secara diam-diam Bahar menusuk ban sepeda motor milik Umar dengan paku. Memang
tidak ada seorangpun yang melihat perbuatan jahat Bahar tersebut, tetapi Allah Swt.
melihatnya karena Allah Swt mempunyai sifat …
A. Al-Khabīr
B. Al-Baṣīr
C. Al-Samī’
D. Al-’Alīm
31
9. Di antara sifat Allah Swt. adalah Maha Mendengar segala sesuatu yang ada pada seluruh
ciptaan-Nya. Dalam hal ini, Allah Swt. memiliki sifat …
A. Al-Khabīr
B. Al-Baṣir
C. Al-Samī’
D. Al-’Alīm
10. Ilmu manusia dibandingkan dengan ilmu Allah Swt. ibarat setetes tinta di lautan. Hal itu
menunjukkan bahwa ilmu manusia kecil dan sedikit. Oleh karena itu, kita tidak boleh sombong
dengan ilmu yang dimiliki. Seandainya manusia dapat membuat motor, mobil, kapal terbang,
satelit, rudal dan nuklir sekalipun, semua itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ilmu
Allah Swt, Terkait hal ini, Allah Swt. mempunyai nama indah…..
A. Al-Khabīr
B. Al-Baṣīr
C. Al-Samī’
D. Al-’Alīm
II. Jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Perhatikan pernyataan berikut ini.
“Allah memiliki nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan
menyebutnya. Tinggalkanlah orang-orang yang menyalah artikan nama-nama-Nya. Mereka
kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” Pernyataan ini
terdapat dalam Al-Qur’an. Tuliskan dalil naqli yang menjelasan pernyataan tersebut!
2. Mengapa kita harus meneladan sifat al-’Alīm dalam menjalani kehidupan!
3. Mengapa kita harus meneladan sifat al-Khabīr dalam menjalani kehidupan!
4. Tuliskan 3 contoh perilaku meneladan sifat al-Samī’ dalam kehidupan sehari-hari!
5. Tuliskan 3 contoh perilaku yang mencerminkan keteladanan terhadap meneladan sifat al-
Baṣīr!
32
LAMPIRAN
MATERI
1. Nama-nama Allah Swt yang baik dan indah berjumlah 99 disebut dengan al-
Asmā’ al-Husnā.
2. Al-’Alīm, al-Khabīr, al-Samī’, dan al-Baṣīr merupakan bagian dari alAsmā’ al-
Husnā. 3. Al-’Alīm berarti Allah Swt. Maha Mengetahui segala sesuatu
dengan keadaan yang sebenarnya.
4. Al-Khabīr berarti Allah Swt. Maha Memberitahu mengenai kejadian dan kisah
orangorang terdahulu.
5. Al-Samī’ bermakna Allah Swt. Maha Mendengar atas segala sesuatu di alam
semesta.
6. Al-Baṣīr berarti Allah Swt. Maha Melihat atas segala sesuatu di alam semesta.
7. Cerminan beriman kepada Allah Swt melalui Al-Asmā’ al-Husnā dapat
diwujudkan melalui beberapa perilaku, antara lain:
a. Mewujudkan percaya diri atas ilmu yang diberikan oleh Allah Swt. untuk
menjelaskan kebenaran.
b. Tekun dalam belajar pada sesuatu yang dianggap baik oleh agama.
c. Berperilaku jujur dalam perkataan, perbuatan dalam sehari-hari.
d. Teliti dalam belajar, mengerjakan soal, dan dalam menjalani aktivitas
sehari-hari.
e. Senantiasa mendengarkan perintah dan nasehat Bapak/ Ibu Guru.
f. Menjadi pendengar yang baik.
g. Memiliki pandangan ke depan (visioner) sehingga mampu secara bertahap
mewujudkan cita-cita yang dikehendaki
33
LEMBAR KERJA SISWA
Membuat poster yang kreatif, menarik dan unik yang berisi tentang yang berhubungan
dengan sikap orang beriman kepada Allah Swt dalam kehidupan sehari-hari yang
berkaitan dengan al A’lim, al-Sami’,al Khabir, al Bashir
Rubrik Penilaian
Nama Kelompok :
Anggota :
Kelas :
Nama produk :
No. Aspek Skor (1-5)
12345
1. Perencanaan
Persiapan
Jenis produk
2. Tahapan Proses Pembuatan
Persiapan Alat dan Bahan
Teknik Pengolahan
Kerjasama kelompok
3. Tahap Akhir
Bentuk Penayangan
Kreatifitas
Inovasi
Total Skor
Keterangan penilaian :
Perencanaan
1 = Sangat tidak baik, tidak ada musyawarah dan penentuan produk sesuai
topik
2 = Tidak baik, ada musyawarah tapi tidak ada penentuan produk sesuai topik
3 = cukup baik, ada musyawarah tapi tidak diikuti semua anggota kelompok
dan ada penentuan produk tapi tidak sesuai topik.
4 = baik, ada musyawarah tapi tidak diikuti semua anggota kelompok dan ada
penentuan produk sesuai topik.
5 = sangat baik, ada musyawarah diikuti semua anggota kelompok dan ada
penentuan produk sesuai topik.
34
Tahapan Proses Pembuatan
1 = sangat tidak baik, tidak ada alat dan bahan, tidak mampu menguasai teknik
pengolahan dan tidak ada kerjasama kelompok.
2 = tidak baik, ada alat dan bahan dan tidak mampu menguasai teknik
pengolahan dan tidak ada kerjasama kelompok.
3 = cukup baik, ada alat dan bahan dan mampu menguasai teknik pengolahan
dan tidak ada kerjasama kelompok.
4 = baik, ada alat dan bahan dan mampu menguasai teknik pengolahan dan
ada kerjasama beberapa anggota kelompok.
5 = sangat baik, ada alat dan bahan dan mampu menguasai teknik pengolahan
dan ada kerjasama kelompok.
Tahap akhir
1 = sangat tidak baik, tidak ada produk.
2 = tidak baik, ada produk tapibelum selesai.
3 = cukup baik, ada produk bentuk penayangan proporsional sesuai topik
tapi belum ada inovasi dan kreativitas.
4 = baik, ada produk bentuk penayangan proporsional sesuai topik ada
kreativitas tapi belum ada inovasi.
5 = sangat baik, ada produk bentuk penayangan proporsional sesuai topik
ada kreativitas dan inovasi.
Petunjuk Penskoran :
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
Skor Perolehan x 100 = .......
Skor Tertinggi
35
MODUL AJAR
BAB 3
AKHLAK
36
MODUL AJAR
BAB 3 AKHLAK
A. Identitas Modul
Nama Penyusun : Siti Masfu’atun, S.Pd.I
Instansi : SMP Negeri 1 Ngawen, Kab. Blora
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Kelas/Semester : VII/Ganjil
Fase : D
Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (3 pertemuan)
Jumlah Peserta Didik : 32
Elemen : Akhlak
B. Kompetensi Awal
Peserta didik mengetahui makna solat dan zikir.
C. Profil Pelajar Pancasila
Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME
Mandiri, kreatif
Gotong Royong
37
D. Sarana Prasarana
Alat tulis
Laptop
Proyektor, LCD
Alat Peraga (Media visual tentang salat dan zikir)
E. Target Peserta Didik
Peserta didik yang tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar
F. Model Pembelajaran
Luring Daring Blanded Learning
1. Tujuan Pembelajaran
• Melalui pembelajaran inkuiri, peserta didik dapat menghubungkan hakikat salat dan
zikir dengan pencegahan perbuatan keji dan munkar.
• Peserta didik dapat menuliskan contoh perilaku ketakwaan sebagai pemaknaan salat
dan zikir dalam mencegah perbuatan keji dan munkar di lingkungan sosial.
• Melalui pembelajaran berbasis produk, peserta didik dapat membuat quote tentang
salat dan zikir mencegah perbuatan keji dan munkar dalam media sosial atau media
lainnya.
2. Pemahaman Bermakna
Shalat juga bisa menjauhkan kita dari marah bahaya dan perbuatan keji dan munkar.
Dzikir adalah sebuah aktifitas ibadah dalam umat Muslim untuk mengingat Allah. Di
antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah, dan zikir adalah satu kewajiban
yang tercantum dalam al-Qur'an.
38
3. Pertanyaan Pemantik
Setelah mempelajari modul ajar ini, peserta didik akan memperoleh palajaran yang sangat
bermakna yang dapat diemplementasikan dalam kehidupan nyata, baik di rumah maupun
di masyarakat, seperti:
1. Apakah makna solat ?
2. Apa itu zikir ?
4. Persiapan Pembelajaran
• Menyiapkan materi untuk pembelajaran berbasis produk
• Menghubungkan hakikat salat dan zikir dengan pencegahan perbuatan keji dan munkar.
5. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pembuka 1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan
Kegiatan Awal membaca doa,tadarus surah/ ayat-ayat pilihan
Pendahuluan (meminta seorang peserta didik untuk memimpin
do’a), memperhatikan kesiapan peserta
Inti didik,kehadiran dan kerapihan.
2. Guru mempersiapkan media/alat peraga/
bahan berupa LCD projector,note book, spidol
dan media lainnya
3. Guru mengapersepsi pengetahuan awal
peserta didik dengan bertanya materi tentang
salat dan zikir.
4. Guru memberikan motivasi dengan
mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan
materi pembelajaran,menyampaikan cakupan
materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan,
lingkup dan tehnik penilaian
1. Peserta didik dipandu oleh guru untuk melihat
tayangan tulisan dan membaca ayat Al qur’an
tentang salat dan zikir
2. Guru menghubungkan materi yang akan
dipelajari dengan pengalaman peserta didik
39
Penutup selama ini
3. Peserta didik dipandu oleh guru merumuskan
Pertemuan Ke-2 pertanyaan-pertanyaan terkait dengan salat dan
Pembuka zikir
Kegiatan Awal 4. Guru memerintahkan kepada siswa untuk
Pendahuluan mengidentifikasi masalah yaitu hakikat salat dan
zikir dalam kehidupan sehari-hari.
5. Guru menjelaskan dan mengevaluasi materi
yang berkaitan tentang hakikat salat dan zikir
dalam kehidupan sehari-hari.
1. Guru memberi apresiasi terhadap hasil kerja
siswa.
2. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari
pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan
tugas tidak terstruktur.
3. Sebelum berdo’a, guru mengingatkan peserta
didik untuk benar-benar menjaga ibadah dalam
kehidupan.
1. Guru mempersiapkan alat/bahan/media
pendukung pembalajaran
2. Guru membuka pembelajaran dengan doa,
salam dan mengecek kehadiran peserta didik.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran,
garis besar materi dan tehnik penilaian.
4. Guru memberikan motivasi dan mengajukan
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
materi.
5. Guru mengulas sedikit materi yang telah
dibahas pada pertemuan pertama.
6. Guru memberikan pertanyaan pemantik
40
Inti terkait materi yang akan dipelajari.
Penutup 1. Guru membagikan kertas/ kartu kepada
peserta didik dan meminta peserta didik untuk
Pertemuan Ke-3 menuliskan pertanyaan tentang perilaku
Pembuka ketakwaan dan menghindari keburukan dan
Kegiatan Awal menjalankan salat dengan istiqamah
Pendahuluan 2. Kartu yang sudah berisi pertanyaan tersebut,
dikumpulkan secara acak dan dibagi kembali
secara acak pula kepada peserta didik
3. Guru meminta peserta didik untuk
membacakan dan menjawab pertanyaan
tersebut
4. Setelah jawaban diberikan, guru meminta
kembali kepada peserta didik lainnya untuk
melengkapi jawaban tersebut
5. Menyimpulkan hasilnya.
1. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi
semua peserta didik.
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap
proses kegiatan pembelajaran hari ini dengan
arahan guru
3. Guru mengingatkan siswa untuk membaca
materi berikutnya
4. Guru menutup pembelajaran dengan
memberikan salam.
1. Guru mempersiapkan alat/bahan/media
pendukung pembalajaran
2. Guru membuka pembelajaran dengan doa,
salam dan mengecek kehadiran peserta didik.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran,
garis besar materi dan tehnik penilaian.
41
Inti 4. Guru memberikan motivasi dan mengajukan
Penutup beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
materi.
5. Guru mengulas sedikit materi yang telah
dibahas pada pertemuan kedua.
6. Guru memberikan pertanyaan pemantik
terkait materi yang akan dipelajari.
Pada pertemuan ketiga melaksanakan model
pembelajaran berbasis produk dengan
langkah-langkah pembelajaran sebagai
berikut:
1. Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan
tentang quote.
2. Membuat quote mengenai salat dan zikir
mencegah perbuatan keji dan munkar dalam
IG atau media lainnya .
3. Mempresentasikan hasil produk.
4. Mengevaluasi pengalaman saat membuat
produk,bersama melakukan refleksi.
1. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi
semua peserta didik.
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap
proses kegiatan pembelajaran hari ini dengan
arahan guru
3. Guru mengingatkan siswa untuk membaca
materi berikutnya
4. Guru menutup pembelajaran dengan
memberikan salam.
42
G. Asesmen
1. Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik) siswa mengisikan perasaannya sebelum
dan setelah pembelajaran hari ini dengan memberikan titik dibawah gambar emosi.
Kecewa Biasa Senang
2. Asesmen individu dan kelompok
3. Penilaian Pengetahuan.
Ditulis dalam rubrik Rajin Berlatih yang berisi 10 soal pilihan ganda dengan empat
pilihan jawaban dan 5 soal uraian. Soal tersedia di buku peserta didik.
4. Penilaian ketrampilan
43
Dimuat dalam rubrik siap berkreasi untuk menilai kompetensi peserta didik dalam
kompetensi ketrampilan.
H. Pengayaan dan Remidial
• Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar selanjutnya dapat mengikuti
kegiatan pendalaman materi berupa dengan membaca rubrik Selangkah Lebih Maju.
• Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria ketuntasan
minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti kegiatan remedial, langkahnya guru
menjelaskan kembali materi tentang meneladani nama dan sifat Allah untuk kebaikan
hidup.
I. Refleksi Peserta Didik dan Guru
a. Guru meminta peserta didik membaca kisah inspiratif dalam rubrik Inspirasiku.
b. Guru membimbing peserta didik untuk mengklarifikasi dan menyebutkan nilai penting
yang terkandung dalam Inspirasiku.
d. Guru meminta peserta didik menyimpulkan hikmah dari kisah inspiratif sebagai bentuk
refleksi diri.
e. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk membaca rubrik Aku Pelajar
Pancasila dan melakukan refleksi diri terkait dengan profil tersebut.
No. Karakter yang Diharapkan Mampu Belum Mampu
1. Melaksanakan salat tepat pada waktunya
2. Berperilaku ikhlas dan sabar dalam
kehidupan sehari-hari
3. Menghargai waktu dengan melakukan
kegiatan yang bermanfaat.
4. Melatih kesabaran dan menenangkan hati
5. Terbiasa berzikir
6. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah
SWT
7. Menjauhi perbuatan yang dilarang oleh
Allah SWT.
44
J. Bahan Bacaan
Bahan bacaan guru : Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII Halaman 65-85
Bahan bacaan peserta didik : Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti K Kelas VII
halaman 51-72, Modul Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti K Kelas VII.
K. Glosarium
Inquiry Learning : model Penemuan atau suatu kegiatan belajar yang melibatkan secara
maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistemik,
kritis, logis, dan analisis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya.
Siswa dilatih dapat mengumpulkan informasi tambahan, membuat hipotesis dan
mengujinya.
L. Daftar Pustaka
LPTQ, 2019. Al-Quran dan terjemahan nya. Jakarta Kementerian Agama RI 2. Rudi ahmad
suryadi dan sumiyati. 2020.PAI dan budi pekerti kelas 7. Jakarta: Kemendikbud RI
Zaenal Abidin,.2020.fiqih Ibadah.Yogyakarta:CV.Deepublish
Ibnu Qayyim al- jauziyah. 2018. Hikmah dan rahasia solat (e book). Dalam google
Play Book
Materi tambahan pada aplikasi Digital siswa PAI dengan barcode Khusus (sesuai buku
siswa)
Mengetahui Ngawen, 11 Juli 2022
Kepala SMP Negeri 1 Ngawen Guru Mata Pelajaran
Andreas Sutrasno, S.Pd., M. MPd Siti Masfu’atun, S.Pd. I
NIP 19710104 1998021 002 NIP -
45
LAMPIRAN
MATERI
Dalam buku yang bertajuk Misteri Kedua Belah Tangan dalam Salat, Zikir, dan Doa yang
ditulis DR KH Badruddin Hasyim Subky, M HI, akar kata sholat adalah shalla sholattun yang
berarti wa aqimushshalata da'aa'. Kata shalla memiliki arti doa dan kata shalat artinya
mendirikan sholat. Kata shalla jika dibaca menjadi 'shalallahu 'alaih' yang mengandung
makna semoga Allah SWT memberikan rahmat atau keberkahan kepada hambaNya. Sholat
berasal dari bahasa Arab yang berarti doa, dan doa adalah sebuah permohonan.
Pengertian sholat secara bahasa juga termaktub dalam firman Allah QS At Taubah ayat 103
Artinya: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa
kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui."
Firman Allah lainnya yang menyebut sholat sebagai doa tercantum pada surat Al Ahzab
ayat 56
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam
penghormatan kepadanya.
Makna sholat secara istilah fiqhiyah adalah dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri
dengan bacaan salam. Para ulama juga mendefinisikan sholat menurut istilah dalam ilmu
46
syariah. "Serangkaian ucapan dan gerakan yang tertentu yang dimulai dengan takbir dan
diakhiri dengan salam, dikerjakan dengan niat dan syarat-syarat tertentu," tulis Ahmad
Sarwat, Lc, MA dalam buku berjudul Shalat li-Hurmatil-Waqti. Definisi secara syar'i juga
tertulis dalam surat An Nisa ayat 103 yang berbunyi
Artinya: "Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu
berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa
aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah
fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." Kesimpulan yang
diambil dari tulisan Myr Raswad dalam bukunya yang berjudul 27 Keutamaan Shalat
Berjamaah di Masjid, sholat adalah perbuatan seluruh potensi diri seseorang, yakni
perasaan, akal, dan indra, meliputi ucapan tertentu, gerak laku tertentu, menuju suatu
sasaran tertentu pula. Makna sholat tidak bisa dipisahkan dari ketiga kata sholat, zikir, dan
doa. Sebab, sholat, zikir, dan doa merupakan tiga kata serangkai yang tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan hamba Allah sehari-hari. Kata 'sholat' secara bahasa dapat
diartikan 'doa' dan kata 'doa' juga dapat diartikan 'sholat'," tulis Badruddin Hasyim Subky
dalam bukunya.
Sementara itu, korelasi antara kata sholat, zikir, dan doa terdapat pada hakikat doa dan
sholat yang berarti berzikir (beribadah) kepada Allah SWT. Itulah penjelasan arti sholat
secara bahasa, semoga bermanfaat
47
LEMBAR KERJA SISWA
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada
huruf A, B, C, atau D
1. Orang yang melaksanakan salat semata-mata karena Allah Swt., dan berkeinginan hanya
untuk menggapai keridaan-Nya, merupakan perwujudan dari salah satu sasaran tujuan
melaksanakan salat, yaitu ….
A. Timbulnya keikhlasan
B. Timbulnya ketakwaan kepada Allah Swt.
C. Selalu mengingat-Nya
D. Adanya perasaan nyaman dan tentram
2. Ransi dari kecil sampai sekarang tidak pernah belajar mengaji sehingga ia tidak tahu arti
bacaan salat. Padahal ia rajin sekali melaksanakan salat. Hukum salat yang dikerjakan
olehnya adalah….
A. Sah
B. Batal
C. Sia-sia
D. Makruh
3. Berikut ini hikmah salat fardu dalam menjalani kehidupan, kecuali….
A. Membiasakan disiplin
B. Membiasakan hidup bersosial
C. Mendapatkan kebahagiaan dunia
D. Sarana pembentukan kepribadian muslim
4. Melaksanakan salat dengan tepat waktu banyak sekali manfaatnya. Berikut ini yang
merupakan manfaat melaksanakan salat adalah….
A. Menambah pekerjaan yang harus dilaksanakan
B. Menambah kekayaan berupa harta benda
C. Ketenangan dalam menjalani hidup
D. Dihormati oleh masyarakat sekitar
48
5. Perhatikan pernyataan berikut!
1) Diberikan kemudahahan pada segala urusan dalam pencapaian tu-juan hidup.
2) Menjauhkan diri dari maksiat dan penyakit hati.
3) Mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan menggapai rida-Nya.
4) Mempererat silaturahmi antar sesama umat Islam.
Di antara pernyataan tersebut, yang termasuk hikmah melaksanakan salat berjamaah
adalah nomor….
A. 1 C. 3
B. 2 D. 4
6. Perhatikan pernyataan berikut ini!
1) Mendapatkan permasalahan sepanjang hidupnya.
2) Mendapatkan ketenangan hati dalam menjalani hidup.
3) Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah-Nya.
4) Mendapatkan harta dan jabatan sesuai dengan keinginannya. Yang merupakan manfaat
dari berzikir ditunjukkan nomor….
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 3 dan 4
D. 1 dan 4
7. Perhatikan tabel berikut ini!
Bacaan Lafal
1 Takbir A La ilāha illallāh
2 Tasbih B Alhamdulillāh
3 Tahmid C Subhānallāh
4 Tahlil D Allāhu Ahbar
49
Yang merupakan pasangan bacaan zikir yang benar adalah….
A. 1-A, 2-B, 3-C, 4-D
B. 1-B, 2-C, 3-D, 4-A
C. 1-C, 2-D, 3-A, 4-B
D. 1-D, 2-C, 3-B, 4-A
8. Dalam setiap situasi dan keadaan, kita dituntut untuk selalu ingat pada Allah Swt. Hal ini
berkaitan dengan pengakuan bahwa manusia itu lemah dan sangat tergantung kepada-
Nya. Salah satu upaya untuk melengkapi kekurangan tersebut dapat dilakukan dengan
cara….
A. Berharap belas kasihan dari orang lain
B. Meminta tolong kepada sesama
C. Berdoa kepada Allah SWT
D. Membawa tasbih setiap waktu
9. Perhatikan pernyataan berikut ini!
1) Orang yang berhati keras, yaitu orang yang banyak bicara tapi ja-rang ingat kepada-Nya.
2) Orang dermawan yaitu orang yang selalu menggunakan hartanya untuk kepentingan
umum.
3) Orang pelit atau bakhil yaitu orang yang tidak mau berbagi hartanya.
4) Orang yang tawaḍu' yaitu orang yang rendah hati.
Golongan yang jauh dari Allah Swt. dapat ditunjukkan oleh nomor….
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 3 dan 4
D. 1 dan 4
50