10. Allah Swt memerintahkan hamba-Nya yang beriman kepada-Nya dan membenarkan
Rasulullah saw untuk memperbanyak zikir kepada-Nya, baik siang maupun malam, sendiri
maupun berjamaah. Hal ini dinyatakan pada….
A. Q.S. Ali ‘Imrān/3: 102
B. Q.S. Ali ‘Imrān/3: 112
C. Q.S. al-Aḥza̅b/33: 41
D. Q .S. al-Aḥza̅b/33: 31
KUNCI JAWABAN
No. Kunci Jawaban Skor Penilaian
1. A 1
2. A 1
3. C 1
4. C 1
5. D 1
6. B 1
7. D 1
8. C 1
9. B 1
10. C 1
10
Jumlah skor
51
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Pelaksanaan Salat
Nama Peserta Didik :
Kelas :
Nama Orang Tua :
No Hari/Tanggal Waktu Salat Munfarid Berjamaah
(√) (√)
1 ………………. Zuhur
2 ……………. Asar
Dst. Magrib
Isya
Subuh
Zuhur
Asar
Magrib
Isya
Subuh
52
MODUL AJAR
BAB 4
FIQIH
53
MODUL AJAR
BAB 4 FIQIH
A. Identitas Modul
Nama Penyusun : Siti Masfu’atun, S.Pd.I
Instansi : SMP Negeri 1 Ngawen, Kab. Blora
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Kelas/Semester : VII/Ganjil
Fase : D
Alokasi Waktu : 8 x 40 menit (4 pertemuan)
Jumlah Peserta Didik : 32
Elemen : Fiqih
B. Kompetensi Awal
Peserta didik memahami sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah.
C. Profil Pelajar Pancasila
Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME
Mandiri, kreatif
Gotong Royong
54
D. Sarana Prasarana
Alat tulis
Laptop
Proyektor, LCD
Alat Peraga (Media visual tentang macam-macam sujud)
E. Target Peserta Didik
Peserta didik yang tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar
F. Model Pembelajaran
Luring Daring Blanded Learning
1. Tujuan Pembelajaran
• Melalui pembelajaran jigsaw, peserta didik dapat menjelaskan perintah agama untuk
sujud syukur, sahwi dan tilawah
• Melalui pembelajaran discovery, peserta didik dapat menjelaskan tata cara sujud sahwi,
tilawah, dan syukur sebagai sikap patuh terhadap aturan Allah Swt.
• Melalui pembelajaran diskusi, peserta didik dapat memahami hikmah melaksanakan sujud
syukur, sahwi dan tilawah.
• Melalui pembelajaran demonstrasi, peserta didik dapat mempraktikkan sujud sahwi, tilawah,
dan syukur sesuai ketentuan
2. Pemahaman Bermakna
Setelah mempelajari modul ajar ini, peserta didik akan memperoleh pelajaran yang
sangat bermakna yang dapat implementasikan dalam kehidupan nyata, baik di rumah
maupun di masyarakat, seperti :
• Sujud merupakan konsekuensi dari hakikat eksistensi manusia sebagai hamba Allah.
55
• Sujud terapresiasi sebagai kebutuhan di hadapan Allah Swt.
• Bersyukur dalam segala hal apapun keadaannya.
3. Pertanyaan Pemantik
Setelah mempelajari modul ajar ini, peserta didik akan memperoleh palajaran yang sangat
bermakna yang dapat diemplementasikan dalam kehidupan nyata, baik di rumah maupun
di masyarakat, seperti:
a. Apa itu sujud sahwi, sujud syukur dan sujud tilawah ?
b. Bagaimana cara melakukan sujud sahwi, sujud syukur dan sujud tilawah ?
c. Apa fungsi sujud sahwi, sujud syukur dan sujud tilawah dalam kehidupan sehari-hari ?
4. Persiapan Pembelajaran
• Pertemuan 1 : Perintah agama dan maknsa sujud sahwi, sujud tilawah dan sujud syukur.
(3JP)
• Pertemuan 2 : Tata cara sujud sahwi tilawah dan syukur (3JP)
• Pertemuan 3 : Hikmah sujud syahwi tilawah dan syukur (3JP)
• Pertemuan 4 : Praktek sujud syukur tilawah dan sujud sahwi (3JP)
5. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pembuka 1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan
Kegiatan Awal membaca doa,tadarus surah/ ayat-ayat pilihan
Pendahuluan (meminta seorang peserta didik untuk memimpin
do’a), memperhatikan kesiapan peserta
didik,kehadiran dan kerapihan.
2. Guru mempersiapkan media/alat peraga/
bahan berupa LCD projector,note book, spidol
dan media lainnya
3. Guru mengapersepsi pengetahuan awal
peserta didik dengan bertanya materi tentang
salat dan zikir.
4. Guru memberikan motivasi dengan
mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan
materi pembelajaran,menyampaikan cakupan
56
Inti materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan,
Penutup lingkup dan tehnik penilaian
1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati
Infografis tentang makna sujud sahwi, tilawah,
dan syukur, tata cara sujud sahwi, tilawah, dan
syukur , dan hikmah sujud sahwi, tilawah, dan
syukur
2. Guru memberikan penjelasan tambahan
apabila peserta didik belum memahami infografis
3. Guru menyampaikan kata kunci pada materi
yang dipelajari
4. Siswa dikelompokkan ke dalam tim-tim yang
terdiri dari 4-6 orang disesuaikan dengan kondisi
kelas yang ada. Tiap orang dalam tim diberi
bagian materi yang berbeda terkait degan
perintah agama untuk melaksanakan sujud
sahwi, sujud syukur, dan sujud tilawah
5. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi
yang ditugaskan.
6. Anggota materi yang berbeda yang telah
mampelajari bagian/sub bab yang sama bertemu
dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk
mendiskusikan subbab tersebut.
7. Setelah selesai berdiskusi sebagai tim ahli tiap
anggota kembali ke kelompok asal dan
bergantian mengajar teman satu tim mereka
kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan
dengan sungguh-sungguh.
8. Tiap-tiap ahli mempresentasikan hasil
diskusinya.
9. Guru memberikan evaluasi
1. Guru memberi apresiasi terhadap hasil kerja
siswa.
57
Pertemuan Ke-2 2. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari
Pembuka pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan
Kegiatan Awal tugas tidak terstruktur.
Pendahuluan
3. Sebelum berdo’a, guru mengingatkan peserta
Inti didik untuk benar-benar menjaga ibadah dalam
kehidupan.
1. Guru mempersiapkan alat/bahan/media
pendukung pembalajaran
2. Guru membuka pembelajaran dengan doa,
salam dan mengecek kehadiran peserta didik.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran,
garis besar materi dan tehnik penilaian.
4. Guru memberikan motivasi dan mengajukan
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
materi.
5. Guru mengulas sedikit materi yang telah
dibahas pada pertemuan pertama.
6. Guru memberikan pertanyaan pemantik
terkait materi yang akan dipelajari.
Pada pertemuan kedua menggunakan model
pembelajaran discovery dengan langkah-langkah
sebagai berikut :
1. Guru menyajikan stimulus berupa kajian awal
mengenai tata cara sujud sahwi, sujud syukur,
dan sujud tilawah.
2. Mengidentifikasi permasalahan yang relevan
dengan materi
3. Peserta didik mencari dan mengumpulkan data
tentang materi yangdikaji
4. Peserta didik mendiskusikan temuan hasil
pencarian.
5. Membandingkan hasil diskusi antar kelompok
58
Penutup terhadap temuan
6. Menyimpulkan hasil dsikusi dan kajian
Pertemuan Ke-3
Pembuka 1. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi
Kegiatan Awal semua peserta didik.
Pendahuluan
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap
Inti proses kegiatan pembelajaran hari ini dengan
arahan guru
3. Guru mengingatkan siswa untuk membaca
materi berikutnya
4. Guru menutup pembelajaran dengan
memberikan salam.
1. Guru mempersiapkan alat/bahan/media
pendukung pembalajaran
2. Guru membuka pembelajaran dengan doa,
salam dan mengecek kehadiran peserta didik.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran,
garis besar materi dan tehnik penilaian.
4. Guru memberikan motivasi dan mengajukan
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
materi.
5. Guru mengulas sedikit materi yang telah
dibahas pada pertemuan kedua.
6. Guru memberikan pertanyaan pemantik
terkait materi yang akan dipelajari.
Pada pertemuan ketiga melaksanakan model
pembelajaran diskusi dengan langkah-langkah
pembelajaran sebagai berikut:
1. Guru membuat kelompok yang terdiri dari 5-6
orang, sekaligus memilih ketua kelompok.
2. Guru membuat pembagian tugas setiap
anggota.
59
Penutup 3. Guru memberikan stimulus sebelum diskusi
dimulai terkait dengan hikmah melaksanakan
Pertemuan Ke-4 sujud sahwi, sujud syukur, dan sujud tilawah.
Pembuka 4. Peserta didik berdiskusi sesuai dengan tema
Kegiatan Awal yang telah ditentukan.
Pendahuluan 5. Secara bergantian masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok
lain memberikan tanggapannya.
6. Menyimpulkan hasil diskusi.
7. Guru mereview hasil diskusi sebagai umpan
balik untuk perbaikan.
1. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi
semua peserta didik.
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap
proses kegiatan pembelajaran hari ini dengan
arahan guru
3. Guru mengingatkan siswa untuk membaca
materi berikutnya
4. Guru menutup pembelajaran dengan
memberikan salam.
1. Guru mempersiapkan alat/bahan/media
pendukung pembalajaran
2. Guru membuka pembelajaran dengan doa,
salam dan mengecek kehadiran peserta didik.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran,
garis besar materi dan tehnik penilaian.
4. Guru memberikan motivasi dan mengajukan
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
materi.
60
Inti 5. Guru mengulas sedikit materi yang telah
Penutup
dibahas pada pertemuan ketiga.
6. Guru memberikan pertanyaan pemantik
terkait materi yang akan dipelajari.
Pada pertemuan keempat melaksanakan model
pembelajaran demonstrasi dengan langkah-
langkah pembelajaran sebagai berikut:
1. Guru menyampaikan capaian pembelajaran
yang ingin dicapai.
2. Guru menyampaikan ringkasan materi yang
akan disampaikan.
3. Guru menyiapkan alat atau bahan yang
diperlukan.
4. Guru menunjuk salah seorang peserta didik
untuk melakukan demonstrasi sesuai dengan
skenario yang disiapkan.
5. Seluruh peserta didik memperhatikan
demonstrasi dan menganalisisnya.
6. Tiap peserta didik mengemukakan hasil
analisisnya dan pengalaman peserta didik
didemonstrasikan.
7. Guru membimbing peserta didik untuk
membuat kesimpulan.
1. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi
semua peserta didik.
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap
proses kegiatan pembelajaran hari ini dengan
arahan guru
3. Guru mengingatkan siswa untuk membaca
materi berikutnya
4. Guru menutup pembelajaran dengan
memberikan salam.
61
G. Asesmen
1. Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik) siswa mengisikan perasaannya sebelum
dan setelah pembelajaran hari ini dengan memberikan titik dibawah gambar emosi.
Kecewa Biasa Senang
2. Asesmen individu dan kelompok (terlampir)
3. Penilaian Pengetahuan.
Ditulis dalam rubrik Rajin Berlatih yang berisi 10 soal pilihan ganda dengan empat
pilihan jawaban dan 5 soal uraian. Soal tersedia di buku peserta didik.
4. Penilaian ketrampilan
Dimuat dalam rubrik siap berkreasi untuk menilai kompetensi peserta didik dalam
kompetensi ketrampilan.
H. Pengayaan dan Remidial
• Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar selanjutnya dapat mengikuti
kegiatan pendalaman materi berupa dengan membaca rubrik Selangkah Lebih Maju.
• Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria ketuntasan
minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti kegiatan remedial, langkahnya guru
menjelaskan kembali materi tentang meneladani nama dan sifat Allah untuk kebaikan
hidup.
62
I. Refleksi Peserta Didik dan Guru
a. Guru meminta peserta didik membaca kisah inspiratif dalam rubrik Inspirasiku.
b. Guru membimbing peserta didik untuk mengklarifikasi dan menyebutkan nilai penting
yang terkandung dalam Inspirasiku.
c. Guru meminta peserta didik menyimpulkan hikmah dari kisah inspiratif sebagai bentuk
refleksi diri.
d. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk membaca rubrik Aku Pelajar Pancasila dan
melakukan refleksi diri terkait dengan profil tersebut.
No. Karakter yang Diharapkan Mampu Belum Mampu
1. Mengakui kesalahan yang telah diperbuat
2. Meminta maaf apabila melakukan
kesalahan
3. Menghayati dan memahami Al-Qur’an
yang sedang dibaca.
4. Bersyukur atas nikmat yang telah
diterimanya
5. Membaca istigfar dan memohon ampun
kepada Allah Swt. apabila melakukan
kesalahan.
6. Selalu mendekatkan diri kepada Allah
Swt.
7. Berperilaku santun terhadap siapapun.
8. Berdoa utuk keselamatan dunia dan
akhirat.
J. Bahan Bacaan
Bahan bacaan guru : Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII Halaman 87-
106
Bahan bacaan peserta didik : Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti K Kelas VII
halaman 73-90, Modul Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti K Kelas VII.
K. Glosarium
• Sujud sahwi : dua sujud yang dilakukan oleh orang yang solat untuk menggantikan
kesalahan yang terjadi dalam shalatnya karena lupa
63
• Sujud syukur : sujud yang d ilakukan dalam rangka mengucap syukur kepada Allah SWT.
Atas segala karunia yang telah di berikan
• Sujud tilawah : sujud yang dilakukan karena membaca atau mendengarkan ayat ayat
sajdah
L. Daftar Pustaka
Ilam Maulani. 2020. Pembelajaran Sujud Syukur, Sujud Sahwi, dan Sujud Tilawah, dalam
Ilam Maulani Channel https:// www.youtube.com/ watch?reload=9&v=M- Qxh1HkcpI
Materi Tambahan Berupa Kuis pada Aplikasi Digital Siswa PAI dengan Barcode Khusus
(sesuai Buku Siswa)
LPMQ 2019nAlquran dan terjemahnya, Jakarta : Kementerian Agama RI
Rudi Ahmad Suryadi dan Sumiyati, 2020 PAI dan Budi Pekerti kelas 7, Jakarta
Kemendikbud RI
Muhammad Rifa’I 2011. Tuntunan Sholat Lengkap . Semarang : Toha Putra
Mengetahui Ngawen, 11 Juli 2022
Kepala SMP Negeri 1 Ngawen Guru Mata Pelajaran
Andreas Sutrasno, S.Pd., M. MPd Siti Masfu’atun, S.Pd. I
NIP 19710104 1998021 002 NIP.-
64
LAMPIRAN
MATERI
1. Perintah agama untuk Sujud Syukur, Sahwi dan Tilawah.
Sujud menggambarkan penghambaan dan kepasrahan diri kepada Allah
Swt. Manusia bersujud hanya kepada-Nya. Pada sesama manusia, kita
diperintahkan untuk saling menghormati. Kaki, lutut, telapak tangan, dan dahi
menempel semuanya di atas alas. Hal ini menunjukkan kepatuhan,
ketundukan, dan kepasrahan kepada-Nya.Setiap salat memiliki aktivitas sujud,
kecuali salat jenazah. Pada setiap salat fardu, kita melakukan sujud sebanyak 34
kali setiap hari. Semakin banyak salat sunah yang dilakukan, semakin banyak
jumlah sujud yang dilakukan. Pada pembahasan ini, akan diuraikan beberapa
macam sujud yang dapat dilakukan selain sujud dalam salat. Sujud tersebut adalah
sujud syukur, sahwi, dan tilawah.
a. Sujud Syukur
Syukur dimaknai sebagai terima kasih kepada Allah Swt. Sujud syukur
dilaksanakan ketika seseorang memperoleh nikmat dari-Nya dan terhindar dari
bahaya. Kata alhamdulillāh, sering diucapkan oleh kita. Selain
mengucapkannya, kita dapat mengungkapkannya dengan sujud syukur. Sujud
syukur tidak hanya ucapan, namun juga dalam tindakan sujud. Rasulullah saw
pernah menyontohkan hal ini. Hukum sujud syukur tertera pada salah satu
hadis Rasulullah saw.berikut:
Dari Abu Bakrah r.a., “Sesungguhnya apabila datang kepada Nabi saw. Sesuatu
yang menggembirakan atau kabar suka, beliau langsung sujud bersyukur
kepada
Allah.” (H.R. Abu Dāwud, Ibnu Mājah dan al-Tirmizi) Sebab
sebab melaksanakan sujud syukur adalah :
• Memperoleh nikmat dari Allah Swt.
Sujud syukur dilakukan ketika memperolah nikmat seperti kabar yang
menyenangkan. Kita dapat melakukannya langsung ketika nikmat itu
diperoleh.
• Terhindar dari bahaya
65
Sujud syukur dilakukan pula ketika kita dapat terhindar dari bahaya.
Sujudnya dilakukan ketika bahaya itu terhindar dari diri kita.
b. Sujud sahwi
Apa itu sujud sahwi? Sujud sahwi merupakan sujud karena lupa atau ragu
dalam salat. Sujud ini dilakukan 2 kali sebelum salam. Hukumnya adalah sunah,
sebagaimana pada hadis dari Abu̅ Sa’id ̅ al-Khudri riwayat Muslim, Nabi
Muhammad saw. bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kamu ragu dalam salat, apakah ia telah
mengerjakan tiga atau empat rakaat, maka hendaklah ia menghilangkan
keraguannya, dan salatnya diteruskan menurut yang apa yang ia yakini,
kemudian hendaklah ia sujud dua kali sebelum salam.” (H.R. Muslim)Sujud
sahwi dilakukan karena beberapa alasan, di antaranya adalah:
A. Lupa tidak melakukan salah satu rukun salat seperti rukuk atau
sujud.
B. Ragu atau lupa jumlah rakaat.
C. Lupa membaca doa qunut (bagi orang yang terbiasa qunut).
D. Lupa mengerjakan tasyahud awal.
E. Kekurangan atau kelebihan jumlah rakaat.
Seseorang harus segera berdiri dan melengkapi rakaat apabila ada yang
mengingatkan bahwa rakaatnya kurang. Selanjutnya, ia melakukan sujud
sahwi.
c. Sujud Tilawah
Kalian pernah melihat orang yang sujud ketika membaca Al-Qur’an? Itu
disebut dengan sujud tilawah. Sujud tilawah dilakukan ketika membaca ayat-
ayat sajdah dalam Al-Qur’an baik ketika salat maupun di luar salat. Begitu pula,
pada saat membaca/menghafal atau pada saat mendengarkan bacaan Al-
Qur’an. Sujud tilawah adalah sunah. Salah satu dasar hukum sujud tilawah
adalah hadis Ibnu
‘Umar yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim
66
“Nabi saw. pernah membaca Al Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat
sajadah. Kemudian ketika itu beliau bersujud, kami pun ikut bersujud
bersamanya sampai-sampai di antara kami tidak mendapati tempat karena
posisi dahinya.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
Sujud tilawah dilakukan karena membaca atau mendengar ayat-ayat
sajdah baik di dalam maupun di luar salat. Adapun ayat-ayat sajdah yang ada
di dalam AlQur’an berjumlah 15 yaitu: Q.S. al-A’rāf/7: 206, Q.S. arRa’d/13:15,
Q.S. an-
Naḥl/16: 49, Q.S. Al-Isra’/17: 109, Q.S. al-Hajj/22: 18, Q.S. Maryam/19: 58, Q.S.
alHajj/22: 77, Q.S. al-Furqān/25: 60, Q.S. an-Naml/27:25 Q.S. as-Sajdah/32: 15,
Q.S. Ṣad/38: 24, Q.S. Fussilat/41: 38, Q.S. an-Najm/53: 62, Q.S. al-Insyiqaq/84:
21, dan
Q.S. al-‘Alaq/96 ayat 19
Syarat pelaksanaan sujud tilawah sebagai berikut:
1) Suci dari hadas dan najis.
2) Menghadap kiblat.
3) Menutup aurat.
Adapun rukun sujud tilawah yaitu niat, takbiratul ihram, sujud satu kali
dengan diawali bacaan takbir, duduk setelah sujud dengan tumakninahtanpa
membaca tasyahud, dan salam.
2. Tata cara sujud sahwi, sujud syukur dan sujud tilawah
Tata cara sujud syukur cukup mudah untuk dipraktikkan dan dilaksanakan. Adapun tata
cara yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1) Menghadap kiblat
2) Niat untuk sujud syukur.
3) Sujud seperti sujud dalam salat dengan membaca doa sebagai berikut:
“Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah
Maha Besar.”
2) Duduk Kembali
67
3) Salam
Tata Cara Sujud Sahwi
Apabila seseorang lupa akan bilangan salat yang sedang dikerjakan, atau
lupa tidak melakukan tahiyat awal, maka melakukan sujud 2 kali sebelum salam.
Bagaimana caranya? Berikut ini adalah beberapa langkahnya.
1) Sujud sebelum salam setelah membaca tasyahud akhir, dengan bacaan
sebagai berikut:
“Maha Suci Allah yang tidak tidur dan lupa”.
2) Bangun dari sujud dengan dengan mengucapkan takbir,
3) Duduk sebentar, takbir, dilanjutkan dengan sujud kedua. Doanya sama
seperti sujud pertama.
4) Duduk kembali dan diakhiri oleh salam.
Tata Cara Sujud Tilawah
Sujud tilawah dapat dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:
Sujud tilawah (di luar salat)
Adapun cara yang melakukan sujud tilawah di luar salat adalah sebagai
berikut:
• Berdiri menghadap kiblat
• Berniat sujud tilawah
• Takbiratul ihram
• Melakukan sujud (cukup satu kali)
Doa yang dibaca pada saat sujud seperti berikut ini
68
Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, yang
membentuknya, dan yang memberi pendengaran dan penglihatan,
Maha Suci Allah sebaik-baiknya pencipta”
• Duduk sejenak
• Membaca salam
Sujud tilawah (di dalam salat).
Cara melakukan sujud tilawah di dalam salat adalah sebagai berikut:
• Ketika sedang berdiri dalam salat membaca ayat sajdah
atau imam membaca ayat sajdah, langsung mengerjakan sujud
satu kali dengan membaca doa sujud tilawah.
• Setelah sujud, langsung berdiri lagi dan melanjutkan salat
kembali.
69
LEMBAR KERJA SISWA DAN RUBRIK PENILAIAN
a. Lembar Kerja siswa untuk mengetahui makna sujud syukur, syahwi dan tilawah. Silahkan
tulis 3 pertanyaan sebagaimana pada tabel berikut kemudian serahkan pertanyaan tersebut
pada teman kalian untuk dijawab
No. Pertanyaan Jawaban
1. Nilai
2.
3.
b. Penilaian pada kegiatan mengamati dan bertanya
No. Nama Siswa Aspek Penilaian
1. ABC
2.
3.
4.
5.
Dst.
Aspek dan rubrik penilaian:
1) Frekwensi dalam bertanya
a) Jika peserta didik bertanya 3 kali atau lebih, skor 4.
b) Jika peserta didik bertanya 2 kali, skor 3.
c) Jika peserta didik bertanya 1 kali, skor 2.
2) Keterkaitan pertanyaan dengan materi.
a) Jika pertanyaan sesuai dengan materi, skor 4.
b) Jika pertanyaan kurang sesuai dengan materi, skor 3.
c) Jika pertanyaan tidak sesuai dengan materi, skor 2.
3) Kejelasan/bahasa yang digunakan saat bertanya
a) Jika bahasa jelas, lugas, dan mudah dipahami, skor 4.
b) Jika bahasa kurang jelas, kurang lugas, dan kurang mudah dipahami, skor 3.
c) Jika bahasa tidak jelas,tidak lugas, dan sulit dipahami, skor 2
70
Pedoman penskoran:
Nilai = Jumlah nilai skor yang diperoleh x 100
Jumlah Skor Maksimal
c. Penilaian keterampilan
Penilaian pada kegiatan mengamati dan bertanya
No. Nama Siswa Aspek Penilaian Skor
123
1.
2.
3.
4.
Dst.
Aspek Penilaian:
1. Kejelasan dan kedalaman informasi, skor maksimal 3
2. Keakuratan sumber yang dipakai, skor maksimal 3
3. Kejelasan dan kerapihan resume/rangkuman, skor maksimal 4
Skor Maksimal 10
d. Penilaian keterampilan
Praktik sujud syukur, tilawah dan sahwi
No. Nama Siswa Aspek Penilaian Skor
Mendemostrasikan 4 = Sempurna tidak ada
sujud syukur, kesalahan
1. tilawah, dan sahwi 3 = Kurang dari 4 kesalahan
sesuai ketentuan 2 = antara 5-10 kesalahan
1 = lebih dari 10 kesalahan
2.
3.
4.
Dst.
71
MODUL AJAR
BAB 5
SEJARAH
72
MODUL AJAR
BAB 5 SEJARAH
A. Identitas Modul
Nama Penyusun : Siti masfu’atun, S.Pd.I
Instansi : SMP Negeri 1 Ngawen, Kab. Blora
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Kelas/Semester : VII/Ganjil
Fase : D
Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (3 pertemuan)
Jumlah Peserta Didik : 32
Elemen : Sejarah
B. Kompetensi Awal
Peserta didik memahami proses perubahan kepemimpinan Khulafa ar-Rasyidin menjadi
Dinasti Bani Umayyah
C. Profil Pelajar Pancasila
Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME
Mandiri, kreatif
Gotong Royong
D. Sarana Prasarana
Alat tulis
Laptop
73
Proyektor, LCD
Alat Peraga (Media film tentang sejarah)
E. Target Peserta Didik
Peserta didik yang tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar
F. Mode Pembelajaran
Luring Daring Blanded Learning
1. Tujuan Pembelajaran
• Peserta didik dapat menceritakan sejarah berdirinya Bani Umayyah di damaskus
• Peserta didik dapat menjelaskan kemajuan peradaban Islam pada masa Bani
Umayyah di Damaskus dalam bidang pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi,
keagamaan, dan pendidikan.
• Peserta didik dapat membuat bagan time line perkembangan peradaban Islam pada
masa Bani Umayyah sehingga dapat memetik nilai Islami dari kemajuan peradaban.
2. Pemahaman Bermakna
Setelah mempelajari modul ajar ini, peserta didik akan memperoleh pelajaran yang sangat
bermakna yang dapat implementasikan dalam kehidupan nyata, baik di rumah maupun di
masyarakat, seperti: Pentingnya menuntut ilmu untuk membantu kemajuan peradaban
3. Pertanyaan Pemantik
Setelah mempelajari modul ajar ini, peserta didik akan memperoleh palajaran yang sangat
bermakna yang dapat diemplementasikan dalam kehidupan nyata, baik di rumah maupun
di masyarakat, seperti:
74
Mengapa sejarah Bani Umayyah di Damaskus (661-750 M) penting dipelajari?
4. Persiapan Pembelajaran
• Pertemuan 1 : Sejarah berdirinya Bani Umayyah ( 3 JP)
• Pertemuan 2 : Kemajuan bidang pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, keagamaan dan
pendidikan (3JP)
• Pertemuan 3 : Perkembangan Peradaban Islam dan Nilai Islami dari kemajuan peradaban
(3 jp)
5. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pembuka 1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan
Kegiatan Awal membaca doa,tadarus surah/ ayat-ayat pilihan
Pendahuluan (meminta seorang peserta didik untuk memimpin
do’a), memperhatikan kesiapan peserta
didik,kehadiran dan kerapihan.
2. Guru mempersiapkan media/alat peraga/
bahan berupa LCD projector,note book, spidol
dan media lainnya
3. Guru mengapersepsi pengetahuan awal
peserta didik dengan bertanya materi tentang
sejarah berdirinya Bani Umayyah.
4. Guru memberikan motivasi dengan
mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan
materi pembelajaran,menyampaikan cakupan
materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan,
lingkup dan tehnik penilaian
75
Inti 1. Peserta didik mengamati Infografis yang berisi
Penutup materi tentang sejarah berdirinya, kemajuan
peradaban Islam, dan memetik nilai Islami dalam
sejarah Bani Umayyah di Damaskus.
2. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila
peserta didik belum memahami Infografis.
3. Guru menyampaikan kata kunci pada materi
yang
a. dipelajari
4. Guru menyajikan stimulus dengan berupa bahan
kajian awal kemajuan peradaban Islam Bani
Umayyah di Damaskus dalam bentuk gambar
5. Setelah mengamati gambar, siswa
menyampaikan hasil pengamatan dan penalaran
6. Pesera didik secara bergiliran menyampaikan
hasil pengamatan gambarnya dilanjutkan
dengan mengklasifikasikan sejarah berdirinya
Bani Umayyah
7. Peserta didik menyimak penguatan yang
disampaikan oleh guru mengenai sikap moderasi
dalam beragama.
8. Peserta didik bersama-sama dengan guru
menyimpulkan materi sejarah berdirinya Bani
Umayyah
9. Peserta didik menjawab asesmen yang diberikan
oleh guru
1. Guru memberi apresiasi terhadap hasil kerja
siswa.
2. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari
pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan
tugas tidak terstruktur.
3. Sebelum berdo’a, guru mengingatkan peserta
didik untuk benar-benar menjaga ibadah dalam
kehidupan.
76
Pertemuan Ke-2 1. Guru mempersiapkan alat/bahan/media
Pembuka pendukung pembalajaran
Kegiatan Awal
Pendahuluan 2. Guru membuka pembelajaran dengan doa,
salam dan mengecek kehadiran peserta didik.
Inti
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran,
Penutup garis besar materi dan tehnik penilaian.
4. Guru memberikan motivasi dan mengajukan
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
materi.
5. Guru mengulas sedikit materi yang telah
dibahas pada pertemuan pertama.
6. Guru memberikan pertanyaan pemantik
terkait materi yang akan dipelajari.
7. Guru membagi kelompok belajar
1. Menyajikan stimulus dengan berupa bahan kajian
awal kemajuan peradaban Islam Bani Umayyah di
Damaskus. Mengidentifikasi permasalahan yang
relevan dengan materi.
2. Mencari dan mengumpulkan data tentang materi
yang dikaji.
3. Mendiskusikan temuan hasil pencarian.
4. Membandingkan hasil diskusi antar kelompok
terhadap temuan.
5. Menyimpulkan dan hasil diskusi dan kajian.
6. Merefleksikan hasil diskusi dan kajian terkait
kemajuan peradaban Islam Bani umayyah di
Damaskus
1. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi
semua peserta didik.
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap
proses kegiatan pembelajaran hari ini dengan
arahan guru
3. Guru mengingatkan siswa untuk membaca
materi berikutnya
77
Pertemuan Ke-3 4. Guru menutup pembelajaran dengan
Pembuka memberikan salam.
Kegiatan Awal
Pendahuluan 1. Guru mempersiapkan alat/bahan/media
pendukung pembalajaran
Inti
2. Guru membuka pembelajaran dengan doa,
Penutup salam dan mengecek kehadiran peserta didik.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran,
garis besar materi dan tehnik penilaian.
4. Guru memberikan motivasi dan mengajukan
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan
materi.
5. Guru mengulas sedikit materi yang telah
dibahas pada pertemuan kedua.
6. Guru memberikan pertanyaan pemantik
terkait materi yang akan dipelajari.
Pada pertemuan ketiga melaksanakan model
pembelajaran berbasis produk dengan
langkah-langkah pembelajaran sebagai
berikut:
1. Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan
tentang bagan time line.
2. Membuat bagan time line tentang kemajuan
peradaban dan memetik nilai Islam pada
kemajuan tersebut pada masa Bani Umayyah di
Damaskus
3. Mempresentasikan hasil produk
4. Mengevaluasi pengalaman saat membuat
produk bersamaan dengan melakukan refleksi
1. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi
semua peserta didik.
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap
proses kegiatan pembelajaran hari ini dengan
78
arahan guru
3. Guru mengingatkan siswa untuk membaca
materi berikutnya
4. Guru menutup pembelajaran dengan
memberikan salam.
G. Asesmen
1. Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik)
2. Asesmen Individu dan Kelompok
3. Tertulis (PG dan Uraian)
4. Performa (sikap dan keagamaan)
H. Pengayaan dan Remidial
• Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar selanjutnya dapat mengikuti
kegiatan pendalaman materi berupa dengan membaca rubrik Selangkah Lebih Maju.
• Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria ketuntasan
minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti kegiatan remedial, langkahnya guru
menjelaskan kembali materi tentang meneladani nama dan sifat Allah untuk kebaikan
hidup.
I. Refleksi Peserta Didik dan Guru
a. Guru meminta peserta didik membaca kisah inspiratif dalam rubrik Inspirasiku.
b. Guru membimbing peserta didik untuk mengklarifikasi dan menyebutkan nilai penting
yang terkandung dalam Inspirasiku.
c. Guru meminta peserta didik menyimpulkan hikmah dari kisah inspiratif sebagai bentuk
refleksi diri.
d. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk membaca rubrik Aku Pelajar Pancasila dan
melakukan refleksi diri terkait dengan profil tersebut.
No. Karakter yang Diharapkan Mampu Belum Mampu
1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan
kepada Allah Swt.
79
2. Mencontoh perilaku semangat menuntut
ilmu pada masa Bani Umayyah di
Damaskus.
3. Mengembangkan budaya yang sesuai
dengan ajaran Islam
4. Berteman tanpa membedakan suku, ras
dan Agama.
5. Mendahulukan kepentingan bersama
daripada kepentingan pribadi.
6. Bertanggung jawab dalam melaksanakan
tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
7. Cinta tanah air dan membangun bangsa
8. Berperilaku semangat membela bangsa
dan negara.
J. Bahan Bacaan
Bahan bacaan guru : Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII Halaman 107-
128
Bahan bacaan peserta didik : Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti K Kelas VII
halaman 97-122, Modul Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti K Kelas VII.
K. Glosarium
• Dinasti adalah keturunan raja-raja yang memerintah berasal dari satu keluarga
• Bani adalah anak cucu atau keturuanan. Bani Umayyah berarti anak cucu atau
keturunan Umayyah
• Diwan adalah departemen atau lembaga yang mengurus suatu hal
• Bait al-Mal adalah departemen yang berurusan dengan pendapatan dan segala hal
keekonomian Negara
• Qadi adalah hakim yang memutuskan suatu permasalahan
• Infografis adalah penyajian garis besar materi dalam bentuk teks dan gambar. Dengan
membaca infografis, peserta didik dapat memahami garis besar materi yang disajikan
pada setiap bab untuk mencapai Capaian Pembelajaran
80
L. Daftar Pustaka
Kemdikbudristek. 2021 . Rudi Ahmad Suryadi dan Sumiyati. Buku Guru Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII. Cetakan ke-1
Kemdikbudristek. 2021 . Rudi Ahmad Suryadi dan Sumiyati. Buku Siswa Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII. Cetakan ke-1
Mengetahui Ngawen, 11 Juli 2022
Kepala SMP Negeri 1 Ngawen Guru Mata Pelajaran
Andreas Sutrasno, S.Pd., M. MPd Siti Masfu’atun, S.Pd. I
NIP 19710104 1998021 002 NIP. -
81
SOAL SUMATIF
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C,
atau D
1. Nama Bani Umayyah berasal dari nama nenek moyangnya yang
bernama….
A. ‘Umar bin ‘Abd al-‘Azīz
B. ‘Abd al-Mālik bin Marwān
C. Umayyah bin ‘Abd al-Syams
D. Mu’a̅ wiyah bin Abu̅ Sufya̅ n
2. Kesepakatan antara Hasan bin ‘Ali dengan Mu’a̅ wiyah, sepeninggal
Mu’a̅ wiyah, pemerintahan harus dikembalikan ke tangan umat Islam yang
terkenal dengan….
A. Yaum al-Qiyāmah
B. ‘Am al-Jamāah
C. ‘Am al-Sa’ādah
D. ‘Am al-Huzn
3. Dalam Al-Qur’an dinyatakan bahwa Allah Swt. tidak akan mengubah
keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaannya sendiri. Hal
ini tercantum dalam ….
A. Q.S. al-Anfāl/8: 30
B. Q.S. al-An’ām/6: 165
C. Q.S. ar-Ra’d/13: 11
D. Q.S. al-Baqarah/2: 11
4. Panglima perang Bani Umayyah yang namanya diabadikan menjadi
nama sebuah selat yaitu:
A. Ṭāriq bin Ziyād
B. ‘Umar bin ‘Abd al-‘Azīz
C. Wālid bin ‘Abd al-Mālik
D. ‘Abd al-Mālik bin Marwān
5. Sebuah masjid yang dibangun di Damaskus pada masa Wālid bin ‘Abd al-Mālik
merupakan hasil karya arsitek terkenal. Tokoh tersebut yang bernama….
82
A. ‘Uqbah bin Nāfi’
B. Rabi’āh al-Ra’i
C. Sa’īd bin Musayyab
D. Abu ‘Ubaidah bin Jarrah
6. Mu’a̅ wiyah bin Abu̅ Sufya̅ n merupakan salah satu sahabat Rasulullah saw. yang
terlibat aktif dalam menuliskan wahyu dan meriwayatkan hadis. Dia masuk islam
ketika…
A. Fath al-Makkah
B. Perjanjian Aqabah I
C. Perjanjian Aqabah II
D. Perjanjian Hudaibiyah
7. Perhatikan uraian berikut !
Keadaan negara sangat tenteram, makmur, dan tertib. Umat Islam merasa nyaman dan
hidup bahagia ketika dipimpin oleh Wālid bin ‘Abd al-Mālik (705-715 M / 86-97 H).
Pada 10 tahun kepemimpinannnya, wilayah diperluas ke Afrika Utara menuju wilayah
barat daya Eropa. Infrastruktur dibangun dengan megah. Dia menbangun rumah jompo
dan panti asuhan serta Masjid al-Umawi di Damaskus.
Nilai yang dapat dipetik pada kisah perjuangan tersebut yang dapat diteladani adalah …
A. Mencintai rakyat
B. Membahagiakan rakyat
C. Mensejahterakan rakyat
D. Memajukan ilmu pengetahuan
8. Berikut ini yang merupakan bentuk-bentuk pertumbuhan kebudayaan pada masa
Bani Umayyah adalah….
A. Perkembangan di bidang bahasa dan sastra oleh al- Qali dengan karyanya al-Amali
dan al-Mawadir
B. Perkembangan di bidang arsitektur ditandai dengan dibangunnya masjid-masjid yang
memenuhi kota.
C. Perkembangan ilmu kimia murni dan kimia terapan di bidang keilmuan kimia oleh
Abu al-Qāsim Ibn Farnas.
D. Perkembangan di bidang kedokteran oleh Abu al-Qāsim al-Zahrawi
berupa ilmu bedah, ilmu telinga dan ilmu penyakit kulit.
9. Perhatikan tabel para ilmuwan muslim pada masa Bani Umayyah dan karyanya
berikut!
83
1 Ibnu ‘Abbās a Penyair
2 Zaid bin Ṡābit b Penerjemah Bahasa Yunani
3 Khālid c Sekretaris Nabi
4 al-Akhtal d Ilmu tafsir
Tabel 5.6
Pasangan Nama Ilmuwan dan Bidang Ilmu
Pasangan yang tepat antara ilmuwan muslim dan karyanya pada tabel tersebut
ditunjukkan pada nomor … .
A. 1 – d, 2 – c, 3 – a, 4 – b
B. 1 – b, 2 – d, 3 – a, 4 – c
C. 1 – c, 2 – b, 3 – d, 4 – a
D. 1 – a, 2 – d, 3 – c, 4 – b
10.Khalifah ‘Umar bin ‘Abd al-‘Azīz memerintahkan unuk penghimpunan
dan penyempurnaan hadis dengan alasan sebagai berikut kecuali....
A. Banyak pemalsuan hadis-hadis
B. Para penghafal hadis semakin berkurang karena meninggal
C. Digunakan sebagai alat untuk menguatkan kedudukan kelompok tertentu
D. Digunakan sebagai alat dalam memperkokoh keyakinan masyarakat terhadap Islam
II. Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Tuliskan secara singkat sejarah pendirian Bani Umayyah di Damaskus (661-
750 M)?
2. Bagaimana cara menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat
membangun negeri kepada generasi penerus bangsa?
3. Mengapa kita harus meneladan nilai-nilai yang ada pada sejarah Bani
Umayyah di Damaskus?
4. Buatlah biografi secara singkat khalifah ‘Umar bin ‘Abd al-‘Azīz!
5. Bagaimana usaha yang dilakukan oleh Bani Umayyah dalam bidang
pendidikan!
84
KUNCI JAWABAN Skor Penilaian
1
a. Pilihan Ganda: 1
1
No. Kunci Jawaban 1
1. C 1
2. B 1
3. C 1
4. A 1
5. D 1
6. D 1
7. C 10
8. B
9. A
10. C
Jumlah skor
85
Essay:
No. Kunci Jawaban Cara penilaian Skor
Maksimal
1. Bani Umayyah di Dam- 1. Skor 4, apabila peserta 4
askus didirikan oleh didik dapat menuliskan
Mu’āwiyah bin Abu̅ Sufyān kembali sejarah Islam
bin Harb bin Umayyah pada Masa Bani Umayyah
dan berdiri selama di Damaskus dengan
+ 90 tahun (40 – 132 H / benar dan lengkap
661 – 750 M) dan. Pusat
pemerintahannya di Dam- 2. Skor 3, apabila peserta
askus. Sistem pemerintah- didik dapat menuliskan
an Bani Umayyah adalah kembali sejarah Islam
kepemimpinan turun tem- pada Masa Bani
urun. Administrasi dan Umayyah di Damaskus
struktur pemerintahan dengan benar dan kurang
yang dikelola merupakan lengkap
penyempurnaan dari pe- 3. Skor 2, apabila peserta
merintahan sebelumnya. didik dapat menuliskan
Wilayah kekuasaan Bani kembali sejarah Islam
Umayyah sangat luas maka pada Masa Bani
dalam pelaksanaannya di
bantu oleh para gubernur Umayyah di Damaskus
dan dibentuknya beberapa dengan benar dan tidak
departemen. Mereka mem- lengkap
buka hubungan dengan 4. Skor 1, apabila peserta
bangsa-bangsa Arab Mus- didik tidak dapat
lim juga negeri taklukan menuliskan kembali
seperti Persia, Mesir, dan sejarah Islam pada
Eropa. Tata kelola yang Masa Bani Umayyah di
dikembangkan oleh Dinasti D a m a s k u s .
Umayyah di antaranya
adalah pemerintahan, hu-
kum, sosial, ekonomi, kea-
gamaan, dan pendidikan.
86
No. Kunci Jawaban Cara penilaian Skor
Maksimal
Ilmu pengobatan dan
kimia merupakan disiplin
ilmu yang pertama kali
dikembangkan dan diikuti
dengan ilmu pengetahuan
lainnya
2. Cara menumbuhkan rasa 1. Peserta didik dapat 4
cinta tanah air dan seman- menuliskan 4 atau lebih
gat membangun negeri cara menumbuhkan
kepada generasi penerus rasa cinta tanah air dan
bangsa di antaranya ada- semangat membangun
lah: negeri kepada generasi
1. Mengikuti upacara penerus bangsa diberi
bendera dengan skor 4.
khidmat. 2. Peserta didik dapat
2. memakai pakaian menuliskan 3 cara
bernuansa batik atau menumbuhkan rasa cinta
khas daerah. tanah air dan semangat
3. mempelajari budaya dan membangun negeri
kesenian lokal. kepada generasi penerus
bangsa, diberi skor 3.
4. menumbuhkan
rasa bangga 3. Peserta didik dapat
terhadap bangsanya menuliskan 2 cara
(dikembangkan oleh menumbuhkan rasa cinta
guru) tanah air dan semangat
membangun negeri
kepada generasi penerus
bangsa, diberi skor 2.
4. Peserta didik dapat
menuliskan 1 cara
menumbuhkan rasa cinta
tanah air dan semangat
membangun negeri
kepada generasi penerus
bangsa, diberi skor 1.
87
No. Kunci Jawaban Cara penilaian
3. Nilai-nilai yang ada pada 1. Skor 4, apabila peserta didik dapat
sejarah Bani Umayyah di menuliskan
Damaskus dapat dijadikan 4 atau lebih alasan harus meneladan
teladan dalam kehidupan nilai-nilai yang ada pada sejarah Bani
karena : Umayyah di Damaskus dalam
a. Keimanan kepada-Nya kehidupan sehari-hari
dapat dilakukan dengan 2. Skor 3, apabila peserta didik dapat
melaksanakan segala menuliskan 3 alasan harus meneladan
perintah-Nya dan nilai-nilai yang ada pada sejarah Bani
menjauhi larangannya. Umayyah di Damaskus dalam
b. Semangat menuntut kehidupan sehari-hari.
ilmu baik ilmu agama 3. Skor 2, apabila peserta didik dapat
maupun ilmu dunia
menuliskan 2 alasan harus meneladan
dapat ditumbuhkan nilai-nilai yang ada pada sejarah Bani
dengan mencontoh para Umayyah di Damaskus dalam
cendikiawan muslim kehidupan sehari-hari.
c. Nilai-nilai kebudayaan 4. Skor 1, apabila peserta didik dapat
yang dikembangkan menuliskan 1 alasan harus meneladan
sesuai tuntutan Islam. nilai-nilai yang ada pada sejarah Bani
d. Kesatuan dan persatuan Umayyah di Damaskus dalam
umat Islam serta kehidupan sehari-hari
kerukunan beragama
dan tidak membeda-
bedakan suku, bangsa,
negara, warna kulit,
dan lain sebagainya.
e. Memiliki semangat
kepahlawanan untuk
membela agama,
bangsa, dan negara.
f. Tugas yang
diamanahkan dapat
mencapaian hasil
dengan tanggung jawab
yang tinggi
88
No. Kunci Jawaban Cara penilaian Skor
Maksimal
g. Dapat mencontoh
seorang pemimpin yang
dicintai oleh rakyatnya
4. Biografi secara singkat 1. Peserta didik dapat 4
khalifah ‘Umar bin ‘Abd al- menuliskan biografi
‘Aziz̅ adalah:
secara singkat khalifah
Umar Bin Abdul Aziz lahir ‘Umar bin ‘Abd al-‘Aziz̅
pada tahun 682 M/ 63 H, dengan benar dan
beliau menjabat khalifah lengkap diberi skor 4.
pada dinasti Umayyah pada 2. Peserta didik dapat
tahun 717 - 720 M, beliau menuliskan biografi
memerintah meski hanya
dua tahun setengah secara singkat khalifah
terbilang sukses membawa ‘Umar bin ‘Abd al-‘Aziz̅
Dinasti Umayyah menuju dengan benar dan kurang
masa keemasannya. Pada lengkap diberi skor 3
masanya, keadilan dapat 3. Peserta didik dapat
ditegakkan dan keamanan menuliskan biografi
meliputi penjuru negeri. secara singkat khalifah
Keadilan tersebut menye- ‘Umar bin ‘Abd al-‘Aziz̅
babkan orang yang berhak dengan benar dan tidak
menerima zakat sulit dicari.
lengkap diberi skor 2.
4. Peserta didik tidak
dapat menuliskan
biografi secara singkat
khalifah ‘Umar bin ‘Abd
al-‘Aziz̅ , diberi 1
89
No. Kunci Jawaban Cara penilaian Skor
Maksimal
5. Dalam usaha memajukan 1. Skor 4, apabila peserta 4
bidang pendidikan, masjid didik dapat menuliskan
dijadikan sebagai pusat ak- usaha yang dilakukan
tivitas ilmiah, sastra, disku- oleh Bani Umayyah
si, dan pembelajaran lainn- dalam bidang pendidikan
ya. Pada daerah taklukan, dengan benar dan
banyak didirikan masjid. lengkap
Masjid al-Haram di Mekah
dan Masjid Nabawi di Ma- 2. Skor 3, apabila peserta
dinah juga menjadi pusat didik dapat menuliskan
kajian ilmu yang sering di- usaha yang dilakukan
kunjungi oleh orang-orang oleh Bani Umayyah
muslim dari berbagai daer- dalam bidang pendidikan
ah. dengan benar dan kurang
lengkap
3. Skor 2, apabila peserta
didik dapat menuliskan
usaha yang dilakukan
oleh Bani Umayyah
dalam bidang pendidikan
dengan benar dan tidak
lengkap.
4. Skor 1, apabila peserta
didik tidak dapat
menuliskan usaha yang
dilakukan oleh Bani
Umayyah dalam bidang
pendidikan
Jumlah skor maksimal 20
Tabel 5.5
Kunci Jawaban Essay Bab 5
Nilai akhir diperoleh dengan menggabungkan nilai pilihan ganda dan uraian dibagi 3.
Nilai = 10 + 20 = 30 = 10
33
90
LAMPIRAN
MATERI
Setelah masa Al-khulafā al-rāsyidu̅n, berdiri sebuah dinasti yang disebut
dengan Bani Umayyah (41 H/661 -132H/750 M). Mu’a̅wiyah bin Abu̅ Sufya̅n bin
Harb bin Abd Mana̅f adalah pendirinya. Silsilahnya bertemu dengan Rasulullah
saw. pada Abd Manaf̅ . keluarga Hasyim (Bani Hasyim) menjadi panggilan bagi
keluarga Rasulullah saw. Sementara keturunan Umayyah disebut dengan keluarga
Umayyah (Bani Umayyah). Mu’aw̅ iyah menjadi khalifah pertama Bani Umayyah.
ibu kotanya adalah Damaskus.
Mu’aw̅ iyah bin Abu̅ Sufya̅n berhasil mendirikan dinasti ini, bukan hanya
karena kemenangan diplomasi pada peristiwa Ṣiffin. Akan tetapi, ia memiliki
pemikiran yang kuat untuk membangun masa depan. Dukungan terhadapnya
diperoleh dari Bani Umayyah dan orang-orang Suriah.
Mu’aw̅ iyah bin Abu̅ Sufya̅n dipandang sebagai negarawan sejati. Dia mampu
memainkan peranan sebagai administrator yang bijaksana. Para pejabatnya
ditempatkan sesuai dengan kemampuan. Mu’a̅wiyah bin Abu̅ Sufya̅n sebagai
khalifah pertama yang mengubah pemerintahan dari demokratis menjadi
kepemimpinan yang turun temurun. Bahkan, seluruh rakyatnya diwajibkan untuk
setia pada Yaz̅ id, anaknya. Selain kepemimpinan turun temurun, pejabat pada
Dinasti Umayyah berasal dari keturunan Arab.
Mu’aw̅ iyah bin Abu̅ Sufya̅n berpengalaman dalam politik. Ia pernah menjadi
seorang pemimpin pasukan untuk menaklukkan Suriah, Palestina, Romawi, dan
Mesir. Mu’a̅wiyah pernah menjabat Gubernur Syam yang membawahi Palestina
dan Mesir. Selain mengubah sistem pemerintahan, Mu’a̅wiyah bin Abu̅ Sufya̅n
memindahkan pusat pemerintahan, yaitu dari Madinah ke Damaskus.
Peradaban Islam pada Bani Umayyah di Damaskus dicirikan dengan berbagai
kemajuan tata kelola di berbagai bidang. Bidang yang dikembangkan di antaranya
adalah pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, keagamaan, dan pendidikan.
a. Pemerintahan
Struktur dan administrasi pemerintahan Bani Umayyah merupakan
penyempurnaan dari al-khulafā al-rāsyidu̅n yang dibentuk oleh Khalifah
‘Umar bin Khattāb. Wilayah kekuasaannya yang luas terbagi pada beberapa
provinsi yang dipimpin oleh gubernur (wali atau amir) yang diangkat oleh
khalifah. Beberapa orang kātib (sekretaris) mendampingi gubernur, seorang
ḥājib (pengawal dan kepala rumah tangga istana), dan pejabat-pejabat
lainnya antara lain ṣāḥib al-kharaj (pejabat pendapatan), ṣāḥib al-syurṭah
(pejabat kepolisian) dan kadi (hakim/ kepala keagamaan). Kadi dan pejabat
pendapatan diangkat oleh khalifah dan bertanggung jawab kepadanya
secara langsung.
91
Selain itu dalam pemerintahan Bani Umayyah dibentuk juga beberapa
diw̅ a̅n atau departemen yaitu:
1. Departemen yang mengurusi surat-surat negara dari khalifah
kepada para gubernur atau menerima surat-surat dari gubernur
adalah Diw̅ an̅ al-Rasa̅’il.
2. Lembaga atau pencatatan yang meregistrasi dan menyalin semua
keputusan khalifah atau peraturan-peraturan pemerintahan yang
dikirim ke daerah adalah Diw̅ a̅n al-Khatam.
3. Departemen yang mengelola pendapatan negara adalah Diw̅ a̅n al-
Kharaj.
4. Layanan pos dan pengiriman informasi berita dari pusat ke daerah
atau sebaliknya dikelola oleh Diw̅ a̅n al-Barid̅ .
5. Lembaga atau departemen pertahanan yang bertugas
mengorganisasi militer adalah Diw̅ a̅n al-Jund.
b. Hukum
Al-qada̅, al-ḥisbah, dan maẓalim merupakan bagian dari pelaksanaan
hukum. Al-qada̅ sebagai badan peradilan dipimpin oleh seorang kadi. Ia
memiliki tugas membuat fatwa-fatwa hukum dan peraturan sesuai dengan
tuntunan AlQur’an, sunah dan ijtihad. Badan ini terbebas dari pengaruh
penguasa, terutama dalam menerapkan keputusan hukum terhadap pejabat
atau pegawai yang melakukan pelanggaran. Masalah kriminal yang perlu
penyelesaian ditangani oleh badan al-ḥisbah. Badan al-maẓalim bertugas
meninjau kembali kesahihan dan keadilan putusan hukum oleh kadi. Badan
ini lebih tinggi dari Al-qada̅ dan al-ḥisbah.
c. Sosial
Hubungan antar banngsa Arab Muslim dibuka oleh dinasti ini. Begitu
pula, terhadap negara taklukan seperti Mesir, Persia, dan Eropa. Berkat
hubungan ini, lahir kreativitas baru pada bidang seni dan ilmu pengetahuan.
Dome of The Rock di Jerussalem merupakan salah satu bangunan monumen
terbaik pada masa Bani Umayyah.
d. Ekonomi
Jalur perdagangan pada masa ini menjadi semakin lancar. Pelabuhan
dagang yang ramai dan makmur di antaranya adalah Basrah di Teluk Persia,
begitu pula Aden. Pada masa Bani Umayyah dicetak mata uang khusus, juga
mengembangkan beberapa jabatan sehingga memperbesar lapangan
pekerjaan. Gaji tetap yang diperoleh berdampak pada kesejahteraan.
Pengumpulan pajak ditetapkan oleh khalifah. Misalnya, pada zaman
Mu’a̅wiyah bin Abu̅ Sufya̅n , ditetapkan 2,5% pajak dari pendapatan. Hal ini
hampir sama dengan zakat penghasilan pada masa sekarang.
Ekonomi diperbaiki pada masa awal pendirian dinasti ini. Kondisi ini
tidak secara langsung berdampak luas pada sektor ekonomi. Penataan
92
hukum dipengaruhi oleh pemberian gaji dari Bait al-Māl kepada kadi sebagai
sebuah jabatan profesional. Seorang kadi bersifat independen dan dapat
memutuskan satu perkara dengan leluasa, termasuk menindak pejabat negara.
e. Keagamaan
Kehidupan masyarakat pada masa ini dipengaruhi oleh Islam. Fanatisme
bangsa Arab dipandang efektif dalam membangun negara Islam. Bangsa Arab
menjadi bagian dari bangsa Islam. Masjid dan bangunan artistik banyak dibangun
memenuhi kota. Gaya Persia dengan nuansa Islam dipadukan secara kental pada
setiap sisi bangunan. Sebuah masjid agung terkenal dengan sebutan Masjid
Damaskus dibangun pada masa al-Wa̅lid dengan rancangan Abu̅ ‘Ubaidah bin
Jarrah. Begitu pula, kota baru yaitu kota Kairawan dibangun oleh ‘Uqbah bin Na̅fi.
Ilmu agama sudah tampak berkembang pada masa Bani Umayyah ini. Banyak ulama
yang fokus pada kajian ilmu keagamaan, seperti ilmu tafsir, hadis, dan hukum Islam.
Selain itu, berkembang pula ilmu-ilmu yang berhubungan dengan ilmu agama, yaitu
ilmu-ilmu bahasa seperti nahwu, bahasa, dan sastra. Imam mazhab yang hidup pada
masa ini adalah Ima̅m Ḥanafi (Abu̅ Ḥanifah) dan Ima̅m Ma̅lik bin Anas. Pada bidang
tasawuf, terdapat Ḥasan al-Baṣri dan Rabi’̅ ah al-‘Adawiyah. Dalam bidang hadis,
terdapat ‘Umar bin ‘Abd al-‘Aziz ̅ . Dalam bidang tafsir, terdapat ‘Abdulla̅h bin ‘Abba̅s
dari Madinah, ‘Abdulla̅h bin Mas’u̅d dari Mekah, Sa’ad bin Zubair, dan Muja̅hid
murid Ibn ‘Abba̅s.
f. Pendidikan
Pada masa Bani Umayyah, perkembangan pendidikan dalam hal ini ilmuilmu
non keagamaan belum begitu menonjol. Penerjemahan buku-buku dari bahasa non-
Arab belum memiliki arti yang penting. Khalifah sibuk dalam menyelenggarakan
pemerintahan yang mapan selain terjadinya pembebasan wilayah-wilayah baru.
Tradisi Arab dengan produk syair lebih menonjol dibandingkan tradisi ilmiah.
Meskipun demikian, ilmu kimia dan pengobatan menjadi disiplin ilmu yang
dikembangkan pertama kali.
Dinasti Umayyah berjasa besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
Mereka menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas ilmiah, termasuk syair, sejarah,
diskusi, dan akidah serta pembelajaran lainnya. Di daerah taklukan, banyak pula
didirikan masjid. Masjidilharam di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah menjadi
pusat pengkajian ilmu yang sering dikunjungi oleh orangorang Islam dari berbagai
daerah. Pendidikan Islam telah dikembangkan pada pola yang lebih baik
dibandingkan pada masa sebelumnya. Semarak kajian ilmu di masjid, kutta̅b serta
majelis sastra menjadi tanda perkembangan tersebut.
93
PROFIL PENULIS
Nama : SITI MASFU’ATUN, S.Pd.I
Email : [email protected]
Alamat : Tawangrejo, Rt 01 Rw 07 kecamatan Kunduran kabupaten Blora
Bidang Keahlian : Pendidikan Agama Islam
Riwayat Pendidikan :
1. SDN 1 Jagong kunduran lulus th 1998
2. SMPN 1 Kunduran lulus th 2001
3. MA Khozinatul Ulum Blora lulus th 2004
4. STAIN Kudus lulus th 2008
Riwayat Mengajar :
1. Mengajar PAI dan Budi Pekerti sejak 5 Januari 2009 sampai
sekarang
94